Kita menyadari bahwa menghakimi, menyerang dengan kata-kata yang menyakitkan tidak dibenarkan, namun ketika marah mengapa luapan emosi kita tidak terbendung, ada apa dengan kesadaran diri kita dalam mengelola emosi.
Yuk coba tips mengapa, ternyata kita punya pilihan loh untuk meluapkan emosi atau meredakan emosi.
Puisi dan Lirik. Affan Petuachik
Arr. Aida Ahmad
Kau yang kutemui di Ayani, bukan kau yang kutemui di Ayana.
Kau yang kusentuh hari ini, bukan kau yang kusentuh kemarin lusa.
Dirimu, setiap hari menjadi baru.
Kuingin terus tahu.
Reff.
Bagian dirimu tak pernah selesai kusingkap.
Tiap waktu, warna warni bunga cintamu kutatap”
Kau selalu jadi wujud baru, bagai benda mati lenyap menjadi tumbuhan.
Bagai tumbuhan lenyap, menjadi jiwa.
Kau selalu jadi baru,
bersifat baru,
bernafas baru,
berwujud baru.
Pernah kan ya ditanya. Kamu mencintaiku karena apa? kira-kira itu esensi atau eksistensi?
Kadang kita merasa menyayangkan sebuah hubungan yang dibangun lama dan berakhir pisah. Karena sudah menginvestasikan waktu, uang dan tenaga dengan harapan berakhir bahagia. ini disebut juga dg Sunk Cost Fallacy atau uang hangus.
Pernah engga sih kita berada di situasi terluka karena berharap berlebihan? atau sebaliknya kita berusaha menjadi sempurna karena ini membahagiakan yang lainnya.
Kenali bahasa kasih orang yang kita cintai. Jangan-jangan ia merasa tidak dicintai, di saat kita merasa sudah mencintainya dg berbagai cara..
wahhh.. wahh. ada yang enggak connect dong..
Saya perempuan aceh lahir di aceh dan memiliki bahasa ibu bahasa Aceh.
salam meurindu dari inong Aceh
Jika kamu tidak maju dengan penuh keberanian. Maka lepaskan dengan penuh keikhlasan. Karena digantung itu SAKIT JENDERAL!
Episode ini saya akan berbagi, apa saja yang harus dilakukan saat ada orang yang berbicara buruk tentangmu check it out ya.
Single ini dinyanyikan anak saya, Nazira Amalia, sebagai persembahan untuk semua ibu di dunia. Enjoy Listening ya.
Boleh enggak kita merasa sedih, cemas, takut? pastinya boleh karena ini pemberian Tuhan. Dan selain boleh merasa sedih kita juga harus berusaha menjaga pikiran agar tetap sehat dan berpikir baik, karena pikiran ini pun pemberian Tuhan
Ada baiknya ketika kita mengakui bahwa kita tidak sedang baik-baik saja. Itu pertanda bahwa kita manusia, yang memang wajar menjadi lelah dan menemukan sumber ketidaknyamanan itu. its oke to be not oke, tandanya kita sedang berproses untuk berdamai dengan situasi yang ada.
Dalam hidup, memang ada orang orang yang berperan sebagai toxic. menyakiti, tak peduli kita terluka atau tidak. bahkan saat kita melakukan konfrontasi, mereka juga merasa bahagia. Bagaimana menghadapinya?
Jika engkau tahu kapan akan mati, akankah kau menitipkan sebuah pesan pada orang lain, bahwa terlahir menjadi apa dan siapa, kita tak punya pilihan.
Lalu, mengapa ada orang yang merasa paling suci, saat tidak terlahir membawa virus?
Apakah dirimu yang membawa virus tak layak menemui Tuhannya dengan kebahagiaan?
Jika diminta memilih, akankah kita memilih terlahir dari seorang ibu dan ayah yang sehat, hebat, kaya raya dan luar biasa?
Namun, sayangnya kita tak pernah bisa memilih bukan? Karena diskriminasi, tahu kah kamu, ada mereka yang memilih menjadi asosial, hingga menularkannya kepada yang lain, ada yang memilih mengalami disorientasi seksual karena tidak kuat oleh PENOLAKAN.
Lalu kisah ini, diceritakan oleh remaja yang sedang berada di ujung nyawa.
Cinta sejati itu. Bukan cinta pada sepasang kekasih. Namun cinta sejati itu, pada kasih ibu yang tak pernah meminta sebuah balasan.
Bersabar atas musibah itu hal yang biasa, sama halnya bersyukur atas anugerah Tuhan. Namun yang istimewa ketika kita mampu bersyukur atas musibah. Mungkinkah musibah bisa disyukuri?