Masa pandemi Covid-19 membawa berbagai tantangan di dalam kehidupan manusia. Namun, siapa yang menyangka bahwa di masa yang terlihat suram ini, ternyata Allah membukakan ruang bagi kita untuk mengalami kekaguman akan Allah melalui rencana-Nya yang indah.
Setiap peristiwa selalu menghasilkan perasaan tertentu. Salah satunya adalah rasa syukur. Rasa syukur muncul ketika seseorang memiliki kerendahan hati dan menyadari benar betapa besarnya apa yg telah diterima atau dirasakannya.
Pekerjaan Hamba Tuhan di tengah pandemi ini mungkin sangat banyak yang dilakukannya, dan walaupun ditengah-tengah terbatasnya diri mereka terus berusaha untuk membuat jemaat tetap dekat dengan Tuhan. Mungkin mereka salah mengambil langkah; atau mereka tidak punya jawaban dari semua pertanyaan yang diajukan; bahkan mereka tidak tahu caranya ibadah online. Tetap diusahakan itulah yang mereka lakukan, karena mereka tahu PANGGILAN dan Kasih kepada jemaat yang menggerakan mereka.
Maraknya YouTuber di banyak kalangan membuat kita bertanya apakah YouTuber dapat disebut sebagai hobi atau profesi?
Ngomong-ngomong tentang tidur, gimana tidur sobat dalam masa stay at home ini? Tahukah kita tidur itu sangat penting. Tapi bagaimana kalau seseorang sudah sampai di tahap senang tidur?
Mungkin kita bertanya-tanya mengapa kita dilahirkan di tengah keluarga yang hancur atau perjalanan hidup kita selalu diisi dengan kesendirian, bahkan orang yang kita kasihi tidak mengasihi dan menyayangi kita. Bagaimana dapat menemukan tujuan hidup di tengah situasi yang sulit?
Dengan kasih orang-orang bertindak, dengan kasih juga orang orang melihat sesamanya yang sedang kesusahan. Seharusnya kasih Kristus yang sangat besar itu menjadi dasar bagaimana kita bertindak. Ketika kita melihat sesama kita, kita melihat Allah, kita melihat Kristus di dalam sesama kita. Ada kasih Kristus di dalam diri kita yang membuat kita mengasihi sesama kita.
Ada kehadiran orang-orang di sekitar kita yang disadari atau tidak sangat menolong kita dalam masa-masa pandemi ini salah satunya adalah ojek online.
Baksos adalah hal lazim dilakukan untuk mengurangi penderitaan akibat suatu wabah. Itu sangat manusiawi. Hanya, cukupkah naluri kemanusiaan menjadi alasannya?
Masalah berat badan menjadi masalah umum bagi setiap orang. Pembullyan, diet, olahraga, dan berbagai hal lainnya dilakukan untuk memperoleh berat badan yang ideal. Namun dibalik semua itu, terdapat hal yang penting daripada sebuah angka berat badan yang ideal.
Kesulitan dan penderitaan dalam kehidupan tak dapat terhindarkan, namun melalui itu semua nyatalah bahwa kasih setia Tuhan melampaui segala akal.
Ada banyak hal yg terjadi dalam hidup kita dan satu-satunya hal yg membuat kita dapat melewati semuanya adalah kekuatan yang kita terima di dalam Kristus. Di dalam Kristus yg memberikan kita kekuatan, kita dapat melewati semua perkara yg terjadi dalam hidup kita, apa pun itu..
Online learning membutuhkan laptop ataupun perangkat yang memadai. Tapi bagaimana dengan guru yang gak punya perangkat yang memadai? Perlu perjuangan tersendiri supaya dapat mengajar dengan maksmal bukan?
Sejak diumumkannya covid-19 sebagai pandemik global pemerintah telah memutuskan semua instansi pendidikan untuk memberhentikan kegiatan belajar-mengajarnya di lingkungan sekolah dan juga di dalam kampus bagi kita yang mahasiswa. Di masa ini sistem belajar tatap muka di dalam kelas menjadi pembelajaran secara daring atau online tentu hal ini menjadi langkah baru bagi pendidikan di Indonesia.
Dunia belanja online memang semakin asyik apalagi di masa pandemi yang sulit untuk menggunakan metode belanja tradisional atau konvensional. Bagaimana dengan kalian dalam menyikapi belanja online?
Setiap orang pernah berada di dalam masa-masa yang sulit. Di dalam situasi yang sulit itu, kita tentu bisa merasa takut, cemas, dan gentar. Namun tidak hanya itu, dalam situasi yang sulit itu kita juga bisa semakin merasakan pemeliharaan Tuhan.
Pada asalnya yang belum terkontaminasi oleh dosa, kemarahan adalah sebuah bentuk kasih (Timothy Keller). Dengan demikian kemarahan seharusnya adalah sebuah jenis emosi yang benar. Akan tetapi apakah setiap kemarahan kita adalah ekspresi kasih yang benar atau sebuah kesalahan saja?
Di kala kematian begitu dekat saat pandemi ini dan protokol pemakaman covid yang diterapkan oleh Pemerintah, kehadiran para penggali kubur sangat penting. Merekalah yang memberikan penghormatan terakhir dan mengucapkan salam perpisahan dari keluarga yang tak dapat mendekat. Tanggung jawab mereka besar sebab hanya merekalah yang diizinkan berdiri dekat pusara.
Di masa ini banyak isu-isu terkait Covid-19 yang merebak di media sosial. Di tengah begitu banyak informasi yang ada, ternyata banyak berita-berita hoax, atau berita yang sengaja dibuat oleh oknum-oknum tertentu untuk menggiring pembacanya memiliki stigma atau pemikiran negatif terhadap oknum oposisinya. Bagaimana sih di tengah situasi pandemi ini, kita memiliki discernment atau kearifan di dalam menerima dan mengolah informasi yang beredar?
Potong rambut bisa dikatakan jadi kebutuhan penting bagi hidup manusia. Tentu banyak alasan kenapa kita potong rambut. Mungkin alasannya, ya, supaya penampilan lebih baik, lebih rapi, atau mungkin supaya lebih segar aja. Nah, untuk itu, tidak heran jika cukur rambut itu hal yang penting dalam hidup manusia. “Happiness is a good hair day.”
Ditinggalkan bukanlah peristiwa yang mudah untuk dihadapi sendiri. Mungkin ada yang bisa langsung menerima, tapi umumnya ditinggalkan bukan hal yang bisa dilupakan begitu saja.
Ketika Pergumulan datang dan rasa khawatir memenuhi hati dan pikiran kita, biarlah kita belajar untuk mengarahkan hati dan pikiran kita kepada Tuhan dan menantikan pertolongan-Nya. …Carilah dahulu kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu.” (Mat 6:33)
Mungkin profesi ini dianggap biasa dalam kondisi
yang biasa. Namun kehadirannya seringkali baru
kita hargai ketika kita ada dalam kondisi luar biasa.
Apa sih yang berubah dari pemahaman kita tentang ibadah dengan kita melakukan ibadah online seperti ini?
Sehari saja gak ngemil? Apa yang terjadi yah?
Apalagi di masa-masa pandemi korona seperti ini, pasti banyak ngemilnya kan?