Chairil Anwar menuangkan semua perasaan bahagia, bangga, senang, dan lain lain mengenai bagaimana ia jatuh cinta pada sang pujaan hati
Orang bilang banyak anak banyak rezeki. Tetapi di sini Chairil Anwar menggambarkan sebuah sisi kelam dan penderitaan sebuah keluarga yang terdiri dari 7 orang. Bagaimana mereka harus tinggal berdesakan di sebuah petak ruangan kecil. Menurutmu bagaimana? Apakah ingin memiliki banyak anak, atau 2 anak saja cukup?
Ini nih namanya cintaku bertepuk sebelah tangan. Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Menurut kalian gimana kalo uda gini? Siap untuk move on?
Disini Alm. Chairil Anwar mengartikan cinta sebagai tujuan hidupnya. Karena cinta bisa mengatur segala bentuk emosi. Ya benar, ada cinta, ada juga benci. Seperti ada pertemuan, pasti ada perpisahan. Walaupun itu dalam pernikahan, pasti akan terpisah juga dengan maut, atau kita sebut dengan kematian. So, bagaimana dengan kamu? Apa arti cinta bagi mu?
Kali ini sang Pujangga Chairil Anwar mau manyampaikan bahwa apa pun segala kesalahan yang kita lakukan, lalui di masa lalu, sebaiknya menjadi pelajaran untuk untuk kita di masa sekarang, maupun masa depan bagingenerasi penerus dan anak cucu kita.
Satu lagi puisi bertema perjuangan oleh sang pujangga Chairil Anwar. Almarhum bermaksud agar kita, sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, jangan menyia nyiakan perjuangan para pahlawan melawan para penjajah. Ayo. Lawan diri kita, lawan kemalasan kita. Di era globalisasi ini, mari kita majukan Indonesia, dengan ilmu, dan kemampuan, srta keahlian yang kita miliki. Mari berkarya!!!
Hidup ini singkat, hidup ini hanya sekali saja. Bisa sampai umur 70 tahun? Apakah bisa dianggap berkat atau tidak? Itu semua tergantung anda. Sebelum terlambat, pikirkan apa yamg bisa kau buat untuk hidupmu. Memang tidak mudah untuk menonjolkan diri seperti artis, cendekiawan, bos bos besar, selebgram, youtuber, tapi, kamu bisa menjadi berarti bagi sesamamu dan orang orang disekitarmu dengan kasih dan perbuatanmu.
Bagaimana cara kita melanjutkan perjuangan Diponegoro di era sekarang? Dulu para pejuang berperang melawan musuh tentara dari negara lain. Sekarang pun kita masih pun sepertinya masih terus berperang... dengan diri kita sendiri, dengan corona, dengan kemajuan teknologi, dengan pekerjaan kita, dengan keadaan di sekitar kita. Yuk, jangan patah semangat hidup seperti Pangeran Diponegoro!!!
Bagi para pribadi yang tersakiti oleh kekasihnya. Berhentilah bersusah hati. Jangan menghukum diri kalian, terjebak larut dalam kesedihan cinta. Ayo, move on!!!
Kadang bercermin itu perlu. Merefleksikan diri, melihat kembali ke belakang. Tapi jangan jadikan masa lalu sebagai patokan untuk menjalani masa sekarang dan masa depan. Tetap semangat...
Tentukan satu, dua, tiga tujuan dalam hidupmu, maka itu akan membuat kamu bertahan dan mewarnai hari hari mu. Biar kau lebih bersemangat menjalani hidupmu.
Maksud hati mau mengunjungi pacar, apa daya ajal sudah menjemput. Makannya, jangan LDR an....
Bayangkan saat ini kau di suruh maju ke medan tempur... Bayangkan disaat kamu mau nge mall, mau hang out sama teman di cafe, mau main tiktok malah disuruh ikut berperang??? Bagaimana perasaanmu? Itu yang dirasakan muda mudi jaman perang dahulu kala. Mereka menyuarakan perjuangan yang perlu dilanjutkan kita pada masa kini...