, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. (QS. Al-Baqarah: 200)Pada ayat-ayat ini terdapat perintah untuk memperbanyak dzikir, bersungguh-sungguh dengannya karena besarnya kebutuhan setiap hamba kepadanya dan tidak merasa cukup darinya meski sekejap mata sekalipun. Setiap detik yang kosong dari berdzikir ke-pada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kerugian baginya, bukan keuntungan; dan kerugiannya karena tidak berdzikir itu lebih besar daripada ke-untungannya karena lalainya ia dari Allah Ta'ala.