Dunamis Organization Services is a consultant of human resources that focus on people & organization transformation. We help our clients to achieve results that require lasting changes in human behavior, often the most difficult challenge any organization faces. When accomplished, it is also the most durable competitive advantage. We provide content, tools, methodology, and training – a world class solution in leadership and trust, productivity and sales performance, execution, influencing skills, and human capital system. Learn more, visit www.dunamis.co.id.
Temukan Kekuatan Kata-kata dalam Kepemimpinan!
Apakah Anda seorang pemimpin yang ingin meningkatkan kepercayaan dalam tim Anda? Kiranya apa saja yang dapat membantu dalam meningkatkankan kepercayaan itu?
Kepercayaan tidak serta-merta dapat terbentuk begitu saja, seringkali dibutuhkan dorongan-dorongan agar kepercayaan tersebut dapat terbentuk. Cara pemimpin mengkomunikasikan sesuatu, penyampaian empati dan budaya merupakan beberapa contoh dari faktor-faktor yang dapat mempengaruhinya.
Kebanyakan organisasi dan tim saat ini masih beroperasi dari model kepemimpinan yang berakar pada "Perintah & Kontrol" dengan fokus pada kekuasaan posisi, hirarki dan kepatuhan. Namun di era yang terus berubah ini, model kepemimpinan ini makin ditinggalkan. Tingginya turn over dalam dunia kerja menjadi salah satu pertimbangan.
Model kepemimpinan yang berkembang saat ini adalah pemimpin yang mampu memberi Inspirasi dan Makna bagi tujuan yang hendak dicapai anggota timnya, pemimpin yang menginspirasi dan dipercaya (" Trust & Inspire " Leader ), fokusnya pada membangun relasi pada anggota tim yang mampu mengembangkan potensi dan memberdayakan anggota timnya.
Menerima umpan balik tidak semudah mengucapkannya, terutama ketika umpan balik tersebut disampaikan dengan cara yang tampak kasar atau kurang sopan. Tapi apakah menerima umpan balik menjadi lebih mudah untuk didengar ketika disampaikan dengan senyuman? Dengan kata-kata yang baik? Dengan nada yang lembut?
Penelitian yang dilakukan Crucial Learning menunjukkan bahwa tidak peduli seberapa baik umpan balik disampaikan, hal itu masih bisa meninggalkan kesan yang menyakitkan dan berkesan. Setiap kali kita meminta pertanggungjawaban orang lain, mereka cenderung merasa tersinggung atau defensif. Diperlukaan keterampilan dalam menerima umpan balik atau saat menghadapi Crucial Conversations.
Penting bagi pemimpin dan mereka yang dipimpinnya memiliki empati di tempat kerja. Seorang yang menerapkan “empati” didefinisikan sebagai orang yang sangat peka terhadap emosi atau perasaan orang lain, namun seringkali mereka pun sampai pada titik merasakan sendiri emosi tersebut. Dalam hal ini penggunaan empati akan lebih membantu dalam kehidupan pribadi seseorang dibanding kehidupan kerja mereka, di mana emosi tersebut dapat disalurkan dengan baik.
Menunjukkan empati dengan cara yang tepat dapat menjadi komponen kepemimpinan yang efektif. Dan jika hal ini digabungkan dengan faktor-faktor lain seperti teknologi dan inovasi, hal ini dapat menghasilkan kinerja bisnis yang luar biasa, seperti terobosan dalam layanan pelanggan. Empati dapat menjadi kekuatan super di tempat kerja, membantu mengurangi kelelahan karyawan dan memacu produktivitas dan kreativitas yang lebih besar.
Adalah tugas pemimpin untuk mencapai hasil melalui orang lain--melalui anggota tim. Maka memastikan tim dapat mencapai hasil secara mandiri sekaligus berkolaborasi sejatinya merupakan keterampilan kepemimpinan yang krusial. Itulah sebabnya, para pemimpin di era ini perlu menguasai keterampilan coaching dan mentoring.
Kali ini kita akan membahas peran coaching dan mentoring dalam bentangan berbagai pendekatan pengembangan tim. Juga, apa saja keterampilan yang perlu dikuasai agar dapat menjalankan coaching dan mentoring secara efektif.
Dari sekian banyak sharing yang didapat, cukup banyak keluhan leader yang mengatakan bahwa anggota tim mereka tidak sepenuhnya mengikuti mereka. Sering kambuhan, sewaktu-waktu memberikan kinerja yang baik tetapi sisanya cenderung hanya setengah-setengah. Kontribusi yang anggota tim berikan terkesan tidak maksimal.
Pada situasi ini leader kesulitan untuk mencapai target yang diharapkan manajemen. Sementara leader tidak bisa mengejar targetnya sendirian.
Jadi bagaimana cara leader dapat membuat anggota tim mengikuti dia sepenuh hati?
Kepemimpinan seringkali berarti melakukan hal-hal yang tidak diinginkan oleh orang lain. Membahas topik yang sensitif. Mengambil keputusan yang tidak populer. Menerima tanggung jawab. Menyusun rencana yang jelas dalam keadaan ketidakpastian hingga mempertanyakan status quo.
Hal-hal ini tentu bukan tugas yang mudah - terutama jika Anda masih relatif baru di dunia kepemimpinan dan terbiasa membiarkan orang lain yang mengambil alih. Beberapa perubahan kecil perlu dilakukan dalam perencanaan dan komunikasi sehari-hari.
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema ”How Effective Leaders Get Results”.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
Tak terasa sudah saatnya kembali menyusun rencana kinerja tahun depan. Agar hasil sesuai yang diharapkan, kita perlu didukung dengan perubahan mind-set, skill-set dan tool-set. Salah satu tool-set yang penting adalah sistem manajemen kinerja.
Strategi pengelolaan kinerja yang dijalankan secara konsisten dan selaras dengan tujuan organisasi akan membentuk budaya kerja berkinerja tinggi.
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema ”Prepare your Performance Planning & Organizational Alignment for Future Success” pada Jumat, 20 Oktober 2023 jam 14.00 - 15.30.
Dalam webinar selama 90 menit ini, kita akan mempelajari:
• Sistem pengelolaan kinerja yang memastikan keterkaitan antara tujuan perusahaan, unit kerja dan individu yang selaras.
• Menyelaraskan sistem pengelolaan kinerja dengan rencana dan tujuan perusahaan.
• Mengantisipasi tantangan dalam menjalankan sistem manajemen kinerja di perusahaan.
Pemimpin lini pertama merupakan garda terdepan organisasi, namun seringkali saat diangkat, mereka kurang mendapatkan pembekalan yang cukup untuk menjalankan peran dan tanggung jawab baru tersebut.
Sebagai pemimpin, kita perlu mengetahui kekuatan, potensi dan juga kelemahan anggota tim kita. Kita juga sepertinya dituntut untuk memiliki jawaban atas pertanyaan serta yang tak kalah penting, mulai tak hanya memikirkan hasil yang diraih secara pribadi tapi pencapaian tim secara keseluruhan.
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema ”Crucial Insights for First-Level Leaders” pada Jumat, 13 Oktober 2023 jam 14.00 - 15.00.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Mengetahui dan memahami kelebihan dan kelemahan anggota tim.
• Keterampilan untuk mengembangkan tim Anda menjadi tim yang berkinerja tinggi
• Tips untuk membuat keputusan yang tepat dalam kondisi yang ambigu serta mampu membawa anggota tim dalam irama akuntabilitas.
Daftarkan diri Anda untuk dapat mengembangkan keterampilan penting yang diperlukan sebagai pemimpin lini pertama dan mengembangkan tim Anda menjadi tim yang berkinerja tinggi.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Menghadapi target penjualan yang terus meningkat, dan persaingan yang intens, banyak organisasi mengubah strategi penjualan mereka.
Salah satu hal yang menjadi perhatian para sales leader adalah tingkat kesuksesan sales call yang dilakukan agar mampu menjadi pipeline bagi tim penjualan. Apa saja yang perlu dipersiapkan agar sales call memberi impact bagi keberhasilan tim.
Tak bisa dipungkiri, banyak dari kita pernah mengalami dua tipe pemimpin yang sangat berbeda. Yang pertama, pemimpin yang seolah-olah menguras kecerdasan, energi, dan kemampuan dari orang-orang di sekitarnya. Yang kedua? Justru sebaliknya. Mereka adalah pemimpin yang memperkuat kecerdasan alami dari anggota tim yang bekerja dengan mereka, menghasilkan hasil terbaik.
Sesungguhnya setiap orang memiliki hal-hal yang tidak hanya mereka lakukan dengan sangat baik, tetapi juga mereka sukai untuk melakukannya — yaitu kecerdasan alami mereka. Dan mereka ingin menyumbangkan kemampuan tersebut dengan cara yang dilihat dan dihargai.
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema ”5 Ways to Multiply Your Team’s Natural Genius” pada Jumat, 22 September 2023 jam 14.00 - 15.30.
Dalam webinar selama 90 menit ini, kita akan mempelajari:
• Melejitkan kembali energi dan potensi yang belum tergali dari anggota tim.
• Ciri-ciri pemimpin yang tanpa disengaja menjadi diminisher atau mengurangi kontribusi anggota tim.
• Melengkapi anggota tim dengan alat bantu untuk meningkatkan kecerdasan individu dan mencapai hasil luar biasa.
Daftarkan diri Anda agar prioritas-prioritas utama Anda dapat tercapai ditengah berbagai kesibukan.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Tekanan untuk membuat keputusan yang tepat saat perhatian kita terganggu sangat melelahkan. Penelitian FranklinCovey, yang melibatkan lebih dari 350.000 orang, menunjukkan bahwa orang merasa hanya 60% dari waktu, perhatian, dan energi mereka digunakan untuk hal-hal yang penting—sementara 40% digunakan untuk hal-hal yang tidak penting.
Tidak semua hal perlu kita selesaikan secara bersamaan. Diperlukan keterampilan untuk menyelesaikan hal-hal yang benar dan tepat tanpa merasa kelelahan.
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema ”Achieve Your Highest Priorities” pada Jumat, 15 September 2023 jam 14.00 - 15.00.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Menyelesaikan prioritas-prioritas tanpa merasa burnout.
• Mengatasi tekanan di saat harus mengambil keputusan yang tepat ditengah beragam gangguan yang muncul.
• Keterampilan mengelola waktu, energi dan perhatian untuk digunakan pada hal-hal yang penting.
Daftarkan diri Anda agar prioritas-prioritas utama Anda dapat tercapai ditengah berbagai kesibukan.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Menerima umpan balik tidak semudah mengucapkannya, terutama ketika umpan balik tersebut disampaikan dengan cara yang tampak kasar atau kurang sopan. Tapi apakah menerima umpan balik menjadi lebih mudah untuk didengar ketika disampaikan dengan senyuman? Dengan kata-kata yang baik? Dengan nada yang lembut?
Penelitian yang dilakukan Crucial Learning menunjukkan bahwa tidak peduli seberapa baik umpan balik disampaikan, hal itu masih bisa meninggalkan kesan yang menyakitkan dan berkesan. Setiap kali kita meminta pertanggungjawaban orang lain, mereka cenderung merasa tersinggung atau defensif. Diperlukaan keterampilan dalam menerima umpan balik atau saat menghadapi Crucial Conversations.
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema ”Crucial Skills to Receive Tough Feedback” pada Jumat, 08 September 2023 jam 14.00 - 15.00.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Menerima umpan balik tanpa bersikap defensif.
• Keterampilan untuk berinteraksi dan merespons seseorang yang memberikan umpan balik.
• Memahami realitas atau fakta yang sebenarnya, tidak hanya mencari validasi atau persetujuan orang lain.
Daftarkan diri Anda untuk dapat mengembangkan keterampilan penting yang diperlukan saat menerima umpan balik dan meningkatkan hasil serta hubungan Anda.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Project Management seringkali menjadi sebuah tugas yang didelegasikan daripada keterampilan yang dikembangkan. Pola reaktif ini mungkin menjelaskan mengapa 65% project gagal setiap tahunnya - menghabiskan uang, waktu, peluang, dan semangat di organisasi Anda.
Namun, ketika keterampilan project management dikembangkan maka akan menghasilkan hubungan yang berkelanjutan antara individu-individu yang menjadi anggota tim Anda, proses-proses yang dilakukan, dan nilai project yang mendukung pada kesuksesan organisasi.
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema ”Build Confidence & Momentum for Unofficial Project Manager” pada Jumat, 01 September 2023 jam 14.00 - 15.00.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Membangun kepercayaan dan momentum bagi unofficial project manager dan anggota tim agar project berjalan sukses.
• Meningkatkan "otoritas informal" untuk melibatkan tim yang secara resmi bukan anggota tim Anda langsung.
• Proses dan kerangka kerja untuk secara konsisten menjalankan project bernilai tinggi secara tepat waktu dengan kualitas yang baik.
Daftarkan diri Anda untuk mengembangkan pola pikir, keterampilan serta alat bantu yang akan membantu Anda menyelesaikan project dengan percaya diri dan konsisten.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Berbagai tantangan yang datang silih berganti, kesenjangan dalam organisasi yang semakin jelas, dan dapat menimbulkan rasa ketakutan dan kekhawatiran anggota tim dalam kinerjanya. Hal ini menghambat kemampuan mereka untuk berpikir, berinovasi, dan menjalankan tugas.
Ketika para pemimpin menjadi contoh dan coach dalam keterampilan proaktif serta membangun kepercayaan melalui transparansi, kesuksesan organisasi akan berkelanjutan dan diperkuat.
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema ”Lead Your Team Through Challenges” pada Jumat, 25 Agustus 2023 jam 14.00 - 15.00.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Contoh pemimpin yang proaktif di setiap kondisi
• Pemimpin tepercaya yang membantu anggota tim berkolaborasi dengan lebih efektif, beroperasi lebih cepat, dan mencapai hasil yang berkelanjutan.
• Pemimpin sebagai coach yang mendampingi anggota tim melewati dan menghadapi berbagai tantangan.
Daftarkan diri Anda agar semakin memperluas dampak kepemimpinan Anda.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Persaingan dalam mencari talenta-talenta terbaik bagi organisasi semakin ketat saat ini. Survey yang dilakukan FranklinCovey menyebutkan 3 dari 10 orang berencana untuk meninggalkan pekerjaan mereka setahun ke depan. Orang meninggalkan posisi pekerjaan karena banyak alasan yang tidak terhindarkan, tetapi pada dasarnya saat mereka mengerti arti mereka bagi organisasi maka ia akan bertahan.
Kondisi ini menyebabkan setiap pemimpin harus memiliki kemampuan serta keterampilan untuk mempertahankan anggota timnya. Selain itu, menciptakan employee experience yang tak dapat mereka tolak.
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema ”Retention is the New Recruitment” pada Jumat, 11 Juli 2023 jam 14.00 - 15.00.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Level of engagement dari anggota tim dalam organisasi
• Menghilangkan ambiguitas dan menginspirasi komitmen
• Membangun keselarasan antara harapan individu dan harapan pemimpin.
Daftarkan diri Anda untuk semakin meningkatkan level of engagement anggota tim dan mempertahankan talenta-talenta terbaik di organisasi.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Kebanyakan organisasi dan tim saat ini masih beroperasi dari model kepemimpinan yang berakar pada "Perintah & Kontrol," dengan fokus pada kekuasaan posisi, hierarki, dan kepatuhan.
Namun, di era yang terus berubah ini, model kepemimpinan ini makin ditinggalkan. Tingginya turn over dalam dunia kerja menjadi salah satu pertimbangan. Model kepemimpinan yang berkembang saat ini adalah pemimpin yang mampu memberi inspirasi dan memberi makna bagi tujuan yang hendak dicapai anggota timnya.
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema ”Key Communication Technique: To Build & Trust Inspire Your Team” pada Jumat, 04 Agustus 2023 jam 14.00 - 15.00.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Fokus pemimpin dalam membangun hubungan yang mengembangkan dan memberdayakan anggota tim.
• Praktik teknik komunikasi yang jelas dan efektif secara konsisten.
• Menjadi pemimpin yang mampu membantu anggota tim terhubung dengan tujuan hidup dan bekerja mereka.
Daftarkan diri Anda untuk mengembangkan diri menjadi pemimpin yang mampu menginspirasi dan membangun anggota tim.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Lingkungan kerja yang positif akan memberikan dampak yang positif pula bagi peningkatan keterlibatan serta kinerja setiap orang dalam organisasi. Inilah yang menyebabkan organisasi membuat berbagai program employee experience.
Pengelolaan Employee Experience (EX) dapat dilakukan secara efektif di dalam organisasi melalui optimalisasi berbagai aspek fisik dan/atau digital, proses dan teknologi, serta budaya organisasi di dalam employee journey.
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema ”Creating an Effective Employee Experience” pada Jumat, 28 Juli 2023 jam 14.00 - 15.30.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Peran HR sebagai Influencer untuk mendukung bisnis serta pengembangan karyawan.
• Membangun pengaruh di antara tim dan organisasi - dengan atau tanpa wewenang formal.
• Membuat langkah-langkah praktis dan strategi dalam transformasi budaya perusahaan.
Daftarkan diri Anda agar mampu memahami framework yang tepat dalam membuat strategi untuk meningkatkan kesuksesan inisiatif Human Capital di organisasi Anda.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Sebagai upaya dalam menciptakan pendidikan berkualitas, pemerintah telah menerapkan Kurikulum Merdeka dengan pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan pelajar. Salah satu Profil Pelajar Pancasila yang dijadikan sebagai acuan membangun karakter siswa melalui Kurikulum Merdeka adalah "Berkebinekaan Global". Oleh karena itu, sekolah perlu membekali para siswa dalam membangun karakter serta kompetensi yang dibutuhkan.
Agar upaya ini berjalan sesuai yang diharapkan, diperlukan strategi yang praktis bagi sekolah dalam membentuk karakter siswa dengan profil Kebinekaan Global.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Peran Sekolah dalam menentukan strategi penerapan profil pelajar Pancasila aspek Kebinekaan Global
• Membangun jejaring sekolah dalam skala global
• Mendukung sekolah dalam mempublikasikan potensi siswa dan guru secara global
Daftarkan diri Anda agar mampu membentuk pelajar dengan profil Kebinekaan Global sebagai penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah Anda.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Di era perubahan dan transformasi ini, tim Human Capital perlu secara aktif berperan dalam pengembangan bisnis dan karyawan. Oleh karena itu, organisasi perlu untuk melengkapi tim HC dengan alat bantu dan kemampuan yang tepat untuk mengubah dan memengaruhi setiap orang, menjadi agen perubahan yang membantu meningkatkan organisasi.
Agar upaya ini berjalan sesuai yang diharapkan, diperlukan strategi yang praktis dan terbukti untuk tim HC dalam mengatasi penyebab hambatan perubahan dan mengimplementasikan inisiatif perubahan dalam tim dan organisasi.
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema ”HC as Change Agent: Framework dalam Membuat Strategi Untuk Meningkatkan Kesuksesan Insiatif HC” pada Jumat, 21 Juli 2023 jam 14.00 - 15.00.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Peran HR sebagai Influencer untuk mendukung bisnis serta pengembangan karyawan.
• Membangun pengaruh di antara tim dan organisasi - dengan atau tanpa wewenang formal.
• Membuat langkah-langkah praktis dan strategi dalam transformasi budaya perusahaan.
Daftarkan diri Anda agar mampu memahami framework yang tepat dalam membuat strategi untuk meningkatkan kesuksesan inisiatif Human Capital di organisasi Anda.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Apa yang membedakan tim penjualan Anda dengan tim penjualan lain? Tidak ada yang ingin menjadi biasa-biasa saja. Namun, bagi klien, seorang sales sering kali tidak menonjol sama sekali di mata mereka. Hasil riset FranklinCovey menunjukkan hal ini mengakibatkan tingkat keberhasilan rata-rata yang sangat rendah sebesar 17% secara global.
Tidak cukup hanya menjadi berbeda, tim penjualan Anda harus benar-benar berbeda dan terlihat menonjol dalam hal-hal yang benar-benar penting. Tim sales yang berhasil selalu relevan dengan berfokus pada hal yang paling penting bagi klien. Terju ke dalam situasi yang mungkin dihadapi oleh klien. Menggunakan kata-kata klien, yang spesifik untuk industri, perusahaan, dan situasi mereka.
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema ”Sales Skills: Stand Out and Drive Growth” pada Jumat, 14 Juli 2023 jam 14.00 - 15.00.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Membangun mentalitas sales juara dengan mendorong anggota tim bersikap proaktif.
• Mencapai target penjualan dengan prediktabilitas setiap kuartal.
• Berfokus pada hal yang penting bagi klien agar menciptakan perbedaan dengan sales lain.
Daftarkan diri Anda untuk semakin meningkatkan keterampilan dan kemampuan sales tim Anda serta mencapai hasil sesuai yang diharapkan.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Ketika industri Anda berubah, strategi Anda juga perlu berubah. Organisasi yang sukses adalah yang gesit dan responsif terhadap perubahan konstan yang tidak dapat diprediksi saat ini. Pertanyaannya adalah, bagaimana para pemimpin melakukan penyesuaian yang tepat tanpa kehilangan momentum atau fokus? Jawabannya adalah agility.
Para pemimpin yang agile mendukung tim mereka dengan sistem eksekusi solid yang terfokus untuk mencapai hasil dan fleksibel dalam menyempurnakan tujuan, prioritas sehari-hari, proses, sistem, dan ukuran mereka untuk memastikan mereka terus mencapai hasil yang konsisten.
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema ”The Future of Leadership in the Workplace” pada Jumat, 07 Juli 2023 jam 14.00 - 15.30.
Dalam webinar selama 90 menit ini, kita akan mempelajari:
• Mendefinisikan ulang tujuan strategis Anda dan menetapkan target yang jelas.
• Memfokuskan energi tim pada tujuan baru yang akan dicapai.
• Mengukur kemajuan dan bagaimana menyelaraskan insentif dengan tujuan baru.
Daftarkan diri Anda untuk mengembangkan pemimpin-pemimpin yang agile di organisasi Anda.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Perubahan beberapa tahun terakhir, membuat banyak orang merasa kewalahan dalam lingkungan kerja yang juga selalu berubah. Dan meskipun wajar untuk terjebak dalam pola pikir yang mengatakan bahwa Anda tidak memiliki kekuatan untuk mengubah situasi, masih banyak yang bisa kita lakukan untuk mengambil tindakan dan memberikan dampak positif pada pengalaman Anda. Bila hal ini terus dibiarkan akan berdampak buruk bahkan menyebabkan stress.
Meski kondisi ekonomi dan lingkungan kerja dapat berubah sewaktu-waktu, namun prinsip-prinsip mendasar seperti pilihan, tanggung jawab, dan empati dapat membantu kita meraih keberhasilan dalam setiap keadaan. Prinsip-prinsip ini memiliki potensi untuk mengubah produktivitas dan pengalaman kerja dalam skala individu maupun organisasi.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Bagaimana mencari peluang untuk membuat dampak positif.
• Memberi kontribusi pada pembangunan budaya kerja yang sehat.
• Berkembang di tempat kerja dengan kebiasaan-kebiasaan pribadi yang efektif.
Daftarkan diri Anda agar apat membantu Anda menggali potensi Anda sendiri, bekerja dengan orang lain secara lebih produktif dan kreatif, serta membuat pilihan yang berdaya—baik sebagai seorang pemimpin maupun individu.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Jika organisasi Anda seperti banyak organisasi saat ini, Anda mungkin menghadapi situasi yang sulit. Perubahan terus terjadi mulai dari cara kerja yang sebagian menjadi jarak jauh atau hibrid, rekrutmen atau bahkan pembekuan perekrutan, hingga tingkat keterlibatan karyawan yang beragam.
Di tengah semua gangguan ini, Anda masih perlu mencapai tujuan organisasi agar bisnis terus berjalan maju. Dalam lingkungan perubahan yang cepat ini, lebih penting dari sebelumnya untuk bersikap lebih terencana dalam mengelola waktu, tujuan, dan tindakan Anda sehingga setiap orang dapat memberikan dampak yang terbesar. Sebagai pemimpin Anda juga dituntut meningkatkan kinerja menjadi lebih efektif - tidak peduli tantangan apa yang dihadapi oleh tim Anda.
Dalam webinar selama 90 menit ini, kita akan mempelajari:
• Mengadopsi dan menerapkan prinsip-prinsip efektivitas untuk menjaga keterlibatan anggota tim.
• Mengidentifikasi tindakan-tindakan yang dapat berdampak melejitkan potensi unik setiap anggota tim untuk mendorong kemajuan.
• Bagaimana memanfaatkan teknologi untuk memaksimalkan pengembangan kepemimpinan dalam organisasi.
Daftarkan diri Anda agar sebagai pemimpin mampu membangun lingkungan inklusif, menjaga keterlibatan anggota tim mereka, dan memberikan fokus strategis pada setiap proyek, meningkatkan budaya dan kinerja organisasi.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Tak bisa dipungkiri, setiap organisasi pasti memiliki kinerja karyawan yang bervariasi yang berdampak pada bervariasinya hasil yang didapatkan pula. Padahal, salah satu kunci untuk menciptakan hasil yang luar biasa adalah menginstitusikan perilaku berkinerja tinggi kepada seluruh anggota organisasi.
Saat kita bisa memberikan motivasi yang tepat sasaran, kita mampu mengubah anggota tim dengan kinerja rata-rata menjadi anggota tim yang berkinerja tinggi dan membentuk tim yang tangguh. Perubahan ini dapat memberikan dampak luar biasa bagi kinerja organisasi secara keseluruhan.
Dalam webinar selama 90 menit ini, kita akan mempelajari:
• Kunci untuk menciptakan hasil dengan menginstitusikan perilaku kinerja tinggi yang dimulai dari tim hingga organisasi.
• Mengidentifikasi motivasi yang tepat agar anggota tim mampu mengeluarkan potensi terbaik mereka.
• 4 (empat) prinsip dasar yang dapat digunakan oleh pemimpin untuk menggerakkan kinerja.
Daftarkan diri Anda untuk mampu menggerakkan anggota tim Anda menjadi berkinerja tinggi untuk mencapai tujuan.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Kesibukan kerja, padatnya berbagai agenda seringkali membuat perhatian kita mudah teralihkan dari satu hal ke hal lain. Tanpa kita sadari, hal ini membuat kita kehilangan fokus dan pekerjaan malah seringkali tak terselesaikan.
Hal ini bila terus dibiarkan akan berdampak buruk bahkan menyebabkan stress.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Tips bagaimana mengeluarkan semua hal yang ada di kepala kita agar tetap fokus.
• Mengidentifikasi langkah selanjutnya untuk menyelesaikan tugas-tugas yang dimiliki.
• Bagaimana membuat prioritas tugas sehingga pekerjaan yang dilakukan memiliki makna.
Daftarkan diri Anda agar tetap fokus, mengelola kesibukan dan mengurangi stress yang berkepanjangan.
Di era VUCA, perubahan terjadi dengan cepat dan ketidakpastian menjadi semakin tinggi, sehingga organisasi harus mampu menyesuaikan diri dengan cepat, menjadi lebih fleksibel dan terfokus pada tujuan yang paling penting.
OKR membantu organisasi menetapkan tujuan yang spesifik, terukur, dan terjangkau, yang sejalan dengan misi dan nilai-nilai organisasi secara keseluruhan, memprioritaskan aktivitas dan tugas, mengukur kemajuan, dan menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan untuk mencapai kinerja tinggi yang berkelanjutan.
Dalam webinar selama 90 menit ini, kita akan mempelajari:
• Memahami OKR (Objectives and Key Results) sebagai alat bantu untuk menavigasi tantangan di era VUCA.
• Mengidentifikasi cara-cara dimana OKR dapat membantu organisasi mencapai kinerja unggul yang berkelanjutan.
• Peran Human Capital dalam kesuksesan implementasi OKR.
Daftarkan diri Anda untuk mampu mengoptimalkan OKR dalam mencapai kinerja unggul berkelanjutan di tengah berbagai tantangan yang ada.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Banyak cara dilakukan organisasi untuk mempertahankan talent terbaik yang mereka miliki. Salah satu upaya yang dilakukan adalah meningkatkan keterlibatan karyawan. Karyawan yang merasa dihargai dan terlibat dalam pekerjaan sehari-hari akan memiliki tingkat keterlibatan tinggi dan tentunya akan memiliki performa kinerja yang tinggi pula.
Employee Engagement Survey menjadi pilihan untuk mengukur tingkat keterlibatan karyawan terhadap organisasi. Namun, dalam pelaksanaannya ternyata tidak semudah yang dibayangkan.
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema ”Employee Engagement Survey: Identify Key Drivers of Engagement to Foster Results” pada Jumat 14 April 2023 jam 14.00 - 15.30.
Dalam webinar selama 90 menit ini, kita akan mempelajari:
Daftarkan diri Anda untuk mampu melakukan desain ulang kerja agar kinerja semakin produktif dan mendapatkan hasil berkesinambungan serta memiliki talent yang potensial.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Perubahan yang terus menerus terjadi, tuntutan agar kita selalu agile membuat setiap pemimpin harus terus melakukan upgrade. Agar tak hanya sukses memimpin diri dan tim namun juga mampu mencapai hasil di tengah berbagai kesibukan harian.
Kita tentu sering mendengar bahwa apa hasil yang kita dapatkan, tergantung dari apa yang kita lakukan. Dan apa yang kita lakukan, tergantung pada cara pandang kita. Tentu saja, agar hasil yang kita raih sesuai yang diharapkan, kita perlu mengubah cara pandang kita.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Keterampilan yang dibutuhkan dalam memimpin tim menghadapi perubahan yang terus terjadi.
• Perubahan mindset kepemimpinan agar mampu membawa anggota tim mencapai hasil sesuai yang diharapkan.
• Sukses memimpin tim namun tetap mengembangkan kemampuan dan keterampilan diri.
Daftarkan diri Anda untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan sekaligus menginsipirasi anggota tim dan mampu memberikan hasil yang luar biasa.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Organisasi beradaptasi terhadap perubahan-perubahan yang dihadapi serta mengantisipasi tantangan ke depannya, seperti perlambatan ekonomi. Tidak sedikit organisasi yang melakukan perubahan model bisnis, ditambah dengan adanya kemajuan teknologi yang diadopsi oleh organisasi, para HR Leader perlu memikirkan kembali desain ulang dalam perekrutan, pengembangan hingga mempertahankan talent yang dimiliki.
Keterampilan kerja baru, jalur karir baru, model kepegawaian baru, hingga struktur baru perlu dikembangkan.
Dalam webinar selama 90 menit ini, kita akan mempelajari:
• Tantangan-tantangan yang dihadapi organisasi dengan semakin berkembangnya organisasi dan bisnis.
• New employment models yang diperlukan untuk mendesain ulang kerja setiap orang agar hasil dan talent yang dimiliki berkesinambungan.
• Hal-hal yang dapat dilakukan oleh tim HR untuk sukses mendukung perubahan di organisasi.
Daftarkan diri Anda untuk mampu melakukan desain ulang kerja agar kinerja semakin produktif dan mendapatkan hasil berkesinambungan serta memiliki talent yang potensial.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Persaingan dalam dunia kerja yang makin ketat, menuntut setiap orang untuk selalu agile dan memberikan kontribusi bermakna dalam pekerjaannya.
Istilah “Quiet Hiring” mungkin masih asing bagi kita, namun sebagai pemimpin kita perlu untuk memahami hal ini sehingga mampu melihat potensi anggota tim dan melejitkannya. Saat pemimpin mampu mengenali karakter setiap anggota timnya employee engagement juga semakin meningkat.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
- Apa yang dimaksude dengan quiet hiring dan bagaimana pengaruhnya terhadap organisasi Anda.
- Mindset kepemimpinan dan perilaku yang akan membentuk tim dimana setiap orang merasa dihargai dan bersedia memberikan yang terbaik.
- Sukses memimpin tim melalui quiet hiring.
Daftarkan diri Anda untuk mengembangkan keterampilan kepemimpinan sekaligus menginsipirasi anggota tim dan mampu memberikan hasil yang luar biasa.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Program-program yang disiapkan tim L&D tentu diharapkan mampu menggerakkan kinerja organisasi. Untuk itu perlu dilakukan evaluasi dimanakah posisi karyawan saat ini, kemana mereka akan menuju dan mengenali hal-hal apa saja yang diperlukan untuk menyelaraskan perilaku dengan tujuan organisasi.
Untuk itulah, tim L&D diharapkan mampu memberikan solusi yang memfasilitasi perkembangan setiap orang dalam jangka panjang. Tak sekedar program sesaat yang tidak memberikan impact baik bagi pribadi, tim dan organisasi.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Paradigma baru bagi tim L&D agar mampu menciptakan program yang otentik dan langgeng.
• Tahapan yang diperlukan untuk memfasilitasi perkembangan jangka panjang.
• 3 kunci kesuksesan program L&D untuk mendorong perubahan perilaku dan meningkatkan hasil.
Daftarkan diri Anda untuk mempelajari bagaimana program-program L&D mampu mendorong perubahan perilaku dan memberi kontribusi bagi peningkatan kinerja organisasi.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Menurut Crucial Learnings, hidden conflict dan badmouthing sering terjadi di tempat kerja, terutama setelah rapat dan pertemuan projek rutin.
Bila terus dibiarkan, tentu saja hal ini akan berdampak buruk pada kerjasama tim. Pemimpin perlu memiliki keterampilan untuk mengalihkan emosi anggota tim agar terjadi dialog sehingga akar masalah dapat terpecahkan.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
• Bagaimana membangun mutual respect di organisasi Anda.
• Tips menyelesaikan hidden conflict dan bad mouthing yang terjadi saat bekerjasama.
• Keterampilan untuk memimpin anggota tim agar saling menghormati dan memahami satu sama lain.
Daftarkan diri Anda untuk mempelajari bagaimana kita sebagai pemimpin dapat menginsipirasi anggota tim sehingga tercipta sinergi dan budaya mutual respect terbangun mulai dari tim.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Istilah “Quiet Quitting” makin sering kita dengar di dunia kerja dan sosial media. Fenomena yang disebut-sebut banyak mempengaruhi kontribusi karyawan di organisasi.
Meski istilah “Quiet Quitting” ini baru muncul namun saat pemimpin mampu mengenali karakter setiap anggota timnya maka hal ini dapat diantisipasi. Hal ini karena prinsip-prinsip untuk meningkatkan employee engagement tak lekang oleh waktu.
Dalam webinar selama 60 menit ini, kita akan mempelajari:
- Bagaimana quiet quitting mempengaruhi organisasi Anda.
- Mindset kepemimpinan yang akan mendorong employee engagement
- Whole-person approaches yang akan menjadikan pemimpin sebagai panutan bahkan di masa sulit dan penuh perubahan.
Daftarkan diri Anda untuk mempelajari bagaimana karakter, cara pandang, keterampilan da perilaku kita sebagai pemimpin dapat menginsipirasi anggota tim dan mampu memberikan hasil yang luar biasa.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Kita belajar menjadi orang tua (yang baik) melalui pengalaman. Belajar dari bagaimana orang tua kita mengasuh kita dan seringkali mencari referensi melalui buku atau artikel yang mengulas tentang bagaimana menjadi orang tua.
Dalam perjalanannya, saat anak kita tumbuh menjadi remaja, sering kali kita merasa lebih sulit menjadi orang tua. Kita mulai membayangkan masa depan seperti apa yang akan dimiliki remaja kita. Di tengah perubahan yang terus terjadi dan gempuran teknologi, kita khawatir apakah mereka mampu mencapai apa yang dicita-citakan.Atau bahkan, tahukah mereka dengan apa yang mereka akan lakukan di masa depan.
Bagaimana kita, orang tua, membantu remaja kita untuk menjadi individu yang lebih efektif? Apa yang dapat kita lakukan untuk mengarahkan mereka memahami apa yang mereka ingin capai di masa depan?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Sudah memasuki akhir tahun, bagaimana evaluasi Anda terhadap pekerjaan sepanjang tahun ini? Tercapaikah semua yang Anda rencanakan? Bisa jadi masih ada beberapa hal yang tidak berjalan seperti yang Anda harapkan. Saatnya mempersiapkan diri dengan lebih baik di tahun 2023 mendatang.
Bagaimana strategi agar kita dapat mengkontrol stress ditengah gempuran pekerjaan yang seakan tak ada habisnya? Apa kunci mengelola pekerjaan secara lebih efektif dan produktivitas meningkat?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Tahun 2022 akan segera berakhir. Namun sepertinya tantangan tak ada habisnya untuk dihadapi. Kita dituntut untuk siap menghadapi berbagai perubahan yang bisa terjadi kapan saja.
Agar mampu menghadapi perubahan ini, setiap pemimpin harus menyiapkan anggota timnya dan membangun resilience sehingga mereka tak hanya bisa beradaptasi namun juga mampu menyiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang mungkin akan datang.
Bagaimana membangun tim resilience agar mampu terus beradaptasi dengan perubahan? Apa saja yang perlu kita persiapkan untuk membangun tim resilience ini?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Meski cara kerja kita terus mengalami perubahan, namun tanggung jawab kepemimpinan yang kita miliki tetaplah sama. Setiap pemimpin perlu untuk membantu anggota timnya untuk mengeksekusi tujuan-tujuan terpenting yang hendak dicapai sehingga organisasi mencapai hasil yang luar biasa secara berkesinambungan.
Bagaimana menyelaraskan gaya kepemimpinan dengan tantangan baru dunia bisnis saat ini? Bagaimana pemimpin dapat memobilisasi anggota timnya untuk bekerjasama dan meraih hasil yang luar biasa?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Perjalanan pendidikan Indonesia dalam sejarahnya mengalami banyak perubahan mengikuti perkembangan zaman. Mulai dari disesuaikannya sistem asesmen sampai melibatkan peran aktif masyarakat. Hal ini menjadi angin segar sekaligus tantangan bagi para pendidik.
Menjadi guru penggerak yang menginspirasi tidak hanya di dalam kelas tentunya menjadi salah satu kunci kesuksesan implementasi Kurikulum Merdeka.
Bagaimana menjadi guru penggerak yang sukses mengimplementasi kurikulum merdeka? Apa tips agar mampu menciptakan pemimpin pembelajaran yang berpusat pad murid?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Klien meminta kustomisasi untuk sebuah produk siap pakai. Anggota tim mengajukan kenaikan dana saat budget Anda dipangkas oleh tim keuangan. Pernahkah Anda mengalami situasi yang kurang lebih sama dengan contoh diatas?
Baik dalam kehidupan pribadi ataupun professional, kita sering dihadapkan pada posisi sulit yang mengharuskan kita untuk bernegosiasi. Tekadang, orang menganggap negosiasi merepotkan padahal kemampuan kita untuk membawa aura positif akan mampu menciptakan situasi menguntungkan bagi kedua belah pihak.
Bagaimana menciptakan situasi menang-menang saat bernegosiasi? Bagaimana memilih kalimat yang tepat hingga negosiasi berjalan dengan baik dan berakhir kesuksesan bagi kedua belah pihak?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Survey yang dilakukan oleh FranklinCovey terhadap ratusan ribu pekerja di Amerika dari berbagai industri menyebutkan bahwa 88% orang meyakini bahwa perubahan membawa dampak buruk bagi kehidupan mereka. Keyakinan ini lah yang menyebabkan perubahan sulit berjalan dengan mulus.
Perubahan adalah satu-satunya hal yang konstan dalam kehidupan ini. Kita tidak bisa menghindar dari perubahan. Perkembangan teknologi, pandemi, hingga krisis ekonomi telah mengubah cara kita menjalankan bisnis, cara kita bekerja dan cara kita berinteraksi dengan pelanggan.
Bagaimana kita mampu mengenali respon kita pada perubahan hingga mampu menemukan keputusan? Apa langkah yang tepat untuk membuat perubahan menjadi lebih menarik dan tidak begitu menakutkan?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Perkembangan teknologi memberikan kita kemudahan dalam berkomunikasi melintasi ruang dan waktu. Namun sayangnya, banyak orang merasa bahwa kita sering terdiskoneksi dalam hubungan antar manusia.
Meski tak ada pertemuan langsung, kita sebenarnya tetap dapat membangun hubungan empatik terutama dengan rekan kerja. Salah satunya dengan keterampilan mendengarkan secara empatik dan efektif. Hal ini juga akan mencegah terjadinya konflik karena adanya hambatan komunikasi yang tak tersampaikan.
Bagaimana membangun hubungan yang empatik? Bagaimana agar kita mampu mendengarkan secara efektif sehingga membangun koneksi yang lebih baik dengan orang lain?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Tahun 2022 akan segera kita tinggalkan. Saatnya untuk mempersiapkan diri dan anggota tim untuk menyongsong tahun depan. Salah satu hal yang dapat mulai dilakukan adalah membantu anggota tim untuk menentukan tujuan yang akan dicapai.
Meski banyak orang mengatakan bahwa perkembangan karir seseorang adalah tanggung jawab pribadi mereka, namun tak bisa dipungkiri peran pemimpin atau manajer juga substansial. Dukungan aktif yang diberikan mampu menjadi katalisator dan bentuk dukungan langsung bagi perkembangan karir mereka.
Bagaimana langkah tepat untuk membantu anggota tim menentukan tujuan yang hendak mereka capai? Apa yang perlu disiapkan untuk menentukan tujuan pribadi yang selaras dengan tujuan organisasi?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
“Quiet Quitting” menjadi istilah yang makin populer di dunia kerja dan sosial media. Banyak pihak mengkhawatirkan fenomena ini dapat mempengaruhi kinerja organisasi bila tidak segera diantisipasi.
Salah satu hal yang bisa dilakukan pemimpin adalah dengan mampu mengenali karakter setiap anggota timnya. Namun di sisi lain, ia juga harus bisa mengembangkan dirinya, pola pikir, keterampilan dan perilaku sehingga mampu menginspirasi anggota timnya dan memberikan hasil sesuai bahkan melebihi dari apa yang diharapkan.
Mindset kepemimpinan seperti apa yang perlu dimiliki agar mampu meningkatkan keterlibatan anggota tim? Bagaimana pendekatan yang sebaiknya dilakukan agar kinerja tim makin meningkat meski perubahan terus terjadi?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Dunia kerja tak lagi sama. Untuk dapat mengikuti perubahan, organisasi perlu untuk memikirkan kembali pendekatan yang digunakan dalam memimpin.
Apa keterampilan esensial yang diperlukan untuk memimpin tim mencapai hasil di tahun 2023? Bagaimana menyesuaikan gaya dan pendekatan kepemimpinan untuk menghadapi perubahan selanjutanya di dunia kerja?
Memenuhi tuntutan serta mengikuti perkembangan yang ada, perusahaan seakan berlomba-lomba dalam melakukan proses digitalisasi. Digital Workplace menjadi istilah yang familiar bagi perusahaan.
Sejalan dengan hal ini, setiap orang yang ada di organisasi haruslah siap dan melek digital. Istilah umumnya disebut digital ready worker. Namun, yang sering tidak kita sadari, masuh banyak orang di organisasi yang seolah-olah akrab dengan digital namun sesungguhnya hanya di permukaan saja. Delloitte menyebutnya sebagai learned helplessness.
Bagaimana tim human capital dapat berperan aktif dalam proses digitalisasi perusahaan? Apa yang dapat dilakukan untuk menyiapkan dan menghadapi digital ready worker?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Manajer lini pertama merupakan garda terdepan organisasi, namun seringkali mereka kurang mendapat dukungan yang membekali mereka untuk menjalankan peran dan tanggung jawab baru tersebut.
Sebagai manajer, kita perlu mengetahui kekuatan, potensi dan juga kelemahan anggota tim kita. Kita juga sepertinya dituntut untuk memiliki jawaban atas pertanyaan serta yang tak kalah penting, mulai tak hanya memikirkan hasil yang diraih secara pribadi tapi pencapaian tim secara keseluruhan.
Apa yang dapat kita lakukan agar menjadi manajer hebat yang sukses bersama anggota tim? Bagaimana membuat anggota tim akuntabel terhadap pencapaian hasil tim?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Saat sebuah project tidak dikelola dengan baik hingga akhirnya gagal memenuhi timeline yang telah disepakati, kerugian yang dialami oleh organisasi tak hanya terbatas pada masalah biaya saja. Namun, kerugian ini juga mampu merusak reputasi, kepercayaaan diri bahkan kepercayaan terhadap tim dan organisasi.
Bukan sekedar project manager yang piawai yang diperlukan untuk kesuksesan sebuah project. Keterampilan mengelola project dan sekaligus kemampuan untuk meminta pertanggungjawaban pekerjaan anggota tim pun sangat diperlukan.
Bagaimana meningkatkan accountability anggota tim terhadap kesuksesan sebuah project, terutama bila mereka bukan anggota tim kita secara langsung? Apa kiat agar project dapat berjalan tepat waktu, sesuai budget dan hasil maksimal?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Tren Quite Firing dan Quiet Quitting yang awalnya menyebar melalui media sosial, akhir-akhir ini makin familiar terdengar di dunia kerja. Gallup.com menuliskan Quiet Quitting sebagai kondisi ketika orang hanya melakukan pekerjaan sesuai job description saja. Penelitian Gallup bahkan menyebutkan 50% pekerja di Amerika mengalami fenomena Quiet Quitting ini.
Bersamaan dengan itu, muncul pula tren Quiet Firing. Mengutip Time.com, Quiet Firing adalah kondisi ketika organisasi gagal memberi apresiasi yang tepat bagi karyawannya sehingga memaksa mereka untuk meninggalkannya.
Bagaimana tanda-tanda adanya Quite Firing dan Quiet Quitting di organisasi? Apakah ini terjadi di organisasi kita? Bagaimana cara leader untuk bisa lebih menghargai dan mengapresiasi anggota timnya?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Perubahan terjadi dengan cepat. Apa yang berhasil kita lakukan kemarin belum tentu memberi hasil yang sama di hari berikutnya. Tak bisa dipungkiri, setiap pemimpin dihadapkan pada tantangan untuk terus mengambil keputusan secara cepat. Bahkan pada hal-hal yang belum pernah dihadapi sebelumnya.
Membawa tim meraih keberhasilan di era perubahan telah menjadi tugas pemimpin. Ia dituntut untuk mampu tidak hanya memimpin dirinya sendiri namun juga mengembangkan potensi anggota tim yang dimilikinya.
Bagaimana pemimpin dapat sukses memimpin di tengah perubahan ini? Apa peran-peran penting pemimpin yang dapat mendukung kesuksesan memimpin di tengah perubahan ini?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Salah satu kendala dari organisasi yang bertumbuh adalah munculnya silo di dalam organisasi, yang menghambat budaya saling berbagi informasi dan berkolaborasi mencapai tujuan bersama. Tak jarang kondisi silo team semakin muncul di era perubahan yang cepat dan pasca pandemi dimana karyawan bekerja secara hybrid.
Bila tak segera diatasi, silo ini akan berujung pada hilangnya kepercayaan antara satu sama lain. Komunikasi yang buruk, tak adanya ownership terhadap pekerjaan hingga budaya perusahaan yang menurun merupakan berbagai dampak yang harus dihadapi organisasi karena kondisi silo .
Bisakah kita meruntuhkan kondisi silo yang mungkin telah lama ada di organisasi? Bagaimana seorang pemimpin dapat membawa anggota tim keluar dari situasi silo?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Employee experience bukan hanya sekedar masalah merasa nyaman saat bekerja, namun memiliki dampak yang lebih luas bagi retensi karyawan hingga performa kinerja.
Studi yang dilakukan Globoforce dan IBM menyebutkan bahwa 25% organisasi yang memiliki nilai skor employee experience tinggi dilaporkan mampu mencapai return on sales 2 kali lipat lebih besar daripada organisasi yang berada di kuartil bawah.
Keberhasilan program employee experience tentu tak lepas dari peran Human Capital. Program employee experience ini harus mampu menyentuh sisi humanis karyawan sekaligus menjawab berbagai isu yang dihadapi di era digital ini.
Bagaimana human capital mampu mengidentifikasi berbagai isu yang berkaitan dengan employee experience? Apa yang dapat dilakukan untuk menciptakan creative meaningful work bagi karyawan?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Salah satu cara yang paling sering digunakan oleh tim sales untuk memenuhi target adalah dengan menambah jumlah prospek sebanyak mungkin. Kita menghubungi daftar nama mulai dari A-Z dan melewatkan proses kualifikasi di bagian akhir proses. Hasilnya, kita sering terjebak pada prospek-prospek yang ‘bodong’.
Salah satu kunci prospecting yang efektif bukanlah pada jumlah prospek yang kita hubungi. Kunci yang sesungguhnya adalah pada upaya dan kemampuan tim untuk berfokus pada prospek yang berpotensi melakukan kesepakatan bisnis dengan kita.
Bagaimana melakukan identifikasi untuk menentukan priority leads? Apa yang dilakukan oleh para sales achievers sehingga berhasil mencapai target bahkan melebihi?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Riset terbaru dari Crucial Learning menunjukkan bahwa 1 dari 4 orang mengalami burnout. Berdasarkan World Economic Forum, masalah burnout masih sangat dialami sebagian besar pekerja. Namun, bukan berarti ini tak bisa diatasi lho.
Salah satu cara yang bisa kita lakukan untuk meringankan burnout yang dirasakan adalah dengan memberi perhatian lebih pada pengaturan waktu dan perhatian kita. Sebenarnya, banyak hal yang dapat kita lakukan tanpa harus mengalami kelelahan berlebihan.
Bagaimana strategi agar kita dapat mengkontrol stress ditengah banyaknya pekerjaan dan perubahan yang terus terjadi? Apa tips mengatakan “tidak” pada pekerjaan tambahan sementara masih banyak yang harus kita selesaikan?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Menjadi seorang pemimpin bukanlah tugas yang mudah. Terkadang kita harus berhadapan dengan hal-hal yang dihindari kebanyakan orang. Menyampaikan berita yang kurang menyenangkan, membuat keputusan yang tidak populer, menerima tanggung jawab lebih hingga harus memberikan kejelasan ditengah ketidakpastian.
Di satu sisi, tak jarang kita menemukan pemimpin-pemimpin yang sukses mengelola anggota tim dan membawa mereka berkinerja efektif dan unggul. Kita seringkali bertanya, hal berbeda apa yang dilakukan oleh para pemimpin sukses tersebut?
Apa yang dapat dilakukan agar menjadi pemimpin yang efektif? Kebiasan-kebiasaan apakah yang perlu dilakukan secara rutin untuk membentuk pribadi yang proaktif?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Sebagian besar dunia sudah harus beradaptasi dan bekerja secara hybrid di kantor. Work remotely, anywhere, anytime seakan telah menjadi slogan di berbagai perusahaan. Namun, di satu sisi adaptasi ini menghasilkan tantangan baru dalam mengelola tim dengan metode berbeda agar tetap efektif dan berkinerja unggul.
Salah satu tantangan yang dihadapi pemimpin dalam hybrid working adalah menjaga grup tetap kohesif dan produktif, meski tak saling bertemu muka setiap hari. Berbagai masalah yang berkaitan dengan budaya kerja juga tak dipungkiri akan dihadapi dan perlu segera diatasi.
Bagaimana mengelola tim yang efektif agar hybrid work dapat memberi hasil yang sama dengan yang setiap hari berada di kantor? Bagaimana mengatasi perbedaan budaya kerja dan membawa tim tetap_engaged_ serta saling berkolaborasi?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Setelah masa pandemi, kita memasuki babak baru dimana semua hal seolah berjalan kembali normal. Selama hampir 2,5 tahun ini kita mengalami beragam kondisi yang penuh ketidakpastian hingga membuat kita terbiasa mengambil keputusan untuk menyesuaikan dengan perubahan.
Kini, tantangan berbeda kembali kita dihadapi. Tak lagi berada dalam kondisi survival mode. Saatnya bangkit dan mengatur ulang strategi untuk mencapai tujuan. Namun, tentu saja itu tak cukup bila kita tidak mengeksekusi strategi-strategi yang telah disiapkan.
Bagaimana kita bisa proaktif dalam mengeksekusi setelah terbiasa dengan kondisi burning platform? Riset kami membuktikan di beberapa organisasi proaktif saja belum cukup tanpa ada strategi eksekusi yang benar-benar tepat hingga menterjemahkan strategi menjadi action yang berkualitas dari pemimpin hingga anggota tim pelaksana.
Bagaimana The 4 Disciplines of Execution dapat membantu kita memberikan kontribusi kinerja dengan mengeksekusi strategi krusial yang telah disiapkan?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Riset yang dilakukan Crucial Learning menunjukkan bahwa 9 dari 10 orang merasa tidak aman baik secara emosional atau secara fisik untuk mengungkapkan apa yang ada dalam pikiran mereka dalam 18 bulan terakhir. Apalagi bila berkaitan dengan hal-hal yang sensitif atau penuh kontroversi.
Untuk menghindari konflik, rasa sungkan hingga bahkan merusak hubungan yang terjalin, orang memiliki kecenderungan untuk bersikap diam.
Apa keterampilan yang dibutuhkan untuk mengubah perbedaan pendapat menjadi dialog yang konstruktif? Bagaimana menciptakan rasa aman saat harus berbicara dalam satu topik yang cukup kontroversial?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Salah satu kunci kinerja tinggi adalah adanya kepercayaan yang tinggi dari anggota tim kepada pemimpinnya. Apalagi dalam situasi hybrid working saat ini, kepercayaan seolah menjadi fondasi dalam hubungan kerja.
Bagaimana mengukur dampak kepercayaan tinggi terhadap pencapaian kinerja? Perilaku apa yang perlu dilakukan untuk menjadi pemimpin yang terpercaya?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Meski kecil, tak ada satupun organisasi yang terlepas dari yang namanya office conflict. Namun terkadang, kita seringkali memilih untuk menghindari konflik tersebut, alih-alih menghadapinya. Bila dibiarkan terus berlarut-larut, konflik ini akan memberi dampak buruk pada kinerja dan jalinan hubungan antar karyawan.
Apa yang sebaiknya dilakukan saat terjebak dalam office conflict? Bagaimana mengatasi konflik yang telah berkelanjutan?
Bagaimana pemimpin dapat sukses memimpin di tengah perubahan ini? Apa hal berbeda yang dapat dilakukan untuk membawa tim mencapai target bahkan disaat hybrid working?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Perubahan terjadi dengan cepat. Apa yang berhasil kita lakukan kemarin belum tentu memberi hasil yang sama di hari berikutnya. Tak bisa dipungkiri, setiap pemimpin dihadapkan pada tantangan untuk terus mengambil keputusan secara cepat. Bahkan pada hal-hal yang belum pernah dihadapi sebelumnya.
Membawa tim meraih keberhasilan di era perubahan telah menjadi tugas pemimpin . Ia dituntut untuk mampu tidak hanya memimpin dirinya sendiri namun juga mengembangkan potensi anggota tim yang dimilikinya.
Bagaimana pemimpin dapat sukses memimpin di tengah perubahan ini? Apa hal berbeda yang dapat dilakukan untuk membawa tim mencapai target bahkan disaat hybrid working?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Saat sesi 1-on-1 antara anggota tim dengan manajer mereka, kecenderungan yang terjadi adalah manajer menyiapkan agenda dan anggota tim akan mengikuti alur yang disiapkan.
Sesi 1-on-1 kadang seringkali disepelekan oleh sebagian orang. Padahal sesi ini memiliki dampak besar terhadap work-life balance, kesempatan untuk maju, produktivitas hingga keterlibatan karyawan.
Pertanyaan yang sering muncul, bisakah kita sebagai anggota tim berpartisipasi aktif dalam sesi 1-on-1 ini? Bila Ya, apa yang bisa kita siapkan dan lakukan agar sesi 1-on-1 ini berjalan sesuai harapan dari kedua belah pihak?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Di setiap organisasi, kita lazim menemui anggota tim dengan beragam kemampuan dan kinerja. Dengan kinerja yang beragam ini tentu saja kita mendapatkan hasil yang beragam pula. Tak semua mampu memberikan hasil seperti yang diharapkan.
Salah satu kunci untuk mendapatkan hasil sesuai yang diharapkan adalah dengan memiliki standar kinerja tinggi yang berlaku bagi setiap orang yang ada di dalam tim.
Apa yang dapat dilakukan pemimpin untuk memotivasi dan membawa anggota timnya berubah menjadi lebih baik? Bagaimana mengubah perilaku anggota tim dari yang hanya berkinerja rata-rata menjadi berkinerja tinggi?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Sudahkah tim penjualan Anda mencapai target hingga pertengahan tahun ini?
Untuk menjadi sukses, kita perlu melakukan sesuatu yang berbeda. Namun, tanpa disadari apa yang kita lakukan ternyata tidak dianggap berbeda oleh klien.
Riset yang dilakukan FranklinCovey dan melibatkan lebih dari 3000 orang anggota tim penjualan dari 135 negara, ada 3 hal yang dilakukan secara berbeda oleh para top sales performers.
Hal-hal berbeda apa yang dilakukan para top sales performers? Apa yang sales leader dapat lakukan untuk membantu anggota timnya menemukan momentum untuk meraih kemenangan-kemenangan kecil dari setiap usahanya?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Office conflict tak bisa dihindari pasti terjadi di lingkungan kerja. Biasanya yang sering terjadi, daripada menghadapinya, kita memiliki kecenderungan untuk menghindari konflik tersebut. Rasa sungkan, segan seringkali mendominasi.
Namun, bila kita tidak mampu mengatasinya sejak dari awal, hal ini bisa menjadi bumerang di kemudian hari. Konflik yang semula kecil dapat meluas dan akan menganggu suasana kerja, kinerja tim hingga kesehatan baik fisik maupun mental.
Bagaimana cara yang efektif mengatasi office conflict? Keterampilan apa yang dibutuhkan dalam menghadapi office conflict sehingga tidak berlarut-larut?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Di era digital ini, tuntutan pekerjaan dirasakan semakin tinggi setiap harinya. Studi yang dilakukan Crucial Learning menyebutkan 82% orang merasa bahwa tekanan pekerjaan mereka tidak berkurang, mereka diminta untuk melakukan banyak pekerjaan dalam waktu singkat.
Secara tidak sadar, kondisi ini menyebabkan kita merasa harus segera menyelesaikan semua pekerjaan dan bahkan mengambil setiap kesempatan yang ada. Tanpa kita sadari, hal-hal tersebut justru tidak membuat kita semakin produktif, malah sebaliknya.
Apa kebiasaan yang memiliki impact besar terhadap cara kerja sehingga kita tidak tenggelam dalam pekerjaan? Keterampilan apa saja yang perlu kita miliki?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Bisakah remaja kita menjadi pribadi yang efektif? Pertanyaan ini seringkali muncul di benak para orang tua. Era globalisasi menempatkan kita dalam dilema, siapkah anak-anak kita menghadapinya? Bagaimana mereka memilah dan memilih yang terbaik bagi mereka.
Remaja efektif dapat terwujud diawali dengan kemampuan mereka untuk memiliki kendali atas diri sendiri sehingga tidak mudah terpengaruh hal negatif, bisa membuat keputusan yang tepat, memahami tujuan hidup, memiliki komunikasi yang baik serta mampu memprioritaskan hal-hal yang penting.
Ikuti program The 7 Habits of Highly Effective Teens Program untuk membantu remaja Anda menjadi efektif. Sebuah proses pembelajaran dan eksplorasi kepemimpinan diri usia remaja berlandaskan prinsip The 7 Habits of Highly Effective People.
Peserta akan dibekali konsep mengenai peningkatan life skills yang akan membantu pada kesuksesan dalam peran kehidupan mereka sehari-hari, baik sebagai anggota keluarga, pelajar, dan sosial. Proses pembelajaran di desain 2 arah.
Program ditujukan bagi remaja usia 13-19 tahun, dilaksanakan pada 12-22 April 2022.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Blended learning dapat menjanjikan hasil bisnis organisasi yang luas. Mulai karyawan mendapatkan growth mindset, mampu menerapkan skillset baru, sampai dengan hasil bisnis.
Namun, impact akan sulit didapatkan jika kurangnya tingkat kedewasaan belajar dari setiap orang yang ada di organisasi.
Dunamis memperkenalkan metode pembelajaran Impact Journey yang membantu tercapainya learning result yang berkesinambungan. Apa tantangan dalam membangun learning habit di organisasi? Serta bagaimana mempersempit leadership gap untuk mencapai hasil?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Perubahan terus terjadi apalagi di era digital saat ini. Kesuksesan untuk berubah tak hanya mengandalkan proses yang kita lakukan namun juga keinginan setiap orang yang terlibat untuk berubah.
Perubahan dapat mudah teradaptasi saat pemimpin dan anggota timnya memahami dan menavigasikan pola perubahan dengan tepat. Kita perlu mempelajari cara mengelola reaksi yang timbul karena adanya perubahan, secara proaktif menyiapkan diri untuk menghadapinya sehingga mendapatkan hasil yang efektif.
Bagaimana cara mengajak anggota tim mengenali perubahan di era digital? Bagaimana mendorong tim yang sulit berubah untuk bertindak cepat, mampu melihat peluang sekaligus mengambil keputusan dengan tepat?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Keluhan yang sering kita dengar berkaitan dengan online learning adalah tidak dirasakannya impact yang berarti setelah pembelajaran selesai dilakukan. Belum lagi keluhan dari pembelajar akan sulitnya mencari pembelajaran yang sesuai dengan kompetensi yang diperlukan.
Agar blended learning yang telah kita siapkan memberi hasil sesuai yang diharapkan, kita perlu melakukan penyelarasan antara kompetensi dan keterampilan anggota tim dengan proses yang kita lakukan, tentu saja sesuai dengan kebutuhan organisasi. Di Dunamis kami menyiapkannya dalam bentuk Impact Journey yang didukung world-class content dari FranklinCovey, tim expert Dunamis dan teknologi yang memudahkan setiap pengguna.
Apa yang dimaksud dengan Impact Journey? Apa beda traditional learning journey dengan Impact Journey? Bagaimana Dunamis Impact Journey membantu organisasi membangun kesiapan para pembelajar sehingga mendapatkan hasil dari blended learning yang dilakukan?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Organisasi akan berkembang ketika setiap orang yang ada dalam organisasi tidak berhenti belajar. Bila organisasi kita ingin mendapatkan hasil maksimal yang berkesinambungan, maka kita harus harus membangun sebuah ekosistem pembelajaran yang mendukung dan memberi kesempatan bagi setiap orang untuk belajar.
Proses pembelajaran menggunakan blended learning saat ini menjadi pilihan karena dianggap memberikan dampak pembelajaran yang lebih tinggi. Setiap talenta mampu dikembangkan dan dapat belajar secara cepat serta mampu meningkatkan keterampilan sesuai kompetensi yang dibutuhkan.
Model blended learning seperti apakah yang dapat menciptakan ekosistem pembelajaran yang memberikan impact pembelajaran secara maksimal? Apa yang dapat dilakukan tim L&D untuk membangun ekosistem pembelajaran ini?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Organisasi akan berkembang ketika setiap orang yang ada dalam organisasi tidak berhenti belajar. Bila organisasi kita ingin mendapatkan hasil maksimal yang berkesinambungan, maka kita harus harus membangun sebuah ekosistem pembelajaran yang mendukung dan memberi kesempatan bagi setiap orang untuk belajar.
Proses pembelajaran menggunakan blended learning saat ini menjadi pilihan karena dianggap memberikan dampak pembelajaran yang lebih tinggi. Setiap talenta mampu dikembangkan dan dapat belajar secara cepat serta mampu meningkatkan keterampilan sesuai kompetensi yang dibutuhkan.
Model blended learning seperti apakah yang dapat menciptakan ekosistem pembelajaran yang memberikan impact pembelajaran secara maksimal? Apa yang dapat dilakukan tim L&D untuk membangun ekosistem pembelajaran ini?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Better Leader adalah segmen baru dari Dunamis Insight. Sebuah konten yang menghadirkan ide-ide praktis bagi para pemimpin tim untuk menjadikan organisasi yang dipimpinnya lebih baik dalam 'enable greatness'.
Episode ini menghadirkan Arya Erlangga dan Teddi Prasetya Yuliawan, fasilitator dan konsultan Dunamis, yang membahas "2 Kesalahan Klasik para Manajer".
Tren perubahan dari pembelajaran tradisional di dalam kelas menjadi online learning sudah diadopsi oleh banyak organisasi.
Tak hanya sekedar online learning kita mulai beralih pada blended learning yang diyakini mampu mencapai dampak pembelajaran yang lebih tinggi, dengan tujuan setiap talenta yang akan dikembangkan dapat belajar secara cepat serta mampu meningkatkan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan. Perubahan ini tentu saja memerlukan penyesuaian yang tak mudah.
Seberapa penting dan efektifkah blended learning bagi pengembangan SDM di organisasi? Bagaimana proses blended learning dapat kita optimalkan dan memberi impact pada kinerja bisnis?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Saat project berjalan tak sesuai rencana, seberapa besar biaya yang dikeluarkan organisasi Anda?
Project yang gagal atau tidak terkelola secara baik dari segi waktu maupun biaya, tak hanya menyebabkan organisasi harus mengeluarkan biaya yang lebih besar, namun juga berpengaruh terhadap reputasi dan kepercayaan terhadap organisasi kita.
Bagaimana mengelola project hingga dapat berjalan tepat waktu, sesuai budget dan hasil yang diharapkan terutama bila anggota tim ada yang berasal dari divisi lain? Keterampilan apa yang dibutuhkan untuk keberhasilan sebuah project?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Perubahan dunia kerja selama 2 (dua) tahun terakhir menjadi hybrid working mempercepat perubahan model pembelajaran di organisasi. Salah satunya adalah Online Learning yang menjadi pilihan bagi banyak organisasi.
Beberapa keuntungan online learning adalah jangkauan yang luas, jumlah peserta yang jauh bisa lebih banyak daripada pembelajaran yang dilakukan dalam kelas serta tentu saja biaya yang dikeluarkan lebih efisien. Namun, banyak organisasi masih meragukan efektivitas online learning, terutama jika sangat mengandalkan kemandirian pembelajar.
Benarkah impact dari pembelajaran secara online sama efektifnya dengan pembelajaran di dalam kelas? Metode pembelajaran seperti apa yang dapat dilakukan tim L&D agar pengembangan talenta organisasi dapat berjalan secara berkelanjutan?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Banyak Manajer dipromosi karena kemampuan mereka sebagai kontributor individual, dan umumnya mereka akan merasa kesulitan dalam memimpin orang lain. Ketika mereka gagal, biasanya disebabkan karena mereka tidak dapat mencapai target terpenting yang ditetapkan. Penyebab kegagalan tersebut seringkali terjadi karena:
Mereka mengelola orang lain sebelum mampu mengelola dari sendiri.
Mereka mengatur orang lain, ketimbang mendorong angota tim untuk mengelola diri sendiri dalam mencapai tujuan yang disepakati.
Manajer yang efektif fokus mengembangkan kemampuan memimpin mulai dari cara berpikir hingga keterampilan dalam membawa tim mencapai hasil yang diharapkan oleh perusahaan.
Apa tantangan terbesar Manajer dalam memimpin tim? Apa sajakah keterampilan yang perlu dikuasai agar dapat membawa tim menuju keberhasilan?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Di era hybrid working, pemimpin berperan sebagai tumpuan organisasi. Tak hanya berfokus pada hasil dan mengelola sistem kerja, namun juga perlu menjaga bagaimana tim tetap terhubung dengan budaya organisasi.
Keterampilan kepemimpinan seperti berempati, memotivasi, meningkatkan kepercayaan serta berkomunikasi, menjadi semakin penting.
Bagaimana hubungan kepemimpinan dan budaya organisasi? Apa yang dapat dilakukan agar anggota tim tetap saling terkoneksi dan dapat diberdayakan kemampuannya?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Bagaimana suasana saat Anda melakukan sesi 1-on-1 dengan anggota tim Anda? Menegangkan? Apakah sesuai harapan? Atau malah berakhir dengan ketidakpuasan di salah satu pihak?
Salah satu kecenderungan yang terjadi saat sesi 1-on-1 berlangsung adalah situasi dimana manajer telah menentukan agenda dan mengatur arah pembicaraan. Pernahkah Anda melibatkan anggota tim Anda secara aktif sebelum dan saat melakukan sesi 1-on-1? Saatnya mengubah sesi 1-on-1 ini agar kinerja makin maksimal.
Ingin dikenal sebagai pemimpin seperti apakah Anda?
Saat diangkat menjadi pemimpin, seringkali kita langsung dilimpahkan dengan berbagai urgensi. Melakukan pekerjaan secara multitasking, harus mengambil berbagai keputusan dengan cepat sementara di satu sisi berusaha bekerja bersama tim yang baru.
Ditengah kesibukan ini, para pemimpin sering mengabaikan waktu untuk mengasah kepemimpinannya yang sebenarnya dapat membantu mereka menjalankan peran dengan lebih baik. Bagaimana membangun reputasi sebagai seorang pemimpin? Bagaimana membangun sinergi dengan anggota tim?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Pemimpin yang kredibel mengerti bahwa membangun kepercayaan diperlukan untuk mendorong organisasi dan anggota timnya bergerak maju.
Kepercayaan menjadi isu penting saat bekerja secara hybrid. Seringkali muncul keraguan, apa yang dikerjakan anggota tim atau bahkan pemimpin, saat berada di rumah dan jauh dari anggota timnya.
Bagaimana membangun kepercayaan tim secara efektif? Bentuk kepercayaan seperti apa yang seharusnya kita miliki? Yuk, bangun kepercayaan dengan anggota tim agar kerja tim makin asik.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Melakukan delivery kelas online boleh dibilang susah-susah gampang. Salah penyampaian bisa menjadi bumerang. Kendala yang paling sering dihadapi adalah tidak adanya keterlibatan peserta secara aktif saat pembelajaran berlangsung. Hingga banyak pihak sering meragukan hasil dari kelas online sama efektifnya seperti saat kita bertatap muka.
Sebagai fasilitator, bagaimana membuat kelas online secara impactful dan insightful? Bagaimana membuat peserta engaged selama berjalannya kelas online?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Sudah mulai bekerja secara hybrid dengan tim Anda? Banyak pemimpin mulai mengeluhkan bagaimana cara yang tepat untuk mengelola anggota tim secara hybrid ini.
Isu kepercayaan, kolaborasi dan komunikasi tak bisa dilepaskan. Padahal target kinerja tentu masih harus terus menjadi perhatian.
Bagaimana kita bisa mengatasi isu-isu yang muncul tersebut? Seberapa baik komunikasi yang terjalin dengan tim Anda yang bekerja secara hybrid ini?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Kita semua tahu bahwa tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Kita belajar menjadi orang tua (yang baik) melalui pengalaman, belajar dari bagaimana orang tua kita mengasuh kita dan mungkin mencari buku atau artikel yang mengulas tentang bagaimana menjadi orang tua.
Dalam perjalanannya, anak-anak kita tumbuh menjadi remaja dan sering kali kita merasa lebih sulit menjadi orang tua saat mereka menjadi remaja. Mungkin sebagian dari kita membayangkan masa depan seperti apa yang akan dimiliki remaja-remaja kita. Apakah dengan perilakunya saat ini, remaja kita bisa mencapai apa yang dicita-citakannya? Apakah remaja kita bisa tumbuh menjadi individu yang sukses dan efektif?
Webinar kali ini akan membahas, bagaimana membantu remaja kita untuk menjadi individu yang lebih efektif dan mampu mencapai apa yang dicita-citakan.
Cara lama untuk mengisi sales funnel sudah tidak dapat digunakan lagi. Proses pembelian dalam industry B2B telah mengalami perubahan hingga mengubah pula cara pendekatan yang kita lakukan ke klien.
Calon-calon klien tak dapat lagi kita pilih secara random karena akan memperkecil kemungkinan menjadi klien yang potensial. Teknologi dan berbagai alat bantu perlu kita optimalkan agar kita dapat memilih calon klien yang potensial
Bagaimana cara yang efektif untuk memilih leads yang berkualitas dan sesuai target agar sales funnel tetap terjaga? Apa alat bantu yang bisa kita manfaatkan dan gunakan untuk memperbaiki sales funnel kita?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Meeting online sudah tak bisa lagi dilepaskan dari kegiatan kita sehari-hari. Meski sudah berjalan selama beberapa waktu, tak dapat kita pungkiri bila berbagai kendala masih terus dihadapi. Agenda meeting yang tidak tersusun dengan baik, waktu yang sering molor hingga berhadapan dengan peserta yang enggan berpartisipasi aktif.
Apa yang sukses kita lakukan saat bertemu secara offline, tak selamanya berhasil saat meeting atau kelas berjalan secara online. Hingga banyak pihak sering meragukan hasil dari meeting online sama efektifnya seperti saat kita bertatap muka.
Sebagai presenter atau fasilitator, apa yang dapat kita lakukan untuk menjadikan meeting menjadi efektif? Bagaimana membuat peserta engaged selama berjalannya meeting?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Tantangan yang dihadapi dunia pendidikan saat ini tidaklah sedikit. Pembelajaran Tatap Muka, persiapan tengah semester, tuntutan orang tua siswa hinga kemampuan Siswa yang belum sesuai dengan yang diharapkan. Dalam menghadapi berbagai tantangan ini, Pemimpin Sekolah tidak mungkin menyelesaikannya sendiri. Butuh tim yang kompak untuk bisa saling dukung dan saling bersinergi dalam menyelesaikan berbagai tantangang tersebut.
Namun sebagian Pemimpin Sekolah kadang merasa bahwa timnya tidak bisa diajak bekerja sama dalam menyelesaikan tantangan bahkan ikut menjadi bagian masalah tersebut.
Bagaimana membentuk tim yang bisa bersinergi lebih baik lagi sehingga mampu menjadi bagian dari solusi yang ada? Temukan jawabannya dalam sesi webinar kali ini.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Dunia kerja telah mengalami perubahan yang cukup signifikan. Karyawan bekerja agar dapat mempelajari keterampilan baru, memenuhi passion mereka serta menjadi manusia yang lebih baik lagi.
Hal ini membawa perubahan pula bagi perusahaan. Perusahaan harus mampu menyediakan lingkungan kerja yang mampu membuat setiap orang mengeluarkan potensi yang dimiliki dan memberikan kinerja terbaik. Perusahaan harus mampu memberikan holistic people experience.
Apa yang dimaksud dengan holistic people experience? Bagaimana learning & development mampu memantapkan sinergi antara pekerjaan dan kehidupan pribadi karyawan.
Setelah mengikuti webinar ini, peserta akan:
Mengetahui fakta tentang keterikatan karyawan dan kinerjanya
Memahami bagaimana mengembangkan sinergi pekerjaan dan kehidupan pribadi melalui experience karyawan
Memiliki pendekatan baru strategi pembelajaran dan pengembangan untuk memastikan tercapainya kinerja bisnis
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Kondisi pandemi yang masih berlanjut, memberi tantangan bagi organisasi dari beberapa industri. Tantangan-tantangan yang muncul ini cenderung merupakan hal-hal yang berada di luar kendali organisasi kita. Dari penurunan permintaan pasar hingga kebijakan pemerintah yang mempengaruhi organisasi.
Agar tetap survive dalam kondisi ini, organisasi harus mampu beradaptasi. Salah satu cara yang ditempuh adalah melakukan operational excellence. Berfokus pada hal-hal yang dapat dikelola secara internal agar semakin efektif dan efisien. Namun, strategi yang sudah disiapkan ini tak akan berjalan, bila tim yang dimiliki tidak kapabel dalam melakukan eksekusinya.
Bagaimana cara penurunan/cascading strategi operational excellence organisasi dalam aktivitas tim sehari-hari? Perubahan perilaku seperti apakah yang perlu dimiliki setiap orang dalam organisasi?
Setelah mengikuti webinar ini, peserta akan:
Mengetahui pentingnya operational excellence bagi organisasi di tengah perubahan yang sedang terjadi
Memahami bagaimana cara untuk membangun tim yang kapabel dan mencapai kinerja unggul
Memiliki kemampuan untuk mengelola anggota tim memahami tujuan terpenting tim dan organisasi serta menentukan aktivitas kunci/perilaku yang berdampak pada pencapaian hasil.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Buku dan konsep 7 Habits banyak dikagumi orang karena prinsip-prinsipnya yang bertahan lintas waktu dan lintas wilayah.
Banyak sekolah, universitas dan organisasi yang memasukkan 7 Habits sebagai bagian dari pelajaran pengembangan diri. Namun hasilnya tidak signifikan. Apa yang salah? Bisakah kita memperbaikinya?
Bagaimana 7 Habits Learning Journey mampu menginspirasikan perubahan paradigma dan perilaku karyawan, guru dan pemimpin organisasi secara signifikan? Adakah dukungan sistem, materi dan video yang didapatkan sehingga memberi dampak yang maksimal?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Setiap hari kita disibukkan dengan berbagai macam hal. Pekerjaan hingga persoalan kehidupan pribadi yang seakan tak ada habisnya. Menurut www.psychologytoday.com, kita membuat 35 ribu keputusan setiap harinya.
Salah satu faktor penyebab target dan tujuan-tujuan penting kita tidak tercapai adalah karena fokus dan perhatian kita mudah sekali teralihkan. Apalagi di era yang serba cepat berubah seperti saat ini. Bila terus dibiarkan, tentu saja akan berdampak buruk pada produktivitas kita.
Apa yang sebaiknya kita lakukan agar kita tetap fokus dan mampu membuat keputusan yang efektif hari ini? Bagaimana membuat fokus dan perhatian agar tidak mudah teralihkan?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Pandemi yang masih berlanjut, seolah meyakinkan bahwa “business as usual” tak akan dapat terjadi dalam waktu dekat. Berbagai penyesuaian harus dilakukan agar tetap bertahan. Cara-cara lama yang biasanya sukses kita lakukan dalam penjualan, tak lagi dapat digunakan.
Situasi ini membuat banyak perusahaan mulai memikirkan strategi penjualan mereka. Banyak pelanggan yang dulunya merupakan target potensial, sudah tak bisa lagi diharapkan, “Quick fixes” perlu digantikan oleh strategi baru yang berjangka panjang dan memberi hasil berkesinambungan.
Bisakah melakukan perencanaan ulang strategi penjualan B2B di tengah tahun secara efektif? Bagaimana cara jitu menentukan klien yang harus menjadi prioritas kita? Adakah alat bantu yang dapat membantu kita?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Menjadi pendidik di masa pandemi ini tentunya menghadapi banyak tantangan. Mulai dari bagaimana bergeser dari mengajar langsung menjadi mengajar secara virtual, penugasan yang berubah hingga perubahan siswa yang juga menuntut perhatian kita.
Sedangkan kita sendiri tidak jarang merasa lelah dalam menghadapi banyak hal tersebut.
Bagaimana kita bisa tetap menjadi pendidik yang efektif dengan segala tantangannya? Temukan jawabannya dalam sesi webinar kali ini.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Perubahan terjadi dengan cepat. Apa yang berhasil kita lakukan kemarin belum tentu memberi hasil yang sama di hari berikutnya. Tak bisa dipungkiri, setiap pemimpin dihadapkan pada tantangan untuk terus mengambil keputusan secara cepat. Bahkan pada hal-hal yang belum pernah dihadapi sebelumnya.
Membawa tim meraih keberhasilan di era perubahan telah menjadi tugas pemimpin . Dia dituntut untuk mampu tidak hanya memimpin dirinya sendiri namun juga mengembangkan potensi anggota tim yang dimilikinya.
Bagaimana pemimpin dapat sukses memimpin di tengah perubahan ini? Apa hal berbeda yang dapat dilakukan untuk membawa tim mencapai target bahkan disaat harus saling berjauhan?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Agar menunjukkan kinerja terbaik, tanpa disadari beberapa orang terjebak dalam kondisi kerja keras tanpa mengenal waktu istirahat. Apakah Anda termasuk yang mengalaminya? Jika Anda seorang penggila kerja atau workaholic, bisa jadi Anda terperangkap gaya hidup hustle culture.
Mengutip laman Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, orang dengan gaya hidup hustle culture merasa dirinya harus terus bekerja keras dan hanya perlu meluangkan sedikit waktu untuk istirahat. Tak heran hustle culture juga disebut gila kerja.
Apa yang akan terjadi bila kita terus terjebak dalam situasi ini? Akankah keberhasilan yang kita raih atau kehancuran secara perlahan? Apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Employee Exeperience selama ini telah menjadi salah satu alat untuk meningkatkan employee engagement. Namun sayangnya, terkadang organisasi tidak memberikan perhatian lebih terhadap program-program yang berkaitan dengan hal ini, terutama bagi karyawan yang berpotensi tinggi atau sering disebut HiPo.
Kebanyakan program Employee Experience bagi karyawan HiPo hanya berfokus pada retensi dan kepuasan karyawan. Tanpa memahami keinginan dan harapan para karyawan berpotensi tinggi ini, hasilnya, mereka bukan merasa termotivasi malah merasa stagnan dengan kondisi yang ada.
Bagaimana Employee Experience yang tepat untuk karyawan berpotensi tinggi ini? Faktor-faktor apa yang perlu kita perhatikan untuk mengembangkan potensi, meningkatkan keterikatan sekaligus mempertahankan mereka?
Setelah mengikuti webinar ini, peserta akan:
Mengetahui tujuan dan sasaran experience karyawan serta harapan para karyawan berpotensi tinggi.
Memahami pentingnya mengelola experience karyawan terutama pada karyawan yang berpotensi tinggi.
Memiliki kemampuan mengelola experience karyawan untuk mengembangkan potensi, meningkatkan keterikatan dan mempertahankan karyawan berpotensi tinggi.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Salah satu kunci sukses dalam penjualan B2B ada pada hubungan baik yang terjalin. Terlebih pada klien-klien dengan jumlah pembelian besar. Semakin cepat kita memiliki hubungan baik dan mampu mempengaruhi pengambil keputusan, maka kesempatan untuk mendapatkan deal semakin terbuka.
Apa yang menjadi kunci sukses para sales top performers saat berhadapan dengan para pengambil keputusan kunci? Apa saja penghalang yang biasanya dihadapi sebelum berhasil bertemu dengan para pengambil keputusan ini? Bagaimana mengatasinya?
“Sometimes the problem of work overload turns out not to be the most important” – Christina Maslach
“Duh, kayaknya aku udah gak punya kendali atas pekerjaan aku nih. Semua rasanya bertumpuk-tumpuk!”
“Remote working bikin waktu kerja makin panjang, kerjaan seperti gak ada habisnya!”
“Perasaan kerja dari rumah, tapi kok rasanya energi terkuras ya”!
Kalimat diatas akrab didengar di masa pandemi ini. Banyak orang mengalami hal yang disebut ‘burn out’ atau merasa kelelahan dan kehabisan energi. Awal mula terjadinya ‘burn out’ adalah karena kita ingin menunjukkan kinerja terbaik kita. Namun, tanpa kita sadari, kita lupa untuk merawat diri hingga akhirnya terbenam dalam kesibukan yang seakan tiada habisnya.
Bagaimana mengatasi dan menghindari ‘burn out’ ini? Cukupkah kita hanya mengatur waktu kita? Bagaimana mengelola perhatian dan energi kita sehingga prioritas-prioritas penting dapat tercapai?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
“In classical times, when Cicero had finished speaking, the people said, ‘How well he spoke,’ but when Demonsthenes had finished speaking, they said, ‘Let us march.’” – Adlai Stevenson
Ungkapan di atas masih sering kali kita temui hingga saat ini. Saat hadir dalam suatu presentasi, ada kalanya kita begitu termotivasi untuk segera bertindak setelah materi selesai disampaikan. Namun, tak jarang, materi yang disampaikan bagus, penyajian juga menarik tapi hanya sekedar berhenti disitu saja.
Bagaimana mempersiapkan sebuah presentasi yang tak hanya menarik namun juga menggugah audiensi untuk bertindak? Bagaimana tips meningkatkan interaksi saat melakukan presentasi?
Riset yang dilakukan FranklinCovey menyebutkan hanya 15% karyawan yang memahami tujuan terpenting dari organisasi, hal ini bisa karena tak adanya tujuan atau malah terlalu banyak tujuan yang hendak dicapai.
Bagaimana dengan Anda dan tim? Apakah kemajuan sasaran terpenting Anda masih jauh? Bagaimana pula menentukan fokus pada prioritas utama tim ditengah berbagai kesibukan rutin?
Setelah mengikuti webinar ini, peserta akan:
Memahami bagaimana pemimpin mampu membuat tim fokus pada sasaran terpenting,
Memahami apa yang perlu dilakukan bersama anggota tim untuk memastikan kinerja yang lebih baik,
Memahami mengenai Execution Gap dan bagaimana mengantisipasinya.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Salah satu tantangan yang dihadapi berkaitan dengan rotasi adalah seringnya terjadi masalah dalam komunikasi dengan rekan kerja. Bila komunikasi tim kurang responsif maka hal ini akan memperlambat pekerjaan dan menghalangi tercapainya target kinerja sesuai yang diharapkan.
Di masa remote working seperti saat ini, komunikasi menjadi semakin krusial dan masalah yang mungkin terjadi harus segera diantisipasi. Bagaimana menjalin komunikasi yang efektif dengan rekan kerja agar kinerja tetap terjaga? Saat terjadi kendala, apa langkah-langkah yang dapat dilakukan agar hubungan antar anggota tim tetap terjalin baik?
Setelah mengikuti webinar ini, peserta akan:
Memahami pentingnya membangun kedekatan dan kepercayaan secara berangsur dengan rekan kerja dalam tim.
Memahami cara komunikasi yang efektif dengan rekan kerja di masa perubahan dan remote working.
Memiliki kemampuan mengatasi kendala-kendala komunikasi yang mungkin muncul.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Semester pertama tahun 2021 sudah kita lewati. Bagaimana pencapaian Anda bersama tim saat ini? Apakah Anda sudah melakukan evaluasi yang tepat bersama tim?
Seringkali tanpa disadari, kita lalai melakukan evaluasi terhadap pencapaian yang telah kita raih. Hal ini menyebabkan kita mungkin melakukan kesalahan yang sama, berada di zona nyaman, atau terburu-buru beralih ke tujuan berikutnya.
Saat menemui tantangan dan hambatan untuk mencapai tujuan, apa yang dapat kita lakukan agar dapat memotivasi tim? Bagaimana mengevaluasi hasil pencapaian tim tanpa terkesan menyalahkan? Bentuk coaching seperti apa yang dapat kita lakukan?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Pernahkah Anda mengalami satu situasi dimana Anda melemparkan pertanyaan kepada anggota tim Anda ditengah meeting namun tidak mendapat respon sedikitpun?
Atau mungkin Anda memiliki seorang anggota tim yang terlihat mendominasi dalam setiap diskusi?
Atau pernahkah Anda memiliki anggota tim yang Anda tahu memiliki berbagai ide hebat namun tidak memiliki keberanian mengungkapkannya serta berkolaborasi dengan yang lain?
Saat bekerja dengan tatap muka langsung, masalah komunikasi sering mengalami kendala apalagi dalam suasana remote seperti saat ini. Untuk mengatasi permasalahan yang sering muncul tersebut, salah satu tugas pemimpin adalah mengembangkan budaya aman untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Baik kepada pemimpin atau anggota tim yang lainnya.
Bagaimana mengembangkan budaya komunikasi terbuka dengan anggota tim? Apa yang dapat dilakukan agar komunikasi dengan anggota tim semakin klik dan interaksi makin produktif meski bekerja secara remote?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Salah satu tugas seorang manajer yang krusial adalah memotivasi anggota timnya agar mencapai hasil sesuai yang diharapkan. Tapi apa sebenarnya yang membuat mereka terus termotivasi dan mau bergerak?
Seringkali, jawaban dari pertanyaan ini bergantung pada seberapa besar tingkat kepercayaan yang dimiliki oleh anggota tim pada Anda, sang manajer.
Riset yang dilakukan FranklinCovey merangkum bahwa rasa percaya pada manajer mereka sangat mempengaruhi mereka dalam melakukan pekerjaan secara lebih baik. Namun di sisi lain, bila perilaku pimpinan mereka mengikis rasa percaya yang dimiliki, baik disengaja maupun tidak, akan membuat anggota tim enggan memberikan performa terbaik mereka.
Bagaimana meningkatkan kepercayaan pada anggota tim agar mereka termotivasi untuk memberikan kinerja terbaik? Bagaimana kepercayaan dapat meningkatkan performance tim kita?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 , email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Human Capital Plan (HC Plan)dapat membantu Anda memastikan bahwa organisasi Anda memiliki orang yang tepat di dalam tim. Di tengah disrupsi, HC Plan yang telah disusun mungkin sudah tak lagi relevan. Apakah ada permasalahan kinerja di organisasi Anda dimana di tengah tahun perjalanan ini target belum tercapai? Apakah dirasakan ada ketimpangan produktivitas dan beban kerja dirasa tidak seimbang?
Bisakah menyusun kembali HC Plan di tengah disrupsi? Apakah mungkin menyelaraskan HC Plan dengan visi misi transformasi? Dapatkan jawabannya dalam Dunamis Webinar kali ini.
Setelah mengikuti webinar ini, peserta akan:
Mengetahui kesenjangan antara kondisi pengelolaan HC saat ini dengan kondisi ideal di masa depan
Memahami pentingnya melakukan kajian identifikasi kebutuhan dan ketersediaan tenaga kerja saat ini dan masa depan
Mampu menyusun strategic workforce planning.
“Jualan makin susah, customer makin susah dihubungi”
“Sepertinya customer gak tertarik dengan produk kita lagi”
“Daya beli customer makin menurun, bingung mau cari kemana lagi customer baru”
Tak bisa dipungkiri, pandemi meningkatkan tekanan bagi organisasi. Terlebih bagi tim penjualan. Keluhan seperti diatas bisa jadi makin sering kita dengar.Tim penjualan dituntut agar fleksibel dan tangguh menghadapi berbagai tantangan yang ada.
Dalam kondisi ini, peran seorang sales leader sangatlah krusial. Sales leader menjadi tonggak tumpuan agar anggota tim penjualannya tetap termotivasi dan mampu meraih hasil sesuai yang diharapkan. Saatnya mengubah tantangan yang ada menjadi peluang untuk berhasil.
Bagaimana sales leader dapat meningkatkan motivasi anggota timnya di masa pandemi ini? Strategi apa yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produktivitas tim?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Dalam rangka persiapan Pembelajaran Tatap Muka, sekolah mulai berbenah untuk menyambut siswa di sekolah, tidak hanya dari segi fisik sekolah namun juga persiapan terkait kurikulum.
Selama setahun lebih sebagian besar siswa di Indonesia belajar di rumah. Hal ini bukan tidak berdampak bagi pendidikan Indonesia yang diduga mengalami Learning Loss sebagaimana negara lainnya di dunia.
Sekolah perlu lebih lentur dalam membuat strategi yang dapat mengakomodir isu Learning Loss ini dengan mengintegrasikan Pembelajaran Sosial Emosional ke dalam pembelajaran di kelas. Mengapa hal ini perlu dilakukan dan bagaimana melakukannya?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Sebagai salah satu roda penggerak dalam pembangunan dan perekonomian, salah satu tantangan yang harus dihadapi dunia perbankan adalah bagaimana terus meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia yang dimiliki. Tak hanya memberikan dampak bagi organisasi, pengembangan ini juga berguna untuk penentuan jenjang karir para karyawan.
Rotasi pekerjaan menjadi salah satu pilihan bagi bank agar karyawan dapat menyesuaikan dengan perubahan kondisi kerja. Selain itu, rotasi pekerjaan mendorong mereka untuk mampu menguasai bidang lain.Diharapkan, setiap karyawan nantinya akan memiliki keahlian khusus dan mendukung bank memenangkan bisnis, serta turut pula berkontribusi terhadap pembangunan.
Namun, pertanyaan yang seringkali muncul adalah bagaimana cara beradaptasi secara cepat dengan pekerjaan dan tim yang baru? Bisakah tetap berkinerja unggul meski cukup sering terjadi perpindahan posisi?
Setelah mengikuti webinar ini, peserta akan:
Memahami cara beradaptasi dengan cepat di tim yang baru
Memahami pentingnya tujuan tim dan organisasi agar tetap fokus berkinerja unggul meski mengalami rotasi pekerjaan
Memiliki motivasi untuk tetap berprestasi di tim yang baru
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
“Anggota tim saya ini pinter tapi gak berani ambil resiko. Maunya kerjain yang aman-aman aja.”
“Dia bisa mengerjakan ini tapi takut mencoba”
“Saya bingung bagaimana memaksimalkan potensi yang dimiliki anggota tim saya. Saya mau mereka maju dan tidak stuck di posisi itu-itu saja”
Curhatan ini mungkin sering kita dengar di kehidupan professional sehati-hari. Setiap pemimpin tentunya mengharapkan anggotanya tim dapat berkembang dan menghasilkan kinerja lebih dari apa yang sudah mereka capai saat ini.
Memberikan tantangan dengan tambahan pekerjaan atau pekerjaan yang benar-benar baru bila tidak dilakukan dengan cara yang tepat dapat memberi dampak kurang baik bagi anggota tim. Jika setiap pemimpin memahami cara yang tepat agar setiap anggota tim dapat benar-benar melihat potensi yang dapat dikembangkan dalam diri mereka dan dapat memberikan dukungan penuh kepada anggota tim tersebut, maka kemungkinan anggota tim tersebut berkembang menjadi lebih besar.
Apa yang dapat dilakukan pemimpin untuk melejitkan potensi anggota timnya dan berani mengambil tantangan? Bagaimana cara yang tepat untuk mengembangkan setiap anggota tim tersebut?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Masa pandemik telah berlangsung selama lebih dari satu tahun ini. Organisasi mulai bangkit dan berdamai dengan keadaan. Pertanyaan yang sering muncul selanjutnya adalah apa yang harus dilakukan agar bisnis tetap berjalan?
Kesuksesan kita menghadapi masa sulit dimasa yang akan datang bergantung pada kemampuan kita dan tim untuk bersinergi dan saling bertanggung jawab satu sama lain. Memupuk rasa kepercayaan bahwa bisnis akan kembali berjalan dalam situasi new normal. Kondisi ini akan lebih mudah terwujud bila setiap orang dalam tim kita berani mengungkapkan secara terbuka dan nyaman dalam menyampaikan baik kesulitan maupun kemajuan yang mereka alami.
Apa yang bisa dilakukan pemimpin agar tercipta budaya dimana setiap orang merasa aman saat mengungkapkan pendapatnya? Bagaimana membuat setiap orang akuntabel agar bisnis kembali berjalan lancar?
Dalam Webinar ini, peserta akan mempelajari:
5 tips untuk membuat anggota tim berani mengungkapkan pendapat bahkan kesulitan yang mereka hadapi.
Bagaimana meningkatkan akuntabilitas anggota tim dalam menerapkan perilaku-perilaku baru.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang selama ini membantu Anda.
Menghadapi tahun ajaran baru, biasanya terjadi perubahan kompisisi guru di sekolah-sekolah. Beberapa guru pindah atau pensiun, beberapa guru baru mulai bergabung dan menjadi bagian keluarga besar sekolah tersebut.
Setiap perubahan pasti ada tantangannya, termasuk guru baru. Biasanya ada tantangan terkait penyesuaiain diri di lingkungan baru hingga kompetensi baik dari sisi manajemen kelas dan lainnya.
Lalu bagaimana kita bisa memberdayakan guru baru agar dapat mengajarkan sosial emosional ini? Dapatkan berbagai tips menarik dalam webinar kali ini.
Ikuti Dunamis Education Webinar Series dengan tema “Empowering New Teachers: Bagaimana Memberdayakan Guru Baru Agar Dapat Mengajarkan Sosial Emosional” pada Kamis, 29 April 2021 jam 13.00 – 13.45.
Banyak Manager dipromosi karena kemampuan mereka sebagai kontributor individual, dan umumnya mereka akan merasa kesulitan dalam memimpin orang lain. Ketika mereka gagal, biasanya disebabkan karena mereka tidak dapat mencapai target terpenting yang ditetapkan. Penyebab kegagalan tersebut seringkali terjadi karena:
Mereka mengelola orang lain sebelum mampu mengelola dari sendiri.
Mereka mengatur orang lain, ketimbang mendorong angota tim untuk mengelola diri sendiri dalam mencapai tujuan yang disepakati.
Manajer yang efektif fokus mengembangkan kemampuan memimpin mulai dari cara berpikir hingga keterampilan dalam membawa tim mencapai hasil yang diharapkan oleh perusahaan.
Apa tantangan terbesar Manajer dalam memimpin tim? Apa sajakah keterampilan yang perlu dikuasai agar dapat membawa tim menuju keberhasilan?
Dunamis mengundang Anda dalam Dunamis Webinar Series dengan tema Improve Your Effectiveness as Manager pada Jumat 30 April 2021 jam 14.00 - 14.45.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang membantu Anda.
Kemampuan beradaptasi setiap tim menentukan keberhasilan sebuah organisasi menghadapi perubahan. Pemimpin sangat berperan penting dalam membawa setiap tim untuk beradaptasi terhadap situasi apapun.
Saatnya Pemimpin terus membangun kemampuan dan kebiasaan beradaptasi dari setiap anggota yang dipimpinnya agar dapat menghadapi setiap tantangan yang muncul. Mampu meningkatkan kinerja organisasi dan berkontribusi bagi Pembangunan Daerah.
Seberapa penting kemampuan adaptasi tim bagi peningkatan kinerja? Bagaimana peran pemimpin dalam membawa anggota timnya beradaptasi terhadap perubahan?
Temukan kunci rahasia memampukan tim untuk beradaptasi dan memperluas kontribusi BPD untuk pembangunan daerah dalam webinar ini.
Setelah mengikuti webinar ini, peserta akan:
Dunamis sebagai Partner Bank Pembangunan Daerah dalam membangun sinergi antara pimpinan dan anggota tim sehingga mampu mencapai target dan mengerakkan perekonomian daerah mengundang Anda dalam Dunamis Webinar BPD Series dengan tema "Membangun Tim Untuk Beradaptasi: Bagaimana BPD Berperan serta dalam Pembangunan Daerah" pada Jumat 23 April 2021 jam 14.00 - 15.30.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang membantu Anda.
Keterampilan sosial-emosional secara luas diyakini penting untuk pembelajaran jangka panjang yang efektif tidak hanya di sekolah namun juga di perguruan tinggi. Seringkali saat menghadapi perubahan kultur dari siswa menjadi mahasiswa, sebagian orang tergagap-gagap dikarenakan faktor ketrampilan sosial-emosional ini. Hal ini sering juga terbawa saat mahasiswa tersebut menghadapi dunia kerja.
Banyak kampus juga melihat tantangan ini dan merancang program-program untuk menyiapkan mahasiswa untuk sukses di dunia kerja.
Dapatkah setiap mahasiswa meraih sukses di kampus sekaligus di dunia kerja dan hidup? Apa yang dapat kampus persiapkan untuk mewujudkannya?
Keterampilan sosial-emosional secara luas diyakini penting untuk pembelajaran jangka panjang yang efektif tidak hanya di sekolah namun juga di perguruan tinggi. Seringkali saat menghadapi perubahan kultur dari siswa menjadi mahasiswa, sebagian orang tergagap-gagap dikarenakan faktor ketrampilan sosial-emosional ini. Hal ini sering juga terbawa saat mahasiswa tersebut menghadapi dunia kerja.
Banyak kampus juga melihat tantangan ini dan merancang program-program untuk menyiapkan mahasiswa untuk sukses di dunia kerja. FranklinCovey dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dan merupakan salah satu organisasi pionir yang berfokus pada pengembangan ketrampilan kepemimpinan berbasis ketrampilan sosial-emosional ini telah menyiapkan program yang berfokus pada penyiapan mahasiswa menghadapi dunia kampus dan dunia setelah lulus dari kampus dengan The 7 Habits of Highly Effective College Students.
Dapatkah setiap mahasiswa meraih sukses di kampus sekaligus di dunia kerja dan hidup? Apa yang dapat kampus persiapkan untuk mewujudkannya?
Kita kupas bagaimana mahasiswa dapat dibekali dengan The 7 Habits of Highly Effective College Students agar sukses tidak hanya di dunia kampus namun juga sukses berkelanjutan dalam hidup.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang membantu Anda.
Perubahan yang dihadapi oleh Bank Pembangunan Daerah (BPD) dapat datang dari mana saja. Dari regulator, shareholder, nasabah hingga lingkungan bisnis. Perubahan ini dapat memberikan berbagai macam dampak terhadap organisasi. Cara pemimpin merespon terhadap perubahan tersebut yang akan menentukan hasilnya.
Saatnya pemimpin BPD menjadi pemimpin yang efektif dalam perubahan. Dengan mengoptimalisasi kinerja operasional hingga strategis divisi untuk mendorong terciptanya bottom line organisasi yang sehat. Tak hanya memenangkan bisnis, BPD akan turut pula berkontribusi terhadap pembangunan daerah sekaligus menjadi regional champion.
Apa rahasia sukses membawa tim melewati perubahan? Bagaimana mengoptimalisasi kinerja anggota tim?
Setelah mengikuti webinar ini, peserta akan:
Dunamis sebagai Partner Bank Pembangunan Daerah dalam membangun sinergi antara pimpinan dan anggota tim sehingga mampu mencapai target dan mengerakkan perekonomian daerah mengundang Anda dalam Dunamis Webinar BPD Series dengan tema Menghadapi Perubahan Bersama Tim - Melewati Perubahan dan Berkontribusi Untuk Pembangunan Daerah pada Rabu 14 April 2021 jam 14.00 - 15.30.
Program bersifat FREE of CHARGE dan akan dilakukan melalui Zoom Meeting.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi 0812 9863 9739 atau hubungi Relationship Manager yang membantu Anda.
Dalam menjalani peran kita sebagai guru atau pemimpin sekolah terkadang kita merasa begitu banyak hal yang harus kita lakukan terutama terkait siswa. Mulai dari mengingatkan kehadiran di zoom, penyerahan tugas sampai kepada aspek karakter siswa.
Hal ini membuat kita merasa pekerjaan kita nampak tak habis-habis. Apa yang bisa kita lakukan terkait siswa agar kelas kita menjadi kelas yang dapat memberdayakan semua pihak termasuk siswa kita?
Webinar ini, yang diperuntukkan bagi guru dan pemimpin sekolah, akan membagi kiat-kiat bagaimana kita dapat membangun kelas yang memberdayakan siswa.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi 0812 9863 9739
Menurut Dr. Edward Halowell, membangun kedekatan hubungan dengan orang lain secara rutin dan terus menerus akan membangun ketahanan baik secara fisik maupun mental dari kedua belah pihak.
Begitu pentingnya kedekatan hubungan dengan orang lain dalam membangun ketahahan, khususnya bagi seorang pemimpin yang perlu untuk terus membangun ketahanan tim, dalam menghadapi gempuran perubahan, tantangan hingga tekanan baik dari dalam maupun luar organisasi, agar mampu bertahan dan tetap kuat melewatinya.
Mengapa membangun kedekatan hubungan dapat membangun ketahanan? Bagaimana caranya agar dapat terkoneksi dengan baik dengan orang lain secara terus menerus?
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi 0812 9863 9739
Peningkatan karir memang merupakan apresiasi dari perusahaan kepada setiap karyawan. Namun proses yang dijalankan oleh setiap individu hingga dikatakan layak untuk mendapatkan promosi menuju jenjang berikutnya merupakan kendali dari individu tersebut.
Mulai dari merencanakan karir yang diinginkan, kualitas apa saja yang diperlukan untuk menduduki karir tersebut hingga rekam jejak yang perlu ditunjukkan untuk dianggap layak. Dengan mengendalikan pertumbuhan karir masing-masing, setiap individu akan memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk mencapai karir impiannya.
Cara pandang seperti apa yang perlu dimiliki oleh setiap individu dalam merencanakan karir mereka? Bagaimana cara merencanakan karir yang tepat?
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi 0812 9863 9739
Dalam memasuki dunia kerja, tidak sedikit mahasiswa yang baru lulus membutuhkan waktu yang cukup panjang untuk bisa menyesuaikan diri dengan dunia kerja.
Kadang di awal masuk dunia kerja mereka belum dapat berkinerja dengan optimal karena mereka tidak memiliki visi dalam bekerja serta manajemen diri dan keterampilan hidup yang diperlukan untuk mencapai visi tersebut.
Bagaimana mahasiswa dan universitas sebagai institusi dapat menjembatani jurang antara dunia sekolah atau dunia kampus dengan dunia kerja? Apa saja yang perlu kita siapkan agar tidak gamang atau kaget menghadapi dunia kerja dan tetap sukses di usia muda?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739.
Kemampuan seorang pemimpin sangatlah penting dalam membawa timnya untuk mencapai kinerja yang diharapkan, khususnya di era digital seperti sekarang ini. Pengelola Sumber Daya Manusia, perlu terus memantau dan mengembangkan para pemimpin di dalam organisasinya terkait keterampilan yang dibutuhkan.
Keterampilan kunci apa sajakah yang sangat penting bagi para pemimpin di era digital saat ini? Bagaimana cara efektif agar keterampilan kunci tersebut dimiliki dan dipraktekkan oleh para pemimpin dalam organisasi?
Setiap anak unik dengan segala kelebihan dan kebutuhan yang berbeda satu dengan yang lain. Akan tetapi banyak dari anak jaman sekarang yang terlalu banyak terpapar oleh media digital sehingga selalu membandingkan potensi dirinya dengan yang lain. Mereka berusaha menjadi sosok yang sesuai dengan cerminan sosial yang dinilai populer.
Kadang kala disaat perbandingan ini tidak sesuai ekspektasi, anak menjadi merasa tidak berarti dan mudah menyerah. Mereka merasa bahwa pihak lain mendapatkan keuntungan karena bakat dan kemampuannya sudah ada sejak lahir. Akhirnya anak menjadi terbebani akan performa yang tidak sesuai dengan orang lain.
Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu anak mengembangkan potensi diri mereka yang mungkin berbeda dengan yang lainnya? Bagaimana cara untuk membuat anak terinpirasi untuk mengembangkan diri mereka menjadi yang terbaik sesuai kemampuannya?
Dapatkan tips mengembangkan potensi diri setiap anak dalam webinar ini.
Kondisi pembelajaran jarak jauh yang awalnya terlihat akan memberikan para guru lebih banyak waktu, ternyata malah membuatnya kekurangan waktu. Jadwal semakin penuh karena dikejar-kejar oleh hal-hal baru yang harus dipelajari, waktu untuk berkomunikasi dengan orang tua murid dan tentu saja harus juga menyisihkan waktu untuk keluarga.
Disaat harus memilih untuk hal yang penting dan yang tidak terlalu penting, kita akan mudah untuk memilih yang penting. Tetapi bagaimana jika ada dua hal penting menurut kita yang harus dipilih untuk dikerjakan?
Apa yang perlu kita lakukan sehingga lebih banyak waktu untuk melakukan hal penting? Bagaimana cara efektif mengatur prioritas sehingga kita tidak terbebani?
Dapatkan keterampilan bagaimana mengelola waktu untuk melakukan hal-hal yang penting agar tetap produktif dalam webinar ini.
Menginspirasi anggota tim agar dapat berkinerja tinggi adalah tidak mudah, khususnya ditengah situasi yang penuh tekanan dan tantangan.
Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pemimpin dalam membantu mempermudah bagi anggota tim mengeluarkan potensi terbaiknya adalah dengan menjalankan ritual-ritual tertentu, yang menjadi kebiasaan dari tim yang produktif, kreatif serta tangguh. Dengan lingkungan yang mendukung, setiap anggota tim akan lebih mudah dan cenderung terdorong secara sosial dalam melakukannya.
Ritual apa sajakah yang dapat diterapkan dalam tim agar dapat membuat tim menjadi lebih produktif, kreatif dan tangguh? Bagaimana cara menjalankan ritual tersebut dalam lingkungan kerja sehari-hari?
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi 0812 9863 9739
Dalam menyiapkan siswa menjadi pribadi yang mandiri dan mampu berkolaborasi, proses pembelajaran di kelas tidak lagi cukup dengan mengedepankan akademik dan mengabaikan sisi emosional dan sosial siswa. Bahkan, diprediksikan kemampuan siswa dalam mengelola emosional dan sosialnya menjadi salah satu kunci kesuksesan mereka.
Mempromosikan perkembangan sosial dan emosional untuk semua siswa di kelas melibatkan pengajaran dan pemodelan keterampilan sosial dan emosional. Perlu juga diberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan dan mengasah keterampilan tersebut, serta memberi siswa kesempatan untuk menerapkan keterampilan ini dalam berbagai situasi
Bagaimana kita sebagai pendidik dapat mempromosikan perkembangan sosial dan emotional siswa dalam lingkup kelas dan sekolah?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739.
Lingkungan kerja tidak akan pernah kembali persis sama seperti ketika sebelum pandemi. Pengalaman keberhasilan dengan berbagai situasi dan lokasi bekerja ketika masa pembatasan sosial, mendorong beberapa perusahaan mulai mengkaji lebih mendalam pendekatan bekerja yang tepat, yang dapat membuat setiap individu, tim hingga organisasi dapat menjadi lebih fleksible menghadapi perubahan yang akan mungkin muncul.
Membentuk organisasi yang fleksibel tentunya bertujuan untuk memberikan ruang dan dukungan bagi para individu maupun para pemimpin agar memberikan kontribusi yang terbaik bagi kinerja mereka. Banyak cara yang dapat digunakan untuk membentuk model organisasi seperti ini, salah satu pendekatan yang digunakan oleh Dunamis Organization Services dalam membantu klien-klien adalah Hybrid Approach, sebuah pendekatan kombinasi dari berbagai situasi dan lingkungan kerja yang dituangkan dalam Human Capital Management System hingga sub-elemen yang ada didalamnya, sehingga pembentukan organisasi yang fleksible menjadi sistematis dan terstruktur.
Apakah yang dimaksud dengan Hybrid Approach? Bagaimana cara memasukkan pedekatan ini ke dalam Sistem dan Sub Sistem dari Human Capital?
Untuk informasi dan pendaftaran, silakan hubungi 0812 9863 9739 atau email ke marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager Dunamis yang membantu Anda.
Setiap generasi memiliki respon yang berbeda terhadap berbagai macam situasi di tempat kerja. Perbedaan respon ini dapat menimbulkan friksi khususnya ketika terjadi interaksi antar generasi. Yang akan berdampak tidak hanya kepada hubungan antar personal, juga kepada kecepatan proses maupun kualitas hasil kerja.
Agar setiap pemimpin dapat mengelola tim yang khususnya terdiri dari multi generasi dengan efektif, mereka perlu memahami mengapa dan bagaimana biasanya masing-masing generasi tersebut merespon dan bertindak dengan berbeda terhadap situasi dan kondisi tertentu.
Apakah yang perlu dipahami oleh para pemimpin tim yang berisikan anggota dari multi generasi? Apa yang dapat dilakukan agar dapat mencapai sinergi di tengah perbedaan generasi tersebut?
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi 0812 9863 9739
Kebanyakan orang memandang konflik sebagai hambatan dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Hal tersebut dapat menjadi benar, jika perbedaan yang muncul tidak ditangani dengan baik. Dan konflik tersebut dapat berdampak kepada banyak aspek baik dalam hal profesional hingga personal.
Jika setiap orang memahami paradigma dan perilaku yang yang tepat dalam menghadapi konflik, maka kemungkinan untuk munculnya peluang-peluang baru terhadap perbedaan tersebut akan sangat memungkinkan, bahkan dapat lebih meningkatkan kedekatan hubungan dengan orang lain yang sedang berkonflik.
Bagaimana cara pandang yang tepat melihat konflik agar dapat menanganinya dengan baik? Perilaku-perilaku seperti apa saja yang perlu ditunjukkan kepada lawan bicara agar konflik dapat terselesaikan?
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi 0812 9863 9739
Dalam negosiasi penjualan, tidak semua harapan dari klien dapat dipenuhi oleh seorang sales. Hal ini dikarenakan memang harapan tersebut diluar dari kemampuan sales maupun organisasi yang menawarkan layanan ataupun produk tersebut.
Situasi demikian dapat berakhir dengan jalan buntu. Dimana tidak ada jalan keluar yang dapat menjadi solusi dari kebuntuan yang terjadi, yang dapat berakibat pada kehilangan potensi penjualan. Jika setiap sales memahami beberapa teknik yang dapat digunakan sebagai alternatif dalam menghadapi kebuntuan dalam bernegosiasi, maka kemungkinan untuk berhasil melanjutkan ke proses penjualan berikutnya akan menjadi lebih besar.
Apa sajakah teknik alternatif yang dapat digunakan seorang sales ketika menghadapi kebuntuan dalam bernegosiasi? Bagaimanakah cara mempraktekkannya?
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi 0812 9863 9739
Membangun kebiasaan agar setiap anggota tim memiliki disiplin diri dalam mempertanggungjawabkan kinerjanya, merupakan hal yang tidak mudah. Kebanyakan pemimpin akan terjebak dalam situasi “menagih hasil kerja”, ketimbang inisiatif tersebut muncul dari anggota tim.
Agar setiap anggota tim terdorong menunjukkan akuntabilitas, setiap pemimpin perlu mempraktekkan Performance Conversation khususnya ketika kualitas maupun kemajuan dari tugas ataupun proyek yang diberikan mulai menurun.
Dengan mempraktekkan Performance Conversation, tidak hanya akan membangun disiplin diri anggota tim dalam mempertanggung jawakan kinerja mereka, namun juga akan meningkatkan engagement mereka.
Apa yang perlu dimiliki oleh seorang pemimpin agar berhasil melakukan Performance Conversation? Bagaimana cara mempraktekkannya?
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi 0812 9863 9739
Dengan pola kerja sekolah seven to four, secara tidak kita sadari, kita menghabiskan hampir 8 jam lebih di tempat kerja atau setengah dari waktu produktif kita. Bisa dibilang tempat kerja kita menjadi rumah ke dua kita. Tentunya, kita mengharapkan tempat kerja dan rekan yang menyenangkan agar waktu yang kita habiskan di rumah ke dua kita tidak terasa.
Namun terkadang kita mendapatkan tim yang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Biasanya tim tersebut bersama untuk satu tahun pelajaran atau lebih.
Apa yang bisa kita lakukan agar tim kita bisa jadi tim yang efektif dan menyenangkan untuk bekerja sama sekaligus tetap bisa berkontribusi untuk organisasi?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739.
Memiliki tim yang lincah dan mudah beradaptasi menjadi harapan dari setiap pemimpin khususnya di saat seperti sekarang ini. Hal tersebut akan membuat mereka mampu merespon segala dinamika yang muncul hingga memanen peluang yang ada dibalik dinamika tersebut.
Salah satu praktek yang langsung dapat diterapkan dari seorang pemimpin dalam membangun keunggulan tersebut bagi tim, adalah melalui komunikasi. Komunikasi yang tepat mulai dari interaksi pribadi hingga interaksi di depan seluruh tim, sangat mempengaruhi proses pembentukan kelincahan dan kemampuan beradaptasi dari anggota tim baik secara individu maupun kolektif.
Komunikasi seperti apa yang perlu dipraktekkan oleh setiap pemimpin dalam membangun kelincahan dan kemampuan beradaptasi yang bagus dari tim? Bagaimana mempraktekkannya dalam interaksi sehari-hari?
Untuk informasi dan pendaftaran, silakan hubungi 0812 9863 9739 atau email: marketing@dunamis.co.id atau kontak Relationship Manager yang membantu Anda.
"Saya ingat Steve Covey, saya membayangkan sosoknya tersenyum saat mendengar kalimat 'Kerja hebat, timku yang baik dan loyal!'. Alasan utama Steve layak mendapat pujian ini adalah buku 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif. Pesan di buku ini sangat berarti hingga sekarang, sama berartinya sperti saat Steve pertama kali menuliskannya 25 tahun silam. 7 Kebiasaan terus menjadi buku yang wajib dibaca dan wajib dibaca ulang." -Ken Blanchard, Ph.D, penulis The One Minute Manager dan Leading at Higher Level
Dalam menghadapi perubahan zaman, kita menemukan banyak tantangan yang menuntut kita menjadi lebih cepat, lebih pintar, dan lebih mudah beradaptasi. Kita sering berusaha menyesuaikan dan mengembangkan kemampuan kita mengikuti perubahan zaman ini namun tak jarang kita tetap merasa belum puas dan merasa tertinggal.
Bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang efektif yang dapat mengikuti perubahan yang ada? Apa kontribusi yang bisa kita berikan untuk orang-orang sekitar kita serta organisasi?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739.
Membangun kepercayaan dari anggota tim, menjadi hal yang paling krusial bagi pemimpin lini pertama. Beberapa hal yang mungkin menghambat terbentuknya kepercayaan tersebut adalah kurangnya pengalaman dalam memimpin, hingga anggota tim yang dipimpinnya adalah teman satu timnya terdahulu.
Membekali pemimpin lini pertama dengan keterampilan-keterampilan kritikal yang dibutuhkan, selain membangun kepercayaan dari tim, juga akan mengakselerasi mereka baik dalam proses pembelajaran kepemimpinan, hingga proses mencapai kinerja tim yang diharapkan.
Apakah paradigma mendasar yang perlu dimiliki oleh pemimpin lini pertama dalam membangun kepercayaan tim? Keterampilan kritikal apa yang perlu dimiliki?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739.
“Saya telah melihat siswa — yang biasanya tidak akan melakukannya — menciptakan cara untuk membagikan suara dan bakat mereka dengan orang lain karena definisi kepemimpinan telah didefinisikan bagi mereka sebagai: 'Kepemimpinan adalah PILIHAN, bukan posisi.'” - Kelli Johnson (Orang tua siswa sekolah Leader in Me)
Menyiapkan siswa menghadapi tantangan hidup di masa mereka merupakan salah satu tugas ktia sebagai pendidik. Dengan membekali mereka ketrampilan hidup untuk jadi pemimpin, bagi diri mereka sendiri dan bagi orang lain, sejatinya kita telah menyiapkan siswa kita menghadapi segala tantangan hidup mereka nanti.
Temukan cara bagaimana membekali siswa kita dengan keterampilan hidup untuk menjadi pemimpin dalam sesi ini.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739.
Beberapa pemimpin mengalami kesulitan dalam memimpin millenial. Baik dalam hal berkomunikasi, maupun ketika menghadapi perilaku-perilaku yang mungkin terlihat tidak biasa bagi generasi yang diatasnya.
Selain jumlah komposisi yang semakin banyak, generasi millenial ini memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Setiap pemimpin yang mampu melejitkan potensi yang mereka miliki, akan menggapai banyak peluang yang mungkin belum pernah di dapatkan sebelumnya oleh mereka.
Mengapa millenial memiliki perilaku yang sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya? Bagaimana cara melejitkan potensi yang mereka miliki?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739.
Memasuki semester ke 2 di tahun pelajaran ini, banyak sekali yang harus dilakukan mengingat waktu efektif pembelajaran hanya beberapa bulan. Sementara tugas-tugas yang ada, terasa begitu banyak dan menumpuk yang terkadang membuat kita bingung, apa yang harus diselesaikan terlebih dahulu.
Pada akhirnya kemampuan kita mengelola waktu menjadi tantangan terutama di masa seperti ini di mana masa pembejaran jarak jauh yang diperpanjang, persiapan akhir tahun ajaran dan belum pastinya kita menghadapi tahun ajaran berikutnya
Bagaimana kita dapat menentukan prioritas kita di antara setumpuk tugas yang ada? Temukan kiat-kiatnya di sesi webinar ini.
Pilihan untuk sekedar bertahan menghadapi krisis, sudah bukan pilihan yang tepat lagi di tahun 2021 ini. Meskipun kondisi bisnis masih memberikan tantangan, tidak berarti organisasi maupun anggota tim tidak dapat menunjukkan kemajuan yang diharapkan.
Setiap pemimpin perlu menentukan rencana yang tepat, mulai dari menetapkan visi dan strategi tim hingga menentukan proses eksekusi yang paling memungkinkan untuk dijalankan, agar timnya dapat bergerak dari sekedar bertahan dan selamat melewati krisis, menjadi bergerak maju dan menghasilkan kinerja yang diharapkan di tengah situasi yang masih penuh dengan perubahan dan ketidakpastian.
Bagaimana membangun rencana yang tepat agar dapat membawa tim dari bertahan menuju bergerak maju? Bagaimana menjaga momentum tersebut tetap berkesinambungan?
Untuk informasi dan pendaftaran, silakan hubungi 0812 9863 9739 atau email: marketing@dunamis.co.id atau kontak Relationship Manager yang membantu Anda.
“Anggota tim saya sudah diberikan masukkan masih saja ngga berubah”
“Sudah di kasih masukkan, bukannya dicoba, malah mengulang hal yang sama”
“Koq dia susah ya dengerin masukan saya…”
Keluhan seperti diatas mungkin dialami oleh setiap pemimpin menghadapi anggota tim yang diharapkan berubah, namun kenyataannya tidak.
Meskipun tidak berubahnya anggota tim dapat disebabkan oleh banyak hal, salah satu hal yang krusial untuk diperhatikan adalah cara setiap pemimpin dalam memberikan umpan balik kepada anggota tim, khususnya mengenai perubahan yang diharapkan dari dirinya. Dengan mempraktekkan teknik Umpan Balik yang efektif akan membantu anggota tim menerima setiap masukan yang diberikan dengan lebih mudah.
Apakah yang menyebabkan anggota tim sulit menerima Umpan Balik? Bagaimana cara mempraktekkan Teknik Umpan Balik yang mudah diterima oleh anggota tim?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739.
Dunia telah memasuki era baru yang disebut dengan era Industri 4.0. Pada era tersebut industri teknologi seperti robot, kecerdasan buatan, komputer super canggih, kendaraan otonom, 3D printing mulai berkembang. Bahkan kita makin tak asing dengan teknologi untuk optimalisasi fungsi otak manusia dengan penyuntingan genetik hingga pengembangan neuroteknologi. Sekilas mungkin terlihat menyenangkan dan mencengangkan, tetapi akan ada tantangan dalam menghadapi perubahan-perubahan ini.
Milenial tidak luput dari perubahan yang dibawa oleh revolusi industri 4.0 ini. Generasi yang berada di usia produktif harus siap karena masa depan dunia industri ada di tangan mereka. Tidak cukup hanya pintar dan menguasai teori, mereka harus memiliki kemampuan dan keterampilan belajar yang tinggi untuk dapat mengikuti perubahan di era ini.
Bagaimana peran sekolah dalam mengembangkan Kepemimpinan Remaja sebagai salah satu keterampilan yang dibutuhkan dalam menghadapi era industri 4.0?
Menghadapi tahun 2021, perubahan dan tantangan yang dialami setiap individu dalam bekerja tidaklah berkurang. Setiap orang terus dituntut agar mampu mengatasi semua tekanan yang muncul baik dari diri sendiri, orang lain maupun lingkungan. Bahkan di tempat mereka bekerja.
Namun sayangnya tidak semua orang mampu mengelola tekanan tersebut dengan efektif. Kecenderungan yang dilakukan setiap orang adalah dengan respon reaktif, ketimbang proaktif. Padahal jika setiap orang mencoba memakai pola pikir dan kebiasaan proaktif, maka mereka akan mampu melewati situasi yang datang dengan lebih siap.
Apa yang membedakan pola pikir reaktif dan proaktif? Bagaimana mempraktekkan proaktivitas dalam kehidupan bekerja sehari-hari?
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739.
Tantangan yang dihadapi tenaga kesehatan menjadi semakin berat di tengah pandemi saat ini. Tidak hanya menguras energi, tetapi juga hati dan pikiran.
Setiap tenaga kesehatan perlu memiliki cara berpikir maupun perilaku yang proaktif agar lebih siap dan kuat menghadapi tantangan yang mungkin datang , baik dari diri sendiri, rekan kerja, pasien, maupun keluarga pasien.
Cara berpikir seperti apa yang penting untuk dimiliki oleh setiap tenaga kesehatan menghadapi pandemi saat ini? Perilaku efektif seperti apa yang tepat untuk dijalankan?
Pemimpin yang hebat menciptakan kondisi di mana anggota tim dapat berkata, "Saya adalah anggota tim pemenang yang berharga, melakukan pekerjaan yang berarti, dalam lingkungan kepercayaan."
Mengambil posisi kepemimpinan dapat membuat Anda menjadi tertekan. Seringkali, kita mengambil posisi tanpa arah yang jelas tentang bagaimana menjadi berpengaruh, terutama dengan orang yang tidak melapor kepada kita.
4 Peran Penting Kepemimpinan memberikan Anda 4 keterampilan kepemimpinan esensial berlandaskan paradigma "manusia utuh". Yaitu membangun lingkungan kepercayaan, menginspirasikan pekerjaan yang bermakna, membangun tim pemenang dan memberikan rasa "saya adalah anggota tim yang berharga."
Apa saja 4 peran penting kepemimpinan tersebut? Bagaimana langkah-langkah menjadi pemimpin yang inspiratif?
Kerja sama antara anggota tim sangat berpengaruh kepada pencapaian kinerja tim. Dan kerja sama ini berkaitan erat dengan kedekatan hubungan antar sesama anggota tim.
Peran pemimpin dalam memfasilitasi dan menjadi teladan dalam membangun kedekatan dengan setiap anggota merupakan hal yang sangat penting. Hal ini akan membantu dan memudahkan setiap anggota memiliki hubungan yang lebih dekat antara satu dengan lainnya.
Apa saja tantangan yang menghambat kedekatan hubungan dalam tim? Apa yang dapat dilakukan oleh para pemimpin dalam membangun kedekatan hubungan diantara anggota tim mereka?
Proses penjualan yang kompleks cenderung membuat sales profesional memiliki banyak hal yang perlu disepakati dalam setiap pertemuan penjualan. Saking banyaknya, malah ada satu hal terpenting yang seringkali terlewatkan.
Jika setiap sales profesional memahami satu hal yang ingin dicapai tersebut dan terus berlatih untuk mencapainya dalam setiap pertemuan penjualan, maka proses penjualan se-kompleks apapun tidak akan berkepanjangan, malah akan memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak dalam banyak hal.
Apakah satu hal yang perlu dicapai agar sales meeting efektif? Apa yang perlu diperhatikan oleh setiap sales profesional untuk mencapainya?
Cara berkomunikasi seorang atasan, terkadang menjadi salah satu penyebab yang menghambat perkembangan anggota tim. Dan dampaknya akan dapat melebar kepada kinerja yang ditunjukkan oleh anggota tim tersebut.
Komunikasi bukanlah berbicara mengenai apakah seorang atasan di dengar atau tidak oleh anggota timnya, tetapi lebih berbicara mengenai seberapa mendengar dan memahaminya atasan tersebut, terhadap apapun yang disampaikan oleh anggota tim mereka di dalam situasi apapun. Anggota tim yang merasakan komunikasi yang bermakna dengan atasannya akan mampu mengembangkan baik pemikiran dan perilaku mereka yang akan berdampak kepada kemajuan tim secara kolektif.
Bagaimana sikap berkomunikasi seorang pemimpin yang efektif? Bagaimana praktek-praktek dalam menjalankannya?
Seiring perkembangan jaman, dunia pekerjaan mengalami banyak perubahan. Pekerja haruslah memiliki kemampuan dan ketangkasan baru yang bisa adaptif dengan perubahan. Namun sayangnya tidak semua mahasiswa yang lulus memiliki kesiapan untuk bekerja.
Globalisasi, perkembangan teknologi, serta kesenjangan antara generasi-pun membuat permintaan di dunia pekerjaan semakin kompetitif. Perusahaan mencoba mencari kandidat terbaik untuk bisa berkembang pesat. Sebagai mahasiswa yang kelak akan masuk ke dunia pekerjaan, mereka dituntut untuk dapat adaptif, memiliki keunggulan serta daya saing.
Bagaimana membantu mahasiswa meningkatkan value dan competitive advantage agar menjadi SDM unggul di tempat kerjanya?
Pembekalan Find Your Voice: Career Readiness dirancang untuk membantu mahasiswa Anda menguasai keterampilan yang akan mempersiapkan karir masa depan mereka. Belajar dan menguasai keterampilan yang akan memungkinkan mereka menemukan dan mengekspresikan suara mereka di lingkungan kampus, rumah, hingga dunia kerja yang kompetitif.
Pengalaman tahun 2020 menghadapi tantangan yang tidak terduga dan berkepanjangan dari pandemi, menunjukkan bahwa hanya tim yang memiliki ketangguhanlah yang dapat bertahan dan melewati fase tersebut.
Pemimpin yang menunjukkan teladan dan memiliki cara untuk membangun tim yang tangguh, akan siap menghadapi tantangan tahun 2021 dan berhasil membawa timnya melewati tantangan yang akan muncul dan keluar dengan hasil yang unggul.
Apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam membangun tim yang tangguh? Bagaimana proses yang perlu dijalankan oleh seorang pemimpin dalam membangunnya?
Untuk informasi dan pendaftaran, silakan hubungi 0812 9863 9739 atau email: marketing@dunamis.co.id
"Aduh ini mata kuliah koq makin sulit ya..."
"Belajar online lebih sulit, lebih enak belajar di kampus..."
"Koq makin ngga semangat ya ngerjain tugas-tugas kampus..."
Dan banyak lagi tantangan yang mahasiswa alami saat ini. Yang dapat membuat motivasi maupun prestasi mahasiswa menurun.
Mahasiswa yang proaktif memiliki cara berpikir dan kebiasaan yang dapat membuat mereka memiliki kekuatan untuk menghadapi segala kesulitan baik yang muncul dari diri sendiri ataupun dari orang lain. Sehingga mereka dapat melewati segala situasi tersebut dan berhasil menuntaskan proses pembelajaran selama masa kuliah dengan hasil sesuai dengan yang diharapkan.
Cara berpikir seperti apa yang dimiliki mahasiwa yang proaktif? Kebiasaan seperti apa yang mereka jalankan?
Inovasi yang kecil dan sederhana dapat memberikan dampak yang sangat besar. Jika, inovasi tersebut benar-benar menyelesaikan tantangan atau masalah yang dihadapi.
Paradigma yang keliru mengenai inovasi serta minimnya pemahaman akan metode yang tepat dalam melakukan inovasi, cenderung menjadi penghalang setiap anggota tim, bahkan pemimpin dalam mencetuskan inovasi yang dapat mendorong kinerja.
Paradigma efektif apa yang perlu dimiliki oleh para pemimpin maupun anggota tim dalam melakukan inovasi? Bagaimana metode yang dapat melahirkan inovasi sederhana namun memberikan dampak?
Di masa yang serba tidak pasti ini, para pemimpin dihadapkan pada salah satu dari dua pilihan. Diam mematung dan tidak bertindak, membiarkan ketidakpastian merusak budaya, kinerja, hasil, dan secara signifikan memperlambat kembalinya kesuksesan? Atau, mengubah rasa takut menjadi keinginan dan semangat untuk terlibat aktif, membuat perencanaan yang lebih matang dan mengeksekusi perencanaan dengan baik?
Menjelang akhir tahun pelajaran 2020-2021, setiap kita tentu bertanya apakah kita sudah mendapatkan atau menuju dengan pasti kepada target yang sudah kita tentukan sebelumnya atau tidak. Apakah tahun ini kita memiliki Prestasi Kinerja yang baik ataukah kita malah jalan di tempat.
Padahal, masa yang tidak pasti ini bisa kita gunakan sebagai waktu untuk benar-benar meningkatkan kepercayaan, dan membantu semua orang dalam organisasi bersiap untuk berbuat lebih banyak.
Apa yang perlu kita lakukan di sisa waktu pada semester dua (2) ini untuk mengoptimalkan diri dan seluruh tim dalam mencapai Prestasi Kinerja di masa yang tidak pasti ini?
Lingkungan pekerjaan dapat mendorong ataupun menghambat perkembangan kapabilitas maupun pencapaian kinerja anggota tim. Lingkungan pekerjaan ini, dapat berupa fasilitas kantor, sistem maupun interaksi dengan orang lain.
Meskipun fasilitas kantor dan sistem merupakan hal yang penting, namun interaksi dengan orang lain jauh lebih penting dalam menciptkan lingkungan yang kondusif bagi anggota dalam bekerja. Seperti, interaksi anggota tim dengan atasan mereka, interaksi dengan rekan kerja yang lain. Harmonisasi lingkungan pekerjaan dapat membantu anggota tim mencapai kinerja yang diharapkan.
Apa yang perlu diperhatikan dalam menciptakan lingkungan yang mendukung? Perilaku dan sikap apa yang perlu ditunjukkan oleh para pemimpin dalam menciptakannya?
Melakukan prosepecting kepada sebanyak mungkin klien dalam rangka mendapatkan peluang, mungkin langkah yang umumnya dipilih oleh kebanyakan sales. Namun hal ini cenderung menghabiskan banyak waktu, energi hingga motivasi.
Sales yang efektif memiliki metode prospecting yang tepat, baik dalam memilih pelanggan, melakukan persiapan sebelum menghubungi hingga ketika berinteraksi dengan pelanggan baik melalui telepon, virtual ataupun tatap muka.
Bagaimana melakukan proses-proses prospecting yang tepat yang dapat mendongkrak penjualan? Apa saja tips dan praktek terbaik yang dapat dilakukan oleh sales tersebut dalam menjalankan prospecting?
Kepercayaan merupakan dasar dari setiap hubungan, baik personal mau pun profesional. Di masa kini di mana kolaborasi menjadi salah satu kunci dalam mencapai kesuksesan, hubungan-hubungan kita memiliki peranan penting terlebih lagi dengan tim kita.
Tim kita akan berjalan dengan efektif jika muncul kepercayaan antar tim dan hal ini hanya akan terjadi jika kita sebagai pemimpin dipercaya oleh tim kita.
Apa saja kiat menjadi pemimpin yang dipercaya? Bagaimana kita bisa menjadi teladan bagi tim kita?
Pernahkah Anda dan tim Anda mengalami situasi kerja, dimana semuanya merasa sangat sibuk, tetapi ketika evaluasi kinerja, penilaian kinerja tim Anda biasa saja, atau malah cenderung dinilai kurang produktif. Mungkin pemikiran seperti dibawah ini, muncul di benak Anda :
“Tim sudah sibuk sekali, tapi koq kita ngga achieve ya…”
“Pekerjaan sudah menumpuk tapi proyek yang kita jalankan seperti jalan ditempat ya…”
“Sepertinya kerjaan tim tidak berdampak kepada hasil tim secara keseluruhan ya..”
Sibuk tidak berarti produktif. Setiap pemimpin perlu dapat memahami kesibukan anggota tim dengan lebih tajam dan jelas, agar dapat mengarahkan setiap anggota tim menuju produktivitas yang lebih baik.
Apa yang terjadi sehingga anggota tim yang sudah sibuk, tetap tetap dinilai tidak produktif? Apa yang perlu dilakukan oleh seorang pemimpin agar dapat meningkatkan produktivitas tim tersebut?
Tahun 2020 hampir selesai, tahun 2021 dihadapan mata. Setiap perusahaan sudah mulai menetapkan beberapa strategi dan inisiatif untuk mendapatkan hasil yang lebih baik di tahun depan ketika Vaksin Covid-19 sudah ditemukan dan disebarkan.
Perusahaan dan tim yang paling dikatakan siap adalah mereka yang tidak hanya memulai merancang dan menterjemahkan strategi perusahaan ke dalam tim-tim terkecil tetapi juga meninjau kembali efektivitas strategi hingga eksekusi yang mereka tetapkan agar mampu menghadapi tantangan yang akan muncul dan mendapatkan hasil yang lebih baik ketimbang tahun 2020.
Bagaimana memastikan bahwa strategi dan rencana eksekusi yang sudah ditetapkan merupakan strategi yang efektif dalam mencapai hasil yang lebih baik di tahun 2021? Bagaimana menterjemahkan strategi perusahaan hingga ke level tim terkecil untuk di eksekusi?
Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager Anda.
Dalam proses mendidik siswa, sebagai pendidik, kita berusaha agar mereka dapat memaksimalkan potensi dirinya. Kita berusaha menginspirasi mereka sehingga menemukan jati dirinya dan bisa menjadi versi terbaik untuk dirinya sendiri.
Apakah siswa sudah mengenal diri mereka sendiri? Lalu bagaimana membantu siswa kita untuk mengenal dirinya sendiri dan mengembangkan potensi mereka?
Tuntutan kepada pemimpin semakin terus meningkat. Malah terkadang pemimpin diminta melakukan hal-hal yang mungkin terlihat hampir mustahil dalam rangka menyelamatkan ataupun mencapai hasil bagi tim mereka.
Meskipun demikian, pemimpin yang efektif selalu berfokus kepada apa yang dapat mereka lakukan dan kendalikan ketimbang apa yang tidak. Mereka berfokus melakukan perilaku-perilaku proaktif, namun konsisten mulai dari melakukan perencanaan mingguan, eksekusi rencana hingga komunikasi yang dirasakan perlu terhadap anggota tim masing-masing. Dengan disiplin menjalankan perilaku-perilaku tersebut, pemimpin yang efektif akan berhasil meskipun memimpin tim yang bersifat remote, tim yang terpisah oleh lokasi, dalam satu lokasi ataupun kombinasi dari ketiganya.
Apa yang membedakan pemimpin yang efektif dengan yang tidak? Apa sajakah 7 langkah proaktif yang dapat dilakukan oleh pemimpin dalam membawa tim mencapai hasil?
Sebagai Pendidik, tentunya, kita menghadapi banyak hal dalam kehidupan profesional kita. Baik, hal-hal yang membuat kita bahagia atau pun yang menguji proaktivitas kita. Pikirkan tentang tantangan mengajar Anda yang terbaru. Bagaimana Anda menanganinya? Apakah Anda proaktif atau reaktif? Apakah Anda melihat dari semua sudut masalah? Bagaimana Anda memperlakukan orang yang terlibat?
Menjadi Pendidik yang Proaktif memegang peranan penting, tidak hanya untuk hidup kita tapi akan berdampak pada banyak hal lain. Temukan jawaban bagaimana menjadi Pendidik yang Proaktf dan mengapa hal itu menjadi penting melalui Webinar ini.
Laporan adalah salah satu hal esensi dalam menjalankan proses kerja bisnis. Laporan yang baik dapat memberikan banyak manfaat baik bagi pengambilan keputusan, maupun evaluasi untuk proses perbaikan dalam mencapai kinerja yang telah ditetapkan.
Namun sayangnya tidak semua orang menguasi teknik menyajikan laporan yang layak. Latar belakang pendidikan maupun fungsi yang dijalankan cenderung mendorong format laporan yang disajikan, apakah laporan tersebut terlalu kompleks atau malah tidak ada esensinya sama sekali. Jika setiap orang memahami hal-hal kritikal yang dibutuhkan dari sebuah laporan, maka laporan tersebut akan tersajikan dengan baik dan akan dapat memberikan nilai tambah bagi kemajuan tim maupun organisasi.
Hal-hal apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam membuat laporan yang layak? Apa tips dan praktek terbaik dalam mengerjakannya?
Mengatakan bahwa tim yang tidak mencapai target adalah tim yang tidak berkualitas merupakan hal yang kurang tepat. Karena banyak faktor yang dapat menyebabkan tim tersebut tidak mencapai targetnya. Jika faktor-faktor penyebab tersebut dapat diatasi maka kondisi tim akan membaik.
Setiap pemimpin perlu memahami faktor –faktor yang menjadi penyebab hal tersebut dan menetapkan langkah-langkah yang akan dipilih dalam memperbaiki kinerja tim dan mencapai target yang telah ditetapkan.
Apa saja kemungkinan faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab tidak tercapainya target suatu tim? Bagaimana langkah-langkah yang dapat diambil untuk diterapkan oleh seorang pemimpin agar target yang ditetapkan dapat tercapai?
Anggota tim terbaik mengundurkan diri ataupun kinerja mereka menurun. Kedua hal ini bisa terjadi jika setiap pemimpin tidak membangun tim dengan solid.
Salah satu cara efektif adalah dengan melakukan pertemuan 1-on-1, sebuah pertemuan yang bertujuan untuk mengenali lebih dalam anggota tim dan memotivasi mereka agar tetap memiliki semangat tinggi dalam mencapai kinerja.
Mengapa pertemuan 1-on-1 begitu penting? Bagaimana cara melakukan hal tersebut dengan efektif yang tidak terkesan "menghakimi"?
Dalam setiap hubungan, baik profesional maupun personal, ada satu hal yang melandasi baik tidaknya suatu hubungan. Hal tersebut adalah kepercayaan. Di masa sekarang ini, di mana tuntutan untuk berkolaborasi semakin tinggi, khususnya dalam hubungan profesional, kelayakan kita untuk dipercaya atau akuntabilitas kita menjada salah satu kunci sukses.
Bagaimana menjadikan diri kita semakin layak dipercaya, memiliki akutabilitas yang tinggi?
Temukan jawabannya dalam sesi webinar ini yang akan mengupas tips-tips meningkatkan akuntabilitas diri agar menjadi pribadi yang sukses.
Inovasi yang dilakukan oleh tim, jarang terjadi begitu saja. Inovasi yang terjadi dengan sendirinya tanpa pengaruh dari atasan, biasanya hanya merupakan keberuntungan saja, yang tidak dapat di replikasi kepada anggota tim lainnya.
Setiap pemimpin perlu melakukan inisiatif-inisiatif yang akan membuat setiap anggota tim secara aktif mengeluarkan pemikiran-pemikiran kreatif dan saling mendorong serta mendukung terjadinya proses inovasi agar keberadaan tim tetap relevan dengan perubahan baik dari internal maupun eksternal.
Apa yang akan terjadi pada tim yang tidak memiliki budaya inovasi? Inisiatif-inisiatif apa sajakah yang dapat dilakukan oleh seorang pemimpin dalam membentuk budaya inovasi tersebut?
Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager Anda.
Setiap pemimpin selalu membekali dirinya dengan keterampilan-keterampilan yang diperlukan dalam memimpin sebuah tim ataupun organisasi. Namun berjalannya waktu, keterampilan yang sudah dimiliki, mulai dirasakan berkurang relevansinya terkait tugas dan tanggung jawab yang semakin meningkat.
Selain membekali dengan keterampilan memimpin, mereka perlu memiliki beberapa aturan dasar yang akan membantu mereka menghadapi kesulitan dan tanggung jawab yang terus meningkat serta dapat terus mengembangkan kemampuan memimpin yang relevan dengan segala jaman.
Apa yang akan terjadi jika seorang pemimpin memiliki keterampilan yang sudah tidak relevan dengan situasi terkini? Apa sajakah aturan dasar yang dapat diterapkan oleh para pemimpin agar tetap relevan?
Setiap orang memiliki perjuangan dalam hidupnya atau rasa ketidakamanan. Itulah sebabnya setiap orang berharap memiliki teman untuk diajak bicara, bergaul, dan berbagi rahasia, termasuk anak-anak; mereka membutuhkan orang kepercayaan sama seperti orang lain. Namun, siswa yang secara umur lebih muda atau juga remaja terkadang membutuhkan bimbingan dan dukungan dari seseorang selain orang tua atau guru.
Bagaimana membuat program untuk siswa yang dapat mendukung tidak hanya dari sisi akademik namun juga rasa percaya diri dan nilai-nilai kepemimpinan lainnya?
Mari dapatkan 3 tips yang bisa kita lakukan sebagai guru yang akan disampaikan dalam sesi webinar kali ini.
Berbicara di depan umum menjadi salah satu hal yang paling ditakuti oleh beberapa orang. Hal ini dikarenakan kita yang harus berbicara sendirian di depan banyak orang yang berfokus pada apa yang kita sampaikan. Akibatnya kita menjadi merasa tertekan dan merasa tidak boleh berbuat kesalahan sehingga berbicara di depan umum menjadi hal yang sering dihindari.
Padahal kemampuan untuk berbicara di depan umum merupakan salah satu kemampuan yang sangat penting yang perlu dimiliki oleh pemimpin. Kemampuan yang perlu kita lakukan untuk bisa menggerakan dan mengarahkan orang lain.
Bagaimana cara untuk membantu siswa kita mengembangkan kemampuan untuk berbicara di depan umum?
Beberapa pemimpin mungkin pernah mengalami, delegasi pekerjaan yang diberikan kepada anggota tim, tidak terselesaikan seperti yang diharapkan. Respon-respon sebagai berikut mungkin terjadi setelah memberikan delegasi:
"Lho kok hasilnya begini..."
"Kan saya dah kasih tau caranya..."
"Kok kamu kerjain yang itu dulu, saya kan butuhnya sekarang..."
Hal ini dapat menghambat proses kerja yang berdampak kepada produktivitas tim. Jika setiap pemimpin menguasai teknik efektif memberikan delegasi, kejadian tersebut dapat terhindar.
Apa yang sebenarnya terjadi ketika anggota tim tidak menuntaskan delegasi sesuai harapan pemimpin? Bagaimana cara memberikan delegasi yang efektif?
Engagement setiap karyawan datang dari bagaimana mereka mendapatkan pengalaman dalam berinteraksi baik terhadap orang, sistem maupun lingkungan dalam sebuah organisasi. Pengalaman interaksi ini sering disebut dengan istilah Employee Experience.
Setiap pengelola dan penanggung jawab Sumber Daya Manusia dapat meningkatkan Employee Experience khususnya dengan memfokuskan kepada Touch Point karyawan. Dengan menjalankan inisiatif yang fokus kepada Touch Point karyawan, maka akan memberikan dampak yang jauh lebih besar terhadap Employee Experience, yang akan berujung pada meningkatnya engagement karyawan.
Bagaimana mengidentifikasi Touch Point Employee Experience? Bagaimana mempengaruhi Touch Point dalam rangka meningkatkan engagement karyawan?
Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager Anda.
Apakah memungkinkan melakukan pertemuan virtual yang penuh makna dan juga membangun kedekatan hubungan emosional? Tentu saja jawabannya iya.
Hal tersebut dapat terjadi, jika setiap individu yang menyelenggarakan pertemuan tersebut, memahami beberapa praktek yang tepat yang perlu dijalankan baik sebelum dan sesaat pertemuan berlangsung. Kedekatan hubungan emosional ini akan membantu dan mempermudah tercapainya tujuan dari pertemuan tersebut.
Apa yang perlu dipahami oleh setiap peserta yang akan melakukan pertemuan virtual agar dapat membangun hubungan emosional yang baik dengan lawan bicara? Apa sajakah praktek-praktek yang perlu dijalankan baik sebelum dan sesaat pertemuan virtual tersebut berlangsung?
Kepemimpinan adalah sesuatu yang kita coba bangun pada diri setiap siswa, kita usahakan dan komunikasikan sehingga siswa bisa melihat potensinya sendiri. Setiap siswa adalah seorang pemimpin. dan setiap siswa bisa menjadi hebat. Lalu, bisakah kita melihat potensi dan kehebatan mereka?
Salah satu usaha untuk menjadikan siswa sebagai pemimpin adalah dengan menyediakan kesempatan bagi mereka untuk memiliki peran dalam memimpin suatu hal. Kita perlu untuk memberdayakan siswa sehingga mereka terbiasa untuk memimpin dan berkolaborasi dengan orang lain.
Apa yang bisa kita upayakan untuk memunculkan kepemimpinan siswa meski dalam kondisi PJJ sekalipun? Bagaimana cara untuk membuat setiap siswa kita adalah pemimpin?
“Dia mah susah kalo diajak kerjasama…”
“Dia kalo saya ngomong ngga pernah didengerin, dan maunya menang sendiri…”
“Susahlah pokoknya kerja sama ama dia, mending kerjain sendiri….”
Kesulitan seperti diatas mungkin pernah Anda ataupun anggota tim Anda alami. Jika situasi tersebut terus dibiarkan, maka akan menghambat proses kerja yang berjalan, proses kerja dapat melambat, atau kualitas produk atau layanan yang dihasilkan menurun.
Jika setiap individu dalam perusahaan memahami cara berkomunikasi dengan empati, dan mempraktekan teknik komunikasi tersebut khususnya ketika berinteraksi, maka sinergi dengan rekan kerja akan meningkat.
Apakah yang membuat rekan kerja tidak terbuka untuk bekerja sama? Bagaimana cara menggunakan komunikasi dengan empati untuk meningkatkan kerja sama yang baik?
Apakah Anda merasa ketika anak tumbuh sebagai remaja, seolah-olah tercipta jarak yang menghalangi komunikasi Anda dengan dia? Anak terkesan menghindar, bicara seperlunya, secara fisik berdekatan namun secara emosional terasa berjarak. Padahal dulu ketika dia masih kecil, Anda merasa bahwa Anda adalah dunianya, orang yang sangat dia percaya, orang yang sangat dia andalkan, hampir selama 24jam selalu bersama.
Jika Anda kesulitan berkomunikasi dengan anak remaja Anda, Anda mungkin perlu bertanya pada diri sendiri, "Apakah saya perlu lakukan untuk membangun kepercayaan?" Kepercayaan merupakan pondasi dalam membangun hubungan yang baik, komunikasi yang baik.
Lalu, hal-hal apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kepercayaan, dan sebaliknya, hal-hal apa yang bisa mengurangi kepercayaan seseorang?
Setiap perusahaan memiliki inisiatif masing-masing dalam mengatasi perubahaan yang dihadapinya. Salah satu hal yang membedakan setiap perusahaan dalam menjalankan inisiatif perubahan tersebut adalah kecepatan dalam menyelaraskan antara kompetensi yang sudah dimiliki dengan kompetensi yang dibutuhkan.
Perusahaan yang langsung menyadari pentingnya penyelarasan kompetensi, segera melakukan penyelarasan dan eksekusi dari elemen-elemen yang ada dalam kompetensi terhadap kebutuhan yang dihadapinya saat ini. Sehingga kapabilitas perusahaan akan meningkat, dan mendukung serta mendorong inisiatif perubahan perusahaan mencapai hasil yang diharapkan.
Apa yang perlu diperhatikan setiap pengelola sumber daya manusia dalam menyelaraskan kompentensi antara yang sudah dimiliki dengan yang dibutuhkan? Bagaimana cara menyelaraskan nya dengan efektif?
Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager Anda.
Setiap perusahaan memiliki inisiatif masing-masing dalam mengatasi perubahaan yang dihadapinya. Salah satu hal yang membedakan setiap perusahaan dalam menjalankan inisiatif perubahan tersebut adalah kecepatan dalam menyelaraskan antara kompetensi yang sudah dimiliki dengan kompetensi yang dibutuhkan.
Perusahaan yang langsung menyadari pentingnya penyelarasan kompetensi, segera melakukan penyelarasan dan eksekusi dari elemen-elemen yang ada dalam kompetensi terhadap kebutuhan yang dihadapinya saat ini. Sehingga kapabilitas perusahaan akan meningkat, dan mendukung serta mendorong inisiatif perubahan perusahaan mencapai hasil yang diharapkan.
Apa yang perlu diperhatikan setiap pengelola sumber daya manusia dalam menyelaraskan kompentensi antara yang sudah dimiliki dengan yang dibutuhkan? Bagaimana cara menyelaraskan nya dengan efektif?
Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager Anda.
Memasuki bulan ke 7 sejak diumumkannya pandemi yang merebak, setelah kita menjalankan banyak hal baru dalam hidup kita seperti Bekerja dari Rumah, Pembelajaran Jarak Jauh, Protokol-protokol kesehatan, perlahan kita mengalami perubahan. Perubahan yang jika tidak kita hadapi dengan baik akan berdampak pada banyak hal dalam kehidupan kita termasuk sisi emosional kita.
Saat ini kita tidak akan pernah tahu kapankah kondisi ini akan berakhir ataukah memang seperti sekarang ini kondisi akan terus berjalan yang kita kenal dengan New Normal.
Bagaimana kita bisa menghadapi perubahan-perubahan ini dengan segala tantangannya dan tetap menjadi pribadi yang kuat bagi diri kita sendiri namun juga untuk orang-orang di sekitar kita?
Beberapa pemimpin dan Pengelola Sumber Daya seringkali mengalami tantangan ketika meminta pimpinan maupun anggota tim mengikuti sebuah pelatihan dimana orang tersebut tidak melihat bahwa mereka membutuhkannya. Mereka cenderung menghindar atau menolak secara halus dan terkadang menunjukkan ketidakgunaan dari pengembangan yang diberikan kepada mereka.
Para pemimpin maupun Pengelola Sumber Daya perlu memiliki beberapa cara yang efektif dalam menyampaikan hal tersebut kepada setiap orang yang memang membutuhkan pengembangan.
Belum semua anggota tim sudah memiliki target yang benar-benar jelas, spesifik dan terukur.
Anggota tim tersebut cenderung akan kurang bergairah dalam menjalan pekerjaannya sehar-hari ataupun akan sulit dalam mencapai target yang diharapkan oleh pemimpin mereka. Mereka tidak melihat garis finish yang dapat dan perlu mereka lewati. Setiap pemimpin yang ingin meningkatkan engagement dari anggota tim, serta meningkatkan kemungkinan tercapainya target tersebut, perlu membantu anggota tim dengan menetapkan target yang lebih baik.
Target seperti apa yang disebut jelas, spesifik dan terukur? Bagaimana cara setiap pemimpin membantu anggota tim menetapkan target yang lebih baik?
Bagaimana seorang pemimpin berkomunikasi dapat mempengaruhi tingkat kepercayaan dan keterlibatan tim dalam mewujudkan tujuan bersama. Seorang komunikator yang baik perlu menjadi seorang pendengar yang baik terlebih dahulu. Apakah anda mendengar untuk memahami atau mendengar untuk menjawab?
Jika Anda ingin memimpin orang lain cara yang lebih baik untuk melakukannya adalah dengan memahami mereka. Mendengarkan adalah keterampilan paling penting bagi setiap pemimpin. jika Anda ingin orang-orang mendengarkan Anda dan menyampaikan pesan Anda, dengarkan mereka
Apa saja kiat-kiat khusus dalam Mendengarkan untuk Memahami agar orang lain mendengarkan pesan yang kita sampaikan?
Banyak orang yang cenderung langsung mengatakan “iya” kepada setiap permintaan yang datang. Selain karena akan memberikan pengalaman dan petualangan yang baru, juga karena memberikan rasa keterlibatan, keterberhubungan serta kebanggaan baik dari orang yang dibantu ataupun dari orang-orang lain disekitarnya.
Tapi apakah selalu mengatakan “iya” merupakan jawaban yang terbaik? Tentunya tidak. Permintaan akan selalu datang dan akan terus berdatangan. Selalu mengatakan iya akan menganggu prioritas yang sudah Anda tetapkan maupun hal-hal yang diharapkan oleh anggota tim dari Anda. Kemampuan dalam menyeimbangkan jawaban iya ataupun tidak dan mengelola perkataan dalam merespon kepada permintaan yang datang akan membantu mereka dalam mencapai prioritas yang telah mereka tetapkan.
Bagaimana menyeimbangkan jawaban antara iya dan tidak? Bagaimana merespon permintaan yang datang baik yang akan diberikan jawaban iya ataupun tidak?
Perusahaan yang memiliki masalah dalam hal kepemimpinan cenderung mengalami tantangan dalam mencapai kinerja yang diharapkan.
Hal ini dikarenakan, hasil yang dicapai oleh sebuah tim, adalah hasil dari kapabilitas seorang pemimpin dalam mendorong setiap anggota tim menjalankan perilaku-perilaku tertentu yang mengarah kepada pencapaian hasil. Jika Pengelola Sumber Daya perusahaan dapat membekali para pemimpin tersebut dengan peran-peran kepemimpinan yang efektif dan membangun lingkungan yang kondusif dalam mempraktekkannya, maka budaya kepemimpinan terbentuk secara kolektif yang akan berdampak kepada peningkatan kinerja perusahaan.
Peran kepemimpinan apa sajakah yang perlu dijalankan oleh para pemimpin dalam mencapai hasil dari tim? Bagaimana membangun perilaku-perilaku tersebut agar konsisten dijalankan oleh para pemimpin?
Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager Anda.
Di masa PJJ ini banyak hal yang nampaknya harus dilakukan mulai dari peran personal hingga profesional. Pekerjaan-pekerjaan rumah, membimbing anak belajar di rumah hingga membuat RPP dan video untuk PJJ.
Ketika kita belum terampil memprioritaskan jadwal kita maka kita akan menjadi kewalahan yang berujung pada kelelahan dan kurangnya produktif kita.
Bagaimana agar kita bisa lebih terampil dalam membuat prioritas kita sehingga kita makin produktif di masa PJJ ini?
Masa pandemi ini membawa pendidikan pada Pembelajaran Jarak Jauh yang secara umum membutuhkan kolaborasi rumah dan sekolah yang kokoh. Namun dengan kondisi sebagian orang tua yang tetap bekerja dari rumah atau bekerja di kantor, kolaborasi ini menjadi cukup menantang.
Namun apakah dengan kondisi ini kemudian kita harus mengorbankan salah satunya? pendidikan putra putri kita atau pekerjaan kantor kita?
Bagaimana agar kita dapat mengoptimalkan peran kita sebagai orang tua sekaligus pendidik di masa PJJ ini juga sebagai tim di kantor kita?
Bayangkan jika setiap orang dalam perusahaan berinteraksi dengan rekan kerjanya hanya sebatas profesional saja tanpa kedekatan hubungan emosional sama sekali. Berapa banyak informasi penting yang mungkin terlewatkan dengan level kedekatan yang demikian. Dan tidak menutup kemungkinan, jika informasi tersebut diterima dan diterapkan dengan baik, dapat memberikan pengembangan baik bagi diri sendiri, tim maupun organisasi.
Kunci dari membangun kedekatan emosional adalah empati, sesuatu yang dapat dibangun setiap hari ketika berinteraksi rekan kerja. Empati akan meningkatkan pemahaman setiap orang akan perspektif orang lain, dan membuat setiap rekan kerja merasa didengar dan dihargai, yang akan menghasilkan hubungan yang lebih dekat dan kerja sama yang meningkat.
Begitu pentingkah membangun kedekatan hubungan dengan rekan kerja? Apa yang perlu dilakukan dalam membangun empati dengan rekan kerja?
Jika Anda ingin kinerja yang terbaik dari diri Anda dan tim Anda, maka kelolalah energi Anda dan tim ketimbang waktu. Energi akan mengatasi waktu.
Anda maupun tim Anda mungkin kewalahan dalam mengelola waktu dan tugas-tugas yang diberikan, sesuatu yang akan terus berdatangan dan tidak akan pernah berhenti. Namun, jika Anda maupun tim Anda dapat mengelola diri sehingga energi dapat terjaga selalu dan terus dapat mendorong semangat intrinsik yang ada dalam diri, maka masalah dengan waktu dan tugas dapat diminimalisir dan kinerja akan menjadi lebih baik.
Apakah benar bahwa mengelola energi lebih baik daripada mengelola waktu? Bagaimana cara yang efektif mengelola energi baik bagi diri sendiri maupun anggota tim?
Setiap pemimpin yang efektif sangat menyadari pentingnya budaya yang terbentuk dalam tim, serta dampaknya kepada pencapaian hasil yang diharapkan.
Salah satu waktu yang tepat yang dapat dimanfaatkan oleh para pemimpin dalam membentuk budaya dalam tim, adalah ketika anggota tim menghadapi permasalahan. Cara pemimpin menyelesaikan masalah bersama anggota tim, dapat menjadi contoh terbaik dalam menunjukkan praktek nilai-nilai budaya menjadi kenyataan dan bagaimana praktek tersebut memberikan manfaat bagi mereka.
Bagaimana proses menggunakan Problem Solving dalam membentuk budaya tim? Apa saja yang perlu dilakukan oleh para pemimpin dalam menerapkannya?
Memberikan pujian atau kritikan merupakan hal yang lumrah terjadi dalam proses bekerja sehari-hari. Bahkan hal tersebut merupakan salah satu hal kritikal yang perlu dilakukan oleh seorang pemimpin dalam mengembangkan anggota timnya.
Namun beberapa orang tidak mudah dalam menerima kritikan, dan ada juga orang yang tidak mudah menerima pujian. Terlalu berlarut dalam salah satu hal tersebut, akan membuat seseorang kehilangan esensi dari maksud diberikannya kritikan atau pujian tersebut. Jika setiap orang dapat menerima dan mengelolanya dengan baik, maka mereka tidak hanya akan merasakan kemajuan bagi diri sendiri baik dari sisi kinerja maupun kapabilitas, mereka juga akan mendapatkan rasa hormat dari rekan kerja maupun dari atasan mereka.
Paradigma apa yang perlu dimiliki agar setiap orang dapat menerima dan mengelola pujian maupun kritikan dengan baik? Bagaimana cara terbaik yang dapat kita lakukan ketika menerimanya?
Seiring perkembangan jaman, dunia pekerjaan mengalami banyak perubahan sehingga permintaan untuk para pekerja memiliki kemampuan dan ketangkasan baru yang bisa adaptif dengan perubahan sangat diperlukan. Akan tetapi tidak semua mahasiswa yang lulus memiliki kesiapan untuk bekerja. Keluhan bahwa Perguruan Tinggi belum mempersiapkan mahasiswa untuk dunia pekerjaan tidak hanya dirasakan oleh mahasiswa namun juga oleh perusahaan.
Salah satu alasan yang membuat mahasiswa tidak siap kerja adalah kesulitan mereka untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan kerja yang menantang. Siswa tidak memiliki kesiapan mental dan daya tahan menghadapi tekanan yang diberikan. Pembelajaran sosial emosional mahasiswa perlu ditingkatkan agar mampu bertahan dan siap untuk bekerja. Beberapa Perguruan Tinggi sudah mulai berfokus pada hal ini namun masih ada yang hanya berfokus pada akademik tanpa membekali mahasiswa dengan ketrampilan sosial emosional.
Apa yang perlu kita bekali pada mahasiswa sehingga siap kerja? Bagaimana cara mengembangkan potensi mahasiswa sehingga bisa menjadi pekerja yang handal dan kompeten?
Pernahkah organisasi Anda mengalami, dimana banyak divisi mencapai KPI yang sudah ditetapkan, namun jika dilihat secara kolektif, organisasi Anda tidak mencapai targetnya atau bahkan jauh dari pencapaian?
Salah satu penyebab situasi tersebut adalah ketidakselarasan KPI. Tidak selarasnya antara KPI organisasi dengan KPI para pemimpin dan individu. ketidakselarasan ini cenderung terjadi ketika KPI tersebut disusun ataupun di revisi. Para pemimpin cenderung menyerahkan proses tersebut kepada HRD atau menetapkan ukuran-ukuran yang hanya memenangkan divisi atau departemen mereka saja tanpa melihat dampaknya secara lebih besar baik kepada divisi dan departemen lain ataupun organisasi secara keseluruhan.
Bagaimana proses mendesain KPI yang selaras? Bagaimana membuat para pemimpin mendukung proses perancangan serta proses implementasi hingga monitoring KPI tersebut?
Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager Anda.
Sering sekali kita menunda apa yang perlu kita kerjakan dengan melakukan hal lain yang terlihat lebih menyenangkan seperti sosial media, berbicara dengan orang lain atau hal lain yang biasa Anda lakukan. Dan pada akhirnya kerjaan menjadi tertunda dan kita merasa bersalah karena telah membuang waktu untuk hal yang tidak penting.
Seandainya saya fokus mengerjakan maka mungkin kerjaan sudah selesai dan sekarang saya tidak perlu terburu-buru mengerjakan tugas ini yang sudah dekat dengan tenggat waktu. Untuk procrastinator yang sesungguhnya, menunda-nunda bukanlah sesuatu yang opsional tetapi itu merupakan sesuatu yang kita sendiri tidak tahu cara untuk tidak melakukannya.
Lalu apakah mungkin kita bisa berhenti menunda-nunda? Bagaimana caranya saya bisa lebih fokus dan mengerjakan tugas saya tanpa perlu menunda-nunda lagi?
Sangat sulit bagi setiap anggota tim menghadapi pemimpin yang bimbang ketika mengambil keputusan. Mereka akan kesulitan ketika menjalankan arahan hasil keputusan tersebut baik dikarenakan oleh kejelasan dari arahan tersebut ataupun terhadap kemungkinan terjadi perubahan-perubahan selama perjalanan.
Setiap anggota tim perlu memahami lebih mendalam situasi dan kondisi yang dialami oleh pemimpinnya mereka, dan melakukan percapakan yang dapat memancing diskusi yang mengarah kepada pembuatan keputusan yang jelas.
Bagaimana cara memahami atasan yang sedang bimbang dalam mengambil keputusan? Percakapan seperti apa yang dapat dilontarkan oleh anggota tim kepada atasan mereka agar dapat membuat keputusan dengan penuh keyakinan?
Kebanyakan presentasi yang berkaitan dengan pekerjaan, cenderung membosankan. Ditambah dengan situasi virtual, dimana interaksi antara presenter dan pendengar menjadi lebih terbatas.
Sedangkan setiap presenter menginginkan para peserta agar dapat memahami materi yang diberikan atau membuat sebuah keputusan terkait tujuan dari presentasi. Jika presentasi diberikan dengan proses dan materi yang lebih menarik dan engaging, maka kemungkinan peserta membuat keputusan yang menguntungkan kedua belah pihak akan menjadi semakin lebih besar.
Sebagai seorang pendidik, untuk mencari inspirasi sama mudahnya dengan menjadi frustrasi. Jujur saja, mengajar itu sulit, dan itu semakin sulit setiap tahunnya. Lalu setiap guru dapat memilih untuk fokus pada hal-hal yang tidak dapat mereka kendalikan dan, pada akhirnya membuat frustrasi mengendalikan mereka, atau mereka dapat memilih untuk fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali mereka dan bekerja untuk meningkatkan pengaruh mereka dengan orang-orang di sekitar mereka.
Menemukan inspirasi adalah tentang pola pikir. Jika seseorang memiliki mindset berkembang dan selalu berusaha melakukan perbaikan secara berkelanjutan terhadap pendidikan dan kehidupan, maka inspirasi akan selalu hadir. Bagian yang terpenting adalah mengetahui ke mana harus mencari dan apa yang harus difokuskan.
Bagaimana guru dapat menyelaraskan peran mereka dalam dunia pendidikan? Bagaimana menemukan apa yang sedang dicari?
Anak bertumbuh dan berkembang meniru dan mencontoh dari lingkungan sekitarnya. Dengan banyaknya kesibukan, terkadang kita sebagai guru lupa akan peran kita untuk menjadi teladan bagi siswa siswa kita. Padahal sebagai teladan, guru memegang peran penting untuk tumbuh kembang siswa.
Terlebih lagi di jaman now dimana anak dapat mencontoh siapa saja tanpa menerapkan filter moral yang kuat.
Bagaimana kita bisa menjalankan peran ini agar dapat menjadi inspirasi bagi siswa?
Semester satu telah lewat, dan penyesuaian target akhir tahun serta rencana untuk mencapainya telah ditetapkan. Penetapan ini cenderung membuat para pemimpin merasa pekerjaan nya telah selesai dan tinggal menyerahkan pencapaian target tersebut kepada anggota tim.
Sebaiknya setiap pemimpin menjalankan perlikau-perilaku kritika yang dapat mendorong anggota tim dan membantu mereka dalam menghadapi hambatan yang muncul dalam mencapai target yang sudah ditetapkan.
Apa yang perlu diketahui oleh setiap pemimpin dalam proses mencapai target yag ditetapkan? Perilaku apa saja yang perlu dijalankan oleh setiap pemimpin dalam proses tersebut?
Banyaknya stimulus yang berdatangan saat ini sangat mempengaruhi motivasi setiap individu. Naik turunnya motivasi sangat berpengaruh kepada produktivitas yang dapat mereka hasilkan.
Kemampuan setiap orang dalam mempertahankan atau meningkatan motivasi ini dipengaruhi oleh cara mereka mengelola sendiri khususnya ketika menghadapi stimulus yang datang. Semakin mereka paham mengenai cara mengelola diri, semakin mereka mampu menjaga bahkan meningkatkan motivasi kerja mereka.
Bagaimana cara mengelola diri khususnya ketika menghadapi stimulus yang dapat mempengaruhi motivasi kita? Apa yang sebenarnya terjadi dalam setiap individu yang kesulitan berjuang untuk tetap termotivasi?
Kepala sekolah memiliki pekerjaan dan tanggung jawab yang besar, berawal dari memimpin sebuah sekolah, memastikan sekolah berjalan dengan baik, dan tentunya menjadi role model bagi guru guru lainnya.
Di masa PJJ ini komunikasi dan kinerja tim kemungkinan besar terhambat karena harus beradaptasi dengan teknologi, yang biasanya selalu bersama dalam satu ruangan harus terpisah karena kondisi pandemi yang dialami.
Apa yang harus dilakukan kepala sekolah untuk memastikan kinerja guru di sekolah tetap produktif dan aktif?
Rotasi pemimpin maupun anggota tim tetap terjadi meskipun situasi bekerja secara remote dan virtual. Situasi ini dapat menjadi tantangan tersendiri bagi para pemimpin dalam membangun hubungan dengan anggota tim baru dan membuat mereka dapat menyesuaikan diri dengan pola kerja pemimpin tersebut.
Pengalaman yang dimiliki dalam membantu anggota tim baru masuk ke dalam tim, mungkin tidak mudah untuk diterapkan untuk situasi kerja saat ini. Setiap pemimpin perlu memiliki cara-cara baru yang tepat dan efektif agar anggota tim yang baru ini dapat segera menyesuaikan diri dan tetap produktif.
Apa yang perlu diperhatikan oleh para pemimpin terhadap anggota tim baru tersebut? Tips dan praktek terbaik apa yang perlu dijalankan agar dapat mempercepat penyesuaian diri setiap anggota tim yang baru?
Terkadang orang yang mengkritik diri kita paling buruk ada diri kita sendiri. Kita menilai diri kita dengan banyak standar dan ekpektasi dari banyak pihak. Sesekali kita juga menghukum diri karena ketidaksesuaian dengan apa yang diharapkan.
Ada kalanya pula kita kesal dan membenci apa yang kita miliki dan ketidakmampuan kita untuk mengubahnya. Seandainya diri ini lebih, seandainya diri ini mampu untuk melakukan sesuatu. Segala harapan yang tidak terpenuhi dan menjadi ketidakpuasan atas diri.
Lalu, apa yang hendaknya kita perbuat? Bagaimana mengupayakan untuk menjaga citra diri tetap positif?
Perbedaan generasi antar karyawan menjadi tantangan besar bagi banyak organisasi saat ini. Hal ini dapat menimbulkan gesekan-gesekan yang dapat memperlambat bahkan menghentikan proses kerja dalam rangka mencapai tujuan organisasi.
Gesekan yang terjadi antar generasi ini disebabkan oleh pandangan dan cara kerja yang dimiliki oleh masing-masing. Setiap organisasi perlu melakukan inisiatif untuk menjembatani perbedaan generasi ini agar lingkungan kerja, maupun interaksi antar generasi dapat menjadi lebih harmonis dan sinergi.
Inisiatif apa sajakah yang perlu dila
Banyak kejadian yang tidak sesuai harapan kita apalagi dimasa sulit seperti kondisi PJJ ini. Hal ini bisa datang dari pekerjaan, teman, bahkan keluarga di rumah. Di beberapa kesempatan kita biasanya merespon hal tersebut dengan reaktif.
Respon-respon reaktif tersebut biasanya memiliki dampak yang akan kita sesali. Bagaimana kita bisa merespon hal-hal yang tidak sesuai harapan tersebut dengan respon yang tepat?
Pengambilan keputusan ditengah situasi yang tidak menentu sangat menantang. Proses pengambilan keputusan tersebut dapat terjebak pada situasi yang penuh kebimbangan. Khususnya ketika banyaknya orang yang terlibat, menentang keputusan tersebut, sehingga kesimpulan akhir sulit didapat, tujuan meeting tidak tercapai yang akan berdampak kepada produktivitas kerja.
Jika setiap pemimpin dapat menangani situasi tersebut dengan baik, maka pengambilan keputusan dapat berjalan dengan cepat dan efektif.
Apa sajakah situasi yang memungkinkan sebuah proses pengambilan keputusan menjadi begitu sulit? Apa yang perlu dilakukan oleh setiap pemimpin menghadapi situasi tersebut?
Banyak keputusan strategis yang diputuskan oleh para pemimpin bergantung pada pemahamannya terhadap beban kerja dari para anggota tim. Mengetahui apakah setiap anggota tim sudah benar-benar produktif atau sedang benar-benar kewalahan dengan beban yang diterima, merupakan informasi yang sangat krusial.
Menanyakan secara langsung kepada anggota tim mengenai cara mereka menghabiskan waktu sehari-hari dalam mengelola pekerjaan mereka, bukan merupakan cara yang tepat, malah terkesan micromanaging. Setiap pemimpin perlu memiliki cara yang tepat, untuk mengetahui beban kerja yang mereka miliki saat ini.
Apa yang perlu di pahami oleh para pemimpin terkait penilaian beban kerja anggota tim? Bagaimana cara menilai yang efektif namun tidak terlihat micromanage?
Lazim kita dengar paradigma yang berkembang di dunia pendidikan tentang bagaimana kita sebagai guru/orang tua mengontrol pembelajaran siswa. Padahal seharusnya, pembelajaran siswa adalah tanggung jawab masing-masing siswa. Hal ini diharapkan dapat muncul sebagai motivasi intrinsik dari mereka.
Bagaimana kita memberdayakan siswa agar mereka dapat memimpin pembelajarannya sehingga kita tidak lagi mengontrol pembelajaran mereka? Bagaimana cara menumbuhkan motivasi intrinsik siswa?
Benarkah budaya perusahaan dapat benar-benar mendorong peningkatan kinerja perusahaan? Jika memang benar, mengapa banyak pemimpin yang memandang program-program yang di jalankan oleh Penanggung Jawab Budaya, terkesan seperti sebuah acara yang sifatnya seremonial saja, yang tinggal diikuti dan kalau bisa cepat-cepat diselesaikan, yang tidak begitu berhubungan dengan kinerja tim yang mereka ingin capai.
Bagaimana membuat setiap pemimpin mendukung program budaya? Bagaimana membuat program budaya yang benar-benar mendorong kinerja perusahaan?
Setiap pemimpin mengharapkan anggotanya tim dapat bertindak dan menghasilan kinerja lebih dari apa yang sudah mereka capai sekarang. Umumnya para pemimpin melakukan hal tersebut dengan cara memberikan pekerjaan tambahan yang lebih sulit, ataupun sebuah pekerjaan yang benar-benar baru yang belum mereka ketahui.
Memberikan tantangan dengan cara tersebut, seringkali malah menimbulkan hasil yang sebaliknya jika tidak dilakukan dengan cara yang tepat. Anggota tim akan dapat memberikan respon yang menerima-karena-disuruh ataupun menolak pekerjaan tersebut. Jika setiap pemimpin memahami cara yang tepat agar setiap anggota tim dapat benar-benar melihat potensi yang dapat dikembangkan dalam diri mereka dan dapat memberikan dukungan penuh kepada anggota tim tersebut, maka kemungkinan anggota tim tersebut berkembang menjadi lebih besar.
Apa yang diperlukan oleh setiap pemimpin dalam mengembangkan anggota timnya lebih dari yag sekarang? Bagaimana cara yang tepat untuk mengembangkan setiap anggota tim tersebut?
Kepercayaan antara atasan dan anggota tim sangat berdampak kepada kemampuan tim dalam menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian.
Tingkat kepercayaan sangat berpengaruh terhadap kecepatan tim, baik dalam hal melakukan eksekusi, pemecahan masalah hingga beradaptasi terhadap perubahan yang terjadi saat ini.
Pemimpin yang mampu membangun tingkat kepercayaan yang tinggi dalam anggota tim akan mampu membawa tim tersebut welewati badai ketidakpastian ini.
Apa yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin agar dapat dipercaya penuh oleh anggota timnya? Bagaimana membangun tim yang memiliki kepercayaan yang tinggi diantaranya?
Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager Anda.
Menumbuhkan tanggung jawab pada anak di masa PJJ ini bukanlah hal yang mudah. Berbagai tantangan dihadapi oleh para guru dan orang tua. Salah satunya karena anak merasa kurangnya pengawasan dari guru dan orang tua.
Pada dasarnya bertanggung jawab merupakan salah satu komponen penting dalam kehidupan mereka
Apa yang bisa dilakukan untuk menumbuhkan tanggung jawab anak-anak, tidak hanya dimasa PJJ saja tetapi agar mereka dapat menjadi pemenang dalam hidup mereka?
Setiap anak unik dengan segala kelebihan dan kebutuhan yang berbeda satu dengan yang lain. Akan tetapi banyak dari anak jaman sekarang yang terlalu banyak terpapar oleh media digital sehingga selalu membandingkan potensi dirinya dengan yang lain. Mereka berusaha menjadi sosok yang sesuai dengan cerminan sosial yang dinilai populer.
Kadang kala disaat perbandingan ini tidak sesuai ekspektasi, anak menjadi merasa tidak berarti dan mudah menyerah. Mereka merasa bahwa pihak lain mendapatkan keuntungan karena bakat dan kemampuannya sudah ada sejak lahir. Akhirnya anak menjadi terbebani akan performa yang tidak sesuai dengan orang lain.
Apa yang bisa kita lakukan untuk membantu anak mengembangkan potensi diri mereka yang mungkin berbeda dengan yang lainnya? Bagaimana cara untuk membuat anak terinpirasi untuk mengembangkan diri mereka menjadi yang terbaik sesuai kemampuannya?
Ketahanan (resilience) adalah salah satu hal terpenting yang perlu dimiliki oleh setiap individu, tim maupun organisasi agar dapat tetap tegak maupun bangkit kembali menghadapi situasi yang penuh tantangan seperti sekarang ini.
Pakar Kepemimpinan FranklinCovey , Maria “Sully” Sullivan memaparkan ada 6 (enam) aspek yang perlu dipahami oleh setiap individu dalam membangun ketahanan dalam dirinya, agar tetap selalu tangguh dan dapat bangkit kembali meskipun situasi yang dihadapi nya benar-benar sulit.
Apa sajakah ke enam aspek tersebut? Bagaimana caranya menerapkan ke enam aspek tersebut dalam keseharian sehingga setiap orang memiliki ketahanan?
Terkadang kita terjebak dalam situasi dimana tidak memungkinkan bagi kita untuk mewujudkan harapan orang lain, baik karena keterbatasan yang ada ataupun peraturan yang tidak mengijinkan. Namun di sisi lain, kita tetap membutuhkan untuk terus bekerja sama dengan orang tersebut.
Situasi ini membutuhkan keterampilan kita dalam bernegosiasi. Namun kebanyakan orang berpikir, negosiasi adalah proses tawar-menawar, sedangkan para ahli negosiasi mengatakan “negosiasi adalah menggunakan paradigma positif membangun-hubungan untuk menemukan kemungkinan peluang untuk mencapai manfaat bersama.
Apa sajakah yang dapat menghambat seseorang dalam melakukan negosiasi dengan orang lain? Kalimat seperti apa yang perlu diucapkan dalam memulai negosiasi dengan orang lain, agar terciptanya situasi yang kolaboratif dan produktif?
Kondisi pembelajaran jarak jauh tentu memberikan tantangan tersendiri bagi orang tua. Salah satu penyebabnya semua anggota keluarga berkumpul di satu rumah dengan berbagai macam aktivitasnya. Selain bekerja – bagi orang tua yang juga bekerja, ada pekerjaan rumah dan juga mendidik anak yang harus dilakukan.
Meski dengan kondisi ini kita mempunyai lebih banyak waktu luang untuk bersama buah hati, namun kondisi ini tidak selalu menyenangkan. Ada kalanya disaat kita sedang sibuk, anak pun juga memiliki banyak permintaan. Bahkan terkadang kita merasa diluar batas kesabaran kita dalam menangani proses pembelajaran si buah hati.
Bagaimana kita sebagai orang tua harusnya bersikap? Bagaimana kita menjaga kesabaran dan tetap dapat membantu anak belajar di rumah?
Masalah dalam berkomunikasi dapat berdampak kepada pencapaian kinerja.
Kebanyakan orang ketika menghadapi masalah komunikasi dengan orang lain, cenderung merespon dengan menghindar, bersikap keras maupun defensif. Hal ini dapat membuat koordinasi kerja baik antar individu maupun antar tim menjadi saling tidak perduli, silo, hingga berhenti sama sekali yang akan berdampak kepada penurunan kinerja masing-masing individu maupun tim.
Setiap pemimpin perlu membangun sebuah budaya yang dapat membuat setiap anggota tim mau terbuka dan berdialog dengan anggota tim lain, agar apapun perbedaan pendapat maupun masalah yang terjadi, dapat diselesaikan bersama dengan cepat dan tuntas, sehingga kinerja yang diharapkan bersama dapat tercapai.
Bagaimana dampak komunikasi kepada kinerja? Keterampilan apa yang perlu dimiliki oleh pemimpin dan anggota tim agar dapat menyelesaikan masalah komunikasi yang khususnya berdampak kepada pencapaian kinerja?
Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager Anda.
Sebelum semua menjadi di rumah aja, guru dengan mudah berinteraksi dengan siswa karena bertatap muka secara langsung. Proses tanya jawab, mengobrol, berdiskusi dilakukan secara langsung tanpa adanya penundaan waktu. Guru pun bisa mengawasi sikap dan perilaku dari setiap siswa di kelas.
Setelah pembelajaran berubah menjadi secara daring, proses interaksi menjadi berkurang karena adanya beberapa hambatan seperti jaringan dan keterbatasan pengawasan untuk siswa. Tak dapat dihindarkan, guru perlu terus melakukan pengembangan dalam pesan dan cara penyampaiannya.
Apa yang perlu kita siapkan untuk menjaga interaksi dengan siswa? Bagaimana agar pembelajaran tetap interaktif dan menyenangkan?
Memberikan umpan balik kepada anggota tim bukanlah merupakan hal yang mudah bagi banyak pemimpin. Khusus nya ketika umpan balik itu mengenai hal yang cukup sensitif dan umpan balik tersebut jika tidak disampaikan dapat memberikan dampak besar baik bagi kinerja orang tersebut maupun tim. Beberapa respon dapat muncul, mulai dari tidak menerima, membela diri, hingga sakit hati dan tetap tidak berubah.
Semua respon itu dapat terjadi, bahkan terhadap para pemimpin yang dikatakan hebat. Jika setiap pemimpin mehamami seni dan praktek dalam memberikan umpan balik kepada anggota tim mereka, maka akan dapat meningkatkan kemungkinan anggota tim tersebut terbuka dan menerima hingga menjalankan umpan balik tersebut.
Bagaimana seni dan praktek dalam memberikan umpan balik yang dapat diterima dan dijalankan oleh anggota tim walaupun umpan balik tersebut merupakan sesuatu yang cukup sensitif?
Memberikan umpan balik kepada anggota tim bukanlah merupakan hal yang mudah bagi banyak pemimpin. Khusus nya ketika umpan balik itu mengenai hal yang cukup sensitif dan umpan balik tersebut jika tidak disampaikan dapat memberikan dampak besar baik bagi kinerja orang tersebut maupun tim. Beberapa respon dapat muncul, mulai dari tidak menerima, membela diri, hingga sakit hati dan tetap tidak berubah.
Semua respon itu dapat terjadi, bahkan terhadap para pemimpin yang dikatakan hebat. Jika setiap pemimpin mehamami seni dan praktek dalam memberikan umpan balik kepada anggota tim mereka, maka akan dapat meningkatkan kemungkinan anggota tim tersebut terbuka dan menerima hingga menjalankan umpan balik tersebut.
Bagaimana seni dan praktek dalam memberikan umpan balik yang dapat diterima dan dijalankan oleh anggota tim walaupun umpan balik tersebut merupakan sesuatu yang cukup sensitif?
Saat kondisi normal siswa pergi ke sekolah, guru dapat mengawasi perilaku siswanya dengan mudah. Sekarang dengan belajar dari rumah, guru tidak bisa terus menerus mengawasi apa yang para siswa lakukan.
Harapannya siswa dapat secara mandiri belajar sendiri atau adanya pengawasan yang lebih dari orangtua siswa. Akan tetapi orangtua siswa pun terkadang sibuk dengan pekerjaan masing-masing sehingga tidak sempat untuk mengawasi siswa yang belajar di rumah.
Bagaimana berkomunikasi agar orangtua dapat menjadi rekan dalam mendidik anak? Apa yang perlu dilakukan untuk menciptakan sinergi antara guru, siswa dan orangtua sehingga pembelajaran jarak jauh menjadi efektif?
Stephen Covey mengatakan bahwa “Kepemimpinan adalah mengkomunikasikan nilai dan potensi seseorang dengan jelas sehingga mereka dapat melihatnya sendiri”. Di lingkup sekolah, guru adalah pemimpin yang diharapkan dapat menggerakan siswanya untuk bisa mengembangkan potensi mereka sendiri.
Setiap siswa-pun adalah pemimpin. Setidaknya pemimpin untuk dirinya sendiri. Mereka bertanggung jawab terhadap tugasnya dan atas dirinya sendiri. Dengan keterampilan yang tepat potensi seorang siswa dapat menjadi tidak terbatas.
Bagaimana membuat siswa menjadi pemimpin? Apa yang perlu seorang guru lakukan untuk membuat siswa menjadi seorang pemimpin?
Menumpuknya pekerjaan dan situasi yang super sibuk, dapat menyebabkan orang berujung pada stress. Kondisi stress ini jika dibiarkan akan merembet ke hal-hal lain, seperti cara kerja, cara berinteraksi dengan orang lain, produktivitas hingga hubungan di keluarga.
Setiap orang perlu menjadi sosok yang memegang kendali dalam mengelola waktunya, bukan dikelola oleh orang lain. Dengan mempraktekkan beberapa hal yang dapat membuat mereka lebih produktif serta bebas-stress.
Bagaimana cara menjadi seseorang yang memegang kendali terhadap situasi penuh tekanan? Apa saja yang perlu di praktikkan oleh setiap orang agar bebas-stress namun tetap produktif?
Menumpuknya pekerjaan dan situasi yang super sibuk, dapat menyebabkan orang berujung pada stress. Kondisi stress ini jika dibiarkan akan merembet ke hal-hal lain, seperti cara kerja, cara berinteraksi dengan orang lain, produktivitas hingga hubungan di keluarga.
Setiap orang perlu menjadi sosok yang memegang kendali dalam mengelola waktunya, bukan dikelola oleh orang lain. Dengan mempraktekkan beberapa hal yang dapat membuat mereka lebih produktif serta bebas-stress.
Bagaimana cara menjadi seseorang yang memegang kendali terhadap situasi penuh tekanan? Apa saja yang perlu di praktikkan oleh setiap orang agar bebas-stress namun tetap produktif?
Setiap orang tentu pernah mengalami situasi percakapan yang membuat salah satu atau kedua pihak emosi, dimana topik percakapan tersebut merupakan sesuatu hal yang sangat penting dan perlu diselesaikan segera. Situasi tersebut diperparah dengan pola kerja yang berjauhan, tidak dapat bertatap muka secara langsung dan duduk bersama untuk menyelesaikannya dengan baik. Semua hal ini dapat berdampak kepada banyak hal seperti, kolaborasi, efisiensi, produktivitas, hingga kinerja.
Jika setiap orang ingin lancar berinteraksi dan bekerja sama dengan siapapun, mereka perlu menguasai keterampilan komunikasi yang dapat memunculkan kolaborasi meskipun berjauhan.
Keterampilan komunikasi seperti apa yang perlu dikuasai oleh setiap orang agar tetap dapat berkolaborasi dengan baik dengan rekan kerja yang berjauhan?
Setiap orang tentu pernah mengalami situasi percakapan yang membuat salah satu atau kedua pihak emosi, dimana topik percakapan tersebut merupakan sesuatu hal yang sangat penting dan perlu diselesaikan segera. Situasi tersebut diperparah dengan pola kerja yang berjauhan, tidak dapat bertatap muka secara langsung dan duduk bersama untuk menyelesaikannya dengan baik. Semua hal ini dapat berdampak kepada banyak hal seperti, kolaborasi, efisiensi, produktivitas, hingga kinerja.
Jika setiap orang ingin lancar berinteraksi dan bekerja sama dengan siapapun, mereka perlu menguasai keterampilan komunikasi yang dapat memunculkan kolaborasi meskipun berjauhan.
Keterampilan komunikasi seperti apa yang perlu dikuasai oleh setiap orang agar tetap dapat berkolaborasi dengan baik dengan rekan kerja yang berjauhan?
Proses membangun pemimpin yang efektif dalam sebuah perusahaan dimulai ketika mereka duduk di posisi kontributor individual. Saat ini mereka sedang mengalami proses pembelajaran dan transformasi yang nantinya pengalaman ini akan berguna ketika mereka menjadi seorang pemimpin.
Ketika mereka menjadi seorang pemimpin, khusus nya pemimpin lini pertama. Proses perubahan perlu mereka lewati mulai dari perubahan paradigma hingga praktik – praktik yang perlu mereka lakukan dalam mencapai hasil tim yang mereka pimpin.
Semua ini merupakan perjalanan yang mau tidak mau dan harus dijalani oleh setiap orang yang sudah memilih dan ingin berhasil dalam posisi tersebut.
Bagaimana proses membangun pemimpin yang dimulai ketika mereka duduk sebagai kontributor individual? Bagaimana memuluskan transisi dan transformasi mereka ketika mulai duduk dan membuat mereka berhasil sebagai pemimpin lini pertama?
Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager Anda.
Seberapa sering dalam sebuah meeting, ide ataupun pemikiran yang disampaikan oleh setiap peserta yang hadir hanya sebatas wacana, bukan merupakan ide yang sesungguhnya dari mereka, karena mereka menahan diri atau khawatir terhadap resiko ataupun penilaian yang akan muncul jika mereka menyampaikan yang sesungguhnya mereka pikirkan?
Semua hal ini dapat membuat meeting menjadi tidak produktif dan buang-buang waktu, oleh karena itu setiap pemimpin perlu membangun budaya tim dimana setiap orang dapat merasa aman dan nyaman dalam mengemukakan pandangan mereka yang sejujur-jujurnya.
Bagaimana cara agar dapat mendorong setiap orang mengatakan yang mereka pikirkan? Apa saja taktik yang perlu dilakukan oleh setiap pemimpin?
Pandemi COVID-19 yang terjadi sekarang ini merupakan kejadian yang di luar kendali kita dan mengubah banyak hal dalam keseharian kita. Contohnya yaitu keterbatasan dalam interaksi secara langsung antar berbagai pihak, keharusan untuk beradaptasi dengan teknologi baru, dan komunikasi melalui daring (online).
Di saat kondisi normal dengan tatap muka pun interaksi pembelajaran belum maksimal. Sekarang dengan kondisi serba online membuat siswa semakin minim dalam berinteraksi langsung baik dengan guru ataupun temannya.
Bagaimana membuat pembelajaran saat PJJ tetap interaktif? Hal apa saja yang perlu dipersiapkan untuk menjaga suasana kelas tetap menyenangkan?
Kondisi pembelajaran jarak jauh yang awalnya terlihat akan memberikan para guru lebih banyak waktu, ternyata malah membuatnya kekurangan waktu. Jadwal semakin penuh karena dikejar-kejar oleh hal-hal baru yang harus dipelajari, waktu untuk berkomunikasi dengan orang tua murid dan tentu saja harus juga menyisihkan waktu untuk keluarga.
Disaat harus memilih untuk hal yang penting dan yang tidak terlalu penting, kita akan mudah untuk memilih yang penting. Tetapi bagaimana jika ada dua hal penting menurut kita yang harus dipilih untuk dikerjakan?
Apa yang perlu kita lakukan sehingga lebih banyak waktu untuk melakukan hal penting? Bagaimana cara efektif mengatur prioritas sehingga kita tidak terbebani?
Seberapa sering dalam sebuah meeting, ide ataupun pemikiran yang disampaikan oleh setiap peserta yang hadir hanya sebatas wacana, bukan merupakan ide yang sesungguhnya dari mereka, karena mereka menahan diri atau khawatir terhadap resiko ataupun penilaian yang akan muncul jika mereka menyampaikan yang sesungguhnya mereka pikirkan?
Semua hal ini dapat membuat meeting menjadi tidak produktif dan buang-buang waktu, oleh karena itu setiap pemimpin perlu membangun budaya tim dimana setiap orang dapat merasa aman dan nyaman dalam mengemukakan pandangan mereka yang sejujur-jujurnya.
Bagaimana cara agar dapat mendorong setiap orang mengatakan yang mereka pikirkan? Apa saja taktik yang perlu dilakukan oleh setiap pemimpin?
Setelah melewati masa pandemi selama beberapa waktu, tentunya ada beberapa dari anggota tim kita yang sudah mulai terbiasa dengan kondisi ini. Ada yang mulai menciptakan berbagai inovasi, juga alternatif kegiatan baru namun masih ada juga yang belum bisa menerima apa yang telah terjadi.
Bagaimana membuat tim Anda terus bersemangat sehingga bisa semakin produktif dan menjadi inspirasi bagi siswa? Hal apa saja yang perlu dilakukan untuk menjaga motivasi guru?
Salah satu tantangan para pemimpin saat ini adalah bagaimana menggerakkan setiap individu dalam perusahaan menjalankan perilaku-perilaku yang mendorong secara langsung tercapainya kinerja tim maupun perusahaan. Ditengah begitu banyaknya gangguan baik internal maupun ekternal yang dapat menghambat ataupun menghentikan mereka dalam menjalankan perilaku-perilaku tersebut.
Peran pemimpin dalam hal ini besar sekali, jika setiap pemimpin dapat menetapkan dengan jelas tujuan terukur yang ingin dicapai, perilaku yang memberikan dampak secara langsung, serta menggunakan berbagai macam sumber yang dapat mempengaruhi setiap individu menjalankan perilaku tersebut, maka akuntabilitas akan meningkat dan mendorong pada peningkatan kinerja baik secara individu maupun tim.
Bagaimana menetapkan perilaku yang memberikan dampak dan sumber-sumber yang dapat mempengaruhi setiap orang bergerak dalam meningkatkan kinerja tim?
Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager Anda.
Dalam situasi seperti sekarang ini, inovasi dapat menjadi salah satu penyelamat perusahaan ataupun tim kita. Saatnya kita melihat kembali bagaimana cara kerja yang dilakukan oleh tim kita.
Saatnya setiap pemimpin dan anggota tim mulai mencari alternatif-alternatif baru, belajar dengan cepat, hingga menemukan pendekatan yang lebih baik untuk mencapai hasil yang diharapkan. Hal ini tentu dapat dilakukan dengan melakukan beberapa taktik dan percobaan yang sistematis serta efektif.
Apa sajakah taktik yang dapat dijalankan oleh pemimpin dan anggota agar dapat berinovasi? Dan bagaimana memastikan inovasi ini memberikan dampak?
Dalam situasi seperti sekarang ini, inovasi dapat menjadi salah satu penyelamat perusahaan ataupun tim kita. Saatnya kita melihat kembali bagaimana cara kerja yang dilakukan oleh tim kita.
Saatnya setiap pemimpin dan anggota tim mulai mencari alternatif-alternatif baru, belajar dengan cepat, hingga menemukan pendekatan yang lebih baik untuk mencapai hasil yang diharapkan. Hal ini tentu dapat dilakukan dengan melakukan beberapa taktik dan percobaan yang sistematis serta efektif.
Apa sajakah taktik yang dapat dijalankan oleh pemimpin dan anggota agar dapat berinovasi? Dan bagaimana memastikan inovasi ini memberikan dampak?
Interaksi antara atasan dan anggota timnya, dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satunya adalah bagaimana cara dan gaya kepemimpinannya. Sayangnya, terkadang cara dan gaya ini tidak cocok bagi semua anggota tim.
Walaupun kita dapat mengungkapkan pandangan dan memberikan masukan kepada atasan menngenai hal ini, tetap saja tidak mudah untuk merubahnya. Ketimbang berfokus pada ketidakcocokan dengan gaya atasan dan mulai berpikir untuk menghindarinya atau bahkan pindah pekerjaan, akan lebih baik mencoba memahami dan mencari cara-cara dalam menangani gaya memimpin mereka.
Apa sajakah gaya-gaya kepemimpinan yang umumnya digunakan oleh para pemimpin? Bagaimana cara memahami dan menghadapi gaya kepemimpinan tersebut?
Interaksi antara atasan dan anggota timnya, dipengaruhi oleh banyak hal. Salah satunya adalah bagaimana cara dan gaya kepemimpinannya. Sayangnya, terkadang cara dan gaya ini tidak cocok bagi semua anggota tim.
Walaupun kita dapat mengungkapkan pandangan dan memberikan masukan kepada atasan menngenai hal ini, tetap saja tidak mudah untuk merubahnya. Ketimbang berfokus pada ketidakcocokan dengan gaya atasan dan mulai berpikir untuk menghindarinya atau bahkan pindah pekerjaan, akan lebih baik mencoba memahami dan mencari cara-cara dalam menangani gaya memimpin mereka.
Apa sajakah gaya-gaya kepemimpinan yang umumnya digunakan oleh para pemimpin? Bagaimana cara memahami dan menghadapi gaya kepemimpinan tersebut?
Agar menjadi pemain global dan menjadikannya sebagai pabrik talenta bagi seluruh BUMN, daya saing BUMN perlu ditingkatkan. Nilai-nilai utama (Core Values) harus dimiliki sebagai identitas perekat budaya kerja yang mendukung peningkatan kinerja secara berkelanjutan.
Untuk itu, nilai-nilai utama AKHLAK (Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif) perlu menjadi perilaku yg menghantarkan organisasi BUMN mencapai tujuannya. Tahapan penerapannya dimulai dengan memahami arahan dari Kementrian, dilanjutkan sosialisasi, internalisasi, hingga memasukan budaya tersebut ke dalam mekanisme-mekanisme yang dapat mendorong peningkatan kinerja individu hingga organisasi.
Apa saja Tahapan Transformasi Budaya yang perlu dijalankan oleh setiap Pengelola Budaya? Bagaimana mengatasi tantangan khususnya pada Tahapan Internalisasi Core Values agar Budaya AKHLAK menjadi Budaya BUMN?
Ikuti Dunamis Solution Overview Special Edition BUMN Akhlak Series dengan tema “Internalisasi Core Values BUMN AKHLAK menjadi BUDAYA BUMN” pada Rabu, 26 Agustus 2020 jam 14.00 – 15.30
Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, hubungi 0812 9863 9739 atau email marketing@dunamis.co.id atau hubungi Relationship Manager Anda.
Seorang pemimpin yang berpengaruh adalah seseorang yang berhasil menggunakan pengaruhnya, bukan paksaan, dalam mencapai hasil melalui orang lain. Anggota tim memilih untuk mengikuti mereka, karena mereka percaya bahwa pemimpin tersebut dapat membawa mereka menuju tercapainya hasil yang diharapkan.
Karakter dan Kompetensi dari setiap leader sangat mempengaruhi reputasi yang setiap pemimpin miliki, baik dimata anggota tim maupun di seluruh organisasi. Meningkatnya reputasi akan cenderung memudahkan setiap pemimpin dalam bekerja sama, membuat keputusan strategis dan menetapkan tindakan-tindakan yang diperlukan dalam mencapai tujuan tim maupun organisasi.
Bagaimana mengembangkan reputasi sebagai seorang pemimpin yang dapat berpengaruh? Apa sajakah yang perlu dipersiapkan oleh seorang pemimpin dalam mencapainya?
Seorang pemimpin yang berpengaruh adalah seseorang yang berhasil menggunakan pengaruhnya, bukan paksaan, dalam mencapai hasil melalui orang lain. Anggota tim memilih untuk mengikuti mereka, karena mereka percaya bahwa pemimpin tersebut dapat membawa mereka menuju tercapainya hasil yang diharapkan.
Karakter dan Kompetensi dari setiap leader sangat mempengaruhi reputasi yang setiap pemimpin miliki, baik dimata anggota tim maupun di seluruh organisasi. Meningkatnya reputasi akan cenderung memudahkan setiap pemimpin dalam bekerja sama, membuat keputusan strategis dan menetapkan tindakan-tindakan yang diperlukan dalam mencapai tujuan tim maupun organisasi.
Bagaimana mengembangkan reputasi sebagai seorang pemimpin yang dapat berpengaruh? Apa sajakah yang perlu dipersiapkan oleh seorang pemimpin dalam mencapainya?
Tantangan terbesar di setiap organisasi saat ini adalah kurang nya talent yang “siap”. Siap dalam hal kompetensi, pengetahuan maupun rekam jejak yang cukup untuk mengisi tempat-tempat yang membutuhkan di posisi tertentu.
Melihat situasi ini, kecenderungan yang dilakukan Pengelola Talent adalah melihat kembali, melakukan audit hingga membangun ulang sistem talent mereka. Mereka cenderung mengabaikan sistem-sistem lainnya dalam Human Capital Management System, yang tentunya sangat berpengaruh terhadap pembentukkan talent dalam organisasi.
Sistem-sistem apa sajakah dari Human Capital Management System yang perlu di perhatikan oleh setiap Pengelola Talent dalam membangun Sistem Pengelolaan Talent mereka? Hal-hal apa yang perlu diperhatikan dalam membangunnya?
Hubungi Relationship Manager Anda atau hubungi 0812 9863 9739 atau marketing@dunamis.co.id untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut.
Agar tetap relevan dan dapat menghadapi situasi yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, baik organisasi maupun individu sangat bergantung pada kemampuan mereka untuk belajar.
Pengetahuan dan keterampilan masa lalu dapat menjadi usang. Kesuksesan masa depan membutuhkan fleksibilitas, kemampuan merespon serta kapabilitas yang baru. Namun banyak faktor-faktor dari organisasi, maupun dari setiap individu yang mungkin dapat menghambat proses pembelajar individu maupun organisasi. Hal ini bisa membuat kita kehilangan peluang yang seharusnya dapat dicapai dimasa mendatang.
Hal apa sajakah yang perlu diperhatikan pemimpin organisasi dalam menciptakan individu dan organisasi yang belajar? Langkah-langkah apa yang perlu dilakukan agar tercapai?
Hubungi Relationship Manager Anda atau hubungi 0812 9863 9739 atau marketing@dunamis.co.id untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut.
Mengapa ada anggota tim yang memiliki tanggung jawab terhadap hasil kinerjanya, namun ada juga yang tidak?
Faktor dari masing-masing individu seperti karakter, keterampilan maupun kecocokan mereka dengan pekerjaan mereka saat ini merupakan hal yang penting. Tetapi para pemimpin juga memegang peranan yang kritikal dalam membentuk inisiatif dan kebiasaan akuntabilitas dari setiap anggota tim. Setiap pemimpin perlu melakukan upaya agar kebiasaan akuntabilitas terbentuk dan menjadi bagian dari budaya tim.
Apa peran yang perlu dijalankan oleh setiap pemimpin dalam meningkatkan akuntabilitas tim? Bagaimana cara praktis dalam menjalankannya?
Mengapa ada anggota tim yang memiliki tanggung jawab terhadap hasil kinerjanya, namun ada juga yang tidak?
Faktor dari masing-masing individu seperti karakter, keterampilan maupun kecocokan mereka dengan pekerjaan mereka saat ini merupakan hal yang penting. Tetapi para pemimpin juga memegang peranan yang kritikal dalam membentuk inisiatif dan kebiasaan akuntabilitas dari setiap anggota tim. Setiap pemimpin perlu melakukan upaya agar kebiasaan akuntabilitas terbentuk dan menjadi bagian dari budaya tim.
Apa peran yang perlu dijalankan oleh setiap pemimpin dalam meningkatkan akuntabilitas tim? Bagaimana cara praktis dalam menjalankannya?
Sudah menjadi hal yang umum saat ini, bila seseorang memimpin dan menangani lebih dari satu proyek di waktu yang bersamaan. Tak jarang, anggota tim yang ada juga merupakan pemimpin proyek yang sedang menjalankan proyek lain, dimana proyek tersebut juga masih merupakan tanggung jawab mereka.
Jika pemimpin tidak memiliki informasi yang cukup terkait status masing-masing proyek dari anggota tim, akan membuat mereka kehilangan data dan informasi mengenai situasi yang terjadi dalam menilai bagaimana proyek tersebut berjalan. Kesulitan dalam hal komunikasi yang akurat baik ke atas, keseluruh organisasi, maupun ke luar dari organisasi pun bisa terjadi.
Bagaimana agar setiap pemimpin mendapatkan informasi perkembangan proyek secara regular dari setiap anggota tim namun tidak terlihat seperti melakukan micromanage?
Sudah menjadi hal yang umum saat ini, bila seseorang memimpin dan menangani lebih dari satu proyek di waktu yang bersamaan. Tak jarang, anggota tim yang ada juga merupakan pemimpin proyek yang sedang menjalankan proyek lain, dimana proyek tersebut juga masih merupakan tanggung jawab mereka.
Jika pemimpin tidak memiliki informasi yang cukup terkait status masing-masing proyek dari anggota tim, akan membuat mereka kehilangan data dan informasi mengenai situasi yang terjadi dalam menilai bagaimana proyek tersebut berjalan. Kesulitan dalam hal komunikasi yang akurat baik ke atas, keseluruh organisasi, maupun ke luar dari organisasi pun bisa terjadi.
Bagaimana agar setiap pemimpin mendapatkan informasi perkembangan proyek secara regular dari setiap anggota tim namun tidak terlihat seperti melakukan micromanage?
Terkadang konflik di tempat kerja tidak mudah untuk diselesaikan. Setiap orang yang terlibat mungkin sering terlibat perselisihan atau malah saling mendiamkan. Situasi saling menyalahkan tersebut akan berakibat pada pekerjaan tertunda, proyek terlambat, kualitas pekerjaan berkurang, hingga produktivitas yang menurun.
Memang tidak ada sesuatu yang ajaib yang dapat langsung menyelesaikan situasi konflik dan kembali normal. Namun mengemukakan beberapa kalimat atau pertanyaan yang di persiapkan dengan baik sebagai pembuka, dapat membuka tabir penghalang untuk saling berbicara dan menuju kepada kemenangan bersama.
Kata-kata pembuka seperti apa yang dapat mencairkan situasi konflik? Bagaimana cara menyampaikan kata-kata tersebut yang efektif?
Terkadang konflik di tempat kerja tidak mudah untuk diselesaikan. Setiap orang yang terlibat mungkin sering terlibat perselisihan atau malah saling mendiamkan. Situasi saling menyalahkan tersebut akan berakibat pada pekerjaan tertunda, proyek terlambat, kualitas pekerjaan berkurang, hingga produktivitas yang menurun.
Memang tidak ada sesuatu yang ajaib yang dapat langsung menyelesaikan situasi konflik dan kembali normal. Namun mengemukakan beberapa kalimat atau pertanyaan yang di persiapkan dengan baik sebagai pembuka, dapat membuka tabir penghalang untuk saling berbicara dan menuju kepada kemenangan bersama.
Kata-kata pembuka seperti apa yang dapat mencairkan situasi konflik? Bagaimana cara menyampaikan kata-kata tersebut yang efektif?
Kredibilitas di tempat kerja seharusnya terbangun di semua level, tak hanya berfokus di mata atasan saja. Kita terkadang cenderung melupakan kredibilitas terhadap anggota tim maupun rekan kerja.
Kredibilitas manajer di mata anggota tim maupun rekan kerja merupakan hal yang sangat penting, sesuatu yang dapat membuat engagement mereka menurun ataupun meningkat.
Bagaimana membangun kredibilitas seorang manajer terhadap anggota tim maupun rekan kerja? Apa saja tips praktis yang dapat dilakukan dalam membangunnya?
Kredibilitas di tempat kerja seharusnya terbangun di semua level, tak hanya berfokus di mata atasan saja. Kita terkadang cenderung melupakan kredibilitas terhadap anggota tim maupun rekan kerja.
Kredibilitas manajer di mata anggota tim maupun rekan kerja merupakan hal yang sangat penting, sesuatu yang dapat membuat engagement mereka menurun ataupun meningkat.
Bagaimana membangun kredibilitas seorang manajer terhadap anggota tim maupun rekan kerja? Apa saja tips praktis yang dapat dilakukan dalam membangunnya?
Setiap pemimpin perlu memahami apakah tim mereka berfungsi dengan baik atau tidak. Tentunya ada pemimpin yang sepenuhnya menyadari hal ini, ada yang cukup menyadari, mungkin ada juga yang tidak menyadarinya sama sekali.
Tim yang tidak berfungsi dengan baik, akan berpengaruh kepada fungsi dari tim khususnya terkait produktivitas. Banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan disfungsi tim ini seperti masalah terkait koordinasi, motivasi, kompetisi hingga penundaan dalam menyelesaikan suatu masalah.
Bagaimana cara untuk mengetahui apakah tim kita berfungsi dengan baik atau tidak? Hal apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam menentukan hal tersebut?
Setiap pemimpin perlu memahami apakah tim mereka berfungsi dengan baik atau tidak. Tentunya ada pemimpin yang sepenuhnya menyadari hal ini, ada yang cukup menyadari, mungkin ada juga yang tidak menyadarinya sama sekali.
Tim yang tidak berfungsi dengan baik, akan berpengaruh kepada fungsi dari tim khususnya terkait produktivitas. Banyak sekali faktor yang dapat menyebabkan disfungsi tim ini seperti masalah terkait koordinasi, motivasi, kompetisi hingga penundaan dalam menyelesaikan suatu masalah.
Bagaimana cara untuk mengetahui apakah tim kita berfungsi dengan baik atau tidak? Hal apa sajakah yang perlu diperhatikan dalam menentukan hal tersebut?
Tantangan yang dihadapi oleh setiap manajer menjadi semakin berat dalam melewati situasi pandemik seperti sekarang ini.
Jika paradigma yang dimiliki oleh para manajer kurang efektif, maka kemungkinan mereka akan mendapatkan kesulitan baik ketika mengelola diri sendiri, mengelola orang-orang dalam tim, maupun dalam mengelola pekerjaan. Setiap manajer perlu mulai dengan merubah paradigma mereka, agar dapat menjalankan perilaku yang efektif agar dapat berhasil menghadapi tantangan yang dihadapi saat ini.
Apa sajakah paradigma yang perlu dikembangkan oleh para manajer? Apa dampak yang akan diterima oleh setiap manajer dengan perubahan paradigma tersebut?
Tantangan yang dihadapi oleh setiap manajer menjadi semakin berat dalam melewati situasi pandemik seperti sekarang ini.
Jika paradigma yang dimiliki oleh para manajer kurang efektif, maka kemungkinan mereka akan mendapatkan kesulitan baik ketika mengelola diri sendiri, mengelola orang-orang dalam tim, maupun dalam mengelola pekerjaan. Setiap manajer perlu mulai dengan merubah paradigma mereka, agar dapat menjalankan perilaku yang efektif agar dapat berhasil menghadapi tantangan yang dihadapi saat ini.
Apa sajakah paradigma yang perlu dikembangkan oleh para manajer? Apa dampak yang akan diterima oleh setiap manajer dengan perubahan paradigma tersebut?
Pepatah mengatakan pemimpin-lah yang menciptakan budaya timnya. Setiap pemimpin yang menginginkan inovasi menjadi bagian dari kebiasaan setiap anggota timnya. Mereka perlu mencontohkan nya dalam perilaku mereka.
Tidak berhenti disitu saja, mereka perlu juga membekali anggota tim dengan keterampilan dan metode agar memudahkan mereka dalam melakukan inovasi.
Apa sajakah yang perlu dilakukan oleh para pemimpin agar dapat menjadi pendorong inovasi bagi anggota timnya? Cara atau metode efektif apakah yang perlu di bekali kepada setiap anggota tim, agar mampu melakukan inovasi?
Baik anggota tim baru maupun anggota tim lama, diantara mereka ada yang sulit menerima ketika diberikan masukan oleh atasan mereka, meskipun untuk perbaikan diri mereka sendiri.
Apapun penyebab yang memungkinkan mereka sulit atau bahkan tidak mau menerima masukan yang di berikan, yang pasti ketidakefektifan mereka menganggu kinerja keseluruhan anggota tim. Dan hal ini juga akan berpengaruh terhadap keberlangsungan anggota tim tersebut dalam perusahaan.
Paradigma apa yang perlu dimiliki oleh pemimpin dalam menghadapi anggota tim yang tidak mau menerima masukan? Bagaimana cara yang efektif dalam memberikan masukan yang cenderung lebih mudah untuk diterima oleh setiap anggota tim?
Baik anggota tim baru maupun anggota tim lama, diantara mereka ada yang sulit menerima ketika diberikan masukan oleh atasan mereka, meskipun untuk perbaikan diri mereka sendiri.
Apapun penyebab yang memungkinkan mereka sulit atau bahkan tidak mau menerima masukan yang di berikan, yang pasti ketidakefektifan mereka menganggu kinerja keseluruhan anggota tim. Dan hal ini juga akan berpengaruh terhadap keberlangsungan anggota tim tersebut dalam perusahaan.
Paradigma apa yang perlu dimiliki oleh pemimpin dalam menghadapi anggota tim yang tidak mau menerima masukan? Bagaimana cara yang efektif dalam memberikan masukan yang cenderung lebih mudah untuk diterima oleh setiap anggota tim?
Beberapa pemimpin ada yang mudah menerima dan menyetujui ide dari anggota timnya, ada juga yang tidak.
Seringkali anggota tim memiliki ide yang sangat bagus namun pemimpin mereka terlihat tidak memberikan dukungan. Padahal mereka yakin bahwa penerapan ide ini akan mendukung kinerja mereka maupun tim.
Perlu memiliki paradigma yang tepat dan memperhatikan serta mempraktekan beberapa hal agar ide mereka dapat diterima dan didukung oleh atasan mereka.
Apakah paradigma yang perlu dimiliki oleh anggota tim tersebut? Apa sajakah yang perlu dilakukan oleh mereka agar mendapatkan dukungan dari atasan terhadap ide mereka yang bagus tersebut?
Beberapa pemimpin ada yang mudah menerima dan menyetujui ide dari anggota timnya, ada juga yang tidak.
Seringkali anggota tim memiliki ide yang sangat bagus namun pemimpin mereka terlihat tidak memberikan dukungan. Padahal mereka yakin bahwa penerapan ide ini akan mendukung kinerja mereka maupun tim.
Perlu memiliki paradigma yang tepat dan memperhatikan serta mempraktekan beberapa hal agar ide mereka dapat diterima dan didukung oleh atasan mereka.
Apakah paradigma yang perlu dimiliki oleh anggota tim tersebut? Apa sajakah yang perlu dilakukan oleh mereka agar mendapatkan dukungan dari atasan terhadap ide mereka yang bagus tersebut?
Dari sebelum Covid-19 mewabah setiap perusahaan telah menetapkan strategi digital dalam meningkatkan kinerja perusahaannya baik dalam hal efektivitas proses internal ataupun dalam rangka memberikan pelayanan terbaik kepada konsumennya.
Kenyataannya masih banyak karyawan maupun pemimpin yang tidak fokus dan menjalankan seperti yang diharapkan. Beberapa penyebab umumnya, mereka masih nyaman dengan cara lama yang manual, maupun ada juga yang takut tergantikan oleh teknologi yang diterapkan. Semua pemimpin di setiap lini perlu memiliki keselarasan dan fokus yang sama agar strategi digital yang sudah ditetapkan ini dapat berhasil.
Bagaimana perusahaan dapat membuat para pemimpin maupun anggota timnya agar dapat fokus dan selaras terhadap implementasi strategi digital ini? Bagaimana 4 Disiplin Eksekusi dapat menjadi sebuah sistem dan alat yang tepat dalam mengeksekusi strategi tersebut?
Beberapa perusahaan sedang melakukan penilaian kinerja semester 1. Setiap perusahaan maupun setiap pemimpin memiliki cara dan gaya masing-masing dalam melakukan evaluasi penilaian anggota timnya.
Ada pemimpin yang sadar dan ada juga yang tidak, bahwa setiap anggota tim yang sedang dinilai sangat memperhatikan cara yang mereka jalankan dalam penilaian, baik terhadap dirinya maupun terhadap sesama rekan nya. Apapun yang dilihat dan ditangkap oleh anggota tim ini akan sangat berpengaruh terhadap engagement mereka, yang akan dapat meningkatkan ataupun menurunkan engagement dari anggota tim tersebut.
Apa sajakah sebaiknya yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh para pemimpin dalam menilai kinerja anggota tim mereka agar engagement tim tetap optimal? Apakah tips dan praktek terbaik dalam menjalankannya?
Beberapa perusahaan sedang melakukan penilaian kinerja semester 1. Setiap perusahaan maupun setiap pemimpin memiliki cara dan gaya masing-masing dalam melakukan evaluasi penilaian anggota timnya.
Ada pemimpin yang sadar dan ada juga yang tidak, bahwa setiap anggota tim yang sedang dinilai sangat memperhatikan cara yang mereka jalankan dalam penilaian, baik terhadap dirinya maupun terhadap sesama rekan nya. Apapun yang dilihat dan ditangkap oleh anggota tim ini akan sangat berpengaruh terhadap engagement mereka, yang akan dapat meningkatkan ataupun menurunkan engagement dari anggota tim tersebut.
Apa sajakah sebaiknya yang dilakukan dan tidak dilakukan oleh para pemimpin dalam menilai kinerja anggota tim mereka agar engagement tim tetap optimal? Apakah tips dan praktek terbaik dalam menjalankannya?
Meningkatkan produktivitas merupakan tujuan yang diharapkan setiap pemimpin khususnya di saat kondisi seperti sekarang ini.
Namun sayangnya, perilaku yang umumnya dilakukan oleh para pemimpin saat ini malah memberikan dampak sebaliknya. Mereka malah mempraktekkan perilaku-perilaku yang menunjukkan ketidakpercayaan kepada anggota tim mereka. Seperti selalu curiga apakah anggota tim bekerja dengan baik atau tidak, tidak memberikan wewenang yang cukup, serta cenderung mengerjakan segala sesuatu sendiri, ketimbang memberikan delegasi kepada tim. Produktivitas tim akan meningkat jika pemimpin dapat menciptakan lingkungan kepercayaan baik antara pemimpin dan anggota tim; maupun antara anggota tim.
Bagaimana cara menciptakan lingkungan yang penuh kepercayaan dalam tim? Apa sajakah tips dan praktek terbaik yang perlu dilakukan oleh para pemimpin?
Meningkatkan produktivitas merupakan tujuan yang diharapkan setiap pemimpin khususnya di saat kondisi seperti sekarang ini.
Namun sayangnya, perilaku yang umumnya dilakukan oleh para pemimpin saat ini malah memberikan dampak sebaliknya. Mereka malah mempraktekkan perilaku-perilaku yang menunjukkan ketidakpercayaan kepada anggota tim mereka. Seperti selalu curiga apakah anggota tim bekerja dengan baik atau tidak, tidak memberikan wewenang yang cukup, serta cenderung mengerjakan segala sesuatu sendiri, ketimbang memberikan delegasi kepada tim. Produktivitas tim akan meningkat jika pemimpin dapat menciptakan lingkungan kepercayaan baik antara pemimpin dan anggota tim; maupun antara anggota tim.
Bagaimana cara menciptakan lingkungan yang penuh kepercayaan dalam tim? Apa sajakah tips dan praktek terbaik yang perlu dilakukan oleh para pemimpin?
Belajar dari situasi sebelum Covid-19 mewabah, saat PSBB, maupun saat kondisi New Normal, setiap perusahaan makin menyadari bahwa pemimpin yang ada di garda terdepan yaitu First Level Leader mempunyai fungsi yang sangat kritikal.
Mereka lah yang memastikan perubahan yang ditetapkan organisasi dapat berjalan, mereka lah yang memastikan strategi perusahaan dapat tereksekusi dengan baik, mereka juga lah yang menjaga para talent dapat terus bertahan dalam perusahaan tersebut.
Setiap perusahaan perlu mulai lebih fokus dalam mempersiapkan dan mengembangkan para First Level Leader ini agar dapat selalu siap dan tetap bisa mencapai keberhasilan menghadapi perubahan apapun yang akan dihadapinya setelah hari ini.
Bagaimana cara yang efektif membangun para First Level Leader ini? Kemampuan kritikal apa sajakah yang perlu dimiliki oleh mereka agar berhasil dalam memimpin tim meleati setiap perubahan?
Belajar dari situasi sebelum Covid-19 mewabah, saat PSBB, maupun saat kondisi New Normal, setiap perusahaan makin menyadari bahwa pemimpin yang ada di garda terdepan yaitu First Level Leader mempunyai fungsi yang sangat kritikal.
Mereka lah yang memastikan perubahan yang ditetapkan organisasi dapat berjalan, mereka lah yang memastikan strategi perusahaan dapat tereksekusi dengan baik, mereka juga lah yang menjaga para talent dapat terus bertahan dalam perusahaan tersebut.
Setiap perusahaan perlu mulai lebih fokus dalam mempersiapkan dan mengembangkan para First Level Leader ini agar dapat selalu siap dan tetap bisa mencapai keberhasilan menghadapi perubahan apapun yang akan dihadapinya setelah hari ini.
Bagaimana cara yang efektif membangun para First Level Leader ini? Kemampuan kritikal apa sajakah yang perlu dimiliki oleh mereka agar berhasil dalam memimpin tim meleati setiap perubahan?
Dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk bertatap muka. Kemampuan seseorang dalam melakukan presentasi secara virtual melalui berbagai macam platform, merupakan hal yang sangat penting.
Keterbatasan komunikasi dibanding tatap muka secara langsung, menambah kesulitan dalam melakukan presentasi secara virtual. Setiap orang perlu lebih mempertajam pesan yang ingin disampaikan, desain slide dan cara membawakan presentasi virtual yang efektif, sehingga audiens presentasi mendapatkan informasi yang tepat dan terdorong untuk melakukan sesuatu seperti yang di harapkan oleh presenter.
Bagaimana membuat pesan yang singkat, padat, dan menarik agar dapat mempengaruhi audiens melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan presentasi?
Memasuki kondisi New Normal saat ini, banyak hal yang dapat menyita waktu, perhatian maupun energi.
Pekerjaan yang menumpuk sebelum masa New Normal,penyesuaian diri dengan protokol kesehatan, perubahan permintaan dari klien yang perlu disesuaikan, banyaknya pertemuan virtual yang mungkin tidak terlalu memberikan dampak. Semua hal ini dapat menyebabkan turunnya produktifitas dari setiap karyawan. Jika setiap orang dapat memfokuskan waktu, perhatian dan energi pada hal yang tepat, maka produktifitas mereka tentunya akan meningkat.
Paradigma apa yang perlu dimiliki oleh setiap orang agar dapat tetap mengalokasikan waktu, perhatian dan energi pada hal yang tepat? Keterampilan apa yang perlu dikuasai agar dapat mengelola ketiga hal tersebut dengan produktif?
Dalam situasi yang tidak memungkinkan untuk bertatap muka. Kemampuan seseorang dalam melakukan presentasi secara virtual melalui berbagai macam platform, merupakan hal yang sangat penting.
Keterbatasan komunikasi dibanding tatap muka secara langsung, menambah kesulitan dalam melakukan presentasi secara virtual. Setiap orang perlu lebih mempertajam pesan yang ingin disampaikan, desain slide dan cara membawakan presentasi virtual yang efektif, sehingga audiens presentasi mendapatkan informasi yang tepat dan terdorong untuk melakukan sesuatu seperti yang di harapkan oleh presenter.
Bagaimana membuat pesan yang singkat, padat, dan menarik agar dapat mempengaruhi audiens melakukan sesuatu sesuai dengan tujuan presentasi?
Seberapa lincahnya sebuah organisasi sangat bergantung kepada orang-orang yang ada di dalamnya. Orang-orang tersebut di bentuk oleh budaya organisasi yang mendorong perilaku mereka khususnya dalam mencapai kesuksesan organisasi yang telah ditetapkan.
Kelincahan organisasi sangat krusial di masa sekarang ini, bagaimana mereka dapat merespon cepat terhadap perubahan, hirarki yang singkat dalam pembuatan keputusan, dan tanggung jawab serta wewenang diserahkan kepada kelompok dan tim kecil dalam membuat segala sesuatu menjadi kenyataan. Semua hal tersebut akan lebih mudah terlaksana jika setiap perusahaan memiliki Agile Culture, yang akan membuat organisasi tersebut tetap dapat mempertahankan hasil-hasil yang telah dicapainya menghadapi segala situasi maupun perubahan.
Apakah yang dimaksud dengan Agile Culture? Bagaimana cara membentuk Agile Culture yang mendorong tercapainya hasil organisasi yang berkesinambungan?
Setiap pemimpin tentunya mengharapkan memiliki anggota tim dengan inisiatif yang tinggi dalam mencapai target yang ditetapkan.
Namun kenyataannya tidak demikian, ada anggota tim yang berinisiatif tinggi dengan sendirinya. Ada juga anggota tim yang kurang memiliki inisiatif. Anggota tim ini cenderung membuat proses kerja tim terganggu dan banyak menyita waktu dari pemimpin tim dalam mendorong maupun membantu pekerjaan mereka. Setiap pemimpin perlu memahami cara-cara yang efektif agar dapat mempengaruhi untuk menumbuhkan inisiatif dari dalam diri anggota tim tersebut dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
Bagaimana memetakan anggota tim yang berbeda level inisiatifnya? Bagaimana cara yang efektif dalam meningkatkan inisiatif anggota tim dalam mencapai target mereka?
Setiap pemimpin tentunya mengharapkan memiliki anggota tim dengan inisiatif yang tinggi dalam mencapai target yang ditetapkan.
Namun kenyataannya tidak demikian, ada anggota tim yang berinisiatif tinggi dengan sendirinya. Ada juga anggota tim yang kurang memiliki inisiatif. Anggota tim ini cenderung membuat proses kerja tim terganggu dan banyak menyita waktu dari pemimpin tim dalam mendorong maupun membantu pekerjaan mereka. Setiap pemimpin perlu memahami cara-cara yang efektif agar dapat mempengaruhi untuk menumbuhkan inisiatif dari dalam diri anggota tim tersebut dalam mencapai target yang telah ditetapkan.
Bagaimana memetakan anggota tim yang berbeda level inisiatifnya? Bagaimana cara yang efektif dalam meningkatkan inisiatif anggota tim dalam mencapai target mereka?
Siapapun tidak ada yang sempurna baik secara ucapan maupun perilaku, terlepas apakah mereka merupakan anggota tim, ataupun atasan.
Memberikan masukan kepada anggota tim yang salah, mungkin sudah wajar dilakukan oleh setiap atasan. Bagaimana jika atasan yang salah ketika melakukan atau menyampaikan sesuatu hal yang penting dan mengandung resiko tinggi. Setiap anggota tim perlu memiliki cara komunikasi yang efektif agar atasan mereka dapat menerima dengan terbuka masukan yang diberikan.
Paradigma apa yang perlu dimiliki oleh anggota tim, agar dapat memberikan masukan yang efektif kepada atasan mereka ketika salah? Bagaimana teknik yang efektif ketika menyampaikan masukan tersebut?
Siapapun tidak ada yang sempurna baik secara ucapan maupun perilaku, terlepas apakah mereka merupakan anggota tim, ataupun atasan.
Memberikan masukan kepada anggota tim yang salah, mungkin sudah wajar dilakukan oleh setiap atasan. Bagaimana jika atasan yang salah ketika melakukan atau menyampaikan sesuatu hal yang penting dan mengandung resiko tinggi. Setiap anggota tim perlu memiliki cara komunikasi yang efektif agar atasan mereka dapat menerima dengan terbuka masukan yang diberikan.
Paradigma apa yang perlu dimiliki oleh anggota tim, agar dapat memberikan masukan yang efektif kepada atasan mereka ketika salah? Bagaimana teknik yang efektif ketika menyampaikan masukan tersebut?
Setiap perusahaan mendapatkan kemewahan dalam merasakan dua kondisi pekerjaan yang berbeda, yaitu Work From Home dan Work From Office. Dimana ketika kondisi Normal, merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan, meskipun beberapa perusahaan sudah memiliki inisiatif terkait Flexible Working Time.
Baik ketika kondisi Normal maupun New Normal, tentunya tim HR telah mengamati efektivitas dan produktivitas yang di hasilkan oleh setiap unit maupun tim maupun karyawan. Sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk mengkaji kondisi pekerjaan seperti apa yang paling tepat baik bagi organisasi, unit maupun fungsi-fungsi tertentu. Dan merekomendasikan kajian tersebut kepada manajemen sebagai bahan pertimbangan perbaikan organisasi kedepannya.
Bagaimana cara mengkaji hal tersebut? Apa saja elemen-elemen yang perlu dikaji dan diperhatikan oleh setiap HR agar rekomendasi yang diberikan komprehensif dan dapat memberikan bagi dampak positif bagi organisasi?
Setiap perusahaan mendapatkan kemewahan dalam merasakan dua kondisi pekerjaan yang berbeda, yaitu Work From Home dan Work From Office. Dimana ketika kondisi Normal, merupakan hal yang sangat sulit untuk dilakukan, meskipun beberapa perusahaan sudah memiliki inisiatif terkait Flexible Working Time.
Baik ketika kondisi Normal maupun New Normal, tentunya tim HR telah mengamati efektivitas dan produktivitas yang di hasilkan oleh setiap unit maupun tim maupun karyawan. Sekarang ini adalah waktu yang tepat untuk mengkaji kondisi pekerjaan seperti apa yang paling tepat baik bagi organisasi, unit maupun fungsi-fungsi tertentu. Dan merekomendasikan kajian tersebut kepada manajemen sebagai bahan pertimbangan perbaikan organisasi kedepannya.
Bagaimana cara mengkaji hal tersebut? Apa saja elemen-elemen yang perlu dikaji dan diperhatikan oleh setiap HR agar rekomendasi yang diberikan komprehensif dan dapat memberikan bagi dampak positif bagi organisasi?
Di tengah kondisi New Normal saat ini, kinerja yang dihasilkan dari setiap anggota tim menjadi lebih krusial. Begitu ada anggota tim dengan kinerja yang menurun, dampaknya akan langsung terlihat dan memberikan dampak terhadap kinerja tim.
Biasanya pemimpin akan mengajak bicara dan memberikan masukan ataupun coaching kepada mereka. Namum beberapa pemimpin seringkali melakukan salah satu dari cara berikut, berbicara terlalu frontal, sehingga anggota tim menjadi sakit hati dan dalam hatinya menolak semua nasihat yang diberikan atau berbicara terlalu berbunga-bunga sehingga anggota tim malah bingung, akan maksud yang disampaikan oleh mereka. Kedua cara tersebut tidak akan memberikan dampak positif baik bagi anggota tim tersebut maupun kinerja tim.
Bagaimana cara berbicara yang efektif terhadap anggota tim yang kinerjanya menurun? Bagaimana agar Performance Coaching tidak terjebak kedalam kedua situasi diatas?
Di tengah kondisi New Normal saat ini, kinerja yang dihasilkan dari setiap anggota tim menjadi lebih krusial. Begitu ada anggota tim dengan kinerja yang menurun, dampaknya akan langsung terlihat dan memberikan dampak terhadap kinerja tim.
Biasanya pemimpin akan mengajak bicara dan memberikan masukan ataupun coaching kepada mereka. Namum beberapa pemimpin seringkali melakukan salah satu dari cara berikut, berbicara terlalu frontal, sehingga anggota tim menjadi sakit hati dan dalam hatinya menolak semua nasihat yang diberikan atau berbicara terlalu berbunga-bunga sehingga anggota tim malah bingung, akan maksud yang disampaikan oleh mereka. Kedua cara tersebut tidak akan memberikan dampak positif baik bagi anggota tim tersebut maupun kinerja tim.
Bagaimana cara berbicara yang efektif terhadap anggota tim yang kinerjanya menurun? Bagaimana agar Performance Coaching tidak terjebak kedalam kedua situasi diatas?
Protokol kesehatan melarang setiap orang dalam perusahaan berkumpul dalam jumlah besar. Hal ini membuat in-class learning tidak dapat dilakukan untuk beberapa waktu kedepan. Padahal setiap karyawan tetap perlu dijaga dan ditingkatkan baik dari sisi motivasti maupun kapabilitas yang mungkin belum didapatkan dari atasannya langsung.
Setiap insan yang bertanggung jawab terhadap pembelajaran karyawan di perusahaan perlu memikirkan cara-cara yang efektif, agar setiap karyawan dapat beradaptasi dengan metode belajar yang baru, khususnya yang bersifat remote learning. Serta membuat proses pembelajaran remote learning efektif, yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat memberikan dampak bagi kinerja karyawan tersebut.
Bagaimana cara yang efektif agar setiap karyawan dapat menyesuaikan diri dengan remote learning? Bagaimana membangun proses remote learning yang dapat memberikan dampak bagi kinerja karyawan?
Protokol kesehatan melarang setiap orang dalam perusahaan berkumpul dalam jumlah besar. Hal ini membuat in-class learning tidak dapat dilakukan untuk beberapa waktu kedepan. Padahal setiap karyawan tetap perlu dijaga dan ditingkatkan baik dari sisi motivasti maupun kapabilitas yang mungkin belum didapatkan dari atasannya langsung.
Setiap insan yang bertanggung jawab terhadap pembelajaran karyawan di perusahaan perlu memikirkan cara-cara yang efektif, agar setiap karyawan dapat beradaptasi dengan metode belajar yang baru, khususnya yang bersifat remote learning. Serta membuat proses pembelajaran remote learning efektif, yang sesuai dengan kebutuhan dan dapat memberikan dampak bagi kinerja karyawan tersebut.
Bagaimana cara yang efektif agar setiap karyawan dapat menyesuaikan diri dengan remote learning? Bagaimana membangun proses remote learning yang dapat memberikan dampak bagi kinerja karyawan?
Sebagai pemimpin, baik dalam kondisi Normal ataupun New Normal, kinerja tim sangat dipengaruhi oleh kualitas pekerjaan yang dihasilkan oleh masing-masing anggota tim yang ditugaskan. Khususnya terhadap pekerjaan-pekerjaan yang memiliki tantangan lebih besar dari biasanya, pekerjaan yang memiliki resiko yang besar serta suatu pekerjaan yang benar-benar baru.
Mengerjakan semua jenis pekerjaan tersebut sendiri tentunya akan menghambat kinerja tim, namun memberikan kepercayaan untuk mengerjakan kepada orang yang salah juga akan memberikan dampak yang tidak terkira. Jika para pemimpin memahami sebuah konsep Smart Trust, yang di cetuskan oleh Stephen M. R Covey, ketika memberikan kepercayaan kepada anggota tim. Maka pekerjaan mereka akan menjadi lebih mudah dan kinerja tim akan meningkat.
Apa itu Smart Trust? Bagaimana menerapkan Smart Trust yang dapat membantu meringankan pekerjaan setiap pemimpin dan meningkatkan kinerja tim?
Sebagai pemimpin, baik dalam kondisi Normal ataupun New Normal, kinerja tim sangat dipengaruhi oleh kualitas pekerjaan yang dihasilkan oleh masing-masing anggota tim yang ditugaskan. Khususnya terhadap pekerjaan-pekerjaan yang memiliki tantangan lebih besar dari biasanya, pekerjaan yang memiliki resiko yang besar serta suatu pekerjaan yang benar-benar baru.
Mengerjakan semua jenis pekerjaan tersebut sendiri tentunya akan menghambat kinerja tim, namun memberikan kepercayaan untuk mengerjakan kepada orang yang salah juga akan memberikan dampak yang tidak terkira. Jika para pemimpin memahami sebuah konsep Smart Trust, yang di cetuskan oleh Stephen M. R Covey, ketika memberikan kepercayaan kepada anggota tim. Maka pekerjaan mereka akan menjadi lebih mudah dan kinerja tim akan meningkat.
Apa itu Smart Trust? Bagaimana menerapkan Smart Trust yang dapat membantu meringankan pekerjaan setiap pemimpin dan meningkatkan kinerja tim?
Memasuki situasi kerja New Normal, setiap perusahaan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 serta pola kerja yang baru yang mengikutinya dalam rangka mencapai produktivitas yang diharapkan.
Dalam penerapannya, perbedaan pandangan tentang kesehatan, ketidakdisiplinan maupun kecurigaan dapat terjadi. Hal ini dapat membuat situasi kerja dan interaksi antar karyawan terganggu. Yang akhirnya dapat memicu ketegangan dan konflik diantara mereka. Setiap karyawan diharapkan memiliki keterbukaan dan kemampuan dalam berkomunikasi agar memungkinkan terjadinya dialog yang memberikan penyelesaian diantara pihak yang berkonflik.
Paradigma apakah yang harus dimiliki oleh setiap karyawan agar mau terbuka dalam berdialog? Keterampilan komunikasi apakah yang harus dimiliki dalam menyelesaikan ketegangan dan konflik?
Memasuki situasi kerja New Normal, setiap perusahaan menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 serta pola kerja yang baru yang mengikutinya dalam rangka mencapai produktivitas yang diharapkan.
Dalam penerapannya, perbedaan pandangan tentang kesehatan, ketidakdisiplinan maupun kecurigaan dapat terjadi. Hal ini dapat membuat situasi kerja dan interaksi antar karyawan terganggu. Yang akhirnya dapat memicu ketegangan dan konflik diantara mereka. Setiap karyawan diharapkan memiliki keterbukaan dan kemampuan dalam berkomunikasi agar memungkinkan terjadinya dialog yang memberikan penyelesaian diantara pihak yang berkonflik.
Paradigma apakah yang harus dimiliki oleh setiap karyawan agar mau terbuka dalam berdialog? Keterampilan komunikasi apakah yang harus dimiliki dalam menyelesaikan ketegangan dan konflik?
Beberapa bulan telah dilewati setiap perusahaan menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian ini. Sudah saatnya menghadapi situasi ini dengan sikap dan perilaku yang berbeda.
Di lingkungan BUMN, Kementrian BUMN telah merilis protokol untuk mengantisipasi skema Normal Baru (New Normal) dalam kondisi pandemi virus corona (Covid-19).
Bagaimana mengembangkan Skema Normal Baru (New Normal) di organisasi? Bagaimana menerapkan skema tersebut menjadi perilaku sehari-hari dari setiap karyawan dalam perusahaan?
Menghadapi New Normal, respon setiap orang bisa berbeda. Ada yang semangat, ada yang skeptif dan beberapa yang resah serta takut dengan apa yang akan dihadapinya nanti.
Keresahan dan ketakutan ini akan menyebabkan menurunnya produktivitas dari orang-orang tersebut. Jika mereka memiliki kemampuan untuk merubah kondisi mental yang menghambat ini dan merubahnya menjadi sebuah kekuatan yang mendorong mereka untuk bertindak dan menjaga energi agar selalu cukup dalam menjalankannya, maka akan sangat membantu mereka baik terhadap kinerja individu maupun tim.
Bagaimana cara merubah keresahan dan ketakutan menjadi tindakan yang memberikan hasil? Bagaimana mempertahankan energi yang cukup dalam menjalankannya?
Menghadapi New Normal, respon setiap orang bisa berbeda. Ada yang semangat, ada yang skeptif dan beberapa yang resah serta takut dengan apa yang akan dihadapinya nanti.
Keresahan dan ketakutan ini akan menyebabkan menurunnya produktivitas dari orang-orang tersebut. Jika mereka memiliki kemampuan untuk merubah kondisi mental yang menghambat ini dan merubahnya menjadi sebuah kekuatan yang mendorong mereka untuk bertindak dan menjaga energi agar selalu cukup dalam menjalankannya, maka akan sangat membantu mereka baik terhadap kinerja individu maupun tim.
Bagaimana cara merubah keresahan dan ketakutan menjadi tindakan yang memberikan hasil? Bagaimana mempertahankan energi yang cukup dalam menjalankannya?
Adalah hal yang lumrah, ketika seseorang dalam keadaan “terdesak”, maka dia akan mampu mengeluarkan segala potensi yang dimilikinya. Segala kemampuan dan kreativitas yang dimiliki akan muncul, melahirkan ide-ide dan inovasi yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.
Jika setiap orang memahami cara dan metode terbaik dalam melakukan inovasi, ditambah situasi “terdesak” yang dihadapinya saat ini. Maka akan dapat mendorong terjadinya ledakan inovasi yang terinspirasi dari krisis yang terjadi.
Paradigma seperti apa yang harus dimiliki oleh seorang inovator dalam situasi krisis seperti sekarang ini? Cara dan metode apa yang harus dimiliki setiap orang agar dapat menjadi seorang inovator?
Adalah hal yang lumrah, ketika seseorang dalam keadaan “terdesak”, maka dia akan mampu mengeluarkan segala potensi yang dimilikinya. Segala kemampuan dan kreativitas yang dimiliki akan muncul, melahirkan ide-ide dan inovasi yang mungkin tidak terpikirkan sebelumnya.
Jika setiap orang memahami cara dan metode terbaik dalam melakukan inovasi, ditambah situasi “terdesak” yang dihadapinya saat ini. Maka akan dapat mendorong terjadinya ledakan inovasi yang terinspirasi dari krisis yang terjadi.
Dalam situasi New Normal, setiap karyawan dihadapkan pada situasi yang penuh ketidakpastian, keresahan terhadap situasi yang selalu berubah dan kekhawatiran dalam berinteraksi dengan orang lain.
Situasi ini dapat menurunkan engagement dari para karyawan dalam perusahaan yang dapat berdampak kepada pencapaian produktivitas. Setiap pemimpin diharapkan menjadi sumber inspirasi dan semangat dari anggota timnya agar mereka siap dalam menghadapi tantangan dalam New Normal ini dan berhasil melewatinya bersama-sama.
Peran kepemimpinan seperti apakah yang harus dijalankan agar dapat menjadi sumber inspirasi dan semangat bagi anggota tim? Apa yang harus dilakukan secara rutin oleh para pemimpin agar tetap dapat menjaga engagement mereka?
Dalam situasi New Normal, setiap karyawan dihadapkan pada situasi yang penuh ketidakpastian, keresahan terhadap situasi yang selalu berubah dan kekhawatiran dalam berinteraksi dengan orang lain.
Peran kepemimpinan seperti apakah yang harus dijalankan agar dapat menjadi sumber inspirasi dan semangat bagi anggota tim? Apa yang harus dilakukan secara rutin oleh para pemimpin agar tetap dapat menjaga engagement mereka?
Pemimpin yang menggunakan cara memimpin masa lalu dan tidak berusaha menyesuaikan dengan kondisi saat ini, akan sulit menjaga engagement dari anggota timnya. Pemimpin yang terus mengembangkan dan menyesuaikan keterampilan memimpinnya, akan dapat akan membawa timnya memenangkan perubahan saat ini dan yang akan datang.
Paradigma apa yang harus dimiliki oleh pemimpin yang dapat mengembangkan keterampilannya terhadap New Normal? Keterampilan memimpin seperti apa yang harus dimiliki?
Pemimpin yang menggunakan cara memimpin masa lalu dan tidak berusaha menyesuaikan dengan kondisi saat ini, akan sulit menjaga engagement dari anggota timnya. Pemimpin yang terus mengembangkan dan menyesuaikan keterampilan memimpinnya, akan dapat akan membawa timnya memenangkan perubahan saat ini dan yang akan datang.
Paradigma apa yang harus dimiliki oleh pemimpin yang dapat mengembangkan keterampilannya terhadap New Normal? Keterampilan memimpin seperti apa yang harus dimiliki?
Bagi perusahaan yang sudah akan mulai kembali bekerja dengan normal. Para pemimpin perlu memperhatikan beberapa hal dalam mempersiapkannya. Penyesuaian terkait proses kerja, sistem-sistem maupun orang-orang yang bersangkutan dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah agar setiap karyawan dapat bekerja dengan rasa nyaman dan aman dalam bekerja di kantor.
Apa sajakah yang harus dipersiapkan oleh setiap pemimpin terkait orang, proses dan sistem agar setiap karyawan dapat bekerja kembali? Bagaimana praktek terbaik dalam mempersiapkan ketiga hal tersebut?
Bagi perusahaan yang sudah akan mulai kembali bekerja dengan normal. Para pemimpin perlu memperhatikan beberapa hal dalam mempersiapkannya. Penyesuaian terkait proses kerja, sistem-sistem maupun orang-orang yang bersangkutan dengan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan pemerintah agar setiap karyawan dapat bekerja dengan rasa nyaman dan aman dalam bekerja di kantor.
Apa sajakah yang harus dipersiapkan oleh setiap pemimpin terkait orang, proses dan sistem agar setiap karyawan dapat bekerja kembali? Bagaimana praktek terbaik dalam mempersiapkan ketiga hal tersebut?
Menjaga bisnis tetap berjalan, memperkuat dan mempersiapkan pasca krisis merupakan sesuatu yang penting dilakukan saat ini. Para Pemimpin perlu mempertimbangkan berbagai elemen-elemen dalam membuat rencana kedepan agar dapat membawa organisasi melampaui krisis ini.
Elemen apa sajakah yang harus diperhatikan oleh setiap pemimpin dalam menetapkan rencana menghadapi New Normal? Bagaimana praktek terbaik dalam mempersiapkan rencana tersebut?
Menjaga bisnis tetap berjalan, memperkuat dan mempersiapkan pasca krisis merupakan sesuatu yang penting dilakukan saat ini. Para Pemimpin perlu mempertimbangkan berbagai elemen-elemen dalam membuat rencana kedepan agar dapat membawa organisasi melampaui krisis ini.
Elemen apa sajakah yang harus diperhatikan oleh setiap pemimpin dalam menetapkan rencana menghadapi New Normal? Bagaimana praktek terbaik dalam mempersiapkan rencana tersebut?
Beberapa perusahaan sudah akan mulai menerapkan kondisi bekerja yang normal. Namun, kondisi kerja normal yang sekarang, tidak sama dengan normal yang sebelumnya. Dampak dan cara penyebaran Covid-19 mempengaruhi perilaku, cara berinteraksi maupun cara kerja setiap orang, sehingga keterampilan-keterampilan dan pola kerja yang lama mungkin sudah tidak akan seefektif dahulu.
Paradigma dan sikap apakah yang harus dimiliki oleh setiap karyawan agar dapat terbuka terhadap keterampilan-keterampilan baru? Keterampilan apa sajakah yang perlu dimiliki oleh mereka?
Beberapa perusahaan sudah akan mulai menerapkan kondisi bekerja yang normal. Namun, kondisi kerja normal yang sekarang, tidak sama dengan normal yang sebelumnya. Dampak dan cara penyebaran Covid-19 mempengaruhi perilaku, cara berinteraksi maupun cara kerja setiap orang, sehingga keterampilan-keterampilan dan pola kerja yang lama mungkin sudah tidak akan seefektif dahulu.
Paradigma dan sikap apakah yang harus dimiliki oleh setiap karyawan agar dapat terbuka terhadap keterampilan-keterampilan baru? Keterampilan apa sajakah yang perlu dimiliki oleh mereka?
Masa depan tak lagi sama. Perencanaan dan strategi organisasi yang sudah disiapkan sejak awal tahun bisa jadi sulit dilakukan saat ini. Organisasi dituntut untuk mampu dengan cepat melakukan perubahan cara kerja untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi yang sering disebut The Next Normal.
Bagaimana pemimpin harus menyikapi situasi the next normal? Paradigma apa yang harus dimiliki oleh pemimpin dan setiap orang di organisasi agar siap menghadapi situasi the next normal? Kemampuan dan keterampilan apa yang perlu dikembangkan setiap orang?
Masa depan tak lagi sama. Perencanaan dan strategi organisasi yang sudah disiapkan sejak awal tahun bisa jadi sulit dilakukan saat ini. Organisasi dituntut untuk mampu dengan cepat melakukan perubahan cara kerja untuk mempersiapkan diri menghadapi situasi yang sering disebut The Next Normal.
Bagaimana pemimpin harus menyikapi situasi the next normal? Paradigma apa yang harus dimiliki oleh pemimpin dan setiap orang di organisasi agar siap menghadapi situasi the next normal? Kemampuan dan keterampilan apa yang perlu dikembangkan setiap orang?
Di situasi sekarang ini, setiap perusahaan yang efektif akan tetap berusaha untuk melakukan inovasi terhadap produk ataupun layanan yang dihasilkan. Selain sebagai bentuk produktivitas dari para individu, inovasi juga akan dapat memberikan jalan keluar terhadap situasi yang mereka hadapi saat ini atau sebagai embrio-embrio inovasi untuk dikemudian hari.
Paradigma seperti apa yang perlu dimiliki oleh setiap individu agar tetap terus produktif dalam melakukan inovasi disituasi sekarang ini? Metode inovasi efektif seperti apa yang perlu diketahui oleh para inovator yang dapat dijalankan saat ini untuk mengisi Pipeline Innovation mereka?
Di situasi sekarang ini, setiap perusahaan yang efektif akan tetap berusaha untuk melakukan inovasi terhadap produk ataupun layanan yang dihasilkan. Selain sebagai bentuk produktivitas dari para individu, inovasi juga akan dapat memberikan jalan keluar terhadap situasi yang mereka hadapi saat ini atau sebagai embrio-embrio inovasi untuk dikemudian hari.
Paradigma seperti apa yang perlu dimiliki oleh setiap individu agar tetap terus produktif dalam melakukan inovasi disituasi sekarang ini? Metode inovasi efektif seperti apa yang perlu diketahui oleh para inovator yang dapat dijalankan saat ini untuk mengisi Pipeline Innovation mereka?
Banyak organisasi sedang melakukan proses transformasi, dan dengan perubahan yang terjadi diharapkan transformasi organisasi tetap berjalan dengan optimal.
Human Resources memegang peranan kunci dalam mengawal usaha transformasi. Perusahaan yang berhasil membuat setiap orang mampu beradaptasi dengan cepat, menjaga engagement dan produktivitas dari tiap individu, adalah perusahaan yang akan mampu melewati ketidakpastian ini dan mencapai tujuan jangka panjang yang diharapkan.
Bagaimana para pengelola HC merespon tantangan yang dihadapi saat ini?
Simak berbagaiinsights dan best practices dari Bapak Ihsanuddin Usman dan Ibu Tengku Hedi Safinah akan peranan Human Resourcedi organisasi dalam membantu organisasi melalui perubahan.
Perubahan-perubahan yang terjadi saat ini, telah membentuk yang sering di sebut New Normal. Situasi yang tadi nya tidak kita bayangkan tetapi menjadi hal yang biasa bagi kita semua. Sebelumnya pemakaian virtual meeting hanya sesekali, sekarang merupakan cara utama untuk bertemu tatap muka; sebelumnya perencanaan mingguan cukup, sekarang perencanaan harian harus dilakukan; sebelumnya kita sudah dapat menjawab kebutuhan atau harapan dari klien, sekarang harus menyesuaikan kembali dalam menjawab harapan-harapan yang berubah tersebut.
Paradigma apa yang harus dimiliki oleh setiap individu agar mereka mulai melakukan proses adaptasi? Keterampilan apa yang harus dikuasai oleh para individu maupun pemimpin mereka mampu dan dengan cepat beradaptasi dengan New-Normal ini?
Perubahan-perubahan yang terjadi saat ini, telah membentuk yang sering di sebut New Normal. Situasi yang tadi nya tidak kita bayangkan tetapi menjadi hal yang biasa bagi kita semua. Sebelumnya pemakaian virtual meeting hanya sesekali, sekarang merupakan cara utama untuk bertemu tatap muka; sebelumnya perencanaan mingguan cukup, sekarang perencanaan harian harus dilakukan; sebelumnya kita sudah dapat menjawab kebutuhan atau harapan dari klien, sekarang harus menyesuaikan kembali dalam menjawab harapan-harapan yang berubah tersebut.
Paradigma apa yang harus dimiliki oleh setiap individu agar mereka mulai melakukan proses adaptasi? Keterampilan apa yang harus dikuasai oleh para individu maupun pemimpin mereka mampu dan dengan cepat beradaptasi dengan New-Normal ini?
Saat ini peran Human Resources memegang peran kunci. Perusahaan yang berhasil membuat setiap orang mampu beradaptasi dengan cepat, menjaga engagement dan produktivitas dari tiap individu, adalah perusahaan yang akan mampu melewati ketidakpastian ini.
Apa sajakah peran-peran kritikal yang harus dijalankan dan diterapkan oleh Human Resource saat ini? Bagaimana agar setiap fungsi dalam perusahaan dapat bekerja sama dan menjalankan setiap ketentuan yang di keluarkan oleh Human Resource sehingga perusahaan dapat menghadapi tantangan yang dihadapi bersama saat ini?
Saat ini peran Human Resources memegang peran kunci. Perusahaan yang berhasil membuat setiap orang mampu beradaptasi dengan cepat, menjaga engagement dan produktivitas dari tiap individu, adalah perusahaan yang akan mampu melewati ketidakpastian ini.
Apa sajakah peran-peran kritikal yang harus dijalankan dan diterapkan oleh Human Resource saat ini? Bagaimana agar setiap fungsi dalam perusahaan dapat bekerja sama dan menjalankan setiap ketentuan yang di keluarkan oleh Human Resource sehingga perusahaan dapat menghadapi tantangan yang dihadapi bersama saat ini?
Bekerja secara virtual, menjadi bagian dari keseharian setiap orang dalam menjalankan peran maupun ketika bekerja sama dengan pihak lain baik pemimpin tim maupun anggota tim. Menguasai kebiasaan bekerja secara virtual akan membantu setiap tim bekerja dengan efektif dan mampu melewati disrupsi yang terjadi saat ini.
Paradigma seperti apa yang harus dimiliki ketika bekerja secara virtual? Keterampilan apa sajakah yang harus dimiliki oleh para pemimpin maupun anggota tim, agar dapat bekerja secara virtual dan melewati disrupsi saat ini? Bagaimana praktek-praktek terbaik yang dapat dilakukan oleh setiap individu yang sudah mulai menjalankan bekerja secara virtual?
Bekerja secara virtual, menjadi bagian dari keseharian setiap orang dalam menjalankan peran maupun ketika bekerja sama dengan pihak lain baik pemimpin tim maupun anggota tim. Menguasai kebiasaan bekerja secara virtual akan membantu setiap tim bekerja dengan efektif dan mampu melewati disrupsi yang terjadi saat ini.
Paradigma seperti apa yang harus dimiliki ketika bekerja secara virtual? Keterampilan apa sajakah yang harus dimiliki oleh para pemimpin maupun anggota tim, agar dapat bekerja secara virtual dan melewati disrupsi saat ini? Bagaimana praktek-praktek terbaik yang dapat dilakukan oleh setiap individu yang sudah mulai menjalankan bekerja secara virtual?
Sinergi antara anggota tim merupakan elemen yang sangat krusial dalam mencapai hasil yang diharapkan di situasi sekarang ini. Adaptasi pola kerja baru, penyesuaian target perusahaan, perubahan ekspektasi baik dari atasan maupun anggota tim lain yang saling membutuhkan kerjasama, merupakan tantangan yang dapat menurunkan sinergitas antar anggota tim.
Bagaimana caranya agar setiap individu dalam organisasi kita dapat memiliki paradigma yang tepat agar dapat tercipta nya sinergi? Apakah keterampilan yang perlu mereka kuasai agar sineri antar anggota tim dapat terbentuk? Bagaimana praktek-praktek terbaik dalam membentuk sinergi tim saat kerja berjauhan?
Dalam kondisi normal, untuk menyelesaikan konflik membutuhkan kedua belah pihak yang berkonflik agar dapat bertemu dan membahasnya secara tatap muka. Di situasi dengan bekerja yang berjauhan, dapat menambah kesulitan untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Bagaimana cara menyelesaikan konflik dan ketegangan yang terjadi ketika bekerja berjauhan? Apakah keterampilan yang perlu dikuasai oleh setiap karyawan agar dapat menjadi seorang “Penyelesai Konflik”?
Dalam kondisi normal, untuk menyelesaikan konflik membutuhkan kedua belah pihak yang berkonflik agar dapat bertemu dan membahasnya secara tatap muka. Di situasi dengan bekerja yang berjauhan, dapat menambah kesulitan untuk menyelesaikan konflik tersebut.
Bagaimana cara menyelesaikan konflik dan ketegangan yang terjadi ketika bekerja berjauhan? Apakah keterampilan yang perlu dikuasai oleh setiap karyawan agar dapat menjadi seorang “Penyelesai Konflik”?
Para pemimpin dari setiap organisasi cenderung merasa tak berdaya menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian dan ketidakjelasan saat ini. Target yang telah ditetapkan di awal tahun dirasakan merupakan tujuan yang sangat sulit untuk dicapai. Hal ini juga membuat setiap orang dalam perusahaan kehilangan fokus dan keyakinan dalam bekerja.
Bagaimana cara pemimpin menetapkan fokus di situasi krisis seperti saat ini? Bagaimana membentuk perilaku-perilaku yang baru dari tim yang dapat mendorong tercapainya fokus tim? Apa sajakah praktek-praktek terbaik dalam menjalankan fokus ini ditengah situasi kerja yang berjauhan?
Para pemimpin dari setiap organisasi cenderung merasa tak berdaya menghadapi situasi yang penuh ketidakpastian dan ketidakjelasan saat ini. Target yang telah ditetapkan di awal tahun dirasakan merupakan tujuan yang sangat sulit untuk dicapai. Hal ini juga membuat setiap orang dalam perusahaan kehilangan fokus dan keyakinan dalam bekerja.
Bagaimana cara pemimpin menetapkan fokus di situasi krisis seperti saat ini? Bagaimana membentuk perilaku-perilaku yang baru dari tim yang dapat mendorong tercapainya fokus tim? Apa sajakah praktek-praktek terbaik dalam menjalankan fokus ini ditengah situasi kerja yang berjauhan?
Di saat Work From Home, engagement dari setiap anggota tim menjadi jauh lebih penting dari biasanya. Engagement yang tinggi akan mendorong setiap individu mengeluarkan seluruh kemampuan dan waktu yang dimiliki untuk berkarya dan menghasilkan kinerja seperti yang diharapkan.
Salah satu hal yang meningkatkan engagement adalah hubungan yang berdasarkan kepercayaan yang tinggi. Para pemimpin perlu terus membangun dan menjaga kepercayaan yang tinggi dari para anggota tim. Kepercayaan yang tinggi didapat dari perilaku-perilaku yang dilihat dan dirasakan oleh anggota tim, ketika berinteraksi dengan pemimpin mereka.
Di saat Work From Home, engagement dari setiap anggota tim menjadi jauh lebih penting dari biasanya. Engagement yang tinggi akan mendorong setiap individu mengeluarkan seluruh kemampuan dan waktu yang dimiliki untuk berkarya dan menghasilkan kinerja seperti yang diharapkan.
Salah satu hal yang meningkatkan engagement adalah hubungan yang berdasarkan kepercayaan yang tinggi. Para pemimpin perlu terus membangun dan menjaga kepercayaan yang tinggi dari para anggota tim. Kepercayaan yang tinggi didapat dari perilaku-perilaku yang dilihat dan dirasakan oleh anggota tim, ketika berinteraksi dengan pemimpin mereka.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan beberapa institusi, menyatakan bahwa jam kerja yang dilakukan ketika Work From Home meningkat beberapa jam ketimbang bekerja dari kantor. Salah satu penyebabnya adalah tidak jelasnya batasan antara saatnya bekerja dan saatnya beristirahat atau menjalankan peran ketika di rumah.
Bagaimana cara memelihara kesehatan tubuh tapi tetap dapat produktif ditengah Work From Home? Bagaimana praktek-praktek terbaik dalam menjalankannya?
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan beberapa institusi, menyatakan bahwa jam kerja yang dilakukan ketika Work From Home meningkat beberapa jam ketimbang bekerja dari kantor. Salah satu penyebabnya adalah tidak jelasnya batasan antara saatnya bekerja dan saatnya beristirahat atau menjalankan peran ketika di rumah.
Bagaimana cara memelihara kesehatan tubuh tapi tetap dapat produktif ditengah Work From Home? Bagaimana praktek-praktek terbaik dalam menjalankannya?
Setiap karyawan ketika bekerja dari rumah, sangat dituntut untuk menjadi bos bagi diri mereka sendiri, hal ini dikarenakan minimnya pengawasan dan pengendalian dari siapapun. Begitu juga ketika menghadapi kesulitan, mereka perlu memiliki sikap yang pantang menyerah dalam mencari pemecahan terhadap segala sesuatu yang menghambat mereka.
Bagaimana memaksimalkan prinsip Resourcefulness & Initiatives dari setiap karyawan ketika bekerja dari rumah? Bagaimana cara nya agar setiap karyawan benar-benar memahami kedua prinsip tersebut?
Setiap karyawan ketika bekerja dari rumah, sangat dituntut untuk menjadi bos bagi diri mereka sendiri, hal ini dikarenakan minimnya pengawasan dan pengendalian dari siapapun. Begitu juga ketika menghadapi kesulitan, mereka perlu memiliki sikap yang pantang menyerah dalam mencari pemecahan terhadap segala sesuatu yang menghambat mereka.
Bagaimana memaksimalkan prinsip Resourcefulness & Initiatives dari setiap karyawan ketika bekerja dari rumah? Bagaimana cara nya agar setiap karyawan benar-benar memahami kedua prinsip tersebut?
Bekerja di kantor tidak memberikan jaminan setiap karyawan mencapai kinerja seperti yang diharapkan. Apalagi dengan bekerja dari rumah.
Perubahan pola kerja, komunikasi dan arahan kerja yang lebih terbatas, pengawasan yang minim, Semua ini menambah kesulitan karyawan dalam mencapainya.
Bagaimana agar setiap pimpinan dan individu memahami dengan baik Jobs To Be Done mereka? Bagaimana memastikan bahwa Jobs To Be Done individu maupun tim sudah terlaksana sepenuhnya?
Bekerja di kantor tidak memberikan jaminan setiap karyawan mencapai kinerja seperti yang diharapkan. Apalagi dengan bekerja dari rumah.
Perubahan pola kerja, komunikasi dan arahan kerja yang lebih terbatas, pengawasan yang minim, Semua ini menambah kesulitan karyawan dalam mencapainya.
Bagaimana agar setiap pimpinan dan individu memahami dengan baik Jobs To Be Done mereka? Bagaimana memastikan bahwa Jobs To Be Done individu maupun tim sudah terlaksana sepenuhnya?
Melakukan hal yang sama seperti ketika kondisi normal merupakan hal yang tidak memungkinkan. Menyerah dan putus ada terhadap situasi, malah akan memperparah dampak yang akan diterima perusahaan.
Bagaimana cara membekali karyawan agar memiliki kemampuan memilih respon proaktif? Paradigma dan keterampilan apa yang harus dimiliki oleh mereka?
Melakukan hal yang sama seperti ketika kondisi normal merupakan hal yang tidak memungkinkan. Menyerah dan putus ada terhadap situasi, malah akan memperparah dampak yang akan diterima perusahaan.
Bagaimana cara membekali karyawan agar memiliki kemampuan memilih respon proaktif? Paradigma dan keterampilan apa yang harus dimiliki oleh mereka?
Agar berhasil mengubah kebiasaan bekerja di kantor menjadi kebiasaan bekerja di rumah, setiap individu maupun para pemimpin perlu memahami apa yang oleh Charless Duhigg dalam bukunya “The Power Of Habit” disebut “Golden Rule of Habit Change”, sebuah pendekatan yang efektif dalam merubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru. Dengan memiliki kebiasaan-kebiasaan baru yang efektif akan mendorong terjadinya produktivitas seperti yang diharapkan dan meminimalisir dampak yang diterima dari situasi saat ini.
Apakah yang dimaksud dengan Golden Rule of Habit Change? Bagaimana melakukan perubahan perilaku yang efektif baik sebagai individu maupun pemimpin? Bagaimana saran-saran dan praktek terbaik menjalankan perubahan perilaku ini di tengah situasi Work From Home?
Agar berhasil mengubah kebiasaan bekerja di kantor menjadi kebiasaan bekerja di rumah, setiap individu maupun para pemimpin perlu memahami apa yang oleh Charless Duhigg dalam bukunya “The Power Of Habit” disebut “Golden Rule of Habit Change”, sebuah pendekatan yang efektif dalam merubah kebiasaan lama menjadi kebiasaan baru. Dengan memiliki kebiasaan-kebiasaan baru yang efektif akan mendorong terjadinya produktivitas seperti yang diharapkan dan meminimalisir dampak yang diterima dari situasi saat ini.
Apakah yang dimaksud dengan Golden Rule of Habit Change? Bagaimana melakukan perubahan perilaku yang efektif baik sebagai individu maupun pemimpin? Bagaimana saran-saran dan praktek terbaik menjalankan perubahan perilaku ini di tengah situasi Work From Home?
Dunia bisnis sedang terhantam ombak perubahan yang dapat berdampak luas. Tidak ada seorangpun yang dapat memastikan kapan berlalunya situasi ini. Para pemimpin dituntut untuk dapat membawa kapal yang mereka nahkodai selamat hingga mencapai tujuan.
Apa sajakah peran-peran kepemimpinan yang dibutuhkan saat ini? Bagaimana membangun para pemimpin dalam perusahaan agar memiliki dan menjalankan peran tersebut sehingga secara kolektif perusahaan dapat melewati gelombang perubahan ini?
Dunia bisnis sedang terhantam ombak perubahan yang dapat berdampak luas. Tidak ada seorangpun yang dapat memastikan kapan berlalunya situasi ini. Para pemimpin dituntut untuk dapat membawa kapal yang mereka nahkodai selamat hingga mencapai tujuan.
Apa sajakah peran-peran kepemimpinan yang dibutuhkan saat ini? Bagaimana membangun para pemimpin dalam perusahaan agar memiliki dan menjalankan peran tersebut sehingga secara kolektif perusahaan dapat melewati gelombang perubahan ini?
Kemampuan para pemimpin perusahaan dalam memimpin saat ini sedang diuji. Mereka dihadapkan pada situasi yang sulit, namun tetap diharapkan menjaga produktivitas dari anggoa tim.
Bagaimana cara melakukan delegasi dan monitor yang efektif? Paradigma seperti apa yang harus dimiliki? Apa sajakah praktek terbaik dalam menjalankan delegasi dan monitor ketika anggota tim berjauhan?
Kemampuan para pemimpin perusahaan dalam memimpin saat ini sedang diuji. Mereka dihadapkan pada situasi yang sulit, namun tetap diharapkan menjaga produktivitas dari anggoa tim.
Bagaimana cara melakukan delegasi dan monitor yang efektif? Paradigma seperti apa yang harus dimiliki? Apa sajakah praktek terbaik dalam menjalankan delegasi dan monitor ketika anggota tim berjauhan?
Ketika situasi terus berubah, krisis dan penuh ketidakpastian, garansi dan aset terbesar dari setiap pemimpin adalah kredibilitas mereka. Mata uang terbesar yang mereka miliki adalah kepercayaan yang didapatkan dari setiap anggota tim. Dengan kepercayaan, setiap tim dapat lebih lincah berkolaborasi, kreatif dan inovatif.
Bagaimana membangun kredibilitas para pemimpin dan anggota tim? Bagaimana membangun kepercayaan dari anggota tim saat harus saling berjauhan?
Ketika situasi terus berubah, krisis dan penuh ketidakpastian, garansi dan aset terbesar dari setiap pemimpin adalah kredibilitas mereka. Mata uang terbesar yang mereka miliki adalah kepercayaan yang didapatkan dari setiap anggota tim. Dengan kepercayaan, setiap tim dapat lebih lincah berkolaborasi, kreatif dan inovatif.
Bagaimana membangun kredibilitas para pemimpin dan anggota tim? Bagaimana membangun kepercayaan dari anggota tim saat harus saling berjauhan?
Proaktivitas memilih tindakan bermanfaat ketimbang hanya reaktif serta memiliki ketahanan diri menghadapi situasi ini, sangat penting untuk dibangun baik bagi diri para pemimpin maupun anggota tim agar dapat melewati situasi saat ini.
Bagaimana membangun diri dan tim yang proaktif serta memiliki ketahanan diri menghadapi situasi COVID-19? Bagaimana menerapkannya ditengah situasi Work From Home dan Physical Distancing ini?
Proaktivitas memilih tindakan bermanfaat ketimbang hanya reaktif serta memiliki ketahanan diri menghadapi situasi ini, sangat penting untuk dibangun baik bagi diri para pemimpin maupun anggota tim agar dapat melewati situasi saat ini.
Bagaimana membangun diri dan tim yang proaktif serta memiliki ketahanan diri menghadapi situasi COVID-19? Bagaimana menerapkannya ditengah situasi Work From Home dan Physical Distancing ini?
Para pemimpin perlu selalu menyesuaikan diri dengan situasi dalam membawa tim nya mencapai hasil yang telah ditetapkan. Dimana saat ini anggota tim tidak berada dalam satu lokasi, komunikasi dibatasi oleh jarak dan media komunikasi. Proses pengawasan dan akuntabilitas tetap perlu dijalankan agar setiap pemimpin dapat memastikan proses eksekusi tetap berjalan secara disiplin.
Bagaimana para pemimpin tetap dapat mencapai hasil yang diharapkan ditengah situasi perubahan sekarang ini?
Para pemimpin perlu selalu menyesuaikan diri dengan situasi dalam membawa tim nya mencapai hasil yang telah ditetapkan. Dimana saat ini anggota tim tidak berada dalam satu lokasi, komunikasi dibatasi oleh jarak dan media komunikasi. Proses pengawasan dan akuntabilitas tetap perlu dijalankan agar setiap pemimpin dapat memastikan proses eksekusi tetap berjalan secara disiplin.
Bagaimana para pemimpin tetap dapat mencapai hasil yang diharapkan ditengah situasi perubahan sekarang ini?
Ditengah situasi mewabahnya virus COVID – 19 dan dalam rangka mencegah penyebaran virus tersebut, banyak perusahaan yang mengambil kebijakan bagi karyawannya untuk Work From Home.
Apa sajakah tantangan yang dihadapi karyawan saat ini? Bagaimana mengelola perhatian, tindakan maupun energi agar tetap produktif ditengah Work From Home?
Ditengah situasi mewabahnya virus COVID – 19 dan dalam rangka mencegah penyebaran virus tersebut, banyak perusahaan yang mengambil kebijakan bagi karyawannya untuk Work From Home.
Apa sajakah tantangan yang dihadapi karyawan saat ini? Bagaimana mengelola perhatian, tindakan maupun energi agar tetap produktif ditengah Work From Home?
Saat ini sudah banyak perusahaan yang menerapkan model kerja Work From Home. Tantangan yang muncul dari perusahaan yang menerapkan model kerja ini adalah terkait kolaborasi dan komunikasi. Jarak yang berjauhan dan mode komunikasi baik melalui digital maupun konvensional ketimbang bertemu secara langsung, dapat menjadi penghambat setiap tim dalam berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama.
Paradigma seperti apakah yang perlu dimiliki oleh setiap anggota tim? Apa sajakah metode maupun keterampilan keterampilan komunikasi yang perlu dimiliki oleh setiap anggota yang berjauhan tersebut?
Untuk menyukseskan sebuah program/project, seringkali organisasi membentuk satu tim khusus dengan menunjuk seorang project manager. Namun, yang kadang terjadi adalah kita diminta untuk mengelola satu project yang penting namun tidak mendapatkan pelatihan secara khusus mengenai bagaimana mengelola sebuah project.
Bagaimana cara berpikir, keterampilan dan alat bantu yang dibutuhkan untuk secara konsisten menghasilkan proyek-proyek yang sesuai target? Bagaimana mengatur agar project berjalan sesuai rencana dalam hal waktu, anggaran maupun kualitas meski tim saling berjauhan satu sama lain?
Saat ini setiap organisasi sedang menghadapi situasi yang tidak pasti (uncertain). Tidak ada yang dapat memastikan kapan dampak dari Pandemic Virus COVID-19 ini akan berakhir. Tidak ada yang dapat mengatakan dengan pasti kapan setiap organisasi dapat kembali beroperasi dengan normal.
Namun satu hal yang pasti, bisnis harus tetap berjalan. Setiap organisasi dengan berbagai macam cara dan media perlu memastikan agar mereka tetap dapat menghasilkan bisnis. Salah satu peran krusial yang dapat membuat organisasi melewati situasi ini adalah peran para pemimpin. Para pemimpin memiliki amanah untuk dapat membawa organisasi dan orang-orang yang ada dibawah nya melewati badai ketidakpastian ini.
Apa sajakah peran-peran krusial yang perlu dijalankan oleh para pemimpin? Bagaimana mempraktekan peran tersebut secara nyata kepada anggota tim untuk melewati situasi yang penuh ketidakpastian ini?