Sebuah siniar yang mengusung tema media massa dan kabar terkini. Dipersembahkan oleh Abdal A. Choirozzad, Irfansyah N. Nasution alias Masbed, dan Rafi Abdul Rochim alias Buclak.
Kami berbicara tentang ketidakseriusan instansi kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat.
Tentang Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan berbagai blunder yang belakangan ini terjadi.
Selama pandemi, media massa memegang peranan yang penting. Kami berbincang soal kontroversi yang terjadi belakangan ini.
Pada episode kali ini, kami berbincang soal serba serbi yang terjadi waktu lebaran. Dari kue-kue, baju baru, hingga basa-basi di antara anggota keluarga.
Pulang mempunyai banyak sekali arti, tidak hanya satu. Barangkali itulah yang menyebabkan pulang menjadi kata yang sangat berarti bagi banyak orang.
Salah satu hal yang berbekas selama bulan Ramadhan ialah kegiatan ngabuburit dan program-program yang muncul di televisi.
Salah satu kebiasaan yang muncul ketika bulan Ramadhan ialah Sahur on the Road (SOTR). Kami berbincang soal ini dan mengingat-ingat tentang kenapa banyak orang yang pergi SOTR.
Bulan Ramadhan melahirkan banyak kenangan yang sulit dilupakan. Kenangan-kenangan itu, yang lebih banyak dialami semasa kecil, kami ceritakan ulang di episode kali ini.
Polisi menerbitkan surat telegram yang melarang media untuk tayangkan kekerasan aparat. Lewat surat itu pula polisi mengimbau media untuk memberitakan ketegasan polisi yang humanis. Ini membuat keramaian dan perdebatan. Banyak yang mengkritik hingga akhirnya kepolisian membatalkan surat tersebut.
Ada beberapa jurnalis yang mengaku jurnalis dan memang benar demikian. Tapi, ada juga segelintir jurnalis yang mengaku jurnalis padahal bukan. Mereka adalah preman media atau wartawan gadungan, yang menggunakan pengakuannya untuk memanipulasi, memeras, dan mengancam korban.
Tahun 2021 ini cukup suram. Pemerintah memberikan wewenang kepada Polisi Siber untuk "menertibkan" tutur kata dan tindak tanduk di jagat internet.
Pemerintah Republik Indonesia telah menetapkan 9 Februari sebagai Hari Pers Nasional. Setiap tahunnya, banyak perdebatan soal apakah tanggal 9 Februari layak ditetapkan sebagai Hari Pers Nasional. Di episode kali ini, Abdal A. Choirozzad, Irfansyah N. Nasution (Mas Bed), dan Ulwanul Askan (Paul) berusaha menguraikan perdebatan soal Hari Pers Nasional.
Segenap anggota Digresi turut berbelasungkawa terhadap jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ 182.
Episode kali ini membahas betapa problematisnya judul berita dari berbagai media massa, yang semena-mena dan tidak simpatik.
Orang-orang semakin meninggalkan kebiasaan menonton televisi. Penyebabnya ada banyak. Episode kali ini berbicara tentang kenapa banyak yang semakin emoh menonton televisi.
Menggagahi atau memerkosa? Pembersihan etnis atau pembantaian? Korupsi atau musibah? Di episode kali ini, perbincangan berkisar tentang bagaimana bahasa kerap kali diperhalus, dipelintir, dan dipolitisasi.
Membincang tentang kerentanan jurnalis di tengah demonstrasi. Direkam malam hari Jumat, 30 Oktober 2020, melibatkan Abdal A. Choirozzad, Irfansyah N. Nasution, Rafi Abdul Rochim, Dheva Ram Maharani, dan Ulwanul Askan. Jangan sungkan untuk memberi kritik atau masukan. Cheers!
Pada edisi kali ini, kami berlima coba membincangkan ihwal peretasan yang terjadi belakangan ini. Harapan kami ialah pemerintah setidaknya berkomitmen kepada privasi dan kebebasan pers.
Di tengah kontroversial unggahan Anji, kita coba menimbang peranan pewarta foto dan media massa.