Membicarakan hal-hal yang populer di masyarakat dan mengulasnya dari berbagai sudut pandang. Semua dikemas secara santai layaknya obrolan pengantar tidur saat menginap bersama.
Yuk follow IG @sleepovertalk untuk update episode-episode lainnya.
Di episode Sleepover Talk kali ini, kami ngomongin game-game zaman dahulu, zaman-zaman PS1, PS2, rental, dan warnet. Mulai dari Bully, GTA San Andreas, Pepsi Man, Ragnarok, dan lain-lain.
Pernah kebayang jadi customer service? Well, jujur kami ngebayanginnya aja agak sulit. Gimana enggak? Ibaratnya, bukan kita yang salah, tapi kita yang kena omel.
Cuma, kehidupan jadi customer service ternyata enggak selalu buruk. Kami ngobrol sama @farizimr, salah satu temen yang jadi customer service di perusahaan kargo. Setelah dia cerita, kami sadar kalo jadi customer service itu adalah pekerjaan yang seru dan menarik!
Pandemi COVID-19 kayanya belum akan berhenti di waktu dekat. Tentu aja, beberapa industri mungkin masih akan kesulitan. Salah satunya adalah penerbangan.
Buat temen kami, Cindy, yang kerjaan sehari-harinya adalah pramugari, COVID-19 jelas ganggu banget. Untungnya, Cindy punya cara yang keren banget buat ngatasin kesulitan ini. Pengen tau cerita Cindy dan gimana doi ngatasin semua ini? Langsung aja dengerin Episode 09 10 Menit Lagi by Sleepover Talk!
Prank Bu Sisca ini juga bikin kecele media. Banyak banget media yang ketipu. Beberapa dari mereka bahkan sampe bikin tribute buat Bu Sisca!
Kami jadi penasaran, apa iya media di Indonesia gampang banget ketipu? Apa karena pembacanya naif?
Nah, untuk jawab semua itu, kami ngobrol sama Mas @rossifinza. Mas Rossi ini salah satu pegiat media yang udah kawakan banget. Buat yang suka dengerin Box2box, pasti ga asing sama doi.
Bappenas memprediksi bahwa akan ada 12,7 juta orang Indonesia yang menganggur pada 2021 akibat pandemi corona. Ada beberapa di antara teman kami yang termasuk dalam 12,7 juta orang tersebut. Ia bercerita bagaimana awalnya pandemi ini bisa membuatnya pekerjaan, sampai caranya menghadapi kenyataan ini.
Setelah pandemi muncul, banyak banget film yang rilisnya ditunda. Akibatnya, kita nggak dapet banyak tontonan berkualitas.
Namun, sebagai seorang filmmaker, @kurniacputra punya cara buat ngakalin itu. Doi bikin film tanpa harus ketemu langsung dengan aktornya!
Wih, gimana tuh caranya? Sekut, dengerin langsung di sini.
Di episode keenam 10 Menit Lagi, kami ngobrol sama @akbarprabowow. Akbar ini merupakan pegowes yang terbilang rutin.
Yang ngebedain Akbar sama kebanyakan pesepeda lainnya, doi ngerakit sepedanya sendiri! Kok bisa? Langsung aja dengerin cerita dan tips Akbar seputar ngerakit sepeda di sini!
Di episode 27 Sleepover Talk, kami ngobrol sama @ariqsy dan @snmala tentang pengalaman mereka hidup di Inggris selama pandemi virus corona. Mereka cerita mulai dar gimana sikap masyarakat Inggris menghadapi COVID-19, sampai bagaimana caranya mereka bisa pulang ke Indonesia di era seperti ini.
Penasaran? Langsung aja dengerin di sini.
Di episode kelima 10 Menit Lagi, kami ngobrol sama Ucan, salah satu temen kami yang nikah sama WNA.
Yusanne alias Ucan nikah sama WNA asal Jepang, Kaiji, pada April 2019 lalu. Ucan cerita gimana lika-liku persiapan pernikahannya, sampai kunci utama dari membangun bahtera rumah tangga sama WNA.
Penasaran sama cerita Ucan? Langsung aja dengerin di sini!
Salah satu hal yang bener-bener terhambat oleh pandemi corona adalah pernikahan. Banyak orang yang mesti ngubah jadwal dan menyesuaikan rencana hari indah mereka.
Salah satunya adalah temen kami, @sarahivone. Doi emang udah berencana untuk menikah di 2020 ini. Sayangnya, pandemi corona menyerang dan semuanya berubah.
Eits, sebentar. Ivone ternyata mampu loh nanganin pernikahannya di tengah pandemi dengan baik. Bahkan, Ivone bisa ngelihat sisi positif dari semua ini!
Penasaran sama cerita Ivone tentang pernikahannya di tengah pandemi corona? Kuy, langsung dengerin di episode terbaru 10 Menit Lagi by Sleepover Talk!
Sutradara ternama, Garin Nugroho, pernah bilang bahwa Indonesia masih kurang ruang apresiasi buat para pelaku kreatif. Akibatnya, banyak artis di Indonesia yang kesulitan buat ngembangin kemampuan mereka.
Berangkat dari keresahan itu, Just Show It muncul. Just Show It adalah serial konten, program edukasi, dan hiburan berbasis digital yang akan mengolaborasikan beberapa sektor industri kreatif, mulai dari musisi, filmmaker, sampai artworker.
Keren kan? Nah, di episode 10 Menit Lagi kali ini, kami bakal ngobrol langsung sama program director Just Show It, @maghfiroridho.
Ridho bakal cerita tentang misi Just Show It dan bakal ngasih tips buat kalian, siapapun, yang pengen karyanya dapet ruang di publik.
Penasaran? Langsung aja dengerin di sini!
Di episode kedua 10 Menit Lagi, kami kedatangan tamu dari mereka yang pernah menjalani kuliah di Inggris.
Ada @snmala yang sekarang tercatat sebagai mahasiswa program magister Educational Assesment di University College London dan @sheniaap yang baru aja lulus dari program magister International Marketing di University of Leeds.
Nah, Mala dan Shenia nggak cuma cerita pengalaman mereka aja, tapi juga bakal sharing tips kunci supaya bisa kuliah di luar negeri.
Pengen tau lebih lanjut? Langsung aja dengerin di sini!
Ini dia yang udah kalian tunggu-tunggu, episode pertama 10 Menit Lagi!
Pernah denger font bernama Lemon Milk? Font yang satu ini sering banget dipake sama brand-brand dan public figure ternama loh. Salah satunya adalah Taylor Swift!
Nah, di episode pertama 10 Menit Lagi, kami bakal ngobrol sama pencipta dari Lemon Milk dan berbagai font kece lainnya, @ariqsy! Doi bakal cerita awal kiprah dia di dunia tipografi dan kisah di balik Lemon Milk. Oh ya, doi juga bakal ngasih tips buat kalian yang mau terjun ke dunia ini.
Penasaran? Langsung aja dengerin di Spotify Sleepover Talk!
Tak hanya aktivitas belajar-mengajar, pandemi virus corona juga membuat aktivitas sakral setelah kulaih terganggu. Ya, benar, wisuda.
Sampai saat ini, tentu saja, tak ada aktivitas wisuda di tempat. Seperti perkuliahan, beberapa universitas sudah menggelar wisuda online lewat gawai masing-masing.
Namun, beberapa universitas masih menanti apakah wisuda bisa digelar langsung atau tidak. Termasuk universitas tempat Anwar, narasumber kami di episode sebelumnya, berkuliah.
Dari situ, kami mendengarkan keluh kesah Anwar soal ketidakpastian wisuda 2020 ini.
Pandemi virus corona membuat segala aktivitas terkendala. Salah satunya adalah perkuliahan.
Demi meminimalisir risiko, perkuliahan tak bisa berlangsung di kelas. Sebagai gantinya, dosen mengadakan kegiatan mengajar lewat dunia maya.
Berangkat dari situ, kami penasaran, bagaimana rasanya kuliah dari jarak jauh? Kami bertanya kepada seseorang yang tengah menjalani itu.
Banyak yang berbeda dari Lebaran 2020. Mulai dari hampir tak adanya silaturahmi tatap muka, hingga salat ied.
Namun, selain hal-hal yang esensial itu, Lebaran 2020 menjadi ajang dari munculnya hampers. Orang-orang mengirim hampers yang bermacam-macam isi dan bentuknya.
Well, hampers sebenarnya bukan barang baru. Bingkisan ini, sebelum-sebelumnya, dikenal dengan nama parcel.
Lantas, mengapa kirim-mengirim hampers menjadi polemik di media sosial? Kami membahasnya di sini.
Lebaran. Momen penuh suka cita, tak hanya buat Muslim, tetapi untuk kita semua.
Baju baru. Makanan lezat. Bincang-bincang kecil dengan keluarga. Semua tersaji di Lebaran.
Namun, yang paling utama, adalah ketika kita berbahagia bersama.
Minal Aidzin Wal Faidzin, mohon maaf lahir batin.
Berpuasa, buat sebagian orang, bukan perkara mudah. Ada berbagai rintangan yang mesti dilalui, yang kerap membuat mereka untuk batal.
Beberapa di antara kami pernah melakukan itu. Malu, tentu saja, tetapi kami menceritakan semuanya di sini.
Banyak hal yang tak bisa kita lakukan di Ramadhan kali ini. Salah satunya adalah buka bersama.
Buka bersama menjadi ajang reuni, berkumpul, dan bersuka cita di bulan Ramadhan. Namun, ada juga mereka yang berupaya untuk menghindari buka bersama.
Kami membahas semuanya di sini.
"Nggak afdol kalau zaman SMA nggak pernah ikutan SOTR".
Tak semua dari kami, sih, yang pernah ikut Sahur on The Road. Namun, kami tahu betapa seru dan menarik cerita-cerita dari kawan-kawan yang mengikuti SOTR. Kami membahasnya di sini.
Bagi muslim yang melakukan praktik agama, Ramadhan adalah segalanya. Bulan di mana pintu pahala terbuka selebar-lebarnya.
Tak hanya berpuasa, tetapi juga bagaimana soal membangun silaturahmi. Singkatnya, Ramadhan adalah bulan yang membahagiakan buat hampir semua muslim.
Namun, bagaimana dengan mereka yang bukan muslim? Well, kami menanyakan perihal Ramadhan dari kacamata mereka di episode ini
Bagi sebagian orang, bangun untuk sahur adalah sesuatu yang sulit. Untuk membantu orang-orang tersebut, ada mereka yang 'sukarela' untuk keliling berteriak-teriak menyuruh bangun.
Niat mereka baik. Namun, tak semua orang suka dengan aksi mereka. Memang, implementasi dari niat mereka itu terkadang kelewat batas. Kami membahas pro-kontra dari parade sahur di episode kultum kali ini.
Pukul tiga pagi di bulan biasa terasa sunyi senyap. Namun, tidak ketika di bulan Ramadan.
Berbagai tayangan televisi menarik tersedia. Tentu saja, untuk menemani sahur.
Ada seri sinetron yang sekarang sudah lebih dari 10 season. Ada juga acara komedi yang mengundang gelak tawa.
Mana yang paling berkesan? Kami membahasnya di sini.
Ada pandangan berbeda soal sahur.
Buat sebagian, sahur itu tidak perlu-perlu amat. Mereka meyakini bahwa sahur bukan sebuah big deal dan tak akan menjadi masalah jika tidak dilakukan.
Buat sebagian lagi, sahur dirayakan dengan meriah. Wajar, karena itu menjadi makanan terakhir mereka selama sekitar 14 jam ke depan.
Well, apa pun pandangannya, sahur selalu menarik untuk dibahas.
Banyak momen yang membuat Ramadhan spesial. Salah satunya adalah Tarawih.
Tarawih adalah perkara berlomba-lomba mengejar pahala. Namun, buat banyak orang, terutama yang masih anak-anak, Tarawih adalah ajang untuk bercengkerama. Kami mengenang itu semua di kultum kali ini.
Marhaban ya Ramadhan.
Di bulan suci ini, Sleepover Talk membuat segmen khusus bernama Kultum Session. Tentu, kami tak akan ceramah. Kami tak memiliki ilmu untuk itu.
Namun, kami akan menceritakan beberapa pengalaman menarik yang kami rasakan di bulan Ramadhan. Nah, di sesi pertama segmen spesial ini, kami akan berbicara tentang 'ritual' di bulan Ramadhan, Salat Tarawih.
Pada 8 April 2020 lalu, berita yang begitu menyedihkan menerpa. Salah satu musisi terbaik Indonesia, Glenn Fredly, meninggal dunia.
Buat kami, Glenn Fredly adalah sosok yang terasa dekat. Lagu-lagunya menemani kami, baik dalam senang maupun sedih, tetapi yang paling utama ketika kami patah hati.
Kepergian Glenn Fredly tentu menambah rasa perih di 2020 yang memuakkan ini. Namun, kami mencoba untuk mengenang segala hal positif yang diberikan Glenn Fredly.
Selamat jalan, bung Glenn.
Virus corona masih membuat kita semua tetap di rumah. Paling tidak, sebisa mungkin, di rumah.
Tentu, di rumah saja membosankan. Kami paham betul itu. Satu dari kami bahkan tak bisa bekerja dengan maksimal karena mesti mendekam di rumah.
Namun, bukan berarti tak ada cerita lucu dari di rumah saja. Kami bertanya kepada sejumlah pendengar dan, well, jawaban mereka lucu-lucu.
Satu penjawab, yang kami tahu baru saja menikah, menjawab bahwa ia semakin sering menjalankan ibadah bersama pasangannya. 'Sunah nabi', katanya. Hmm.
Jujur saja, kami pemalas. Buktinya, kami hanya memproduksi tiga podcast dalam sekitar dua bulan terakhir. Sialnya, topiknya tetap sama, virus corona.
Jujur saja, kami mulai jenuh membahas ini. Namun, apa boleh buat. Virus yang satu ini, masih, bahkan semakin mewabah.
Di episode kali ini, kami bercerita dampak dari virus corona terhadap kehidupan kita semua. Mulai dari kebijakan (lucu) yang dibuat pemerintah, sampai kehidupan pekerjaan kita semua.
Jujur saja, kami tak tahu kapan situasi ini akan mereda. Namun, jangan sekali-kali menyerah.
Coronavirus, virus corona, COVID-19.
Apa pun itu, tiga hal di atas tengah menjadi momok semua orang di dunia saat ini. Banyak orang kalut, panik, dan kalang kabut. Wajar, sih, karena virus corona bisa dibilang cukup berbahaya. Tak ada siapapun yang ingin sakit, bukan?
Namun, munculnya virus corona juga bisa menjadi petunjuk bagaimana suatu negara menangani krisis yang menerpa. Indonesia? Well, kami membahasnya di episode ini.
BEAUTY PRIVILEGE
"Yang ngetweet 'Kalau orang jelek ngelakuin ini pasti blablabla kalo orang cakep ngelakuin ini pasti blablabla' pasti mukanya emang, mohon maaf, jelek," cuit seorang bintang film tampan nan rupawan.
Berkat twit itu, sang bintang film dihujat. Ia dianggap tak sadar bahwa beauty privilege itu ada.
Beauty privilege? Apa iya memang benar ada? Bukankah yang menentukan kesuksesan seseorang itu usahanya ya, bukan tampangnya?
Eits, tahan dulu pertanyaanmu itu. Kami jawab semuanya di podcast Sleepover Talk episode ini
DARK JOKES
Virus Corona yang mewabah ke hampir seluruh belahan dunia mengundang duka, tangis, dan tentu kematian. Namun, juga candaan.
Banyak lelucon yang beredar menyoal virus Corona ini. Kalau tak percaya, cek saja media sosial. Lelucon-lelucon itu lantas mendapat label "Dark Jokes".
Apa itu dark jokes? Apakah memang tragedi itu ada untuk ditertawakan? Kami mengupasnya di episode ini.
TIKTOK
Bowo Alpenliebe mungkin sedang tertawa saat ini. Pada medio 2018 lalu, bocah yang satu ini menjadi olokan banyak orang akibat aksinya di Tiktok. Kini, hampir semua orang ingin menjadi Bowo.
Tiktok kembali viral, tetapi kini jangkauannya lebih luas. Orang-orang yang dulu mengolok-olok Bowo, kini ikut-ikutan bermain Tiktok.
Fenomena ini jelas menarik, dan tentu saja, menggelikan. Bukan berarti Tiktok-nya, ya, yang menggelikan.
Dari situ, kami tergelitik untuk membahas fenomena Tiktok ini. Masih membahas fenomenanya, ya, belum membuat video jogetan di Tiktok. Well, mungkin kami akan membuat video Tiktok.
Mungkin.
MEDIA dan REYNHARD SINAGA
Kasus Reynhard Sinaga adalah kasus yang mengerikan sekaligus memalukan. Apa, sih, yang sebenarnya ia pikirkan sampai bisa memerkosa sekian banyak manusia?
Namun, kami tak bisa menjawab itu. Lagipula, Reynhard salah. Titik.
Yang menggelitik kami dari kasus Reynhard ini adalah menyoal bagaimana cara media di Inggris--tempat kasus Reynhard terjadi--dan di Indonesia memberitakan kasus ini.
Perbedaan itu lantas membuat perdebatan. Mayoritas orang percaya bahwa media Inggris melakukan pekerjaan yang luar biasa, sementara media Indonesia tak punya etika.
Well, perdebatan itulah yang kami bicarakan di episode ini.
2019 telah berlalu.
Buat sebagian orang, 2019 adalah tahun yang cemerlang, tahun ketika mereka mendapatkan berkah dan anugrah.
Buat sebagian lagi, 2019 bisa jadi tahun penuh bencana, tahun ketika mereka mendapatkan musibah.
Namun, yang jelas, 2019 adalah tahun yang penuh warna. Kami mencoba mengingat dan membahas kembali warna-warni yang terpatri di 2019 lalu.
Selamat tahun baru semuanya, semoga 2020 menjadi tahun yang menyenangkan untuk kita semua.
Ada satu perdebatan yang selalu terjadi menjelang akhir tahun di Indonesia. Ya, benar, menyoal Natal.
Di Indonesia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, perdebatan menyoal pengucapan selamat Natal pasti akan selalu muncul. Menurut sebagian Muslim, haram hukumnya untuk memberikan ucapan selamat Natal. Bagi sebagian Muslim juga, sah-sah saja memberikan ucapan seperti itu.
Tentu saja, semua itu kembali kepada kepercayaan tiap individu. Kami tak ingin menilai, terlebih menghakimi kepercayaan orang. Namun, kami tergelitik untuk membahas perdebatan itu.
Selamat hari Natal, semoga Tuhan memberkati kita semua.
Lembur, buat sebagian orang, adalah berkah. Bagi sebagian sisanya, adalah musibah.
Kami paham mengapa ada opini berbeda menyoal lembur. Keuntungan (uang) yang didapatkan dari lembur jelas lumayan. Di satu sisi, orang-orang yang membenci lembur tentu memiliki hal lain yang mungkin lebih penting.
Kali ini, kami ingin mengajak kalian untuk berpikir, bagaimana, sih, sebaiknya menyikapi lembur?
Ada satu tabib yang begitu tenar di Indonesia. Tabib yang juga merangkap sebagai ibu-ibu ini dibilang super sakti, sampai-sampai pasiennya membludak.
Namun, bukan kesaktian sang ibu yang ingin kami bahas. Melainkan pemikirannya. Sang ibu bilang bahwa orang yang diperkosa jauh lebih salah ketimbang yang memerkosa.
Dari situ, kami bertanya-tanya. Kenapa, sih, orang masih menyalahkan korban pemerkosaan?
Halo semuanya.
Kali ini, kami kembali ke akar. Ya, kami membahas tentang apa-apa saja yang tengah trending belakangan ini. Mulai dari selera musik yang diperdebatkan, sampai kecelakaan otopet yang merenggut nyawa.
Selamat menikmati!
Jujur saja, kita semua pernah melanggar hak cipta. Mulai dari yang sepele, seperti mengambil gambar di pinterest lalu mengunggah ke akun Instagram pribadi, sampai copas tugas orang.
Memang, seringkali, kita tidak sadar melakukan itu. Namun, semestinya, tak ada pembelaan kalau sudah melanggar.
Satu yang pasti, permasalahan hak cipta tidak sehitam putih itu. Ada batas-batas yang seringkali tak terlihat. Dari situ, kita mencoba untuk membahas permasalahan ini.
Sadar atau tidak, kita semua memiliki privilege.
Bentuknya tentu tak selalu uang. Bisa saja moral, bahkan kasih sayang.
Meskipun begitu, kita tak bisa memungkiri bahwa privilege adalah apa yang membedakan kita, dengan orang-orang lain.
Dari situ, kita tertarik untuk membahas masalah ini. Semoga saja, pembahasan kami cukup tuntas dan memuaskan.
Ah, kejutan di ulang tahun. Buat sebagian besar orang, baik yang berulang tahun atau yang memberikan kejutan, hal ini adalah sesuatu yang menyenangkan.
Bagaimana tidak? Yang ulang tahun tentu senang, karena hari bahagianya menjadi begitu berkesan. Sementara, yang memberi kejutan pasti senang bisa membahagiakan teman mereka yang berulang tahun.
Namun, tak jarang kejutan ulang tahun berakhir buruk, bahkan tragis. Apa yang baru-baru ini terjadi di Lampung menjadi contoh yang paling aktual. Penyebabnya, tentu saja, kejutan yang diberikan melewati batas normal.
Dari situ, muncul berbagai pertanyaan di kepala kami bertiga. Utamanya, kejutan ulang tahun itu untuk merayakan, apa malah menyiksa, sih?
Kalian punya idola?
Kalau kami, sih, punya. Dimas katanya suka sama Pamela Anderson. Kalau Ganesh sukanya sih Zara JKT48. Budy? Dia ngefans banget sama Erza Scarlet. Gatau Erza Scarlet? Gimana sih.
Well, sah-sah aja mau mengidolakan siapa saja. Mulai dari artis, pemain bola, sampai sekadar selebtwit.
Tapi, ternyata banyak, ya, yang menuhankan idolanya. Banyak yang rela untuk melakukan apapun buat idolanya. Dari yang masuk akal, sampai yang di luar batas normal.
Nah, kami penasaran sama fenomena ini. Oleh karena itu, kami membahasnya di episode ini.
Indonesia (masih) gawat darurat?
Minggu lalu, kami membahas tentang empat isu besar yang disinyalir bakal berdampak besar (dan negatif) buat Indonesia. Setelah itu, kami berharap bisa membahas sesuatu yang lebih menyenangkan minggu depannya.
Tapi, sesuatu yang tidak menyenangkan kembali terjadi. Demonstrasi besar-besaran dilakukan oleh mahasiswa, tetapi ada beberapa oknum yang mengotori upaya mulia tersebut.
Oleh karena itu, kami merasa mesti untuk membahas hal yang tidak menyenangkan lagi.
RUUKPK, RUUPKS, RUUKUHP, dan Karhutla. Empat isu ini sedang hangat diperbincangkan oleh khalayak umum.
Sangat wajar, mengingat empat hal tersebut memiliki dampak yang sangat besar bagi Indonesia. Sayangnya, dampaknya sama sekali nggak positif.
Dari situ, Indonesia dinilai sedang gawat darurat! Nah, kami mau menilik lebih lanjut, sebenarnya, apa dampak empat isu itu bagi Indonesia?
Di episode kali ini, Ganesh curhat kepada Dimas, Budy, dan Dewa menyoal saran yang ia terima ketika menceritakan (baca: curhat) masalahnya kepada orang lain. Kata orang yang diceritakan, Ganesh tak sepantasnya mengeluh, karena ia adalah laki-laki.
Lantas, mengapa memangnya kalau laki-laki? Apakah laki-laki tidak boleh mengeluh? Tidak boleh curhat? Apakah laki-laki harus selalu "man-up?".
Sleepover Talk mempersembahkan segmen lepas dari Podcast kami: Chitter-chatter.
Ospek seolah menjadi hal yang mengerikan bagi akademisi baru, baik itu di tingkat sekolah, maupun kampus. Wajar, sih, karena memang banyak kejadian-kejadian tak mengenakkan yang kerap terjadi kala ospek berlangsung.
Padahal, ospek itu bisa dibilang penting. Lewat ospek, akademisi baru bisa mengenal semua hal mengenai tempat pendidikan barunya.
Dari situ, kami coba untuk membahas, mengapa, sih, beberapa ospek dikemas dengan begitu menyeramkan?
Tau @askmenfess? Kalau @tubirfess? Akun-akun Twitter ini biasa disebut akun base. Gampangnya, akun base itu jadi wadah buat numpahin opini, gosip, atau sebagainya, secara anonim! Nah, kita mau ngebahas akun-akun itu, dan kenapa orang suka banget jadi anonim di media sosial.
Belakangan ini, salah satu influencer yang paling populer di Indonesia menuai kontroversi di media sosial. Alasannya, dia mau bayar sesuatu...pake exposure! Lantas, kita tergelitik dan kepikiran, sebenarnya, pantas gak sih jasa orang diupah dengan exposure??