Puisi receh sembari menyeruput teh panas. Boleh loh siaran bareng. Salam rindu
Email ke : Karenwedar@gmail.com
Ini perjalanan menemukan cara kerja dunia saat ini. Beberapa tahun belakangan, gue sibuk mencintai seseorang. Dia adalah sosok yang tegar, mandiri, pejuang keras meski harus tertatih tatih. Tapi gue tetep mencintai dia. Dia adalah diri gue sendiri. Dan dibalik kesendirian ini, Gue jadi ngeliat sebuah konsep tentang cara pandang manusia.
Selalu ada alasan untuk setiap tindakan atau keputusan yang kita ambil. Selalu ada proses dibalik titik sukse. Tapi sayangnya banyak orang yang ngeliat hanya dari apa yang orang lain capai, bukan berat perjalanan nya menuju keberhasilan.
Tapi gue gak mau nyalahin orang orang kayak gitu, karena kalau kita berkaca sama diri sendiri seringkali kita juga ngelakuin hal yang sama kok.
Karena Manusia itu punya sisi egois, nggak jarang kita cuma mau lihat apa yang mau kita lihat aja, denger apa yang mau kita denger.
Alih alih sibuk berinvestasi untuk diri sendiri, lo justru malah asik ngebanding bandingin sama pencapaian orang lain yang bukan cuma buang waktu, tapi juga nyakitin diri karena kemakan ekspektasi.
Lalu isi kepala lo akan berisik :
Wah masih muda, tapi udah punya mobil sendiri. ih beneran nggak sih dia dapet beasiswa keluar negri? Perasaan dia biasa aja waktu sekolah. Asli temen gue enak banget jalan jalan terus, gak kayak gue yang lembur mulu. Kacau sih, temen angkatan gue udah pada nikah semua nih tinggal gue yang belom.
Habis selesai mikirin itu semua, terus tiba tiba ngomong “emang ya rumput tetangga selalu lebih ijo”
Gue ngilu sih tiap denger hal kayak gini. Karena nyatanya, tetangga kanan kiri depan belakang gue bahkan nggak punya taman dan gak punya rumput.
Jadi soal rumput, itu adalah rasa cemburu yang lo bangun dengan terbalut kata kata keren. Sebenernya yaaa gengsi ngakuin kalo iri.
Intinya manusia suka merasa dirinya paling bener, bahkan kadang ngambil peran seolah jadi paling tersakiti. Lupa kalau orang lain juga rasa dan orang lain juga punya kisah.
Ya… tapi itulah manusia, tempat nya salah dan penuh dosa, rapuh dan bercela.
gue tetep kok berterima kasih untuk orang orang yang selalu iri akan orang lain. Karena dari mereka gue belajar cara dunia bekerja
Dimana Menurut gue : Ga ada tolak ukur kesuksesan, jadi gak perlu nyamain pencapaian lo sama orang lain. Karena gak akan sama.
Gausah juga ngerasa minder kalau bukan lulusan tinggi, karena rejeki ga akan pernah ketuker. Tuhan gak timpang kok.
Gak ada standar umur sebuah pernikahan, jadi gausah khawatir kalo lo masih sendiri.
Menjadi sendiri juga bukan sesuatu hal yang semenakutkan itu kok, dan gak pernah ada paksaan untuk harus berpasangan karena kita manusia bebas.
Jadi, menurut gue ambil jeda waktu buat diri lo sendiri. Tidur, gausah overthinking sama hal hal yang belum terjadi. Kalau lo mau bandingin diri, jangan sama orang lain tapi sama diri lo yang kemarin atau tahun tahun sebelumnya. Selami diri sedalam dalamnya cari apa potensi lo, dan buat jadi lebih bernilai. Nikmati semua sensasi kecan sama diri lo. Lalu busungkan dada, dan bilang ke dunia kalau lo adalah ciptaanNya yang sempurna.
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Edisi sharing akan semua yang gue alami akhir akhir ini. Semoga bisa relate ke kalian ya sobat rindu
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Oleh : Karen Wedar Cahyo Pangastuti
16 November 2021
Banyak orang berkata luka akan sembuh seiring berjalan nya waktu Beberapa membalas, itu hanya kata kata bagi mereka yang tidak sungguh sungguh luka Beberapa menambahkan, bahwa itu jika waktu mereka berjalan, lantas bagaimana jika waktumu berhenti?
Bicara soal waktu, Waktu hanya membuatmu lelah dan juga terus bertambah tua Pernah terbersit, mengapa hidup ini harus memiliki waktu? Mengapa hanya sekedar bernafas, kau harus menghitung berapa sisa nya? Ribuan slogan terpampang dengan kata Hiduplah tanpa Batas Tapi waktu sendiri adalah sebuah batas samar yang jarang terlihat manusia
Beberapa motivator terus berkata hidup bukan lah sebuah perlombaan Tapi kau bicara soal hidup, maka kau akan selamanya berlomba dengan sang waktu
Waktu tidak punya label harga, tapi bukan berarti bisa kau beli Ia mengalir secara liar Berdiri tegak disela ruang rumpang Semua orang menggenggam waktunya sendiri Kencangkan peganganmu Karena jika suatu saat kau kehilangan waktumu Kau tidak akan pernah bisa memutarnya.
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Isi Kepala Dini Hari Oleh : Karen Wedar Cahyo Pangastuti
Jam terus berdetik seperti ramalan tak berarti Pukul tiga dini hari Menyesap batang rokok rasa ganja Kepala ku terus bergumam menyuarakan hal hal yang ku tahu hanya sekedar “jika”
Bagaimana “jika” ayah dan ibuku tidak bertemu Mungkin jiwa ku masih melayang bernegosiasi mencari manusia yang mau
Bagaimana “jika” aku memilih menyerah Mungkin semuanya menjadi lebih mudah
Bagaimana “jika” saat itu aku menolak bercinta Mungkin saja aku bukan jadi aib keluarga
Bagaimana “jika” dulu aku tak mengenal berjudi Mungkin kini aku sudah bisa membawa bapak ibuku naik haji
Aku kembali diam Di dekapan angin malam Masih jam tiga Rupanya jam ku tak menyala
Bagaimana “jika” kata jika tak pernah ada Mungkin aku hanya hidup, tanpa menyesalinya.
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Mati adalah harga mati untuk setiap makhluk hidup
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Tak apa istirahat sejenak, siapkan ancang ancangmu sebelum pertempuran melawan “aku”
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Are you ready to be a good person today?
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Cipt : Rm. Aloysius Susilo Wijoyo, Pr Choir : Gabriella Choir
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Kadang tidak melakukan apapun dianggap sebagai pembenaran, dibalik dalih kegentaran.
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Kadang menyayat meski jauh terlewat.
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Aku sudah menyerah pada rindu
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Izinkan aku untuk melupakanmu selagi aku mampu
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Karena jatuh cinta bukan sebuah rencana
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Kali ini saya akan membacakan novel karya Marianne Katoppo, selamat mendengarkan
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Dasar keparat! Aku merindukanmu hingga menusuk tulang
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Hanya sisa maaf dan air mata
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Jangan salahkan jarak untuk setiap peluh rindu yang tercipta
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Dewasa bukan soal usia, tapi dewasa adalah cara kita bersikap
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Rambutnya kian memutih, mewakili bulir doa yang tersemat
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Cerita tentang teman
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Dalam buku Bumi Manusia
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Ini aku, mari berkenalan
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Bertemu lalu berpisah
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Ketika hati sudah menyerupai layang layang
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Untuk teman teman yang patah semangat
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Selamat Idul Fitri
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Aku ya aku, aku yang mencintaimu dengan caraku
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Mungkin yang kamu lebih membutuhkan sebatang coklat ketimbang permen kapas
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app
Buat kamu yang ga punya budget banyak, mending dengerin ini aja
This episode is sponsored by · Anchor: The easiest way to make a podcast. https://anchor.fm/app