Ngobrol bareng Pakdhe Senggol a.k.a Trimartono, founder dari akun info Jogjaupdate. Yang pernah ditantang berkelahi sama followersnya. Nah lho, kok bisa??
Presiden Jokowi baru aja meneken PP no 56 tahun 2021, tentang pembayaran royalti performing right. Jadi, lagu-lagu yang diputar di tempat komersil (pertokoan, pusat belanja, restoran, kafe dsb) wajib membayar royalti. Nah lho, gimana nih? Enak nih dibahas bareng Mas Dory Soekamti, selaku musisi dan juga publisher.
Bertandang ke rumah Mas Marzuki Mohamad (Kill The DJ) di Desa Kokosan, Klaten, ngobrolin proses kreatif dibalik single Kecap No 1. Maturnuwun Kopi Gajahnya Mas! haha
Salah satu yang terkena dampak pandemi, sempat berjualan beras demi memenuhi kebutuhan hidup. Hingga akhirnya Omah Kolektif bisa melihat peluang dan celah untuk tetap berkreatifitas. Dan tentunya, kolektifan.
Banyak cerita yang menjadi awal dari perjalanan kari seorang komedian / komika. Nah salah satu komedian Jogja, Muklti Candra (Mukti Entut) malah mengawali aksi standup comedynya dengan tandemnya yang membahas hari Isra Mi'raj ketika sedang stand up di Gereja.
Muhammad Rizky atau Eky ternyata hobi mengikuti ajang-ajang pencarian bakat demi satu tujuan: MASUK TELEVISI! Walapun dia mengundurkan diri ketika fase 24 besar di Indonesia Idol 11 kemarin, tetapi semangatnya tetap tinggi buat di tahun-tahun berikutnya.
Siapa disini yang fans KPop? Dapet salam dari Yusril Fahriza yang kapok jadi fans KPop dan ngebahas-bahas KPop. Kenapa kapok? Karena bagi banyak fans KPop, Yusril tidak cocok membahas KPop, karena dia medhok, Hehehe
Sempat vakum bertahun-tahun, akhirnya Ardhi Iswansyah kembali menghidupkan komunitas jasa kurir sepedanya. Meskipun pandemi, justru tidak mematahkan semangat dari Ardhi dan kawan-kawan untuk menggowes sepeda mengantarkan pesanan demi pesanan. Istilahnya sih, hobi yang dibayar gitu.
Solusi komedi di kala Pandemi. Ketika semua serba digital, serba webinar, komika juga harus beradaptasi dengan keadaan. Salah satunya adalah dengan duet ketika mengisi di acara live streaming. Duo Rukun Makmur merupakan duet dua komika asal Jogja yang lahir dan semakin berkembang, justru di kala pandemi.
Akhirnya Festival Kebudayaan Yogyakarta Mulanira 2 siap untuk dilaksanakan. Meskipun begitu, banyak perubahan dan adaptasi dalam pengaplikasiannya. Hal tersebut tentu saja dikarenakan kondisi pandemi yang masih melanda.
Pandemi yang terjadi membuat berbagai macam jenis pekerjaan terjatuh. Begitu pula dengan dunia kreatif, khususnya di bidang event kreatif. Namun hal tersebut tidak menyurutkan dan tidak menurunkan semangat dari beberapa pelaku kreatif / pegiat event di Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena justru dengan pandemi, sebuah konten kreatif lebih harus menunjukkan kualitasnya dengan segala keterbatasan yang menempa.
Dalam episode spesial Rerasan Podcast #CeritaKemerdekaan ini, kami mengajak ngobrol Mas Ishari Sahida atau yang lebih dikenal dengan Ari Wulu sebagai pegiat event di Yogyakarta yang baru saja menggelar event Sumonar (event video mapping project) berskala internasional yang kemudian mengubah konsepnya menjadi virtual (online). Setelah di tahun sebelumnya lebih banyak menunjukkan karya para seniman di dunia nyata (offline).
Mas Ari Wulu menjelaskan, mau tidak mau dia dan tinya harus mengubah pola pikir 180 derajat guna memvirtualkan event Sumonar yang dilaksanakan pada Agustus 2020 kemarin. Hal tersebut memang susah pada awalnya, karena dengan segala keterbatasannya. Dari hal komunikasi, mengubah divisi, mengatur ulang deskripsi pekerjaan dsb.
Namun beliau menuturkan, justru semakin terbatas kita harus semakin kreatif dan liar dalam menuangkan sebuah ide atau gagasan. Pada akhirnya, event Sumonar pun terselenggara secara virtual dan bahkan melebihi ekspektasi dari tim Sumonar itu sendiri. Acara ini berhasil menarik minat hingga ribuan pengunjung di website sumonarfest.com setiap harinya.
Sebagai penikmat dan penginfo konser, jujur kami sangat merindukan hiruk pikuk konser. Namun berkaitan dengan New Normal, pasti ada perubahan kebijakan juga disana. Kira-kira seperti apa ya kebijakannya?
Sudah sekitar 3 bulan pandemi masuk di Indonesia. Dan sudah 3 bulan juga banyak sekali hal-hal kekinian yang terjadi akibat pandemi tersebut. Jangan sampai ketinggalan updatenya. Berikut ini hal-hal yang trendi ketika pandemi.
Di saat pandemi seperti ini, ternyata masih banyak yang ngeyel dan tidak menuruti himbauan-himbauan dari pemerintah. Hal itu tentu saja berimbas pada tenaga medis sebagai garda terdepan yang masih harus berjuan ekstra dan juga curva rantai penyebaran Covid 19 yang belum kunjung mereda/turun. Hadeh hadeh.
Berhubungan dengan klien memang salah satu kegiatan kami tentunya. Nah, klien itu macam-macam sih karakternya. Banyak yang nyenengin, tapi ada juga yang ngeselin.