Radio Gaung AMAN: Recent Episodes

Radio Gaung Aman

Radio Gaung AMAN (RGA) adalah media yang dimiliki dan dikelola oleh AMAN (Aliansi Masyarakat Adat Nusantara). RGA memproduksi dan menyebarluaskan informasi seputar Masyarakat Adat dan perjuangannya melalui audio berbasis Internet dalam format radio digital maupun podcast.

RGA tayang secara online selama 24 jam pada www.radio.aman.or.id. Program-program RGA juga dapat didengar ulang kapan pun dan di mana pun melalui seri podcast pada website maupun Spotify, antara lain Jelajah Nusantara, Warung AMAN, Bincang bersama Pejuang Masyarakat Adat, dan lain-lain.

View Details

Cerita adat edisi NTB

Legenda Batu Nine dan Batu Mame datang dari Masyarakat Adat Tunjung Mas Pengkelak Mas, Nusa Tenggara Barat. Mengisahkan cinta abadi yang menguatkan persatuan dan mempererat hubungan antar sesama. Batu-batu ini juga menyimpan cerita dari ritual adat sebagai sarana Masyarakat Adat menjaga keharmonisan dengan alam.

kisah ini diperankan oleh:

Okta Yanti sebagai Rengganis

Erji Sebagai Janu

Narator dan Pengantar cerita:

Okta Yanti

View Details

Cerita Adat Edisi NTB

Cerita ini datang dari Masyarakat Adat Madayin di Kabupaten Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lewat podcast cerita adat edisi Nusa Tenggara Barat episode kali ini, diceritakan tentang kisah keteladanan Datu Sumilir atau Raden Mas Kerta Jagad. Kisah yang tidak dapat dipisahkan dari tradisi yang masih diwariskan hingga hari ini, tradisi Perang Topat.

View Details

Kisah Sejarah Arya Sudarsana di Tanah Lombok

Arya Sudarsana atau yang lebih populer sebagai Arya Banjar Getas merupakan tokoh yang lekat kaitannya dengan sejarah Masyarakat Adat Jelantik, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB). Lewat podcast cerita adat edisi Nusa Tenggara Barat episode kali ini, disajikan kisah asal-usul kemunculan Arya Sudarsana di Tanah Lombok. Kisah ini bersumber dari cerita yang diwariskan secara turun-temurun dalam Komunitas Masyarakat Adat Jelantik.

Kisah Arya Sudarsana diperankan oleh

Lalu Kesume Jayadi Sebagai Arya Sudarsana

Muh Nurji Sebagai Pengawal Arya dan Penasihat Prabu kertajagat

Saharuddin Sebagai Prabu Kertajagat

Mohamad Hajzi Sebagai Patih Waringin

Saharuddin & Lallu Erfan Maulana Sebagai Prajurit

Cerita oleh Lalu Prima Wira Putra

Penulis Naskah, Dan Pengantar Cerita oleh Muhammad Nurji

Diproduksi oleh AMAN NTB

MasyarakatAdatJelantik

MasyarakatAdat

AryaSudarsana

CeritaAdat

SahkanRUUMasyarakatAdat

View Details

Bincang Masyarakat Adat bersama Syamsul Agus Alam:

Stop Kekerasan & Kriminalisasi Masyarakat Adat!

Sepanjang 2022, AMAN mencatat 19 kasus konflik Masyarakat Adat yang menyangkut wilayah adat dengan luas hampir 600 ribu hektar. Sementara itu, tindakan kekerasan maupun penangkapan terhadap Masyarakat Adat, terus mengalami peningkatan. Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN) bahkan mendata sedikitnya 17 warga Masyarakat Adat di Tobelo Dalam, Maluku Utara dan Kutai Barat, Kalimantan Timur yang ditangkap polisi hanya dalam waktu sepekan pada Maret 2023 lalu. Potret itu memperburuk situasi kekerasan dan kriminalisasi terhadap Masyarakat Adat di Indonesia.

Apa akar masalah dari maraknya kekerasan dan kriminalisasi tersebut di tengah kemandekan pembahasan RUU Masyarakat Adat yang telah diperjuangkan selama dua puluh tahun? Lalu, seberapa jauh dampak kekerasan dan kriminalisasi itu pada upaya pemenuhan hak Masyarakat Adat? Bagaimana keterhubungan dari berbagai kasus tersebut dengan perampasan wilayah adat dan masifnya proyek pembangunan?

Pada edisi Bincang Masyarakat Adat kali ini, Radio Gaung AMAN kembali menghadirkan Ketua PPMAN Syamsul Alam Agus untuk topik “Stop Kekerasan & Kriminalisasi Masyarakat Adat!”

View Details

Album Kompilasi "Musik Untuk Ibu Bumi"

View Details

Album Kompilasi "Musik Untuk Ibu Bumi"

View Details

Album Kompilasi "Musik Untuk Ibu Bumi"

View Details

Album Kompilasi "Musik Untuk Ibu Bumi"

View Details

Album Kompilasi "Musik Untuk Ibu Bumi"

View Details

Album Kompilasi “Musik Untuk Ibu Bumi”

View Details

Album Kompilasi "Musik Untuk Ibu Bumi"

View Details

BUMMA untuk Kemandirian Ekonomi Masyarakat Adat

Dalam beberapa tahun terakhir, AMAN mendorong upaya pada tata kelola potensi sumber daya alam (SDA) yang adil dan lestari di wilayah adat melalui pembangunan Badan Usaha Milik Masyarakat Adat atau akrab disebut dengan BUMMA. Saat ini, AMAN telah membentuk 20 BUMMA yang tersebar di berbagai penjuru Nusantara. Seperti apa latar belakang pendirian BUMMA? Bagaimana BUMMA dikelola? Apa manfaat yang diterima Masyarakat Adat lewat kehadiran BUMMA? Pertanyaan-pertanyaan seputar BUMMA pun dibahas secara dalam dan santai.

Program Bincang Masyarakat Adat kali ini menghadirkan Fery dari Direktorat Pengembangan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Lestari AMAN dan Lilik Herdiana dari Kasepuhan Ciherang, Lebak, Banten untuk memperbincangkan bagaimana Masyarakat Adat merintis dan kemudian mengembangkan BUMMA di tingkat komunitas Masyarakat Adat.

View Details

Mengapa Kita Harus Menolak Perppu Cipta Kerja?

UU Cipta Kerja telah dinyatakan inkonstitusional oleh Mahkamah Konstitusi (MK). Namun, di penghujung tahun, tepatnya 30 Desember 2022, Presiden Joko Widodo justru mempertahankan karpet merah bagi investasi dengan mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Cipta Kerja. Perppu tersebut bukan hanya mencederai supremasi hukum, melainkan pula menjadi wujud atas pembangkangan terhadap hak Masyarakat Adat sekaligus berpotensi memperburuk konflik sumber daya alam dan lingkungan.

Program Bincang Masyarakat Adat kali ini menghadirkan obrolan mendalam antara Muhammad Arman dari AMAN dan Nadya Demadevina dari Perkumpulan HuMa untuk membahas seluk-beluk seputar Perppu Cipta Kerja dan implikasinya terhadap Indonesia sebagai suatu bentuk kegagalan negara dalam mengenali dan merespons kebutuhan warganya, terutama Masyarakat Adat.

View Details

Diskriminasi terhadap perempuan, khususnya perempuan adat di Tanah Papua, tidak hanya berdampak pada tingginya tingkat kekerasan terhadap perempuan adat, melainkan menghambat perempuan adat untuk mengakses kebutuhan dasar, termasuk pendidikan, kesehatan, ekonomi, partisipasi politik, dan lain-lain. PEREMPUAN AMAN secara khusus membahas masalah pemenuhan dan perlindungan hak perempuan adat dalam sebuah workshop menuju KMAN VI di Papua. Seperti apa situasi diskriminasi terhadap perempuan adat Papua? Apa saja tantangan dan strategi yang dapat didorong untuk meraih kesetaraan gender untuk semua pada konteks Papua?

Program Bincang Masyarakat Adat menghadirkan Ida Konjol, perempuan adat yang bekerja untuk advokasi hak perempuan dan anak di Tanah Papua dalam topik “Melawan Diskriminasi terhadap Perempuan Adat di Papua.”

View Details

Bincang Masyarakat Adat bersama Hartati:

Seni tari merupakan bagian dari budaya yang menjadi identitas Masyarakat Adat. Bagi Masyarakat Adat, tari bukan hanya seni pertunjukan, melainkan hal yang juga menghubungkan Masyarakat Adat dengan Sang Pencipta, leluhur, alam, maupun sesama manusia. Tari kerap menjadi bagian penting dari suatu ritual. Direktur Penggalangan Dana Mandiri Organisasi Monang Arifin Saleh berbincang dengan perwakilan dari Puan Seni Indonesia, yaitu Hartati, untuk Program Bincang Masyarakat Adat. Pada edisi ini, Sobat Nusantara akan diajak untuk mengobrol soal seni tari dan hal-hal lain yang melampaui tari itu sendiri dalam konteks budaya Masyarakat Adat di Nusantara.

View Details

Diet Kantong Plastik

Siapa menyangka kalau kebiasaan kita yang seringkali dianggap remeh dengan menggunakan kantong plastik sekali pakai, berdampak besar dan panjang terhadap lingkungan kita. Sampah berupa kantong plastik telah berkontribusi pada kerusakan ekosistem, terutama tanah, sungai, maupun laut. Pembakaran sampah kantong plastik juga menimbulkan pencemaran udara dan gangguan pernapasan. Direktur Penggalangan Dana Mandiri Organisasi Monang Arifin Saleh berbincang dengan perwakilan dari Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik, yaitu Sarah Rauzana Putri, untuk Program Bincang Masyarakat Adat. Pada edisi ini, Sobat Nusantara akan diajak untuk memahami secara komprehensif bahaya sampah plastik sekali pakai dan bagaimana kita bersama-sama mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai dengan material lain yang ramah lingkungan, seperti tas anyaman bambu.

View Details

Bincang Masyarakat Adat bersama Seliani

“Pewarisan Pengetahuan Masyarakat Adat”

Kita telah mendengar banyak kisah maupun melihat berbagai potret atas peran perempuan adat yang terhubung dengan fungsi perempuan adat sebagai subsisten di dalam komunitas Masyarakat Adat, mulai dari urusan air, pangan, sandang, dan lain-lain yang seringkali dianggap remeh, namun sesungguhnya amatlah pokok dan politis. Dengan seluruh kemampuan personal dan kolektifnya dalam beradaptasi dan berinovasi, perempuan adat pun menegaskan upaya dalam mewarisi dan merawat pengetahuan dari generasi ke generasi.

Pada edisi ini, Podcast Radio Gaung AMAN dalam Program Bincang Masyarakat Adat bersama Seliani, menghadirkan perbincangan dengan Ketua PHD PEREMPUAN AMAN Lou Bawe dari Kampung Sembuat, Kalimantan Timur untuk topik “Pewarisan Pengetahuan Masyarakat Adat.”

View Details

**Bincang Masyarakat Adat bersama Raksa (Cengek):

Gerakan Bertani di Kota

Aktivitas  anak-anak muda dengan beragam profesi untuk menanam secara kolektif di  perkotaan (urban farming), punya makna lebih dari sekadar hobi. Di  Bogor, para pemuda itu bergerak dan membangun komunitas dengan nama  Worktifarm. Program dan kegiatannya bermacam, mulai dari menyalurkan  bibit tanaman dan pupuk organik, membangun kebun-kebun bersama warga,  hingga melakukan pembibitan satu juta benih bambu yang kelak dibagi ke  masyarakat dan ditanam di tepian sungai-sungai di berbagai kota.  Aktivitas bertani pun memunculkan keterhubungan di kalangan orang-orang  di kota dengan kehidupan maupun perjuangan Masyarakat Adat di kampung.

Simak  obrolan Direktur Penggalangan Dana Mandiri Organisasi Monang Arifin  Saleh dengan pemuda yang bertani, yaitu Raksa atau akrab disapa Cengek,  untuk Program Bincang Masyarakat Adat. Pada edisi ini, Sobat Nusantara  akan pula diajak untuk menengok kebun serta mendalami gerakan anak muda  dengan berkebun di ruang terbatas.**

View Details

Bincang Masyarakat Adat bersama Sapariah Saturi:

Jurnalis dari Kampung

Isu  Masyarakat Adat kerap dianggap sebagai hal yang tidak menarik untuk  masuk ke dalam media arus utama. Jika ada pun, berita-berita yang  diangkat seringkali menyoal konflik dan tak berimbang, di mana  representasi Masyarakat Adat dipenuhi dengan bias, stigma, dan  diskriminasi. Namun, kini sejumlah media independen dan alternatif mulai  memiliki kacamata yang berbeda. Sebagian dari mereka kian menyadari  pentingnya mengangkat masalah dan menaruh keberpihakan pada Masyarakat  Adat.

Kali ini, Direktur Penggalangan Dana Mandiri Organisasi  Monang Arifin Saleh berbincang dengan Sapariah Saturi, jurnalis Mongabay  Indonesia untuk Program Bincang Masyarakat Adat. Sobat Nusantara akan  diajak memahami seputar tantangan dalam meliput tentang atau dengan  Masyarakat Adat. Jurnalis adalah pula bagian dari sistem pendukung  gerakan perjuangan Masyarakat Adat di Indonesia.

View Details

Khutbah Virtual Edisi 42:

"Kesalingan dalam Relasi Seksual"

Alquran  menjelaskan urusan relasi seksual dalam perkawinan dengan indah seolah  untuk menegaskan bahwa Allah memahami kebutuhan biologis manusia yang  seksual. Dalam relasi tersebut, Islam mengibaratkannya serupa pakaian.  Pasangan harus saling melindungi serta memiliki rasa nyaman, aman, dan  tenteram. Islam tidak memperkenankan kekerasan di dalam relasi seksual.  Tak hanya itu, melainkan pula penekanan pada prinsip kesalingan  (mutuality): mereka yang menjalin relasi seksual harus sama-sama  menikmati dan saling setara. Irma Riyani mengulas secara mendalam  bagaimana kesalingan itu tertuang dalam Alquran dan hadits, khususnya  seksualitas perempuan.

Khutbah Virtual merupakan program yang  digagas dan dikelola oleh AMAN bersama Public Virtue, Universitas  Paramadina, Kitabisa, dan lainnya untuk mengarusutamakan nilai-nilai  keberagaman dan kemanusiaan melalui ceramah yang menghadirkan para  narasumber dari bermacam latar belakang.

View Details

Khutbah Virtual Edisi 41:

"Spiritualitas Waria"

Islam adalah agama yang penuh kedamaian, kasih sayang, dan cinta (Rahmatan lil 'Alamin). Masthuriyah Sa'dan mengulas pertanyaan yang kerap mengganggu: "Apakah Islam telah menjadi agama yang seperti itu bagi kelompok minoritas gender dan seksual (LGBTIQ+)?" Ia mengatakan bahwa itu belum karena penafsiran agama yang umum berkembang saat ini (bias dan misoginis) belum berpihak pada kelompok minoritas gender dan seksual, khususnya waria yang belum mendapatkan legitimasi keagamaan. Eksistensi kelompok minoritas gender dan seksual kerap dianggap penyimpangan, pelanggaran kodrat, dosa, dan penghuni neraka. Masthuriyah pun melakukan pembelaan lewat produksi pengetahuan (dan penafsiran Islam): bahwa menjadi waria (individu LGBTIQ+) juga bisa menjadi orang yang beriman melalui berbagai cara dan kebaikan.

Khutbah Virtual merupakan program yang digagas dan dikelola oleh AMAN bersama Public Virtue, Universitas Paramadina, Kitabisa, dan lainnya untuk mengarusutamakan nilai-nilai keberagaman dan kemanusiaan melalui ceramah yang menghadirkan para narasumber dari bermacam latar belakang.

View Details

Khutbah Virtual Edisi 40:

"Perempuan Muslim Indonesia, Potret Peradilan Islam"

Hukum Islam merupakan salah satu hukum yang diakui di Indonesia. Di antara kaum muslim, terdapat sejumlah urusan, termasuk perkawinan, warisan, wasiat, dan hibah yang dilakukan berdasarkan hukum Islam, menjadi kewenangan Pengadilan Agama. Pada edisi ini, Prof. Euis Nurlaelawati menjelaskan dengan detail tentang hal tersebut. Secara khusus, ia menyoroti tentang sejarah dan potret hakim perempuan di Pengadilan Agama kita. Seperti apa rekrutmen, kepemimpinan, capaian, dan peran hakim perempuan bagi kondisi pemberdayaan perempuan di Tanah Air, baik bagi para hakim perempuan sendiri maupun perempuan yang memiliki perkara di Pengadilan Agama?

Khutbah Virtual merupakan program yang digagas dan dikelola oleh AMAN bersama Public Virtue, Universitas Paramadina, Kitabisa, dan lainnya untuk mengarusutamakan nilai-nilai keberagaman dan kemanusiaan melalui ceramah yang menghadirkan para narasumber dari bermacam latar belakang.

View Details

Bincang Masyarakat Adat bersama Muhammad Hanif Muslim:

Keunikan Belajar di Wilayah Adat

Ada banyak kisah yang diemban oleh kawan-kawan mahasiswa pecinta alam Lawalata-Institut Pertanian Bogor (IPB) ketika melakukan ekspedisi ke berbagai tempat di Indonesia, termasuk wilayah adat. Direktur Penggalangan Dana Mandiri Organisasi Monang Arifin Saleh berbincang dengan Ketua Lawalata IPB Muhammad Hanif Muslim untuk Program Bincang Masyarakat Adat. Kali ini, Sobat Nusantara akan diajak menggali lebih jauh tentang persiapan melakukan perjalanan sekaligus pengalaman belajar dari alam dan budaya leluhur dengan mengunjungi wilayah adat. 

View Details

Dalam Islam, orang-orang yang beriman adalah pula mereka yang bijak,  termasuk bijak bertutur kata yang baik dan sopan. Tutur yang baik dalam  berargumentasi maupun berdakwah itu mengacu pada nilai-nilai universal:  rujukan yang kuat, rasional, mudah diterima publik, dan humanis.  Alifatud Darodjati Kusumaningtias berbagi banyak hal tentang bagaimana  kita sebagai muslim perlu menjaga tutur dan perilaku yang baik serta  menjauhi prasangka (kemungkaran).

Khutbah Virtual merupakan  program yang digagas dan dikelola oleh AMAN bersama Public Virtue,  Universitas Paramadina, Kitabisa, dan lainnya untuk mengarusutamakan  nilai-nilai keberagaman dan kemanusiaan melalui ceramah yang  menghadirkan para narasumber dari bermacam latar belakang.

View Details

Perempuan dengan disabilitas menghadapi tantangan berganda yang tak banyak kita ketahui dan bicarakan. Hal itu mencakup stigma, diskriminasi, kesenjangan akses, persoalan kesehatan, dan masalah-masalah lain. Tantangan tersebut semakin kompleks ketika pandemi menghantam. Ro'fah Mudzakir mengantarkan kita pada situasi dan kondisi perempuan dengan disabilitas. Selain memaparkan berbagai tantangan, tentu ada beragam peluang dan solusi yang bisa kita upayakan bersama bagi kehidupan yang lebih baik untuk kelompok minoritas di Indonesia.

Khutbah Virtual merupakan program yang digagas dan dikelola oleh AMAN bersama Public Virtue, Universitas Paramadina, Kitabisa, dan lainnya untuk mengarusutamakan nilai-nilai keberagaman dan kemanusiaan melalui ceramah yang menghadirkan para narasumber dari bermacam latar belakang.

View Details

Pandemi berangsur-angsur kian pulih. Disamping dampak penderitaan alam dan kemanusiaan yang luar biasa akibat Covid-19, kita pun memetik hikmah dari situasi tersebut. Kita melakukan refleksi sekaligus membangun diri untuk merenungkan hal-hal melampaui aspek keduniawian. Di balik tragedi itu, kita banyak melihat ke dalam diri dan mendapatkan suatu kesadaran baru. Prof. Sri Mulyati mengajak kita memahami tasawuf dari pembelajaran menghadapi wabah.

Khutbah Virtual merupakan program yang digagas dan dikelola oleh AMAN bersama Public Virtue, Universitas Paramadina, Kitabisa, dan lainnya untuk mengarusutamakan nilai-nilai keberagaman dan kemanusiaan melalui ceramah yang menghadirkan para narasumber dari bermacam latar belakang.

View Details

Siapa atau apa itu disabilitas? Bagaimana seharusnya kita memiliki dan membangun perspektif terhadap disabilitas? Bersama Bahrul Fuad, kita akan belajar memahami seluk-beluk persoalan disabilitas sekaligus mendorong upaya-upaya inklusif untuk membangun ruang yang aman dan nyaman bagi kelompok disabilitas.

Khutbah Virtual merupakan program yang digagas dan dikelola oleh AMAN bersama Public Virtue, Universitas Paramadina, Kitabisa, dan lainnya untuk mengarusutamakan nilai-nilai keberagaman dan kemanusiaan melalui ceramah yang menghadirkan para narasumber dari bermacam latar belakang.

View Details

Hak Azasi  Manusia dan lingkungan

oleh Tuti Alawiyah.

View Details

Bincang Masyarakat Adat bersama Syamsul Alam Agus:

Menggugat IKN

Ketetapan terhadap rencana pemindahan ibu kota negara (IKN), telah diumumkan Presiden Joko Widodo. Wilayah IKN akan mendiami Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Ada banyak alasan yang diutarakan pemerintah atas dalih pemindahan maupun penetapan lokasi tersebut. Namun, selain dilakukan secara terburu-buru dan tanpa didahului audit penguasaan wilayah, persoalan tumpang tindih lahan akibat konflik agraria yang menahun, masih mewarnai kedua kabupaten tersebut. UU IKN yang baru disahkan pada Januari lalu pun mengundang sejumlah pertanyaan karena dibahas hanya dalam waktu 17 hari.

AMAN menilai bahwa UU tersebut telah mengangkangi hak Masyarakat Adat dan konstitusi karena prosesnya yang mengabaikan partisipasi publik, terutama Masyarakat Adat. Program Bincang Masyarakat Adat menghadirkan Ketua Badan Pelaksana PPMAN Syamsul Alam Agus untuk membahas tentang gugatan terhadap UU IKN.

View Details

Bincang Masyarakat Adat bersama Nova Dea Larasati:

Simpan Pinjam dengan Moral Baik & Kepercayaan

Credit Union Pancoran Kehidupan (CU Randu) adalah badan otonom AMAN yang berdiri sejak 2013. Istilah “credit union” dimaknai sebagai lembaga keuangan simpan pinjam yang dikelola dan dimiliki dari, oleh, dan untuk anggota dengan tujuan menyejahterakan anggota. Pada edisi Program Bincang Masyarakat Adat yang dipandu oleh Direktur Penggalangan Dana Mandiri Organisasi Monang Arifin Saleh, Radio Gaung AMAN menghadirkan perbincangan dengan Manajer CU Randu Nova Dea Larasati.

Bagaimana kita dapat mengakses manfaat melalui tabungan dan pinjaman yang produktif? Seperti apa cara dalam mengelola uang atau modal secara bijak? Kita tidak hanya akan menyimak tentang seluk-beluk transaksi simpan pinjam uang, tetapi juga keuntungan lain dari menjadi anggota credit union: penguatan rasa solidaritas dan kesejahteraan finansial secara kolektif.

View Details

Perempuan adat memiliki pengetahuan kolektif yang khas. Pengetahuan tersebut tak hanya diwarisi turun-temurun, melainkan terus berkembang mengikuti zaman. Di dalam Komunitas Masyarakat Adat Montong Baan di Lombok, Nusa Tenggara Barat, para perempuan adat punya kesibukan dan inovasi baru di tengah pandemi Covid-19. Di sana, Pengurus Harian Komunitas (PHKom) PEREMPUAN AMAN Montong Baan kian giat meracik jamu yang semakin diminati masyarakat. Tradisi meracik ramuan tradisional itu telah lama dipraktikkan. Namun, meningkatnya permintaan atas obat-obatan herbal, membangkitkan ide segar untuk mengolahnya dengan kemasan praktis dan kreatif. Produksi dan penjualan jamu racikan para perempuan adat tersebut, laris di pasaran dan meningkatkan sumber pendapatan alternatif. Pada edisi Program Bincang Masyarakat Adat yang dipandu oleh Direktur Penggalangan Dana Mandiri Organisasi Monang Arifin Saleh, menghadirkan Dewi Kustina yang akan mengajak Sobat Nusantara untuk mengenal khasiat jamu leluhur Montong Baan dan perkembangan aktivitas pembuatan jamu yang berkembang di sana.

View Details

Bincang Masyarakat Adat bersama Dimas Satria Aji:

Hutan Adat Rimba Terakhir

Generasi  muda tak tinggal diam dalam upaya menjaga lingkungan. Jaga Rimba  sebagai wadah yang dipimpin dan diorganisir oleh pemuda, melakukan  banyak aktivitas untuk menekan laju deforestasi dan penyelamatan hutan,  termasuk hutan adat. Program Bincang Masyarakat Adat kali ini  menghadirkan bincang santai dengan Sobat Masyarakat Adat Nusantara yang  dipandu oleh Direktur Penggalangan Dana Mandiri Organisasi Monang Arifin  Saleh. Bersama dengan Satria Aji, kita akan diajak mengenal apa itu  Jaga Rimba dan kegiatan-kegiatan apa saja yang telah dan akan dilakukan  oleh anak-anak muda melalui edisi "Hutan Adat Rimba Terakhir."

View Details

Pidato Sekjen AMAN pada Perayaan HKMAN & 23 Tahun AMAN:

Tangguh di Tengah Krisis, Perkuat Solidaritas, Pulihkan Kedaulatan

Sejarah gerakan Masyarakat Adat di Indonesia, tidak dapat dipisahkan dari kehadiran AMAN sebagai wadah perjuangan. Melalui Perayaan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara (HKMAN) dan 23 Tahun AMAN, Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi tidak hanya membawa kita pada kenangan akan semangat juang para pemimpin Masyarakat Adat yang pernah hadir dalam Kongres I Masyarakat Adat (Kongres Masyarakat Adat Nusantara atau KMAN) pada 17-22 Maret 1999 di Jakarta, melainkan pula perenungan, upaya, dan harapan terkait dengan tema yang diusung. “Tangguh di Tengah Krisis, Perkuat Solidaritas, Pulihkan Kedaulatan” menegaskan usaha AMAN bersama Masyarakat Adat dalam merawat kemanusiaan dan mempertahankan bumi dari kehancuran.

Selamat HKMAN dan 23 Tahun AMAN! Berdaulat, mandiri, dan bermartabat.

View Details

Bincang Masyarakat Adat bersama Abdi Akbar:

Tangguh di Tengah Krisis, Perkuat Solidaritas, Pulihkan Kedaulatan

Sejarah gerakan Masyarakat Adat di Indonesia tak dapat dipisahkan dari kehadiran AMAN sebagai wadah perjuangan. Melalui edisi ini, kami akan mengajak Sobat Nusantara untuk melihat kilas balik dari awal mula proses terbentuknya AMAN pada Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) I pada 1999. Seperti apa situasi Masyarakat Adat di era Orde Baru? Apa itu JAPHAMA sebagai sebuah organisasi yang kemudian mengorganisir KMAN I dan membidani kelahiran AMAN?

Melalui Perayaan Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara dan 23 Tahun AMAN pada 17 Maret 2022, Ketua Panitia Abdi Akbar juga akan menuturkan makna di balik tema yang diusung AMAN, yaitu "Tangguh di Tengah Krisis, Perkuat Solidaritas, Pulihkan Kedaulatan." Perayaan kali ini menjadi momentum bagi AMAN dalam menegaskan upaya merawat kemanusiaan dan mempertahankan bumi dari kehancuran dengan menjaga dan memelihara wilayah adat.

View Details

Pemuda adat tidak tinggal diam ketika ancaman atas perampasan wilayah  adat, akhirnya datang. Di berbagai pelosok, para pemuda adat ikut  berjuang bersama para perempuan adat dan tetua adat untuk mempertahankan  ruang hidup Masyarakat Adat. Kisah-kisah tentang itu melekat dan  menjadi bagian yang tak terpisahkan dari konteks perjuangan pemuda adat  di Nusantara. Seperti apa pengalaman para pemuda adat dalam menjaga  wilayah adatnya?

Dalam Program Bincang Masyarakat Adat  yang dipandu oleh Rikson Karundeng dan Michelin, para pemuda adat  memaparkan berbagai kasus perampasan wilayah adat dengan perspektif  pemuda adat. Erlina Darakay dari Komunitas Masyarakat Adat Rebi di  Kepulauan Aru, Maluku, berbagi kisah tentang keterlibatannya dalam  kampanye #SaveAru dan #SaveMarafenfen yang tengah berlangsung. Sementara  itu, Supriadi Tongka dari Komunitas Masyarakat Adat Anak Talang, Talang  Mamak, Indragiri Hulu, Riau, punya cerita tentang serangkaian upaya  yang dilakukan untuk mempertahankan wilayah adat yang tersisa lewat  patroli hutan adat dan penggalian sejarah.

Pemuda adat bangkit, bersatu, bergerak mengurus wilayah adat!

View Details

Imam/Khotib : Roland Gunawan

Wakil Ketua LPM PWNU Jakarta

Tema/Khutbah : Bara di Desa Wadas : Hak Asasi dan Demokrasi

View Details

Bincang Masyarakat Adat bersama BPAN:

Pemuda Adat Penerus Kepemimpinan & Perjuangan

Pemuda adat punya cara dan gaya sendiri untuk mengontekstualisasikan berbagai hal sesuai dengan perkembangan zaman. Sebagai generasi penerus, tongkat estafet atas kepemimpinan dan perjuangan ada di tangan para pemuda adat. Di kampung-kampung di Nusantara, para pemuda adat menegaskan peran yang tengah dijalani. Tentu saja, itu mendesak dukungan dan kolaborasi lintas generasi.

Dalam Program Bincang Masyarakat Adat yang dipandu oleh Rikson Karundeng dan Michelin, para pemuda adat membicarakan tentang keberlanjutan kepemimpinan dan perjuangan. Kali ini, kami dan BPAN menghadirkan dua pemuda adat penggerak dan pemimpin: Katarina Megawati dari Komunitas Masyarakat Adat Dayak Burusu di Sekatak, Bulungan, Kalimantan Utara dan Jhontoni Tarihoran dari Komunitas Masyarakat Adat Janji di Lumban Rau Utara, Nassau, Toba, Sumatera Utara. Seperti apa keterhubungan para pemuda adat dalam perjuangan Masyarakat Adat di wilayah adatnya? Bagaimana pandangan keduanya terhadap kepemimpinan? Simak pengalaman dan perspektif pemuda adat dalam Program Bincang Masyarakat Adat bersama BPAN.  

Pemuda adat bangkit, bersatu, bergerak mengurus wilayah adat!

View Details

Imam/Khatib : Gus Sadawi Abdul Rahman

Peneliti Muda Inisiatif Kebudayaan Indonesia

Tema/Khutbah : Perempuan Dalam Islam

View Details

Bagi Masyarakat Adat, bertani bukan sekadar mata pencaharian, apalagi hobi. Bertani punya makna yang tentu saja lebih dalam untuk menghubungkan identitas Masyarakat Adat terhadap wilayah adatnya.

Dalam Program Bincang Masyarakat Adat ini, kami masih menghadirkan kawan Rikson Karundeng dan Michelin dari Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) untuk berbincang bersama kawan-kawan pemuda adat mengenai berbagai persoalan. Kali ini, kami dan BPAN menghadirkan Solihin dari Barambang Katute, Sinjai, Sulawesi Selatan; Irene Rianti Manaroinsong dari Raringis, Tontemboan Minahasa, Sulawesi Utara; dan Engkos Kosasih dari Kasepuhan Karang, Banten Kidul. Bersama ketiga kawan yang mewakili generasi muda tersebut, kita akan mendengarkan pandangan dan pengalaman tentang bagaimana pemuda adat berusaha menjaga dan mengembangkan kearifan Masyarakat Adat agar tetap hidup sekaligus mempertahankan wilayah adat dari ancaman perampasan dengan menjadi petani di tanah leluhur.

View Details

AMAN telah menginisiasi 84 sekolah adat yang tersebar di berbagai  wilayah adat di Nusantara. Menariknya, sebagian besar sekolah adat itu  turut dihadirkan dan  dikelola oleh pemuda adat. Apa yang  melatarbelakangi para pemuda adat di banyak kampung ini untuk  menghadirkan sekolah adat? Bagaimana pengelolaannya dan apa saja  kegiatan-kegiatan yang bisa ditemukan di sekolah adat?

Program  Bincang Masyarakat Adat kali ini, menghadirkan kawan Rikson Karundeng  dari Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) untuk mengobrol bersama  Plorentina Dessy dari Komunitas Masyarakat Adat Dayak Simpang’k dan  Junaidi dari Komunitas Masyarakat Adat Bumbung. Keduanya adalah sosok di  balik lahirnya Sekolah Adat Arus Kualan di Desa Balai Pinang,  Kalimantan Barat dan Sekolah Adat Laskar Lembah Renjani di Sembalun,  Nusa Tenggara Barat.

View Details

Imam/Khatib : Ust. Parid Ridwanuddin S.FiL.., M.A, M.UG.

Tema/Khutbah : Pesan Islam Untuk Menghormati dan Memuliakan Masyarakat Adat

View Details

Terpilihnnya Michelin sebagai Ketua Umum BPAN, menguatkan fakta bahwa  Perempuan bisa menjadi pemimpin. Sebelum terpilih sebagai Ketum BPAN,  Michelin telah membuktikan kerja-kerjanya untuk komunitas Masyarakat  Adat tidak hanya di dalam negeri, tapi juga diluar negeri. Perempuan  yang pernah dinobatkan sebagai Duta Bawaslu Pemilih Pemula 2014 dan  Pemuda Indonesia Sulawesi Selatan 2019 itu, mengaku telah menyiapkan  program penguatan Gerakan Pulang Kampung. Program itu akan ditopang  dengan pemberdayaan pengurus kampung.

View Details

Khatib: Ust. Muhammad Isnur.

Tema Khutbah: Pentingnya Umat Mengikuti dan Berpartisipasi Dalam Proses Pembuatan Kebijakan/Hukum.

View Details

Pemuda Adat terus bergerak dan tumbuh untuk memperkuat kampung-kampung agar tetap eksis. Pemuda Adat membuktikan bahwa bisa bertahan, kami tidak takut pada pandemi yang saat ini terjadi, karena kita Pemuda Adat adalah jalan keluarnya.

View Details

Hal pertama yang dilakukan oleh Pemuda Adat ketika kembali ke kampung  adalah menelesuri jejak leluhur dan kembali mengenali diri sendiri  sebagai Masyarakat Adat.Banyak hal yang diperoleh dari para tetua,  sehingga muncul kesadaran Pemuda Adat secara serius untuk mengurus  wilayah Adat. Mulai dari mengurus ternak, berkebun hingga menelusuri  jejak leluhurnya, kini setelah hampir tujuh tahun berlalu Gerakan Pulang  Kampung semakin kuat. Salah satu bukti kongkret dengan mendirikan  Sekolah Adat yang saat ini sudah ada hingga berjumlah 86 Sekolah Adat.  Selengkapnya dalam sambutan Sekjen AMAN dalam pembukaan Sarasehan  Jambore Nasional IV BPAN.

View Details

Imam/Khatib : H. Roland Gunawan

Wakil Ketua LPM PWNU Jakarta.

Tema/Khutbah : Keadilan

View Details

Imam/Khatib : H. Roland Gunawan

Wakil Ketua LPM PWNU Jakarta.

Tema/Khutbah : Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan Menurut Islam.

View Details

Kabar Komunitas :

Upacara Bau Nyale merupakan tradisi yang sangat  melegenda dan mempunyai nilai sakral tinggi bagi Suku Sasak. Kata Bau  berasal dari bahasa sasak yang berarti menangkap, sedangkan kata Nyale  berarti cacing laut yang hidup di lubang-lubang batu karang dibawah  permukaan laut.

Keberadaan pesta Bau Nyale ini berkaitan erat dengan  sebuah cerita rakyat yang berkembang di daerah Lombok Tengah bagian  selatan. Informasi selengkapnya tentang Upacara Bau Nyale ini  disampaikan oleh Muhammad Hajazi komunitas adat Sengkol Paer Pujut.

View Details

Imam/Khatib : KH. Moh. Abduh Hisyam, S.Ag.

Wakil ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah [PDM] Kebumen

Tema/Khutbah : Apresiasi Kepada Al-Quran

View Details

Imam/Khatib : Roland Gunawan

Wakil ketua LPM PWNU DKI Jakarta

Tema/Khutbah : Kekerasan Seksual Dalam Pandangan Islam

View Details

Imam/Khatib : Ust. Parid Ridwanuddin, S.FiL., M.A., M.UG. 

Dosen Universitas Paramadinah Jakarta.

Tema/khutbah : Pandangan Islam Mengenai Demokrasi Lingkungan dan Keadilan Iklim

View Details

Situasi Masyarakat Adat kembali bergejolak di Tano Batak, Sumatera Utara. Gelombang protes mengalir untuk mendesak pemerintah segera menutup PT Toba Pulp Lestari (TPL). Tidak hanya merampas wilayah adat, AMAN menemukan bahwa TPL juga melakukan penebangan hutan adat, pencemaran lingkungan, serta intimidasi dan tindak kekerasan. Komnas HAM pernah menyorotinya lewat Inkuiri Nasional dalam menelusuri proses perampasan hak Masyarakat Adat oleh TPL dan pembumihangusan bukti klaim adat tersebut. Pada 18 Mei lalu, bentrokan antara Masyarakat Adat dan pekerja TPL, menyebabkan sedikitnya 12 warga mengalami luka serius, termasuk ibu dan lansia.

Pada edisi ini, Podcast Radio Gaung AMAN dalam Bincang Masyarakat Adat bersama Aliansi Gerak Tutup TPL menghadirkan topik “Perjuangan untuk Wilayah Adat di Danau Toba.”

View Details

Khatib/Imam Shalat: Mamang H Haerudin (Aa)

Tema khutbah: Spirit Modernisasi Beragama Untuk Penguatan Demokrasi Indonesia

View Details

Masyarakat Adat punya caranya sendiri dalam merespon pandemi. Di Sungai  Utik, Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, Masyarakat Adat Dayak Iban  bermusyawarah untuk menjaga kampung dari ancaman Covid-19. Wilayah adat  ditutup bagi orang luar. Namun, situasi tersebut justru menunjukkan  kedaulatan, dan kemandirian Masyarakat Adat atas wilayah adat yang masih  terjaga dengan baik. Warga adat di sana dapat menguatkan diri dengan  tetap berladang, berburu, menenun, serta menjalankan berbagai tradisi  dan ritual.

View Details

Khatib/Imam Shalat: H. Roland Gunawan (Wakil Ketua LBM PWNU DKI Jakarta)

Tema khutbah: Memenuhi Syarat Ketakwaan Sosial-Ekologis

View Details

Khatib/Imam Shalat:Ust. Muhammad Isnur (Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI))

Tema khutbah: “Peran Dan Kewajiban Kita Dalam Menegakkan Keadilan Dan Membela Yang Lemah/Tertindas”

Dalam kehidupan bernegara kita prinsip keadilan merupakan titik  central dan utama bukan hanya semangat Indonesia menjalankan  kemerdekaannya tetapi juga berkenaan sebagai pandangan dasar dalam  pancasila. Prinsip keadilan dalam rangka kemanusiaan sosial yang adil  dan beradab.

View Details

Di Kampung Janji, Kec. Nassau, Kab. Toba, Sumatera Utara, Masyarakat Adat gelisah atas kondisi yang terjadi di kampung. Yang muda kian enggan turun ke ladang. Namun, berangsur-angsur situasi menjadi berbeda ketika para pemuda adat merapatkan barisan. Di sana, para petani kini tak lagi hanya diisi orang-orang tua, melainkan juga generasi sekarang.

Podcast Radio Gaung AMAN untuk Program Cerita Adat menghadirkan kisah perjuangan pemuda adat dari Kampung Janji di Tano Batak.

View Details

Khatib/Imam Shalat: KH. Mohammad Khoiron, M.Hum

Tema khutbah: “Islam dan Kebebasan Berpikir Menuju Masyarakat Madani” 

Toleransi antara umat beragama sebagai bagian dari masyarakat madani  merupakan keniscayaan saling meghargai dan menghormati satu sama lain.

View Details

Resistensi terhadap HAM kerap muncul dari kalangan yang bekerja di sektor pertahanan dan keamanan, atau aktual telah melakukan pelanggaran HAM. Menuduh HAM sebagai agenda internasional yang bertolak belakang dengan kepentingan nasional. Sebagian umat Islam konservatif menganggap HAM tidak berasal dari Islam sehingga harus ditolak.

Al-Qur’an secara tegas mengatakan larangan untuk membunuh manusia dan anjuran untuk menghidupinya. Membunuh seorang manusia sama dengan membunuh semua manusia. Sebab pembunuhan seorang manusia memberi inspirasi bagi pembunuhan berikutnya yang mengesampingkan harkat dan martabat manusia.

View Details

Bencana alam telah menjadi keseharian hidup kita. Jika wilayah adat tak diganggu pihak luar, Masyarakat Adat mampu menunjukkan resiliensi. Dari Banua Lemo di Tanah Luwu, Sulsel, kita akan mendengar kisah bagaimana Masyarakat Adat bertahan dan mengedepankan gotong royong dalam mengelola banjir.

Simak tutur Irawati untuk Program Cerita Adat pada Podcast Radio Gaung AMAN.

View Details

Dalam kenegaraan, yang terpenting adalah bagaimana negara menjaga ajaran  dan nilai-nilai agama, menjaga hak-hak dasar: hak hidup, hak berfikir,  hak kepemilikan, hak reproduksi, dan hak berkeyakinan. Lima hak dasar  ini bersifat universal dan merupakan ajaran Islam yang mendasar. Selama  hak itu terpelihara dan terjamin, maka pemerintahan tersebut sudah  menjalankan syariat Islam, sehingga tidak perlu lagi mendirikan negara  Islam.

View Details

Jaminan akses atas pangan menuntut perwujudan sebuah sistem pangan yang  terintegrasi hulu hingga hilir. Jika kita refleksikan sistem pangan saat  ini begitu didominasi oleh kepentingan korporasi. Kontrol atas  produksi, benih, tanah, tidak lagi di tangan petani. Perintah Allah SWT  untuk memerdekaan budak, bisa dipahami sebagai pembebasan atas sistem  apapun yang mendehumanisasi.

View Details

Ust. Hatib Rachmawan (Dosen Program Studi Ilmu Hadits, Fakultas Agama Islam, Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta)

Tema khutbah: “Belajar Tidak Percaya”

Saat  ini berkembang banyak sekali hoax, berita bohong yang susah  dikendalikan dan seolah-olah menjadi nyata dan fakta. Kita sebagai  manusia jangan mudah percaya, kecuali apa-apa yang dikatakan oleh Allah  SWT dan rasul-rasulnya, selain itu jangan mudah percaya dan harus  dikritisi.

View Details

Wilayah adat kaya akan  potensi. Di Sumba Tengah, Nusa Tenggara Timur, Masyarakat Adat Mamboro  bermusyawarah untuk menanam pohon dan mengembangkan pariwisata.  Kehadiran turis pun memberikan manfaat ekonomi bagi Masyarakat Adat.  Namun, pandemi Covid-19 menghantam. Bagaimana Masyarakat Adat bertahan  dengan berbagai adaptasi dan inovasi?

Podcast Radio Gaung AMAN untuk Program Cerita Adat menghadirkan tuturan Irawati dalam edisi “Bukit Cendana.”

View Details

Khatib/Imam Shalat: KH. Moh. Abduh Hisyam, S.Ag.

(Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah [PDM] Kebumen)

Tema khutbah: “Mencari Sosok Pemimpin”

Para  generasi muda bersekolah tinggi, tapi banyak yang hanya untuk mendapat  gelar. Sekolah tidak mendidik siswa untuk menjadi pemimpin yang tangguh,  partai politik tidak mengkader calon pemimpin.

Kriteria  pemimpin dalam Al-Qur’an adalah seseorang yang mempunyai wawasan luas,  tidak picik, kaya literasi, senang beradu argumen, menghargai perbedaan  pendapat. Harus bisa menginspirasi orang banyak.

View Details

Podcast Radio Gaung AMAN untuk Program Cerita Adat dalam edisi "Kerja Belum Selesai."Kisah yang dituturkan oleh Irawati kali ini mengajak kita ke  Enrekang, Sulawesi Selatan. Di sana, para perempuan adat dari Komunitas  Masyarakat Adat Tansa dan Patongloan, tengah membangun rencana untuk  wilayah kelola mereka. Ada cara-cara berbeda yang digagas dan dikelola  mereka sebagai garda depan kedaulatan pangan.

Podcast Radio Gaung AMAN untuk Program Cerita Adat dalam edisi "Kerja Belum Selesai."

View Details

Subtansi riba politik dan sosial adalah segala bentuk usaha untuk mengeruk keuntungan materiel dan nonmateriel dengan cara menzolimi dan atau mengeksploitasi kepentingan publik sehingga merugikan masyarakat banyak.

View Details

Bincang Masyarakat Adat Bersama Muhammad Arman:

Urgensi Undang-Undang Masyarakat Adat

Undang-Undang Masyarakat Adat adalah mandat konstitusi dan janji Presiden Joko Widodo. AMAN dan berbagai kelompok masyarakat sipil telah mengajukan draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Masyarakat Adat sejak 2009. Namun, RUU itu tak kunjung disahkan hingga kini. Padahal, UU tersebut justru menjadi jalan keluar bagi masalah sengketa lahan, perampasan wilayah adat, konflik, dan pelanggaran hak Masyarakat Adat sekaligus upaya dalam merawat Indonesia.

Podcast Radio Gaung AMAN dalam Program Bincang Masyarakat Adat Bersama Muhammad Arman, menghadirkan topik “Urgensi Undang-Undang Masyarakat Adat.”

View Details

Lewat kisah monolognya, Irawita kali ini mengajak kita menyimak kisah  dari Nusa Tenggara Timur. Di sana, Masyarakat Adat Natarmage berjuang  membangun musyawarah dan melakukan berbagai cara dalam mempertahankan  wilayah adat.

Podcast Radio Gaung AMAN untuk Program Cerita Adat dalam edisi “Kisah Kehidupan Masyarakat Adat Natarmage.”

View Details

WHO melaporkan setiap tahun terjadi 12,6 juta kematian karena krisis  lingkungan hidup. Krisis kesehatan dan ekonomi mendorong banyak negara  kebijakan jangka pendek untuk pemulihan ekonomi yang berdampak pada  emisi global. Krisis iklim adalah akumulasi kerusakan ekologis akibat  pembangunan yang eksploitatif dan gaya hidup yang tidak ramah  lingkungan. Ini merupakan manifestasi dari krisis spiritual manusia di  dalam memposisikan dirinya dengan alam. Bahwa alam hanya dihayati  sebagai benda mati semata, dihitung untung dan rugi. Padahal dalam  Islam, alam dipandang memiliki nilai sakral yang dilambangkan  manifestasi keberdaan Allah SWT.

View Details

Bagi Masyarakat Adat yang merantau, kerinduan pada kampung adalah hal yang tak dapat disangkal. Kampung lebih dari sekadar tempat di mana kita dilahirkan, melainkan melekatkan pada asal-usul dan identitas.

Simak kisah pemuda adat dari Kasepuhan Ciptamulya yang kembali ke tanah leluhurnya pada  Cerita Adat berjudul "Pulang Kampung." Melalui monolog yang dibawakan oleh Irawita ini, kita diajak menyelami pergulatan pemuda adat.

SahkanRUUMasyarakatAdat

View Details

Bincang Masyarakat Adat Bersama Devi Anggraini:

Kekuatan Perempuan Adat di Masa Krisis

Di balik kerentanan yang selama ini menyelimuti, perempuan adat  sesungguhnya sedang menegaskan kekuatan di tengah pandemi. Pengetahuan,  otoritas, dan wilayah kelola perempuan adat adalah tiga hal yang kerap  diabaikan.

Nurdiyansah Dalidjo berbincang dengan Ketua Umum PEREMPUAN AMAN  tentang kondisi terkini perempuan adat. Seperti apa inisiasi kebun  kolektif yang dikembangkan perempuan adat, punya makna besar terkait  kedaulatan pangan? Apa pandangan dan kritik terhadap penanganan  Covid-19? Bagaimana solusi mengatasi pandemi dan ancaman krisis pangan  yang berperspektif perempuan adat?

Pada edisi ini, Podcast Radio Gaung AMAN dalam Program Bincang  Masyarakat Adat Bersama Devi Anggraini menghadirkan topik 

“Kekuatan  Perempuan Adat di Masa Krisis.”

View Details

Al-Quran menyebutkan bahwa Allah SWT telah menundukan bahwa laut untuk  diakses dan dikelola oleh kalian. Ungkapan ‘kalian’ pada ayat tadi  adalah perintah pada siapapun memiliki hak yang sama untuk mengakses,  mengelola, dan mendapatkan manfaat dari sumber daya alamyang Allah  ciptakan. Maka kebalikannya, dilarang bagi siapapun untuk membatasi  akses terhadap sumber daya alam. Ayat ini melarang praktek privatisasi  pada sumber daya alam.

View Details

Perempuan Diciptakan Dari Tulang Rusuk, Benarkah?

Oleh Khatib: Uztad Rachmawan

Dalam Surah An-Nisa Ayat 1, disebutkan bahwa laki-laki dan perempuan  diciptakan oleh Allah SWT, namun banyak ulama yang mengaitkan ayat  tersebut dengan penciptaan perempuan dari tulang rusuk laki-laki.  Berbagai hadist tentang hal tersebut dikaji dengan baik dalam khutbah  Jumat pada hari ini.

View Details

Bagi Masyarakat Adat Bakalewang di Sumbawa, NTB, menjadi petani  bukanlah sekadar mata pencaharian, melainkan bagian dari menjaga warisan  leluhur.

Pada edisi Cerita Adat kali ini, Irawita membawa kita pada kisah  bagaimana Masyarakat Adat di sana membangun gerakan kedaulatan pangan  lewat kegiatan bertani dengan melibatkan para pemuda adat setempat.

View Details

Khutbah Virtual

Taqwa dan Tantangan Ketertinggalan Umat

Oleh Ust. Zezen Zaenal Mutaqin, SH.I, LL.M

Taqwa adalah tujuan utama dari setiap ibadah pada Allah SWT. Betapa  pentingnya taqwa pada dalam kehidupan dan keseharian kita. Orang  bertaqwa tak hanya cukup berhubungan dengan Allah SWT, penguatan diri  dan pembentukan akhlak harus tercermin dalam perbuatan sehari-hari.  Taqwa yang sempurna adalah taqwa yang menumbuhkan kepedulian sosial dan  sensitivitas atas adanya ketidakadilan dan ketimpangan.

View Details

Kebudayaan Masyarakat Adat terikat oleh kolektivitas dan menetap dalam satu wilayah yang sama. Bagi Masyarakat Adat, kebudayaan pun melekat pada wilayah adat. Maka, ada hubungan yang tak bisa dipisahkan dan tak terbantah untuk menegaskan wilayah adat sebagai alas kebudayaan.

Simak obrolan bersama Mina Setra dalam Program Bincang Masyarakat Adat melalui siniar (podcast) Radio Gaung AMAN.

View Details

Khutabh Virtual Edisi 11

Islam dan Masa Depan Demokrasi di Indonesia

Ust. Joko Arizal, M.A

Beberapa tahun belakangan ini, indeks demokrasi di Indonesia  mengalami tren penurunan. Pada 2020 kita ada di poin 6,30 dari skala  0-10, skor terburuk pasca-reformasi. Kalangan Islam moderat di Indonesia  menjadi salah satu jangkar demokrasi di Indonesia dan berperan dalam  proses transisi konsolodasi demokrasi di Indonesia.

View Details

Radio GAUNG AMAN kali ini menghadirkan program Cerita Adat. Untuk  edisi ini, kami kisahkan cerita dengan judul “Kembali ke Titik Nol”,  sebuah cerita dari Balai Adat Pantai Uang, Hulu Sungai Tengah,  Kalimantan Selatan.

Wabah virus Covid-19 semakin meluas membuat Masyarakat Adat harus  menutup pintu untuk keselamatan bersama. Lalu bagaimana cara mereka  bertahan hidup di masa pandemi? Bagaimana mereka menjaga hutan yang  menjadi ruang dan sumber kehidupan mereka? Kisah selengkapnya hanya bisa  kamu dengarkan di Radio GAUNG AMAN.

View Details

Keadilan Sosial Pada Masa Bencana Refleksi Menjelang Idul Fitri

Oleh Rahmawati Husein, Ph.D.

Dalam Islam, keadilan adalah tuntutan mutlak. Di dalam Quran dan  Hadist, banyak seruan untuk melakukan tindakan keadilan. Prinsip  keadilan sosial dalam Islam tidak dilihat dari jenis kelamin, warna  kulit, atau stautus ekonomi, tapi diukur dari kualitas pengabdian  ibadah. Beribadah tidak hanya dalam konteks hubungan Ketuhanan, tapi  juga dalam hubungan kemanusiaan.

View Details

Ekologi Berwawasan Gender dalam Perspektif al-Qur`an

Oleh Nur Arfiyah Febriani

Masifnya kerusakan lingkungan yang ada di sekeliling kita, para ahli  berusaha mencari solusinya. Faktor penyebab kerusakan lingkungan menurut  para tokoh eco-feminist, salah satunya adalah sikap dominatif laki-laki  terhadap perempuan. Karena sifat dominatif ini, mengakibatkan laki-laki  dominatif juga terhadap bumi, yang karakternya mirip dengan perempuan.

View Details

Keadilan Islam Untuk Kelompok LGBT

Oleh Masthuriyah Sa’dan

“Telah  Aku muliakan umat Nabi Adam, dan Aku ciptakan manusia dengan  sebaik-baiknya ciptaan.” Itu bermakna tidak ada manusia yang buruk,  tidak ada alasan untuk membenci hanya karena mereka berbeda. Jika orang  beriman dan melakukan tindak kekerasan atas nama agama karena adanya  perbedaan gender dan orientasi, maka dia tidaklah dikatakan beriman.

View Details

Perempuan dan Isu-isu Hukum Keluarga Islam Perdebatan dan Upaya Pembaruan di Indonesia

Prof. Euis Nurlelawati, M.A, Ph.D.

Hukum  keluarga adalah sebuah ketentuan yang mengatur hubungan antara satu  anggota keluarga dengan anggota keluarga yang lain. Ada tiga bagian  dalam isu ini: pembaharuan yang dilakukan di Indonesia dengan  membandingkannya dengan fiqih dari beberapa ulama, melihat perdebatan  perempuan dan status hukumnya, dan terkahir adalah catatan untuk apa  yang bisa kita lakukan ke depan.

View Details

Kartini, Islam, dan Kesetaraan Gender

Oleh Ustazah Dr. Siti Ruhaini Dzuhayatin

Kalau  kita melihat secara utuh, patut belajar dari Kartini. Beliau mengakui  menjadi muslim karena keturunan dan sama dengan kita semua, namun ia  menggali esensi islam yang ingin dia yakini. Pergumulannya membaca  Al-Quran adalah esensi dari Islam yang biasa disebut Iqra, membaca.

View Details

Palestina dan Perdamaian Dunia

Oleh KH. M. Abduh Hisyam, S.Ag

Perdamaian  bukan hanya persoalan masyarakat Palestina, tapi kita tidak boleh lupa  perilaku kita sendiri yang menindas kelompok lain. Banyak perusahaan  yang membuang limbah ke sungai, danau, laut, dan tidak memikirkan nasib  masyarakat yang hidup dari sungai, danau atau laut. Jadi perilaku kita  hampir sama dengan zionis yang menganggap Palestina tidak pernah eksis.

View Details

Keadilan Sosial dalam Perspektif Perempuan Disabilitas

Oleh Ustazah Fatimah Asri Muthmainnah

Banyak orang memandan perempuan non-difabel dipandang memiliki  seksualitas liar yang membahayakan, sementara perempuan difabel sering  dianggap a-seksual. Ini adalah stigma yang hidup di masyarakat. Perintah  menegakan hanya karena Allah. Rasa benci, tidak suka terhadap seseorang  atau kelompok tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang  tidak adil, dan Allah menegaskan bahwa adil itu mendekatkan ketakwaan  pada Allah.

View Details

Filantropi Islam yang Berkeadilan Sosial

Oleh Ustazah Prof Amelia Fauzia

Filantropi adalah praktik memberi yang dikelola oleh masyarakat untuk  kepentingan bersama. Lalu apa itu konsep filantropi dalam Islam?  Bagaimana konsep filantropi Islam yang berkedailan sosial? Dan seperti  apa contoh-contohnya? Selengkapnya diulas oleh Ustazah Prof Amelia  Fauzia.

View Details

Negosiasi Ruang Menjalankan Perintah Agama Mewujdukan Keadilan Gender

Oleh Ustazah Atun Wardatun

Negosiasi ruang dalam mewujudkan keadilan gender, dielaborasi dalam tiga hal. Apa dan bagaimana tentang negosiasi ruang, tentang landasan filosofis dan teologis, dan bagaimana negosiasi ruang bisa menjadi alternatif dalam mewujudkan keadilan sosial, termasuk di dalamnya tentang keadilan gender.

View Details

Eco Jihad Langkah Menjaga Keseimbangan Bumi

Oleh Ustazah Hening Parlan

Banyak sekali aktivitas manusia yang sering dikaitkan dengan krisis iklim. Menjaga bumi adalah perwujudkan, wakil dari Tuhan untuk menjaga bumi. Dengan demikian, kemusliman seseorang patut kita pertanyakan jika dia masih merusak alam. “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi ini setelah Allah memperbaikinya

View Details

Keadilan dan Akses Kesehatan Bagi Tuberculosis dan HIV Aids

Oleh Dr. Tuty Alawiyah

Di antara orang-orang yang terkena Tuberculosis dan HIV Aids adalah stigma. Bagaimana pandangan Islam terkait dengan penyakit? Al-Quran dan hadist menyebutkan perihal bagaimana pandangan Islam terhadap mereka yang menderita satu penyakit. 

View Details

Islam dan Disabilitas dalam Sejarah

Oleh Slamet Tohari

Ada banyak cerita-cerita klasik Islam, di mana difabel sering kali  dianggap sebagai sebuah hukuman. Namun banyak pula cerita-cerita  inklusif dari Islam tentang difabel. Khutbah kali ini menceritakan  tentang berbagai kisah sejarah tentang difabel yang akan mengantar kita  pada satu kepedulian antar sesama.

View Details

Keadilan Sosial di Dalam Islam

Oleh Dr. Mariyah Ulfah

Bahwa  keadilan sosial dalam Islam itu sangat kuat dan bisa menjadi landasan  dalam melakukan aktivitas kemanusiaan. Ada tiga prinsip keadilan dan  kesejahteraan sosial dalam Islam. Pertama, terpenuhinya kebutuhan  primer, sekunder, dan tertier. Ada lima prinsip dalam dasar pada  pencapaian kemasalahatan: menjaga agama, menjaga jiwa, menjaga akal,  menjaga keturunan, dan menjaga harta benda.

View Details

Puasa Memperteguh Rasa Keadilan Terhadap Kelompok Rentan

Oleh Prof Musdah Mulia

Dalam banyak forum diskusi, ketika kita bicara tentang keadilan  terhadap kelompok rentan seperti perempuan dan masyarakat lainnya, tapi  yang peduli terhadap mereka tidak banyak. Selama ini anggapan orang yang  bertakwa adalah yang menjalankan ibadah, tapi sedikit penjelasan bahwa  salah satu indikasi orang bertakwa adalah orang yang punya kepedulian  dan empati kepada mereka yang rentan.

View Details

Zakat untuk Pekerja Rumah Tangga

Oleh Ustazah Yulianti Muthmainnah

Dalam Islam perintah solat selalu beriringan dengan perintah zakat  yang diperuntukan bagi fakir miskin. Pekerja rumah tangga masuk dalam  golongan yang berhak atas zakat, karena mereka berasal dari pedesaan,  tidak memiliki sumber ekonomi, dan mayoritas perempuan yang menjadi  tulang punggung keluarga.

View Details

Keadilan Sosial Bagi Penyandang Disabilitas

Oleh Ustad Bahrul Fuad

Bagaimana  sebenarnya manusia diciptakan oleh Allah SWT? Sering kali kita  memperlakukan manusia didasarkan pada tampilan fisik yang sering kali  membuat perilaku kita tidak adil dan objektif pada sesama. Ini  bertentangan dengan firman Allah SWT, bahwa sesungguhnya manusia yang  paling mulia di sisi Allah adalah manusia yang paling takwa.

View Details

Khutbah Virtual Edisi 9

Potret Perjuangan Perempuan pada Masa Nabi Muhammad SAW dalam Memperoleh Haknya.

Oleh Ustazah Atiyatul Ulya

Adil  berasal dari bahasa Arab yang bermakna sama. Dalam konteks keadilan  bagi perempuan, seharusnya perempuan memiliki berbagai hak, namun pada  masa itu perempuan tak memilikinya. Hingga kemudian perempuan berjuang  mengambil hak-hak yang seharusya dimiliki. Hak bekerja, belajar,  perlindungan dari kekerasan, dll.

View Details

Ada satu cerita adat dari Masyarakat Adat Ompu Umbak Siallagan, Dolok  Parmonang, tentang tanah mereka yang subur hingga menjadi berkah, tapi  di sisi lain penguasaan wilayah adat atas nama negara demi kepentingan  perusahaan, serta harga panen yang ditentukan tengkulak, menjadi kisah  yang harus mereka hadapi dari hari ke hari.

View Details

Khutbah Virtual Edisi ke 8

Manusia telah merusak lebih dari  setengah permukaan bumi yang mengakibatkan krisis lingkungan hidup.  Dalam bahasa agama disebut “al fasadh” yang berarti sesuatu yang keluar  dari keseimbangan. Di Indonesia sepanjang 2000-2019, hampir 30 juta  orang yang menjadi pengungsi ekologis akibat dari banjir yang disebabkan  oleh krisis iklim.

View Details

Khutbah Virtual 

Model Kemandirian Peremuan Muslim

Edisi kali ini, Khatib Rahmawan dalam khutbahnya mengambil tema tentang perempuan. Di mana posisi perempuan sering dianggap tidak semurna, sering dianggap kurang mulia. Benarkah? Khutbah ini juga akan menggali pula tentang gerakan perempuan dan gerakan politik perempuan dalam sejarah Islam.

View Details

Kesaksian Korban PT TPL - Episode 5

Bohari Manalu dari Komunitas  Adat Tornauli, pada 2019 dia dan lima orang rekannya dipanggil oleh  polisi atas laporan PT TPL yang menuduhnya merusak tanaman ekaliptus.  Lalu pada Juni 2020, ia kembali mendapatkan panggilan, namun kali ini  statusnya telah berubah menjadi tersangka.

View Details

Zakat

Zakat merupakan salah satu pilar dari bangunan Islam yang disebut setelah syahadat dan shalat. Keterkaitannya dengan kehidupan sosial masyarakat, menjadikannya sarana yang baik untuk mengabungkan antara orang -orang kaya dan orang-orang yang berhak serta untuk mengatasi masalah ekonomi, kemiskinan, dan kesenjangan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. 

View Details

Warung AMAN hari ini kembali buka dengan menghadirkan tema Ritual Pengobatan Masyarakat Adat Dayak Meratus. Kali ini menghadirkan Haris dari Komunitas Adat Balai Banyu Panas.

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata Dukun? Secara tradisional, di setiap daerah memiliki nama tersendiri dari Dukun yang bertugas melakukan pengobatan secara tradisional berdasarkan pengetahuan dan kemampuanya. Walau saat ini banyak yang memberikan penilaian secara engatif tentang Dukun.

View Details

Ismail adalah Pemuda adat dari Sakai, yang merupakan anggota Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) dan ketua kelompok program kedaulatan pangan Masyarakat Adat Batin Beringin Sakai. Komunitas Adat Sakai adalah salah satu dari komunitas adat anggota AMAN yang saat ini sedang berjuang dari gempuran perkebunan sawit. Baginya, kedaulatan pangan sangat penting untuk Masyarakat Adat dan Pemuda Adat. Keberhasilan kedaulatan pangan ada di tangan Pemuda Adat Sakai. 

Bagaimana kisah keberhasilan program kedaulatan yang di lakukan oleh Ismail bersama Pemuda Adat Sakai ??? selengkapnya bisa anda simak dalam Program Warung AMAN “Perjuangan Pemuda Adat Sakai untuk Kedaulatan Pangan” 

PodcastRGA

WarungAMAN

SahkanRUUMasyarakatAdat

View Details

Kesaksian korban PT TPL kali ini datang dari Samas Sitorus dari Komunitas Adat Guru Datu Sumalanggak Sitorus, korban kriminalisasi yang dituduh melakukan pemukulan terhadap karyawan PT TPL.

Kesaksian lain datang dari Hotman Siagian dari Komunitas Adat Matio yang dituduh merusak hutan dan menduduki lahan konsesi.

View Details

Islam Substantif

Rasullulah dalam khutbahnya menyampaikan pada umat agar jangan saling membunuh karena darah manusia sangat mulia. Ini adalah sebuah pemikiran yang menjunjung tinggi Hak Asasi Manusia.

View Details

Thomson Ambarita dari Komunitas Adat Lamtoras Sihaporas pada  September 2019, menjadi korban kekerasan oleh pihak PT TPL dan juga  menjadi korban kriminalisasi, mendapat hukukam penjara 9 bulan.

Jusman Simanjuntak dari Komunitas Adat Natumingka, pada Mei 2021  menjadi korban kekerasan pihak PT TPL yang melakukan penyerangan ketika  secara paksa melakukan penanaman pohon ekaliptus di wilayah yang selama  ini menjadi area tanam pangan warga.

Mereka hanya dua dari sekian banyak korban aksi kekerasan dan kriminalisasi PT TPL terhadap warga.

View Details

Khutbah Virtual

Episode ke-4

Tidak boleh ada paksaan dalam beragama, agama yang ada harus ditolerir dan diberikan hak hidup. Manusia yang dalam kebebasan dan kejujuran hati nuraninya akan mampu menangkap mana yang benar dan salah. Anugerah yang terhindah manusia adalah kebebasan karena tidak ada ketulisan dalam beriman tanpa adanya kebebasan.

View Details

Di Kalimantan namanya tuak, di Toraja namanya ballo, di Flores namanya moke. Digunakaan Masyarakat Adat pada tiap upacara adat. 

Nusantara memiliki ragam minuman yang menjadi khas di tiap daerah. Mau tahu cerita lengkapnya tentang acara-acara ritual apa saja yang menyuguhkan tuak? Tentang bagaimana cara membuatnya hingga bagaimana cara minumnya? Siapa saja yang boleh minum tuak?

Semua jawabannya bisa kamu temukan hanya di Radio Gaung AMAN.

View Details

Kesaksian Korban PT TPL

Episode 2

Mangitua Ambarita dari Komunitas Adat Lamtoras Sihaporas memberikan kesaksikan bagaimana PT TPL telah merampas hidup dan kehidupannya. Ia ditangkap oleh polisi dengan tuduhan menduduki areal konsesi PT TPL dan divonis 3 bulan penjara.

Sementara itu, Roganda Simanjuntak, Ketua BPH AMAN Wilayah Tano Batak membebekan secara gamblang tentang dampak negatif kehadiran PT TPL bagi warga dan Masyarakat Adat.

View Details

Khutbah Virtual

Episode ke-3

Menurut Al-Quran,  pertanggungjawaban hidup orang di hari kiamat itu bersifat pribadi.  Tidak ada siapapun yang bisa menolong di hari perhitungan, kecuali iman  dan amal solehnya.

View Details

Kesaksian Korban PT TPL 

Espisode 1

Rusliana Marbun dari Komunitas Adat Matio dan Pendeta Haposan Sinambela dari Komunitas Adat Pandumaan Sipituhuta memberikan kesaksian bagiamana PT TPL merampas tanah-tanah wilayah adat, melakukan kekerasan dan kriminalisasi terhadap Masyarakat Adat.

View Details

Halo sobat nusantara.

Khutbah Virtual kembali lagi hadir. Kali  ini menghadirkan @usmanham_id dalam tema "Pembebasan Perempuan Oleh  Al-Qur'an. Selengkapnya bisa kamu dengarkan melalui radio.aman.or.id  atau melalui kanal Spotify Radio Gaung AMAN.

Khutbah Virtual  adalah hasil kolaborasi Radio Gaung AMAN dengan @publicvirtue,  @kitabisacom, Departemen Falsafah dan Agama Universitas Paramadina, dan  PSIPP ITB Ahmad Dahlan.

KhutbahVirtual #UsmanHamid #Perempuan #RadioGaungAMAN #MasyarakatAdat

View Details

Warung AMAN “Kisah Pemuda Adat Pulang Kampung”

Gerakan Pulang Kampung adalah sebuah tindakan revolusioner memanggil  para generasi muda adat untuk kembali ke kampung, melindungi, menjaga  dan mengelola wilayah adat.

Bagaimana cerita seru seorang pemuda adat yang kembali ke kampung  halaman di komunitas adat Janji, Toba Samosir? Selengkapnya bisa Sobat  Nusantara dengar di Radio Gaung AMAN melalui www.radio.aman.or.id dan  Spotify Radio Gaung AMAN

MasyarakatAdat

RadioGaungAMAN

GerakanPulangKampung

PemudaAdat

SahkanRUUMasyarakatAdat

View Details

Bincang Santai-Nabung Bisa Untung Cuma di CU Randu

Sudah sering  mendengar Credit Union? Apa sih Credit Union? Lalu seperti apa nih CU  Randu yang dibangun oleh kawan-kawan di CU Randu?

Ada Bincang  Santai di Radio Gaung AMAN bersama salah satu pendiri CU Randu, Abdon  Nababan .Selengkapnya kamu bisa dengarkan langsung hanya di Radio Gaung  AMAN.

MasyarakatAdat #SahkanRUUMasyarakatAdat #CURandu #BincangSantai

View Details

Halo sobat nusantara. Radio Gaung AMAN berkolaborasi dengan beberapa lembaga seperti publicvirtue.id, kitabisa.com, Departemen Falsafah dan Agama Universitas Paramadina, PSIPP ITB Ahmad Dahlan, dan Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), menghadirkan podcast Khutbah Virtual yang berisikan kutbah dari ulama yang akan menyajikan beragam isu-isu sosial dengan cara pandang yang progresif.

Seperti apa isi dari kutbah tersebut, yuk kita dengarkan terus Khutbah Virtual hanya di Radio Gaung AMAN.

MasyarakatAdat

#SahkanRUUMasyarakatAdat 

RadioGaungAMAN

KhutbahVirtual

View Details

Masyarakat Adat Ciptagelar membuat saluran TV dan radio sendiri sebagai  sebuah kritik atas tayangan TV yang selama ini dianggap menjual mimpi  dan dongeng, sehingga muncul inisiatif membuat saluran TV yang  menayangan informasi dan berbagai dokumentasi keseharian berdasarkan  tradisi sebagai penyeimbang tayangan TV yang ada.

Lalu bagaimana  cerita serita lengkapnya tentang proses Masyarakat Adat menyandingkan  tradisi yang ada dengan teknologi? Apa alasan Masyarakat Adat Ciptagelar  mengombinasikan tradisi dan teknologi?

Cerita itu hanya bisa  Sobat Nusantara dengar di Radio Gaung AMAN yang bisa dinikmati melalui  radio.aman.or.id dan Spotify Radio Gaung AMAN.

MasyarakatAdat

RadioGaungAMAN

KasepuhanCiptagelar

SahkanRUUMasyarakatAdat

View Details

Hai sobat nusantara…

Bincang Santai Radio Gaung AMAN edisi kali ini akan ngobrol bareng Jaro (Kepala Desa) Dulhani dari Kasepuhan Cibarani dan Olot Lili, Ketua BPH AMAN Banten Kidul.

Kita akan ngobrol lebih jauh tentang wilayah Gunung Liman yang dianggap sakral. Kenapa wilayah tersebut dianggap sakral? Bagaimana sejarah hutan titipan leluhur tersebut? Juga tentang langkah yang diambil oleh pengurus AMAN Banten Kidul sebagai respon atas penambangan liar.

Dari bincang santai ini, sobat nusantara dapat mengetahui bagaimana peran Masyarakat Adat dalam menjaga bumi, serta bagaimana Masyarakat Adat dalam menjaga bumi ini bukan semata untuk kepentingan Masyarakat Adat, tapi juga untuk kepentingan seluruh umat manusia.

RadioGaungAMAN

MasyarakatAdat

SahkanRUUMasyarakatAdat

Baduy

Cibarani

GunungLiman

View Details

Terima kasih saya sampaikan untuk kerja keras selama lima tahun sebelumnya. Saya berharap akan muncul kader-kader yang kuat ke depan karena organisasi ini akan sangat ditentukan oleh kepemimpinan anggotanya.

Perempuan adat harus menempatkan PEREMPUAN AMAN sebagai rumah perjuangan yang memiliki ideologi dan karakter yang kuat untuk mewujudkan visinya, kehidupan yang berkeadilan dan setara.

PEREMPUAN AMAN: Berkeadilan, Setara, Setara, Semangat!

HKPAN2021

9tahunPEREMPUANAMAN

TEMUNASIII

SahkanRUUMasyarakatAdat

MasyarakatAdat

Perempuan

View Details

Terbentuknya organisasi PEREMPUAN AMAN di Tobelo adalah sebuah kerja yang luar biasa. Tetapi hal itu masih secuil dari potensi dan problematika perempuan adat yang harus kita temukan dan kenali.

Kebersamaan PEREMPUAN ADAT secara kolektif adalah sebuah kekuatan yang tidak bisa dipecahkan kalau kita mampu, mau, dan percaya bahwa kita bisa. Semoga ke depan kita mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin perempuan di atas yang lebih banyak lagi.

HKPAN2021

9tahunPEREMPUANAMAN

TEMUNASIII

SahkanRUUMasyarakatAdat

MasyarakatAdat

Perempuan

View Details

Kebangkitan perempuan adat itu sudah muncul sejak Kongres Masyarakat Adat yang pertama. Sedemikian kuat keinginan, komitmen dan harapan perempuan adat untuk bangkit bersama masyarakat adat seluruh nusantara.

Aliansi Perempuan Adat Nusantara adalah cikal bakal lahirnya organisasi sayap AMAN untuk perempuan adat yang sekarang kita sebut PEREMPUAN AMAN.

Paling tidak ada 3 hal penting yang disampaikan oleh @abdonnababan.id tentang lahir dan keberadaan PEREMPUAN AMAN. Selengkapnya ada di Podcast Radio Gaung AMAN.

HKPAN2021

9tahunPEREMPUANAMAN

TEMUNASIII

SahkanRUUMasyarakatAdat

MasyarakatAdat

Perempuan

View Details

Apa yang dibayangkan oleh organisasi PEREMPUAN AMAN ke depan? Menjadi rumah bagi perempuan adat untuk merepresentasikan perempuan adat, upaya perlawanan yang dilakukan dengan cara mentransformasi dirinya, membangun kesadaran kritis, membangun identitas politiknya, dan menjadi organisasi yang mampu menyuarakan serta memperjuangkan hak-hak perempuan adat. 

Namun kondisi saat ini, UU Cipta Kerja secara masif mulai masuk ke kampung-kampung adat. Seluruh pengalaman perempuan adat kita dorong masuk melalui RUU Masyarakat Adat untuk mencegah perampasan hak-hak masyarakat adat. 

Tapi apakah itu cukup? Apa yang bisa kita lakukan? Pidato Ketua Umum PEREMPUAN AMAN memberikan arahan tentang langkah-langkah penting yang harus dilakukan oleh PEREMPUAN AMAN untuk mewujudkan itu semua dan menjadikan perempuan PEREMPUAN AMAN setara, mandiri, berdaulat dan bermartabat. 

HKPAN2021

9tahunPEREMPUANAMAN

TEMUNASIII

SahkanRUUMasyarakatAdat

MasyarakatAdat

Perempuan

View Details

Sembilan tahun kehadiran Perempuan Adat Nusantara yang juga menandai  Hari Kebangkitan Perempuan Adat Nusantara, tidak bisa kita lepaskan dari  sejarah perjuangan Perempuan Adat seperti kisah Nai Sinta dari Tano  Batak, Mama Yosepa dari Papua, Mama Aleta dari NTT, Mamak Den Upa dari  Toraja, dan banyak perempuan lain yang meletakkan dasar perjuangan  hingga lahirnya organisasi Perempuan Adat Nusantara.

Lalu apa  alasan PEREMPUAN AMAN didirikan? Apa tantangan perempuan adat ke depan?  Semua jawaban dan cerita lain tentang PEREMPUAN AMAN digambarkan oleh  Sekjend AMAN, Rukka Sombolinggi, dalam Pidato Sekjend AMAN di Hari  Kebangkitan Perempuan Adat Nusantara 2021 & 9 Tahun Persekutuan  Perempuan Adat Nusantara.

HKPAN2021

9tahunPEREMPUANAMAN

TEMUNASIII

SahkanRUUMasyarakatAdat

MasyarakatAdat

View Details

Masyarakat Adat Suku Serawai di Bengkulu menggelar ritual adat untuk  menolak bala dan membersihkan wilayah adat dari perbuatan yang tidak  baik. Hal ini dilakukan salah satunya untuk memerangi virus Covid 19  yang tengah mewabah Indonesia, dan juga untuk menjaga keseimbangan.  Bagaimana prosesi ritual ini dilaksanakan, selengkapnya di program  Warung AMAN “Ritual Tolak Bala Masyarakat Adat Serawai”

HKMAN2021

22thnAMAN

PodcastRGA

RitualAdat

SahkanRUUMasyarakatAdat

View Details

Pidato Sekretaris Jendral Aliansi Masyarakat Adat Nusantara

Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara (HKMAN) 2021 & 22 Tahun AMAN

“Tetap Tangguh di Tengah Krisis”

17 Maret 2021

HKMAN2021

22thnAMAN

RakyatBantuRakyat

SahkanRUUMasyarakatAdat

View Details

Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara dan 22 Tahun AMAN

HKMAN2021

22TahunAMAN

SahkanRUUMasyarakatAdat

View Details

Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara dan 22 Tahun AMAN

HKMAN2021

22TahunAMAN

SahkanRUUMasyarakatAdat

View Details

Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Nusantara dan 22 Tahun AMAN

HKMAN2021

22TahunAMAN

SahkanRUUMasyarakatAdat

View Details

Perempuan Adat menanggung beban ganda dan diskriminasi berlapis. Sebagai perempuan, sebagai Perempuan Adat dan kadang karena status ekonomi mereka. Perempuan Adat menderita dampak paling serius ketika terjadi perampasan wilayah adat. Akan tetapi dalam banyak kasus, Perempuan Adat justru menjadi barisan paling depan dalam perjuangan. Teguh menjadi benteng terakhir  penjaga wilayah adat. 

Pandemi Covid-19 semakin menyulitkan Perempuan Adat. Namun demikian pandemi justru membuktikan resiliensi Perempuan Adat. Tampil tersepan melindungi kampung dari virus corona dan memastikan semua tetap makan. 

Selamat Hari Perempuan Sedunia. 

Rukka Sombolinggi 

Sekjen AMAN 

hariperempuansedunia

internationalwomensday

perempuanadat

masyarakatadat

IWD2021

PodcastRGA

SahkanRUUMasyarakatAdat

View Details

Perempuan Adat Rakyat Penunggu yang menginisiasi kebun kolektif demi mengatasi krisis ekonomi akibat pandemik Covid 19, kini menuai panen. Hal ini membuktikan bahwa mereka pun mampu berdaulat atas pangannya ketika terjadi krisis pangan. Simak cerita selengkapnya dalam obrolan Warung AMAN episode “Dampak Covid 19 bagi Ekonomi Perempuan Adat”

SahkanRUUMasyarakatAdat

Perempuan Adat

PodcastRGA

View Details

Penerapan kebijakan social distancing selama pandemic Covid 19 ini membuat dampak yang cukup fatal pada sektor Pendidikan. Kegiatan belajar mengajar terpaksa harus dilakukan dalam jarak jauh, banyak pihak nyatanya belum siap menerapkan kebijakan tersebut, serta angka anak putus sekolah pun meningkat. Lalu, bagaimana dengan Pendidikan Sekolah Adat yang selama ini dijalankan oleh Masyarakat Adat, seberapa besar tantangannya yang dihadapi pada masa pandemi yang belum berakhir ini?

Simak selengkapnya, dalam obrolan Warung AMAN “Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Aktivitas Sekolah Adat” bersama Ketua BPAN Sembalun, Junaedi . klik www.radio.aman.or.id dan Spotify Radio Gaung AMAN untuk mendengarkan.

SahkanRUUMasyaraktAdat

PodcastRGA

View Details

Talkshow Khusus Radio Gaung AMAN

"Hari Kebangkitan Masyarakat Adat Talang Mamak 2021"

Bersama Ketua BPH AMAN Indragiri Hulu

sahkanRUUMasyarakatAdat

PodcastRGA

View Details

Semakin meluasnya penyebaran Covid19 yang ada saat ini telah  berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam  urusan pangan. Hal ini pun membangkitkan kesadaran masyarakat tentang  pentingnya pangan lokal yang beragam. Bagi Masyarakat Adat yang telah  menjaga wilayah adatnya dan dengan keberagaman pangannnya selama ini  tidak mengalami kesulitan menghadapi pandemi yang terjadi. Terbukti  Masyarakat Adat yang selama ini terus menjaga dan mengelola wilayah adat  dan kedaulatan pangannya mampu bertahan bahkan di tengah badai pandemi.

SahkanRUUMasyarakatAdat

PodcastRGA

View Details

Gerakan Pulang Kampung adalah sebuah tindakan revolusioner memanggil para generasi muda adat untuk kembali ke kampung, melindungi, menjaga dan mengelola wilayah adat. Pemuda Adat memiliki tujuan untuk menjadi bangsa yang berdaulat atas wilayah adatnya sendiri. Bagaimana Gerakan Pulang Kampung yang dilakukan oleh Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) hingga saat ini? Simak Podcast “Gerakan Pulang Kampung” bersama Ketua Umum BPAN Jakob Siringoringo.

SahkanRUUMasyarakatAdat

GerakanPulangKampung

PemudaAdat

PodcastRGA

View Details

5 Oktober 2020, Omnibus Cipta Kerja resmi disahkan oleh DPR RI ditengah meluasnya gelombang penolakan rakyat dan berbagai kontroversi serta masifnya penyebaran Pandemi Covid-19 di tanah air . Berbagai pihak menilai Omnibus Cipta Kerja hanya menguntungkan kelompok tertentu, dan justru merugikan pekerja serta berdampak pada ekonomi, sosial budaya Masyarakat Adat.

Sejauh mana Undang-Undang (UU) baru ini akan memengaruhi kehidupan Masyarakat Adat kedepannya? Simak pernyataan Sekjen AMAN Rukka Sombolinggi dalam Konferensi Pers yang diselenggarana Trade Union Right Center (TURC) dan Amnesty International Indonesia.

MosiTidakPercaya

TolakOmnibusLaw

BatalkanOmnibusLaw

JegalOmnibusLaw

DPRRIKhianatiRakyat

SahkanRUUMasyarakatAdat

View Details

Tanggal 26 September 2013, tujuh tahun lalu menjadi moment penting menyatukan tekad bersama untuk merumuskan sebuah program pembelaan terhadap Masyarakat Adat. Organisasi Perhimpunan Pembela Masyarakat Adat Nusantara (PPMAN) terbentuk melalui Konferensi Nasional Pertama para Advokat Masyarakat Adat se-Nusantara, di Kampung Adat Sassa’, Luwu Utara, Sulawesi Selatan. Ketua Umum PPMAN memanggil para advokat muda untuk bersama mengumpulkan kekuatan dan menjadi tombak perisai terwujudnya keadilan bagi Masyarakat Adat, yang dari tahun ke tahun segala bentuk kriminalisasi, penggusuran, perampasan wilayah adat selalu terjadi.

SahkanRUUMasyarakatAdat

7thnPPMAN

PodcastRGA

View Details

Pembacaan Manifesto Politik Agraria oleh Komite Nasional Pembaruan Agraria (KNPA) pada peringatan Hari Tani Nasional 2020 dan Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) 1960

HTN2020

60TahunUUPA

ReklaimingTanahAir

SahkanRUUMasyarakatAdat

JalankanReformaAgrariaSejati

JegalOmnibusCilaka

View Details

Gerakan Masyarakat Adat dan Reforma Agraria sering ditafsirkan anti pembangunan, modernisasi atau bahkan investasi. Padahal UUD 1945 dan UU Pokok Agraria mengakui wilayah adat sebagai kesatuan. Sehingga hak menguasai Negara atas tanah dalam wilayah adat tidak berlaku langsung dan harus diakui penyerahannya oleh pemegang wilayah adat serta adanya persetujuan yang dikeluarkan oleh Masyarakat Adat. Jadi, wilayah adat bukan pemberian Negara, harus ada persetujuan otentik apabila Negara membutuhkannya dalam konteks pembangunan. Selengkapnya di Mini Podcast #8 RUU Masyarakat Adat bersama Dewi Sartika, Sekjen Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA).

SahkanRUUMasyarakatAdat

JegalOmnibusCilaka

PodcastRGA

View Details

Penanganan kasus dan perlindungan terhadap penghormatan Masyarakat Adat yang dijalankan pemerintah, meski Indonesia telah tandatangani UNDRIP, nyatanya implementasi di lapangan sama sekali tidak menunjukkan komitmen sebab pemerintah justru melakukan pelanggaran HAM dengan membiarkan itu terjadi. Hal apa saja yang berhasil dirangkum oleh Lembaga Bantuan Hukum terkait permasalahan yang dihadapi Masyarakat Adat hingga saat ini ? Simak Podcast “Satu Dekade RUU Masyarakat Adat” bersama Siti Rakhma Mary Herwati dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia.

SahkanRUUMasyarakatAdat

JegalOmnibusCilaka

PodcastRGA

View Details

Demi terwujudnya pengakuan dan perlindungan Masyarakat Adat serta seluruh hak konstitusionalnya, Penyusunan RUU Masyarakat Adat bersama masyarakat semestinya menjadi proritas DPR RI saat ini. RUU Masyarakat Adat yang diusulkan oleh Koalisi CSO dan Masyarakat Sipil Kawal RUU Masyarakat Adat bukan saja membantu DPR RI dalam proses penyusunan, melainkan proses membangun demokratisasi rakyat dalam pembentukan perundang-undangan yang lebih baik. Bagaimana Laode M Syarif bisa mengatakan, bahwa Negara telah gagal melindungi Masyarakat Adat? Simak selengkapnya dalam “Mini Podcast RUU Masyarakat Adat” persembahan Radio Gaung AMAN.

SahkanRUUMasyarakatAdat

JegalOmnibusCilaka

PodcastRGA

View Details

13 Tahun sejak Deklarasi PBB atas Hak-hak Masyarakat Adat (UNDRIP) ditetapkan dalam sidang umum PBB, dan Indonesia menjadi salah satu Negara yang ikut mendukung dan menandatangai deklarasi tersebut, nyatanya implementasi terhadap Masyarakat Adat belum terlihat jelas. Lalu bagaimana dengan perjuangan RUU Masyarakat Adat selama satu dekade ini dan bagaimana masa depan pemenuhan hak Masyarakat Adat di Indonesia? Simak jawaban dari Direktur Jendral HAM Kementerian Hukum dan HAM RI dalam Podcast RGA berjudul “Satu Dekade RUU Masyarakat Adat”

SahkanRUUMasyarakatAdat

JegalOmnibusCilaka

PodcastRGA

View Details

Masyarakat Adat dapat menjadi jembatan untuk mengharmonisasikan kebijakan sektoral. Sehingga draft RUU Masyarakat Adat yang adat saat ini perlu mengatur terkait proses efiensi birokrasi untuk menetapkan wilayah adat.

SahkanRUUMasyarakatAdat

JegalOmnibusCilaka

MiniPodcastRGA

View Details

RUU Masyarakat Adat mestinya bisa menjadi jembatan untuk mengimplementasikan atau menurunkan prinsip yang ada dalam UNDRIP. Dan juga menjadi payung Undang-undang untuk penghormatan, perlindungan dan pemajuan hak Masyarakat Adat serta dasar harmonisasi peraturan perundangan. Bagaimana salah satu Komisioner Komnas HAM melihat draft RUU Masyarakat Adat yang ada saat ini? Simak tanggapan Ibu Sandrayati Moniaga dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia dalam podcast RGA “Satu Dekade RUU Masyarakat Adat”

SahkanRUUMasyarakatAdat

JegalOmnibusCilaka

MiniPodcastRGA

View Details

Pengakuan hukum dilakukan dengan memberikan keleluasaan kepada Masyarakat Adat yang memiliki hak untuk mengidentifikasi diri sendiri (self-identification) yang kemudian dikonfirmasi oleh masyarakat sekitar dan disahkan oleh Pemerintah. Sehingga Masyarakat Adat dapat berpartisipasi secara penuh untuk kinerja pemerintah dalam membantu pemenuhan hak Masyarakat Adat.

SahkanRUUMasyarakatAdat

JegalOmnibusCilaka

MiniPodcastRGA

View Details

Berbicara Indonesia sebagai Negara hukum, maka keberadaan hukum adat ini juga diatur, dilindungi dan diakomodir oleh konstitusi. Merujuk pada ketentuan pasal 18B ayat (2) UUD 1945 Negara mengakui keberadaan Masyarakat Adat di Indonesia secara konstitusional haknya. Masyarakat Adat dilindungi konstitusi eksistensi masyarakat dan segala hal yang hidup didalamnya, termasuk hukum adat yang menjadi bagian tak terpisahkan. Bagaimana akademisi menanggapi hal ini? Simak tanggapan Bpk. Herlambang Perdana Wiratraman dari Universitas Airlangga dalam podcast RGA “Satu Dekade RUU Masyarakat Adat”

SahkanRUUMasyarakatAdat

JegalOmnibusCilaka

PodcastRGA

View Details

Masyarakat Adat adalah kelompok terkecil dalam Negara bangsa yang mengatur kehidupannya sendiri seperti yang ditengarai dalam penjelasan Pasal 18 UUD 1945. Negara juga terikat pada komitmen internasional tentang pengakuan hak-hak Masyarakat Adat. Penggunaan istilah Masyarakat Adat sudah diakui secara internasional, sehingga istilah Masyarakat Hukum Adat dalam draft RUU Masyarakat Adat yang ada saat ini tidaklah tepat. 

SahkanRUUMasyarakatAdat

JegalOmnibusCilaka

PerempuanAdat

MiniPodcastRGA

View Details

Mini Podcast #3 RUU Masyarakat Adat

Ada dan tidak adanya Masyarakat Adat adalah sebuah proses alami, bukan menjadi hal yang bisa diatur oleh hukum Negara. Adanya Pasal Evaluasi dari draft RUU Masyarakat Adat saat ini justru bertentangan dan tidak sejalan dengan semangat pengakuan.

SahkanRUUMasyarakatAdat

JegalOmnibusCilaka

PerempuanAdat

MiniPodcastRGA

View Details

UNDRIP MELINDUNGI WARISAN BUDAYA MASYARAKAT ADAT

Warisan budaya tak benda dan benda tidak turun dari langit, tapi diciptakan oleh manusia, leluhur Masyarakat Adat. UNDRIP melindungi Masyarakat Adat mengekspresikan budayannya. Ritual yang dilakukan Masyarakat Adat  adalah bentuk komplesitas kebudayaan yang didalamnya terekam sistem kepercayaan dan keragaman ekspresi seni, terdapat vokal, musik, sastra serta beragam unsur yang terdapat ilmu pengetahuan yang sekaligus menjadi alat dan instrument untuk memperlihatkan identitas Masyarakat Adat.

JegalOmnibusCilaka

SahkahRUUMasyarakatAdat

UNDRIP

Indigenouspeoples

MinipodcastRGA

View Details

Masyarakat Adat berperan sentral dalam pembentukan tatanan kehidupan baru yang menyeluruh di segala bidang, baik sosial, ekonomi, budaya dan sebagainya. Salah satu tujuan yang terdapat dalam Deklarasi PBB tentang Hak-hak Masyarakat Adat (UNDRIP) adalah mendorong negara-negara untuk bekerjasama dengan Masyarakat Adat dalam memecahkan masalah global, seperti pembangunan, demokrasi multikultural dan desentralisasi.

JegalOmnibusCilaka

SahkahRUUMasyarakatAdat

UNDRIP

Indigenouspeoples

MinipodcastRGA

View Details

RUU Masyarakat Adat ini penting bukan hanya memperbaiki hubungan antara Negara dengan Masyarakat Adat tapi juga melindungi perempuan adat. Draft RUU Masyarakat yang ada saat ini  perlu secara tegas menambahkan klausul resistusi dan rehabilitasi untuk memastikan bagaimana pemulihan terhadap pelanggaran hak masyarakat adat di masa lalu.

SahkanRUUMasyarakatAdat

JegalOmnibusCilaka

perempuanadat

MiniPodcastRGA

View Details

Sudah banyak Undang-undang yang dikeluarkan sejak Indonesia merdeka, yang kemudian digunakan untuk melegalkan perampasan wilayah adat. RUU Masyarakat Adat bertujuan untuk membangun jembatan antara Negara dengan Masyarakat Adat, memastikan Masyarakat Adat bisa menjadi bagian utuh Indonesia.

SahkanRUUMasyarakatAdat

JegalOmnibusCilaka

MiniPodcastRGA

View Details

Berangkat dari sebuah ironi yang dialami Pemuda Adat, banyak dari mereka yang tinggal di pedalaman lalu pergi ke kota untuk mengubah nasib. Namun hanya sedikit yang berhasil. Sementara kampung halaman, tempat beragam komunitas adat Nusantara tersebar, kondisinya banyak memprihatinkan. Sebuah Gerakan Pulang Kampung dilakukan Barisan Pemuda Adat Nusantara (BPAN) untuk mengembalikan ruang Pemuda Adat yang sempat tersingkir dalam ruang hidupnya sendiri, mengembalikan hutan, tanah dan air yang tereksploitasi, mengembalikan jati diri Masyarakat Adat.

SahkanRUUMasyarakatAdat

PemudaAdat

PodcastRGA

View Details

Kisah heroik perjuangan Rakyat Penunggu sebagai Masyarakat Adat sudah dilakukan sebelum Indonesia lahir. Ketika Indonesia merdeka pun Rakyat Penunggu harus berjuang mempertahankan tanah leluhur yang masuk dalam penguasaan perusahaan perkebunan miliki Negara.

Rakyat Penunggu tidak pernah menyerah, bahkan setelah memenangkan kembali tanah leluhur, bersama Perempuan adat mereka masih harus berjuang untuk kembali menyuburkan lahan pertanian yang telah rusak akibat perkebunan monokultur dalam skala besar.

SahkanRUUMasyarakatAdat

PerempuanAdat

MiniPodcastRGA

View Details

Sebuah tas ayaman rotan memberikan cerita tentang upaya dalam mempertahankan hutan adat. Berbagai motif pada anyaman pun punya makna yang lebih besar dari sekadar romatisme tentang pesona alam dan keanekaragaman hayati dari Kalimantan, melainkan memberikan kita inspirasi pada nilai-nilai filosofis dan ekspresi seni yang di kreasikan oleh tangan-tangan terampil para perempuan adat.

SahkanRUUMasyarakatAdat

PerempuanAdat

MiniPodcastRGA

View Details

“Masyarakat Adat dengan segala prinsip hidupnya mampu bertahan di tengah krisis apapun. Sudah sewajarnya dalam menyusun rencana pembangunan harus melibatkan Masyarakat Adat dalam perencanaan apapun, sehingga tidak ada lagi penyerobotan, perampasan wilayah adat, hingga kriminalisasi terhadap Masyarakat Adat”

SahkanRUUMasyarakatAdat

PerempuanAdat

View Details

"Penting untuk memberikan ruang lebih besar bagi perempuan di segala level. Perempuan juga harus berada di ruang-ruang strategis dan harus terdistribusi."

SahkanRUUMasyarakatAdat

PerempuanAdat

MiniPodcastRGA

View Details

"Dibutuhkan upaya yang sistematis dalam bentuk pengorganisasian yang masif. Inilah peran penting organisasi bagi Perempuan Adat, sebagai ruang belajar. Terutama untuk menyoroti soal kekerasan berbasis gender, terlebih khusus di sumber daya alam. Itu kenapa kebijakan afirmatif tidak lagi cukup bagi Perempuan Adat."

SahkanRUUMasyarakatAdat

JegalOmnibusLaw

PerempuanAdat

MiniPodcastRGA

View Details

"Solusi terhadap ketimpangan yang mendera Perempuan Adat diatasi salah satunya melalui penguatan kapasitas di tingkat kampung. Memulai perubahan dengan mendorong kekuatan Perempuan Adat yang utama yaitu pengetahuan pengelolaan wilayah adat. Selain itu penting melakukan pendataan yang dapat memotret indikator dan parameter kerentanan dari kacamata Perempuan Adat."

SahkanRUUMasyarakatAdat

PerempuanAdat

RakernasAMAN

View Details

Pembicaraan tentang Perempuan Adat hingga kini masih dianggap sesuatu yang belum penting dan belum mendapatkan ruang. Namun, di tengah berbagai keterbatasan tersebut, Perempuan Adat justru adalah kelompok yang paling siap menghadapi berbagai jenis perubahan.

SahkanRUUMasyarakatAdat

PerempuanAdat

RakernasAMAN

View Details

"Penggunaan pakaian Adat dikomodifikasi dengan menafikan sudut pandang Perempuan Adat. Bagaimana Perempuan Adat terhubung dengan wilayah adatnya yang merupakan keputusan politik harian. Sayangnya, sudut pandang ini masih absen dalam melihat kemandirian politik."

SahkanRUUMasyarakatAdat

RakernasAMAN

PerempuanAdat

View Details

Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) adalah perayaan global yang memiliki makna penting bagi Masyarakat Adat di belahan bumi manapun. Sebagai garda terakhir dalam upaya menyelamatkan bumi dari krisis iklim yang semakin parah, menyeruaknya wabah Covid-19 membuat semuanya menjadi lebih sulit. Kini, krisis pangan menjadi problem serius yang diakibatkan oleh kebijakan salah urus Negara dan tergusurnya ruang-ruang produktif, terutama lahan pertanian dan wilayah adat.

Di tengah gempuran pandemi Covid-19, Masyarakat Adat sekali lagi menunjukkan resiliensinya. Bukan hanya bertahan, Masyarakat Adat menjadi solusi dengan kemandirian dan inisiatif-inisiatifnya. Omong kosong kesejahteraan yang dijanjikan oleh invetasi dan gagalnya sistem ekonomi global dijawab dengan otonomi dan penentuan nasib sendiri (Self-Determination) Masyarakat Adat yang mandiri, berdaulat dan bermartabat.

View Details

"Yang hebat dari Perempuan Adat adalah peran aktifnya yang tidak hanya terbatas di urusan rumah tangga dan komunitasnya. Mereka bahkan berada di baris paling depan dalam upaya perjuangan untuk mengesahkan RUU Masyarakat Adat di Indonesia. Peran politik ini dijalankan bersamaan dengan peran domestik dan sosial lain."

PerempuanAdat

SahkanRUUMasyarakatAdat

View Details

"Peran Perempuan Adat tidak bisa dianggap kecil. Dalam banyak kasus, Perempuan Adat justru menjadi barisan paling depan dalam perjuangan mempertahankan wilayah adat. Menjadi benteng paling akhir yang paling solid untuk menjaga wilayah adat."

PerempuanAdat

SahkanRUUMasyarakatAdat

View Details

"Perempuan Adat juga memiliki peran penting sebagai penjaga pengetahuan. Regenerasi sistem pengetahuan yang tidak terlembagakan ini menunjukkan posisi penting Perempuan Adat di dalam komunitasnya."

PerempuanAdat

SahkanRUUMasyarakatAdat

View Details

Apakah Masyarakat Adat bebas dari diskriminasi terhadap Perempuan? Tentu tidak. Justru, perjuangan Perempuan Adat lebih sengit ketimbang perempuan urban. Apalagi di masa pandemi, saat Perempuan tampil terdepan melindungi anggota komunitas dan wilayah adat dari penularan wabah Covid-19.

Simak ulasan Sekretaris Jendral AMAN, Rukka Sombolinggi, dalam mini-podcast series "Perempuan Adat"

SahkanRUUMasyarakatAdat

PerempuanAdat

View Details

Untuk pertama kali, Hari Internasional Masyarakat Adat Sedunia (HIMAS) pada 9 Agustus 2020 akan dirayakan dengan format yang baru. Pandemi Covid-19 yang belum juga berakhir, membuat pertemuan-pertemuan fisik menjadi tidak mungkin. Ancaman penyebaran virus membuat ruang-ruang sosial menjadi tidak aman.

Namun, perayaan #HIMAS2020 adalah momentum penting bagi Masyarakat Adat di seluruh dunia. Untuk menyatakan sekali lagi bahwa rusaknya keragaman hayati, melenyapnya hutan, tercemarnya sungai dan laut, serta hancurnya terumbu karang dan abrasi pasir pantai, merupakan penyebab lahirnya pandemi global.

Sekarang adalah momentum terbaik untuk mengingatkan publik bahwa perjuangan #MasyarakatAdat mempertahankan wilayah dan tradisinya, adalah aksi untuk masa depan umat manusia: kamu, saya, mereka dan kita semua.

View Details

Tanpa wabah sekali pun, situasi Masyarakat Adat dengan kategori terancam punah, tengah menghadapi berbagai tantangan. Salah satunya adalah Orang Talang Mamak. Perjuangan mereka atas pengakuan dan perlindungan hak Masyarakat Adat, diliputi dengan tekanan terhadap perampasan wilayah adat maupun pengurangan populasi warga adat secara drastis. Lantas, seperti apa kondisi mereka ketika COVID-19 akhirnya tiba? Bagaimana dengan perkembangan gerakan Masyarakat Adat, termasuk pemuda adat di sana? Apakah mereka punya cukup pangan untuk bertahan selama masa pandemi ini? Jelajah Nusantara mengajak ke Kabupaten Indragiri Hulu di Riau di mana rumah-rumah Orang Talang Mamak masih bertahan.

View Details

Sekitar empat bulan sudah, wabah COVID-19 melanda Indonesia. Selain menempatkan Masyarakat Adat pada situasi kerentanan yang berganda, terutama mereka yang berada di pesisir dan kepulauan, pandemi ini juga memberikan pembelajaran bagi Masyarakat Adat. Dan cerita itu tak melulu tentang keprihatinan, melainkan kisah yang kerap membawa inspirasi. Jelajah Nusantara mengajak kita menengok situasi wabah di wilayah adat pesisir dan kepulauan di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Di sana para pemuda adat – lelaki dan perempuan – semakin memperkuat Masyarakat Adat. Di tengah situasi krisis ini, sekolah adat lahir dengan membawa harapan baru yang mendekatkan komunitas adat pada kedaulatan pangan dan kemandirian ekonomi.

View Details

Masyarakat Adat Dayak Simpakng di Kalimantan Barat, punya Ritual unik dalam melindungi komunitas dari wabah, yaitu Baangko. Sekilas, upacara tersebut tampak selayaknya aktivitas pemanggilan roh leluhur dan pemberlakuan pantangan. Lewat Baangko, Masyarakat Adat Dayak Simpakng sedang menguatkan identitas, sejarah asal usul, kelembagaan adat, serta keterhubungan dengan wilayah adat sebagai ruang hidup di tengah pandemik. Berbagai kisah tentang pembelajaran bagaimana mereka mengatasi wabah, dituturkan dalam tradisi lisan. Masyarakat Adat di sana, juga menutup kampung dan sebagian mengungsi ke ladang di hutan. Jelajah Nusantara mengajak kita untuk memahami ritual adat tersebut serta mengeksplorasi lebih lanjut tentang kampanye yang dilakukan pemuda adat lewat dokumentasi video dan media sosial.

View Details

Tentu saja menjadi tidak adil untuk membicarakan upaya-upaya menghadapi COVID-19 ketika itu menyangkut situasi unik Masyarakat Adat. Ketika kita berkampanye untuk kerja di rumah saja, bagaimana itu bisa diterapkan Masyarakat Adat petani/peladang. Begitu pula anjuran mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, apakah Masyarakat Adat memiliki akses terhadap material tersebut. Di Minahasa, para pemuda adat bersama kelompok lain tergerak mengontekstualisasikan kearifan lokal untuk melawan sebaran virus Corona, salah satunya cap tikus. Simak perbincangan dengan Kalfein Wuisan dan Nedine Helena Sulu tentang hal itu.

View Details

Semakin banyak pemuda adat aktif bergerak, berkelompok dan mengembangkan berbagai inisiatif di kampung halamannya, bahkan jauh sebelum terjadi pandemik COVID19. Ada bermacam inovasi yang dilakukan pemuda adat - lelaki maupun perempuan - dalam mengembangkan potensi wilayah adat. Gerakan Pulang Kampung menjadi misi anak-anak muda dengan berpikir berbeda dalam melihat kampung. Apakah masa depan hanya ada di kota, atau justru di kampung? Untuk bisa berdaya dan sejahtera, apakah generasi muda harus selalu meninggalkan kampung? Jelajah Nusantara mengajak kita untuk mengobrol bersama Jhontoni Tarihoran dari Toba, Sumut; Modesta Wisa dari Menjalin, Kalbar; dan Jakob Siringoringo sebagai Ketua Umum BPAN untuk membahas peran dan kontribusi pemuda adat di tengah wabah.

View Details

Perempuan adat tidak tinggal diam menghadapi situasi wabah. Di komunitas adat Rakyat Penunggu di Sumatera Utara, kelompok perempuan adat telah beberapa tahun lalu menginisiasi kebun-kebun kolektif. Kini, saat ancaman krisis pangan menghantui, mereka justru sedang menuai panen. Para perempuan adat pun aktif melakukan edukasi kepada masyarakat tentang pemahaman seputar COVID-19. Ikuti perbincangan bersama Meiliana Yumi dalam Jelajah Nusantara edisi "Peran Perempuan Adat di Tengah Wabah."

View Details

Pemerintah tidak mampu mencukupi kebutuhan nasional terhadap Masker dan APD. Akibatnya terjadi kelangkaan. Petugas Kesehatan yang berada di Komunitas Masyarakat Adat hampir semuanya tidak memiliki APD. Hal ini membuat para garda depan melawan Covid-19 tak mampu bekerja efektif bahkan membuat mereka beresiko terpapar virus corona. Pemerintah saat ini mengandalkan masyarakat untuk membuat masker dan APD lainnya secara mandiri. Di tengah situasi ini, Masyarakat Adat tidak tinggal diam. Ingin tahu apa saja yang dilakukan Masyarakat Adat mengatasi kelangkaan Masker dan APD?  

Simak serial Talkshow “Masyarakat Adat Melawan Covid-19: Masyarakat Adat bergerak mengatasi kelangkaan APD, Masker dan Disinfektan” persembahan Radio Gaung AMAN melalui podcast di www.radio.aman.or.id dan juga Spotify Radio Gaung AMAN. Selamat mendengarkan!

View Details

“The future of the nations will depend on how they feed themselves!” 

Situasi yang digambarkan oleh Jean Anthelme Brillat-Savarin (1826) persis sedang terjadi secara global ketika dunia sedang menghadapi gempuran Covid-19. Dan ternyata Masyarakat Adat yang masih berdaulat atas pangannya siap menghadapi terjadinya krisis pangan. Bagaimana sistim pangan yang sudah dilakukan turun temurun di Masyarakat Adat?  

Simak Serial Talkshow “Masyarakat Adat Melawan Covid-19: Kedaulatan Pangan di tengah pandemi COVID-19” persembahan Radio Gaung AMAN melalui podcast di www.radio.aman.or.id dan juga Spotify Radio Gaung AMAN. Selamat mendengarkan!

View Details

Saat pandemi global COVID-19 mewabah, banyak orang kebingungan merespon bencana ini. Di tingkat nasional, keragu-raguan Pemerintah menjangkiti hingga ke tingkat Pemerintah Daerah. Akibatnya terjadi simpang siur informasi yang mengakibatkan kepanikan massal. AMAN justru responsif. Sekretaris Jendral (Sekjend) AMAN segera mengeluarkan surat instruksi yang dijawab aktif oleh komunitas-komunitas adat yang merupakan anggota AMAN. Para Kepala Desa yang merupakan utusan politik Masyarakat Adat, para Ketua Badan Pelaksana Harian (BPH) AMAN di tingkat wilayah dan daerah mengambil inisiatif untuk melindungi anggota komunitas dan wilayah adat. Menjadi pelopor untuk melakukan karantina, pembuatan disinfektan tradisional, dan membuktikan bahwa absennya pelayanan negara adalah momentum membuktikan kemandirian.

View Details

Sejak awal Januari, saat wabah COVID-19 pertama kali menjalar di Indonesia, pembatasan atau karantina wilayah (lockdown) menjadi solusi yang ditawarkan oleh para pakar, akademisi dan ahli epidemologi. Saran ini tak menemui sasaran karena ketakutan akan rontoknya aktivitas ekonomi saat karantina wilayah dilakukan. Sebaliknya bagi Masyarakat Adat, karantina wilayah tidak selalu sinonim dengan matinya aktivitas ekonomi. Justru, perlindungan dan memastikan keselamatan anggota komunitas merupakan prioritas utama sehingga karantina wilayah menjadi respon paling awal yang dilakukan.

View Details

Ketika pandemi global COVID-19 mewabah, Masyarakat Adat merupakan kelompok paling rentan karena terbatasnya akses terhadap kesehatan dan berada di lokasi yang sulit dijangkau. Namun, kondisi ini justru mnejadi peluang bagi berbagai komunitas adat untuk mengonsolidasikan kembali pengetahuan tradisional sebagai langkah penyebaran wabah COVID-19. Dua langkah penting yang dilakukan adalah dengan mengadakan ritual adat menolak bala untuk meminta perlindungan dari Tuhan dan para leluhur, juga menggunakan kekayaan alam yang terdapat di wilayah adat sebagai bahan untuk pembuatan obat tradisional.

View Details

Saat semua Masyarakat Adat, khususnya di Indonesia, masih terus memperjuangkan pengakuan atas hak-haknya, seluruh dunia kini sedang dihadapkan dengan munculnya pandemi global bernama Corona Virus Disease atau COVID-19. Menyerang terutama di kota-kota besar dan kini merambah hingga ke wilayah-wilayah adat. Pandemi ini adalah ancaman serius yang mematikan, terutama bagi Masyarakat Adat yang minim dari jangkauan pelayanan kesehatan terjangkau, berkualitas dan adil. Lalu bagaimana Masyarakat Adat di Indonesia merumuskan sikap untuk menghadapi bencana global ini? Di edisi kali ini, Titi Pangestu mewawancarai Rukka Sombolinggi, perempuan adat asal Toraja yang menjabat sebagai Sekretaris Jendral (Sekjend) Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) untuk mengetahui bagaimana kearifan lokal dan inisiatif mandiri Masyarakat Adat di Indonesia menghadapi krisis COVID-19.

View Details

Masyarakat adat Naulu di sebut ALIFURU atau manusia pertama sebagai asal mula penduduk Maluku. Hidup nomaden atau berpindah-pindah di lakukan oleh masyarakat adat Naulu apabila terjadi adanya anggota kelompok yang meninggal karena jatuh dari pohon atau ibu yang meninggal karena melahirkan yang mereka anggap sebagai malapetaka. Walau mereka mempunyai perkampumgam di pinggiran hutan, tetapi untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka bergantung pada hutan.  Untuk melindungi tumbuh-tumbuhan dan hewan di hutan masyarakat adat Naulu mempunyai Hukum Adat SASI yaitu larangan mengambil hasil alam selama periode tertentu. Hal ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan alam. 

Masyarakat adat Naulu percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa yang  mereka sebut ANAHATANA. Adanya surga atau SORAKOE dan adanya neraka atau NAYAHA.  

Ciri khas dari lelaki dewasa masyarakat adat Naulu adalah KARAINUNU yaitu ikat kepala kain berang atau kain berwarna merah. Keindahan akan tarian, alat musik dan pakaian adat serta tradisi mengandung nilai sejarah yang mengingatkan pada ciri khas para leluhur. Seiring perkembangan jaman,  masyarakat adat Naulu berusaha menyesuaikan aturan-aturan yang telah ditetapkan negara demi mempertahankan adat dan tradisi leluhur.

View Details

Mungkin ada dari kita bertanya-tanya: Adakah tersisa Masyarakat Adat yang bertahan di kawasan ujung timur di Pulau Jawa? Tentu saja, ya! Mereka adalah Masyarakat Adat Osing yang mendiami Kabupaten Banyuwangi di Provinsi Jawa Timur. Hingga kini pun, mereka masih menjaga dan melestarikan warisan leluhur. Tidak hanya wilayah adat yang subur, melainkan pula kebudayaan yang terus dipraktikkan, salah satunya Tari Gandrung. Pada Jelajah Nusantara edisi ini, Nurdiyansah Dalidjo menelusuri keunikan budaya Osing dan gerakan kebudayaan yang sedang dibangun oleh Masyarakat Adat Osing.

View Details

Paristiwa perebutan kekuasaan dari Orde  Lama Ke Orde Baru pada tahun 1965 yang kita kenal dengan Peristiwa Gerakan 30 September berdampak sangat besar bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat Sakai. Banyak orang-orang yang di tuduh terlibat dalam Organisasi partai terlarang melarikan diri masuk ke pedalaman hutan di Riau. Masyarakat adat Sakai yang mendiami wilayah pedalaman hutan di Riau saat itu sama sekali tidak mengetahui peristiwa politik pada saat itu. 

Dari peristiwa itulah awal mula kehancuran kehidupan masyarakat adat Sakai. Berbagai cara di lakukan untuk mengusir keberadaan masyarakat adat Sakai dari tanah leluhurnya.

Nah! bagaimana sejarah kehancuran keberlangsungan hidup masyarakat adat Sakai?. Yuk ! kita dengarkan bersama.

View Details

Bagi Masyarakat Adat di Papua Barat, sagu memiliki makna yang lebih dari sekadar makanan pokok. Sagu melekatkan Masyarakat Adat dengan identitas budaya dan wilayah adat. Edisi Jelajah Nusantara kali ini akan mengajak Sobat Nusantara untuk bertamu ke rumah Suku Maya di Raja Ampat. Di sanalah kita dapat

View Details

Hidup segan mati pun tak mau, barangkali begitu nasib dongeng saat ini? Masa iya? Dongeng anak ataupun Cerita Rakyat memang tidak pernah diam, terus bergerak dan berkembang. Di era digital sekarang nyatanya apakah Dongeng dan Cerita Rakyat masih tetap di minati dengan penyampaian versi yang berbeda? Pengen tau bagaimana obrolan serunya? Yuk simak Warung AMAN eps. Bagaimana Nasib Cerita Rakyat Kini?”

View Details

“Persekutuan Perempuan Adat Nusantara Aliansi Masyarakat Adat Nusantara atau lebih dikenal dengan PEREMPUAN AMAN, merupakan organisasi sayap AMAN yang beranggotakan individu perempuan adat anggota komunitas AMAN. Kelahiran PEREMPUAN AMAN punya cerita yang panjang. Organisasi ini lahir bukan sebagai hadiah atau pemberian, melainkan pergulatan yang diaktori oleh kalangan perempuan adat sendiri di dalam organisasi Masyarakat Adat. Pada edisi ini, Jelajah Nusantara akan membawa kita untuk menyelami sosok dan persoalan perempuan adat di Indonesia melalui perbincangan dengan Ketua Umum PEREMPUAN AMAN Devi Anggraini dan Silvy Motoh sebagai perempuan adat dari Ngata Toro di Sulawesi Tengah.”

View Details

Siapa sangka Ikan sungai satu ini menjadi bagian penting dalam ritual adat, baik untuk ritual kelahiran, pernikahan, bahkan kematian. Masyarakat Adat Batak menggunakan ikan mas sebagai simbol dalam setiap ritual yang mereka jalankan. Tapi bukan sembarang ikan mas, dan jumlahnya pun berbeda untuk tiap ritual adat loh. Simak obrolan seru Warung AMAN eps. “Arti Ikan Mas bagi Masyarakat Adat Batak”.

View Details

Kini kehidupan masyarakat Adat Tobelo Dalam semakin terancam dengan masuknya perusahaan tambang. Hutan yang di tumbuhi oleh pepohonan besar ternyata tanahnya juga kaya akan nikel. Hutan tempat mereka eksploitasi hutan Halmahera merupakan kesepakatan sepihak tanpa melibatkan Masyarakat Adat yang selama ini telah menjaga dan merawat hutan. Usaha pertambangan ini di lakukan dengan dalih untuk pembangunan dan investasi. berbagai cara dan pemufakatan jahat di legalkan untuk mengusir Masyarakat Adat Tobelo Dalam keluar dari tanah leluhurnya.

View Details

"Perempuan adat tidak diam terhadap perubahan situasi di kampung. Di berbagai wilayah, para perempuan adat anggota PEREMPUAN AMAN mengorganisir diri dan bergerak untuk mempertahankan wilayah adat mereka melalui pemetaan. Ya, bersama dengan masyarakat lainnya, mereka yang perempuan aktif melakukan serangkaian rapat, audiensi dengan pemerintah setempat, hingga turun lapangan untuk memetakan wilayah adat. Ada hal yang berbeda dari peta yang kemudian dihasilkan di mana kita dapat melihat ruang kelola kolektif perempuan pada peta. Lantas, seperti apakah pengalaman dan perasaan perempuan adat dalam merespon perubahan kondisi yang ada? Bagaimana tantangan bagi mereka melakukan proses pemetaan hingga mendorong pengakuan wilayah adat? Jelajah Nusantara mengajak Sobat Nusantara untuk mengunjungi perempuan adat dari Masyarakat Adat di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur."

View Details

O Hongana Manyawa adalah sebutan untuk Masyarakat Adat Tobelo Dalam, berarti orang yang hidup di hutan. Hidup mereka bergantung pada hutan , namun kini kehidupan mereka semakin terancam dengan masuknya perusahaan tambang. Berbagao cara dilakukan untuk mengusir Masyarakat Adat Tobelo Dalam keluar dari tanah leluhurnya. Bagaimana kisah mereka? Simak Program Cerita Adat “O Hongana Manyawa” eps 1.

View Details

Soba Nusantara, setiap Pernikahan memiliki tradisinya masing-masing, tergantung dari wilayah. Adat istiadat ditampilkan dalam setiap tahapan dalam proses pernikahan, bahkan ada proses yang harus sampai berhari-hari. Simak obrolan seru Warung AMAN dalam “Tradisi Pernikahan Adat Marga Melinting Lampung”

View Details

Jelajah Nusantara singgah di Maluku. Di kawasan yang kental dengan karakter maritim itu, sebagian Masyarakat Adat tinggal di pesisir dan pulau-pulau kecil. Kali ini, Nurdiyansah Dalidjo berkunjung ke rumah komunitas adat Akoon di Nusalaut di Kepulauan Lease yang secara administratif terletak di Kabupaten Maluku Tengah. Di sana, Franky Tutupare berbagi kisah tentang kearifan yang sangat umum dipraktikkan oleh banyak Masyarakat Adat di Maluku, yaitu sasi. "

View Details

Alam bagi kehidupan manusia, terutama bagi Orang Talang Mamak memiliki arti yang sangat penting. Karena seluruh aspek kehidupan tidak bisa lepas dari keberadaan alam. Hidup berdampingan dengan alam sudah menjadi warisan turun temurun oleh Masyarakat Adat Talang Mamak  yang mempunyai kekerabatan dengan Istana Pagaruyung, Minangkabau. Keharmonisan inilah yang selalu di dambakan oleh Masyarakat Adat Talang Mamak untuk menjaga keberlangsungan dari generasi ke generasi. Bagaimana kisah mereka? mari kita simak dalam judul "Dendang Sunyi Orang Talang Mamak"

View Details

Pulau Haruku , salah satu pulau kecil yang berada di sebelah timur dari pulau Ambon memiliki sebuah tradisi tahunan bernama Sasi Lompa/Sasi Laut. Sasi berasal dari dua suku kata yaitu Sasi dan Lompa. Sasi adalah sebuah larangan di Maluku yang bertujuan untuk menjaga kelestarian alam, sedangkan Lompa adalah sejenis ikan sardin kecil yang hidup di air payau. “Buka Sasi Lompa” baru-baru ini diselenggarakan, sejak abad ke-17 warga Haruku melaksanakan sasi ini, bagaimana keseruan cerita tentang tradisi yang menjaga kearifan laut ini? Simak obrolan seru di Warung AMAN “Tradisi Sasi Lompa di Haruku”

View Details

Masyarakat Adat Ngata Toro merupakan masyarakat yang secara turun temurun mendiami kawasan perbukitan di Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Di sana, mereka hidup berdampingan dengan hutan adat yang dikelola secara arif. Selain bentang alam yang unik, Ngata Toro juga memiliki struktur kelembagaan terkait Tina Ngata atau Ibu Kampung yang diduduki khusus oleh perempuan. Nurdiyansah Dalidjo berbincang dengan Bu Rukmini Toheke tentang itu. Dan tentu saja, pada edisi ini Jelajah Nusantara juga mengupas tradisi kain kulit kayu yang masih bertahan dan terus berkembang.

View Details

Di sebuah hutan di pedalaman pulau Sumatera tinggal sebuah suku asli Jambi yang hidup secara berkelompok, bernama Orang Rimba. Hutan bagi Orang Rimba adalah sebagai tempat menunjang kehidupan, dengan segala sumber makanan dan juga sebagai media penghubung antara Orang Rimba dengan para Dewa yang diyakininya. Namun, semenjak perusahaan masuk dan wilayah adat ditetapkan sebagai Kawasan taman nasional, kehidupan mereka jauh dari kata tentram. Bagaimana kisah Orang Rimba sesungguhnya? Mari kita simak Cerita Adat dengan judul “Aku Orang Rimba!”.

View Details

"Pada edisi Jelajah Nusantara kali ini, Nurdiyansah Dalidjo mengajak Sobat Nusantara untuk menengok kembali Pulau Kalimantan. Di sana, ia berjumpa dengan Margaretha Seting Beraan dari komunitas adat Dayak Bahau sekaligus Ketua Badan Pengurus Harian Wilayah AMAN Kalimantan Timur. Dalam perbincangan itulah, tradisi Hudoq dibicarakan. Hudoq bukan sekadar topeng kayu khas orang Dayak, melainkan pula ritual yang terhubung dengan aktivitas pertanian Masyarakat Adat di sekitar Sungai Mahakam. Dari obrolan santai tentang Hudoq, kita akan terseret untuk pula memahami situasi pemuda adat yang lekat dengan diskriminasi dan stigma terkait identitas Masyarakat Adat maupun semangat pemuda adat dalam melestarikan seni dan budaya Masyarakat Adat."

View Details

Pakaian Hitam bagi sebagian orang atau komunitas bukan hanya sekedar warna, ada yang mengartikan sebagai sumber kekuatan, kewibawaan, dan kesakralan. Di masyarakat suku Kajang yang hidup dengan kesederhanaan dan kesetaraan tak kenal kaya dan miskin, simbol hitam dari pakaian memiliki makna yang kental akan kesederhanaan. Sedalam apa makna pakaian hitam dalam Suku Kajang? Simak obrolan seru “Warung AMAN : Pakaian Hitam Suku Kajang

View Details

Apa yang terpikir di benak kita ketika menyeruput secangkir kopi? Bahwa yang hitam dan beraroma sedap itu telah melalui proses yang panjang untuk bisa terhidang. Kopi merupakan salah satu komoditi yang pula tumbuh di berbagai wilayah adat. Keberadaannya menegaskan keterkaitan kopi dengan mereka para petani kopi yang menjadi bagian dari komunitas adat. Pada Jelajah Nusantara kali ini, Nurdiyansah Dalidjo mengajak kita berbincang dengan kawan dari Bengkulu yang dikenal sebagai lumbung kopi. Obrolan akan memberikan sudut pandang yang lain untuk kita bisa mendukung gerakan Masyarakat Adat melalui kopi.

View Details

Bertaman padi tak selamanya dilakukan di lahan sawah irigasi, lahan kering pun bisa ditanami dengan beragam bentuk pendampingan. Padi Ladang atau yang biasa dikenal dengan sebutan Padi Huma adalah cara menanam padi yang biasa dilakukan oleh Masyarakat Adat. Cara menanam padi di ladang tanpa membutuhkan aliran air yang banyak dan satu kali panen dalam setahun ini memiliki kualitas yang sangat bagus. Padi ladang bisa bertahan bahkan hingga bertahun-tahun tanpa mengalami pembusukan. Dan pada episode kali ini berkaitan dengan Hari Pangan Sedunia, Warung AMAN mengangkat tema Padi Ladang vs Padi Sawah untuk menambah pengetahuan pendengar tentang kearifan lokal yang dilakukan oleh Masyarakat Adat selama ini.

View Details

Anyaman merepresentasikan kehidupan perempuan adat. Meski pada awalnya anyaman dibuat sebagai barang-barang fungsional untuk berbagai hal, seperti wadah benih dan perkakas dapur, namun anyaman menyimpan pula nilai filosofis. Bahan-bahan rotan atau bambu didapat dari wilayah kelola perempuan adat, begitu pula motif dan teknik pada anyaman yang kerap melambangkan pengetahuan terkait filosofi Masyarakat Adat.

Jelajah Nusantara kali ini menemui seorang pengrajin anyaman dari Desa Haringen di Kalimantan Tengah. Namanya Bu Lilis. Ia berbagi pengalaman dan pandangan menjadi perempuan adat penganyam.

View Details

Zaman sekarang banyak orang yang takut dengar istilah “Dukun”. Kata Dukun seringkali dikaitkan dengan hal-hal mistis atau ilmu gaib, sehingga membuat orang menempatkan kata tersebut dalam konotasi negatif. Padahal, istilah Dukun sering kali digunakan pada kehidupan Masyarakat Adat. Dukun dianggap sebagai orang penting yang dapat menyembuhkan orang sakit dan juga ibu yang akan melahirkan, istilah ini jauh dari hal mistis dan juga ilmu gaib.

View Details

Bagi Masyarakat Adat di Kanekes (Urang Kanekes) atau akrab kita kenal dengan Baduy, berjalan kaki punya makna lebih dari sekadar upaya melakukan gerak tubuh. Kehidupan mereka di perbukitan di Lebak, Banten, selalu lekat dengan jalan kaki. Aktivitas mereka pergi ke ladang, sungai, hutan, maupun berdagang ke kota, ditempuh dengan berjalan kaki berjam-jam atau berhari-hari. Bahkan, pantang bagi Urang Kanekes Dalam untuk menggunakan alas kaki dan kendaraan. Bagi mereka, berjalan kaki adalah amanah leluhur.

Nurdiyansah Dalidjo bersama Tim RGA bertamu ke rumah Urang Kanekes. Perjalanan pun ditempuh dengan cara berjalan kaki antara perbatasan Baduy Luar dan Baduy Dalam. Selain merasakan sendiri pengalaman berjalan kaki di wilayah adat Baduy, obrolan terkait filosofi di balik “ibadah” jalan kaki pun dilakukan. Ada kekaguman dan penghormatan terhadap kesederhanaan Masyarakat Adat Baduy, termasuk cara mereka merawat hutan secara lestari.

View Details

Banyak hal unik yang terjadi di kehidupan Masyarakat Adat, salah satunya keunikan dalam Pernikahan. Suku Sasak yang berada di Lombok, Nusa Tenggara Barat memiliki hal unik dalam proses menuju sebuah pernikahan, yaitu dengan menculik atau biasa dikenal dengan Merari. Tradisi meculik pasanagn ini dipercaya berasal dari sebuah mitos. Konon terdapat putri raja yang sangat cantik, dan raja pun memberi tantangan. Bagi siapapun yang dapat menculik putri, maka orang tersebut akan dinikahkan dengan putri raja. Mitos inilah yang masih dipercayai dan turun menurun berkembang di Suku Sasak, sehingga Merari masih lestari hingga kini dan dilakukan hingga saat ini.

View Details

Bagi Masyarakat Adat Tobelo Dalam yang berada di Halmahera, Hutan bukan sekedar tempat tinggal tapi kehidupan. Hutan bernama Akejira tersebut menjadi ruang hidup bagi kelompok kecil suku Tobelo Dalam yang kini jumlahnya semakin sedikit. Dipimpin oleh seorang Perempuan karena para laki-laki dikriminalisasi oleh Negara, suku ini banyak menghadapi masalah yang tidak kunjung selesai. Akejira menjadi tujuan eskpansi pembukaan lahan selanjutnya dari Perusahaan Tambang Nikel terbesar di Indonesia Timur, bernama PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP).

Perampasan tanah oleh perusahaan yang akan membuat skala bencana alam serta malapetakan social lingkungan seperti penggundulan dan kebakaran hutan, banjir, tanah longsor, kekeringan dan abrasi pantai ini tidak bisa membuat Ketua BPH AMAN Maluku Utara yang sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Halmahera Tengah 2019 – 2024 berdiam diri.

Simak Bincang Bersama Pejuang Masyarakat Adat “Selamatkan Masyarakat Adat Tobelo Dalam”.

Cek juga Podcast kami di Spotify dengan mengetik “RADIO GAUNG AMAN” pada kolom pencarian

View Details

Perempuan adat ada! Tetapi, siapa itu “perempuan adat” dalam konteks Indonesia?

Dan apa yang dimaksud dengan hak perempuan adat sebagai bagian dari hak kolektif

Masyarakat Adat yang sangat khas? Lalu, tantangan-tantangan apa saja yang

dihadapi oleh perempuan adat dalam upaya terhadap pemenuhan hak-haknya?.

Simak obrolan Radio Gaung AMAN bersama Ketua PEREMPUAN AMAN Devi

Anggraini dalam mengupas persoalan perempuan adat di Indonesia. Dalam

perbincangan ini, kita juga sekaligus mengenal apa itu PEREMPUAN AMAN dan kerja-

kerja yang dilakukan oleh organisasi sayap AMAN itu selama beberapa tahun

terakhir ini.

View Details

Masyarakat Adat kaya akan berbagai sumber daya. Alam yang lestari memberi manfaat & inspirasi bagi warga adat untuk menghasilkan produk kerajinan & seni sebagai bagian dari kehidupan Masyarakat Adat.

Pada Jelajah Nusantara kali ini, Nurdiyansah Dalidjo mengajak kita mengunjungi Gerai Nusantara di Kota Bogor. Edisi ini mengupas hal-hal terkait pengembangan produk Masyarakat Adat lewat perbincangan bersama Rina Agustine (Gerai Nusantara) & Nursida (penenun/pendamping kelompok tenun Kajang).

Jelajah Nusantara Edisi Menghargai Produk Masyarakat Adat

Jumat, 13 September 2019

Pukul 16:30 WIB

www.radio.aman.or.id

View Details

Kopi Nusantara adalah kopi dari Indonesia yang sudah tidak lagi diragukan citarasa dan

popularitasnya. Indonesia menjadi Negara penghasil kopi terbesar ke 4 di dunia. Selain itu , kita juga

dikenal sebagai penghasil kopi dengan citarasa terbaik, apalagi yang berasal dari tanah komunitas

adat nusantara. Sangking banyaknya kopi dengan cap asli nusantara membuat banyak penikmatnya

bingung kalua harus mencari yang benar-benar asli. Tapi tenang, Indigenous Coffee dapat menjamin

keaslian kopi yang dipunya karena langsung dihasilkan dari tangan Masyarakat Adat. Ada banyak

citarasa yang disajikan, gak percaya? Dengar dulu obrolan kami kali ini.

View Details

Wajah Masyarakat Adat pada film bukanlah hal yang asing lagi. Kita telah banyak

melihat kehadiran mereka pada berbagai media audio-visual. Tetapi, melibatkan

Masyarakat Adat dalam proses pembuatan film dan menempatkan mereka sebagai

subjek pada film itu sendiri, merupakan hal yang masih terbilang baru. Bersama

dengan Nanang Sujana dan Paul Redman, pembuat film dokumenter dari Inggris,

Radio Gaung AMAN memperbincangkan tentang topik Masyarakat Adat dan film. Hal

itu bukan hanya terbatas pada pendekatan partisipatif dalam membuat film bertema

Masyarakat Adat, tetapi juga melihat film sebagai bagian dari upaya untuk

mengadvokasi hak Masyarakat Adat dan isu-isu lain yang terkait dengan wilayah

adat.

View Details

Serentaun adalah upacara pesta panen dan menjadi puncak dari ritual adat terkait dengan padi. Sebuah perayaan besar sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan, leluhur, dan alam melalui sosok Nyai Pohaci - Sang Dewi Kesuburan. Seluruh warga Kesatuan Adat Banten Kidul, termasuk mereka yang merantau, pulang dan berkumpul untuk mengikuti rangkaian acara, termasuk upacara adat penyimpanan padi ke dalam "leuit" (lumbung), pawai budaya, pentas musik, dan lain-lain.

Ikuti perjalanan Tim Radio Gaung AMAN mengikuti Serentaun di Kasepuhan Cisitu yang berada di kawasan perbukitan Gunung Halimun di Kab. Lebak, pada edisi khusus Jelajah Nusantara yang ditayangkan pada jam setengah lima sore melalui www.radio.aman.or.id. Sobat Nusantara juga bisa mendengarkannya pada Podcast/Spotify kami.

View Details

Dr. Myrna adalah seorang dokter, feminis, dan aktivis Masyarakat Adat. Perempuan

yang mengawali karier sebagai guru itu merupakan sosok penting di balik berbagai

kesepakatan perdamaian dan pengakuan hak Masyarakat Adat di Nikaragua.

Pengalamannya dalam mengadvokasi persoalan Masyarakat Adat selama lebih dari

30 tahun, telah menempatkannya sebagai pemimpin gerakan Masyarakat Adat di

Amerika Latin.

Bersama Dr. Myrna, Radio Gaung AMAN berbincang tentang potret perjuangan

Masyarakat Adat di Amerika Latin, kerja-kerja terkait dengan pendokumentasian

pengetahuan/kearifan Masyarakat Adat, serta tantangan pembangunan saat ini

terkait dengan Masyarakat Adat.

View Details

Gam Simary, Secretary General Asia Indigenous Peoples Pact (AIPP).

Seperti apa perkembangan perjuangan Masyarakat Adat di Asia? Radio Gaung AMAN

berkesempatan untuk berbincang dengan Sekjen AIPP tentang kompleksitas

Masyarakat Adat di Asia pada Perayaan HIMAS 2019 di Jakarta. Dengan keragaman

yang begitu kaya, Masyarakat Adat di Asia punya keunikan terkait dengan peluang

dan tantangan dalam memperjuangkan hak Masyarakat Adat. Dan bagaimanakah

kita perlu melihat Masyarakat Adat sebagai solusi untuk persoalan lingkungan dan

isu-isu global saat ini?

View Details

Kabar gembira tiba dari Masyarakat Adat Dayak Iban Sungai Utik di Kab. Kapuas Hulu, Kalimantan Barat. Mereka baru saja mendapat Penghargaan Kalparu dan satu-satunya komunitas adat dari Indonesia yang telah dinyatakan akan meraih Equator Prize dari UNDP di New York, Amerika Serikat.

Pada Jelajah Nusantara kali ini, Nurdiyansah Dalidjo mengajak Sobat Nusantara untuk berbincang dengan warga adat dari Sungai Utik. Edisi ini mengajak kita mengenal lebih dalam tentang filosofi dan kearifan lokal Masyarakat Adat dalam mengelola hutan. Dan hal itu menegaskan pandangan untuk melihat Masyarakat Adat sebagai solusi alternatif bagi persoalan lingkungan saat ini dan nanti.

View Details

Warung AMAN eps.02 ini membahas tentang Pemuda Adat dari Komunitas Talang Mamak – Riau bernama Supriadi Tongka. Supriadi berserta pemuda adat lainnya tergabung dalam BPAN (Barisan Pemuda Adat Nusantara) Talang Mamak melakukan jejak leluhur, seperti mengunjungi makam leluhur, menggali sejarah asal usul dan melakukan pemetaan wilayah adat. Komunitas Talang Mamak – Riau, salah satu komunitas yang hampir punah akibat wilayah adatnya tergerus oleh kebuh sawit milik perusahaan dan pengusaha besar. Keadaan yang miris di komunitasnya tersebut membuat Supriadi dan para pemuda adat lainnya harus bangkit bergerak mempertahankan komunitasnya yang kini diambang kepunahan. 

View Details

“Selamat datang di Borneo. Pada edisi ini, Nurdiyansah Dalidjo mengajak Sobat Nusantara untuk menengok Kabupaten Sintang di Kalimantan Barat. Wilayah perbukitan yang masih diselimuti oleh hutan itu kian terjepit oleh pertambangan dan perkebunan. Di sana Masyarakat Adat seringkali dianggap tak mampu untuk mengelola potensi wilayah adatnya. Padahal, riset valuasi ekonomi terhadap wilayah adat menunjukkan hal yang sebaliknya.

View Details

Warung AMAN edisi kali ini akan membahas tentang Sekolah Adat, salah satunya yang berada di Banyuwangi – Jawa Timur bernama Yayasan Kampoeng Baca Taman Rimba (Batara). Berdiri sejak akhir tahun 2014, tempat ini menjadi wadah pendidikan alternative untuk anak-anak untuk belajar sambil bermain dan menanamkan budaya sejak dini. Widie Nurmahmudy, pendiri Kampoeng Batara pun awalnya tidak pernah menyangka bahwa tempat yang didirikan bersama istinya ini bisa bertahan dan memiliki banyak anak didik. Berangkat dari ketidaksengajaan membuat ruang belajar dan bermain di desanya, kini Widie seperti sosok penerang bagi generasi mendatang anak Masyarakat Adat tanpa melupakan budaya yang menjadi jati diri. 

View Details

Bagi banyak Masyarakat Adat, menenun punya makna yang lebih dari sekadar kebiasaan atau tradisi. Kain tenun pun tak hanya menjadi pemenuhan kebutuhan sandang, melainkan sesuatu yang menjalin relasi-relasi dalam kehidupan Masyarakat Adat.

Pada edisi kali ini, Nurdiyansah Dalidjo mengajak Sobat Nusantara ke Kampung Rendu di Nagekeo, Nusa Tenggara Timur. Di sana, kita akan menemui Mama Mince, Mama Ros, dan Mama Beatriks yang di sela-sela kesibukannya berladang, masih menenun kain. Di balik suara hentakan alat tenun, ada semangat perjuangan yang sedang dikuatkan untuk mempertahankan wilayah adat mereka dari agresi pembangunan. 

View Details

Sobat Nusantara, ingin jalan-jalan ke penjuru nusantara dengan sensasi berbeda? Pengen tahu bagaimana kehidupan Masyarakat Adat dan tradisi mereka? Yuk dengarkan Jelajah Nusantara, sebuah program Radio Gaung AMAN yang tidak hanya mengajak anda jalan-jalan ke penjuru Nusantara, tapi juga memberikan pengetahuan tentang kehidupan Masyarakat Adat dan tradisi mereka.

Kali ini Jelajah Nusantara ingin mengajak anda jalan-jalan ke negeri Nyiur Melambai. Nurdiyansah Dalidjo akan membawa anda pada kehidupan Masyarakat Adat Minahasa dan mengetahui bagaimana tradisi Mapalus masih dijalankan hingga kini.