Keluarga Sejahtera Melalui Karakter: Recent Episodes

Eri Silvanus

Belajar, bertumbuh, berbagi menjadi keluarga yang sejahtera.

Hubungi kami melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/

Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto)

View Details

Kalian lagi ngalamin konflik gara-gara kondisi keuangan yang nggak stabil?


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 853-3547-7955 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto)

View Details

Parents, apakah kita kasih kesempatan yang cukup untuk anak kita belajar & berlatih mengambil keputusan sendiri?


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 853-3547-7955 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto)

View Details

Hai moms, pernah merasa tenagamu habis ngurusin anak & kerjaan sehari-hari sampai hubungan sama Suami jadi terasa hambar?


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 853-3547-7955 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto)

View Details

Kuping kamu panas gara-gara ditanyain orang-orang “Kapan Nikah?”


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 853-3547-7955 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto)

View Details

Istri itu biasanya cerewet! Ini sebenernya cuma stereotype atau benar secara science sih?


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 853-3547-7955 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto)

View Details

Moms, pernah nggak kalian merasa kelelahan karena suami kayaknya malas bantu bersih-bersih atau bantuin jaga anak?


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 853-3547-7955 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto)

View Details

“Duh...udah mau nikah tapi penghasilan kecil. Mana bisa nabung buat nikah???”


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 853-3547-7955 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto)

View Details

Moms, pernah merasa bersalah sekali bahkan sampai merasa nggak layak jadi mama karena anak kita mengalami hal buruk gara-gara kelalaian kita?


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 853-3547-7955 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto)

View Details

Menyusui adalah hal yang natural buat seorang mama. Tapi kenyataannya, itu nggak selalu berjalan mulus & nggak jarang malah memunculkan rasa bersalah.


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 853-3547-7955 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto)

View Details

“Duh, gemes deh sama mertuaku. Ikut campur terus waktu aku ngurus pernikahan. Ga boleh ini itu, minta ada ini itu.” Kalian lagi mengalami seperti ini? Yuk, simak tayangan kali ini.


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 853-3547-7955 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto)

View Details

Menjadi Ibu yang bekerja memiliki kesulitannya sendiri. Ketika bekerja, yang terbayang-bayang anak kita, tapi di sisi lain karena kondisi finansial kita harus berusaha fokus untuk bekerja. Posisi kita serba salah dan kita merasa bersalah karena sepertinya mengabaikan anak-anak kita. Anda juga mengalaminya? Tayangan berikut akan memberikan gambarannya untuk Anda.


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 853-3547-7955 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto)

View Details

"Mendekati hari H kok aku jadi kuatir ini kuatir itu ya? Apa aku ga siap menikah?” Kalau kalian sedang mengalami hal yang sama, mungkin ada baiknya kalian mendengarkan tayangan berikut.


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 853-3547-7955 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 812-1673-3788 (Heidy Hermanto)

View Details

Fase perkembangan anak di usia 1-3 tahun dianggap sebagai fase yang menyebalkan. Mengapa fase ini ada? Bagaimana kita menghadapi perilaku menyebalkan mereka?


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Peran ayah bukan hanya sebagai pencari nafkah bagi keluarga. Tahukah Anda bahwa ayah juga memegang peranan vital bagi pertumbuhan sang anak? Apa saja peran ayah dalam pengasuhan? Tayangan berikut akan menjelaskannya bagi Anda


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Mom shaming adalah fenomena yang dialami oleh sebagian besar Ibu dari sejak dahulu. Fenomena ini banyak membuat para Ibu jadi rentan terhadap depresi akan anak dan pengasuhan yang dijalankannya. Apa yang harus dilakukan ketika menghadapi mom shaming? Tayangan podcast berikut akan memberikan gambarannya.


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Kita pasti merasa gemas jika pasangan lebih menghabiskan waktu bersama dengan teman - temannya dibanding dengan kita. Seringkali kita berpikiran yang negatif pada pasangan kita, seperti Apakah memang mereka ternyata menganggap kita tidak penting? Apakah mereka masih sayang pada kita? Lalu bagaimana kita harus menyikapinya?


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Fenomena istri yang menafkahi keluarga sudah bukan hal yang aneh ada di sekitar kita. Namun banyak keluarga yang menjadikan hal ini sebagai awal konflik dalam rumah tangga mereka, bahkan hingga berujung perceraian. Apakah Anda juga sedang mengalaminya? Bagaimana mengatasinya?


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Kehadiran anak adalah anugerah dari Tuhan di dalam sebuah pernikahan. Kita memang tidak pernah tahu kapan anak itu akan hadir dalam pernikahan kita. Namun, kita bisa mempersiapkan diri kita untuknya. Apa saja yang perlu kita pikirkan dan siapkan dalam perencanaan kehamilan? Tayangan berikut akan memberikan gambarannya.


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Rasa cemburu memang wajar di dalam pernikahan, namun sekecil apapun itu bisa berpotensi merusak rumah tangga kita. Bagaimana cara menyelesaikannya? Tayangan podcast kali ini akan menjawabnya untuk Anda berdasarkan tips dan trik dari para konselor pernikahan.


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Dalam proses persalinan, para istri memiliki peran besar untuk bisa melahirkan sang buah hati secara sehat. Namun, bukan berarti sang suami tidak diperlukan dalam hal ini. Suami pun juga memiliki peran penting. Apa sajakah itu? Simak dalam tayangan podcast kali ini.


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Kesalahan pasangan memang bisa membuat kita sakit hati. Mau melupakan rasa sakit hatinya pun memang tidaklah mudah. Bagaimana caranya agar kita bisa memaafkan dan melupakan kesalahan pasangan kita? Bagaimana caranya agar kita tidak terus terjebak dengan rasa sakit hati itu?


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Rutinitas terkadang membuat kita lupa untuk menjaga keintiman dengan pasangan kita. Namun, ternyata menjaga keintiman dengan pasangan tidak perlu dilakukan dengan hal-hal besar. Bagaimana caranya?


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Salah satu pemicu konflik yang sering terjadi dalam hidup rumah tangga adalah karena perbedaan tradisi atau kebiasaan dengan keluarga besar pasangan. Lalu bagaimana cara kita bisa mengatasi masalah ini?


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Menjaga pernikahan tetap intim tentu saja tidak mudah, apalagi jika pernikahan tersebut sudah menginjak usia yang tidak lagi muda. Bertatapan, bergandengan tangan, dan berpelukan dengan pasangan seakan tidak lagi memiliki 'rasa'. Lalu, apakah hal ini tidak bisa diperbaiki? Bagaimana cara untuk menghidupkan kembali keintiman dengan pasangan kita? Tayangan ini akan menjawabnya untuk Anda.


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Ketika dalam masa pacaran atau bahkan di awal masa-masa pernikahan, para pasangan seringkali lebih mudah melihat sisi positif dari pasangannya. Pasangannya seakan begitu sempurna dan kita merasa beruntung mendapatkannya. Seiring berjalannya waktu dan makin kita mengenal pasangan kita, segala hal yang menjadi kekurangannya akhirnya mulai muncul satu per satu. Mulai dari hal-hal kecil yang bisa kita toleransi hingga perilaku-perilaku yang kita tidak suka, ternyata malah dilakukannya. Semakin sering muncul titik kritisnya, semakin besar pula keraguan kita bahkan semakin berkurangnya rasa cinta dan hormat kita padanya. Apakah ini juga sedang Anda alami? Lalu, bagaimana caranya untuk bisa mengembalikan rasa cinta dan hormat kita?


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Menginjak sebuah babak baru di dalam hidup, membangun dan mengelola hidup bersama dengan pasangan tentu saja membawa kebahagiaan namun juga mendatangkan stress di saat yang bersamaan. Saya dan hampir seluruh pasangan lain juga mengalaminya saat kami mempersiapkan pernikahan. Mengapa ini bisa terjadi pada para pasangan? Lalu, bagaimana saran dari ahli jika kita saat ini sedang mengalaminya menjelang hari pernikahan yang mendekat?

Untuk menjawab masalah tersebut, pada episode kali ini saya akan memaparkan pendapat DR. Ben Michaelis, seorang psikolog klinis yang sudah menangani banyak pasangan yang mengalami stress menjelang hari pernikahan mereka.


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Saya sering mendengarkan cerita dari rekan – rekan dan pasangan yang lain bahwa para mertua ini juga sering ikut campur dalam pengasuhan anak mereka. Bahkan, tak jarang mereka memberikan komentar negatif apabila pengasuhan yang diberikan berbeda dengan pengasuhan ala mertua mereka. Kondisi ini tentu saja membuat kita, sebagai orangtua baru tidak nyaman.

Lalu, bagaimana menghadapinya? Di dalam episode kali ini, saya akan mencoba mengutip beberapa saran dari para ahli untuk kita coba terapkan dalam menghadapi perilaku mertua yang terlalu ikut campur dalam pengasuhan cucu.


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Apakah Anda merasa atau bahkan sedang mengalami kesulitan untuk menahan emosi di hadapan anak Anda?

Saya yakin Anda tidak sendiri mengalaminya karena saya juga pernah dalam situasi itu. Situasi itu tentu tidak nyaman bagi Anda dan saya. Namun waktu tidak bisa diulang, jika kejadian itu telah terjadi bagaimana kita memperbaikinya? Dan bagaimana kita mengantisipasi agar tidak kembali berulang?

Dalam episode kali ini, saya akan coba paparkan bagaimana para pakar menjelaskan dan memberikan solusi dari masalah tersebut.


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Karena begitu dominannya, para istri memiliki kuasa mulai dari meminta, menuntut dan memaksa suaminya melakukan yang mereka mau. Saya pun pernah menjadi istri yang suka menuntut pada suami saya.

Di dalam episode ini, saya akan menceritakan pada Anda bagaimana sikap suka menuntut itu muncul dan bagaimana saya mengatasinya. Saya berharap tayangan ini dapat memberikan Anda saran yang dapat Anda lakukan juga jika Anda merasa bahwa Anda juga adalah pasangan yang suka menuntut.


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Ada pepatah mengatakan bahwa hidup tidak selalu ada di puncak, ada kalanya kita harus mengalami situasi yang paling rendah. Hal yang sama juga bisa saja terjadi pada pasangan kita. Ada kalanya ia akan mengalami situasi paling rendah di dalam hidupnya, mungkin saja kepergian orangtuanya atau karir atau bisnisnya sedang mengalami krisis atau yang lain. Lalu, bagaimana sebaiknya sikap kita sebagai pasangannya yang telah berkomitmen setia dan mau menjadi penolongnya dalam suka dan duka? Adakah pertolongan yang bisa kita berikan untuk membangkitkan semangatnya lagi? Pada episode kali ini, saya akan mencoba membagikan apa yang para pakar relasi dan pernikahan sarankan kepada kita apabila pasangan kita sedang mengalami titik terendahnya.


Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)


Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/


Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

“Pernah sampai di satu waktu, saat Jordan menangis, saya hanya bisa gendong dan peluk erat Jordan dan saya menangis. Saya lelah, jenuh, sekaligus bingung dan menyalahkan diri saya sendiri. Saya tidak tahu siapa lagi yang bisa memahami kondisi saya dan Jordan.

Di dalam episode kali ini, saya akan mencoba memaparkan bagaimana para ahli menjelaskan Baby blues serta bagaimana mengatasinya ketika kondisi ini muncul pada Anda atau istri Anda pasca melahirkan.

Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)

Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/

Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Menjadi orang tua memang nggak selalu gampang dan mulus. Ada banyak situasi dan kondisi yang sulit yang harus dihadapi oleh orang tua. Dan di jaman yang sudah dibanjiri gadget seperti sekarang, gadget memang kelihatannya sangat menolong untuk mengatasi beberapa masalah yang dihadapi oleh orang tua.

Di episode kali ini, saya akan membahas tentang mengapa gangguan fokus begitu nge-tren di kalangan anak-anak jaman now.

Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)

Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/

Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Pada episode kali ini, saya akan mencoba mengulas bagaimana para psikolog menjelaskan perilaku workaholic tersebut dan bagaimana Dr Terri Orbuch, seorang pakar sekaligus professor dalam hal relasi dan pernikahan dalam memberikan saran tentang respon yang benar saat menghadapi pasangan kita yang workaholic.

Layanan konseling dan konsultasi GRATIS hubungi: WhatsApp +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto) WhatsApp +62 855-3210-502 (Paulina Sigit)

Hubungi kami juga melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/

Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Sebenarnya, apa sih pentingnya otoritas orang tua buat anak? Bukannya dengan menjadi orang tua yang fun, tidak terlalu tegas dalam menerapkan disiplin, dan bersikap seperti teman justru akan membuat anak jadi lebih rela dan lebih mau mengikuti instruksi dan arahan dari orang tua?

Untuk menemukan jawabannya, saya ajak Anda untuk memahami bagaimana otak seorang anak bekerja.

Hubungi kami melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/

Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Saya dan banyak pasangan lain yang baru saja menikah memiliki sebuah pergumulan yang hampir sama, yaitu ingin memiliki rumah sendiri tapi kondisi finansial kami belum mencukupi untuk membelinya. Akhirnya, opsi tinggal bersama dengan mertua adalah pilihan terbaik saat ini. Namun, rupanya pilihan kami ini membawa sebuah masalah yang lain, yaitu konflik antara mertua dengan menantu. Tentu situasi konflik membuat seluruh orang yang terlibat di dalamnya menjadi tidak nyaman, apalagi tinggal di dalam satu atap yang sama. Pada episode kali ini, saya akan mencoba mengulas bagaimana menyelesaikan konflik dengan mertua.

Hubungi kami melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/

Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Pernahkah Anda mengalami situasi di mana pasangan kita suka menunda menepati janjinya? Ia mengiyakan permintaan kita, tapi setelah beberapa saat ia tetap diam dan tidak melakukan permintaan kita. Kita menagih janjinya dua hingga tiga kali dan ia tetap diam. Saat kita sudah kesal, ia malah ikut terbawa emosi dan akhirnya berkonflik. Hal ini bukan berarti pertanda ia tidak cinta lagi pada kita. Tapi, mungkin ada respon perilakunya yang kita belum pahami.

Mari kita kaji lebih jauh dari sudut pandang ilmu karakter dan perilaku serta bagaimana kita menghadapinya.

Hubungi kami melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/

Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Sebagai orangtua yang memiliki balita, tentu saja tidak asing dengan perilaku anak Anda yang suka merengek, menangis dan bahkan menjerit ketika mereka meminta sesuatu. Perilaku tersebut muncul tidak hanya sekali atau dua kali, hampir setiap hari kita melihat dan mengalami perilaku yang sama. Perilaku seperti ini sering kali membuat para orangtua tidak sabar menghadapinya dan tak jarang memberikan label ‘nakal’ pada anak mereka. Padahal, perilaku tersebut dapat dijelaskan dari ilmu otak atau neuroscience.

Di dalam episode kali ini, saya akan membahas bagaimana ilmu otak menjelaskan dan memberikan langkah – langkah untuk menghadapi anak kita yang suka merengek tersebut.

Hubungi kami melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/

Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Dalam salah satu artikel di majalah Tempo edisi 25 Februari 2018, seorang psikiater anak dan remaja yang berpraktek di Rumah Sakit Jiwa di Jakarta menyebutkan bahwa makin banyak anak yang datang ke tempat kerjanya dengan gangguan mental akibat kecanduan internet. Umumnya anak-anak tersebut banyak berinteraksi dengan media sosial dan game online. Efek dari kecanduan itu membuat mereka malas sekolah, bahkan berani memukul orang tuanya.

Makin banyaknya dan makin seriusnya kecanduan internet ini menyebabkan Badan Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan kecanduan game ke dalam kategori gangguan kesehatan mental pada draf Revisi Klasifikasi Penyakit Internasional ke-11 di bulan Januari yang lalu. Tren ini juga mendorong para neuroscientist di berbagai negara untuk melakukan lebih banyak penelitian dan pengamatan terhadap penderita kecanduan internet. Hasil yang mereka dapatkan adalah kecanduan internet menimbulkan efek yang sama persis seperti kecanduan terhadap alkohol dan obat-obatan terlarang, walaupun tidak ada substansi apapun yang dimasukkan ke dalam tubuh.

Sebenarnya apa yang dilakukan oleh internet terhadap otak manusia sehingga menimbulkan gangguan mental dan gangguan perilaku yang serius?

Hubungi kami melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/

Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Ada beberapa orang bertanya pada saya, “Apakah saya pernah merasa jenuh dalam hubungan saya dan suami?” Tentu saja saya pernah mengalaminya. Saya yakin hampir seluruh pasangan juga pasti mengalaminya. Namun bagi sebagian pasangan, kejenuhan ternyata menjadi momok dalam hubungan mereka. Banyak pasangan yang saya temui mengakhiri hubungannya saat merasa bosan. Tentu saja perilaku mengakhiri hubungan saat bosan ini tidak boleh dilakukan di dalam hidup pernikahan, bukan? Sebab kita percaya, pernikahan hanya boleh terjadi satu kali dan untuk seumur hidup. Tapi, bagaimana jika kejenuhan itu tiba – tiba muncul dalam hidup pernikahan kita? Bagaimana menyiasatinya?

Dalam episode ini saya akan membahas beberapa hasil penelitian yang dapat diterapkan untuk mengatasi kejenuhan di dalam relasi.

Hubungi kami melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/

Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Tidak bisa dipungkiri, terutama di kota-kota besar, tuntutan kebutuhan hidup makin tinggi. Baik yang sifatnya mendasar, maupun berdasarkan pilihan pribadi. Akan tetapi jumlah waktu yang kita miliki tetap sama. 7 x 24 jam; dan kebutuhan jiwa para suami dan istri juga tidak berubah. Kita membutuhkan waktu-waktu berkualitas.

Mungkin Anda termasuk para pasangan yang telah mengetahui tentang konsep waktu berkualitas. Di episode ini, saya tidak akan membahas terlalu banyak mengenai apa itu waktu berkualitas dan apa manfaatnya. Saya akan lebih banyak membahas bagaimana membangun waktu berkualitas yang efektif dan efisien di tengah tuntutan jaman yang serba sibuk ini.

Episode kelima ini, sebenarnya merupakan cuplikan dari materi workshop atau pelatihan kami yang berjudul: “Pernikahan, otak, dan karakter: Bagaimana menghindari jebakan 6 fase perselingkuhan dan 7 kebiasaan yang akan membuat pernikahan Anda benar-benar bahagia dan sejahtera.” Kami berharap dari cuplikan ini, Anda mendapatkan inspirasi untuk membangun pernikahan Anda mengalami kebahagiaan dan kesejahteraan.

Hubungi kami melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/

Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Emily D Sorenson, peneliti dari Iowa State University melakukan interview secara mendalam kepada 6 pasangan suami istri yang setidaknya sudah memiliki 1 anak tentang bagaimana mereka mengelola keuangan keluarga mereka. Di dalam jurnal penelitiannya, Emily mencantumkan beberapa teori mengenai pengelolaan keuangan dan ia juga membandingkan dengan teknik pengelolaan keuangan yang dilakukan oleh keenam pasangan tersebut. Hasilnya, Emily tidak menemukan 1 teori pun, yang ia sebutkan, diterapkan oleh pasangan – pasangan tersebut. Akan tetapi, keenam pasangan tersebut tidak dapat dinilai memiliki pengelolaan keuangan yang buruk. Dalam kesimpulannya, Emily berpendapat bahwa sebenarnya pengelolaan keuangan keluarga tidak memiliki rumus yang pasti, sebab setiap pasangan memiliki metodenya sendiri bergantung pada latar belakang dan pengalaman mereka.

Episode ini membahas prinsip yang dapat Anda gunakan untuk menciptakan metode pengelolaan keuangan keluarga Anda sendiri dengan efektif.

Hubungi kami melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/

Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Saya yakin tidak ada 1 pasangan pun di dunia yang menginginkan hadirnya konflik dalam pernikahan mereka. Sebab, kita tahu bahwa konflik pasti akan menyakiti perasaan kedua belah pihak dan tidak ada 1 orang pun yang suka dengan rasa sakit itu. Namun, DR Greg Smalley, pakar dan konselor pernikahan, mengatakan bahwa konflik pasti 100% akan terjadi di dalam hidup pernikahan. Konflik pasti akan muncul tanpa memandang usia pernikahan Anda dan tidak dibatasi waktu. Jika kita melihat lebih jauh, konflik sebenarnya lebih mirip seperti bom dengan sebuah pemicu. Apabila kita menekan pemicunya, konflik akan terjadi. Apa sebenarnya pemicu konflik? Bagaimana caranya untuk mengantisipasi konflik yang akan muncul?

Hubungi kami melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/

Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

Seorang anak usia sekitar 4 atau 5 tahun, sebut saja namanya Andre, sedang merengek dan menangis sambil meminta sesuatu pada orang tuanya. Sang mama berusaha menenangkan Andre dan berkata tidak boleh sambil menjelaskan alasannya, lalu Andre sambil tetap merengek dan menangis kemudian beralih kepada papanya. Papanya nampak tidak tega melihat anaknya menangis, berusaha menenangkan anaknya sambil mengulangi penjelasan yang sama yang diberikan oleh istrinya. Mendengar perkataan papanya, tangis Andre makin menjadi-jadi. Sang papa makin sedih dan makin tidak tega melihat anaknya yang menangis makin keras dan tidak bisa ditenangkan. Akhirnya sang papa berkata, “Sudah…nggak usah nangis lagi. Kali ini papa belikan mainannya. Tapi lain kali Andre harus taat ya….”.

Menurut Anda, di lain waktu ketika Andre punya satu keinginan lalu orang tuanya berkata tidak, apa yang akan dilakukan olehnya? Skenario yang paling mungkin terjadi adalah, bila yang berkata tidak adalah mamanya, maka Andre akan beralih kepada papanya dan meminta hal yang sama. Bila papanya berkata tidak, maka Andre akan merengek atau menangis sambil terus meminta supaya keinginannya dituruti. Jika pada akhirnya papanya benar menuruti keinginan Andre, maka kali ketiga, keempat, dan seterusnya, pola yang sama akan terus terjadi dan berulang. Andre tidak menjadi lebih taat, tetapi selalu lari kepada papanya untuk mendapatkan keinginannya. Bila papanya menolak, maka dia akan merengek dan menagis sampai papanya berkata ‘iya’. Mengapa itu bisa terjadi? Mari saya jelaskan dari sudut pandang perkembangan kemampuan kognitif akau kemampuan berpikir anak.

Hubungi kami melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/

Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)

View Details

“Tuhan menciptakan pernikahan agar kita dapat merasa benar-benar bahagia. Benar-benar sejahtera. Jika Anda sudah merasa bahagia dan sejahtera sebelum menikah, maka dengan menikah, Anda akan merasa lebih bahagia! Lebih sejahtera! Tapi tampaknya tidak banyak orang yang berani memproklamasikan keyakinan seperti itu. Kenapa?”

Episode perdana ini, sebenarnya merupakan cuplikan dari materi workshop atau pelatihan kami yang berjudul: “Pernikahan, otak, dan karakter: Bagaimana menghindari jebakan 6 fase perselingkuhan dan 7 kebiasaan yang akan membuat pernikahan Anda benar-benar bahagia dan sejahtera.” Kami berharap dari cuplikan ini, Anda mendapatkan inspirasi untuk membangun pernikahan Anda mengalami kebahagiaan dan kesejahteraan. Ingin tahu lebih lanjut? Hubungi kami melalui:

Hubungi kami melalui: Website: www.pciforfamily.com Facebook Page: www.facebook.com/PCIforFamily/ Twitter: www.twitter.com/pciforfamily Instagram: /www.instagram.com/pciforfamily/

Untuk membantu pelayanan ini secara finansial, hubungi no. What's App kami di: +62 838-3080-0875 (Heidy Hermanto)