View Details
- TIPS JITU MEMILIH SUAMI / PEMIMPIN KEHIDUPANKajian WanitaKitab Al Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan berdzikirApabila hati telah dikerumuni oleh karat dan menjadi hitam serta ditutupi oleh kegelapan, maka akan rusaklah pandangan dan pemahamannya sehingga ia tidak akan menerima kebenaran dan tidak mengingkari kebathilan. Inilah hukuman terberat bagi hati. Sumbernya adalah kelalaian dan mengikuti hawa nafsu karena keduanya (lalai dan mengikuti hawa nafsu) akan menghapus cahaya hati dan membutakan penglihatannya.
View Details
- BELUM BISA MENCINTAI IBU, HARUS BAGAIMANA?Riyaadhush ShaalihiinTanya Jawab
View Details
- DUA SIFAT PALING BURUK DALAM DIRI MANUSIATadzkiratus saami'Ustadz Muhammad Nuzul DzikriAkhlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berakhlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- BOLEHKAH TIDAK MEMAAFKAN KESALAHANNYA?Riyaadhush ShaalihiinTanya Jawab
View Details
- SAYA TAKUT DIUJI OLEH ALLAH ﷻRiyaadhush ShaalihiinTanya Jawab
View Details
- MENGAPA AKU SUKA SALAH PAHAMKajian WanitaKitab Al Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan berdzikirApabila hati telah dikerumuni oleh karat dan menjadi hitam serta ditutupi oleh kegelapan, maka akan rusaklah pandangan dan pemahamannya sehingga ia tidak akan menerima kebenaran dan tidak mengingkari kebathilan. Inilah hukuman terberat bagi hati. Sumbernya adalah kelalaian dan mengikuti hawa nafsu karena keduanya (lalai dan mengikuti hawa nafsu) akan menghapus cahaya hati dan membutakan penglihatannya.
View Details
- OBAT UNTUK IBU YANG SEDANG SAKITTanya JawabRiyaadhush Shaalihiin
View Details
- PENCURI-PENCURI KESABARANTadzkiratus saami'Ustadz Muhammad Nuzul DzikriAkhlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berakhlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- AKU TIDAK MENCINTAI AYAHKUTanya JawabRiyaadhush ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhakdisembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu Rasulullah,maka Allah mengharamkan neraka
View Details
Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhakdisembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu Rasulullah,maka Allah mengharamkan neraka
View Details
Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhakdisembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu Rasulullah,maka Allah mengharamkan neraka
View Details
281.Kajian WanitaKitab Al Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan berdzikirHati bisa berkarat karena dua hal: kelalaian dan dosa-dosa. Pembersihnya juga ada dua: istighfar dan dzikir. Siapa yang lalainya lebih banyak maka karatnya akan menutupi hatinya, dan karatnya itu sesuai dengan kelalaiannya. Apabila hati berkarat, segala sesuatu tidak akan menjadi jelas sehingga ia melihat kebathilan sebagai sebuah kebenaran dan kebenaran sebagai sebuah kebathilan. Sebab, ketika hati dikerumuni oleh karat, menjadi gelaplah hati itu dan hakikat dari sesuatu tidak nampak baginya sebagaimana aslinya.Apabila hati telah dikerumuni oleh karat dan menjadi hitam serta ditutupi oleh kegelapan, maka akan rusaklah pandangan dan pemahamannya sehingga ia tidak akan menerima kebenaran dan tidak mengingkari kebathilan. Inilah hukuman terberat bagi hati. Sumbernya adalah kelalaian dan mengikuti hawa nafsu karena keduanya (lalai dan mengikuti hawa nafsu) akan menghapus cahaya hati dan membutakan penglihatannya.
View Details
- TIPS MENGHADAPI KONDISI YANG BERATTanya JawabRiyaadhush ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KAPAN HARUS BERHENTI MENGEJAR MIMPI?Tanya JawabRiyaadhush ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- CARA ALLAH MENGUATKAN KESABARAN KITATadzkiratus saami'Ustadz Muhammad Nuzul DzikriAkhlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berakhlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- UTANG ISTRI, TANGGUNG JAWAB SUAMI?Tanya JawabRiyaadhush Shaalihiin
View Details
Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhakdisembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu Rasulullah,maka Allah mengharamkan neraka
View Details
Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhakdisembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu Rasulullah,maka Allah mengharamkan neraka
View Details
Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhakdisembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu Rasulullah,maka Allah mengharamkan neraka
View Details
Riyaadhush ShaalihiinTanya jawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- BOLEHKAH AKU MENGELUH KEPADA ALLAHRiyaadhush ShaalihiinTanya Jawab
View Details
- SABAR ITU BERAT, TIDAK SABAR...Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alimUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- BOLEHKAH MENDOAKAN HIDAYAH UNTUK MEREKA?Riyaadhush ShaalihiinTanya Jawab
View Details
- AKU INGIN MASUK SURGA FIRDAUSTanya JawabRiyaadhush Shaalihiin
View Details
TIPS MENJADI ORANG KAYAKhutbah JumatMasjid Nur SalmaMenara Centennial Jakarta
View Details
Barang siapa bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhakdisembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu Rasulullah,maka Allah mengharamkan neraka
View Details
- JAGALAH CAHAYA HATIMUKajian WanitaKitab Al Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan berdzikirHati bisa berkarat karena dua hal: kelalaian dan dosa-dosa. Pembersihnya juga ada dua: istighfar dan dzikir. Siapa yang lalainya lebih banyak maka karatnya akan menutupi hatinya, dan karatnya itu sesuai dengan kelalaiannya. Apabila hati berkarat, segala sesuatu tidak akan menjadi jelas sehingga ia melihat kebathilan sebagai sebuah kebenaran dan kebenaran sebagai sebuah kebathilan. Sebab, ketika hati dikerumuni oleh karat, menjadi gelaplah hati itu dan hakikat dari sesuatu tidak nampak baginya sebagaimana aslinya.Apabila hati telah dikerumuni oleh karat dan menjadi hitam serta ditutupi oleh kegelapan, maka akan rusaklah pandangan dan pemahamannya sehingga ia tidak akan menerima kebenaran dan tidak mengingkari kebathilan. Inilah hukuman terberat bagi hati. Sumbernya adalah kelalaian dan mengikuti hawa nafsu karena keduanya (lalai dan mengikuti hawa nafsu) akan menghapus cahaya hati dan membutakan penglihatannya.
View Details
- KALA ISTRI TAK LAGI MENGHORMATI SUAMITanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KETIKA HATI TIDAK LAGI BERGETARTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SAAT KITA KEHILANGAN SEBUAH NIKMATTadzkiratus saami' Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KETIKA HATI TIDAK LAGI BERGETARTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MEREKA TAHU TAPI MEREKA MENOLAK Riyaadhush ShaalihiinBab 51 | HarapanQS. Thaha: 48Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,إِنَّا قَدْ أُوحِىَ إِلَيْنَآ أَنَّ ٱلْعَذَابَ عَلَىٰ مَن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰSesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling. (QS. Thaha: 48)
View Details
TIDAK BERPALINGRiyaadhush ShaalihiinBab 51 | HarapanQS. Thaha: 48Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,إِنَّا قَدْ أُوحِىَ إِلَيْنَآ أَنَّ ٱلْعَذَابَ عَلَىٰ مَن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰSesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa siksa itu (ditimpakan) atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling. (QS. Thaha: 48)
View Details
- HARAPAN DI BALIK ANCAMAN-NYARiyaadhus ShaalihiinBab 51 | HarapanQS. Saba’: 17Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,ذَٰلِكَ جَزَيْنَٰهُم بِمَا كَفَرُوا۟ ۖ وَهَلْ نُجَٰزِىٓ إِلَّا ٱلْكَفُورَDemikianlah Kami memberi balasan kepada mereka karena kekafiran mereka. Dan Kami tidak menjatuhkan azab (yang demikian itu), melainkan hanya kepada orang-orang yang sangat kafir. (QS. Saba’: 17)
View Details
- BOLEHKAH ISTIKHARAH BERULANG-ULANG?Tanya JawabRiyaadhus Shaalihiin
View Details
- CARA MENGHILANGKAN KARAT HATIMUKajian WanitaKitab Al Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan berdzikirTidak diragukan bahwa hati itu bisa berkarat sebagaimana timah dan perak berkarat, dan pembersihnya adalah dzikir, karena sesungguhnya dzikir itu akan membersihkannya hingga seperti cermin yang putih bersih. Apabila dzikir ditinggalkan, hati pun akan berkarat; dan apabila berdzikir, hati pun akan bersih dari karatnya.Hati bisa berkarat karena dua hal: kelalaian dan dosa-dosa. Pembersihnya juga ada dua: istighfar dan dzikir. Siapa yang lalainya lebih banyak maka karatnya akan menutupi hatinya, dan karatnya itu sesuai dengan kelalaiannya. Apabila hati berkarat, segala sesuatu tidak akan menjadi jelas sehingga ia melihat kebathilan sebagai sebuah kebenaran dan kebenaran sebagai sebuah kebathilan. Sebab, ketika hati dikerumuni oleh karat, menjadi gelaplah hati itu dan hakikat dari sesuatu tidak nampak baginya sebagaimana aslinya.
View Details
- MAU MENIKAH, MESTIKAH SETARA?Riyaadhush ShaalihiinTanya Jawab
View Details
Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar: 53)
View Details
- 4 TINGKATAN ORANG YANG BERSABARTadzkiratus saami' Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar: 53)
View Details
Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar: 53)
View Details
- TERNYATA HATI KITA BISA BERKARATKajian WanitaKitab Al Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan berdzikirTidak diragukan bahwa hati itu bisa berkarat sebagaimana timah dan perak berkarat, dan pembersihnya adalah dzikir, karena sesungguhnya dzikir itu akan membersihkannya hingga seperti cermin yang putih bersih. Apabila dzikir ditinggalkan, hati pun akan berkarat; dan apabila berdzikir, hati pun akan bersih dari karatnya.
View Details
Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar: 53)
View Details
- BENARKAH JALAN KE SURGA TIDAK MULUS?Tanya JawabRiyaadhush Shaalihiin
View Details
- BESARNYA DOSA BERZINA DENGAN TETANGGARiyaadhush ShaalihiinTanya Jawab
View Details
- DUA SIFAT UNTUK MENGHADAPI UJIAN KEHIDUPANTadzkiratus saami' Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SAAT HATI MERASA KOSONGTanya JawabRiyaadhush Shaalihiin
View Details
Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar: 53)
View Details
Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar: 53)
View Details
- DUA RASA YANG HARUS ADARiyaadhush ShaalihiinBab 51 | Harap
View Details
- KEDUA SAYAP BURUNGRiyaadhush ShaalihiinBab 51| Harapan
View Details
Segala sesuatu itu memiliki pembersih, dan pembersih hati adalah dzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala .
View Details
- CARA MENDAPATKAN RASA AMAN DI AKHIRATRiyaadhush ShaalihiinBab 50 | Takut (kepada Allah)
View Details
BERHAJIKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- AKU BERANI TAPI TAKUTRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
- AGAR SAYA TOTALITAS DALAM BERAMALRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
- SEDIA PAYUNG SEBELUM HUJANRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
- APAKAH SAYA SUDAH MENJAGA AMANAH INI? Riyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
- RESEP KESUKSESAN PARA NABI Riyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
Aku pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ 'Amal apa yang paling Allah cintai dan paling utama?' Beliau ﷺ menjawab: أَنْ تَمُوْتَ وَلِسَانُكَ رَطْبُ مِنْ ذِكْرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ.'Engkau meninggal dunia, sementara lisanmu senantiasa basah karena dzikir kepada Allah '.
View Details
- JANGAN SETENGAH-SETENGAHRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
- AGAR AKU BISA MENGEMBAN TANGGUNG JAWABRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
- PENGONTROL JALAN HIDUPKURiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
SEPERTI BAYI YANG BARU LAHIRKhutbah JumatMasjid Nur SalmaCentennial TowerUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
PERBAIKIRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
- BUAH DARI RASA TAKUTRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
- PEMIMPIN ORANG-ORANG YANG TAKUT KEPADA ALLAH ﷻRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
KEISTIMEWAAN RASA TAKUT KEPADA ALLAHﷻRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
- PARADOKS RASA TAKUTRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
- LEMBUTKAN HATIMURiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
- PEMADAM API SYAHWATRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
- BUKTI KEIMANAN SESEORANGRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
- KUNCI RASA AMAN = RASA TAKUTRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
- KUNCI SUKSES YANG HARUS DITANAMKAN DALAM DIRI SEORANG MUKMINRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (Kepada Allah)Kesimpulan Bab
View Details
- KENAPA SAYA SUKA JATUH DALAM KEMAKSIATAN? Riyaadhush ShaalihiinKesimpulan Bab
View Details
SIFAT ALLAH ﷻRiyaadhush ShaalihiinBAB 50 | Kesimpulan Bab
View Details
- SATU KUNCI TOTALITAS DALAM IBADAHRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (kepada Allah)Penutup
View Details
- TAKUT TAPI TENANGRiyaadhus ShaalihiinBab 50 | Takut (kepada Allah)Penutup
View Details
MENYELAMI KEINDAHAN BERTAKBIRKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Muttafaq alaih.غُرْلاً dengan ghain bertitik, yakni, belum disunat.
View Details
Muttafaq alaih.غُرْلاً dengan ghain bertitik, yakni, belum disunat.
View Details
AMALAN-AMALAN TERBAIK DI 10 HARI AWAL DZULHIJJAHKajian WanitaUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Muttafaq alaih.غُرْلاً dengan ghain bertitik, yakni, belum disunat.
View Details
(HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, Hadits hasan)
View Details
- KUNCI MENIKMATI RUMAH TANGGATanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
KEAJAIBAN IBADAH HAJIKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SOLUSI MENGUBUR TRAUMARiyaadhush Shaalihiin Tanya Jawab
View Details
أَدْلَجَ adalah berangkat di awal malam, maksudnya adalah bersemangat dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah. Wallahu a 'lam
View Details
Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan me-nyebut Nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)
View Details
- SAAT KEGAGALAN TERUS MENIMPARiyaadhush ShaalihiinTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- INILAH SEPARUH IMAN MUTadzkiratus saami' Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
SIAPKAN JAWABAN YANG BENARKhutbah JumatMasjid Nurul Iman Blok M SquareUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
, dan tiadalah baginya bahagian (yang menyenangkan) di akhirat. (QS. Al-Baqarah: 200)Pada ayat-ayat ini terdapat perintah untuk memperbanyak dzikir, bersungguh-sungguh dengannya karena besarnya kebutuhan setiap hamba kepadanya dan tidak merasa cukup darinya meski sekejap mata sekalipun. Setiap detik yang kosong dari berdzikir ke-pada Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah kerugian baginya, bukan keuntungan; dan kerugiannya karena tidak berdzikir itu lebih besar daripada ke-untungannya karena lalainya ia dari Allah Ta'ala.
View Details
- SAYA DI-PHK KELUARGA SAYA MAKAN APA? Riyaadhush ShaalihiinBab 50 | Hadits ke-412Tanya Jawab
View Details
- DUA KUNCI KESABARANTadzkiratus saami'Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan me-nyebut Nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)
View Details
KUNCI MERAIHNYA Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
SAHABAT-SAHABAT BESAR_Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan me-nyebut Nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)
View Details
- HUKUM MEMUKUL ANAKTanya JawabRiyaadhush Shaalihiin
View Details
- KEBERKAHAN DATANG KE KAJIANRiyaadhush ShaalihiinTanya Jawab
View Details
Wahai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan me-nyebut Nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya.” (QS. Al-Ahzab: 41)
View Details
- KECANDUAN AMAL SHALIH, MUNGKINKAH?Tanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SEMANGAT RAMADHAN YANG HILANG KALA SYAWALTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
APAKAH SPIRIT IBADAH ITU MASIH ADA?kajian TematikUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- TIDAK BOLEH MERENDAHKAN DIRI SENDIRITanya JawabRiyaadhush Shaalihiin
View Details
NIKMAT TERBESAR DI IDULFITRIKhutbah Idulfitri 1447H21 Maret 2026Hallf PakubuwonoKebayoran BaruJakarta SelatanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JANGAN BERSANTAI, RAMADHAN BELUM USAIRiyaadhus ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- TUTUPLAH RAMADHAN INI DENGAN HUSNUL KHATIMAHSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- HARAPAN DI AKHIR RAMADHANSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SIAPA YANG LEBIH CERDAS: KITA ATAU KUDA PACU?Serial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul
View Details
TERNYATA KITA HAMBA-NYA YANG TERPILIHKajian DisabilitasUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PANTASKAH KITA SETENGAH2 DALAM MENCARI LAILATUL QADAR?Serial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- UNTUK SETIAP WANITA YANG SIBUK DI 10 MALAM TERAKHIRKajian WanitaKitab Al-Wabilush ShayyibAllah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَٱثْبُتُوا۟ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَHai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (QS. Al-Anfal: 45)
View Details
ORANG TUATanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- APAKAH DOSAKU DIAMPUNI ALLAH ﷻRiyaadhush ShaalihiinTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
OBAT NGANTUK DI 10 MALAM TERAKHIRKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- POTRET SESEPUH DALAM QIYAMUL LAILSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- CIRI AHLI AKHIRATRiyaadhus ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- BAGIMU YANG MULAI LELAH DI MALAM-MALAM INISerial RamadhanUst Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MENGAPA KITA BERBEDA DENGAN RASULULLAH ﷺRiyaadhus ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SUDAHKAH KITA RASAKAN KENIKMATAN QIYAMUL LAIL?Serial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- EMPAT TINGKATAN QIYAM LAYLATUL QADRSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
MERASA TIDAK DIMENGERTIKajian Teman Tuli Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Hadits ini merupakan solusi dari perbedaan keutamaan antara orang yang berdzikir dan orang yang berjihad. Sesungguhnya orang yang berdzikir dalam keadaan berjihad lebih utama daripada orang yang berdzikir tetapi tidak berjihad, dan orang yang berjihad tetapi lalai (dari berdzikir). Sedangkan orang yang berdzikir tetapi tidak berjihad masih lebih utama daripada orang yang berjihad tetapi ia lalai dari (mengingat) Allah Ta'ala. Sehingga yang paling utama dari orang-orang yang berdzikir adalah mereka yang berjihad; dan yang paling utama dari orang-orang yang berjihad adalah mereka yang berdzikir.
View Details
- AZAB NERAKA ITU BERBEDA-BEDARiyaadhus ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PENGHALANG KEBAIKAN TERBESAR Serial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DAMPAK DARI ORANG TUA YANG TIDAK PERFORMRiyaadhush ShaalihiinTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- ISTRI HILANG KEPERCAYAAN KARENA AKU SELINGKUHTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
KEGAGALAN DALAM MERAIH LAILATUL QADRKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- BANDINGKAN IBADAHMU DENGAN NIKMAT ALLAHSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- TANDA TINGGINYA ILMU SESEORANGSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
kematian, fitnah Dajjal) اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ‘ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABIL QOBRI, WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAAL’ Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal
View Details
- TERNYATA KITA TERBELENGGUSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SALAH SATU SIFAT NAFSUSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JANGAN SEPERTI YANG MABUK CINTASerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SEBUAH FAKTA DARI RASA MALASSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Serial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DNA JALAN KEMULIAANSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JALAN KESUKSESANKajian Serial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MENJADI WANITA TERBAIK PADA SAAT PUASAKajian WanitaUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KAJIAN SERIAL RAMADHANSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KEBAHAGIAAN DENGAN BERKHALWAT BERSAMA ALLAH ﷻSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MERAIH KELEZATAN DUNIASerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MEMPERBANYAK BACAAN AL-QURAN ATAU MENTADABBURINYARiyaadhush ShaalihiinTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KAPAN WAKTUNYA KITA SADAR?Serial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SABAR SETELAH SELESAI BERIBADAHTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- SALAHKAH AKU MENJAGA JARAK DARI ORANG TUA?Riyaadhush ShaalihiinTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JALAN HIDUP ORANG YANG BERJIWA BESARSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- APAKAH BOLEH IKUT BUKBER?Riyaadhus ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul DzikriTanya Jawab
View Details
- KUNCI MENIKMATI HIDUPSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
(Muttafaq 'alaih)DOA AGAR DIKOKOHKAN HATI DI ATAS AGAMA ISLAMيَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ“Ya muqollibal quluub tsabbit qolbi ‘alaa diinik (Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu).”
View Details
- TIPS MENCEGAH BUNUH DIRIRiyaadhush ShaalihiinTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SIAPA YANG BOLEH MEMINTA SURGA FIRDAUS?Riyaadhush ShaalihiinTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- INGIN RASANYA BERIBADAH BERSAMA AYAHRiyaadhush ShaalihiinTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SAAT SUAMI TIDAK SESUAI EKSPEKTASIUstadz Muhammad Nuzul DzikriRiyaadhsush ShaalihiinTanya Jawab
View Details
- ANAK SAMBUNGKU SUKA MEMBANDING-BANDINGKANKU DENGAN IBUNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
- KAIDAH PENTING PADA SAAT BERIBADAHTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
RAHASIA PEMANASAN PARA ULAMA SEBELUM RAMADHANKhutbah Jumat6 Februari 2026Masjid Nur SalmaMenara Centennial
View Details
Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil.
View Details
- DIRANGKUL JANGAN DIJAUHIRiyaadhush ShaalihiinTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- YANG HARUS ANDA LAKUKAN SEBELUM BERIBADAHTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- SUAMI TAK BERI NAFKAH, ISTRI TERJERAT RIBARiyaadhush ShaalihiinTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil.
View Details
- AKU INGIN MENCINTAI AYAH, HARUS BAGAIMANARiyaadhush ShaalihiinTanya JawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MENYIKAPI SUAMI YANG SEPERTI ROLLER COASTERRiyaadhush ShaalihiinTanya Jawab
View Details
PERSIAPAN MENYAMBUT RAMADHANKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
KEISTIMEWAAN BULAN SYA’BANKhutbah Jumat23 Januari 2026Masjid BaitusysyifaRSUD Pasar Minggu
View Details
KETIKA DIPUJIRiyaadhush ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul DzikriTanya Jawab
View Details
- PARAMETERNYA ADALAH AKHIR KEHIDUPAN KITARiyaadhus ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DUA POLA KEHIDUPAN YANG SERING TERLUPAKANRiyaadhus Shaalihiin Hadits ke-401 | Hadits Ibnu Mas'ud Radhialahu 'anhu
View Details
Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil.
View Details
Riyaadhush Shaalihiin Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SEDIHNYA IBU SAAT KEHILANGAN ANAKRiyaadhus Shaalihiin Tanya Jawab
View Details
- SAAT ANAK TAHU AYAHNYA SELINGKUHRiyaadhus Shaalihiin Tanya Jawab
View Details
- DI ANTARA SIFAT WANITA PENGHUNI SURGARiyaadhus Shaalihiin Tanya Jawab
View Details
SABARTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- YA ALLAH ﷻ , AKU RINDU BERPUASA RAMADHANRiyaadhus Shaalihiin Tanya Jawab
View Details
- STABILNYA KEHIDUPAN ORANG BERIMANRiyaadhus Shaalihiin Hadits ke-401 | Hadits Ibnu Mas'ud Radhialahu 'anhu
View Details
- JADIKAN KESEDIHAN SEBAGAI IBADAHRiyaadhus Shaalihiin Hadits ke-401 | Hadits Ibnuu Mas'ud Radhialahu 'anhu
View Details
- SALAH SATU KUNCI KEBAHAGIAANRiyaadhus ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil.
View Details
- SAAT ANAK GADIS TIDAK MAU DIATURRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- EMPAT PAGAR SABAR DI TENGAH KENIKMATANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- BUATLAH MEREKA TERTAWA, SEBAGAIMANA MEREKA MENANGISRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- AYAH LALAI, AKHIRNYA ANAK JADI KORBANRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
Rasulullah ﷺ , menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang jujur dan dipercaya, 'Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk setetes air, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. Kemudian diutuslah satu malaikat, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya, dan dia diperintahkan dengan empat kalimat; menulis rizki-nya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia orang celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang haq selainNya, sesungguhnya…
View Details
Rasulullah ﷺ , menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang jujur dan dipercaya, 'Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk setetes air, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. Kemudian diutuslah satu malaikat, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya, dan dia diperintahkan dengan empat kalimat; menulis rizki-nya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia orang celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang haq selainNya, sesungguhnya…
View Details
Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil.
View Details
Rasulullah ﷺ , menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang jujur dan dipercaya, 'Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk setetes air, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. Kemudian diutuslah satu malaikat, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya, dan dia diperintahkan dengan empat kalimat; menulis rizki-nya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia orang celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang haq selainNya, sesungguhnya…
View Details
Rasulullah ﷺ , menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang jujur dan dipercaya, 'Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk setetes air, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. Kemudian diutuslah satu malaikat, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya, dan dia diperintahkan dengan empat kalimat; menulis rizki-nya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia orang celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang haq selainNya, sesungguhnya…
View Details
Rasulullah ﷺ , menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang jujur dan dipercaya, 'Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk setetes air, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. Kemudian diutuslah satu malaikat, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya, dan dia diperintahkan dengan empat kalimat; menulis rizki-nya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia orang celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang haq selainNya, sesungguhnya…
View Details
Rasulullah ﷺ , menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang jujur dan dipercaya, 'Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk setetes air, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. Kemudian diutuslah satu malaikat, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya, dan dia diperintahkan dengan empat kalimat; menulis rizki-nya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia orang celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang haq selainNya, sesungguhnya…
View Details
Rasulullah ﷺ , menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang jujur dan dipercaya, 'Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk setetes air, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. Kemudian diutuslah satu malaikat, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya, dan dia diperintahkan dengan empat kalimat; menulis rizki-nya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia orang celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang haq selainNya, sesungguhnya…
View Details
Rasulullah ﷺ , menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang jujur dan dipercaya, 'Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk setetes air, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. Kemudian diutuslah satu malaikat, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya, dan dia diperintahkan dengan empat kalimat; menulis rizki-nya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia orang celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang haq selainNya, sesungguhnya…
View Details
Rasulullah ﷺ , menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang jujur dan dipercaya, 'Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk setetes air, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. Kemudian diutuslah satu malaikat, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya, dan dia diperintahkan dengan empat kalimat; menulis rizki-nya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia orang celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang haq selainNya, sesungguhnya…
View Details
Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil.
View Details
- AKU HAUS AKAN FIGUR AYAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
Rasulullah ﷺ , menyampaikan kepada kami dan beliau adalah orang yang jujur dan dipercaya, 'Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim ibunya selama empat puluh hari dalam bentuk setetes air, kemudian menjadi segumpal darah selama itu pula, kemudian menjadi segumpal daging selama itu juga. Kemudian diutuslah satu malaikat, lalu malaikat itu meniupkan ruh padanya, dan dia diperintahkan dengan empat kalimat; menulis rizki-nya, ajalnya, amalnya, dan apakah dia orang celaka atau bahagia. Demi Allah yang tidak ada sesembahan yang haq selainNya, sesungguhnya…
View Details
- SUKA KEBABLASANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- BOLEHKAH MEMARAHI SESEORANG DI DEPAN UMUM?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
SAKIT MEMIKIRKANKURiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
.فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ27. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ28. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.(QS. At-Tur: 25-28)
View Details
BERTAMASYA BERSAMA KELUARGAKajian Tematik25 Desember 2025Masjid Al Kautsar – MatramanJI. Slamet Riyadi Raya No.21, RT.1/RW.4, Kebon Manggis, Matraman, Jakarta Timur⸻🚆 OPSI 1 — KRL COMMUTER LINE (PALING DEKAT)▶️ Rute Utama 1. Naik KRL Commuter Line lintas Bekasi / Cikarang 2. Turun di Stasiun Matraman 3. Dari stasiun ke masjid: • 🚶 Jalan kaki ± 7-10 menit • 🛵 Ojek online/offline ± 5 menit 4. Tiba di Masjid Al Kautsar Matraman▶️ Alternatif • Turun di Stasiun Manggarai, lalu melanjutkan dengan: • 🚎 Jaklingko Jak.86 ke arah terminal rawamangun, turun di Taman Gg. Kelor. • 🛵 Ojek online/offline ± 5 menit • Waktu tempuh ± 10–15 menit⸻🚍 OPSI 2 — TRANSJAKARTA (TRANSUM BUS)▶️ Koridor UtamaTransJakarta Koridor 5 (Ancol ↔️ Kampung Melayu) 1. Naik TransJakarta Koridor 5 2. Turun di Halte Matraman baru 3. Dari halte ke masjid: • 🚶 Jalan kaki ± 7-10 menit • 🛵 Ojek ± 5 menit 4. Tiba di Masjid Al Kautsar Matraman▶️ Dari Luar Jakarta Timur • Menuju Halte Kampung Melayu • Transit ke Koridor 5 arah Ancol • Turun di Halte Matraman baru
View Details
.فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ27. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ28. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.(QS. At-Tur: 25-28)
View Details
.فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ27. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ28. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.(QS. At-Tur: 25-28)
View Details
Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil.
View Details
.فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ27. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ28. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.(QS. At-Tur: 25-28)
View Details
- ISTRI YANG SELINGKUH, SUAMI YANG DICERAIRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- BANYAK NIKMAT = BANYAK BERSABARTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- LALAI MENGERJAKAN IBADAH SUNNAH, HARUS BAGAIMANA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
.فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ27. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ28. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.(QS. At-Tur: 25-28)
View Details
.فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ27. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ28. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.(QS. At-Tur: 25-28)
View Details
.فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ27. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ28. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.(QS. At-Tur: 25-28)
View Details
.فَمَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَوَقَىٰنَا عَذَابَ ٱلسَّمُومِ27. Maka Allah memberikan karunia kepada kami dan memelihara kami dari azab neraka.إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلُ نَدْعُوهُ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ28. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dialah yang melimpahkan kebaikan lagi Maha Penyayang.(QS. At-Tur: 25-28)
View Details
- MENGAPA IA MENDAPATKAN DUA SURGA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Ar-Rahman: 46Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِDan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.(QS. Ar-Rahman: 46)
View Details
Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil.
View Details
- AYAHKU SELALU MENYAKITI IBUKU, HARUS BAGAIMANA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- SULIT IBADAH SAAT SAKIT, HARUS BAGAIMANA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- INGIN JAGO SABAR? INI CARANYATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- INILAH CARA MENGONTROL HAWA NAFSURiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- TAKUT YANG MEMBAWA KITA KE SURGARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Ar-Rahman: 46Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِۦ جَنَّتَانِDan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga.(QS. Ar-Rahman: 46)
View Details
- SAAT MANUSIA TERLIHAT MABUKRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Al-Hajj: 1-2Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ2. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.(QS. Al-Hajj: 1-2)
View Details
- KETIKA SEMUA IBU HAMIL KEGUGURANRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Al-Hajj: 1-2Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ2. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.(QS. Al-Hajj: 1-2)
View Details
HARI KIAMATRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Al-Hajj: 1-2Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ2. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.(QS. Al-Hajj: 1-2)
View Details
Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil.
View Details
- APAKAH DOAKU DIIJABAH?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
AKAL VS HAWA NAFSUTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- MENGOBATI LUKA KARENA KELUARGARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
MEMBANTU SAUDARAMU ADALAH KEBUTUHANKhutbah JumatUstadz Muhammad Nuzul Dzikri5 Desember 2025Masjid Nur Salma - Centennial
View Details
- CARA MENGHADAPI KAKAK ADIK YANG BERTENGKARRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- KALA NALURI SEORANG IBU HILANGRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Al-Hajj: 1-2Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ2. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.(QS. Al-Hajj: 1-2)
View Details
KONDISI HARI KIAMATRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Al-Hajj: 1-2Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ2. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.(QS. Al-Hajj: 1-2)
View Details
- TAKUT DUNIA ATAU AKHIRAT?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Al-Hajj: 1-2Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ2. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.(QS. Al-Hajj: 1-2)
View Details
Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil.
View Details
- DAHSYATNYA GONCANGAN HARI KIAMATRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Al-Hajj: 1-2Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ2. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.(QS. Al-Hajj: 1-2)
View Details
- JAGA TAUHID ORANG TUA = BENTUK CINTA KITARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Al-Hajj: 1-2Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌ1. Hai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ2. (Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.(QS. Al-Hajj: 1-2)
View Details
- INGIN MURTAD KARENA PACARRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- DUA UNSUR AGAR KITA BISA SABARTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
KUNCI SOLUSI DARI SEBUAH MASALAHKhutbah JumatUstadz Muhammad Nuzul DzikriMasjid Hijau, Nurul Iman - CiracasMasjid Nur Salma - Centennial
View Details
- KAPAN TERJADI HARI KIAMAT?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- DEFINISI TAKWARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Hajj: 1-2Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ ٱلسَّاعَةِ شَىْءٌ عَظِيمٌHai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu; sesungguhnya kegoncangan hari kiamat itu adalah suatu kejadian yang sangat besar (dahsyat).يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّآ أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى ٱلنَّاسَ سُكَٰرَىٰ وَمَا هُم بِسُكَٰرَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ ٱللَّهِ شَدِيدٌ(Ingatlah) pada hari (ketika) kamu melihat kegoncangan itu, lalailah semua wanita yang menyusui anaknya dari anak yang disusuinya dan gugurlah kandungan segala wanita yang hamil, dan kamu lihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, akan tetapi azab Allah itu sangat kerasnya.(QS. Al-Hajj: 1-2)
View Details
- SAAT SEMUA HANYA MEMIKIRKAN DIRINYA SENDIRIRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil.
View Details
- SAAT ISTRI TAK SUDI BERBAGI PAHALANYARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
- MENGAPA PARA NABI MENJAUH?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
- SHALAT TIDAK SEMPURNA? SOLUSINYA SHALAT SUNNAH!Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- TIPS BERMAIN DI LEVEL TERTINGGIRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- BERSABARLAH, ALLAH ﷻ AKAN TOLONG KITATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- KENAPA ALLAH ﷻ TIDAK MENOLONG SAYARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- MENDUKUNG AKHIRAT MEREKA = CINTA YANG SESUNGGUHNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
- YANG PERTAMA KALI MENJAUH DARI AYAHNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
- SAAT OMBAK SETINGGI GUNUNG TAK MAMPU MELUNTURKAN CINTA NABI NUHRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil.
View Details
- YANG PERTAMA KALI MENJAUH DARI ANAKNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
- SAAT AYAHKU BUKAN SEORANG ROLE MODEL Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- KEWAJIBAN PEMIMPIN RUMAH TANGGARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
?Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
WAHAI PEDAGANG, JANGAN CURANGKhutbah JumatUstadz Muhammad Nuzul Dzikri14 November 2025Masjid Nurul Iman - Blok M Square
View Details
- SAAT AYAHKU BUKAN SEORANG ROLE MODEL Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- TIPS MENJADI HAMBA YANG KUATRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
- SIAPA SEBENARNYA YANG MAHA BERKUASA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
- SAAT ITU TIDAK ADA YANG BISA MENOLONG KITARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
- SAAT ITU, AKU TAK INGIN MEREKA MELIHATKURiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil.
View Details
- OPTIMIS SAAT AJAL MENJEMPUTRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- AGAR IMAN TIDAK JATUH SAAT HAIDRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya JawabSESI TANYA JAWABSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di wa.me/6281299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDi antara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz beserta keluarga.( Mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Adapun Materi kajian yang sedang kita bahas adalah:“Rasa takut kepada Allah -Ta’ala-”Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.——-Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah- di:YouTubewww.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audioradio.muhajirproject.com/
View Details
- SABAR TAPI BISA MASUK NERAKA? KOK BISA?Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
KUNCI SUKSES DARI UMAR BIN ABDUL AZIZKhutbah JumatUstadz Muhammad Nuzul Dzikri7 November 2025Masjid Nur Salma - Centennial
View Details
- AKU YANG NAFKAHI, AKU YANG DILUPAKANRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
- MENYIAPKAN KELUARGA UNTUK HARI KIAMATRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
- TAKUT DITUNTUT ORANG YANG DICINTAIRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
PERGIRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
- KALA MANUSIA LARI DARI YANG TERSAYANGRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
Aku menurut persangkaan hamba-Ku terhadap-Ku, dan Aku selalu bersamanya jika ia mengingat-Ku. Jika ia mengingat-Ku dalam dirinya, maka Aku mengingatnya dalam diri-Ku; jika ia mengingatku dalam perkumpulan, maka Aku mengingatnya dalam perkumpulan yang lebih baik daripada mereka, jika ia mendekat kepada-Ku sejengkal, maka Aku mendekat kepada-nya sehasta; jika ia mendekat kepada-Ku sehasta, maka Aku mendekat kepadanya sedepa; jika ia mendatangiku sambil berjalan, maka Aku mendatanginya sambil berlari-lari kecil.
View Details
SUAMI TIDAK BEKERJARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
- CARA LUQMAN MENGAJARKAN KESABARANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- APAKAH AKU HARUS DIRAJAM?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
- DAMPAK BURUK DARI MEMUKULI ANAK KECILRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
- KETIKA MANUSIA TULI DENGAN DUNIARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
- RASA TAKUT DI TENGAH KESENANGANRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
- SAAT KITA MENDAPATKAN DUNIARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya,وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ35. dari ibu dan bapaknya,وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ36. dari istri dan anak-anaknya.لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.(QS. Abasa: 34-37)
View Details
- SEPERTI APA SUARA SANGKAKALARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Abasa: 34-37
View Details
- SUPPORT SYSTEM KEIMANANRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
- KENALILAH DUA KEKUATAN DIRI ANDATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- SETELAH ZINA, HARUSKAH MENIKAH?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
SYARAT AGAR ALLAH ﷻ MENOLONG KITAKhutbah JumatMasjid Raya Makassar24 Oktober 2025
View Details
- INGIN BAHAGIA? ANDA HARUS TAKUTRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Ali Imran: 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفْسَهُۥ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ...Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu). (QS. Ali Imran: 28)
View Details
- PERINGATAN ALLAH ﷻ ADALAH TANDA CINTA-NYARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Ali Imran: 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفْسَهُۥ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ...Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu). (QS. Ali Imran: 28)
View Details
- SALAH SATU BENTUK KASIH SAYANG ALLAH YANG TIDAK TERDUGARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Ali Imran: 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفْسَهُۥ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ...Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu). (QS. Ali Imran: 28)
View Details
- SAAT ALLAH ﷻ MEMPERINGATKAN KITA TENTANG DIRI-NYARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Ali Imran: 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وَيُحَذِّرُكُمُ ٱللَّهُ نَفْسَهُۥ ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ ٱلْمَصِيرُ...Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali(mu). (QS. Ali Imran: 28)
View Details
Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Rabb-nya dan orang yang tidak berdzikir kepada Rabb-nya adalah seperti orang yang hidup dan orang yang mati.
View Details
TIDAK KEKAL DI NERAKARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
- KEMAKSIATAN DI KANTOR MENGGELISAHKANKURiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
- SUAMI ANCAM CERAI KARENA ISTRI GAK KERJARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
- 3 TIPS SABAR DALAM KETAATANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- NAFASNYA PENGHUNI NERAKARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Hud: 102-106Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ104. Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ105. Di kala datang hari itu, tidak ada seorangpun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),(QS. Hud: 102-106)
View Details
SUSAH BERNAFASRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Hud: 102-106Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ104. Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ105. Di kala datang hari itu, tidak ada seorangpun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),(QS. Hud: 102-106)
View Details
- HANYA MEREKA YANG BOLEH BERBICARARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Hud: 102-106Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ104. Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ105. Di kala datang hari itu, tidak ada seorangpun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),(QS. Hud: 102-106)
View Details
- HARI PEMBALASAN ITU AKAN DATANGRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Hud: 102-106Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ104. Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ105. Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),(QS. Hud: 102-106)
View Details
- WAHAI WANITA, BERIBADAHLAH, TAPI JANGAN BANYAK-BANYAKKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- INGIN MENIKAH TAPI TAK PUNYA DANARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
- INILAH SABAR YANG TERMUDAH & YANG TERBERATTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- HANYA MEREKA YANG BISA MENGAMBIL PELAJARANRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Hud: 102-106Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ104. Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ105. Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),(QS. Hud: 102-106)
View Details
- SEMUA AKAN MENGHADAPI & MENYAKSIKANNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Hud: 102-106Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ104. Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ105. Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),(QS. Hud: 102-106)
View Details
- CLUELESS SAAT DIAZAB ALLAH ﷻRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Hud: 102-106Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.Referensi: https://tafsirweb.com/3594-surat-hud-ayat-102.htmlإِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ104. Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.Referensi: https://tafsirweb.com/3596-surat-hud-ayat-104.htmlيَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ105. Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),(QS. Hud: 102-106)
View Details
Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Hud: 102-106Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.Referensi: https://tafsirweb.com/3594-surat-hud-ayat-102.htmlإِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ104. Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.Referensi: https://tafsirweb.com/3596-surat-hud-ayat-104.htmlيَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ105. Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),(QS. Hud: 102-106)
View Details
- JANGAN MEREMEHKAN AZAB ALLAHﷻRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Hud: 102-106Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.Referensi: https://tafsirweb.com/3594-surat-hud-ayat-102.htmlإِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ104. Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.Referensi: https://tafsirweb.com/3596-surat-hud-ayat-104.htmlيَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ105. Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),(QS. Hud: 102-106)
View Details
- CARA ALLAH ﷻ MENGAZABRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Hud: 102-106Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.Referensi: https://tafsirweb.com/3594-surat-hud-ayat-102.htmlإِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ104. Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.Referensi: https://tafsirweb.com/3596-surat-hud-ayat-104.htmlيَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ105. Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),(QS. Hud: 102-106)
View Details
- WANITA YANG DIRAHMATI & DIBANGGAKAN ALLAHﷻKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- ALLAH ﷻ HANYA MENUNDA, TAPI ALLAH ﷻ TIDAK LUPARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Hud: 102-106Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.Referensi: https://tafsirweb.com/3594-surat-hud-ayat-102.htmlإِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ104. Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.Referensi: https://tafsirweb.com/3596-surat-hud-ayat-104.htmlيَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ105. Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),(QS. Hud: 102-106)
View Details
- MUNGKIN KALIAN LUPA, TAPI ALLAH ﷻ AKAN BALASRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Al-Buruj: 12Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌSesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.(QS. Al-Buruj: 12)
View Details
- ALLAH ﷻ MENGANCAM ORANG YANG ZHALIMRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Hud: 102-106Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ102. Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.Referensi: https://tafsirweb.com/3594-surat-hud-ayat-102.htmlإِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ103. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ104. Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu.Referensi: https://tafsirweb.com/3596-surat-hud-ayat-104.htmlيَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ105. Di kala datang hari itu, tidak ada seorangun yang berbicara, melainkan dengan izin-Nya; maka di antara mereka ada yang celaka dan ada yang berbahagia.فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُوا۟ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ106. Adapun orang-orang yang celaka, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas (dengan merintih),(QS. Hud: 102-106)
View Details
- AZAB RABB-MU SANGAT KERASRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Al-Buruj: 12Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,إِنَّ بَطْشَ رَبِّكَ لَشَدِيدٌSesungguhnya azab Tuhanmu benar-benar keras.(QS. Al-Buruj: 12)
View Details
- JANJI ITU TENTANG RASA CINTA, HARAP & TAKUTRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Al-Baqarah: 40Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتِىَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا۟ بِعَهْدِىٓ أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّٰىَ فَٱرْهَبُونِHai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). (QS. Al-Baqarah: 40)
View Details
- TAKUT LAH KEPADA ALLAH ﷻ PADA SAAT MEMILIKI JANJIRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)QS. Al-Baqarah: 40Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱذْكُرُوا۟ نِعْمَتِىَ ٱلَّتِىٓ أَنْعَمْتُ عَلَيْكُمْ وَأَوْفُوا۟ بِعَهْدِىٓ أُوفِ بِعَهْدِكُمْ وَإِيَّٰىَ فَٱرْهَبُونِHai Bani Israil, ingatlah akan nikmat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu, dan penuhilah janjimu kepada-Ku, niscaya Aku penuhi janji-Ku kepadamu; dan hanya kepada-Ku-lah kamu harus takut (tunduk). (QS. Al-Baqarah: 40)
View Details
- PANTASKAH AKU MENDAPATKAN LAKI-LAKI YANG BAIK?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
- AGAR KUMPUL-KUMPUL KITA BERKAH WAHAI SAUDARIKUKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- CARA MENGETAHUI CALON PASANGAN TAKUT KEPADA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
- TIGA BENTUK KESABARANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- TRAUMA DITINGGAL MATI AYAH, SUAMI & ADIKRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
- OVERDOSIS BEKERJA, IBADAH TERABAIKANRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
TOTALITAS DALAM MENUNAIKAN AMANAHKhutbah JumatUstadz Muhammad Nuzul Dzikri26 September 2025
View Details
- HUBUNGAN TAKUT & CINTARiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Mukadimah
View Details
- INILAH TIGA RASA YANG WAJIB ADA SAAT IBADAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Mukadimah
View Details
- TAMBAH TAKUT, TAMBAH DEKAT Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Mukadimah
View Details
- MENJADI WANITA TERHORMAT Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- TIGA PENGGERAK HATI KEPADA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Mukadimah
View Details
QUARTER LIFE CRISISKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul DzikriMasjid Salman ITB - Bandung21 September 2025
View Details
- PEKERJAAN BARU TELAH MELALAIKANKURiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
- SALAH SATU KUNCI KEBERUNTUNGANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- SEMUA ORANG ITU BAIK?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
MOVE ONKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul DzikriDaurah Muslim Life Path - Muslim Life Fest29 AgustusICE- BSD
View Details
- AKU MENGAGUMINYA NAMUN KINI IA TELAH MENIKAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Tanya Jawab
View Details
- KUNCI MENIKMATI SETIAP IBADAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Mukadimah
View Details
- SUDAH TAHUKAH ANDA TIGA RUKUN IBADAH?Riyaadhush Shaalihiin Bab 50 | Rasa Takut (Kepada Allah ﷻ)Mukadimah
View Details
- OBAT MINDERRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
View Details
- ADAB MENASIHATI ORANGTUARiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
View Details
- AMALAN TERSUCI BAGI WANITAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- MEMILIKI ORANG TUA YANG SUKA MEMINTARiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
View Details
- SABAR BERSAMA ALLAH TA'ALATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- SALAH SATU KUNCI MENJADI ORANG BAIKRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- SYARAT YANG TERLUPAKAN UNTUK MENJADI ORANG BERTAQWARiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- JANGAN KHAWATIR, SERAHKANLAH KEPADA ALLAH ﷻRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- ALLAH ﷻ AKAN TUNJUKKAN ISI HATINYARiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- KEMUDAHAN DALAM BERINTERAKSIRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- PERTAHANAN WANITA SHALIHAH DARI GODAAN SYAITHANKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- MEMBANGUN FONDASI YANG KUATRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- AWAL DARI KEHIDUPAN YANG BAIKRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- BOLEHKAH MEMBELI BARANG BAGUS UNTUK DIRI SENDIRI?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
View Details
- SABARNYA ORANG BERIMAN VS SABARNYA ORANG MUSYRIKTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- BOLEHKAH MEMBELI BARANG BAGUS UNTUK DIRI SENDIRI?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
View Details
- KUNCI KETENANGAN DALAM MENJALIN HUBUNGANRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuDari Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu anha berkata,إِنَّ نَاساً كَانُوا يُؤْخَذُونَ بالوَحْي في عَهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وإِنَّ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ، وإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الآنَ بِما ظَهَرَ لَنَا مِنْ أَعْمَالِكُمْ ، فَمَنْ أَظْهَرَ لَنا خَيْراً ، أَمَّنَّاهُ ، وقرَّبناه وَلَيْس لنَا مِنْ سَريرَتِهِ شيءٌ ، اللَّهُ يُحاسِبُهُ في سرِيرَتِهِ ، ومَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءاً ، لَمْ نأْمنْهُ ، وَلَمْ نُصَدِّقْهُ وإِنْ قال إِنَّ سَرِيرَتَه حَسنَةٌ."Sesungguhnya beberapa orang telah dihukum berdasarkan wahyu pada masa Rasulullah ﷺ dan kini wahyu telah terputus, sesungguhnya kami menghukum kalian sekarang ini berdasarkan apa yang nampak pada kami dari amal perbuatan kalian, barangsiapa menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami melindunginya dan mendekatkannya, dan kami tidak memiliki wewenang sama sekali terhadap rahasianya, Allah-lah ﷻ yang akan menghisab rahasianya. Dan barangsiapa menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak menjamin keamanan-nya dan tidak mempercayainya, meskipun dia berkata, 'Sesungguhnya hatiku baik'. " (HR. Bukhari)
View Details
- DUA KUNCI KEBERHASILAN PEMIMPINRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuDari Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu anha berkata,إِنَّ نَاساً كَانُوا يُؤْخَذُونَ بالوَحْي في عَهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وإِنَّ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ، وإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الآنَ بِما ظَهَرَ لَنَا مِنْ أَعْمَالِكُمْ ، فَمَنْ أَظْهَرَ لَنا خَيْراً ، أَمَّنَّاهُ ، وقرَّبناه وَلَيْس لنَا مِنْ سَريرَتِهِ شيءٌ ، اللَّهُ يُحاسِبُهُ في سرِيرَتِهِ ، ومَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءاً ، لَمْ نأْمنْهُ ، وَلَمْ نُصَدِّقْهُ وإِنْ قال إِنَّ سَرِيرَتَه حَسنَةٌ."Sesungguhnya beberapa orang telah dihukum berdasarkan wahyu pada masa Rasulullah ﷺ dan kini wahyu telah terputus, sesungguhnya kami menghukum kalian sekarang ini berdasarkan apa yang nampak pada kami dari amal perbuatan kalian, barangsiapa menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami melindunginya dan mendekatkannya, dan kami tidak memiliki wewenang sama sekali terhadap rahasianya, Allah-lah ﷻ yang akan menghisab rahasianya. Dan barangsiapa menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak menjamin keamanan-nya dan tidak mempercayainya, meskipun dia berkata, 'Sesungguhnya hatiku baik'. " (HR. Bukhari)
View Details
- NASEHAT IMAM AS SYAFI’I TENTANG LEADERSHIPRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuDari Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu anha berkata,إِنَّ نَاساً كَانُوا يُؤْخَذُونَ بالوَحْي في عَهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وإِنَّ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ، وإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الآنَ بِما ظَهَرَ لَنَا مِنْ أَعْمَالِكُمْ ، فَمَنْ أَظْهَرَ لَنا خَيْراً ، أَمَّنَّاهُ ، وقرَّبناه وَلَيْس لنَا مِنْ سَريرَتِهِ شيءٌ ، اللَّهُ يُحاسِبُهُ في سرِيرَتِهِ ، ومَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءاً ، لَمْ نأْمنْهُ ، وَلَمْ نُصَدِّقْهُ وإِنْ قال إِنَّ سَرِيرَتَه حَسنَةٌ."Sesungguhnya beberapa orang telah dihukum berdasarkan wahyu pada masa Rasulullah ﷺ dan kini wahyu telah terputus, sesungguhnya kami menghukum kalian sekarang ini berdasarkan apa yang nampak pada kami dari amal perbuatan kalian, barangsiapa menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami melindunginya dan mendekatkannya, dan kami tidak memiliki wewenang sama sekali terhadap rahasianya, Allah-lah ﷻ yang akan menghisab rahasianya. Dan barangsiapa menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak menjamin keamanan-nya dan tidak mempercayainya, meskipun dia berkata, 'Sesungguhnya hatiku baik'. " (HR. Bukhari)
View Details
- BENTENG TERBAIK DALAM MENGHADAPI SYAITHANKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- MENYADARI KELEMAHAN DIRI & MENGAKUI KEKUATAN ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuDari Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu anha berkata,إِنَّ نَاساً كَانُوا يُؤْخَذُونَ بالوَحْي في عَهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وإِنَّ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ، وإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الآنَ بِما ظَهَرَ لَنَا مِنْ أَعْمَالِكُمْ ، فَمَنْ أَظْهَرَ لَنا خَيْراً ، أَمَّنَّاهُ ، وقرَّبناه وَلَيْس لنَا مِنْ سَريرَتِهِ شيءٌ ، اللَّهُ يُحاسِبُهُ في سرِيرَتِهِ ، ومَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءاً ، لَمْ نأْمنْهُ ، وَلَمْ نُصَدِّقْهُ وإِنْ قال إِنَّ سَرِيرَتَه حَسنَةٌ."Sesungguhnya beberapa orang telah dihukum berdasarkan wahyu pada masa Rasulullah ﷺ dan kini wahyu telah terputus, sesungguhnya kami menghukum kalian sekarang ini berdasarkan apa yang nampak pada kami dari amal perbuatan kalian, barangsiapa menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami melindunginya dan mendekatkannya, dan kami tidak memiliki wewenang sama sekali terhadap rahasianya, Allah-lah ﷻ yang akan menghisab rahasianya. Dan barangsiapa menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak menjamin keamanan-nya dan tidak mempercayainya, meskipun dia berkata, 'Sesungguhnya hatiku baik'. " (HR. Bukhari)
View Details
- KUNCI KETENANGAN DI SITUASI SULITRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuTanya Jawab
View Details
- DAMPAK BURUK MAKSIAT DI DUNIARiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuTanya Jawab
View Details
- KETIKA LISAN ANAKKU MENYAKITIKURiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuTanya Jawab
View Details
- DUA HAL TERPENTING DALAM KEPEMIMPINANRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuDari Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu anha berkata,إِنَّ نَاساً كَانُوا يُؤْخَذُونَ بالوَحْي في عَهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وإِنَّ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ، وإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الآنَ بِما ظَهَرَ لَنَا مِنْ أَعْمَالِكُمْ ، فَمَنْ أَظْهَرَ لَنا خَيْراً ، أَمَّنَّاهُ ، وقرَّبناه وَلَيْس لنَا مِنْ سَريرَتِهِ شيءٌ ، اللَّهُ يُحاسِبُهُ في سرِيرَتِهِ ، ومَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءاً ، لَمْ نأْمنْهُ ، وَلَمْ نُصَدِّقْهُ وإِنْ قال إِنَّ سَرِيرَتَه حَسنَةٌ."Sesungguhnya beberapa orang telah dihukum berdasarkan wahyu pada masa Rasulullah ﷺ dan kini wahyu telah terputus, sesungguhnya kami menghukum kalian sekarang ini berdasarkan apa yang nampak pada kami dari amal perbuatan kalian, barangsiapa menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami melindunginya dan mendekatkannya, dan kami tidak memiliki wewenang sama sekali terhadap rahasianya, Allah-lah ﷻ yang akan menghisab rahasianya. Dan barangsiapa menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak menjamin keamanan-nya dan tidak mempercayainya, meskipun dia berkata, 'Sesungguhnya hatiku baik'. " (HR. Bukhari)
View Details
- MANUSIA HIDUP DENGAN 2 HALRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuDari Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu anha berkata,إِنَّ نَاساً كَانُوا يُؤْخَذُونَ بالوَحْي في عَهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وإِنَّ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ، وإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الآنَ بِما ظَهَرَ لَنَا مِنْ أَعْمَالِكُمْ ، فَمَنْ أَظْهَرَ لَنا خَيْراً ، أَمَّنَّاهُ ، وقرَّبناه وَلَيْس لنَا مِنْ سَريرَتِهِ شيءٌ ، اللَّهُ يُحاسِبُهُ في سرِيرَتِهِ ، ومَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءاً ، لَمْ نأْمنْهُ ، وَلَمْ نُصَدِّقْهُ وإِنْ قال إِنَّ سَرِيرَتَه حَسنَةٌ."Sesungguhnya beberapa orang telah dihukum berdasarkan wahyu pada masa Rasulullah ﷺ dan kini wahyu telah terputus, sesungguhnya kami menghukum kalian sekarang ini berdasarkan apa yang nampak pada kami dari amal perbuatan kalian, barangsiapa menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami melindunginya dan mendekatkannya, dan kami tidak memiliki wewenang sama sekali terhadap rahasianya, Allah-lah ﷻ yang akan menghisab rahasianya. Dan barangsiapa menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak menjamin keamanan-nya dan tidak mempercayainya, meskipun dia berkata, 'Sesungguhnya hatiku baik'. " (HR. Bukhari)
View Details
- PENTINGNYA SKILL KOMUNIKASI SEORANG PEMIMPINRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuDari Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu anha berkata,إِنَّ نَاساً كَانُوا يُؤْخَذُونَ بالوَحْي في عَهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وإِنَّ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ، وإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الآنَ بِما ظَهَرَ لَنَا مِنْ أَعْمَالِكُمْ ، فَمَنْ أَظْهَرَ لَنا خَيْراً ، أَمَّنَّاهُ ، وقرَّبناه وَلَيْس لنَا مِنْ سَريرَتِهِ شيءٌ ، اللَّهُ يُحاسِبُهُ في سرِيرَتِهِ ، ومَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءاً ، لَمْ نأْمنْهُ ، وَلَمْ نُصَدِّقْهُ وإِنْ قال إِنَّ سَرِيرَتَه حَسنَةٌ."Sesungguhnya beberapa orang telah dihukum berdasarkan wahyu pada masa Rasulullah ﷺ dan kini wahyu telah terputus, sesungguhnya kami menghukum kalian sekarang ini berdasarkan apa yang nampak pada kami dari amal perbuatan kalian, barangsiapa menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami melindunginya dan mendekatkannya, dan kami tidak memiliki wewenang sama sekali terhadap rahasianya, Allah-lah ﷻ yang akan menghisab rahasianya. Dan barangsiapa menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak menjamin keamanan-nya dan tidak mempercayainya, meskipun dia berkata, 'Sesungguhnya hatiku baik'. " (HR. Bukhari)
View Details
- TUGAS PENTING SEORANG PEMIMPINRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuDari Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu anha berkata,إِنَّ نَاساً كَانُوا يُؤْخَذُونَ بالوَحْي في عَهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وإِنَّ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ، وإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الآنَ بِما ظَهَرَ لَنَا مِنْ أَعْمَالِكُمْ ، فَمَنْ أَظْهَرَ لَنا خَيْراً ، أَمَّنَّاهُ ، وقرَّبناه وَلَيْس لنَا مِنْ سَريرَتِهِ شيءٌ ، اللَّهُ يُحاسِبُهُ في سرِيرَتِهِ ، ومَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءاً ، لَمْ نأْمنْهُ ، وَلَمْ نُصَدِّقْهُ وإِنْ قال إِنَّ سَرِيرَتَه حَسنَةٌ."Sesungguhnya beberapa orang telah dihukum berdasarkan wahyu pada masa Rasulullah ﷺ dan kini wahyu telah terputus, sesungguhnya kami menghukum kalian sekarang ini berdasarkan apa yang nampak pada kami dari amal perbuatan kalian, barangsiapa menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami melindunginya dan mendekatkannya, dan kami tidak memiliki wewenang sama sekali terhadap rahasianya, Allah-lah ﷻ yang akan menghisab rahasianya. Dan barangsiapa menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak menjamin keamanan-nya dan tidak mempercayainya, meskipun dia berkata, 'Sesungguhnya hatiku baik'. " (HR. Bukhari)
View Details
- JANGAN JADI WANITA BERMUKA DUAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
DARI RESAH MENUJU BERKAHTabligh AkbarUstadz Muhammad Nuzul Dzikri24 Agustus 2025Masjid Ash-Shaff Emerald Bintaro - Tangerang Selatan
View Details
- DAMPAK DIDIKAN KERAS ORANG TUARiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
View Details
- BENARKAH SABAR ADA BATASNYA?Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- UJIAN MENJADI SINGLE PARENTRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuTanya Jawab
View Details
- CARA MENGECEK KEJUJURAN KITA KEPADA ALLAH ﷻRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuTanya Jawab
View Details
DOA INI AKAN MENGUBAH HARI ANDAKhutbah JumatUstadz Muhammad Nuzul DzikriMasjid Al-KautsarJl. Slamet Riyadi, Matraman, Jakartaاللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا وَرِزْقًا طَيِّبًا وَعَمَلًا مُتَقَبَّلًاALLAHUMMA INNI AS-ALUKA ILMAN NAAFI'AN WA RIZQAN THAYYIBAN WA 'AMALAN MUTAQABBALAN (Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang baik dan amal yang diterima).
View Details
- CARA MENGHUKUMI MANUSIARiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuDari Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu anha berkata,إِنَّ نَاساً كَانُوا يُؤْخَذُونَ بالوَحْي في عَهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وإِنَّ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ، وإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الآنَ بِما ظَهَرَ لَنَا مِنْ أَعْمَالِكُمْ ، فَمَنْ أَظْهَرَ لَنا خَيْراً ، أَمَّنَّاهُ ، وقرَّبناه وَلَيْس لنَا مِنْ سَريرَتِهِ شيءٌ ، اللَّهُ يُحاسِبُهُ في سرِيرَتِهِ ، ومَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءاً ، لَمْ نأْمنْهُ ، وَلَمْ نُصَدِّقْهُ وإِنْ قال إِنَّ سَرِيرَتَه حَسنَةٌ."Sesungguhnya beberapa orang telah dihukum berdasarkan wahyu pada masa Rasulullah ﷺ dan kini wahyu telah terputus, sesungguhnya kami menghukum kalian sekarang ini berdasarkan apa yang nampak pada kami dari amal perbuatan kalian, barangsiapa menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami melindunginya dan mendekatkannya, dan kami tidak memiliki wewenang sama sekali terhadap rahasianya, Allah-lah ﷻ yang akan menghisab rahasianya. Dan barangsiapa menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak menjamin keamanan-nya dan tidak mempercayainya, meskipun dia berkata, 'Sesungguhnya hatiku baik'. " (HR. Bukhari)
View Details
- BISAKAH MEMBACA ISI HATI MANUSIA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-400 | Hadits Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhuDari Abdullah bin Utbah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Umar bin Al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu anha berkata,إِنَّ نَاساً كَانُوا يُؤْخَذُونَ بالوَحْي في عَهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وإِنَّ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ، وإِنَّمَا نَأْخُذُكُمُ الآنَ بِما ظَهَرَ لَنَا مِنْ أَعْمَالِكُمْ ، فَمَنْ أَظْهَرَ لَنا خَيْراً ، أَمَّنَّاهُ ، وقرَّبناه وَلَيْس لنَا مِنْ سَريرَتِهِ شيءٌ ، اللَّهُ يُحاسِبُهُ في سرِيرَتِهِ ، ومَنْ أَظْهَرَ لَنَا سُوءاً ، لَمْ نأْمنْهُ ، وَلَمْ نُصَدِّقْهُ وإِنْ قال إِنَّ سَرِيرَتَه حَسنَةٌ."Sesungguhnya beberapa orang telah dihukum berdasarkan wahyu pada masa Rasulullah ﷺ dan kini wahyu telah terputus, sesungguhnya kami menghukum kalian sekarang ini berdasarkan apa yang nampak pada kami dari amal perbuatan kalian, barangsiapa menampakkan kebaikan kepada kami, maka kami melindunginya dan mendekatkannya, dan kami tidak memiliki wewenang sama sekali terhadap rahasianya, Allah-lah ﷻ yang akan menghisab rahasianya. Dan barangsiapa menampakkan keburukan kepada kami, maka kami tidak menjamin keamanan-nya dan tidak mempercayainya, meskipun dia berkata, 'Sesungguhnya hatiku baik'. " (HR. Bukhari)
View Details
KETIKA ALLAH ﷻ AMBIL DUA YANG DICINTAIKajian Teman NetraUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- 7 KUNCI SURGA & BAHAGIA DUNIA AKHIRATRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.'
View Details
- HIDUP TANPA UJIAN, MUNGKINKAH?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuTanya Jawab
View Details
- KUNCI MENGAJARKAN ANAK MENGERJAKAN SHALATRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuTanya Jawab
View Details
- PENYEBAB KEGAGALAN KITA DALAM BERSABARTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- KETIKA IBU CURHAT TENTANG KESALAHAN AYAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuTanya Jawab
View Details
- ANAK SPESIAL, TANDA CINTA ATAU AZAB DARI ALLAH ﷻ?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuTanya JawabDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.'
View Details
- SYARAT KETUJUH LAA ILAAHA ILLALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.'
View Details
- SYARAT KEENAM LAA ILAAHA ILLALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.'
View Details
- SYARAT KELIMA LAA ILAAHA ILLALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.'
View Details
- DIHARAMKAN MASUK NERAKA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- APA YANG KAMU TANAM ITU YANG DITUAIKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- BAGAIMANA BERDAKWAH KEPADA KELUARGA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuTanya Jawab
View Details
- SUDAHKAN BERDOA MINTA KESABARAN?Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- DOA & AMALAN UNTUK ANAK YANG SAKIT BERATRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuTanya Jawab
View Details
- KETIKA TERUS JATUH KE DOSA YANG SAMARiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuTanya Jawab
View Details
- SYARAT KEEMPAT LAA ILAAHA ILLALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- SYARAT KETIGA LAA ILAAHA ILLALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- SYARAT KEDUA LAA ILAAHA ILLALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- KEUNTUNGAN MENUTUP AIB ORANGKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- SYARAT PERTAMA LAA ILAAHA ILLALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- DARI PROBLEMATIK JADI PROBLEM SOLVERRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuTanya JawabDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- KUNCI UTAMA AGAR BISA SABARTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- BERSEDEKAH ATAS NAMA ORANG TUARiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuTanya JawabDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- DUA AMALAN PELUNAS UTANGRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuTanya JawabDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
ALLAH ﷻ AKAN HILANGKAN KEMISKINANKhutbah JumatUstadz Muhammad Nuzul DzikriMasjid Nur SalmaCentennial Tower
View Details
- TIDAK CUKUP HANYA DENGAN MENGUCAPKANNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- SEBAIK-BAIK BEKAL UNTUK KEMATIANRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- KENAPA UJIAN DATANG BERTUBI-TUBI SETELAH HIJRAH?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- KIAT JITU MENGHADAPI KEZHALIMAN SUAMIKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- SABAR ADALAH CAHAYATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- PANTASKAH AKU DICINTAI OLEH ALLAH ﷻ?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuTanya JawabDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- SAAT CALON PASANGAN SERING BERBOHONGRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya JawabDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- INILAH KUNCI SURGARiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- AGAR ALLAH -TA’ALA HARAMKAN NERAKA ATASMU Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- APAKAH ENGKAU TELAH MEMBELAH DADANYA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- KETIKA ISTRI SUSAH DINASIHATIRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- KEUTAMAAN MELAPANGKAN HUTANG ORANG LAINKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- KEDUDUKAN KALIMAT "LAA ILAAHA ILLALLAH"Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- UJIAN SUAMI TERKENA PHKRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuTanya Jawab
View Details
- BOLEHKAH MENABUNG UNTUK KEPENTINGAN DUNIA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- HAKIKAT SABAR YANG TIDAK DIKETAHUI BANYAK ORANGTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- LELAH MENJADI SANDWICH GENERATIONRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
View Details
- BOLEHKAH IRI MELIHAT TEMAN MAPAN?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
View Details
- TIPS MENJADI ORANG YANG LEMAH LEMBUTRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- TUGAS BESAR RASULULLAH ﷺ Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- EMPAT HAL YANG TIDAK DIMILIKI SEORANG MUKMINRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- SAAT RASULULLAH ﷺ MENGINGKARI TANPA MENYAKITIRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- BARU MENIKAH 2-3 BULAN SUDAH SERING BERANTEM, APA SOLUSINYA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
View Details
- SIKAPI SESAMA SEBAGAIMANA ENGKAU INGIN ALLAH ﷻ MENYIKAPIMUKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- SAAT ISTRIKU MENGACUHKANKU Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
View Details
- TIPS MENDAPATKAN MANFAAT DARI SETIAP EPISODE KEHIDUPANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- SUAMI SELINGKUH & ANAK MENINGGALRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
View Details
KITA ADALAH CONTOH DALAM KELUARGAKhutbah JumatUstadz Muhammad Nuzul DzikriMasjid Nur SalmaCentennial Tower
View Details
- KALAU KAMU KASAR MEREKA AKAN MENJAUHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- PERBEDAAN SAHABAT & ORANG MUNAFIK SAAT MELAKUKAN KESALAHANRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- PENTINGNYA MENJAGA NYAWA DALAM ISLAM Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- KUNCI MENJADI WANITA SETIA DI RUMAH TANGGAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- SUDAH TAHUKAH ANDA KEISTIMEWAAN HARI ASYURA BERIKUT INI?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada Allah
View Details
- BELUM SIAP 100% UNTUK MENIKAH, HARUS MAJU ATAU MUNDUR?1804. Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
View Details
- BAGAIMANA ALLAH MENOLONG NABI MUSATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- PENTINGNYA BERTANYA "KENAPA?"Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- BIJAK DALAM BERKOMUNIKASIRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-399 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu,أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بعثَ بعْثاً مِنَالمُسْلِمِينَ إِلى قَوْمٍ مِنَ المُشْرِكِينَ ، وَأَنَّهُمْ الْتَقَوْا ، فَكَانَ رَجُلٌ مِنَ المُشْرِكِينَ إِذا شَاءَ أَنْ يَقْصِدَ إِلى رَجُلٍ مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ لَهُ فَقَتَلَهُ ، وَأَنَّ رَجُلاً مِنَ المُسْلِمِينَ قَصَدَ غَفْلَتَهُ ، وَكُنَّا نَتَحَدَّثُ أَنَّهُ أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ فَلمَّا رَفَعَ عليه السَّيْفَ ، قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، فقَتَلَهُ ، فَجَاءَ الْبَشِيرُ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَهُ ، وأَخْبَرَهُ ، حَتَّى أَخْبَرَهُ خَبَر الرَّجُلِ كَيْفَ صنَعَ ، فَدَعَاهُ فَسَأَلَهُ ، فقال : « لِمَ قَتَلْتَهُ ؟ » فَقَالَ: يا رسولَ اللَّهِ أَوْجَعَ في المُسْلِمِينَ ، وقَتلَ فُلاناً وفُلاناً وسَمَّى له نَفراً وإِنِّي حَمَلتْ عَلَيْهِ ، فَلَمَّا رَأَى السَّيْفَ قال : لا إِله إِلاَّ اللَّهُ . قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَقَتَلْتَهُ ؟ » قال : نَعمْ ، قال : « فَكيْفَ تَصْنَعُ بلا إِله إِلاَّ اللَّهُ ، إِذا جاءَت يوْمَ القيامَةِ ؟ » قَال يا رسولَ اللَّه اسْتَغْفِرْ لي . قال : « وكيفْ تَصْنَعُ بِلا إِله إِلاَّ اللَّهُ، إِذا جاءَت يَوْمَ القِيامَةِ ؟ » فَجَعَلَ لا يَزيدُ عَلى أَنْ يَقُولَ : « كيفَ تَصْنَعُ بِلا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ إذا جاءَتْ يَوْمَ القِيامَةِ » رواه مسلم ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengirim sebuah pasukan dari kaum Muslimin menuju satu kaum dari orang-orang musyrik. Dan mereka pun saling berhadapan (berperang). Seorang laki-laki dari kaum musyrikin, tatkala dia mau mengincar seorang laki-laki dari kaum Muslimin, dia menghampirinya lalu membunuhnya, dan seorang laki-laki dari kaum Muslimin juga mengincar lalu membunuhnya. Kami berbincang-bincang bahwa dia adalah Usamah bin Zaid, di mana tatkala Usamah mengangkat pedang di atas kepalanya, dia tiba-tiba mengucapkan 'La Ilaha Illallah', namun dia tetap membunuhnya. Pembawa berita gembira datang kepada Rasulullah ﷺ beliau bertanya kepadanya, dan dia menjawabnya hingga dia menceritakan berita laki-laki tersebut bagaimana dia bertindak. Maka beliau memanggil Usamah dan bertanya, 'Mengapa kamu membunuhnya?' Dia menjawab, 'Wahai Rasulullah, dia telah merugikan kaum Muslimin. Dia membunuh fulan, fulan...' -dia menyebut nama beberapa orang- dan saya menghunuskan pedang di atas kepalanya, lalu ketika dia melihat pedang, dia berucap 'La Ilaha Illallah.' Rasulullah ﷺ bertanya, 'Apakah kamu membunuhnya?' Dia menjawab, ‘Ya.’ Beliau bersabda, ‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, mohonkanlah ampunan untukku.’ Beliau bersabda, ‘‘Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha illallah’ apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat? Maka beliau tidak lebih dari mengucapkan, 'Apa yang akan kamu lakukan dengan 'La Ilaha Illallah apabila kalimat itu datang pada Hari Kiamat?'" (HR. Muslim)
View Details
- HARUSKAH MENGECEK ISI HATINYA DULURiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-398 | Hadits Usamah bin Zaid Radhiallahu ‘anhuDari Usamah bin Zaid Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,بعثَنَا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إلى الحُرَقَةِ مِنْ جُهَيْنَةَ ، فَصَبَّحْنا الْقَوْمَ عَلى مِياهِهمْ ، وَلحِقْتُ أَنَا وَرَجُلٌ مِنَ الأَنْصَارِ رَجُلاً مِنهُمْ فَلَمَّا غَشِيناهُ قال : لا إِلهِ إلاَّ اللَّه ، فَكَفَّ عَنْهُ الأَنْصارِيُّ ، وَطَعَنْتُهُ بِرْمِحِي حَتَّى قَتَلْتُهُ ، فَلَمَّا قَدِمْنَا المَدينَةَ ، بلَغَ ذلِكَ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فقال لي : « يا أُسامةُ أَقَتَلْتَهُ بَعْدَ ما قَالَ : لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ ؟ قلتُ : يا رسولَ اللَّه إِنَّمَا كَانَ مُتَعَوِّذاً ، فَقَالَ : « أَقًتَلْتَهُ بَعْدَ مَا قَالَ لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ؟،» فَما زَالَ يُكَرِّرُهَا عَلَيَّ حَتَّى تَمنَّيْتُ أَنِّي لَمْ أَكُنْ أَسْلَمْتُ قَبْلَ ذلِكَ الْيَوْمِ . متـفقٌ عليه ."Kami diutus oleh Rasulullah ﷺ menuju marga Huraqah dari suku Juhainah, pagi hari kami menyerbu mereka di sumber mata air mereka. Saya dan seorang laki-laki dari kaum Anshar mengejar seorang dari mereka. Maka ketika kami telah mengepungnya, dia mengucapkan ‘La Ilaha illahllah’, maka laki-laki dari Anshar tadi menahan dirinya, sedangkan saya menikamnya dengan tombakku hingga saya membunuhnya. Tatkala kami sampai di Madinah, berita itu sampai kepada Nabi ﷺ, maka beliau berkata kepadaku, 'Wahai Usamah, apakah kamu membunuhnya setelah dia mengucapkan ‘La Ilaha illahllah’? Saya menjawab, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya dia mengucapkannya hanya untuk melindungi dirinya saja.’ Maka beliau mengucapkan, 'Apakah kamu membunuhnya setelah dia mengucapkan 'La Ilaha Illallah?' Beliau tidak henti-hentinya mengulang-ulang ucapan itu kepadaku, hingga saya berangan-angan seandainya saya belum masuk Islam sebelum hari itu." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KEBERKAHAN DI WAKTU PAGI Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-397 | Hadits Abu Ma'bad Al-Miqdad bin Al-Aswad Radhiallahu 'anhu,Dari Abu Ma'bad Al-Miqdad bin Al-Aswad Radhiallahu 'anhu, beliau berkata,Saya mendengar Rasulullah bersabda,قلت لرِسُولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : أَرَأَيْتَ إِنْ لَقيتُ رَجُلاً مِنَ الكُفَّارِ ، فَاقْتَتَلْنَا ، فَضَرَبَ إِحْدَى يَدَيَّ بِالسَّيْفِ ، فَقَطَعهَا ثُمَّ لاذَ مِنِّي بِشَجَرَةٍ ، فقال : أَسْلَمْتُ للَّهِ ، أَأَقْتُلُهُ يا رسولَ اللَّه بَعْدَ أَنْ قَالَها ؟ فَقَالَ : « لا تَقْتُلْهُ » ، فَقُلْتُ يا رسُولَ اللَّهِ قطعَ إِحدَى يَدَيَّ ، ثُمَّ قال ذلكَ بَعْدَما قَطعَها ؟ فقال : « لا تَقْتُلْهُ ، فِإِنْ قَتَلْتَهُ ، فَإِنَّهُ بِمنَزِلَتِكَ قَبْلَ أنْ تَقْتُلَهُ . وَإِنَّكَ بِمَنْزِلَتِهِ قَبْلَ أَنْ يَقُولَ كَلِمَتَهُ التي قال."'Saya berkata kepada Rasulullah ﷺ, 'Beritahukan kepadaku bagaimana seandainya saya bertemu dengan seseorang dari kelompok orang-orang kafir, lalu kami bertempur, dia berhasil menyabet salah satu lengan saya dengan pedangnya hingga putus, kemudian dia berlindung dariku di balik sebatang pohon, lalu dia mengucapkan 'La Ilaha Illallah', maka apakah saya boleh membunuhnya, wahai Rasulullah ﷺ, setelah dia mengucapkannya?' Maka beliau menjawab, 'Jangan engkau membunuhnya.' Saya katakan, 'Wahai Rasulullah ﷺ, dia sudah memotong salah satu tangan saya, kemudian dia mengucapkan itu setelah dia memotongnya?' Maka beliau bersabda, 'Jangan engkau membunuhnya, karena kalau kamu membunuhnya, maka sesungguhnya kedudukannya sama dengan kedudukanmu sebelum kamu membunuhnya, dan kedudukanmu seperti kedudukannya sebelum dia mengucapkan kalimat yang dia ucapkan tadi'." (Muttafaq 'alaih).
View Details
- JANGAN KAU BUNUH DIARiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-397 | Hadits Abu Ma'bad Al-Miqdad bin Al-Aswad Radhiallahu 'anhu,Dari Abu Ma'bad Al-Miqdad bin Al-Aswad Radhiallahu 'anhu, beliau berkata,Saya mendengar Rasulullah bersabda,قلت لرِسُولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : أَرَأَيْتَ إِنْ لَقيتُ رَجُلاً مِنَ الكُفَّارِ ، فَاقْتَتَلْنَا ، فَضَرَبَ إِحْدَى يَدَيَّ بِالسَّيْفِ ، فَقَطَعهَا ثُمَّ لاذَ مِنِّي بِشَجَرَةٍ ، فقال : أَسْلَمْتُ للَّهِ ، أَأَقْتُلُهُ يا رسولَ اللَّه بَعْدَ أَنْ قَالَها ؟ فَقَالَ : « لا تَقْتُلْهُ » ، فَقُلْتُ يا رسُولَ اللَّهِ قطعَ إِحدَى يَدَيَّ ، ثُمَّ قال ذلكَ بَعْدَما قَطعَها ؟ فقال : « لا تَقْتُلْهُ ، فِإِنْ قَتَلْتَهُ ، فَإِنَّهُ بِمنَزِلَتِكَ قَبْلَ أنْ تَقْتُلَهُ . وَإِنَّكَ بِمَنْزِلَتِهِ قَبْلَ أَنْ يَقُولَ كَلِمَتَهُ التي قال."'Saya berkata kepada Rasulullah ﷺ, 'Beritahukan kepadaku bagaimana seandainya saya bertemu dengan seseorang dari kelompok orang-orang kafir, lalu kami bertempur, dia berhasil menyabet salah satu lengan saya dengan pedangnya hingga putus, kemudian dia berlindung dariku di balik sebatang pohon, lalu dia mengucapkan 'La Ilaha Illallah', maka apakah saya boleh membunuhnya, wahai Rasulullah ﷺ, setelah dia mengucapkannya?' Maka beliau menjawab, 'Jangan engkau membunuhnya.' Saya katakan, 'Wahai Rasulullah ﷺ, dia sudah memotong salah satu tangan saya, kemudian dia mengucapkan itu setelah dia memotongnya?' Maka beliau bersabda, 'Jangan engkau membunuhnya, karena kalau kamu membunuhnya, maka sesungguhnya kedudukannya sama dengan kedudukanmu sebelum kamu membunuhnya, dan kedudukanmu seperti kedudukannya sebelum dia mengucapkan kalimat yang dia ucapkan tadi'." (Muttafaq 'alaih).
View Details
- PAHALA TERUS BERBUAT BAIK KEPADA SUAMIKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- KAMI TIDAK AKAN MENINGGALKAN ENGKAU WAHAI RASULULLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-397 | Hadits Abu Ma'bad Al-Miqdad bin Al-Aswad Radhiallahu 'anhu,Dari Abu Ma'bad Al-Miqdad bin Al-Aswad Radhiallahu 'anhu, beliau berkata,Saya mendengar Rasulullah bersabda,قلت لرِسُولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : أَرَأَيْتَ إِنْ لَقيتُ رَجُلاً مِنَ الكُفَّارِ ، فَاقْتَتَلْنَا ، فَضَرَبَ إِحْدَى يَدَيَّ بِالسَّيْفِ ، فَقَطَعهَا ثُمَّ لاذَ مِنِّي بِشَجَرَةٍ ، فقال : أَسْلَمْتُ للَّهِ ، أَأَقْتُلُهُ يا رسولَ اللَّه بَعْدَ أَنْ قَالَها ؟ فَقَالَ : « لا تَقْتُلْهُ » ، فَقُلْتُ يا رسُولَ اللَّهِ قطعَ إِحدَى يَدَيَّ ، ثُمَّ قال ذلكَ بَعْدَما قَطعَها ؟ فقال : « لا تَقْتُلْهُ ، فِإِنْ قَتَلْتَهُ ، فَإِنَّهُ بِمنَزِلَتِكَ قَبْلَ أنْ تَقْتُلَهُ . وَإِنَّكَ بِمَنْزِلَتِهِ قَبْلَ أَنْ يَقُولَ كَلِمَتَهُ التي قال."'Saya berkata kepada Rasulullah ﷺ, 'Beritahukan kepadaku bagaimana seandainya saya bertemu dengan seseorang dari kelompok orang-orang kafir, lalu kami bertempur, dia berhasil menyabet salah satu lengan saya dengan pedangnya hingga putus, kemudian dia berlindung dariku di balik sebatang pohon, lalu dia mengucapkan 'La Ilaha Illallah', maka apakah saya boleh membunuhnya, wahai Rasulullah ﷺ, setelah dia mengucapkannya?' Maka beliau menjawab, 'Jangan engkau membunuhnya.' Saya katakan, 'Wahai Rasulullah ﷺ, dia sudah memotong salah satu tangan saya, kemudian dia mengucapkan itu setelah dia memotongnya?' Maka beliau bersabda, 'Jangan engkau membunuhnya, karena kalau kamu membunuhnya, maka sesungguhnya kedudukannya sama dengan kedudukanmu sebelum kamu membunuhnya, dan kedudukanmu seperti kedudukannya sebelum dia mengucapkan kalimat yang dia ucapkan tadi'." (Muttafaq 'alaih).
View Details
- INGIN ANAK NURUT, BAGAIMANA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTANYA JAWAB
View Details
- “JALAN KELUAR” & “REZEKI” BAGI ORANG YANG BERTAQWATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- AKU INGIN KAYA, HARUS BAGAIMANA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
View Details
SELAYANG PANDANG AL-MIQDAD BIN ASWADRiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahHadits ke-397 | Hadits Abu Ma'bad Al-Miqdad bin Al-Aswad Radhiallahu 'anhu,Dari Abu Ma'bad Al-Miqdad bin Al-Aswad Radhiallahu 'anhu, beliau berkata,Saya mendengar Rasulullah bersabda,قلت لرِسُولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : أَرَأَيْتَ إِنْ لَقيتُ رَجُلاً مِنَ الكُفَّارِ ، فَاقْتَتَلْنَا ، فَضَرَبَ إِحْدَى يَدَيَّ بِالسَّيْفِ ، فَقَطَعهَا ثُمَّ لاذَ مِنِّي بِشَجَرَةٍ ، فقال : أَسْلَمْتُ للَّهِ ، أَأَقْتُلُهُ يا رسولَ اللَّه بَعْدَ أَنْ قَالَها ؟ فَقَالَ : « لا تَقْتُلْهُ » ، فَقُلْتُ يا رسُولَ اللَّهِ قطعَ إِحدَى يَدَيَّ ، ثُمَّ قال ذلكَ بَعْدَما قَطعَها ؟ فقال : « لا تَقْتُلْهُ ، فِإِنْ قَتَلْتَهُ ، فَإِنَّهُ بِمنَزِلَتِكَ قَبْلَ أنْ تَقْتُلَهُ . وَإِنَّكَ بِمَنْزِلَتِهِ قَبْلَ أَنْ يَقُولَ كَلِمَتَهُ التي قال."'Saya berkata kepada Rasulullah ﷺ, 'Beritahukan kepadaku bagaimana seandainya saya bertemu dengan seseorang dari kelompok orang-orang kafir, lalu kami bertempur, dia berhasil menyabet salah satu lengan saya dengan pedangnya hingga putus, kemudian dia berlindung dariku di balik sebatang pohon, lalu dia mengucapkan 'La Ilaha Illallah', maka apakah saya boleh membunuhnya, wahai Rasulullah ﷺ, setelah dia mengucapkannya?' Maka beliau menjawab, 'Jangan engkau membunuhnya.' Saya katakan, 'Wahai Rasulullah ﷺ, dia sudah memotong salah satu tangan saya, kemudian dia mengucapkan itu setelah dia memotongnya?' Maka beliau bersabda, 'Jangan engkau membunuhnya, karena kalau kamu membunuhnya, maka sesungguhnya kedudukannya sama dengan kedudukanmu sebelum kamu membunuhnya, dan kedudukanmu seperti kedudukannya sebelum dia mengucapkan kalimat yang dia ucapkan tadi'." (Muttafaq 'alaih).(HR. Bukhari & Muslim)
View Details
- MENJAGA HARTA, DARAH & KEHORMATANNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 49 | Menilai manusia sesuai apa yang nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada Allah ﷻHadits ke-396 | Hadits Abu Abdullah Thariq bin Usyaim Radhiallahu 'anhu,Dari Abu Abdullah Thariq bin Usyaim Radhiallahu 'anhu, beliau berkata,Saya mendengar Rasulullah bersabda, مَنْ قال لا إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَكَفَرَ بِما يُعْبَدُ مِنْ دُونِ اللَّهِ ، حَرُمَ مالُهُ وَدَمُهُ ، وَحِسابُهُ على اللَّه تعالى » رواه مسلم ."Barangsiapa mengucapkan 'La Ilaha Illallah', dan kufur kepada semua sesembahan selain Allah, maka haram harta dan darahnya, sedangkan hisab amalnya kembali kepada Allah." (HR. Muslim)
View Details
- YANG KITA NILAI & YANG KITA SERAHKAN KEPADA ALLAHRiyaadhus ShaalihiinBab 49 | Menilai manusia secara nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada Allah ﷻ Hadits ke-395 | Hadits Ibnu Umar -Radhiallahu anhuDari Ibnu Umar -Radhiallahu anhu Nabi ﷺ Bersabda,وعن ابن عمر رضي اللَّه عنهما ، أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « أُمِرْتُ أَنْ أُقَاتِلَ النَّاسَ حَتَّى يَشْهَدُوا أَنْ لا إِلهَ إِلاَّ اللَّه ، وَأَنَّ مُحَمَّداً رسولُ اللَّهِ ، ويُقِيمُوا الصَّلاةَ ، وَيُؤتوا الزَّكاةَ ، فَإِذَا فَعَلُوا ذلكَ ، عَصمُوا مِنِّي دِماءَهُمْ وَأَمْوالَهُمْ إِلاَّ بِحَقِّ الإِسْلامِ ، وحِسابُهُمْ عَلى اللَّه تعالى » متفقٌ عليه ."Saya diperintahkan memerangi orang-orang hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa Muhammad itu adalah Rasulullah, dan mereka mendirikan shalat, serta menunaikan zakat. Apabila mereka melakukan hal tersebut, maka mereka telah melindungi darah dan harta mereka dariku, kecuali dengan hak Islam, sedangkan hisab amalnya kembali kepada Allah." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- KEISTIMEWAAN SHALAT & ZAKATRiyaadhush ShaalihiinBab 49 | Menilai manusia secara nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada Allah ﷻ QS. At-Taubah: 5Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,فَإِذَا ٱنسَلَخَ ٱلْأَشْهُرُ ٱلْحُرُمُ فَٱقْتُلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَٱحْصُرُوهُمْ وَٱقْعُدُوا۟ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ ۚ فَإِن تَابُوا۟ وَأَقَامُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُا۟ ٱلزَّكَوٰةَ فَخَلُّوا۟ سَبِيلَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌApabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. (QS. At-Taubah: 5)
View Details
- MAAFKAN… BUKAN UNTUK DIA, TAPI UNTUKMUKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- Allah ﷻ AKAN MEMPERLIHATKANRiyaadhush ShaalihiinBab 49 | Menilai manusia secara nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada Allah ﷻ Mukaddimah
View Details
- TIPS BAGI KORBAN PELECEHANRiyaadhush ShaalihiinBab 49 | Menilai manusia secara nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada Allah ﷻ Tanya Jawab
View Details
- KUNCI AGAR KITA MAU NURUTTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- DITIPU REKAN BISNIS,DISELINGKUHI CALON PASANGANRiyaadhush ShaalihiinBab 49 | Menilai manusia secara nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada Allah ﷻ Tanya Jawab
View Details
- ORANG-ORANG YANG ALLAH ﷻ TIDAK INGINKAN KEBAIKANRiyaadhush ShaalihiinBab 49 | Menilai manusia secara nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada Allah ﷻMukaddimah
View Details
- MASIH ADA IMAN DI HATINYARiyaadhush ShaalihiinBab 49 | Menilai manusia secara nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada Allah ﷻ
View Details
- DIA PUNYA CINTA KEPADA ALLAH ﷻ & RASULNYAﷺRiyaadhush ShaalihiinBab 49 Menilai manusia secara nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahMukadimah
View Details
- AGAR ALLAH ﷻ MENGAMPUNI, MEMAAFKAN & MENYAYANGIMUKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- BERSIHKAN HATIMU SEBELUM FISIKMURiyaadhush ShaalihiinBab 49 Menilai manusia secara nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahMukadimah
View Details
- PELAJARAN BESAR DARI ORANG KHAWARIJRiyaadhush ShaalihiinBab 49 Menilai manusia secara nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahMukadimah
View Details
- SENI MENGELOLA CINTATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- MUNGKINKAH ORANG MISKIN SOMBONG?Riyaadhush ShaalihiinBab 49 Menilai manusia secara nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
View Details
- KIAT-KIAT MENJADI PEMUDA YANG TAATRiyaadhush ShaalihiinBab 49 Menilai manusia secara nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahTanya Jawab
View Details
- DI SAAT PENYAKIT-PENYAKIT HATI ITU DISINGKAPRiyaadhush ShaalihiinBab 49 Menilai manusia secara nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahMukadimah
View Details
- ANTARA PENILAIAN DUNIA & PENILAIAN AKHIRATRiyaadhush ShaalihiinBab 49 Menilai manusia secara nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahMukaddimah
View Details
- HARI-HARI ISTIMEWA INI BELUM BERAKHIRRiyaadhush ShaalihiinBab 49 Menilai manusia secara nampak dan menyerahkan rahasia-rahasia mereka kepada AllahMukaddimah
View Details
- BERMAIN CANTIK DENGAN NIKMAT ALLAH ﷻKajian WanitaUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
TERUS BERIBADAH & JANGAN MERASA CUKUPKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
HARI MAKAN, MINUM & BERDZIKIRKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
KEUTAMAAN HARI-HARI TASYRIQKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KEISTIMEWAAN HARI ARAFAHRiyaadhush ShaalihiinBab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirTanya Jawab
View Details
- OVERTHINKING AKAN MASA DEPANRiyaadhush ShaalihiinBab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirTanya Jawab
View Details
- SAAT AKU LELAH MERAWAT BAPAK Riyaadhush ShaalihiinBab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirTanya Jawab
View Details
- AMAL SHALIH VS KEWAJIBAN DUNIARiyaadhush ShaalihiinBab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirTanya Jawab
View Details
- BERIKAN UDZUR HATI PUN LAPANGKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- PILIH BERQURBAN ATAU UMROH? Riyaadhush Shaalihiin Sesi Tanya JawabBab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakir
View Details
- BERATNYA ISTIQOMAHRiyaadhush ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul DzikriBab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakir
View Details
KEBERKAHAN DARI BERQURBANKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- POLA WARISAN ORANG TUARiyaadhush ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul DzikriBab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirTanya Jawab
View Details
- SEBURUK-BURUK PERBEKALAN AKHIRATRiyaadhush ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul DzikriBab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakir
View Details
- TIDAK MENYAYANGI MAKA TIDAK DISAYANGIRiyaadhush ShaalihiinUst Muhammad Nuzul DzikriBab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakir
View Details
- AGAR ALLAH ﷻ MENYAYANGI KITARiyaadhush ShaalihiinUst Muhammad Nuzul DzikriBab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakir
View Details
AMALAN DI 10 HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAHKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DISAYANG KETIKA LEMAH = PENYAYANG KETIKA KUATRiyaadhush ShaalihiinUst Muhammad Nuzul DzikriBab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakir
View Details
- SUDAHKAH ILMU KITA MELAHIRKAN KASIH SAYANG?Riyaadhush ShaalihiinUst Muhammad Nuzul DzikriBab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakir
View Details
JANGAN CUMA JADI PENONTON DI MUSIM HAJIKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- HAL REMEH BISA BERDAMPAK BESAR, ISTIKHARAHLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirSesi Tanya Jawab
View Details
- AGAR HATI TIDAK TERIKAT HARTA DUNIA Riyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirTanya Jawab
View Details
- MEMBERI DENGAN RASARiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirKesimpulan bab
View Details
RS1758_PIKIR ULANG SEBELUM MENZHALIMI PIHAK INI_Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SEMAKIN LEMAH, SEMAKIN DISAYANGRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirKesimpulan bab
View Details
- DIDIK ANAK MENYAYANGI ORANG SHALIH & LEMAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirKesimpulan bab
View Details
- AGAR MENJADI ORANG BERUNTUNGTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- ALLAH ﷻ MENCINTAI ORANG YANG MEMBERIKAN UDZURKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- BERSAMA ORANG LEMAH = KEKUATANRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakir
View Details
- TERNYATA ORANG YANG LEMAH, FAKIR & SHALIH DIJAGARiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakir
View Details
- MERASA TAK PUNYA TEMPAT UNTUK BERSANDARESI TANYA JAWABRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakir
View Details
BERJUANG UNTUK BERQURBANKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
SAMBUTLAH UNDANGAN-NYAKhutbah JumatUstadz Muhammad Nuzul Dzikri -Hafizhahumullah-Masjid Nur SalmaCentennial Tower
View Details
- SAAT DIRI INI BERADA DITITIK TERENDAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirTanya Jawab
View Details
- JANGAN MENYAKITI ORANG YANG SENANTIASA MENJAGA SHALAT SHUBUHRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirHadits ke-394 | Hadits Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhuDari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,« مَنْ صَلَّىصَلاَةَ الصُّبْحِ ، فَهُوَ في ذِمَّةِ اللَّه ، فَلا يَطْلُبَنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيءٍ ، فَإِنَّهُ مَنْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيءٍ ، يُدْرِكْهُ ، ثُمَّ يَكُبُّهُ عَلى وَجْهِهِ في نَارِ جَهَنَّمَ » رواه مسلم ."Barangsiapa melakukan Shalat Shubuh, maka dia berada dalam jaminan perlindungan Allah, maka jangan sampai Allah menuntutmu dengan sesuatu dari jaminanNya, karena barangsiapa dituntut olehNya dengan sesuatu dari jaminanNya, niscaya Dia mendapatkannya kemudian Dia menelungkupkan di atas wajahnya dalam Neraka Jahanam." (HR. Muslim)
View Details
- SIKAPI YANG DIATAS & DIBAWAH DENGAN BAIKRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirHadits ke-266 | Hadits Abu Hubairah A’idz bin Amr al-Muzani Radhiallahu 'anhuDari Abu Hubairah A’idz bin Amr al-Muzani, salah seorang yang ikut serta dalam Bai'at ar-Ridhwan Radhiallahu ‘anhuوعن أَبي هُبيْرةَ عائِذِ بن عمْرو المزَنِيِّ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ بيْعةِ الرِّضوانِ رضي اللَّه عنه، أَنَّ أَبا سُفْيَانَ أَتَى عَلَى سلْمَانَ وصُهَيْب وبلالٍ في نفَرٍ فقالوا : ما أَخَذَتْ سُيُوفُ اللَّه مِنْ عدُوِّ اللَّه مَأْخَذَهَا ، فقال أَبُو بَكْرٍ رضي اللَّه عنه : أَتَقُولُونَ هَذَا لِشَيْخِ قُريْشٍ وَسيِّدِهِمْ؟ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَأَخْبرهُ فقال : يا أَبا بَكْر لَعلَّكَ أَغْضَبتَهُم ؟ لَئِنْ كُنْتَ أَغْضَبْتَهُمْ لَقَدْ أَغْضَبتَ رَبَّكَ ؟ فأَتَاهُمْ فقال : يا إِخْوتَاهُ آغْضَبْتُكُمْ ؟ قالوا : لا ، يغْفِرُ اللَّه لَكَ يا أُخَيَّ . رواه مسلم ."Bahwa Abu Sufyan pernah mendatangi Salman, Shuhaib, dan Bilal yang sedang bersama beberapa sahabat lain, maka mereka mengatakan, 'Pedang-pedang Allah belum mengambil haknya secara penuh dari musuh Allah.' Maka Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu berkata, 'Pantaskah kalian mengatakan seperti itu kepada sesepuh dan pemimpin Quraisy?' Kemudian Abu Bakar datang kepada Nabi ﷺ dan menceritakan hal itu kepada beliau. Maka beliau bersabda, ‘Wahai Abu Bakar, barangkali kamu telah membuat mereka marah? Jika kamu telah membuat mereka marah, maka kamu telah membuat Rabbmu marah.' Kemudian Abu Bakar mendatangi mereka dan berkata, ‘Saudara-saudaraku, apakah aku telah membuat kalian marah?’ Mereka menjawab, 'Tidak, semoga Allah mengampunimu wahai saudaraku’.” (HR. Muslim)
View Details
- UJIAN BAGI YANG KAYA & YANG MISKINRiyaadhus ShaalihiinBab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirHadits ke-265 | Hadits Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhuDari Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,عن سعد بن أَبي وَقَّاص رضي اللَّه عنه قال : كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم سِتَّةَ نفَر ، فقال المُشْرِكُونَ للنَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : اطْرُدْ هُؤُلاءِ لا يَجْتَرِئُون عليْنا ، وكُنْتُ أَنا وابْنُ مسْعُودٍ ورجُل مِنْ هُذَيْلِ وبِلال ورجلانِ لَستُ أُسمِّيهِما ، فَوقَعَ في نَفْسِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ما شاءَ اللَّه أَن يقعَ فحدث نفْسهُ ، فأَنْزَلَ اللَّهُ تعالى : { ولا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُون رَبَّهُمْ بالْغَداةِ والعَشِيِّ يُريدُونَ وجْهَهُ } [ الأنعام : 52 ] رواه مسلم."Kami pernah bersama Nabi ﷺ sebanyak enam orang, maka orang-orang musyrik berkata kepada Nabi ﷺ 'Usirlah mereka agar mereka tidak bersikap lancang terhadap kami.' Enam orang itu adalah saya, Ibnu Mas'ud, seorang laki-laki dari Hudzail, Bilal, dan dua orang lagi yang tidak bisa saya sebutkan namanya, maka terbetiklah di hati Rasulullah ﷺ apa yang Allah kehendaki, lalu beliau berkata di dalam hatinya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala "- menurunkan ayat, ‘Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Rabbnya pada pagi dan petang hari, mereka mengharapkan keridhaan-Nya.' (Al-An'am: 52)." (HR. Muslim)
View Details
- LARANGAN MENGUSIR ORANG-ORANG SHALIHRiyaadhus ShaalihiinBab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirHadits ke-265 | Hadits Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhuDari Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,عن سعد بن أَبي وَقَّاص رضي اللَّه عنه قال : كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم سِتَّةَ نفَر ، فقال المُشْرِكُونَ للنَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : اطْرُدْ هُؤُلاءِ لا يَجْتَرِئُون عليْنا ، وكُنْتُ أَنا وابْنُ مسْعُودٍ ورجُل مِنْ هُذَيْلِ وبِلال ورجلانِ لَستُ أُسمِّيهِما ، فَوقَعَ في نَفْسِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ما شاءَ اللَّه أَن يقعَ فحدث نفْسهُ ، فأَنْزَلَ اللَّهُ تعالى : { ولا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُون رَبَّهُمْ بالْغَداةِ والعَشِيِّ يُريدُونَ وجْهَهُ } [ الأنعام : 52 ] رواه مسلم."Kami pernah bersama Nabi ﷺ sebanyak enam orang, maka orang-orang musyrik berkata kepada Nabi ﷺ 'Usirlah mereka agar mereka tidak bersikap lancang terhadap kami.' Enam orang itu adalah saya, Ibnu Mas'ud, seorang laki-laki dari Hudzail, Bilal, dan dua orang lagi yang tidak bisa saya sebutkan namanya, maka terbetiklah di hati Rasulullah ﷺ apa yang Allah kehendaki, lalu beliau berkata di dalam hatinya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala "- menurunkan ayat, ‘Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Rabbnya pada pagi dan petang hari, mereka mengharapkan keridhaan-Nya.' (Al-An'am: 52)." (HR. Muslim)
View Details
- EMPAT KUNCI KERENDAHAN SEORANG HAMBATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- AGAR TIDAK TAKUT MENGHADAPI UJIANRiyaadhush ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul DzikriTanya Jawab
View Details
Khutbah Jumat "ADAKAH JALAN YANG LEBIH BAIK DARI INI" - Ustadz Muhammad NuzuL Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MINTALAH SUPPORT KEPADA ORANG-ORANG SHALIH, LEMAH & MISKINRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakir
View Details
- KALA ALLAH "MENGGUNAKAN" HAMBA-NYARiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirQS. Adh-Dhuha: 9-10Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.(QS. Adh-Dhuha: 9-10)
View Details
- KESULITANNYA MENJADI KEKUATAN BESARRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirQS. Adh-Dhuha: 9-10Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.(QS. Adh-Dhuha: 9-10)
View Details
- INGATLAH BAGAIMANA ALLAH ﷻ MENOLONGMURiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirQS. Adh-Dhuha: 9-10Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.(QS. Adh-Dhuha: 9-10)
View Details
- ADIL KEPADA YANG BAIK SAJA?Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
Khutbah Jumat "BERAMAL DI DUNIA UNTUK BEKAL DI AKHIRAT" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- CARILAH PASANGAN YANG “MAPAN”Riyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirTanya Jawab
View Details
- LEMAH LEMBUT DALAM MENOLAKRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirQS. Adh-Dhuha: 9-10Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.(QS. Adh-Dhuha: 9-10)
View Details
- SUAMI BERSELINGKUH, APA YANG HARUS DILAKUKAN?Riyaadhush ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul DzikriTanya Jawab
View Details
- KEKUATAN DI BALIK ORANG LEMAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirQS. Adh-Dhuha: 9-10Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.(QS. Adh-Dhuha: 9-10)
View Details
- TAWADHU CIRI ORANG BERILMURiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirQS. Adh-Dhuha: 9-10Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.(QS. Adh-Dhuha: 9-10)
View Details
- MEMINTA ILMU ADALAH PERINTAH ALLAH ﷻRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirQS. Adh-Dhuha: 9-10Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.(QS. Adh-Dhuha: 9-10)
View Details
- ALLAH ﷻ MENCINTAI ORANG YANG ADILKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- BOLEHKAH MENOLAK ORANG YANG MEMINTA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirQS. Adh-Dhuha: 9-10Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.(QS. Adh-Dhuha: 9-10)
View Details
- MENGASUH ANAK FATHERLESS = MENGASUH ANAK YATIMRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirSesi Tanya Jawab
View Details
- PELUANG PAHALA DARI MENDIDIK ADIK YANG YATIMRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirSesi Tanya Jawab
View Details
- SALAH PAHAM MEMBACA KEGAGALANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- INGIN RASANYA TAAT SETIAP DETIKRiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirQS. Adh-Dhuha: 9-10Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.(QS. Adh-Dhuha: 9-10)
View Details
- KUNCI BERSAMA RASULULLAH ﷺ DI SYURGARiyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirQS. Adh-Dhuha: 9-10Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,فَأَمَّا ٱلْيَتِيمَ فَلَا تَقْهَرْ9. Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang.وَأَمَّا ٱلسَّآئِلَ فَلَا تَنْهَرْ10. Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya.(QS. Adh-Dhuha: 9-10)
View Details
- DOSA & KEBOHONGAN ITU BEBANRiyaadhush Shaalihiin BAB 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirQS. Al-Ahzab: 58Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ بِغَيْرِ مَا ٱكْتَسَبُوا۟ فَقَدِ ٱحْتَمَلُوا۟ بُهْتَٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًاDan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (QS. Al-Ahzab: 58)
View Details
- KEBERANIAN YANG HAKIKIRiyaadhush Shaalihiin BAB 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirQS. Al-Ahzab: 58Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ بِغَيْرِ مَا ٱكْتَسَبُوا۟ فَقَدِ ٱحْتَمَلُوا۟ بُهْتَٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًاDan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (QS. Al-Ahzab: 58)
View Details
- MENYAKITI ORANG BERIMAN = KEBOHONGAN & DOSA BESAR Riyaadhush Shaalihiin Bab 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirQS. Al-Ahzab: 58Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ بِغَيْرِ مَا ٱكْتَسَبُوا۟ فَقَدِ ٱحْتَمَلُوا۟ بُهْتَٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًاDan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (QS. Al-Ahzab: 58)
View Details
- KUNCI BERSIHNYA HATIKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- JANGAN SAKITI ORANG BERIMANRiyaadhush Shaalihiin BAB 48 | Peringatan agar tidak menyakiti orang shalih, orang lemah, & orang fakirQS. Al-Ahzab: 58Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ بِغَيْرِ مَا ٱكْتَسَبُوا۟ فَقَدِ ٱحْتَمَلُوا۟ بُهْتَٰنًا وَإِثْمًا مُّبِينًاDan orang-orang yang menyakiti orang-orang yang mukmin dan mukminat tanpa kesalahan yang mereka perbuat, maka sesungguhnya mereka telah memikul kebohongan dan dosa yang nyata. (QS. Al-Ahzab: 58)
View Details
- PONDASI KEHIDUPAN YANG TIDAK PERNAH BERUBAHTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- HILANG SEMANGAT SETELAH LEBARANRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaSesi Tanya Jawab
View Details
Serial Istiqamah 04. "TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Istiqamah 05. INGIN ISTIQAMAH JAGA LISAN ANDA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Istiqamah 03. "ISTIQAMAH ADALAH ANUGERAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Istiqamah 02. "PERINTAH TERBERAT" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Khutbah Ied 1446H. "MERAIH AMPUNAN ALLAH ﷻ" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Istiqamah 01. "JANGAN HANCURKAN POLA RAMADHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhush Shaalihiin 1731. Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 28. "AKHIRILAH DENGAN INDAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhush Shaalihiin 1730. "SESI TANYA JAWAB" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhush Shaalihiin 1729. "APAKAH AKU GAGAL MERAIH LAILATUL QADR?" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 27. "PENUTUP RAMADHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Khutbah Jumat "10 MALAM UNTUK RAIH LEBIH DARI 1000 BULAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 26. "BERJUANG SAMPAI TITIK DARAH PENGHABISAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhush Shaalihiin 1728. "TIGA WASIAT PARA ULAMA JIKA BERTEMU" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhush Shaalihiin 1727. "MERAIH CINTA ORANG-ORANG SHALIH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 25. "AJANG MENUNJUKKAN KELEMAHAN DIRI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 24. "POLA SEPULUH MALAM TERAKHIR" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadush Shaalihiin 1726. "MENANGKAP ISYARAT CINTA ALLAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 23. "AJAIBNYA PERMINTAAN NABI ZAKARIA Alaihissalaam" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MENCINTAI & DICINTAI ALLAH ﷻRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaKesimpulan Bab
View Details
Serial Ramadhan 22. "MENGGABUNGKAN DUA HAL YANG BERLAWANAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- TUJUAN UTAMA BERIBADAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaKesimpulan Bab
View Details
Khutbah Jumat "MENUTUP RAMADHAN DENGAN HUSNUL KHATIMAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhush Shaalihiin 1723. "BERIBADAH = SELF-ACCOMPLISHMENT?" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhush Shaalihiin 1722. "SESI TANYA JAWAB" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 20. "BAGAIMANA ULAMA MENCARI LAILATUL QADR (part 2)" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 21. "JANGAN BERSEDIH & PUTUS ASA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 18. "SERIAL RAMADHAN KHUSUS TEMAN TULI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KRITIS SEBELUM MENYAMPAIKANRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-3923 | Hadits Aisyah Radhiallahu 'anhaDari Aisyah Radhiallahu 'anhaوعن عائشةَ رضي اللَّهُ عنها ، أَن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، بعَثَ رَجُلاً عَلَى سرِيَّةٍ ، فَكَانَ يَقْرأُ لأَصْحابِهِ في صلاتِهِمْ ، فَيخْتِمُ بــ { قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ } فَلَمَّا رَجَعُوا ، ذَكَروا ذلكَ لرسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فقال : « سَلُوهُ لأِيِّ شَيءٍ يَصْنَعُ ذلكَ ؟ » فَسَأَلوه ، فَقَالَ : لأنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ ، فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا، فقال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّه تعالى يُحبُّهُ » متفقٌ عليه ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengutus seseorang untuk memimpin sariyah. Saat dia mengimami mereka dalam shalat, dia selalu membaca dan menutup bacaan al-Qur'annya dengan 'Qul Huwallahu Ahad (Surat al-Ikhlash)'. Maka tatkala mereka kembali pulang, mereka menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah maka beliau bersabda, 'Tanyakan kepadanya mengapa dia berbuat seperti itu?' Mereka pun menanyakan kepadanya, maka dia menjawab, 'Karena (Surat al-Ikhlash) itu adalah sifat ar-Rahman, karena itu saya suka membacanya.' Maka Rasulullah bersabda, 'Katakan kepadanya bahwa Allah mencintainya'." (Muttafaq 'alaih)
View Details
Serial Ramadhan 19. "BAGAIMANA ULAMA MENCARI LAILATUL QADR (part 2)" -Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 17. "SEMAKIN LAMA SEMAKIN SULIT" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SATU SURAT YANG BERBOBOT 1/3 AL-QUR’ANRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-393 | Hadits A'isyah Radhiallahu 'anha Dari Aisyah Radhiallahu 'anhaوعن عائشةَ رضي اللَّهُ عنها ، أَن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، بعَثَ رَجُلاً عَلَى سرِيَّةٍ ، فَكَانَ يَقْرأُ لأَصْحابِهِ في صلاتِهِمْ ، فَيخْتِمُ بــ { قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ } فَلَمَّا رَجَعُوا ، ذَكَروا ذلكَ لرسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فقال : « سَلُوهُ لأِيِّ شَيءٍ يَصْنَعُ ذلكَ ؟ » فَسَأَلوه ، فَقَالَ : لأنَّهَا صِفَةُ الرَّحْمَنِ ، فَأَنَا أُحِبُّ أَنْ أَقْرَأَ بِهَا، فقال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَخْبِرُوهُ أَنَّ اللَّه تعالى يُحبُّهُ » متفقٌ عليه ."Bahwa Rasulullah ﷺ mengutus seseorang untuk memimpin sariyah. Saat dia mengimami mereka dalam shalat, dia selalu membaca dan menutup bacaan al-Qur'annya dengan 'Qul Huwallahu Ahad (Surat al-Ikhlash)'. Maka tatkala mereka kembali pulang, mereka menceritakan hal tersebut kepada Rasulullah maka beliau bersabda, 'Tanyakan kepadanya mengapa dia berbuat seperti itu?' Mereka pun menanyakan kepadanya, maka dia menjawab, 'Karena (Surat al-Ikhlash) itu adalah sifat ar-Rahman, karena itu saya suka membacanya.' Maka Rasulullah bersabda, 'Katakan kepadanya bahwa Allah mencintainya'." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- TANGISAN WANITA HAIDRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
- APAKAH ALLAH MENCINTAIKU?Riyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."
View Details
Serial Ramadhan 16. "WAKTU ITU BERUBAH-UBAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SENI MELIHATSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PENTINGNYA DICINTAI ORANG SHALIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi." (HR. Muslim)
View Details
Serial Ramadhan 15. "PUASA MELATIH SEBUAH KUNCI KEBAHAGIAAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PUJIAN DARI SAKSI-SAKSI ALLAH ﷻRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."
View Details
KUNCI IBADAH IMAM AHMAD = IBUKajian Tematik WanitaUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MERASAKAN CINTA ALLAH DI TENGAH UJIANSerial Ramadhan (khusus disabilitas) Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- RASULULLAH ﷺ MENGAJARKAN KITA KEYAKINANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- SOLUSI BAGI ANAK CUCU YANG BELUM DAPAT HIDAYAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
- SESI TANYA JAWABRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaSesi Tanya Jawab
View Details
- PUASA AJARKAN BERFIKIR PANJANGSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JIKA CINTA ALLAH YANG DICARIRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."
View Details
- JANGAN CEPAT PUASSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MAKSIMALKAN POTENSI = BERSYUKURSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- ANTARA CINTA ALLAH ﷻ & CINTA MANUSIARiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."
View Details
- JANGAN MENGKLAIM DIRI INI KUAT & SABARSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- ALLAH ﷻ TIDAK PERNAH MENDZALIMI HAMBA-NYAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- MULAILAH DARI YANG MAHA TINGGIRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."
View Details
- KEBAHAGIAAN ITU BERJAUHAN DARI FITNAHSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JANGAN SALAH DALAM MENGEJAR CINTARiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."
View Details
- JANGAN LUPAKAN POLA KEHIDUPANSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KETAATAN MALAIKAT KEPADA ALLAH ﷻRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."
View Details
- PERHATIKAN AKHIRNYASerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PAHAMILAH ALUR CINTA!Riyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."
View Details
- HATI-HATILAH DALAM HIDUPSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
SABAR YANG PALING SULITKajian Wanita TematikUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- TIPS AGAR DOA SELALU DIKABULKANRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)
View Details
- KEJUTAN DALAM HIDUPSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KONDISI LAGI SUSAH? INI SOLUSINYASerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DAMPAK BESAR KETIKA DICINTAI ALLAH ﷻRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."
View Details
- KACAMATA KEHIDUPANSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- TUJUAN HIDUPRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri kecintaan Allah kepada hamba-Nya & anjuran untuk berakhlak dengannya, serta berupaya untuk meraihnyaHadits ke-392 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، قال : « إِذَا أَحَبَّ اللَّهُ تعالى العَبْدَ ، نَادَى جِبْريل : إِنَّ اللَّه تعالى يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحبُّهُ جِبْريلَ ، فَيُنَادى في أَهْلِ السَّمَاء : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبوهُ ، فَيُحِبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ، ثُمَّ يُوْضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ » متفقٌ عليه."Apabila Allah mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka Jibril mencintainya kemudian mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya, kemudian diletakkan untuknya kecintaan di bumi." (Muttafaq ‘alaih) وفي رواية لمسلمٍ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه تعالى إِذا أَحبَّ عبْداً دَعا جِبْريلَ ، فقال : إِنِّي أُحِبُّ فُلاناً فَأَحْبِبْهُ ، فَيُحِبُّهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في السَّماءِ ، فَيَقُولُ : إِنَّ اللَّه يُحِبُّ فُلاناً ، فَأَحِبُّوهُ فَيُحبُّهُ أَهْلُ السَّمَاءِ ثُمَّ يُوضَعُ له القَبُولُ في الأَرْضِ ، وإِذا أَبْغَضَ عَبداً دَعا جِبْريلَ ، فَيَقولُ : إِنِّي أُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضْهُ ، فَيُبْغِضُهُ جِبْريلُ ، ثُمَّ يُنَادِي في أَهْلِ السَّماءِ : إِنَّ اللَّه يُبْغِضُ فُلاناً ، فَأَبْغِضُوهُ ، فَيُبْغِضُهُ أَهْلُ السَّماءِ ثُمَّ تُوضَعُ له البَغْضَاءُ في الأَرْضِ » ."Sesungguhnya bila Allah Subhanahu wa Ta’ala mencintai seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku mencintai fulan, maka cintailah dia.' Jibril pun mencintainya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah mencintai fulan, maka cintailah dia.' Maka penduduk langit pun mencintainya. Kemudian diletakkan untuknya kecintaan di muka bumi. Dan apabila Dia membenci seorang hamba, Dia memanggil Jibril, Dia berfirman, 'Sesungguhnya Aku membenci fulan, maka bencilah dia.' Jibril pun membencinya, kemudian dia mengumumkan kepada penduduk langit, 'Sesungguhnya Allah membenci fulan, maka bencilah dia.' Kemudian diletakkan untuknya kebencian di muka bumi."
View Details
- EMPAT ANGGOTA TUBUH KRUSIAL YG ALLAH JAGARiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)
View Details
- KETIKA TANGAN DIJAGA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)
View Details
- WAKTU ADALAH NIKMAT TERBAIKSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- APAKAH AKU TERMASUK ORANG YANG LALAI?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
AKU TIDAK PUNYA UANG BANYAK UNTUK INFAQKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul DzikriMasjid Nurul Iman Blok M Square
View Details
- MELIHAT ISTRI YANG SHALIHAH TERMASUK PENJAGAAN ALLAH?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
- KEUTAMAAN MELIHAT MUSHAF AL-QUR'ANRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)
View Details
- HIKMAH BERTEMU ORANG SHALIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)
View Details
- CARA MERAIH LEVEL IHSANRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)
View Details
- MATA ADALAH JENDELA HATIRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)
View Details
- SAMPAI KAPAN AKU BERDOA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
- KUNCI MERAIH PUNCAK KEIMANANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- AGAR MAKSIMAL DI 10 HARI AKHIR RAMADHANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
- LISAN YANG PALING DIJAGA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)
View Details
- SAMPAI KAPAN AKU BERDOA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
- ALLAH ﷻ TIDAK MENDZALIMI HAMBA-NYAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- CARA MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)
View Details
- MENCINTAI AMAL SHALIHKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- CARA MENJADI WALI ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)
View Details
- CARA ALLAH MEMULIAKAN WALI-NYARiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)
View Details
- SEGERA PERBAIKI HUBUNGAN DENGAN WALI ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)
View Details
- MINDER BERGAUL DENGAN ORANG SHALIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
PERSIAPAN RAMADHANKajian Tematik Sya'banUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- BERUNTUNGNYA ORANG YANG MENCINTAI WALI-WALI ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)
View Details
- DIAM SAAT SUAMI KDRT = SABAR?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
- BAHAYANYA MEMUSUHI WALI-WALI ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaHadits ke-391 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda إِنَّ اللَّه تعالى قال: مَنْ عادَى ليَ ولِيّاً ، فقدْ آذَنْتُهُ بِالحَرْبِ ، ومَا تَقَرَّبَ إِليَّ عَبْدِي بِشَيءٍ أَحَبَّ إِلَيَّ مِمَّا افْتَرَضْتُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِي يَتَقَرَّبُ إِلَيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ ، فَإذَا أَحْببْتُهُ ، كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِي يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِي يُبْصِرُ بِهِ ، ويَدَهُ الَّتي يبْطِشُ بِهَا ، وَرجْلَهُ الَّتي يَمْشِي بِها وإنْ سَأَلَني أَعْطَيْتُهُ ، وَلَئِنْ اسْتَعَاذَنِي لأُعِيذَنَّهُ » رواه البخاري .معنى « آذَنْتُهُ » : أَعْلَمْتُهُ بِأَنِّي مُحَارِبٌ له . وقوله : « اسْتَعَاذَني » روي بالباءِ وروي بالنون ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala " berfirman, 'Barangsiapa memusuhi waliKu, maka Aku menyatakan perang terhadapnya. Tidaklah hambaKu mendekatkan diri kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari apa yang telah Aku wajibkan atasnya. Dan hambaKu senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya, dan apabila Aku telah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya yang dengannya dia mendengar, pandangannya yang dengannya dia memandang, tangannya yang dengannya dia menindak dengan keras, dan kakinya yang dengannya dia berjalan. Apabila dia meminta kepadaKu, pasti Aku memberinya, dan apabila dia meminta perlindungan kepadaKu, pasti Aku melindunginya'." (HR. Al Bukhari)
View Details
- PARA PENCINTA ITU PEJUANGRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Al-Maidah: 54Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌHai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Maidah: 54)
View Details
- BERBUAT BAIKLAH KARENA INGIN DICINTAIKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- ANUGERAH & KARUNIA YANG SESUNGGUHNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Al-Maidah: 54Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌHai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Maidah: 54)
View Details
- HAMBA YANG TERPILIH VS TIDAK TERPILIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Al-Maidah: 54Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌHai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Maidah: 54)
View Details
- NYINYIR DALAM HATI, BERDOSAKAH?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
- OBAT OVERTHINKINGRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
- RIDHO ALLAH DI ATAS PENILAIAN MANUSIARiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Al-Maidah: 54Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌHai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Maidah: 54)
View Details
- ORANG YANG DICINTAI ALLAH ITU TIDAK PELITRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Al-Maidah: 54Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌHai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Maidah: 54)
View Details
- BAIK BURUK PERBUATAN AKAN KEMBALI KE KITARiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Al-Maidah: 54Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌHai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Maidah: 54)
View Details
- KETIKA TAK SEORANG PUN MENGHARGAI KEBAIKAN KITAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- KARAKTER ORANG BERIMAN DENGAN KAWAN MAUPUN LAWANRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Al-Maidah: 54Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌHai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Maidah: 54)
View Details
- KITA YANG BUTUH ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Al-Maidah: 54Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مَن يَرْتَدَّ مِنكُمْ عَن دِينِهِۦ فَسَوْفَ يَأْتِى ٱللَّهُ بِقَوْمٍ يُحِبُّهُمْ وَيُحِبُّونَهُۥٓ أَذِلَّةٍ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ أَعِزَّةٍ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ يُجَٰهِدُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَخَافُونَ لَوْمَةَ لَآئِمٍ ۚ ذَٰلِكَ فَضْلُ ٱللَّهِ يُؤْتِيهِ مَن يَشَآءُ ۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌHai orang-orang yang beriman, barangsiapa di antara kamu yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad dijalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya), lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Maidah: 54)
View Details
- JANGAN PASIF DALAM MENCARI REZEKIRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
- AGAMAMU TERGANTUNG TEMANMURiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
- DAMPAK AMALAN RAHASIA BAGI KEHIDUPANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- AGAR ALLAH MENGURUS SEMUA URUSANMURiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Ali Imran: 31Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌKatakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali Imran: 31)
View Details
- KUNCI DIJAGA & DIURUS ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Ali Imran: 31Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌKatakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali Imran: 31)
View Details
- DUA BALASAN MENCINTAI ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Ali Imran: 31Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌKatakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali Imran: 31)
View Details
- ALLAH YANG MAHA BAIKKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- BAGAIMANA CARA MENGIKUTI RASULULLAH ﷺ?Riyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Ali Imran: 31Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌKatakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali Imran: 31)
View Details
- MENELADANI RASULULLAH ﷺ DALAM SETIAP ASPEK KEHIDUPANRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Ali Imran: 31Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌKatakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali Imran: 31)
View Details
- TIGA ALASAN KENAPA IKHLAS ITU SUSAHTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- TETANGGA SEBELUM RUMAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
- STRES KARENA MERAWAT ORANG SAKITRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
- BAHAYANYA TIDAK MENAATI RASULULLAH ﷺRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Ali Imran: 31Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌKatakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali Imran: 31)
View Details
- POLA PARA PENCINTARiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Ali Imran: 31Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌKatakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali Imran: 31)
View Details
- BALASAN MENCINTAI ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Ali Imran: 31Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌKatakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali Imran: 31)
View Details
- AKHLAK TERTINGGI AHLI SURGAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan menyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- BUKTI CINTA KEPADA ALLAH .Riyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaQS. Ali Imran: 31Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌKatakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (QS. Ali Imran: 31)
View Details
- CINTA ALLAH ITU ADA TANDA & CIRINYARiyaadhush Shaalihiin Bab 47 | Ciri-ciri cinta Allah kepada seorang hamba & anjuran untuk berakhlak dengan ciri-ciri tersebut & anjuran untuk meraihnyaMukaddimah
View Details
- IKHLAS TIDAK SESIMPLE ITUTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- MERASA SULIT CARI LINGKUNGAN SHALIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
- PELIPUR LARA UNTUKMU YANG ANAKNYA WAFATRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabFORMAT TANYA JAWAB VIA WHATSAPPSilakan kirim pertanyaan via Chat WhatsApp di 081299588757 Mohon agar cantumkan nomor WA anda di awal pertanyaanDiantara adab dalam bertanya:1. Ucapkan salam.2. Doakan semoga Allah Ta’ala merahmati para Ulama, Imam Nawawi, dan Ustadz pemateri kajian beserta keluarga.( Pesan untuk yang bertanya: mendoakan secara khusus untuk Imam Nawawi -Rahimahullah- dikarenakan konteks kita berada dalam kajian Riyaadhush Shaalihiin karya Imam Nawawi -Rahimahullah- )Kemudian silakan untuk mencantumkan pertanyaannya.Dan dimohon agar dijadikan satu dalam 1x pengiriman chat.———Insyaallah Sesi Tanya Jawab Setiap Jumat & Sabtu, Pukul 5:30 WIBbersama:👤 Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri -hafizhahullah-YouTube:www.youtube.com/c/MuhammadNuzulDzikri/Audio:radio.muhajirproject.com/
View Details
- INI BUKAN TENTANG PERTEMUAN, INI TENTANG HATIRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaKesimpulan Bab
View Details
- FOKUS ORANG BERIMAN DALAM SEBUAH HUBUNGANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaKesimpulan Bab
View Details
- PONDASI CINTARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaKesimpulan Bab
View Details
- ISLAM ADALAH LINGKUNGANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaKesimpulan Bab
View Details
215.CIRI-CIRI ORANG YANG PUNYA SIFAT AL-HILMKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan me-nyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- OBAT MANJUR DALAM BERINTERAKSI SOSIALRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaKesimpulan Bab
View Details
- KETAHUILAH 2 MACAM TAUBATTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama’ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 38, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- APAKAH INI MUSIBAH ATAU UJIAN?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- BOLEHKAH BERHARAP AGAR DAPAT UJIAN?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- MIMPI BESAR ORANG-ORANG YANG IKHLAS.Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaKesimpulan Bab
View Details
- AKU HANYA INGIN MENGGAPAI BINTANGRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaKesimpulan Bab
View Details
Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- RAHASIA WANITA YANG MATANG & BIJAKKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan me-nyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- HIDUPLAH DENGAN UTANG BUDIRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- KALA RASA ‘SUKA SEJENIS’ MUNCULRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- HAKIKAT TAUBAT NASUHA Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 37, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Ahlak Terpuji Diantaranya:Senantiasa bertaubat, ikhlas, yakin, taqwa, sabar, ridha, merasa cukup dengan karunia Allah zuhud, tawakkal, pasrah terhadap takdir Allah hati yang bersih, berprasangka baik, pemaaf, berahlak mulia, berfikir positif, berterima-kasih atas kebaikan, lemah lembut kepada makhluk, merasa malu kepada Allah dan manusia.
View Details
- DIAJAK GHIBAH, HARUS BAGAIMANA? Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- MEREKA YANG HATINYA BERCAHAYARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-390 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhuأَنَّ رَجُلاً كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَمَرَّ بِهِ ، فَقال : يارسول اللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّ هَذا ، فقال له النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «أَأَعْلمتَهُ ؟ » قَالَ : لا قَالَ : «أَعْلِمْهُ» فَلَحِقَهُ ، فَقَالَ : إِنِّي أُحِبُّكَ في اللَّه ، فقالَ : أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْببْتَنِي لَهُ . رواه أبو داود بإِسنادٍ صحيح ."Bahwa ada seorang laki-laki berada di samping Nabi lalu ada seseorang melewatinya dan dia berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang ini.' Maka Nabi ﷺ bersabda kepadanya, 'Apakah kamu telah memberitahukannya?' Dia menjawab, 'Belum.' Beliau bersabda, 'Beritahukanlah kepadanya.' Maka dia segera mengejarnya. Lalu berkata kepadanya, 'Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.' Maka dia menjawab, 'Semoga engkau dicintai oleh Allah yang karena-Nya engkau telah mencintaikui." (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih)
View Details
- KEUTAMAAN MENCINTAI DENGAN IKHLASRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-390 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhuأَنَّ رَجُلاً كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَمَرَّ بِهِ ، فَقال : يارسول اللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّ هَذا ، فقال له النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «أَأَعْلمتَهُ ؟ » قَالَ : لا قَالَ : «أَعْلِمْهُ» فَلَحِقَهُ ، فَقَالَ : إِنِّي أُحِبُّكَ في اللَّه ، فقالَ : أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْببْتَنِي لَهُ . رواه أبو داود بإِسنادٍ صحيح ."Bahwa ada seorang laki-laki berada di samping Nabi lalu ada seseorang melewatinya dan dia berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang ini.' Maka Nabi ﷺ bersabda kepadanya, 'Apakah kamu telah memberitahukannya?' Dia menjawab, 'Belum.' Beliau bersabda, 'Beritahukanlah kepadanya.' Maka dia segera mengejarnya. Lalu berkata kepadanya, 'Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.' Maka dia menjawab, 'Semoga engkau dicintai oleh Allah yang karena-Nya engkau telah mencintaikui." (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih)
View Details
- MENCINTAI & DICINTAIRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-390 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhuأَنَّ رَجُلاً كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَمَرَّ بِهِ ، فَقال : يارسول اللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّ هَذا ، فقال له النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «أَأَعْلمتَهُ ؟ » قَالَ : لا قَالَ : «أَعْلِمْهُ» فَلَحِقَهُ ، فَقَالَ : إِنِّي أُحِبُّكَ في اللَّه ، فقالَ : أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْببْتَنِي لَهُ . رواه أبو داود بإِسنادٍ صحيح ."Bahwa ada seorang laki-laki berada di samping Nabi lalu ada seseorang melewatinya dan dia berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang ini.' Maka Nabi ﷺ bersabda kepadanya, 'Apakah kamu telah memberitahukannya?' Dia menjawab, 'Belum.' Beliau bersabda, 'Beritahukanlah kepadanya.' Maka dia segera mengejarnya. Lalu berkata kepadanya, 'Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.' Maka dia menjawab, 'Semoga engkau dicintai oleh Allah yang karena-Nya engkau telah mencintaikui." (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih)
View Details
- DUNIA WANITA ADALAH DUNIA KELEMAHLEMBUTANKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan me-nyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- CINTA BUTUH KEIKHLASANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-390 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhuأَنَّ رَجُلاً كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَمَرَّ بِهِ ، فَقال : يارسول اللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّ هَذا ، فقال له النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «أَأَعْلمتَهُ ؟ » قَالَ : لا قَالَ : «أَعْلِمْهُ» فَلَحِقَهُ ، فَقَالَ : إِنِّي أُحِبُّكَ في اللَّه ، فقالَ : أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْببْتَنِي لَهُ . رواه أبو داود بإِسنادٍ صحيح ."Bahwa ada seorang laki-laki berada di samping Nabi lalu ada seseorang melewatinya dan dia berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang ini.' Maka Nabi ﷺ bersabda kepadanya, 'Apakah kamu telah memberitahukannya?' Dia menjawab, 'Belum.' Beliau bersabda, 'Beritahukanlah kepadanya.' Maka dia segera mengejarnya. Lalu berkata kepadanya, 'Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.' Maka dia menjawab, 'Semoga engkau dicintai oleh Allah yang karena-Nya engkau telah mencintaikui." (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih)
View Details
- DAMPAK BESAR MENGUNGKAPKAN RASA CINTARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-390 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhuأَنَّ رَجُلاً كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَمَرَّ بِهِ ، فَقال : يارسول اللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّ هَذا ، فقال له النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «أَأَعْلمتَهُ ؟ » قَالَ : لا قَالَ : «أَعْلِمْهُ» فَلَحِقَهُ ، فَقَالَ : إِنِّي أُحِبُّكَ في اللَّه ، فقالَ : أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْببْتَنِي لَهُ . رواه أبو داود بإِسنادٍ صحيح ."Bahwa ada seorang laki-laki berada di samping Nabi lalu ada seseorang melewatinya dan dia berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang ini.' Maka Nabi ﷺ bersabda kepadanya, 'Apakah kamu telah memberitahukannya?' Dia menjawab, 'Belum.' Beliau bersabda, 'Beritahukanlah kepadanya.' Maka dia segera mengejarnya. Lalu berkata kepadanya, 'Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.' Maka dia menjawab, 'Semoga engkau dicintai oleh Allah yang karena-Nya engkau telah mencintaiku." (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih)
View Details
- DUA MISI DALAM MENGUNGKAPKAN CINTARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-390 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhuMATANDari Anas Radhiallahu ‘anhuأَنَّ رَجُلاً كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَمَرَّ بِهِ ، فَقال : يارسول اللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّ هَذا ، فقال له النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «أَأَعْلمتَهُ ؟ » قَالَ : لا قَالَ : «أَعْلِمْهُ» فَلَحِقَهُ ، فَقَالَ : إِنِّي أُحِبُّكَ في اللَّه ، فقالَ : أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْببْتَنِي لَهُ . رواه أبو داود بإِسنادٍ صحيح ."Bahwa ada seorang laki-laki berada di samping Nabi lalu ada seseorang melewatinya dan dia berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang ini.' Maka Nabi ﷺ bersabda kepadanya, 'Apakah kamu telah memberitahukannya?' Dia menjawab, 'Belum.' Beliau bersabda, 'Beritahukanlah kepadanya.' Maka dia segera mengejarnya. Lalu berkata kepadanya, 'Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.' Maka dia menjawab, 'Semoga engkau dicintai oleh Allah yang karena-Nya engkau telah mencintaiku." (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih)
View Details
- NGOBROL YANG BERADABRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-390 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhuMATANDari Anas Radhiallahu ‘anhuأَنَّ رَجُلاً كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَمَرَّ بِهِ ، فَقال : يارسول اللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّ هَذا ، فقال له النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «أَأَعْلمتَهُ ؟ » قَالَ : لا قَالَ : «أَعْلِمْهُ» فَلَحِقَهُ ، فَقَالَ : إِنِّي أُحِبُّكَ في اللَّه ، فقالَ : أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْببْتَنِي لَهُ . رواه أبو داود بإِسنادٍ صحيح ."Bahwa ada seorang laki-laki berada di samping Nabi lalu ada seseorang melewatinya dan dia berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang ini.' Maka Nabi ﷺ bersabda kepadanya, 'Apakah kamu telah memberitahukannya?' Dia menjawab, 'Belum.' Beliau bersabda, 'Beritahukanlah kepadanya.' Maka dia segera mengejarnya. Lalu berkata kepadanya, 'Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.' Maka dia menjawab, 'Semoga engkau dicintai oleh Allah yang karena-Nya engkau telah mencintaiku." (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih)
View Details
- TIPS KOMUNIKASI YANG SINGKAT, PADAT, PRODUKTIFRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-390 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhuMATANDari Anas Radhiallahu ‘anhuأَنَّ رَجُلاً كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَمَرَّ بِهِ ، فَقال : يارسول اللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّ هَذا ، فقال له النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «أَأَعْلمتَهُ ؟ » قَالَ : لا قَالَ : «أَعْلِمْهُ» فَلَحِقَهُ ، فَقَالَ : إِنِّي أُحِبُّكَ في اللَّه ، فقالَ : أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْببْتَنِي لَهُ . رواه أبو داود بإِسنادٍ صحيح ."Bahwa ada seorang laki-laki berada di samping Nabi lalu ada seseorang melewatinya dan dia berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang ini.' Maka Nabi ﷺ bersabda kepadanya, 'Apakah kamu telah memberitahukannya?' Dia menjawab, 'Belum.' Beliau bersabda, 'Beritahukanlah kepadanya.' Maka dia segera mengejarnya. Lalu berkata kepadanya, 'Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.' Maka dia menjawab, 'Semoga engkau dicintai oleh Allah yang karena-Nya engkau telah mencintaiku." (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih)
View Details
- CAIRNYA HUBUNGAN RASULULLAH ﷺ DENGAN SAHABATRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-390 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhuMATANDari Anas Radhiallahu ‘anhuأَنَّ رَجُلاً كَانَ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَمَرَّ بِهِ ، فَقال : يارسول اللَّهِ إِنِّي لأُحِبُّ هَذا ، فقال له النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «أَأَعْلمتَهُ ؟ » قَالَ : لا قَالَ : «أَعْلِمْهُ» فَلَحِقَهُ ، فَقَالَ : إِنِّي أُحِبُّكَ في اللَّه ، فقالَ : أَحَبَّكَ الَّذِي أَحْببْتَنِي لَهُ . رواه أبو داود بإِسنادٍ صحيح ."Bahwa ada seorang laki-laki berada di samping Nabi lalu ada seseorang melewatinya dan dia berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya mencintai orang ini.' Maka Nabi ﷺ bersabda kepadanya, 'Apakah kamu telah memberitahukannya?' Dia menjawab, 'Belum.' Beliau bersabda, 'Beritahukanlah kepadanya.' Maka dia segera mengejarnya. Lalu berkata kepadanya, 'Sesungguhnya aku mencintaimu karena Allah.' Maka dia menjawab, 'Semoga engkau dicintai oleh Allah yang karena-Nya engkau telah mencintaiku." (HR. Abu Dawud dengan sanad shahih)
View Details
- DOA YANG DIBACA DI AKHIR SHALAT Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-389 | Hadits Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhuDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda, « يَا مُعَاذُ واللَّهِ ، إِنِّي لأُحِبُّكَ ، ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعاذُ لا تَدَعنَّ في دُبُرِ كُلِّ صلاةٍ تَقُولُ : اللَّهُم أَعِنِّي على ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ ، وحُسنِ عِبَادتِك » . حديث صحيحٌ ، رواه أبو داود والنسائي بإسناد صحيح ."Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu. Kemudian aku berwasiat kepadamu, wahai Mu'adz, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan doa di belakang setiap shalat, 'Ya Allah, tolonglah saya untuk tetap berdzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan baik'." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa'i dengan sanad shahih)
View Details
- LEMAH LEMBUTLAH WAHAI WANITAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan me-nyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
1634 . BAGAIMANA RASULULLAH ﷺ MEMBALAS CINTA SAHABATNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-389 | Hadits Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhuDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda, « يَا مُعَاذُ واللَّهِ ، إِنِّي لأُحِبُّكَ ، ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعاذُ لا تَدَعنَّ في دُبُرِ كُلِّ صلاةٍ تَقُولُ : اللَّهُم أَعِنِّي على ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ ، وحُسنِ عِبَادتِك » . حديث صحيحٌ ، رواه أبو داود والنسائي بإسناد صحيح ."Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu. Kemudian aku berwasiat kepadamu, wahai Mu'adz, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan doa di belakang setiap shalat, 'Ya Allah, tolonglah saya untuk tetap berdzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan baik'." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa'i dengan sanad shahih)
View Details
- MERASA GAGAL PADAHAL NAIK KELASRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- APAKAH HANYA ANAK YANG BISA DURHAKA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- AKIBAT MEREMEHKAN WALI ALLAHTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 37, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَHai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al-Hujurat: 11)إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌSesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al-Hujurat: 13)فَلَا تُزَكُّوٓا۟ أَنفُسَكُمْ ۖ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ ٱتَّقَىٰٓmaka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui tentang orang yang bertakwa. (QS. An-Najm: 32)
View Details
- KALA DIRI INGIN MENYERAH SAJA Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- TIGA HAL YANG DIAJARKAN KEPADA ORANG YANG KITA CINTAIRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-389 | Hadits Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhuMATANDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda, « يَا مُعَاذُ واللَّهِ ، إِنِّي لأُحِبُّكَ ، ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعاذُ لا تَدَعنَّ في دُبُرِ كُلِّ صلاةٍ تَقُولُ : اللَّهُم أَعِنِّي على ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ ، وحُسنِ عِبَادتِك » . حديث صحيحٌ ، رواه أبو داود والنسائي بإسناد صحيح ."Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu. Kemudian aku berwasiat kepadamu, wahai Mu'adz, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan doa di belakang setiap shalat, 'Ya Allah, tolonglah saya untuk tetap berdzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan baik'." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa'i dengan sanad shahih)
View Details
- MENGAJARKAN DOA, SALAH SATU BUKTI CINTARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-389 | Hadits Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhuMATANDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda, « يَا مُعَاذُ واللَّهِ ، إِنِّي لأُحِبُّكَ ، ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعاذُ لا تَدَعنَّ في دُبُرِ كُلِّ صلاةٍ تَقُولُ : اللَّهُم أَعِنِّي على ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ ، وحُسنِ عِبَادتِك » . حديث صحيحٌ ، رواه أبو داود والنسائي بإسناد صحيح ."Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu. Kemudian aku berwasiat kepadamu, wahai Mu'adz, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan doa di belakang setiap shalat, 'Ya Allah, tolonglah saya untuk tetap berdzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan baik'." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa'i dengan sanad shahih)
View Details
- MEMENUHI KEBUTUHANNYA, BUKAN KEINGINANNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-389 | Hadits Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhuDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda, « يَا مُعَاذُ واللَّهِ ، إِنِّي لأُحِبُّكَ ، ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعاذُ لا تَدَعنَّ في دُبُرِ كُلِّ صلاةٍ تَقُولُ : اللَّهُم أَعِنِّي على ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ ، وحُسنِ عِبَادتِك » . حديث صحيحٌ ، رواه أبو داود والنسائي بإسناد صحيح ."Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu. Kemudian aku berwasiat kepadamu, wahai Mu'adz, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan doa di belakang setiap shalat, 'Ya Allah, tolonglah saya untuk tetap berdzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan baik'." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa'i dengan sanad shahih)
View Details
- MEMENUHI KEBUTUHANNYA, BUKAN KEINGINANNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-389 | Hadits Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhuDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda, « يَا مُعَاذُ واللَّهِ ، إِنِّي لأُحِبُّكَ ، ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعاذُ لا تَدَعنَّ في دُبُرِ كُلِّ صلاةٍ تَقُولُ : اللَّهُم أَعِنِّي على ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ ، وحُسنِ عِبَادتِك » . حديث صحيحٌ ، رواه أبو داود والنسائي بإسناد صحيح ."Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu. Kemudian aku berwasiat kepadamu, wahai Mu'adz, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan doa di belakang setiap shalat, 'Ya Allah, tolonglah saya untuk tetap berdzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan baik'." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa'i dengan sanad shahih)
View Details
- AKIBAT SALAH DALAM MENGUNGKAPKAN RASA CINTARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-389 | Hadits Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhuDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda, « يَا مُعَاذُ واللَّهِ ، إِنِّي لأُحِبُّكَ ، ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعاذُ لا تَدَعنَّ في دُبُرِ كُلِّ صلاةٍ تَقُولُ : اللَّهُم أَعِنِّي على ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ ، وحُسنِ عِبَادتِك » . حديث صحيحٌ ، رواه أبو داود والنسائي بإسناد صحيح ."Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu. Kemudian aku berwasiat kepadamu, wahai Mu'adz, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan doa di belakang setiap shalat, 'Ya Allah, tolonglah saya untuk tetap berdzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan baik'." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa'i dengan sanad shahih)
View Details
- KERAS & KASAR = MERUSAK SEMUANYAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Allah mencintai orang yang memililki sifat yang selaras dengan-Nya dengan segala keterbatasan makhluk tentunya, karena makhluk tidaklah sempurna dan Allah Maha Sempurna, dan jika sifat tersebut diperbolehkan.MATANDia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan me-nyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- JANGAN SAMPAI CINTAMU MENJERUMUSKANNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-389 | Hadits Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhuDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda, « يَا مُعَاذُ واللَّهِ ، إِنِّي لأُحِبُّكَ ، ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعاذُ لا تَدَعنَّ في دُبُرِ كُلِّ صلاةٍ تَقُولُ : اللَّهُم أَعِنِّي على ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ ، وحُسنِ عِبَادتِك » . حديث صحيحٌ ، رواه أبو داود والنسائي بإسناد صحيح ."Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu. Kemudian aku berwasiat kepadamu, wahai Mu'adz, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan doa di belakang setiap shalat, 'Ya Allah, tolonglah saya untuk tetap berdzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan baik'." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa'i dengan sanad shahih)
View Details
- ORANG YANG KUCINTAI TAK MAU KUAJAK KE SURGARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- SIAPA YANG LEBIH BAIK DI ANTARA KITA?Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 37, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّن قَوْمٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُونُوا۟ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَآءٌ مِّن نِّسَآءٍ عَسَىٰٓ أَن يَكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا۟ بِٱلْأَلْقَٰبِ ۖ بِئْسَ ٱلِٱسْمُ ٱلْفُسُوقُ بَعْدَ ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن لَّمْ يَتُبْ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَHai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. Dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh jadi yang direndahkan itu lebih baik. Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. Seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim. (QS. Al-Hujurat: 11)إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌSesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS. Al-Hujurat: 13)
View Details
- KETIKA KONDISI EKONOMI BERUBAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-389 | Hadits Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhuDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda, « يَا مُعَاذُ واللَّهِ ، إِنِّي لأُحِبُّكَ ، ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعاذُ لا تَدَعنَّ في دُبُرِ كُلِّ صلاةٍ تَقُولُ : اللَّهُم أَعِنِّي على ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ ، وحُسنِ عِبَادتِك » . حديث صحيحٌ ، رواه أبو داود والنسائي بإسناد صحيح ."Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu. Kemudian aku berwasiat kepadamu, wahai Mu'adz, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan doa di belakang setiap shalat, 'Ya Allah, tolonglah saya untuk tetap berdzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan baik'." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa'i dengan sanad shahih)
View Details
- AGAR CINTA TIDAK PUDARRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-389 | Hadits Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhuDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda, « يَا مُعَاذُ واللَّهِ ، إِنِّي لأُحِبُّكَ ، ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعاذُ لا تَدَعنَّ في دُبُرِ كُلِّ صلاةٍ تَقُولُ : اللَّهُم أَعِنِّي على ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ ، وحُسنِ عِبَادتِك » . حديث صحيحٌ ، رواه أبو داود والنسائي بإسناد صحيح ."Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu. Kemudian aku berwasiat kepadamu, wahai Mu'adz, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan doa di belakang setiap shalat, 'Ya Allah, tolonglah saya untuk tetap berdzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan baik'." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa'i dengan sanad shahih)
View Details
- MEMBERIKAN YANG TERBAIK UNTUK YANG TERCINTARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-389 | Hadits Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhuDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda, « يَا مُعَاذُ واللَّهِ ، إِنِّي لأُحِبُّكَ ، ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعاذُ لا تَدَعنَّ في دُبُرِ كُلِّ صلاةٍ تَقُولُ : اللَّهُم أَعِنِّي على ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ ، وحُسنِ عِبَادتِك » . حديث صحيحٌ ، رواه أبو داود والنسائي بإسناد صحيح ."Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu. Kemudian aku berwasiat kepadamu, wahai Mu'adz, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan doa di belakang setiap shalat, 'Ya Allah, tolonglah saya untuk tetap berdzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan baik'." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa'i dengan sanad shahih)
View Details
- YANG DIUNTUNGKAN DARI TELADAN RASULULLAH ﷺRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-389 | Hadits Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhuDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda, « يَا مُعَاذُ واللَّهِ ، إِنِّي لأُحِبُّكَ ، ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعاذُ لا تَدَعنَّ في دُبُرِ كُلِّ صلاةٍ تَقُولُ : اللَّهُم أَعِنِّي على ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ ، وحُسنِ عِبَادتِك » . حديث صحيحٌ ، رواه أبو داود والنسائي بإسناد صحيح ."Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu. Kemudian aku berwasiat kepadamu, wahai Mu'adz, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan doa di belakang setiap shalat, 'Ya Allah, tolonglah saya untuk tetap berdzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan baik'." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa'i dengan sanad shahih)
View Details
- ALLAH MEMBENCI WANITA YANG KASAR & KERASKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Allah mencintai orang yang memililki sifat yang selaras dengan-Nya dengan segala keterbatasan makhluk tentunya, karena makhluk tidaklah sempurna dan Allah Maha Sempurna, dan jika sifat tersebut diperbolehkan.MATANDia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan me-nyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- CONTOH KETELADANAN RASULULLAH ﷺ DALAM MENCINTAIRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-389 | Hadits Mu’adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhuDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ memegang tangannya dan bersabda, « يَا مُعَاذُ واللَّهِ ، إِنِّي لأُحِبُّكَ ، ثُمَّ أُوصِيكَ يَا مُعاذُ لا تَدَعنَّ في دُبُرِ كُلِّ صلاةٍ تَقُولُ : اللَّهُم أَعِنِّي على ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ ، وحُسنِ عِبَادتِك » . حديث صحيحٌ ، رواه أبو داود والنسائي بإسناد صحيح ."Wahai Mu'adz, demi Allah, sesungguhnya aku mencintaimu. Kemudian aku berwasiat kepadamu, wahai Mu'adz, 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan doa di belakang setiap shalat, 'Ya Allah, tolonglah saya untuk tetap berdzikir kepadaMu, bersyukur kepadaMu, dan beribadah kepadaMu dengan baik'." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an-Nasa'i dengan sanad shahih)
View Details
- IKATAN IMAN PALING KOKOHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- YA ALLAH… KAPAN SUAMIKU SADAR?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- DUA AKAR DOSA-DOSA JIN & MANUSIATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 36, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
View Details
WASIAT DARI SEORANG AYAHKhutbah Jumat6 Desember 2024Masjid Nur SalmaCentennial TowerJakarta Selatan
View Details
- KUNCI MENYIKAPI UJIANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- ANTARA CINTA & KESEMPURNAAN IMANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-388 | Hadits Abu Karimah al-Miqdam bin Ma'di Karib Radhiallahu ‘anhuDari Abu Karimah al-Miqdam bin Ma'di Karib Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda, عن أبي كَريمةَ المِقْدَادِ بن مَعْدِ يكَرب رضي اللَّه عنه عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال « إِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ ، فَلْيُخْبِرْه أَنَّهُ يُحِبُّهُ » رواه أبو داود ، والترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ."Apabila seseorang mencintai saudaranya (seagama), maka hendaklah memberitahukan kepadanya bahwa dia mencintainya." (HR.Abu Dawud dan At-Tirmidzi mengatakan, "Hadits shahih.”)
View Details
- DUA TIPS AGAR SEMUA UTUSAN LANCARRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-388 | Hadits Abu Karimah al-Miqdam bin Ma'di Karib Radhiallahu ‘anhuDari Abu Karimah al-Miqdam bin Ma'di Karib Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda, عن أبي كَريمةَ المِقْدَادِ بن مَعْدِ يكَرب رضي اللَّه عنه عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال « إِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ ، فَلْيُخْبِرْه أَنَّهُ يُحِبُّهُ » رواه أبو داود ، والترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ."Apabila seseorang mencintai saudaranya (seagama), maka hendaklah memberitahukan kepadanya bahwa dia mencintainya." (HR.Abu Dawud dan At-Tirmidzi mengatakan, "Hadits shahih.”)
View Details
- ORANG BERIMAN MENGUNGKAPKAN RASA CINTANYARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-388 | Hadits Abu Karimah al-Miqdam bin Ma'di Karib Radhiallahu ‘anhuDari Abu Karimah al-Miqdam bin Ma'di Karib Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda, عن أبي كَريمةَ المِقْدَادِ بن مَعْدِ يكَرب رضي اللَّه عنه عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال « إِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ ، فَلْيُخْبِرْه أَنَّهُ يُحِبُّهُ » رواه أبو داود ، والترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ."Apabila seseorang mencintai saudaranya (seagama), maka hendaklah memberitahukan kepadanya bahwa dia mencintainya." (HR.Abu Dawud dan At-Tirmidzi mengatakan, "Hadits shahih.”)
View Details
- BELAJAR DARI SAHABAT MIQDAM RADHIALLAHU ‘ANHU Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-388 | Hadits Abu Karimah al-Miqdam bin Ma'di Karib Radhiallahu ‘anhuDari Abu Karimah al-Miqdam bin Ma'di Karib Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda, عن أبي كَريمةَ المِقْدَادِ بن مَعْدِ يكَرب رضي اللَّه عنه عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال « إِذَا أَحَبَّ الرَّجُلُ أَخَاهُ ، فَلْيُخْبِرْه أَنَّهُ يُحِبُّهُ » رواه أبو داود ، والترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ."Apabila seseorang mencintai saudaranya (seagama), maka hendaklah memberitahukan kepadanya bahwa dia mencintainya." (HR.Abu Dawud dan At-Tirmidzi mengatakan, "Hadits shahih.”)
View Details
- CERMIN HATI WANITA YANG HALUS & LEMBUTKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan me-nyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- NGUMPUL YANG DIBERKAHIRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-387 | Hadits Abu Idris al-Khaulani RahimahullahDari Abu Idris al-Khaulani Rahimahullah beliau berkata, وعن أبي إِدريس الخَولانيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ قال : دَخَلْتُ مَسْجِدَ دِمَشْقَ ، فَإِذَا فَتًى بَرَّاقُ الثَّنَايَا وَإِذَا النَّاسُ مَعهُ ، فَإِذَا اخْتَلَفُوا في شَيءٍ ، أَسْنَدُوهُ إِلَيْهِ ، وَصَدَرُوا عَنْ رَأْيهِ ، فَسَأَلْتُ عَنْهُ ، فَقِيلَ : هَذَا مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رضي اللَّه عنه ، فَلَمَّا كَانَ مِنَ الْغَدِ ، هَجَّرْتُ ، فَوَجَدْتُهُ قَدْ سَبَقَنِي بِالتَّهْجِيرِ ، ووَجَدْتُهُ يُصَلِّي ، فَانْتَظَرْتُهُ حَتَّى قَضَى صلاتَهُ ، ثُمَّ جِئْتُهُ مِنْ قِبَلِ وجْهِهِ ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ ، ثُمَّ قُلْتُ : وَاللَّهِ إِنِّي لأَحِبُّكَ للَّهِ ، فَقَالَ : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فقال : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فَأَخَذَني بِحَبْوَةِ رِدَائي ، فَجَبذَني إِلَيْهِ ، فَقَالَ : أَبْشِرْ ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « قالَ اللَّهُ تعالى وَجَبَتْ مَـحبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فيَّ ، والمُتَجالِسِينَ فيَّ ، وَالمُتَزَاوِرِينَ فيَّ ، وَالمُتَباذِلِينَ فيَّ » حديث صحيح رواه مالِكٌ في المُوطَّإِ بإِسنادِهِ الصَّحيحِ .قَوْلُهُ « هَجَّرْتُ » أَيْ بَكَّرْتُ ، وهُوَ بتشديد الجيم قوله : « اللَّهِ فَقُلْتُ : أَللَّهِ » الأَوَّلُ بهمزةٍ ممدودةٍ للاستفهامِ ، والثاني بِلا مدٍ"Saya memasuki masjid Damaskus, di sana ada seorang pemuda yang sangat putih mengkilap gigi-gigi serinya dan banyak orang bersamanya. Apabila mereka berselisih dalam sesuatu, mereka menyerahkannya kepadanya dan mengikuti pendapatnya. Saya bertanya tentang pemuda itu, maka saya diberitahu, 'Ini adalah Mu'adz bin Jabal Pada hari berikutnya, saya pergi ke masjid lebih pagi, ternyata beliau telah mendahuluiku, saya mendapati beliau sedang shalat, saya menunggu-nya sampai beliau menyelesaikan shalatnya, lalu saya menghampirinya dari arah depan beliau. Saya mengucapkan salam kepadanya, kemudian saya berkata, 'Demi Allah, saya benar-benar mencintai Anda karena Allah.' Maka dia bertanya, 'Apakah demi Allah?' Saya menjawab, 'Demi Allah.' Maka dia bertanya, 'Apakah Demi Allah?' Saya menjawab, 'Demi Allah.' Maka beliau memegang pinggir kain selempangku dan menariknya kepadanya. Dia berkata, 'Bergembiralah, karena saya mendengar Rasulullah bersabda, 'Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, 'KecintaanKu pasti diperoleh oleh orang-orang yang saling mencintai karenaKu, saling berteman karenaKu, saling mengunjungi karenaKu, dan saling memberi karena-Ku'." (Hadits shahlh, diriwayatkan oleh Malik dalam al-Muwaththa' dengan sanad shahih)
View Details
- KUNCI KETINGGIAN ADALAH KERENDAHANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 36, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
View Details
- ANTARA MEMPERBAIKI DIRI & MEMBANTU SESAMARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- BEKERJA KARENA ORANG TUA & TANPA PASSIONRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- ADAB DALAM BERINTERAKSI DENGAN AHLI ILMURiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-387 | Hadits Abu Idris al-Khaulani RahimahullahDari Abu Idris al-Khaulani Rahimahullah beliau berkata, وعن أبي إِدريس الخَولانيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ قال : دَخَلْتُ مَسْجِدَ دِمَشْقَ ، فَإِذَا فَتًى بَرَّاقُ الثَّنَايَا وَإِذَا النَّاسُ مَعهُ ، فَإِذَا اخْتَلَفُوا في شَيءٍ ، أَسْنَدُوهُ إِلَيْهِ ، وَصَدَرُوا عَنْ رَأْيهِ ، فَسَأَلْتُ عَنْهُ ، فَقِيلَ : هَذَا مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رضي اللَّه عنه ، فَلَمَّا كَانَ مِنَ الْغَدِ ، هَجَّرْتُ ، فَوَجَدْتُهُ قَدْ سَبَقَنِي بِالتَّهْجِيرِ ، ووَجَدْتُهُ يُصَلِّي ، فَانْتَظَرْتُهُ حَتَّى قَضَى صلاتَهُ ، ثُمَّ جِئْتُهُ مِنْ قِبَلِ وجْهِهِ ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ ، ثُمَّ قُلْتُ : وَاللَّهِ إِنِّي لأَحِبُّكَ للَّهِ ، فَقَالَ : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فقال : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فَأَخَذَني بِحَبْوَةِ رِدَائي ، فَجَبذَني إِلَيْهِ ، فَقَالَ : أَبْشِرْ ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « قالَ اللَّهُ تعالى وَجَبَتْ مَـحبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فيَّ ، والمُتَجالِسِينَ فيَّ ، وَالمُتَزَاوِرِينَ فيَّ ، وَالمُتَباذِلِينَ فيَّ » حديث صحيح رواه مالِكٌ في المُوطَّإِ بإِسنادِهِ الصَّحيحِ .قَوْلُهُ « هَجَّرْتُ » أَيْ بَكَّرْتُ ، وهُوَ بتشديد الجيم قوله : « اللَّهِ فَقُلْتُ : أَللَّهِ » الأَوَّلُ بهمزةٍ ممدودةٍ للاستفهامِ ، والثاني بِلا مدٍ"Saya memasuki masjid Damaskus, di sana ada seorang pemuda yang sangat putih mengkilap gigi-gigi serinya dan banyak orang bersamanya. Apabila mereka berselisih dalam sesuatu, mereka menyerahkannya kepadanya dan mengikuti pendapatnya. Saya bertanya tentang pemuda itu, maka saya diberitahu, 'Ini adalah Mu'adz bin Jabal Pada hari berikutnya, saya pergi ke masjid lebih pagi, ternyata beliau telah mendahuluiku, saya mendapati beliau sedang shalat, saya menunggu-nya sampai beliau menyelesaikan shalatnya, lalu saya menghampirinya dari arah depan beliau. Saya mengucapkan salam kepadanya, kemudian saya berkata, 'Demi Allah, saya benar-benar mencintai Anda karena Allah.' Maka dia bertanya, 'Apakah demi Allah?' Saya menjawab, 'Demi Allah.' Maka dia bertanya, 'Apakah Demi Allah?' Saya menjawab, 'Demi Allah.' Maka beliau memegang pinggir kain selempangku dan menariknya kepadanya. Dia berkata, 'Bergembiralah, karena saya mendengar Rasulullah bersabda, 'Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, 'KecintaanKu pasti diperoleh oleh orang-orang yang saling mencintai karenaKu, saling berteman karenaKu, saling mengunjungi karenaKu, dan saling memberi karena-Ku'." (Hadits shahlh, diriwayatkan oleh Malik dalam al-Muwaththa' dengan sanad shahih)
View Details
- BERTANYA KEPADA AHLINYARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-387 | Hadits Abu Idris al-Khaulani RahimahullahDari Abu Idris al-Khaulani Rahimahullah beliau berkata, وعن أبي إِدريس الخَولانيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ قال : دَخَلْتُ مَسْجِدَ دِمَشْقَ ، فَإِذَا فَتًى بَرَّاقُ الثَّنَايَا وَإِذَا النَّاسُ مَعهُ ، فَإِذَا اخْتَلَفُوا في شَيءٍ ، أَسْنَدُوهُ إِلَيْهِ ، وَصَدَرُوا عَنْ رَأْيهِ ، فَسَأَلْتُ عَنْهُ ، فَقِيلَ : هَذَا مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رضي اللَّه عنه ، فَلَمَّا كَانَ مِنَ الْغَدِ ، هَجَّرْتُ ، فَوَجَدْتُهُ قَدْ سَبَقَنِي بِالتَّهْجِيرِ ، ووَجَدْتُهُ يُصَلِّي ، فَانْتَظَرْتُهُ حَتَّى قَضَى صلاتَهُ ، ثُمَّ جِئْتُهُ مِنْ قِبَلِ وجْهِهِ ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ ، ثُمَّ قُلْتُ : وَاللَّهِ إِنِّي لأَحِبُّكَ للَّهِ ، فَقَالَ : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فقال : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فَأَخَذَني بِحَبْوَةِ رِدَائي ، فَجَبذَني إِلَيْهِ ، فَقَالَ : أَبْشِرْ ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « قالَ اللَّهُ تعالى وَجَبَتْ مَـحبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فيَّ ، والمُتَجالِسِينَ فيَّ ، وَالمُتَزَاوِرِينَ فيَّ ، وَالمُتَباذِلِينَ فيَّ » حديث صحيح رواه مالِكٌ في المُوطَّإِ بإِسنادِهِ الصَّحيحِ .قَوْلُهُ « هَجَّرْتُ » أَيْ بَكَّرْتُ ، وهُوَ بتشديد الجيم قوله : « اللَّهِ فَقُلْتُ : أَللَّهِ » الأَوَّلُ بهمزةٍ ممدودةٍ للاستفهامِ ، والثاني بِلا مدٍ"Saya memasuki masjid Damaskus, di sana ada seorang pemuda yang sangat putih mengkilap gigi-gigi serinya dan banyak orang bersamanya. Apabila mereka berselisih dalam sesuatu, mereka menyerahkannya kepadanya dan mengikuti pendapatnya. Saya bertanya tentang pemuda itu, maka saya diberitahu, 'Ini adalah Mu'adz bin Jabal Pada hari berikutnya, saya pergi ke masjid lebih pagi, ternyata beliau telah mendahuluiku, saya mendapati beliau sedang shalat, saya menunggu-nya sampai beliau menyelesaikan shalatnya, lalu saya menghampirinya dari arah depan beliau. Saya mengucapkan salam kepadanya, kemudian saya berkata, 'Demi Allah, saya benar-benar mencintai Anda karena Allah.' Maka dia bertanya, 'Apakah demi Allah?' Saya menjawab, 'Demi Allah.' Maka dia bertanya, 'Apakah Demi Allah?' Saya menjawab, 'Demi Allah.' Maka beliau memegang pinggir kain selempangku dan menariknya kepadanya. Dia berkata, 'Bergembiralah, karena saya mendengar Rasulullah bersabda, 'Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, 'KecintaanKu pasti diperoleh oleh orang-orang yang saling mencintai karenaKu, saling berteman karenaKu, saling mengunjungi karenaKu, dan saling memberi karena-Ku'." (Hadits shahlh, diriwayatkan oleh Malik dalam al-Muwaththa' dengan sanad shahih)
View Details
- MENJAGA PENAMPILAN ITU BERPAHALARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-387 | Hadits Abu Idris al-Khaulani RahimahullahDari Abu Idris al-Khaulani Rahimahullah beliau berkata, وعن أبي إِدريس الخَولانيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ قال : دَخَلْتُ مَسْجِدَ دِمَشْقَ ، فَإِذَا فَتًى بَرَّاقُ الثَّنَايَا وَإِذَا النَّاسُ مَعهُ ، فَإِذَا اخْتَلَفُوا في شَيءٍ ، أَسْنَدُوهُ إِلَيْهِ ، وَصَدَرُوا عَنْ رَأْيهِ ، فَسَأَلْتُ عَنْهُ ، فَقِيلَ : هَذَا مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رضي اللَّه عنه ، فَلَمَّا كَانَ مِنَ الْغَدِ ، هَجَّرْتُ ، فَوَجَدْتُهُ قَدْ سَبَقَنِي بِالتَّهْجِيرِ ، ووَجَدْتُهُ يُصَلِّي ، فَانْتَظَرْتُهُ حَتَّى قَضَى صلاتَهُ ، ثُمَّ جِئْتُهُ مِنْ قِبَلِ وجْهِهِ ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ ، ثُمَّ قُلْتُ : وَاللَّهِ إِنِّي لأَحِبُّكَ للَّهِ ، فَقَالَ : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فقال : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فَأَخَذَني بِحَبْوَةِ رِدَائي ، فَجَبذَني إِلَيْهِ ، فَقَالَ : أَبْشِرْ ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « قالَ اللَّهُ تعالى وَجَبَتْ مَـحبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فيَّ ، والمُتَجالِسِينَ فيَّ ، وَالمُتَزَاوِرِينَ فيَّ ، وَالمُتَباذِلِينَ فيَّ » حديث صحيح رواه مالِكٌ في المُوطَّإِ بإِسنادِهِ الصَّحيحِ .قَوْلُهُ « هَجَّرْتُ » أَيْ بَكَّرْتُ ، وهُوَ بتشديد الجيم قوله : « اللَّهِ فَقُلْتُ : أَللَّهِ » الأَوَّلُ بهمزةٍ ممدودةٍ للاستفهامِ ، والثاني بِلا مدٍ"Saya memasuki masjid Damaskus, di sana ada seorang pemuda yang sangat putih mengkilap gigi-gigi serinya dan banyak orang bersamanya. Apabila mereka berselisih dalam sesuatu, mereka menyerahkannya kepadanya dan mengikuti pendapatnya. Saya bertanya tentang pemuda itu, maka saya diberitahu, 'Ini adalah Mu'adz bin Jabal Pada hari berikutnya, saya pergi ke masjid lebih pagi, ternyata beliau telah mendahuluiku, saya mendapati beliau sedang shalat, saya menunggu-nya sampai beliau menyelesaikan shalatnya, lalu saya menghampirinya dari arah depan beliau. Saya mengucapkan salam kepadanya, kemudian saya berkata, 'Demi Allah, saya benar-benar mencintai Anda karena Allah.' Maka dia bertanya, 'Apakah demi Allah?' Saya menjawab, 'Demi Allah.' Maka dia bertanya, 'Apakah Demi Allah?' Saya menjawab, 'Demi Allah.' Maka beliau memegang pinggir kain selempangku dan menariknya kepadanya. Dia berkata, 'Bergembiralah, karena saya mendengar Rasulullah bersabda, 'Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, 'KecintaanKu pasti diperoleh oleh orang-orang yang saling mencintai karenaKu, saling berteman karenaKu, saling mengunjungi karenaKu, dan saling memberi karena-Ku'." (Hadits shahlh, diriwayatkan oleh Malik dalam al-Muwaththa' dengan sanad shahih)
View Details
- GAPAI CINTA ALLAH DENGAN MEMAAFKAN DIRINYAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan me-nyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya. Oleh karena itu, disebutkan dalam sebuah hadits:
View Details
- PENAMPILAN TERBAIK ORANG BERIMAN UNTUK ALLAH Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-387 | Hadits Abu Idris al-Khaulani RahimahullahDari Abu Idris al-Khaulani Rahimahullah beliau berkata, وعن أبي إِدريس الخَولانيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ قال : دَخَلْتُ مَسْجِدَ دِمَشْقَ ، فَإِذَا فَتًى بَرَّاقُ الثَّنَايَا وَإِذَا النَّاسُ مَعهُ ، فَإِذَا اخْتَلَفُوا في شَيءٍ ، أَسْنَدُوهُ إِلَيْهِ ، وَصَدَرُوا عَنْ رَأْيهِ ، فَسَأَلْتُ عَنْهُ ، فَقِيلَ : هَذَا مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رضي اللَّه عنه ، فَلَمَّا كَانَ مِنَ الْغَدِ ، هَجَّرْتُ ، فَوَجَدْتُهُ قَدْ سَبَقَنِي بِالتَّهْجِيرِ ، ووَجَدْتُهُ يُصَلِّي ، فَانْتَظَرْتُهُ حَتَّى قَضَى صلاتَهُ ، ثُمَّ جِئْتُهُ مِنْ قِبَلِ وجْهِهِ ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ ، ثُمَّ قُلْتُ : وَاللَّهِ إِنِّي لأَحِبُّكَ للَّهِ ، فَقَالَ : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فقال : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فَأَخَذَني بِحَبْوَةِ رِدَائي ، فَجَبذَني إِلَيْهِ ، فَقَالَ : أَبْشِرْ ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « قالَ اللَّهُ تعالى وَجَبَتْ مَـحبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فيَّ ، والمُتَجالِسِينَ فيَّ ، وَالمُتَزَاوِرِينَ فيَّ ، وَالمُتَباذِلِينَ فيَّ » حديث صحيح رواه مالِكٌ في المُوطَّإِ بإِسنادِهِ الصَّحيحِ .قَوْلُهُ « هَجَّرْتُ » أَيْ بَكَّرْتُ ، وهُوَ بتشديد الجيم قوله : « اللَّهِ فَقُلْتُ : أَللَّهِ » الأَوَّلُ بهمزةٍ ممدودةٍ للاستفهامِ ، والثاني بِلا مدٍ"Saya memasuki masjid Damaskus, di sana ada seorang pemuda yang sangat putih mengkilap gigi-gigi serinya dan banyak orang bersamanya. Apabila mereka berselisih dalam sesuatu, mereka menyerahkannya kepadanya dan mengikuti pendapatnya. Saya bertanya tentang pemuda itu, maka saya diberitahu, 'Ini adalah Mu'adz bin Jabal Pada hari berikutnya, saya pergi ke masjid lebih pagi, ternyata beliau telah mendahuluiku, saya mendapati beliau sedang shalat, saya menunggu-nya sampai beliau menyelesaikan shalatnya, lalu saya menghampirinya dari arah depan beliau. Saya mengucapkan salam kepadanya, kemudian saya berkata, 'Demi Allah, saya benar-benar mencintai Anda karena Allah.' Maka dia bertanya, 'Apakah demi Allah?' Saya menjawab, 'Demi Allah.' Maka dia bertanya, 'Apakah Demi Allah?' Saya menjawab, 'Demi Allah.' Maka beliau memegang pinggir kain selempangku dan menariknya kepadanya. Dia berkata, 'Bergembiralah, karena saya mendengar Rasulullah bersabda, 'Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, 'KecintaanKu pasti diperoleh oleh orang-orang yang saling mencintai karenaKu, saling berteman karenaKu, saling mengunjungi karenaKu, dan saling memberi karena-Ku'." (Hadits shahlh, diriwayatkan oleh Malik dalam al-Muwaththa' dengan sanad shahih)
View Details
- PERSAHABATANKU BERTEPUK SEBELAH TANGANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- KENAPA SUKA MEREMEHKAN?Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 36, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
View Details
- MENJAGA DIRI DARI LAKI-LAKI YANG MENGEJAR SAYARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- INGIN DIPERCAYA ORANG? SIMAK TIPS INIRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-387 | Hadits Abu Idris al-Khaulani RahimahullahDari Abu Idris al-Khaulani Rahimahullah beliau berkata, وعن أبي إِدريس الخَولانيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ قال : دَخَلْتُ مَسْجِدَ دِمَشْقَ ، فَإِذَا فَتًى بَرَّاقُ الثَّنَايَا وَإِذَا النَّاسُ مَعهُ ، فَإِذَا اخْتَلَفُوا في شَيءٍ ، أَسْنَدُوهُ إِلَيْهِ ، وَصَدَرُوا عَنْ رَأْيهِ ، فَسَأَلْتُ عَنْهُ ، فَقِيلَ : هَذَا مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رضي اللَّه عنه ، فَلَمَّا كَانَ مِنَ الْغَدِ ، هَجَّرْتُ ، فَوَجَدْتُهُ قَدْ سَبَقَنِي بِالتَّهْجِيرِ ، ووَجَدْتُهُ يُصَلِّي ، فَانْتَظَرْتُهُ حَتَّى قَضَى صلاتَهُ ، ثُمَّ جِئْتُهُ مِنْ قِبَلِ وجْهِهِ ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ ، ثُمَّ قُلْتُ : وَاللَّهِ إِنِّي لأَحِبُّكَ للَّهِ ، فَقَالَ : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فقال : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فَأَخَذَني بِحَبْوَةِ رِدَائي ، فَجَبذَني إِلَيْهِ ، فَقَالَ : أَبْشِرْ ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « قالَ اللَّهُ تعالى وَجَبَتْ مَـحبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فيَّ ، والمُتَجالِسِينَ فيَّ ، وَالمُتَزَاوِرِينَ فيَّ ، وَالمُتَباذِلِينَ فيَّ » حديث صحيح رواه مالِكٌ في المُوطَّإِ بإِسنادِهِ الصَّحيحِ .قَوْلُهُ « هَجَّرْتُ » أَيْ بَكَّرْتُ ، وهُوَ بتشديد الجيم قوله : « اللَّهِ فَقُلْتُ : أَللَّهِ » الأَوَّلُ بهمزةٍ ممدودةٍ للاستفهامِ ، والثاني بِلا مدٍ"Saya memasuki masjid Damaskus, di sana ada seorang pemuda yang sangat putih mengkilap gigi-gigi serinya dan banyak orang bersamanya. Apabila mereka berselisih dalam sesuatu, mereka menyerahkannya kepadanya dan mengikuti pendapatnya. Saya bertanya tentang pemuda itu, maka saya diberitahu, 'Ini adalah Mu'adz bin Jabal Pada hari berikutnya, saya pergi ke masjid lebih pagi, ternyata beliau telah mendahuluiku, saya mendapati beliau sedang shalat, saya menunggu-nya sampai beliau menyelesaikan shalatnya, lalu saya menghampirinya dari arah depan beliau. Saya mengucapkan salam kepadanya, kemudian saya berkata, 'Demi Allah, saya benar-benar mencintai Anda karena Allah.' Maka dia bertanya, 'Apakah demi Allah?' Saya menjawab, 'Demi Allah.' Maka dia bertanya, 'Apakah Demi Allah?' Saya menjawab, 'Demi Allah.' Maka beliau memegang pinggir kain selempangku dan menariknya kepadanya. Dia berkata, 'Bergembiralah, karena saya mendengar Rasulullah bersabda, 'Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, 'KecintaanKu pasti diperoleh oleh orang-orang yang saling mencintai karenaKu, saling berteman karenaKu, saling mengunjungi karenaKu, dan saling memberi karena-Ku'." (Hadits shahlh, diriwayatkan oleh Malik dalam al-Muwaththa' dengan sanad shahih)
View Details
- KENALI PENUNTUT ILMU PADA PANDANGAN PERTAMARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-387 | Hadits Abu Idris al-Khaulani RahimahullahDari Abu Idris al-Khaulani Rahimahullah beliau berkata, وعن أبي إِدريس الخَولانيِّ رَحِمَهُ اللَّهُ قال : دَخَلْتُ مَسْجِدَ دِمَشْقَ ، فَإِذَا فَتًى بَرَّاقُ الثَّنَايَا وَإِذَا النَّاسُ مَعهُ ، فَإِذَا اخْتَلَفُوا في شَيءٍ ، أَسْنَدُوهُ إِلَيْهِ ، وَصَدَرُوا عَنْ رَأْيهِ ، فَسَأَلْتُ عَنْهُ ، فَقِيلَ : هَذَا مُعَاذُ بْنُ جَبَلٍ رضي اللَّه عنه ، فَلَمَّا كَانَ مِنَ الْغَدِ ، هَجَّرْتُ ، فَوَجَدْتُهُ قَدْ سَبَقَنِي بِالتَّهْجِيرِ ، ووَجَدْتُهُ يُصَلِّي ، فَانْتَظَرْتُهُ حَتَّى قَضَى صلاتَهُ ، ثُمَّ جِئْتُهُ مِنْ قِبَلِ وجْهِهِ ، فَسَلَّمْتُ عَلَيْهِ ، ثُمَّ قُلْتُ : وَاللَّهِ إِنِّي لأَحِبُّكَ للَّهِ ، فَقَالَ : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فقال : آللَّهِ ؟ فَقُلْتُ : أَللَّهِ ، فَأَخَذَني بِحَبْوَةِ رِدَائي ، فَجَبذَني إِلَيْهِ ، فَقَالَ : أَبْشِرْ ، فَإِنِّي سَمِعْتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « قالَ اللَّهُ تعالى وَجَبَتْ مَـحبَّتِي لِلْمُتَحَابِّينَ فيَّ ، والمُتَجالِسِينَ فيَّ ، وَالمُتَزَاوِرِينَ فيَّ ، وَالمُتَباذِلِينَ فيَّ » حديث صحيح رواه مالِكٌ في المُوطَّإِ بإِسنادِهِ الصَّحيحِ .قَوْلُهُ « هَجَّرْتُ » أَيْ بَكَّرْتُ ، وهُوَ بتشديد الجيم قوله : « اللَّهِ فَقُلْتُ : أَللَّهِ » الأَوَّلُ بهمزةٍ ممدودةٍ للاستفهامِ ، والثاني بِلا مدٍ"Saya memasuki masjid Damaskus, di sana ada seorang pemuda yang sangat putih mengkilap gigi-gigi serinya dan banyak orang bersamanya. Apabila mereka berselisih dalam sesuatu, mereka menyerahkannya kepadanya dan mengikuti pendapatnya. Saya bertanya tentang pemuda itu, maka saya diberitahu, 'Ini adalah Mu'adz bin Jabal Pada hari berikutnya, saya pergi ke masjid lebih pagi, ternyata beliau telah mendahuluiku, saya mendapati beliau sedang shalat, saya menunggu-nya sampai beliau menyelesaikan shalatnya, lalu saya menghampirinya dari arah depan beliau. Saya mengucapkan salam kepadanya, kemudian saya berkata, 'Demi Allah, saya benar-benar mencintai Anda karena Allah.' Maka dia bertanya, 'Apakah demi Allah?' Saya menjawab, 'Demi Allah.' Maka dia bertanya, 'Apakah Demi Allah?' Saya menjawab, 'Demi Allah.' Maka beliau memegang pinggir kain selempangku dan menariknya kepadanya. Dia berkata, 'Bergembiralah, karena saya mendengar Rasulullah bersabda, 'Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, 'KecintaanKu pasti diperoleh oleh orang-orang yang saling mencintai karenaKu, saling berteman karenaKu, saling mengunjungi karenaKu, dan saling memberi karena-Ku'." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Malik dalam al-Muwaththa' dengan sanad shahih)
View Details
- DULU MUSUHAN, KINI HATINYA SATURiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-386 | Hadits Mu'adz Radhiallahu ‘anhuDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وعن مُعَاذٍ رضي اللَّه عنه قال : سمِعتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : المُتَحَابُّونَ في جَلالي ، لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ يَغْبِطُهُمْ النَّبِيُّونَ وَالشُّهَدَاءُ » رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ ."Orang-orang yang saling mencintai karena keagunganKu, bagi mereka mimbar-mimbar (tempat mereka duduk) yang terbuat dari cahaya, hingga para Nabi dan orang-orang yang syahid merasa iri terhadap mereka." (HR. Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan shahih.”)
View Details
- IRI YANG DIPERBOLEHKANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-386 | Hadits Mu'adz Radhiallahu ‘anhuDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, وعن مُعَاذٍ رضي اللَّه عنه قال : سمِعتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : المُتَحَابُّونَ في جَلالي ، لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ يَغْبِطُهُمْ النَّبِيُّونَ وَالشُّهَدَاءُ » رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ ."Orang-orang yang saling mencintai karena keagunganKu, bagi mereka mimbar-mimbar (tempat mereka duduk) yang terbuat dari cahaya, hingga para Nabi dan orang-orang yang syahid merasa iri terhadap mereka." (HR. Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan shahih.”)
View Details
- TIDAK CUKUP MENGATAKAN TIDAK PADA GHIBAHKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan me-nyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya. Oleh karena itu, disebutkan dalam sebuah hadits:
View Details
- AGAR MENDAPATKAN MIMBAR-MMBAR CAHAYA DI HARI AKHIRATRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-386 | Hadits Mu'adz Radhiallahu ‘anhuDari Mu'adz Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, Allah berfirman, وعن مُعَاذٍ رضي اللَّه عنه قال : سمِعتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : المُتَحَابُّونَ في جَلالي ، لَهُمْ مَنَابِرُ مِنْ نُورٍ يَغْبِطُهُمْ النَّبِيُّونَ وَالشُّهَدَاءُ » رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ ."Orang-orang yang saling mencintai karena keagunganKu, bagi mereka mimbar-mimbar (tempat mereka duduk) yang terbuat dari cahaya, hingga para Nabi dan orang-orang yang syahid merasa iri terhadap mereka." (HR. Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan shahih.”)
View Details
- SEJATINYA KITA HANYA BUTUH RIDHA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- HATI-HATI DENGAN DUA KUNCI KEGAGALAN INIRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- KALA TERGELINCIR MENJELANG PERNIKAHANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- KENAPA KITA HARUS MENCINTAI KAUM ANSHARRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-385 | Hadits Al-Bara' bin Azib Radhiallahu ‘anhumaDari Al-Bara' bin Azib Radhiallahu ‘anhuma dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda tentang orang-orang Anshar, وعن البَرَاءِ بْنِ عَازبٍ رضي اللَّهُ عنهما عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنه قال في الأَنْصَار : « لا يُحِبُّهُمْ إِلاَّ مُؤمِنٌ ، وَلا يُبْغِضُهُمْ إِلاَّ مُنَافِقٌ ، مَنْ أَحَبَّهُمْ أحبَّه اللَّهُ ، وَمَنْ أَبْغَضَهُمْ أَبْغَضَهُ اللَّه » متفقٌ عليه"Tidak ada yang mencintai mereka kecuali seorang Mukmin, dan tidak ada yang membenci mereka kecuali seorang munafik. Barang-siapa mencintai mereka, pasti mereka dicintai Allah, dan siapa yang membenci mereka, niscaya dia dimurkai Allah." (Muttafaqun ‘alaih)
View Details
- TAK ADA YANG SIA-SIA KALAU KARENA ALLAH ﷻRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-384 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah dari Nabi ﷺ « أَنَّ رَجُلاً زَار أَخاً لَهُ في قَرْيَةٍ أُخْرَى ، فَأَرْصَد اللَّهُ لَهُ عَلَى مَدْرَجتِهِ مَلَكاً » وذكر الحديث إلى قوله : « إِن اللَّه قَدْ أَحَبَّكَ كَمَا أَحْبَبْتَهُ فِيهِ » رواه مسلم . وقد سبق بالبابِ قبله"Bahwa seorang laki-laki mengunjungi saudaranya (seagama) yang ada di kampung lain, maka Allah mengutus satu malaikat untuk menemuinya di tengah perjalanannya." Dan dia menyebutkan hadits ini sampai pada ucapannya, "Sesungguhnya Allah telah mencintaimu sebagaimana kamu telah mencintainya karenaNya." (HR. Muslim)
View Details
- TIPS MEMBANGUN RASA CINTARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-383 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعنه قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لا تَدْخُلُوا الجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا ، ولا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا ، أَوَ لا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوه تَحَابَبْتُمْ ؟ أَفْشُوا السَّلامَ بينَكم »رواه مسلم"Demi Dzat yang jiwaku berada di TanganNya, kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman dan kalian tidak akan beriman sehingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu, yang apabila kalian melakukannya, niscaya kalian bisa saling mencintai? Tebarkanlah salam di antara kalian semua." (HR. Muslim)
View Details
- ANCAMAN BAGI ORANG YANG MEMBUKA AIB ORANGKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan me-nyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- NAUNGAN ALLAH DI HARI KIAMATRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-383 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إن اللَّه تعالى يقولُ يَوْمَ الْقِيَامةِ : أَيْنَ المُتَحَابُّونَ بِجَلالِي ؟ الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ في ظِلِّي يَومَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلِّي » رواه مسلم ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman pada Hari Kiamat, 'Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena keagunganKu? Hari ini Aku menaungi mereka dalam naunganKu, di hari yang tidak ada lagi naungan kecuali naunganKu'." (HR. at-Tirmidzi)
View Details
- SOLUSI DARI PANASNYA HARI KIAMATRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-383 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إن اللَّه تعالى يقولُ يَوْمَ الْقِيَامةِ : أَيْنَ المُتَحَابُّونَ بِجَلالِي ؟ الْيَوْمَ أُظِلُّهُمْ في ظِلِّي يَومَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلِّي » رواه مسلم ."Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman pada Hari Kiamat, 'Di manakah orang-orang yang saling mencintai karena keagunganKu? Hari ini Aku menaungi mereka dalam naunganKu, di hari yang tidak ada lagi naungan kecuali naunganKu'." (HR. at-Tirmidzi)
View Details
- SALAH SATU, MUSIBAH TERBERAT WANITARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- JANGAN MERENDAHKAN ORANGTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 36, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
View Details
- BOLEHKAH SEDEKAH TANPA IZIN SUAMI? Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- HATI YANG PENUH WARNARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MENANGIS MENGINGAT NIKMATRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- AIR MATA TAKUT AKAN MURKA ALLAH | Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- TUJUAN BESAR DARI BERSEDEKAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- JANGAN UMBAR DOSA YANG TELAH ALLAH-Ta’ala TUTUPIKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan me-nyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- RAGU BERHIJRAH KARENA TAKUT DIUJIRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya JawabDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- AKU BUKAN MUTIARA DALAM CANGKANG LAGIRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- ‘PLOT TWIST’ DARI ALLAH UNTUK ORANG RIYATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 36, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Obat dari Riya di antaranya:Ia berfikir bahwa seluruh makhluk tidak mampu memberikan manfaat selama Allah Subhanahu wa Ta’ala belum menakdirkannya demikian pula tidak mampu memberikan mudharat kecuali dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika demikian kenapa justru ia menggugurkan amalannya serta merusak agamanya?!Menyibukkan dirinya dengan menampilkan amalannya kepada makhluk yang tidak bisa memberi manfaat maupun mudharat?! Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui niat orang tersebut dan keburukan hatinya. Sebagaimana dalam hadits Nabi ﷺ مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللهُ بِهِ، وَمَنْ رَاءَى رَاءَى اللهُ بِهِ.Siapa yang suka memperdengarkan amalannya kepada orang lain (karena ingin dipuji), Allah akan memperdengarkan kejelekan niatnya kepada manusia. Dan siapa yang suka memperlihatkan amalannya kepada orang lain (karena ingin dipuji), Allah akan memperlihatkan kejelekan niatnya kepada manusia
View Details
- KETIKA JADI SHALIH HANYA PENCITRAANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- JANGAN SAMPAI TANGAN KIRI TAHURiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
1580.Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KEUTAMAAN BERSEDEKAH BERSEMBUNYI-SEMBUNYIRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- CARA MENGETAHUI IMAN CALON KITA SUDAH TERUJIRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SIAPA YANG ALLAH ﷻ SAYANGI?Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 95Dalam ash-Shahih (Shahih al-Bukhari) disebutkan: إنَّ اللَّه وِترٌ يُحِبُّ الْوتْرَ، فأَوْتِرُوا، يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ"Sesungguhnya Allah Ta'ala itu ganjil (tunggal) dan mencintai yang ganjil." Dia-lah Allah Yang Maha Penyayang dan mencintai orang-orang yang penyayang, dan Dia hanya akan mengasihi hamba-hamba-Nya yang penyayang; Dia Maha Menutupi dan mencintai hamba-Nya yang menutupi aib atau kesalahan orang lain; Dia Maha Pemaaf dan mencintai hamba-Nya yang memaafkan orang lain; Dia Maha Pengampun dan mencintai orang yang diberikan ampunan; Dia Mahalembut dan mencintai sifat lembut dari hamba-Nya; Dia marah kepada orang yang kasar, keras, yang berjalan dengan sikap sombong; Dia Maha Pemurah dan mencintai sikap ramah; Dia Maha Murah hati dan mencintai sifat murah hati; Dia Mahabaik dan me-nyukai kebaikan dan para pelakunya; Dia Mahaadil dan mencintai keadilan; Maha Menerima udzur dari orang-orang yang memiliki udzur dan mencintai orang yang menerima udzur dari hamba-hamba-Nya; Dia memberikan balasan kepada hamba-hamba-Nya sesuai dengan sifat-sifat ini. Siapa yang memaafkan maka ia akan dimaafkan; siapa yang memberikan ampunan maka akan diampunkan; siapa yang memberikan izin maka akan diizinkan; siapa yang lemah lembut kepada hamba-Nya maka ia akan dilemahlembuti; siapa yang menyayangi makhluk-Nya maka ia akan disayangi; siapa yang berlaku baik kepada mereka maka akan diperlakukan secara baik; siapa yang derma kepada mereka maka akan diperlakukan dengan derma juga; siapa yang memberikan manfaat kepada mereka maka akan diberi manfaat baginya; siapa yang menutup aib mereka maka akan ditutup pula aibnya; siapa yang memaafkan mereka maka akan dimaafkan; siapa yang menyelidiki cacat mereka maka akan diselidiki juga cacatnya; siapa yang menghalangi kebaikan mereka maka kebaikannya akan dihalangi; siapa yang rindu kepada Allah maka Allah akan rindu kepadanya; siapa yang melakukan makar maka ia akan diberi makar; siapa yang menipu maka ia akan ditipu; siapa yang bermu'amalah kepada makhluk-Nya dengan satu sifat maka Allah akan bermu'amalah kepadanya dengan sifat tersebut di dunia dan di akhirat. Allah akan memperlakukan hamba-Nya sesuai dengan perlakuan hamba itu kepada makhluk-Nya.
View Details
- 'SANDWICH' GENERATION JADI PENGHALANG PERNIKAHANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- APAKAH AKU SUDAH SIAP MENIKAH?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- BAHAYA RIYA’ & OBATNYATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 36, penerbit Pustaka Al-Ihsan)Obat dari Riya di antaranya:Ia berfikir bahwa seluruh makhluk tidak mampu memberikan manfaat selama Allah Subhanahu wa Ta’ala belum menakdirkannya demikian pula tidak mampu memberikan mudharat kecuali dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika demikian kenapa justru ia menggugurkan amalannya serta merusak agamanya?!Menyibukkan dirinya dengan menampilkan amalannya kepada makhluk yang tidak bisa memberi manfaat maupun mudharat?! Padahal Allah Subhanahu wa Ta’ala mengetahui niat orang tersebut dan keburukan hatinya. Sebagaimana dalam hadits Nabi ﷺ مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللهُ بِهِ، وَمَنْ رَاءَى رَاءَى اللهُ بِهِ.Siapa yang suka memperdengarkan amalannya kepada orang lain (karena ingin dipuji), Allah akan memperdengarkan kejelekan niatnya kepada manusia. Dan siapa yang suka memperlihatkan amalannya kepada orang lain (karena ingin dipuji), Allah akan memperlihatkan kejelekan niatnya kepada manusia
View Details
- SIAP MENIKAH APA YANG HARUS DIPERSIAPKAN?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- CARILAH CALON YANG SUDAH TERUJIRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SELF-CONTROL SEORANG MUKMINRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- LELAKI IDAMANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- JANGAN AJI MUMPUNGRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- ORANG PELIT ITU JAUH DARI ALLAH & SURGAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 93-94Aku (Ibnul Qayyim) telah mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, berkata, "Allah menurunkan wahyu kepada Ibrahim
Apakah engkau tahu mengapa Aku menjadikanmu kekasih?' Ibrahim berkata,Tidak.' Allah berkata, (Karena Aku melihat engkau lebih suka memberi daripada meminta.' Ini adalah satu sifat di antara sifat-sifat Allah, karena sesungguhnya Allah senantiasa memberi dan tidak pernah meminta, memberi makan dan tidak minta diberi makan. Sedangkan Ibrahim adalah orang yang paling baik di antara orang-orang baik, yang paling dermawan di antara orang-orang dermawan, dan orang yang paling dicintai oleh Allah karena ia bersifat seperti sifat-Nya. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang dermawan di antara hamba-hamba-Nya, Dia Maha Mengetahui dan mencintai orang-orang yang berilmu pengetahuan (para ulama), Dia Mahakuasa dan mencintai keberanian, dan Dia Mahaindah dan mencintai keindahan.”At-Tirmidzi meriwayatkan dalam kitab Jami'nya, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Basysyar; telah menceritakan kepada kami Abu Amir; telah mengabarkan kepada kami Khalid bin Ilyas, dari Shalih bin Abi Hassan, ia berkata: Aku telah mendengar Sa'id bin al-Musayyab berkata, "Sesungguhnya Allah Mahabaik dan mencintai hal-hal yang baik, Mahabersih dan mencintai kebersihan, Maha Pemurah dan mencintai kemurahan, serta Mahamulia dan mencintai kemuliaan. Bersihkanlah pekarangan rumah kaliaii dan janganlah kalian menyerupai orang Yahudi." Dia berkata: Aku menyebutkan hal ini kepada Muhajir bin Mismar, maka ia berkata:Amir bin Sa'd telah menceritakan kepadaku, dari ayah-nya, dari Nabi dengan hadits yang semisal, namun dalam hadits itu beliau bersabda, "Maka bersihkanlah halaman kalian." Hadits ini Khalid bin Ilyas dinilai lemah.Dalam Sunan at-Tirmidzi juga disebutkan dalam kitab al-Birr, ia berkata: Telah menceritakan kepada kami al-Hasan bin Arafah, telah menceritakan kepada kami Sa'id bin Muhammad al-Warraq, dari Yahya bin Sa'id, dari al-A'raj, dari Abu Hurairah, dari Nabi ﷺ beliau berkata, "Orang yang dermawan itu dekat kepada Allah, dekat kepada Surga, dekat kepada manusia dan jauh dari neraka, sementara orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari Surga, jauh dari manusia dan dekat kepada neraka. Sesungguhnya orang bodoh yang dermawan lebih dicintai oleh Allah dibandingkan orangalim tetapi bakhil."
View Details
- AKU KHAWATIR TIDAK MAMPU MENUNAIKAN HAKMURiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SAAT MERENDAH HIDUP JADI MUDAHTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 35, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
View Details
- MEMULAI RUMAH TANGGA DENGAN KESALAHANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuTanya Jawab
View Details
- SYAHWAT TINGGI CALON BELUM ADARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuTanya Jawab
View Details
- KETIKA WANITA "DIGODA" LELAKIRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- CANTIK & BERKUASA, MAMPU MENOLAK? Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KETIKA BERZINA TINGGAL DI DEPAN MATARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- INGIN HUBUNGAN LANGGENG SAMPAI AJAL MENJEMPUT?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- YANG MEMISAHKAN PARA PENCINTA? Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SEBAB ALLAH MENGANGKAT NABI IBRAHIM MENJADI KEKASIHKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 92Aku (Ibnul Qayyim) telah mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, berkata, "Allah menurunkan wahyu kepada Ibrahim
Apakah engkau tahu mengapa Aku menjadikanmu kekasih?' Ibrahim berkata,Tidak.' Allah berkata, (Karena Aku melihat engkau lebih suka memberi daripada meminta.' Ini adalah satu sifat di antara sifat-sifat Allah, karena sesungguhnya Allah senantiasa memberi dan tidak pernah meminta, memberi makan dan tidak minta diberi makan. Sedangkan Ibrahim adalah orang yang paling baik di antara orang-orang baik, yang paling dermawan di antara orang-orang dermawan, dan orang yang paling dicintai oleh Allah karena ia bersifat seperti sifat-Nya. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang dermawan di antara hamba-hamba-Nya, Dia Maha Mengetahui dan mencintai orang-orang yang berilmu pengetahuan (para ulama), Dia Mahakuasa dan mencintai keberanian, dan Dia Mahaindah dan mencintai keindahan."
View Details
- FROM HERO TO ZEROTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 35, penerbit Pustaka Al-Ihsan)OBAT UJUB DI ANTARANYA: Ia mengingat bahwa ilmu, pemahaman, kecerdasan otak, kefasihan dan sebagainya dari kenikmatan-kenikmatan merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala serta amanah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala titipkan kepadanya agar ia menjaganya dengan sebaik-baiknya. Sungguh Dzat yang telah memberikan kenikmatan tersebut maha mampu untuk mencabutnya dalam waktu sekejap. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mencabut ilmu dari Bal'am dalam sekejap mata, dan hal itu bukanlah perkara yang sulit bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
View Details
- PENYAKITKU BELUM ADA OBATNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- SHALAT YANG PALING SULIT BAGI ORANG MUNAFIKRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- TANDA CINTA YANG TULUS KEPADA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- AKU TIDAK MAU BERPISAH!?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- PERTOLONGAN UNTUK ORANG-ORANG BERIMANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- INGAT DIA, INGAT ALLAH -Ta'ala-Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KENALI DUA BENTUK KEDERMAWANANKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 91Batasan dari dermawan adalah memberikan apa yang menjadi kebutuhan pada saat ia dibutuhkan, dan menyampaikannya kepada orang yang berhak sesuai dengan kemampuan. Ini tidak seperti yang dikatakan oleh sebagian orang yang kurang ilmunya bahwasanya dermawan itu adalah memberikan apa yang ada. Apabila dermawan itu seperti perkataan orang ini, niscaya akan terjadilah pelampauan batas dan mubadzir. Sungguh al-Qur'an datang dengan mencela sifat ini (melampaui batas dan mubadzir), begitu pula dengan Sunnah datang melarang keduanya. Apabila dermawan itu terpuji, maka siapa saja yang berdiri pada batasannya, ia dinamakan orang yang murah hati dan pujian itu wajib baginya. Siapa saja yang kurang dari batasan itu maka ia termasuk bakhil dan celaan itu wajib baginya. Telah diriwayatkan dalam sebuah atsar: "Sesungguhnya Allah Ta'ala telah bersumpah dengan kemuliaan-Nya untuk tidak menjadikan orang bakhil berada di samping-Nya."Kedermawanan itu ada dua macam: Pertama, kedermawananmu terhadap apa yang ada di tangan orang selainmu (tidak minta-minta kepada orang dan inilah yang paling mulia. Kedua, kedermawananmu dengan memberikan apa yang ada padamu.Bisa jadi seseorang termasuk orang yang paling dermawan padahal ia tidak memberikan sedikit pun (dari sesuatu yang dimiliki-nya) kepada orang lain, karena sesungguhnya ia dermawan terhadap apa yang ada di tangan mereka. Inilah makna dari perkataan sebagian mereka, "Kedermawanan ialah engkau bershadaqah dengan hartamu dan menjauhkan diri dari harta orang lain (tidak minta-minta)."Aku (Ibnul Qayyim) telah mendengar Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, berkata, "Allah menurunkan wahyu kepada Ibrahim
Apakah engkau tahu mengapa Aku menjadikanmu kekasih?' Ibrahim berkata,Tidak.' Allah berkata, (Karena Aku melihat engkau lebih suka memberi daripada meminta.' Ini adalah satu sifat di antara sifat-sifat Allah, karena sesungguhnya Allah senantiasa memberi dan tidak pernah meminta, memberi makan dan tidak minta diberi makan. Sedangkan Ibrahim adalah orang yang paling baik di antara orang-orang baik, yang paling dermawan di antara orang-orang dermawan, dan orang yang paling dicintai oleh Allah karena ia bersifat seperti sifat-Nya. Sesungguhnya Allah mencintai orang yang dermawan di antara hamba-hamba-Nya, Dia Maha Mengetahui dan mencintai orang-orang yang berilmu pengetahuan (para ulama), Dia Mahakuasa dan mencintai keberanian, dan Dia Mahaindah dan mencintai keindahan."
View Details
- MENYIKAPI ORANG YANG BERMUKA DUARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- LOGIKA SAJA TIDAK CUKUPTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 35, penerbit Pustaka Al-Ihsan)OBAT UJUB DI ANTARANYA: Ia mengingat bahwa ilmu, pemahaman, kecerdasan otak, kefasihan dan sebagainya dari kenikmatan-kenikmatan merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala serta amanah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala titipkan kepadanya agar ia menjaganya dengan sebaik-baiknya. Sungguh Dzat yang telah memberikan kenikmatan tersebut maha mampu untuk mencabutnya dalam waktu sekejap. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mencabut ilmu dari Bal'am dalam sekejap mata, dan hal itu bukanlah perkara yang sulit bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
View Details
- SUAMIKU CUMA SHALAT WAJIB, APAKAH IA SHALIH?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- ORANG SEPERTI INI TIDAK BISA DIPERCAYA DALAM CINTARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SIAPA SEBENARNYA YANG ENGKAU CINTAI?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- TIPS MENDAPATKAN CINTA ORANG YANG SHALIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- INGIN JATUH CINTA? INILAH RESEPNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- UANG BERKURANG, SAHABAT MENGHILANGKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 90-91Aib seseorang itu ditampakkan di tengah manusia oleh sifat bakhilnya, sedang kedermawanannya menutupi aibnya dari mereka semua Tutupilah dengan pakaian kedermawanankarena aku melihat seluruh aib tertutupi dengan kedermawanan Bandingkanlah apabila engkau membandingkan orang yang merdeka Ia memperindah dan menghinakan seorang pemuda dengan teman-temannya Jika kau mampu, sedikitlah dalam berucap, karena sesungguhnya jika seseorang sedikit berucap, sedikit pula kesalahannya Apabila harta seseorang berkurang, berkurang pula sahabatnya dan langit serta bumi menjadi terasa sempit baginya Lalu jadilah ia tidak tahu meskipun ia memasrahinya Apakah di depannya itu lebih baik baginya atau di belakangnya Apabila seseorang belum memilih sahabat bagi dirinya Maka umumkanlah di depan manusia bahwa ini adalah balasannya.
View Details
- SIAPAKAH YANG MEMBUAT ANDA JATUH CINTA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- TERKECOH DENGAN ZHAHIRNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MENGAPA AKU MENCINTAINYARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- APA YANG MENYATUKAN ANDA & SAHABAT ANDARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MOTIF SAAT KUMPUL & BERPISAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BERTEMU & BERPISAH KARENA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- PENCINTA MASJIDRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- JADILAH ANAK MUDA YANG MANDIRI & PRODUKTIF Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuMATANDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- DIAM & DISEGANIKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 90Aib seseorang itu ditampakkan di tengah manusia oleh sifat bakhilnya, sedang kedermawanannya menutupi aibnya dari mereka semua Tutupilah dengan pakaian kedermawanankarena aku melihat seluruh aib tertutupi dengan kedermawanan Bandingkanlah apabila engkau membandingkan orang yang merdeka Ia memperindah dan menghinakan seorang pemuda dengan teman-temannya Jika kau mampu, sedikitlah dalam berucap, karena sesungguhnya jika seseorang sedikit berucap, sedikit pula kesalahannya Apabila harta seseorang berkurang, berkurang pula sahabatnya dan langit serta bumi menjadi terasa sempit baginya Lalu jadilah ia tidak tahu meskipun ia memasrahinya Apakah di depannya itu lebih baik baginya atau di belakangnya Apabila seseorang belum memilih sahabat bagi dirinya Maka umumkanlah di depan manusia bahwa ini adalah balasannya.
View Details
- NASIHAT HASAN AL-BASHRI KE ANAK MUDARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- CARA ULAMA MENGATASI UJUBTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 35, penerbit Pustaka Al-Ihsan)OBAT UJUB DI ANTARANYA: Ia mengingat bahwa ilmu, pemahaman, kecerdasan otak, kefasihan dan sebagainya dari kenikmatan-kenikmatan merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala serta amanah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala titipkan kepadanya agar ia menjaganya dengan sebaik-baiknya. Sungguh Dzat yang telah memberikan kenikmatan tersebut maha mampu untuk mencabutnya dalam waktu sekejap. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mencabut ilmu dari Bal'am dalam sekejap mata, dan hal itu bukanlah perkara yang sulit bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
View Details
- MENGAPA AKU MENCINTAINYARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- MALU KE KAJIAN KARENA AIB TERSEBARRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- TIPS MENJADI PEMUDA YANG DIKAGUMI ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- JADILAH PEMUDA YANG 'DIKAGUMI' ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KEUTAMAAN PEMIMPIN YANG ADILRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- PAKAIAN YANG TIDAK MAU DIPAKAI OLEH WANITA SHALIHAHKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 90Aib seseorang itu ditampakkan di tengah manusia oleh sifat bakhilnya, sedang kedermawanannya menutupi aibnya dari mereka semua Tutupilah dengan pakaian kedermawanankarena aku melihat seluruh aib tertutupi dengan kedermawanan Bandingkanlah apabila engkau membandingkan orang yang merdeka Ia memperindah dan menghinakan seorang pemuda dengan teman-temannya Jika kau mampu, sedikitlah dalam berucap, karena sesungguhnya jika seseorang sedikit berucap, sedikit pula kesalahannya Apabila harta seseorang berkurang, berkurang pula sahabatnya dan langit serta bumi menjadi terasa sempit baginya Lalu jadilah ia tidak tahu meskipun ia memasrahinya Apakah di depannya itu lebih baik baginya atau di belakangnya Apabila seseorang belum memilih sahabat bagi dirinya Maka umumkanlah di depan manusia bahwa ini adalah balasannya.
View Details
- 7 GOLONGAN YANG AKAN DINAUNGI DI HARI KIAMATRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-381 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ, beliau bersabdaوعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « سبْعَةٌ يُظِلُّهُم اللَّه في ظِلِّهِ يَوْمَ لا ظِلَّ إِلاَّ ظِلُّهُ : إِمامٌ عادِلٌ ، وَشَابٌ نَشَأَ في عِبَادَةِ اللَّهِ عَزَّ وَجلَّ ، وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مَعلَّقٌ بِالمَسَاجِدِ ورَجُلان تَحَابَّا في اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ ، وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ ، ورَجُلٌ دَعَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ ، فقال : إِنِّي أَخافُ اللَّه ، وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ بصَدَقَةٍ ، فَأَخْفَاهَا حَتَّى لا تَعْلَمَ شِمَالُهُ ما تُنْفِقُ يَمِينُهُ ، وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِياً فَفَاضَتْ عَيْنَاهُ » متفقٌ عليه ."Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah naunganNya pada hari di mana tidak ada lagi naungan kecuali naunganNya: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dalam ibadah ke pada Allah Subhanahu wa Ta’ala, seorang laki-laki yang hatinya terikat dengan masjid dua orang yang saling mencintai karena Allah, keduanya berkumpul dan berpisah atas dasar cinta kepada Allah, seorang laki-laki yang diajak oleh seorang wanita cantik dan menawan lalu dia berkata, 'Sesungguhnya saya takut kepada Allah,' seseorang yang bersedekah dan menyembunyikan sedekahnya sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya dan seorang laki-laki yang mengingat Allah dalam kesendirian, maka kedua matanya mengucurkan air mata. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BENCI YANG MELAHIRKAN NIKMAT?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- CINTA DUNIA AKAN TERPUTUS, CINTA ALLAH AKAN KEKAL Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- PENDAPAT PRIBADITadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 35, penerbit Pustaka Al-Ihsan)OBAT UJUB DI ANTARANYA: Ia mengingat bahwa ilmu, pemahaman, kecerdasan otak, kefasihan dan sebagainya dari kenikmatan-kenikmatan merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala serta amanah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala titipkan kepadanya agar ia menjaganya dengan sebaik-baiknya. Sungguh Dzat yang telah memberikan kenikmatan tersebut maha mampu untuk mencabutnya dalam waktu sekejap. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mencabut ilmu dari Bal'am dalam sekejap mata, dan hal itu bukanlah perkara yang sulit bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
View Details
- OVERTHINKINGRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- INDAHNYA PERSAHABATAN KARENA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- INDAHNYA PERSAHABATAN KARENA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- CINTA YANG SEMURiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- HATI-HATI MENJADI ORANG PELITKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 89Perbedaan antara syuhh (kikir) dan bakhil, bahwa syuhh (kikir) adalah kuatnya keinginan untuk memperoleh sesuatu (harta), mengulang-ulang dalam mencarinya, menghitung-hitung dalam mengumpulkannya dan tamak terhadapnya. Sedangkan bakhil adalah mencegah dari menginfakkan hartanya setelah diperolehnya karena cinta kepadanya dan menahannya, dan ia pelit sebelum memperolehnya dan bakhil setelah memperolehnya. Maka bakhil itu buah dari kekikiran, dan kekikiran itu mengajak kepada kebakhilan. Kekikiran tersembunyi dalam diri seseorang, maka siapa yang bakhil sungguh ia telah mentaati sifat kikirnya, dan siapa yang tidak bakhil sungguh ia telah mendurhakai sifat kikirnya dan diselamatkan dari keburukannya, dan orang seperti itulah yang selamat.Orang yang dermawan itu dekat dengan Allah, dekat dengan hamba-hamba-Nya, dekat dengan keluarganya, dekat dengan Surga dan jauh dari neraka. Adapun orang yang bakhil maka ia jauh dari hamba-hamba-Nya, jauh dari Surga, dan dekat dengan neraka. Kedermawanan seseorang akan menjadikan musuh-musuhnya cinta kepadanya, sedangkan kebakhilan seseorang akan menjadikan ia dimusuhi oleh anak-anaknya.Aib seseorang itu ditampakkan di tengah manusia oleh sifat bakhilnya, sedang kedermawanannya menutupi aibnya dari mereka semua Tutupilah dengan pakaian kedermawanankarena aku melihat seluruh aib tertutupi dengan kedermawanan Bandingkanlah apabila engkau membandingkan orang yang merdeka Ia memperindah dan menghinakan seorang pemuda dengan teman-temannya Jika kau mampu, sedikitlah dalam berucap, karena sesungguhnya jika seseorang sedikit berucap, sedikit pula kesalahannya Apabila harta seseorang berkurang, berkurang pula sahabatnya dan langit serta bumi menjadi terasa sempit baginya Lalu jadilah ia tidak tahu meskipun ia memasrahinya Apakah di depannya itu lebih baik baginya atau di belakangnya Apabila seseorang belum memilih sahabat bagi dirinya Maka umumkanlah di depan manusia bahwa ini adalah balasannya.
View Details
- INGIN CINTA YANG LANGGENGRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- ISLAM AGAMA CINTA & KASIH SAYANGRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- RINDU ORANG TUA YANG TELAH WAFATRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- ANTARA MENJADI ORANG KAYA ATAU MISKINTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 35, penerbit Pustaka Al-Ihsan)OBAT UJUB DI ANTARANYA: Ia mengingat bahwa ilmu, pemahaman, kecerdasan otak, kefasihan dan sebagainya dari kenikmatan-kenikmatan merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala serta amanah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala titipkan kepadanya agar ia menjaganya dengan sebaik-baiknya. Sungguh Dzat yang telah memberikan kenikmatan tersebut maha mampu untuk mencabutnya dalam waktu sekejap. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mencabut ilmu dari Bal'am dalam sekejap mata, dan hal itu bukanlah perkara yang sulit bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
View Details
- MEWARNAI ATAU DIWARNAI? Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
KABAR GEMBIRA BAGI PEJUANG NAFKAH KELUARGAKhutbah Jumat6 September 2024Masjid Nur SalmaCentennial TowerJakarta Selatan
View Details
- SAAT MENDAPATKAN MOBIL MEWAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- CARA TERBAIK MENCINTAI ALLAH -Ta'alaRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- CINTA KEPADA ALLAH ITU ADA DUARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SIAPA YANG PANTAS DISAYANG & DICINTA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- GARA-GARA SIFAT PELITKUKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 88
Abdurrahman binAuf atau Sa'd bin Abi Waqqash — pernah melakukan thawaf di Ka'bah, dan ia tidak memiliki kebiasaan melainkan hanya berdo'a dengan do'anya yang berbunyi, "Wahai Rabb-ku, lindungilah aku dari kekikiran jiwaku, lindungilah aku dari kekikiran jiwaku," maka ditanyakan kepadanya, "Tidak bisakah kau berdo'a dengan selain doa'mu ini?" Beliau pun berkata, "Apabila aku telah diselamatkan dari kekikiran jiwaku, sungguh aku telah memperoleh kemenangan."
View Details
- MENGAPA KITA JATUH CINTA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- CINTA KELUARGA VS CINTA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
185 UJUB DENGAN HARTATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 35, penerbit Pustaka Al-Ihsan)OBAT UJUB DI ANTARANYA: Ia mengingat bahwa ilmu, pemahaman, kecerdasan otak, kefasihan dan sebagainya dari kenikmatan-kenikmatan merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala serta amanah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala titipkan kepadanya agar ia menjaganya dengan sebaik-baiknya. Sungguh Dzat yang telah memberikan kenikmatan tersebut maha mampu untuk mencabutnya dalam waktu sekejap. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mencabut ilmu dari Bal'am dalam sekejap mata, dan hal itu bukanlah perkara yang sulit bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
View Details
- PENAMPILAN TERBAIK KARENA ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- KENIKMATAN AKAL SEHAT VS HAWA NAFSURiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- PENYEBAB KITA KEHILANGAN AKAL SEHATRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- CINTA BUTA VS CINTA YANG RASIONAL Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SURGA YANG DIPERCEPATRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- TIPS MENJADI WANITA YANG BERUNTUNGKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman: 88...Setiap kali ia bershadaqah, (hatinya) menjadi luas, lapang dan kegembiraannya semakin besar dan kuat. Sekiranya tidak ada sesuatu pada shadaqah melainkan hanya faedah ini saja, niscaya setiap hamba akan berusaha memperbanyak dan bersegera kepadanya.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَDan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung(QS. Al-Hasyr: 9)
View Details
- RASA MANISNYA IMAN TAK BISA DIKALAHKAN Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- DAMPAK BERZINA UNTUK KELUARGARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- BENTUK-BENTUK UJUB (Part 2)Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 35, penerbit Pustaka Al-Ihsan)OBAT UJUB DI ANTARANYA: Ia mengingat bahwa ilmu, pemahaman, kecerdasan otak, kefasihan dan sebagainya dari kenikmatan-kenikmatan merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala serta amanah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala titipkan kepadanya agar ia menjaganya dengan sebaik-baiknya. Sungguh Dzat yang telah memberikan kenikmatan tersebut maha mampu untuk mencabutnya dalam waktu sekejap. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mencabut ilmu dari Bal'am dalam sekejap mata, dan hal itu bukanlah perkara yang sulit bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirmanأَفَأَمِنُوا۟ مَكْرَ ٱللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْخَٰسِرُونَMaka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raf: 99)
View Details
- MENANGISI KUALITAS SHALAT KITARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya Jawab
View Details
- SAAT SESEORANG TIDAK MAU BERPISAH DENGAN IMANNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- TAHUKAH ANDA, APA ITU SURGA DUNIA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- DEFINISI MANISNYA IMAN (Part 2)Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- DEFINISI MANISNYA IMAN Riyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- NIKMAT YANG MEMBUAT PARA RAJA CEMBURURiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BENTUK-BENTUK UJUB (Part 1)Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 35, penerbit Pustaka Al-Ihsan)OBAT UJUB DI ANTARANYA: Ia mengingat bahwa ilmu, pemahaman, kecerdasan otak, kefasihan dan sebagainya dari kenikmatan-kenikmatan merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala serta amanah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala titipkan kepadanya agar ia menjaganya dengan sebaik-baiknya. Sungguh Dzat yang telah memberikan kenikmatan tersebut maha mampu untuk mencabutnya dalam waktu sekejap. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mencabut ilmu dari Bal'am dalam sekejap mata, dan hal itu bukanlah perkara yang sulit bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirmanأَفَأَمِنُوا۟ مَكْرَ ٱللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْخَٰسِرُونَMaka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raf: 99)
View Details
- SULIT MENDAPATKAN PEKERJAAN SETELAH HIJRAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaTanya jawab
View Details
- WASPADA SERIGALA BERBULU DOMBARiyaadhush Shaalihiin TAanya JawabBab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- IMAN MEMILIKI RASA MANIS & LEZATRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaHadits ke-380 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ثَلاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلاَوَةَ الإِيَمَانِ : أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا ، سِواهُما ، وأَنْ يُحِبَّ المَرْءَ لا يُحِبُّهُ إِلاَّ للَّهِ ، وَأَنْ يَكْرَه أَنْ يَعُودَ في الكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللَّهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ في النَّارِ » متفقٌ عليه ."Ada tiga perkara yang barangsiapa ketiganya ada pada dirinya, maka dia mendapatkan kelezatan iman (yaitu): Hendaknya Allah dan RasulNya lebih dia cintai daripada selain keduanya, hendaknya dia mencintai seseorang hanya karena Allah, dan hendaknya dia membenci kembali kepada kekafiran setelah diselamatkan oleh Allah darinya, sebagaimana dia membenci dilemparkan ke dalam neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
👤Ustadz Muhammad Nuzul DzikriKajian tematik yang diselenggarakan di Cendrawasih Hall Jakarta Convention Centre, pada event Muslim Lifefest 2019, Jakarta.📩Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud:@muhammadnuzuldzikriwww.muhammadnuzuldzikri.com
View Details
- DIKIRA UNTUNG, TERNYATA BUNTUNGRiyaadhush Shaalihiin | Tanya JawabBab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaQS. Al-Hasyr: 9Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَDan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 9)
View Details
- MAU BERUNTUNG? JANGANLAH PELITRiyaadhush Shaalihiin | Tanya JawabBab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaQS. Al-Hasyr: 9Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَDan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 9)
View Details
- YANG PELIT KIAN SEMPIT YANG DERMAWAN KIAN LAPANGKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 85Dalam ash-Shahihain (Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim), dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, ia berkata: "Rasulullah ﷺ memberikan perumpamaan orang yang bakhil dan orang yang bershadaqah seperti dua orang yang memakai baju jubah terbuat dari besi atau dua perisai terbuat dari besi, yang terpotong bagian lengannya sampai tulang selangka ke-duanya. Orang yang bershadaqah setiap kali ia bershadaqah pakaiannya menjadi longgar sampai menutupi jarinya dan menghilangkan bekas jalannya; dan orang yang bakhil setiap kali hendak bershadaqah pakaiannya menjadi sempit sehingga menempel ketat pada pemakainya."Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu berkata, "Aku melihat Rasulullah ﷺ berkata dan memberikan isyarat dengan jari-jarinya yang berada dalam kantongnya. Seandainya engkau melihatnya berusaha untuk memperluasnya niscaya tidak menjadi luas."Al-Bukhari juga meriwayatkan hadits ini dalam kitab az-Zakah, dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, dan lafazhnya adalah bahwa ia mendengar Rasulullah ﷺ bersabda: "Perumpamaan orang yang bakhil dan orang yang berinfak seperti dua orang yang memakai baju jubah yang terbuat dari besi yang hanya menutupi buah dada hingga tulang selangkanya. Adapun orang yang suka berinfak, tidaklah ia berinfak melainkan bajunya akan melonggar atau menjauh dari kulitnya sampai menghilangkan bekasnya. Sedangkan orang bakhil, setiap kali ia tidak mau berinfak dengan sesuatu apa pun maka baju besinya akan menyempit sehingga menempel ketat pada setiap kulitnya, dan ketika ia berusaha untuk melonggarkannya maka ia tidak bisa melonggarkannya." Dan al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Burdah, dari ayahnya, dari Nabi beliau bersabda: Wajib atas setiap muslim untuk bershadaqah.' Para Shahabat bertanya,
Wahai Nabi Allah, bagaimana jika ia tidak sanggup?' Beliau ﷺ menjawab,Dia bekerja dengan tangannya sendiri untuk memberikan manfaat untuk dirinya lalu bershadaqah.' Para Shahabat bertanya kembali, Apabila tidak sanggup?' Beliau menjawab, ﷺ (Hendaklah ia) menolong orang yang sangat membutuhkan pertolongan.' Para Shahabat bertanya, (Jika ia tidak sanggup?' Beliau menjawab,Hendaklah ia melakukan kebaikan dan menahan diri dari berbuat keburukan, karena yang demikian itu adalah shadaqah baginya.'"Ketika orang yang bakhil terhalang dari kebaikan, tercegah dari ketaatan dan kebaikan, maka balasannya pun sama persis dengan amalannya, yaitu dadanya menjadi sempit dan tak kunjung lapang, jiwa juga menjadi sempit, tidak bahagia, selalu merasa gundah, berduka cita, selalu sedih, urusannya menjadi tidak beres dan tidak ditolong dalam memperoleh keinginannya.Dia seperti seorang yang memiliki baju jubah yang terbuat dari besi yang telah merekatkan tangannya sampai ke lehernya, di mana ia tidak mampu mengeluarkannya dan tidak pula menggerakkannya. Setiap kali ia hendak mengeluarkannya atau memperluas baju jubah itu, maka jubah itu akan semakin lengket ke kulitnya. Seperti itulah orang bakhil, setiap kali ia hendak bershadaqah ia akan terhalang oleh sifat bakhilnya, sehingga hatinya tetap berada dalam penjara. Adapun orang yang suka bershadaqah, setiap kali ia bershadaqah maka hatinya akan menjadi lapang, dan ia seperti melebarnya jubah tersebut seperti yang dicontohkan oleh Nabi ﷺ dalam haditsnya. Setiap kali ia bershadaqah, (hatinya) menjadi luas, lapang dan kegembiraannya semakin besar dan kuat. Sekiranya tidak ada sesuatu pada shadaqah melainkan hanya faedah ini saja, niscaya setiap hamba akan berusaha memperbanyak dan bersegera kepadanya.
View Details
- AGAR HIDUP SELALU BERUNTUNGRiyaadhush Shaalihiin | Tanya JawabBab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaQS. Al-Hasyr: 9Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَDan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 9)
View Details
- KISAH DIJAMUNYA TAMU RASULULLAH ﷺRiyaadhush Shaalihiin | Tanya JawabBab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaQS. Al-Hasyr: 9Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَDan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 9)
View Details
- KAPAN SEBUAH IBADAH ITU BERNILAI?Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 35, penerbit Pustaka Al-Ihsan)OBAT UJUB DI ANTARANYA: Ia mengingat bahwa ilmu, pemahaman, kecerdasan otak, kefasihan dan sebagainya dari kenikmatan-kenikmatan merupakan karunia Allah Subhanahu wa Ta’ala serta amanah yang Allah Subhanahu wa Ta’ala titipkan kepadanya agar ia menjaganya dengan sebaik-baiknya. Sungguh Dzat yang telah memberikan kenikmatan tersebut maha mampu untuk mencabutnya dalam waktu sekejap. Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mencabut ilmu dari Bal'am dalam sekejap mata, dan hal itu bukanlah perkara yang sulit bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirmanأَفَأَمِنُوا۟ مَكْرَ ٱللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْخَٰسِرُونَMaka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (QS. Al-A’raf: 99)
View Details
- KAMU SIH TERLALU BAIK Riyaadhush Shaalihiin | Tanya JawabBab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaQS. Al-Hasyr: 9Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَDan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 9)
View Details
- MERASA GAGAL MENJADI AYAHRiyaadhush Shaalihiin | Tanya JawabBab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaQS. Al-Hasyr: 9Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَDan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 9)
View Details
- PUNCAKNYA KEDERMAWANANRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaQS. Al-Hasyr: 9Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَDan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 9)
View Details
- OBAT HASAD PALING MUJARABRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaQS. Al-Hasyr: 9Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَDan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 9)
View Details
- BERSIHNYA HATI KAUM ANSHORRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaQS. Al-Hasyr: 9Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْ وَلَا يَجِدُونَ فِى صُدُورِهِمْ حَاجَةً مِّمَّآ أُوتُوا۟ وَيُؤْثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِۦ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَDan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). Dan mereka (Anshor) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan. Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang orang yang beruntung. (QS. Al-Hasyr: 9)
View Details
- PUJIAN ALLAH BAGI KAUM ANSHORRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaQS. Al-Hasyr: 9Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلْإِيمَٰنَ مِن قَبْلِهِمْ يُحِبُّونَ مَنْ هَاجَرَ إِلَيْهِمْDan orang-orang yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman (Anshor) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka (Anshor) 'mencintai' orang yang berhijrah kepada mereka (Muhajirin). (QS. Al-Hasyr: 9)
View Details
- PROFIL NABI ﷺ & PARA SAHABATRiyaadhush Shaalihiin Bab 46 | Bagaimana Mencintai Karena Allah, Anjuran Mencintai karena Allah, Mengungkapkan Cinta kepada yang Kita Cintai, & Apa yang Diucapkan Jika MengungkapkannyaQS. Al-Fath: 29Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,Muhammad itu adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia adalah keras terhadap orang-orang kafir, tetapi berkasih sayang sesama mereka. Kamu lihat mereka ruku' dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya, tanda-tanda mereka tampak pada muka mereka dari bekas sujud. Demikianlah sifat-sifat mereka dalam Taurat dan sifat-sifat mereka dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya maka tunas itu menjadikan tanaman itu kuat lalu menjadi besarlah dia dan tegak lurus di atas pokoknya; tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya karena Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir (dengan kekuatan orang-orang mukmin). Allah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal yang saleh di antara mereka ampunan dan pahala yang besar. (QS. Al-Fath: 29)
View Details
- MENDAKWAHI ORANG TUA YANG KERASRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya jawab
View Details
- "APAKAH ALLAH AKAN KABULKAN DOA SAYA?"Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan bab
View Details
- IKATAN CINTA PALING TINGGI Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan bab
View Details
- ISTANA DI SURGA Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan bab
View Details
- JANGAN JADI KURIR SYAITHANRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan bab
View Details
- APA YANG MENYELAMATKAN HAMBA DARI API NERAKA?Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 83-85Dalam hadits Abu Dzarr Radhiallahu ‘anhu ia berkata: "Aku pernah bertanya kepada Rasulullah ﷺ
Apa yang dapat menyelamatkan seorang hamba dari neraka?' Beliau ﷺ menjawab, Iman kepada Allah.' Aku bertanya,Wahai Nabi Allah, apakah bersama iman itu ada amal?' Beliau ﷺ menjawab, "(Ya), engkau mengeluarkan sebagian kecil dari apa yang Allah anugerahkan kepadamu atau dari apa yang dirizkikan oleh Allah kepadamu.' Aku bertanya, ‘Wahai Nabi Allah, apabila ia seorang fakir dan tidak ada yang bisa ia keluarkan dari hartanya?' Beliau ﷺ menjawab, Hendaknya ia memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran.' Aku bertanya,Wahai Nabi Allah, apabila ia tidak bisa memerintahkan kepada kebaikan dan mencegah dari kemunkaran?' Beliau ﷺ menjawab, ‘Hendaknya ia menolong orang yang lemah pikirannya.' Aku bertanya, ‘Bagaimana pendapatmu apabila ia tidak bisa melakukannya?' Beliau ﷺ menjawab, Hendaknya ia menolong orang yang dizhalimi.' Aku bertanya,Wahai Nabi Allah, apabila ia seorang yang lemah dan tidak bisa menolong orang yang dizhalimi?' Beliau ﷺ menjawab, Engkau tidak menginginkan untuk meninggalkan kebaikan pada sahabatmu? Hendaknya ia menahan keburukannya dari manusia.' Aku bertanya,Wahai Rasulullah, apa pendapatmu apabila ia melakukan ini, akankah masuk Surga?' Beliau ﷺ menjawab, 'Tidaklah seorang mukmin melakukan salah satu dari budi pekerti ini melainkan akan memasukkannya ke dalam Surga.'" Disebutkan oleh al-Baihaqi dalam Syu'abul Iman.
View Details
- TIDAK MENYAKITI ORANG-ORANG YANG DISAYANGIRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan bab
View Details
- MULIAKAN LISAN & JANGAN MERENDAHKANNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan bab
View Details
- MENYIKAPI CURHATAN TEMANRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya jawab
View Details
- PERLUKAH NGOTOT DALAM BERDOA? Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya jawab
View Details
- SYARAT MENJADI ORANG YANG BERAKAL SEHATRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan Bab
View Details
- JAGALAH RAHASIA SAUDARAMURiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan Bab
View Details
- JAGA PRIVASI ORANG & DAPATKAN PAHALARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan Bab
View Details
- JAGALAH DIRI DARI NERAKAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Keutamaan shadaqahHalaman 83...Dalam Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim, dari
Adi bin Hatim Radhiallahu 'anhu ia berkata, "Rasulullah ﷺ bersabda:Tidaklah salah seorang dari kalian melainkan akan diajak bicara oleh Rabb-nya, tidak ada penerjemah di antara dia dan Rabb-nya. Ia melihat ke sisi kanannya dan tidak melihat kecuali amalan yang telah ia lakukan; ia melihat ke kiri dan tidak melihat kecuali amalan yang telah ia lakukan; dan ia melihat apa yang ada di sisinya dan tidak melihat kecuali neraka yang berada di depan matanya. Maka takutlah kalian kepada neraka meskipun hanya dengan sebelah kurma.'"
View Details
- KAPAN HARUS DIAM? (Bagian 1)Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan Bab
View Details
- DIAM = SELAMATRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan Bab
View Details
- MASA BODOH DENGAN SIFAT ORANG TUARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya Jawab
View Details
- HASAD ITU SAKIT HATI & KESEDIHAN YANG DALAMTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 35, penerbit Pustaka Al-Ihsan)OBAT HASAD DI ANTARANYA:Merenungi bahwa perbutan tersebut adalah bentuk pembangkangan terhadap takdir Allah yang telah Allah putusksan dengan penuh hikmah dengan memberikan kenikmatan secara khusus kepada orang yang is hasadi.Berkata penyair arab : Meski engkau marah dengan pembagian Allah atas kita.. Allah lebih mengetahui pembagiannya meski engkau tak rela.. Juga ia akan merasakan kesedihan, kelelahan hati, merasa tersiksa tanpa ada dampak apapun kepada orang yang ia hasadi.
View Details
- CANGGUNG SAMA ORANG TUA SENDIRIRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya Jawab
View Details
- ANDA WAJIB DIAM HINGGA ANDA WAJIB BICARARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan bab
View Details
- PENTINGNYA SKILL DIAMRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan bab
View Details
- KUNCI LANGGENGNYA HUBUNGANRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan bab
View Details
- SUDAHKAH KITA MENDOAKAN MEREKA? Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan bab
View Details
- KUNCI DINAUNGI ALLAH DI HARI KIAMAT Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan bab
View Details
1471.APAKAH PROGRESKU TERLALU LAMBAT?Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya Jawab
View Details
- SIAPA YANG KITA LAWAN SAAT KITA HASAD?Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34-35, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.Berhati-hatilah dari sifat-sifat yang jelek, serta ahlak yang rendah tersebut, karena itu merupakan pintu semua keburukan bahkan ia adalah murni keburukan. Sungguh para fuqoha (yang mengaku dirinya faqih- pent) yang memiliki jiwa yang jelek di zaman ini telah ditimpa dengan banyak sifat diatas, kecuali yang dijaga oleh Allah, terutama sifat hasad, ujub, riya, serta sifat merendahkan orang lain. Dan obat dari penyakit ini telah cukup disebutkan dalam buku-buku yang membahas tentang Raqaiq (pelembut jiwa), barangsiapa yang ingin membersihkan jiwanya dari penyakit itu silahkan ia membaca buku-buku tersebut. Dan diantara tulisan yang sangat bermanfaat dalam masalah ini adalah kitab "Ar Ri'ayah" karya Al Imam Al Muhasibiy Rahimahullah OBAT HASAD DI ANTARANYA:Merenungi bahwa perbutan tersebut adalah bentuk pembangkangan terhadap takdir Allah yang telah Allah putusksan dengan penuh hikmah dengan memberikan kenikmatan secara khusus kepada orang yang is hasadi.
View Details
- PENTINGNYA MEMULIAKAN ORANG SHALIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan bab
View Details
- SETIA & FANATISME ITU BERBEDARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan bab
View Details
- KESETIAAN PARA SAHABATRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikKesimpulan bab
View Details
- KEUNTUNGAN MEMBANGUN PERSAHABATANRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-379 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuوعن ابن عُمرَ رضي اللَّه عنهما قال : كَانَ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَزُورُ قُبَاءَ رَاكِباً وَماشِياً، فَيُصلِّي فِيهِ رَكْعتَيْنِ متفقٌ عليه .Dari Ibnu Umar beliau berkata, "Nabi ﷺ selalu mengunjungi Quba' dengan berkendara atau berjalan kaki, lalu beliau shalat di dalamnya dua rakaat." (muttafaq’alaih)وفي روايةٍ : كان النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَأْتي مَسْجِدَ قُبَاءَ كُلَّ سبْتٍ رَاكِبًا وَمَاشِياً وكَانَ ابْنُ عُمَرَDan dalam satu riwayat, "Nabi ﷺ selalu mendatangi masjid Quba' setiap Sabtu dengan berkendara atau berjalan kaki dan Ibnu Umar pun melakukannya."
View Details
- BERSEDEKAHLAH SEBELUM TERLAMBATKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatHalaman 82Cukup tepat perumpamaan yang diberikan oleh Nabi ﷺ bahwa orang yang bershadaqah itu seperti seseorang yang didorong ke depan untuk dibunuh, kemudian ia menebus dirinya dari mereka dengan hartanya. Karena sesungguhnya shadaqah akan menebus seorang hamba dari adzab Allah Ta'ala, yang mana dosa-dosa dan kesalahan-kesalahannya akan mengantarkannya kepada kebinasaan, maka datanglah shadaqah untuk menebusnya dari adzab Allah dan melepaskannya dari adzab itu.Oleh karena itu Nabi ﷺ bersabda dalam hadits shahih, ketika berkhutbah di depan para wanita pada hari raya "Wahai sekalian wanita, bershadaqahlah kalian meskipun dari perhiasan kalian, karena sesungguhnya aku melihat kalian adalah penghuni neraka yang paling banyak." Seakan-akan Nabi ﷺ memotivasi mereka untuk meraih sesuatu yang bisa menyelamatkan mereka dari neraka.
View Details
- KEUTAMAAN MASJID QUBARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-379 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuوعن ابن عُمرَ رضي اللَّه عنهما قال : كَانَ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَزُورُ قُبَاءَ رَاكِباً وَماشِياً، فَيُصلِّي فِيهِ رَكْعتَيْنِ متفقٌ عليه .Dari Ibnu Umar beliau berkata, "Nabi ﷺ selalu mengunjungi Quba' dengan berkendara atau berjalan kaki, lalu beliau shalat di dalamnya dua rakaat." (muttafaq’alaih)وفي روايةٍ : كان النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَأْتي مَسْجِدَ قُبَاءَ كُلَّ سبْتٍ رَاكِبًا وَمَاشِياً وكَانَ ابْنُ عُمَرَDan dalam satu riwayat, "Nabi ﷺ selalu mendatangi masjid Quba' setiap Sabtu dengan berkendara atau berjalan kaki dan Ibnu Umar pun melakukannya."
View Details
- KIAT BICARA LEMAH LEMBUTRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-378 | Hadits Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhuTanya Jawabوعن عمرَ بنِ الخطاب رضي اللَّه عنه قال : اسْتَأْذَنْتُ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في العُمْرَةِ ، فَأَذِنَ لي ، وقال : « لا تَنْسَنَا يا أَخَيَّ مِنْ دُعَائِكَ » فقال كَلِمَةً مَا يسُرُّني أَنَّ لي بِهَا الـدُّنْيَا . وفي روايةٍ قال : « أَشْرِكْنَا يَا أخَيَّ في دُعَائِكَ » . حديثٌ صحيحٌ رواه أَبو داود ، والترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ .Dari Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, “Saya meminta izin kepada Nabi untuk umrah, maka beliau mengizinkan dan beliau bersabda, 'Jangan lupakan kami, wahai saudaraku, dari doamu.' Beliau telah mengucapkan satu kata yang membahagiakanku melebihi kebahagiaanku seandainya aku memiliki dunia ini.”Dan dalam satu riwayat beliau bersabda, "Sertakan kami, wahai saudaraku, dalam doamu." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih”)
View Details
- KABAR GEMBIRA BAGI YANG SAKITRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-378 | Hadits Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhuTanya Jawabوعن عمرَ بنِ الخطاب رضي اللَّه عنه قال : اسْتَأْذَنْتُ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في العُمْرَةِ ، فَأَذِنَ لي ، وقال : « لا تَنْسَنَا يا أَخَيَّ مِنْ دُعَائِكَ » فقال كَلِمَةً مَا يسُرُّني أَنَّ لي بِهَا الـدُّنْيَا . وفي روايةٍ قال : « أَشْرِكْنَا يَا أخَيَّ في دُعَائِكَ » . حديثٌ صحيحٌ رواه أَبو داود ، والترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ .Dari Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, “Saya meminta izin kepada Nabi untuk umrah, maka beliau mengizinkan dan beliau bersabda, 'Jangan lupakan kami, wahai saudaraku, dari doamu.' Beliau telah mengucapkan satu kata yang membahagiakanku melebihi kebahagiaanku seandainya aku memiliki dunia ini.”Dan dalam satu riwayat beliau bersabda, "Sertakan kami, wahai saudaraku, dalam doamu." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih”)
View Details
- ALLAH MENCINTAI ORANG YANG LEMAH LEMBUTRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-378 | Hadits Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhuوعن عمرَ بنِ الخطاب رضي اللَّه عنه قال : اسْتَأْذَنْتُ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في العُمْرَةِ ، فَأَذِنَ لي ، وقال : « لا تَنْسَنَا يا أَخَيَّ مِنْ دُعَائِكَ » فقال كَلِمَةً مَا يسُرُّني أَنَّ لي بِهَا الـدُّنْيَا . وفي روايةٍ قال : « أَشْرِكْنَا يَا أخَيَّ في دُعَائِكَ » . حديثٌ صحيحٌ رواه أَبو داود ، والترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ .Dari Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, “Saya meminta izin kepada Nabi untuk umrah, maka beliau mengizinkan dan beliau bersabda, 'Jangan lupakan kami, wahai saudaraku, dari doamu.' Beliau telah mengucapkan satu kata yang membahagiakanku melebihi kebahagiaanku seandainya aku memiliki dunia ini.”Dan dalam satu riwayat beliau bersabda, "Sertakan kami, wahai saudaraku, dalam doamu." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih”)
View Details
- KATA-KATA LEBIH POWERFUL DARIPADA HARTARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-378 | Hadits Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhuوعن عمرَ بنِ الخطاب رضي اللَّه عنه قال : اسْتَأْذَنْتُ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في العُمْرَةِ ، فَأَذِنَ لي ، وقال : « لا تَنْسَنَا يا أَخَيَّ مِنْ دُعَائِكَ » فقال كَلِمَةً مَا يسُرُّني أَنَّ لي بِهَا الـدُّنْيَا . وفي روايةٍ قال : « أَشْرِكْنَا يَا أخَيَّ في دُعَائِكَ » . حديثٌ صحيحٌ رواه أَبو داود ، والترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ .Dari Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, “Saya meminta izin kepada Nabi untuk umrah, maka beliau mengizinkan dan beliau bersabda, 'Jangan lupakan kami, wahai saudaraku, dari doamu.' Beliau telah mengucapkan satu kata yang membahagiakanku melebihi kebahagiaanku seandainya aku memiliki dunia ini.”Dan dalam satu riwayat beliau bersabda, "Sertakan kami, wahai saudaraku, dalam doamu." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih”)
View Details
- TITIP DOA KE JAMAAH HAJI?Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-378 | Hadits Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhuوعن عمرَ بنِ الخطاب رضي اللَّه عنه قال : اسْتَأْذَنْتُ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في العُمْرَةِ ، فَأَذِنَ لي ، وقال : « لا تَنْسَنَا يا أَخَيَّ مِنْ دُعَائِكَ » فقال كَلِمَةً مَا يسُرُّني أَنَّ لي بِهَا الـدُّنْيَا . وفي روايةٍ قال : « أَشْرِكْنَا يَا أخَيَّ في دُعَائِكَ » . حديثٌ صحيحٌ رواه أَبو داود ، والترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ .Dari Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, “Saya meminta izin kepada Nabi untuk umrah, maka beliau mengizinkan dan beliau bersabda, 'Jangan lupakan kami, wahai saudaraku, dari doamu.' Beliau telah mengucapkan satu kata yang membahagiakanku melebihi kebahagiaanku seandainya aku memiliki dunia ini.”Dan dalam satu riwayat beliau bersabda, "Sertakan kami, wahai saudaraku, dalam doamu." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih”)
View Details
- UMAR -Radiyallahu’anhu- SAJA MASIH MINTA IZINRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-378 | Hadits Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhuوعن عمرَ بنِ الخطاب رضي اللَّه عنه قال : اسْتَأْذَنْتُ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في العُمْرَةِ ، فَأَذِنَ لي ، وقال : « لا تَنْسَنَا يا أَخَيَّ مِنْ دُعَائِكَ » فقال كَلِمَةً مَا يسُرُّني أَنَّ لي بِهَا الـدُّنْيَا . وفي روايةٍ قال : « أَشْرِكْنَا يَا أخَيَّ في دُعَائِكَ » . حديثٌ صحيحٌ رواه أَبو داود ، والترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ .Dari Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, “Saya meminta izin kepada Nabi untuk umrah, maka beliau mengizinkan dan beliau bersabda, 'Jangan lupakan kami, wahai saudaraku, dari doamu.' Beliau telah mengucapkan satu kata yang membahagiakanku melebihi kebahagiaanku seandainya aku memiliki dunia ini." Dan dalam satu riwayat beliau bersabda, "Sertakan kami, wahai saudaraku, dalam doamu." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih”)
View Details
- CEGAH MUSIBAH DENGAN SEDEKAHKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatHalaman 80At-Tirmidzi meriwayatkan dalam kitab Jami'nya dari hadits Anas bin Malik Radhiallahu 'anhu. bahwa Nabi ﷺ bersabda: "Sesungguhnya shadaqah itu akan memadamkan kemarahan Allah dan menyelamatkan dari mati dalam keadaan buruk." Sebagaimana shadaqah itu memadamkan kemarahan Allah Yang Mahaberkah lagi Mahatinggi, maka shadaqah juga akan melebur dosa-dosa dan kesalahan sebagaimana air memadamkan api. Masih dalam Jami' at-Tirmidzi, dari Mu'adz bin Jabal Radhiallahu 'anhu, ia berkata, "Aku pernah bersama Nabi dalam suatu perjalanan, maka satu hari aku menjadi dekat kepadanya sementara kami dalam keadaan berjalan. Kemudian Nabi berkata kepadaku: `Maukah aku tunjukkan kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa adalah perisai, shadaqah itu akan menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat yang dilakukan oleh seseorang di tengah malam merupakan simbol orang-orang shalih." Nabi , kemudian membaca firman تَتَجَافَىٰ جُنُوبُهُمْ عَنِ ٱلْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَLambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezeki yang Kami berikan. (QS. As-Sajdah: 16)Dalam sebagian atsar disebutkan, "Berpagi-pagilah kalian dalam bershadaqah, karena sesungguhnya musibah itu tidak bisa melampaui shadaqah."
View Details
- MEMINTA IZIN = IMAN?Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-378 | Hadits Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhuوعن عمرَ بنِ الخطاب رضي اللَّه عنه قال : اسْتَأْذَنْتُ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في العُمْرَةِ ، فَأَذِنَ لي ، وقال : « لا تَنْسَنَا يا أَخَيَّ مِنْ دُعَائِكَ » فقال كَلِمَةً مَا يسُرُّني أَنَّ لي بِهَا الـدُّنْيَا . وفي روايةٍ قال : « أَشْرِكْنَا يَا أخَيَّ في دُعَائِكَ » . حديثٌ صحيحٌ رواه أَبو داود ، والترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ .Dari Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, “Saya meminta izin kepada Nabi untuk umrah, maka beliau mengizinkan dan beliau bersabda, 'Jangan lupakan kami, wahai saudaraku, dari doamu.' Beliau telah mengucapkan satu kata yang membahagiakanku melebihi kebahagiaanku seandainya aku memiliki dunia ini." Dan dalam satu riwayat beliau bersabda, "Sertakan kami, wahai saudaraku, dalam doamu." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan At-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih”)
View Details
TANDA HAJI & QURBAN KITA DITERIMAKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul DzikriMasjid Nurul Iman - Blok M Square
View Details
- AKANKAH REZEKI DATANG SETELAH MENIKAH?Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Umar bin Khaththab & Usair bin Jabir Radhiallahu 'anhumaTanya Jawab
View Details
- ANTARA DOSA & KASIH SAYANG ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Umar bin Khaththab & Usair bin Jabir Radhiallahu 'anhumaTanya Jawabوفي رواية له : عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ وَكَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَمُرُوهُ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُمْقوله غبراء الناس بفتح الغين المعجمة وإسكان الباء وبالمد وهم فقراؤهم وصعاليكهم ومن لا يعرف عينه من أخلاطهم والأمداد جمع مدد وهم الأعوان والناصرون الذين كانوا يمدون المسلمين في الجهادDan dalam riwayat Muslim dari Umar beliau berkata, Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah ﷺ , bersabda, "Sesungguhnya sebaik-baik tabi'in adalah orang yang disebut Uwais, dia memiliki ibu dan dulunya berpenyakit sopak, maka suruhlah dia agar memohonkan ampunan untuk kalian." وفي رواية لمسلم أيضا :حَدَّثَنِي سَعِيدٌ الْجُرَيْرِيُّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أُسَيْرِ بْنِ جَابِرٍ أَنَّ أَهْلَ الْكُوفَةِ وَفَدُوا إِلَى عُمَرَ وَفِيهِمْ رَجُلٌ مِمَّنْ كَانَ يَسْخَرُ بِأُوَيْسٍ فَقَالَ عُمَرُ هَلْ هَاهُنَا أَحَدٌ مِنْ الْقَرَنِيِّينَ فَجَاءَ ذَلِكَ الرَّجُلُ فَقَالَ عُمَرُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قَالَ إِنَّ رَجُلًا يَأْتِيكُمْ مِنْ الْيَمَنِ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ لَا يَدَعُ بِالْيَمَنِ غَيْرَ أُمٍّ لَهُ قَدْ كَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَدَعَا اللَّهَ فَأَذْهَبَهُ عَنْهُ إِلَّا مَوْضِعَ الدِّينَارِ أَوْ الدِّرْهَمِ فَمَنْ لَقِيَهُ مِنْكُمْ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُمْDalam riwayat Muslim, dari Usair bin Jabir Radhiallahu ‘anhu, ”Bahwa penduduk Kufah datang kepada Umar dan di tengah-tengah mereka ada orang yang selalu menghina Uwais. Maka Umar berkata, 'Apakah di sini ada seorang dari marga Qaran?' Maka orang tadi datang. Lalu Umar berkata, 'Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda, 'Sesungguhnya ada seorang yang akan datang kepada kalian dari Yaman, namanya Uwais, dia tidak meninggalkan apa-apa yang di Yaman selain ibunya, dia dulu berpenyakit sopak lalu dia berdoa kepada Allah dan Allah pun menghilangkan penyakitnya, kecuali bagian sebesar satu koin dinar atau dirham. Barangsiapa di antara kalian bertemu dengannya, maka hendaknya dia memohonkan ampunan untuk kalian'."
View Details
- BELAJAR TAWADHU DARI UWAIS AL QARNIRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Umar bin Khaththab & Usair bin Jabir Radhiallahu 'anhumaوفي رواية له : عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ وَكَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَمُرُوهُ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُمْقوله غبراء الناس بفتح الغين المعجمة وإسكان الباء وبالمد وهم فقراؤهم وصعاليكهم ومن لا يعرف عينه من أخلاطهم والأمداد جمع مدد وهم الأعوان والناصرون الذين كانوا يمدون المسلمين في الجهادDan dalam riwayat Muslim dari Umar beliau berkata, Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah ﷺ , bersabda, "Sesungguhnya sebaik-baik tabi'in adalah orang yang disebut Uwais, dia memiliki ibu dan dulunya berpenyakit sopak, maka suruhlah dia agar memohonkan ampunan untuk kalian." وفي رواية لمسلم أيضا :حَدَّثَنِي سَعِيدٌ الْجُرَيْرِيُّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أُسَيْرِ بْنِ جَابِرٍ أَنَّ أَهْلَ الْكُوفَةِ وَفَدُوا إِلَى عُمَرَ وَفِيهِمْ رَجُلٌ مِمَّنْ كَانَ يَسْخَرُ بِأُوَيْسٍ فَقَالَ عُمَرُ هَلْ هَاهُنَا أَحَدٌ مِنْ الْقَرَنِيِّينَ فَجَاءَ ذَلِكَ الرَّجُلُ فَقَالَ عُمَرُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قَالَ إِنَّ رَجُلًا يَأْتِيكُمْ مِنْ الْيَمَنِ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ لَا يَدَعُ بِالْيَمَنِ غَيْرَ أُمٍّ لَهُ قَدْ كَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَدَعَا اللَّهَ فَأَذْهَبَهُ عَنْهُ إِلَّا مَوْضِعَ الدِّينَارِ أَوْ الدِّرْهَمِ فَمَنْ لَقِيَهُ مِنْكُمْ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُمْDalam riwayat Muslim, dari Usair bin Jabir Radhiallahu ‘anhu, ”Bahwa penduduk Kufah datang kepada Umar dan di tengah-tengah mereka ada orang yang selalu menghina Uwais. Maka Umar berkata, 'Apakah di sini ada seorang dari marga Qaran?' Maka orang tadi datang. Lalu Umar berkata, 'Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda, 'Sesungguhnya ada seorang yang akan datang kepada kalian dari Yaman, namanya Uwais, dia tidak meninggalkan apa-apa yang di Yaman selain ibunya, dia dulu berpenyakit sopak lalu dia berdoa kepada Allah dan Allah pun menghilangkan penyakitnya, kecuali bagian sebesar satu koin dinar atau dirham. Barangsiapa di antara kalian bertemu dengannya, maka hendaknya dia memohonkan ampunan untuk kalian'."
View Details
- MANUSIA TERBAIK DI ERA TABI'INRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Umar bin Khaththab & Usair bin Jabirوفي رواية له : عَنْ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ خَيْرَ التَّابِعِينَ رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ وَلَهُ وَالِدَةٌ وَكَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَمُرُوهُ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُمْقوله غبراء الناس بفتح الغين المعجمة وإسكان الباء وبالمد وهم فقراؤهم وصعاليكهم ومن لا يعرف عينه من أخلاطهم والأمداد جمع مدد وهم الأعوان والناصرون الذين كانوا يمدون المسلمين في الجهادDan dalam riwayat Muslim dari Umar beliau berkata, Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah ﷺ , bersabda, "Sesungguhnya sebaik-baik tabi'in adalah orang yang disebut Uwais, dia memiliki ibu dan dulunya berpenyakit sopak, maka suruhlah dia agar memohonkan ampunan untuk kalian." وفي رواية لمسلم أيضا :حَدَّثَنِي سَعِيدٌ الْجُرَيْرِيُّ عَنْ أَبِي نَضْرَةَ عَنْ أُسَيْرِ بْنِ جَابِرٍ أَنَّ أَهْلَ الْكُوفَةِ وَفَدُوا إِلَى عُمَرَ وَفِيهِمْ رَجُلٌ مِمَّنْ كَانَ يَسْخَرُ بِأُوَيْسٍ فَقَالَ عُمَرُ هَلْ هَاهُنَا أَحَدٌ مِنْ الْقَرَنِيِّينَ فَجَاءَ ذَلِكَ الرَّجُلُ فَقَالَ عُمَرُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ قَالَ إِنَّ رَجُلًا يَأْتِيكُمْ مِنْ الْيَمَنِ يُقَالُ لَهُ أُوَيْسٌ لَا يَدَعُ بِالْيَمَنِ غَيْرَ أُمٍّ لَهُ قَدْ كَانَ بِهِ بَيَاضٌ فَدَعَا اللَّهَ فَأَذْهَبَهُ عَنْهُ إِلَّا مَوْضِعَ الدِّينَارِ أَوْ الدِّرْهَمِ فَمَنْ لَقِيَهُ مِنْكُمْ فَلْيَسْتَغْفِرْ لَكُمْDalam riwayat Muslim, dari Usair bin Jabir Radhiallahu ‘anhu, ”Bahwa penduduk Kufah datang kepada Umar dan di tengah-tengah mereka ada orang yang selalu menghina Uwais. Maka Umar berkata, 'Apakah di sini ada seorang dari marga Qaran?' Maka orang tadi datang. Lalu Umar berkata, 'Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda, 'Sesungguhnya ada seorang yang akan datang kepada kalian dari Yaman, namanya Uwais, dia tidak meninggalkan apa-apa yang di Yaman selain ibunya, dia dulu berpenyakit sopak lalu dia berdoa kepada Allah dan Allah pun menghilangkan penyakitnya, kecuali bagian sebesar satu koin dinar atau dirham. Barangsiapa di antara kalian bertemu dengannya, maka hendaknya dia memohonkan ampunan untuk kalian'."
View Details
- APAKAH MERTUA SAMA DENGAN ORANG TUA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Usair bin AmrTanya JawabDari Usair bin Amr -ada juga yang mengatakan bin Jabir, beliau berkata, "Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu apabila datang rombongan bala bantuan dari penduduk Yaman kepadanya, dia selalu bertanya kepada mereka, 'Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?' Hingga dia bertemu dengan Uwais. Dia bertanya kepadanya, 'Apakah engkau Uwais bin Amir?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Dari kabilah Murad kemudian dari marga Qaran?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar terus bertanya, 'Engkau dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar koin dirham?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Engkau memiliki ibu?' Dia menjawab, 'Ya.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama bala bantuan penduduk Yaman, dia dari Murad kemudian dari Qaran dan dulu menderita sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia memiliki seorang ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Apabila kamu sanggup memintanya agar memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah.' Maka mohonkanlah ampunan untukku.' Maka dia pun memohon ampunan untuk Umar. Umar berkata kepadanya, 'Kau mau ke mana?' Dia menjawab, 'Kufah.' Umar berkata, 'Apakah aku perlu menulis surat untuk kebaikanmu kepada gubernurnya?' Dia menjawab, 'Saya lebih suka berada di tengah manusia fakir yang tidak dikenal.' Pada tahun berikutnya, seorang pemuka mereka menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan Umar, maka Umar bertanya kepadanya tentang Uwais. Dia menjawab, 'Saya meninggalkannya dalam keadaan rumahnya jelek dan perabotannya sedikit.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan bala bantuan pasukan dari penduduk Yaman, dari suku Murad kemudian dari marga Qaran, dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia mem-punyai ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, pasti Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Jika kamu mampu meminta kepadanya agar memohonkan ampunan untukmu, maka lakukanlah.' (Manakala orang yang bertemu Umar ini pulang), dia langsung mendatangi Uwais dan berkata, 'Mohonkanlah ampunan untukku.' Uwais berkata, 'Engkaulah yang baru datang dari perjalanan yang shalih (haji), justru engkaulah yang seharusnya beristighfar untukku.' Uwais berkata lagi, 'Kamu bertemu Umar?' Dia menjawab, 'Ya.' Lalu Uwais memohonkan ampunan untuk orang itu. Akhirnya orang-orang mengenalnya, maka dia segera keluar (dari Kufah)." (HR. Muslim)
View Details
- KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA IBURiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Usair bin AmrDari Usair bin Amr -ada juga yang mengatakan bin Jabir, beliau berkata, "Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu apabila datang rombongan bala bantuan dari penduduk Yaman kepadanya, dia selalu bertanya kepada mereka, 'Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?' Hingga dia bertemu dengan Uwais. Dia bertanya kepadanya, 'Apakah engkau Uwais bin Amir?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Dari kabilah Murad kemudian dari marga Qaran?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar terus bertanya, 'Engkau dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar koin dirham?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Engkau memiliki ibu?' Dia menjawab, 'Ya.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama bala bantuan penduduk Yaman, dia dari Murad kemudian dari Qaran dan dulu menderita sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia memiliki seorang ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Apabila kamu sanggup memintanya agar memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah.' Maka mohonkanlah ampunan untukku.' Maka dia pun memohon ampunan untuk Umar. Umar berkata kepadanya, 'Kau mau ke mana?' Dia menjawab, 'Kufah.' Umar berkata, 'Apakah aku perlu menulis surat untuk kebaikanmu kepada gubernurnya?' Dia menjawab, 'Saya lebih suka berada di tengah manusia fakir yang tidak dikenal.' Pada tahun berikutnya, seorang pemuka mereka menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan Umar, maka Umar bertanya kepadanya tentang Uwais. Dia menjawab, 'Saya meninggalkannya dalam keadaan rumahnya jelek dan perabotannya sedikit.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan bala bantuan pasukan dari penduduk Yaman, dari suku Murad kemudian dari marga Qaran, dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia mem-punyai ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, pasti Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Jika kamu mampu meminta kepadanya agar memohonkan ampunan untukmu, maka lakukanlah.' (Manakala orang yang bertemu Umar ini pulang), dia langsung mendatangi Uwais dan berkata, 'Mohonkanlah ampunan untukku.' Uwais berkata, 'Engkaulah yang baru datang dari perjalanan yang shalih (haji), justru engkaulah yang seharusnya beristighfar untukku.' Uwais berkata lagi, 'Kamu bertemu Umar?' Dia menjawab, 'Ya.' Lalu Uwais memohonkan ampunan untuk orang itu. Akhirnya orang-orang mengenalnya, maka dia segera keluar (dari Kufah)." (HR. Muslim)
View Details
- ORANG ITU BEDA-BEDARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Usair bin AmrDari Usair bin Amr -ada juga yang mengatakan bin Jabir, beliau berkata, "Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu apabila datang rombongan bala bantuan dari penduduk Yaman kepadanya, dia selalu bertanya kepada mereka, 'Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?' Hingga dia bertemu dengan Uwais. Dia bertanya kepadanya, 'Apakah engkau Uwais bin Amir?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Dari kabilah Murad kemudian dari marga Qaran?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar terus bertanya, 'Engkau dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar koin dirham?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Engkau memiliki ibu?' Dia menjawab, 'Ya.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama bala bantuan penduduk Yaman, dia dari Murad kemudian dari Qaran dan dulu menderita sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia memiliki seorang ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Apabila kamu sanggup memintanya agar memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah.' Maka mohonkanlah ampunan untukku.' Maka dia pun memohon ampunan untuk Umar. Umar berkata kepadanya, 'Kau mau ke mana?' Dia menjawab, 'Kufah.' Umar berkata, 'Apakah aku perlu menulis surat untuk kebaikanmu kepada gubernurnya?' Dia menjawab, 'Saya lebih suka berada di tengah manusia fakir yang tidak dikenal.' Pada tahun berikutnya, seorang pemuka mereka menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan Umar, maka Umar bertanya kepadanya tentang Uwais. Dia menjawab, 'Saya meninggalkannya dalam keadaan rumahnya jelek dan perabotannya sedikit.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan bala bantuan pasukan dari penduduk Yaman, dari suku Murad kemudian dari marga Qaran, dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia mem-punyai ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, pasti Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Jika kamu mampu meminta kepadanya agar memohonkan ampunan untukmu, maka lakukanlah.' (Manakala orang yang bertemu Umar ini pulang), dia langsung mendatangi Uwais dan berkata, 'Mohonkanlah ampunan untukku.' Uwais berkata, 'Engkaulah yang baru datang dari perjalanan yang shalih (haji), justru engkaulah yang seharusnya beristighfar untukku.' Uwais berkata lagi, 'Kamu bertemu Umar?' Dia menjawab, 'Ya.' Lalu Uwais memohonkan ampunan untuk orang itu. Akhirnya orang-orang mengenalnya, maka dia segera keluar (dari Kufah)." (HR. Muslim)
View Details
- PERTIMBANGKAN SEMUA HAL SEBELUM BERGAULRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Usair bin AmrDari Usair bin Amr -ada juga yang mengatakan bin Jabir, beliau berkata, "Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu apabila datang rombongan bala bantuan dari penduduk Yaman kepadanya, dia selalu bertanya kepada mereka, 'Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?' Hingga dia bertemu dengan Uwais. Dia bertanya kepadanya, 'Apakah engkau Uwais bin Amir?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Dari kabilah Murad kemudian dari marga Qaran?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar terus bertanya, 'Engkau dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar koin dirham?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Engkau memiliki ibu?' Dia menjawab, 'Ya.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama bala bantuan penduduk Yaman, dia dari Murad kemudian dari Qaran dan dulu menderita sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia memiliki seorang ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Apabila kamu sanggup memintanya agar memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah.' Maka mohonkanlah ampunan untukku.' Maka dia pun memohon ampunan untuk Umar. Umar berkata kepadanya, 'Kau mau ke mana?' Dia menjawab, 'Kufah.' Umar berkata, 'Apakah aku perlu menulis surat untuk kebaikanmu kepada gubernurnya?' Dia menjawab, 'Saya lebih suka berada di tengah manusia fakir yang tidak dikenal.' Pada tahun berikutnya, seorang pemuka mereka menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan Umar, maka Umar bertanya kepadanya tentang Uwais. Dia menjawab, 'Saya meninggalkannya dalam keadaan rumahnya jelek dan perabotannya sedikit.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan bala bantuan pasukan dari penduduk Yaman, dari suku Murad kemudian dari marga Qaran, dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia mem-punyai ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, pasti Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Jika kamu mampu meminta kepadanya agar memohonkan ampunan untukmu, maka lakukanlah.' (Manakala orang yang bertemu Umar ini pulang), dia langsung mendatangi Uwais dan berkata, 'Mohonkanlah ampunan untukku.' Uwais berkata, 'Engkaulah yang baru datang dari perjalanan yang shalih (haji), justru engkaulah yang seharusnya beristighfar untukku.' Uwais berkata lagi, 'Kamu bertemu Umar?' Dia menjawab, 'Ya.' Lalu Uwais memohonkan ampunan untuk orang itu. Akhirnya orang-orang mengenalnya, maka dia segera keluar (dari Kufah)." (HR. Muslim)
View Details
- APAKAH LEBIH BAIK TIDAK DIKENAL?Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Usair bin AmrDari Usair bin Amr -ada juga yang mengatakan bin Jabir, beliau berkata, "Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu apabila datang rombongan bala bantuan dari penduduk Yaman kepadanya, dia selalu bertanya kepada mereka, 'Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?' Hingga dia bertemu dengan Uwais. Dia bertanya kepadanya, 'Apakah engkau Uwais bin Amir?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Dari kabilah Murad kemudian dari marga Qaran?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar terus bertanya, 'Engkau dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar koin dirham?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Engkau memiliki ibu?' Dia menjawab, 'Ya.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama bala bantuan penduduk Yaman, dia dari Murad kemudian dari Qaran dan dulu menderita sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia memiliki seorang ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Apabila kamu sanggup memintanya agar memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah.' Maka mohonkanlah ampunan untukku.' Maka dia pun memohon ampunan untuk Umar. Umar berkata kepadanya, 'Kau mau ke mana?' Dia menjawab, 'Kufah.' Umar berkata, 'Apakah aku perlu menulis surat untuk kebaikanmu kepada gubernurnya?' Dia menjawab, 'Saya lebih suka berada di tengah manusia fakir yang tidak dikenal.' Pada tahun berikutnya, seorang pemuka mereka menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan Umar, maka Umar bertanya kepadanya tentang Uwais. Dia menjawab, 'Saya meninggalkannya dalam keadaan rumahnya jelek dan perabotannya sedikit.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan bala bantuan pasukan dari penduduk Yaman, dari suku Murad kemudian dari marga Qaran, dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia mem-punyai ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, pasti Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Jika kamu mampu meminta kepadanya agar memohonkan ampunan untukmu, maka lakukanlah.' (Manakala orang yang bertemu Umar ini pulang), dia langsung mendatangi Uwais dan berkata, 'Mohonkanlah ampunan untukku.' Uwais berkata, 'Engkaulah yang baru datang dari perjalanan yang shalih (haji), justru engkaulah yang seharusnya beristighfar untukku.' Uwais berkata lagi, 'Kamu bertemu Umar?' Dia menjawab, 'Ya.' Lalu Uwais memohonkan ampunan untuk orang itu. Akhirnya orang-orang mengenalnya, maka dia segera keluar (dari Kufah)." (HR. Muslim)
View Details
- SAAT ALLAH ﷻ MEMBUKA KEBAIKAN-KEBAIKAN SESEORANGRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Usair bin AmrDari Usair bin Amr -ada juga yang mengatakan bin Jabir, beliau berkata, "Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu apabila datang rombongan bala bantuan dari penduduk Yaman kepadanya, dia selalu bertanya kepada mereka, 'Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?' Hingga dia bertemu dengan Uwais. Dia bertanya kepadanya, 'Apakah engkau Uwais bin Amir?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Dari kabilah Murad kemudian dari marga Qaran?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar terus bertanya, 'Engkau dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar koin dirham?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Engkau memiliki ibu?' Dia menjawab, 'Ya.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama bala bantuan penduduk Yaman, dia dari Murad kemudian dari Qaran dan dulu menderita sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia memiliki seorang ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Apabila kamu sanggup memintanya agar memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah.' Maka mohonkanlah ampunan untukku.' Maka dia pun memohon ampunan untuk Umar. Umar berkata kepadanya, 'Kau mau ke mana?' Dia menjawab, 'Kufah.' Umar berkata, 'Apakah aku perlu menulis surat untuk kebaikanmu kepada gubernurnya?' Dia menjawab, 'Saya lebih suka berada di tengah manusia fakir yang tidak dikenal.' Pada tahun berikutnya, seorang pemuka mereka menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan Umar, maka Umar bertanya kepadanya tentang Uwais. Dia menjawab, 'Saya meninggalkannya dalam keadaan rumahnya jelek dan perabotannya sedikit.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan bala bantuan pasukan dari penduduk Yaman, dari suku Murad kemudian dari marga Qaran, dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia mem-punyai ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, pasti Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Jika kamu mampu meminta kepadanya agar memohonkan ampunan untukmu, maka lakukanlah.' (Manakala orang yang bertemu Umar ini pulang), dia langsung mendatangi Uwais dan berkata, 'Mohonkanlah ampunan untukku.' Uwais berkata, 'Engkaulah yang baru datang dari perjalanan yang shalih (haji), justru engkaulah yang seharusnya beristighfar untukku.' Uwais berkata lagi, 'Kamu bertemu Umar?' Dia menjawab, 'Ya.' Lalu Uwais memohonkan ampunan untuk orang itu. Akhirnya orang-orang mengenalnya, maka dia segera keluar (dari Kufah)." (HR. Muslim)
View Details
- DIA YANG TAK INGIN DIKENALRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Usair bin AmrDari Usair bin Amr -ada juga yang mengatakan bin Jabir, beliau berkata, "Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu apabila datang rombongan bala bantuan dari penduduk Yaman kepadanya, dia selalu bertanya kepada mereka, 'Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?' Hingga dia bertemu dengan Uwais. Dia bertanya kepadanya, 'Apakah engkau Uwais bin Amir?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Dari kabilah Murad kemudian dari marga Qaran?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar terus bertanya, 'Engkau dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar koin dirham?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Engkau memiliki ibu?' Dia menjawab, 'Ya.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama bala bantuan penduduk Yaman, dia dari Murad kemudian dari Qaran dan dulu menderita sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia memiliki seorang ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Apabila kamu sanggup memintanya agar memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah.' Maka mohonkanlah ampunan untukku.' Maka dia pun memohon ampunan untuk Umar. Umar berkata kepadanya, 'Kau mau ke mana?' Dia menjawab, 'Kufah.' Umar berkata, 'Apakah aku perlu menulis surat untuk kebaikanmu kepada gubernurnya?' Dia menjawab, 'Saya lebih suka berada di tengah manusia fakir yang tidak dikenal.' Pada tahun berikutnya, seorang pemuka mereka menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan Umar, maka Umar bertanya kepadanya tentang Uwais. Dia menjawab, 'Saya meninggalkannya dalam keadaan rumahnya jelek dan perabotannya sedikit.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan bala bantuan pasukan dari penduduk Yaman, dari suku Murad kemudian dari marga Qaran, dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia mem-punyai ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, pasti Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Jika kamu mampu meminta kepadanya agar memohonkan ampunan untukmu, maka lakukanlah.' (Manakala orang yang bertemu Umar ini pulang), dia langsung mendatangi Uwais dan berkata, 'Mohonkanlah ampunan untukku.' Uwais berkata, 'Engkaulah yang baru datang dari perjalanan yang shalih (haji), justru engkaulah yang seharusnya beristighfar untukku.' Uwais berkata lagi, 'Kamu bertemu Umar?' Dia menjawab, 'Ya.' Lalu Uwais memohonkan ampunan untuk orang itu. Akhirnya orang-orang mengenalnya, maka dia segera keluar (dari Kufah)." (HR. Muslim)
View Details
- KUNCI HUSNUL KHATIMAH & MEMADAMKAN MURKA ALLAH ﷻKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatHalaman 79Sabda Nabi ﷺ ,"Aku memerintahkan kepada kalian untuk bershadaqah; karena perumpamaan orang yang bershadaqah adalah seperti seorang yang ditawan oleh musuh kemudian mereka mengikat tangannya ke lehernya dan mendorongnya ke depan agar mereka bisa memenggal lehernya. Lalu ia berkata, `Aku menebus (diriku) dari kalian baik itu sedikit maupun banyak,' maka ia menebus dirinya dari mereka,”Ini juga termasuk di antara perkataan yang buktinya ditunjukkan dengan keberadaannya dan dalilnya ditunjukkan dengan terjadinya perkara tersebut; karena shadaqah memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menolak datangnya berbagai macam bala' (musibah). Meskipun shadaqah itu berasal dari seorang yang hanyut dalam maksiat atau zhalim, atau bahkan berasal dari seorang kafir, sesungguhnya Allah Ta'ala akan menahan datangnya musibah atas mereka dengan shadaqah tersebut. Ini adalah perkara yang telah maklum di tengah manusia, dan seluruh penduduk bumi mengakui hal ini karena mereka telah mencobanya.
View Details
- BERHADAPAN DENGAN TAWARAN UMAR BIN KHATHABRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Usair bin AmrDari Usair bin Amr -ada juga yang mengatakan bin Jabir, beliau berkata, "Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu apabila datang rombongan bala bantuan dari penduduk Yaman kepadanya, dia selalu bertanya kepada mereka, 'Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?' Hingga dia bertemu dengan Uwais. Dia bertanya kepadanya, 'Apakah engkau Uwais bin Amir?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Dari kabilah Murad kemudian dari marga Qaran?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar terus bertanya, 'Engkau dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar koin dirham?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Engkau memiliki ibu?' Dia menjawab, 'Ya.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama bala bantuan penduduk Yaman, dia dari Murad kemudian dari Qaran dan dulu menderita sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia memiliki seorang ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Apabila kamu sanggup memintanya agar memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah.' Maka mohonkanlah ampunan untukku.' Maka dia pun memohon ampunan untuk Umar. Umar berkata kepadanya, 'Kau mau ke mana?' Dia menjawab, 'Kufah.' Umar berkata, 'Apakah aku perlu menulis surat untuk kebaikanmu kepada gubernurnya?' Dia menjawab, 'Saya lebih suka berada di tengah manusia fakir yang tidak dikenal.' Pada tahun berikutnya, seorang pemuka mereka menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan Umar, maka Umar bertanya kepadanya tentang Uwais. Dia menjawab, 'Saya meninggalkannya dalam keadaan rumahnya jelek dan perabotannya sedikit.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan bala bantuan pasukan dari penduduk Yaman, dari suku Murad kemudian dari marga Qaran, dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia mem-punyai ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, pasti Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Jika kamu mampu meminta kepadanya agar memohonkan ampunan untukmu, maka lakukanlah.' (Manakala orang yang bertemu Umar ini pulang), dia langsung mendatangi Uwais dan berkata, 'Mohonkanlah ampunan untukku.' Uwais berkata, 'Engkaulah yang baru datang dari perjalanan yang shalih (haji), justru engkaulah yang seharusnya beristighfar untukku.' Uwais berkata lagi, 'Kamu bertemu Umar?' Dia menjawab, 'Ya.' Lalu Uwais memohonkan ampunan untuk orang itu. Akhirnya orang-orang mengenalnya, maka dia segera keluar (dari Kufah)." (HR. Muslim)
View Details
- CARILAH ORANG SHALIH, SIAPAPUN ITURiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Usair bin AmrDari Usair bin Amr -ada juga yang mengatakan bin Jabir, beliau berkata, "Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu apabila datang rombongan bala bantuan dari penduduk Yaman kepadanya, dia selalu bertanya kepada mereka, 'Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?' Hingga dia bertemu dengan Uwais. Dia bertanya kepadanya, 'Apakah engkau Uwais bin Amir?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Dari kabilah Murad kemudian dari marga Qaran?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar terus bertanya, 'Engkau dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar koin dirham?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Engkau memiliki ibu?' Dia menjawab, 'Ya.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama bala bantuan penduduk Yaman, dia dari Murad kemudian dari Qaran dan dulu menderita sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia memiliki seorang ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Apabila kamu sanggup memintanya agar memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah.' Maka mohonkanlah ampunan untukku.' Maka dia pun memohon ampunan untuk Umar. Umar berkata kepadanya, 'Kau mau ke mana?' Dia menjawab, 'Kufah.' Umar berkata, 'Apakah aku perlu menulis surat untuk kebaikanmu kepada gubernurnya?' Dia menjawab, 'Saya lebih suka berada di tengah manusia fakir yang tidak dikenal.' Pada tahun berikutnya, seorang pemuka mereka menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan Umar, maka Umar bertanya kepadanya tentang Uwais. Dia menjawab, 'Saya meninggalkannya dalam keadaan rumahnya jelek dan perabotannya sedikit.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan bala bantuan pasukan dari penduduk Yaman, dari suku Murad kemudian dari marga Qaran, dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia mem-punyai ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, pasti Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Jika kamu mampu meminta kepadanya agar memohonkan ampunan untukmu, maka lakukanlah.' (Manakala orang yang bertemu Umar ini pulang), dia langsung mendatangi Uwais dan berkata, 'Mohonkanlah ampunan untukku.' Uwais berkata, 'Engkaulah yang baru datang dari perjalanan yang shalih (haji), justru engkaulah yang seharusnya beristighfar untukku.' Uwais berkata lagi, 'Kamu bertemu Umar?' Dia menjawab, 'Ya.' Lalu Uwais memohonkan ampunan untuk orang itu. Akhirnya orang-orang mengenalnya, maka dia segera keluar (dari Kufah)." (HR. Muslim)
View Details
- MENCARI ORANG SHALIH = MENGIKUTI SUNNAH NABI ﷺRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Usair bin AmrDari Usair bin Amr -ada juga yang mengatakan bin Jabir, beliau berkata, "Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu apabila datang rombongan bala bantuan dari penduduk Yaman kepadanya, dia selalu bertanya kepada mereka, 'Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?' Hingga dia bertemu dengan Uwais. Dia bertanya kepadanya, 'Apakah engkau Uwais bin Amir?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Dari kabilah Murad kemudian dari marga Qaran?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar terus bertanya, 'Engkau dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar koin dirham?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Engkau memiliki ibu?' Dia menjawab, 'Ya.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama bala bantuan penduduk Yaman, dia dari Murad kemudian dari Qaran dan dulu menderita sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia memiliki seorang ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Apabila kamu sanggup memintanya agar memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah.' Maka mohonkanlah ampunan untukku.' Maka dia pun memohon ampunan untuk Umar. Umar berkata kepadanya, 'Kau mau ke mana?' Dia menjawab, 'Kufah.' Umar berkata, 'Apakah aku perlu menulis surat untuk kebaikanmu kepada gubernurnya?' Dia menjawab, 'Saya lebih suka berada di tengah manusia fakir yang tidak dikenal.' Pada tahun berikutnya, seorang pemuka mereka menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan Umar, maka Umar bertanya kepadanya tentang Uwais. Dia menjawab, 'Saya meninggalkannya dalam keadaan rumahnya jelek dan perabotannya sedikit.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan bala bantuan pasukan dari penduduk Yaman, dari suku Murad kemudian dari marga Qaran, dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia mem-punyai ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, pasti Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Jika kamu mampu meminta kepadanya agar memohonkan ampunan untukmu, maka lakukanlah.' (Manakala orang yang bertemu Umar ini pulang), dia langsung mendatangi Uwais dan berkata, 'Mohonkanlah ampunan untukku.' Uwais berkata, 'Engkaulah yang baru datang dari perjalanan yang shalih (haji), justru engkaulah yang seharusnya beristighfar untukku.' Uwais berkata lagi, 'Kamu bertemu Umar?' Dia menjawab, 'Ya.' Lalu Uwais memohonkan ampunan untuk orang itu. Akhirnya orang-orang mengenalnya, maka dia segera keluar (dari Kufah)." (HR. Muslim)
View Details
Kajian Tematik "BERKORBAN UNTUK YANG PALING DICINTAI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KONSEP TABAYYUNRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Usair bin AmrDari Usair bin Amr -ada juga yang mengatakan bin Jabir, beliau berkata, "Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu apabila datang rombongan bala bantuan dari penduduk Yaman kepadanya, dia selalu bertanya kepada mereka, 'Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?' Hingga dia bertemu dengan Uwais. Dia bertanya kepadanya, 'Apakah engkau Uwais bin Amir?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Dari kabilah Murad kemudian dari marga Qaran?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar terus bertanya, 'Engkau dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar koin dirham?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Engkau memiliki ibu?' Dia menjawab, 'Ya.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama bala bantuan penduduk Yaman, dia dari Murad kemudian dari Qaran dan dulu menderita sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia memiliki seorang ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Apabila kamu sanggup memintanya agar memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah.' Maka mohonkanlah ampunan untukku.' Maka dia pun memohon ampunan untuk Umar. Umar berkata kepadanya, 'Kau mau ke mana?' Dia menjawab, 'Kufah.' Umar berkata, 'Apakah aku perlu menulis surat untuk kebaikanmu kepada gubernurnya?' Dia menjawab, 'Saya lebih suka berada di tengah manusia fakir yang tidak dikenal.' Pada tahun berikutnya, seorang pemuka mereka menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan Umar, maka Umar bertanya kepadanya tentang Uwais. Dia menjawab, 'Saya meninggalkannya dalam keadaan rumahnya jelek dan perabotannya sedikit.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan bala bantuan pasukan dari penduduk Yaman, dari suku Murad kemudian dari marga Qaran, dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia mem-punyai ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, pasti Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Jika kamu mampu meminta kepadanya agar memohonkan ampunan untukmu, maka lakukanlah.' (Manakala orang yang bertemu Umar ini pulang), dia langsung mendatangi Uwais dan berkata, 'Mohonkanlah ampunan untukku.' Uwais berkata, 'Engkaulah yang baru datang dari perjalanan yang shalih (haji), justru engkaulah yang seharusnya beristighfar untukku.' Uwais berkata lagi, 'Kamu bertemu Umar?' Dia menjawab, 'Ya.' Lalu Uwais memohonkan ampunan untuk orang itu. Akhirnya orang-orang mengenalnya, maka dia segera keluar (dari Kufah)." (HR. Muslim)
View Details
- BELAJAR MENGAKUI KELEBIHAN ORANG LAINRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Usair bin AmrDari Usair bin Amr -ada juga yang mengatakan bin Jabir, beliau berkata, "Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu apabila datang rombongan bala bantuan dari penduduk Yaman kepadanya, dia selalu bertanya kepada mereka, 'Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?' Hingga dia bertemu dengan Uwais. Dia bertanya kepadanya, 'Apakah engkau Uwais bin Amir?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Dari kabilah Murad kemudian dari marga Qaran?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar terus bertanya, 'Engkau dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar koin dirham?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Engkau memiliki ibu?' Dia menjawab, 'Ya.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama bala bantuan penduduk Yaman, dia dari Murad kemudian dari Qaran dan dulu menderita sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia memiliki seorang ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Apabila kamu sanggup memintanya agar memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah.' Maka mohonkanlah ampunan untukku.' Maka dia pun memohon ampunan untuk Umar. Umar berkata kepadanya, 'Kau mau ke mana?' Dia menjawab, 'Kufah.' Umar berkata, 'Apakah aku perlu menulis surat untuk kebaikanmu kepada gubernurnya?' Dia menjawab, 'Saya lebih suka berada di tengah manusia fakir yang tidak dikenal.' Pada tahun berikutnya, seorang pemuka mereka menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan Umar, maka Umar bertanya kepadanya tentang Uwais. Dia menjawab, 'Saya meninggalkannya dalam keadaan rumahnya jelek dan perabotannya sedikit.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan bala bantuan pasukan dari penduduk Yaman, dari suku Murad kemudian dari marga Qaran, dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia mem-punyai ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, pasti Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Jika kamu mampu meminta kepadanya agar memohonkan ampunan untukmu, maka lakukanlah.' (Manakala orang yang bertemu Umar ini pulang), dia langsung mendatangi Uwais dan berkata, 'Mohonkanlah ampunan untukku.' Uwais berkata, 'Engkaulah yang baru datang dari perjalanan yang shalih (haji), justru engkaulah yang seharusnya beristighfar untukku.' Uwais berkata lagi, 'Kamu bertemu Umar?' Dia menjawab, 'Ya.' Lalu Uwais memohonkan ampunan untuk orang itu. Akhirnya orang-orang mengenalnya, maka dia segera keluar (dari Kufah)." (HR. Muslim)
View Details
- KERENDAHAN HATI UMAR BIN KHATHABRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Usair bin AmrDari Usair bin Amr -ada juga yang mengatakan bin Jabir, beliau berkata, "Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu apabila datang rombongan bala bantuan dari penduduk Yaman kepadanya, dia selalu bertanya kepada mereka, 'Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?' Hingga dia bertemu dengan Uwais. Dia bertanya kepadanya, 'Apakah engkau Uwais bin Amir?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Dari kabilah Murad kemudian dari marga Qaran?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar terus bertanya, 'Engkau dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar koin dirham?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Engkau memiliki ibu?' Dia menjawab, 'Ya.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama bala bantuan penduduk Yaman, dia dari Murad kemudian dari Qaran dan dulu menderita sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia memiliki seorang ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Apabila kamu sanggup memintanya agar memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah.' Maka mohonkanlah ampunan untukku.' Maka dia pun memohon ampunan untuk Umar. Umar berkata kepadanya, 'Kau mau ke mana?' Dia menjawab, 'Kufah.' Umar berkata, 'Apakah aku perlu menulis surat untuk kebaikanmu kepada gubernurnya?' Dia menjawab, 'Saya lebih suka berada di tengah manusia fakir yang tidak dikenal.' Pada tahun berikutnya, seorang pemuka mereka menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan Umar, maka Umar bertanya kepadanya tentang Uwais. Dia menjawab, 'Saya meninggalkannya dalam keadaan rumahnya jelek dan perabotannya sedikit.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan bala bantuan pasukan dari penduduk Yaman, dari suku Murad kemudian dari marga Qaran, dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia mem-punyai ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, pasti Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Jika kamu mampu meminta kepadanya agar memohonkan ampunan untukmu, maka lakukanlah.' (Manakala orang yang bertemu Umar ini pulang), dia langsung mendatangi Uwais dan berkata, 'Mohonkanlah ampunan untukku.' Uwais berkata, 'Engkaulah yang baru datang dari perjalanan yang shalih (haji), justru engkaulah yang seharusnya beristighfar untukku.' Uwais berkata lagi, 'Kamu bertemu Umar?' Dia menjawab, 'Ya.' Lalu Uwais memohonkan ampunan untuk orang itu. Akhirnya orang-orang mengenalnya, maka dia segera keluar (dari Kufah)." (HR. Muslim)
View Details
- HANYA ALLAH ﷻ YANG MENGETAHUIRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Usair bin AmrDari Usair bin Amr -ada juga yang mengatakan bin Jabir, beliau berkata, "Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu apabila datang rombongan bala bantuan dari penduduk Yaman kepadanya, dia selalu bertanya kepada mereka, 'Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?' Hingga dia bertemu dengan Uwais. Dia bertanya kepadanya, 'Apakah engkau Uwais bin Amir?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Dari kabilah Murad kemudian dari marga Qaran?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar terus bertanya, 'Engkau dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar koin dirham?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Engkau memiliki ibu?' Dia menjawab, 'Ya.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama bala bantuan penduduk Yaman, dia dari Murad kemudian dari Qaran dan dulu menderita sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia memiliki seorang ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Apabila kamu sanggup memintanya agar memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah.' Maka mohonkanlah ampunan untukku.' Maka dia pun memohon ampunan untuk Umar. Umar berkata kepadanya, 'Kau mau ke mana?' Dia menjawab, 'Kufah.' Umar berkata, 'Apakah aku perlu menulis surat untuk kebaikanmu kepada gubernurnya?' Dia menjawab, 'Saya lebih suka berada di tengah manusia fakir yang tidak dikenal.' Pada tahun berikutnya, seorang pemuka mereka menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan Umar, maka Umar bertanya kepadanya tentang Uwais. Dia menjawab, 'Saya meninggalkannya dalam keadaan rumahnya jelek dan perabotannya sedikit.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan bala bantuan pasukan dari penduduk Yaman, dari suku Murad kemudian dari marga Qaran, dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia mem-punyai ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, pasti Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Jika kamu mampu meminta kepadanya agar memohonkan ampunan untukmu, maka lakukanlah.' (Manakala orang yang bertemu Umar ini pulang), dia langsung mendatangi Uwais dan berkata, 'Mohonkanlah ampunan untukku.' Uwais berkata, 'Engkaulah yang baru datang dari perjalanan yang shalih (haji), justru engkaulah yang seharusnya beristighfar untukku.' Uwais berkata lagi, 'Kamu bertemu Umar?' Dia menjawab, 'Ya.' Lalu Uwais memohonkan ampunan untuk orang itu. Akhirnya orang-orang mengenalnya, maka dia segera keluar (dari Kufah)." (HR. Muslim)
View Details
- KUNCI HUSNUL KHATIMAH & MEMADAMKAN MURKA ALLAH ﷻKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatHalaman 79Sabda Nabi ﷺ ,"Aku memerintahkan kepada kalian untuk bershadaqah; karena perumpamaan orang yang bershadaqah adalah seperti seorang yang ditawan oleh musuh kemudian mereka mengikat tangannya ke lehernya dan mendorongnya ke depan agar mereka bisa memenggal lehernya. Lalu ia berkata, `Aku menebus (diriku) dari kalian baik itu sedikit maupun banyak,' maka ia menebus dirinya dari mereka,”Ini juga termasuk di antara perkataan yang buktinya ditunjukkan dengan keberadaannya dan dalilnya ditunjukkan dengan terjadinya perkara tersebut; karena shadaqah memiliki pengaruh yang menakjubkan dalam menolak datangnya berbagai macam bala' (musibah). Meskipun shadaqah itu berasal dari seorang yang hanyut dalam maksiat atau zhalim, atau bahkan berasal dari seorang kafir, sesungguhnya Allah Ta'ala akan menahan datangnya musibah atas mereka dengan shadaqah tersebut. Ini adalah perkara yang telah maklum di tengah manusia, dan seluruh penduduk bumi mengakui hal ini karena mereka telah mencobanya.
View Details
- NABI ﷺ PASTI BENARRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-377 | Hadits Usair bin AmrDari Usair bin Amr -ada juga yang mengatakan bin Jabir, beliau berkata, "Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu apabila datang rombongan bala bantuan dari penduduk Yaman kepadanya, dia selalu bertanya kepada mereka, 'Apakah di antara kalian ada Uwais bin Amir?' Hingga dia bertemu dengan Uwais. Dia bertanya kepadanya, 'Apakah engkau Uwais bin Amir?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Dari kabilah Murad kemudian dari marga Qaran?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar terus bertanya, 'Engkau dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh kecuali satu bagian sebesar koin dirham?' Dia menjawab, 'Benar.' Umar bertanya, 'Engkau memiliki ibu?' Dia menjawab, 'Ya.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama bala bantuan penduduk Yaman, dia dari Murad kemudian dari Qaran dan dulu menderita sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia memiliki seorang ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Apabila kamu sanggup memintanya agar memohonkan ampun untukmu, maka lakukanlah.' Maka mohonkanlah ampunan untukku.' Maka dia pun memohon ampunan untuk Umar. Umar berkata kepadanya, 'Kau mau ke mana?' Dia menjawab, 'Kufah.' Umar berkata, 'Apakah aku perlu menulis surat untuk kebaikanmu kepada gubernurnya?' Dia menjawab, 'Saya lebih suka berada di tengah manusia fakir yang tidak dikenal.' Pada tahun berikutnya, seorang pemuka mereka menunaikan ibadah haji dan bertemu dengan Umar, maka Umar bertanya kepadanya tentang Uwais. Dia menjawab, 'Saya meninggalkannya dalam keadaan rumahnya jelek dan perabotannya sedikit.' Umar berkata, 'Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan bala bantuan pasukan dari penduduk Yaman, dari suku Murad kemudian dari marga Qaran, dulu menderita penyakit sopak kemudian sembuh, kecuali bagian sebesar koin dirham, dia mem-punyai ibu, dia sangat berbakti kepadanya, seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, pasti Allah membuat apa yang disumpahkannya terlaksana. Jika kamu mampu meminta kepadanya agar memohonkan ampunan untukmu, maka lakukanlah.' (Manakala orang yang bertemu Umar ini pulang), dia langsung mendatangi Uwais dan berkata, 'Mohonkanlah ampunan untukku.' Uwais berkata, 'Engkaulah yang baru datang dari perjalanan yang shalih (haji), justru engkaulah yang seharusnya beristighfar untukku.' Uwais berkata lagi, 'Kamu bertemu Umar?' Dia menjawab, 'Ya.' Lalu Uwais memohonkan ampunan untuk orang itu. Akhirnya orang-orang mengenalnya, maka dia segera keluar (dari Kufah)." (HR. Muslim)
View Details
- PRICELESS-NYA SAHABAT YANG COCOKRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-375 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu وعن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « النَّاسُ معَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، خِيَارُهُمْ في الجَاهِلِيَّةِ خِيارُهُمْ في الإِسْلامِ إِذَا فَقهُوا . وَالأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجنَّدَةٌ ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا ، اخْتَلَفَ » رواه مسلم.Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Manusia itu ibarat tambang seperti tambang emas dan perak, orang yang paling baik di masa jahiliyah adalah yang terbaik di dalam Islam, apabila mereka mengerti. Arwah itu adalah pasukan yang berkelompok-kelompok, yang saling mengenal akan bersatu, dan yang saling mengingkari akan berselisih." (HR. Muslim)وروى البخاري قوله : « الأَرْوَاحُ » إِلخ ، من رواية عائشة رضي اللَّه عنهاDari Imam aI-Bukhari meriwayatkan ucapan, "Arwah itu..." sampai akhir dari riwayat Aisyah Radhiallahu ‘anha
View Details
- CALON SAYA ORANG BAIK TAPI SHALATNYA BOLONG-BOLONGRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-375 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuTanya jawab وعن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « النَّاسُ معَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، خِيَارُهُمْ في الجَاهِلِيَّةِ خِيارُهُمْ في الإِسْلامِ إِذَا فَقهُوا . وَالأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجنَّدَةٌ ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا ، اخْتَلَفَ » رواه مسلم.Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Manusia itu ibarat tambang seperti tambang emas dan perak, orang yang paling baik di masa jahiliyah adalah yang terbaik di dalam Islam, apabila mereka mengerti. Arwah itu adalah pasukan yang berkelompok-kelompok, yang saling mengenal akan bersatu, dan yang saling mengingkari akan berselisih." (HR. Muslim)وروى البخاري قوله : « الأَرْوَاحُ » إِلخ ، من رواية عائشة رضي اللَّه عنهاDari Imam aI-Bukhari meriwayatkan ucapan, "Arwah itu..." sampai akhir dari riwayat Aisyah Radhiallahu ‘anha
View Details
- LEBIH UTAMA PUASA DAUD ATAU PUASA 9 HARI AWAL DZULHIJJAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-375 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuTanya jawab وعن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « النَّاسُ معَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، خِيَارُهُمْ في الجَاهِلِيَّةِ خِيارُهُمْ في الإِسْلامِ إِذَا فَقهُوا . وَالأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجنَّدَةٌ ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا ، اخْتَلَفَ » رواه مسلم.Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Manusia itu ibarat tambang seperti tambang emas dan perak, orang yang paling baik di masa jahiliyah adalah yang terbaik di dalam Islam, apabila mereka mengerti. Arwah itu adalah pasukan yang berkelompok-kelompok, yang saling mengenal akan bersatu, dan yang saling mengingkari akan berselisih." (HR. Muslim)وروى البخاري قوله : « الأَرْوَاحُ » إِلخ ، من رواية عائشة رضي اللَّه عنهاDari Imam aI-Bukhari meriwayatkan ucapan, "Arwah itu..." sampai akhir dari riwayat Aisyah Radhiallahu ‘anha
View Details
- SYARAT UNTUK MENJADI LEBIH SUKSESRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-375 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu وعن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « النَّاسُ معَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، خِيَارُهُمْ في الجَاهِلِيَّةِ خِيارُهُمْ في الإِسْلامِ إِذَا فَقهُوا . وَالأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجنَّدَةٌ ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا ، اخْتَلَفَ » رواه مسلم.Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Manusia itu ibarat tambang seperti tambang emas dan perak, orang yang paling baik di masa jahiliyah adalah yang terbaik di dalam Islam, apabila mereka mengerti. Arwah itu adalah pasukan yang berkelompok-kelompok, yang saling mengenal akan bersatu, dan yang saling mengingkari akan berselisih." (HR. Muslim)وروى البخاري قوله : « الأَرْوَاحُ » إِلخ ، من رواية عائشة رضي اللَّه عنهاDari Imam aI-Bukhari meriwayatkan ucapan, "Arwah itu..." sampai akhir dari riwayat Aisyah Radhiallahu ‘anha
View Details
- SEMAKIN BERPRESTASI SETELAH BERHIJRAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-375 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu وعن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « النَّاسُ معَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، خِيَارُهُمْ في الجَاهِلِيَّةِ خِيارُهُمْ في الإِسْلامِ إِذَا فَقهُوا . وَالأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجنَّدَةٌ ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا ، اخْتَلَفَ » رواه مسلم.Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Manusia itu ibarat tambang seperti tambang emas dan perak, orang yang paling baik di masa jahiliyah adalah yang terbaik di dalam Islam, apabila mereka mengerti. Arwah itu adalah pasukan yang berkelompok-kelompok, yang saling mengenal akan bersatu, dan yang saling mengingkari akan berselisih." (HR. Muslim)وروى البخاري قوله : « الأَرْوَاحُ » إِلخ ، من رواية عائشة رضي اللَّه عنهاDari Imam aI-Bukhari meriwayatkan ucapan, "Arwah itu..." sampai akhir dari riwayat Aisyah Radhiallahu ‘anha
View Details
- MENGASAH POTENSI AGAR CEMERLANGRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-375 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu وعن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « النَّاسُ معَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، خِيَارُهُمْ في الجَاهِلِيَّةِ خِيارُهُمْ في الإِسْلامِ إِذَا فَقهُوا . وَالأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجنَّدَةٌ ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا ، اخْتَلَفَ » رواه مسلم.Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Manusia itu ibarat tambang seperti tambang emas dan perak, orang yang paling baik di masa jahiliyah adalah yang terbaik di dalam Islam, apabila mereka mengerti. Arwah itu adalah pasukan yang berkelompok-kelompok, yang saling mengenal akan bersatu, dan yang saling mengingkari akan berselisih." (HR. Muslim)وروى البخاري قوله : « الأَرْوَاحُ » إِلخ ، من رواية عائشة رضي اللَّه عنهاDari Imam aI-Bukhari meriwayatkan ucapan, "Arwah itu..." sampai akhir dari riwayat Aisyah Radhiallahu ‘anha
View Details
- AGAR TETAP WANGI & TIDAK BAU BADANKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatHalaman 77Ini adalah perkara yang sudah maklum bagi orang-orang yang memiliki bashirah (ilmu yang mendalam), sampai orang baik pun akan mencium darinya bau yang baik meskipun belum memakai parfum sehingga tampaklah bau yang baik dari ruh, badan dan pakaiannya. Adapun orang yang hanyut dalam kemaksiatan maka kebalikannya, dan orang yang menderita penyakit selesma tidak akan bisa mencium ini dan itu, bahkan penyakitnya itu yang membawanya kepada pengingkaran. Inilah penjelasan terhadap masalah ini, dan Allah Ta'ala yang lebih mengetahui kebenaran.
View Details
- SAMPAI KAPAN KEKAYAAN ITU TERPENDAM?Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-375 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu وعن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « النَّاسُ معَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، خِيَارُهُمْ في الجَاهِلِيَّةِ خِيارُهُمْ في الإِسْلامِ إِذَا فَقهُوا . وَالأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجنَّدَةٌ ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا ، اخْتَلَفَ » رواه مسلم.Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Manusia itu ibarat tambang seperti tambang emas dan perak, orang yang paling baik di masa jahiliyah adalah yang terbaik di dalam Islam, apabila mereka mengerti. Arwah itu adalah pasukan yang berkelompok-kelompok, yang saling mengenal akan bersatu, dan yang saling mengingkari akan berselisih." (HR. Muslim)وروى البخاري قوله : « الأَرْوَاحُ » إِلخ ، من رواية عائشة رضي اللَّه عنهاDari Imam aI-Bukhari meriwayatkan ucapan, "Arwah itu..." sampai akhir dari riwayat Aisyah Radhiallahu ‘anha
View Details
- PENTINGNYA BACKGROUND CHECKRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-375 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuوعن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « النَّاسُ معَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، خِيَارُهُمْ في الجَاهِلِيَّةِ خِيارُهُمْ في الإِسْلامِ إِذَا فَقهُوا . وَالأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجنَّدَةٌ ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا ، اخْتَلَفَ » رواه مسلم.Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Manusia itu ibarat tambang seperti tambang emas dan perak, orang yang paling baik di masa jahiliyah adalah yang terbaik di dalam Islam, apabila mereka mengerti. Arwah itu adalah pasukan yang berkelompok-kelompok, yang saling mengenal akan bersatu, dan yang saling mengingkari akan berselisih." (HR. Muslim)وروى البخاري قوله : « الأَرْوَاحُ » إِلخ ، من رواية عائشة رضي اللَّه عنهاDari Imam aI-Bukhari meriwayatkan ucapan, "Arwah itu..." sampai akhir dari riwayat Aisyah Radhiallahu ‘anha
View Details
- SUDAH NGAJI, TAPI MASIH MAKSIAT Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-375 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuTanya jawab
View Details
- KESAL DIJUDGE OLEH ORANG LAINRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-375 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuوعن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « النَّاسُ معَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، خِيَارُهُمْ في الجَاهِلِيَّةِ خِيارُهُمْ في الإِسْلامِ إِذَا فَقهُوا . وَالأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجنَّدَةٌ ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا ، اخْتَلَفَ » رواه مسلم.Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Manusia itu ibarat tambang seperti tambang emas dan perak, orang yang paling baik di masa jahiliyah adalah yang terbaik di dalam Islam, apabila mereka mengerti. Arwah itu adalah pasukan yang berkelompok-kelompok, yang saling mengenal akan bersatu, dan yang saling mengingkari akan berselisih." (HR. Muslim)وروى البخاري قوله : « الأَرْوَاحُ » إِلخ ، من رواية عائشة رضي اللَّه عنهاDari Imam aI-Bukhari meriwayatkan ucapan, "Arwah itu..." sampai akhir dari riwayat Aisyah Radhiallahu ‘anha
View Details
- BEDA ORANG, BEDA KAPASITASRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-375 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuوعن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « النَّاسُ معَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، خِيَارُهُمْ في الجَاهِلِيَّةِ خِيارُهُمْ في الإِسْلامِ إِذَا فَقهُوا . وَالأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجنَّدَةٌ ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا ، اخْتَلَفَ » رواه مسلم.Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Manusia itu ibarat tambang seperti tambang emas dan perak, orang yang paling baik di masa jahiliyah adalah yang terbaik di dalam Islam, apabila mereka mengerti. Arwah itu adalah pasukan yang berkelompok-kelompok, yang saling mengenal akan bersatu, dan yang saling mengingkari akan berselisih." (HR. Muslim)وروى البخاري قوله : « الأَرْوَاحُ » إِلخ ، من رواية عائشة رضي اللَّه عنهاDari Imam aI-Bukhari meriwayatkan ucapan, "Arwah itu..." sampai akhir dari riwayat Aisyah Radhiallahu ‘anha
View Details
- ANTARA BIBIT YANG BAIK & YANG BURUKRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-375 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuوعن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « النَّاسُ معَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، خِيَارُهُمْ في الجَاهِلِيَّةِ خِيارُهُمْ في الإِسْلامِ إِذَا فَقهُوا . وَالأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجنَّدَةٌ ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا ، اخْتَلَفَ » رواه مسلم.Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Manusia itu ibarat tambang seperti tambang emas dan perak, orang yang paling baik di masa jahiliyah adalah yang terbaik di dalam Islam, apabila mereka mengerti. Arwah itu adalah pasukan yang berkelompok-kelompok, yang saling mengenal akan bersatu, dan yang saling mengingkari akan berselisih." (HR. Muslim)وروى البخاري قوله : « الأَرْوَاحُ » إِلخ ، من رواية عائشة رضي اللَّه عنهاDari Imam aI-Bukhari meriwayatkan ucapan, "Arwah itu..." sampai akhir dari riwayat Aisyah Radhiallahu ‘anha
View Details
- MANUSIA ITU BAGAIKAN BARANG TAMBANGRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-375 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuوعن أبي هُريرة رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « النَّاسُ معَادِنُ كَمَعَادِنِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، خِيَارُهُمْ في الجَاهِلِيَّةِ خِيارُهُمْ في الإِسْلامِ إِذَا فَقهُوا . وَالأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجنَّدَةٌ ، فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ ، وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا ، اخْتَلَفَ » رواه مسلم.Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, "Manusia itu ibarat tambang seperti tambang emas dan perak, orang yang paling baik di masa jahiliyah adalah yang terbaik di dalam Islam, apabila mereka mengerti. Arwah itu adalah pasukan yang berkelompok-kelompok, yang saling mengenal akan bersatu, dan yang saling mengingkari akan berselisih." (HR. Muslim)وروى البخاري قوله : « الأَرْوَاحُ » إِلخ ، من رواية عائشة رضي اللَّه عنهاDari Imam aI-Bukhari meriwayatkan ucapan, "Arwah itu..." sampai akhir dari riwayat Aisyah Radhiallahu ‘anha
View Details
- TIPS MEMILIH PAKAIAN YANG BAIKKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatHalaman 76Ibnu
Abbas Radhiallahu 'anhu berkata, "Sesungguhnya kebaikan itu memiliki cahaya di wajah, cahaya di hati, kekuatan di badan, kelapangan pada rizki dan kecintaan pada hati tiap manusia. Dan sesungguhnya keburukan itu memiliki bekas hitam di wajah, kegelapan dalam hati, kelemahan di badan, kekurangan dalam rizki dan kemarahan pada hati setiap manusia."Utsman bin `Affan Radhiallahhu ‘anhu berkata, "Tidaklah seseorang melakukan satu amalan, melainkan Allah akan memakaikannya sebuah pakaian. Apabila baik maka akan dipakaikan dengan pakaian baik; dan apabila buruk maka akan dipakaikan pakaian buruk pula."
View Details
- CINTA TAPI NGGAK SELEVELRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-374 | Hadits Ibnu Mas'ud Radhiallahu ‘anhuوعن ابنِ مسعودٍ رضي اللَّه عنه قال : جاءَ رَجُلٌ إِلى رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال : يا رسول اللَّه كَيْفَ تَقُولُ في رَجُلٍ أَحبَّ قَوْماً وَلَمْ يلْحَقْ بِهِمْ ؟ فقال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ » متفقٌ عليه .Dari Ibnu Mas'ud Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,"Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah ﷺ seraya bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang seseorang yang mencintai suatu kelompok (orang shalih), tetapi dia belum bisa mengejar amal mereka?" Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Seseorang itu akan bersama orang yang dia cintai." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- CINTAMU MENENTUKAN AKHIRATMURiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-374 | Hadits Ibnu Mas'ud Radhiallahu ‘anhuوعن ابنِ مسعودٍ رضي اللَّه عنه قال : جاءَ رَجُلٌ إِلى رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال : يا رسول اللَّه كَيْفَ تَقُولُ في رَجُلٍ أَحبَّ قَوْماً وَلَمْ يلْحَقْ بِهِمْ ؟ فقال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ » متفقٌ عليه .Dari Ibnu Mas'ud Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,"Seorang laki-laki mendatangi Rasulullah ﷺ seraya bertanya, 'Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda tentang seseorang yang mencintai suatu kelompok (orang shalih), tetapi dia belum bisa mengejar amal mereka?" Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Seseorang itu akan bersama orang yang dia cintai." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- CINTA ITU TIDAK SEMUDAH YANG DIBAYANGKANRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-373 | Hadits Anas Radhialllahu ‘anhuTanya JawabMATANوعن أَنس رضي اللَّه عنه أَن أَعرابياً قال لرسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : مَتَى السَّاعَةُ ؟ قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَا أَعْدَدْتَ لَهَا ؟ » قال : حُب اللَّهِ ورسولِهِ قال : « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . متفقٌ عليه ، وهذا لفظ مسلمٍ .Dari Anas Radhiallahu ‘anhu, ”Bahwa seorang Arab badui berkata kepada Rasulullah 'Kapankah Kiamat tiba?' Rasulullah (balik) bertanya, 'Apa yang kamu siapkan untuk hal itu?' Dia menjawab, 'Cinta kepada Allah dan RasulNya.' Maka beliau bersabda, 'Kamu akan bersama orang yang kamu cintai'." (Muttafaq ‘alaih, dan ini adalah lafazh Muslim)وفي روايةٍ لهما : مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَوْمٍ ، وَلا صَلاةٍ ، وَلا صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّي أُحِبُّ اللَّه وَرَسُولَهُ .Dan dalam satu riwayat milik keduanya, "Saya tidak mempersiapkan untuknya banyak puasa, shalat, dan sedekah, tetapi saya mencintai Allah dan RasulNya.”
View Details
- KIAT MENGEVALUASI DIRITadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- OBAT MINDERRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-373 | Hadits Anas Radhialllahu ‘anhuTanya JawabMATANوعن أَنس رضي اللَّه عنه أَن أَعرابياً قال لرسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : مَتَى السَّاعَةُ ؟ قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَا أَعْدَدْتَ لَهَا ؟ » قال : حُب اللَّهِ ورسولِهِ قال : « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . متفقٌ عليه ، وهذا لفظ مسلمٍ .Dari Anas Radhiallahu ‘anhu, ”Bahwa seorang Arab badui berkata kepada Rasulullah 'Kapankah Kiamat tiba?' Rasulullah (balik) bertanya, 'Apa yang kamu siapkan untuk hal itu?' Dia menjawab, 'Cinta kepada Allah dan RasulNya.' Maka beliau bersabda, 'Kamu akan bersama orang yang kamu cintai'." (Muttafaq ‘alaih, dan ini adalah lafazh Muslim)وفي روايةٍ لهما : مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَوْمٍ ، وَلا صَلاةٍ ، وَلا صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّي أُحِبُّ اللَّه وَرَسُولَهُ .Dan dalam satu riwayat milik keduanya, "Saya tidak mempersiapkan untuknya banyak puasa, shalat, dan sedekah, tetapi saya mencintai Allah dan RasulNya.”
View Details
- YANG MEMBUAT ORANG SHALIH BAHAGIARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-373 | Hadits Anas Radhialllahu ‘anhuMATANوعن أَنس رضي اللَّه عنه أَن أَعرابياً قال لرسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : مَتَى السَّاعَةُ ؟ قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَا أَعْدَدْتَ لَهَا ؟ » قال : حُب اللَّهِ ورسولِهِ قال : « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . متفقٌ عليه ، وهذا لفظ مسلمٍ .Dari Anas Radhiallahu ‘anhu, ”Bahwa seorang Arab badui berkata kepada Rasulullah 'Kapankah Kiamat tiba?' Rasulullah (balik) bertanya, 'Apa yang kamu siapkan untuk hal itu?' Dia menjawab, 'Cinta kepada Allah dan RasulNya.' Maka beliau bersabda, 'Kamu akan bersama orang yang kamu cintai'." (Muttafaq ‘alaih, dan ini adalah lafazh Muslim)وفي روايةٍ لهما : مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَوْمٍ ، وَلا صَلاةٍ ، وَلا صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّي أُحِبُّ اللَّه وَرَسُولَهُ .Dan dalam satu riwayat milik keduanya, "Saya tidak mempersiapkan untuknya banyak puasa, shalat, dan sedekah, tetapi saya mencintai Allah dan RasulNya.”
View Details
- BEKAL TERBAIK UNTUK PULANGRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-373 | Hadits Anas Radhialllahu ‘anhuMATANوعن أَنس رضي اللَّه عنه أَن أَعرابياً قال لرسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : مَتَى السَّاعَةُ ؟ قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَا أَعْدَدْتَ لَهَا ؟ » قال : حُب اللَّهِ ورسولِهِ قال : « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . متفقٌ عليه ، وهذا لفظ مسلمٍ .Dari Anas Radhiallahu ‘anhu, ”Bahwa seorang Arab badui berkata kepada Rasulullah 'Kapankah Kiamat tiba?' Rasulullah (balik) bertanya, 'Apa yang kamu siapkan untuk hal itu?' Dia menjawab, 'Cinta kepada Allah dan RasulNya.' Maka beliau bersabda, 'Kamu akan bersama orang yang kamu cintai'." (Muttafaq ‘alaih, dan ini adalah lafazh Muslim)وفي روايةٍ لهما : مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَوْمٍ ، وَلا صَلاةٍ ، وَلا صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّي أُحِبُّ اللَّه وَرَسُولَهُ .Dan dalam satu riwayat milik keduanya, "Saya tidak mempersiapkan untuknya banyak puasa, shalat, dan sedekah, tetapi saya mencintai Allah dan RasulNya.”
View Details
- KESIBUKAN ORANG BERIMANRiyaadhush ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PENGARUH MAKSIAT KE FISIK KITAKajian WanitaUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- ANTARA BAIK & TERBAIKRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-373 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhuوعن أَنس رضي اللَّه عنه أَن أَعرابياً قال لرسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : مَتَى السَّاعَةُ ؟ قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَا أَعْدَدْتَ لَهَا ؟ » قال : حُب اللَّهِ ورسولِهِ قال : « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . متفقٌ عليه ، وهذا لفظ مسلمٍ .Dari Anas Radhiallahu ‘anhu, ”Bahwa seorang Arab badui berkata kepada Rasulullah 'Kapankah Kiamat tiba?' Rasulullah (balik) bertanya, 'Apa yang kamu siapkan untuk hal itu?' Dia menjawab, 'Cinta kepada Allah dan RasulNya.' Maka beliau bersabda, 'Kamu akan bersama yang kamu cintai'." (Muttafaq ‘alaih, dan ini adalah lafazh Muslim)وفي روايةٍ لهما : مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَوْمٍ ، وَلا صَلاةٍ ، وَلا صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّي أُحِبُّ اللَّه وَرَسُولَهُ .Dan dalam satu riwayat milik keduanya, "Saya tidak mempersiapkan untuknya banyak puasa, shalat, dan sedekah, tetapi saya mencintai Allah dan RasulNya."
View Details
- PENGARUH MAKSIAT KE FISIK KITAKajian WanitaUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
1418.Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-373 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhuوعن أَنس رضي اللَّه عنه أَن أَعرابياً قال لرسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : مَتَى السَّاعَةُ ؟ قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَا أَعْدَدْتَ لَهَا ؟ » قال : حُب اللَّهِ ورسولِهِ قال : « أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ » . متفقٌ عليه ، وهذا لفظ مسلمٍ .Dari Anas Radhiallahu ‘anhu, ”Bahwa seorang Arab badui berkata kepada Rasulullah 'Kapankah Kiamat tiba?' Rasulullah (balik) bertanya, 'Apa yang kamu siapkan untuk hal itu?' Dia menjawab, 'Cinta kepada Allah dan RasulNya.' Maka beliau bersabda, 'Kamu akan bersama yang kamu cintai'." (Muttafaq ‘alaih, dan ini adalah lafazh Muslim)وفي روايةٍ لهما : مَا أَعْدَدْتُ لَهَا مِنْ كَثِيرِ صَوْمٍ ، وَلا صَلاةٍ ، وَلا صَدَقَةٍ ، وَلَكِنِّي أُحِبُّ اللَّه وَرَسُولَهُ .Dan dalam satu riwayat milik keduanya, "Saya tidak mempersiapkan untuknya banyak puasa, shalat, dan sedekah, tetapi saya mencintai Allah dan RasulNya."
View Details
- TIPS MENGHILANGKAN PENYAKIT HATI Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- TIPS BERSAHABAT UNTUK PARA INTROVERTRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-372 | Hadits Abu Musa al-Asy'ari Radhialllahu ‘anhu
View Details
- SAAT TIDAK BISA SEPADAN DENGANMURiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi, mencintai, menemani, mengundang, meminta didoakan orang-orang shalihHadits ke-372 | Hadits Abu Musa al-Asy'ari Radhiallahu ‘anhuوعن أبي موسى الأَشْعَرِيِّ رضي اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ » . متفق عليه »Dari Abu Musa al-Asy'ari Radhialllahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Seseorang itu (akan dikumpulkan) bersama orang yang dia cintai." (Muttafaq ‘alaih). متفق عليه وفي رواية قال قيل للنبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم الرجل يحب القوم وَلَمْا يلحق بهم ؟ قال : « المرء مع من أحب »Dan dalam satu riwayat, "Ditanyakan kepada Nabi ﷺ, 'Seseorang mencintai suatu kaum (dari kalangan orang-orang shalih) tetapi belum bisa mengejar (amal) mereka?' Beliau bersabda, 'Seseorang itu (akan dikumpulkan) bersama orang yang dia cintai'."
View Details
- APA ALASAN ANDA BERSAHABAT DENGAN DIA?Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi, mencintai, menemani, mengundang, meminta didoakan orang-orang shalihHadits ke-372 | Hadits Abu Musa al-Asy'ari Radhiallahu ‘anhuوعن أبي موسى الأَشْعَرِيِّ رضي اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ » . متفق عليه »Dari Abu Musa al-Asy'ari Radhialllahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Seseorang itu (akan dikumpulkan) bersama orang yang dia cintai." (Muttafaq ‘alaih). متفق عليه وفي رواية قال قيل للنبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم الرجل يحب القوم وَلَمْا يلحق بهم ؟ قال : « المرء مع من أحب »Dan dalam satu riwayat, "Ditanyakan kepada Nabi ﷺ, 'Seseorang mencintai suatu kaum (dari kalangan orang-orang shalih) tetapi belum bisa mengejar (amal) mereka?' Beliau bersabda, 'Seseorang itu (akan dikumpulkan) bersama orang yang dia cintai'."
View Details
- BALASAN BAGI PENCINTA ORANG SHALIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi, mencintai, menemani, mengundang, meminta didoakan orang-orang shalihHadits ke-372 | Hadits Abu Musa al-Asy'ari Radhiallahu ‘anhuوعن أبي موسى الأَشْعَرِيِّ رضي اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ » . متفق عليه »Dari Abu Musa al-Asy'ari Radhialllahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Seseorang itu (akan dikumpulkan) bersama orang yang dia cintai." (Muttafaq ‘alaih). متفق عليه وفي رواية قال قيل للنبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم الرجل يحب القوم وَلَمْا يلحق بهم ؟ قال : « المرء مع من أحب »Dan dalam satu riwayat, "Ditanyakan kepada Nabi ﷺ, 'Seseorang mencintai suatu kaum (dari kalangan orang-orang shalih) tetapi belum bisa mengejar (amal) mereka?' Beliau bersabda, 'Seseorang itu (akan dikumpulkan) bersama orang yang dia cintai'."
View Details
- CINTAI ORANG SHALIH & JANGAN HASAD TERHADAPNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-371 | Hadits Abu Musa al-Asy'ari Radhialllahu ‘anhuMATANوعن أبي موسى الأَشْعَرِيِّ رضي اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ » . متفق عليه »Dari Abu Musa al-Asy'ari Radhialllahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Seseorang itu (akan dikumpulkan) bersama orang yang dia cintai." (Muttafaq ‘alaih). متفق عليه وفي رواية قال قيل للنبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم الرجل يحب القوم وَلَمْا يلحق بهم ؟ قال : « المرء مع من أحب »Dan dalam satu riwayat, "Ditanyakan kepada Nabi ﷺ, 'Seseorang mencintai suatu kaum (dari kalangan orang-orang shalih) tetapi belum bisa mengejar (amal) mereka?' Beliau bersabda, 'Seseorang itu (akan dikumpulkan) bersama orang yang dia cintai’.”
View Details
- DAMPAK AMAL SHALIH DI DUNIAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Penjelasan tentang keutamaan puasaIbnu `Abbas Radhiallahu 'anhu berkata, "Sesungguhnya kebaikan itu memiliki cahaya di wajah, cahaya di hati, kekuatan di badan, kelapangan pada rizki dan kecintaan pada hati tiap manusia. Dan sesungguhnya keburukan itu memiliki bekas hitam di wajah, kegelapan dalam hati, kelemahan di badan, kekurangan dalam rizki dan kemarahan pada hati setiap manusia."
View Details
- TABIAT SEORANG PENCINTARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi, mencintai, menemani, mengundang, meminta didoakan orang-orang shalihHadits ke-372 | Hadits Abu Musa al-Asy'ari Radhiallahu ‘anhuوعن أبي موسى الأَشْعَرِيِّ رضي اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ » . متفق عليه »Dari Abu Musa al-Asy'ari Radhialllahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Seseorang itu (akan dikumpulkan) bersama orang yang dia cintai." (Muttafaq ‘alaih). متفق عليه وفي رواية قال قيل للنبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم الرجل يحب القوم وَلَمْا يلحق بهم ؟ قال : « المرء مع من أحب »Dan dalam satu riwayat, "Ditanyakan kepada Nabi ﷺ, 'Seseorang mencintai suatu kaum (dari kalangan orang-orang shalih) tetapi belum bisa mengejar (amal) mereka?' Beliau bersabda, 'Seseorang itu (akan dikumpulkan) bersama orang yang dia cintai'."
View Details
- HARAPAN BESAR BAGI PENCINTA ORANG SHALIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi, mencintai, menemani, mengundang, meminta didoakan orang-orang shalihHadits ke-372 | Hadits Abu Musa al-Asy'ari Radhiallahu ‘anhuوعن أبي موسى الأَشْعَرِيِّ رضي اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ » . متفق عليه »Dari Abu Musa al-Asy'ari Radhialllahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Seseorang itu (akan dikumpulkan) bersama orang yang dia cintai." (Muttafaq ‘alaih). متفق عليه وفي رواية قال قيل للنبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم الرجل يحب القوم وَلَمْا يلحق بهم ؟ قال : « المرء مع من أحب »Dan dalam satu riwayat, "Ditanyakan kepada Nabi ﷺ, 'Seseorang mencintai suatu kaum (dari kalangan orang-orang shalih) tetapi belum bisa mengejar (amal) mereka?' Beliau bersabda, 'Seseorang itu (akan dikumpulkan) bersama orang yang dia cintai'."
View Details
Serial Ramadhan 26. "SEORANG PENCURI YANG MENASEHATI IMAM AHMAD" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DARI PENDOSA MENJADI ULAMASerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DETIK-DETIK TERAKHIR DI 10 MALAM TERAKHIRSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzuln Dzikri
View Details
- DUA KUNCI KEISTIQOMAHAN PASCA RAMADHANRiyaadhush ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SIAPAKAH BESTIE SEJATI?Riyaadhush ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JANGAN SELEBRASI SEBELUM FINISHSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riiyaadhush Shaalihiin 1383. "SAKIT & HAID SAAT 10 HARI TERAKHIR" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- OBAT FUTUR DI 10 MALAM TERAKHIRRiyaadhush ShalihiinTanya jawabUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- BUKAN UNTUK ‘INI’ KAU DICIPTAKANSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- 2 KEUNTUNGAN BERSAHABAT & MENIKAH DENGAN ORANG SHALIHRiyaadhush ShaalihiinUstad Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- BACAAN QURAN = PAGAR KEHIDUPAN | Serial Ramadhan | Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- "MEMILIH WANITA KARENA AGAMANYA"Riyaadhush Shaalihiin Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- "FAKTOR YANG TERLUPAKAN DALAM MENCARI LAILATUL QADR"Serial Ramadhan Ustadz Nuzul Dzikri
View Details
- JIKA MEMILIHNYA HANYA KARENA STATUS SOSIALRiyaadhush ShaalihiinUstadz Nuzul Dzikri
View Details
- JIKA HANYA KARENA KECANTIKANRiyaadhush ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MENCARI LAILATUL QADR BERSAMA KELUARGASerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KIAT JITUMENDAPATKAN LAILATUL QADR BAGI WANITA HAID & NIFASKajian WanitaUstadz Nuzul Dzikri
View Details
- SELAMAT DATANG DI 10 MALAM TERBAIKSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JATUHNYA MARWAH LAKI-LAKIRiyaadhush ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- 3 KIAT MENCARI LAILATUL QADRSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SAAT ADIK PENUH EUFORIA REMAJARiyaadhush ShaalihiinUstadz Muhammad Nuzul DzikriSESI TANYA JAWAB
View Details
- GAGAL TAARUF KARENA PEKERJAAN Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya jawab
View Details
- BUKTIKAN CINTAMUSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MENIKAH UNTUK DAPAT DUNIARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-368 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه ، عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « تُنْكَحُ المَرْأَةُ لأَرْبعٍ : لِمالِهَا ، وَلِحَسَبِهَا ، وَلِجَمَالِهَا ، ولِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاك » متفقٌ عليه.ومعناه : أَنَّ النَّاس يَقْصِدُونَ في الْعَادَةِ مِنَ المَرْأَةِ هَذِهِ الخِصَالَ الأَرْبعَ ، فَاحِرصْ أَنْتَ عَلى ذَاتِ الدِّينِ . وَاظْفَرْ بِهَا ، واحْرِص عَلى صُحْبَتِهَا ."Wanita itu dinikahi karena empat hal; karena hartanya, karena nasabnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah wanita yang memiliki agama, niscaya kamu berbahagia." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SIAPAKAH AHLUL QURAN TERBAIK?Serial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- EMPAT KRITERIA MEMILIH ISTRIRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-368 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه ، عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « تُنْكَحُ المَرْأَةُ لأَرْبعٍ : لِمالِهَا ، وَلِحَسَبِهَا ، وَلِجَمَالِهَا ، ولِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاك » متفقٌ عليه.ومعناه : أَنَّ النَّاس يَقْصِدُونَ في الْعَادَةِ مِنَ المَرْأَةِ هَذِهِ الخِصَالَ الأَرْبعَ ، فَاحِرصْ أَنْتَ عَلى ذَاتِ الدِّينِ . وَاظْفَرْ بِهَا ، واحْرِص عَلى صُحْبَتِهَا ."Wanita itu dinikahi karena empat hal; karena hartanya, karena nasabnya, karena kecantikannya, dan karena agamanya, maka pilihlah wanita yang memiliki agama, niscaya kamu berbahagia." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
1 AYAT AL-QURAN YANG MENGUBAH HIDUPKUKajian TematikMasjid Nurul Iman Blok M ZquareInsyaa Allah setiap jam 5pmUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- CIRI ORANG YANG ALLAH INGINKAN JADI BAIKSerial RamadhanUstadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JAGA PERSAHABATAN ISTRI & ANAK-ANAK KITARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-367 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي موسى الأَشعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِـحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ . كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طيِّبةً . ونَافخُ الكيرِ إِمَّا أَن يحْرِقَ ثيابَكَ وإمَّا أنْ تجِدَ مِنْهُ ريحاً مُنْتِنَةً » متفقٌ عليه ."Sesungguhnya perumpamaan seorang sahabat yang baik dan sahabat yang buruk adalah bagaikan pembawa minyak misik dan peniup tungku pandai besi. Pembawa misik, bisa jadi dia memberimu, atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan peniup tungku pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, dan bisa jadi kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya." (muttafaq ‘alaih)
View Details
- EFEK "AROMA" SAHABAT KITARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-367 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhuMATANDari Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي موسى الأَشعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِـحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ . كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طيِّبةً . ونَافخُ الكيرِ إِمَّا أَن يحْرِقَ ثيابَكَ وإمَّا أنْ تجِدَ مِنْهُ ريحاً مُنْتِنَةً » متفقٌ عليه ."Sesungguhnya perumpamaan seorang sahabat yang baik dan sahabat yang buruk adalah bagaikan pembawa minyak misik dan peniup tungku pandai besi. Pembawa misik, bisa jadi dia memberimu, atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan peniup tungku pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, dan bisa jadi kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya." (muttafaq ‘alaih)
View Details
- "MENTAL ORANG YANG SHALIH"Serial Ramadhan Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KAJIAN ATAU BUKBER?Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-367 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhuTanya jawab
View Details
Serial Ramadhan 11. "MERAIH KEBERKAHAN DI BULAN RAMADHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- BOLEHKAH MENDIAMKAN TEMAN KITA?Riyaadhush ShaalihiinBab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-367 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي موسى الأَشعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِـحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ . كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طيِّبةً . ونَافخُ الكيرِ إِمَّا أَن يحْرِقَ ثيابَكَ وإمَّا أنْ تجِدَ مِنْهُ ريحاً مُنْتِنَةً » متفقٌ عليه ."Sesungguhnya perumpamaan seorang sahabat yang baik dan sahabat yang buruk adalah bagaikan pembawa minyak misik dan peniup tungku pandai besi. Pembawa misik, bisa jadi dia memberimu, atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan peniup tungku pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, dan bisa jadi kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya." (muttafaq ‘alaih)
View Details
Serial Ramadhan 10. "MENGGAPAI MANISNYA KEHIDUPAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DAMPAK BERGAUL DENGAN TEMAN YANG BURUKRiyaadhush ShaalihiinBab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-367 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي موسى الأَشعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِـحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ . كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طيِّبةً . ونَافخُ الكيرِ إِمَّا أَن يحْرِقَ ثيابَكَ وإمَّا أنْ تجِدَ مِنْهُ ريحاً مُنْتِنَةً » متفقٌ عليه ."Sesungguhnya perumpamaan seorang sahabat yang baik dan sahabat yang buruk adalah bagaikan pembawa minyak misik dan peniup tungku pandai besi. Pembawa misik, bisa jadi dia memberimu, atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan peniup tungku pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, dan bisa jadi kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya." (muttafaq ‘alaih)
View Details
Serial Ramadhan 09. "PENYEBAB IMAN NAIK TURUN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DENGAN SIAPA ORANG BERAKAL BERTEMANRiyaadhush ShaalihiinBab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-367 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي موسى الأَشعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِـحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ . كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طيِّبةً . ونَافخُ الكيرِ إِمَّا أَن يحْرِقَ ثيابَكَ وإمَّا أنْ تجِدَ مِنْهُ ريحاً مُنْتِنَةً » متفقٌ عليه ."Sesungguhnya perumpamaan seorang sahabat yang baik dan sahabat yang buruk adalah bagaikan pembawa minyak misik dan peniup tungku pandai besi. Pembawa misik, bisa jadi dia memberimu, atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan peniup tungku pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, dan bisa jadi kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya." (muttafaq ‘alaih)
View Details
Serial Ramadhan 08. "JALAN KELUAR DARI MASALAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- TIGA KRITERIA SAHABAT YANG BAIKRiyaadhush ShaalihiinBab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-367 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي موسى الأَشعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِـحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ . كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طيِّبةً . ونَافخُ الكيرِ إِمَّا أَن يحْرِقَ ثيابَكَ وإمَّا أنْ تجِدَ مِنْهُ ريحاً مُنْتِنَةً » متفقٌ عليه ."Sesungguhnya perumpamaan seorang sahabat yang baik dan sahabat yang buruk adalah bagaikan pembawa minyak misik dan peniup tungku pandai besi. Pembawa misik, bisa jadi dia memberimu, atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan peniup tungku pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, dan bisa jadi kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya." (muttafaq ‘alaih)
View Details
Serial Ramadhan 07. "KUNCI HIDAYAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KEBERKAHAN BERSAMA YANG LEBIH TUARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-367 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي موسى الأَشعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِـحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ . كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طيِّبةً . ونَافخُ الكيرِ إِمَّا أَن يحْرِقَ ثيابَكَ وإمَّا أنْ تجِدَ مِنْهُ ريحاً مُنْتِنَةً » متفقٌ عليه ."Sesungguhnya perumpamaan seorang sahabat yang baik dan sahabat yang buruk adalah bagaikan pembawa minyak misik dan peniup tungku pandai besi. Pembawa misik, bisa jadi dia memberimu, atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan peniup tungku pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, dan bisa jadi kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya." (muttafaq ‘alaih)
View Details
Serial Ramadhan 06. "2/3 AGAMA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MENJAGA KEHORMATAN DENGAN MEMILIH TEMANRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-367 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي موسى الأَشعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِـحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ . كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طيِّبةً . ونَافخُ الكيرِ إِمَّا أَن يحْرِقَ ثيابَكَ وإمَّا أنْ تجِدَ مِنْهُ ريحاً مُنْتِنَةً » متفقٌ عليه ."Sesungguhnya perumpamaan seorang sahabat yang baik dan sahabat yang buruk adalah bagaikan pembawa minyak misik dan peniup tungku pandai besi. Pembawa misik, bisa jadi dia memberimu, atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan peniup tungku pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, dan bisa jadi kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya." (muttafaq ‘alaih)
View Details
- ANTARA MAKAN MEWAH & MENGANGKUT BATURiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-367 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي موسى الأَشعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِـحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ . كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طيِّبةً . ونَافخُ الكيرِ إِمَّا أَن يحْرِقَ ثيابَكَ وإمَّا أنْ تجِدَ مِنْهُ ريحاً مُنْتِنَةً » متفقٌ عليه ."Sesungguhnya perumpamaan seorang sahabat yang baik dan sahabat yang buruk adalah bagaikan pembawa minyak misik dan peniup tungku pandai besi. Pembawa misik, bisa jadi dia memberimu, atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan peniup tungku pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, dan bisa jadi kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya." (muttafaq ‘alaih)
View Details
Serial Ramadhan 05. "KUNCI KENIKMATAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- ILMU BERINTERAKSI SOSIAL DARI ABU DARDARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-367 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي موسى الأَشعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِـحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ . كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طيِّبةً . ونَافخُ الكيرِ إِمَّا أَن يحْرِقَ ثيابَكَ وإمَّا أنْ تجِدَ مِنْهُ ريحاً مُنْتِنَةً » متفقٌ عليه ."Sesungguhnya perumpamaan seorang sahabat yang baik dan sahabat yang buruk adalah bagaikan pembawa minyak misik dan peniup tungku pandai besi. Pembawa misik, bisa jadi dia memberimu, atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan peniup tungku pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, dan bisa jadi kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya." (muttafaq ‘alaih)
View Details
Serial Ramadhan 04. "CITA-CITA TANPA RIDHA ALLAH ﷻ AKAN SIA-SIA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 03. "DAHSYATNYA KALIMAT "LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAH" - Ustadz Nuzul by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PENGARUH TEMAN BERGAULRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-367 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي موسى الأَشعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِـحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ . كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طيِّبةً . ونَافخُ الكيرِ إِمَّا أَن يحْرِقَ ثيابَكَ وإمَّا أنْ تجِدَ مِنْهُ ريحاً مُنْتِنَةً » متفقٌ عليه ."Sesungguhnya perumpamaan seorang sahabat yang baik dan sahabat yang buruk adalah bagaikan pembawa minyak misik dan peniup tungku pandai besi. Pembawa misik, bisa jadi dia memberimu, atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan peniup tungku pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, dan bisa jadi kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya." (muttafaq ‘alaih)
View Details
Serial Ramadhan 02. "AGAR WAKTUMU BERKAH DI RAMADHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PENTINGNYA MENCINTAI ORANG SHALIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-367 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي موسى الأَشعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِـحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ . كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طيِّبةً . ونَافخُ الكيرِ إِمَّا أَن يحْرِقَ ثيابَكَ وإمَّا أنْ تجِدَ مِنْهُ ريحاً مُنْتِنَةً » متفقٌ عليه ."Sesungguhnya perumpamaan seorang sahabat yang baik dan sahabat yang buruk adalah bagaikan pembawa minyak misik dan peniup tungku pandai besi. Pembawa misik, bisa jadi dia memberimu, atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan peniup tungku pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, dan bisa jadi kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya." (muttafaq ‘alaih)
View Details
Serial Ramadhan 01. "MENJADI AHLI PUASA TERBAIK TAHUN INI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- NUTRISI BAGI JIWARiyaadhush ShaalihiinBab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-366 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي موسى الأَشعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِـحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ . كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طيِّبةً . ونَافخُ الكيرِ إِمَّا أَن يحْرِقَ ثيابَكَ وإمَّا أنْ تجِدَ مِنْهُ ريحاً مُنْتِنَةً » متفقٌ عليه ."Sesungguhnya perumpamaan seorang sahabat yang baik dan sahabat yang buruk adalah bagaikan pembawa minyak misik dan peniup tungku pandai besi. Pembawa misik, bisa jadi dia memberimu, atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan peniup tungku pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, dan bisa jadi kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya." (muttafaq ‘alaih)
View Details
- KUNCI SUKSES DI RAMADHAN = LUMPUHKAN 4 SENJATA SYAITHANKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatSyaithan tidak mungkin sanggup mempengaruhi orang yang mendapat pertolongan Allah, kecuali dengan apa yang dia miliki berupa senjata. Syaithan masuk untuk mempengaruhinya dan ia mendapatkan senjatanya lalu mengambil dan membunuhnya dengan senjata itu. Sesungguhnya senjata-senjata syaithan adalah syahwat, syubhat, khayalan dan angan-angan dusta, yang kesemuanya itu terdapat dalam hati. Syaithan pun masuk ke dalam hati manusia sementara ia mendapatkan senjata-senjatanya tersedia di dalam hati itu, maka ia pun menerkam hati dengan senjata itu. Apabila pada diri seorang hamba terdapat keimanan yang mampu melawan senjata-senjata syaithan, maka ia akan selamat dari godaan syaithan; dan jika tidak maka syaithan akan menguasainya, dan tidak ada daya dan kekuatan melainkan datangnya dari Allah. Apabila seorang hamba telah memberikan izin kepada musuhnya (syaithan) dan telah membuka baginya pintu-pintu rumahnya, serta telah memasukkannya ke dalam hatinya dan memberikan kuasa berupa senjata untuk mem-bunuhnya, maka ia adalah orang yang tercela.
View Details
- KRITERIA SAHABAT MENURUT IMAM NAWAWIRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-366 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Musa al-Asy’ari Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي موسى الأَشعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه أَن النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّما مثَلُ الجلِيس الصَّالِـحِ وَجَلِيسِ السُّوءِ . كَحَامِلِ المِسْكِ ، وَنَافِخِ الْكِيرِ ، فَحامِلُ المِسْكِ ، إِمَّا أَنْ يُحْذِيَكَ ، وَإِمَّا أَنْ تَبْتَاعَ مِنْهُ وَإِمَّا أَنْ تَجِدَ مِنْهُ ريحاً طيِّبةً . ونَافخُ الكيرِ إِمَّا أَن يحْرِقَ ثيابَكَ وإمَّا أنْ تجِدَ مِنْهُ ريحاً مُنْتِنَةً » متفقٌ عليه ."Sesungguhnya perumpamaan seorang sahabat yang baik dan sahabat yang buruk adalah bagaikan pembawa minyak misik dan peniup tungku pandai besi. Pembawa misik, bisa jadi dia memberimu, atau kamu membeli darinya atau kamu mendapatkan aroma harum darinya. Sedangkan peniup tungku pandai besi, bisa jadi dia membakar pakaianmu, dan bisa jadi kamu mendapatkan bau tidak sedap darinya." (muttafaq ‘alaih)
View Details
MAKNA BESAR DARI PUASAKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul DzikriMasjid Nurul Iman Blok M Square
View Details
- SAHABAT DEKATKU, JAUHKANKU DARI ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya jawab
View Details
- MENCARI SAHABAT SHALIH DI PERANTAUANRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya jawab
View Details
- TIGA DOA BAGI YANG MENJENGUK ORANG SAKITRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-366 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعنه قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَنْ عَادَ مَريضاً أَوْ زَار أَخاً لَهُ في اللَّه ، نَادَاهُ مُنَادٍ : بِأَنْ طِبْتَ ، وطَابَ ممْشَاكَ ، وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الجنَّةِ منْزِلاً » رواه الترمذي وقال: حديثٌ حسنٌ . وفي بعض النسخ غريبٌ ."Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya di jalan Allah, maka dia dipanggil oleh pemanggil, 'Sungguh bagus dirimu, sangat baik perjalananmu dan kamu telah mengambil satu tempat di surga'." (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan." Dan di sebagian naskah, "Gharib.")
View Details
- MENGAPA ALLAH ﷻ MENCINTAINYARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-365 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, dari. Nabi ﷺ,وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَنَّ رَجُلاً زَارَ أَخاً لَهُ في قَريَةٍ أُخْرَى ، فَأَرْصد اللَّهُ تعالى على مَدْرجَتِهِ ملَكاً ، فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قال: أَيْن تُريدُ ؟ قال: أُرِيدُ أَخاً لي في هذِهِ الْقَرْيةِ . قال : هَلْ لَكَ علَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا عَلَيْهِ ؟ قال : لا، غَيْر أَنِّي أَحْببْتُهُ في اللَّهِ تعالى ، قال : فَإِنِّي رسول اللَّهِ إِلَيْكَ بأَنَّ اللَّه قَدْ أَحبَّكَ كَما أَحْببْتَهُ فِيهِ » رواه مسلم ."Bahwa seorang laki-laki mengunjungi seorang saudaranya (seagama) yang berada di desa lain. Maka Allah mengutus satu malaikat yang menghadang perjalanannya. Ketika malaikat bertemu dengannya, dia bertanya, 'Hendak ke mana kamu?' Orang itu menjawab, 'Saya ingin mengunjungi saudaraku di desa ini.' Dia bertanya lagi, 'Apakah kamu mempunyai kepentingan yang hendak kamu tunaikan padanya?' Dia menjawab, 'Tidak, aku hanya mencintainya karena Allah Maka dia berkata, ‘Sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah kepadamu untuk menyampaikan bahwa Allah benar-benar mencintaimu sebagaimana kamu mencintainya karenaNya'." (HR. Muslim)
View Details
- ORANG YANG DITEMUI MALAIKAT DI TENGAH JALANRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-365 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, dari. Nabi ﷺ,وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَنَّ رَجُلاً زَارَ أَخاً لَهُ في قَريَةٍ أُخْرَى ، فَأَرْصد اللَّهُ تعالى على مَدْرجَتِهِ ملَكاً ، فَلَمَّا أَتَى عَلَيْهِ قال: أَيْن تُريدُ ؟ قال: أُرِيدُ أَخاً لي في هذِهِ الْقَرْيةِ . قال : هَلْ لَكَ علَيْهِ مِنْ نِعْمَةٍ تَرُبُّهَا عَلَيْهِ ؟ قال : لا، غَيْر أَنِّي أَحْببْتُهُ في اللَّهِ تعالى ، قال : فَإِنِّي رسول اللَّهِ إِلَيْكَ بأَنَّ اللَّه قَدْ أَحبَّكَ كَما أَحْببْتَهُ فِيهِ » رواه مسلم ."Bahwa seorang laki-laki mengunjungi seorang saudaranya (seagama) yang berada di desa lain. Maka Allah mengutus satu malaikat yang menghadang perjalanannya. Ketika malaikat bertemu dengannya, dia bertanya, 'Hendak ke mana kamu?' Orang itu menjawab, 'Saya ingin mengunjungi saudaraku di desa ini.' Dia bertanya lagi, 'Apakah kamu mempunyai kepentingan yang hendak kamu tunaikan padanya?' Dia menjawab, 'Tidak, aku hanya mencintainya karena Allah Maka dia berkata, ‘Sesungguhnya aku ini adalah utusan Allah kepadamu untuk menyampaikan bahwa Allah benar-benar mencintaimu sebagaimana kamu mencintainya karenaNya'." (HR. Muslim)
View Details
- IBUKU SETELAH IBUKURiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-364 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu 'anhu, beliau berkataوعن أَنسٍ رضي اللَّهُ عنه قال : قال أبو بكر لِعمرَ رضي اللَّهُ عنهما بَعْدَ وَفَاةِ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : انْطَلِقْ بِنَا إِلى أُمِّ أَيْمنَ رضي اللَّه عنها نَزُورُهَا كَما كانَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يزُورُهَا ، فلَمَّا انْتَهَيا إِلَيْهَا ، بَكَتْ ، فَقَالاَ لَهَا : مَا يُبْكِيكِ أَما تَعْلَمِينَ أَنَّ ما عِنْدَ اللَّهِ خيرٌ لرسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ؟ فقالت : إِنِّي لا أَبْكِي أَنِّي لأعْلمُ أَنَّ ما عِندَ اللَّهِ تعالَى خَيرٌ لرسُولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، ولَـكنْ أبْكي أَنْ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ مِنَ السَّمَاءِ .فَهَيَّجَتْهُما على البُكَاءِ ، فَجعلا يَبْكِيانِ معهَا.رواه مسلم ."Abu Bakar berkata kepada Umar setelah wafatnya Rasulullah ﷺ 'Marilah kita pergi mengunjungi Ummu Aiman sebagaimana dulu Rasulullah ﷺ biasa mengunjunginya. Tatkala keduanya sampai kepadanya, dia menangis. Keduanya bertanya, 'Apa yang membuat Anda menangis? Bukankah Anda mengetahui bahwa apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik untuk Rasulullah ﷺ. Maka dia menjawab, Aku menangis bukan karena aku tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih baik untuk Rasulullah ﷺ tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit.' Jawabannya ini membuat keduanya menangis, sehingga keduanya pun menangis bersamanya." (HR. Muslim)
View Details
- SIAPAKAH UMMU AIMAN?Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-364 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu 'anhu, beliau berkataوعن أَنسٍ رضي اللَّهُ عنه قال : قال أبو بكر لِعمرَ رضي اللَّهُ عنهما بَعْدَ وَفَاةِ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : انْطَلِقْ بِنَا إِلى أُمِّ أَيْمنَ رضي اللَّه عنها نَزُورُهَا كَما كانَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يزُورُهَا ، فلَمَّا انْتَهَيا إِلَيْهَا ، بَكَتْ ، فَقَالاَ لَهَا : مَا يُبْكِيكِ أَما تَعْلَمِينَ أَنَّ ما عِنْدَ اللَّهِ خيرٌ لرسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ؟ فقالت : إِنِّي لا أَبْكِي أَنِّي لأعْلمُ أَنَّ ما عِندَ اللَّهِ تعالَى خَيرٌ لرسُولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، ولَـكنْ أبْكي أَنْ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ مِنَ السَّمَاءِ .فَهَيَّجَتْهُما على البُكَاءِ ، فَجعلا يَبْكِيانِ معهَا.رواه مسلم ."Abu Bakar berkata kepada Umar setelah wafatnya Rasulullah ﷺ 'Marilah kita pergi mengunjungi Ummu Aiman sebagaimana dulu Rasulullah ﷺ biasa mengunjunginya. Tatkala keduanya sampai kepadanya, dia menangis. Keduanya bertanya, 'Apa yang membuat Anda menangis? Bukankah Anda mengetahui bahwa apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik untuk Rasulullah ﷺ. Maka dia menjawab, Aku menangis bukan karena aku tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih baik untuk Rasulullah ﷺ tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit.' Jawabannya ini membuat keduanya menangis, sehingga keduanya pun menangis bersamanya." (HR. Muslim)
View Details
SEBUAH TIPS AGAR SUKSES DI RAMADHANKajian TematikUstadz Muhammad Nuzul DzikriMasjid Nurul Iman Blok M Square
View Details
- AKIBAT UCAPAN BURUK KETIKA HAMILRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya Jawab
View Details
SYA'BAN AKAN BERAKHIR & RAMADHAN SEGERA TIBAKhutbah JumatUstadz Muhammad Nuzul DzikriMasjid Nur SalmaCentennial TowerJakarta Selatan
View Details
- MIKIR-MIKIR UNTUK SEDEKAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya jawab
View Details
- SUNNAH MENGUNJUNGI ORANG SHALIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-364 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu 'anhu, beliau berkataوعن أَنسٍ رضي اللَّهُ عنه قال : قال أبو بكر لِعمرَ رضي اللَّهُ عنهما بَعْدَ وَفَاةِ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : انْطَلِقْ بِنَا إِلى أُمِّ أَيْمنَ رضي اللَّه عنها نَزُورُهَا كَما كانَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يزُورُهَا ، فلَمَّا انْتَهَيا إِلَيْهَا ، بَكَتْ ، فَقَالاَ لَهَا : مَا يُبْكِيكِ أَما تَعْلَمِينَ أَنَّ ما عِنْدَ اللَّهِ خيرٌ لرسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ؟ فقالت : إِنِّي لا أَبْكِي أَنِّي لأعْلمُ أَنَّ ما عِندَ اللَّهِ تعالَى خَيرٌ لرسُولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، ولَـكنْ أبْكي أَنْ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ مِنَ السَّمَاءِ .فَهَيَّجَتْهُما على البُكَاءِ ، فَجعلا يَبْكِيانِ معهَا.رواه مسلم ."Abu Bakar berkata kepada Umar setelah wafatnya Rasulullah ﷺ 'Marilah kita pergi mengunjungi Ummu Aiman sebagaimana dulu Rasulullah ﷺ biasa mengunjunginya. Tatkala keduanya sampai kepadanya, dia menangis. Keduanya bertanya, 'Apa yang membuat Anda menangis? Bukankah Anda mengetahui bahwa apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik untuk Rasulullah ﷺ. Maka dia menjawab, Aku menangis bukan karena aku tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih baik untuk Rasulullah ﷺ tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit.' Jawabannya ini membuat keduanya menangis, sehingga keduanya pun menangis bersamanya." (HR. Muslim)
View Details
- BUKTI CINTA & KESETIAAN PARA SAHABAT RASULULLAHﷺRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-364 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu 'anhu, beliau berkataوعن أَنسٍ رضي اللَّهُ عنه قال : قال أبو بكر لِعمرَ رضي اللَّهُ عنهما بَعْدَ وَفَاةِ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : انْطَلِقْ بِنَا إِلى أُمِّ أَيْمنَ رضي اللَّه عنها نَزُورُهَا كَما كانَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يزُورُهَا ، فلَمَّا انْتَهَيا إِلَيْهَا ، بَكَتْ ، فَقَالاَ لَهَا : مَا يُبْكِيكِ أَما تَعْلَمِينَ أَنَّ ما عِنْدَ اللَّهِ خيرٌ لرسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ؟ فقالت : إِنِّي لا أَبْكِي أَنِّي لأعْلمُ أَنَّ ما عِندَ اللَّهِ تعالَى خَيرٌ لرسُولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، ولَـكنْ أبْكي أَنْ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ مِنَ السَّمَاءِ .فَهَيَّجَتْهُما على البُكَاءِ ، فَجعلا يَبْكِيانِ معهَا.رواه مسلم ."Abu Bakar berkata kepada Umar setelah wafatnya Rasulullah ﷺ 'Marilah kita pergi mengunjungi Ummu Aiman sebagaimana dulu Rasulullah ﷺ biasa mengunjunginya. Tatkala keduanya sampai kepadanya, dia menangis. Keduanya bertanya, 'Apa yang membuat Anda menangis? Bukankah Anda mengetahui bahwa apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik untuk Rasulullah ﷺ. Maka dia menjawab, Aku menangis bukan karena aku tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih baik untuk Rasulullah ﷺ tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit.' Jawabannya ini membuat keduanya menangis, sehingga keduanya pun menangis bersamanya." (HR. Muslim)
View Details
- BETAPA SAYANGNYA NABI ﷺ TERHADAP SAHABATNYARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-364 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu 'anhu, beliau berkataوعن أَنسٍ رضي اللَّهُ عنه قال : قال أبو بكر لِعمرَ رضي اللَّهُ عنهما بَعْدَ وَفَاةِ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : انْطَلِقْ بِنَا إِلى أُمِّ أَيْمنَ رضي اللَّه عنها نَزُورُهَا كَما كانَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يزُورُهَا ، فلَمَّا انْتَهَيا إِلَيْهَا ، بَكَتْ ، فَقَالاَ لَهَا : مَا يُبْكِيكِ أَما تَعْلَمِينَ أَنَّ ما عِنْدَ اللَّهِ خيرٌ لرسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ؟ فقالت : إِنِّي لا أَبْكِي أَنِّي لأعْلمُ أَنَّ ما عِندَ اللَّهِ تعالَى خَيرٌ لرسُولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، ولَـكنْ أبْكي أَنْ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ مِنَ السَّمَاءِ .فَهَيَّجَتْهُما على البُكَاءِ ، فَجعلا يَبْكِيانِ معهَا.رواه مسلم ."Abu Bakar berkata kepada Umar setelah wafatnya Rasulullah ﷺ 'Marilah kita pergi mengunjungi Ummu Aiman sebagaimana dulu Rasulullah ﷺ biasa mengunjunginya. Tatkala keduanya sampai kepadanya, dia menangis. Keduanya bertanya, 'Apa yang membuat Anda menangis? Bukankah Anda mengetahui bahwa apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik untuk Rasulullah ﷺ. Maka dia menjawab, Aku menangis bukan karena aku tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih baik untuk Rasulullah ﷺ tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit.' Jawabannya ini membuat keduanya menangis, sehingga keduanya pun menangis bersamanya." (HR. Muslim)
View Details
- KESETIAAN PARA SAHABAT SETELAH NABIﷺ WAFATRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikHadits ke-364 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhuDari Anas Radhiallahu 'anhu, beliau berkataوعن أَنسٍ رضي اللَّهُ عنه قال : قال أبو بكر لِعمرَ رضي اللَّهُ عنهما بَعْدَ وَفَاةِ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : انْطَلِقْ بِنَا إِلى أُمِّ أَيْمنَ رضي اللَّه عنها نَزُورُهَا كَما كانَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يزُورُهَا ، فلَمَّا انْتَهَيا إِلَيْهَا ، بَكَتْ ، فَقَالاَ لَهَا : مَا يُبْكِيكِ أَما تَعْلَمِينَ أَنَّ ما عِنْدَ اللَّهِ خيرٌ لرسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ؟ فقالت : إِنِّي لا أَبْكِي أَنِّي لأعْلمُ أَنَّ ما عِندَ اللَّهِ تعالَى خَيرٌ لرسُولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، ولَـكنْ أبْكي أَنْ الوَحْيَ قَدِ انْقَطَعَ مِنَ السَّمَاءِ .فَهَيَّجَتْهُما على البُكَاءِ ، فَجعلا يَبْكِيانِ معهَا.رواه مسلم ."Abu Bakar berkata kepada Umar setelah wafatnya Rasulullah ﷺ 'Marilah kita pergi mengunjungi Ummu Aiman sebagaimana dulu Rasulullah ﷺ biasa mengunjunginya. Tatkala keduanya sampai kepadanya, dia menangis. Keduanya bertanya, 'Apa yang membuat Anda menangis? Bukankah Anda mengetahui bahwa apa yang ada di sisi Allah adalah lebih baik untuk Rasulullah ﷺ. Maka dia menjawab, Aku menangis bukan karena aku tidak tahu bahwa apa yang ada di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala lebih baik untuk Rasulullah ﷺ tetapi aku menangis karena wahyu telah terputus dari langit.' Jawabannya ini membuat keduanya menangis, sehingga keduanya pun menangis bersamanya." (HR. Muslim)
View Details
- HATI ITU IBARAT TIGA RUMAH INI | KAJIAN WANITAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatTelah disebutkan perumparnaan yang baik tentang pembagian hati ini, yaitu diumpamakan dengan tiga buah rumah: (1) rumah seorang raja, padanya terdapat perbendaharaan harta, harta simpanan dan emas permata; (2) rumah seorang hamba, yang padanya terdapat perbendaharaan seorang hamba, harta simpanan dan emas permata; dan (3) rumah kosong melompong, tidak ada sesuatu pun di dalam-nya. Lalu seorang pencuri pun datang dan hendak merampas harta dari salah satu rumah tersebut, maka rumah manakah yang akan dipilih oleh pencuri ini?Apabila Anda mengatakan, "Pencuri itu akan mencuri dari rumah yang kosong," ini sesuatu yang mustahil karena rumah yang kosong tidak ada sesuatu yang bisa dicuri di dalamnya. Oleh karena itu, pernah dikatakan kepada Ibnu (Abbas "Sesungguhnya orang-orang Yahudi mengklaim bahwa mereka tidak dihinggapi rasa waswas dalam ibadah mereka." Maka Ibnu
Abbas Radhiallahu ‘anhu, berkata, "Apa yang akan diIakukan oleh syaithan dengan rumah yang sudah hancur?" Apabila Anda berkata, "Pencuri akan mencuri dari rumah raja." Hal ini juga mustahil dan tidak mungkin terjadi karena rumah dijaga oleh prajurit dan pencuri pun tidak bisa mendekat kepadanya. Bagaimana mungkin pencuri bisa memasukinya sementara yang menjaga adalah raja itu sendiri? Bagaimana mungkin pencuri bisa memasukinya sementara rumah itu dijaga oleh prajurit di sekitarnya? Sehingga tidak tersisa bagi pencuri melainkan rumah kedua, yaitu rumah yang akan ia serang.Perhatikanlah sebaik-baik contoh ini, dan resapilah sampai ke dalam hati karena sesungguhnya contoh ini ada pada metodenya.[Pertama] hati yang padanya tidak ada kebaikan sedikit pun adalah hati orang kafir dan munafik. Hati itulah yang menjadi rumah bagi syaithan dan ia telah menjadikannya sebagai tempat berlindung, tempat tinggal dan rumah kediamannya. Lantas apakah yang hendak dicuri dari hati ini, sementara di situ sudah terdapat perbendaharaan, harta simpanan, angan-angan dan waswas yang mana semuanya adalah milik syaithan? [Kedua] hati yang dipenuhi oleh kemuliaan Allah keagungan-Nya, cinta-Nya, penjagaan-Nya dan rasa malu dari-Nya, maka syaithan manakah yang mampu memperdaya hati ini? Apabila ia hendak mencuri sesuatu darinya, apa yang hendak ia curi, dan tujuannya adalah untuk menaklukkan hati ini pada waktu-waktu tertentu dengan sambaran dan rampasan yang ia peroleh dari kelengahan seorang hamba dan kelalaian yang mesti terjadi padanya karena ia hanyalah manusia biasa, sementara hukum-hukum terkait dengan manusia pasti akan terjadi padanya seperti lalai, lupa, kebingungan dan tabi'at yang mengalahkannya.Telah disebutkan dari Wahb bin Munabbih bahwa ia berkata, "Di sebagian kitab-kitab ketuhanan disebutkan,Aku tidaklah menghuni rumah-rumah dan rumah-rumah itu tidak mencukupi-Ku. Rumah apakah yang mencukupi-Ku sementara tujuh lapis langit menutupi kursi-Ku? Akan tetapi Aku berada pada hati orang yang meninggalkan segala sesuatu selain-Ku.'" Inilah makna lain dari atsar, "Tidaklah mencukupi-Ku langit-langit-Ku dan tidak pula bumi-Ku, dan Aku dicukupi oleh hati hamba-Ku yang beriman."[Ketiga] hati yang mentauhidkan (rnengesakan) Allah Ta'ala, mengenal-Nya, mencintai-Nya, beriman kepada-Nya, membenarkan janji-Nya, namun di dalamnya juga terdapat ambisi-ambisi jiwa dan perangai-perangainya serta pendorong-pendorong hawa nafsu dan tabi'at.
View Details
- ORANG SHALIH ITU RIBET?Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاDan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
- ANTARA KAJIAN OFFLINE & ONLINERiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya JawabAllah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاDan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
- STRATEGI MENGHINDARI GHIBAH DI TEMPAT KERJARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya JawabAllah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاDan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
- CARA MENCARI SAHABAT YANG SHALIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاDan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
- BERSABAR DI MAJELIS ILMURiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاDan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
- BERGAULAH DENGAN DZIKIRRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاDan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
- KETAHUILAH TIGA KONDISI HATI BERIKUT INIKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatHati terbagi menjadi tiga: Pertarna, hati yang tidak ada iman dan kebaikan padanya. Ini adalah hati yang gelap. Sesungguhnya syaithan telah beristirahat dari membisikkan rasa waswas kepadanya karena hati seperti ini telah dijadikan sebagai rumah dan tempat tinggal oleh syaithan, melakukan segala sesuatu sesuka hatinya, dan sungguh ia telah menguasai hati ini. Kedua, hati yang dipenuhi dengan cahaya iman dan dinyalakan padanya lampu-lampunya, tapi padanya terdapat kegelapan syahwat dan badai-badai hawa nafsu. Syaithan memiliki kesempatan emas untuk menggoda hati seperti ini sehingga peperangan antara syaithan dan hati ini saling berganti kemenangan. Keadaan hati ini berbeda-beda ditinjau dari sisi sedikit dan banyaknya. Di antara mereka ada yang kekalahannya oleh musuh lebih banyak, sebagian lagi ada yang kemenangannya atas musuh lebih banyak, dan sebagian lainnya terkadang menang dan terkadang kalah. Ketiga, hati yang dipenuhi dengan iman dan telah disinari dengan cahaya-cahaya iman, penghalang-penghalang syahwat pun menjadi tercerai berai, begitu pula dengan kegelapan yang telah lepas landas darinya, maka cahaya-cahaya hatinya bersinar, dan seandainya perasaan waswas menghampirinya niscaya akan terbakarlah perasaan itu. Ia seperti langit yang dijaga oleh bintang-bintang, yang seandainya syaithan mendekat kepadanya niscaya ia akan terkena oleh anak panah kemudian terbakar. Kehormatan langit tidak seagung kehormatan dari seorang mukmin, dan penjagaan Allah Ta'ala atasnya lebih sempurna dibandingkan penjagaan langit. Langit adalah tempat peribadahan para Malaikat dan merupakan tempat turunnya wahyu, dan padanya terdapat cahaya-cahaya ketaatan yang begitu banyak. Hati seorang mukmin merupakan tempat berseminya tauhid, cinta, ma'rifah dan iman, dan padanya terdapat cahaya-cahayanya. Hati juga merupakan sebenar-benarnya penjaga dari tipu daya musuh, dan musuh tidak memperoleh sedikit pun darinya melainkan hanya sekali renggut.
View Details
- CEK HAL INI SEBELUM BERSAHABATRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاDan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
- FISIK SAJA TIDAK CUKUPRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاDan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
- JANGAN MERENDAHKAN ORANG LAINTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- KAPAN BATAS AKHIR BAYAR HUTANG PUASA RAMADHAN?Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya Jawab
View Details
- PENGARUH NEGATIF KELUARGA IBURiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاDan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
- DAMPAK BERBICARA BURUKTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- CEK KUALITAS INI PADA SAHABAT ANDARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاDan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
- DAMPAK BERPALING DARI SAHABAT SHALIH Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاDan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
- BERSAHABAT KARENA DUNIARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاDan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
- SAHABAT KAYA VS SAHABAT MISKIN Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi Ayat 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاArtinya: Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
View Details
- HADIRNYA HATI & SIBUK DENGAN ALLAH ﷻ Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatHadirnya hati seorang hamba dan kesibukan dengan Rabb-nya dalam mengerjakan shalat adalah hal yang dapat menjadikannya kuat saat syahwat dan hawa nafsu mengganggunya, jika tidak maka hatinya akan dikuasai oleh syahwat dan hawa nafsu, ditawan oleh nafsu dan syaithan mendapatkan kesempatan untuk menggodanya. Maka bagaimana mungkin ia bisa lepas dari waswas (bisikan-bisikan syaithan) dan pikiran?
View Details
- JANGAN BERPALING DARI MEREKARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi Ayat 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاArtinya: Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
View Details
- EMPAT KRITERIA PEMBICARA TERBAIKTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
1327.Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 28 & Tanya JawabAllah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاArtinya: Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
- MENGENAL SAHABAT KITARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 28 & Tanya JawabAllah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاArtinya: Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
- DENGAN SIAPA KITA BERSABAR & BERSAHABATRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi Ayat 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاArtinya: Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
View Details
- KUNCI SUKSES DALAM BERGAUL DENGAN ORANG SHALIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi Ayat 28Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًاArtinya: Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.
View Details
- CARI MEREKA,DEKATI MEREKA,TEMUI MEREKARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- INGIN PERGI HAJI, TAPI…Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya Jawab
View Details
- DAMPAK KETIKA HATI BERPALINGUstadz Muhammad Nuzul DzikriKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatTelah diriwayatkan bahwa seorang hamba apabila berdiri untuk menegakkan shalat, maka Allah akan berfirman, "Angkatlah tirai penghalang antara Aku dan hamba-Ku." Jika ia menoleh, maka Allah akan berfirman, "Turunkanlah tirai penghalangnya." Menoleh di sini telah ditafsirkan dengan "berpalingnya hati dari Allah & kepada selain-Nya." Apabila seseorang menoleh, maka tirai penghalang antara Dia dan hamba-Nya akan diturunkan, kemudian syaithan akan menggodanya dan menawarkan kepadanya perkara-perkara dunia lalu memperlihatkan kepadanya dalam bentuk cermin. Apabila hamba itu menghadap Allah dengan hatinya dan tidak menoleh, maka syaithan tidak akan sanggup menggodanya. Syaithan hanya mampu menggodanya apabila tirai penghalang antara hamba dan Allah Ta'ala telah ditutup. Apabila hamba berlari menuju Allah Ta'ala dan menghadirkan hatinya, maka syaithan pun akan lari darinya. Apabila ia menoleh, maka syaithan akan datang. Seperti inilah keadaan seorang hamba dan juga keadaan musuhnya (syaithan) dalam pelaksanaan shalat.
View Details
- SEKILAS TENTANG NAFSURiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya Jawab
View Details
- INGIN BELAJAR TAPI GENGSIRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- HAWA NAFSU VS ILMURiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- TERSESAT PADAHAL SUDAH TAHURiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- NIKMAT INI LEBIH MAHAL DARI PADA HARTARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- SEBUAH ANUGERAH DALAM HIDUP KITARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- KETIKA SHALAT MENJADI PENYEJUK MATAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatManusia dalarn melaksanakan shalat terbagi menjadi lima tingkatan: Pertama, tingkatan orang yang zhalim terhadap dirinya dan melampaui batas. Ia adalah orang yang tidak menyempurnakan wudhu'nya, tidak melaksanakan shalat pada waktunya, begitu pula dengan ketentuan-ketentuan dan rukun-rukunnya.Kedua, orang yang menjaga waktu-waktunya, ketentuan-ketentuannya, rukun-rukunnya yang nampak, wudhu`nya, akan tetapi ia telah menghilangkan kesungguhan jiwanya dalam menghalau perasaan waswas, yang pada akhirnya ia pergi bersama rasa waswas dan pikiran-pikiran yang melintas itu.Ketiga, orang yang menjaga ketentuan-ketentuannya, rukun-rukunnya dan bersungguh-sungguh dalam melawan waswas dan pikiran-pikiran yang melintas, dan sibuk dengan melawan musuhnya agar musuhnya itu tidak mencuri shalatnya. Orang seperti ini berada dalam shalat dan jihad.Keempat, orang yang apabila berdiri untuk menegakkan shalat, maka ia menyempurnakan hak-haknya, rukun-rukunnya dan ketentuan-ketentuannya, hatinya tenggelam dalam memperhatikan ketentuan-ketentuan dan hak-hak shalatnya agar ia tidak kehilangan sedikit pun darinya, bahkan seluruh keinginannya dialihkan kepada penegakan shalat itu sebagaimana mestinya dan penyempurnaannya. Sungguh hatinya telah tenggelam dalam urusan shalat dan ketaatan kepada Rabb-nyaKelima, orang yang apabila berdiri untuk menegakkan shalat ia juga berdiri untuk menegakkannya, meskipun seperti ini, ia telah mengambil dan meletakkan hatinya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, melihat dengan hatinya kepada-Nya, merasa diawasi oleh-Nya, dipenuhi dengan rasa cinta dan kebesaran-Nya, seolah-olah ia melihat dan menyaksikan-Nya. Sungguh perasaan waswas dan bisikan-bisikan itu telah lenyap darinya, dan penghalang antara ia dan Rabb-nya telah terangkat. Perbandingan antara orang seperti ini dan selainnya dalam melaksanakan shalat lebih afdhal dan lebih mulia dibandingkan apa yang ada di antara langit dan bumi, dan orang seperti ini sibuk dalam shalatnya dengan Rabb-nya dan senang dengan apa yang ia lakukan.Maka tingkatan yang pertama mendapatkan hukuman; yang kedua mendapatkan hisab; yang ketiga mendapatkan pengampunan; yang keempat mendapatkan ganjaran pahala; yang kelima mendapatkan kedekatan dengan Rabb-nya karena ia memiliki bagian di antara orang yang menjadikan penyejuk matanya berada pada pelaksanaan shalat. Siapa yang senang mengerjakan shalat semasa ia hidup di dunia, maka ia akan senang dengan mendapatkan kedekatan dengan Rabb-nya di akhirat kelak dan juga di dunia. Dan siapa yang menjadikan Allah sebagai penyejuk matanya, maka seluruh mata akan menjadi sejuk dengannya. Dan siapa saja yang tidak dijadikan sejuk pandangan matanya dengan Allah Ta'ala, maka jiwanya benar-benar terputus dengan dunia seraya menjadi penyesalan baginya.
View Details
- SAMPAIKAN ILMU YANG ALLAH ﷻ BERIRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- PAHALA DI BALIK MEMULIAKAN ORANG YANG LEBIH TUARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanKesimpulan Bab
View Details
- TUJUAN PERJALANAN NABI MUSA ALAIHISSALAMRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- TIPS MENJADI ORANG JUJURTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- KONSEKUENSI PARA PENGHAFAL AL-QURANRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya jawab
View Details
- INSECURE BERTEMU ORANG SHALIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya jawab
View Details
- TERNYATA INI YANG DICARI NABI MUSARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- BOLEHKAH AKU MENGIKUTIMU?Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- 'BEST EFFORT' DALAM KEHIDUPAN, MERENDAH DALAM UCAPANRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- INGIN MATA BERBINAR? LAKUKAN HAL INIKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatManusia dalarn melaksanakan shalat terbagi menjadi lima tingkatan: Pertama, tingkatan orang yang zhalim terhadap dirinya dan melampaui batas. Ia adalah orang yang tidak menyempurnakan wudhu'nya, tidak melaksanakan shalat pada waktunya, begitu pula dengan ketentuan-ketentuan dan rukun-rukunnya.Kedua, orang yang menjaga waktu-waktunya, ketentuan-ketentuannya, rukun-rukunnya yang nampak, wudhu`nya, akan tetapi ia telah menghilangkan kesungguhan jiwanya dalam menghalau perasaan waswas, yang pada akhirnya ia pergi bersama rasa waswas dan pikiran-pikiran yang melintas itu.Ketiga, orang yang menjaga ketentuan-ketentuannya, rukun-rukunnya dan bersungguh-sungguh dalam melawan waswas dan pikiran-pikiran yang melintas, dan sibuk dengan melawan musuhnya agar musuhnya itu tidak mencuri shalatnya. Orang seperti ini berada dalam shalat dan jihad.Keempat, orang yang apabila berdiri untuk menegakkan shalat, maka ia menyempurnakan hak-haknya, rukun-rukunnya dan ketentuan-ketentuannya, hatinya tenggelam dalam memperhatikan ketentuan-ketentuan dan hak-hak shalatnya agar ia tidak kehilangan sedikit pun darinya, bahkan seluruh keinginannya dialihkan kepada penegakan shalat itu sebagaimana mestinya dan penyempurnaannya. Sungguh hatinya telah tenggelam dalam urusan shalat dan ketaatan kepada Rabb-nyaKelima, orang yang apabila berdiri untuk menegakkan shalat ia juga berdiri untuk menegakkannya, meskipun seperti ini, ia telah mengambil dan meletakkan hatinya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, melihat dengan hatinya kepada-Nya, merasa diawasi oleh-Nya, dipenuhi dengan rasa cinta dan kebesaran-Nya, seolah-olah ia melihat dan menyaksikan-Nya. Sungguh perasaan waswas dan bisikan-bisikan itu telah lenyap darinya, dan penghalang antara ia dan Rabb-nya telah terangkat. Perbandingan antara orang seperti ini dan selainnya dalam melaksanakan shalat lebih afdhal dan lebih mulia dibandingkan apa yang ada di antara langit dan bumi, dan orang seperti ini sibuk dalam shalatnya dengan Rabb-nya dan senang dengan apa yang ia lakukan.Maka tingkatan yang pertama mendapatkan hukuman; yang kedua mendapatkan hisab; yang ketiga mendapatkan pengampunan; yang keempat mendapatkan ganjaran pahala; yang kelima mendapatkan kedekatan dengan Rabb-nya karena ia memiliki bagian di antara orang yang menjadikan penyejuk matanya berada pada pelaksanaan shalat. Siapa yang senang mengerjakan shalat semasa ia hidup di dunia, maka ia akan senang dengan mendapatkan kedekatan dengan Rabb-nya di akhirat kelak dan juga di dunia. Dan siapa yang menjadikan Allah sebagai penyejuk matanya, maka seluruh mata akan menjadi sejuk dengannya. Dan siapa saja yang tidak dijadikan sejuk pandangan matanya dengan Allah Ta'ala, maka jiwanya benar-benar terputus dengan dunia seraya menjadi penyesalan baginya.
View Details
- SIFAT RAHMAH RASULULLAH ﷺ DALAM KESEHARIANRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- TIGA RESEP NABI MUHAMMAD ﷺ DALAM BERINTERAKSI DENGAN PARA SAHABATRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- LEBIH DAHULU MENGUCAPKAN SALAM KEPADA SENIORRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanKesimpulan Bab
View Details
- KEJUJURAN NABI MUHAMMAD ﷺ DALAM BERHIJRAHTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- AKU GAGAL MENJADI ORANG TUA?! Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya jawab
View Details
- KEUTAMAAN BERSAMA ORANG SHALIHRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikTanya jawab
View Details
- MILIKI TIGA SIFAT INI DALAM HIDUP ANDARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfi: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
1301.Riyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfii: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- KEBESARAN HATI NABI MUSARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfii: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- SAAT BERHADAPAN DENGAN PERINTAH ALLAHRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfii: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- LIMA TINGKATAN SHALATKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatManusia dalarn melaksanakan shalat terbagi menjadi lima tingkatan: Pertama, tingkatan orang yang zhalim terhadap dirinya dan melampaui batas. Ia adalah orang yang tidak menyempurnakan wudhu'nya, tidak melaksanakan shalat pada waktunya, begitu pula dengan ketentuan-ketentuan dan rukun-rukunnya.Kedua, orang yang menjaga waktu-waktunya, ketentuan-ketentuannya, rukun-rukunnya yang nampak, wudhu`nya, akan tetapi ia telah menghilangkan kesungguhan jiwanya dalam menghalau perasaan waswas, yang pada akhirnya ia pergi bersama rasa waswas dan pikiran-pikiran yang melintas itu.Ketiga, orang yang menjaga ketentuan-ketentuannya, rukun-rukunnya dan bersungguh-sungguh dalam melawan waswas dan pikiran-pikiran yang melintas, dan sibuk dengan melawan musuhnya agar musuhnya itu tidak mencuri shalatnya. Orang seperti ini berada dalam shalat dan jihad.Keempat, orang yang apabila berdiri untuk menegakkan shalat, maka ia menyempurnakan hak-haknya, rukun-rukunnya dan ketentuan-ketentuannya, hatinya tenggelam dalam memperhatikan ketentuan-ketentuan dan hak-hak shalatnya agar ia tidak kehilangan sedikit pun darinya, bahkan seluruh keinginannya dialihkan kepada penegakan shalat itu sebagaimana mestinya dan penyempurnaannya. Sungguh hatinya telah tenggelam dalam urusan shalat dan ketaatan kepada Rabb-nyaKelima, orang yang apabila berdiri untuk menegakkan shalat ia juga berdiri untuk menegakkannya, meskipun seperti ini, ia telah mengambil dan meletakkan hatinya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala, melihat dengan hatinya kepada-Nya, merasa diawasi oleh-Nya, dipenuhi dengan rasa cinta dan kebesaran-Nya, seolah-olah ia melihat dan menyaksikan-Nya. Sungguh perasaan waswas dan bisikan-bisikan itu telah lenyap darinya, dan penghalang antara ia dan Rabb-nya telah terangkat. Perbandingan antara orang seperti ini dan selainnya dalam melaksanakan shalat lebih afdhal dan lebih mulia dibandingkan apa yang ada di antara langit dan bumi, dan orang seperti ini sibuk dalam shalatnya dengan Rabb-nya dan senang dengan apa yang ia lakukan.
View Details
- BELAJAR DARI YANG TERBAIKRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfii: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- DIMENSI BERBEDA TENTANG KEJUJURANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- DOA MEMINTA KEKHUSYU'ANRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikSesi Tanya Jawab
View Details
- DALAM HIDUPMU CARILAH ORANG SEPERTI INIRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfii: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- KETAWADHUAN & FIGHTING SPIRITNYA NABI MUSARiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfii: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- KIAT MEMILIKI WINNER MENTALITYRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfii: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”
View Details
- KUNCI SUKSES NABI MUSA ‘ALAIHISSALAMRiyaadhush Shaalihiin Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikQS. Al-Kahfii: 60-66Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِفَتَىٰهُ لَآ أَبْرَحُ حَتَّىٰٓ أَبْلُغَ مَجْمَعَ ٱلْبَحْرَيْنِ أَوْ أَمْضِىَ حُقُبًا60. Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada muridnya: “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke pertemuan dua buah lautan; atau aku akan berjalan sampai bertahun-tahun”.فَلَمَّا بَلَغَا مَجْمَعَ بَيْنِهِمَا نَسِيَا حُوتَهُمَا فَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ سَرَبًا61. Maka tatkala mereka sampai ke pertemuan dua buah laut itu, mereka lalai akan ikannya, lalu ikan itu melompat mengambil jalannya ke laut itu.فَلَمَّا جَاوَزَا قَالَ لِفَتَىٰهُ ءَاتِنَا غَدَآءَنَا لَقَدْ لَقِينَا مِن سَفَرِنَا هَٰذَا نَصَبًا62. Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada muridnya: “Bawalah kemari makanan kita; sesungguhnya kita telah merasa letih karena perjalanan kita ini”.قَالَ أَرَءَيْتَ إِذْ أَوَيْنَآ إِلَى ٱلصَّخْرَةِ فَإِنِّى نَسِيتُ ٱلْحُوتَ وَمَآ أَنسَىٰنِيهُ إِلَّا ٱلشَّيْطَٰنُ أَنْ أَذْكُرَهُۥ ۚ وَٱتَّخَذَ سَبِيلَهُۥ فِى ٱلْبَحْرِ عَجَبًا63. Muridnya menjawab: “Tahukah kamu tatkala kita mencari tempat berlindung di batu tadi, maka sesungguhnya aku lupa (menceritakan tentang) ikan itu dan tidak adalah yang melupakan aku untuk menceritakannya kecuali syaitan dan ikan itu mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali”.قَالَ ذَٰلِكَ مَا كُنَّا نَبْغِ ۚ فَٱرْتَدَّا عَلَىٰٓ ءَاثَارِهِمَا قَصَصًا64. Musa berkata: “Itulah (tempat) yang kita cari”. Lalu keduanya kembali, mengikuti jejak mereka semula.فَوَجَدَا عَبْدًا مِّنْ عِبَادِنَآ ءَاتَيْنَٰهُ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَعَلَّمْنَٰهُ مِن لَّدُنَّا عِلْمًا65. Lalu mereka bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berikan kepadanya rahmat dari sisi Kami, dan yang telah Kami ajarkan kepadanya ilmu dari sisi Kami.قَالَ لَهُۥ مُوسَىٰ هَلْ أَتَّبِعُكَ عَلَىٰٓ أَن تُعَلِّمَنِ مِمَّا عُلِّمْتَ رُشْدًا66. Musa berkata kepada Khidhr: “Bolehkah aku mengikutimu supaya kamu mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu?”(QS. Al-Kahfi: 60-66)
View Details
- PERJUANGAN UNTUK MEMILIKI SAHABAT SHALIHRiyaadhush Shaalihiin |Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik | MUKADIMAH
View Details
- TANYA JAWABRiyaadhush Shaalihiin |Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 081295959542(tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)
View Details
JALAN KELUAR DARI MASALAH HIDUPKhutbah JumatUstadz Muhammad Nuzul DzikriMasjid Nur SalmaCentennial TowerJakarta Selatan
View Details
- TIPS MERINGANKAN BEBAN HIDUPRiyaadhush Shaalihiin |Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik📲 Silakan sampaikan pertanyaan via chat WhatsApp di 081295959542(tidak menerima panggilan telpon, SMS dan video call)
View Details
- MEMULIAKAN YANG LEBIH TUA KARENA ALLAH ﷻRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanKesimpulan Bab
View Details
- KEUNTUNGAN BERSAMA ORANG BAIKRiyaadhush Shaalihiin |Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik | MUKADIMAH
View Details
- INGIN JADI BAIK? HIDUPLAH BERSAMA MEREKARiyaadhush Shaalihiin |Bab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baik | MUKADIMAH
View Details
- MENCINTAI ORANG BAIKRiyaadhush ShaalihiinBab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikMukadimah
View Details
- SUDAH PANTAS KAH IBADAH KITA UNTUK ALLAH?Kajian Wanita162. PANTASKAH INI UNTUK ALLAH ﷻ?Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatTelah diriwayatkan dalam sebuah hadits marfu', yang di-riwayatkan oleh Bakr bin Bisyr, dari Sa'id bin Sinan, dari Abiz Zahirah, dari Abi Syajarah, dari (Abdullah bin
Umar beliau memarfu'kannya (kepada Nabi), bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menyempurnakan wudhu'nya sesuai dengan tempat-tempatnya, kemudian berdiri untuk melaksanakan shalat pada waktunya, lalu melaksanakannya semata-mata karena Allah, tidak mengurangi sedikit pun dari waktunya, ruku' dan sujudnya dan petunjuk-petunjuknya, melainkan akan diangkat kepada Allah dalam keadaan putih dan bersinar. Sinarnya itu akan menyinari apa yang ada di antara dua tempat sampai cahayanya itu terhenti pada ar-Rahman. Siapa yang mendirikan shalat dan belum menyempurnakan wudhu' nya, mengakhirkan dari waktunya, mencuri dari ruku' dan sujudnya, serta petunjuk-petunjuknya, maka ia akan diangkat dalam keadaan hitam, gelap, kemudian shalat itu tidak akan melewati rambutnya lalu berkata,Semoga Allah mengabaikanmu sebagaimana engkau mengabaikanku. Semoga Allah mengabaikanmu sebagaimana engkau mengabaikanku.'" Shalat dan amalan yang diterima, hendaklah seorang hamba mendirikan shalat dengan shalat yang layak bagi Rabb-nya Apabila shalatnya itu sudah cocok dan layak bagi Rabb-nya, maka shalat itu akan diterima.
View Details
- SIAPAKAH ORANG BAIK?Riyaadhush ShaalihiinBab 45 | Mengunjungi & mengundang orang-orang baikMukadimah
View Details
- TERJEBAK DI KONFLIK ORANG TUARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanTanya jawab
View Details
- DOA MENJADI ORANG YANG JUJURTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- FUTUR (HILANG SEMANGAT)Riyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanTanya jawab
View Details
- LANGKAH-LANGKAH MEMENUHI HAK ORANGRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanKesimpulan Bab
View Details
- BALASAN MEMULIAKAN, DIMULIAKANRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanKesimpulan Bab
View Details
- DOAKAN ORANG TUA & GURUMURiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanKesimpulan Bab
View Details
- PANTASKAH INI UNTUK ALLAH ﷻ?Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatTelah diriwayatkan dalam sebuah hadits marfu', yang di-riwayatkan oleh Bakr bin Bisyr, dari Sa'id bin Sinan, dari Abiz Zahirah, dari Abi Syajarah, dari (Abdullah bin
Umar beliau memarfu'kannya (kepada Nabi), bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menyempurnakan wudhu'nya sesuai dengan tempat-tempatnya, kemudian berdiri untuk melaksanakan shalat pada waktunya, lalu melaksanakannya semata-mata karena Allah, tidak mengurangi sedikit pun dari waktunya, ruku' dan sujudnya dan petunjuk-petunjuknya, melainkan akan diangkat kepada Allah dalam keadaan putih dan bersinar. Sinarnya itu akan menyinari apa yang ada di antara dua tempat sampai cahayanya itu terhenti pada ar-Rahman. Siapa yang mendirikan shalat dan belum menyempurnakan wudhu' nya, mengakhirkan dari waktunya, mencuri dari ruku' dan sujudnya, serta petunjuk-petunjuknya, maka ia akan diangkat dalam keadaan hitam, gelap, kemudian shalat itu tidak akan melewati rambutnya lalu berkata,Semoga Allah mengabaikanmu sebagaimana engkau mengabaikanku. Semoga Allah mengabaikanmu sebagaimana engkau mengabaikanku.'" Shalat dan amalan yang diterima, hendaklah seorang hamba mendirikan shalat dengan shalat yang layak bagi Rabb-nya Apabila shalatnya itu sudah cocok dan layak bagi Rabb-nya, maka shalat itu akan diterima.
View Details
- HAK ORANG TUA, GURU, & ULAMA UNTUK DIDOAKANRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanKesimpulan Bab
View Details
- UTANG BUDI YANG TIDAK PERNAH TERBAYARRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanKesimpulan Bab
View Details
- MEMPERHATIKAN KONDISI KESEHATAN ORANG YANG LEBIH TUARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanKesimpulan Bab
View Details
- MENGUTAMAKAN YANG LEBIH TUARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanKesimpulan Bab
View Details
- SEBUAH KUNCI KEBERKAHAN HIDUPRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanKesimpulan Bab
View Details
- KUNCI DIJAGA OLEH ALLAH ﷻKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatSiapa yang dijadikan penyejuk matanya berada dalam pelaksanaan shalat, bagaimana mungkin matanya menjadi sejuk tanpa shalat? Bagaimana mungkin ia sanggup bersabar terhadapnya? Shalat yang dikerjakan oleh seseorang dengan menghadirkan hatinya yang merupakan penyejuk mata baginya. Itulah yang akan diangkat derajatnya, memiliki cahaya dan petunjuk hingga ia berjumpa dengan Shalat itu akan berkata, "Semoga Allah senantiasa menjagamu sebagaimana engkau telah menjagaku." Adapun shalat orang yang melampaui batas dan tidak melaksanakan hak-haknya, ketentuan-ketentuannya, khusyu' pada saat melaksanakannya, maka sesungguhnya shalatnya akan menutupinya sebagaimana baju menutupi manusia, memukul wajahnya dan berkata, "Semoga Allah mengabaikanmu sebagaimana engkau mengabaikanku."
View Details
- AJARKAN ANAK UNTUK MENGHORMATI ORANG YANG LEBIH TUARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanKesimpulan Bab
View Details
- ANAK MUDA HARUS VISIONERRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-363 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhuDari Anas beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن أَنس رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « ما أَكْرَم شَابٌّ شَيْخاً لِسِنِّهِ إِلاَّ قَيَّضَ اللَّه لَهُ مَنْ يُكْرِمُهُ عِنْد سِنِّه » رواه الترمذي وقال حديث غريب ."Tidaklah seorang anak muda memuliakan orang tua karena usianya (yang lebih dewasa), melainkan Allah akan menetapkan untuknya orang yang akan memuliakannya di usianya (yang lanjut) kelak." (HR. Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits gharib”)
View Details
- KUNCI KEBERHASILANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- INGIN HARI YANG BERKAH? JAGA WAKTU INIRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanTanya Jawab
View Details
- HARUSKAH YANG JUNIOR SELALU DIAM?Riyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-362 | Hadits Abu Sa'id Samurah bin Jundub Radhiallahu ‘anhuDari Abu Sa'id Samurah bin Jundub beliau berkata, لَقَدْ كنْتُ عَلَى عهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم غُلاماً ، فَكُنْتُ أَحفَظُ عنْهُ ، فَمَا يَمْنَعُني مِنَ القَوْلِ إِلاَّ أَنَّ هَهُنَا رِجالاً هُمْ أَسنُّ مِنِّي متفق عليه ."Pada masa Rasulullah ﷺ saya masih kanak-kanak dan saya sudah banyak hafal dari beliau, namun tidak ada yang menghalangiku untuk meriwayatkan hadits kecuali karena disini banyak perawi yang lebih tua dariku." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- PENTINGNYA MENGERTI POSISI KITARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-362 | Hadits Abu Sa'id Samurah bin Jundub Radhiallahu ‘anhuDari Abu Sa'id Samurah bin Jundub beliau berkata, لَقَدْ كنْتُ عَلَى عهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم غُلاماً ، فَكُنْتُ أَحفَظُ عنْهُ ، فَمَا يَمْنَعُني مِنَ القَوْلِ إِلاَّ أَنَّ هَهُنَا رِجالاً هُمْ أَسنُّ مِنِّي متفق عليه ."Pada masa Rasulullah ﷺ saya masih kanak-kanak dan saya sudah banyak hafal dari beliau, namun tidak ada yang menghalangiku untuk meriwayatkan hadits kecuali karena disini banyak perawi yang lebih tua dariku." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- GANJARAN MEMULIAKAN YANG LEBIH TUARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-362 | Hadits Abu Sa'id Samurah bin Jundub Radhiallahu ‘anhuDari Abu Sa'id Samurah bin Jundub beliau berkata, لَقَدْ كنْتُ عَلَى عهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم غُلاماً ، فَكُنْتُ أَحفَظُ عنْهُ ، فَمَا يَمْنَعُني مِنَ القَوْلِ إِلاَّ أَنَّ هَهُنَا رِجالاً هُمْ أَسنُّ مِنِّي متفق عليه ."Pada masa Rasulullah ﷺ saya masih kanak-kanak dan saya sudah banyak hafal dari beliau, namun tidak ada yang menghalangiku untuk meriwayatkan hadits kecuali karena disini banyak perawi yang lebih tua dariku." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SEBUAH KUNCI MENCETAK ANAK YANG SHALIHRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-361 | Hadits Abu Sa'id Samurah bin Jundub Radhiallahu ‘anhuDari Abu Sa'id Samurah bin Jundub beliau berkata, لَقَدْ كنْتُ عَلَى عهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم غُلاماً ، فَكُنْتُ أَحفَظُ عنْهُ ، فَمَا يَمْنَعُني مِنَ القَوْلِ إِلاَّ أَنَّ هَهُنَا رِجالاً هُمْ أَسنُّ مِنِّي متفق عليه ."Pada masa Rasulullah ﷺ saya masih kanak-kanak dan saya sudah banyak hafal dari beliau, namun tidak ada yang menghalangiku untuk meriwayatkan hadits kecuali karena disini banyak perawi yang lebih tua dariku." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- 'HEALING' DARI PENATNYA DUNIAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatSeperti inilah apabila hamba berpaling dari shalatnya, ia akan mendapatkan kesembronoan dalam jiwanya dan merasakan beban berat diletakkan di atasnya. Sementara orang yang hatinya hadir dalam melaksanakan shalat akan mendapatkan kesungguhan, kesenangan, kelapangan, sampai ia berharap bahwa ia belum keluar dari shalatnya karena shalat merupakan penyejuk mata dan jiwanya, Surga bagi hatinya, dan tempat peristirahatannya di dunia. Ia akan senantiasa seperti berada dalam sebuah penjara dan kesempitan sampai ia memasukinya, maka ia beristirahat dengannya, bukan darinya. Orang-orang yang mencintai (Allah) berkata, "Kami melaksanakan shalat dan kami menenangkan jiwa kami dengan shalat,"Sebagaimana sabda Nabi ﷺ "Wahai Bilal, tenangkanlah kami dengan shalat." Dan Nabi ﷺ tidak mengatakan, "Tenangkanlah kami dari shalat." Nabi ﷺ juga bersabda: "Telah dijadikan penyejuk mataku berada dalam shalat."Siapa yang dijadikan penyejuk matanya berada dalam pelaksanaan shalat, bagaimana mungkin matanya menjadi sejuk tanpa shalat? Bagaimana mungkin ia sanggup bersabar terhadapnya? Shalat yang dikerjakan oleh seseorang dengan menghadirkan hatinya yang merupakan penyejuk mata baginya. Itulah yang akan diangkat derajatnya, memiliki cahaya dan petunjuk hingga ia berjumpa dengan Shalat itu akan berkata, "Semoga Allah senantiasa menjagamu sebagaimana engkau telah menjagaku." Adapun shalat orang yang melampaui batas dan tidak melaksanakan hak-haknya, ketentuan-ketentuannya, khusyu' pada saat melaksanakannya, maka sesungguhnya shalatnya akan menutupinya sebagaimana baju menutupi manusia, memukul wajahnya dan berkata, "Semoga Allah mengabaikanmu sebagaimana engkau mengabaikanku."
View Details
- BELAJAR DI USIA DINI VS SUDAH TUARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-361 | Hadits Abu Sa'id Samurah bin Jundub Radhiallahu ‘anhuDari Abu Sa'id Samurah bin Jundub beliau berkata, لَقَدْ كنْتُ عَلَى عهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم غُلاماً ، فَكُنْتُ أَحفَظُ عنْهُ ، فَمَا يَمْنَعُني مِنَ القَوْلِ إِلاَّ أَنَّ هَهُنَا رِجالاً هُمْ أَسنُّ مِنِّي متفق عليه ."Pada masa Rasulullah ﷺ saya masih kanak-kanak dan saya sudah banyak hafal dari beliau, namun tidak ada yang menghalangiku untuk meriwayatkan hadits kecuali karena disini banyak perawi yang lebih tua dariku." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MENDAHULUKAN YANG LEBIH TUARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-361 | Hadits Abu Sa'id Samurah bin Jundub Radhiallahu ‘anhuDari Abu Sa'id Samurah bin Jundub beliau berkata, لَقَدْ كنْتُ عَلَى عهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم غُلاماً ، فَكُنْتُ أَحفَظُ عنْهُ ، فَمَا يَمْنَعُني مِنَ القَوْلِ إِلاَّ أَنَّ هَهُنَا رِجالاً هُمْ أَسنُّ مِنِّي متفق عليه ."Pada masa Rasulullah ﷺ saya masih kanak-kanak dan saya sudah banyak hafal dari beliau, namun tidak ada yang menghalangiku untuk meriwayatkan hadits kecuali karena di sini banyak perawi yang lebih tua dariku." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BOHONG BIKIN ERRORTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- JANGAN REMEHKAN PERNIKAHANRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanSesi Tanya Jawab
View Details
- SELALU ADA HARAPAN DI TENGAH UJIANRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanSesi Tanya Jawab
View Details
- BELAJAR MEREDAM EMOSI DARI UMAR BIN KHATTABRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-361 | Hadits Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuHadits Dari Ibnu Abbas beliau berkata, قَدِمَ عُيَيْنَةُ بْنُ حِصْنٍ ، فَنَزَلَ عَلَى ابنِ أَخِيهِ الحُرِّ بْنِ قَيْسٍ ،وَكَانَ مِنَ النَّفَرِ الَّذِينَ يُدْنيهِمْ عُمَرُ رضي اللَّه عنه ، وَكَانَ القُرَّاءُ أَصْحَابَ مَجْلِسِ عُمَرَ وَمُشَاوَرَتِهِ ، كُهُولاً كَانُوا أَوْ شُبَّاناً ، فقال عُيَيْنَةُ لابْنَ أَخِيهِ : يا ابْنَ أَخي لَكَ وجْهٌ عِنْدَ هذَا الأَمِيرِ ، فَاسْتَأْذِنْ لي عَلَيْهِ ، فَاسْتَأَذَنَ لَهُ ، فَأَذِنَ لَهُ عُمَرُ رضي اللَّه عنه ، فلما دَخَل : قال هِي يا ابْنَ الخَطَّابِ: فَوَاللَّه مَا تُعْطِينَا الجَزْلَ ، وَلا تَحْكُمُ فِينا بِالعَدْلِ، فَغَضِبَ عُمَرُ رضي اللَّه عنه حَتَّى هَمَّ أَنْ يُوقِعَ بِهِ ، فقال لَهُ الحُرُّ : يَا أَمِيرَ المُؤْمِنِينَ إِنَّ اللَّه تعالى قال لِنَبِيِّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : { خُذِ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلينَ } وإن هذا مِنَ الجَاهِلِينَ . واللَّهِ ما جاوزَهَا عُمرُ حِينَ تَلاهَا عَلَيْهِ ، وَكَانَ وَقَّافاً عِنْدَ كِتَابِ اللَّه تعالى . رواه البخاري ."Uyainah bin Hishn datang (ke Madinah), dia singgah di rumah keponakannya al-Hurr bin Qais, salah seorang yang dekat dengan Khalifah Umar, dan yang menjadi anggota majelis permusyawaratan Umar adalah para qurra' (penghafal al-Qur'an), tua maupun muda. Uyainah berkata kepada keponakannya, 'Wahai putra saudaraku, kamu mempunyai kedudukan di hadapan Amirul Mukminin ini, mintakanlah untukku izin untuk menghadapnya.' Lalu dia memintakan izin dan Umar Radhiallahu ‘anhu pun memberinya izin. Ketika dia masuk, dia berkata, 'Heh Putra al-Khaththab! Demi Allah, kamu tidak memberi kami banyak dan kamu tidak memutuskan dengan adil di antara kami!' Maka Umar marah hingga ingin menjatuhkan hukuman terhadapnya. Maka al-Hurr berkata kepadanya, 'Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya ﷺ , 'Maafkanlah, perintahkanlah yang baik dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.’ (Al-A'raf: 199). Dan sesungguhnya orang ini (paman saya) termasuk orang-orang yang bodoh.' Demi Allah, Umar tidak melangkahi ayat tersebut ketika dia membacakannya kepadanya, dan Umar adalah orang yang patuh kepada Kitab Allah Ta’ala." (HR. Bukhari)
View Details
- RESPONS KETIKA KITA 'DIJUDGE' Riyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-361 | Hadits Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuHadits Dari Ibnu Abbas beliau berkata, قَدِمَ عُيَيْنَةُ بْنُ حِصْنٍ ، فَنَزَلَ عَلَى ابنِ أَخِيهِ الحُرِّ بْنِ قَيْسٍ ،وَكَانَ مِنَ النَّفَرِ الَّذِينَ يُدْنيهِمْ عُمَرُ رضي اللَّه عنه ، وَكَانَ القُرَّاءُ أَصْحَابَ مَجْلِسِ عُمَرَ وَمُشَاوَرَتِهِ ، كُهُولاً كَانُوا أَوْ شُبَّاناً ، فقال عُيَيْنَةُ لابْنَ أَخِيهِ : يا ابْنَ أَخي لَكَ وجْهٌ عِنْدَ هذَا الأَمِيرِ ، فَاسْتَأْذِنْ لي عَلَيْهِ ، فَاسْتَأَذَنَ لَهُ ، فَأَذِنَ لَهُ عُمَرُ رضي اللَّه عنه ، فلما دَخَل : قال هِي يا ابْنَ الخَطَّابِ: فَوَاللَّه مَا تُعْطِينَا الجَزْلَ ، وَلا تَحْكُمُ فِينا بِالعَدْلِ، فَغَضِبَ عُمَرُ رضي اللَّه عنه حَتَّى هَمَّ أَنْ يُوقِعَ بِهِ ، فقال لَهُ الحُرُّ : يَا أَمِيرَ المُؤْمِنِينَ إِنَّ اللَّه تعالى قال لِنَبِيِّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : { خُذِ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلينَ } وإن هذا مِنَ الجَاهِلِينَ . واللَّهِ ما جاوزَهَا عُمرُ حِينَ تَلاهَا عَلَيْهِ ، وَكَانَ وَقَّافاً عِنْدَ كِتَابِ اللَّه تعالى . رواه البخاري ."Uyainah bin Hishn datang (ke Madinah), dia singgah di rumah keponakannya al-Hurr bin Qais, salah seorang yang dekat dengan Khalifah Umar, dan yang menjadi anggota majelis permusyawaratan Umar adalah para qurra' (penghafal al-Qur'an), tua maupun muda. Uyainah berkata kepada keponakannya, 'Wahai putra saudaraku, kamu mempunyai kedudukan di hadapan Amirul Mukminin ini, mintakanlah untukku izin untuk menghadapnya.' Lalu dia memintakan izin dan Umar Radhiallahu ‘anhu pun memberinya izin. Ketika dia masuk, dia berkata, 'Heh Putra al-Khaththab! Demi Allah, kamu tidak memberi kami banyak dan kamu tidak memutuskan dengan adil di antara kami!' Maka Umar marah hingga ingin menjatuhkan hukuman terhadapnya. Maka al-Hurr berkata kepadanya, 'Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya ﷺ , 'Maafkanlah, perintahkanlah yang baik dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.’ (Al-A'raf: 199). Dan sesungguhnya orang ini (paman saya) termasuk orang-orang yang bodoh.' Demi Allah, Umar tidak melangkahi ayat tersebut ketika dia membacakannya kepadanya, dan Umar adalah orang yang patuh kepada Kitab Allah Ta’ala." (HR. Bukhari)
View Details
- HUKUM MENGADU DOMBATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- MEMILIH ORANG YANG TEPATRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-361 | Hadits Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhuHadits Dari Ibnu Abbas beliau berkata, قَدِمَ عُيَيْنَةُ بْنُ حِصْنٍ ، فَنَزَلَ عَلَى ابنِ أَخِيهِ الحُرِّ بْنِ قَيْسٍ ،وَكَانَ مِنَ النَّفَرِ الَّذِينَ يُدْنيهِمْ عُمَرُ رضي اللَّه عنه ، وَكَانَ القُرَّاءُ أَصْحَابَ مَجْلِسِ عُمَرَ وَمُشَاوَرَتِهِ ، كُهُولاً كَانُوا أَوْ شُبَّاناً ، فقال عُيَيْنَةُ لابْنَ أَخِيهِ : يا ابْنَ أَخي لَكَ وجْهٌ عِنْدَ هذَا الأَمِيرِ ، فَاسْتَأْذِنْ لي عَلَيْهِ ، فَاسْتَأَذَنَ لَهُ ، فَأَذِنَ لَهُ عُمَرُ رضي اللَّه عنه ، فلما دَخَل : قال هِي يا ابْنَ الخَطَّابِ: فَوَاللَّه مَا تُعْطِينَا الجَزْلَ ، وَلا تَحْكُمُ فِينا بِالعَدْلِ، فَغَضِبَ عُمَرُ رضي اللَّه عنه حَتَّى هَمَّ أَنْ يُوقِعَ بِهِ ، فقال لَهُ الحُرُّ : يَا أَمِيرَ المُؤْمِنِينَ إِنَّ اللَّه تعالى قال لِنَبِيِّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : { خُذِ العَفْوَ وَأْمُرْ بِالعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الجَاهِلينَ } وإن هذا مِنَ الجَاهِلِينَ . واللَّهِ ما جاوزَهَا عُمرُ حِينَ تَلاهَا عَلَيْهِ ، وَكَانَ وَقَّافاً عِنْدَ كِتَابِ اللَّه تعالى . رواه البخاري ."Uyainah bin Hishn datang (ke Madinah), dia singgah di rumah keponakannya al-Hurr bin Qais, salah seorang yang dekat dengan Khalifah Umar, dan yang menjadi anggota majelis permusyawaratan Umar adalah para qurra' (penghafal al-Qur'an), tua maupun muda. Uyainah berkata kepada keponakannya, 'Wahai putra saudaraku, kamu mempunyai kedudukan di hadapan Amirul Mukminin ini, mintakanlah untukku izin untuk menghadapnya.' Lalu dia memintakan izin dan Umar Radhiallahu ‘anhu pun memberinya izin. Ketika dia masuk, dia berkata, 'Heh Putra al-Khaththab! Demi Allah, kamu tidak memberi kami banyak dan kamu tidak memutuskan dengan adil di antara kami!' Maka Umar marah hingga ingin menjatuhkan hukuman terhadapnya. Maka al-Hurr berkata kepadanya, 'Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman kepada Nabi-Nya ﷺ , 'Maafkanlah, perintahkanlah yang baik dan berpalinglah dari orang-orang yang bodoh.’ (Al-A'raf: 199). Dan sesungguhnya orang ini (paman saya) termasuk orang-orang yang bodoh.' Demi Allah, Umar tidak melangkahi ayat tersebut ketika dia membacakannya kepadanya, dan Umar adalah orang yang patuh kepada Kitab Allah Ta’ala." (HR. Bukhari)
View Details
- SURGA DUNIAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatApabila syaithan tidak mampu rnempengaruhinya dengan cara ini dan hamba itu tetap melaksanakan shalatnya, maka syaithan akan kembali datang dan membisikkan dalam pikirannya, membuat penghalang antara ia dan hatinya, menjadikan hamba itu ingat dengan apa-apa yang sebenarnya ia tidak ingat sebelum melaksanakan shalat. Bahkan bisa jadi hamba itu lupa terhadap sesuatu atau hajat sehingga ia berputus asa darinya, maka syaithan akan mengingatkannya pada saat shalat agar syaithan menyibukkan hatinya dengan hajatnya itu dan menjauhkannya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang mengerjakan shalat tanpa menghadirkan hatinya maka ia tidak akan memperoleh kesejahteraan dan keberkahan dari-Nya serta kedekatan dengan-Nya. Orang seperti ini tidak akan memperoleh seperti apa yang diperoleh oleh orang yang menghadap kepada Rabb-nya dengan hati yang hadir dalam melaksanakan shalat. Orang seperti ini juga akan keluar dari shalatnya seperti orang yang melaksanakannya dengan kesalahan-kesalahannya, dosa-dosanya dan belum mendapatkan keringanan dari kesalahan dan dosanya dengan shalat yang ia laksanakan karena shalat hanya akan menghapuskan dosa orang yang melaksanakan, hak-haknya, khusyu' dan berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan hati yang hadir.Seperti inilah apabila hamba berpaling dari shalatnya, ia akan mendapatkan kesembronoan dalam jiwanya dan merasakan beban berat diletakkan di atasnya. Sementara orang yang hatinya hadir dalam melaksanakan shalat akan mendapatkan kesungguhan, kesenangan, kelapangan, sampai ia berharap bahwa ia belum keluar dari shalatnya karena shalat merupakan penyejuk mata dan jiwanya, Surga bagi hatinya, dan tempat peristirahatannya di dunia. Ia akan senantiasa seperti berada dalam sebuah penjara dan kesempitan sampai ia memasukinya, maka ia beristirahat dengannya, bukan darinya. Orang-orang yang mencintai (Allah) berkata, "Kami melaksanakan shalat dan kami menenangkan jiwa kami dengan shalat,"Sebagaimana sabda Nabi ﷺ "Wahai Bilal, tenangkanlah kami dengan shalat." Dan Nabi ﷺ tidak mengatakan, "Tenangkanlah kami dari shalat." Nabi ﷺ juga bersabda: "Telah dijadikan penyejuk mataku berada dalam shalat."
View Details
- MENDIDIK KELUARGA ILMU BERSOSIALRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-360 | Hadits Aisyah Radiallahuta'ala 'anhaDari Maimun bin Abu Syabib Rahimahullahأَن عَائشَةَ رضي اللَّه عنها مَرَّ بِها سَائِلٌ، فَأَعْطَتْهُكِسْرَةً ، وَمرّ بِهَا رَجُلٌ عَلَيْهِ ثِيَابٌ وهَيْئَةٌ ، فَأَقْعَدتْهُ ، فَأَكَلَ فَقِيلَ لَهَا في ذلكَ ؟ فقالت : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَنْزِلُوا النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ » رواه أبو داود . لكِنْ قال : مَيْمُونُ لَمْ يُدْرِك عائِشَةَ ."Bahwa Aisyah dilewati oleh seorang pengemis, maka beliau memberinya sepotong roti, dan dia dilewati oleh seorang laki-laki yang berpakaian bagus, maka Aisyah mempersilakannya duduk sehingga dia makan. Maka hal itu ditanyakan kepadanya, dia menjawab, 'Rasulullah ﷺ ; bersabda, 'Tempatkanlah manusia itu sesuai kedudukan masing-masing'." (HR. Abu Dawud, akan tetapi beliau berkata, "Maimun tidak pernah bertemu dengan Aisyah”)Dan Imam Muslim telah menyebutkan hadits ini di awal Kitab Shahihnya secara mu’allaq, beliau berkata, "Dan telah disebutkan dari Aisyah dia berkata, وَقَدْ ذَكَرَهُ مُسْلمٌ في أَوَّلِ صَحِيحهِ تَعْلِيقاً فقال : وَذُكَرَ عَنْ عائِشَةَ رضي اللَّه عنها قالت: أَمرنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنْ نُنْزِل النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ ، وَذَكَرَهُ الحاكِمُ أَبُو عبدِ اللَّهِ في كِتابِهِ « مَعْرفَة عُلُومِ الحَديث » وقال : هو حديثٌ صحيح .‘Rasulullah ﷺ , memerintahkan kami untuk menempatkan manusia sesuai kedudukan masing-masing'."
View Details
- TEMPATKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-360 | Hadits Aisyah Radiallahuta'ala 'anhaDari Maimun bin Abu Syabib Rahimahullahأَن عَائشَةَ رضي اللَّه عنها مَرَّ بِها سَائِلٌ، فَأَعْطَتْهُكِسْرَةً ، وَمرّ بِهَا رَجُلٌ عَلَيْهِ ثِيَابٌ وهَيْئَةٌ ، فَأَقْعَدتْهُ ، فَأَكَلَ فَقِيلَ لَهَا في ذلكَ ؟ فقالت : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَنْزِلُوا النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ » رواه أبو داود . لكِنْ قال : مَيْمُونُ لَمْ يُدْرِك عائِشَةَ ."Bahwa Aisyah dilewati oleh seorang pengemis, maka beliau memberinya sepotong roti, dan dia dilewati oleh seorang laki-laki yang berpakaian bagus, maka Aisyah mempersilakannya duduk sehingga dia makan. Maka hal itu ditanyakan kepadanya, dia menjawab, 'Rasulullah ﷺ ; bersabda, 'Tempatkanlah manusia itu sesuai kedudukan masing-masing'." (HR. Abu Dawud, akan tetapi beliau berkata, "Maimun tidak pernah bertemu dengan Aisyah”)Dan Imam Muslim telah menyebutkan hadits ini di awal Kitab Shahihnya secara mu’allaq, beliau berkata, "Dan telah disebutkan dari Aisyah dia berkata, وَقَدْ ذَكَرَهُ مُسْلمٌ في أَوَّلِ صَحِيحهِ تَعْلِيقاً فقال : وَذُكَرَ عَنْ عائِشَةَ رضي اللَّه عنها قالت: أَمرنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنْ نُنْزِل النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ ، وَذَكَرَهُ الحاكِمُ أَبُو عبدِ اللَّهِ في كِتابِهِ « مَعْرفَة عُلُومِ الحَديث » وقال : هو حديثٌ صحيح .‘Rasulullah ﷺ , memerintahkan kami untuk menempatkan manusia sesuai kedudukan masing-masing'."
View Details
- JANGAN TAKUT MISKINRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanTanya Jawab
View Details
- AYAH TIDAK MENAFKAHI, ANAK PERLU BERBAKTI?Riyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanTanya Jawab
View Details
KAPAN DATANGNYA PERTOLONGAN ALLAHKhutbah JumatUstadz Muhammad Nuzul DzikriMasjid Nur SalmaCentennial TowerJakarta Selatan
View Details
- TEMPATKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-360 | Hadits Aisyah Radiallahuta'ala 'anhaDari Maimun bin Abu Syabib Rahimahullahأَن عَائشَةَ رضي اللَّه عنها مَرَّ بِها سَائِلٌ، فَأَعْطَتْهُكِسْرَةً ، وَمرّ بِهَا رَجُلٌ عَلَيْهِ ثِيَابٌ وهَيْئَةٌ ، فَأَقْعَدتْهُ ، فَأَكَلَ فَقِيلَ لَهَا في ذلكَ ؟ فقالت : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَنْزِلُوا النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ » رواه أبو داود . لكِنْ قال : مَيْمُونُ لَمْ يُدْرِك عائِشَةَ ."Bahwa Aisyah dilewati oleh seorang pengemis, maka beliau memberinya sepotong roti, dan dia dilewati oleh seorang laki-laki yang berpakaian bagus, maka Aisyah mempersilakannya duduk sehingga dia makan. Maka hal itu ditanyakan kepadanya, dia menjawab, 'Rasulullah ﷺ ; bersabda, 'Tempatkanlah manusia itu sesuai kedudukan masing-masing'." (HR. Abu Dawud, akan tetapi beliau berkata, "Maimun tidak pernah bertemu dengan Aisyah”)Dan Imam Muslim telah menyebutkan hadits ini di awal Kitab Shahihnya secara mu’allaq, beliau berkata, "Dan telah disebutkan dari Aisyah dia berkata, وَقَدْ ذَكَرَهُ مُسْلمٌ في أَوَّلِ صَحِيحهِ تَعْلِيقاً فقال : وَذُكَرَ عَنْ عائِشَةَ رضي اللَّه عنها قالت: أَمرنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنْ نُنْزِل النَّاسَ مَنَازِلَهُمْ ، وَذَكَرَهُ الحاكِمُ أَبُو عبدِ اللَّهِ في كِتابِهِ « مَعْرفَة عُلُومِ الحَديث » وقال : هو حديثٌ صحيح .‘Rasulullah ﷺ , memerintahkan kami untuk menempatkan manusia sesuai kedudukan masing-masing'."
View Details
- APAKAH DOSA TETAP BERDAMPAK SETELAH TAUBAT?Bab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanTanya Jawab
View Details
- BERAMAL SESUAI PERAN MASING-MASINGRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-359 | Hadits Amr bin Syu’aib Radhiallahu ‘anhuDari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا ، وَيَعْرِفْ شَرفَ كَبِيرِنَا » حديثٌ صحيحٌ رواه أبو داودوالترمذي ،وقال الترمذي : حديثٌ حسنٌ صحيح . وفي رواية أبي داود « حَقَّ كَبِيرِنَا » ."Bukan dari golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami dan yang tidak mengakui kemuliaan orang tua kami." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, at-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih.”)
View Details
- GANJARAN PAHALA BESAR BAGI YANG MEMULIAKAN MEREKARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 358 | Hadits Abu Musa Radhiallahu ‘anhuDari Abu Musa Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, إِنَّ مِنْإِجْلالِ اللَّهِ تعالى إِكْرَامَ ذى الشَّيْبةِ المُسْلِمِ ، وَحَامِلِ الْقُرآنِ غَيْرِ الْغَالي فِيهِ ، والجَافي عَنْهُ وإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ المُقْسِطِ » حديثٌ حسنٌ رواه أبو داود ."Sesungguhnya termasuk bagian dari mengagungkan Allah Ta’ala adalah memuliakan orang Muslim yang telah beruban (karena tua), pembawa al-Quran yang tidak berlebih-lebihan dan yang tidak mengabaikannya, dan memuliakan penguasa yang adil." (Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud)
View Details
- PRINSIP HIDUP BERSOSIALRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-359 | Hadits Amr bin Syu’aib Radhiallahu ‘anhuDari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا ، وَيَعْرِفْ شَرفَ كَبِيرِنَا » حديثٌ صحيحٌ رواه أبو داودوالترمذي ،وقال الترمذي : حديثٌ حسنٌ صحيح . وفي رواية أبي داود « حَقَّ كَبِيرِنَا » ."Bukan dari golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami dan yang tidak mengakui kemuliaan orang tua kami." (Hadits shahih, dliriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, at-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih.”)
View Details
- MEMULIAKAN YANG LEBIH TUARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-359 | Hadits Amr bin Syu’aib Radhiallahu ‘anhuDari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا ، وَيَعْرِفْ شَرفَ كَبِيرِنَا » حديثٌ صحيحٌ رواه أبو داودوالترمذي ،وقال الترمذي : حديثٌ حسنٌ صحيح . وفي رواية أبي داود « حَقَّ كَبِيرِنَا » ."Bukan dari golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami dan yang tidak mengakui kemuliaan orang tua kami." (Hadits shahih, dliriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, at-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih.”)
View Details
- CIRI-CIRI SHALAT YANG KHUSYUKKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatJika seorang hamba melaksanakan shalat, maka syaithan tidak suka kepadanya karena harnba itu sedang melaksanakan ibadah yang paling agung, paling dekat, paling kasar terhadap syaithan dan sangat keras terhadapnya. Syaithan akan berusaha sekuat tenaga agar hamba ini tidak melaksanakan shalat, bahkan syaithan senantiasa memberikan angan-angan dan menjadikannya lupa. Syaithan juga mengirim kepadanya pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki sampai hamba ini memandang remeh perintah shalat dan menggampangkannya lalu pada akhirnya ia meninggalkannya.Apabila syaithan tidak mampu rnempengaruhinya dengan cara ini dan hamba itu tetap melaksanakan shalatnya, maka syaithan akan kembali datang dan membisikkan dalam pikirannya, membuat penghalang antara ia dan hatinya, menjadikan hamba itu ingat dengan apa-apa yang sebenarnya ia tidak ingat sebelum melaksanakan shalat. Bahkan bisa jadi hamba itu lupa terhadap sesuatu atau hajat sehingga ia berputus asa darinya, maka syaithan akan mengingatkannya pada saat shalat agar syaithan menyibukkan hatinya dengan hajatnya itu dan menjauhkannya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang mengerjakan shalat tanpa menghadirkan hatinya maka ia tidak akan memperoleh kesejahteraan dan keberkahan dari-Nya serta kedekatan dengan-Nya. Orang seperti ini tidak akan memperoleh seperti apa yang diperoleh oleh orang yang menghadap kepada Rabb-nya dengan hati yang hadir dalam melaksanakan shalat. Orang seperti ini juga akan keluar dari shalatnya seperti orang yang melaksanakannya dengan kesalahan-kesalahannya, dosa-dosanya dan belum mendapatkan keringanan dari kesalahan dan dosanya dengan shalat yang ia laksanakan karena shalat hanya akan menghapuskan dosa orang yang melaksanakan, hak-haknya, khusyu' dan berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan hati yang hadir.Seperti inilah apabila hamba berpaling dari shalatnya, ia akan mendapatkan kesembronoan dalam jiwanya dan merasakan beban berat diletakkan di atasnya. Sementara orang yang hatinya hadir dalam melaksanakan shalat akan mendapatkan kesungguhan, kesenangan, kelapangan, sampai ia berharap bahwa ia belum keluar dari shalatnya karena shalat merupakan penyejuk mata dan jiwanya, Surga bagi hatinya, dan tempat peristirahatannya di dunia. Ia akan senantiasa seperti berada dalam sebuah penjara dan kesempitan sampai ia memasukinya, maka ia beristirahat dengannya, bukan darinya. Orang-orang yang mencintai (Allah) berkata, "Kami melaksanakan shalat dan kami menenangkan jiwa kami dengan shalat,"
View Details
- MENYAYANGI YANG LEBIH MUDA, MENGETAHUI KEUTAMAAN YANG LEBIH TUARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits ke-359 | Hadits Amr bin Syu’aib Radhiallahu ‘anhuDari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَمْ يَرْحَمْ صَغِيرَنَا ، وَيَعْرِفْ شَرفَ كَبِيرِنَا » حديثٌ صحيحٌ رواه أبو داودوالترمذي ،وقال الترمذي : حديثٌ حسنٌ صحيح . وفي رواية أبي داود « حَقَّ كَبِيرِنَا » ."Bukan dari golongan kami orang yang tidak menyayangi anak kecil kami dan yang tidak mengakui kemuliaan orang tua kami." (Hadits shahih, dliriwayatkan oleh Abu Dawud dan at-Tirmidzi, at-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih.”)
View Details
- 10 TIPS ANTI BERGHIBAHTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- SOLUSI BAGI ORANG YANG TEMPERAMENTALBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanTanya Jawab
View Details
- MENGAPRESIASI PERJUANGAN HIDUP ORANG LAINRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 358 | Hadits Abu Musa Radhiallahu ‘anhuDari Abu Musa Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, إِنَّ مِنْإِجْلالِ اللَّهِ تعالى إِكْرَامَ ذى الشَّيْبةِ المُسْلِمِ ، وَحَامِلِ الْقُرآنِ غَيْرِ الْغَالي فِيهِ ، والجَافي عَنْهُ وإِكْرَامَ ذِي السُّلْطَانِ المُقْسِطِ » حديثٌ حسنٌ رواه أبو داود ."Sesungguhnya termasuk bagian dari mengagungkan Allah Ta’ala adalah memuliakan orang Muslim yang telah beruban (karena tua), pembawa al-Quran yang tidak berlebih-lebihan dan yang tidak mengabaikannya, dan memuliakan penguasa yang adil." Hadits hasan di-riwayatkan oleh Abn Dawad.
View Details
- KECIL VS BESARRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 357 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhumaDari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuma bahwa Nabi ﷺ bersabda,وعن ابن عُمرَ رضي اللَّهُ عنهما أَنَّ النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « أَرَاني في المَنَامِ أَتَسَوَّكُ بِسِوَاكٍ ، فَجَاءَنِي رَجُلانِ ، أَحدُهُمَا أَكْبَرُ مِنَ الآخَرِ ، فَنَاوَلْتُ السِّوَاكَ الأَصْغَرَ ، فقيلَ لي : كَبِّرْ ، فَدَفَعْتُهُ إِلى الأَكْبَرِ مِنْهُمَا » رواه مسلم مُسْنَداً والبخاريُّ تعلِيقاً ."Dalam tidurku, aku bermimpi; aku bersiwak dengan kayu siwak, tiba-tiba datanglah dua orang yang salah satunya lebih besar dari yang lain, lalu aku memberikan siwak kepada yang kecil, maka dikatakan kepadaku, 'Yang besar.' Maka aku menyerahkan siwak itu kepada yang paling besar di antara keduanya." (HR. Muslim dengan sanadnya, sedangkan al-Bukhari meriwayatkan secara Mu’allaq)
View Details
- KEUTAMAAN AHLUL QURANRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 356 | Hadits Jabir Radhiallahu ‘anhuDari Jabir Radhiallahu ‘anhuوعن جابرٍ رضي اللَّهُ عنه أَنَّ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كَانَ يَجْمَعُ بيْنَ الرَّجُلَيْنِ مِنْ قَتْلَى أُحُدٍ يَعْني في القَبْرِ ، ثُمَّ يَقُولُ : « أَيُّهُما أَكْثَرُ أَخْذاً لِلْقُرْآنِ ؟ » فَإِذَا أُشِيرَ لَهُ إلى أَحَدِهِمَا قَدَّمَهُ في اللَّحْدِ . رواه البخاريُّ ."Bahwa Nabi ﷺ mengumpulkan antara dua orang yang terbunuh dalam perang Uhud dalam satu liang kubur, kemudian beliau bertanya, 'Mana di antara keduanya yang paling banyak hafalan al-Qur'annya?' Maka tatkala beliau diberi isyarat kepada salah satu dari keduanya, beliau mendahulukannya dalam liang lahad." (HR. Bukhari)
View Details
- DUA TABIR PERUSAK KEKHUSYU’AN SHALATKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatPerumpamaan orang yang menoleh dalam shalatnya dengan penglihatan maupun hatinya adalah seperti seseorang yang dipanggil oleh penguasa lalu ia diberdirikan di hadapannya, dan ia menemui sang penguasa kemudian mengajaknya bicara. Di sela-sela pembicaraannya dengan penguasa, ia malah menoleh ke kiri dan ke kanan dan hatinya berpaling dari penguasa sehingga ia tidak lagi memahami apa yang dikatakan kepadanya karena hatinya tidak lagi hadir bersamanya. Bagaimana mungkin orang tersebut berbuat seperti itu terhadap penguasa. Bukankah lebih pantas baginya untuk pergi dari sisi penguasa disebabkan karena tidak lagi memperhatikan pembicaraannya? Orang yang shalat tidak sebanding satu sama lainnya, dan yang hadir hatinya menghadap Allah dalam shalatnya sehingga hatinya merasakan keagungan Rabb yang mana ia berdiri di hadapan-Nya, hatinya dipenuhi dengan kebesaran-Nya, tunduk kepada-Nya dan merasa malu kepada Rabb-nya untuk menghadap kepada selain-Nya atau berpaling dari-Nya. Dan (terdapat perbedaan) antara shalat keduanya, sebagaimana perkataan Hassan bin `Athiyyah, "Sesungguhnya dua orang berada dalam satu shalat yang sama, namun perbedaan keutamaan antara keduanya seperti langit dan bumi. Hal itu karena salah satu di antara keduanya menghadap Allah dengan hatinya, sementara yang lainnya lupa dan lalai." Apabila seorang hamba menghadap kepada makhluk semisalnya lalu di antara keduanya terdapat penghalang, maka itu tidak dikatakan menghadap dan mendekatkan diri. Bagaimana keadaannya dengan Sang Pencipta ﷻ? Apabila seorang hamba menghadap kepada Allah, sementara antara ia dan Allah terdapat penghalang berupa syahwat, waswas, jiwa yang senang dengannya dan penuh dengan syahwat, maka bagaimana mungkin hal itu disebut sebagai menghadap kepada Allah, sementara ia diperbudak oleh rasa waswas dan pikiran-pikiran, dan pikirannya itu telah membawanya jauh dari konsentrasi dengan shalat yang ia lakukan?Jika seorang hamba melaksanakan shalat, maka syaithan tidak suka kepadanya karena harnba itu sedang melaksanakan ibadah yang paling agung, paling dekat, paling kasar terhadap syaithan dan sangat keras terhadapnya. Syaithan akan berusaha sekuat tenaga agar hamba ini tidak melaksanakan shalat, bahkan syaithan senantiasa memberikan angan-angan dan menjadikannya lupa. Syaithan juga mengirim kepadanya pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki sampai hamba ini memandang remeh perintah shalat dan menggampangkannya lalu pada akhirnya ia meninggalkannya.Apabila syaithan tidak mampu rnempengaruhinya dengan cara ini dan hamba itu tetap melaksanakan shalatnya, maka syaithan akan kembali datang dan membisikkan dalam pikirannya, membuat penghalang antara ia dan hatinya, menjadikan hamba itu ingat dengan apa-apa yang sebenarnya ia tidak ingat sebelum melaksanakan shalat. Bahkan bisa jadi hamba itu lupa terhadap sesuatu atau hajat sehingga ia berputus asa darinya, maka syaithan akan mengingatkannya pada saat shalat agar syaithan menyibukkan hatinya dengan hajatnya itu dan menjauhkannya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang mengerjakan shalat tanpa menghadirkan hatinya maka ia tidak akan memperoleh kesejahteraan dan keberkahan dari-Nya serta kedekatan dengan-Nya. Orang seperti ini tidak akan memperoleh seperti apa yang diperoleh oleh orang yang menghadap kepada Rabb-nya dengan hati yang hadir dalam melaksanakan shalat. Orang seperti ini juga akan keluar dari shalatnya seperti orang yang melaksanakannya dengan kesalahan-kesalahannya, dosa-dosanya dan belum mendapatkan keringanan dari kesalahan dan dosanya dengan shalat yang ia laksanakan karena shalat hanya akan menghapuskan dosa orang yang melaksanakan, hak-haknya, khusyu' dan berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan hati yang hadir.
View Details
- MENGAGUNGKAN ALLAH DENGAN MENGHORMATI YANG LEBIH TUARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 355 | Hadits Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Yahya -ada juga yang mengatakan, "Abu Muhammad"-, Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعن أبي يحْيى وَقيل : أبي مُحمَّد سَهْلِ بن أبي حثْمة بفتح الحاءِ المهملة وإِسكان الثاءِ المثلثة الأَنصاري رضي اللَّه عنه قال : انْطَلَقَ عبْدُ اللَّهِ بنُ سهْلٍ وَمُحيِّصَةُ ابْنُ مَسْعُودٍ إِلى خَيْبَرَ وَهِيَ يَوْمَئِذ صُلْحٌ ، فَتَفَرَّقَا .فَأَتَى مُحَيِّصةُ إِلى عبدِ اللَّهِ بنِ سَهلٍ وهو يَتَشَحَّطُ في دمهِ قَتيلاً ، فدفَنَهُ ، ثمَّ قَدِمَ المدِينَةَ فَانْطَلَقَ عَبْدُ الرحْمنِ بْنُ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةُ وَحُوِّيصةُ ابْنَا مسْعُودٍ إِلى النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَذَهَب عَبْدُ الرَّحْمنِ يَتَكَلَّمُ فقال : «كَبِّرْ كَبِّرْ » وَهُوَ أَحْدَثُ القَوْمِ ، فَسَكَت ، فَتَكَلَّمَا فقال: « أَتَحْلِفُونَ وَتسْتَحِقُّونَ قَاتِلكُمْ ؟ » وَذَكَرَ تَمامَ الحدِيث . متفقٌ عليه ."Abdullah bin Sahal dan Muhayyishah bin Mas'ud berangkat menuju Khaibar, waktu itu adalah waktu perjanjian damai, lalu mereka berpisah. Selanjutnya Muhayyishah datang kepada Abdullah bin Sahal, ternyata Abdullah telah menggelepar berlumuran darah, dibunuh orang, lalu dia menguburkannya, kemudian datang di Madinah. Selanjutnya Abdurrahman bin Sahal, Muhayyishah dan Huwayyishah, kedua putra Mas'ud berangkat menemui Nabi ﷺ maka Abdurrahman mulai berbicara, maka Rasulullah ﷺ menegur, 'Yang tua, yang tua.' Karena Abdurrahman adalah yang termuda, maka dia diam, maka dua orang berbicara, maka beliau bersabda, 'Apakah kalian semua mau bersumpah sehingga berhak mendapatkan pembunuh kalian?' Dan dia menyebutkan hadits sampai selesai." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BAHAYA GHIBAHTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- MENGAPA DOAKU TIDAK DIKABULKAN?Riyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanTanya Jawab
View Details
- TELADAN DIMULAI DARI DIRI SENDIRIRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 355 | Hadits Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Yahya -ada juga yang mengatakan, "Abu Muhammad"-, Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعن أبي يحْيى وَقيل : أبي مُحمَّد سَهْلِ بن أبي حثْمة بفتح الحاءِ المهملة وإِسكان الثاءِ المثلثة الأَنصاري رضي اللَّه عنه قال : انْطَلَقَ عبْدُ اللَّهِ بنُ سهْلٍ وَمُحيِّصَةُ ابْنُ مَسْعُودٍ إِلى خَيْبَرَ وَهِيَ يَوْمَئِذ صُلْحٌ ، فَتَفَرَّقَا .فَأَتَى مُحَيِّصةُ إِلى عبدِ اللَّهِ بنِ سَهلٍ وهو يَتَشَحَّطُ في دمهِ قَتيلاً ، فدفَنَهُ ، ثمَّ قَدِمَ المدِينَةَ فَانْطَلَقَ عَبْدُ الرحْمنِ بْنُ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةُ وَحُوِّيصةُ ابْنَا مسْعُودٍ إِلى النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَذَهَب عَبْدُ الرَّحْمنِ يَتَكَلَّمُ فقال : «كَبِّرْ كَبِّرْ » وَهُوَ أَحْدَثُ القَوْمِ ، فَسَكَت ، فَتَكَلَّمَا فقال: « أَتَحْلِفُونَ وَتسْتَحِقُّونَ قَاتِلكُمْ ؟ » وَذَكَرَ تَمامَ الحدِيث . متفقٌ عليه ."Abdullah bin Sahal dan Muhayyishah bin Mas'ud berangkat menuju Khaibar, waktu itu adalah waktu perjanjian damai, lalu mereka berpisah. Selanjutnya Muhayyishah datang kepada Abdullah bin Sahal, ternyata Abdullah telah menggelepar berlumuran darah, dibunuh orang, lalu dia menguburkannya, kemudian datang di Madinah. Selanjutnya Abdurrahman bin Sahal, Muhayyishah dan Huwayyishah, kedua putra Mas'ud berangkat menemui Nabi ﷺ maka Abdurrahman mulai berbicara, maka Rasulullah ﷺ menegur, 'Yang tua, yang tua.' Karena Abdurrahman adalah yang termuda, maka dia diam, maka dua orang berbicara, maka beliau bersabda, 'Apakah kalian semua mau bersumpah sehingga berhak mendapatkan pembunuh kalian?' Dan dia menyebutkan hadits sampai selesai." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KULTUR MENGHORMATI YANG LEBIH TUARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 355 | Hadits Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Yahya -ada juga yang mengatakan, "Abu Muhammad"-, Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعن أبي يحْيى وَقيل : أبي مُحمَّد سَهْلِ بن أبي حثْمة بفتح الحاءِ المهملة وإِسكان الثاءِ المثلثة الأَنصاري رضي اللَّه عنه قال : انْطَلَقَ عبْدُ اللَّهِ بنُ سهْلٍ وَمُحيِّصَةُ ابْنُ مَسْعُودٍ إِلى خَيْبَرَ وَهِيَ يَوْمَئِذ صُلْحٌ ، فَتَفَرَّقَا .فَأَتَى مُحَيِّصةُ إِلى عبدِ اللَّهِ بنِ سَهلٍ وهو يَتَشَحَّطُ في دمهِ قَتيلاً ، فدفَنَهُ ، ثمَّ قَدِمَ المدِينَةَ فَانْطَلَقَ عَبْدُ الرحْمنِ بْنُ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةُ وَحُوِّيصةُ ابْنَا مسْعُودٍ إِلى النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَذَهَب عَبْدُ الرَّحْمنِ يَتَكَلَّمُ فقال : «كَبِّرْ كَبِّرْ » وَهُوَ أَحْدَثُ القَوْمِ ، فَسَكَت ، فَتَكَلَّمَا فقال: « أَتَحْلِفُونَ وَتسْتَحِقُّونَ قَاتِلكُمْ ؟ » وَذَكَرَ تَمامَ الحدِيث . متفقٌ عليه ."Abdullah bin Sahal dan Muhayyishah bin Mas'ud berangkat menuju Khaibar, waktu itu adalah waktu perjanjian damai, lalu mereka berpisah. Selanjutnya Muhayyishah datang kepada Abdullah bin Sahal, ternyata Abdullah telah menggelepar berlumuran darah, dibunuh orang, lalu dia menguburkannya, kemudian datang di Madinah. Selanjutnya Abdurrahman bin Sahal, Muhayyishah dan Huwayyishah, kedua putra Mas'ud berangkat menemui Nabi ﷺ maka Abdurrahman mulai berbicara, maka Rasulullah ﷺ menegur, 'Yang tua, yang tua.' Karena Abdurrahman adalah yang termuda, maka dia diam, maka dua orang berbicara, maka beliau bersabda, 'Apakah kalian semua mau bersumpah sehingga berhak mendapatkan pembunuh kalian?' Dan dia menyebutkan hadits sampai selesai." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- PRIORITASKAN YANG LEBIH TUARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 355 | Hadits Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Yahya -ada juga yang mengatakan, "Abu Muhammad"-, Sahal bin Abu Hatsmah al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعن أبي يحْيى وَقيل : أبي مُحمَّد سَهْلِ بن أبي حثْمة بفتح الحاءِ المهملة وإِسكان الثاءِ المثلثة الأَنصاري رضي اللَّه عنه قال : انْطَلَقَ عبْدُ اللَّهِ بنُ سهْلٍ وَمُحيِّصَةُ ابْنُ مَسْعُودٍ إِلى خَيْبَرَ وَهِيَ يَوْمَئِذ صُلْحٌ ، فَتَفَرَّقَا .فَأَتَى مُحَيِّصةُ إِلى عبدِ اللَّهِ بنِ سَهلٍ وهو يَتَشَحَّطُ في دمهِ قَتيلاً ، فدفَنَهُ ، ثمَّ قَدِمَ المدِينَةَ فَانْطَلَقَ عَبْدُ الرحْمنِ بْنُ سَهْلٍ وَمُحَيِّصَةُ وَحُوِّيصةُ ابْنَا مسْعُودٍ إِلى النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَذَهَب عَبْدُ الرَّحْمنِ يَتَكَلَّمُ فقال : «كَبِّرْ كَبِّرْ » وَهُوَ أَحْدَثُ القَوْمِ ، فَسَكَت ، فَتَكَلَّمَا فقال: « أَتَحْلِفُونَ وَتسْتَحِقُّونَ قَاتِلكُمْ ؟ » وَذَكَرَ تَمامَ الحدِيث . متفقٌ عليه ."Abdullah bin Sahal dan Muhayyishah bin Mas'ud berangkat menuju Khaibar, waktu itu adalah waktu perjanjian damai, lalu mereka berpisah. Selanjutnya Muhayyishah datang kepada Abdullah bin Sahal, ternyata Abdullah telah menggelepar berlumuran darah, dibunuh orang, lalu dia menguburkannya, kemudian datang di Madinah. Selanjutnya Abdurrahman bin Sahal, Muhayyishah dan Huwayyishah, kedua putra Mas'ud berangkat menemui Nabi ﷺ maka Abdurrahman mulai berbicara, maka Rasulullah ﷺ menegur, 'Yang tua, yang tua.' Karena Abdurrahman adalah yang termuda, maka dia diam, maka dua orang berbicara, maka beliau bersabda, 'Apakah kalian semua mau bersumpah sehingga berhak mendapatkan pembunuh kalian?' Dan dia menyebutkan hadits sampai selesai." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- TENANG DALAM SHALATRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 354 | Hadits Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu Dari Abdullah bin Mas'ud Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن عبد اللَّه بن مسعودٍ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لِيَلِني مِنْكُمْ أُولُوا الأَحْلامِ والنُّهَى ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ » ثَلاثاً « وإِيَّاكُم وهَيْشَاتِ الأَسْواقِ » رواه مسلم ."Hendaklah orang-orang yang dekat denganku (dalam shaf shalat) adalah orang-orang dewasa dan berakal di antara kalian, kemudian orang-orang sesudah mereka." Tiga kali. "Dan jangan ribut seperti keributan pasar." (HR. Muslim)
View Details
- ADA SEKAT DALAM IBADAH KITAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatDalam sebuah atsar disebutkan bahwa Allah berfirman, "(Ia berpaling) kepada yang lebih baik dari-Ku, kepada yang lebih baik dari-Ku?" Perumpamaan orang yang menoleh dalam shalatnya dengan penglihatan maupun hatinya adalah seperti seseorang yang dipanggil oleh penguasa lalu ia diberdirikan di hadapannya, dan ia menemui sang penguasa kemudian mengajaknya bicara. Di sela-sela pembicaraannya dengan penguasa, ia malah menoleh ke kiri dan ke kanan dan hatinya berpaling dari penguasa sehingga ia tidak lagi memahami apa yang dikatakan kepadanya karena hatinya tidak lagi hadir bersamanya. Bagaimana mungkin orang tersebut berbuat seperti itu terhadap penguasa. Bukankah lebih pantas baginya untuk pergi dari sisi penguasa disebabkan karena tidak lagi memperhatikan pembicaraannya? Orang yang shalat tidak sebanding satu sama lainnya, dan yang hadir hatinya menghadap Allah dalam shalatnya sehingga hatinya merasakan keagungan Rabb yang mana ia berdiri di hadapan-Nya, hatinya dipenuhi dengan kebesaran-Nya, tunduk kepada-Nya dan merasa malu kepada Rabb-nya untuk menghadap kepada selain-Nya atau berpaling dari-Nya. Dan (terdapat perbedaan) antara shalat keduanya, sebagaimana perkataan Hassan bin `Athiyyah, "Sesungguhnya dua orang berada dalam satu shalat yang sama, namun perbedaan keutamaan antara keduanya seperti langit dan bumi. Hal itu karena salah satu di antara keduanya menghadap Allah dengan hatinya, sementara yang lainnya lupa dan lalai." Apabila seorang hamba menghadap kepada makhluk semisalnya lalu di antara keduanya terdapat penghalang, maka itu tidak dikatakan menghadap dan mendekatkan diri. Bagaimana keadaannya dengan Sang Pencipta ﷻ? Apabila seorang hamba menghadap kepada Allah, sementara antara ia dan Allah terdapat penghalang berupa syahwat, waswas, jiwa yang senang dengannya dan penuh dengan syahwat, maka bagaimana mungkin hal itu disebut sebagai menghadap kepada Allah, sementara ia diperbudak oleh rasa waswas dan pikiran-pikiran, dan pikirannya itu telah membawanya jauh dari konsentrasi dengan shalat yang ia lakukan?Jika seorang hamba melaksanakan shalat, maka syaithan tidak suka kepadanya karena harnba itu sedang melaksanakan ibadah yang paling agung, paling dekat, paling kasar terhadap syaithan dan sangat keras terhadapnya. Syaithan akan berusaha sekuat tenaga agar hamba ini tidak melaksanakan shalat, bahkan syaithan senantiasa memberikan angan-angan dan menjadikannya lupa. Syaithan juga mengirim kepadanya pasukan berkuda dan pasukan yang berjalan kaki sampai hamba ini memandang remeh perintah shalat dan menggampangkannya lalu pada akhirnya ia meninggalkannya.Apabila syaithan tidak mampu rnempengaruhinya dengan cara ini dan hamba itu tetap melaksanakan shalatnya, maka syaithan akan kembali datang dan membisikkan dalam pikirannya, membuat penghalang antara ia dan hatinya, menjadikan hamba itu ingat dengan apa-apa yang sebenarnya ia tidak ingat sebelum melaksanakan shalat. Bahkan bisa jadi hamba itu lupa terhadap sesuatu atau hajat sehingga ia berputus asa darinya, maka syaithan akan mengingatkannya pada saat shalat agar syaithan menyibukkan hatinya dengan hajatnya itu dan menjauhkannya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Orang yang mengerjakan shalat tanpa menghadirkan hatinya maka ia tidak akan memperoleh kesejahteraan dan keberkahan dari-Nya serta kedekatan dengan-Nya. Orang seperti ini tidak akan memperoleh seperti apa yang diperoleh oleh orang yang menghadap kepada Rabb-nya dengan hati yang hadir dalam melaksanakan shalat. Orang seperti ini juga akan keluar dari shalatnya seperti orang yang melaksanakannya dengan kesalahan-kesalahannya, dosa-dosanya dan belum mendapatkan keringanan dari kesalahan dan dosanya dengan shalat yang ia laksanakan karena shalat hanya akan menghapuskan dosa orang yang melaksanakan, hak-haknya, khusyu' dan berdiri di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, dengan hati yang hadir.
View Details
- KEUTAMAAN MENDUDUKKAN MANUSIA SESUAI KEDUDUKANNYARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 353 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhuDari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعنه قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يمْسحُ منَاكِبَنَا في الصَّلاةِ وَيَقُولُ : « اسْتَوُوا وَلا تخْتلِفُوا ، فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ ، لِيَلِني مِنكُمْ أُولوا الأَحْلامِ والنُّهَى ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهم ، ثُمَّ الذين يلونَهم » رواه مسلم ."Rasulullah ﷺ biasa mengusap pundak-pundak kami ketika akan shalat seraya bersabda, 'Luruskanlah shaf kalian dan jangan berselisih sehingga hati kalian akan ikut berselisih. Hendaklah orang yang dekat denganku (dalam shaf shalat) di antara kalian adalah orang-orang dewasa dan berakal, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka'." (HR. Muslim)
View Details
- KUNCI KESUKSESAN DALAM SHALAT BERJAMAAHRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 353 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhuDari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعنه قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يمْسحُ منَاكِبَنَا في الصَّلاةِ وَيَقُولُ : « اسْتَوُوا وَلا تخْتلِفُوا ، فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ ، لِيَلِني مِنكُمْ أُولوا الأَحْلامِ والنُّهَى ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهم ، ثُمَّ الذين يلونَهم » رواه مسلم ."Rasulullah ﷺ biasa mengusap pundak-pundak kami ketika akan shalat seraya bersabda, 'Luruskanlah shaf kalian dan jangan berselisih sehingga hati kalian akan ikut berselisih. Hendaklah orang yang dekat denganku (dalam shaf shalat) di antara kalian adalah orang-orang dewasa dan berakal, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka'." (HR. Muslim)
View Details
- TINGGALKAN KARENA ALLAH ﷻ, ALLAH ﷻ GANTI DENGAN YANG LEBIH BAIKTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- AGAR TIDAK RIYA' KETIKA MENJADI IMAMRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanSesi Tanya Jawab
View Details
- SESI TANYA JAWABRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 353 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhuDari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعنه قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يمْسحُ منَاكِبَنَا في الصَّلاةِ وَيَقُولُ : « اسْتَوُوا وَلا تخْتلِفُوا ، فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ ، لِيَلِني مِنكُمْ أُولوا الأَحْلامِ والنُّهَى ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهم ، ثُمَّ الذين يلونَهم » رواه مسلم ."Rasulullah ﷺ biasa mengusap pundak-pundak kami ketika akan shalat seraya bersabda, 'Luruskanlah shaf kalian dan jangan berselisih sehingga hati kalian akan ikut berselisih. Hendaklah orang yang dekat denganku (dalam shaf shalat) di antara kalian adalah orang-orang dewasa dan berakal, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka'." (HR. Muslim)
View Details
- POSISI TERDEKAT DARI IMAMRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 353 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhuDari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعنه قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يمْسحُ منَاكِبَنَا في الصَّلاةِ وَيَقُولُ : « اسْتَوُوا وَلا تخْتلِفُوا ، فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ ، لِيَلِني مِنكُمْ أُولوا الأَحْلامِ والنُّهَى ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهم ، ثُمَّ الذين يلونَهم » رواه مسلم ."Rasulullah ﷺ biasa mengusap pundak-pundak kami ketika akan shalat seraya bersabda, 'Luruskanlah shaf kalian dan jangan berselisih sehingga hati kalian akan ikut berselisih. Hendaklah orang yang dekat denganku (dalam shaf shalat) di antara kalian adalah orang-orang dewasa dan berakal, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka'." (HR. Muslim)
View Details
- BAGAIMANA KITA BERDIRI SEBAGAI MAKMUM?Riyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 323 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhuDari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, وعنه قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يمْسحُ منَاكِبَنَا في الصَّلاةِ وَيَقُولُ : « اسْتَوُوا وَلا تخْتلِفُوا ، فَتَخْتَلِفَ قُلُوبُكُمْ ، لِيَلِني مِنكُمْ أُولوا الأَحْلامِ والنُّهَى ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهم ، ثُمَّ الذين يلونَهم » رواه مسلم ."Rasulullah ﷺ biasa mengusap pundak-pundak kami ketika akan shalat seraya bersabda, 'Luruskanlah shaf kalian dan jangan berselisih sehingga hati kalian akan ikut berselisih. Hendaklah orang yang dekat denganku (dalam shaf shalat) di antara kalian adalah orang-orang dewasa dan berakal, kemudian orang-orang sesudah mereka, kemudian orang-orang sesudah mereka'." (HR. Muslim)
View Details
- ADAB BERADA DI TEMPAT ORANG LAINRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 352 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن أبي مسعودٍ عُقبةَ بنِ عمرٍو البدريِّ الأنصاريِّ رضي اللَّهُ عنه قال: قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، فَإِنْ كَانُوا في الْقِراءَةِ سَواءً ، فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ ، فَإِنْ كَانُوا في السُّنَّةِ سَوَاءً ، فَأَقْدمُهُمْ هِجْرَةً ، فَإِنْ كانُوا في الهِجْرَةِ سَوَاءً ، فَأَقْدَمُهُمْ سِنّاً وَلا يُؤمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ في سُلْطَانِهِ ، وَلا يَقْعُدُ في بيْتِهِ على تَكْرِمتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ» رواه مسلم ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang paling pandai membaca kitab Allah. Apabila mereka di dalam urusan bacaan adalah sama, maka yang paling mengerti tentang Sunnah. Apabila mereka dalam Sunnah sama, maka yang terlebih dahulu hijrahnya. Dan jika mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang paling tua usianya. Janganlah seseorang mengimami orang lain di tempat kekuasaannya, kecuali dengan izinnya dan jangan duduk di atas tempat khususnya di rumahnya, kecuali dengan izinnya." (HR. Muslim)Dalam suatu riwayat miliknya, وفي روايةٍ لَهُ : « فَأَقْدمهُمْ سِلْماً » بَدل « سِنًّا » : أَيْ إِسْلاماً ."Yang terlebih dahulu masuk Islam," Dan dalam riwayat lain miliknya,وفي رواية : يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، وأَقْدمُهُمْ قِراءَةً ، فَإِنْ كَانَتْ قِراءَتُهمْ سَواءً فَيَؤُمُّهم أَقْدمُهُمْ هِجْرةً ، فَإِنْ كَانوا في الهِجْرَةِ سوَاء ، فَلْيُؤمَّهُمْ أَكْبرُهُمْ سِناً » .والمُرادُ « بِسُلْطَانِهِ » محلُّ ولايتِهِ ، أَوْ الموْضعُ الذي يخْتَصُّ به . « وَتَكْرِمتُهُ» بفتحِ التاءِ وكسر والراءِ : وهِي ما يَنْفَرِدُ بِهِ مِنْ فِراشٍ وسرِيرٍ ونحْوِهِمَا ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang terpandai membaca kitab Allah dan paling dahulu bacaannya. Jika bacaan mereka sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling dahulu hijrahnya. Dan apabila mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling tua usia(nya)."
View Details
- FOKUS DALAM BERIBADAHKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatSabda Nabi dalam hadits: "Dan aku memerintahkan kepada kalian untuk melaksanakan shalat. Apabila kalian melaksanakan shalat, janganlah kalian menoleh karena sesungguhnya Allah menghadapkan wajah-Nya pada wajah hamba-Nya selama hamba itu tidak menoleh." Menoleh yang terlarang dalam shalat ada dua macam: Pertama, menoleh atau berpalingnya hati dari Allah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.Kedua, menoleh atau berpalingnya penglihatan. Kedua hal ini terlarang. Allah senantiasa menepati janjinya selama hamba itu senantiasa melaksanakan shalatnya. Apabila ia berpaling dari Allah dengan hati atau penglihatannya, maka Allah akan berpaling darinya. Nabi pernah ditanya tentang menolehnya seseorang ketika mengerjakan shalat, lalu beliau bersabda: Dalam sebuah atsar disebutkan bahwa Allah berfirman, "(Ia berpaling) kepada yang lebih baik dari-Ku, kepada yang lebih baik dari-Ku?" Perumpamaan orang yang menoleh dalam shalatnya dengan penglihatan maupun hatinya adalah seperti seseorang yang dipanggil oleh penguasa lalu ia diberdirikan di hadapannya, dan ia menemui sang penguasa kemudian mengajaknya bicara. Di sela-sela pembicaraannya dengan penguasa, ia malah menoleh ke kiri dan ke kanan dan hatinya berpaling dari penguasa sehingga ia tidak lagi memahami apa yang dikatakan kepadanya karena hatinya tidak lagi hadir bersamanya. Bagaimana mungkin orang tersebut berbuat seperti itu terhadap penguasa. Bukankah lebih pantas baginya untuk pergi dari sisi penguasa disebabkan karena tidak lagi memperhatikan pembicaraannya? Orang yang shalat tidak sebanding satu sama lainnya, dan yang hadir hatinya menghadap Allah dalam shalatnya sehingga hatinya merasakan keagungan Rabb yang mana ia berdiri di hadapan-Nya, hatinya dipenuhi dengan kebesaran-Nya, tunduk kepada-Nya dan merasa malu kepada Rabb-nya untuk menghadap kepada selain-Nya atau berpaling dari-Nya. Dan (terdapat perbeda-an) antara shalat keduanya, sebagaimana perkataan Hassan bin `Athiyyah, "Sesungguhnya dua orang berada dalam satu shalat yang sama, namun perbedaan keutamaan antara keduanya seperti langit dan bumi. Hal itu karena salah satu di antara keduanya menghadap Allah dengan hatinya, sementara yang lainnya lupa dan lalai." Apabila seorang hamba menghadap kepada makhluk semisalnya lalu di antara keduanya terdapat penghalang, maka itu tidak dikatakan menghadap dan mendekatkan diri. Bagaimana keadaannya dengan Sang Pencipta ﷻ? Apabila seorang hamba menghadap kepada Allah, sementara antara ia dan Allah terdapat penghalang berupa syahwat, waswas, jiwa yang senang dengannya dan penuh dengan syahwat, maka bagaimana mungkin hal itu disebut sebagai menghadap kepada Allah, sementara ia diperbudak oleh rasa waswas dan pikiran-pikiran, dan pikirannya itu telah membawanya jauh dari konsentrasi dengan shalat yang ia lakukan?
View Details
- PAHALA MEMPRIORITASKAN KEUTAMAAN AHLI ILMURiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 352 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن أبي مسعودٍ عُقبةَ بنِ عمرٍو البدريِّ الأنصاريِّ رضي اللَّهُ عنه قال: قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، فَإِنْ كَانُوا في الْقِراءَةِ سَواءً ، فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ ، فَإِنْ كَانُوا في السُّنَّةِ سَوَاءً ، فَأَقْدمُهُمْ هِجْرَةً ، فَإِنْ كانُوا في الهِجْرَةِ سَوَاءً ، فَأَقْدَمُهُمْ سِنّاً وَلا يُؤمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ في سُلْطَانِهِ ، وَلا يَقْعُدُ في بيْتِهِ على تَكْرِمتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ» رواه مسلم ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang paling pandai membaca kitab Allah. Apabila mereka di dalam urusan bacaan adalah sama, maka yang paling mengerti tentang Sunnah. Apabila mereka dalam Sunnah sama, maka yang terlebih dahulu hijrahnya. Dan jika mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang paling tua usianya. Janganlah seseorang mengimami orang lain di tempat kekuasaannya, kecuali dengan izinnya dan jangan duduk di atas tempat khususnya di rumahnya, kecuali dengan izinnya." (HR. Muslim)Dalam suatu riwayat miliknya, وفي روايةٍ لَهُ : « فَأَقْدمهُمْ سِلْماً » بَدل « سِنًّا » : أَيْ إِسْلاماً ."Yang terlebih dahulu masuk Islam," Dan dalam riwayat lain miliknya,وفي رواية : يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، وأَقْدمُهُمْ قِراءَةً ، فَإِنْ كَانَتْ قِراءَتُهمْ سَواءً فَيَؤُمُّهم أَقْدمُهُمْ هِجْرةً ، فَإِنْ كَانوا في الهِجْرَةِ سوَاء ، فَلْيُؤمَّهُمْ أَكْبرُهُمْ سِناً » .والمُرادُ « بِسُلْطَانِهِ » محلُّ ولايتِهِ ، أَوْ الموْضعُ الذي يخْتَصُّ به . « وَتَكْرِمتُهُ» بفتحِ التاءِ وكسر والراءِ : وهِي ما يَنْفَرِدُ بِهِ مِنْ فِراشٍ وسرِيرٍ ونحْوِهِمَا ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang terpandai membaca kitab Allah dan paling dahulu bacaannya. Jika bacaan mereka sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling dahulu hijrahnya. Dan apabila mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling tua usia(nya)."
View Details
- LELAH KARENA JADI GENERASI SANDWICH?Riyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanTanya Jawab
View Details
- TEMPATKAN SESEORANG SESUAI KEDUDUKANNYARiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 352 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن أبي مسعودٍ عُقبةَ بنِ عمرٍو البدريِّ الأنصاريِّ رضي اللَّهُ عنه قال: قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، فَإِنْ كَانُوا في الْقِراءَةِ سَواءً ، فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ ، فَإِنْ كَانُوا في السُّنَّةِ سَوَاءً ، فَأَقْدمُهُمْ هِجْرَةً ، فَإِنْ كانُوا في الهِجْرَةِ سَوَاءً ، فَأَقْدَمُهُمْ سِنّاً وَلا يُؤمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ في سُلْطَانِهِ ، وَلا يَقْعُدُ في بيْتِهِ على تَكْرِمتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ» رواه مسلم ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang paling pandai membaca kitab Allah. Apabila mereka di dalam urusan bacaan adalah sama, maka yang paling mengerti tentang Sunnah. Apabila mereka dalam Sunnah sama, maka yang terlebih dahulu hijrahnya. Dan jika mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang paling tua usianya. Janganlah seseorang mengimami orang lain di tempat kekuasaannya, kecuali dengan izinnya dan jangan duduk di atas tempat khususnya di rumahnya, kecuali dengan izinnya." (HR. Muslim)Dalam suatu riwayat miliknya, وفي روايةٍ لَهُ : « فَأَقْدمهُمْ سِلْماً » بَدل « سِنًّا » : أَيْ إِسْلاماً ."Yang terlebih dahulu masuk Islam," Dan dalam riwayat lain miliknya,وفي رواية : يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، وأَقْدمُهُمْ قِراءَةً ، فَإِنْ كَانَتْ قِراءَتُهمْ سَواءً فَيَؤُمُّهم أَقْدمُهُمْ هِجْرةً ، فَإِنْ كَانوا في الهِجْرَةِ سوَاء ، فَلْيُؤمَّهُمْ أَكْبرُهُمْ سِناً » .والمُرادُ « بِسُلْطَانِهِ » محلُّ ولايتِهِ ، أَوْ الموْضعُ الذي يخْتَصُّ به . « وَتَكْرِمتُهُ» بفتحِ التاءِ وكسر والراءِ : وهِي ما يَنْفَرِدُ بِهِ مِنْ فِراشٍ وسرِيرٍ ونحْوِهِمَا ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang terpandai membaca kitab Allah dan paling dahulu bacaannya. Jika bacaan mereka sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling dahulu hijrahnya. Dan apabila mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling tua usia(nya)."
View Details
- TIPS MEMILIKI HARAPAN DALAM HIDUPTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- MEMINTA JODOH 'FULL PACKAGE' Riyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 352 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن أبي مسعودٍ عُقبةَ بنِ عمرٍو البدريِّ الأنصاريِّ رضي اللَّهُ عنه قال: قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، فَإِنْ كَانُوا في الْقِراءَةِ سَواءً ، فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ ، فَإِنْ كَانُوا في السُّنَّةِ سَوَاءً ، فَأَقْدمُهُمْ هِجْرَةً ، فَإِنْ كانُوا في الهِجْرَةِ سَوَاءً ، فَأَقْدَمُهُمْ سِنّاً وَلا يُؤمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ في سُلْطَانِهِ ، وَلا يَقْعُدُ في بيْتِهِ على تَكْرِمتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ» رواه مسلم ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang paling pandai membaca kitab Allah. Apabila mereka di dalam urusan bacaan adalah sama, maka yang paling mengerti tentang Sunnah. Apabila mereka dalam Sunnah sama, maka yang terlebih dahulu hijrahnya. Dan jika mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang paling tua usianya. Janganlah seseorang mengimami orang lain di tempat kekuasaannya, kecuali dengan izinnya dan jangan duduk di atas tempat khususnya di rumahnya, kecuali dengan izinnya." (HR. Muslim)Dalam suatu riwayat miliknya, وفي روايةٍ لَهُ : « فَأَقْدمهُمْ سِلْماً » بَدل « سِنًّا » : أَيْ إِسْلاماً ."Yang terlebih dahulu masuk Islam," Dan dalam riwayat lain miliknya,وفي رواية : يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، وأَقْدمُهُمْ قِراءَةً ، فَإِنْ كَانَتْ قِراءَتُهمْ سَواءً فَيَؤُمُّهم أَقْدمُهُمْ هِجْرةً ، فَإِنْ كَانوا في الهِجْرَةِ سوَاء ، فَلْيُؤمَّهُمْ أَكْبرُهُمْ سِناً » .والمُرادُ « بِسُلْطَانِهِ » محلُّ ولايتِهِ ، أَوْ الموْضعُ الذي يخْتَصُّ به . « وَتَكْرِمتُهُ» بفتحِ التاءِ وكسر والراءِ : وهِي ما يَنْفَرِدُ بِهِ مِنْ فِراشٍ وسرِيرٍ ونحْوِهِمَا ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang terpandai membaca kitab Allah dan paling dahulu bacaannya. Jika bacaan mereka sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling dahulu hijrahnya. Dan apabila mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling tua usia(nya)."
View Details
- KEUTAMAAN SENIORRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 352 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن أبي مسعودٍ عُقبةَ بنِ عمرٍو البدريِّ الأنصاريِّ رضي اللَّهُ عنه قال: قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، فَإِنْ كَانُوا في الْقِراءَةِ سَواءً ، فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ ، فَإِنْ كَانُوا في السُّنَّةِ سَوَاءً ، فَأَقْدمُهُمْ هِجْرَةً ، فَإِنْ كانُوا في الهِجْرَةِ سَوَاءً ، فَأَقْدَمُهُمْ سِنّاً وَلا يُؤمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ في سُلْطَانِهِ ، وَلا يَقْعُدُ في بيْتِهِ على تَكْرِمتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ» رواه مسلم ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang paling pandai membaca kitab Allah. Apabila mereka di dalam urusan bacaan adalah sama, maka yang paling mengerti tentang Sunnah. Apabila mereka dalam Sunnah sama, maka yang terlebih dahulu hijrahnya. Dan jika mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang paling tua usianya. Janganlah seseorang mengimami orang lain di tempat kekuasaannya, kecuali dengan izinnya dan jangan duduk di atas tempat khususnya di rumahnya, kecuali dengan izinnya." (HR. Muslim)Dalam suatu riwayat miliknya, وفي روايةٍ لَهُ : « فَأَقْدمهُمْ سِلْماً » بَدل « سِنًّا » : أَيْ إِسْلاماً ."Yang terlebih dahulu masuk Islam," Dan dalam riwayat lain miliknya,وفي رواية : يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، وأَقْدمُهُمْ قِراءَةً ، فَإِنْ كَانَتْ قِراءَتُهمْ سَواءً فَيَؤُمُّهم أَقْدمُهُمْ هِجْرةً ، فَإِنْ كَانوا في الهِجْرَةِ سوَاء ، فَلْيُؤمَّهُمْ أَكْبرُهُمْ سِناً » .والمُرادُ « بِسُلْطَانِهِ » محلُّ ولايتِهِ ، أَوْ الموْضعُ الذي يخْتَصُّ به . « وَتَكْرِمتُهُ» بفتحِ التاءِ وكسر والراءِ : وهِي ما يَنْفَرِدُ بِهِ مِنْ فِراشٍ وسرِيرٍ ونحْوِهِمَا ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang terpandai membaca kitab Allah dan paling dahulu bacaannya. Jika bacaan mereka sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling dahulu hijrahnya. Dan apabila mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling tua usia(nya)."
View Details
- KEUTAMAAN ILMU AL-QURAN & SUNNAHRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 352 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن أبي مسعودٍ عُقبةَ بنِ عمرٍو البدريِّ الأنصاريِّ رضي اللَّهُ عنه قال: قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، فَإِنْ كَانُوا في الْقِراءَةِ سَواءً ، فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ ، فَإِنْ كَانُوا في السُّنَّةِ سَوَاءً ، فَأَقْدمُهُمْ هِجْرَةً ، فَإِنْ كانُوا في الهِجْرَةِ سَوَاءً ، فَأَقْدَمُهُمْ سِنّاً وَلا يُؤمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ في سُلْطَانِهِ ، وَلا يَقْعُدُ في بيْتِهِ على تَكْرِمتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ» رواه مسلم ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang paling pandai membaca kitab Allah. Apabila mereka di dalam urusan bacaan adalah sama, maka yang paling mengerti tentang Sunnah. Apabila mereka dalam Sunnah sama, maka yang terlebih dahulu hijrahnya. Dan jika mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang paling tua usianya. Janganlah seseorang mengimami orang lain di tempat kekuasaannya, kecuali dengan izinnya dan jangan duduk di atas tempat khususnya di rumahnya, kecuali dengan izinnya." (HR. Muslim)Dalam suatu riwayat miliknya, وفي روايةٍ لَهُ : « فَأَقْدمهُمْ سِلْماً » بَدل « سِنًّا » : أَيْ إِسْلاماً ."Yang terlebih dahulu masuk Islam," Dan dalam riwayat lain miliknya,وفي رواية : يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، وأَقْدمُهُمْ قِراءَةً ، فَإِنْ كَانَتْ قِراءَتُهمْ سَواءً فَيَؤُمُّهم أَقْدمُهُمْ هِجْرةً ، فَإِنْ كَانوا في الهِجْرَةِ سوَاء ، فَلْيُؤمَّهُمْ أَكْبرُهُمْ سِناً » .والمُرادُ « بِسُلْطَانِهِ » محلُّ ولايتِهِ ، أَوْ الموْضعُ الذي يخْتَصُّ به . « وَتَكْرِمتُهُ» بفتحِ التاءِ وكسر والراءِ : وهِي ما يَنْفَرِدُ بِهِ مِنْ فِراشٍ وسرِيرٍ ونحْوِهِمَا ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang terpandai membaca kitab Allah dan paling dahulu bacaannya. Jika bacaan mereka sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling dahulu hijrahnya. Dan apabila mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling tua usia(nya)."
View Details
Riyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 352 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن أبي مسعودٍ عُقبةَ بنِ عمرٍو البدريِّ الأنصاريِّ رضي اللَّهُ عنه قال: قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، فَإِنْ كَانُوا في الْقِراءَةِ سَواءً ، فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ ، فَإِنْ كَانُوا في السُّنَّةِ سَوَاءً ، فَأَقْدمُهُمْ هِجْرَةً ، فَإِنْ كانُوا في الهِجْرَةِ سَوَاءً ، فَأَقْدَمُهُمْ سِنّاً وَلا يُؤمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ في سُلْطَانِهِ ، وَلا يَقْعُدُ في بيْتِهِ على تَكْرِمتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ» رواه مسلم ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang paling pandai membaca kitab Allah. Apabila mereka di dalam urusan bacaan adalah sama, maka yang paling mengerti tentang Sunnah. Apabila mereka dalam Sunnah sama, maka yang terlebih dahulu hijrahnya. Dan jika mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang paling tua usianya. Janganlah seseorang mengimami orang lain di tempat kekuasaannya, kecuali dengan izinnya dan jangan duduk di atas tempat khususnya di rumahnya, kecuali dengan izinnya." (HR. Muslim)Dalam suatu riwayat miliknya, وفي روايةٍ لَهُ : « فَأَقْدمهُمْ سِلْماً » بَدل « سِنًّا » : أَيْ إِسْلاماً ."Yang terlebih dahulu masuk Islam," Dan dalam riwayat lain miliknya,وفي رواية : يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، وأَقْدمُهُمْ قِراءَةً ، فَإِنْ كَانَتْ قِراءَتُهمْ سَواءً فَيَؤُمُّهم أَقْدمُهُمْ هِجْرةً ، فَإِنْ كَانوا في الهِجْرَةِ سوَاء ، فَلْيُؤمَّهُمْ أَكْبرُهُمْ سِناً » .والمُرادُ « بِسُلْطَانِهِ » محلُّ ولايتِهِ ، أَوْ الموْضعُ الذي يخْتَصُّ به . « وَتَكْرِمتُهُ» بفتحِ التاءِ وكسر والراءِ : وهِي ما يَنْفَرِدُ بِهِ مِنْ فِراشٍ وسرِيرٍ ونحْوِهِمَا ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang terpandai membaca kitab Allah dan paling dahulu bacaannya. Jika bacaan mereka sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling dahulu hijrahnya. Dan apabila mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling tua usia(nya)."
View Details
- SIAPA YANG BERHAK MENJADI IMAM?Riyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanHadits 352 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhuDari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Badri al-Anshari Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن أبي مسعودٍ عُقبةَ بنِ عمرٍو البدريِّ الأنصاريِّ رضي اللَّهُ عنه قال: قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، فَإِنْ كَانُوا في الْقِراءَةِ سَواءً ، فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ ، فَإِنْ كَانُوا في السُّنَّةِ سَوَاءً ، فَأَقْدمُهُمْ هِجْرَةً ، فَإِنْ كانُوا في الهِجْرَةِ سَوَاءً ، فَأَقْدَمُهُمْ سِنّاً وَلا يُؤمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ في سُلْطَانِهِ ، وَلا يَقْعُدُ في بيْتِهِ على تَكْرِمتِهِ إِلاَّ بِإِذْنِهِ» رواه مسلم ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang paling pandai membaca kitab Allah. Apabila mereka di dalam urusan bacaan adalah sama, maka yang paling mengerti tentang Sunnah. Apabila mereka dalam Sunnah sama, maka yang terlebih dahulu hijrahnya. Dan jika mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang paling tua usianya. Janganlah seseorang mengimami orang lain di tempat kekuasaannya, kecuali dengan izinnya dan jangan duduk di atas tempat khususnya di rumahnya, kecuali dengan izinnya." (HR. Muslim)Dalam suatu riwayat miliknya, وفي روايةٍ لَهُ : « فَأَقْدمهُمْ سِلْماً » بَدل « سِنًّا » : أَيْ إِسْلاماً ."Yang terlebih dahulu masuk Islam," Dan dalam riwayat lain miliknya,وفي رواية : يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤهُمْ لِكتَابِ اللَّهِ ، وأَقْدمُهُمْ قِراءَةً ، فَإِنْ كَانَتْ قِراءَتُهمْ سَواءً فَيَؤُمُّهم أَقْدمُهُمْ هِجْرةً ، فَإِنْ كَانوا في الهِجْرَةِ سوَاء ، فَلْيُؤمَّهُمْ أَكْبرُهُمْ سِناً » .والمُرادُ « بِسُلْطَانِهِ » محلُّ ولايتِهِ ، أَوْ الموْضعُ الذي يخْتَصُّ به . « وَتَكْرِمتُهُ» بفتحِ التاءِ وكسر والراءِ : وهِي ما يَنْفَرِدُ بِهِ مِنْ فِراشٍ وسرِيرٍ ونحْوِهِمَا ."Yang berhak mengimami suatu kaum adalah yang terpandai membaca kitab Allah dan paling dahulu bacaannya. Jika bacaan mereka sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling dahulu hijrahnya. Dan apabila mereka di dalam hijrahnya sama, maka yang mengimami mereka adalah yang paling tua usia(nya)."
View Details
- AGAR ALLAH MENERIMA KITAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Hadirnya hati saat melaksanakan shalatSabda Nabi dalam hadits: "Dan aku memerintahkan kepada kalian untuk melaksanakan shalat. Apabila kalian melaksanakan shalat, janganlah kalian menoleh karena sesungguhnya Allah menghadapkan wajah-Nya pada wajah hamba-Nya selama hamba itu tidak menoleh." Menoleh yang terlarang dalam shalat ada dua macam: Pertama, menoleh atau berpalingnya hati dari Allah kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala.Kedua, menoleh atau berpalingnya penglihatan. Kedua hal ini terlarang. Allah senantiasa menepati janjinya selama hamba itu senantiasa melaksanakan shalatnya. Apabila ia berpaling dari Allah dengan hati atau penglihatannya, maka Allah akan berpaling darinya. Nabi pernah ditanya tentang menolehnya seseorang ketika mengerjakan shalat, lalu beliau bersabda: Dalam sebuah atsar disebutkan bahwa Allah berfirman, "(Ia berpaling) kepada yang lebih baik dari-Ku, kepada yang lebih baik dari-Ku?" Perumpamaan orang yang menoleh dalam shalatnya dengan penglihatan maupun hatinya adalah seperti seseorang yang dipanggil oleh penguasa lalu ia diberdirikan di hadapannya, dan ia menemui sang penguasa kemudian mengajaknya bicara. Di sela-sela pembicaraannya dengan penguasa, ia malah menoleh ke kiri dan ke kanan dan hatinya berpaling dari penguasa sehingga ia tidak lagi memahami apa yang dikatakan kepadanya karena hatinya tidak lagi hadir bersamanya.
View Details
- HARAPAN & SEMANGAT HIDUPRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanQS. Az-Zumar: 9Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,أَمَّنْ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS. Az-Zumar: 9)
View Details
- HARAPAN ITU SELALU ADA SAUDARAKUTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- MUHASABAH VS SELF BLAMINGBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanTanya Jawab
View Details
- LEBIH DEKAT DENGAN AYAHBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanTanya Jawab
View Details
- INGIN SUKSES? INI RESEPNYABab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanQS. Az-Zumar: 9Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,أَمَّنْ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS. Az-Zumar: 9)
View Details
- Riyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanQS. Az-Zumar: 9Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,أَمَّنْ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran. (QS. Az-Zumar: 9)
View Details
- Riyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanMukadimah
View Details
- TAK AKAN PERNAH SAMAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Perumpamaan orang yang bertauhid & orang musyrikAllah Subhanahu wa Ta’ala berfirmanلِيَمِيزَ ٱللَّهُ ٱلْخَبِيثَ مِنَ ٱلطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ ٱلْخَبِيثَ بَعْضَهُۥ عَلَىٰ بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُۥ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُۥ فِى جَهَنَّمَ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَSupaya Allah memisahkan (golongan) yang buruk dari yang baik dan menjadikan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu kesemuanya ditumpukkan-Nya, dan dimasukkan-Nya ke dalam neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi. (QS. Al-Anfal: 37)
View Details
- MEMULIAKAN & MEMPRIORITASKAN ULAMA, AHLI ILMU, SENIOR, & ORANG-ORANG YANG. PUNYA KEUTAMAANRiyaadhush ShaalihiinBab 44 | Memuliakan, memprioritaskan, meninggikan, & menunjukkan kemuliaan ulama, ahli ilmu, senior, & orang-orang yang punya keutamaanMukadimah
View Details
- KELUARGA NABI ﷺRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم ."Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- HARAP-HARAP CEMASTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- ADIL & OBJEKTIF DEKATKAN TAQWARiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaTanya Jawab
View Details
1214.Riyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaTanya Jawab
View Details
- MANFAAT DARI MEMULIAKAN KELUARGA RASULULLAH ﷺRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- BERBICARA BAIK TENTANG KELUARGA & SAHABAT NABI ﷺRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- SETIA KEPADA KELUARGA NABI ﷺ YANG BERIMANRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- MULIAKAN AHLUL BAIT = MULIAKAN RASULULLAH ﷺRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- BERBAHAGIALAH KALIAN!Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Perumpamaan orang yang bertauhid & orang musyrikKetika syirik merupakan catatan yang paling agung di sisi Allah di antara tiga catatan tersebut, maka Allah rnengharamkan Surga bagi pelakunya. Tidak akan masuk Surga seorang yang melakukan Surga hanya akan dimasuki oleh orang-orang yang menyeru kepada kebaikan dan melarang dari kemunkaran, bertutur kata baik, melaksanakan amanah, menyambung silaturrahim dan berbakti kepada kedua orang tua. Siapa saja di antara hamba yang menjadikan kunci yang benar berupa tauhid di dunia ini, kemudian menyusun pada kunci tersebut seperti melaksanakan perintah, maka ia akan datang pada hari Kiamat kelak menuju pintu Surga dan hadir bersamanya kunci Surga itu, yang tidak akan dibuka kecuali dengan kunci itu. Namun siapa yang belum memiliki kunci, maka tidak akan dibukakan baginya pintu Surga. Begitu pula orang yang datang dengan kunci yang tidak memiliki gigi, tidak akan mungkin baginya untuk membuka pintu Surga dengan kunci seperti itu. Adapun gigi-gigi dari kunci tersebut adalah shalat, puasa, zakat, haji dan jihad. Kecuali ia mempunyai dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang belum hilang darinya bekas dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan itu di dunia ini dengan taubat dan istighfar, maka sesungguhnya ia dilarang untuk masuk ke dalam Surga sampai ia bersih dari dosa-dosanya. Apabila belum dibersihkan dengan musibah-musibah dan kesulitan-kesulitan yang menimpanya, niscaya ia harus masuk ke dalam neraka terlebih dahulu agar dikeluarkan keburukan yang ada padanya dan bersih dari kotorannya kemudian dikeluarkan dari neraka lalu masuk ke dalam Surga; karena sesungguhnya Surga itu adalah negeri orang-orang baik, tidak akan dimasuki kecuali oleh orang yang baik.Alllah Subhanahu wa Ta’ala berfiirman,ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَٰمٌ عَلَيْكُمُ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS. An-Nahl: 32)Juga firman Allah Ta'alaوَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَٰلِدِينَDan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan dibawa ke dalam surga berombong-rombongan (pula). Sehingga apabila mereka sampai ke surga itu sedang pintu-pintunya telah terbuka dan berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya: "Kesejahteraan (dilimpahkan) atasmu. Berbahagialah kamu! maka masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya". (QS. Az-Zumar: 73)Allah, menyebutkan kata ath-tha ib (kebaikan/kebahagiaan) persis setelah (kalimat) masuknya (penghuni Surga) ke dalam Surga dengan menggunakan huruf fa' yang menjelaskan bahwa kebaikan itu merupakan sebab masuk ke dalam Surga. Maksudnya, disebabkan oleh kebaikan kalian, maka dikatakan kepada kalian, "Masuklah kalian ke dalam Surga!"
View Details
- KELUARGA PALING MULIARiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم ."Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- KESETIAAN BUKAN FANATIKTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- SULIT JODOH AKIBAT DOSA ORANG TUA KAH?Riyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaTanya Jawab
View Details
- SUDAH TERLAMBATKAH SAYA BERHIJRAH?Riyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- ANTARA NABI ﷺ & DIRI SENDIRIRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم ."Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- RASULULLAH ﷺ LEBIH UTAMA DIBANDING DIRI KALIANRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- PEMULIAAN SAHABAT TERHADAP AHLUL BAIT RASULULLAH ﷺRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- DERAJAT CINTA YANG PALING TINGGIRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- MASA DEPAN ORANG-ORANG BAIKKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Perumpamaan orang yang bertauhid & orang musyrikKetika syirik merupakan catatan yang paling agung di sisi Allah di antara tiga catatan tersebut, maka Allah rnengharamkan Surga bagi pelakunya. Tidak akan masuk Surga seorang yang melakukan Surga hanya akan dimasuki oleh orang-orang yang menyeru kepada kebaikan dan melarang dari kemunkaran, bertutur kata baik, melaksanakan amanah, menyambung silaturrahim dan berbakti kepada kedua orang tua. Siapa saja di antara hamba yang menjadikan kunci yang benar berupa tauhid di dunia ini, kemudian menyusun pada kunci tersebut seperti melaksanakan perintah, maka ia akan datang pada hari Kiamat kelak menuju pintu Surga dan hadir bersamanya kunci Surga itu, yang tidak akan dibuka kecuali dengan kunci itu. Namun siapa yang belum memiliki kunci, maka tidak akan dibukakan baginya pintu Surga. Begitu pula orang yang datang dengan kunci yang tidak memiliki gigi, tidak akan mungkin baginya untuk membuka pintu Surga dengan kunci seperti itu. Adapun gigi-gigi dari kunci tersebut adalah shalat, puasa, zakat, haji dan jihad. Kecuali ia mempunyai dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang belum hilang darinya bekas dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan itu di dunia ini dengan taubat dan istighfar, maka sesungguhnya ia dilarang untuk masuk ke dalam Surga sampai ia bersih dari dosa-dosanya. Apabila belum dibersihkan dengan musibah-musibah dan kesulitan-kesulitan yang menimpanya, niscaya ia harus masuk ke dalam neraka terlebih dahulu agar dikeluarkan keburukan yang ada padanya dan bersih dari kotorannya kemudian dikeluarkan dari neraka lalu masuk ke dalam Surga; karena sesungguhnya Surga itu adalah negeri orang-orang baik, tidak akan dimasuki kecuali oleh orang yang baik.Alllah Subhanahu wa Ta’ala berfiirman,ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَٰمٌ عَلَيْكُمُ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): "Salaamun'alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan". (QS. An-Nahl: 32)Allah , menyebutkan kata ath-tha ib (kebaikan/kebahagiaan) persis setelah (kalimat) masuknya (penghuni Surga) ke dalam Surga dengan menggunakan huruf fa' yang menjelaskan bahwa kebaikan itu merupakan sebab masuk ke dalam Surga. Maksudnya, disebabkan oleh kebaikan kalian, maka dikatakan kepada kalian, "Masuldah kalian ke dalam Surga!"
View Details
- AGUNGNYA KELUARGA RASULULLAH ﷺRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- HATI-HATI FANATIKTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya', bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- KENAPA ‘NYESEK’ SETELAH BERHIJRAH?Riyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaTanya Jawab
View Details
- KUNCI BAHAGIA DI USIA TUARiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم ."Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
KITA YANG BUTUHKhutbah JumatUstadz Muhammad Nuzul DzikriMasjid Nur SalmaMenara CentennialJakarta Selatan
View Details
- AMBIL & BERPEGANG TEGUHLAHRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم ."Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- CARA MENDAPATKAN CAHAYA PETUNJUK AL-QURANRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- KUNCI MENYIKAPI MANUSIARiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم ."Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- CAHAYA DARI RUMAH KITARiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم ."Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- PEMBERSIH DOSAKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Perumpamaan orang yang bertauhid & orang musyrikKetika syirik merupakan catatan yang paling agung di sisi Allah di antara tiga catatan tersebut, maka Allah rnengharamkan Surga bagi pelakunya. Tidak akan masuk Surga seorang yang melakukan Surga hanya akan dimasuki oleh orang-orang yang menyeru kepada kebaikan dan melarang dari kemunkaran, bertutur kata baik, melaksanakan amanah, menyambung silaturrahim dan berbakti kepada kedua orang tua. Siapa saja di antara hamba yang menjadikan kunci yang benar berupa tauhid di dunia ini, kemudian menyusun pada kunci tersebut seperti melaksanakan perintah, maka ia akan datang pada hari Kiamat kelak menuju pintu Surga dan hadir bersamanya kunci Surga itu, yang tidak akan dibuka kecuali dengan kunci itu. Namun siapa yang belum memiliki kunci, maka tidak akan dibukakan baginya pintu Surga. Begitu pula orang yang datang dengan kunci yang tidak memiliki gigi, tidak akan mungkin baginya untuk membuka pintu Surga dengan kunci seperti itu. Adapun gigi-gigi dari kunci tersebut adalah shalat, puasa, zakat, haji dan jihad. Kecuali ia mempunyai dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang belum hilang darinya bekas dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan itu di dunia ini dengan taubat dan istighfar, maka sesungguhnya ia dilarang untuk masuk ke dalam Surga sampai ia bersih dari dosa-dosanya. Apabila belum dibersihkan dengan musibah-musibah dan kesulitan-kesulitan yang menimpanya, niscaya ia harus masuk ke dalam neraka terlebih dahulu agar dikeluarkan keburukan yang ada padanya dan bersih dari kotorannya kemudian dikeluarkan dari neraka lalu masuk ke dalam Surga; karena sesungguhnya Surga itu adalah negeri orang-orang baik, tidak akan dimasuki kecuali oleh orang yang baik.
View Details
- DUA PERKARA YANG AGUNGRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم ."Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- FOKUS PADA AIB SENDIRI = KONSEP KESUKSESANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, memandang rendah orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- SEMAKIN PRODUKTIF SETELAH HIJRAHRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaTanya Jawab
View Details
- SATU TIPS EFEKTIF HADAPI PROBLEM HIDUPRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaTanya Jawab
View Details
- CERDAS MENYIKAPI KEBERSAMAANRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم ."Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- JANGAN KEHILANGAN MOMENTUMRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم ."Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- SALAH SATU CIRI PENCINTA RASULULLAH ﷺ Riyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- KUNCI PINTU KEBAHAGIAANKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Perumpamaan orang yang bertauhid & orang musyrikKetika syirik merupakan catatan yang paling agung di sisi Allah di antara tiga catatan tersebut, maka Allah rnengharamkan Surga bagi pelakunya. Tidak akan masuk Surga seorang yang melakukan Surga hanya akan dimasuki oleh orang-orang yang menyeru kepada kebaikan dan melarang dari kemunkaran, bertutur kata baik, melaksanakan amanah, menyambung silaturrahim dan berbakti kepada kedua orang tua. Siapa saja di antara hamba yang menjadikan kunci yang benar berupa tauhid di dunia ini, kemudian menyusun pada kunci tersebut seperti melaksanakan perintah, maka ia akan datang pada hari Kiamat kelak menuju pintu Surga dan hadir bersamanya kunci Surga itu, yang tidak akan dibuka kecuali dengan kunci itu. Namun siapa yang belum memiliki kunci, maka tidak akan dibukakan baginya pintu Surga. Begitu pula orang yang datang dengan kunci yang tidak memiliki gigi, tidak akan mungkin baginya untuk membuka pintu Surga dengan kunci seperti itu. Adapun gigi-gigi dari kunci tersebut adalah shalat, puasa, zakat, haji dan jihad. Kecuali ia mempunyai dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan yang belum hilang darinya bekas dari dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan itu di dunia ini dengan taubat dan istighfar, maka sesungguhnya ia dilarang untuk masuk ke dalam Surga sampai ia bersih dari dosa-dosanya. Apabila belum dibersihkan dengan musibah-musibah dan kesulitan-kesulitan yang menimpanya, niscaya ia harus masuk ke dalam neraka terlebih dahulu agar dikeluarkan keburukan yang ada padanya dan bersih dari kotorannya kemudian dikeluarkan dari neraka lalu masuk ke dalam Surga; karena sesungguhnya Surga itu adalah negeri orang-orang baik, tidak akan dimasuki kecuali oleh orang yang baik.
View Details
- SELAGI KEBAIKAN ITU ADARiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم ."Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- LISAN CERMINAN HATI Riyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم ."Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- KETIKA VISI SUAMI ISTRI BERBEDARiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaTanya Jawab
View Details
- BUKA AIB ORANG = BUKA AIB SENDIRITadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, memandang rendah orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- MENYIKAPI ADIK YANG TOXICRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم ."Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- KEBAIKAN YANG HAKIKIRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, انْطلَقْتُ أَنا وحُصيْنُ بْنُ سَبْرَةَ ، وعمْرُو بن مُسْلِمٍ إلى زَيْدِ بْنِ أَرقمَ رضي اللَّه عنهم ، فلَمَّا جَلسْنا إِلَيهِ قال له حُصيْنٌ : لَقَد لَقِيتَ يَا زيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، رَأَيْتَ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وسمِعْتَ حَدِيثَهُ ، وغَزَوْتَ مَعَهُ، وَصَلَّيتَ خَلْفَهُ : لَقَدْ لَقِيتَ يا زَيْدُ خَيْراً كَثِيراً ، حَدِّثْنَا يا زَيْدُ ما سمِعْتَ مِنْ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . قال : يا ابْنَ أَخِي واللَّهِ لَقَدْ كَبِرتْ سِنِّي ، وقَدُم عهْدي ، ونسِيتُ بعْضَ الذي كنتُ أَعِي مِنْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَمَا حَدَّثْتُكُمْ ، فَاقْبَلُوا ، وَمَالا فَلا تُكَلِّفُونِيهِ ثُمَّ قال : قام رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَوْماً فِينَا خطِيباً بِمَاءٍ يُدْعي خُمّاء بَيْنَ مكَّةَ وَالمَدِينَةِ ، فَحَمِدَ اللَّه ، وَأَثْنى عَليْه ، ووعَظَ، وَذَكَّرَ ، ثُمَّ قَالَ : «أَمَّا بعْدُ : أَلا أَيُّهَا النَّاسُ ، فَإِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ يُوشِكُ أَنْ يَأْتِيَ رسولُ ربي فَأُجيبَ ، وأَنَا تَارِكٌ فِيكُمْ ثَقَلَيْنِ : أَوَّلهُما كِتابُ اللَّهِ ، فِيهِ الهُدى وَالنُّورُ ، فَخُذُوا بِكِتابِ اللَّه ، وَاسْتَمْسِكُوا به» فَحثَّ على كِتَابِ اللَّه ، ورغَّبَ فِيهِ . ثمَّ قَالَ « وأَهْلُ بَيْتِي ، أُذكِّركم اللَّه في أهلِ بيْتي ، أذكِّرُكم اللَّه في أهل بيتي » فَقَالَ لَهُ حُصَيْنٌ : ومَنْ أَهْلِ بَيْتِهِ يا زيْدُ ؟ أليس نساؤُه من أهلِ بيتهِ ؟ قال : نساؤُه منْ أهلِ بيتِهِ وَلَكِن أَهْلُ بيْتِهِ منْ حُرِم الصَّدقَة بعْدَهُ ، قَال : ومَنْ هُم؟ قَالَ : هُمْ آلُ عليٍّ ، وآلُ عَقِيلٍ ، وآلُ جَعْفَر ، وَآلُ عبَّاسٍ ، قَالَ : كُلُّ هُؤلاءِ حُرِمَ الصَّدقَةَ ؟ قَالَ : نعَمْ . رواه مسلم ."Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
- KEUTAMAAN SOSOK ZAIN BIN ARQAMRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan MerekaHadits ke-350 | Hadits Yazid bin HayyanDari Yazid bin Hayyan, beliau berkata, "Saya berangkat bersama Hushain bin Sabrah dan Amr bin Muslim menemui Zaid bin Arqam Radhiallahu ‘anhu Ketika kami telah duduk di hadapannya, Hushain berkata kepadanya, 'Sungguh Anda, wahai Zaid, telah mendapatkan kebaikan yang banyak; Anda telah melihat Rasulullah ﷺ telah mendengar hadits beliau, telah berperang bersama beliau dan shalat di belakang beliau. Sungguh Anda telah mendapatkan kebaikan yang banyak, wahai Zaid. Ceritakanlah kepada kami, wahai Zaid, apa yang Anda dengar dari Rasulullah ﷺ Dia berkata, 'Wahai putra saudaraku, demi Allah, usiaku telah lanjut, masa hidupku dengan Rasulullah ﷺ telah lama berlalu dan aku pun telah lupa sebagian yang dulu aku ingat dari Rasulullah ﷺ. Terimalah apa yang aku ceritakan kepada kalian, dan apa yang tidak (aku ceritakan), maka janganlah memaksaku menceritakannya.' Kemudian dia bercerita, 'Pada suatu hari Rasulullah ﷺ berdiri berkhutbah di tengah-tengah kami di sebuah sumber mata air yang disebut Khum, terletak antara Makkah dan Madinah. Beliau memuji Allah, menyanjung-nyanjungNya, menasihati dan memberi peringatan, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, ingatlah wahai manusia, sesungguhnya aku ini hanyalah seorang manusia, tidak lama lagi utusan Rabbku akan datang kepadaku dan aku pasti menyambutnya. Aku meninggalkan di tengah-tengah kalian dua perkara yang agung; yang pertama adalah kitab Allah, di dalamnya ada petunjuk dan cahaya, maka ambillah kitab Allah dan berpegang teguhlah kepadanya.' Beliau mendorong dan menganjurkan untuk mengikuti kitab Allah. Kemudian beliau bersabda, 'Dan keluargaku, aku peringatkan kalian; takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku. Aku peringatkan kalian, takutlah kepada Allah dalam hal Ahlul Bait (keluarga)ku.' Maka Hushain bertanya kepadanya, 'Siapakah Ahlul Bait Rasulullah, wahai Zaid, bukankah istri-istrinya termasuk Ahlul Baitnya?' Dia menjawab, 'Istri-istri beliau termasuk Ahlul Bait beliau, akan tetapi Ahlul Bait beliau adalah orang yang diharamkan memakan sedekah sesudahnya.' Hushain bertanya, ‘Siapakah mereka?' Zaid berkata, 'Mereka adalah keluarga Ali, keluarga Aqil, keluarga Ja'far dan keluarga Abbas.' Dia bertanya, 'Mereka semua itu diharamkan menerima sedekah?' Dia menjawab, 'Ya'." (HR. Muslim)
View Details
1183.Riyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan Mereka QS. Al-Hajj: 32Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِDemikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS. Al-Hajj: 32)
View Details
- KEDUDUKAN KELUARGA NABI ﷺRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan Mereka QS. Al-Hajj: 32Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِDemikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS. Al-Hajj: 32)
View Details
- DOSA YANG TIDAK AKAN DIAMPUNI ALLAH ﷻKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Perumpamaan orang yang bertauhid & orang musyrikLalu Nabi ﷺ menyebutkan perumpamaan muwahhid (orang yang bertauhid) dan orang musyrik. Orang bertauhid seperti orang yang bekerja untuk tuannya di rumah tuannya dan melaksanakan perintah tuannya, sementara orang musyrik seperti orang yang dipekerjakan oleh tuannya di rumah tuannya, tetapi ia bekerja dan melaksanakan kewajibannya kepada selain tuannya. Seperti inilah orang musyrik, ia beramal untuk selain Allah Ta'ala di bumi-Nya, dan mendekatkan diri kepada musuh-Nya dengan menggunakan nikmat-nikmat dari-Nya.Sudah menjadi hal yang maklum bahwa seorang hamba dari anak keturunan Adam, seandainya ia memiliki budak yang kelakuannya demikian (tidak taat kepadanya), niscaya budak itu menjadi sesuatu yang paling dimurkainya serta paling berhak diusir dan dijauhkan darinya, padahal budak itu adalah makhluk yang serupa dengannya, di mana keduanya berada pada nikmat selain keduanya (yaitu nikmat Allah). Maka bagaimana halnya dengan Rabb semesta alam, yang tidak ada nikmat yang diperoleh oleh seorang hamba pun melainkan berasal dari-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada kebaikan melainkan datang dari-Nya dan tidak ada yang menghilangkan keburukan selain Dia. Dia-lah Rabb yang bersendiri dalam penciptaan hamba-Nya, rahmat-Nya, pengaturan-Nya, rizki-Nya, pe-maafan-Nya dan pemenuhan segala kebutuhan (makhluk)-Nya. Bagaimana mungkin hal ini disandingkan kepada selain-Nya dalam masalah cinta, takut, pengharapan, sumpah, nadzar dan mu'amalah. Kemudian hamba itu lebih mencintai selain-Nya sebagaimana ia mencintai-Nya, takut kepada selain Allah dan berharap kepada selain-Nya sebagaimana ia takut dan berharap kepada Allah? Keadaan mereka adalah saksi-saksi, bahkan perkataan dan perbuatan mereka mempersaksikan bahwa mereka itu mencintai tandingan-tandingan-Nya, baik yang masih hidup maupun yang sudah mati, takut kepada mereka, berharap kepada mereka, bermu'amalah dengan mereka, meminta kerelaan dari mereka, lari dari kemarahan mereka, lebih agung dibandingkan daripada mereka mencintai Allah Ta'ala, takut kepada-Nya, berharap kepada-Nya dan lari dari kemarahan-Nya. Inilah yang disebut dengan syirik akbar, yang tidak akan diampuni oleh Allah.Pada hari Kiamat, kezhaliman di sisi Allah memiliki tiga catatan: (1) catatan yang tidak akan diampuni oleh Allah sedikit pun, yaitu syirik (memperskutukan)-Nya; karena sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan sesuatu dengan selain Dia; (2) catatan yang tidak akan ditinggalkan oleh Allah sedikit pun, yaitu kezhaliman yang dilakukan seorang hamba kepada sesamanya; karena sesungguhnya Allah akan menyempurnakan seluruh hak setiap hamba; (3) catatan yang tidak dipersiapkan oleh Allah darinya sedikit pun, yaitu kezhaliman hamba terhadap dirinya sendiri antara dia dan Rabb-nya.Sesungguhnya catatan yang terakhir inilah yang paling ringan dan paling cepat dihapuskan oleh Allah di antara catatan yang ada, karena ia dihapuskan dengan taubat dan istighfar, kebaikan-kebaikan, musibah-musibah dan lain-lain. Berbeda dengan catatan (dosa) syirik, karena sesungguhnya syirik tidak bisa dihapus kecuali dengan tauhid, sementara catatan kezhaliman tidak akan dihapus kecuali dengan keluar darinya menuju pemiliknya, kemudian meminta untuk dihalalkan kezhaliman tersebut.
View Details
- CARA ALLAH MEMBERSIHKAN KITARiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan Mereka QS. Al-Ahzab : 33Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَقَرْنَ فِى بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ ٱلْأُولَىٰ ۖ وَأَقِمْنَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتِينَ ٱلزَّكَوٰةَ وَأَطِعْنَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنكُمُ ٱلرِّجْسَ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًاDan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. (QS. Al-Ahzab: 33)
View Details
- ALASAN SUKA MEMBICARAKAN AIB ORANG LAINTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong. Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, memandang rendah orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- AKU MERASA BURUK & SOMBONGRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan Mereka Tanya Jawab
View Details
- MEMBALAS KEBAIKAN GURURiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan Mereka Tanya Jawab
View Details
- PENJAGAAN ALLAH ﷻ KEPADA RASULULLAH ﷺRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan Mereka QS. Al-Ahzab : 33
View Details
- MEMULIAKAN KELUARGA RASULULLAH ﷺRiyaadhush ShaalihiinBAB 43 | Memuliakan Keluarga Rasulullah ﷺ & Penjelasan Tentang Keutamaan Mereka Mukaddimah
View Details
- SAHABAT ORANG TUA YANG BURUK Riyaadhush ShaalihiinBab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk DihormatiTanya Jawab
View Details
- SETIA DI DEPAN & DI BELAKANGRiyaadhush ShaalihiinBab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk DihormatiKesimpulan Bab
View Details
- KUNCI KESETIAAN DALAM RUMAH TANGGA & KELUARGARiyaadhush ShaalihiinBab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk DihormatiKesimpulan Bab
View Details
- NIKMAT ITU BISA DICABUT KAPAN SAJARiyaadhush ShaalihiinBab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk DihormatiTanya Jawab
View Details
- UJIAN MENGHADAPI MERTUARiyaadhush ShaalihiinBab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk DihormatiTanya Jawab
View Details
- MULAILAH KESETIAAN DENGAN 3 PIHAK INIRiyaadhush ShaalihiinBab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk DihormatiKesimpulan Bab
View Details
- DUA PONDASI DALAM HUBUNGANRiyaadhush ShaalihiinBab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk DihormatiKesimpulan Bab
View Details
- ASAL SEMUA KEBAIKANKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Perumpamaan orang yang bertauhid & orang musyrikKajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib Pasal: Perumpamaan orang yang bertauhid & orang musyrik Lalu Nabi ﷺ menyebutkan perumpamaan muwahhid (orang yang bertauhid) dan orang musyrik. Orang bertauhid seperti orang yang bekerja untuk tuannya di rumah tuannya dan melaksanakan perintah tuannya, sementara orang musyrik seperti orang yang dipekerjakan oleh tuannya di rumah tuannya, tetapi ia bekerja dan melaksanakan kewajibannya kepada selain tuannya. Seperti inilah orang musyrik, ia beramal untuk selain Allah Ta'ala di bumi-Nya, dan mendekatkan diri kepada musuh-Nya dengan menggunakan nikmat-nikmat dari-Nya.Sudah menjadi hal yang maklum bahwa seorang hamba darianak keturunan Adam, seandainya ia memiliki budak yang kelakuan-nya demikian (tidak taat kepadanya), niscaya budak itu menjadi se-suatu yang paling dimurkainya serta paling berhak diusir dan dijauh-kan darinya, padahal budak itu adalah makhluk yang serupa dengan-nya, di mana keduanya berada pada nikmat slain keduanya (yaitunikmat Allah). Maka bagaimana halnya dengan Rabb semesta alam,yang tidak ada nikmat yang diperoleh oleh seorang hamba pun me-lainkan berasal dari-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya, tidak ada ke-baikan melainkan datang dari-Nya dan tidak ada yang menghilang-kan keburukan slain Dia. Dia-lah Rabb yang bersendiri dalam pen-ciptaan hamba-Nya, rahmat-Nya, pengaturan-Nya, rizki-Nya, pe-maafan-Nya dan pemenuhan segala kebutuhan (makhluk)-Nya. Ba-gaimana mungkin hal ini disandingkan kepada selain-Nya dalammasalah cinta, takut, pengharapan, sumpah, nadzar dan mu'amalah.Kemudian hamba itu lebih mencintai selain-Nya sebagaimana iamencintai-Nya, takut kepada selain Allah dan berharap kepada se-lain-Nya sebagaimana ia takut dan berharap kepada Allah? Keadaanmereka adalah saksi-saksi, bahkan perkataan dan perbuatan mereka
View Details
- ISLAM HADIR MEMPERKUAT HUBUNGAN SOSIALRiyaadhush ShaalihiinBab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk DihormatiKesimpulan Bab
View Details
- AKHLAK YANG MULIA ITU BERNAMA KESETIAANRiyaadhush ShaalihiinBab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk DihormatiKesimpulan Bab
View Details
- KEUTAMAAN KAUM ANSHARRiyaadhush ShaalihiinBab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk DihormatiHadits 349 | Hadits Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhuDari Anas bin Malik beliau berkata, خَرجْتُ معَ جرير بن عبدِ اللَّه الْبَجَليِّ رضياللَّه عنه في سَفَرٍ، فَكَانَ يَخْدُمُني فقلتُ لَهُ: لا تَفْعلْ، فقال : إِنِّي قَدْ رَأَيـْتُ الأَنصارَ تَصْنَعُ برسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم شَيْئاً آلَيْتُ عَلى نَفْسي أَنْ لا أَصْحبَ أَحداً مِنْهُمْ إِلاَّ خَدمْتُهُ متفقٌ عليه."Saya pernah keluar bersama Jarir bin Abdullah al-Bajali dalam sebuah perjalanan waktu itu dia melayaniku, maka saya berkata, 'Jangan kamu lakukan.' Maka dia menjawab, 'Sesungguhnya saya telah melihat kaum Anshar telah berbuat sesuatu terhadap Rasulullah ﷺ, karena itu saya bersumpah atas diriku, saya tidak akan menemani seseorang dari mereka, melainkan saya harus melayaninya’.” (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- TEMANKU MENGELUH INGIN BUNUH DIRIRiyaadhush ShaalihiinBab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk DihormatiTanya Jawab
View Details
- SUAMIKU TAK SEPERTI DULURiyaadhush ShaalihiinBab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk DihormatiTanya Jawab
View Details
- MEMULIAKAN ORANG YANG BAIK & YANG TERKAIT DENGAN KEBAIKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
Hadits 349 | Hadits Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu
Dari Anas bin Malik beliau berkata,
خَرجْتُ معَ جرير بن عبدِ اللَّه الْبَجَليِّ رضياللَّه عنه في سَفَرٍ، فَكَانَ يَخْدُمُني فقلتُ لَهُ: لا تَفْعلْ، فقال : إِنِّي قَدْ رَأَيـْتُ الأَنصارَ تَصْنَعُ برسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم شَيْئاً آلَيْتُ عَلى نَفْسي أَنْ لا أَصْحبَ أَحداً مِنْهُمْ إِلاَّ خَدمْتُهُ متفقٌ عليه.
"Saya pernah keluar bersama Jarir bin Abdullah al-Bajali dalam sebuah perjalanan waktu itu dia melayaniku, maka saya berkata, 'Jangan kamu lakukan.' Maka dia menjawab, 'Sesungguhnya saya telah melihat kaum Anshar telah berbuat sesuatu terhadap Rasulullah ﷺ, karena itu saya bersumpah atas diriku, saya tidak akan menemani seseorang dari mereka, melainkan saya harus melayaninya’.” (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SALAH SATU CARA MENCINTA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
Hadits 349 | Hadits Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu
Dari Anas bin Malik beliau berkata,
خَرجْتُ معَ جرير بن عبدِ اللَّه الْبَجَليِّ رضياللَّه عنه في سَفَرٍ، فَكَانَ يَخْدُمُني فقلتُ لَهُ: لا تَفْعلْ، فقال : إِنِّي قَدْ رَأَيـْتُ الأَنصارَ تَصْنَعُ برسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم شَيْئاً آلَيْتُ عَلى نَفْسي أَنْ لا أَصْحبَ أَحداً مِنْهُمْ إِلاَّ خَدمْتُهُ متفقٌ عليه.
"Saya pernah keluar bersama Jarir bin Abdullah al-Bajali dalam sebuah perjalanan waktu itu dia melayaniku, maka saya berkata, 'Jangan kamu lakukan.' Maka dia menjawab, 'Sesungguhnya saya telah melihat kaum Anshar telah berbuat sesuatu terhadap Rasulullah ﷺ, karena itu saya bersumpah atas diriku, saya tidak akan menemani seseorang dari mereka, melainkan saya harus melayaninya’.” (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- TIPS AGAR DICINTAI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
Hadits 349 | Hadits Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu
Dari Anas bin Malik beliau berkata,
خَرجْتُ معَ جرير بن عبدِ اللَّه الْبَجَليِّ رضياللَّه عنه في سَفَرٍ، فَكَانَ يَخْدُمُني فقلتُ لَهُ: لا تَفْعلْ، فقال : إِنِّي قَدْ رَأَيـْتُ الأَنصارَ تَصْنَعُ برسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم شَيْئاً آلَيْتُ عَلى نَفْسي أَنْ لا أَصْحبَ أَحداً مِنْهُمْ إِلاَّ خَدمْتُهُ متفقٌ عليه.
"Saya pernah keluar bersama Jarir bin Abdullah al-Bajali dalam sebuah perjalanan waktu itu dia melayaniku, maka saya berkata, 'Jangan kamu lakukan.' Maka dia menjawab, 'Sesungguhnya saya telah melihat kaum Anshar telah berbuat sesuatu terhadap Rasulullah ﷺ, karena itu saya bersumpah atas diriku, saya tidak akan menemani seseorang dari mereka, melainkan saya harus melayaninya’.”(Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SYARAT MENJADI ORANG MULIA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
Hadits 349 | Hadits Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu
Dari Anas bin Malik beliau berkata,
خَرجْتُ معَ جرير بن عبدِ اللَّه الْبَجَليِّ رضياللَّه عنه في سَفَرٍ، فَكَانَ يَخْدُمُني فقلتُ لَهُ: لا تَفْعلْ، فقال : إِنِّي قَدْ رَأَيـْتُ الأَنصارَ تَصْنَعُ برسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم شَيْئاً آلَيْتُ عَلى نَفْسي أَنْ لا أَصْحبَ أَحداً مِنْهُمْ إِلاَّ خَدمْتُهُ متفقٌ عليه.
"Saya pernah keluar bersama Jarir bin Abdullah al-Bajali dalam sebuah perjalanan waktu itu dia melayaniku, maka saya berkata, 'Jangan kamu lakukan.' Maka dia menjawab, 'Sesungguhnya saya telah melihat kaum Anshar telah berbuat sesuatu terhadap Rasulullah ﷺ, karena itu saya bersumpah atas diriku, saya tidak akan menemani seseorang dari mereka, melainkan saya harus melayaninya’.”(Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BALASAN MELAYANI ADALAH DILAYANI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
Hadits 349 | Hadits Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu
Dari Anas bin Malik beliau berkata,
خَرجْتُ معَ جرير بن عبدِ اللَّه الْبَجَليِّ رضياللَّه عنه في سَفَرٍ، فَكَانَ يَخْدُمُني فقلتُ لَهُ: لا تَفْعلْ، فقال : إِنِّي قَدْ رَأَيـْتُ الأَنصارَ تَصْنَعُ برسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم شَيْئاً آلَيْتُ عَلى نَفْسي أَنْ لا أَصْحبَ أَحداً مِنْهُمْ إِلاَّ خَدمْتُهُ متفقٌ عليه.
"Saya pernah keluar bersama Jarir bin Abdullah al-Bajali dalam sebuah perjalanan waktu itu dia melayaniku, maka saya berkata, 'Jangan kamu lakukan.' Maka dia menjawab, 'Sesungguhnya saya telah melihat kaum Anshar telah berbuat sesuatu terhadap Rasulullah ﷺ, karena itu saya bersumpah atas diriku, saya tidak akan menemani seseorang dari mereka, melainkan saya harus melayaninya’.”(Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MENYIKAPI ORANG TUA YANG BERTENGKAR
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
Tanya Jawab
View Details
- MENYIKAPI ISTRI YANG TIDAK MAU DINASIHATI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
Tanya Jawab
View Details
- KEUTAMAAN MEMULIAKAN RASULULLAH ﷺ
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
Hadits 349 | Hadits Anas bin Malik Radhiallahu ‘anhu
Dari Anas bin Malik beliau berkata,
خَرجْتُ معَ جرير بن عبدِ اللَّه الْبَجَليِّ رضياللَّه عنه في سَفَرٍ، فَكَانَ يَخْدُمُني فقلتُ لَهُ: لا تَفْعلْ، فقال : إِنِّي قَدْ رَأَيـْتُ الأَنصارَ تَصْنَعُ برسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم شَيْئاً آلَيْتُ عَلى نَفْسي أَنْ لا أَصْحبَ أَحداً مِنْهُمْ إِلاَّ خَدمْتُهُ متفقٌ عليه.
"Saya pernah keluar bersama Jarir bin Abdullah al-Bajali dalam sebuah perjalanan waktu itu dia melayaniku, maka saya berkata, 'Jangan kamu lakukan.' Maka dia menjawab, 'Sesungguhnya saya telah melihat kaum Anshar telah berbuat sesuatu terhadap Rasulullah ﷺ, karena itu saya bersumpah atas diriku, saya tidak akan menemani seseorang dari mereka, melainkan saya harus melayaninya’.”(Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SETIANYA NABI ﷺ TERHADAP ISTRI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
Hadits 348 | Hadits Aisyah Radhiallahu ‘anha
Dari Aisyah Radhiallahu ‘anha beliau berkata,
وعن عائشة رضي اللَّه عنها قالت : ما غِرْتُ على أَحَدٍ مِنْ نِسَاءِ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مَا غِرْتُ على خديجةَ رضي اللَّه عنها . ومَا رَأَيْتُهَا قَطُّ ، ولَكنْ كَانَ يُكْثِرُ ذِكْرَهَا ، وَرُبَّما ذَبح الشَّاةَ ، ثُمَّ يُقَطِّعُهَا أَعْضَاء ، ثُمَّ يَبْعثُهَا في صدائِق خدِيجةَ ، فَرُبَّما قلتُ لَهُ : كَأَنْ لَمْ يكُنْ في الدُّنْيَا إِلاَّ خديجةُ ، فيقولُ : « إِنَّها كَانتْ وكَانَتْ وكَانَ لي مِنْهَا ولَدٌ » متفقٌ عليه
"Aku tidak pernah cemburu terhadap salah seorang istri-istri Nabi ﷺ seperti kecemburuanku terhadap Khadijah Radhiallahu ‘anha padahal aku tidak pernah melihatnya sama sekali, akan tetapi Rasulullah ﷺ sering menyebutnya. Kadang kala beliau menyembelih kambing kemudian memotongnya menjadi beberapa bagian, kemudian mengirimkannya kepada sahabat-sahabat wanita Khadijah. Kadang kala aku katakan kepada beliau, 'Sepertinya di dunia ini tidak ada lagi wanita selain Khadijah.' Beliau bersabda, 'Sesungguhnya Khadijah itu begini dan begini dan aku memiliki keturunan darinya'." (Muttafaq ‘alaih)
Dalam satu riwayat,
وفي روايةٍ وإنْ كَانَ لَيذبحُ الشَّاةَ ، فَيُهْدِي في خَلائِلِهَا مِنْهَا مَا يسَعُهُنَّ .
"Beliau benar-benar menyembelih kambing, lalu beliau menghadiahkannya kepada sahabat-sahabat wanita Khadijah apa yang mencukupi mereka."
Dan dalam satu riwayat, Aisyah berkata,
وفي روايةٍ قالت : اسْتَأْذَنَتْ هَالَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ أُخُتُ خَديجَةَ عَلَى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَعَرفَ اسْتِئْذَانَ خديجة ، فَارْتَاحَ لَذَلِكَ فقالَ : « اللَّهُمَّ هَالَةُ بِنْتُ خوَيْلِدٍ » .
"Halah binti Khuwailid, saudara perempuan Khadijah pernah meminta izin menemui Rasulullah ﷺ maka beliau mengenali suara Khadijah Radhiallahu ‘anha sehingga merasa senang karenanya. Maka beliau berkata, 'Ya Allah, ini Halah binti Khuwailid’."
Dalam satu riwayat,
وفي روايةٍ كَانَ إِذَا ذَبحَ الشَّاةَ يَقُولُ : « أَرْسِلُوا بِهَا إِلى أَصْدِقَاءِ خَدِيجةَ »
"Apabila beliau menyembelih kambing, beliau bersabda, 'Kirimkan ini ke kawan-kawan Khadijah’."
View Details
- KETIKA AISYAH CEMBURU DENGAN KHADIJAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
Hadits 348 | Hadits Aisyah Radhiallahu ‘anha
Dari Aisyah Radhiallahu ‘anha beliau berkata,
وعن عائشة رضي اللَّه عنها قالت : ما غِرْتُ على أَحَدٍ مِنْ نِسَاءِ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مَا غِرْتُ على خديجةَ رضي اللَّه عنها . ومَا رَأَيْتُهَا قَطُّ ، ولَكنْ كَانَ يُكْثِرُ ذِكْرَهَا ، وَرُبَّما ذَبح الشَّاةَ ، ثُمَّ يُقَطِّعُهَا أَعْضَاء ، ثُمَّ يَبْعثُهَا في صدائِق خدِيجةَ ، فَرُبَّما قلتُ لَهُ : كَأَنْ لَمْ يكُنْ في الدُّنْيَا إِلاَّ خديجةُ ، فيقولُ : « إِنَّها كَانتْ وكَانَتْ وكَانَ لي مِنْهَا ولَدٌ » متفقٌ عليه
"Aku tidak pernah cemburu terhadap salah seorang istri-istri Nabi ﷺ seperti kecemburuanku terhadap Khadijah Radhiallahu ‘anha padahal aku tidak pernah melihatnya sama sekali, akan tetapi Rasulullah ﷺ sering menyebutnya. Kadang kala beliau menyembelih kambing kemudian memotongnya menjadi beberapa bagian, kemudian mengirimkannya kepada sahabat-sahabat wanita Khadijah. Kadang kala aku katakan kepada beliau, 'Sepertinya di dunia ini tidak ada lagi wanita selain Khadijah.' Beliau bersabda, 'Sesungguhnya Khadijah itu begini dan begini dan aku memiliki keturunan darinya'." (Muttafaq ‘alaih)
Dalam satu riwayat,
وفي روايةٍ وإنْ كَانَ لَيذبحُ الشَّاةَ ، فَيُهْدِي في خَلائِلِهَا مِنْهَا مَا يسَعُهُنَّ .
"Beliau benar-benar menyembelih kambing, lalu beliau menghadiahkannya kepada sahabat-sahabat wanita Khadijah apa yang mencukupi mereka."
Dan dalam satu riwayat, Aisyah berkata,
وفي روايةٍ قالت : اسْتَأْذَنَتْ هَالَةُ بِنْتُ خُوَيْلِدٍ أُخُتُ خَديجَةَ عَلَى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَعَرفَ اسْتِئْذَانَ خديجة ، فَارْتَاحَ لَذَلِكَ فقالَ : « اللَّهُمَّ هَالَةُ بِنْتُ خوَيْلِدٍ » .
"Halah binti Khuwailid, saudara perempuan Khadijah pernah meminta izin menemui Rasulullah ﷺ maka beliau mengenali suara Khadijah Radhiallahu ‘anha sehingga merasa senang karenanya. Maka beliau berkata, 'Ya Allah, ini Halah binti Khuwailid’."
Dalam satu riwayat,
وفي روايةٍ كَانَ إِذَا ذَبحَ الشَّاةَ يَقُولُ : « أَرْسِلُوا بِهَا إِلى أَصْدِقَاءِ خَدِيجةَ »
"Apabila beliau menyembelih kambing, beliau bersabda, 'Kirimkan ini ke kawan-kawan Khadijah’."
View Details
- ANJURAN MEMULIAKAN KAWAN ORANG TUA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
Hadits 347 | Hadits Abu Usaid Malik bin Rabilah as-Sa'idi Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Usaid Malik bin Rabilah as-Sa'idi Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
وعن أبي أُسَيْد بضم الهمزة وفتح السين مالكِ بنِ ربِيعَةَ السَّاعِدِيِّ رضي اللَّه عنه قال : بَيْنا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رسول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إذ جاءَهُ رجُلٌ مِنْ بني سَلَمة فقالَ : يارسولَ اللَّه هَلْ بقى مِن بِرِّ أَبويَّ شىءٌ أَبرُّهُمَا بِهِ بَعدَ مَوْتِهِمَا ؟ فقال : « نَعَمْ ، الصَّلاَة علَيْهِمَا ، والاسْتِغْفَارُ لَهُما ، وإِنْفاذُ عَهْدِهِما ، وصِلةُ الرَّحِمِ التي لا تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا ، وإِكَرَامُ صَدِيقهما » رواه أبو داود .
"Ketika kami sedang duduk-duduk di samping Rasulullah ﷺ tiba-tiba beliau didatangi oleh seorang laki-laki dari Bani Salimah, lalu dia berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah masih ada sesuatu dari berbakti kepada ayah ibu yang dengannya saya bisa berbakti kepada keduanya setelah keduanya meninggal dunia?' Maka beliau bersabda, 'Ya, mendoakan keduanya, memohon ampun untuk keduanya, melaksanakan janji keduanya setelah kepergian keduanya, menyambung tali silaturahim yang tidak disambung kecuali dengan keduanya dan memuliakan kawan-kawan keduanyal." (HR. Abu Dawud)
View Details
- SUAMI BAIK DILUAR, BURUK DI DALAM
Riyaadhush Shaalihiin
View Details
-
SENI BERINTERAKSI DENGAN MANUSIA
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, memandang rendah orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- KEUTAMAAN ABU USAID MALIK BIN ROBI'AH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
Hadits 347 | Hadits Abu Usaid Malik bin Rabilah as-Sa'idi Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Usaid Malik bin Rabilah as-Sa'idi Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
وعن أبي أُسَيْد بضم الهمزة وفتح السين مالكِ بنِ ربِيعَةَ السَّاعِدِيِّ رضي اللَّه عنه قال : بَيْنا نَحْنُ جُلُوسٌ عِنْدَ رسول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إذ جاءَهُ رجُلٌ مِنْ بني سَلَمة فقالَ : يارسولَ اللَّه هَلْ بقى مِن بِرِّ أَبويَّ شىءٌ أَبرُّهُمَا بِهِ بَعدَ مَوْتِهِمَا ؟ فقال : « نَعَمْ ، الصَّلاَة علَيْهِمَا ، والاسْتِغْفَارُ لَهُما ، وإِنْفاذُ عَهْدِهِما ، وصِلةُ الرَّحِمِ التي لا تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا ، وإِكَرَامُ صَدِيقهما » رواه أبو داود .
"Ketika kami sedang duduk-duduk di samping Rasulullah ﷺ tiba-tiba beliau didatangi oleh seorang laki-laki dari Bani Salimah, lalu dia berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah masih ada sesuatu dari berbakti kepada ayah ibu yang dengannya saya bisa berbakti kepada keduanya setelah keduanya meninggal dunia?' Maka beliau bersabda, 'Ya, mendoakan keduanya, memohon ampun untuk keduanya, melaksanakan janji keduanya setelah kepergian keduanya, menyambung tali silaturahim yang tidak disambung kecuali dengan keduanya dan memuliakan kawan-kawan keduanyal." (HR. Abu Dawud)
View Details
- PAHALA BERBUAT BAIK KEPADA SAHABAT ORANG TUA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
Hadits 346 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuma
Dan dari Abdullah bin Dinar, dari Abdullah bin Umar Radhiallahu ‘anhuma
وعن عبدِ اللَّهِ بن دينارٍ عن عبد اللَّه بن عمر رضي اللَّه عنهما أَنَّ رجُلاً مِنَ الأَعْرابِ لقِيهُ بِطرِيق مكَّة ، فَسلَّم عَليْهِ عَبْدُ اللَّه بْنُ عُمرَ ، وحملهُ على حمارٍ كَانَ يرْكَبُهُ، وأَعْطَاهُ عِمامةً كانتْ على رأْسِهِ ، قال ابنُ دِينَارٍ : فقُلنا لهُ : أَصْلَحكَ اللَّه إِنَّهمْ الأَعْرابُ وهُمْ يرْضَوْنَ بِاليسِيرِ . فقال عبدُ اللَّه بنُ عمر: إِنَّ هذا كَان ودّاً لِعُمَرَ بن الخطاب رضي اللَّه عنه ، وإِنِّي سمِعْتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول: « إِنَّ أَبرَّ البِرِّ صِلةُ الرَّجُلِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ ».
"Bahwa seorang laki-laki Arab pedalaman bertemu dengannya di sebuah jalan menuju Makkah. Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepadanya lalu mempersilakannya mengendarai keledai yang dia kendarai dan memberinya surban yang ada di kepalanya. Ibnu Dinar berkata, 'Maka kami berkata kepadanya, 'Semoga Allah memperbaiki Anda. Sesungguhnya mereka itu orang Arab pedalaman, dan mereka sudah puas dengan pemberian yang sedikit'.' Abdullah bin Umar menjawab, 'Sesungguhnya ayah orang ini adalah sahabat karib (ayahku) Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu-, dan saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Sesungguhnya kebajikan yang terbaik adalah seseorang menyambung hubungan baik dengan keluarga sahabat karib ayahnya'."
Dan dalam satu riwayat dari Ibnu Dinar, dari Ibnu Umar Radiallahu ‘anhuma,
وفي روايةٍ عن ابن دينار عن ابن عُمَر أَنَّهُ كَانَ إِذا خرج إلى مَكَّةَ كَانَ لَهُ حِمارٌ يَتَروَّحُ عليْهِ إذا ملَّ رُكُوب الرَّاحِلَةِ ، وعِمامةٌ يشُدُّ بِها رأْسهُ ، فَبيْنَا هُو يوْما على ذلِكَ الحِمَارِ إذْ مَرَّ بِهِ أَعْرابيٌّ ، فقال : أَلَسْتَ فُلانَ بْنَ فُلانٍ ؟ قال : بلَى : فَأَعْطَاهُ الحِمَارَ ، فقال : ارْكَبْ هذا ، وأَعْطاهُ العِمامةَ وقال : اشْدُدْ بِهَا رأْسَكَ ، فقال لَهُ بَعْضُ أَصْحابِهِ : غَفَر اللَّه لَكَ ، أَعْطَيْتَ هذَا الأَعْرابيِّ حِماراً كنْتَ تَروَّحُ عليْهِ ، وعِمامَةً كُنْتَ تشُدُّ بِهَا رأْسَكَ؟ فقال : إِنِّي سَمِعْتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يُقولُ : « إِنْ مِنْ أَبَرِّ البِرِّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ بَعْد أَنْ يُولِّىَ» وإِنَّ أَبَاهُ كَانَ صَدِيقاً لِعُمر رضي اللَّه عنه ، روى هذِهِ الرِّواياتِ كُلَّهَا مسلم .
"Apabila Ibnu Umar keluar menuju Makkah, beliau suka membawa seekor keledai yang dia gunakan untuk beristirahat manakala dia bosan naik unta dan beliau memiliki surban yang beliau ikatkan pada kepalanya. Ketika pada suatu hari beliau sedang berada di atas keledai itu, tiba-tiba seorang Arab badui melewatinya, maka dia berkata, 'Bukankah kamu adalah fulan bin fulan?' Dia menjawab, 'Benar.' Maka dia memberinya keledainya seraya berkata, 'Kendarailah ini.' Dan dia juga memberinya surban sambil berkata, Ikatlah kepalamu dengan ini.' Maka sebagian sahabatnya berkata kepadanya, 'Semoga Allah mengampuni Anda, Anda telah memberi badui ini seekor keledai yang biasa Anda pakai untuk beristirahat dan sebuah surban yang biasa Anda ikatkan pada kepala Anda?' Maka dia berkata, 'Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Sesungguhnya di antara kebajikan yang terbaik adalah apabila seseorang menyambung hubungan baik dengan keluarga kawan karib ayahnya setelah ayahnya tiada.' Ayahnya badui ini adalah kawan karib Umar Radhiallahu ‘anhu’.” (HR. Muslim)
View Details
- BAKTI ABDULLAH IBNU UMAR PADA AYAHNYA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
Hadits 346 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuma
Dan dari Abdullah bin Dinar, dari Abdullah bin Umar Radhiallahu ‘anhuma
وعن عبدِ اللَّهِ بن دينارٍ عن عبد اللَّه بن عمر رضي اللَّه عنهما أَنَّ رجُلاً مِنَ الأَعْرابِ لقِيهُ بِطرِيق مكَّة ، فَسلَّم عَليْهِ عَبْدُ اللَّه بْنُ عُمرَ ، وحملهُ على حمارٍ كَانَ يرْكَبُهُ، وأَعْطَاهُ عِمامةً كانتْ على رأْسِهِ ، قال ابنُ دِينَارٍ : فقُلنا لهُ : أَصْلَحكَ اللَّه إِنَّهمْ الأَعْرابُ وهُمْ يرْضَوْنَ بِاليسِيرِ . فقال عبدُ اللَّه بنُ عمر: إِنَّ هذا كَان ودّاً لِعُمَرَ بن الخطاب رضي اللَّه عنه ، وإِنِّي سمِعْتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول: « إِنَّ أَبرَّ البِرِّ صِلةُ الرَّجُلِ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ ».
"Bahwa seorang laki-laki Arab pedalaman bertemu dengannya di sebuah jalan menuju Makkah. Abdullah bin Umar mengucapkan salam kepadanya lalu mempersilakannya mengendarai keledai yang dia kendarai dan memberinya surban yang ada di kepalanya. Ibnu Dinar berkata, 'Maka kami berkata kepadanya, 'Semoga Allah memperbaiki Anda. Sesungguhnya mereka itu orang Arab pedalaman, dan mereka sudah puas dengan pemberian yang sedikit'.' Abdullah bin Umar menjawab, 'Sesungguhnya ayah orang ini adalah sahabat karib (ayahku) Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu-, dan saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Sesungguhnya kebajikan yang terbaik adalah seseorang menyambung hubungan baik dengan keluarga sahabat karib ayahnya'."
Dan dalam satu riwayat dari Ibnu Dinar, dari Ibnu Umar Radiallahu ‘anhuma,
وفي روايةٍ عن ابن دينار عن ابن عُمَر أَنَّهُ كَانَ إِذا خرج إلى مَكَّةَ كَانَ لَهُ حِمارٌ يَتَروَّحُ عليْهِ إذا ملَّ رُكُوب الرَّاحِلَةِ ، وعِمامةٌ يشُدُّ بِها رأْسهُ ، فَبيْنَا هُو يوْما على ذلِكَ الحِمَارِ إذْ مَرَّ بِهِ أَعْرابيٌّ ، فقال : أَلَسْتَ فُلانَ بْنَ فُلانٍ ؟ قال : بلَى : فَأَعْطَاهُ الحِمَارَ ، فقال : ارْكَبْ هذا ، وأَعْطاهُ العِمامةَ وقال : اشْدُدْ بِهَا رأْسَكَ ، فقال لَهُ بَعْضُ أَصْحابِهِ : غَفَر اللَّه لَكَ ، أَعْطَيْتَ هذَا الأَعْرابيِّ حِماراً كنْتَ تَروَّحُ عليْهِ ، وعِمامَةً كُنْتَ تشُدُّ بِهَا رأْسَكَ؟ فقال : إِنِّي سَمِعْتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يُقولُ : « إِنْ مِنْ أَبَرِّ البِرِّ أَنْ يَصِلَ الرَّجُلُ أَهْلَ وُدِّ أَبِيهِ بَعْد أَنْ يُولِّىَ» وإِنَّ أَبَاهُ كَانَ صَدِيقاً لِعُمر رضي اللَّه عنه ، روى هذِهِ الرِّواياتِ كُلَّهَا مسلم .
"Apabila Ibnu Umar keluar menuju Makkah, beliau suka membawa seekor keledai yang dia gunakan untuk beristirahat manakala dia bosan naik unta dan beliau memiliki surban yang beliau ikatkan pada kepalanya. Ketika pada suatu hari beliau sedang berada di atas keledai itu, tiba-tiba seorang Arab badui melewatinya, maka dia berkata, 'Bukankah kamu adalah fulan bin fulan?' Dia menjawab, 'Benar.' Maka dia memberinya keledainya seraya berkata, 'Kendarailah ini.' Dan dia juga memberinya surban sambil berkata, Ikatlah kepalamu dengan ini.' Maka sebagian sahabatnya berkata kepadanya, 'Semoga Allah mengampuni Anda, Anda telah memberi badui ini seekor keledai yang biasa Anda pakai untuk beristirahat dan sebuah surban yang biasa Anda ikatkan pada kepala Anda?' Maka dia berkata, 'Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, 'Sesungguhnya di antara kebajikan yang terbaik adalah apabila seseorang menyambung hubungan baik dengan keluarga kawan karib ayahnya setelah ayahnya tiada.' Ayahnya badui ini adalah kawan karib Umar Radhiallahu ‘anhu’.” (HR. Muslim)
View Details
- SEBAIK-BAIK BERBAKTI KEPADA ORANG TUA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
Hadits 346 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuma
Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuma bahwa Nabi ﷺ bersabda,
عن ابن عمر رضي اللَّه عنهما أَن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِن أَبرَّ البرِّ أَنْ يصِلَ الرَّجُلُ وُدَّ أَبِيهِ »
"Sesungguhnya kebajikan yang terbaik adalah seseorang menyambung hubungan baik dengan orang yang dicintai oleh ayahnya."
View Details
- KEUTAMAAN BERBUAT BAIK KEPADA SAHABAT & TEMAN DEKAT ORANG TUA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 42 | Keutamaan Berbuat Baik kepada Sahabat Ayah, Ibu, Kerabat, Istri, & Semua Orang yang Dianjurkan untuk Dihormati
View Details
- JANGAN JADI 'BESTIE'-NYA SYAITHAN
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: Penjelasan Tingkatan Ubudiyyah yang Paling Sempurna
"Sesungguhnya Allah telah memerintahkan Yahya bin Zakariya dengan lima perintah; agar mengamalkan lima perintah tersebut, juga memerintahkan Bani Isra' il untuk mengamalkannya, dan bahwasanya hampir saja ia terlambat dalam menjalankannya. Isa berkata kepadanya,Sesungguhnya Allah telah memerintahkanmu dengan lima perintah agar engkau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil untuk mengamalkannya. Kalau bukan engkau yang memerintahkan mereka maka aku yang akan memerintahkannya. Yahya berkata, Aku takut apabila engkau mendahuluiku dengan lima perintah tersebut, aku akan ditenggelamkan ke bumi atau diadzab.' Yahya pun mengumpulkan manusia di Baitul Maqdis sehingga masjid menjadi penuh karena banyaknya manusia dan mereka pun duduk di balkon. Yahya berkata, (Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku dengan lima perintah, agar aku mengamalkannya dan kalian juga mengamalkannya. Yang pertama, hendaklah kalian beribadah kepada Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun; karena sesungguhnya perumpamaan orang yang mempersekutukan Allah seperti seseorang yang membeli seorang budak dengan hartanya yang murni berupa emas atau perak, lalu ia berkata kepadanya, Ini adalah rumahku dan ini adalah pekerjaanku. Maka bekerjalah dan berilah keuntungan kepadaku,' tetapi budak ini bekerja dan memberi keuntungan kepada selain dari tuannya. Siapakah di antara kalian yang rela apabila budaknya seperti itu? … Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kalian untuk melaksanakan shalat, maka apabila kalian melaksanakan shalat janganlah kalian rnenoleh; karena sesungguhnya Allah meletakkan wajah-Nya pada wajah hamba-Nya selama hamba itu tidak menoleh. Aku memerintahkan kepada kalian untuk berpuasa; karena orang yang berpuasa itu seperti orang yang berada dalam perkumpulan, terdapat kantong padanya berisi kasturi, mereka takjub atau ditakjubkan oleh baunya, dan sesungguhnya bau rnulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari aroma kasturi. Aku memerintahkan kepada kalian untuk bershadaqah; karena perumpamaan orang yang bershadaqah adalah seperti seorang yang ditawan oleh musuh kemudian mereka mengikat tangannya ke lehernya dan mendorongnya ke depan agar mereka bisa memukul lehernya. Orang itu berkata,Aku tebus dari kalian baik itu sedikit maupun banyak,' maka ia menebus dirinya dari mereka. Aku memerintahkan kepada kalian untuk berdzikir kepada Allah; karena perumpamaan orang yang berdzikir itu seperti seorang yang musuh keluar dari arahnya dengan begitu cepat, sampai apabila ia mendatangi benteng pertahanan maka ia dibentengi dengan baik, maka ia rnenjaga dirinya dari mereka. Seperti itu pulalah seorang hamba tidak bisa menjaga dirinya dari godaan syaithan kecuali dengan dzikir kepada Allah'"
View Details
- KAKAKKU SELALU MENYAKITI & IBUKU SELALU MEMAAFKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
View Details
-
APA ITU MUDAROH?
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, memandang rendah orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- STOP MENCELA, MENCACI, & MEMAKI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Kesimpulan
View Details
- CARA TERBEBAS DARI KEMUNAFIKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Kesimpulan
View Details
PERBAIKILAH AMALMU
Khutbah Jumat
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
Masjid Nur Salma
Menara Centennial
Jakarta Selatan
View Details
- SUNNAH NABI ﷺ ADALAH AKHLAK
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Kesimpulan
View Details
- RAHASIA AKHLAK PARA SAHABAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Kesimpulan
View Details
- PONDASI PERTAMA, AKHLAK YANG MULIA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Kesimpulan
View Details
- DUA JUTA PER BULAN CUKUPKAH?
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Kesimpulan
View Details
- MENDIDIK ANAK SAMPAI BALIGH ATAU SEUMUR HIDUP?
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
View Details
- APA TUJUAN KITA BELAJAR?
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BERBELANJA DALAM RANGKA BERSYUKUR?
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- HOBI BELANJA, BOLEHKAH?
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- INVESTASI YANG MENGUNTUNGKAN 700x LIPAT
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
1133.
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- NASIHAT ASMA' BINTI ABU BAKAR TENTANG SEDEKAH
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: Penjelasan Tingkatan Ubudiyyah yang Paling Sempurna
"Sesungguhnya Allah telah memerintahkan Yahya bin Zakariya dengan lima perintah; agar mengamalkan lima perintah tersebut, juga memerintahkan Bani Isra' il untuk mengamalkannya, dan bahwasanya hampir saja ia terlambat dalam menjalankannya. Isa berkata kepadanya,Sesungguhnya Allah telah memerintahkanmu dengan lima perintah agar engkau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil untuk mengamalkannya. Kalau bukan engkau yang memerintahkan mereka maka aku yang akan memerintahkannya. Yahya berkata, Aku takut apabila engkau mendahuluiku dengan lima perintah tersebut, aku akan ditenggelamkan ke bumi atau diadzab.' Yahya pun mengumpulkan manusia di Baitul Maqdis sehingga masjid menjadi penuh karena banyaknya manusia dan mereka pun duduk di balkon. Yahya berkata, (Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku dengan lima perintah, agar aku mengamalkannya dan kalian juga mengamalkannya. Yang pertama, hendaklah kalian beribadah kepada Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun; karena sesungguhnya perumpamaan orang yang mempersekutukan Allah seperti seseorang yang membeli seorang budak dengan hartanya yang murni berupa emas atau perak, lalu ia berkata kepadanya, Ini adalah rumahku dan ini adalah pekerjaanku. Maka bekerjalah dan berilah keuntungan kepadaku,' tetapi budak ini bekerja dan memberi keuntungan kepada selain dari tuannya. Siapakah di antara kalian yang rela apabila budaknya seperti itu? … Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kalian untuk melaksanakan shalat, maka apabila kalian melaksanakan shalat janganlah kalian rnenoleh; karena sesungguhnya Allah meletakkan wajah-Nya pada wajah hamba-Nya selama hamba itu tidak menoleh. Aku memerintahkan kepada kalian untuk berpuasa; karena orang yang berpuasa itu seperti orang yang berada dalam perkumpulan, terdapat kantong padanya berisi kasturi, mereka takjub atau ditakjubkan oleh baunya, dan sesungguhnya bau rnulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari aroma kasturi. Aku memerintahkan kepada kalian untuk bershadaqah; karena perumpamaan orang yang bershadaqah adalah seperti seorang yang ditawan oleh musuh kemudian mereka mengikat tangannya ke lehernya dan mendorongnya ke depan agar mereka bisa memukul lehernya. Orang itu berkata,Aku tebus dari kalian baik itu sedikit maupun banyak,' maka ia menebus dirinya dari mereka...
View Details
- BLOKIR SOSMED = MEMUTUS SILATURAHIM?
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
View Details
-
NASIHAT UTSMAN BIN AFFAN TENTANG DUNIA
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
Berlomba-lomba dalam urusan dunia, serta berbangga -bangga dengannya, penjilat, bermuka dua, menyukai pujian sesuatu yang tidak ia kerjakan, menutup mata dari aib sendiri, sibuk mencari aib orang lain, memandang rendah orang lain, fanatik golongan bukan karena Allah, cinta dan takut bukan untuk Allah, ghibah, mengadu domba, berbuat kedustaan, bohong, berkata yang jelek, merendahkan manusia meskipun yang berada dibawahnya.
View Details
- MENYIKAPI CIRCLE PERTEMANAN YANG TOXIC
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
View Details
- MENYIA-NYIAKAN HARTA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- TANYALAH TENTANG UJIAN HIDUP YANG SEDANG DIALAMI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BAHAYA BERTANYA YANG TIDAK MANFAAT
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- HUKUM ‘KEPOIN’ URUSAN ORANG
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MARI PERBANYAK SEDEKAH
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: Penjelasan Tingkatan Ubudiyyah yang Paling Sempurna
"Sesungguhnya Allah telah memerintahkan Yahya bin Zakariya dengan lima perintah; agar mengamalkan lima perintah tersebut, juga memerintahkan Bani Isra' il untuk mengamalkannya, dan bahwasanya hampir saja ia terlambat dalam menjalankannya. Isa berkata kepadanya,Sesungguhnya Allah telah memerintahkanmu dengan lima perintah agar engkau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil untuk mengamalkannya. Kalau bukan engkau yang memerintahkan mereka maka aku yang akan memerintahkannya. Yahya berkata, Aku takut apabila engkau mendahuluiku dengan lima perintah tersebut, aku akan ditenggelamkan ke bumi atau diadzab.' Yahya pun mengumpulkan manusia di Baitul Maqdis sehingga masjid menjadi penuh karena banyaknya manusia dan mereka pun duduk di balkon. Yahya berkata, (Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku dengan lima perintah, agar aku mengamalkannya dan kalian juga mengamalkannya. Yang pertama, hendaklah kalian beribadah kepada Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun; karena sesungguhnya perumpamaan orang yang mempersekutukan Allah seperti seseorang yang membeli seorang budak dengan hartanya yang murni berupa emas atau perak, lalu ia berkata kepadanya, Ini adalah rumahku dan ini adalah pekerjaanku. Maka bekerjalah dan berilah keuntungan kepadaku,' tetapi budak ini bekerja dan memberi keuntungan kepada selain dari tuannya. Siapakah di antara kalian yang rela apabila budaknya seperti itu? … Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kalian untuk melaksanakan shalat, maka apabila kalian melaksanakan shalat janganlah kalian rnenoleh; karena sesungguhnya Allah meletakkan wajah-Nya pada wajah hamba-Nya selama hamba itu tidak menoleh. Aku memerintahkan kepada kalian untuk berpuasa; karena orang yang berpuasa itu seperti orang yang berada dalam perkumpulan, terdapat kantong padanya berisi kasturi, mereka takjub atau ditakjubkan oleh baunya, dan sesungguhnya bau rnulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari aroma kasturi. Aku memerintahkan kepada kalian untuk bershadaqah; karena perumpamaan orang yang bershadaqah adalah seperti seorang yang ditawan oleh musuh kemudian mereka mengikat tangannya ke lehernya dan mendorongnya ke depan agar mereka bisa memukul lehernya. Orang itu berkata,Aku tebus dari kalian baik itu sedikit maupun banyak,' maka ia menebus dirinya dari mereka...
View Details
- BANYAK BERTANYA YANG DIBENCI ALLAH
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KETIKA DIUJI OLEH MERTUA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
View Details
ADA APA DENGAN BULAN AL-MUHARRAM?
Kajian Tematik
View Details
- SAAT DIDIAMKAN ANGGOTA KELUARGA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
View Details
- SULITNYA MENJAGA LISAN
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BENCANA & LISAN
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BAHAYA BERITA TANPA FAKTA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- PERILAKU JAHILIAH YANG KEJI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- 2 SIFAT YANG MENGHANCURKAN MANUSIA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- HIKMAH BERPUASA
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: Penjelasan Tingkatan Ubudiyyah yang Paling Sempurna
"Sesungguhnya Allah telah memerintahkan Yahya bin Zakariya dengan lima perintah; agar mengamalkan lima perintah tersebut, juga memerintahkan Bani Isra' il untuk mengamalkannya, dan bahwasanya hampir saja ia terlambat dalam menjalankannya. Isa berkata kepadanya,Sesungguhnya Allah telah memerintahkanmu dengan lima perintah agar engkau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil untuk mengamalkannya. Kalau bukan engkau yang memerintahkan mereka maka aku yang akan memerintahkannya. Yahya berkata, `Aku takut apabila engkau mendahuluiku dengan lima perintah tersebut, aku akan ditenggelamkan ke bumi atau diadzab.' Yahya pun mengumpulkan manusia di Baitul Maqdis sehingga masjid menjadi penuh karena banyaknya manusia dan mereka pun duduk di balkon. Yahya berkata, (Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku dengan lima perintah, agar aku mengamalkannya dan kalian juga mengamalkannya. Yang pertama, hendaklah kalian beribadah kepada Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun; karena sesungguhnya perumpamaan orang yang mempersekutukan Allah seperti seseorang yang membeli seorang budak dengan hartanya yang murni berupa emas atau perak, lalu ia berkata kepadanya, Ini adalah rumahku dan ini adalah pekerjaanku. Maka bekerjalah dan berilah keuntungan kepadaku,' tetapi budak ini bekerja dan memberi keuntungan kepada selain dari tuannya. Siapakah di antara kalian yang rela apabila budaknya seperti itu? … Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kalian untuk melaksanakan shalat, maka apabila kalian melaksanakan shalat janganlah kalian rnenoleh; karena sesungguhnya Allah meletakkan wajah-Nya pada wajah hamba-Nya selama hamba itu tidak menoleh. Aku memerintahkan kepada kalian untuk berpuasa; karena orang yang berpuasa itu seperti orang yang berada dalam perkumpulan, terdapat kantong padanya berisi kasturi, mereka takjub atau ditakjubkan oleh baunya, dan sesungguhnya bau rnulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah dari aroma kasturi...
View Details
- AYAH MELAKUKAN PENCABULAN
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
View Details
- DEFINISI DURHAKA KEPADA ORANG TUA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه .
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- ISLAM MEMULIAKAN WANITA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه .
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- ALLAH YANG BERHAK MENGHALALKAN & MENGHARAMKAN
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 345 | Hadits Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah
Dari Abu Isa al-Mughirah bin Syu'bah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
إِنَّ اللَّهُ تعالى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الأُمهَاتِ ، ومنْعاً وهات ، ووأْدَ البنَاتِ ، وكَرَهَ لكُمْ قِيل وقالَ ، وكثرة السَؤالِ ، وإِضَاعة المالِ » متفقٌ عليه .
"Sesungguhnya Allah Ta’ala mengharamkan kalian durhaka kepada ibu, menolak menunaikan kewajiban dan meminta apa yang bukan haknya, serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Dan Allah membenci kalian mengatakan 'katanya dan katanya', banyak bertanya, dan menyia-nyiakan harta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KEBERKAHAN BAGI PENYAMBUNG TALI SILATURAHIM
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 344 | Hadits Abu Muhammad Jubair bin Muth'im Radhialahu ‘anhu
Dari Abu Muhammad Jubair bin Muth'im Radhialahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي محمد جُبيْرِ بنِ مُطعِمٍ رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «لا يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ » قال سفيان في روايته : يعْني : قاطِع رحِم . متفقٌ عليه.
"Tidak akan masuk surga seorang pemutus." Sufyan berkata dalam riwayatnya, "Maksudnya, pemutus silaturahim." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 344 | Hadits Abu Muhammad Jubair bin Muth'im Radhialahu ‘anhu
Dari Abu Muhammad Jubair bin Muth'im Radhialahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي محمد جُبيْرِ بنِ مُطعِمٍ رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «لا يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ » قال سفيان في روايته : يعْني : قاطِع رحِم . متفقٌ عليه.
"Tidak akan masuk surga seorang pemutus." Sufyan berkata dalam riwayatnya, "Maksudnya, pemutus silaturahim." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MASUKNYA IMAN KE HATI JUBAIR BIN MUTH'IM
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits 344 | Hadits Abu Muhammad Jubair bin Muth'im Radhialahu ‘anhu
Dari Abu Muhammad Jubair bin Muth'im Radhialahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي محمد جُبيْرِ بنِ مُطعِمٍ رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «لا يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ » قال سفيان في روايته : يعْني : قاطِع رحِم . متفقٌ عليه.
"Tidak akan masuk surga seorang pemutus." Sufyan berkata dalam riwayatnya, "Maksudnya, pemutus silaturahim." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- AGAR KITA MENJADI ORANG BERUNTUNG
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
"Sesungguhnya Allah telah memerintahkan Yahya bin Zakariya dengan lima perintah; agar mengamalkan lima perintah tersebut, juga memerintahkan Bani Isra' il untuk mengamalkannya, dan bahwasanya hampir saja ia terlambat dalam menjalankannya. Isa berkata kepadanya,Sesungguhnya Allah telah memerintahkanmu dengan lima perintah agar engkau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil untuk mengamalkannya. Kalau bukan engkau yang memerintahkan mereka maka aku yang akan memerintahkannya. Yahya berkata, `Aku takut apabila engkau mendahuluiku dengan lima perintah tersebut, aku akan ditenggelamkan ke bumi atau diadzab.' Yahya pun mengumpulkan manusia di Baitul Maqdis sehingga masjid menjadi penuh karena banyaknya manusia dan mereka pun duduk di balkon. Yahya berkata, (Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku dengan lima perintah, agar aku mengamalkannya dan kalian juga mengamalkannya. Yang pertama, hendaklah kalian beribadah kepada Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun; karena sesungguhnya perumpamaan orang yang mempersekutukan Allah seperti seseorang yang membeli seorang budak dengan hartanya yang murni berupa emas atau perak, lalu ia berkata kepadanya, Ini adalah rumahku dan ini adalah pekerjaanku. Maka bekerjalah dan berilah keuntungan kepadaku,' tetapi budak ini bekerja dan memberi keuntungan kepada selain dari tuannya. Siapakah di antara kalian yang rela apabila budaknya seperti itu? …
View Details
- BAHAYA MENCELA ORANG TUA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits ke-343 | Hadits Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhuma
Dari Abdullah bin Amr Radhiallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah bersabda,
مِنَ الْكبائِرِ شتْمُ الرَّجلِ والِدَيْهِ ،» قالوا : يا رسولَاللَّه وهَلْ يشْتُمُ الرَّجُلُ والِديْهِ ؟، قال : « نَعمْ ، يَسُبُّ أَبا الرَّجُلِ، فيسُبُّ أَباه ، ويسُبُّ أُمَّهُ ، فَيسُبُّ أُمَّهُ » متفقٌ عليه .
"Termasuk dosa-dosa besar adalah seseorang mencaci maki orang tuanya sendiri." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, memang ada seseorang yang mencaci maki orangtuanya sendiri?" Beliau menjawab, "Dia mencaci maki bapak orang lain lalu orang itu membalas mencaci maki bapaknya, dan dia mencaci maki ibu orang lain dan orang itu membalas mencaci maki ibunya." (Muttafaq ‘alaih)
Di dalam satu riwayat,
وفي روايـةٍ : « إِنَّ مِنْ أَكْبرِ الكبائِرِ أَنْ يلْعنَ الرَّجُلُ والِدَيْهِ ، » قيل : يا رسـول اللَّهِ كيْفَ يلْعنُ الرجُلُ والِديْهِ ؟، قال : « يسُبُّ أَبا الرَّجُل ، فَيسُبُّ أَبَاهُ ، وَيَسبُّ أُمَّه ، فيسُبُّ أُمَّهُ».
"Sesungguhnya termasuk dosa besar yang paling besar adalah seseorang melaknat kedua orangtuanya." Ditanyakan, "Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang melaknat kedua orangtuanya?" Beliau menjawab, "Dia mencaci bapak orang lain lalu orang itu balik mencaci bapaknya, dan dia mencaci ibu orang lain lalu orang itu balik mencaci ibunya."
View Details
- JANGAN CELA ORANG TUAMU
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits ke-343 | Hadits Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhuma
Dari Abdullah bin Amr Radhiallahu ‘anhuma, bahwa Rasulullah bersabda,
مِنَ الْكبائِرِ شتْمُ الرَّجلِ والِدَيْهِ ،» قالوا : يا رسولَاللَّه وهَلْ يشْتُمُ الرَّجُلُ والِديْهِ ؟، قال : « نَعمْ ، يَسُبُّ أَبا الرَّجُلِ، فيسُبُّ أَباه ، ويسُبُّ أُمَّهُ ، فَيسُبُّ أُمَّهُ » متفقٌ عليه .
"Termasuk dosa-dosa besar adalah seseorang mencaci maki orang tuanya sendiri." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, memang ada seseorang yang mencaci maki orangtuanya sendiri?" Beliau menjawab, "Dia mencaci maki bapak orang lain lalu orang itu membalas mencaci maki bapaknya, dan dia mencaci maki ibu orang lain dan orang itu membalas mencaci maki ibunya." (Muttafaq ‘alaih)
Di dalam satu riwayat,
وفي روايـةٍ : « إِنَّ مِنْ أَكْبرِ الكبائِرِ أَنْ يلْعنَ الرَّجُلُ والِدَيْهِ ، » قيل : يا رسـول اللَّهِ كيْفَ يلْعنُ الرجُلُ والِديْهِ ؟، قال : « يسُبُّ أَبا الرَّجُل ، فَيسُبُّ أَبَاهُ ، وَيَسبُّ أُمَّه ، فيسُبُّ أُمَّهُ».
"Sesungguhnya termasuk dosa besar yang paling besar adalah seseorang melaknat kedua orangtuanya." Ditanyakan, "Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang melaknat kedua orangtuanya?" Beliau menjawab, "Dia mencaci bapak orang lain lalu orang itu balik mencaci bapaknya, dan dia mencaci ibu orang lain lalu orang itu balik mencaci ibunya."
View Details
- EMPAT DOSA BESAR
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Hadits ke-342 | Hadits Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhuma
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhuma, dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
الْكبائرُ : الإِشْراكُ بِاللَّه ، وعقُوق الْوالِديْنِ ، وقَتْلُ النَّفْسِ ، والْيمِينُ الْغَموس» رواه البخاري .
"Dosa-dosa besar itu adalah: menyekutukan Allah, durhaka kepada kedua orangtua, membunuh jiwa manusia, dan sumpah palsu.” (HR. Bukhari)
View Details
- DOSA BESAR YANG PALING BESAR
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
Dari Abu Bakrah Nufai' bin al-Harits Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي بكرةَ نُفيْع بنِ الحارثِ رضي اللَّه عنه قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «أَلا أُنَبِّئُكمْ بِأكْبَرِ الْكَبائِرِ ؟ » ثلاثاً قُلنا : بلَى يا رسولَ اللَّه : قال : « الإِشْراكُ بِاللَّهِ، وعُقُوقُ الْوالِديْن » وكان مُتَّكِئاً فَجلَسَ ، فقال:«أَلا وقوْلُ الزُّورِ وشهادُة الزُّورِ »فَما زَال يكَرِّرُهَا حتَّى قُلنَا : ليْتهُ سكتْ .متفق عليه.
"Maukah aku beritahukan kepada kalian tentang dosa besar yang paling besar?" Tiga kali. Kami menjawab, "Ya wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Menyekutukan Allah dan durhaka kepada kedua orangtua." Semula beliau duduk bersandar, lalu beliau duduk tegak dan bersabda, "Perhatikanlah! Dan ucapan dusta serta kesaksian palsu." Beliau terus-menerus mengulang-ulangnya hingga kami mengatakan, "Seandainya saja beliau diam." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BERSIKAP DENGAN YANG TERBAIK KEPADA ORANG TUA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
QS. Al-Isra’: 23-24
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra: 23)
وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra: 24)
View Details
- PENTINGNYA PERAN IMAN & TAUHID DALAM MERAWAT ORANG TUA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
QS. Al-Isra’: 23-24
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra: 23)
وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra: 24)
View Details
- MENDAMPINGI ORANG TUA DI USIA SENJA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
QS. Al-Isra’: 23-24
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra: 23)
وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra: 24)
View Details
- CARA MERAIH KEBAHAGIAAN HIDUP
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
"Sesungguhnya Allah telah memerintahkan Yahya bin Zakariya dengan lima perintah; agar mengamalkan lima perintah tersebut, juga memerintahkan Bani Isra' il untuk mengamalkannya, dan bahwasanya hampir saja ia terlambat dalam menjalankannya. Isa berkata kepadanya,Sesungguhnya Allah telah memerintahkanmu dengan lima perintah agar engkau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil untuk mengamalkannya. Kalau bukan engkau yang memerintahkan mereka maka aku yang akan memerintahkannya. Yahya berkata, `Aku takut apabila engkau mendahuluiku dengan lima perintah tersebut, aku akan ditenggelamkan ke bumi atau diadzab.' Yahya pun mengumpulkan manusia di Baitul Maqdis sehingga masjid menjadi penuh karena banyaknya manusia dan mereka pun duduk di balkon. Yahya berkata, (Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku dengan lima perintah, agar aku mengamalkannya dan kalian juga mengamalkannya. Yang pertama, hendaklah kalian beribadah kepada Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun; karena sesungguhnya perumpamaan orang yang mempersekutukan Allah seperti seseorang yang membeli seorang budak dengan hartanya yang murni berupa emas atau perak, lalu ia berkata kepadanya, Ini adalah rumahku dan ini adalah pekerjaanku. Maka bekerjalah dan berilah keuntungan kepadaku,' tetapi budak ini bekerja dan memberi keuntungan kepada selain dari tuannya. Siapakah di antara kalian yang rela apabila budaknya seperti itu? …
View Details
- PONDASI DALAM BERBAKTI KEPADA ORANG TUA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
QS. Al-Isra’: 23-24
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra: 23)
وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra: 24)
View Details
- BIRRUL WALIDAIN KARENA ALLAH ﷻ
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya Durhaka Kepada Orang Tua & Haramnya Memutuskan Tali Silaturahim
QS. Al-Isra’: 23-24
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا
Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (QS. Al-Isra: 23)
وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا
Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil”. (QS. Al-Isra: 24)
View Details
- CARA SEMBUH DARI SAKIT HATI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya durhaka kepada orang tua & memutuskan tali silaturahim
QS. Ra'ad: 25
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مِيثَٰقِهِۦ وَيَقْطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوٓءُ ٱلدَّارِ
Artinya: Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).
(QS. Ar-Ra'ad: 25)
View Details
- AKIBAT DURHAKA KEPADA ORANG TUA & MEMUTUS TALI SILATURAHIM
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya durhaka kepada orang tua & memutuskan tali silaturahim
QS. Ra'ad: 25
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
وَٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مِيثَٰقِهِۦ وَيَقْطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ ۙ أُو۟لَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوٓءُ ٱلدَّارِ
Arab-Latin: Wallażīna yangquḍụna 'ahdallāhi mim ba'di mīṡāqihī wa yaqṭa'ụna mā amarallāhu bihī ay yụṣala wa yufsidụna fil-arḍi ulāika lahumul-la'natu wa lahum sūud-dār
Artinya: Orang-orang yang merusak janji Allah setelah diikrarkan dengan teguh dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan mengadakan kerusakan di bumi, orang-orang itulah yang memperoleh kutukan dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahannam).
View Details
- DURHAKA = DITULIKAN & DIBUTAKAN
Riyaadush Shaalihiin
Bab 41 | Haramnya durhaka kepada orang tua & memutuskan tali silaturahim
QS. Muhammad: 22-23
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوٓا۟ أَرْحَامَكُمْ
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?
أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰٓ أَبْصَٰرَهُمْ
Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.
(QS. Muhammad: 22-23)
View Details
- MOMENTUM PERBANYAK BERDZIKIR KEPADA ALLAH
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
"Sesungguhnya Allah telah memerintahkan Yahya bin Zakariya dengan lima perintah; agar mengamalkan lima perintah tersebut, juga memerintahkan Bani Isra' il untuk mengamalkannya, dan bahwasanya hampir saja ia terlambat dalam menjalankannya. Isa berkata kepadanya,Sesungguhnya Allah telah memerintahkanmu dengan lima perintah agar engkau mengamalkannya dan memerintahkan Bani Israil untuk mengamalkannya. Kalau bukan engkau yang memerintahkan mereka maka aku yang akan memerintahkannya. Yahya berkata, `Aku takut apabila engkau mendahuluiku dengan lima perintah tersebut, aku akan ditenggelamkan ke bumi atau diadzab.' Yahya pun mengumpulkan manusia di Baitul Maqdis sehingga masjid menjadi penuh karena banyaknya manusia dan mereka pun duduk di balkon. Yahya berkata, (Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepadaku dengan lima perintah, agar aku mengamalkannya dan kalian juga mengamalkannya. Yang pertama, hendaklah kalian beribadah kepada Allah dan janganlah kalian mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun; karena sesungguhnya perumpamaan orang yang mempersekutukan Allah seperti seseorang yang membeli seorang budak dengan hartanya yang murni berupa emas atau perak, lalu ia berkata kepadanya, Ini adalah rumahku dan ini adalah pekerjaanku. Maka bekerjalah dan berilah keuntungan kepadaku,' tetapi budak ini bekerja dan memberi keuntungan kepada selain dari tuannya. Siapakah di antara kalian yang rela apabila budaknya seperti itu? …
View Details
- 3 ANCAMAN ALLAH ﷻ UNTUK ORANG YANG DURHAKA
RiyaadushShaalihiin
Bab 41 | Haramnya durhaka kepada orang tua & memutuskan tali silaturahim
QS. Muhammad: 22-23
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوٓا۟ أَرْحَامَكُمْ
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?
أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰٓ أَبْصَٰرَهُمْ
Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.
(QS. Muhammad: 23-24)
View Details
- MEMPERBAIKI & BERBAKTI
RiyaadushShaalihiin
Bab 41 | Haramnya durhaka kepada orang tua &. memutuskan tali silaturahim
QS. Al-Muhammad: 22-23
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
فَهَلْ عَسَيْتُمْ إِن تَوَلَّيْتُمْ أَن تُفْسِدُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَتُقَطِّعُوٓا۟ أَرْحَامَكُمْ
Maka apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?
أُو۟لَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَعَنَهُمُ ٱللَّهُ فَأَصَمَّهُمْ وَأَعْمَىٰٓ أَبْصَٰرَهُمْ
Mereka itulah orang-orang yang dilaknati Allah dan ditulikan-Nya telinga mereka dan dibutakan-Nya penglihatan mereka.
(QS. Muhammad: 23-24)
View Details
- HUKUM DURHAKA & MEMUTUSKAN TALI SILATURAHIM
RiyaadushShaalihiin
Bab 41 | Haramnya durhaka kepada orang tua &. memutuskan tali silaturahim
View Details
- EP 14 : SEMUA AMAL ANAK ITU PAHALA ORANG TUA?
Seri berbakti kepada orang tua setelah mereka wafat
Riyaadush Shaalihiin
Bab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & Silaturahim
View Details
- EP 13: MENUTUP AIB ORANG TUA
Seri berbakti kepada orang tua setelah mereka wafat
Riyaadush Shaalihiin
Bab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & Silaturahim
View Details
- EP12: MEMPERBAIKI KESALAHAN ORANG TUA
Seri berbakti kepada orang tua setelah mereka wafat
Riyaadush Shaalihiin
Bab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & Silaturahim
View Details
- KESHALIHAN ANAK = KEMULIAAN ORANG TUA
Seri berbakti kepada orang tua setelah mereka wafat
Riyaadush Shaalihiin
Bab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & Silaturahim
View Details
- MENDOAKAN SUAMI SHALIH YANG TELAH WAFAT
Riyaadush Shaalihiin
Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MENYIKAPI KELUARGA YANG ZHALIM
Seri berbakti kepada orang tua setelah mereka wafat
Riyaadush Shaalihiin
Bab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & Silaturahim
View Details
- EPISODE 10: MENGURUS PENINGGALAN ORANG TUA
Seri berbakti kepada orang tua setelah mereka wafat
Riyaadush Shaalihiin
Bab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & Silaturahim
View Details
- BAGAIMANA ABU AYYUB AL-ANSHARI MEMULIAKAN RASULULLAH ﷺ & KELUARGANYA
Riyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & Silaturahim
Hadits ke-336 | Abu Ayyub Khalid bin Zaid al-Anshari Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Ayyub Khalid bin Zaid al-Anshari Radhiallahu ‘anhu
وعن أبي أَيُّوب خالدِ بن زيدٍ الأنصاري رضي اللَّه عنه أَن رجلاً قال: يا رسولَ اللَّه أَخْبِرْني بِعملٍ يُدْخِلُني الجنَّةَ ، وَيُبَاعِدني مِنَ النَّارِ . فقال النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: «تعبُدُ اللَّه ، ولا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئاً ، وَتُقِيمُ الصَّلاَةَ ، وتُؤتي الزَّكاةَ ، وتَصِلُ الرَّحِم » متفقٌ عليه.
"Bahwa seorang laki-laki berkata, 'Wahai Rasulullah, beritahukanlah kepadaku satu amal yang bisa memasukkanku ke surga dan men-jauhkanku dari neraka.' Maka Nabi ﷺ bersabda, 'Kamu menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu pun denganNya, kamu mendirikan shalat, membayar zakat, dan menyambung hubungan kekerabatan'." (muttafaqun ‘alaih)
View Details
- PERTOLONGAN ALLAH ﷻ PADA PENYAMBUNG SILATURAHIMRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimHadits ke-328 | Hadits Aisyah Radhiallahu ‘anhaDari Aisyah Radhiallahu ‘anha beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن عائشة قالت : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « الرَّحمُ مَعَلَّقَةٌ بِالعَرْشِ تَقُولُ : مَنْ وصلني وَصَلَهُ اللَّه ، وَمَن قَطَعَني ، قَطَعَهُ اللَّه » متفقٌ عليه"Rahim itu tergantung di Arasy, dia berkata, ‘Siapa yang menyambungku, maka Allah menyambungnya, dan siapa yang memutusku, maka Allah memutusnya’." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
Riyaadush Shaalihiin 1048. "JIKA BERSILATURAHIM HANYA KARENA MATERI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadush Shaalihiin 1047. "APAKAH TAUBAT MENGHILANGKAN DAMPAK DARI DOSA?" - Ustadz Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 30. "AMALAN PENUTUP DI RAMADHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 29. "DETIK-DETIK TERAKHIR BERSAMANYA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- ISTIMEWANYA ABDULLAH BIN AMR BIN AL-ASHRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimHadits ke-335 | Hadits Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiiallahu ‘anhumaDari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiiallahu ‘anhuma beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda secara terang-terangan, bukan samar-samar, beliau bersabda, وعن أبي عبد اللَّه عمرو بن العاص رضي اللَّه عنهما قال : سمعتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم جِهاراً غيْرَ سِرٍّ يَقُولُ : « إِنَّ آلَ بَني فُلانٍ لَيُسُوا بأَوْلِيائي إِنَّما وَلِيِّي اللَّهُ وصالحُ المؤْمِنِين، ولَكِنْ لَهُمْ رحِمٌ أَبُلُّها بِبِلالِها » متفق عليه . واللَّفظُ للبخاري"Sesungguhnya keluarga bani fulan bukanlah wali-waliku. Wali (penolong)ku adalah Allah dan orang-orang Mukmin yang shalih. Hanya saja mereka memiliki hubungan kekerabatan yang akan aku basahi dengan air kekerabatan." (Muttafaq ‘alaih, dan ini lafazh Al-Bukhari)
View Details
Serial Ramadhan 28. "PERJUANGAN PARA AHLI AL-QURAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SILATURAHIM YANG TERBAIK UNTUK KELUARGA Riyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimHadits ke-334 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, Rasulullah ﷺ bersabda,وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : لما نزلَتْ هذِهِ الآيَةُ : { وَأَنْذِر عشِيرتكَ الأَقربِينَ } [ الشعراء : 214 ] دعا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قُرَيْشَا فاجْتَمعُوا فَعَمَّ ، وخَصَّ وقال: «يا بَني عبدِ شَمسٍ ، يا بني كَعْب بنِ لُؤَي ، أَنقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ ، يَا بني مُرَّةَ بـنِ كْعبٍ ، أَنْقِذُوا أَنفُسَكُمْ مِن النَّار ، يا بني عبْدِ مَنَافٍ ، أَنْقِذُوا أَنْفُسَكُمْ مِنَ النَّارِ ، يا بَني هاشِمٍ أَنقِذُوا أَنْفُسكُمْ مِنَ النَّارِ ، يا بني عبْدِ المطَّلِبِ أَنْقِذُوا أَنْفُسكُمْ مِن النَّارِ ، يا فاطِمَة أَنْقِذي نفْسَكَ منَ النَّار ، فَإِني لا أَمْلِكُ لَكُمْ منَ اللَّه شيْئاً ، غَيْر أَنَّ لَكُمْ رحِماً سأَبلُّهَا بِبِلالِها » رواه مسلم."Ketika turun ayat, 'Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat.' (Asy-Syu'ara': 214). Rasulullah memanggil suku Quraisy, maka mereka pun berkumpul. Rasulullah memanggil secara umum dan secara khusus, beliau mengatakan, 'Wahai Bani Abdi Syams, wahai Bani Ka'ab bin Lu’ay, selamatkanlah diri kalian dari neraka! Wahai Bani Murrah bin Ka'ab, selamatkanlah diri kalian dari api neraka! Wahai Abdi Manaf, selamatkanlah diri kalian dari api neraka!Wahai Bani Hasyim, selamatkanlah diri kalian dari api neraka! Wahai Bani Abdul Muththalib, selamatkanlah diri kalian dari api neraka! Wahai Fathimah, selamatkanlah dirimu dari api neraka! Sesungguhnya aku tidak memiliki kuasa sedikit pun untuk menyelamatkan kalian dari siksa Allah. Hanya saja kalian semua memiliki hubungan kekerabatan denganku yang akan aku basahi dengan air kekerabatan." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- AMALKAN NASIHAT NABI ﷺ TENTANG SILATURAHIMRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & Silaturahim
View Details
Serial Ramadhan 27. "BERPACU DENGAN DETIK-DETIK RAMADHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SALAH SATU MUKJIZAT NABIRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimHadits ke-333 | Hadits Abu Dzar Radhiallahu 'anhuDari Abu Dzar Radhiallahu 'anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,.إِنَّكُم ستفْتَحُونَ أَرْضاً يُذْكَرُ فِيهَا القِيرَاطُ"Sesungguhnya kalian akan membebaskan satu negeri yang di dalamnya qirath banyak disebut."Dalam satu riwayat,ستفْتحُونَ مـصْر وهِي أَرْضٌ يُسَمَّى فِيها القِيراطُ ، فَاستَوْصُوا بِأَهْلِها خيْراً، فَإِنَّ لَهُمْ ذِمة ورحِماً."Kalian akan membuka (menaklukkan) Mesir, satu negeri yang di dalamnya banyak disebut nama qirath. Maka hendaklah kalian memberikan wasiat agar berbuat baik kepada penduduknya, karena sesungguhnya mereka memiliki hak perlindungan dan kekerabatan.”وفي روايةٍ : « فإِذا افْتتَحتُموها ، فَأَحْسِنُوا إِلى أَهْلِهَا ، فَإِنَّ لهُم ذِمَّةً ورحِماً» أَو قال رواه مسلم ."Apabila kalian telah membuka (menaklukkan)nya, maka berbuat baiklah kepada penduduknya, karena sesungguhnya mereka memiliki hak perlindungan dan kekerabatan.”Atau beliau bersabda,«ذِمَّةً وصِهراً »“'Hak perlindungan dan hubungan besan." (HR. Muslim)
View Details
Kajian Wanita 128. "POTRET WANITA AHLI QIYAMUL LAIL" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SOLUSI SILATURAHIM YANG TERPISAH JARAKRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimHadits ke-333 | Hadits Abu Dzar Radhiallahu 'anhuDari Abu Dzar Radhiallahu 'anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,.إِنَّكُم ستفْتَحُونَ أَرْضاً يُذْكَرُ فِيهَا القِيرَاطُ"Sesungguhnya kalian akan membebaskan satu negeri yang di dalamnya qirath banyak disebut."Dalam satu riwayat,ستفْتحُونَ مـصْر وهِي أَرْضٌ يُسَمَّى فِيها القِيراطُ ، فَاستَوْصُوا بِأَهْلِها خيْراً، فَإِنَّ لَهُمْ ذِمة ورحِماً."Kalian akan membuka (menaklukkan) Mesir, satu negeri yang di dalamnya banyak disebut nama qirath. Maka hendaklah kalian memberikan wasiat agar berbuat baik kepada penduduknya, karena sesungguhnya mereka memiliki hak perlindungan dan kekerabatan.”وفي روايةٍ : « فإِذا افْتتَحتُموها ، فَأَحْسِنُوا إِلى أَهْلِهَا ، فَإِنَّ لهُم ذِمَّةً ورحِماً» أَو قال رواه مسلم ."Apabila kalian telah membuka (menaklukkan)nya, maka berbuat baiklah kepada penduduknya, karena sesungguhnya mereka memiliki hak perlindungan dan kekerabatan.”Atau beliau bersabda,«ذِمَّةً وصِهراً »“'Hak perlindungan dan hubungan besan." (HR. Muslim)
View Details
Serial Ramadhan 25. "KUNCI KEBERUNTUNGAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SILATURAHIM YANG KOKOHRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimHadits ke-332 | Hadits Abu Sufyan bin Harb Radhiallahu ‘anhuDari Abu Sufyan bin Harb Radhiallahu ‘anhu dalam haditsnya yang panjang tentang kisahnya dengan Heraklius,وعن أبي سُفْيان صخْر بنِ حربٍ رضي اللَّه عنه في حدِيثِهِ الطَّويل في قصَّةِ هِرقل أَنَّ هِرقْلَ قال لأَبي سفْيان : فَماذَا يأْمُرُكُمْ بِهِ ؟ يَعْني النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : قلت : يقولُ: « اعْبُدُوا اللَّهَ وَحدَهُ ، ولا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً ، واتْرُكُوا ما يقُولُ آباؤُكمْ ، ويأْمُرُنَا بالصَّلاةِ ، والصِّدْقِ ، والعفَافِ ، والصِّلَةِ » متفقٌ عليه"Bahwa Heraklius bertanya kepada Abu Sufyan, 'Apa yang dia -maksudnya, Nabi ﷺ- perintahkan kepada kalian?' Abu Sufyan menjawab, 'Saya menjawab, 'Dia berkata, 'Sembahlah Allah Semata dan jangan menyekutukan sesuatu pun denganNya, serta tinggalkanlah apa-apa yang dikatakan oleh bapak-bapak kalian.' Dia menyuruh kami shalat, jujur, menjaga diri dari yang haram, dan silaturahim'." (Muttafaq alaih)
View Details
Serial Ramadhan 24. "OBAT MUJARAB UNTUK HATI YANG SAKIT" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 23. "INGIN HIDUP MULIA, AMALKAN TIPS INI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PESONA NABI ﷺ DIAKUI OLEH KAWAN & LAWANRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimHadits ke-332 | Hadits Abu Sufyan bin Harb Radhiallahu ‘anhuDari Abu Sufyan bin Harb Radhiallahu ‘anhu dalam haditsnya yang panjang tentang kisahnya dengan Heraklius,وعن أبي سُفْيان صخْر بنِ حربٍ رضي اللَّه عنه في حدِيثِهِ الطَّويل في قصَّةِ هِرقل أَنَّ هِرقْلَ قال لأَبي سفْيان : فَماذَا يأْمُرُكُمْ بِهِ ؟ يَعْني النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : قلت : يقولُ: « اعْبُدُوا اللَّهَ وَحدَهُ ، ولا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئاً ، واتْرُكُوا ما يقُولُ آباؤُكمْ ، ويأْمُرُنَا بالصَّلاةِ ، والصِّدْقِ ، والعفَافِ ، والصِّلَةِ » متفقٌ عليه"Bahwa Heraklius bertanya kepada Abu Sufyan, 'Apa yang dia -maksudnya, Nabi ﷺ- perintahkan kepada kalian?' Abu Sufyan menjawab, 'Saya menjawab, 'Dia berkata, 'Sembahlah Allah Semata dan jangan menyekutukan sesuatu pun denganNya, serta tinggalkanlah apa-apa yang dikatakan oleh bapak-bapak kalian.' Dia menyuruh kami shalat, jujur, menjaga diri dari yang haram, dan silaturahim'." (Muttafaq alaih)
View Details
Serial Ramadhan 22. "MILIKI SIFAT AHLI SURGA DI 10 MALAM INI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadush Shaalihiin 1039. "PAHALA ISTRI YANG SEDEKAH PADA SUAMI & KELUARGANYA" - Ust Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 21. "PERSAHABATAN ANTARA 'LAMBUNG & KASUR'" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MEMBANTU ORANG TUA YANG BELUM BERIMANRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimHadits ke-330 | Hadits Asma binti Abi Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu ‘anhaDari Asma binti Abi Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu ‘anha, beliau berkata,وعن أَسْمَاءَ بنْتِ أبي بكْرٍ الصِّدِّيقِ رضي اللَّه عنهما قالت : قَدِمتْ عليَّ أُمِّي وهِي مُشركة في عهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَاسْتَفتَيْتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قلتُ : قَدِمتْ عَليَّ أُمِّى وَهِى راغبةٌ ، أَفأَصِلُ أُمِّي ؟ قال : « نَعمْ صِلي أُمَّكِ » متفق عليه ."Pada masa perjanjian Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, ibuku yang masi musyrik pernah mendatangiku. Maka saya meminta fatwa kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasalam. Saya berkata, 'Ibuku mendatangiku, sedangkan dia itu menginginkan sesuatu dariku, apakah saya boleh menyambung hubungan dengan ibuku?' Beliau menjawab, 'Ya, sambunglah hubungan dengan ibumu'." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- ICON WANITA PALING BERKHIDMAT PADA SUAMI Riyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimHadits ke-330 | Hadits Asma binti Abi Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu ‘anhaDari Asma binti Abi Bakar Ash-Shiddiq Radhiallahu ‘anha, beliau berkata,وعن أَسْمَاءَ بنْتِ أبي بكْرٍ الصِّدِّيقِ رضي اللَّه عنهما قالت : قَدِمتْ عليَّ أُمِّي وهِي مُشركة في عهْدِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَاسْتَفتَيْتُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قلتُ : قَدِمتْ عَليَّ أُمِّى وَهِى راغبةٌ ، أَفأَصِلُ أُمِّي ؟ قال : « نَعمْ صِلي أُمَّكِ » متفق عليه ."Pada masa perjanjian Rasulullah shalallahu alaihi wasalam, ibuku yang masi musyrik pernah mendatangiku. Maka saya meminta fatwa kepada Rasulullah shalallahu alaihi wasalam. Saya berkata, 'Ibuku mendatangiku, sedangkan dia itu menginginkan sesuatu dariku, apakah saya boleh menyambung hubungan dengan ibuku?' Beliau menjawab, 'Ya, sambunglah hubungan dengan ibumu'." (Muttafaq 'alaih)
View Details
Serial Ramadhan 20. "BERJUANG DI 10 MALAM TERAKHIR" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 19. "3 KIAT MENCARI LAILATUL QADR" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- TIPS AGAR TIDAK INSECUREKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Penjelasan Tingkatan Ubudiyyah yang Paling Sempurna....
Umar binAbdil `Aziz pernah berkata dalam khutbahnya, "Wahai sekalian manusia! Sesungguhnya kalian tidak diciptakan begitu saja, dan kalian tidak ditinggalkan dengan diterlantarkan, sungguh kalian memiliki tempat kembali. Allah akan mengumpulkan kalian padanya untuk diadili dan diberi keputusan di antara kalian. Maka rugi dan celakalah seorang hamba yang dikeluarkan oleh Allah dari rahmat-Nya yang meliputi segala sesuatu, dan Surga-Nya yang seluas langit dan bumi. Keselamatan di hari esok (hari Kiamat) itu hanya bagi orang yang takut kepada Allah dan bertakwa, menjual sesuatu yang sedikit demi mendapatkan sesuatu yang banyak, yang fana dengan sesuatu yang abadi, kesengsaraan dengan kebahagiaan. Tidakkah kalian memperhatikan bahwa kalian berada pada tulang punggung orang-orang yang binasa, dan akan menggantikan setelah kalian orang-orang yang tersisa. Tidakkah kalian memperhatikan bahwa di setiap hari kalian ada yang mati, dan terputus angan-angan-nya, maka kalian meletakkannya dalam perut bumi tanpa ada yang menyandarkan dan membentangkan, sungguh ia telah menanggalkan sebab-sebab (kebahagiaannya), telah meninggalkan orang-orang tercinta dan telah menghadapi hisab (pembalasan)." ....
View Details
- BERBAGI PADA KERABAT DEKAT LEBIH DIUTAMAKANRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimHadits ke-329 | Hadits Maimunah binti al-Harits Radhiallahu ‘anhaDari Ummul Mukminin, Maimunah binti al-Harits Radhiallahu ‘anhaوعن أُمِّ المُؤْمِنِينَ ميمُونَةَ بنْتِ الحارِثِ رضي اللَّه عنها أَنَّهَا أَعتَقَتْ وليدةً وَلَم تَستَأْذِنِ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فلَمَّا كانَ يومَها الَّذي يدورُ عَلَيْهَا فِيه ، قالت: يا رسول اللَّه إِنِّي أَعْتَقْتُ ولِيدتي ؟ قال : « أَوَ فَعلْتِ ؟ » قالت : نَعمْ قال : « أَما إِنَّكِ لو أَعْطَيتِهَا أَخوالَكِ كان أَعظَمَ لأجرِكِ » متفقٌ عليه ."Bahwa dia memerdekakan seorang budak wanita tanpa meminta izin Nabi ﷺ.', maka pada hari giliran Rasulullah ﷺ berada di rumahnya, dia berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah Anda tahu bahwa saya telah memerdekakan budakku?' Beliau bertanya, 'Apa kamu telah melakukannya?' Dia menjawab, 'Ya.' Maka beliau bersabda, 'Sesungguhnya seandainya kamu memberikannya kepada kerabatmu dari pihak ibu, tentu pahalamu lebih besar lagi'." (Muttafaq’alaih)
View Details
Serial Ramadhan 18. "MENTAL ORANG YANG SHALIH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KISAH ISTRI NABI ﷺ YANG PALING SEMANGAT BERSILATURAHIMRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimHadits ke-329 | Hadits Maimunah binti al-Harits Radhiallahu ‘anhaDari Ummul Mukminin, Maimunah binti al-Harits Radhiallahu ‘anhaوعن أُمِّ المُؤْمِنِينَ ميمُونَةَ بنْتِ الحارِثِ رضي اللَّه عنها أَنَّهَا أَعتَقَتْ وليدةً وَلَم تَستَأْذِنِ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فلَمَّا كانَ يومَها الَّذي يدورُ عَلَيْهَا فِيه ، قالت: يا رسول اللَّه إِنِّي أَعْتَقْتُ ولِيدتي ؟ قال : « أَوَ فَعلْتِ ؟ » قالت : نَعمْ قال : « أَما إِنَّكِ لو أَعْطَيتِهَا أَخوالَكِ كان أَعظَمَ لأجرِكِ » متفقٌ عليه ."Bahwa dia memerdekakan seorang budak wanita tanpa meminta izin Nabi ﷺ.', maka pada hari giliran Rasulullah ﷺ berada di rumahnya, dia berkata, 'Wahai Rasulullah, apakah Anda tahu bahwa saya telah memerdekakan budakku?' Beliau bertanya, 'Apa kamu telah melakukannya?' Dia menjawab, 'Ya.' Maka beliau bersabda, 'Sesungguhnya seandainya kamu memberikannya kepada kerabatmu dari pihak ibu, tentu pahalamu lebih besar lagi'." (Muttafaq’alaih)
View Details
Serial Ramadhan 17. "2 LUMBUNG KEBAIKAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 16. "MENJADI MULIA DENGAN KETAATAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Ramadhan 15. "CIRI ORANG YANG ALLAH ﷻ INGINKAN JADI BAIK" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzkri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MENYAMBUNG SILATURAHIM TERHADAP YANG MEMUTUSKANNYARiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimHadits ke-327 | Hadits Abdullah bin Amr Radhiallahu ‘anhuDari Abdullah bin Amr Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda, وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : لَيْسَ الْواصِلُ بِالمُكافئ وَلكِنَّ الواصِلَ الَّذي إِذا قَطَعتْ رَحِمُهُ وصلَهَا» رواه البخاري ."Orang yang menyambung hubungan silaturahim bukanlah orang yang membalas menyambungnya, tetapi orang yang menyambung hubungan silaturahim adalah orang yang apabila kerabatnya memutuskan hubungan silaturahim, dia berusaha menyambungnya.” (HR. Bukhari)
View Details
- UTAMAKAN BAKTI PADA ORANG TUARiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimHadits ke-326 | Hadits Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhumaDari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhuma, beliau berkataوعن عبد اللَّه بن عمرو بن العاص رضي اللَّه عنهما قال: أَقْبلَ رجُلٌ إِلى نَبِيِّ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فقال: أُبايِعُكَ على الهِجرةِ وَالجِهَادِ أَبتَغِي الأَجرَ مِنَ اللَّه تعالى . قال: « فهَلْ مِنْ والدِيْكَ أَحدٌ حَيٌّ ؟ » قال : نعمْ بل كِلاهُما قال : « فَتَبْتَغِي الأَجْرَ مِنَ اللَّه تعالى؟» قال : نعمْ . قال : « فَارْجعْ إِلى والدِيْكَ ، فَأَحْسِنْ صُحْبتَهُما . متفقٌ عليه . وهذا لَفْظُ مسلمٍ ."Ada seorang laki-laki menghadap kepada Nabi ﷺ lalu berkata, 'Saya berbai'at kepada Anda untuk berhijrah dan berjihad demi mencari pahala dari Allah Ta’ala. Nabi ﷺ bertanya, 'Apakah salah seorang dari kedua orangtuamu masih hidup?' Dia menjawab, 'Ya, bahkan keduanya (masih hidup).' Maka beliau bersabda, 'Kamu mencari pahala dari Allah Ta’ala?' Dia menjawab, 'Ya.' Beliau bersabda, 'Kalau begitu pulanglah kepada kedua orangtuamu dan pergaulilah keduanya dengan baik'." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
Serial Ramadhan 14. "DIANTARA CIRI ORANG YANG BERAKAL SEHAT" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SEDEKAHKAN HARTA TERBAIKRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimHadits ke-325 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhuDari Anas Radhiallahu ‘anhu, beliau berkataوعنه قال : كان أَبُو طَلْحَة أَكْثَر الأَنصار بِالمَدينَةِ مَالاً مِنْ نَخْلٍ ، وكان أَحبُّ ّأَمْوَالِهِ بِيرْحَاءَ ، وكَانتْ مُسْتقْبِلَة المَسْجِدِ ، وكَان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يدْخُلُهَا، وَيَشْرَب مِنْ ماءٍ فيها طَيِّبٍ ، فَلمَّا نَزَلتْ هذِهِ الآيةُ : { لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ } [ آل عمران: 92 ] قام أَبُو طَلْحة إلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال : يا رسولَ اللَّه إِنَّ اللَّه تَبَارَك وتعالى يقول : { لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ } وَإِنَّ أَحب مالى إِليَّ بِيَرْحَاءَ ، وإِنَّهَا صَدقَةٌ للَّهِ تعالى، أَرجُو بِرَّهَا وذُخْرهَا عِنْد اللَّه تعالى ، فَضَعْهَا يا رسول اللَّه حيثُ أَراكَ اللَّه. فقال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « بَخٍ ، ذلِكَ مالٌ رابحٌ ، ذلِكَ مالٌ رابحٌ ، وقَدْ سَمِعْتُ ما قُلتَ ، وإِنَّي أَرى أَنْ تَجْعَلَهَا في الأَقْربِين » فقال أَبُو طَلْحة : أَفعلُ يا رسول اللَّه ، فَقَسَمهَا أَبُو طَلْحة في أَقارِبِهِ وبني عمِّهِ . متفقٌ عليه . وَسبق بَيَانُ أَلْفَاظِهِ في بابِ الإِنْفَاقِ مِمَّا يُحِب."Abu Thalhah Radhiallahu ‘anhu adalah orang Anshar yang paling banyak hartanya -yakni kebun kurmanya- di Madinah, dan harta yang paling dia cintai adalah kebun Bairaha' yang berhadapan dengan masjid (Nabi ,). Rasulullah ﷺ , biasa masuk ke sana dan meminum airnya yang jernih." Anas berkata, "Ketika turun ayat ini, 'Kalian tidak akan memperoleh kebajikan, hingga kalian menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai.' (Ali Imran: 92), Abu Thalhah mendatangi Rasulullah ﷺ, lalu dia berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta' ala berfirman, 'Kalian tidak akan memperoleh kebajikan, hingga kalian menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai.' (QS. Ali Imran: 92), dan sesungguhnya harta saya yang paling saya cintai adalah kebun Bairaha'. Dan (karena ia adalah harta yang paling saya cintai, maka) ia adalah sedekah untuk Allah Subhanahu wa Ta’ala , saya mengharapkan kebaikannya dan pahalanya di sisi Allah Maka pergunakanlah kebun itu sesuai petunjuk Allah kepada Anda, wahai Rasulullah.' Maka Rasulullah berkata, 'Bagus, itu adalah harta yang menguntungkan, itu adalah harta yang menguntungkan. Aku telah mendengar apa yang telah kamu ucapkan dan aku memandang agar kamu menyedekahkannya kepada para kerabatmu yang dekat.' Maka Abu Thalhah berkata, 'Aku laksanakan, wahai Rasulullah.' Maka Abu Thalhah membagi-bagi kebun itu kepada kerabat dan sepupu-sepupunya." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
Serial Ramadhan 13. "SIANG & MALAMNYA ORANG BERILMU" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DOA ORANG TUA & DIDIKAN SAAT KECILRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- MENDOAKAN ORANG TUA = MENTAL BERSYUKURRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- WAHAI RABB, SAYANGILAH KEDUA ORANG TUAKURiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- KAPAN KITA MENDOAKAN ORANG TUA KITA?Riyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- IKHLASKAN DIRIMU, KAU AKAN DAPATKAN DOA ANAKMURiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- DOA ANAK ITU DIIJABAHRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- CIRI ORANG SHALIH = MENDOAKAN ORANG TUARiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- MUDAHKAN ORANG TUA, JANGAN PERSULITRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Rabbku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- JANGAN KAU JUAL AKHIRATMUKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Penjelasan Tingkatan Ubudiyyah yang Paling Sempurna…Satu hari Nabi ﷺ pernah berkhutbah di hadapan para Shahabatnya, ketika matahari berada tepat di atas gunung, yaitu waktu ketika matahari akan terbenam. Beliau ﷺ bersabda: “Sesungguhnya tidak tersisa dari dunia pada apa yang telah berlalu darinya, kecuali seperti apa yang tersisa dari hari kalian ini dari apa yang telah berlalu darinya." (HR. At-Tirmidzi. At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan)Hendaklah orang yang berakal lagi menasihati dirinya sendiri menghayati hadits ini dan hendaklah ia mengetahui apa saja yang terjadi padanya pada waktu ini, yang merupakan satu hal yang telah tersisa dari dunia dengan rahasianya agar ia mengetahui bahwa ia berada pada kebohongan dan kosong semata, dan bahwa ia telah menjual kebahagiaan yang abadi dan nikmat-nikmatnya dengan sesuatu yang rendah dan hina, serta tidak menyamainya sedikit pun. Seandainya ia meminta negeri akhirat kepada Allah maka sungguh Allah akan memberikannya dengan senang dan pembalasan yang cukup, dan Allah akan menyempurnakannya. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah atsar, "Wahai anak cucu Adam, juallah dunia dengan akhirat niscaya engkau akan mendapatkan keuntungan pada keduanya, dan janganlah engkau menjual akhirat dengan dunia niscaya engkau akan rugi pada keduanya."
View Details
- MENYIKAPI ORANG TUA YANG SUKA MENUNTUT SUAMIRiyaadush ShaalihiinaBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- POTRET ULAMA MEMENUHI PANGGILAN ORANG TUARiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- SIKAP KITA SAAT IBU MENCAMPURI PENGURUSAN ANAKRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- BOLEHKAH MENGHALANGI KEINGINAN ORANG TUA?Riyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- SEBAB TAKUT TERHADAP ORANG TUARiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- RENDAHKAN HATI DI HADAPAN ORANG TUARiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- SIKAP UTSMAN BIN AFFAN Radhiallahu 'anhu TERHADAP IBUNYARiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- MERAWAT ORANG TUA SEBAGAIMANA DULU MEREKA MERAWAT KITARiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- HAKIKAT SISA WAKTU YANG KITA MILIKIKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Penjelasan Tingkatan Ubudiyyah yang Paling Sempurna…Satu hari Nabi ﷺ pernah berkhutbah di hadapan para Shahabatnya, ketika matahari berada tepat di atas gunung, yaitu waktu ketika matahari akan terbenam. Beliau ﷺ bersabda: “Sesungguhnya tidak tersisa dari dunia pada apa yang telah berlalu darinya, kecuali seperti apa yang tersisa dari hari kalian ini dari apa yang telah berlalu darinya." (HR. At-Tirmidzi. At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan)Hendaklah orang yang berakal lagi menasihati dirinya sendiri menghayati hadits ini dan hendaklah ia mengetahui apa saja yang terjadi padanya pada waktu ini, yang merupakan satu hal yang telah tersisa dari dunia dengan rahasianya agar ia mengetahui bahwa ia berada pada kebohongan dan kosong semata, dan bahwa ia telah menjual kebahagiaan yang abadi dan nikmat-nikmatnya dengan sesuatu yang rendah dan hina, serta tidak menyamainya sedikit pun. Seandainya ia meminta negeri akhirat kepada Allah maka sungguh Allah akan memberikannya dengan senang dan pem-balasan yang cukup, dan Allah akan menyempurnakannya. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah atsar, "Wahai anak cucu Adam, juallah dunia dengan akhirat niscaya engkau akan mendapatkan keuntungan pada keduanya, dan janganlah engkau menjual akhirat dengan dunia niscaya engkau akan rugi pada keduanya."
View Details
- BAKTI ANAK VS POLA ORANG TUARiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- BELUM BISA BERLEMAH LEMBUT KARENA ORANG TUA YANG KERASRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- UCAPKANLAH UCAPAN YANG MULIARiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- BERBAKTI DALAM KEKECEWAAN Riyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- JANGAN BERSUARA TINGGI KEPADA MEREKARiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- JANGAN MENGATAKAN "UF"Riyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- PERJUANGKAN HIDAYAH ORANG TUA DI USIA LANJUTRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- PEMBICARAAN PARA PENDOSA DI HARI KIAMATKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Penjelasan Tingkatan Ubudiyyah yang Paling SempurnaAllah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ ۚ وَنَحْشُرُ ٱلْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًا(yaitu) di hari (yang di waktu itu) ditiup sangkakala dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan muka yang biru muram;يَتَخَٰفَتُونَ بَيْنَهُمْ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا عَشْرًاMereka berbisik-bisik di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia) melainkan hanyalah sepuluh (hari)"نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ إِذْ يَقُولُ أَمْثَلُهُمْ طَرِيقَةً إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا يَوْمًاKami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika berkata orang yang paling lurus jalannya di antara mereka: "Kamu tidak berdiam (di dunia), melainkan hanyalah sehari saja".(QS. Thaha: 102-104)
View Details
- PAHALA BESAR SAAT ORANG TUA BERUSIA LANJUTRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- SAAT ORANG TUA SUDAH BERUSIA LANJUTRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- PARA SAHABAT & MENTAL MENERIMA KEBENARANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
View Details
- TAUHID & BERBAKTIRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Isra: 23-24Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًاDan Rabbmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًاDan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil".(QS. Al-Isra: 23-24)
View Details
- KETIKA MERTUA MENGAMBIL HAK KITARiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Ankabut: 8Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِن جَٰهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَآ ۚ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَDan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut: 8)
View Details
- MENTAL ORANG-ORANG BAIKRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al-Ankabut: 8Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِن جَٰهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَآ ۚ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَDan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut: 8)
View Details
- TETAP TEGAS NAMUN LEMBUTRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Al- Ankabut: 8Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِن جَٰهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِى مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَآ ۚ إِلَىَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَDan Kami wajibkan manusia (berbuat) kebaikan kepada dua orang ibu-bapaknya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya. Hanya kepada-Ku-lah kembalimu, lalu Aku kabarkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. Al-Ankabut: 8)
View Details
- JALIN HUBUNGAN RAIH KEBERKAHANRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. Ar-Ra'd: 21Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,وَٱلَّذِينَ يَصِلُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوٓءَ ٱلْحِسَابِDan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. (QS. Ar-Ra’d: 21)
View Details
- BERAPA LAMAKAH ANDA HIDUP DI DUNIA?Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Penjelasan Tingkatan Ubudiyyah yang Paling Sempurna...Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,قَٰلَ كَمْ لَبِثْتُمْ فِى ٱلْأَرْضِ عَدَدَ سِنِينَAllah bertanya: "Berapa tahunkah lamanya kamu tinggal di bumi?"قَالُوا۟ لَبِثْنَا يَوْمًا أَوْ بَعْضَ يَوْمٍ فَسْـَٔلِ ٱلْعَآدِّينَMereka menjawab: "Kami tinggal (di bumi) sehari atau setengah hari, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung".قَٰلَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا ۖ لَّوْ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَعْلَمُونَAllah berfirman: "Kamu tidak tinggal (di bumi) melainkan sebentar saja, kalau kamu sesungguhnya mengetahui"(QS. Al-Mu’minun: 112-114)
View Details
- BERBAKTI KEPADA ORANG TUA = KETAKWAANRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimTanya Jawab
View Details
- JAGALAH HUBUNGAN KEKELUARGAANRiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. An-Nisa: 1Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًاHai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An-Nisa: 1)
View Details
- OBAT KEANGKUHANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
View Details
- BERBUAT BAIKLAH KEPADA ORANG TUARiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimQS. An-Nisa: 36Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًاSembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (QS. An-Nisa: 36)
View Details
- BERBAKTI KEPADA ORANG TUARiyaadush ShaalihiinBab 40 | Berbakti kepada Orang Tua & SilaturahimMuqadimmah
View Details
- BERDOSAKAH TIDAK MENJENGUK TETANGGA?Riyaadush ShaallihiinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaKesimpulan Bab
View Details
- LUAR DALAM BERKAHRiyaadush ShaallihiinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaKesimpulan Bab
View Details
- HANYA DI WAKTU SORE ATAU PAGI Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Penjelasan Tingkatan Ubudiyyah yang Paling Sempurna...Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوٓا۟ إِلَّا عَشِيَّةً أَوْ ضُحَىٰهَاPada hari mereka melihat hari berbangkit itu, mereka merasa seakan-akan tidak tinggal (di dunia) melainkan (sebentar saja) di waktu sore atau pagi hari. (QS. An-Naziat: 46)....
View Details
- PETAKA KEANGKUHANTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 9 (Halaman 34, penerbit Pustaka Al-Ihsan)9. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
View Details
- AGAR TIDAK MENGALAMI KERUGIANRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaKesimpulan Bab
View Details
- 4 KUNCI KEBAHAGIAANRiyaadush ShaallihiinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaKesimpulan Bab
View Details
- DAMPINGI HIDUPMU DENGAN NASIHATRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaKesimpulan Bab
View Details
HARUN AR RASYID & SEGELAS AIRKhutbah JumatMasjid Nur Salma3 Februari 2023
View Details
- PENTINGNYA DISKUSI DALAM RUMAH TANGGARiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaKesimpulan bab
View Details
- ANTARA IMAN & PERANGAIRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaKesimpulan bab
View Details
- MUSLIM ITU TIDAK ANTI SOSIALRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-316 | Hadits Abdullah bin Umar Radhialllahu ‘anhuma
View Details
- METODE MENDIDIK DARI MALAIKAT TERBAIK & NABI TERBAIKRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-316 | Hadits Abdullah bin Umar Radhialllahu ‘anhuma
View Details
- SABARLAH, INI HANYA SESAATKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Penjelasan Tingkatan Ubudiyyah yang Paling Sempurna....Apabila jiwa menjadi lemah dari memperhatikan singkatnya waktu dan begitu cepatnya ia berlalu, hendaklah ia mentadabburi firman-firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut:فَٱصْبِرْ كَمَا صَبَرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْعَزْمِ مِنَ ٱلرُّسُلِ وَلَا تَسْتَعْجِل لَّهُمْ ۚ كَأَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَ مَا يُوعَدُونَ لَمْ يَلْبَثُوٓا۟ إِلَّا سَاعَةً مِّن نَّهَارٍۭ ۚ بَلَٰغٌ ۚ فَهَلْ يُهْلَكُ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْفَٰسِقُونَMaka bersabarlah kamu seperti orang-orang yang mempunyai keteguhan hati dari rasul-rasul telah bersabar dan janganlah kamu meminta disegerakan (azab) bagi mereka. Pada hari mereka melihat azab yang diancamkan kepada mereka (merasa) seolah-olah tidak tinggal (di dunia) melainkan sesaat pada siang hari. (Inilah) suatu pelajaran yang cukup, maka tidak dibinasakan melainkan kaum yang fasik. (QS. Al-Ahqaf: 35)
View Details
- BERSAHABAT DENGAN ORANG SHALIH KUNCI KEBAIKANRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-316 | Hadits Abdullah bin Umar Radhialllahu ‘anhumaDari Abdullah bin Umar Radhialllahu ‘anhuma beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,وعن عبدِ اللَّه بن عمر رضي اللَّه عنهما قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « خَيْرُ الأَصحاب عِنْدَ اللَّهِ تعالى خَيْرُهُمْ لصـاحِبِهِ ، وخَيْرُ الجيران عِنْدَ اللَّه تعالى خيْرُهُمْ لجارِهِ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن"Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik kepada tetangganya." (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan.”)
View Details
- BERSAHABAT KARENA ALLAHRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-316 | Hadits Abdullah bin Umar Radhialllahu ‘anhumaDari Abdullah bin Umar Radhialllahu ‘anhuma beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,وعن عبدِ اللَّه بن عمر رضي اللَّه عنهما قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « خَيْرُ الأَصحاب عِنْدَ اللَّهِ تعالى خَيْرُهُمْ لصـاحِبِهِ ، وخَيْرُ الجيران عِنْدَ اللَّه تعالى خيْرُهُمْ لجارِهِ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن"Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik kepada tetangganya." (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan.”)
View Details
- CIRI-CIRI MENJADI SAHABAT TERBAIKRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-316 | Hadits Abdullah bin Umar Radhialllahu ‘anhumaDari Abdullah bin Umar Radhialllahu ‘anhuma beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,وعن عبدِ اللَّه بن عمر رضي اللَّه عنهما قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « خَيْرُ الأَصحاب عِنْدَ اللَّهِ تعالى خَيْرُهُمْ لصـاحِبِهِ ، وخَيْرُ الجيران عِنْدَ اللَّه تعالى خيْرُهُمْ لجارِهِ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن"Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik kepada tetangganya." (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan.”)
View Details
- KETIKA MENDENGAR TETANGGA RIBUTRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-316 | Hadits Abdullah bin Umar Radhialllahu ‘anhumaDari Abdullah bin Umar Radhialllahu ‘anhuma beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,وعن عبدِ اللَّه بن عمر رضي اللَّه عنهما قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « خَيْرُ الأَصحاب عِنْدَ اللَّهِ تعالى خَيْرُهُمْ لصـاحِبِهِ ، وخَيْرُ الجيران عِنْدَ اللَّه تعالى خيْرُهُمْ لجارِهِ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن"Sebaik-baik sahabat di sisi Allah adalah orang yang paling baik kepada sahabatnya, dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah adalah yang paling baik kepada tetangganya." (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan.”)
View Details
- DUA KEKUATAN MANUSIATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 99. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong
View Details
- BAGAIMANA MEMLIH ANTARA YANG BAIK & YANG BAIKRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-315 | Hadits Aisyah Radhiallahu ‘anhaDari Aisyah Radhiallahu ‘anha beliau berkata, وعن عائشة رضي اللَّه عنها قالت : قلت : يا رسول اللَّه إِنَّ لي جَارَيْنِ ، فَإِلى أَيِّهما أُهْدِى؟ قال : « إلى أَقْربهمِا مِنْك باباً » رواه البخاري ."Saya berkata, 'Wahai Rasulullah, saya memiliki dua tetangga, kepada siapakah saya memberi hadiah (terlebih dahulu)?' Beliau menjawab, 'Kepada tetangga yang paling dekat pintunya darimu'." (HR. al-Bukhari)
View Details
- KEUTAMAAN TETANGGA TERDEKATRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-315 | Hadits Aisyah Radhiallahu ‘anhaDari Aisyah Radhiallahu ‘anha beliau berkata, وعن عائشة رضي اللَّه عنها قالت : قلت : يا رسول اللَّه إِنَّ لي جَارَيْنِ ، فَإِلى أَيِّهما أُهْدِى؟ قال : « إلى أَقْربهمِا مِنْك باباً » رواه البخاري ."Saya berkata, 'Wahai Rasulullah, saya memiliki dua tetangga, ke-pada siapakah saya memberi hadiah (terlebih dahulu)?' Beliau menjawab, 'Kepada tetangga yang paling dekat pintunya darimu'." (HR. al-Bukhari)
View Details
- DOAKAN TETANGGA YANG ZHALIMRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak Tetangga
View Details
- BERBUAT BAIK KEPADA TETANGGARiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-314 | Hadits Abu Syuraih al-Khuza'i Radhiallahu ‘anhuDari Abu Syuraih al-Khuza’i Radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي شُريْح الخُزاعيِّ رضي اللَّه عنه أَن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللَّهِ والْيوْمِ الآخِرِ ، فَلْيُحسِنْ إلِى جارِهِ ، ومنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ واليومِ الآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفهُ، ومنْ كانَ يؤمنُ باللَّهِ واليومِ الآخرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيسْكُتْ » رواه مسلم بهذا اللفظ، وروى البخاري بعضه ."Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendakah berbuat baik kepada tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah memuliakan tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah berkata yang baik atau diam." (Diriwayatkan oleh Muslim dengan lafazh ini, sedangkan al-Bukhari meriwayatkan sebagian darinya)
View Details
- BERKATA BAIK ATAU DIAMRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-313 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, وعنه أَن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلا يُؤْذِ جَارَهُ ، وَمَنْ كَان يُؤْمِنُ بِاللَّهِ والْيَوْمِ الآخرِ ، فَلْيكرِمْ ضَيْفهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمنُ بِاللَّهِ وَالْيومِ الآخِرِ ، فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَسْكُتْ » متفقٌ عليه ."Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah memuliakan tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah mengucapkan yang baik atau diam." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MEMULIAKAN TAMURiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-313 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, وعنه أَن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلا يُؤْذِ جَارَهُ ، وَمَنْ كَان يُؤْمِنُ بِاللَّهِ والْيَوْمِ الآخرِ ، فَلْيكرِمْ ضَيْفهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمنُ بِاللَّهِ وَالْيومِ الآخِرِ ، فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَسْكُتْ » متفقٌ عليه ."Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah memuliakan tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah mengucapkan yang baik atau diam." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- JANGAN SAKITI TETANGGAMURiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-313 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, وعنه أَن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ باللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ، فَلا يُؤْذِ جَارَهُ ، وَمَنْ كَان يُؤْمِنُ بِاللَّهِ والْيَوْمِ الآخرِ ، فَلْيكرِمْ ضَيْفهُ ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمنُ بِاللَّهِ وَالْيومِ الآخِرِ ، فَلْيَقُلْ خَيْراً أَوْ لِيَسْكُتْ » متفقٌ عليه ."Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka janganlah menyakiti tetangganya. Barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah memuliakan tamunya. Dan barangsiapa beriman kepada Allah dan Hari Akhir, maka hendaklah mengucapkan yang baik atau diam." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MEMBANGUN KEBERSAMAANRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-312 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda,وعنه أَن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : لا يَمْنَعْ جارٌ جارَهُ أَنْ يغْرِزَ خَشَبَةً في جِدارِهِ » ثُمَّ يَقُولُ أَبو هريرة : مَالي أَرَاكُمْ عنْهَا معْرِضِينَ ، واللَّهِ لأرمينَّ بها بيْنَ أَكْتَافِكُمْ . متفقٌ عليه. رُوى « خَشَبهُ » بالإِضَافَةِ والجمْعِ ، ورُوِي « خَشبَةً » بالتَّنْوِينَ عَلَى الإِفْرَادِ . وقوله: مالي أَرَاكُمْ عنْهَا مُعْرِضِينَ : يعني عنْ هذِهِ السُّنَّةِ . "Janganlah seorang tetangga melarang tetangganya menancapkan satu batang kayu di temboknya." Kemudian Abu Hurairah berkata, "Mengapa aku melihat kalian berpaling dari Sunnah ini? Demi Allah, aku akan melemparkan Sunnah ini di antara pundak-pundak kalian.' (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- PERTOLONGAN ITU DATANG | Kajian WanitaKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Penjelasan Tingkatan Ubudiyyah yang Paling Sempurna....Ketika seorang hamba diuji dengan suatu cobaan, ia akan dibantu dengan prajurit-prajurit, senjata-senjata dan benteng-benteng pertahanan. Dikatakan kepadanya, "Bunuh dan perangilah musuh-mu. Ambillah dari prajurit ini sesuka hatimu; pakailah senjata-senjata ini sesuka hatimu; benteng-benteng pertahanan ini, berlindunglah darinya dengan benteng pertahanan apa pun yang engkau inginkan lalu hubungkanlah dengan kematian, karena urusan ini sangat dekat sementara tenggang waktu penghubungan sangatlah sebentar. Keadaanmu seakan-akan seperti seseorang bersama seorang raja yang agung, sementara utusan-utusannya telah diutus menemuimu lalu mereka memindahkanmu ke negerinya. Engkau telah beristirahat dari jihad ini dan engkau telah dipisahkan dari musuhmu. Engkau diberi kebebasan di negeri yang penuh kemuliaan dan engkau bisa berbuat sesuka hatimu di sana. Musuhmu telah dipenjara di dalam penjara yang begitu ketat penjagaannya, sementara engkau melihatnya dalam penjara yang hampir-hampir saja hendak meninggalkanmu, tetapi ia telah dimasukkan ke dalam penjara dan telah ditutup pintu-pintunya, lalu ia putus asa untuk keluar. Engkau sesuai dengan apa yang diinginkan jiwamu dan disenangi matamu sebagai balasan atas kesabaranmu pada tenggang waktu yang relatif singkat itu, dan engkau senantiasa berada di perbatasan untuk ribath (berjaga-jaga).” Tidaklah yang demikian itu melainkan hanya sekejap waktu dan kemudian berlalu, dan seakan-akan kesulitan itu tidak pernah ada. Apabila jiwa menjadi lemah dari memperhatikan singkatnya waktu dan begitu cepatnya ia berlalu, hendaklah ia mentadabburi firman-firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut:
View Details
- SEDIKIT TAPI IKHLAS = BERKAHRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-311 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَا نِسَاءَ المُسلِمَاتِ لا تَحْقِرَنَّ جارَةٌ لجارتِهَا وَلَوْ فِرْسَنَ شَاةٍ » متفقٌ عليه"Wahai wanita-wanita Muslimah! Janganlah sekali-kali seorang tetangga menganggap remeh pemberiannya kepada tetangganya, meskipun hanya berupa kikil kambing." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- AMBISI YANG MULIA & YANG TERCELATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 99. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong
View Details
- JANGAN REMEHKAN PEMBERIAN BAGI TETANGGARiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-311 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَا نِسَاءَ المُسلِمَاتِ لا تَحْقِرَنَّ جارَةٌ لجارتِهَا وَلَوْ فِرْسَنَ شَاةٍ » متفقٌ عليه"Wahai wanita-wanita Muslimah! Janganlah sekali-kali seorang tetangga menganggap remeh pemberiannya kepada tetangganya, meskipun hanya berupa kikil kambing." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MEMBANGUN KARAKTER POSITIF DARI TETANGGARiyaadush ShaallihinRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-310 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه أَن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « واللَّهِ لا يُؤْمِنُ ، واللَّهِ لا يُؤْمِنُ ، » قِيلَ : منْ يا رسولَ اللَّهِ ؟ قال : « الَّذي : لا يأْمنُ جارُهُ بَوَائِقَهُ،» متفق عليه."Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman." Ditanyakan, "Siapa wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguan kejahatannya." (Muttafaq ‘alaih)Dalam satu riwayat Muslim, وفي رواية لمسلمٍ : « لا يَدْخُلُ الجنَّة مَنْ لا يأْمنُ جارُهُ بوَائِقهُ » . « الْبَوائِقُ » الْغَوَائِل وَالشُّرُّورُ ."Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguan kejahatannya."
View Details
- TETANGGAMU TANDA KEIMANANMURiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-310 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuDari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ bersabda, وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه أَن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « واللَّهِ لا يُؤْمِنُ ، واللَّهِ لا يُؤْمِنُ ، » قِيلَ : منْ يا رسولَ اللَّهِ ؟ قال : « الَّذي : لا يأْمنُ جارُهُ بَوَائِقَهُ،» متفق عليه."Demi Allah, tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman." Ditanyakan, "Siapa wahai Rasulullah?" Beliau menjawab, "Orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguan kejahatannya." (Muttafaq ‘alaih)Dalam satu riwayat Muslim, وفي رواية لمسلمٍ : « لا يَدْخُلُ الجنَّة مَنْ لا يأْمنُ جارُهُ بوَائِقهُ » . « الْبَوائِقُ » الْغَوَائِل وَالشُّرُّورُ ."Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguan kejahatannya."
View Details
DOA PENUH KEBERKAHAN DI PAGI HARIKajian TematikMasjid Nurul I'tishom, Duta Kranji , Bekasi BaratAhad, 18 Desember 2022 pukul 10.00
View Details
- MENGHARGAI HAL-HAL YANG DIANGGAP KECIL Riyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-309 | Hadits Abu Dzar Radhiallahu 'anhuDari Abu Dzar Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ , bersabda, وعن أبي ذرٍّ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَا أَبَا ذرّ إِذا طَبَخْتَ مَرَقَةً ، فَأَكْثِرْ مَاءَها ، وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ » رواه مسلم"Wahai Abu Dzar! Apabila kamu memasak kuah, maka perbanyaklah airnya, lalu perhatikanlah tetangga-tetanggamu." (HR. Muslim)Dalam satu riwayat Muslim juga dari Abu Dzar, beliau berkata, وفي رواية له عن أبي ذرّ قال : إن خليلي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَوْصَانِي : « إِذا طبخْتَ مَرَقاً فَأَكْثِرْ مَاءَهُ ثُمَّ انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيرانِكَ ، فَأَصِبْهُمْ مِنْهَا بِمعْرُوفٍ »"Sesungguhnya kekasihku (Rasulullah ﷺ) berwasiat kepadaku, 'Apabila kamu memasak lauk, maka perbanyaklah airnya, kemudian perhatikan keluarga dari tetangga-tetanggamu lalu berilah mereka dari-nya dengan cara yang baik."
View Details
- BERBAGI NIKMAT DENGAN TETANGGARiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-309 | Hadits Abu Dzar Radhiallahu 'anhuDari Abu Dzar Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ , bersabda, وعن أبي ذرٍّ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَا أَبَا ذرّ إِذا طَبَخْتَ مَرَقَةً ، فَأَكْثِرْ مَاءَها ، وَتَعَاهَدْ جِيرَانَكَ » رواه مسلم"Wahai Abu Dzar! Apabila kamu memasak kuah, maka perbanyaklah airnya, lalu perhatikanlah tetangga-tetanggamu." (HR. Muslim)Dalam satu riwayat Muslim juga dari Abu Dzar, beliau berkata, وفي رواية له عن أبي ذرّ قال : إن خليلي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَوْصَانِي : « إِذا طبخْتَ مَرَقاً فَأَكْثِرْ مَاءَهُ ثُمَّ انْظُرْ أَهْلَ بَيْتٍ مِنْ جِيرانِكَ ، فَأَصِبْهُمْ مِنْهَا بِمعْرُوفٍ »"Sesungguhnya kekasihku (Rasulullah ﷺ) berwasiat kepadaku, 'Apabila kamu memasak lauk, maka perbanyaklah airnya, kemudian perhatikan keluarga dari tetangga-tetanggamu lalu berilah mereka dari-nya dengan cara yang baik."
View Details
- AKU TAHU INI SEBUAH KESALAHANKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: Penjelasan Tiingkatan Ubudiyyah yang Paling Sempurna...Di satu waktu ia mau mentaati pemberi nasihat sehingga pemberi nasihat ini menjelaskan petunjuk dan nasihat baginya. Di waktu yang lain ia berjalan di belakang petunjuk hawa nafsu, maka akan diputuskan jalannya, diambil hartanya dan dirampas pakaiannya, lalu ia berkata, “Duhai gerangan, dari mana aku datang?" Dan yang aneh bahwa ia sebenarnya mengetahui dari mana ia didatangkan, mengetahui jalan yang diputuskan baginya dan diambil hartanya, dan ia enggan selain dari menempuh jalan tersebut karena petunjuk (hawa nafsu)nya telah menguasainya. Seandainya pun ia melemahkannya dengan menyelisihinya, menahannya apabila ia memanggilnya, memeranginya apabila hendak mengambilnya, maka ia tidak berhasil. Di satu waktu ia mau mentaati pemberi nasihat sehingga pemberi nasihat ini menjelaskan petunjuk dan nasihat baginya. Di waktu yang lain ia berjalan di belakang petunjuk hawa nafsu, maka akan diputuskan jalannya, diambil hartanya dan dirampas pakaiannya, lalu ia berkata, “Duhai gerangan, dari mana aku datang?" Dan yang aneh bahwa ia sebenarnya mengetahui dari mana ia didatangkan, mengetahui jalan yang diputuskan baginya dan diambil hartanya, dan ia enggan selain dari menempuh jalan tersebut karena petunjuk (hawa nafsu)nya telah menguasainya. Seandainya pun ia melemahkannya dengan menyelisihinya, menahannya apabila ia memanggilnya, memeranginya apabila hendak mengambilnya, maka ia tidak berhasil. Akan tetapi, dialah yang menguatkan (hawa nafsu)nya dari jiwanya dan memberikan tangannya kepadanya sehingga kedudukannya seperti seseorang yang meletakkan tangannya di atas tangan musuhnya; maka hawa nafsunya akan mengendalikannya kemudian menghinakannya dengan seburuk-buruk adzab. Ia juga meminta bantuan, tetapi tidak ada yang menolongnya. Maka seperti inilah ia menyerah kepada syaithan, hawa nafsu dan nafsul 'ammarahnya. Kemudian ia mencari jalan untuk melepaskan diri dari semua itu, tetapi tidak mampu melakukannya. ....
View Details
- ANTARA TETANGGA & KELUARGARiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-308 | Hadits Ibnu Umar & Aisyah Radhiallahu 'anhumaDari Ibnu Umar dan Aisyah Radhiallahu ‘anhuma mereka berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن ابنِ عمرَ وعائشةَ رضي اللَّه عنهما قَالا : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالجارِ حتَّى ظَنَنتُ أَنَّهُ سيُوَرِّثُهُ » متفقٌ عليه"Jibril terus-menerus berpesan kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga, sampai aku mengira dia akan memberikan hak waris kepadanya." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- NASIHAT MALAIKAT JIBRIL KEPADA RASULULLAH ﷺRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaHadits ke-308 | Hadits Ibnu Umar & Aisyah Radhiallahu 'anhumaDari Ibnu Umar dan Aisyah Radhiallahu ‘anhuma mereka berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن ابنِ عمرَ وعائشةَ رضي اللَّه عنهما قَالا : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « مَا زَالَ جِبْرِيلُ يُوصِينِي بِالجارِ حتَّى ظَنَنتُ أَنَّهُ سيُوَرِّثُهُ » متفقٌ عليه"Jibril terus-menerus berpesan kepadaku agar berbuat baik kepada tetangga, sampai aku mengira dia akan memberikan hak waris kepadanya." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- ORANG YANG DICINTAI ALLAH ﷻRiyaadush ShaallihinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaQS. An Nisa: 36Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًاSembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (QS. An-Nisa: 36)
View Details
- KESERAKAHAN & DAMPAKNYA PADA JIWATadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 99. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong
View Details
NIKMAT TERMEWAH DI DUNIAKhutbah JumatMasjid Nur Salma6 Januari 2023
View Details
- KUNCI BERBUAT BAIK DENGAN KELLUARGA & TETANGGARiyaadhush ShaalihiinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaQS. An-Nisa: 36Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًاSembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (QS. An-Nisa: 36)
View Details
- SIAPAKAH ITU TETANGGARiyaadhush ShaalihiinBab 39 | Hak Tetangga & Wasiat untuk Menjaga Hak TetanggaQS. An-Nisa: 36Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,۞ وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًاSembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (QS. An-Nisa: 36)
View Details
- DIMULAI DARI DIRI, LALU YANG TERDEKATRiyaadhush ShaalihiinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahKesimpulan BabAllah Subhanahu wa Ta’ala Berfirman,۞ وَٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا۟ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا وَبِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْجَارِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْجَارِ ٱلْجُنُبِ وَٱلصَّاحِبِ بِٱلْجَنۢبِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُكُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ مَن كَانَ مُخْتَالًا فَخُورًاSembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri, (QS. An-Nisa: 36)
View Details
- NASIHAT IMAM SYAFI'I -RAHIMAHULLAHRiyaadhush ShaalihiinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- CAHAYA VS HAWA NAFSUKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: PENJELASAN TINGKATAN 'UBUDIYYAH YANG PALING SEMPURNA...Allah juga menjadikan baginya nafsul muthma' innah (jiwa yang tenang) sebagai pengganti dari nafsul 'ammarah (jiwa yang memerintah pada keburukan). Jika nafsul 'ammarahnya memerintahkan kepadanya melakukan satu keburukan, maka nafsul muthma' innah akan melarangnya dari hal tersebut; dan apabila nafsul 'ammarah melarangnya dari kebaikan, maka nafsul muthma' innah akan memerintahkan kepadanya untuk melakukan kebaikan tersebut. Seorang hamba akan mentaati nafsul ammarahnya pada satu waktu, dan di waktu lainnya akan mentaati nafsul muthma' innahnya, maka ia akan mengikuti siapa yang menang di antara keduanya. Bisa jadi juga salah satu di antara keduanya itu menang secara keseluruhan dan tidak bisa dikalahkan selamanya, dan dijadikan baginya cahaya, bashirah dan akal pikiran sebagai pengganti dari hawa nafsu yang mengajak untuk taat kepada syaithan dan nafsul 'ammarah agar tidak mentaati keduanya. Setiap kali ia ingin pergi bersama hawa nafsunya, maka akal, bashirah dan cahaya itu akan memanggilnya seraya berkata, "Berhati-hatilah! Berhati-hatilah! Sesungguhnya penghancur dan perusak berada di hadapanmu, sementara engkau adalah mangsa dari pencuri dan pembegal apabila engkau berjalan di belakang petunjuk ini."
View Details
- TUGAS KITA MENDIDIK & HIDAYAH TAUFIK DI TANGAN ALLAHRiyaadhush ShaalihiinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- SYARAT DALAM MENDIDIK KELUARGARiyaadhush ShaalihiinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- MENDIDIK ANAK ADALAH HAK ANAKRiyaadhush ShaalihiinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- NIKMAT ITU BISA HILANGTadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 99. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
View Details
- PERHATIAN TERHADAP KEPONAKANRiyaadhush ShaalihiinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- MENDIDIK DENGAN PERHATIAN DAN PENDAMPINGANRiyaadhush ShaalihiinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- MEMBANGUN MENTAL MEMIKUL AMANAHRiyaadhush ShaalihiinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- MENDIDIK ANAK SHOLAT SECARA UTUHRiyaadhush ShaalihiinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- NAFSU YANG BURUK VS YANG TENANGKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: PENJELASAN TINGKATAN 'UBUDIYYAH YANG PALING SEMPURNA...Allah juga menjadikan baginya nafsul muthma' innah (jiwa yang tenang) sebagai pengganti dari nafsul 'ammarah (jiwa yang memerintah pada keburukan). Jika nafsul 'ammarahnya memerintahkan kepadanya melakukan satu keburukan, maka nafsul muthma' innah akan melarangnya dari hal tersebut; dan apabila nafsul 'ammarah melarangnya dari kebaikan, maka nafsul muthma' innah akan memerintahkan kepadanya untuk melakukan kebaikan tersebut. Seorang hamba akan mentaati nafsul ammarahnya pada satu waktu, dan di waktu lainnya akan mentaati nafsul muthma' innahnya, maka ia akan mengikuti siapa yang menang di antara keduanya. Bisa jadi juga salah satu di antara keduanya itu menang secara keseluruhan dan tidak bisa dikalahkan selamanya, dan dijadikan baginya cahaya, bashirah dan akal pikiran sebagai pengganti dari hawa nafsu yang mengajak untuk taat kepada syaithan dan nafsul 'arnmarah agar tidak mentaati keduanya. Setiap kali ia ingin pergi bersama hawa nafsunya, maka akal, bashirah dan cahaya itu akan memanggilnya seraya berkata, "Berhati-hatilah! Berhati-hatilah! Sesungguhnya penghancur dan perusak berada di hadapanmu, sementara engkau adalah mangsa dari pencuri dan pembegal apabila engkau berjalan di belakang pe-tunjuk ini."
View Details
- MARI MEMBANGUN JALAN HIDUP ANAK KITARiyaadhush ShaalihiinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- HIKMAH DI BALIK BERAKTIVITAS BERSAMA KELUARGARiyaadhush ShaalihiinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- ASAH AKAL ANAK DENGAN ILMIAHRiyaadhush ShaalihiinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- PENTINGNYA TURUN LANGSUNG MENDIDIK KELUARGARiyaadhush ShaalihiinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- PENTINGNYA MENASIHATI KELUARGA SAAT KEJADIANRiyaadhush ShaalihiinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahKesimpulan Bab
View Details
- KEWAJIBAN MENDIDIK SHALAT & MENUTUP AURATBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-306 | Hadits Amr bin Syu'aib Radhiallahu ‘anhumaHadits ke-307 | Hadits Abu Tsurayyah Sabrah bin Ma'bad al-Juhani Radhiallahu ‘anhuDari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhum beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,وعن عمرو بن شُعْيب ، عن أَبيه ، عن جَدِّهِ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مُرُوا أَوْلادكُمْ بِالصَّلاةِ وهُمْ أَبْنَاءُ سبع سِنِينَ ، واضْرِبُوهمْ علَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ ، وفرَّقُوا بيْنَهُمْ في المضَاجعِ » حديثٌ حسن رواه أبو داود بإِسنادٍ حسنٍ"Perintahkanlah anak-anak kalian agar mendirikan shalat ketika mereka sudah berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat ketika mereka sudah berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka." (Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad hasan)Dari Abu Tsurayyah Sabrah bin Ma'bad al-Juhani Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن أبي ثُريَّةَ سَبْرَةَ بنِ مَعْبدٍ الجهَنِيِّ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « عَلِّمُوا الصَّبِيَّ الصَّلاةَ لِسَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُ علَيْهَا ابْنَ عشْرِ سِنِينَ » حديث حسنٌ رواه أَبو داود ، والترمِذي وقال حديث حسن . ولَفْظُ أبي داوُد : « مرُوا الصَّبِيَّ بِالصَّلاَةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ » ."Ajarkanlah anak-anak shalat saat dia telah berusia tujuh tahun dan pukullah dia karena (meninggalkan) shalat ketika dia telah berusia sepuluh tahun.(“ Hadits hasan, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan belian berkata, "Hadits hasan.”)Sedangkan lafazh Abu Dawud, "Perintahkanlah anak-anak mendirikan shalat, apabila dia telah mencapai usia tujuh tahun."
View Details
- ANAK ADALAH BAGIAN DARI KEHIDUPAN KITABab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-306 | Hadits Amr bin Syu'aib Radhiallahu ‘anhumaHadits ke-307 | Hadits Abu Tsurayyah Sabrah bin Ma'bad al-Juhani Radhiallahu ‘anhuDari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhum beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,وعن عمرو بن شُعْيب ، عن أَبيه ، عن جَدِّهِ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مُرُوا أَوْلادكُمْ بِالصَّلاةِ وهُمْ أَبْنَاءُ سبع سِنِينَ ، واضْرِبُوهمْ علَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ ، وفرَّقُوا بيْنَهُمْ في المضَاجعِ » حديثٌ حسن رواه أبو داود بإِسنادٍ حسنٍ"Perintahkanlah anak-anak kalian agar mendirikan shalat ketika mereka sudah berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat ketika mereka sudah berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka." (Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad hasan)Dari Abu Tsurayyah Sabrah bin Ma'bad al-Juhani Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda, وعن أبي ثُريَّةَ سَبْرَةَ بنِ مَعْبدٍ الجهَنِيِّ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « عَلِّمُوا الصَّبِيَّ الصَّلاةَ لِسَبْعِ سِنِينَ ، وَاضْرِبُوهُ علَيْهَا ابْنَ عشْرِ سِنِينَ » حديث حسنٌ رواه أَبو داود ، والترمِذي وقال حديث حسن . ولَفْظُ أبي داوُد : « مرُوا الصَّبِيَّ بِالصَّلاَةِ إِذَا بَلَغَ سَبْعَ سِنِينَ » ."Ajarkanlah anak-anak shalat saat dia telah berusia tujuh tahun dan pukullah dia karena (meninggalkan) shalat ketika dia telah berusia sepuluh tahun.(“ Hadits hasan, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan belian berkata, "Hadits hasan.”)Sedangkan lafazh Abu Dawud, "Perintahkanlah anak-anak mendirikan shalat, apabila dia telah mencapai usia tujuh tahun."
View Details
111.Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: PENJELASAN TINGKATAN 'UBUDIYYAH YANG PALING SEMPURNA...Pada akhirnya rahmat Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha-bijaksana menuntut adanya pasukan lainnya untuk menolongnya dan melengkapi kekuatannya untuk melawan musuh yang hendak membinasakannya. Maka Allah Ta'ala mengutus kepadanya Rasul-Nya, menurunkan kitab-Nya kepada Rasul itu, dan menolongnya dengan Malaikat-Malaikat yang mulia untuk melawan musuhnya, yaitu syaithan. Apabila syaithan memerintahkannya dengan satu perintah, maka Malaikat itu akan memerintahkannya dengan perintah dari Rabb-nya, kemudian menjelaskan bahwa ketaatan kepada syaithan itu akan berakhir pada kebinasaan; syaithan akan mendatangi hamba pada satu kesempatan dan Malaikat akan datang kepadanya pada kesempatan lain. Maka orang yang mendapatkan pertolongan adalah orang yang ditolong oleh Allah Ta'ala, dan orang yang mendapatkan penjagaan adalah orang yang dijaga oleh Allah Ta'ala. ....
View Details
- PERHATIAN NABI ﷺ TERHADAP KELUARGA SAHABATBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-306 | Hadits Amr bin Syu'aib Radhiallahu ‘anhumaDari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhum beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,وعن عمرو بن شُعْيب ، عن أَبيه ، عن جَدِّهِ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مُرُوا أَوْلادكُمْ بِالصَّلاةِ وهُمْ أَبْنَاءُ سبع سِنِينَ ، واضْرِبُوهمْ علَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ ، وفرَّقُوا بيْنَهُمْ في المضَاجعِ » حديثٌ حسن رواه أبو داود بإِسنادٍ حسنٍ"Perintahkanlah anak-anak kalian agar mendirikan shalat ketika mereka sudah berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat ketika mereka sudah berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka." (Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad hasan)
View Details
- SHOLAT ADALAH BAGIAN DARI KEHIDUPAN ANAKBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-306 | Hadits Amr bin Syu'aib Radhiallahu ‘anhumaDari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhum beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,وعن عمرو بن شُعْيب ، عن أَبيه ، عن جَدِّهِ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مُرُوا أَوْلادكُمْ بِالصَّلاةِ وهُمْ أَبْنَاءُ سبع سِنِينَ ، واضْرِبُوهمْ علَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ ، وفرَّقُوا بيْنَهُمْ في المضَاجعِ » حديثٌ حسن رواه أبو داود بإِسنادٍ حسنٍ"Perintahkanlah anak-anak kalian agar mendirikan shalat ketika mereka sudah berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat ketika mereka sudah berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka." (Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad hasan)
View Details
- AMALAN HARIAN YANG PALING PENTINGBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-306 | Hadits Amr bin Syu'aib Radhiallahu ‘anhumaDari Amr bin Syu'aib, dari ayahnya, dari kakeknya Radhiallahu ‘anhum beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,وعن عمرو بن شُعْيب ، عن أَبيه ، عن جَدِّهِ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مُرُوا أَوْلادكُمْ بِالصَّلاةِ وهُمْ أَبْنَاءُ سبع سِنِينَ ، واضْرِبُوهمْ علَيْهَا وَهُمْ أَبْنَاءُ عَشْرِ ، وفرَّقُوا بيْنَهُمْ في المضَاجعِ » حديثٌ حسن رواه أبو داود بإِسنادٍ حسنٍ"Perintahkanlah anak-anak kalian agar mendirikan shalat ketika mereka sudah berusia tujuh tahun, dan pukullah mereka karena (meninggalkan) shalat ketika mereka sudah berusia sepuluh tahun, serta pisahkanlah tempat tidur mereka." (Hadits hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan sanad hasan)
View Details
- BANGUN KELUARGA DENGAN IMANBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-305 | Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuDari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, وعن ابن عمَر رضي اللَّه عنهما قال : سمعت رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « كُلُّكُمْ راعٍ ، وكُلُّكُمْ مسئولٌ عنْ رعِيَّتِهِ ، والأِمَامُ رَاعٍ ، ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، والرَّجُلُ رَاعٍ في أَهْلِهِ ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، والمرْأَةُ راعِيةٌ في بيْتِ زَوْجِهَا ومسئولة عنْ رعِيَّتِهَا ، والخَادِمُ رَاعٍ في مالِ سيِّدِهِ ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، فكُلُّكُمْ راعٍ ومسئولٌ عنْ رعِيتِهِ» متفقٌ عليه"Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Seorang penguasa adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Suami adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Jadi masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BANGUN RUMAH TANGGA DI ATAS IMANBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-305 | Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuDari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, وعن ابن عمَر رضي اللَّه عنهما قال : سمعت رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « كُلُّكُمْ راعٍ ، وكُلُّكُمْ مسئولٌ عنْ رعِيَّتِهِ ، والأِمَامُ رَاعٍ ، ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، والرَّجُلُ رَاعٍ في أَهْلِهِ ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، والمرْأَةُ راعِيةٌ في بيْتِ زَوْجِهَا ومسئولة عنْ رعِيَّتِهَا ، والخَادِمُ رَاعٍ في مالِ سيِّدِهِ ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، فكُلُّكُمْ راعٍ ومسئولٌ عنْ رعِيتِهِ» متفقٌ عليه"Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Seorang penguasa adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Suami adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Jadi masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- APA SAJA TANGGUNG JAWAB SEORANG WANITA?Bab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-305 | Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuDari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, وعن ابن عمَر رضي اللَّه عنهما قال : سمعت رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « كُلُّكُمْ راعٍ ، وكُلُّكُمْ مسئولٌ عنْ رعِيَّتِهِ ، والأِمَامُ رَاعٍ ، ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، والرَّجُلُ رَاعٍ في أَهْلِهِ ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، والمرْأَةُ راعِيةٌ في بيْتِ زَوْجِهَا ومسئولة عنْ رعِيَّتِهَا ، والخَادِمُ رَاعٍ في مالِ سيِّدِهِ ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، فكُلُّكُمْ راعٍ ومسئولٌ عنْ رعِيتِهِ» متفقٌ عليه"Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Seorang penguasa adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Suami adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Jadi masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MEMIMPIN = DITANYA Riyaadush ShaallihinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-305 | Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuDari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, وعن ابن عمَر رضي اللَّه عنهما قال : سمعت رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « كُلُّكُمْ راعٍ ، وكُلُّكُمْ مسئولٌ عنْ رعِيَّتِهِ ، والأِمَامُ رَاعٍ ، ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، والرَّجُلُ رَاعٍ في أَهْلِهِ ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، والمرْأَةُ راعِيةٌ في بيْتِ زَوْجِهَا ومسئولة عنْ رعِيَّتِهَا ، والخَادِمُ رَاعٍ في مالِ سيِّدِهِ ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، فكُلُّكُمْ راعٍ ومسئولٌ عنْ رعِيتِهِ» متفقٌ عليه"Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Seorang penguasa adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Suami adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Jadi masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KUNCI KEBERHASILANKajian Wanita Kitab Al-Wabilush ShayyibPasal: PENJELASAN TINGKATAN 'UBUDIYYAH YANG PALING SEMPURNA...Pada akhirnya rahmat Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha-bijaksana menuntut adanya pasukan lainnya untuk menolongnya dan melengkapi kekuatannya untuk melawan musuh yang hendak membinasakannya. Maka Allah Ta'ala mengutus kepadanya Rasul-Nya, menurunkan kitab-Nya kepada Rasul itu, dan menolongnya dengan Malaikat-Malaikat yang mulia untuk melawan musuhnya, yaitu syaithan. Apabila syaithan memerintahkannya dengan satu perintah, maka Malaikat itu akan memerintahkannya dengan perintah dari Rabb-nya, kemudian menjelaskan bahwa ketaatan kepada syaithan itu akan berakhir pada kebinasaan; syaithan akan mendatangi hamba pada satu kesempatan dan Malaikat akan datang kepadanya pada kesempatan lain. Maka orang yang mendapatkan pertolongan adalah orang yang ditolong oleh Allah Ta'ala, dan orang yang mendapatkan penjagaan adalah orang yang dijaga oleh Allah Ta'ala. ...
View Details
- KITA AKAN DITANYA TENTANG KELUARGA KITARiyaadush ShaallihinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-305 | Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuDari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, وعن ابن عمَر رضي اللَّه عنهما قال : سمعت رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « كُلُّكُمْ راعٍ ، وكُلُّكُمْ مسئولٌ عنْ رعِيَّتِهِ ، والأِمَامُ رَاعٍ ، ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، والرَّجُلُ رَاعٍ في أَهْلِهِ ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، والمرْأَةُ راعِيةٌ في بيْتِ زَوْجِهَا ومسئولة عنْ رعِيَّتِهَا ، والخَادِمُ رَاعٍ في مالِ سيِّدِهِ ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، فكُلُّكُمْ راعٍ ومسئولٌ عنْ رعِيتِهِ» متفقٌ عليه"Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Seorang penguasa adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Suami adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Jadi masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- JANGAN BERBUAT KEJITadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)Karya Ibnul Jama'ahBab 2, Pasal 1, Poin 99. MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia. Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
View Details
- SUAMI & ISTRI ITU ADALAH PEMIMPINRiyaadush ShaallihinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-305 | Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhuDari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, وعن ابن عمَر رضي اللَّه عنهما قال : سمعت رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « كُلُّكُمْ راعٍ ، وكُلُّكُمْ مسئولٌ عنْ رعِيَّتِهِ ، والأِمَامُ رَاعٍ ، ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، والرَّجُلُ رَاعٍ في أَهْلِهِ ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، والمرْأَةُ راعِيةٌ في بيْتِ زَوْجِهَا ومسئولة عنْ رعِيَّتِهَا ، والخَادِمُ رَاعٍ في مالِ سيِّدِهِ ومسئولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، فكُلُّكُمْ راعٍ ومسئولٌ عنْ رعِيتِهِ» متفقٌ عليه"Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Seorang penguasa adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Suami adalah pemimpin dalam rumah tangganya dan dia akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Istri adalah pemimpin di rumah suaminya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Pembantu adalah pemimpin dalam urusan harta majikannya dan akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya. Jadi masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban tentang apa yang dipimpinnya." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- PENTINGNYA MAKAN BERSAMA KELUARGARiyaadush ShaallihinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-304 | Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad, anak tiri Rasulullah ﷺ , beliau berkata, وعن أبي حفْصٍ عُمَر بن أبي سلَمةَ عبدِ اللَّه بنِ عبدِ الأَسد : ربيبِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : كُنْتُ غُلاماً في حجْرِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ في الصَّحْفَةِ ، فقال لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يا غُلامُ سمِّ اللَّهَ تعالى ، وَكُلْ بِيمِينِكَ، وكُل ممَّا يليكَ » فَما زَالَتْ تِلْكَ طِعْمتي بعْدُ . متفقٌ عليه"Dulu ketika saya masih anak-anak dalam asuhan Rasulullah ﷺ , pernah (pada saat makan) tanganku menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah ﷺ menegurku, 'Nak, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang terdekat denganmu.' Maka demikianlah seterusnya cara makanku setelah itu." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- AGAR ANAK BERBAKTI PADA SAAT KITA TUARiyaadush ShaallihinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-304 | Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad, anak tiri Rasulullah ﷺ , beliau berkata, وعن أبي حفْصٍ عُمَر بن أبي سلَمةَ عبدِ اللَّه بنِ عبدِ الأَسد : ربيبِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : كُنْتُ غُلاماً في حجْرِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ في الصَّحْفَةِ ، فقال لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يا غُلامُ سمِّ اللَّهَ تعالى ، وَكُلْ بِيمِينِكَ، وكُل ممَّا يليكَ » فَما زَالَتْ تِلْكَ طِعْمتي بعْدُ . متفقٌ عليه"Dulu ketika saya masih anak-anak dalam asuhan Rasulullah ﷺ , pernah (pada saat makan) tanganku menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah ﷺ menegurku, 'Nak, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang terdekat denganmu.' Maka demikianlah seterusnya cara makanku setelah itu." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- HARI INI, SEKARANG ATAU NANTI LEBIH MELELAHKANRiyaadush ShaallihinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-304 | Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad, anak tiri Rasulullah ﷺ , beliau berkata, وعن أبي حفْصٍ عُمَر بن أبي سلَمةَ عبدِ اللَّه بنِ عبدِ الأَسد : ربيبِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : كُنْتُ غُلاماً في حجْرِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ في الصَّحْفَةِ ، فقال لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يا غُلامُ سمِّ اللَّهَ تعالى ، وَكُلْ بِيمِينِكَ، وكُل ممَّا يليكَ » فَما زَالَتْ تِلْكَ طِعْمتي بعْدُ . متفقٌ عليه"Dulu ketika saya masih anak-anak dalam asuhan Rasulullah ﷺ , pernah (pada saat makan) tanganku menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah ﷺ menegurku, 'Nak, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang terdekat denganmu.' Maka demikianlah seterusnya cara makanku setelah itu." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- WAKTU TERBAIK MENDIDIK ANAKRiyaadush ShaallihinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-304 | Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad, anak tiri Rasulullah ﷺ , beliau berkata, وعن أبي حفْصٍ عُمَر بن أبي سلَمةَ عبدِ اللَّه بنِ عبدِ الأَسد : ربيبِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : كُنْتُ غُلاماً في حجْرِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ في الصَّحْفَةِ ، فقال لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يا غُلامُ سمِّ اللَّهَ تعالى ، وَكُلْ بِيمِينِكَ، وكُل ممَّا يليكَ » فَما زَالَتْ تِلْكَ طِعْمتي بعْدُ . متفقٌ عليه"Dulu ketika saya masih anak-anak dalam asuhan Rasulullah ﷺ , pernah (pada saat makan) tanganku menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah ﷺ menegurku, 'Nak, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang terdekat denganmu.' Maka demikianlah seterusnya cara makanku setelah itu." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MAKANLAH YANG TERDEKAT DARIMURiyaadush ShaallihinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-304 | Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad, anak tiri Rasulullah ﷺ , beliau berkata, وعن أبي حفْصٍ عُمَر بن أبي سلَمةَ عبدِ اللَّه بنِ عبدِ الأَسد : ربيبِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : كُنْتُ غُلاماً في حجْرِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ في الصَّحْفَةِ ، فقال لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يا غُلامُ سمِّ اللَّهَ تعالى ، وَكُلْ بِيمِينِكَ، وكُل ممَّا يليكَ » فَما زَالَتْ تِلْكَ طِعْمتي بعْدُ . متفقٌ عليه"Dulu ketika saya masih anak-anak dalam asuhan Rasulullah ﷺ , pernah (pada saat makan) tanganku menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah ﷺ menegurku, 'Nak, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang terdekat denganmu.' Maka demikianlah seterusnya cara makanku setelah itu." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MAKAN DENGAN TANGAN KANAN ITU LEBIH BERKAHRiyaadush ShaallihinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-304 | Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad, anak tiri Rasulullah ﷺ , beliau berkata, وعن أبي حفْصٍ عُمَر بن أبي سلَمةَ عبدِ اللَّه بنِ عبدِ الأَسد : ربيبِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : كُنْتُ غُلاماً في حجْرِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ في الصَّحْفَةِ ، فقال لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يا غُلامُ سمِّ اللَّهَ تعالى ، وَكُلْ بِيمِينِكَ، وكُل ممَّا يليكَ » فَما زَالَتْ تِلْكَ طِعْمتي بعْدُ . متفقٌ عليه"Dulu ketika saya masih anak-anak dalam asuhan Rasulullah ﷺ , pernah (pada saat makan) tanganku menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah ﷺ menegurku, 'Nak, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang terdekat denganmu.' Maka demikianlah seterusnya cara makanku setelah itu." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KEBERKAHAN MAKAN & MNUM DIAWALI BISMILLAHRiyaadush ShaallihinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-304 | Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad, anak tiri Rasulullah ﷺ , beliau berkata, وعن أبي حفْصٍ عُمَر بن أبي سلَمةَ عبدِ اللَّه بنِ عبدِ الأَسد : ربيبِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : كُنْتُ غُلاماً في حجْرِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ في الصَّحْفَةِ ، فقال لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يا غُلامُ سمِّ اللَّهَ تعالى ، وَكُلْ بِيمِينِكَ، وكُل ممَّا يليكَ » فَما زَالَتْ تِلْكَ طِعْمتي بعْدُ . متفقٌ عليه"Dulu ketika saya masih anak-anak dalam asuhan Rasulullah ﷺ , pernah (pada saat makan) tanganku menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah ﷺ menegurku, 'Nak, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang terdekat denganmu.' Maka demikianlah seterusnya cara makanku setelah itu." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KHASIAT MEMBACA BISMILLAH SEBELUM MAKANRiyaadush ShaallihinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-304 | Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad, anak tiri Rasulullah ﷺ , beliau berkata, وعن أبي حفْصٍ عُمَر بن أبي سلَمةَ عبدِ اللَّه بنِ عبدِ الأَسد : ربيبِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : كُنْتُ غُلاماً في حجْرِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ في الصَّحْفَةِ ، فقال لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يا غُلامُ سمِّ اللَّهَ تعالى ، وَكُلْ بِيمِينِكَ، وكُل ممَّا يليكَ » فَما زَالَتْ تِلْكَ طِعْمتي بعْدُ . متفقٌ عليه"Dulu ketika saya masih anak-anak dalam asuhan Rasulullah ﷺ , pernah (pada saat makan) tanganku menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah ﷺ menegurku, 'Nak, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang terdekat denganmu.' Maka demikianlah seterusnya cara makanku setelah itu." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- ADAB DI AWAL MAKANRiyaadush ShaallihinBab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada AllahHadits ke-304 | Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Radhiallahu ‘anhuDari Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad, anak tiri Rasulullah ﷺ , beliau berkata, وعن أبي حفْصٍ عُمَر بن أبي سلَمةَ عبدِ اللَّه بنِ عبدِ الأَسد : ربيبِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : كُنْتُ غُلاماً في حجْرِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ في الصَّحْفَةِ ، فقال لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يا غُلامُ سمِّ اللَّهَ تعالى ، وَكُلْ بِيمِينِكَ، وكُل ممَّا يليكَ » فَما زَالَتْ تِلْكَ طِعْمتي بعْدُ . متفقٌ عليه"Dulu ketika saya masih anak-anak dalam asuhan Rasulullah ﷺ , pernah (pada saat makan) tanganku menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah ﷺ menegurku, 'Nak, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang terdekat denganmu.' Maka demikianlah seterusnya cara makanku setelah itu." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MENDIDIK ANAK DI SEGALA KESEMPATAN
Riyaadush Shaallihin
Bab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada Allah
Hadits ke-304 | Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad, anak tiri Rasulullah ﷺ , beliau berkata,
وعن أبي حفْصٍ عُمَر بن أبي سلَمةَ عبدِ اللَّه بنِ عبدِ الأَسد : ربيبِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : كُنْتُ غُلاماً في حجْرِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ في الصَّحْفَةِ ، فقال لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يا غُلامُ سمِّ اللَّهَ تعالى ، وَكُلْ بِيمِينِكَ، وكُل ممَّا يليكَ » فَما زَالَتْ تِلْكَ طِعْمتي بعْدُ . متفقٌ عليه
"Dulu ketika saya masih anak-anak dalam asuhan Rasulullah ﷺ , pernah (pada saat makan) tanganku menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah ﷺ menegurku, 'Nak, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang terdekat denganmu.' Maka demikianlah seterusnya cara makanku setelah itu." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SELAYANG PANDANG SOSOK UMAR BIN ABU SALAMAH Radhiallahu ‘anhu
Riyaadush Shaallihin
Bab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada Allah
Hadits ke-304 | Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hafsh Umar bin Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad, anak tiri Rasulullah ﷺ , beliau berkata,
وعن أبي حفْصٍ عُمَر بن أبي سلَمةَ عبدِ اللَّه بنِ عبدِ الأَسد : ربيبِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : كُنْتُ غُلاماً في حجْرِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وكَانَتْ يَدِي تَطِيشُ في الصَّحْفَةِ ، فقال لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يا غُلامُ سمِّ اللَّهَ تعالى ، وَكُلْ بِيمِينِكَ، وكُل ممَّا يليكَ » فَما زَالَتْ تِلْكَ طِعْمتي بعْدُ . متفقٌ عليه
"Dulu ketika saya masih anak-anak dalam asuhan Rasulullah ﷺ , pernah (pada saat makan) tanganku menjelajah semua bagian nampan. Maka Rasulullah ﷺ menegurku, 'Nak, bacalah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah apa yang terdekat denganmu.' Maka demikianlah seterusnya cara makanku setelah itu." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MENDIDIK KELUARGA
Riyaadush Shaallihin
Riyaadush Shaallihin
Bab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada Allah
Hadits ke-303 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
وعن أبي هريرةَ رضي اللَّه عنه قال : أَخذ الحسنُ بنُ عليٍّ رضي اللَّه عنْهُما تَمْرةً مِنْ تَمرِ الصَّدقَةِ فَجعلهَا في فِيهِ فقال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « كُخْ كُخْ ، إِرْمِ بِهَا ، أَما علِمْتَ أَنَّا لا نأْكُلُ الصَّدقةَ ،؟ » متفق عليه
"Al-Hasan bin Ali ,Radhiallahu ‘anhuma, pernah mengambil sebutir kurma dari kurma sedekah lalu diletakkannya di mulutnya, maka Rasulullah ﷺ bersabda, 'Kukh! Kukh! Buanglah kurma itu! Tidakkah kamu tahu bahwa kita (keluarga Muhammad) tidak boleh memakan sedekah?’" (Muttafaq ‘alaih)
Dalam satu riwayat,
إنا لا تَحِلُّ لنَا الصَّدقةُ
"... bahwa sedekah itu tidak halal bagi kita."
View Details
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: PENJELASAN TINGKATAN 'UBUDIYYAH YANG PALING SEMPURNA
MATAN
…
Allah juga menjadikan baginya nafsul muthma' innah (jiwa yang tenang) sebagai pengganti dari nafsul 'ammarah (jiwa yang memerintah pada keburukan). Jika nafsul 'ammarahnya memerintahkan kepadanya melakukan satu keburukan, maka nafsul muthma' innah akan melarangnya dari hal tersebut; dan apabila nafsul 'ammarah melarangnya dari kebaikan, maka nafsul muthma' innah akan me-merintahkan kepadanya untuk melakukan kebaikan tersebut. Seorang hamba akan mentaati nafsul ammarahnya pada satu waktu, dan di waktu lainnya akan mentaati nafsul muthma' innahnya, maka ia akan mengikuti siapa yang menang di antara keduanya. Bisa jadi juga salah satu di antara keduanya itu menang secara keseluruhan dan tidak bisa dikalahkan selamanya, dan dijadikan baginya cahaya, bashirah dan akal pikiran sebagai pengganti dari hawa nafsu yang mengajak untuk taat kepada syaithan dan nafsul 'arnmarah agar tidak mentaati keduanya. Setiap kali ia ingin pergi bersama hawa nafsunya, maka akal, bashirah dan cahaya itu akan memanggilnya seraya ber-kata, "Berhati-hatilah! Berhati-hatilah! Sesungguhnya penghancur dan perusak berada di hadapanmu, sementara engkau adalah mangsa dari pencuri dan pembegal apabila engkau berjalan di belakang petunjuk ini."
….
View Details
- SAAT CUCU MELAKUKAN KESALAHAN
Riyaadush Shaallihin
Riyaadush Shaallihin
Bab 38 | Kewajiban menyuruh keluarga, anak-anak yang sudah mumayyiz, dan semua orang yang berada di bawah tanggung jawabnya agar taat kepada Allah, melarang mereka berbuat penyimpangan, mendidik mereka, dan mencegah mereka melakukan apa-apa yang dilarang
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
وعن أبي هريرةَ رضي اللَّه عنه قال : أَخذ الحسنُ بنُ عليٍّ رضي اللَّه عنْهُما تَمْرةً مِنْ تَمرِ الصَّدقَةِ فَجعلهَا في فِيهِ فقال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « كُخْ كُخْ ، إِرْمِ بِهَا ، أَما علِمْتَ أَنَّا لا نأْكُلُ الصَّدقةَ ،؟ » متفق عليه
"Al-Hasan bin Ali ,Radhiallahu ‘anhuma, pernah mengambil sebutir kurma dari kurma sedekah lalu diletakkannya di mulutnya, maka Rasulullah ﷺ bersabda, 'Kukh! Kukh! Buanglah kurma itu! Tidakkah kamu tahu bahwa kita (keluarga Muhammad) tidak boleh memakan sedekah?’" (Muttafaq ‘alaih)
Dalam satu riwayat,
إنا لا تَحِلُّ لنَا الصَّدقةُ
"... bahwa sedekah itu tidak halal bagi kita."
View Details
-
JANGAN PELIT
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
View Details
- MENANAMKAN STANDAR YANG KUAT DI KELUARGA
Riyaadush Shaallihin
Bab 38 | Kewajiban mendidik dan memerintahkan keluarga untuk taat kepada Allah
QS. At-Tahrim: 6
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim: 6)
View Details
- JIKA ADA YANG SERIUS DENGAN SAYA?
Riyaadush Shaallihin
Bab 38 | Kewajiban menyuruh keluarga, anak-anak yang sudah mumayyiz, dan semua orang yang berada di bawah tanggung jawabnya agar taat kepada Allah, melarang mereka berbuat penyimpangan, mendidik mereka, dan mencegah mereka melakukan apa-apa yang dilarang
QS. At-Tahrim: 6
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim: 6)
View Details
901.
Riyaadush Shaallihin
Bab 38 | Kewajiban menyuruh keluarga, anak-anak yang sudah mumayyiz, dan semua orang yang berada di bawah tanggung jawabnya agar taat kepada Allah, melarang mereka berbuat penyimpangan, mendidik mereka, dan mencegah mereka melakukan apa-apa yang dilarang
QS. At-Tahrim: 6
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim: 6)
View Details
900.
Riyaadush Shaallihin
Bab 38 | Kewajiban menyuruh keluarga, anak-anak yang sudah mumayyiz, dan semua orang yang berada di bawah tanggung jawabnya agar taat kepada Allah, melarang mereka berbuat penyimpangan, mendidik mereka, dan mencegah mereka melakukan apa-apa yang dilarang
QS. At-Tahrim: 6
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim: 6)
View Details
Riyaadush Shaallihin
Bab 38 | Kewajiban menyuruh keluarga, anak-anak yang sudah mumayyiz, dan semua orang yang berada di bawah tanggung jawabnya agar taat kepada Allah, melarang mereka berbuat penyimpangan, mendidik mereka, dan mencegah mereka melakukan apa-apa yang dilarang
QS. At-Tahrim: 6
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ قُوٓا۟ أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. (QS. At-Tahrim: 6)
View Details
898.
Riyaadush Shaallihin
Bab 38 | Kewajiban menyuruh keluarga, anak-anak yang sudah mumayyiz, dan semua orang yang berada di bawah tanggung jawabnya agar taat kepada Allah, melarang mereka berbuat penyimpangan, mendidik mereka, dan mencegah mereka melakukan apa-apa yang dilarang
View Details
896.
Riyaadush Shaallihin
Bab 38 | Kewajiban menyuruh keluarga, anak-anak yang sudah mumayyiz, dan semua orang yang berada di bawah tanggung jawabnya agar taat kepada Allah, melarang mereka berbuat penyimpangan, mendidik mereka, dan mencegah mereka melakukan apa-apa yang dilarang
QS. Thaha: 132
Allah Subhahu wa Ta'ala berfirman,
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS. Thaha: 132)
View Details
896.
Riyaadush Shaallihin
Bab 38 | Kewajiban menyuruh keluarga, anak-anak yang sudah mumayyiz, dan semua orang yang berada di bawah tanggung jawabnya agar taat kepada Allah, melarang mereka berbuat penyimpangan, mendidik mereka, dan mencegah mereka melakukan apa-apa yang dilarang
QS. Thaha: 132
Allah Subhahu wa Ta'ala berfirman,
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS. Thaha: 132)
View Details
894.
Riyaadush Shaallihin
Bab 38 | Kewajiban menyuruh keluarga, anak-anak yang sudah mumayyiz, dan semua orang yang berada di bawah tanggung jawabnya agar taat kepada Allah, melarang mereka berbuat penyimpangan, mendidik mereka, dan mencegah mereka melakukan apa-apa yang dilarang
QS. Thaha: 132
Allah Subhahu wa Ta'ala berfirman,
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS. Thaha: 132)
View Details
894.
Riyaadush Shaallihin
Bab 38 | Kewajiban menyuruh keluarga, anak-anak yang sudah mumayyiz, dan semua orang yang berada di bawah tanggung jawabnya agar taat kepada Allah, melarang mereka berbuat penyimpangan, mendidik mereka, dan mencegah mereka melakukan apa-apa yang dilarang
QS. Thaha: 132
Allah Subhahu wa Ta'ala berfirman,
وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS. Thaha: 132)
View Details
- BAGAIMANA HUKUMNYA MEMBERIKAN BARANG YANG TIDAK KITA SUKA?
Riyaadush Shaallihin
Bab 37 | Infak dari harta yang dicintai & yang terbaik
Hadits ke-302 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhu
Dari Anas Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
عن أَنس رضي اللَّه عنه قال : كَانَ أَبُو طَلْحَةَ رضي اللَّه عنه أَكْثَر الأَنْصَارِ بِالمدِينَةِ مَالاً مِنْ نَخْلٍ ، وَكَانَ أَحَبُّ أَمْوالِهِ إِلَيْهِ بَيْرَحاءَ ، وَكانَتْ مُسْتَقْبِلَةَ المسْجِدِ وكانَ رسولُ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يدْخُلُهَا وَيشْربُ مِنْ ماءٍ فِيهَا طَيِّبٍ قَالَ أَنَسٌ : فلَمَّا نزَلَتْ هَذِهِ الآيةُ : { لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ } قام أَبُو طَلْحَةَ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال : يا رسولَ اللَّه إِنَّ اللَّه تَعَالَى أَنْزَلَ عَلَيْكَ : { لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ } وَإِنَّ أَحَبَّ مَالي إِلَيَّ بَيْرَحَاءَ ، وإِنَّهَا صَدقَةٌ للَّهِ تَعَالَى أَرْجُو بِرَّهَا وذُخْرهَا عِنْد اللَّه تعالى ، فَضَعْها يا رسول اللَّه حيْثُ أَرَاكَ اللَّهُ، فقال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « بَخٍ ، ذلِكَ مَالٌ رَابحٌ ، ذلِكَ مَالٌ رَابِحٌ ، وَقَدْ سمِعْتُ مَا قُلْتَ ، وَإِنِّي أَرَى أَنْ تَجْعَلَهَا في الأَقْرَبِينَ » فقال أَبُو طَلْحَةَ : أَفْعَلُ يا رسولَ اللَّه ، فَقَسَّمَهَا أَبُو طَلْحَةَ في أَقَارِبِهِ ، وَبَني عَمِّهِ. متفقٌ عليه .
"Abu Thalhah adalah orang Anshar yang paling banyak hartanya -yakni kebun kurmanya- di Madinah, dan harta yang paling dia cintai adalah kebun Bairaha' yang berhadapan dengan masjid. Rasulullah ﷺ biasa masuk ke sana dan meminum aimya yang jemih." Anas berkata, "Ketika turun ayat ini, ‘Kalian tidak akan memperoleh kebajikan, hingga kalian menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai.' (Ali Imran: 92), Abu Thalhah mendatangi Rasulullah ﷺ, lalu dia berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan ayat ini kepadamu, 'Kalian tidak akan memperoleh kebajikan, hingga kalian meng-infakkan sebagian harta yang kalian (Ali Imran: 92), dan sesungguhnya harta saya yang paling saya cintai adalah kebun Bairaha'. Dan (karena ia adalah harta yang paling saya cintai, maka) ia adalah sedekah untuk Allah saya mengharapkan kebaikannya dan pahalanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala;. Maka pergunakanlah kebun itu sesuai petunjuk Allah kepada Anda, wahai Rasulullah.' Maka ﷺ Rasulullah berkata, 'Bagus, itu adalah harta yang menguntungkan, itu adalah harta yang menguntungkan. Aku telah mendengar apa yang telah kamu ucapkan dan aku memandang agar kamu menyedekahkannya kepada para kerabatmu yang dekat.' Maka Abu Thalhah berkata, 'Aku laksanakan wahai Rasulullah.' Maka Abu Thalhah mernbagibagi kebun itu kepada kerabat dan sepupu-sepupunya." (muttafaq ‘alaih).
View Details
- SEMANGATNYA ABU THALHAH DALAM BERSEDEKAH
Riyaadush Shaallihin
Bab 37 | Infak dari harta yang dicintai & yang terbaik
Hadits ke-302 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhu
Dari Anas Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
عن أَنس رضي اللَّه عنه قال : كَانَ أَبُو طَلْحَةَ رضي اللَّه عنه أَكْثَر الأَنْصَارِ بِالمدِينَةِ مَالاً مِنْ نَخْلٍ ، وَكَانَ أَحَبُّ أَمْوالِهِ إِلَيْهِ بَيْرَحاءَ ، وَكانَتْ مُسْتَقْبِلَةَ المسْجِدِ وكانَ رسولُ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يدْخُلُهَا وَيشْربُ مِنْ ماءٍ فِيهَا طَيِّبٍ قَالَ أَنَسٌ : فلَمَّا نزَلَتْ هَذِهِ الآيةُ : { لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ } قام أَبُو طَلْحَةَ إِلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال : يا رسولَ اللَّه إِنَّ اللَّه تَعَالَى أَنْزَلَ عَلَيْكَ : { لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ } وَإِنَّ أَحَبَّ مَالي إِلَيَّ بَيْرَحَاءَ ، وإِنَّهَا صَدقَةٌ للَّهِ تَعَالَى أَرْجُو بِرَّهَا وذُخْرهَا عِنْد اللَّه تعالى ، فَضَعْها يا رسول اللَّه حيْثُ أَرَاكَ اللَّهُ، فقال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « بَخٍ ، ذلِكَ مَالٌ رَابحٌ ، ذلِكَ مَالٌ رَابِحٌ ، وَقَدْ سمِعْتُ مَا قُلْتَ ، وَإِنِّي أَرَى أَنْ تَجْعَلَهَا في الأَقْرَبِينَ » فقال أَبُو طَلْحَةَ : أَفْعَلُ يا رسولَ اللَّه ، فَقَسَّمَهَا أَبُو طَلْحَةَ في أَقَارِبِهِ ، وَبَني عَمِّهِ. متفقٌ عليه .
"Abu Thalhah adalah orang Anshar yang paling banyak hartanya -yakni kebun kurmanya- di Madinah, dan harta yang paling dia cintai adalah kebun Bairaha' yang berhadapan dengan masjid. Rasulullah ﷺ biasa masuk ke sana dan meminum aimya yang jemih." Anas berkata, "Ketika turun ayat ini, ‘Kalian tidak akan memperoleh kebajikan, hingga kalian menginfakkan sebagian harta yang kalian cintai.' (Ali Imran: 92), Abu Thalhah mendatangi Rasulullah ﷺ, lalu dia berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah menurunkan ayat ini kepadamu, 'Kalian tidak akan memperoleh kebajikan, hingga kalian meng-infakkan sebagian harta yang kalian (Ali Imran: 92), dan sesungguhnya harta saya yang paling saya cintai adalah kebun Bairaha'. Dan (karena ia adalah harta yang paling saya cintai, maka) ia adalah sedekah untuk Allah saya mengharapkan kebaikannya dan pahalanya di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala;. Maka pergunakanlah kebun itu sesuai petunjuk Allah kepada Anda, wahai Rasulullah.' Maka ﷺ Rasulullah berkata, 'Bagus, itu adalah harta yang menguntungkan, itu adalah harta yang menguntungkan. Aku telah mendengar apa yang telah kamu ucapkan dan aku memandang agar kamu menyedekahkannya kepada para kerabatmu yang dekat.' Maka Abu Thalhah berkata, 'Aku laksanakan wahai Rasulullah.' Maka Abu Thalhah mernbagibagi kebun itu kepada kerabat dan sepupu-sepupunya." (muttafaq ‘alaih).
View Details
- MENTAL MEMBERI YANG TERBAIK
Riyaadush Shaallihin
Bab 37 | Infak dari harta yang dicintai & yang terbaik
QS. Al-Baqarah: 267
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَنفِقُوا۟ مِن طَيِّبَٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ ۖ وَلَا تَيَمَّمُوا۟ ٱلْخَبِيثَ مِنْهُ تُنفِقُونَ وَلَسْتُم بِـَٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغْمِضُوا۟ فِيهِ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ حَمِيدٌ
Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji. (QS. Al-Baqarah: 267)
View Details
- PINTU MASUK IBLIS
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: PENJELASAN TINGKATAN 'UBUDIYYAH YANG PALING SEMPURNA
...
Meskipun demikian, sungguh Allah telah mengujinya dengan syahwat, amarah dan kelalaian serta diuji dengan musuhnya, yaitu iblis yang tidak pernah bosan menggodanya. Iblis menggodanya dari seluruh pintu yang berasal dari diri dan tabi'atnya sehingga jiwanya condong kepadanya karena iblis menggodanya dengan apa yang dicintai jiwanya. Lalu ia, jiwa dan hawa nafsunya bersepakat terhadap seorang hamba: (sebagai) tiga hal yang memerintah, lalu ketiganya mengutus anggota badan untuk memenuhi keinginan mereka, dan sementara anggota badan adalah alat yang menundukkan, maka tidak memungkinkannya selain melaksanakan (perintah) dengan cepat. Inilah keadaan tiga hal tersebut dan keadaan anggota badan, maka anggota badan akan senantiasa dalam ketaatan kepada mereka, bagai-manapun ia diperintahkan dan ke mana pun ia diarahkan. Ini adalah konsekuensi dari keadaan seorang hamba
...
View Details
- KUNCI MENDAPATKAN KEBAIKAN SEJATI
Riyaadush Shaallihin
Bab 37 | Infak dari harta yang dicintai & yang terbaik
QS. Ali Imran: 92
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,
لَن تَنَالُوا۟ ٱلْبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُوا۟ مِمَّا تُحِبُّونَ ۚ وَمَا تُنفِقُوا۟ مِن شَىْءٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai. Dan apa saja yang kamu nafkahkan maka sesungguhnya Allah mengetahuinya. (QS. Ali Imran: 92)
View Details
-
BAHAYA SUM'AH
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
View Details
- MEMBERIKAN SESUATU DARI YANG DISUKAI & BAIK
Riyaadush Shaallihin
Bab 37 | Infak dari harta yang dicintai & yang terbaik
Muqaddimah
View Details
- AKAR KEBAIKAN
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- HUKUM NAFKAH BAGI KELUARGA BESAR
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- NAFKAHILAH JASMANI & ROHANI
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- "SAYA SUNGKAN MEMINTA NAFKAH?"
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- APAKAH WAJIB MENAFKAHI ANAK YANG TELAH BALIGH?
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- KENALILAH 3 KELEMAHAN DIRI ANDA
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: PENJELASAN TINGKATAN 'UBUDIYYAH YANG PALING SEMPURNA
...
Meskipun demikian, sungguh Allah telah mengujinya dengan syahwat, amarah dan kelalaian serta diuji dengan musuhnya, yaitu iblis yang tidak pernah bosan menggodanya. Iblis menggodanya dari seluruh pintu yang berasal dari diri dan tabi'atnya sehingga jiwanya condong kepadanya karena iblis menggodanya dengan apa yang dicintai jiwanya. Lalu ia, jiwa dan hawa nafsunya bersepakat terhadap seorang hamba: (sebagai) tiga hal yang memerintah, lalu ketiganya mengutus anggota badan untuk memenuhi keinginan mereka, dan sementara anggota badan adalah alat yang menundukkan, maka tidak memungkinkannya selain melaksanakan (perintah) dengan cepat. Inilah keadaan tiga hal tersebut dan keadaan anggota badan, maka anggota badan akan senantiasa dalam ketaatan kepada mereka, bagai-manapun ia diperintahkan dan ke mana pun ia diarahkan. Ini adalah konsekuensi dari keadaan seorang hamba
...
View Details
- SABAR DALAM MENDIDIK ANAK
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
-
BAHAYA BERBANGGA DIRI
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
View Details
- PENTINGNYA PENDIDIKAN ANAK
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- MENCARI NAFKAH YANG HALAL ITU MENINGKATKAN IMAN
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- APA HUKUM MENAFKAHI ANAK YANG SUDAH BALIGH?
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- BAGAIMANA PARA ULAMA MENAFKAHI ORANG TUANYA?
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- JANGAN HITUNG-HITUNGAN KEPADA ORANG TUA
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- MENJAGA HATI
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: PENJELASAN TINGKATAN 'UBUDIYYAH YANG PALING SEMPURNA
...
Sesungguhnya Allah menciptakan manusia, memilihnya di antara seluruh makhluk, menjadikan hatinya sebagai tempat perbendaharaannya berupa keimanan, tauhid, ikhlas, cinta, malu, pengagungan dan pengawasan. Allah juga menjadikan pahalanya, apabila menyembah-Nya, sebagai pahala yang paling sempurna dan paling afdhal, yaitu memandang kepada wajah-Nya, kemenangan dengan meraih ridha-Nya dan menjadi tetangga-Nya di Surga-Nya.
View Details
- APAKAH ANAK HARUS MEMBERIKAN NAFKAH KEPADA ORANG TUA?
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- APAKAH ANAK HARUS MEMBERIKAN NAFKAH KEPADA ORANG TUA?
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
-
KIAT TERJAGA DARI RIYA'
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
View Details
- PENYEBAB GUGURNYA KEWAJIBAN MENAFKAHI ISTRI
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- TIPS MENGHIASI RUMAH TANGGA AGAR INDAH
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- APA SAJA YANG TERMASUK NAFKAH?
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- KAPAN WAKTU MENAFKAHI ISTRI?
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- PERTOLONGAN ALLAH DATANG SESUAI DENGAN BEBAN UJIAN
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
DITOLAK WANITA BERKALI-KALI - 101 TALKSHOW
Pertanyaan:
Ustadz saya sudah ikhtiar ta’aruf berkali-kali, tapi masih belum ada tanda-tanda wanita mau menerima saya sebagai calon imamnya. Apa ada hal yang ternyata belum saya ikhtiarkan ya, Ustadz?
Saya kepikiran terus, nih, Stadz. Apa karena ini saya kurang ganteng? Kurang gagah? Kurang punya duit? Kurang menarik di mata wanita ya, Ustadz? Gimana ya nih, Stadz?
Bagaimana caranya saya bisa menarik di mata wanita?
Simak jawabannya, insyaAllah di sini.
📩
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud:
@muhammadnuzuldzikri
www.muhammadnuzuldzikri.com
View Details
- BERAPA NAFKAH YANG HARUS DIBERIKAN KE ISTRI?
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- TUJUAN DARI SHOLAT
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: PENJELASAN TINGKATAN 'UBUDIYYAH YANG PALING SEMPURNA
...sesungguhnya Allah telah mensyari'atkan shalat lima waktu demi menegakkan dzikir kepada-Nya dan untuk memfungsikan hati, anggota badan dan lisan dalam melaksanakan peribadahan, serta memberikan hak pada setiap ibadah yang merupakan maksud dan tujuan diciptakannya manusia sehingga shalat itu ditempatkan pada tingkatan ‘ubudiyyah yang paling sempurna.
View Details
- AKU TIDAK INGIN MENYUSAHKAN SUAMIKU?
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
-
KIAT TERJAGA DARI RIYA'
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong, riya*, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
View Details
- SUAMI BERTANGGUNG JAWAB BERARTI MENJALANI PERINTAH ALLAH
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Pembahasan: Kesimpulan Bab
View Details
- SUAMI BERTANGGUNG JAWAB BERARTI MENJALANI PERINTAH ALLAH
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Kesimpulan
View Details
- ORANG YANG DIHARAMKAN MASUK SURGA
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Kesimpulan
View Details
- BETAPA PENTINGNYA MEMILIKI MENTAL BERTANGGUNG JAWAB
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Kesimpulan
View Details
- MENTAL BERUSAHA & MEMBERI ITU BERKAH
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 301 | Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
B. Dari Abu Hurairah Radhialllahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « الْيَدُ الْعُلْيا خَيْرٌ مِنَ الْيدِ السُّفْلَى وابْدَأْ بمن تَعُولُ ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنَى ، ومَنْ يَسْتَعِففْ ، يُعِفَّهُ اللَّهُ ، ومَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِه اللَّهُ » رواه البخاري
"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah adalah apa yang lebih dari batas kecukupan. Barangsiapa berusaha menyucikan diri (dengan tidak meminta-minta), maka Allah akan menyucikan dirinya, dan barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupkannya." (HR. al-Bukhari)
View Details
- TETAP BERGANTUNG KEPADA ALLAH DALAM MENCARI NAFKAH LALU IKHTIAR
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 301 | Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
B. Dari Abu Hurairah Radhialllahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « الْيَدُ الْعُلْيا خَيْرٌ مِنَ الْيدِ السُّفْلَى وابْدَأْ بمن تَعُولُ ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنَى ، ومَنْ يَسْتَعِففْ ، يُعِفَّهُ اللَّهُ ، ومَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِه اللَّهُ » رواه البخاري
"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah adalah apa yang lebih dari batas kecukupan. Barangsiapa berusaha menyucikan diri (dengan tidak meminta-minta), maka Allah akan menyucikan dirinya, dan barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupkannya." (HR. al-Bukhari)
View Details
- SEMUA PASTI ADA HIKMAHNYA
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: PENJELASAN TINGKATAN 'UBUDIYYAH YANG PALING SEMPURNA
Di antara tanda-tanda pengagungan terhadap perintah dan larangan adalah tidak membawa perintah itu kepada suatu alasan yang melemahkan ketaatan dan penyerahan diri kepada perintah Allah. Bahkan seharusnya ia menerima perintah Allah beserta hikmah-hikrnahnya dengan melaksanakan apa yang diperintahkan-Nya, baik ia mengetahui hikmah dari perintah syari'at tersebut maupun tidak mengetahuinya. Apabila hikmah dari suatu perintah maupun larangan syari'at itu telah diketahui, maka hal itu akan menjadi-kannya lebih taat, lebih berkorban, dan lebih berserah diri kepada perintah Allah, dan tidak menjadikannya menanggalkan dan meninggalkannya secara keseluruhan —sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan kelompok zindiq dan kaum tashawwuf— karena sesungguhnya Allah telah mensyaricatkan shalat lima waktu demi me-negakkan dzikir kepada-Nya dan untuk memfungsikan hati, anggota badan dan lisan dalam melaksanakan peribadahan, serta memberikan hak pada setiap ibadah yang merupakan maksud dan tujuan diciptakannya manusia sehingga shalat itu ditempatkan pada tingkatan ‘cubudiyyah yang paling sempurna.
View Details
- KEHORMATAN & KECUKUPAN TIDAK. BISA DENGAN BERPANGKU TANGAN
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 301 | Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
B. Dari Abu Hurairah Radhialllahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « الْيَدُ الْعُلْيا خَيْرٌ مِنَ الْيدِ السُّفْلَى وابْدَأْ بمن تَعُولُ ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنَى ، ومَنْ يَسْتَعِففْ ، يُعِفَّهُ اللَّهُ ، ومَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِه اللَّهُ » رواه البخاري
"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah adalah apa yang lebih dari batas kecukupan. Barangsiapa berusaha menyucikan diri (dengan tidak meminta-minta), maka Allah akan menyucikan dirinya, dan barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupkannya." (HR. al-Bukhari)
View Details
- TIPS AGAR ALLAH MEMBERIKAN KECUKUPAN
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 301 | Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
B. Dari Abu Hurairah Radhialllahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « الْيَدُ الْعُلْيا خَيْرٌ مِنَ الْيدِ السُّفْلَى وابْدَأْ بمن تَعُولُ ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنَى ، ومَنْ يَسْتَعِففْ ، يُعِفَّهُ اللَّهُ ، ومَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِه اللَّهُ » رواه البخاري
"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah adalah apa yang lebih dari batas kecukupan. Barangsiapa berusaha menyucikan diri (dengan tidak meminta-minta), maka Allah akan menyucikan dirinya, dan barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupkannya." (HR. al-Bukhari)
View Details
-
TIPS MENGHINDARI SIFAT SOMBONG
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong*, riya, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
*Nabi besabda: "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim (91)(147)).
View Details
- MERAIH KEKAYAAN JIWA
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 301 | Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
B. Dari Abu Hurairah Radhialllahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « الْيَدُ الْعُلْيا خَيْرٌ مِنَ الْيدِ السُّفْلَى وابْدَأْ بمن تَعُولُ ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنَى ، ومَنْ يَسْتَعِففْ ، يُعِفَّهُ اللَّهُ ، ومَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِه اللَّهُ » رواه البخاري
"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah adalah apa yang lebih dari batas kecukupan. Barangsiapa berusaha menyucikan diri (dengan tidak meminta-minta), maka Allah akan menyucikan dirinya, dan barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupkannya." (HR. al-Bukhari)
View Details
- MEMBERI ITU BUTUH ILMU
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 301 | Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
B. Dari Abu Hurairah Radhialllahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « الْيَدُ الْعُلْيا خَيْرٌ مِنَ الْيدِ السُّفْلَى وابْدَأْ بمن تَعُولُ ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنَى ، ومَنْ يَسْتَعِففْ ، يُعِفَّهُ اللَّهُ ، ومَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِه اللَّهُ » رواه البخاري
"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah adalah apa yang lebih dari batas kecukupan. Barangsiapa berusaha menyucikan diri (dengan tidak meminta-minta), maka Allah akan menyucikan dirinya, dan barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupkannya." (HR. al-Bukhari)
View Details
- SEBAIK-BAIK SEDEKAH
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 301 | Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
B. Dari Abu Hurairah Radhialllahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « الْيَدُ الْعُلْيا خَيْرٌ مِنَ الْيدِ السُّفْلَى وابْدَأْ بمن تَعُولُ ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنَى ، ومَنْ يَسْتَعِففْ ، يُعِفَّهُ اللَّهُ ، ومَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِه اللَّهُ » رواه البخاري
"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah adalah apa yang lebih dari batas kecukupan. Barangsiapa berusaha menyucikan diri (dengan tidak meminta-minta), maka Allah akan menyucikan dirinya, dan barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupkannya." (HR. al-Bukhari)
View Details
- SAMA-SAMA MENANG
Riyaadush Shaallihin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 301 | Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
B. Dari Abu Hurairah Radhialllahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « الْيَدُ الْعُلْيا خَيْرٌ مِنَ الْيدِ السُّفْلَى وابْدَأْ بمن تَعُولُ ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنَى ، ومَنْ يَسْتَعِففْ ، يُعِفَّهُ اللَّهُ ، ومَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِه اللَّهُ » رواه البخاري
"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah adalah apa yang lebih dari batas kecukupan. Barangsiapa berusaha menyucikan diri (dengan tidak meminta-minta), maka Allah akan menyucikan dirinya, dan barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupkannya." (HR. al-Bukhari)
View Details
- TANGAN DI ATAS LEBIH BAIK DARIPADA TANGAN DI BAWAH
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 301 | Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
B. Dari Abu Hurairah Radhialllahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « الْيَدُ الْعُلْيا خَيْرٌ مِنَ الْيدِ السُّفْلَى وابْدَأْ بمن تَعُولُ ، وَخَيْرُ الصَّدَقَةِ مَا كَانَ عَنْ ظَهْرِ غِنَى ، ومَنْ يَسْتَعِففْ ، يُعِفَّهُ اللَّهُ ، ومَنْ يَسْتَغْنِ يُغْنِه اللَّهُ » رواه البخاري
"Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah, dan dahulukanlah orang yang menjadi tanggunganmu. Sebaik-baik sedekah adalah apa yang lebih dari batas kecukupan. Barangsiapa berusaha menyucikan diri (dengan tidak meminta-minta), maka Allah akan menyucikan dirinya, dan barangsiapa yang merasa cukup, maka Allah akan mencukupkannya." (HR. al-Bukhari)
View Details
- CARA SYAITHAN MENDIAGNOSA KITA
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: TANDA-TANDA PENGAGUNGAN TERHADAP LARANGAN-LARANGAN SYARIAT
....
Tidaklah Allah Ta'ala memerintahkan satu perintah melainkan ada dua gangguan syaithan padanya: ifrath (menyia-nyiakan) dan tafrith (berlebih-lebihan). Syaithan tidak peduli dengan cara apa dia mampu mengalahkan seorang hamba dari dua macam kesalahan ini, karena syaithan akan mendatangi hati seorang hamba dan kemudian mempengaruhinya. Jika syaithan mendapati kekurangan atau kemalasan pada diri si hamba, maka dia akan mengambilnya dengan metode ini, kemudian menghalang-halangi hamba itu dan membuatnya menjadi malas, lemah dan futur, dan membukakan baginya pintu berbagai macam penafsiran, pengharapan dan lain-lain hingga bisa jadi seorang hamba akan meninggalkan apa yang diperintahkan secara keseluruhan.
View Details
- DOA SEBAGAI KUNCI REZEKI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 301 | Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhialllahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعن أبي هريرةَ رضي اللَّهُ عنه أَن النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَا مِنْ يوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ ملَكَانِ يَنْزلانِ ، فَيقولُ أَحدُهُما : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقاً خَلفاً ، ويَقولُ الآخَرُ : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكاً تَلَفاً » متفقٌ عليه
"Tidak ada hari di mana para hamba memasuki waktu pagi di hari itu melainkan ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak.' Sedangkan yang lainnya berkata, 'Ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang yang menahan (hartanya)’." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
-
TIDAK SOMBONG ADALAH KUNCI KEBAIKAN
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong*, riya, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
*Nabi besabda: "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim (91)(147)).
View Details
- ALLAH AKAN SEGERA MENGGANTI HARTA KITA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 301 | Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhialllahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعن أبي هريرةَ رضي اللَّهُ عنه أَن النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَا مِنْ يوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ ملَكَانِ يَنْزلانِ ، فَيقولُ أَحدُهُما : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقاً خَلفاً ، ويَقولُ الآخَرُ : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكاً تَلَفاً » متفقٌ عليه
"Tidak ada hari di mana para hamba memasuki waktu pagi di hari itu melainkan ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak.' Sedangkan yang lainnya berkata, 'Ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang yang menahan (hartanya)’." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KUNCI KELAPANGAN REZEKI & JIWA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 301 | Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhialllahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعن أبي هريرةَ رضي اللَّهُ عنه أَن النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَا مِنْ يوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ ملَكَانِ يَنْزلانِ ، فَيقولُ أَحدُهُما : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقاً خَلفاً ، ويَقولُ الآخَرُ : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكاً تَلَفاً » متفقٌ عليه
"Tidak ada hari di mana para hamba memasuki waktu pagi di hari itu melainkan ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak.' Sedangkan yang lainnya berkata, 'Ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang yang menahan (hartanya)’." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- "YA ALLAH BERIKAN GANTI BAGI YANG BERINFAK"
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 301 | Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhialllahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعن أبي هريرةَ رضي اللَّهُ عنه أَن النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَا مِنْ يوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلاَّ ملَكَانِ يَنْزلانِ ، فَيقولُ أَحدُهُما : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقاً خَلفاً ، ويَقولُ الآخَرُ : اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكاً تَلَفاً » متفقٌ عليه
"Tidak ada hari di mana para hamba memasuki waktu pagi di hari itu melainkan ada dua malaikat yang turun, salah satunya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak.' Sedangkan yang lainnya berkata, 'Ya Allah, berikanlah kehancuran kepada orang yang menahan (hartanya)’." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BERSYUKUR KEPADA ALLAH DENGAN MEMBERIKAN NAFKAH
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 300 | Abdullah bin Amr bin Al-Ash Radhiallahu ‘anhu
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن عبدِ اللَّهِ بنِ عمرو بنِ العاص رضي اللَّه عنهما قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « كَفي بِالمرْءِ إِثْماً أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يقُوتُ » حديثٌ صحيحٌ رواه أَبو داود وغيره . ورواه مسلم في صحيحه بمعنَاهُ قال : « كَفي بِالمرْءِ إِثْماً أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يملِكُ قُوتَهُ » .
"Cukuplah seseorang memikul dosa apabila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya." (Hadits shahlh, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya)
Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dengan makna yang senada,
"Cukuplah seseorang menanggung dosa apabila dia menahan makanan dari orang yang menjadi tanggungannya."
View Details
- JANGAN MENAHAN NAFKAH
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 300 | Abdullah bin Amr bin Al-Ash Radhiallahu ‘anhu
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن عبدِ اللَّهِ بنِ عمرو بنِ العاص رضي اللَّه عنهما قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « كَفي بِالمرْءِ إِثْماً أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يقُوتُ » حديثٌ صحيحٌ رواه أَبو داود وغيره . ورواه مسلم في صحيحه بمعنَاهُ قال : « كَفي بِالمرْءِ إِثْماً أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يملِكُ قُوتَهُ » .
"Cukuplah seseorang memikul dosa apabila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya." (Hadits shahlh, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya)
Imam Muslim meriwayatkan dalam Shahihnya dengan makna yang senada,
"Cukuplah seseorang menanggung dosa apabila dia menahan makanan dari orang yang menjadi tanggungannya."
View Details
- DUA PINTU MASUK SYAITHAN
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: TANDA-TANDA PENGAGUNGAN TERHADAP LARANGAN-LARANGAN SYARIAT
....
Tidaklah Allah Ta'ala memerintahkan satu perintah melainkan ada dua gangguan syaithan padanya: ifrath (menyia-nyiakan) dan tafrith (berlebih-lebihan). Syaithan tidak peduli dengan cara apa dia mampu mengalahkan seorang hamba dari dua macam kesalahan ini, karena syaithan akan mendatangi hati seorang hamba dan kemudian mempengaruhinya. Jika syaithan mendapati kekurangan atau ke-malasan pada diri si hamba, maka dia akan mengambilnya dengan metode ini, kemudian menghalang-halangi hamba itu dan membuatnya menjadi malas, lemah dan futur, dan membukakan baginya pintu berbagai macam penafsiran, pengharapan dan lain-lain hingga bisa jadi seorang hamba akan meninggalkan apa yang diperintahkan secara keseluruhan.
View Details
- DAMPAK TIDAK MENAFKAHI KELUARGA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits Ke- 300 | Abdullah bin Amr bin Al-Ash Radhiallahu ‘anhu
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن عبدِ اللَّهِ بنِ عمرو بنِ العاص رضي اللَّه عنهما قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « كَفي بِالمرْءِ إِثْماً أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يقُوتُ » حديثٌ صحيحٌ رواه أَبو داود وغيره . ورواه مسلم في صحيحه بمعنَاهُ قال : « كَفي بِالمرْءِ إِثْماً أَنْ يَحْبِسَ عَمَّنْ يملِكُ قُوتَهُ » .
"Cukuplah seseorang memikul dosa apabila ia menyia-nyiakan orang yang menjadi tanggungannya." (Hadits shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud dan lainnya)
View Details
Kajian Tematik "KUNCI-KUNCI REZEKI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- NAFKAHNYA BAGAI SEDEKAH
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Dari Abu Mas'ud al-Badri Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعن أبي مَسْعُودٍ الْبَدرِيِّ رضي اللَّه عنه ، عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «إِذَا أَنْفَقَ الرَّجُلُ على أَهْلِهِ نفقَةً يحتَسبُها فَهِي لَهُ صدقَةٌ » متفقٌ عليه
"Apabila seseorang menafkahi keluarganya dengan sebuah nafkah yang dia maksudkan untuk mencari pahala, maka nafkah itu baginya adalah sedekah." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SOLUSI KESEMPITAN HIDUP
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits ke-298 | Hadits Sa'ad Bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhu
Dari Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhu dalam haditsnya yang panjang yang telah kita sebutkan di awal kitab dalam Bab Niat, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya,
وعن سعد بن أبي وقَّاص رضي اللَّه عنه في حدِيثِهِ الطَّويلِ الذِي قَدَّمْناهُ في أَوَّل الْكِتَابِ في بَابِ النِّيَّةِ أَنَّ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال له : « وَإِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجهَ اللَّه إلاَّ أُجِرْتَ بها حَتَّى ما تَجْعلُ في في امرأَتِكَ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya tidaklah kamu membelanjakan satu nafkah dengan maksud untuk mencari Wajah Allah melainkan kamu akan diberi pahala karenanya, sampai apa yang kamu letakkan di mulut istrimu." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
-
JANGAN CURANG
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong*, riya, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
*Nabi besabda: "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim (91)(147)).
View Details
- BERJUANGLAH MENCARI KARUNIA ALLAH
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits ke-298 | Hadits Sa'ad Bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhu
Dari Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhu dalam haditsnya yang panjang yang telah kita sebutkan di awal kitab dalam Bab Niat, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya,
وعن سعد بن أبي وقَّاص رضي اللَّه عنه في حدِيثِهِ الطَّويلِ الذِي قَدَّمْناهُ في أَوَّل الْكِتَابِ في بَابِ النِّيَّةِ أَنَّ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال له : « وَإِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجهَ اللَّه إلاَّ أُجِرْتَ بها حَتَّى ما تَجْعلُ في في امرأَتِكَ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya tidaklah kamu membelanjakan satu nafkah dengan maksud untuk mencari Wajah Allah melainkan kamu akan diberi pahala karenanya, sampai apa yang kamu letakkan di mulut istrimu." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MENYUAPI ISTRI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits ke-298 | Hadits Sa'ad Bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhu
Dari Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhu dalam haditsnya yang panjang yang telah kita sebutkan di awal kitab dalam Bab Niat, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya,
وعن سعد بن أبي وقَّاص رضي اللَّه عنه في حدِيثِهِ الطَّويلِ الذِي قَدَّمْناهُ في أَوَّل الْكِتَابِ في بَابِ النِّيَّةِ أَنَّ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال له : « وَإِنَّكَ لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِي بِهَا وَجهَ اللَّه إلاَّ أُجِرْتَ بها حَتَّى ما تَجْعلُ في في امرأَتِكَ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya tidaklah kamu membelanjakan satu nafkah dengan maksud untuk mencari Wajah Allah melainkan kamu akan diberi pahala karenanya, sampai apa yang kamu letakkan di mulut istrimu." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- DAMPAK TIDAK MENAFKAHI ANAK
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits ke-297 | Hadits Ummu Salamah Radhiallahu ‘anha
Dari Ummu Salamah Radhiallahu ‘anha beliau berkata,
وعن أُمِّ سلَمَةَ رضي اللَّهُ عنها قَالَتْ : قلتُ يا رسولَ اللَّهِ ، هَلْ لي أَجْرٌ في بني أبي سلَمةَ أَنْ أُنْفِقَ علَيْهِمْ ، وَلَسْتُ بتَارِكَتِهمْ هَكَذَا وهَكَذَا ، إِنَّما هُمْ بنِيَّ ؟ فقال : « نَعَمْ لَكِ أَجْرُ ما أَنْفَقْتِ علَيهِم » متفقٌ عليه
"Saya bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah saya akan memperoleh pahala kalau saya menafkahi putra-putra Abu Salamah? Saya tidak membiarkan mereka begini dan begini. Mereka adalah anak-anakku juga.' Maka beliau bersabda, 'Ya, kamu memperoleh pahala dari apa yang kamu nafkahkan kepada mereka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MENAFKAHI ANAK MENDAPATKAN PAHALA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits ke-297 | Hadits Ummu Salamah Radhiallahu ‘anha
Dari Ummu Salamah Radhiallahu ‘anha beliau berkata,
وعن أُمِّ سلَمَةَ رضي اللَّهُ عنها قَالَتْ : قلتُ يا رسولَ اللَّهِ ، هَلْ لي أَجْرٌ في بني أبي سلَمةَ أَنْ أُنْفِقَ علَيْهِمْ ، وَلَسْتُ بتَارِكَتِهمْ هَكَذَا وهَكَذَا ، إِنَّما هُمْ بنِيَّ ؟ فقال : « نَعَمْ لَكِ أَجْرُ ما أَنْفَقْتِ علَيهِم » متفقٌ عليه
"Saya bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah saya akan memperoleh pahala kalau saya menafkahi putra-putra Abu Salamah? Saya tidak membiarkan mereka begini dan begini. Mereka adalah anak-anakku juga.' Maka beliau bersabda, 'Ya, kamu memperoleh pahala dari apa yang kamu nafkahkan kepada mereka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
-
MARAH ADALAH PINTU MASUK SYAITHAN
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong*, riya, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
*Nabi besabda: "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim (91)(147)).
View Details
- APA MAKANAN KESUKAANMU?
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: TANDA-TANDA PENGAGUNGAN TERHADAP LARANGAN-LARANGAN SYARIAT
....
Contoh lain, bahwa makan hingga kenyang adalah keringanan yang tidak diharamkan. Namun tidak sepantasnya seorang hamba berlebihan dalam masalah makan sampai pada batas terlalu kenyang dan perutnya penuh, lalu ia menuntut adanya sikap berlebihan pada makanan sehingga keinginannya hanyalah melayani perutnya, baik sebelum maupun sesudah makan. Bahkan seorang hamba hendaklah lapar dan kenyang, meninggalkan makanan sementara ia menginginkannya. Takaran dari hal itu adalah sabda Nabi ﷺ ,
"Sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk pernafasannya." *
Tidak menjadikan seluruh isi perutnya hanya untuk makanan saja.
*) Imam Ahmad dalam Al Musnad (IV.123), Imam At Tirmidzi (no. 2381)dalam kitab Az Zuhud, Bab Maa Ja’a Fi Karahiyati Katsaratil Akli, Ibnu Majah (no.3349) di kitab Ath’imah, Bab Al Iqtishad fil Akli Wa Karahiyayatusy Syaba’
View Details
- MARI MEMBERIKAN NAFKAH KEPADA ISTRI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits ke-296 | Hadits Abu Abdullah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Abdullah Radhiallahu ‘anhu dan dipanggil juga dengan Abu Abdurrahman Tsauban bin Bujdud, maula (mantan sahaya) Rasulullah ﷺ , beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي عبدِ اللَّهِ وَيُقَالُ له : أبي عبدِ الرَّحمن ثَوْبانَ بْن بُجْدُدَ مَوْلَى رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَفْضَلُ دِينَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيالِهِ ، وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى دابَّتِهِ في سبيلِ اللَّه ، ودِينَارٌ يُنْفِقُهُ علَى أَصْحابه في سبِيلِ اللَّهِ » رواه مسلم
"Dinar terbaik yang dibelanjakan oleh seseorang adalah dinar yang dia nafkahkan untuk keluarganya, dinar yang dia nafkahkan untuk kendaraannya di jalan Allah, dan dinar yang dia belanjakan untuk para sahabatnya di jalan Allah." (HR. Muslim)
View Details
- ISLAM MEMULIAKAN WANITA DENGAN NAFKAH
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits ke-296 | Hadits Abu Abdullah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Abdullah Radhiallahu ‘anhu dan dipanggil juga dengan Abu Abdurrahman Tsauban bin Bujdud, maula (mantan sahaya) Rasulullah ﷺ , beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي عبدِ اللَّهِ وَيُقَالُ له : أبي عبدِ الرَّحمن ثَوْبانَ بْن بُجْدُدَ مَوْلَى رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَفْضَلُ دِينَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيالِهِ ، وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى دابَّتِهِ في سبيلِ اللَّه ، ودِينَارٌ يُنْفِقُهُ علَى أَصْحابه في سبِيلِ اللَّهِ » رواه مسلم
"Dinar terbaik yang dibelanjakan oleh seseorang adalah dinar yang dia nafkahkan untuk keluarganya, dinar yang dia nafkahkan untuk kendaraannya di jalan Allah, dan dinar yang dia belanjakan untuk para sahabatnya di jalan Allah." (HR. Muslim)
View Details
- NAFKAH TERBAIK YANG DIBERIKAN DI JALAN ALLAH
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits ke-296 | Hadits Abu Abdullah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Abdullah Radhiallahu ‘anhu dan dipanggil juga dengan Abu Abdurrahman Tsauban bin Bujdud, maula (mantan sahaya) Rasulullah ﷺ , beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي عبدِ اللَّهِ وَيُقَالُ له : أبي عبدِ الرَّحمن ثَوْبانَ بْن بُجْدُدَ مَوْلَى رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَفْضَلُ دِينَارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ دِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى عِيالِهِ ، وَدِينَارٌ يُنْفِقُهُ عَلَى دابَّتِهِ في سبيلِ اللَّه ، ودِينَارٌ يُنْفِقُهُ علَى أَصْحابه في سبِيلِ اللَّهِ » رواه مسلم
"Dinar terbaik yang dibelanjakan oleh seseorang adalah dinar yang dia nafkahkan untuk keluarganya, dinar yang dia nafkahkan untuk kendaraannya di jalan Allah, dan dinar yang dia belanjakan untuk para sahabatnya di jalan Allah." (HR. Muslim)
View Details
- IMAN MENENTUKAN KIKIR ATAU DERMAWAN SESEORANG
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
QS. Saba: 39
Allah ﷻ Berfirman,
قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥ ۚ وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن شَىْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. (QS. Saba: 39)
View Details
- ALLAH ﷻ AKAN MENGGANTINYA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
QS. Saba: 39
Allah ﷻ Berfirman,
قُلْ إِنَّ رَبِّى يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ وَيَقْدِرُ لَهُۥ ۚ وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن شَىْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
Katakanlah: "Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezeki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya)". Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya. (QS. Saba: 39)
View Details
- KUNCI SUAMI MENDAPATKAN KARISMA DALAM RUMAH TANGGA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
QS. Ath-Thalaq: 7
Allah berfirman,
لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِۦ ۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُۥ فَلْيُنفِقْ مِمَّآ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَآ ءَاتَىٰهَا ۚ سَيَجْعَلُ ٱللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا
Artinya: Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.
View Details
- PAHALA BESAR DALAM MENAFKAHI KELUARGA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Hadits ke-295 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ , bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «دِينَارٌ أَنْفَقْتَهُ في سبيلِ اللَّه ، وَدِينَارٌ أَنْفَقتَهُ في رقَبَةٍ ، ودِينَارٌ تصدَّقْتَ بِهِ عَلَى مِسْكِينٍ، وَدِينَارٌ أَنْفقْتَهُ علَى أَهْلِكَ ، أَعْظمُهَا أَجْراً الَّذي أَنْفَقْتَهُ علَى أَهْلِكَ » رواه مسلم
"Dinar yang karrtu nafkahkan di jalan Allah, dinar yang kamu nafkahkan untuk memerdekakan budak, dinar yang kamu sedekahkan kepada orang miskin, dan dinar yang kamu nafkahkan untuk keluargamu, maka yang paling besar pahalanya adalah dinar yang kamu nafkahkan untuk keluargamu." (HR. Muslim)
View Details
- SUAMI TIDAK MENAFKAHI, & ISTRI RIDHA. APA HUKUMNYA?
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
QS. Ath-Thalaq: 7
Allah berfirman,
لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِۦ ۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُۥ فَلْيُنفِقْ مِمَّآ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَآ ءَاتَىٰهَا ۚ سَيَجْعَلُ ٱللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا
Artinya: Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.
View Details
- TIDAK MAKAN BERLEBIH-LEBIHAN
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: TANDA-TANDA PENGAGUNGAN TERHADAP LARANGAN-LARANGAN SYARIAT
....
Contoh lain, bahwa makan hingga kenyang adalah keringanan yang tidak diharamkan. Namun tidak sepantasnya seorang hamba berlebihan dalam masalah makan sampai pada batas terlalu kenyang dan perutnya penuh, lalu ia menuntut adanya sikap berlebihan pada makanan sehingga keinginannya hanyalah melayani perutnya, baik sebelum maupun sesudah makan. Bahkan seorang hamba hendaklah lapar dan kenyang, meninggalkan makanan sementara ia menginginkannya. Takaran dari hal itu adalah sabda Nabi ﷺ ,
"Sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumnya, dan sepertiga untuk pernafasannya." *
Tidak menjadikan seluruh isi perutnya hanya untuk makanan saja.
*) Imam Ahmad dalam Al Musnad (IV.123), Imam At Tirmidzi (no. 2381)dalam kitab Az Zuhud, Bab Maa Ja’a Fi Karahiyati Katsaratil Akli, Ibnu Majah (no.3349) di kitab Ath’imah, Bab Al Iqtishad fil Akli Wa Karahiyayatusy Syaba’
View Details
- SUAMI YANG BERTAKWA PASTI MEMBERI NAFKAH KEPADA ISTRI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
QS. Ath-Thalaq: 7
Allah berfirman,
لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِۦ ۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُۥ فَلْيُنفِقْ مِمَّآ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَآ ءَاتَىٰهَا ۚ سَيَجْعَلُ ٱللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا
Artinya: Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.
View Details
- PENTINGNYA MENYEKOLAHKAN ANAK
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
QS. Ath-Thalaq: 7
Allah berfirman,
لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِۦ ۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُۥ فَلْيُنفِقْ مِمَّآ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَآ ءَاتَىٰهَا ۚ سَيَجْعَلُ ٱللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا
Artinya: Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.
View Details
-
TINGKATAN IMAN YANG TERKUAT
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong*, riya, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
*Nabi besabda: "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim (91)(147)).
View Details
- BEBAN NAFKAH SESUAI DENGAN KEMAMPUAN
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
QS. Ath-Thalaq: 7
Allah berfirman,
لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِۦ ۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُۥ فَلْيُنفِقْ مِمَّآ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَآ ءَاتَىٰهَا ۚ سَيَجْعَلُ ٱللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا
Artinya: Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.
View Details
- MEMBERIKAN NAFKAH SESUAI KEMAMPUANNYA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
QS. Ath-Thalaq: 7
Allah berfirman,
لِيُنفِقْ ذُو سَعَةٍ مِّن سَعَتِهِۦ ۖ وَمَن قُدِرَ عَلَيْهِ رِزْقُهُۥ فَلْيُنفِقْ مِمَّآ ءَاتَىٰهُ ٱللَّهُ ۚ لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَآ ءَاتَىٰهَا ۚ سَيَجْعَلُ ٱللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا
Artinya: Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rezekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan.
View Details
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
QS. Al-Baqarah: 233
Allah berfirman,
۞ وَٱلْوَٰلِدَٰتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَٰدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ ٱلرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى ٱلْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَآرَّ وَٰلِدَةٌۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُۥ بِوَلَدِهِۦ ۚ وَعَلَى ٱلْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوٓا۟ أَوْلَٰدَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآ ءَاتَيْتُم بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 233)
View Details
- KETENTUAN ALLAH NAFKAH BAGI KELUARGA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
QS. Al-Baqarah: 233
Allah berfirman,
۞ وَٱلْوَٰلِدَٰتُ يُرْضِعْنَ أَوْلَٰدَهُنَّ حَوْلَيْنِ كَامِلَيْنِ ۖ لِمَنْ أَرَادَ أَن يُتِمَّ ٱلرَّضَاعَةَ ۚ وَعَلَى ٱلْمَوْلُودِ لَهُۥ رِزْقُهُنَّ وَكِسْوَتُهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ لَا تُكَلَّفُ نَفْسٌ إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَا تُضَآرَّ وَٰلِدَةٌۢ بِوَلَدِهَا وَلَا مَوْلُودٌ لَّهُۥ بِوَلَدِهِۦ ۚ وَعَلَى ٱلْوَارِثِ مِثْلُ ذَٰلِكَ ۗ فَإِنْ أَرَادَا فِصَالًا عَن تَرَاضٍ مِّنْهُمَا وَتَشَاوُرٍ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَا ۗ وَإِنْ أَرَدتُّمْ أَن تَسْتَرْضِعُوٓا۟ أَوْلَٰدَكُمْ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ إِذَا سَلَّمْتُم مَّآ ءَاتَيْتُم بِٱلْمَعْرُوفِ ۗ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma'ruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan seorang ayah karena anaknya, dan warispun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kamu kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. Al-Baqarah: 233)
View Details
- MENAFKAHI KELUARGA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 36 | Menafkahi Keluarga
Muqaddimah
View Details
- TIDAK BERMUDAH-MUDAH
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: TANDA-TANDA PENGAGUNGAN TERHADAP LARANGAN-LARANGAN SYARIAT
....
Di antara tanda mengagungkan perintah dan larangan adalah tidak bersikap memperpanjang rukhshah (keringanan) sampai pada batas yang menjadikan pelakunya lalai dan tidak konsisten pada manhaj pertengahan.
View Details
-
BAHAYA JADI ORANG ZHALIM
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong*, riya, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
*Nabi besabda: "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim (91)(147)).
View Details
- RUMAH TANGGA = UJIAN
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Kesimpulan bab 35
View Details
- TAMPIL MENARIKLAH DI HADAPAN ISTRI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Kesimpulan bab 35
View Details
Riyaadhushshaalihiin 826. "LATIHLAH TANGGUNG JAWAB ANDA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- FOKUSLAH PADA MENUNAIKAN HAK PASANGAN
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Kesimpulan bab 35
View Details
- SUDAHKAH "SEMAKSIMAL MUNGKIN" DALAM BERUMAH TANGGA?
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-294 | Hadits Usamah Bin Zaid Radhiallahu ‘anhuma
Dari Usamah bin Zaid Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعن أُسامَةَ بنِ زيد رضي اللَّه عنهما عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ما تركْتُ بعْدِي فِتْنَةً هِي أَضَرُّ عَلَى الرِّجالِ : مِنَ النِّسَاءِ » متفقٌ عليه
"Aku tidak meninggalkan sepeninggalku sebuah fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada (fitnah) wanita." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- FITNAH PALING BERBAHAYA BAGI LAKI-LAKI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-294 | Hadits Usamah Bin Zaid Radhiallahu ‘anhuma
Dari Usamah bin Zaid Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعن أُسامَةَ بنِ زيد رضي اللَّه عنهما عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ما تركْتُ بعْدِي فِتْنَةً هِي أَضَرُّ عَلَى الرِّجالِ : مِنَ النِّسَاءِ » متفقٌ عليه
"Aku tidak meninggalkan sepeninggalku sebuah fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada (fitnah) wanita." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MARAHMU UNTUK SIAPA?
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: TANDA-TANDA PENGAGUNGAN TERHADAP LARANGAN-LARANGAN SYARIAT
...
Di antara tanda mengagungkan Allah adalah marah karena Allah Ta'ala apabila ada larangan Allah yang dilanggar; merasa sedih jika Allah dimaksiati di bumi-Nya, sedangkan dia tidak mampu menegakkan batasan-batasan dan perintah-perintah-Nya dan belum mampu untuk mengubah hal tersebut.
...
View Details
- APAKAH SIFAT TAGHAFUL HANYA BAGI SUAMI?
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-293 | Hadits Mu'adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhu
Dari Mu'adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعن معاذِ بنِ جبلٍ رضي اللَّهُ عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لا تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا في الدُّنْيا إِلاَّ قالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الحُورِ الْعِينِ لا تُؤْذِيه قَاتلَكِ اللَّه ، فَإِنَّمَا هُو عِنْدَكِ دخِيلٌ يُؤشِكُ أَنْ يُفارِقَكِ إِلَينا » رواه الترمذي وقال حديث حسن.
"Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia melainkan istrinya dari kalangan bidadari berkata, ‘Janganlah kamu menyakitinya, semoga Allah memerangimu! Dia hanyalah tamu di sisimu, dan tidak lama lagi dia akan meninggalkanmu untuk menuju kami'." (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan.”)
View Details
Riyaadhushshaalihiin 820. "JIKA SUAMI ZALIM TERHADAP ISTRINYA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- "JANGANLAH KAMU MENYAKITINYA!"
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-293 | Hadits Mu'adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhu
Dari Mu'adz bin Jabal Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعن معاذِ بنِ جبلٍ رضي اللَّهُ عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لا تُؤْذِي امْرَأَةٌ زَوْجَهَا في الدُّنْيا إِلاَّ قالَتْ زَوْجَتُهُ مِنَ الحُورِ الْعِينِ لا تُؤْذِيه قَاتلَكِ اللَّه ، فَإِنَّمَا هُو عِنْدَكِ دخِيلٌ يُؤشِكُ أَنْ يُفارِقَكِ إِلَينا » رواه الترمذي وقال حديث حسن.
"Tidaklah seorang istri menyakiti suaminya di dunia melainkan istrinya dari kalangan bidadari berkata, ‘Janganlah kamu menyakitinya, semoga Allah memerangimu! Dia hanyalah tamu di sisimu, dan tidak lama lagi dia akan meninggalkanmu untuk menuju kami'." (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan.”)
View Details
-
TIPS MENGHILANGKAN HASAD
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong*, riya, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
*Nabi besabda: "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim (91)(147)).
View Details
- ILMU MENJAGA RUMAH TANGGA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-292 | Hadits Ummu Salamah Radhiallahu ‘anha
Dari Ummu Salamah beliau Radhiallahu ‘anha berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أُمِّ سلمةَ رضي اللَّهُ عنها قالت : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَيُّما امرأَةٍ ماتَتْ وزوْجُهَا عنها راضٍ دخَلَتِ الجَنَّةَ » رواه الترمذي وقال حديث حسن
"Wanita mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya, niscaya dia masuk surga." (HR. at-Tirmidzi. Beliau berkata, "Hadits hasan.”)
View Details
- PENTINGNYA MEMILIKI SUAMI YANG TAGHAFUL
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-292 | Hadits Ummu Salamah beliau Radhiallahu ‘anha
Dari Ummu Salamah beliau Radhiallahu ‘anha berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أُمِّ سلمةَ رضي اللَّهُ عنها قالت : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَيُّما امرأَةٍ ماتَتْ وزوْجُهَا عنها راضٍ دخَلَتِ الجَنَّةَ » رواه الترمذي وقال حديث حسن
"Wanita mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya, niscaya dia masuk surga." (HR. at-Tirmidzi. Beliau berkata, "Hadits hasan.”)
View Details
Riyaadhushshaalihiin 816. "KUNCINYA DI RIDHA ALLAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- TIPS SUKSES MENCARI RIDHA SUAMI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-292 | Hadits Ummu Salamah beliau Radhiallahu ‘anha
Dari Ummu Salamah Radhiallahu ‘anha beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أُمِّ سلمةَ رضي اللَّهُ عنها قالت : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَيُّما امرأَةٍ ماتَتْ وزوْجُهَا عنها راضٍ دخَلَتِ الجَنَّةَ » رواه الترمذي وقال حديث حسن
"Wanita mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya, niscaya dia masuk surga." (HR. at-Tirmidzi. Beliau berkata, "Hadits hasan.”)
View Details
- BOLEHKAH SUJUD KEPADA SUAMI?
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-291 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ, beliau bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّهُ عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لَوْ كُنْتُ آمِراً أحَداً أَنْ يسْجُدَ لأَحدٍ لأَمَرْتُ المرْأَة أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا » . رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح.
"Seandainya saya (diperbolehkan) memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang lain, pasti sudah saya perintahkan seorang istri untuk sujud kepada suaminya." (HR. At-Tirmidzi. bellau berkata, "Hadits hasan shahih.”)
View Details
- JAGALAH PERGAULANMU
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: TANDA-TANDA PENGAGUNGAN TERHADAP LARANGAN-LARANGAN SYARIAT
Adapun tanda-tanda pengagungan terhadap larangan-larangan syari'at adalah dengan bersungguh-sungguh menjauhkan diri dari terjatuh kepada larangan tersebut, sebab-sebabnya dan apa-apa yang mengajak kepadanya; menjauhi seluruh wasilah yang mendekatkan kepadanya, seperti orang yang lari dari tempat-tempat yang terdapat gambar-gambar yang membuat fitnah padanya karena takut terfitnah dengannya; meninggalkan hal-hal yang tidak ada bahaya padanya sebagai bentuk kehati-hatian terhadap apa yang ada bahaya padanya; menjauhi berlebih-lebihan dalam mengerjakan hal-hal yang mubah karena khawatir terjatuh pada hal-hal yang makruh; dan meninggalkan orang yang terang-terangan melakukan larangan tersebut, memperindahnya, mengajak kepadanya, memudah-mudahkannya dan tidak peduli terhadap larangan yang dikerjakannya, karena bergaul dengan orang seperti ini dapat mengundang kemarahan dan kemurkaan Allah Ta'ala, dan tidak ada yang bergaul dengannya kecuali orang yang telah hilang dari hatinya pengagungan terhadap Allah Ta'ala dan hal-hal yang diharamkan-Nya.
View Details
- SIGAP DALAM MEMENUHI PANGGILAN SUAMI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-290 | Hadits Abu Ali Thalq bin Ali Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Ali Thalq bin Ali Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي عليٍّ طَلْق بن عليٍّ رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «إِذَا دعا الرَّجُلُ زَوْجتَهُ لِحَاجتِهِ فَلْتَأْتِهِ وإِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّور» . رواه الترمذي والنسائي ، وقال الترمذي : حديث حسن صحيح
"Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk melayani hajatnya, maka hendaklah sang istri memenuhinya meskipun dia sedang berada di depan tungku." (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa’i. At-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih.”)
View Details
- KEUTAMAAN MELAYANI SUAMI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-290 | Hadits Abu Ali Thalq bin Ali Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Ali Thalq bin Ali Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي عليٍّ طَلْق بن عليٍّ رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «إِذَا دعا الرَّجُلُ زَوْجتَهُ لِحَاجتِهِ فَلْتَأْتِهِ وإِنْ كَانَتْ عَلَى التَّنُّور» . رواه الترمذي والنسائي ، وقال الترمذي : حديث حسن صحيح
"Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk melayani hajatnya, maka hendaklah sang istri memenuhinya meskipun dia sedang berada di depan tungku." (HR. At-Tirmidzi dan An-Nasa’i. At-Tirmidzi berkata, "Hadits hasan shahih.”)
View Details
-
JANGAN BERKHIANAT
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong*, riya, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
*Nabi besabda: "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim (91)(147)).
View Details
- TIPS MENDAPATKAN PASANGAN YANG BERIMAN
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-289 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma
Dari Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma dari Nabi beliau bersabda,
وعن ابن عمرَ رضي اللَّهُ عنهما عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « كُلُّكُمْ راعٍ، وكُلُّكُمْ مسئولٌ عنْ رعِيَّتِهِ ، والأَمِيرُ رَاعٍ ، والرَّجُلُ راعٍ علَى أَهْلِ بَيْتِهِ ، والمرْأَةُ راعِيةٌ على بيْتِ زَوْجِها وولَدِهِ ، فَكُلُّكُمْ راعٍ ، وكُلُّكُمْ مسئولٌ عنْ رعِيَّتِهِ » متفقٌ عليه
"Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang penguasa adalah pemimpin, seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya, dan seorang istri adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya. Jadi masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MENDUKUNG SUAMI DENGAN BERBUAT BAIK KEPADA KELUARGA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-281 | Hadits Amr Bin Al-Ahwash Al-Jusyami Radhiallahu 'anhu
Dari Amr bin al-Ahwash al-Jusyami Radhiallahu ‘anhu bahwa beliau mendengar Nabi ﷺ bersabda pada waktu hajl wada' , setelah memuji Allah Ta’ala dan menyanjungNya, serta setelah memberi peringatan dan memheri nasihat, beliau ﷺ bersabda,
وعن عَمْرو بنِ الأَحْوَصِ الجُشميِّ رضي اللَّه عنه أَنَّهُ سمِعَ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في حَجِّةِ الْوَداع يقُولُ بعد أَنْ حَمِدَ اللَّه تعالى ، وَأَثنَى علَيْهِ وذكَّر ووعظَ ، ثُمَّ قال: « أَلا واسْتَوْصوا بِالنِّساءِ خَيْراً ، فَإِنَّمَا هُنَّ عَوانٍ عَنْدَكُمْ لَيْس تمْلكُونَ مِنْهُنَّ شَيْئاً غيْرَ ذلِكَ إِلاَّ أَنْ يأْتِينَ بِفَاحشةٍ مُبيِّنةٍ ، فإِنْ فَعلْنَ فَاهْجُروهُنَّ في المضَاجعِ ، واضْربُوهنَّ ضَرْباً غيْر مُبرِّحٍ ، فإِنْ أَطعنَكُمْ فَلا تبْغُوا عَلَيْهِنَّ سبيلا ، أَلا إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسائِكُمْ حَقًّا ، ولِنِسائِكُمْ عَلَيْكُمْ حقًّا، فَحَقُّكُمْ عَلَيْهنَّ أَن لا يُوطِئْنَ فُرُشكمْ منْ تَكْرهونَ ، وَلا يأْذَنَّ في بُيُوتكمْ لِمن تكْرهونَ ، أَلا وحقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَن تُحْسنُوا إِليْهنَّ في كِسْوتِهِنَّ وَطعامهنَّ». رواه الترمذى وقال : حديث حسن صحيحٌ .
"Perhatikanlah! Hendaknya kalian saling berpesan untuk berbuat baik kepada kaum wanita, karena mereka adalah tawanan-tawanan di sisi kalian. Kalian tidak memiliki sesuatu pun dari mereka selain itu; kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang memiliki bukti. Jika mereka berbuat begitu, jauhilah mereka di tempat tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Jika mereka telah taat kepada kalian, maka janganlah kalian mencari-cari alasan untuk menyakiti mereka.
Perhatikanlahl Sesungguhnya kalian mempunyai hak atas istri-istri kalian dan Istri-istri kalian juga rnempunyai hak atas kalian. Hak kalian atas mereka adalah mereka tidak boleh memasukkan orang yang tidak kalian sukai ke dalam kamar-kamar kalian, dan tidak boleh mempersilakan orang yang tidak kalian sukai ke dalam rumah-rumah kalian. Perhatikanlah! Sedangkan hak mereka atas kalian adalah hendaknya kalian berbuat baik kepada mereka dalam hal sandang dan pangan mereka." (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits hasan shahih)
View Details
- YAKINLAH ANDA AKAN DITANYA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-289 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma
Dari Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma dari Nabi beliau bersabda,
وعن ابن عمرَ رضي اللَّهُ عنهما عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « كُلُّكُمْ راعٍ، وكُلُّكُمْ مسئولٌ عنْ رعِيَّتِهِ ، والأَمِيرُ رَاعٍ ، والرَّجُلُ راعٍ علَى أَهْلِ بَيْتِهِ ، والمرْأَةُ راعِيةٌ على بيْتِ زَوْجِها وولَدِهِ ، فَكُلُّكُمْ راعٍ ، وكُلُّكُمْ مسئولٌ عنْ رعِيَّتِهِ » متفقٌ عليه
"Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang penguasa adalah pemimpin, seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya, dan seorang istri adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya. Jadi masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- ISTRI ADALAH PEMIMPIN DALAM RUMAH?
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-289 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma
Dari Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma dari Nabi beliau bersabda,
وعن ابن عمرَ رضي اللَّهُ عنهما عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « كُلُّكُمْ راعٍ، وكُلُّكُمْ مسئولٌ عنْ رعِيَّتِهِ ، والأَمِيرُ رَاعٍ ، والرَّجُلُ راعٍ علَى أَهْلِ بَيْتِهِ ، والمرْأَةُ راعِيةٌ على بيْتِ زَوْجِها وولَدِهِ ، فَكُلُّكُمْ راعٍ ، وكُلُّكُمْ مسئولٌ عنْ رعِيَّتِهِ » متفقٌ عليه
"Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang penguasa adalah pemimpin, seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya, dan seorang istri adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya. Jadi masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MASING-MASING KALIAN ADALAH PEMIMPIN
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-289 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma
Dari Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma dari Nabi beliau bersabda,
وعن ابن عمرَ رضي اللَّهُ عنهما عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « كُلُّكُمْ راعٍ، وكُلُّكُمْ مسئولٌ عنْ رعِيَّتِهِ ، والأَمِيرُ رَاعٍ ، والرَّجُلُ راعٍ علَى أَهْلِ بَيْتِهِ ، والمرْأَةُ راعِيةٌ على بيْتِ زَوْجِها وولَدِهِ ، فَكُلُّكُمْ راعٍ ، وكُلُّكُمْ مسئولٌ عنْ رعِيَّتِهِ » متفقٌ عليه
"Masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya. Seorang penguasa adalah pemimpin, seorang suami adalah pemimpin bagi keluarganya, dan seorang istri adalah pemimpin bagi rumah suaminya dan anak-anaknya. Jadi masing-masing dari kalian adalah pemimpin dan masing-masing dari kalian bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
Kajian Wanita 95. "JANGAN BERLEBIH-LEBIHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MENGHADAPI PASANGAN YANG POSESIF
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-288 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Juga dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه أَيضاً أَن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «لا يَحلُّ لامْرَأَةٍ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلا بِإِذْنِهِ ، وَلا تَأْذَنْ في بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذنِهِ » متفقٌ عليه ، وهذا لفظ البخاري
"Tidak halal bagi seorang istri untuk berpuasa ketika suaminya ada kecuali dengan izinnya, dan dia tidak boleh mengizinkan orang lain masuk ke dalam rumahnya kecuali dengan izinnya." (Muttafaq 'alaih, dan ini adalah lafazh al-Bukhari.)
View Details
- ISTRI INGIN BERPUASA SUNNAH, HARUS IZIN SUAMI?
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-287 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Juga dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه أَيضاً أَن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «لا يَحلُّ لامْرَأَةٍ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلا بِإِذْنِهِ ، وَلا تَأْذَنْ في بَيْتِهِ إِلاَّ بِإِذنِهِ » متفقٌ عليه ، وهذا لفظ البخاري
"Tidak halal bagi seorang istri untuk berpuasa ketika suaminya ada kecuali dengan izinnya, dan dia tidak boleh mengizinkan orang lain masuk ke dalam rumahnya kecuali dengan izinnya." (Muttafaq 'alaih, dan ini adalah lafazh al-Bukhari.)
View Details
-
MEMBERSIHKAN JIWA & RAGA BAGI PENUNTUT ILMU
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 9
-
MENSUCIKAN JIWA DAN RAGANYA
Membersihkan jiwa dan raganya dari akhlak yang tercela serta menghiasinya dengan ahlak yang mulia.
Diantara ahlak yang jelek adalah: khianat, hasad, lalim, marah bukan karena Allah, curang, sombong*, riya, bangga diri, sum 'ah, pelit, keji, kufur nikmat, serakah, angkuh, sombong.
*Nabi besabda: "Kesombongan adalah menolak kebenaran dan meremehkan manusia." (HR. Muslim (91)(147)).
View Details
- MENGHIDUPI RUMAH TANGGA DENGAN TAQWA
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-287 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِذَا دعَا الرَّجُلُ امْرأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فلَمْ تَأْتِهِ فَبَات غَضْبانَ عَلَيْهَا لَعَنتهَا الملائكَةُ حَتَّى تُصْبحَ» متفقٌ عليه
“Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, kemudian istrinya menolaknya sehingga pada malam itu suami marah terhadapnya, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi hari." Muttafaq ‘alaih
Dalam satu riwayat milik mereka berdua,
وفي رواية لهما : « إِذَا بَاتَتْ المَرْأَةُ هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجهَا لَعنتْهَا المَلائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ ».
"Apabila seorang istri meninggalkan tempat tidur suaminya, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi hari."
Dalam satu riwayat Rasulullah ﷺ bersabda,
وفي روايةٍ قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «والَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِن رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذي في السَّماءِ سَاخِطاً عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْها »
"Demi Dzat yang jiwaku ada di TanganNya, tidak ada seorang suami pun yang mengajak istrinya ke tempat tidurnya kemudian sang istri menolaknya, melainkan Dzat yang ada di langit murka terhadapnya sampai suaminya ridha kepadanya."
View Details
- PERJUANGKAN RIDHA SUAMI SECEPAT MUNGKIN | Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-287 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِذَا دعَا الرَّجُلُ امْرأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فلَمْ تَأْتِهِ فَبَات غَضْبانَ عَلَيْهَا لَعَنتهَا الملائكَةُ حَتَّى تُصْبحَ» متفقٌ عليه
“Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, kemudian istrinya menolaknya sehingga pada malam itu suami marah terhadapnya, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi hari." Muttafaq ‘alaih
Dalam satu riwayat milik mereka berdua,
وفي رواية لهما : « إِذَا بَاتَتْ المَرْأَةُ هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجهَا لَعنتْهَا المَلائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ ».
"Apabila seorang istri meninggalkan tempat tidur suaminya, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi hari."
Dalam satu riwayat Rasulullah ﷺ bersabda,
وفي روايةٍ قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «والَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِن رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذي في السَّماءِ سَاخِطاً عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْها »
"Demi Dzat yang jiwaku ada di TanganNya, tidak ada seorang suami pun yang mengajak istrinya ke tempat tidurnya kemudian sang istri menolaknya, melainkan Dzat yang ada di langit murka terhadapnya sampai suaminya ridha kepadanya."
View Details
- BESARNYA GANJARAN MENAATI SUAMI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-287 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِذَا دعَا الرَّجُلُ امْرأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فلَمْ تَأْتِهِ فَبَات غَضْبانَ عَلَيْهَا لَعَنتهَا الملائكَةُ حَتَّى تُصْبحَ» متفقٌ عليه
“Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, kemudian istrinya menolaknya sehingga pada malam itu suami marah terhadapnya, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi hari." Muttafaq ‘alaih
Dalam satu riwayat milik mereka berdua,
وفي رواية لهما : « إِذَا بَاتَتْ المَرْأَةُ هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجهَا لَعنتْهَا المَلائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ ».
"Apabila seorang istri meninggalkan tempat tidur suaminya, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi hari."
Dalam satu riwayat Rasulullah ﷺ bersabda,
وفي روايةٍ قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «والَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِن رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذي في السَّماءِ سَاخِطاً عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْها »
"Demi Dzat yang jiwaku ada di TanganNya, tidak ada seorang suami pun yang mengajak istrinya ke tempat tidurnya kemudian sang istri menolaknya, melainkan Dzat yang ada di langit murka terhadapnya sampai suaminya ridha kepadanya."
View Details
- ISTRI YANG "MENOLAK" SUAMI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-287 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِذَا دعَا الرَّجُلُ امْرأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فلَمْ تَأْتِهِ فَبَات غَضْبانَ عَلَيْهَا لَعَنتهَا الملائكَةُ حَتَّى تُصْبحَ» متفقٌ عليه
“Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, kemudian istrinya menolaknya sehingga pada malam itu suami marah terhadapnya, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi hari." Muttafaq ‘alaih
Dalam satu riwayat milik mereka berdua,
وفي رواية لهما : « إِذَا بَاتَتْ المَرْأَةُ هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجهَا لَعنتْهَا المَلائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ ».
"Apabila seorang istri meninggalkan tempat tidur suaminya, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi hari."
Dalam satu riwayat Rasulullah ﷺ bersabda,
وفي روايةٍ قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «والَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِن رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذي في السَّماءِ سَاخِطاً عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْها »
"Demi Dzat yang jiwaku ada di TanganNya, tidak ada seorang suami pun yang mengajak istrinya ke tempat tidurnya kemudian sang istri menolaknya, melainkan Dzat yang ada di langit murka terhadapnya sampai suaminya ridha kepadanya."
View Details
- TINGGINYA BAHASA RASULULLAH ﷺ
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-287 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِذَا دعَا الرَّجُلُ امْرأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فلَمْ تَأْتِهِ فَبَات غَضْبانَ عَلَيْهَا لَعَنتهَا الملائكَةُ حَتَّى تُصْبحَ» متفقٌ عليه
“Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur, kemudian istrinya menolaknya sehingga pada malam itu suami marah terhadapnya, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi hari." (Muttafaq ‘alaih)
Dalam satu riwayat milik mereka berdua,
وفي رواية لهما : « إِذَا بَاتَتْ المَرْأَةُ هَاجِرَةً فِرَاشَ زَوْجهَا لَعنتْهَا المَلائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ ».
"Apabila seorang istri meninggalkan tempat tidur suaminya, maka para malaikat melaknatnya hingga pagi hari."
Dalam satu riwayat Rasulullah ﷺ bersabda,
وفي روايةٍ قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «والَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ مَا مِن رَجُلٍ يَدْعُو امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَتَأْبَى عَلَيْهِ إِلاَّ كَانَ الَّذي في السَّماءِ سَاخِطاً عَلَيْهَا حَتَّى يَرْضَى عَنْها »
"Demi Dzat yang jiwaku ada di TanganNya, tidak ada seorang suami pun yang mengajak istrinya ke tempat tidurnya kemudian sang istri menolaknya, melainkan Dzat yang ada di langit murka terhadapnya sampai suaminya ridha kepadanya."
View Details
- JANGAN KAU CERAIKAN ISTRIMU
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-278 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول ُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «اسْتوْصُوا بِالنِّساءِ خيْراً ، فإِنَّ المرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ ، وَإِنَّ أَعْوجَ ما في الضِّلعِ أَعْلاهُ ، فَإِنْ ذَهبتَ تُقِيمُهُ كَسرْتَهُ ، وإِنْ تركتَهُ ، لمْ يزلْ أَعوجَ ، فاستوْصُوا بِالنِّسَاءِ » متفقٌ عليه .
"Hendaknya kalian saling berwasiat untuk berbuat baik kepada wanita, sebab wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atasnya. Maka jika kamu ingin meluruskannya, maka kamu akan mematahkannya, tetapi jika kamu membiarkannya, maka dia akan tetap bengkok, maka saling berwasiatlah untuk berbuat baik kepada wanita." (Muttafaq ‘alaih)
Dalam satu riwayat al-Bukhari dan Muslim,
وفي رواية في الصحيحين:« المرْأَةُ كالضلعِ إِنْ أَقَمْتَها كسرْتَهَا ، وإِنِ استَمتعْت بِهَا،اسْتَمتعْت وفِيها عَوجٌ » .
"Wanita itu bagaikan tulang rusuk, jika kamu meluruskannya, maka kamu akan mematahkannya, dan jika kamu bersenang-senang dengan-nya, maka kamu dapat bersenang-senang dengannya, namun dia tetap bengkok."
Dalam satu riwayat Muslim,
وفي رواية لمسلمٍ : « إِنَّ المرْأَةَ خُلِقتْ مِن ضِلَعٍ ، لَنْ تَسْتقِيمَ لكَ علَى طريقةٍ ، فَإِنْ استمتعْت بِهَا ، اسْتَمتَعْتَ بِهَا وفِيها عَوجٌ ، وإِنْ ذَهَبْتَ تُقيمُها كسرتَهَا ، وَكَسْرُهَا طلاقُها» .
قولُهُ : « عوجٌ » هو بفتح العين والواو .
"Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dia tidak akan lurus untukmu di atas satu jalan. Jika kamu bersenang-senang dengannya, maka kamu dapat bersenang-senang dengannya, tetapi dia tetap bengkok. Dan apabila kamu ingin meluruskannya, maka kamu akan mematahkannya, dan mematahkannya adalah menceraikannya."
View Details
- Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: TANDA-TANDA PENGAGUNGAN TERHADAP LARANGAN-LARANGAN SYARIAT
Adapun tanda-tanda pengagungan terhadap larangan-larangan syari'at adalah dengan bersungguh-sungguh menjauhkan diri dari terjatuh kepada larangan tersebut, sebab-sebabnya dan apa-apa yang mengajak kepadanya; menjauhi seluruh wasilah yang mendekatkan kepadanya, seperti orang yang lari dari tempat-tempat yang terdapat gambar-gambar yang membuat fitnah padanya karena takut terfitnah dengannya; meninggalkan hal-hal yang tidak ada bahaya padanya sebagai bentuk kehati-hatian terhadap apa yang ada bahaya padanya; menjauhi berlebih-lebihan dalam mengerjakan hal-hal yang mubah karena khawatir terjatuh pada hal-hal yang makruh; dan meninggalkan orang yang terang-terangan melakukan larangan tersebut, mem-perindahnya, mengajak kepadanya, memudah-mudahkannya dan tidak peduli terhadap larangan yang dikerjakannya, karena bergaul dengan orang seperti ini dapat mengundang kemarahan dan kemurkaan Allah Ta'ala, dan tidak ada yang bergaul dengannya kecuali orang yang telah hilang dari hatinya pengagungan terhadap Allah Ta'ala dan hal-hal yang diharamkan-Nya.
View Details
- SEBAIK-BAIK KESENANGAN DUNIA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
Hadits ke-281 | Hadits Amr Bin Al-Ahwash Al-Jusyami Radhiallahu 'anhu
Dari Amr bin al-Ahwash al-Jusyami Radhiallahu ‘anhu bahwa beliau mendengar Nabi ﷺ bersabda pada waktu hajl wada' , setelah memuji Allah Ta’ala dan menyanjungNya, serta setelah memberi peringatan dan memberi nasihat, beliau ﷺ bersabda,
وعن عَمْرو بنِ الأَحْوَصِ الجُشميِّ رضي اللَّه عنه أَنَّهُ سمِعَ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في حَجِّةِ الْوَداع يقُولُ بعد أَنْ حَمِدَ اللَّه تعالى ، وَأَثنَى علَيْهِ وذكَّر ووعظَ ، ثُمَّ قال: « أَلا واسْتَوْصوا بِالنِّساءِ خَيْراً ، فَإِنَّمَا هُنَّ عَوانٍ عَنْدَكُمْ لَيْس تمْلكُونَ مِنْهُنَّ شَيْئاً غيْرَ ذلِكَ إِلاَّ أَنْ يأْتِينَ بِفَاحشةٍ مُبيِّنةٍ ، فإِنْ فَعلْنَ فَاهْجُروهُنَّ في المضَاجعِ ، واضْربُوهنَّ ضَرْباً غيْر مُبرِّحٍ ، فإِنْ أَطعنَكُمْ فَلا تبْغُوا عَلَيْهِنَّ سبيلا ، أَلا إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسائِكُمْ حَقًّا ، ولِنِسائِكُمْ عَلَيْكُمْ حقًّا، فَحَقُّكُمْ عَلَيْهنَّ أَن لا يُوطِئْنَ فُرُشكمْ منْ تَكْرهونَ ، وَلا يأْذَنَّ في بُيُوتكمْ لِمن تكْرهونَ ، أَلا وحقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَن تُحْسنُوا إِليْهنَّ في كِسْوتِهِنَّ وَطعامهنَّ». رواه الترمذى وقال : حديث حسن صحيحٌ .
"Perhatikanlah! Hendaknya kalian saling berpesan untuk berbuat baik kepada kaum wanita, karena mereka adalah tawanan-tawanan di sisi kalian. Kalian tidak memiliki sesuatu pun dari mereka selain itu; kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang memiliki bukti. Jika mereka berbuat begitu, jauhilah mereka di tempat tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Jika mereka telah taat kepada kalian, maka janganlah kalian mencari-cari alasan untuk menyakiti mereka.
Perhatikanlah! Sesungguhnya kalian mempunyai hak atas istri-istri kalian dan Istri-istri kalian juga mempunyai hak atas kalian. Hak kalian atas mereka adalah mereka tidak boleh memasukkan orang yang tidak kalian sukai ke dalam kamar-kamar kalian, dan tidak boleh mempersilakan orang yang tidak kalian sukai ke dalam rumah-rumah kalian. Perhatikanlah! Sedangkan hak mereka atas kalian adalah hendaknya kalian berbuat baik kepada mereka dalam hal sandang dan pangan mereka." (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits hasan shahih)
View Details
- KUNCI DARI MASALAH-MASALAH RUMAH TANGGA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
-
MELIHAT DENGAN DUA SISI
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
Jika ia melihat orang yang belum melaksanakan Shalat maupun bersuci dengan baik atau perkara syari'at lainnya ia mengajarinya dengan ramah dan lemah lembut, sebagaimana Nabi berbuat demikian kepada orang badui yang kencing di masjid '8 juga dengan Muawiyah bin Hakam ketika berbicara dalam shalat .
View Details
- CARA MENJAGA HAK PASANGAN
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- SUDAHKAH MENSYUKURI PASANGAN ANDA?
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- KESETIAAN PASANGAN ADALAH NIKMAT ALLAH
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- TIPS MENJADI ISTRI YANG SETIA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- INILAH HAK ISTRI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-282 | Hadits Mu'awiyah bin Haidah Radhiallahu ‘anhu
Dari Mu'awiyah bin Haidah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
وعن مُعَاويَةَ بنِ حَيْدةَ رضي اللَّه عنه قال : قلتُ : يا رسول اللَّه ما حَقُّ زَوْجَةِ أَحَدنَا عَلَيْهِ ؟ قال : « أَن تُطْعمَها إِذَا طَعِمْتَ ، وتَكْسُوهَا إِذَا اكْتَسيْتَ ولا تَضْربِ الْوَجهَ، وَلا تُقَبِّحْ ، ولا تَهْجُرْ إِلاَّ في الْبَيْتِ » حديثٌ حسنٌ رواه أَبو داود وقال : معنى « لا تُقَبِّحْ» أَى : لا تقُلْ قَبَّحَكِ اللَّه .
"Saya pernah bertanya, 'Wahai Rasulullah, apa hak istri salah seorang dari kami atas suaminya?' Beliau menjawab, 'Kamu memberinya makan bila kamu makan, kamu memberinya pakaian bila kamu berpakaian, jangan memukul wajah, jangan menjelek-jelekkan, dan jangan berpisah ranjang dengannya kecuali di dalam rumah." (Hadits hasan, diriwayatkan oleh Abu Daud, beliau berkata, “Makna ‘jangan menjelek-jelekkan’ adalah jangan mengatakan ‘semoga Allah menjelekkanmu’.”)
View Details
- JANGAN MEMBENCI ISTRIMU
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-280 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِه مِنها خُلقاً رضِيَ مِنْها آخَرَ » أَوْ قَالَ : « غيْرَهُ » رواه مسلم.
"Janganlah seorang Mukmin membenci seorang Mukminah. Jika dia tidak suka terhadap salah satu akhlaknya, niscaya dia menyukai akhlaknya yang lain." -Atau beliau bersabda,- "Yang lainnya." (HR. Muslim)
View Details
- ISTRI YANG MENJAGA
Riyaadush Shaallihin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- KESULITAN YANG TERPUJI
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
Sebagian lainnya ada yang kesehatannya kembali seperti semula untuk menguatkan dan melindungi sebab-sebab kesehatannya sehingga kembalilah badannya itu kepada kesempurnaan seperti awalnya. Sebagian di antara mereka juga ada yang kembali kesehatannya dengan bentuk yang lebih baik dari sebelumnya karena kuatnya sebab-sebab kesembuhannya dan dapat menundukkan serta mengalahkan sebab-sebab kelemahan dan sakit sampai kemungkinan sakitnya itu merupakan sebab untuk kesembuhannya sebagaimana perkataan seorang penyair:
Semoga kesulitanmu menjadi terpuji akhirnya
dan bisa jadi jasad menjadi sehat dengan penyakit
Seperti inilah keadaan seorang hamba setelah bertaubat, ia akan berada pada tiga tingkatan ini. Hanya Allah-lah yang memberi taufiq, tidak ada ilah yang berhak diibadahi dengan benar kecuali Dia, dan tidak ada Rabb selain-Nya.
View Details
- SALING MENGINGATKAN DALAM RUMAH TANGGA
Riyaadush Shaallihin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- TAATILAH SUAMI & GAPAILAH RIDHA ILAHI
Riyaadush Shaallihin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- ISTRI MENDAPATKAN 2 PAHALA
Riyaadush Shaallihin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
Serial Al-Muharram "KEMENANGAN IMAN DI ATAS KESOMBONGAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- AGAR SUAMI TAMBAH SAYANG
Riyaadush Shaallihin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
Riyaadhushshaalihiin 774. "MEREKALAH PERHIASAN TERBAIK" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- BERHARGANYA ISTRI YANG ISTIQAMAH & BERTAKWA
Riyaadush Shaallihin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- SIFAT WANITA SHALIHAH
Riyaadush Shaallihin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- MENAFKAHI ISTRI ADALAH BUAH KETAKWAAN
Riyaadush Shaallihin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- PAHALA MENAFKAHI ISTRI
Riyaadush Shaallihin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- DOSA MELEMAHKAN HATI
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
Penjelasan dari masalah ini bahwa keburukan-keburukan dan dosa-dosa merupakan penyakit-penyakit hati, sebagaimana demam dan penyakit yang dapat dirasakan lainnya merupakan penyakit badan. Jika orang yang sakit telah sembuh dari penyakitnya dengan kesembuhan yang sempurna, maka kekuatannya akan kembali dan keadaannya akan lebih baik dari sebelumnya hingga seakan-akan ia tidak pernah sakit sebelumnya.
View Details
- GANJARAN BAGI SUAMI YANG FOKUS PADA KEWAJIBANNYA
Riyaadush Shaallihin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
-
ILMU ITU RAHMAT
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
Jika ia melihat orang yang belum melaksanakan Shalat maupun bersuci dengan baik atau perkara syari'at lainnya ia mengajarinya dengan ramah dan lemah lembut, sebagaimana Nabi berbuat demikian kepada orang badui yang kencing di masjid '8 juga dengan Muawiyah bin Hakam ketika berbicara dalam shalat .19
18HR. Bukhari (219) dan Muslim (285)). 19(HR.Muslim (537)).
View Details
- ARTI "AKU PEMIMPIN DI RUMAH TANGGA INI"
Riyaadush Shaallihin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- PEMBERIAN ALLAH ﷻ UNTUK SUAMI
Riyaadush Shaallihin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- 2 SEBAB SUAMI JADI PEMIMPIN
Riyaadush Shaallihin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- PEMIMPIN SEJATI DALAM RUMAH TANGGA
Riyaadush Shaallihin
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- KIAT MENJADI PEMIMPIN IDEAL
Riyaadush Shaallihin
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- PERTEMPURAN ANTARA KEBAIKAN DAN KEBURUKAN
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
Adapun yang lebih benar menurut pendapatku, wallahu a'lam, dan tidak ada daya dan kekuatan melainkan dengan pertolongan-Nya, bahwa seluruh kebaikan dan keburukan saling bertolak belakang dan saling berhadapan. Hukumnya sesuai dengan mana yang lebih banyak dan ia akan menundukkan yang dikalahkan lalu hukumnya menjadi miliknya sampai seakan-akan yang dikalahkan itu belum ada. Apabila kebaikan itu lebih banyak pada seorang hamba, maka kebaikan itu akan mengangkat keburukan-keburukannya. Kapan saja ia bertaubat dari keburukan-keburukannya maka menjadi wajib bagi taubatnya dari keburukan itu menjadi kebaikan yang begitu banyak yang bisa jadi lebih banyak dari kebaikan yang dihapuskan oleh keburukan. Apabila ia telah ber`azam untuk bertaubat, disertai niat yang benar, dan tumbuh dari lubuk hati yang paling dalam, maka akan terbakarlah seluruh keburukan yang pernah ia lakukan sebelumnya, sampai seakan-akan ia tidak pernah melakukan keburukan karena orang yang bertaubat dari dosa-dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa.
View Details
- LAKI-LAKI PELINDUNG WANITA
Riyaadush Shaallihin
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
Riyaadhushshaalihiin 777. "HAK SUAMI ATAS ISTRI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhushshaalihiin 776. "CARA MENGUATKAN IMAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SYARAT MENJADI PEMIMPIN RUMAH TANGGA
Riyaadush Shaallihin
Bab 35 | Hak Suami Atas Istri
QS. An-Nisa: 34
Allah berfirman,
ٱلرِّجَالُ قَوَّٰمُونَ عَلَى ٱلنِّسَآءِ بِمَا فَضَّلَ ٱللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ وَبِمَآ أَنفَقُوا۟ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ ۚ فَٱلصَّٰلِحَٰتُ قَٰنِتَٰتٌ حَٰفِظَٰتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ ٱللَّهُ ۚ وَٱلَّٰتِى تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَٱهْجُرُوهُنَّ فِى ٱلْمَضَاجِعِ وَٱضْرِبُوهُنَّ ۖ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا۟ عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
Artinya: Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.
(QS. An-Nisa: 34)
View Details
- ISLAM MEMULIAKAN WANITA
Riyadush Shallihin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
View Details
Serial Amalan Berpahala Haji - "AMALAN KETUJUH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Amalan Berpahala Haji - "AMALAN KEENAM" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Amalan Berpahala Haji - "AMALAN KELIMA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Amalan Berpahala Haji - "AMALAN KEMPAT" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Amalan Berpahala Haji - "AMALAN KETIGA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Amalan Berpahala Haji - "AMALAN KEDUA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Amalan Berpahala Haji - "AMALAN PERTAMA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Wanita 90. "KAJIAN WANITA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- AGAR DERAJAT SUAMI DIMULIAKAN OLEH ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
Riyadush Shallihin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-285 | Hadits Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhuma
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن عبدِ اللَّه بنِ عمرو بن العاص رضي اللَّه عنهما أَن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «الدُّنْيَا مَتَاعٌ ، وَخَيْرُ مَتاعهَا المَرْأَةُ الصَّالحةُ » رواه مسلم
"Dunia ini adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)
View Details
Dzulhijjah - "SEMANGAT BERQURBAN!" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- INDAHNYA WANITA SHALIHAH
Riyadush Shallihin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-285 | Hadits Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhuma
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhuma bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن عبدِ اللَّه بنِ عمرو بن العاص رضي اللَّه عنهما أَن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «الدُّنْيَا مَتَاعٌ ، وَخَيْرُ مَتاعهَا المَرْأَةُ الصَّالحةُ » رواه مسلم
"Dunia ini adalah kesenangan dan sebaik-baik kesenangan dunia adalah wanita shalihah.” (HR. Muslim)
View Details
Dzulhijjah - "TAKBIR LISAN & HATI DI 10 HARI DZULHIJJAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
AMALAN-AMALAN TERBAIK DI 10 HARI AWAL DZULHIJJAH
Serial Kajian Dzulhijjah
View Details
- MINTA MAAFLAH KEPADA PASANGAN SEBELUM KESEMPATAN ITU TERTUTUP
Riyadush Shallihin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
View Details
- BAHAYA RIYA
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
Pembatal dan perusak amal sangat banyak. Bukan amalan itu sendiri yang menjadi masalah, tetapi masalahnya hanyalah bagai-mana menjaga amalan itu dari perkara yang dapat merusak dan membatalkannya.
Riya' —meskipun sangat halus— adalah pembatal amalan dan ia memiliki pintu-pintu yang sangat banyak. Amalan yang tidak terikat dengan mengikuti petunjuk dari Sunnah juga mewajibkan amalan itu menjadi bathil, menyebut-nyebut amalan di sisi Allah Ta'ala juga akan membatalkannya, begitu pula mengungkit-ungkit shadaqah, perbuatan baik, ihsan dan silaturrahim juga merupakan perusak pahala, sebagaimana firman Allah
View Details
- JANGAN MEMUKUL ISTRI
Riyadush Shallihin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-284 | Hadits Iyas bin Abdullah bin Abu Dzubab Radhiallahu ‘anhu
Dari Iyas bin Abdullah bin Abu Dzubab Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن إِياس بنِ عبدِ اللَّه بنِ أبي ذُباب رضي اللَّه عنه قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « لاَ تَضْربُوا إِمَاءَ اللَّهِ » فَجاءَ عُمَرُ رضي اللَّه عنه إلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فَقَالَ : ذَئِرْنَ النِّساءُ عَلَى أَزْواجهنَّ ، فَرَخَّصَ في ضَرْبهِنَّ فَأَطاف بِآلِ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم نِساءٌ كَثِيرٌ يَشْكونَ أَزْواجهُنَّ ، فقال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لَقَدْ أَطَافَ بآلِ بَيْت مُحمَّدٍ نِساءٌ كَثيرِ يشْكُونَ أَزْوَاجَهُنَّ لَيْسَ أُولِئك بخيارِكُمْ » رواه أبو داود بإسنادٍ صحيح .
"Janganlah kalian memukul hamba-hamba wanita Allah Subhanahu wa Ta’ala, Lalu datanglah Umar kepada Rasulullah dan berkata, "Kini para istri telah berani kepada suami-suami mereka." Maka beliau pun memberikan keringanan untuk memukul mereka. Akibatnya banyak wanita yang datang mengerumuni keluarga Rasulullah ﷺ untuk mengadukan perihal suami-suami mereka. Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh, sekelompok wanita telah mengerumuni keluarga Muhammad untuk mengadukan suami-suami mereka. Suami-suami yang seperti itu bu-kanlah orang yang paling baik di antara kalian." (HR. Abu Dawud, dengan sanad yang shahih)
View Details
- ORANG YANG TERBAIK
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-283 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه ، قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَكْمَلُ المُؤْمنين إِيمَاناً أَحْسنُهُمْ خُلُقاً ، وَخِياركُمْ خيارُكم لِنِسَائِهِم » رواه التِّرمذي وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ
“Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya, dan orang yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik kepada istrinya." (HR. Tirmidzi, beliau berkata hadits hasan-shahih)
View Details
- IMAN ATAU AKHLAK?
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-283 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه ، قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَكْمَلُ المُؤْمنين إِيمَاناً أَحْسنُهُمْ خُلُقاً ، وَخِياركُمْ خيارُكم لِنِسَائِهِم » رواه التِّرمذي وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ
“Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya, dan orang yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik kepada istrinya." (HR. Tirmidzi, beliau berkata hadits hasan-shahih)
View Details
- ORANG YANG PALING SEMPURNA IMANNYA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-283 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه ، قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَكْمَلُ المُؤْمنين إِيمَاناً أَحْسنُهُمْ خُلُقاً ، وَخِياركُمْ خيارُكم لِنِسَائِهِم » رواه التِّرمذي وقال : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ
“Orang Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang terbaik akhlaknya, dan orang yang terbaik di antara kalian adalah yang terbaik kepada istrinya." (HR. Tirmidzi, beliau berkata hadits hasan-shahih)
View Details
- TAUBAT DARI RIYA'
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
....
Telah disebutkan dalam sebuah atsar yang masyhur: "Sesungguhnya seorang hamba benar-benar melakukan satu amalan secara sembunyi-sembunyi yang tidak diketahui oleh seorang pun selain Allah, tetapi kemudian ia menceritakan amalan yang telah ia lakukan itu sehingga berpindahlah dari amalan secara sembunyi-sembunyi kepada amalan secara terang-terangan. Apabila ia menceritakan amalannya karena tujuan sum'ah (ingin didengar oleh orang lain) dan meminta kedudukan dan jabatan di sisi selain Allah Ta'ala, maka amalannya akan terhapus, sebagaimana apabila ia melakukannya dengan tujuan seperti itu."
Apabila dikatakan: Seandainya orang ini bertaubat, apakah pahalanya akan kembali kepadanya?
Dijawab: Apabila ia telah mengerjakan amal itu bukan karena Allah dan melakukannya dengan niat seperti ini, maka sesungguhnya amal itu tidak akan berubah menjadi baik dengan taubat, bahkan cukuplah taubat itu untuk menghapuskan hukuman terhadapnya. Sehingga tidak menjadi pahala dan tidak juga menjadi hukuman baginya. Adapun apabila ia melakukannya ikhlas karena Allah, lalu pada saat melaksanakan amalan tersebut ia terjangkiti sikap bangga diri dan riya` , atau menceritakan amalannya, lalu ia bertaubat dari hal tersebut dan menyesal maka ini bisa jadi pahalanya kembali kepada-nya dan tidak terhapus. Dan bisa jadi dikatakan bahwa pahalanya tidak kembali kepadanya, tetapi ia melanjutkan kembali amalannya.
....
View Details
-
BERBUAT BAIK KEPADA MURID
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
View Details
- TIADA OPSI, KECUALI BERBUAT BAIK KEPADA ISTRI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-281 | Hadits Amr Bin Al-Ahwash Al-Jusyami Radhiallahu 'anhu
Dari Amr bin al-Ahwash al-Jusyami Radhiallahu ‘anhu bahwa beliau mendengar Nabi ﷺ bersabda pada waktu hajl wada' , setelah memuji Allah Ta’ala dan menyanjungNya, serta setelah memberi peringatan dan memheri nasihat, beliau ﷺ bersabda,
وعن عَمْرو بنِ الأَحْوَصِ الجُشميِّ رضي اللَّه عنه أَنَّهُ سمِعَ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في حَجِّةِ الْوَداع يقُولُ بعد أَنْ حَمِدَ اللَّه تعالى ، وَأَثنَى علَيْهِ وذكَّر ووعظَ ، ثُمَّ قال: « أَلا واسْتَوْصوا بِالنِّساءِ خَيْراً ، فَإِنَّمَا هُنَّ عَوانٍ عَنْدَكُمْ لَيْس تمْلكُونَ مِنْهُنَّ شَيْئاً غيْرَ ذلِكَ إِلاَّ أَنْ يأْتِينَ بِفَاحشةٍ مُبيِّنةٍ ، فإِنْ فَعلْنَ فَاهْجُروهُنَّ في المضَاجعِ ، واضْربُوهنَّ ضَرْباً غيْر مُبرِّحٍ ، فإِنْ أَطعنَكُمْ فَلا تبْغُوا عَلَيْهِنَّ سبيلا ، أَلا إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسائِكُمْ حَقًّا ، ولِنِسائِكُمْ عَلَيْكُمْ حقًّا، فَحَقُّكُمْ عَلَيْهنَّ أَن لا يُوطِئْنَ فُرُشكمْ منْ تَكْرهونَ ، وَلا يأْذَنَّ في بُيُوتكمْ لِمن تكْرهونَ ، أَلا وحقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَن تُحْسنُوا إِليْهنَّ في كِسْوتِهِنَّ وَطعامهنَّ». رواه الترمذى وقال : حديث حسن صحيحٌ .
"Perhatikanlah! Hendaknya kalian saling berpesan untuk berbuat baik kepada kaum wanita, karena mereka adalah tawanan-tawanan di sisi kalian. Kalian tidak memiliki sesuatu pun dari mereka selain itu; kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang memiliki bukti. Jika mereka berbuat begitu, jauhilah mereka di tempat tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Jika mereka telah taat kepada kalian, maka janganlah kalian mencari-cari alasan untuk menyakiti mereka.
Perhatikanlahl Sesungguhnya kalian mempunyai hak atas istri-istri kalian dan Istri-istri kalian juga rnempunyai hak atas kalian. Hak kalian atas mereka adalah mereka tidak boleh memasukkan orang yang tidak kalian sukai ke dalam kamar-kamar kalian, dan tidak boleh mempersilakan orang yang tidak kalian sukai ke dalam rumah-rumah kalian. Perhatikanlah! Sedangkan hak mereka atas kalian adalah hendaknya kalian berbuat baik kepada mereka dalam hal sandang dan pangan mereka." (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits hasan shahih)
View Details
- MENYAYANGI & TIDAK MENYAKITI ISTRI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-281 | Hadits Amr Bin Al-Ahwash Al-Jusyami Radhiallahu 'anhu
Dari Amr bin al-Ahwash al-Jusyami Radhiallahu ‘anhu bahwa beliau mendengar Nabi ﷺ bersabda pada waktu hajl wada' , setelah memuji Allah Ta’ala dan menyanjungNya, serta setelah memberi peringatan dan memheri nasihat, beliau ﷺ bersabda,
وعن عَمْرو بنِ الأَحْوَصِ الجُشميِّ رضي اللَّه عنه أَنَّهُ سمِعَ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في حَجِّةِ الْوَداع يقُولُ بعد أَنْ حَمِدَ اللَّه تعالى ، وَأَثنَى علَيْهِ وذكَّر ووعظَ ، ثُمَّ قال: « أَلا واسْتَوْصوا بِالنِّساءِ خَيْراً ، فَإِنَّمَا هُنَّ عَوانٍ عَنْدَكُمْ لَيْس تمْلكُونَ مِنْهُنَّ شَيْئاً غيْرَ ذلِكَ إِلاَّ أَنْ يأْتِينَ بِفَاحشةٍ مُبيِّنةٍ ، فإِنْ فَعلْنَ فَاهْجُروهُنَّ في المضَاجعِ ، واضْربُوهنَّ ضَرْباً غيْر مُبرِّحٍ ، فإِنْ أَطعنَكُمْ فَلا تبْغُوا عَلَيْهِنَّ سبيلا ، أَلا إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسائِكُمْ حَقًّا ، ولِنِسائِكُمْ عَلَيْكُمْ حقًّا، فَحَقُّكُمْ عَلَيْهنَّ أَن لا يُوطِئْنَ فُرُشكمْ منْ تَكْرهونَ ، وَلا يأْذَنَّ في بُيُوتكمْ لِمن تكْرهونَ ، أَلا وحقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَن تُحْسنُوا إِليْهنَّ في كِسْوتِهِنَّ وَطعامهنَّ». رواه الترمذى وقال : حديث حسن صحيحٌ .
"Perhatikanlah! Hendaknya kalian saling berpesan untuk berbuat baik kepada kaum wanita, karena mereka adalah tawanan-tawanan di sisi kalian. Kalian tidak memiliki sesuatu pun dari mereka selain itu; kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang memiliki bukti. Jika mereka berbuat begitu, jauhilah mereka di tempat tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Jika mereka telah taat kepada kalian, maka janganlah kalian mencari-cari alasan untuk menyakiti mereka.
Perhatikanlahl Sesungguhnya kalian mempunyai hak atas istri-istri kalian dan Istri-istri kalian juga rnempunyai hak atas kalian. Hak kalian atas mereka adalah mereka tidak boleh memasukkan orang yang tidak kalian sukai ke dalam kamar-kamar kalian, dan tidak boleh mempersilakan orang yang tidak kalian sukai ke dalam rumah-rumah kalian. Perhatikanlah! Sedangkan hak mereka atas kalian adalah hendaknya kalian berbuat baik kepada mereka dalam hal sandang dan pangan mereka." (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits hasan shahih)
View Details
- SUAMI DAN ISTRI SAMA-SAMA MEMILIKI HAK
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-281 | Hadits Amr Bin Al-Ahwash Al-Jusyami Radhiallahu 'anhu
Dari Amr bin al-Ahwash al-Jusyami Radhiallahu ‘anhu bahwa beliau mendengar Nabi ﷺ bersabda pada waktu hajl wada' , setelah memuji Allah Ta’ala dan menyanjungNya, serta setelah memberi peringatan dan memheri nasihat, beliau ﷺ bersabda,
وعن عَمْرو بنِ الأَحْوَصِ الجُشميِّ رضي اللَّه عنه أَنَّهُ سمِعَ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في حَجِّةِ الْوَداع يقُولُ بعد أَنْ حَمِدَ اللَّه تعالى ، وَأَثنَى علَيْهِ وذكَّر ووعظَ ، ثُمَّ قال: « أَلا واسْتَوْصوا بِالنِّساءِ خَيْراً ، فَإِنَّمَا هُنَّ عَوانٍ عَنْدَكُمْ لَيْس تمْلكُونَ مِنْهُنَّ شَيْئاً غيْرَ ذلِكَ إِلاَّ أَنْ يأْتِينَ بِفَاحشةٍ مُبيِّنةٍ ، فإِنْ فَعلْنَ فَاهْجُروهُنَّ في المضَاجعِ ، واضْربُوهنَّ ضَرْباً غيْر مُبرِّحٍ ، فإِنْ أَطعنَكُمْ فَلا تبْغُوا عَلَيْهِنَّ سبيلا ، أَلا إِنَّ لَكُمْ عَلَى نِسائِكُمْ حَقًّا ، ولِنِسائِكُمْ عَلَيْكُمْ حقًّا، فَحَقُّكُمْ عَلَيْهنَّ أَن لا يُوطِئْنَ فُرُشكمْ منْ تَكْرهونَ ، وَلا يأْذَنَّ في بُيُوتكمْ لِمن تكْرهونَ ، أَلا وحقُّهُنَّ عَلَيْكُمْ أَن تُحْسنُوا إِليْهنَّ في كِسْوتِهِنَّ وَطعامهنَّ». رواه الترمذى وقال : حديث حسن صحيحٌ .
"Perhatikanlah! Hendaknya kalian saling berpesan untuk berbuat baik kepada kaum wanita, karena mereka adalah tawanan-tawanan di sisi kalian. Kalian tidak memiliki sesuatu pun dari mereka selain itu; kecuali jika mereka melakukan perbuatan keji yang memiliki bukti. Jika mereka berbuat begitu, jauhilah mereka di tempat tidur dan pukullah mereka dengan pukulan yang tidak melukai. Jika mereka telah taat kepada kalian, maka janganlah kalian mencari-cari alasan untuk menyakiti mereka.
Perhatikanlahl Sesungguhnya kalian mempunyai hak atas istri-istri kalian dan Istri-istri kalian juga rnempunyai hak atas kalian. Hak kalian atas mereka adalah mereka tidak boleh memasukkan orang yang tidak kalian sukai ke dalam kamar-kamar kalian, dan tidak boleh mempersilakan orang yang tidak kalian sukai ke dalam rumah-rumah kalian. Perhatikanlah! Sedangkan hak mereka atas kalian adalah hendaknya kalian berbuat baik kepada mereka dalam hal sandang dan pangan mereka." (HR. at-Tirmidzi, beliau berkata, “Hadits hasan shahih)
View Details
- PRINSIPNYA ORANG BERIMAN KETIKA BERUMAHTANGGA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-280 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا يَفْرَكْ مُؤْمِنٌ مُؤْمِنَةً إِنْ كَرِه مِنها خُلقاً رضِيَ مِنْها آخَرَ » أَوْ قَالَ : « غيْرَهُ » رواه مسلم.
"Janganlah seorang Mukmin membenci seorang Mukminah. Jika dia tidak suka terhadap salah satu akhlaknya, niscaya dia menyukai akhlaknya yang lain." -Atau beliau bersabda,- "Yang lainnya." (HR. Muslim)
View Details
- HATI-HATI, AMALANMU BISA RUSAK
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
Sebagai contoh adalah sabda Rasulullah ﷺ "Barangsiapa yang meninggalkan shalat (Ashar, maka sungguh amalannya telah terhapus." Juga perkataan `Aisyah —semoga Allah meridhainya, juga meridhai ayahnya— kepada Zaid bin Arqam ketika berjual beli dengan cara "Sesungguhnya ia telah membatalkan jihadnya bersama Rasulullah ﷺ kecuali jika ia bertaubat."
Jual beli dengan cara `inah itu bukan kemurtadan, ia hanyalah perbuatan maksiat.
Hal terpenting yang harus diperhatikan oleh setiap hamba dan bersungguh-sungguh untuk mengetahuinya serta berhati-hati dari-nya adalah mengetahui perkara-perkara yang merusak amalan pada saat melaksanakannya dan yang membatalkan serta menghapuskannya setelah amalan tersebut dikerjakan.
Telah disebutkan dalam sebuah atsar yang masyhur: "Sesungguhnya seorang hamba benar-benar melakukan satu amalan secara sembunyi-sembunyi yang tidak diketahui oleh seorang pun selain Allah, tetapi kemudian ia menceritakan amalan yang telah ia lakukan itu sehingga berpindahlah dari amalan secara sembunyi-sembunyi kepada amalan secara terang-terangan. Apabila ia menceritakan amalannya karena tujuan sum'ah (ingin didengar oleh orang lain) dan meminta kedudukan dan jabatan di sisi selain Allah Ta'ala, maka amalannya akan terhapus, sebagaimana apabila ia melakukannya dengan tujuan seperti itu."
View Details
- KDRT ADALAH SEBUAH BLUNDER
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-279 | Hadits Abdullah Bin Zam'ah Radhiallahu 'anhu
Dari Abdullah bin Zam'ah Radhiallahu 'anhu
وعن عبد اللَّه بن زَمْعَةَ رضي اللَّهُ عنه ، أَنه سمعَ النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يخْطُبُ ، وذكَر النَّاقَةَ والَّذِى عقَرهَا ، فقال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِذِ انْبعث أَشْقَاهَا » انْبعثَ لَها رَجُلٌ عزِيزٌ، عارِمٌ منِيعٌ في رهْطِهِ » ثُمَّ ذكَرَ النِّساءَ ، فَوعظَ فِيهنَّ ، فَقالَ : « يعْمِدُ أَحَدكُمْ فيجْلِدُ امْرأَتَهُ جلْد الْعَبْدِ فلَعلَّهُ يُضاجعُهَا مِنْ آخِر يومِهِ » ثُمَّ وَعَظهُمْ في ضحكهِمْ مِن الضَّرْطَةِ وقال : «لِمَ يضحكُ أَحَدَكُمْ مِمَّا يفعلُ ؟ » متفق عليه .
"Bahwa beliau mendengar Nabi ﷺ berkhutbah dan beliau menyebutkan unta (mukjizat Nabi Shalih ‘alaihissalaam.) serta orang yang menyembelihnya. Bellau bersabda, 'Ketika bangkit dengan cepat orang yang paling celaka di antara mereka.' (QS. Asy-Syams: 12). 'Bangkitlah dengan cepat orang yang kuat, jahat dan merusak, serta tangguh di kabilahnya menuju unta itu.' Kemudian beliau menyebut kaum wanita dan memberi nasihat tentang perkara wanita, beliau bersabda, Salah seorang dari kalian sengaja memukul istrinya seperti memukul budak, lalu bisa saja pada malam harinya dia menidurinya.' Kemudian beliau menasihati mereka karena mereka tertawa dari bunyi kentut, beliau bersabda, 'Mengapa salah seorang dari kalian menertawakan sesuatu yang dia sendiri melakukannya?'" (Muttafaq ‘alaih)
View Details
-
MENYAYANGI KELUARGA & KERABAT
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
View Details
- JANGAN KAU PUKUL ISTRIMU
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-279 | Hadits Abdullah Bin Zama'h Radhiallahu 'anhu
Dari Abdullah bin Zam'ah
وعن عبد اللَّه بن زَمْعَةَ رضي اللَّهُ عنه ، أَنه سمعَ النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يخْطُبُ ، وذكَر النَّاقَةَ والَّذِى عقَرهَا ، فقال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِذِ انْبعث أَشْقَاهَا » انْبعثَ لَها رَجُلٌ عزِيزٌ، عارِمٌ منِيعٌ في رهْطِهِ » ثُمَّ ذكَرَ النِّساءَ ، فَوعظَ فِيهنَّ ، فَقالَ : « يعْمِدُ أَحَدكُمْ فيجْلِدُ امْرأَتَهُ جلْد الْعَبْدِ فلَعلَّهُ يُضاجعُهَا مِنْ آخِر يومِهِ » ثُمَّ وَعَظهُمْ في ضحكهِمْ مِن الضَّرْطَةِ وقال : «لِمَ يضحكُ أَحَدَكُمْ مِمَّا يفعلُ ؟ » متفق عليه .
"Bahwa beliau mendengar Nabi ﷺ berkhutbah dan beliau menyebutkan unta (mukjizat Nabi Shalih ‘alaihissalaam.) serta orang yang menyembelihnya. Bellau bersabda, 'Ketika bangkit dengan cepat orang yang paling celaka di antara mereka.' (QS. Asy-Syams: 12). 'Bangkitlah dengan cepat orang yang kuat, jahat dan merusak, serta tangguh di kabilahnya menuju unta itu.' Kemudian beliau menyebut kaum wanita dan memberi nasihat tentang perkara wanita, beliau bersabda, Salah seorang dari kalian sengaja memukul istrinya seperti memukul budak, lalu bisa saja pada malam harinya dia menidurinya.' Kemudian beliau menasihati mereka karena mereka tertawa dari bunyi kentut, beliau bersabda, 'Mengapa salah seorang dari kalian menertawakan sesuatu yang dia sendiri melakukannya?'" (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- ISTRI ADALAH ANUGERAH
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-278 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول ُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «اسْتوْصُوا بِالنِّساءِ خيْراً ، فإِنَّ المرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ ، وَإِنَّ أَعْوجَ ما في الضِّلعِ أَعْلاهُ ، فَإِنْ ذَهبتَ تُقِيمُهُ كَسرْتَهُ ، وإِنْ تركتَهُ ، لمْ يزلْ أَعوجَ ، فاستوْصُوا بِالنِّسَاءِ » متفقٌ عليه .
"Hendaknya kalian saling berwasiat untuk berbuat baik kepada wanita, sebab wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atasnya. Maka jika kamu ingin meluruskannya, maka kamu akan mematahkannya, tetapi jika kamu membiarkannya, maka dia akan tetap bengkok, maka saling berwasiatlah untuk berbuat baik kepada wanita." (Muttafaq ‘alaih)
Dalam satu riwayat al-Bukhari dan Muslim,
وفي رواية في الصحيحين:« المرْأَةُ كالضلعِ إِنْ أَقَمْتَها كسرْتَهَا ، وإِنِ استَمتعْت بِهَا،اسْتَمتعْت وفِيها عَوجٌ » .
"Wanita itu bagaikan tulang rusuk, jika kamu meluruskannya, maka kamu akan mematahkannya, dan jika kamu bersenang-senang dengan-nya, maka kamu dapat bersenang-senang dengannya, namun dia tetap bengkok."
Dalam satu riwayat Muslim,
وفي رواية لمسلمٍ : « إِنَّ المرْأَةَ خُلِقتْ مِن ضِلَعٍ ، لَنْ تَسْتقِيمَ لكَ علَى طريقةٍ ، فَإِنْ استمتعْت بِهَا ، اسْتَمتَعْتَ بِهَا وفِيها عَوجٌ ، وإِنْ ذَهَبْتَ تُقيمُها كسرتَهَا ، وَكَسْرُهَا طلاقُها» .
قولُهُ : « عوجٌ » هو بفتح العين والواو .
"Sesungguhnya wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dia tidak akan lurus untukmu di atas satu jalan. Jika kamu bersenang-senang dengannya, maka kamu dapat bersenang-senang dengannya, tetapi dia tetap bengkok. Dan apabila kamu ingin meluruskannya, maka kamu akan mematahkannya, dan mematahkannya adalah menceraikannya."
View Details
- BAGAIKAN TULANG RUSUK
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-278 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول ُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «اسْتوْصُوا بِالنِّساءِ خيْراً ، فإِنَّ المرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ ، وَإِنَّ أَعْوجَ ما في الضِّلعِ أَعْلاهُ ، فَإِنْ ذَهبتَ تُقِيمُهُ كَسرْتَهُ ، وإِنْ تركتَهُ ، لمْ يزلْ أَعوجَ ، فاستوْصُوا بِالنِّسَاءِ » متفقٌ عليه .
"Hendaknya kalian saling berwasiat untuk berbuat baik kepada wanita, sebab wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atasnya. Maka jika kamu ingin meluruskannya, maka kamu akan mematahkannya, tetapi jika kamu membiarkannya, maka dia akan tetap bengkok, maka saling berwasiatlah untuk berbuat baik kepada wanita." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
Kajian Tematik "DUA GOLONGAN YANG TIDAK PERNAH KENYANG" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SALING BERWASIAT KEBAIKAN KEPADA WANITA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
Hadits ke-278 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول ُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «اسْتوْصُوا بِالنِّساءِ خيْراً ، فإِنَّ المرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ ، وَإِنَّ أَعْوجَ ما في الضِّلعِ أَعْلاهُ ، فَإِنْ ذَهبتَ تُقِيمُهُ كَسرْتَهُ ، وإِنْ تركتَهُ ، لمْ يزلْ أَعوجَ ، فاستوْصُوا بِالنِّسَاءِ » متفقٌ عليه .
"Hendaknya kalian saling berwasiat untuk berbuat baik kepada wanita, sebab wanita itu diciptakan dari tulang rusuk, dan yang paling bengkok pada tulang rusuk adalah bagian atasnya. Maka jika kamu ingin meluruskannya, maka kamu akan mematahkannya, tetapi jika kamu membiarkannya, maka dia akan tetap bengkok, maka saling berwasiatlah untuk berbuat baik kepada wanita." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- JANGAN GANTUNGKAN DIA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
QS. An-Nisa: 129
Allah berfirman,
وَلَن تَسْتَطِيعُوٓا۟ أَن تَعْدِلُوا۟ بَيْنَ ٱلنِّسَآءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا۟ كُلَّ ٱلْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَٱلْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِن تُصْلِحُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَّحِيمًا
Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. An-Nisa: 129)
View Details
- JANGAN HAPUS KEBAIKANMU
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
Kebanyakan manusia tidak memiliki pengetahuan tentang keburukan-keburukan yang dapat menghapuskan kebaikan. Allah berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَرْفَعُوٓا۟ أَصْوَٰتَكُمْ فَوْقَ صَوْتِ ٱلنَّبِىِّ وَلَا تَجْهَرُوا۟ لَهُۥ بِٱلْقَوْلِ كَجَهْرِ بَعْضِكُمْ لِبَعْضٍ أَن تَحْبَطَ أَعْمَٰلُكُمْ وَأَنتُمْ لَا تَشْعُرُونَ
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian meninggikan suara kalian melebihi suara Nabi, dan janganlah kalian berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya (suara) sebagian kalian terhadap sebagian yang lain, nanti (pahala) segala amalan kalian bisa terhapus sedangkan kalian tidak menyadari." (QS. Al-Hujurat: 2)
View Details
- RIYAADHUSH SHAALIHIIN
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
QS. An-Nisa: 19
Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَرِثُوا۟ ٱلنِّسَآءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا۟ بِبَعْضِ مَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. An-Nisa: 19)
View Details
-
MENYAYANGI TETANGGA
Tadzkiratus saami' wal mutakallim fii adabil 'alim wal muta'alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
View Details
- DOAKANLAH ISTRI ANDA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
QS. An-Nisa: 19
Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَرِثُوا۟ ٱلنِّسَآءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا۟ بِبَعْضِ مَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. An-Nisa: 19)
View Details
- KAMU BAGAIKAN MATAHARI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
QS. An-Nisa: 19
Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَرِثُوا۟ ٱلنِّسَآءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا۟ بِبَعْضِ مَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. An-Nisa: 19)
View Details
- RESEP BERLAKU BAIK KEPADA WANITA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
QS. An-Nisa: 19
View Details
- PERLAKUKANLAH WANITA DENGAN BAIK
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
QS. An-Nisa: 19
Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا يَحِلُّ لَكُمْ أَن تَرِثُوا۟ ٱلنِّسَآءَ كَرْهًا ۖ وَلَا تَعْضُلُوهُنَّ لِتَذْهَبُوا۟ بِبَعْضِ مَآ ءَاتَيْتُمُوهُنَّ إِلَّآ أَن يَأْتِينَ بِفَٰحِشَةٍ مُّبَيِّنَةٍ ۚ وَعَاشِرُوهُنَّ بِٱلْمَعْرُوفِ ۚ فَإِن كَرِهْتُمُوهُنَّ فَعَسَىٰٓ أَن تَكْرَهُوا۟ شَيْـًٔا وَيَجْعَلَ ٱللَّهُ فِيهِ خَيْرًا كَثِيرًا
Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak. (QS. An-Nisa: 19)
View Details
- KEUTAMAAN BERBUAT BAIK KEPADA WANITA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 34 | Wasiat berbuat baik kepada wanita
View Details
- JANGAN SUKA MENGUNGKIT PEMBERIAN
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُبْطِلُوا۟ صَدَقَٰتِكُم بِٱلْمَنِّ وَٱلْأَذَىٰ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima)... (QS. Al-Baqarah: 264)
View Details
- TIPS MENYAYANGI KAUM DHUAFA
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
View Details
- KUATNYA ORANG-ORANG LEMAH
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
View Details
- KUATNYA ORANG-ORANG LEMAH
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
View Details
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
- SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
View Details
- BAGAIMANA MENCARI RASULULLAH ﷺ
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadits ke-277 | Hadits Abu Ad-Darda' Uwaimir Radhiallahu ‘anhuma
Dari Abu ad-Darda' Uwaimir Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي الدَّرْداءِ عُوَيْمرٍ رضي اللَّه عنه قال : سمِعتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : «ابْغونِي في الضُّعَفَاءَ ، فَإِنَّمَا تُنْصرُونَ ، وتُرْزقون بضُعفائِكُمْ » رواه أَبو داود بإسناد جيد
"Carilah aku di antara kaum dhuafa, karena kalian diberi pertolongan dan rizki hanya karena kaum dhuafa kalian." (HR. Abu Dawud, dengan sanad jayyid)
View Details
- HAKIM PALING BIJAK DARI UMAT INI
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadits ke-277 | Hadits Abu Ad-Darda' Uwaimir Radhiallahu ‘anhuma
Dari Abu ad-Darda' Uwaimir Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أبي الدَّرْداءِ عُوَيْمرٍ رضي اللَّه عنه قال : سمِعتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : «ابْغونِي في الضُّعَفَاءَ ، فَإِنَّمَا تُنْصرُونَ ، وتُرْزقون بضُعفائِكُمْ » رواه أَبو داود بإسناد جيد
"Carilah aku di antara kaum dhuafa, karena kalian diberi pertolongan dan rizki hanya karena kaum dhuafa kalian." (HR. Abu Dawud, dengan sanad jayyid)
View Details
- PERTOLONGAN KARENA ORANG-ORANG LEMAH
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadits ke-276 | Hadits Mush'ab Bin Sa'ad Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhuma
Dari Mush'ab bin Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhuma, beliau berkata,
وعن مُصْعبِ بنِ سعدِ بنِ أبي وقَّاصٍ رضي اللَّه عنهما : رأَى سعْدٌ أَنَّ لَهُ فَضْلاً علَى مَنْ دُونهُ ، فقال النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « هَل تُنْصرُونَ وتُرزقُونَ إِلاَّ بِضُعفائِكُم» رواه البخاري هَكَذا مُرسلاً ، فَإِن مصعَب ابن سعد تَابِعِيُّ ، ورواه الحافِظُ أَبو بكر الْبَرْقَانِى في صحيحِهِ مُتَّصلاً عن أَبيه رضي اللَّه عنه
"Sa'ad mengira bahwa dia memiliki kelebihan atas orang yang ada di bawahnya, maka Nabi bersabda, 'Tidaklah kalian diberi pertolongan dan diberi rizki melainkan karena orang-orang lemah di antara kalian'." (Diriwayatkan oleh al-Bukhari secara mursal karena Mush’ab bin Sa'ad adalah seorang tabi’in, dan diriwayatkan juga oleh al-Hafizh Abu Bakar al-Barqani dalam Shahihnya secara muttashil (bersambung) darf Mush’ab dari ayahnya Radhiallahu ‘anhu)
View Details
- ANCAMAN BAGI ORANG YANG MENYIA-NYIAKAN ANAK YATIM & WANITA
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadits ke-275 | Hadits Abu Syuraih Khuwailid bin Amr al-Khuza'i Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Syuraih Khuwailid bin Amr al-Khuza'i Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Nabi ﷺ bersabda,
وعن أبي شُريْحٍ خُوَيْلِدِ بْنِ عَمْروٍ الخُزاعِيِّ رضي اللَّهُ عنه قال : قال النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « اللَّهُمَّ إِنِّى أُحَرِّجُ حَقَّ الضَّعيفينِ الْيَتِيمِ والمرْأَةِ » حديث حسن صحيح رواه النسائى بإِسناد جيدٍ . ومعنى « أُحَرِّجُ » : أُلحقُ الحَرَجَ ، وَهُوَ الإِثْمُ بِمَنْ ضَيَّعَ حَقَّهُما ، وَأُحَذِّرُ منْ ذلكَ تَحْذيراً بَلِيغاً ، وَأَزْجُرُ عَنْهُ زَجْراً أَكيداً .
"Ya Allah, aku menetapkan kesempitan (dosa) pada hak dua orang yang lemah; anak yatim dan wanita." (HR. An-Nasa’i. Hadits hasan)
View Details
- MULIANYA HATI SEORANG IBU
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadits ke-274 | Hadits Aisyah Radhiallahu ‘anha
Juga dari Aisyah Radhiallahu ‘anha beliau berkata,
وعن عائشةَ رضي اللَّهُ عنها قالت : جَاءَتنى مِسْكِينَةٌ تَحْمِل ابْنْتَيْن لها ، فَأَطعمتهَا ثَلاثَ تَمْرَاتٍ ، فَأَعطتْ كُلَّ وَاحدَةٍ مِنْهُمَا تَمْرَةً وَرفعتْ إِلى فيها تَمْرةً لتَأَكُلهَا ، فاستطعمتها ابْنَتَاهَا ، فَشَقَّت التَّمْرَةَ التى كَانَتْ تُريدُ أَنْ تأْكُلهَا بيْنهُمَا ، فأَعْجبنى شَأْنَها ، فَذَكرْتُ الَّذي صنعَتْ لرسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال : « إن اللَّه قَدْ أَوْجَبَ لَهَا بِهَا الجنَّةَ ، أَو أَعْتقَها بِهَا مَن النَّارِ » رواه مسلم
"Ada seorang wanita miskin datang kepadaku dengan membawa kedua putrinya. Saya memberinya tiga butir kurma, lalu dia memberi masing-masing anak sebutir kurma, dan dia mengangkat sebutir lagi ke mulutnya untuk dia makan. Tetapi ternyata kedua putrinya memintanya, maka ia membelah kurma yang akan dimakannya itu (menjadi dua bagian) di antara keduanya. Perilaku wanita itu membuatku kagum. Kemudian saya ceritakan apa yang dia lakukan kepada Rasulullah ﷺ , maka beliau bersabda, 'Sesungguhnya dengan kurma itu Allah telah mewajibkan surga baginya atau memerdekakannya dari neraka'." (HR. Muslim)
View Details
- KEUTAMAAN MELINDUNGI & MENDIDIK WANITA
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadits ke 272 & 273 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhu & A'isyah Radhiallahu 'anha
View Details
- PENGHALANG API NERAKA
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadits ke-273 | Hadits A'isyah Radhiallahu ‘anha
Dari Aisyah beliau berkata,
وعن عائشةَ رضي اللَّه عنها قالت : دَخَلَتَ عليَّ امْرَأَةٌ ومعهَا ابْنَتَانِ لَهَا تَسْأَلُ فَلَم تَجِدْ عِنْدِى شَيْئاً غَيْرَ تَمْرةٍ واحِدةٍ ، فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَقَسَمتْهَا بَيْنَ ابنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا ثُمَّ قامتْ فَخَرَجتْ ، فَدخلَ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم عَلَيْنَا ، فَأَخْبرتُهُ فقال: « مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ البَنَاتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْراً من النَّارِ » متفقٌ عليه .
"Ada seorang wanita masuk ke rumahku bersama kedua putrinya untuk meminta, tetapi dia tidak mendapatkan apa-apa di rumahku selain sebutir kurma, maka saya memberikannya kepadanya. Lalu dia membaginya di antara kedua putrinya sedangkan dia sendiri tidak makan scdikit pun. Kemudian dia berdiri dan keluar. Kemudian Nabi masuk kepada kami, maka saya memberitahukan hal itu kepada beliau. Beliau bersabda, ‘Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu sebab anak-anak perempuan ini, lalu dia berbuat baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka'." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
-
KEUTAMAAN MEMENUHI KEBUTUHAN ORANG LAIN
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
Nabi ﷺ bersabda:
لَأَنْ أَمْشِيَ مَعَ أَخٍ لِي فِي حَاجَةٍ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ، يَعْنِي مَسْجِدَ الْمَدِينَةِ، شَهْرًا
"Sesungguhnya aku berjalan bersama saudaraku untuk menunaikan satu hajat/keperluan, lebih aku sukai daripada aku beri’tikaf di masjid ini, yaitu masjid Madiinah selama sebulan.”
(HR. Ath Thabrani)
View Details
- KEISTIMEWAAN 2 ANAK PEREMPUAN
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadits ke-272 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhu
Dari Anas Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعن أَنس رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَنْ عَالَ جَارِيتَيْنِ حَتَّى تَبْلُغَا جَاءَ يَومَ القِيامَةِ أَنَا وَهُو كَهَاتَيْنِ » وَضَمَّ أَصَابِعَهُ . رواه مسلم .
« جَارِيَتَيْنِ » أَيْ : بِنْتَيْنِ .
"Barangsiapa yang menanggung kebutuhan hidup' dua anak perempuan hingga keduanya baligh, maka dia akan datang pada Hari Kiamat, saya dan dia seperti dua jari ini." Beliau menggabungkan jari-jarinya. (HR. Muslim)
View Details
- RASA DITERIMA ITU PENTING
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
View Details
- ACARA PERNIKAHAN YANG BERKAH
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadites ke-271 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « شَرُّ الطَّعَام طَعَامُ الْوليمةِ ، يُمْنَعُها مَنْ يأْتِيهَا ، ويُدْعَى إِلَيْهَا مَنْ يَأْبَاهَا ، ومَنْ لَمْ يُجِبِ الدَّعْوةَ فَقَدْ عَصَى اللَّه ورَسُولُهُ» رواه مسلم.
"Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah (pesta), di mana orang yang seyogyanya hadir dilarang datang dan orang yang tidak membutuhkannya malah diundang kepadanya. Dan barangsiapa tidak mendatangi undangan, maka dia telah durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya." (HR. Muslim)
Dalam satu riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari ucapannya sendiri,
وفي رواية في الصحيحين عن أبي هريرةَ من قوله : « بِئْسَ الطَّعَامُ طَعَامُ الْوَلِيمَةِ يُدْعَى إِلَيْهَا الأَغْنِيَاءُ وَيُتْرَكُ الفُقَرَاءُ »
"Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah, di mana orang kaya diundang kepadanya sementara orang-orang fakir ditinggalkan."
View Details
- PERHATIAN UMAR Radhiyallahu'anhu TERHADAP FAKIR MISKIN
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadites ke-270 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « السَّاعِي علَى الأَرْمَلَةِ وَالمِسْكِينِ كَالمُجاهِدِ في سبيلِ اللَّه » وأَحْسُبهُ قال : « وَكَالْقائِمِ الَّذي لا يَفْتُرُ ، وَكَالصَّائِمِ لا يُفْطِرِ»متفقٌ عليه
"Orang yang berusaha memenuhi kebutuhan janda dan orang miskin bagaikan orang yang berjihad di jalan Allah." -Dan saya mengira beliau bersabda,- "Dan bagaikan orang yang shalat malam tanpa lelah, serta bagaikan orang yang berpuasa tanpa henti." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- PAHALA MENGURUS KEBUTUHAN ORANG MISKIN
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadites ke-270 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « السَّاعِي علَى الأَرْمَلَةِ وَالمِسْكِينِ كَالمُجاهِدِ في سبيلِ اللَّه » وأَحْسُبهُ قال : « وَكَالْقائِمِ الَّذي لا يَفْتُرُ ، وَكَالصَّائِمِ لا يُفْطِرِ»متفقٌ عليه
"Orang yang berusaha memenuhi kebutuhan janda dan orang miskin bagaikan orang yang berjihad di jalan Allah." -Dan saya mengira beliau bersabda,- "Dan bagaikan orang yang shalat malam tanpa lelah, serta bagaikan orang yang berpuasa tanpa henti." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- PERUSAK AMAL YANG SANGAT HALUS
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
View Details
- SIAPA ITU ORANG MISKIN?
Riyaadush Shaalihiin
Bab 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadits ke-269 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعنه قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لَيْسَ المِسْكِينُ الذي تَرُدُّهُ التَّمْرةُ وَالتَّمْرتَانِ، ولا اللُّقْمةُ واللُّقْمتانِ إِنَّمَا المِسْكِينُ الذي يتَعَفَّفُ » متفقٌ عليه .
"Orang miskin itu bukanlah orang yang ditolak (ketika dia meminta) sebutir dan dua butir kurma, atau sesuap dan dua suap (makanan). Orang miskin sebenarnya adalah orang yang tidak mau meminta-minta." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- LEBIH MENYEDIHKAN
DARI ANAK YATIM
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadits ke-268 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «كَافِل الْيتيمِ لَهُ أَوْ لِغَيرِهِ . أَنَا وهُوَ كهَاتَيْنِ في الجَنَّةِ » وَأَشَارَ الرَّاوي وهُو مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ بِالسَّبَّابةِ والْوُسْطى . رواه مسلم
"Orang yang mengurusi anak yatim, miliknya atau milik orang lain, dia dan saya seperti ini di surga." Perawi hadits ini, Malik bin Anas memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah. (HR. Muslim)
View Details
-
MENGGEMBIRAKAN ORANG LAIN
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
View Details
- YANG DEKAT, MAUPUN YANG JAUH
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadits ke-268 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «كَافِل الْيتيمِ لَهُ أَوْ لِغَيرِهِ . أَنَا وهُوَ كهَاتَيْنِ في الجَنَّةِ » وَأَشَارَ الرَّاوي وهُو مَالِكُ بْنُ أَنَسٍ بِالسَّبَّابةِ والْوُسْطى . رواه مسلم
"Orang yang mengurusi anak yatim, miliknya atau milik orang lain, dia dan saya seperti ini di surga." Perawi hadits ini, Malik bin Anas memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah. (HR. Muslim)
View Details
- JANGAN MEMBUAT MEREKA MARAH
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadits ke-266 | Hadits Abu Hubairah A’idz bin Amr al-Muzani Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hubairah A’idz bin Amr al-Muzani, salah seorang yang ikut serta dalam Bai'at ar-Ridhwan Radhiallahu ‘anhu
وعن أَبي هُبيْرةَ عائِذِ بن عمْرو المزَنِيِّ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ بيْعةِ الرِّضوانِ رضي اللَّه عنه، أَنَّ أَبا سُفْيَانَ أَتَى عَلَى سلْمَانَ وصُهَيْب وبلالٍ في نفَرٍ فقالوا : ما أَخَذَتْ سُيُوفُ اللَّه مِنْ عدُوِّ اللَّه مَأْخَذَهَا ، فقال أَبُو بَكْرٍ رضي اللَّه عنه : أَتَقُولُونَ هَذَا لِشَيْخِ قُريْشٍ وَسيِّدِهِمْ؟ فَأَتَى النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَأَخْبرهُ فقال : يا أَبا بَكْر لَعلَّكَ أَغْضَبتَهُم ؟ لَئِنْ كُنْتَ أَغْضَبْتَهُمْ لَقَدْ أَغْضَبتَ رَبَّكَ ؟ فأَتَاهُمْ فقال : يا إِخْوتَاهُ آغْضَبْتُكُمْ ؟ قالوا : لا ، يغْفِرُ اللَّه لَكَ يا أُخَيَّ . رواه مسلم .
"Bahwa Abu Sufyan pernah mendatangi Salman, Shuhaib, dan Bilal yang sedang bersama beberapa sahabat lain, maka mereka mengatakan, 'Pedang-pedang Allah belum mengambil haknya secara penuh dari musuh Allah.' Maka Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu berkata, 'Pantaskah kalian mengatakan seperti itu kepada sesepuh dan pemimpin Quraisy?' Kemudian Abu Bakar datang kepada Nabi ﷺ dan menceritakan hal itu kepada beliau. Maka beliau bersabda, ‘Wahai Abu Bakar, barangkali kamu telah membuat mereka marah? Jika kamu telah membuat mereka marah, maka kamu telah membuat Rabbmu marah.' Kemudian Abu Bakar mendatangi mereka dan berkata, ‘Saudara-saudaraku, apakah aku telah membuat kalian marah?’ Mereka menjawab, 'Tidak, semoga Allah mengampunimu wahai saudaraku’.” (HR. Muslim)
View Details
- PAHALA MENGURUS ANAK YATIM
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadits ke-267 | Hadits Sahl Bin Sa'ad Radhiallahu 'anhu
Dari Sahl bin Sa'ad Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن سهلِ بن سعدٍ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «أَنَا وكافلُ الْيتِيمِ في الجنَّةِ هَكَذَا » وأَشَار بِالسَّبَّابَةِ وَالْوُسْطَى ، وفَرَّجَ بَيْنَهُمَا » . رواه البخاري.
"Saya dan orang yang mengurusi anak yatim akan berada di surga seperti ini," sambil beliau memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengah, serta beliau merenggangkan keduanya. (HR. Bukhari)
View Details
- IKHLAS DALAM MENYAYANGI
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
Hadits ke-265 | Hadits Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhu
Dari Sa'ad bin Abi Waqqash Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
عن سعد بن أَبي وَقَّاص رضي اللَّه عنه قال : كُنَّا مَعَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم سِتَّةَ نفَر ، فقال المُشْرِكُونَ للنَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : اطْرُدْ هُؤُلاءِ لا يَجْتَرِئُون عليْنا ، وكُنْتُ أَنا وابْنُ مسْعُودٍ ورجُل مِنْ هُذَيْلِ وبِلال ورجلانِ لَستُ أُسمِّيهِما ، فَوقَعَ في نَفْسِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ما شاءَ اللَّه أَن يقعَ فحدث نفْسهُ ، فأَنْزَلَ اللَّهُ تعالى : { ولا تَطْرُدِ الَّذِينَ يَدْعُون رَبَّهُمْ بالْغَداةِ والعَشِيِّ يُريدُونَ وجْهَهُ } [ الأنعام : 52 ] رواه مسلم.
"Kami pernah bersama Nabi ﷺ sebanyak enam orang, maka orang-orang musyrik berkata kepada Nabi ﷺ 'Usirlah mereka agar mereka tidak bersikap lancang terhadap kami.' Enam orang itu adalah saya, Ibnu Mas'ud, seorang laki-laki dari Hudzail, Bilal, dan dua orang lagi yang tidak bisa saya sebutkan namanya, maka terbetiklah di hati Rasulullah ﷺ apa yang Allah kehendaki, lalu beliau berkata di dalam hatinya, maka Allah Subhanahu wa Ta’ala "- menurunkan ayat, ‘Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Rabbnya pada pagi dan petang hari, mereka mengharapkan keridhaan-Nya.' (Al-An'am: 52)." (HR. Muslim)
View Details
- SAYANGILAH ANAK YATIM & ORANG MISKIN
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
QS. Al-Ma'un: 1-3
Allah berfirman,
أَرَءَيْتَ ٱلَّذِى يُكَذِّبُ بِٱلدِّينِ
- Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
فَذَٰلِكَ ٱلَّذِى يَدُعُّ ٱلْيَتِيمَ
- Itulah orang yang menghardik anak yatim,
وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ ٱلْمِسْكِينِ
- dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.
(QS. Al-Ma'un: 1-3)
View Details
- DRAMA IBU RUMAH TANGGA SETELAH LEBARAN
Kajian Wanita
View Details
- MULIAKANLAH PENANYA
Riyaadush Shallihin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
View Details
Serial Istiqamah 10. "MERAJUT HIKMAH SERIAL ISTIQAMAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Istiqamah 09. "TIPS SUKSES MELEWATI JEMBATAN SHIRATH DI HARI KIAMAT" - Ustadz Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Istiqamah 08. "DOA MEMOHON ISTIQAMAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Istiqamah 07. "LINGKUNGAN ADALAH KUNCI ISTIQAMAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Istiqamah 06. "3 KUNCI ISTIQAMAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Istiqomah 05. "INGIN ISTIQAMAH? JAGA LISAN ANDA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Istiqomah 04. "TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Istiqomah 03. "KUNCI ISTIQAMAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Istiqomah 02. "ISTIQAMAH ADALAH ANUGERAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Istiqomah 01. "PERINTAH TERBERAT" - Ustadz Muhammad Nuzul Dziikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
PERJUANGAN 6 HARI DI BULAN SYAWWAL
Bulan Syawwal
View Details
Riyaadhushaalihiin 722. "JANGAN HANCURKAN POLA RAMADHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
"Khutbah Idulfitri 1443" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- RIYAADHUSHSHAALIHIIN
Riyaadush Shaalihiin
Bab 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
View Details
Kajian Tematik "SEBUAH PERPISAHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JANGAN MENGHARDIK ORANG YANG MEMINTA-MINTA
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
View Details
Riyaadhushshaalihiin 719. "SAYANGILAH ANAK YATIM" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- BERSABARLAH KEPADA MEREKA
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
QS. Al-Kahfi: 28
Allah berfirman,
وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
Kajian Tematik "MADRASAH I'TIKAF" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik 22. "TIPS MERAIH KHUSYUK" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JANGAN BERPALING DARI MEREKA
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
QS. Al-Hijr: 88
Allah berfirman,
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ
Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. (QS. Al-Hijr: 88)
View Details
Kajian Tematik 21. "BAGAIMANA PARA SAHABAT MEMBACA AL-QUR'AN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- RENDAHKAN HATIMU
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
QS. Al-Hijr: 88
Allah berfirman,
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ
Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah dirilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. (QS. Al-Hijr: 88)
View Details
Kajian Wanita 82. "POTRET WANITA-WANITA AHLI IBADAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik "4 KUNCI KEBERHASILAN DI 10 MALAM TERAKHIR RAMADHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhushshaalihiin 715. "TOLONGLAH ORANG YANG SEDANG PATAH HATI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik "MERAIH MANISNYA IBADAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SAYANGI ANAK PEREMPUAN
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
View Details
Kajian Tematik "CARA MENDAPATKAN LAILATUL QADR" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- ISLAM ADALAH AGAMA KASIH SAYANG
Riyaadush Shaalihiin
BAB 33 | Bersikap lembut kepada anak yatim, anak-anak perempuan, orang-orang lemah, miskin, patah hati, serta berbuat baik, menyayangi, rendah hati, & bersikap sopan terhadap mereka
View Details
Kajian Tematik "OBAT FUTUR DI 10 MALAM TERAKHIR" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Khutbah Jumat "MERAIH LAILATUL QADR" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Bersama Ulama 17. "AKU MENGKHAWATIRKAN DIRIKU" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PINTU REZEKI YANG TERLUPAKAN DI ANTARA KITA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 32 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
View Details
- KITA SEMUA LEMAH DI HADAPAN ALLAH
Riyaadush Shaalihiin
Bab 32 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
View Details
Bersama Ulama 16. "JIWA BESAR" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MEMPEREBUTKAN SAYAP NYAMUK
Riyaadush Shaalihiin
Bab 32 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
Hadits ke-260 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه عن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّهُ لَيأتِي الرَّجُلُ السَّمِينُ العْظِيمُ يَوْمَ الْقِيامةِ لا يزنُ عِنْد اللَّه جنَاحَ بعُوضَةٍ » متفقٌ عَلَيه
"Sesungguhnya akan datang pada Hari Kiamat seorang laki-laki yang gemuk dan besar, namun di sisi Allah dia tidak memiliki nilai seberat sayap seekor nyamuk sekali pun." (Muttafaq’alaih)
View Details
Bersama Ulama 15. "BAGAIMANA AHLI PUASA TERBAIK BERPUASA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhushshaalihiin 710. "SAAT ORANG TUA TIDAK DIDUKUNG ANAKNYA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhushshaalihiin 709. "JANGANLAH ENGKAU JADIKAN AKU SEPERTI DIA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Bersama Ulama 14. "MENGGAPAI MANISNYA KEHIDUPAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Bersama Ulama 13. "JALAN KELUAR DARI MASALAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- BUKAN SEKEDAR BERAMAL
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
View Details
- ALLAH ﷻ MEMBELA ORANG YANG LEMAH
Riyaadush Shaalihiin
Bab 32 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
Hadits ke-264 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
....
"Tidak ada yang dapat berbicara pada waktu masih bayi kecuali tiga orang:
(Pertama), Isa putra Maryam.
(Kedua), seorang bayi di masa Juraij. Juraij adalah seorang ahli ibadah. Dia membangun sebuah biara, dia selalu berada di dalamnya. Suatu saat ibunya mendatanginya ketika dia sedang shalat. Ibunya memanggil, ‘Wahai Juraij!' Maka Juraij berkata, ‘Wahai Rabbku, ibuku dan shalatku.' Dia memilih meneruskan shalatnya, maka ibunya pun pergi. Keesokan harinya, ibunya mendatanginya lagi pada saat dia sedang shalat. Ibunya memanggil, ‘Wahai Juraij!' Dia berkata, "Wahai Rabbku, ibuku dan shalatku.' Dia memilih meneruskan shalatnya. Keesokan harinya lagi, ibunya mendatanginya lagi ketika dia sedang shalat. Ibunya memanggil, ‘Wahai Juraij!' Dia berkata, 'Wahai Rabbku, ibuku dan shalatku.' Dia memilih meneruskan shalatnya. Maka ibunya berdoa, 'Ya Allah, janganlah Engkau mematikannya sebelum dia melihat wajah wanita-wanita pelacur.' Bani Israil pun menyebut-nyebut Juraij dan ibadahnya. Pada saat itu ada seorang wanita pelacur yang kecantikannya sering dijadikan perumpamaan, dia berkata, kalian mau, aku akan menggodanya.'' Maka wanita itu menggodanya, tetapi Juraij tidak meliriknya sama sekali. Akhirnya wanita itu mendatangi seorang penggembala yang biasa berteduh di biara Juraij. Dia menyerahkan dirinya kepada penggembala itu, dan penggembala itu pun menyetubuhinya, yang akhirnya wanita itu pun hamil. Ketika melahirkan, wanita itu berkata, 'Bayi ini adalah anak Juraij.' Maka orang-orang mendatangi Juraij dan memaksanya turun, lalu mereka menghancurkan biaranya dan memukulinya. Juraij bertanya, 'Ada apa dengan kalian?' Mereka menjawab, 'Kamu telah berzina dengan pelacur itu hingga dia rnelahirkan anak darimu.' Dia bertanya, 'Mana bayi itu?' Mereka lalu membawa bayi itu. Juraij berkata, 'Biarkan aku sampai aku selesai shalat.' Kemudian dia shalat. Selesai shalat, dia mendatangi bayi itu lalu menusuk perutnya (dengan jarinya) sambil berkata, 'Nak, siapa ayahmu?' Bayi itu menjawab, 'Fulan si penggembala itu.' Akhirnya mereka mengerumuni Juraij, mereka menciuminya dan mengusap-usapnya. Mereka berkata, ‘Kami akan membangun kembali biaramu dari emas.' Dia berkata, 'Tidak perlu, kembalikan saja dari tanah liat seperti semula.' Mereka pun melakukan hal itu.
....
View Details
Bersama Ulama 12. "BUKTIKAN CINTAMU" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- BAYI YANG BISA BERBICARA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 32 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
Hadits ke-264 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
....
"Tidak ada yang dapat berbicara pada waktu masih bayi kecuali tiga orang:
(Pertama), Isa putra Maryam.
(Kedua), seorang bayi di masa Juraij. Juraij adalah seorang ahli ibadah. Dia membangun sebuah biara, dia selalu berada di dalamnya. Suatu saat ibunya mendatanginya ketika dia sedang shalat. Ibunya memanggil, ‘Wahai Juraij!' Maka Juraij berkata, ‘Wahai Rabbku, ibuku dan shalatku.' Dia memilih meneruskan shalatnya, maka ibunya pun pergi. Keesokan harinya, ibunya mendatanginya lagi pada saat dia sedang shalat. Ibunya memanggil, ‘Wahai Juraij!' Dia berkata, "Wahai Rabbku, ibuku dan shalatku.' Dia memilih meneruskan shalatnya. Keesokan harinya lagi, ibunya mendatanginya lagi ketika dia sedang shalat. Ibunya memanggil, ‘Wahai Juraij!' Dia berkata, 'Wahai Rabbku, ibuku dan shalatku.' Dia memilih meneruskan shalatnya. Maka ibunya berdoa, 'Ya Allah, janganlah Engkau mematikannya sebelum dia melihat wajah wanita-wanita pelacur.' Bani Israil pun menyebut-nyebut Juraij dan ibadahnya. Pada saat itu ada seorang wanita pelacur yang kecantikannya sering dijadikan perumpamaan, dia berkata, kalian mau, aku akan menggodanya.'' Maka wanita itu menggodanya, tetapi Juraij tidak meliriknya sama sekali. Akhirnya wanita itu mendatangi seorang penggembala yang biasa berteduh di biara Juraij. Dia menyerahkan dirinya kepada penggembala itu, dan penggembala itu pun menyetubuhinya, yang akhirnya wanita itu pun hamil. Ketika melahirkan, wanita itu berkata, 'Bayi ini adalah anak Juraij.' Maka orang-orang mendatangi Juraij dan memaksanya turun, lalu mereka menghancurkan biaranya dan memukulinya. Juraij bertanya, 'Ada apa dengan kalian?' Mereka menjawab, 'Kamu telah berzina dengan pelacur itu hingga dia rnelahirkan anak darimu.' Dia bertanya, 'Mana bayi itu?' Mereka lalu membawa bayi itu. Juraij berkata, 'Biarkan aku sampai aku selesai shalat.' Kemudian dia shalat. Selesai shalat, dia mendatangi bayi itu lalu menusuk perutnya (dengan jarinya) sambil berkata, 'Nak, siapa ayahmu?' Bayi itu menjawab, 'Fulan si penggembala itu.' Akhirnya mereka mengerumuni Juraij, mereka menciuminya dan mengusap-usapnya. Mereka berkata, ‘Kami akan membangun kembali biaramu dari emas.' Dia berkata, 'Tidak perlu, kembalikan saja dari tanah liat seperti semula.' Mereka pun melakukan hal itu.
....
View Details
DAHSYATNYA 'ISTIGHFAR TERBAIK'
(Syarah & Keutamaan Sayyidul Istighfar)
Kajian Tematik
عَنْ شَدَّادِ بْنِ أَوْسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: سَيِّدُ الْاِسْتِغْفارِ أَنْ يَقُوْلَ الْعَبْدُ:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ ، لَا إِلٰـهَ إِلاَّ أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ
مَنْ قَالَهَا مِنَ النَّهَارِ مُوْقِنًا بِهَا ، فَمَـاتَ مِنْ يوْمِهِ قَبْل أَنْ يُمْسِيَ ، فَهُو مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ ، وَمَنْ قَالَهَا مِنَ اللَّيْلِ وَهُوَ مُوْقِنٌ بِهَا فَمَاتَ قَبْلَ أَنْ يُصْبِحَ ، فَهُوَ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ.
Dari Syaddad bin Aus Radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , “Sesungguhnya Istighfar yang paling baik adalah seseorang hamba mengucapkan:
ALLAHUMMA ANTA RABBII LÂ ILÂHA ILLÂ ANTA KHALAQTANII WA ANA ‘ABDUKA WA ANA ‘ALA ‘AHDIKA WA WA’DIKA MASTATHA’TU A’ÛDZU BIKA MIN SYARRI MÂ SHANA’TU ABÛU LAKA BINI’MATIKA ‘ALAYYA WA ABÛU BIDZANBII FAGHFIRLÎ FA INNAHU LÂ YAGHFIRU ADZ DZUNÛBA ILLÂ ANTA
(Ya Allâh, Engkau adalah Rabbku, tidak ada Ilah yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau. Engkau yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui nikmat-Mu kepadaku dan aku mengakui dosaku kepada-Mu, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau).
(Beliau bersabda) “Barangsiapa mengucapkannya di waktu siang dengan penuh keyakinan lalu meninggal pada hari itu sebelum waktu sore, maka ia termasuk penghuni surga. Barangsiapa membacanya di waktu malam dengan penuh keyakinan lalu meninggal sebelum masuk waktu pagi, maka ia termasuk penghuni surga.
(HR. Bukhari)
View Details
- HARTA TAK MEMBEDAKAN KITA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 32 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
View Details
- MEREKALAH YANG LEBIH MUDAH MASUK SURGA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 32 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
Hadits ke-263 | Hadits Usamah Radhiallahu 'anhu
Dari Usamah Radhiiallahu ‘anhu dari Nabi ﷺ beliau bersabda,
وعن أُسامَة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « قُمْتُ عَلَى بابِ الْجنَّةِ ، فَإِذَا عامَّةُ مَنْ دخَلَهَا الْمَسَاكِينُ ، وأَصْحابُ الجَدِّ محْبُوسُونَ غيْر أَنَّ أَصْحاب النَّارِ قَدْ أُمِر بِهِمْ إِلَى النَّارِ . وقُمْتُ عَلَى بابِ النَّارِ فَإِذَا عامَّةُ منْ دَخَلَهَا النِّسَاءُ » متفقٌ عليه .
"Saya berdiri di pintu surga, ternyata kebanyakan orang yang memasukinya adalah orang-orang miskin, sedangkan para pemilik kekayaan tertahan, tetapi penduduk neraka (dari mereka) telah diperintahkan menuju neraka. Dan saya berdiri di pintu neraka, ternyata kebanyakan orang yang memasukinya adalah wanita." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KAMI TIDAK PUNYA MAKANAN UNTUK MALAM INI
15 Menit Bersama Para Ulama
View Details
- ORANG-ORANG BESAR DI SISI ALLAH ﷻ
Riyaadush Shaalihiin
Bab 32 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
View Details
Bersama Ulama 10. "EMPAT KUNCI KESEMPURNAAN MENURUT IMAM SYAFI'I" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SOSOK YANG ALLAH ﷻ SELALU IJABAH DOANYA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 32 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
Hadits ke-262 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « رُبَّ أَشْعثَ أغبرَ مدْفُوعٍ بالأَبْوَابِ لَوْ أَقْسمَ عَلَى اللَّهِ لأَبرَّهُ » رواه مسلم
"Terkadang ada orang yang rambutnya acak-acakan, badannya berdebu, dan tertolak dari banyak pintu, tetapi seandainya dia bersumpah atas Nama Allah, niscaya Dia memenuhinya.” (HR. Muslim)
View Details
Bersama Ulama 08. "JAGALAH PERSAHABATANMU" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- ALLAH ﷻ MENYINARI MEREKA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 32 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
Hadits ke-261 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
وعنه أَنَّ امْرأَةً سوْداءَ كَانَتَ تَقُمُّ المسْجِد ، أَوْ شَابّاً ، فَفقَدَهَا ، أو فقده رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَسَأَلَ عَنْهَا أَوْ عنْهُ ، فقالوا : مات . قال : « أَفَلا كُنْتُمْ آذَنْتُمُونِي » فَكَأَنَّهُمْ صغَّرُوا أَمْرَهَا ، أَوْ أَمْرهُ ، فقال : دُلُّونِي عَلَى قَبْرِهِ » فدلُّوهُ فَصلَّى عَلَيه ، ثُمَّ قال : « إِنَّ هَذِهِ الْقُبُور مملُوءَةٌ ظُلْمةً عَلَى أَهْلِهَا ، وإِنَّ اللَّه تعالى يُنَوِّرهَا لَهُمْ بصَلاتِي عَلَيْهِمْ » متفقٌ عليه .
"Bahwa ada seorang wanita berkulit hitam (atau seorang pemuda) yang biasa menyapu masjid. Lalu Rasulullah ﷺ merasa kehilangan dia, maka Rasulullah bertanya tentangnya. Mereka menjawab, 'Dia telah meninggal.' Beliau bersabda, 'Mengapa kalian tidak memberitahuku?'" Perawi berkata, "Sepertinya para sahabat itu menganggap kecil urusannya. Maka beliau bersabda, 'Tunjukkan kepadaku di mana kuburannya.' Maka mereka menunjukkannya, lalu Nabi ﷺ menshalatkannya, kemudian bersabda, 'Sesungguhnya kuburan-kuburan ini penuh dengan kegelapan bagi penghuninya, dan sesungguhnya Allah menyinarinya untuk mereka berkat shalatku untuk mereka'." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
Bersama Ulama 09. "KUNCI HIDAYAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KIAT MEMBESARKAN PAHALA IBADAH
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
.....
Hendaklah diketahui bahwa seluruh amalan terlaksana dengan pelaksanaan seperti ini, sehingga tingkatan keutamaan amalan di sisi Allah Ta'ala itu sesuai dengan tingkatan iman, ikhlas, cinta dan seluruh konsekuensinya yang berada di dalam hati. Amalan yang sempurna inilah yang mampu menggugurkan dosa-dosa secara sempurna, dan amalan yang kurang sempurna akan menggugurkan dosa-dosa sesuai dengan tingkatan amalan itu sendiri. Dengan dua kaidah ini, hilanglah segala macam masalah yang begitu kompleks, yakni bahwa tingkatan amalan-amalan itu sesuai dengan tingkatan iman yang terdapat dalam hati, dan pengguguran dosa-dosa sesuai dengan kesempurnaan dan kekurangan dari amalan itu.
.....
View Details
- CIRI-CIRI AHLI SURGA & AHLI NERAKA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 32 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
Hadits k2-259 | Hadits Abu Sa'id al Khudri Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiallahu a’nhu dari Nabi ﷺ , beliau bersabda,
وعن أَبي سعيدٍ الخدري رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «احْتجَّتِ الجنَّةُ والنَّارُ فقالت النَّارُ : فيَّ الجبَّارُونَ والمُتَكَبِّرُونَ ، وقَالتِ الجَنَّةُ : فيَّ ضُعفَاءُ النَّاسِ ومسَاكِينُهُم فَقَضَى اللَّهُ بَيْنَهُما : إِنَّك الجنَّةُ رحْمتِي أَرْحَمُ بِكِ مَـنْ أَشَاءُ ، وَإِنَّكِ النَّارُ عَذابِي أُعذِّب بِكِ مَــنْ أَشَاءُ ، ولِكِلَيكُمَا عَلَيَّ مِلؤُها » رواه مسلم
"Surga dan neraka berdebat. Neraka berkata, 'Di dalamku ada orang-orang yang angkuh dan sombong.' Surga berkata, 'Di dalamku ada orang-orang yang lemah dan miskin.' Maka Allah memutuskan di antara keduanya, 'Sesungguhnya engkau, wahai surga, adalah rahmat-Ku, denganmu Aku merahmati siapa saja yang Aku kehendaki. Dan engkau, wahai neraka, adalah azabKu, denganmu Aku menyiksa siapa saja yang Aku kehendaki. Dan Aku pasti akan memenuhi masing-masing dari kalian berdua'." (HR. Muslim)
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 07. "BELIAU TIDAK INGIN DIPUJI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhushshaalihiin 699. "DIRINYA LEBIH BAIK DARI SELURUH PENDUDUK BUMI" - Ustadz Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik "KU INGIN MENEMANIMU DI SURGA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DIRINYA LEBIH BAIK DARI SELURUH PENDUDUK BUMI
Riyaadush Shaalihiin
Bab 32 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
Hadits ke-257 | Hadits Haritsah bin Wahb Radhiallahu ‘anhu
View Details
15 Menit Bersama Para Ulama 06. "TERNYATA INI SEBUAH HUKUMAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
15 Menit Bersama Ulama 05. "MANUSIA YANG PALING MULIA MENURUT IMAM SYAFI'I" - Ustadz Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MEREKALAH PENDUDUK SURGA
Riyaadush Shaalihiin
Bab 32 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
Hadits ke-257 | Hadits Haritsah bin Wahb Radhiallahu ‘anhu
Dari Haritsah bin Wahb Radhiallahu ‘anhu, ia berkata,
عن حَارِثَة بْنِ وهْب رضي اللَّه عنه قال : سمعتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ : « أَلا أُخْبِرُكُمْ بِأَهْلِ الجنَّةِ ؟ كُلُّ ضَعيفٍ مُتَضَعِّفٍ لَوْ أَقْسَم عَلَى اللَّه لأبرَّه ، أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بَأَهْلِ النَّارِ؟ كُلُّ عُتُلٍّ جَوَّاظٍ مُسْتَكْبِرٍ » . متفقٌ عليه
"Aku telah mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, "Maukah kalian aku beritahukan tentang penghuni surga? Yaitu orang-orang yang lemah dan dilemahkan (diremehkan), kalau la meminta sesuatu kepada Allah tentu dikabulkan. Maukah kalian aku beritahukan tentang penghuni neraka? Yaitu setiap orang yang bengis, kasar, serta sombong." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
15 Menit Bersama Para Ulama 04. "MENJADI RAJA DUNIA, MUNGKINKAH?" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- IA BAGAI AIR BAGI IKAN
Riyaadush Shallihin
Bab 32 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
Hadits ke-257 | Haritsah bin Wahb Radhiallahu 'anhu
View Details
- BERSABAR BERSAMA ORANG-ORANG SHALIH
Riyaadush Shallihin
Bab 31 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
QS. Al-Kahfi: 28
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman,
وَٱصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُۥ عَن ذِكْرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمْرُهُۥ فُرُطًا
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas. (QS. Al-Kahfi: 28)
View Details
Kajian Ramadhan 02. "AHLI PUASA TERBAIK" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KEUTAMAAN ORANG-ORANG YANG LEMAH & MISKIN
Riyaadush Shaalihiin
Bab 32 | Keutamaan orang lemah, miskin, & tidak dikenal di kalangan kaum muslimin
View Details
- MASALAH WANITA DI RAMADHAN & SOLUSINYA
Kajian Wanita
View Details
- LEBIH TINGGI DARIPADA SHOLAT & PUASA SUNNAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
Dari Abu Ad-Darda’ radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلاَةِ وَالصَّدَقَةِ قَالُوْا بَلَى قَالَ إِصْلاَحُ ذَاتِ الْبَيْنِ وَفَسَادُ ذَاتِ الْبَيْنِ الْحَالِقَةُ
“Maukah kukabarkan kepada kalian perkara yang lebih afdal dibandingkan derajat puasa, shalat, dan sedekah?” Para sahabat menjawab, “Tentu saja.” Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Perbaikilah (hubungan) di antara sesama kalian. Dan rusaknya hubungan adalah pencukur (perusak agama).” (HR. Abu Daud, no. 4919 dan Tirmidzi, no. 2509. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sahih sebagaimana dalam Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 2639).
View Details
Kajian Ramadhan 40. "POLA HIDUP DI RAMADHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhushshaalihiin 693. "BUKAN HAK YANG HILANG, TAPI EGO YANG HILANG" - Ustadz Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MERAJUT HIKMAH BAB ISLAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
View Details
- NABI ﷺ BELUM DATANG
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
Hadits ke-256 | Hadits Abu al-Abbas Sahl bin Sa'ad as-Sa'idi Radhiallahu ‘anhu
MATAN
Dari Abu al-Abbas Sahl bin Sa'ad as-Sa'idi Radhiallahu ‘anhu
وعن أَبي العباس سهلِ بنِ سعدٍ السَّاعِدِيِّ رضي اللَّهُ عنه ، أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بلَغهُ أَنَّ بَني عَمْرِو بن عوْفٍ كان بيْنهُمْ شَرٌّ ، فَخَرَجَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يُصْلِحُ بَيْنَهمْ فِي أُنَاسٍ مَعَه ، فَحُبِسَ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم وَحَانَتِ الصَّلاَةُ ، فَجَاءَ بِلالٌ إِلَى أَبي بَكْرٍ رضي اللَّه عنهما فقال : يَا أَبَا بَكْرٍ إِنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَدْ حُبِسَ ، وَحَانَتِ الصَّلاةُ ، فَهَلْ لكَ أَنْ تَؤُمَّ النَّاس؟ قال : نَعَمْ إِنْ شِئْتَ ، فَأَقَامَ بِلالٌ الصَّلاةَ ، وَتقَدَّمَ أَبُو بَكْرٍ فَكَبَّرَ وكبَّرَ النَّاسُ، وَجَاءَ رسول اللَّه يمْشِي في الصُّفوفِ حتَّى قامَ في الصَّفِّ ، فَأَخَذَ النَّاسُ فِي التَّصْفِيقِ ، وكَانَ أَبُو بَكْر رضي اللَّه عنه لا يَلْتَفِتُ فِي صلاتِهِ، فَلَمَّا أَكَثَرَ النَّاسُ التَّصْفِيقَ الْتَفَتَ ، فَإِذَا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَأَشَار إِلَيْهِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَرَفَعَ أَبْو بَكْر رضي اللَّه عنه يدَهُ فَحمِد اللَّه ، وَرَجَعَ القهقرى وَراءَهُ حَتَّى قَامَ فِي الصَّفِّ ، فَتَقدَّمَ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَصَلَّى للنَّاسِ ، فَلَمَّا فرغَ أَقْبلَ عَلَى النَّاسِ فقال : « أَيُّهَا النَّاسُ مالَكُمْ حِين نَابَكُمْ شَيْءٌ في الصَّلاَةِ أَخذْتمْ فِي التَّصْفِيقِ ؟، إِنَّما التَّصْفِيقُ لِلنِّسَاءِ . منْ نَابُهُ شيءٌ فِي صلاتِهِ فَلْيَقلْ: سُبْحَانَ اللَّهِ ؟ فَإِنَّهُ لا يَسْمعُهُ أَحدٌ حِينَ يَقُولُ : سُبْحانَ اللَّهِ ، إِلاَّ الْتَفَتَ . يَا أَبَا بَكْرٍ : ما منعَك أَنْ تُصَلِّيَ بِالنَّاسِ حِينَ أَشرْتُ إِلَيْكَ ؟ » فقال أَبُو بكْر : مَا كَانَ ينبَغِي لابْنِ أَبي قُحافَةَ أَنْ يُصلِّيَ بِالنَّاسِ بَيْنَ يَدَيْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . متفقٌ عليه .
"Bahwa Rasulullah ﷺ mendengar kabar bahwa di kalangan Bani Amr bin Auf terjadi perselisihan, maka Rasulullah ﷺ keluar untuk mendamaikan mereka bersama beberapa orang, lalu Rasulullah ﷺ tertahan padahal telah tiba waktu shalat. Maka Bilal mendatangi Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu dan berkata, 'Wahai Abu Bakar, sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah tertahan sedangkan waktu shalat telah tiba, apakah Anda mau mengimami orang-orang?' Abu Bakar menjawab, 'Ya, kalau kamu mau.' Maka Bilal mengumandangkan iqamat shalat. Abu Bakar maju lalu bertakbir dan orang-orang pun bertakbir.
Lalu Rasulullah ﷺ datang dan berjalan masuk menerobos shaf-shaf hingga berdiri di shaf (terdepan). Maka orang-orang bertepuk tangan sedangkan Abu Bakar tidak menoleh di dalam shalatnya. Ketika orang-orang banyak bertepuk tangan, Abu Bakar akhirnya menoleh, dan ternyata ada Rasulullah ﷺ Maka Rasulullah ﷺ memberi isyarat kepadanya. Maka Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu mengangkat tangannya dan memuji Allah, lalu dia mundur ke belakang hingga berdiri di shaf (pertama). Kemudian Rasulullah ﷺ maju dan shalat mengimami orang-orang.
Setelah selesai shalat, beliau menghadap kepada orang-orang, lalu beliau bersabda, 'Wahai sekalian manusia, kenapa kalian bertepuk tangan ketika terjadi sesuatu di dalam shalat kalian? Tepuk tangan itu hanya bagi wanita. Barangsiapa yang terjadi sesuatu dalam shalatnya, maka hendaklah dia mengucapkan 'Subhanallah', karena tidak ada orang yang mendengarnya mengucapkan 'Subhanallah' melainkan dia pasti menoleh. Wahai Abu Bakar, apa yang membuatmu menolak untuk shalat memimpin orang-orang ketika aku memberi isyarat kepadamu?' Abu Bakar menjawab, 'Tidak sepantasnya putra Abu Quhafah shalat mengimami orang-orang di hadapan Rasulullah ﷺ. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KETIKA ABU BAKAR HENDAK MENGIMAMI SHALAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
Hadits ke-256 | Hadits Abu al-Abbas Sahl bin Sa'ad as-Sa'idi Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu al-Abbas Sahl bin Sa'ad as-Sa'idi Radhiallahu ‘anhu
وعن أَبي العباس سهلِ بنِ سعدٍ السَّاعِدِيِّ رضي اللَّهُ عنه ، أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بلَغهُ أَنَّ بَني عَمْرِو بن عوْفٍ كان بيْنهُمْ شَرٌّ ، فَخَرَجَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يُصْلِحُ بَيْنَهمْ فِي أُنَاسٍ مَعَه ، فَحُبِسَ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم وَحَانَتِ الصَّلاَةُ ، فَجَاءَ بِلالٌ إِلَى أَبي بَكْرٍ رضي اللَّه عنهما فقال : يَا أَبَا بَكْرٍ إِنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَدْ حُبِسَ ، وَحَانَتِ الصَّلاةُ ، فَهَلْ لكَ أَنْ تَؤُمَّ النَّاس؟ قال : نَعَمْ إِنْ شِئْتَ ، فَأَقَامَ بِلالٌ الصَّلاةَ ، وَتقَدَّمَ أَبُو بَكْرٍ فَكَبَّرَ وكبَّرَ النَّاسُ، وَجَاءَ رسول اللَّه يمْشِي في الصُّفوفِ حتَّى قامَ في الصَّفِّ ، فَأَخَذَ النَّاسُ فِي التَّصْفِيقِ ، وكَانَ أَبُو بَكْر رضي اللَّه عنه لا يَلْتَفِتُ فِي صلاتِهِ، فَلَمَّا أَكَثَرَ النَّاسُ التَّصْفِيقَ الْتَفَتَ ، فَإِذَا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَأَشَار إِلَيْهِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَرَفَعَ أَبْو بَكْر رضي اللَّه عنه يدَهُ فَحمِد اللَّه ، وَرَجَعَ القهقرى وَراءَهُ حَتَّى قَامَ فِي الصَّفِّ ، فَتَقدَّمَ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَصَلَّى للنَّاسِ ، فَلَمَّا فرغَ أَقْبلَ عَلَى النَّاسِ فقال : « أَيُّهَا النَّاسُ مالَكُمْ حِين نَابَكُمْ شَيْءٌ في الصَّلاَةِ أَخذْتمْ فِي التَّصْفِيقِ ؟، إِنَّما التَّصْفِيقُ لِلنِّسَاءِ . منْ نَابُهُ شيءٌ فِي صلاتِهِ فَلْيَقلْ: سُبْحَانَ اللَّهِ ؟ فَإِنَّهُ لا يَسْمعُهُ أَحدٌ حِينَ يَقُولُ : سُبْحانَ اللَّهِ ، إِلاَّ الْتَفَتَ . يَا أَبَا بَكْرٍ : ما منعَك أَنْ تُصَلِّيَ بِالنَّاسِ حِينَ أَشرْتُ إِلَيْكَ ؟ » فقال أَبُو بكْر : مَا كَانَ ينبَغِي لابْنِ أَبي قُحافَةَ أَنْ يُصلِّيَ بِالنَّاسِ بَيْنَ يَدَيْ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . متفقٌ عليه .
"Bahwa Rasulullah ﷺ mendengar kabar bahwa di kalangan Bani Amr bin Auf terjadi perselisihan, maka Rasulullah ﷺ keluar untuk mendamaikan mereka bersama beberapa orang, lalu Rasulullah ﷺ tertahan padahal telah tiba waktu shalat. Maka Bilal mendatangi Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu dan berkata, 'Wahai Abu Bakar, sesungguhnya Rasulullah ﷺ telah tertahan sedangkan waktu shalat telah tiba, apakah Anda mau mengimami orang-orang?' Abu Bakar menjawab, 'Ya, kalau kamu mau.' Maka Bilal mengumandangkan iqamat shalat. Abu Bakar maju lalu bertakbir dan orang-orang pun bertakbir.
Lalu Rasulullah ﷺ datang dan berjalan masuk menerobos shaf-shaf hingga berdiri di shaf (terdepan). Maka orang-orang bertepuk tangan sedangkan Abu Bakar tidak menoleh di dalam shalatnya. Ketika orang-orang banyak bertepuk tangan, Abu Bakar akhirnya menoleh, dan ternyata ada Rasulullah ﷺ Maka Rasulullah ﷺ memberi isyarat kepadanya. Maka Abu Bakar Radhiallahu ‘anhu mengangkat tangannya dan memuji Allah, lalu dia mundur ke belakang hingga berdiri di shaf (pertama). Kemudian Rasulullah ﷺ maju dan shalat mengimami orang-orang.
Setelah selesai shalat, beliau menghadap kepada orang-orang, lalu beliau bersabda, 'Wahai sekalian manusia, kenapa kalian bertepuk tangan ketika terjadi sesuatu di dalam shalat kalian? Tepuk tangan itu hanya bagi wanita. Barangsiapa yang terjadi sesuatu dalam shalatnya, maka hendaklah dia mengucapkan 'Subhanallah', karena tidak ada orang yang mendengarnya mengucapkan 'Subhanallah' melainkan dia pasti menoleh. Wahai Abu Bakar, apa yang membuatmu menolak untuk shalat memimpin orang-orang ketika aku memberi isyarat kepadamu?' Abu Bakar menjawab, 'Tidak sepantasnya putra Abu Quhafah shalat mengimami orang-orang di hadapan Rasulullah ﷺ. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- ILMU ADALAH LEMBAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
Sesi Tanya Jawab
View Details
- TATKALA RASULULLAH ﷺ MENDENGAR PERTENGKARAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
Hadits ke-255 | Hadits Aisyah Radhiallahu 'anha
Dari Aisyah Radhiallahu ‘anha, beliau berkata
وعن عائشة رضي اللَّه عنها قالت : سمِع رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم صَوْتَ خُصُومٍ بالْبَابِ عَالِيةٍ أَصْواتُهُمَا ، وَإِذَا أَحَدُهُمَا يَسْتَوْضِعُ الآخَرَ وَيَسْتَرْفِقُهُ فِي شيءٍ ، وَهُوَ يَقُولُ : واللَّهِ لا أَفعَلُ ، فَخَرَجَ عَلَيْهِمَا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال : « أَيْنَ الْمُتَأَلِّي عَلَى اللَّه لا يَفْعَلُ المَعْرُوفَ ؟ » فقال : أَنَا يَا رسولَ اللَّهِ ، فَلهُ أَيُّ ذلِكَ أَحَبَّ . متفقٌ عليه .
معنى « يَسْتَوْضِعُهُ » : يَسْأَلهُ أَنْ يَضَعَ عَنْهُ بَعْضَ دينِهِ .« وَيَسْتَرفقُهُ » : يَسْأَلَهُ الرِّفْقَ «والْمُتأَلي » : الحَالِفُ
"Rasulullah pernah mendengar suara orang yang bertengkar di depan pintu rumah (beliau), suara keduanya sangat keras. Ternyata salah seorang dari keduanya meminta agar rekannya menghapus sebagian hutangnya dan memintanya bersikap lunak sedikit terhadapnya. Tetapi rekannya berkata, 'Demi Allah, aku tidak akan melakukan itu!' Maka Rasulullah keluar menemui mereka. Beliau bertanya, 'Siapa yang bersumpah atas Nama Allah bahwa dia tidak akan melakukan kebaikan?' Maka dia menjawab, 'Saya, wahai Rasulullah.' (Rasulullah bersabda,) ‘Dan baginya apa yang dia sukai'." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KEHILANGAN KEKHUSYUKAN
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
....
Begitu pula kehilangan kekhusyu'an dalam shalat dan tidak hadirnya hati dalam melaksanakannya di hadapan Allah Ta'ala yang merupakan ruh dan inti dari shalat itu sendiri. Shalat yang dikerjakan tanpa dilandasi dengan khusyu) dan tidak hadirnya hati seperti jasad yang telah mati, tidak ada ruh padanya. Tidakkah hamba itu merasa malu jika ia memberikan hadiah kepada makhluk yang semisal dengan dirinya seorang budak laki-laki yang sudah mati atau budak perempuan yang sudah mati? Maka bagaimana persangkaan hamba ini yang mempersembahkan sebuah hadiah kepada siapa yang ia maksudkan seperti raja, pemimpin atau selainnya. Seperti inilah, shalat yang tidak khusyu' dan tidak hadirnya hati serta membulatkan niat hanya untuk Allah maka kedudukannya seperti budak laki-laki atau budak perempuan yang sudah mati ini yang hendak ia hadiah-kan kepada sebagian raja. Oleh karena itu, Allah tidak akan me-nerima shalat si hamba tersebut, meskipun ia telah gugur kewajiban dalam hukum-hukum yang berkaitan dengan dunia, dan Allah tidak akan memberikan pahala dari shalatnya itu karena sesungguhnya se-orang hamba tidak akan mendapatkan pahala shalatnya kecuali apa yang ia pahami dari shalatnya tersebut; sebagaimana disebutkan dalam kitab as-Sunan, Musnad al-Imam Ahmad dan selainnya dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa beliau bersabda:
"Sesungguhnya seorang hamba melaksanakan shalat, tetapi ia tidak mendapatkan pahala dari shalatnya itu kecuali hanya se-tengahnya, sepertiganya, seperempatnya, seperlimanya hingga sepersepuluhnya saja dari pahala shalatnya."
View Details
- KARENA KITA MENCINTAI ISLAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
Sesi tanya - jawab
View Details
- SUDAHKAH ANDA 'MEMBOHONGI' PASANGAN ANDA?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
Hadits ke-254 | Hadits Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abu Mu'aith Radhiallahu 'anha
Dari Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abu Mu'aith beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أُمِّ كُلْثُومٍ بنتِ عُقْبَةَ بن أَبي مُعَيْطٍ رضي اللَّه عنها قالت : سمِعْتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : « لَيْسَ الْكَذَّابُ الذي يُصْلحُ بَيْنَ النَّاسِ فَيَنْمي خَيْراً ، أَوْ يَقُولُ خَيْراً » متفق عليه
"Tidak termasuk pendusta orang yang (berdusta untuk) mendamaikan antara sesama manusia, di mana dia menyampaikan kabar baik atau mengucapkan kebaikan." (Muttafaq’alaih)
Dalam sebuah riwayat Muslim terdapat tambahan,
وفي رواية مسلمٍ زيادة ، قالت : وَلَمْ أَسْمَعْهُ يُرَخِّصُ في شَيْءٍ مِمَّا يَقُولُهُ النَّاسُ إِلاَّ في ثَلاثٍ، تَعْنِي : الحَرْبَ ، وَالإِصْلاَحَ بَيْنَ النَّاسِ ، وَحَدِيثَ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ ، وَحَديثَ المَرْأَةِ زَوْجَهَ
"Dan saya tidak pernah mendengar beliau memberi keringanan dalam apa yang diucapkan oleh manusia (secara dusta) kecuali pada tiga keadaan, dalam peperangan, dalam mendamaikan sesama manusia, dan ucapan suami pada istrinya serta ucapan istri pada suaminya."
View Details
-
BERTERIMA KASIHLAH
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
View Details
- HUKUM BERBOHONG UNTUK MENDAMAIKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
Hadits ke-254 | Hadits Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abu Mu'aith Radhiallahu 'anha
Dari Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abu Mu'aith beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أُمِّ كُلْثُومٍ بنتِ عُقْبَةَ بن أَبي مُعَيْطٍ رضي اللَّه عنها قالت : سمِعْتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : « لَيْسَ الْكَذَّابُ الذي يُصْلحُ بَيْنَ النَّاسِ فَيَنْمي خَيْراً ، أَوْ يَقُولُ خَيْراً » متفق عليه
"Tidak termasuk pendusta orang yang (berdusta untuk) mendamaikan antara sesama manusia, di mana dia menyampaikan kabar baik atau mengucapkan kebaikan." (Muttafaq’alaih)
Dalam sebuah riwayat Muslim terdapat tambahan,
وفي رواية مسلمٍ زيادة ، قالت : وَلَمْ أَسْمَعْهُ يُرَخِّصُ في شَيْءٍ مِمَّا يَقُولُهُ النَّاسُ إِلاَّ في ثَلاثٍ، تَعْنِي : الحَرْبَ ، وَالإِصْلاَحَ بَيْنَ النَّاسِ ، وَحَدِيثَ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ ، وَحَديثَ المَرْأَةِ زَوْجَهَ
"Dan saya tidak pernah mendengar beliau memberi keringanan dalam apa yang diucapkan oleh manusia (secara dusta) kecuali pada tiga keadaan, dalam peperangan, dalam mendamaikan sesama manusia, dan ucapan suami pada istrinya serta ucapan istri pada suaminya."
View Details
- WANITA PENYABAR ITU BERNAMA UMMU KULTSUM Radhiallahu 'anha
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
Hadits ke-254 | Hadits Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abu Mu'aith Radhiallahu 'anha
Dari Ummu Kultsum binti Uqbah bin Abu Mu'aith beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أُمِّ كُلْثُومٍ بنتِ عُقْبَةَ بن أَبي مُعَيْطٍ رضي اللَّه عنها قالت : سمِعْتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : « لَيْسَ الْكَذَّابُ الذي يُصْلحُ بَيْنَ النَّاسِ فَيَنْمي خَيْراً ، أَوْ يَقُولُ خَيْراً » متفق عليه
"Tidak termasuk pendusta orang yang (berdusta untuk) mendamaikan antara sesama manusia, di mana dia menyampaikan kabar baik atau mengucapkan kebaikan." (Muttafaq’alaih)
Dalam sebuah riwayat Muslim terdapat tambahan,
وفي رواية مسلمٍ زيادة ، قالت : وَلَمْ أَسْمَعْهُ يُرَخِّصُ في شَيْءٍ مِمَّا يَقُولُهُ النَّاسُ إِلاَّ في ثَلاثٍ، تَعْنِي : الحَرْبَ ، وَالإِصْلاَحَ بَيْنَ النَّاسِ ، وَحَدِيثَ الرَّجُلِ امْرَأَتَهُ ، وَحَديثَ المَرْأَةِ زَوْجَهَ
"Dan saya tidak pernah mendengar beliau memberi keringanan dalam apa yang diucapkan oleh manusia (secara dusta) kecuali pada tiga keadaan, dalam peperangan, dalam mendamaikan sesama manusia, dan ucapan suami pada istrinya serta ucapan istri pada suaminya."
View Details
- ISLAH ADALAH SEDEKAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
Hadits ke-253 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu beliau berkata, Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « كُلُّ سُلامى مِنَ النَّاسِ عَلَيْهِ صَدَقَةٌ كُلَّ يوْمٍ تَطْلُعُ فِيهِ الشَّمْسُ : تَعْدِلُ بيْن الاثْنَيْنِ صَدقَةٌ ، وَتُعِينُ الرَّجُلَ فِي دَابَّتِهِ فَتحْمِلُهُ عَلَيْهَا ، أَوْ تَرْفَعُ لَهُ عَلَيْهَا مَتَاعهُ صَدقَةٌ، وَالْكَلِمَةُ الطَّيبةُ صدقَةٌ ، وبكُلِّ خَطْوَةٍ تَمْشِيهَا إِلَى الصَّلاةِ صَدقَةٌ ، وَتُمِيطُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ » متفق عليه .
"Setiap persendian manusia wajib disedekahi pada setiap hari yang matahari terbit padanya; kamu mendamaikan dengan adil di antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah, membantu seseorang dalam kendaraannya sehingga kamu menaikkannya atau menaikkan barangnya ke atas kendaraannya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang kamu ayunkan menuju shalat (ke masjid) adalah sedekah, dan kamu menyingkirkan gangguan dari tengah jalan adalah sedekah." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- KITA INI BERSAUDARA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
QS. Al-Hujurat: 10
Allah Ta'ala berfirman,
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al-Hujurat: 10)
View Details
- KEHILANGAN PAHALA
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
....
Tanda dari pengagungan terhadap perintah-perintah (syari'at) adalah menjaga waktu-waktunya dan batasan-batasannya, memeriksa rukun-rukunnya, kewajiban-kewajibannya dan kesempurnaannya, bersungguh-sungguh dalam memperbaiki dan mengamalkannya pada waktunya, bersegera untuk melakukannya pada saat diwajibkan, bersedih ketika kehilangan hak di antara hak-haknya seperti orang yang bersedih karena tertinggal shalat berjama`ah, dan mengetahui bahwa seandainya ia melakukan shalat sendirian maka sungguh ia telah kehilangan 27 derajat pahala. Dan seandainya seseorang mengalami kerugian dalam jual beli di negerinya tanpa melakukan perjalanan dan kesulitan apa pun sebanyak 27 dinar, maka sungguh ia akan menggigit tangannya seraya menyesal dan berduka cita. Bagaimanakah sekiranya seluruh kelipatan dari apa yang dilipatgandakan dengannya pahala shalat jama'ah lebih baik dari seribu pahala dan pahala itu akan dilipatgandakan oleh Allah sesuai dengan kehendak-Nya. Apabila seorang hamba kehilangan keuntungan ini, maka sesungguh ia mengalami kerugian yang besar.
View Details
- BERTAKWALAH KEPADA ALLAH & PERBAIKILAH HUBUNGAN SESAMA MUSLIM
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
QS. Al-Anfal: 1
Allah Ta'ala berfirman,
يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْأَنفَالِ ۖ قُلِ ٱلْأَنفَالُ لِلَّهِ وَٱلرَّسُولِ ۖ فَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَأَصْلِحُوا۟ ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ
Mereka menanyakan kepadamu tentang (pembagian) harta rampasan perang. Katakanlah: "Harta rampasan perang kepunyaan Allah dan Rasul, oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah perhubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman". (QS. Al-Anfal: 1)
View Details
- MENGALAH BUKAN BERARTI KALAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
QS. An-Nisa: 128
Allah Ta'ala berfirman,
وَإِنِ ٱمْرَأَةٌ خَافَتْ مِنۢ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ أَن يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَٱلصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ ٱلْأَنفُسُ ٱلشُّحَّ ۚ وَإِن تُحْسِنُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. An-Nisa: 128)
View Details
-
BERLAKULAH ADIL & JANGAN CURANG
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
View Details
- PERDAMAIAN ITU LEBIH BAIK
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
QS. An-Nisa: 128
Allah Ta'ala berfirman,
وَإِنِ ٱمْرَأَةٌ خَافَتْ مِنۢ بَعْلِهَا نُشُوزًا أَوْ إِعْرَاضًا فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِمَآ أَن يُصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۚ وَٱلصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَأُحْضِرَتِ ٱلْأَنفُسُ ٱلشُّحَّ ۚ وَإِن تُحْسِنُوا۟ وَتَتَّقُوا۟ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا
Dan jika seorang wanita khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu bergaul dengan isterimu secara baik dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap tak acuh), maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan (QS. An-Nisa: 128)
View Details
- MENJAGA KEDAMAIAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
QS. An-Nisa: 114
Allah ta'ala berfirman,
لَّا خَيْرَ فِى كَثِيرٍ مِّن نَّجْوَىٰهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَٰحٍۭ بَيْنَ ٱلنَّاسِ ۚ وَمَن يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ٱبْتِغَآءَ مَرْضَاتِ ٱللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا
Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, atau berbuat ma'ruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Dan barangsiapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberi kepadanya pahala yang besar. (QS. An-Nisa: 114)
View Details
- MENDAMAIKAN DI ANTARA SESAMA MANUSIA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 31 | Mendamaikan di antara sesama manusia
Mukadimah
View Details
- MADRASAH DALAM MEMBANTU ORANG
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 30 | Syafaat
Kesimpulan Bab
View Details
- MENJEMBATANI KEBUNTUAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 30 | Syafaat
Hadits ke-252 | Hadits Ibnu Abbas Radhiallaahu 'anhuma
Dari Ibnu Abbas Radhiallaahu 'anhuma tentang kisah Barirah dan suaminya, beliau berkata,
وعن ابن عباس رضي اللَّه عنهما في قِصَّة برِيرَةَ وزَوْجِها . قال : قال لَهَا النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لَوْ راجَعْتِهِ ؟ » قَالتَ : يا رَسُولَ اللَّه تأْمُرُنِي ؟ قال : « إِنَّما أَشـْفعُ » قَالَتْ : لا حاجة لِي فِيهِ . رواه البخاري
“Nabi ﷺ bersabda kepada Barirah, 'Bagaimana seandainya kamu kembali kepadanya?' Dia berkata, 'Wahai Rasulullah, Anda memerintahkan saya?' Beliau menjawab, 'Saya hanya menengahi saja.' Dia menjawab, 'Saya tidak memiliki hajat kepadanya’." (HR. Bukhari)
View Details
- ADAKAH PENYESALAN YANG BAIK?
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
....
Tanda dari pengagungan terhadap perintah-perintah (syari'at) adalah menjaga waktu-waktunya dan batasan-batasannya, memeriksa rukun-rukunnya, kewajiban-kewajibannya dan kesempurnaannya, bersungguh-sungguh dalam memperbaiki dan mengamalkannya pada waktunya, bersegera untuk melakukannya pada saat diwajibkan, bersedih ketika kehilangan hak di antara hak-haknya seperti orang yang bersedih karena tertinggal shalat berjama`ah, dan mengetahui bahwa seandainya ia melakukan shalat sendirian maka sungguh ia telah kehilangan 27 derajat pahala. Dan seandainya seseorang mengalami kerugian dalam jual beli di negerinya tanpa melakukan perjalanan dan kesulitan apa pun sebanyak 27 dinar, maka sungguh ia akan menggigit tangannya seraya menyesal dan berduka cita. Bagaimanakah sekiranya seluruh kelipatan dari apa yang dilipatgandakan dengannya pahala shalat jama'ah lebih baik dari seribu pahala dan pahala itu akan dilipatgandakan oleh Allah sesuai dengan kehendak-Nya. Apabila seorang hamba kehilangan keuntungan ini, maka se-sungguh ia mengalami kerugian yang besar.
View Details
- BANTULAH DIA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 30 | Syafaat
Hadits ke-251 | Hadits Abu Musa Al-Asy'ari Radhiallaahu 'anhu
Dari Abu Musa al-Asy'ari Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
وعن أَبي موسى الأَشعري رضي اللَّه عنه قال : كان النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إِذَا أَتَاهُ طالِبُ حاجةٍ أَقْبَلَ عَلَى جُلسائِهِ فقال : « اشْفَعُوا تُؤجَرُوا ويَقْضِي اللَّه عَلَى لِسان نَبِيِّهِ ما أَحبَّ » متفق عليه . .
"Bila Nabi ﷺ ; didatangi oleh orang yang meminta kebutuhan, beliau menghadap kepada para sahabat beliau, lalu bersabda, 'Bantulah dia, niscaya kalian mendapat pahala, dan Allah memutuskan lewat lisan NabiNya apa yang Dia suka." (Muttafaq’alaih).
Dan dalam satu riwayat,
وفي رواية : « مَا شَاءَ »
"...apa yang Dia kehendaki."
View Details
- SYAFAAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 30 | Syafaat
QS. An-Nisa: 85
Allah berfirman,
مَّن يَشْفَعْ شَفَٰعَةً حَسَنَةً يَكُن لَّهُۥ نَصِيبٌ مِّنْهَا ۖ وَمَن يَشْفَعْ شَفَٰعَةً سَيِّئَةً يَكُن لَّهُۥ كِفْلٌ مِّنْهَا ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ مُّقِيتًا
Barangsiapa yang memberikan syafa'at yang baik, niscaya ia akan memperoleh bahagian (pahala) dari padanya. Dan barangsiapa memberi syafa'at yang buruk, niscaya ia akan memikul bahagian (dosa) dari padanya. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. (QS. An-Nisa: 85)
View Details
- MEMBANTU KEBUTUHAN ORANG ITU KEBUTUHAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 29 | Membantu kebutuhan & hajat kaum muslimin
View Details
- LEBIH BAIK DARIPADA I'TIKAF SELAMA SATU BULAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 29 | Membantu kebutuhan & hajat kaum muslimin
View Details
- ANTARA NASAB & AMAL
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 29 | Membantu kebutuhan & hajat kaum muslimin
Hadits ke 250 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalllallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًـا ، سَهَّـلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَـى الْـجَنَّةِ ، وَمَا اجْتَمَعَ قَـوْمٌ فِـي بَـيْتٍ مِنْ بُـيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ ، وَيَتَدَارَسُونَـهُ بَيْنَهُمْ ، إِلَّا نَـزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ ، وَغَشِـيَـتْـهُمُ الرَّحْـمَةُ ، وَحَفَّـتْـهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ ، وَذَكَـرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ ، وَمَنْ بَطَّـأَ بِـهِ عَمَلُـهُ ، لَـمْ يُسْرِعْ بِـهِ نَـسَبُـهُ
“Barang siapa yang menghilangkan dari seorang Mukmin satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah menghilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di Hari Kiamat. Barang siapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah sekelompok orang yang berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), di mana mereka membaca Kitab Allah dan membacanya secara bergantian di antara mereka, melainkan ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut-menyebut mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya. Barang siapa yang amalnya membuatnya lambat, maka nasabnya tidak akan mempercepatnya.” (HR. Muslim)
View Details
- KEUTAMAAN MAJELIS ILMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 29 | Membantu kebutuhan & hajat kaum muslimin
Hadits ke 250 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalllallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًـا ، سَهَّـلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَـى الْـجَنَّةِ ، وَمَا اجْتَمَعَ قَـوْمٌ فِـي بَـيْتٍ مِنْ بُـيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ ، وَيَتَدَارَسُونَـهُ بَيْنَهُمْ ، إِلَّا نَـزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ ، وَغَشِـيَـتْـهُمُ الرَّحْـمَةُ ، وَحَفَّـتْـهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ ، وَذَكَـرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ ، وَمَنْ بَطَّـأَ بِـهِ عَمَلُـهُ ، لَـمْ يُسْرِعْ بِـهِ نَـسَبُـهُ
“Barang siapa yang menghilangkan dari seorang Mukmin satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah menghilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di Hari Kiamat. Barang siapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah sekelompok orang yang berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), di mana mereka membaca Kitab Allah dan membacanya secara bergantian di antara mereka, melainkan ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut-menyebut mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya. Barang siapa yang amalnya membuatnya lambat, maka nasabnya tidak akan mempercepatnya.” (HR. Muslim)
View Details
- JALAN PINTAS MENUJU SURGA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 29 | Membantu kebutuhan & hajat kaum muslimin
Hadits ke 250 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalllallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًـا ، سَهَّـلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَـى الْـجَنَّةِ ، وَمَا اجْتَمَعَ قَـوْمٌ فِـي بَـيْتٍ مِنْ بُـيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ ، وَيَتَدَارَسُونَـهُ بَيْنَهُمْ ، إِلَّا نَـزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ ، وَغَشِـيَـتْـهُمُ الرَّحْـمَةُ ، وَحَفَّـتْـهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ ، وَذَكَـرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ ، وَمَنْ بَطَّـأَ بِـهِ عَمَلُـهُ ، لَـمْ يُسْرِعْ بِـهِ نَـسَبُـهُ
“Barang siapa yang menghilangkan dari seorang Mukmin satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah menghilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di Hari Kiamat. Barang siapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah sekelompok orang yang berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), di mana mereka membaca Kitab Allah dan membacanya secara bergantian di antara mereka, melainkan ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut-menyebut mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya. Barang siapa yang amalnya membuatnya lambat, maka nasabnya tidak akan mempercepatnya.”
View Details
- CIRI-CIRI ORANG YANG MENGAGUNGKAN ALLAH ﷻ
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
....
Tanda dari pengagungan terhadap perintah-perintah (syari'at) adalah menjaga waktu-waktunya dan batasan-batasannya, memeriksa rukun-rukunnya, kewajiban-kewajibannya dan kesempurnaannya, bersungguh-sungguh dalam memperbaiki dan mengamalkannya pada waktunya, bersegera untuk melakukannya pada saat diwajibkan, bersedih ketika kehilangan hak di antara hak-haknya seperti orang yang bersedih karena tertinggal shalat berjama`ah, dan mengetahui bahwa seandainya ia melakukan shalat sendirian maka sungguh ia telah kehilangan 27 derajat pahala. Dan seandainya seseorang mengalami kerugian dalam jual beli di negerinya tanpa melakukan perjalanan dan kesulitan apa pun sebanyak 27 dinar, maka sungguh ia akan menggigit tangannya seraya menyesal dan berduka cita. Bagaimanakah sekiranya seluruh kelipatan dari apa yang dilipatgandakan dengannya pahala shalat jama'ah lebih baik dari seribu pahala dan pahala itu akan dilipatgandakan oleh Allah sesuai dengan kehendak-Nya. Apabila seorang hamba kehilangan keuntungan ini, maka se-sungguh ia mengalami kerugian yang besar.
View Details
- RESEP DITOLONG OLEH ALLAH ﷻ
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 29 | Membantu kebutuhan & hajat kaum muslimin
Hadits ke 250 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalllallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًـا ، سَهَّـلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَـى الْـجَنَّةِ ، وَمَا اجْتَمَعَ قَـوْمٌ فِـي بَـيْتٍ مِنْ بُـيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ ، وَيَتَدَارَسُونَـهُ بَيْنَهُمْ ، إِلَّا نَـزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ ، وَغَشِـيَـتْـهُمُ الرَّحْـمَةُ ، وَحَفَّـتْـهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ ، وَذَكَـرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ ، وَمَنْ بَطَّـأَ بِـهِ عَمَلُـهُ ، لَـمْ يُسْرِعْ بِـهِ نَـسَبُـهُ
“Barang siapa yang menghilangkan dari seorang Mukmin satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah menghilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di Hari Kiamat. Barang siapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah sekelompok orang yang berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), di mana mereka membaca Kitab Allah dan membacanya secara bergantian di antara mereka, melainkan ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut-menyebut mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya. Barang siapa yang amalnya membuatnya lambat, maka nasabnya tidak akan mempercepatnya.”
View Details
- KEUTAMAAN MEMUDAHKAN KESULITAN ORANG | Riyaadhush Shaalihiin
Bab 29 | Membantu kebutuhan & hajat kaum muslimin
Hadits ke 250 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shalllallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
مَنْ نَـفَّسَ عَنْ مُؤْمِنٍ كُـرْبَةً مِنْ كُرَبِ الدُّنْيَا ، نَـفَّسَ اللهُ عَنْهُ كُـرْبَةً مِنْ كُـرَبِ يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَمَنْ يَسَّرَ عَلَـى مُـعْسِرٍ ، يَسَّـرَ اللهُ عَلَيْهِ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَمَنْ سَتَـرَ مُسْلِمًـا ، سَتَـرَهُ اللهُ فِـي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ ، وَاللهُ فِـي عَوْنِ الْعَبْدِ مَا كَانَ الْعَبْدُ فِي عَوْنِ أَخِيهِ ، وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًـا ، سَهَّـلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَـى الْـجَنَّةِ ، وَمَا اجْتَمَعَ قَـوْمٌ فِـي بَـيْتٍ مِنْ بُـيُوتِ اللهِ يَتْلُونَ كِتَابَ اللهِ ، وَيَتَدَارَسُونَـهُ بَيْنَهُمْ ، إِلَّا نَـزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِينَةُ ، وَغَشِـيَـتْـهُمُ الرَّحْـمَةُ ، وَحَفَّـتْـهُمُ الْـمَلاَئِكَةُ ، وَذَكَـرَهُمُ اللهُ فِيمَنْ عِنْدَهُ ، وَمَنْ بَطَّـأَ بِـهِ عَمَلُـهُ ، لَـمْ يُسْرِعْ بِـهِ نَـسَبُـهُ
“Barang siapa yang menghilangkan dari seorang Mukmin satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan dunia, maka Allah menghilangkan darinya satu kesusahan dari kesusahan-kesusahan di Hari Kiamat. Barang siapa memudahkan (urusan) orang yang kesulitan (dalam masalah hutang), maka Allah akan memudahkan baginya di dunia dan akhirat. Barang siapa menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya di dunia dan akhirat. Allah akan selalu menolong hamba selama hamba tersebut menolong saudaranya. Barang siapa menempuh jalan untuk menuntut ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju Surga. Tidaklah sekelompok orang yang berkumpul di salah satu rumah Allah (masjid), di mana mereka membaca Kitab Allah dan membacanya secara bergantian di antara mereka, melainkan ketenangan akan turun kepada mereka, rahmat menyelimuti mereka, para malaikat mengelilingi mereka dan Allah menyebut-menyebut mereka di hadapan para malaikat yang ada di sisi-Nya. Barang siapa yang amalnya membuatnya lambat, maka nasabnya tidak akan mempercepatnya.”
View Details
- LAKUKAN INI UNTUK MENGHILANGKAN KESULITAN DI HARI KIAMATRiyaadhush Shaalihiin
Bab 29 | Membantu kebutuhan & hajat kaum muslimin
Hadits ke 249 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu
Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن ابن عمرَ رضي اللَّهُ عنهما أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «المسلمُ أَخــو المسلم لا يَظلِمُه ولا يُسْلِمُهُ . ومَنْ كَانَ فِي حاجةِ أَخِيهِ كانَ اللَّهُ فِي حاجتِهِ، ومنْ فَرَّجَ عنْ مُسلمٍ كُرْبةً فَرَّجَ اللَّهُ عنه بها كُرْبةً من كُرَبِ يومَ القيامةِ ، ومن سَتَرَ مُسْلماً سَتَرَهُ اللَّهُ يَومَ الْقِيامَةِ » متفق عليه
"Orang Muslim adalah saudara Muslim yang lain, dia tidak menzhaliminya dan tidak menyerahkannya. Barangsiapa yang memenuhi keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barangsiapa yang menghilangkan satu kesulitan dari orang Muslim, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan Hari Kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya pada Hari Kiamat." (Muttafaq’alaih)
View Details
-
ITSAR-LAH & JANGAN EGOIS
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
View Details
- MENOLONGLAH, MAKA ENGKAU AKAN DITOLONG
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 29 | Membantu kebutuhan & hajat kaum muslimin
Hadits ke 249 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu
Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah ﷺ bersabda,
وعن ابن عمرَ رضي اللَّهُ عنهما أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «المسلمُ أَخــو المسلم لا يَظلِمُه ولا يُسْلِمُهُ . ومَنْ كَانَ فِي حاجةِ أَخِيهِ كانَ اللَّهُ فِي حاجتِهِ، ومنْ فَرَّجَ عنْ مُسلمٍ كُرْبةً فَرَّجَ اللَّهُ عنه بها كُرْبةً من كُرَبِ يومَ القيامةِ ، ومن سَتَرَ مُسْلماً سَتَرَهُ اللَّهُ يَومَ الْقِيامَةِ » متفق عليه
"Orang Muslim adalah saudara Muslim yang lain, dia tidak menzhaliminya dan tidak menyerahkannya. Barangsiapa yang memenuhi keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barangsiapa yang menghilangkan satu kesulitan dari orang Muslim, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan Hari Kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi (aib) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (aib)nya pada Hari Kiamat." (Muttafaq’alaih)
View Details
- BERBUAT BAIKLAH NISCAYA ENGKAU AKAN BERUNTUNG
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 29 | Membantu kebutuhan & hajat kaum muslimin
QS. Al-Hajj: 77
Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱرْكَعُوا۟ وَٱسْجُدُوا۟ وَٱعْبُدُوا۟ رَبَّكُمْ وَٱفْعَلُوا۟ ٱلْخَيْرَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ ۩
Hai orang-orang yang beriman, ruku'lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Rabbmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan. (QS. Al-Hajj: 77)
View Details
- MENUTUP AIB ITU KEBAHAGIAAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 28 | Menutupi aib kaum muslimin dan larangan menyiarkannya tanpa alasan yang mendesak
View Details
Riyaadhushshaalihiin 660. "SIFAT YANG DICINTAI OLEH ALLAH ﷻ" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JANGAN MENOLONG SYAITHAN UNTUK MENJATUHKAN SAUDARAMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 28 | Menutupi aib kaum muslimin dan larangan menyiarkannya tanpa alasan yang mendesak
Hadits ke-248 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
وعنه قال : أُتِيَ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بِرجلٍ قَدْ شرِب خَمْراً قال : « اضْربُوهُ» قال أَبُو هُرَيْرةَ : فمِنَّا الضَّارِبُ بِيدهِ والضَارِبُ بِنَعْله ، والضَّارِبُ بِثوبِهِ . فَلَمَّا انْصَرَفَ قَال بعْضُ الْقَومِ : أَخْزاكَ اللَّه ، قال : لا تقُولُوا هَكَذا لا تُعِينُوا عليه الشَّيْطان » رواه البخاري
"Seorang laki-laki dihadapkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam karena telah minum khamar, beliau bersabda, 'Cambuklah dia!'" Abu Hurairah berkata, "Maka di antara kami ada yang memukul dengan tangannya, ada yang memukul dengan sandalnya, dan ada yang memukul dengan bajunya. Ketika dia beranjak pergi, sebagian orang berkata, 'Semoga Allah menghinakanmu!' Beliau bersabda, 'Janganlah berkata begitu, jangan membantu syaithan terhadap dirinya’." (HR. Bukhari)
View Details
- SERUPA TAPI TAK SAMA
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
...
Sungguh indah apa yang dikatakan oleh Syaikhul Islam dalam hal pengagungan perintah dan larangan, "Agar kiranya perintah dan larangan itu tidak diselisihi oleh rukhshah (keringanan) yang kering; tidak pula diselisihi oleh penekanan yang melampaui batas; tidak pula dibawa kepada sebab yang melemahkan penghambaan."
Makna dari perkataan beliau, bahwa tingkatan pertama dalam mengagungkan hak Allah ?'. adalah mengagungkan perintah dan larangan-Nya, dan yang demikian itu karena sesungguhnya seorang yang beriman mengenal Rabb-nya melalui risalah yang dengannya Dia mengutus Nabi Muhammad kepada seluruh manusia, dan konsekuensinya adalah taat kepada perintah dan larangan-Nya. Hal itu hanyalah tercapai dengan pengagungan terhadap perintah Allah serta mengikuti perintah tersebut, dan mengagungkan larangan-Nya dengan menjauhi larangan tersebut. Sehingga, pengagungan seorang hamba yang beriman kepada perintah dan larangan Allah menjadi petunjuk bahwa ia telah mengagungkan Pemilik perintah dan larangan itu. Sesuai dengan pengagungan ini, ia akan masuk ke dalam kelompok orang-orang yang melakukan kebaikan yang dipersaksikan dengan keimanan dan pembenaran, 'aqidah yang lurus dan kebebasan dari nifaq akbar. Terkadang seseorang melakukan sebuah perintah karena ingin dilihat oleh orang lain dan demi meminta kedudukan dan kemuliaan di sisi mereka; dan ia menjauhi larangan hanya karena khawatir harga dirinya jatuh di sisi mereka dan takut dengan hukum-an-hukuman dunia seperti hudud yang telah ditetapkan oleh syari'at bagi orang yang melanggar larangan. Perbuatan orang seperti ini tentu tidak berasal dari pengagungan terhadap perintah dan larangan dan bukan pula berasal dari pengagungan terhadap yang memerintah dan yang melarang.
......
View Details
- JANGAN MENGHINANYA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 28 | Menutupi aib kaum muslimin dan larangan menyiarkannya tanpa alasan yang mendesak
Hadits ke-247 | Hadits Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,beliau bersabda,
وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِذَا زَنَتِ الأَمةُ فَتبينَ زِناهَا فَليجلدْها الحدَّ ، ولا يُثَرِّبْ عَلَيْهَا ، ثمَّ إِنْ زَنَتِ الثَّانية فَلْيجلدْها الحدَّ ولا يُثرِّبْ عَلَيْهَا ، ثُمَّ إِنْ زَنتِ الثَّالثةَ فَلْيبعَها ولوْ بِحبْلٍ مِنْ شعرٍ » متفق عليه
"Apabila budak wanita berzina dan terbukti zinanya, maka laksanakan hukuman cambuk terhadapnya- dan janganlah menghinanya. Kemudian jika dia berzina untuk kedua kalinya, maka laksanakan hukuman cambuk terhadapnya dan jangan menghinanya. Kemudian jika dia berzina untuk ketiga kalinya, maka juallah meskipun seharga seutas tali dari bulu binatang." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- KIAT MENUTUPI AIB DIRI & AIB ORANG LAIN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 28 | Menutupi aib kaum muslimin dan larangan menyiarkannya tanpa alasan yang mendesak
Hadits ke-246 | Hadits Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : سمِعت رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « كُلُّ أَمَّتِي مُعَافًى إِلاَّ المُجاهرينَ ، وإِنَّ مِن المُجاهرةِ أَن يعمَلَ الرَّجُلُ بالليلِ عمَلاً ، ثُمَّ يُصْبحَ وَقَدْ سَتَرهُ اللَّه عَلَيْهِ فَيقُولُ : يَا فلانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كذَا وَكَذَا ، وَقَدْ بَاتَ يَسْترهُ ربُّهُ ، ويُصْبحُ يَكْشفُ سِتْرَ اللَّه » متفق عليه
"Semua umatku akan diselamatkan, kecuali orang-orang yang berbuat dosa secara terang-terangan. Dan termasuk berbuat dosa secara terang-terangan adalah seseorang yang melakukan suatu perbuatan di malam hari, kemudian di pagi harinya, padahal Allah telah menutupi aibnya, namun dia berkata, 'Hai fulan, tadi malam aku telah melakukan begini dan begini.' Rabb-nya telah menutupinya sepanjang malam namun keesokan harinya dia malah menyingkap tabir Allah dari dirinya.” (Muttafaq ‘alaih)
View Details
-
MENAHAN DIRI DARI GANGGUAN
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
View Details
- JANGAN SINGKAP AIBMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 28 | Menutupi aib kaum muslimin dan larangan menyiarkannya tanpa alasan yang mendesak
Hadits ke-246 | Hadits Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : سمِعت رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « كُلُّ أَمَّتِي مُعَافًى إِلاَّ المُجاهرينَ ، وإِنَّ مِن المُجاهرةِ أَن يعمَلَ الرَّجُلُ بالليلِ عمَلاً ، ثُمَّ يُصْبحَ وَقَدْ سَتَرهُ اللَّه عَلَيْهِ فَيقُولُ : يَا فلانُ عَمِلْتُ الْبَارِحَةَ كذَا وَكَذَا ، وَقَدْ بَاتَ يَسْترهُ ربُّهُ ، ويُصْبحُ يَكْشفُ سِتْرَ اللَّه » متفق عليه
"Semua umatku akan diselamatkan, kecuali orang-orang yang berbuat dosa secara terang-terangan. Dan termasuk berbuat dosa secara terang-terangan adalah seseorang yang melakukan suatu perbuatan di malam hari, kemudian di pagi harinya, padahal Allah telah menutupi aibnya, namun dia berkata, 'Hai fulan, tadi malam aku telah melakukan begini dan begini.' Rabb-nya telah menutupinya sepanjang malam namun keesokan harinya dia malah menyingkap tabir Allah dari dirinya.” (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- AGAR AIB KITA DITUTUP DI HARI KIAMAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 28 | Menutupi aib kaum muslimin dan larangan menyiarkannya tanpa alasan yang mendesak
Hadits ke-245 | Hadits Abu Hurairah Radhiallaahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لا يسْتُرُ عَبْدٌ عبْداً فِي الدُّنْيَا إِلاَّ سَتَرهُ اللَّه يَوْمَ الْقيامَةِ » رواه مسلم
"Tidaklah seorang hamba menutupi aib hamba yang lain di dunia, melainkan Allah akan menutupi aibnya di Hari Kiamat." (HR. Muslim)
View Details
- CARA ALLAH ﷻ MENJAGA KEHORMATAN KITA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 28 | Menutupi aib kaum muslimin dan larangan menyiarkannya tanpa alasan yang mendesak
QS. An-Nur: 19
Allah berfirman,
إِنَّ ٱلَّذِينَ يُحِبُّونَ أَن تَشِيعَ ٱلْفَٰحِشَةُ فِى ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui. (QS. An-Nur: 19)
View Details
- MENUTUPI AIB DENGAN KASIH SAYANG
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 28 | Menutupi aib kaum muslimin dan larangan menyiarkannya tanpa alasan yang mendesak
Mukadimah
View Details
- AGUNGKAN ALLAH, URUSANMU AKAN RINGAN
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
...
Asas kedua, yang dengannya hati menjadi istiqamah adalah mengagungkan perintah dan juglarangan, dan pengagungan tersebut tumbuh dari pengagungan kepada Rabb yang memberikan perintah dan larangan (yaitu Allah), karena sesungguhnya Allah Ta'ala menghinakan siapa saja yang tidak mengagungkan-Nya dan tidak pula mengagungkan perintah dan larangan-Nya. Allah Ta'ala berfirman:
مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا
"Mengapa kalian tidak takut akan kebesaran Allah? (QS. Nuh: 13)
....
View Details
- ILMU MEMBUAT KITA SALING MENYAYANGI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
View Details
- APA YANG DIGUNAKAN & DIKENAKAN SESUAI RASULULLAH ﷺ
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-244 | Hadits Abu Umarah, аl-Bara bin Azib Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Umarah, аl-Bara bin Azib Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
وعن أَبي عُمارة الْبراءِ بنِ عازبٍ رضي اللَّه عنهما قال : أَمرنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بِسبْعٍ : أَمرنَا بِعِيادة الْمرِيضِ ، وَاتِّبَاعِ الْجنازةِ ، وتَشْمِيتِ الْعاطِس ، وَإِبْرارِ الْمُقْسِمِ ، ونَصْرِ المظْلُومِ ، وَإِجابَةِ الدَّاعِي ، وإِفْشاءِ السَّلامِ . وَنَهانَا عَنْ خواتِيمَ أَوْ تَختُّمٍ بالذَّهبِ ، وَعنْ شُرْبٍ بالفَضَّةِ ، وعَنِ المياثِرِ الحُمْرِ ، وَعَنِ الْقَسِّيِّ ، وَعَنْ لُبْسِ الحَرِيرِ وَالإِسْتَبْرَقِ وَالدِّيبَاجِ . متفق عليه .
"Rasulullah memerintah kami untuk melakukan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara: Beliau memerintahkan kami untuk menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, bertasymit kepada orang yang bersin, memenuhi sumpah orang yang bersumpah, menolong orang yang teraniaya, memenuhi undangan orang yang mengundang, dan menyebarkan salam. Dan beliau melarang kami dari cincin-cincin atau bercincin dengan emas, minum dengan wadah dari perak, duduk di atas bantal (pelana) sutra yang berwarna merah, baju sutra campuran dan memakai sutra, istibraq , dan dibaj (sutra tebal)." (Muttafaq ‘alaih).
View Details
Riyaadhushshaalihiin 650. "RASULULLAH ﷺ TELADAN DALAM MENOLONG ORANG" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PENUHILAH SUMPAH SAUDARAMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-244 | Hadits Abu Umarah, аl-Bara bin Azib Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Umarah, аl-Bara bin Azib Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
وعن أَبي عُمارة الْبراءِ بنِ عازبٍ رضي اللَّه عنهما قال : أَمرنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بِسبْعٍ : أَمرنَا بِعِيادة الْمرِيضِ ، وَاتِّبَاعِ الْجنازةِ ، وتَشْمِيتِ الْعاطِس ، وَإِبْرارِ الْمُقْسِمِ ، ونَصْرِ المظْلُومِ ، وَإِجابَةِ الدَّاعِي ، وإِفْشاءِ السَّلامِ . وَنَهانَا عَنْ خواتِيمَ أَوْ تَختُّمٍ بالذَّهبِ ، وَعنْ شُرْبٍ بالفَضَّةِ ، وعَنِ المياثِرِ الحُمْرِ ، وَعَنِ الْقَسِّيِّ ، وَعَنْ لُبْسِ الحَرِيرِ وَالإِسْتَبْرَقِ وَالدِّيبَاجِ . متفق عليه .
"Rasulullah memerintah kami untuk melakukan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara: Beliau memerintahkan kami untuk menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, bertasymit kepada orang vang bersin, memenuhi sumpah orang yang bersumpah, menolong orang yang teraniaya, memenuhi undangan orang yang mengundang, dan menyebarkan salam. Dan beliau melarang kami dari cincin-cincin atau bercincin dengan emas, minum dengan wadah dari perak, duduk di atas bantal (pelana) sutra yang berwarna merah, baju sutra campuran dan memakai sutra, istibraq , dan dibaj (sutra tebal)." (Muttafaq ‘alaih).
View Details
-
HUKUM MENGGANGGU ORANG LAIN
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
View Details
- TOLONGLAH YANG TERANIAYA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-244 | Hadits Abu Umarah, аl-Bara bin Azib Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Umarah, аl-Bara bin Azib Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
وعن أَبي عُمارة الْبراءِ بنِ عازبٍ رضي اللَّه عنهما قال : أَمرنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بِسبْعٍ : أَمرنَا بِعِيادة الْمرِيضِ ، وَاتِّبَاعِ الْجنازةِ ، وتَشْمِيتِ الْعاطِس ، وَإِبْرارِ الْمُقْسِمِ ، ونَصْرِ المظْلُومِ ، وَإِجابَةِ الدَّاعِي ، وإِفْشاءِ السَّلامِ . وَنَهانَا عَنْ خواتِيمَ أَوْ تَختُّمٍ بالذَّهبِ ، وَعنْ شُرْبٍ بالفَضَّةِ ، وعَنِ المياثِرِ الحُمْرِ ، وَعَنِ الْقَسِّيِّ ، وَعَنْ لُبْسِ الحَرِيرِ وَالإِسْتَبْرَقِ وَالدِّيبَاجِ . متفق عليه .
"Rasulullah memerintah kami untuk melakukan tujuh perkara dan melarang kami dari tujuh perkara: Beliau memerintahkan kami untuk menjenguk orang sakit, mengiringi jenazah, bertasymit kepada orang yang bersin, memenuhi sumpah orang yang bersumpah, menolong orang yang teraniaya, memenuhi undangan orang yang mengundang, dan menyebarkan salam. Dan beliau melarang kami dari cincin-cincin atau bercincin dengan emas, minum dengan wadah dari perak, duduk di atas bantal (pelana) sutra yang berwarna merah, baju sutra campuran dan memakai sutra, istibraq , dan dibaj (sutra tebal)." (Muttafaq ‘alaih).
View Details
- ADAB SALING MENASIHATI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-243 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه أَنَّ رسول الَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « حقُّ الْمُسْلمِِ عَلَى الْمُسْلِمِ خمسٌ : رَدُّ السَّلامِ ، وَعِيَادَةُ الْمرِيضَ ، واتِّبَاعُ الْجنَائِزِ ، وإِجابة الدَّعوةِ ، وتَشمِيت العْاطِسِ » متفق عليه .
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim yang lain ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan bertasymit kepada yang bersin." (Muttafaq ‘alaih)
وفي رواية لمسلمٍ : « حق الْمُسْلمِ سِتٌّ : إِذا لقِيتَهُ فسلِّم عليْهِ ، وإِذَا دَعاكَ فَأَجبْهُ ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصحْ لهُ ، وإِذا عطَس فحمِد اللَّه فَشَمِّتْهُ . وَإِذَا مرِضَ فَعُدْهُ ، وَإِذَا ماتَ فاتْبعهُ».
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim lain ada enam: Apabila kamu bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya; apabila dia mengundangmu, maka datanglah; apabila dia meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah; apabila dia bersin lalu memuji Allah, maka bertasymitlah kepadanya; apabila dia sakit, maka jenguklah, dan apabila dia meninggal dunia, maka iringilah jenazahnya." (HR. Muslim)
View Details
- PAHALA DI BALIK BERSIN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-243 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه أَنَّ رسول الَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « حقُّ الْمُسْلمِِ عَلَى الْمُسْلِمِ خمسٌ : رَدُّ السَّلامِ ، وَعِيَادَةُ الْمرِيضَ ، واتِّبَاعُ الْجنَائِزِ ، وإِجابة الدَّعوةِ ، وتَشمِيت العْاطِسِ » متفق عليه .
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim yang lain ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan bertasymit kepada yang bersin." (Muttafaq ‘alaih)
وفي رواية لمسلمٍ : « حق الْمُسْلمِ سِتٌّ : إِذا لقِيتَهُ فسلِّم عليْهِ ، وإِذَا دَعاكَ فَأَجبْهُ ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصحْ لهُ ، وإِذا عطَس فحمِد اللَّه فَشَمِّتْهُ . وَإِذَا مرِضَ فَعُدْهُ ، وَإِذَا ماتَ فاتْبعهُ».
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim lain ada enam: Apabila kamu bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya; apabila dia mengundangmu, maka datanglah; apabila dia meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah; apabila dia bersin lalu memuji Allah, maka bertasymitlah kepadanya; apabila dia sakit, maka jenguklah, dan apabila dia meninggal dunia, maka iringilah jenazahnya." (HR. Muslim)
View Details
72.KUNCI ISTIQOMAH KEDUA
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
...
Asas kedua, yang dengannya hati menjadi istiqamah adalah mengagungkan perintah dan juglarangan, dan pengagungan tersebut tumbuh dari pengagungan kepada Rabb yang memberikan perintah dan larangan (yaitu Allah), karena sesungguhnya Allah Ta'ala menghinakan siapa saja yang tidak mengagungkan-Nya dan tidak pula mengagungkan perintah dan larangan-Nya. Allah Ta'ala berfirman:
مَّا لَكُمْ لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا
"Mengapa kalian tidak takut akan kebesaran Allah? (QS. Nuh: 13)
....
View Details
- KEUTAMAAN MENGHADIRI UNDANGAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-243 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه أَنَّ رسول الَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « حقُّ الْمُسْلمِِ عَلَى الْمُسْلِمِ خمسٌ : رَدُّ السَّلامِ ، وَعِيَادَةُ الْمرِيضَ ، واتِّبَاعُ الْجنَائِزِ ، وإِجابة الدَّعوةِ ، وتَشمِيت العْاطِسِ » متفق عليه .
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim yang lain ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan bertasymit kepada yang bersin." (Muttafaq ‘alaih)
وفي رواية لمسلمٍ : « حق الْمُسْلمِ سِتٌّ : إِذا لقِيتَهُ فسلِّم عليْهِ ، وإِذَا دَعاكَ فَأَجبْهُ ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصحْ لهُ ، وإِذا عطَس فحمِد اللَّه فَشَمِّتْهُ . وَإِذَا مرِضَ فَعُدْهُ ، وَإِذَا ماتَ فاتْبعهُ».
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim lain ada enam: Apabila kamu bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya; apabila dia mengundangmu, maka datanglah; apabila dia meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah; apabila dia bersin lalu memuji Allah, maka bertasymitlah kepadanya; apabila dia sakit, maka jenguklah, dan apabila dia meninggal dunia, maka iringilah jenazahnya." (HR. Muslim)
View Details
- ADAB MENGANTARKAN JENAZAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-243 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه أَنَّ رسول الَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « حقُّ الْمُسْلمِِ عَلَى الْمُسْلِمِ خمسٌ : رَدُّ السَّلامِ ، وَعِيَادَةُ الْمرِيضَ ، واتِّبَاعُ الْجنَائِزِ ، وإِجابة الدَّعوةِ ، وتَشمِيت العْاطِسِ » متفق عليه .
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim yang lain ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan bertasymit kepada yang bersin." (Muttafaq ‘alaih)
وفي رواية لمسلمٍ : « حق الْمُسْلمِ سِتٌّ : إِذا لقِيتَهُ فسلِّم عليْهِ ، وإِذَا دَعاكَ فَأَجبْهُ ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصحْ لهُ ، وإِذا عطَس فحمِد اللَّه فَشَمِّتْهُ . وَإِذَا مرِضَ فَعُدْهُ ، وَإِذَا ماتَ فاتْبعهُ».
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim lain ada enam: Apabila kamu bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya; apabila dia mengundangmu, maka datanglah; apabila dia meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah; apabila dia bersin lalu memuji Allah, maka bertasymitlah kepadanya; apabila dia sakit, maka jenguklah, dan apabila dia meninggal dunia, maka iringilah jenazahnya." (HR. Muslim)
View Details
-
PAHALA MENAHAN AMARAH
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
View Details
- PAHALA MENGIRINGI JENAZAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-243 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه أَنَّ رسول الَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « حقُّ الْمُسْلمِِ عَلَى الْمُسْلِمِ خمسٌ : رَدُّ السَّلامِ ، وَعِيَادَةُ الْمرِيضَ ، واتِّبَاعُ الْجنَائِزِ ، وإِجابة الدَّعوةِ ، وتَشمِيت العْاطِسِ » متفق عليه .
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim yang lain ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan bertasymit kepada yang bersin." (Muttafaq ‘alaih)
وفي رواية لمسلمٍ : « حق الْمُسْلمِ سِتٌّ : إِذا لقِيتَهُ فسلِّم عليْهِ ، وإِذَا دَعاكَ فَأَجبْهُ ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصحْ لهُ ، وإِذا عطَس فحمِد اللَّه فَشَمِّتْهُ . وَإِذَا مرِضَ فَعُدْهُ ، وَإِذَا ماتَ فاتْبعهُ».
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim lain ada enam: Apabila kamu bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya; apabila dia mengundangmu, maka datanglah; apabila dia meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah; apabila dia bersin lalu memuji Allah, maka bertasymitlah kepadanya; apabila dia sakit, maka jenguklah, dan apabila dia meninggal dunia, maka iringilah jenazahnya." (HR. Muslim)
View Details
- ADAB-ADAB MENJENGUK ORANG SAKIT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-243 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه أَنَّ رسول الَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « حقُّ الْمُسْلمِِ عَلَى الْمُسْلِمِ خمسٌ : رَدُّ السَّلامِ ، وَعِيَادَةُ الْمرِيضَ ، واتِّبَاعُ الْجنَائِزِ ، وإِجابة الدَّعوةِ ، وتَشمِيت العْاطِسِ » متفق عليه .
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim yang lain ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan bertasymit kepada yang bersin." (Muttafaq ‘alaih)
وفي رواية لمسلمٍ : « حق الْمُسْلمِ سِتٌّ : إِذا لقِيتَهُ فسلِّم عليْهِ ، وإِذَا دَعاكَ فَأَجبْهُ ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصحْ لهُ ، وإِذا عطَس فحمِد اللَّه فَشَمِّتْهُ . وَإِذَا مرِضَ فَعُدْهُ ، وَإِذَا ماتَ فاتْبعهُ».
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim lain ada enam: Apabila kamu bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya; apabila dia mengundangmu, maka datanglah; apabila dia meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah; apabila dia bersin lalu memuji Allah, maka bertasymitlah kepadanya; apabila dia sakit, maka jenguklah, dan apabila dia meninggal dunia, maka iringilah jenazahnya." (HR. Muslim)
View Details
- PAHALA MENJENGUK ORANG SAKIT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-243 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه أَنَّ رسول الَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « حقُّ الْمُسْلمِِ عَلَى الْمُسْلِمِ خمسٌ : رَدُّ السَّلامِ ، وَعِيَادَةُ الْمرِيضَ ، واتِّبَاعُ الْجنَائِزِ ، وإِجابة الدَّعوةِ ، وتَشمِيت العْاطِسِ » متفق عليه .
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim yang lain ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan bertasymit kepada yang bersin." (Muttafaq ‘alaih)
وفي رواية لمسلمٍ : « حق الْمُسْلمِ سِتٌّ : إِذا لقِيتَهُ فسلِّم عليْهِ ، وإِذَا دَعاكَ فَأَجبْهُ ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصحْ لهُ ، وإِذا عطَس فحمِد اللَّه فَشَمِّتْهُ . وَإِذَا مرِضَ فَعُدْهُ ، وَإِذَا ماتَ فاتْبعهُ».
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim lain ada enam: Apabila kamu bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya; apabila dia mengundangmu, maka datanglah; apabila dia meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah; apabila dia bersin lalu memuji Allah, maka bertasymitlah kepadanya; apabila dia sakit, maka jenguklah, dan apabila dia meninggal dunia, maka iringilah jenazahnya." (HR. Muslim)
View Details
- HAK MUSLIM YANG HARUS DITUNAIKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-243 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه أَنَّ رسول الَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « حقُّ الْمُسْلمِِ عَلَى الْمُسْلِمِ خمسٌ : رَدُّ السَّلامِ ، وَعِيَادَةُ الْمرِيضَ ، واتِّبَاعُ الْجنَائِزِ ، وإِجابة الدَّعوةِ ، وتَشمِيت العْاطِسِ » متفق عليه .
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim yang lain ada lima: Menjawab salam, menjenguk yang sakit, mengiringi jenazah, memenuhi undangan, dan bertasymit kepada yang bersin." (Muttafaq ‘alaih)
وفي رواية لمسلمٍ : « حق الْمُسْلمِ سِتٌّ : إِذا لقِيتَهُ فسلِّم عليْهِ ، وإِذَا دَعاكَ فَأَجبْهُ ، وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصحْ لهُ ، وإِذا عطَس فحمِد اللَّه فَشَمِّتْهُ . وَإِذَا مرِضَ فَعُدْهُ ، وَإِذَا ماتَ فاتْبعهُ».
"Hak seorang Muslim terhadap Muslim lain ada enam: Apabila kamu bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya; apabila dia mengundangmu, maka datanglah; apabila dia meminta nasihat kepadamu, maka nasihatilah; apabila dia bersin lalu memuji Allah, maka bertasymitlah kepadanya; apabila dia sakit, maka jenguklah, dan apabila dia meninggal dunia, maka iringilah jenazahnya." (HR. Muslim)
View Details
- KUNCI MENDAPATKAN TAUFIK DARI ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
View Details
- RIDHO ALLAH ﷻ ATAU RIDHO MANUSIA?
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
Seorang hamba akan berada pada jalan yang lurus hanyalah dengan keistiqamahan hati dan anggota badannya. Keistiqamahan hati dibangun dengan dua asas penting:
Asas pertama, lebih mengutamakan kecintaan kepada Allah melebihi segala hal yang dicintai. Apabila kecintaan kepada Allah ber-lawanan dengan kecintaan kepada selain-Nya, maka kecintaan kepada Allah akan mendahului kecintaan kepada selain-Nya sehingga akibat dari itu merupakan konsekuensinya. Hal ini sangatlah mudah apabila hanya dengan klaim semata, dan sangatlah susah dengan perbuatan (ketika terdapat ujian maka hamba itu akan dimuliakan atau dihinakan).
Alangkah banyaknya orang yang lebih mengutamakan apa yang dicintai dan diinginkannya, atau dicintai oleh pembesarnya, pemimpinnya, gurunya, keluarganya atas apa yang dicintai oleh Allah. Maka orang ini, kecintaan kepada Allah belum dikedepankan dalam hatinya pada seluruh apa yang dicintai, kecintaan itu juga bukan me-rupakan raja yang memerintahnya, dan ia tidak memperoleh sedikit pun dari kecintaan itu melainkan kepayahan dan penghalangan sebagai bentuk balasan baginya karena lebih mengedepankan hawa nafsunya dan cenderung kepada orang yang ia agungkan dari kalangan manusia atau lebih ia cintai dari Allah Ta'ala.
Sungguh, Allah Ta'ala telah menetapkan satu ketetapan yang tidak bisa ditolak dan dicegah, yakni bahwa siapa saja yang mencintai sesuatu selain-Nya maka akan disiksa dengannya dan mesti terjadi; siapa yang takut kepada selain-Nya maka akan dikuasakan kepadanya; siapa yang menyibukkan diri dengan sesuatu selain-Nya maka itu adalah kesialan baginya; siapa yang lebih mengutamakan selain-Nya maka ia tidak akan diberkahi; dan siapa yang menyenangkan selain-Nya dengan kemurkaan-Nya maka ia akan dimurkai dan mesti terjadi.
View Details
- TOLONG ORANG YANG ZHALIM & TERZHALIMI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-242 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhu
Dari Anas Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « انْصُرْ أَخَاكَ ظَالِماً أَوْ مَظْلُوماً» فقَالَ رَجُلٌ: يَا رسول اللَّه أَنْصرهُ إِذَا كَانَ مَظلُوماً أَرَأَيْتَ إِنْ كَانَ ظَالِماً كَيْفَ أَنْصُرُهُ ؟ قال: « تَحْجُزُهُ أَوْ تَمْنعُهُ مِنَ الظُّلْمِ فَإِنَّ ذلِك نَصْرُهْ » رواه البخاري
"Tolonglah saudaramu ketika dia berbuat aniaya atau dianiaya." Maka seorang laki-laki bertanya, "Wahai Rasulullah, saya menolongnya bila dia dianiaya, tetapi beritahukan kepadaku bagaimana saya menolongnya apabila dia berbuat aniaya?" Beliau menjawab, "Engkau mencegahnya -atau melarangnya- berbuat aniaya, karena yang demikian itu berarti menolongnya.” (HR. Bukhari)
View Details
- MENDAHULUKAN SAUDARA KITA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-241 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhu
Dari Anas Radhiallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لا يُؤْمِنُ أَحدُكُمْ حتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ » متفقٌ عليه
"Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- CINTAILAH DIRINYA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-241 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhu
Dari Anas Radhiallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لا يُؤْمِنُ أَحدُكُمْ حتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ » متفقٌ عليه
"Tidaklah beriman seseorang dari kalian sehingga dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya." (Muttafaq 'alaih)
View Details
Riyaadhushshaalihiin 636. "TANYA JAWAB" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MENGGAGALKAN PENJUALAN ORANG LAIN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-240 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَحاسدُوا ولا تناجشُوا ولا تَباغَضُوا ولا تَدابرُوا ولا يبِعْ بعْضُكُمْ عَلَى بيْعِ بعْضٍ ، وكُونُوا عِبادَ اللَّه إِخْواناً. المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِم لا يَظلِمُه ولا يَحْقِرُهُ ولا يَخْذُلُهُ . التَّقْوَى هَاهُنا ويُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مرَّاتٍ بِحسْبِ امْرِيءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِر أَخاهُ المسلم . كُلَّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حرامٌ دمُهُ ومالُهُ وعِرْضُهُ » رواه مسلم .
"Janganlah kalian saling hasad, saling berbuat najasy, saling membenci, dan saling membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian menjual atas penjualan sebagian yang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, dia tidak menganiayanya, tidak meremehkannya, dan tidak membiarkannya. Takwa itu ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukuplah seseorang itu dianggap buruk, bila dia merendahkan saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim atas Muslim lain adalah haram; darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim)
View Details
- DILARANG SALING MEMBELAKANGI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-240 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَحاسدُوا ولا تناجشُوا ولا تَباغَضُوا ولا تَدابرُوا ولا يبِعْ بعْضُكُمْ عَلَى بيْعِ بعْضٍ ، وكُونُوا عِبادَ اللَّه إِخْواناً. المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِم لا يَظلِمُه ولا يَحْقِرُهُ ولا يَخْذُلُهُ . التَّقْوَى هَاهُنا ويُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مرَّاتٍ بِحسْبِ امْرِيءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِر أَخاهُ المسلم . كُلَّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حرامٌ دمُهُ ومالُهُ وعِرْضُهُ » رواه مسلم .
"Janganlah kalian saling hasad, saling berbuat najasy, saling membenci, dan saling membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian menjual atas penjualan sebagian yang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, dia tidak menganiayanya, tidak meremehkannya, dan tidak membiarkannya. Takwa itu ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukuplah seseorang itu dianggap buruk, bila dia merendahkan saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim atas Muslim lain adalah haram; darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim)
View Details
- JANGANLAH SALING MEMBENCI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-240 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَحاسدُوا ولا تناجشُوا ولا تَباغَضُوا ولا تَدابرُوا ولا يبِعْ بعْضُكُمْ عَلَى بيْعِ بعْضٍ ، وكُونُوا عِبادَ اللَّه إِخْواناً. المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِم لا يَظلِمُه ولا يَحْقِرُهُ ولا يَخْذُلُهُ . التَّقْوَى هَاهُنا ويُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مرَّاتٍ بِحسْبِ امْرِيءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِر أَخاهُ المسلم . كُلَّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حرامٌ دمُهُ ومالُهُ وعِرْضُهُ » رواه مسلم .
"Janganlah kalian saling hasad, saling berbuat najasy, saling membenci, dan saling membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian menjual atas penjualan sebagian yang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, dia tidak menganiayanya, tidak meremehkannya, dan tidak membiarkannya. Takwa itu ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukuplah seseorang itu dianggap buruk, bila dia merendahkan saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim atas Muslim lain adalah haram; darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim)
View Details
- LARANGAN BERBUAT NAJASY
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-240 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَحاسدُوا ولا تناجشُوا ولا تَباغَضُوا ولا تَدابرُوا ولا يبِعْ بعْضُكُمْ عَلَى بيْعِ بعْضٍ ، وكُونُوا عِبادَ اللَّه إِخْواناً. المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِم لا يَظلِمُه ولا يَحْقِرُهُ ولا يَخْذُلُهُ . التَّقْوَى هَاهُنا ويُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مرَّاتٍ بِحسْبِ امْرِيءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِر أَخاهُ المسلم . كُلَّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حرامٌ دمُهُ ومالُهُ وعِرْضُهُ » رواه مسلم .
"Janganlah kalian saling hasad, saling berbuat najasy, saling membenci, dan saling membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian menjual atas penjualan sebagian yang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, dia tidak menganiayanya, tidak meremehkannya, dan tidak membiarkannya. Takwa itu ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukuplah seseorang itu dianggap buruk, bila dia merendahkan saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim atas Muslim lain adalah haram; darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim)
View Details
- DAMPAK BURUK HASAD
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-240 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَحاسدُوا ولا تناجشُوا ولا تَباغَضُوا ولا تَدابرُوا ولا يبِعْ بعْضُكُمْ عَلَى بيْعِ بعْضٍ ، وكُونُوا عِبادَ اللَّه إِخْواناً. المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِم لا يَظلِمُه ولا يَحْقِرُهُ ولا يَخْذُلُهُ . التَّقْوَى هَاهُنا ويُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مرَّاتٍ بِحسْبِ امْرِيءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِر أَخاهُ المسلم . كُلَّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حرامٌ دمُهُ ومالُهُ وعِرْضُهُ » رواه مسلم .
"Janganlah kalian saling hasad, saling berbuat najsy, saling membenci, dan saling membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian menjual atas penjualan sebagian yang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, dia tidak menganiayanya, tidak meremehkannya, dan tidak membiarkannya. Takwa itu ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukuplah seseorang itu dianggap buruk, bila dia merendahkan saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim atas Muslim lain adalah haram; darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim)
View Details
- SATU NYAWA SAMA DENGAN SEMUA NYAWA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
QS. Al-Ma'idah: 32
Allah berfirman,
مِنْ أَجْلِ ذَٰلِكَ كَتَبْنَا عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَنَّهُۥ مَن قَتَلَ نَفْسًۢا بِغَيْرِ نَفْسٍ أَوْ فَسَادٍ فِى ٱلْأَرْضِ فَكَأَنَّمَا قَتَلَ ٱلنَّاسَ جَمِيعًا وَمَنْ أَحْيَاهَا فَكَأَنَّمَآ أَحْيَا ٱلنَّاسَ جَمِيعًا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا بِٱلْبَيِّنَٰتِ ثُمَّ إِنَّ كَثِيرًا مِّنْهُم بَعْدَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْأَرْضِ لَمُسْرِفُونَ
Oleh karena itu Kami tetapkan (suatu hukum) bagi Bani Israil, bahwa: barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya. Dan sesungguhnya telah datang kepada mereka rasul-rasul Kami dengan (membawa) keterangan-keterangan yang jelas, kemudian banyak diantara mereka sesudah itu sungguh-sungguh melampaui batas dalam berbuat kerusakan dimuka bumi. (QS. Al-Maidah: 32)
View Details
- SEBAB HILANGNYA KEBERKAHAN
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
Seorang hamba akan berada pada jalan yang lurus hanyalah dengan keistiqamahan hati dan anggota badannya. Keistiqamahan hati dibangun dengan dua asas penting:
Asas pertama, lebih mengutamakan kecintaan kepada Allah melebihi segala hal yang dicintai. Apabila kecintaan kepada Allah ber-lawanan dengan kecintaan kepada selain-Nya, maka kecintaan kepada Allah akan mendahului kecintaan kepada selain-Nya sehingga akibat dari itu merupakan konsekuensinya. Hal ini sangatlah mudah apabila hanya dengan klaim semata, dan sangatlah susah dengan perbuatan (ketika terdapat ujian maka hamba itu akan dimuliakan atau dihinakan).
Alangkah banyaknya orang yang lebih mengutamakan apa yang dicintai dan diinginkannya, atau dicintai oleh pembesarnya, pemimpinnya, gurunya, keluarganya atas apa yang dicintai oleh Allah. Maka orang ini, kecintaan kepada Allah belum dikedepankan dalam hatinya pada seluruh apa yang dicintai, kecintaan itu juga bukan me-rupakan raja yang memerintahnya, dan ia tidak memperoleh sedikit pun dari kecintaan itu melainkan kepayahan dan penghalangan sebagai bentuk balasan baginya karena lebih mengedepankan hawa nafsunya dan cenderung kepada orang yang ia agungkan dari kalangan manusia atau lebih ia cintai dari Allah Ta'ala.
Sungguh, Allah Ta'ala telah menetapkan satu ketetapan yang tidak bisa ditolak dan dicegah, yakni bahwa siapa saja yang mencintai sesuatu selain-Nya maka akan disiksa dengannya dan mesti terjadi; siapa yang takut kepada selain-Nya maka akan dikuasakan kepadanya; siapa yang menyibukkan diri dengan sesuatu selain-Nya maka itu adalah kesialan baginya; siapa yang lebih mengutamakan selain-Nya maka ia tidak akan diberkahi; dan siapa yang menyenangkan selain-Nya dengan kemurkaan-Nya maka ia akan dimurkai dan mesti terjadi.
View Details
- ANTARA HASAD & DIHASADI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-240 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَحاسدُوا ولا تناجشُوا ولا تَباغَضُوا ولا تَدابرُوا ولا يبِعْ بعْضُكُمْ عَلَى بيْعِ بعْضٍ ، وكُونُوا عِبادَ اللَّه إِخْواناً. المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِم لا يَظلِمُه ولا يَحْقِرُهُ ولا يَخْذُلُهُ . التَّقْوَى هَاهُنا ويُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مرَّاتٍ بِحسْبِ امْرِيءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِر أَخاهُ المسلم . كُلَّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حرامٌ دمُهُ ومالُهُ وعِرْضُهُ » رواه مسلم .
"Janganlah kalian saling hasad, saling berbuat najsy, saling membenci, dan saling membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian menjual atas penjualan sebagian yang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, dia tidak menganiayanya, tidak meremehkannya, dan tidak membiarkannya. Takwa itu ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukuplah seseorang itu dianggap buruk, bila dia merendahkan saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim atas Muslim lain adalah haram; darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim)
View Details
- PIHAK YANG PERTAMA KALI HASAD
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-240 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَحاسدُوا ولا تناجشُوا ولا تَباغَضُوا ولا تَدابرُوا ولا يبِعْ بعْضُكُمْ عَلَى بيْعِ بعْضٍ ، وكُونُوا عِبادَ اللَّه إِخْواناً. المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِم لا يَظلِمُه ولا يَحْقِرُهُ ولا يَخْذُلُهُ . التَّقْوَى هَاهُنا ويُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مرَّاتٍ بِحسْبِ امْرِيءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِر أَخاهُ المسلم . كُلَّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حرامٌ دمُهُ ومالُهُ وعِرْضُهُ » رواه مسلم .
"Janganlah kalian saling hasad, saling berbuat najsy, saling membenci, dan saling membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian menjual atas penjualan sebagian yang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, dia tidak menganiayanya, tidak meremehkannya, dan tidak membiarkannya. Takwa itu ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukuplah seseorang itu dianggap buruk, bila dia merendahkan saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim atas Muslim lain adalah haram; darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim)
View Details
- MENYIKAPI ORANG YANG HASAD
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-240 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَحاسدُوا ولا تناجشُوا ولا تَباغَضُوا ولا تَدابرُوا ولا يبِعْ بعْضُكُمْ عَلَى بيْعِ بعْضٍ ، وكُونُوا عِبادَ اللَّه إِخْواناً. المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِم لا يَظلِمُه ولا يَحْقِرُهُ ولا يَخْذُلُهُ . التَّقْوَى هَاهُنا ويُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مرَّاتٍ بِحسْبِ امْرِيءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِر أَخاهُ المسلم . كُلَّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حرامٌ دمُهُ ومالُهُ وعِرْضُهُ » رواه مسلم .
"Janganlah kalian saling hasad, saling berbuat najsy, saling membenci, dan saling membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian menjual atas penjualan sebagian yang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, dia tidak menganiayanya, tidak meremehkannya, dan tidak membiarkannya. Takwa itu ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukuplah seseorang itu dianggap buruk, bila dia merendahkan saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim atas Muslim lain adalah haram; darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim)
View Details
-
MEMBERIKAN MAKAN PADA ORANG LAIN
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
View Details
- TANYA JAWAB
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-240 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَحاسدُوا ولا تناجشُوا ولا تَباغَضُوا ولا تَدابرُوا ولا يبِعْ بعْضُكُمْ عَلَى بيْعِ بعْضٍ ، وكُونُوا عِبادَ اللَّه إِخْواناً. المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِم لا يَظلِمُه ولا يَحْقِرُهُ ولا يَخْذُلُهُ . التَّقْوَى هَاهُنا ويُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مرَّاتٍ بِحسْبِ امْرِيءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِر أَخاهُ المسلم . كُلَّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حرامٌ دمُهُ ومالُهُ وعِرْضُهُ » رواه مسلم .
"Janganlah kalian saling hasad, saling berbuat najsy, saling membenci, dan saling membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian menjual atas penjualan sebagian yang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, dia tidak menganiayanya, tidak meremehkannya, dan tidak membiarkannya. Takwa itu ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukuplah seseorang itu dianggap buruk, bila dia merendahkan saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim atas Muslim lain adalah haram; darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim)
View Details
- OBAT DARI PENYAKIT HASAD
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-240 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَحاسدُوا ولا تناجشُوا ولا تَباغَضُوا ولا تَدابرُوا ولا يبِعْ بعْضُكُمْ عَلَى بيْعِ بعْضٍ ، وكُونُوا عِبادَ اللَّه إِخْواناً. المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِم لا يَظلِمُه ولا يَحْقِرُهُ ولا يَخْذُلُهُ . التَّقْوَى هَاهُنا ويُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مرَّاتٍ بِحسْبِ امْرِيءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِر أَخاهُ المسلم . كُلَّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حرامٌ دمُهُ ومالُهُ وعِرْضُهُ » رواه مسلم .
"Janganlah kalian saling hasad, saling berbuat najsy, saling membenci, dan saling membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian menjual atas penjualan sebagian yang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, dia tidak menganiayanya, tidak meremehkannya, dan tidak membiarkannya. Takwa itu ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukuplah seseorang itu dianggap buruk, bila dia merendahkan saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim atas Muslim lain adalah haram; darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim)
View Details
- SEBAB-SEBAB HASAD
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-240 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَحاسدُوا ولا تناجشُوا ولا تَباغَضُوا ولا تَدابرُوا ولا يبِعْ بعْضُكُمْ عَلَى بيْعِ بعْضٍ ، وكُونُوا عِبادَ اللَّه إِخْواناً. المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِم لا يَظلِمُه ولا يَحْقِرُهُ ولا يَخْذُلُهُ . التَّقْوَى هَاهُنا ويُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مرَّاتٍ بِحسْبِ امْرِيءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِر أَخاهُ المسلم . كُلَّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حرامٌ دمُهُ ومالُهُ وعِرْضُهُ » رواه مسلم .
"Janganlah kalian saling hasad, saling berbuat najsy, saling membenci, dan saling membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian menjual atas penjualan sebagian yang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, dia tidak menganiayanya, tidak meremehkannya, dan tidak membiarkannya. Takwa itu ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukuplah seseorang itu dianggap buruk, bila dia merendahkan saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim atas Muslim lain adalah haram; darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim)
View Details
- KESIBUKANMU KEBAHAGIAANMU
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
View Details
- JANGAN SALING HASAD
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-240 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تَحاسدُوا ولا تناجشُوا ولا تَباغَضُوا ولا تَدابرُوا ولا يبِعْ بعْضُكُمْ عَلَى بيْعِ بعْضٍ ، وكُونُوا عِبادَ اللَّه إِخْواناً. المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِم لا يَظلِمُه ولا يَحْقِرُهُ ولا يَخْذُلُهُ . التَّقْوَى هَاهُنا ويُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مرَّاتٍ بِحسْبِ امْرِيءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِر أَخاهُ المسلم . كُلَّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حرامٌ دمُهُ ومالُهُ وعِرْضُهُ » رواه مسلم .
"Janganlah kalian saling hasad, saling berbuat najsy, saling membenci, dan saling membelakangi, dan janganlah sebagian dari kalian menjual atas penjualan sebagian yang lain, dan jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara Muslim lainnya, dia tidak menganiayanya, tidak meremehkannya, dan tidak membiarkannya. Takwa itu ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukuplah seseorang itu dianggap buruk, bila dia merendahkan saudaranya yang Muslim. Setiap Muslim atas Muslim lain adalah haram; darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim)
View Details
- ILMU ADALAH IBADAH HATI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
View Details
- DI SINILAH TAQWA-MU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-239 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِم لا يخُونُه ولا يكْذِبُهُ ولا يخْذُلُهُ ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حرامٌ عِرْضُهُ ومالُه ودمُهُ التَّقْوَى هَاهُنا ، بِحسْبِ امْرِىءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخاهُ المسلم» رواه الترمذيُّ وقال : حديث حسن
"Orang Muslim itu saudara Muslim yang lain, dia tidak mengkhianatinya, tidak membohonginya, dan tidak membiarkannya. Setiap Muslim atas Muslim yang lain adalah haram; kehormatan, harta, dan darahnya. Takwa itu di sini. Cukuplah seseorang itu dianggap buruk, bila dia menghina saudaranya yang Muslim." (HR. Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan.”)
View Details
-
KUNCI SALING MENCINTAI
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2, Pasal 1, Poin 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
Jika ia melihat orang yang belum melaksanakan Shalat maupun bersuci dengan baik atau perkara syari’at lainnya ia mengajarinya dengan ramah dan lemah lembut, sebagaimana Nabi berbuat demikian kepada orang badui yang kencing di masjid juga dengan Muawiyah bin Hakam ketika berbicara dalam shalat
View Details
- HUKUM BERKHIANAT & DAMPAKNYA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-239 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِم لا يخُونُه ولا يكْذِبُهُ ولا يخْذُلُهُ ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حرامٌ عِرْضُهُ ومالُه ودمُهُ التَّقْوَى هَاهُنا ، بِحسْبِ امْرِىءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخاهُ المسلم» رواه الترمذيُّ وقال : حديث حسن
"Orang Muslim itu saudara Muslim yang lain, dia tidak mengkhianatinya, tidak membohonginya, dan tidak membiarkannya. Setiap Muslim atas Muslim yang lain adalah haram; kehormatan, harta, dan darahnya. Takwa itu di sini. Cukuplah seseorang itu dianggap buruk, bila dia menghina saudaranya yang Muslim." (HR. Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan.”)
View Details
- JANGAN KHIANATI SAUDARAMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-239 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «المُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِم لا يخُونُه ولا يكْذِبُهُ ولا يخْذُلُهُ ، كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حرامٌ عِرْضُهُ ومالُه ودمُهُ التَّقْوَى هَاهُنا ، بِحسْبِ امْرِىءٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَ أَخاهُ المسلم» رواه الترمذيُّ وقال : حديث حسن
"Orang Muslim itu saudara Muslim yang lain, dia tidak mengkhianatinya, tidak membohonginya, dan tidak membiarkannya. Setiap Muslim atas Muslim yang lain adalah haram; kehormatan, harta, dan darahnya. Takwa itu di sini. Cukuplah seseorang itu dianggap buruk, bila dia menghina saudaranya yang Muslim." (HR. Tirmidzi, beliau berkata, "Hadits hasan.”)
View Details
- MENUTUP AIB SAUDARAMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-238 | Hadits Ibnu Umar -Radhiallahu 'anhu
Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihii wa Sallam bersabda,
وعن ابن عمر رضي اللَّه عنهما أَنَّ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ ، لا يظْلِمُه ، ولا يُسْلِمهُ ، منْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حاجتِهِ ، ومَنْ فَرَّج عنْ مُسْلِمٍ كُرْبةً فَرَّجَ اللَّهُ عنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يوْمَ الْقِيامَةِ ، ومَنْ ستر مُسْلِماً سَتَرهُ اللَّهُ يَوْم الْقِيَامَةِ » متفقٌ عليه
"Orang Muslim adalah saudara Muslim yang Iain, dia tidak menzhaliminya dan tidak menyerahkannya. Barangsiapa yang memenuhi keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barangsiapa yang menghilangkan satu kesulitan dari orang Muslim, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan Hari Kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi (kejelekan) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (kejelekan)nya pada Hari Kiamat." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- BANTU URUSAN SAUDARAMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-238 | Hadits Ibnu Umar -Radhiallahu 'anhu
Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihii wa Sallam bersabda,
وعن ابن عمر رضي اللَّه عنهما أَنَّ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ ، لا يظْلِمُه ، ولا يُسْلِمهُ ، منْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حاجتِهِ ، ومَنْ فَرَّج عنْ مُسْلِمٍ كُرْبةً فَرَّجَ اللَّهُ عنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يوْمَ الْقِيامَةِ ، ومَنْ ستر مُسْلِماً سَتَرهُ اللَّهُ يَوْم الْقِيَامَةِ » متفقٌ عليه
"Orang Muslim adalah saudara Muslim yang Iain, dia tidak menzhaliminya dan tidak menyerahkannya. Barangsiapa yang memenuhi keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barangsiapa yang menghilangkan satu kesulitan dari orang Muslim, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan Hari Kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi (kejelekan) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (kejelekan)nya pada Hari Kiamat." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- SIKAP KETIKA MENDENGAR GHIBAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-238 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu
Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihii wa Sallam bersabda,
وعن ابن عمر رضي اللَّه عنهما أَنَّ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ ، لا يظْلِمُه ، ولا يُسْلِمهُ ، منْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حاجتِهِ ، ومَنْ فَرَّج عنْ مُسْلِمٍ كُرْبةً فَرَّجَ اللَّهُ عنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يوْمَ الْقِيامَةِ ، ومَنْ ستر مُسْلِماً سَتَرهُ اللَّهُ يَوْم الْقِيَامَةِ » متفقٌ عليه
"Orang Muslim adalah saudara Muslim yang Iain, dia tidak menzhaliminya dan tidak menyerahkannya. Barangsiapa yang memenuhi keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barangsiapa yang menghilangkan satu kesulitan dari orang Muslim, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan Hari Kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi (kejelekan) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (kejelekan)nya pada Hari Kiamat." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- SOLUSI PARANOID
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
Seorang hamba akan berada pada jalan yang lurus hanyalah dengan keistiqamahan hati dan anggota badannya. Keistiqamahan hati dibangun dengan dua asas penting:
Asas pertama, lebih mengutamakan kecintaan kepada Allah melebihi segala hal yang dicintai. Apabila kecintaan kepada Allah ber-lawanan dengan kecintaan kepada selain-Nya, maka kecintaan kepada Allah akan mendahului kecintaan kepada selain-Nya sehingga akibat dari itu merupakan konsekuensinya. Hal ini sangatlah mudah apabila hanya dengan klaim semata, dan sangatlah susah dengan perbuatan (ketika terdapat ujian maka hamba itu akan dimuliakan atau dihinakan).
Alangkah banyaknya orang yang lebih mengutamakan apa yang dicintai dan diinginkannya, atau dicintai oleh pembesarnya, pemimpinnya, gurunya, keluarganya atas apa yang dicintai oleh Allah. Maka orang ini, kecintaan kepada Allah belum dikedepankan dalam hatinya pada seluruh apa yang dicintai, kecintaan itu juga bukan me-rupakan raja yang memerintahnya, dan ia tidak memperoleh sedikit pun dari kecintaan itu melainkan kepayahan dan penghalangan sebagai bentuk balasan baginya karena lebih mengedepankan hawa nafsunya dan cenderung kepada orang yang ia agungkan dari kalangan manusia atau lebih ia cintai dari Allah Ta'ala.
Sungguh, Allah Ta'ala telah menetapkan satu ketetapan yang tidak bisa ditolak dan dicegah, yakni bahwa siapa saja yang mencintai sesuatu selain-Nya maka akan disiksa dengannya dan mesti terjadi; siapa yang takut kepada selain-Nya maka akan dikuasakan kepadanya; siapa yang menyibukkan diri dengan sesuatu selain-Nya maka itu adalah kesialan baginya; siapa yang lebih mengutamakan selain-Nya maka ia tidak akan diberkahi; dan siapa yang menyenangkan selain-Nya dengan kemurkaan-Nya maka ia akan dimurkai dan mesti terjadi.
View Details
- JANGAN ZHALIMI SAUDARAMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-238 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu
Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihii wa Sallam bersabda,
وعن ابن عمر رضي اللَّه عنهما أَنَّ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ ، لا يظْلِمُه ، ولا يُسْلِمهُ ، منْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حاجتِهِ ، ومَنْ فَرَّج عنْ مُسْلِمٍ كُرْبةً فَرَّجَ اللَّهُ عنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يوْمَ الْقِيامَةِ ، ومَنْ ستر مُسْلِماً سَتَرهُ اللَّهُ يَوْم الْقِيَامَةِ » متفقٌ عليه
"Orang Muslim adalah saudara Muslim yang Iain, dia tidak menzhaliminya dan tidak menyerahkannya. Barangsiapa yang memenuhi keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barangsiapa yang menghilangkan satu kesulitan dari orang Muslim, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan Hari Kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi (kejelekan) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (kejelekan)nya pada Hari Kiamat." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- KITA INI SAUDARA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-238 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu
Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihii wa Sallam bersabda,
وعن ابن عمر رضي اللَّه عنهما أَنَّ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « المُسْلِمُ أَخُو المُسْلِمِ ، لا يظْلِمُه ، ولا يُسْلِمهُ ، منْ كَانَ فِي حَاجَةِ أَخِيهِ كَانَ اللَّهُ فِي حاجتِهِ ، ومَنْ فَرَّج عنْ مُسْلِمٍ كُرْبةً فَرَّجَ اللَّهُ عنْهُ بِهَا كُرْبَةً مِنْ كُرَبِ يوْمَ الْقِيامَةِ ، ومَنْ ستر مُسْلِماً سَتَرهُ اللَّهُ يَوْم الْقِيَامَةِ » متفقٌ عليه
"Orang Muslim adalah saudara Muslim yang Iain, dia tidak menzhaliminya dan tidak menyerahkannya. Barangsiapa yang memenuhi keperluan saudaranya, maka Allah akan memenuhi keperluannya. Barangsiapa yang menghilangkan satu kesulitan dari orang Muslim, maka Allah akan menghilangkan darinya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan Hari Kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi (kejelekan) seorang Muslim, maka Allah akan menutupi (kejelekan)nya pada Hari Kiamat." (Muttafaq 'alaih)
View Details
-
WAJAH YANG BERSERI
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2 Pasal 8
-
SEMANGAT BERMUAMALAH DENGAN AKHLAK MULIA
Bermuamalah kepada manusia dengan ahlak yang mulia seperti menampakkan wajah yang berseri, menyebarkan salam, memberi makan, menahan amarah, tidak mengganggu orang lain, Berempati terhadap kesulitan-kesulitan mereka, mendahulu kan kepentingan orang lain, tidak egois, berlaku adil tidak curang, berterimakasih atas kebaikan, memberikan kegembiraan, berusaha memenuhi kebutuhan orang lain, menggunakan kedudukannya untuk menolong orang lain, lemah lembut kepada orang-orang faqir, menyayangi tetangga dan kerabat, membantu menolong serta berbuat baik kepada murid.
Jika ia melihat orang yang belum melaksanakan Shalat maupun bersuci dengan baik atau perkara syari’at lainnya ia mengajarinya dengan ramah dan lemah lembut, sebagaimana Nabi berbuat demikian kepada orang badui yang kencing di masjid juga dengan Muawiyah bin Hakam ketika berbicara dalam shalat
View Details
- MENDAPATKAN JAMINAN ALLAH ﷻ
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-236 | Hadits Jundub Bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu
Dari Jundub bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن جُنْدِبِ بن عبد اللَّه رضي اللَّه عنه قال: قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم:«منْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبحِ فَهُوَ فِي ذِمةِ اللَّه فَلا يطْلُبنَّكُمْ اللَّهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ ، فَإِنَّهُ منْ يَطْلُبْهُ مِنْ ذِمَّتِهِ بِشَيْءٍ يُدرِكْه ، ثُمَّ يكُبُّهُ عَلَى وجْهِهِ في نَارِ جَهَنَّم » رواه مسلم
"Barangsiapa yang telah melaksanakan Shalat Shubuh, maka dia berada dalam jaminan Allah. Maka jangan sampai Allah menuntut kalian sedikit pun karena jaminanNya, karena barangsiapa yang Allah menuntutnya sedikit saja karena jaminanNya, niscaya Dia mendapatkannya kemudian mencampakkannya ke dalam Neraka Jahanam di atas wajahnya.” (HR. Muslim)
View Details
- TANGISAN ANAK SAAT SHALAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-236 | Hadits Abu Qatadah al-Harits bin Rib'i Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Qatadah al-Harits bin Rib'i Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي قَتادَةَ الْحارِثِ بنِ ربْعي رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «إِنِّي لأَقُومُ إِلَى الصَّلاةِ ، وَأُرِيدُ أَنْ أُطَوِّل فِيها ، فَأَسْمعُ بُكَاءَ الصَّبِيِّ ، فَأَتَجوَّزَ فِي صلاتِي كَرَاهِيَةَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمِّهِ » رواه البخاري
"Sesungguhnya aku berdiri (mengimami) shalat dan aku berniat memanjangkan bacaannya, lalu tiba-tiba aku mendengar tangisan anak kecil, maka aku menyingkatnya karena aku khawatir akan memberatkan ibunya." (HR. Bukhari)
View Details
- PUASA KHUSUS RASULULLAH ﷺ
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-235 | Hadits Aisyah Radhiallahu ‘anha
Dari Aisyah Radhiallahu ‘anha beliau berkata,
وعنْهَا رضي اللَّه عنها قالَتْ : نَهَاهُمْ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم عَن الْوِصال رَحْمةً لهُمْ ، فقالوا: إِنَّكَ تُواصلُ ؟ قال : « إِنِّي لَسْتُ كَهَيئَتِكُمْ إِنِّي أَبِيتُ يُطْعِمُني رَبِّي ويَسْقِيني » متفقٌ عليه مَعناهُ : يجعَلُ فيَّ قُوَّةَ مَنْ أَكَلَ وَشَرَبَ
"Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melarang mereka berpuasa wishal karena kasihan kepada mereka. Maka mereka berkata, 'Tetapi Anda sendiri melakukan wishal?' Beliau menjawab, 'Sesungguhnya keadaanku tidak seperti kalian, karena sesungguhnya aku melewati malam hari (dalam keadaan) aku diberi makan dan minum oleh Rabbku." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- NABI ﷺ TIDAK MEMBERATKAN UMATNYA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-234 | Hadits Aisyah Radhiallahu ‘anha
Dari Aisyah Radhiallahu ‘anha, beliau berkata,
وعن عائشة رضي اللَّه عنها قَالَتْ : إِنْ كَان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم لَيدعُ الْعَمَلَ ، وهُوَ يحِبُّ أَنَ يَعْملَ بِهِ ، خَشْيةَ أَنْ يَعْمَلَ بِهِ النَّاسُ فيُفْرَضَ عَلَيْهِمْ » متفقٌ عليه
“Rasulullah Shallallahu ‘alaiihi wa Sallam meninggalkan suatu amal perbuatan, padahal beliau ingin melakukannya, karena takut diamalkan terus oleh umat beliau sehingga hal itu akhirnya diwajibkan kepada mereka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
609.IKAN-IKAN BERISTIGHFAR UNTUK KITA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
View Details
- PENYEBAB SAKIT HATI
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
Seorang hamba akan berada pada jalan yang lurus hanyalah dengan keistiqamahan hati dan anggota badannya. Keistiqamahan hati dibangun dengan dua asas penting:
Asas pertama, lebih mengutamakan kecintaan kepada Allah melebihi segala hal yang dicintai. Apabila kecintaan kepada Allah ber-lawanan dengan kecintaan kepada selain-Nya, maka kecintaan kepada Allah akan mendahului kecintaan kepada selain-Nya sehingga akibat dari itu merupakan konsekuensinya. Hal ini sangatlah mudah apabila hanya dengan klaim semata, dan sangatlah susah dengan perbuatan (ketika terdapat ujian maka hamba itu akan dimuliakan atau dihinakan).
Alangkah banyaknya orang yang lebih mengutamakan apa yang dicintai dan diinginkannya, atau dicintai oleh pembesarnya, pemimpinnya, gurunya, keluarganya atas apa yang dicintai oleh Allah. Maka orang ini, kecintaan kepada Allah belum dikedepankan dalam hatinya pada seluruh apa yang dicintai, kecintaan itu juga bukan me-rupakan raja yang memerintahnya, dan ia tidak memperoleh sedikit pun dari kecintaan itu melainkan kepayahan dan penghalangan sebagai bentuk balasan baginya karena lebih mengedepankan hawa nafsunya dan cenderung kepada orang yang ia agungkan dari kalangan manusia atau lebih ia cintai dari Allah Ta'ala.
Sungguh, Allah Ta'ala telah menetapkan satu ketetapan yang tidak bisa ditolak dan dicegah, yakni bahwa siapa saja yang mencintai sesuatu selain-Nya maka akan disiksa dengannya dan mesti terjadi; siapa yang takut kepada selain-Nya maka akan dikuasakan kepadanya; siapa yang menyibukkan diri dengan sesuatu selain-Nya maka itu adalah kesialan baginya; siapa yang lebih mengutamakan selain-Nya maka ia tidak akan diberkahi; dan siapa yang menyenangkan selain-Nya dengan kemurkaan-Nya maka ia akan dimurkai dan mesti terjadi.
View Details
- DALAM SHOLAT ADA KASIH SAYANG
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-233 | Hadits Abi Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي هُريرةَ رضي اللَّه عنه ، أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِذا صلى أَحدُكُمْ للنَّاسِ فلْيُخَفِّفْ ، فَإِنَّ فِيهِمْ الضَّعِيفَ وَالسقيمَ والْكَبِيرَ . وإِذَا صَلَّى أَحَدُكُمْ لِنَفْسِهِ فَلْيطَوِّل ما شَاءَ » متفقٌ عليه. »
"Apabila salah seorang di antara kalian shalat sebagai imam bagi orang banyak, maka hendaknya dia meringankan (shalatnya), karena sesungguhnya di tengah-tengah mereka ada orang yang lemah, orang yang sakit, dan orang tua. Namun apabila salah seorang dari kalian shalat untuk dirinya sendiri, maka silakan memanjangkan(nya) sesukanya." (Muttafaq ‘alaih)
وفي روايةٍ : « وذَا الْحاجَةِ
Dalam satu riwayat,
"Dan orang yang memiliki keperluan."
View Details
- AGAR DISAYANG OLEH ALLAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-232 | Hadits Jarir bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu
Dari Jarir bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن جرير بن عبد اللَّه رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَنْ لا يرْحَم النَّاس لا يرْحمْهُ اللَّه » متفقٌ عليه
"Barangsiapa yang tidak mengasihi manusia, maka Allah tidak akan mengasihinya." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
-
HUKUM LUPA HAFALAN AL-QURA'N
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2 Pasal 7
-
MENJAGA PERKARA YANG DIANJURKAN DALAM SYARIAT
Seorang Alim hendaknya menjaga perkara yang dianjurkan dalam syariat berupa perkataan maupun perbuatan, senantiasa membaca Al-Qur’an, dzikir dengan hati dan lisan, demikian juga doa-doa dan dzikir yang di contohkan Rasulullah ﷺ disepanjang siang & malam, menjaga amalan-amalan sunnah, baik shalat, puasa, berhaji ke Baitullah, atau bershalawat kepada Nabi ﷺ.
Karena mencintai, memuliakan serta mengagungkan beliau adalah sebuah kewajiban, serta beradab ketika nama dan sunnah beliau ﷺ disebutkan adalah perkara yang diperintahkan dan disunnahkan.
Diceritakan bahwasanya Imam Malik Rahimahullah jika disebut nama Nabi ﷺ berubahlah raut wajahnya dan beliau menunduk .
Ja’far bin Muhammad jika disebut nama Nabi ﷺ menjadi pucat raut wajahnya.
Ibnu Qosim jika disebut nama Nabi ﷺ menjadi kering lisannya karena mengagungkan Rasulullah ﷺ.
Hendaknya ketika ia membaca Al-Qur’an ia merenungi makna yang terkandung di dalamnya, seperti perintah-perintah, larangan, janji serta ancaman Allah , dan juga patuh terhadap batasan syari’at yang telah Allah tentukan.
Berhati-hati dari melupakannya setelah ia menghafalnya, sungguh banyak hadits Nabi yang melarang hal tersebut .
Yang terbaik ia menyusun jadwal bacaan alquran setiap harinya dilaksanakan dengan konsisten, jika ia tersibukkan dengan aktivitasnya, maka hendaknya dia baca setiap dua hari sekali.
Jika tidak mampu maka dia baca di dua malam, yaitu malam Selasa dan Jum’at. Hal ini karena terbiasanya semangat dalam dua malam tersebut.
Mengkhatamkan Al-Qur’an disetiap tujuh hari adalah wirid yang bagus, sebagaimana tercantum dalam hadits Nabi demikian pula seperti itu amalan yang dikerjakan Imam Ahmad bin Hanbal .
Dahulu dikatakan, “Siapa yang mampu mengkhatamkan Al Quran setiap tujuh hari sekali, dia tidak akan lupa hafalannya”
View Details
- KUNCI MENCETAK ANAK SHALIH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-231 | Hadits Aisyah Radhiallahu 'anha
Dari Aisyah Radhiallahu ‘anha beliau berkata,
وعن عائشةَ رضي اللَّه عنها قالت : قدِم ناسٌ مِن الأَعْرابِ عَلَى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، فقالوا : أَتُقبِّلونَ صِبيْانَكُمْ ؟ فقال : « نَعَمْ » قالوا : لَكِنَّا واللَّه ما نُقَبِّلُ ، فقال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَوَ أَمْلِكُ إِنْ كَانَ اللَّه نَزعَ مِنْ قُلُوبِكُمْ الرَّحمَةَ» متفقٌ عليه
"Beberapa orang Arab pedalaman datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam,, mereka lalu bertanya, 'Apakah kalian biasa menciumi anak-anak kalian?' Beliau menjawab, 'Ya.' Mereka berkata, 'Tetapi kami, demi Allah tidak biasa mencium.' Maka Rasulullah bersabda, 'Apakah yang dapat aku lakukan kalau Allah mencabut rasa belas kasih dari hati kalian?'" (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- UNGKAPKANLAH KASIH SAYANGMU KE ANAK
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-230 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
وعن أَبي هُريْرَةَ رضي اللَّه عنه قال : قبَّل النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم الْحسنَ ابن عَليٍّ رضي اللَّه عنهما ، وَعِنْدَهُ الأَقْرعُ بْنُ حَابِسٍ ، فقال الأَقْرَعُ : إِنَّ لِي عَشرةً مِنَ الْولَدِ ما قَبَّلتُ مِنْهُمْ أَحداً فنَظَر إِلَيْهِ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال : «مَن لا يَرْحمْ لا يُرْحَمْ» متفقٌ عليه
"Nabi Shallallahu ‘alaihii wa Sallam pernah mencium al-Hasan bin Ali Radhiallahu ‘anhuma dan di sisi beliau ada al-Aqra' bin Habis, maka al-Aqra' berkata, 'Sesungguhnya saya memiliki sepuluh anak, saya tidak pernah mencium seorang pun dari mereka.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam langsung memandang kepadanya dan bersabda, 'Barangsiapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi’." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MENCIUM ANAK ITU BERPAHALA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-230 | Hadits Abu Hurairah -Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
وعن أَبي هُريْرَةَ رضي اللَّه عنه قال : قبَّل النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم الْحسنَ ابن عَليٍّ رضي اللَّه عنهما ، وَعِنْدَهُ الأَقْرعُ بْنُ حَابِسٍ ، فقال الأَقْرَعُ : إِنَّ لِي عَشرةً مِنَ الْولَدِ ما قَبَّلتُ مِنْهُمْ أَحداً فنَظَر إِلَيْهِ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال : «مَن لا يَرْحمْ لا يُرْحَمْ» متفقٌ عليه
"Nabi Shallallahu ‘alaihii wa Sallam pernah mencium al-Hasan bin Ali Radhiallahu ‘anhuma dan di sisi beliau ada al-Aqra' bin Habis, maka al-Aqra' berkata, 'Sesungguhnya saya memiliki sepuluh anak, saya tidak pernah mencium seorang pun dari mereka.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam langsung memandang kepadanya dan bersabda, 'Barangsiapa yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi’." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BERGAUL TANPA HASAD
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
View Details
- KITA INI SATU JASAD
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-229 | Hadits An-Nu'man Bin Basyir -Radhiallahu 'anhu
Dari an-Nu’man bin Basyir Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaii wa Sallam bersabda,
وعن النُّعْمَانِ بنِ بشِيرٍ رضي اللَّه عنهما قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « مثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ وتَرَاحُمِهِمْ وتَعاطُفِهِمْ ، مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَداعَى لهُ سائِرُ الْجسدِ بالسهَرِ والْحُمَّى » متفقٌ عليه
"Perumpamaan kaum Mukmin dalam dalam hal saling mencintai, saling mengasihi dan saling menyayangi, adalah bagaikan satu jasad, jika salah satu anggotanya menderita sakit, maka seluruh jasad merasakan sakitnya sehingga tidak bisa tidur dan demam." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- HASIL MENURUTI HAWA NAFSU
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
Seorang hamba akan berada pada jalan yang lurus hanyalah dengan keistiqamahan hati dan anggota badannya. Keistiqamahan hati dibangun dengan dua asas penting:
Asas pertama, lebih mengutamakan kecintaan kepada Allah melebihi segala hal yang dicintai. Apabila kecintaan kepada Allah ber-lawanan dengan kecintaan kepada selain-Nya, maka kecintaan kepada Allah akan mendahului kecintaan kepada selain-Nya sehingga akibat dari itu merupakan konsekuensinya. Hal ini sangatlah mudah apabila hanya dengan klaim semata, dan sangatlah susah dengan perbuatan (ketika terdapat ujian maka hamba itu akan dimuliakan atau dihinakan).
Alangkah banyaknya orang yang lebih mengutamakan apa yang dicintai dan diinginkannya, atau dicintai oleh pembesarnya, pemimpinnya, gurunya, keluarganya atas apa yang dicintai oleh Allah. Maka orang ini, kecintaan kepada Allah belum dikedepankan dalam hatinya pada seluruh apa yang dicintai, kecintaan itu juga bukan me-rupakan raja yang memerintahnya, dan ia tidak memperoleh sedikit pun dari kecintaan itu melainkan kepayahan dan penghalangan sebagai bentuk balasan baginya karena lebih mengedepankan hawa nafsunya dan cenderung kepada orang yang ia agungkan dari kalangan manusia atau lebih ia cintai dari Allah Ta'ala.
Sungguh, Allah Ta'ala telah menetapkan satu ketetapan yang tidak bisa ditolak dan dicegah, yakni bahwa siapa saja yang mencintai sesuatu selain-Nya maka akan disiksa dengannya dan mesti terjadi; siapa yang takut kepada selain-Nya maka akan dikuasakan kepadanya; siapa yang menyibukkan diri dengan sesuatu selain-Nya maka itu adalah kesialan baginya; siapa yang lebih mengutamakan selain-Nya maka ia tidak akan diberkahi; dan siapa yang menyenangkan selain-Nya dengan kemurkaan-Nya maka ia akan dimurkai dan mesti terjadi.
View Details
- JAGA KESELAMATAN SAUDARAMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-228 | Hadits Abu Musa -Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Musa Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَن مَرَّ فِي شَيْءٍ مِنْ مَسَاجِدِنَا ، أَوْ أَسْوَاقِنَا، ومَعَه نَبْلٌ فَلْيُمْسِكْ ، أَوْ لِيَقْبِضْ عَلَى نِصالِهَا بِكفِّهِ أَنْ يُصِيب أَحَداً مِنَ الْمُسْلِمِينَ مِنْهَا بِشَيْءٍ » متفق عليه
"Barangsiapa lewat di salah satu masjid atau pasar kami, sedang dia membawa anak panah , maka hendaklah dia memegang atau menggenggam ujungnya dengan telapak tangannya agar tidak mengenai seorang pun dari kaum Muslimin." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BAGAIKAN SEBUAH BANGUNAN YANG KOKOH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
Hadits ke-227 | Hadits Abu Musa -Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Musa Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي موسى رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «الْمُؤْمنُ للْمُؤْمِن كَالْبُنْيَانِ يَشدُّ بعْضُهُ بَعْضاً » وَشَبَّكَ بَيْنَ أَصَابِعِه . متفق عليه
"Seorang Mukmin bagi Mukmin yang lain adalah bagaikan sebuah bangunan yang sebagian darinya menguatkan sebagian yang lain", dan beliau menjalinkan antara jari-jari beliau. (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- LEMBUTKANLAH DIRIMU DI HADAPAN SAUDARAMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
QS. Al-Hijr: 88
Allah berfirman,
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ
Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. (QS. Al-Hijr: 88)
View Details
-
APA WIRID ANDA SETIAP HARI?
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2 Pasal 7
-
MENJAGA PERKARA YANG DIANJURKAN DALAM SYARIAT
Seorang Alim hendaknya menjaga perkara yang dianjurkan dalam syariat berupa perkataan maupun perbuatan, senantiasa membaca Al-Qur’an, dzikir dengan hati dan lisan, demikian juga doa-doa dan dzikir yang di contohkan Rasulullah ﷺ disepanjang siang & malam, menjaga amalan-amalan sunnah, baik shalat, puasa, berhaji ke Baitullah, atau bershalawat kepada Nabi ﷺ.
Karena mencintai, memuliakan serta mengagungkan beliau adalah sebuah kewajiban, serta beradab ketika nama dan sunnah beliau ﷺ disebutkan adalah perkara yang diperintahkan dan disunnahkan.
Diceritakan bahwasanya Imam Malik Rahimahullah jika disebut nama Nabi ﷺ berubahlah raut wajahnya dan beliau menunduk .
Ja’far bin Muhammad jika disebut nama Nabi ﷺ menjadi pucat raut wajahnya.
Ibnu Qosim jika disebut nama Nabi ﷺ menjadi kering lisannya karena mengagungkan Rasulullah ﷺ.
Hendaknya ketika ia membaca Al-Qur’an ia merenungi makna yang terkandung di dalamnya, seperti perintah-perintah, larangan, janji serta ancaman Allah , dan juga patuh terhadap batasan syari’at yang telah Allah tentukan.
Berhati-hati dari melupakannya setelah ia menghafalnya, sungguh banyak hadits Nabi yang melarang hal tersebut .
Yang terbaik ia menyusun jadwal bacaan alquran setiap harinya dilaksanakan dengan konsisten, jika ia tersibukkan dengan aktivitasnya, maka hendaknya dia baca setiap dua hari sekali.
Jika tidak mampu maka dia baca di dua malam, yaitu malam Selasa dan Jum’at. Hal ini karena terbiasanya semangat dalam dua malam tersebut.
Mengkhatamkan Al-Qur’an disetiap tujuh hari adalah wirid yang bagus, sebagaimana tercantum dalam hadits Nabi demikian pula seperti itu amalan yang dikerjakan Imam Ahmad bin Hanbal .
Dahulu dikatakan, “Siapa yang mampu mengkhatamkan Al Quran setiap tujuh hari sekali, dia tidak akan lupa hafalannya”
View Details
- LEMBUTKANLAH DIRIMU DI HADAPAN SAUDARAMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
QS. Al-Hijr: 88
Allah berfirman,
لَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّنْهُمْ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَٱخْفِضْ جَنَاحَكَ لِلْمُؤْمِنِينَ
Janganlah sekali-kali kamu menunjukkan pandanganmu kepada kenikmatan hidup yang telah Kami berikan kepada beberapa golongan di antara mereka (orang-orang kafir itu), dan janganlah kamu bersedih hati terhadap mereka dan berendah hatilah kamu terhadap orang-orang yang beriman. (QS. Al-Hijr: 88)
View Details
- MEMULIAKAN UMAT ISLAM BAGIAN DARI KETAKWAAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
QS. Al-Hajj: 32
Allah berfirman,
ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati. (QS. Al-Hajj: 32)
View Details
- HIDUP SULIT? INI SEBABNYA
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
.....
Alangkah banyaknya orang yang lebih mengutamakan apa yang dicintai dan diinginkannya, atau dicintai oleh pembesarnya, pemimpinnya, gurunya, keluarganya atas apa yang dicintai oleh Allah. Maka orang ini, kecintaan kepada Allah belum dikedepankan dalam hatinya pada seluruh apa yang dicintai, kecintaan itu juga bukan me-rupakan raja yang memerintahnya, dan ia tidak memperoleh sedikit pun dari kecintaan itu melainkan kepayahan dan penghalangan sebagai bentuk balasan baginya karena lebih mengedepankan hawa nafsunya dan cenderung kepada orang yang ia agungkan dari kalangan manusia atau lebih ia cintai dari Allah Ta'ala.
Sungguh, Allah Ta'ala telah menetapkan satu ketetapan yang tidak bisa ditolak dan dicegah, yakni bahwa siapa saja yang mencintai sesuatu selain-Nya maka akan disiksa dengannya dan mesti terjadi; siapa yang takut kepada selain-Nya maka akan dikuasakan kepadanya; siapa yang menyibukkan diri dengan sesuatu selain-Nya maka itu adalah kesialan baginya; siapa yang lebih mengutamakan selain-Nya maka ia tidak akan diberkahi; dan siapa yang menyenangkan selain-Nya dengan kemurkaan-Nya maka ia akan dimurkai dan mesti terjadi.
View Details
- MEMULIAKAN ORANG BERIMAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
QS. Al-Hajj: 30
Allah berfirman,
ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ حُرُمَٰتِ ٱللَّهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ عِندَ رَبِّهِۦ ۗ وَأُحِلَّتْ لَكُمُ ٱلْأَنْعَٰمُ إِلَّا مَا يُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ ۖ فَٱجْتَنِبُوا۟ ٱلرِّجْسَ مِنَ ٱلْأَوْثَٰنِ وَٱجْتَنِبُوا۟ قَوْلَ ٱلزُّورِ
Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah lebih baik baginya di sisi Rabbnya. Dan telah dihalalkan bagi kamu semua binatang ternak, terkecuali yang diterangkan kepadamu keharamannya, maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta. (QS. Al-Hajj: 30)
View Details
- MENJAGA KEHORMATAN KAUM MUSLIMIN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 27 | Mengagungkan kehormatan kaum muslimin & penjelasan tentang hak-hak mereka, serta mengasihi & menyayangi mereka
View Details
Riyaadhushshaalihiin 593. "8 DAMPAK BURUK KEZHALIMAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
-
KEUTAMAAN TADABBUR
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2 Pasal 7
-
MENJAGA PERKARA YANG DIANJURKAN DALAM SYARIAT
Seorang Alim hendaknya menjaga perkara yang dianjurkan dalam syariat berupa perkataan maupun perbuatan, senantiasa membaca Al-Qur’an, dzikir dengan hati dan lisan, demikian juga doa-doa dan dzikir yang di contohkan Rasulullah ﷺ disepanjang siang & malam, menjaga amalan-amalan sunnah, baik shalat, puasa, berhaji ke Baitullah, atau bershalawat kepada Nabi ﷺ.
Karena mencintai, memuliakan serta mengagungkan beliau adalah sebuah kewajiban, serta beradab ketika nama dan sunnah beliau ﷺ disebutkan adalah perkara yang diperintahkan dan disunnahkan.
Diceritakan bahwasanya Imam Malik Rahimahullah jika disebut nama Nabi ﷺ berubahlah raut wajahnya dan beliau menunduk .
Ja’far bin Muhammad jika disebut nama Nabi ﷺ menjadi pucat raut wajahnya.
Ibnu Qosim jika disebut nama Nabi ﷺ menjadi kering lisannya karena mengagungkan Rasulullah ﷺ.
Hendaknya ketika ia membaca Al-Qur’an ia merenungi makna yang terkandung di dalamnya, seperti perintah-perintah, larangan, janji serta ancaman Allah , dan juga patuh terhadap batasan syari’at yang telah Allah tentukan.
Berhati-hati dari melupakannya setelah ia menghafalnya, sungguh banyak hadits Nabi yang melarang hal tersebut .
Yang terbaik ia menyusun jadwal bacaan alquran setiap harinya dilaksanakan dengan konsisten, jika ia tersibukkan dengan aktivitasnya, maka hendaknya dia baca setiap dua hari sekali.
Jika tidak mampu maka dia baca di dua malam, yaitu malam Selasa dan Jum’at. Hal ini karena terbiasanya semangat dalam dua malam tersebut.
Mengkhatamkan Al-Qur’an disetiap tujuh hari adalah wirid yang bagus, sebagaimana tercantum dalam hadits Nabi demikian pula seperti itu amalan yang dikerjakan Imam Ahmad bin Hanbal .
Dahulu dikatakan, “Siapa yang mampu mengkhatamkan Al Quran setiap tujuh hari sekali, dia tidak akan lupa hafalannya”
View Details
- DIHUKUM DI DUNIA & DI AKHIRAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Kesimpulan
Hadits Abu Bakrah
مامن ذنب أجدر أن يعجل الله تعالل لصاحبه العقوبة في الدنياء مع ما ير له
في الآخرة مثل البغي وقطيعة الرحم
الراوي : بو بكرة نقيع 7 الحارث ٍ الحدتث : الألبائي | المصدر : حيح أي داود
الصفحة أو الرقم: 2 | خلاصة حك الحدث : حيح
التخريج : ألم رجه أبو داود (4902) واللفظ له وال لترمذي (11 05م"
وان ماجه (4211)؛ وأحمد (20374)
View Details
- HATI-HATI DALAM MEMBELANJAKAN HARTA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-226 | Hadits Khaulah Binti Amir Al-Anshariyah Radhiyallahu ta’ala ‘anha
Dari Khaulah binti Amir al-Anshariyah, istri Hamzah Radhiallahuta’ala ‘anhu wa ‘anha, beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن خَوْلَةَ بِنْتِ عامِرٍ الأَنْصَارِيَّةِ ، وَهِيَ امْرَأَةُ حمْزَةَ رضي اللَّهُ عنه وعنها ، قالت : سمِعْتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : « إِنَّ رِجَالاً يَتَخَوَّضُونَ فِي مالِ اللَّهِ بِغَيْرِ حَـقٍّ فَلهُمُ النَّارُ يَوْمَ الْقِيَامةِ » رواه البخاري
"Sesungguhnya orang-orang yang bertindak dalam harta Allah tanpa hak, maka bagi mereka adalah neraka di Hari Kiamat." (HR. Bukhari)
View Details
- JANGAN MENUMPAHKAN DARAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-225 | Hadits Ibnu Umar Radhiyallahu ta’ala ‘anhu
Dari Ibnu Umar Radhiallahuta’ala ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن ابنِ عمرَ رضي اللَّه عنهما قال قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لَنْ يَزَالَ الْمُؤمِنُ فِي فُسْحَةٍ مِنْ دِينِهِ مَالَمْ يُصِبْ دَماً حَراماً » رواه البخاري
"Seorang Mukmin itu senantiasa berada dalam keluasan dalam agamanya, selama tidak menumpahkan darah yang haram." (HR. Bukhari)
View Details
- MENANG DI DUNIA BELUM TENTU MENANG DI AKHIRAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-224 | Hadits Ummu Salamah Radhiallahu ta’ala ‘anha
Dari Ummu Salamah Radhiallahuta’ala ‘anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أُمِّ سَلَمةَ رضي اللَّه عنها ، أَن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّمَا أَنَا بشَرٌ ، وَإِنَّكُمْ تَخْتَصِمُونَ إِلَيَّ ، وَلَعَلَّ بَعْضَكُمْ أَنْ يَكُونَ أَلْحنَ بحُجَّتِهِ مِنْ بَعْض ، فأَقْضِي لَهُ بِنحْو ما أَسْمَعُ فَمَنْ قَضَيْتُ لَهُ بحَقِّ أَخِيهِ فَإِنَّمَا أَقْطَعُ لَهُ قِطْعَةً مِنَ النَّارِ » متفق عليه . «أَلْحَنَ » أَيْ : أَعْلَم
“Aku ini hanyalah manusia biasa, dan sesungguhnya kalian saling menuntut hak kepadaku. Mungkin saja salah seorang di antara kalian lebih pandai menjelaskan argumentasinya daripada yang lain, sehingga aku memutuskan untuknya sesuai dengan keterangan yang aku dengar. Barangsiapa yang telah aku menangkan dengan hak saudaranya, maka sebenarnya aku telah memberinya sepotong api dari neraka." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- DAHULUKANLAH ALLAH ﷻ
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
PASAL: KEISTIQAMAHAN HATI
Seorang hamba akan berada pada jalan yang lurus hanyalah dengan keistiqamahan hati dan anggota badannya. Keistiqamahan hati dibangun dengan dua asas penting:
Asas pertama, lebih mengutamakan kecintaan kepada Allah melebihi segala hal yang dicintai. Apabila kecintaan kepada Allah ber-lawanan dengan kecintaan kepada selain-Nya, maka kecintaan kepada Allah akan mendahului kecintaan kepada selain-Nya sehingga akibat dari itu merupakan konsekuensinya. Hal ini sangatlah mudah apabila hanya dengan klaim semata, dan sangatlah susah dengan perbuatan (ketika terdapat ujian maka hamba itu akan dimuliakan atau dihinakan).
View Details
- RIYAADHUSHSHAALIHIIN
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-223 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ta’ala ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahuta’ala ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه ، أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «أَتَدْرُون من الْمُفْلِسُ ؟» قالُوا : الْمُفْلسُ فِينَا مَنْ لا دِرْهَمَ لَهُ وَلا مَتَاعَ . فقال : « إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقيامةِ بِصَلاةٍ وَصِيَامٍ وزَكَاةٍ ، ويأْتِي وقَدْ شَتَمَ هذا ، وقذَف هذَا وَأَكَلَ مالَ هَذَا، وسفَكَ دَم هذَا ، وَضَرَبَ هذا ، فيُعْطَى هذَا مِنْ حسَنَاتِهِ ، وهَذا مِن حسَنَاتِهِ ، فَإِنْ فَنِيَتْ حسناته قَبْلَ أَنْ يقْضِيَ مَا عَلَيْهِ ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرحَتْ علَيْه ، ثُمَّ طُرِح في النَّارِ» رواه مسلم
"Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?" Mereka menjawab, "Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki dirham maupun harta benda." Maka beliau bersabda, "Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada Hari Kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi dia datang dalam keadaan telah mencaci orang ini, telah menuduh orang ini, telah memakan harta ini, telah menumpahkan darah orang ini, dan telah memukul orang ini, maka orang ini diberi sebagian dari kebaikannya dan ini diberi dari kebaikannya. Apabila kebaikannya telah habis sebelum kewajibannya terbayarkan, maka diambillah dosa-dosa mereka lalu dipikulkan kepadanya, kemudian dia dilempar ke neraka." (HR. Muslim)
View Details
- JANGAN SAMPAI BANGKRUT DI HARI KIAMAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-223 | Hadits Abu Hurairahi Radhiallahu ta’ala ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahuta’ala ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam bersabda,
وعن أَبي هريرة رضي اللَّه عنه ، أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «أَتَدْرُون من الْمُفْلِسُ ؟» قالُوا : الْمُفْلسُ فِينَا مَنْ لا دِرْهَمَ لَهُ وَلا مَتَاعَ . فقال : « إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقيامةِ بِصَلاةٍ وَصِيَامٍ وزَكَاةٍ ، ويأْتِي وقَدْ شَتَمَ هذا ، وقذَف هذَا وَأَكَلَ مالَ هَذَا، وسفَكَ دَم هذَا ، وَضَرَبَ هذا ، فيُعْطَى هذَا مِنْ حسَنَاتِهِ ، وهَذا مِن حسَنَاتِهِ ، فَإِنْ فَنِيَتْ حسناته قَبْلَ أَنْ يقْضِيَ مَا عَلَيْهِ ، أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرحَتْ علَيْه ، ثُمَّ طُرِح في النَّارِ» رواه مسلم
"Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?" Mereka menjawab, "Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki dirham maupun harta benda." Maka beliau bersabda, "Sesungguhnya orang yang bangkrut dari umatku adalah orang yang datang pada Hari Kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi dia datang dalam keadaan telah mencaci orang ini, telah menuduh orang ini, telah memakan harta ini, telah menumpahkan darah orang ini, dan telah memukul orang ini, maka orang ini diberi sebagian dari kebaikannya dan ini diberi dari kebaikannya. Apabila kebaikannya telah habis sebelum kewajibannya terbayarkan, maka diambillah dosa-dosa mereka lalu dipikulkan kepadanya, kemudian dia dilempar ke neraka." (HR. Muslim)
View Details
- ANSHAR PUN MENANGIS
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2 Pasal 7
View Details
- BAYAR UTANG BAHAGIA DUNIA & AKHIRAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-222 | Hadits Abu Qatadah Al-Harits Bin Rib'i Radhiallahu ta’ala ‘anhu
Dari Abu Qatadah al-Harits bin Rib'i Radhiallahuta’ala ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam
وعن أَبي قَتَادَةَ الْحارثِ بنِ ربعي رضي اللَّه عنه عن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنَّهُ قَام فِيهمْ، فذَكَرَ لَهُمْ أَنَّ الْجِهادَ فِي سبِيلِ اللَّه ، وَالإِيمانَ بِاللَّه أَفْضلُ الأَعْمالِ، فَقَامَ رَجلٌ فقال: يا رسول اللَّه أَرَأَيْت إِنْ قُتِلْتُ فِي سَبِيلِ اللَّه ، تُكَفِّرُ عنِي خَطَايَاىَ؟ فقال لَهُ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « نعَمْ إِنْ قُتِلْتَ فِي سَبِيلِ اللَّه وأَنْتَ صَابر مُحْتَسِبٌ ، مُقْبِلٌ غيْرَ مُدْبرٍ » ثُمَّ قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « كيْف قُلْتَ ؟ » قال : أَرَأَيْتَ إِنْ قُتِلْتُ فِي سَبِيل اللَّه ، أَتُكَفرُ عني خَطَاياي ؟ فقال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «نَعمْ وأَنْت صابِرٌ مُحْتَسِبٌ ، مُقبِلٌ غَيْرَ مُدْبِرٍ ، إِلاَّ الدَّيْن فَإِنَّ جِبْرِيلَ قال لِي ذلِكَ » رواه مسلم
"Bahwa beliau berdiri di tengah-tengah mereka. Beliau menyebutkan kepada mereka bahwa jihad di jalan Allah dan iman kepada Allah adalah amal yang paling utama. Maka seorang laki-laki berdiri dan bertanya, 'Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku jika saya terbunuh di jalan Allah, apakah kesalahan-kesalahan saya akan dihapus?' Beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, 'Ya, jika kamu terbunuh di jalan Allah dalam keadaan bersabar, mengharap pahala, menghadap (musuh) dan tidak melarikan diri.' Kemudian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berkata, 'Bagaimana kamu bertanya tadi?' Dia berkata, 'Beritahukan kepadaku, jika saya terbunuh di jalan Allah, apakah kesalahan-kesalahan saya akan dihapus?' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Ya, jika kamu dalam keadaan bersabar, mengharap pahala, menghadap (musuh) dan tidak melarikan diri, kecuali hutang karena Jibril 'Alaihissalaam mengatakan hal itu kepadaku'." (HR. Muslim)
View Details
- SEKILAS TENTANG ABU QATADAH -RADHIYALLAHU'ANHU-
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-222 | Hadits Abu Qatadah Al-Harits Bin Rib'i Radhiallahu ta’ala ‘anhu
View Details
- PAHALA GAGAL KARENA CURANG
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-221 | Hadits Umar Bin Al-Khathab Radhiallahu ta’ala ‘anhu
Dari Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ta’ala ‘anhu beliau berkata,
وعن عمر بن الخطاب رضي اللَّهُ عنه قال : لمَّا كان يوْمُ خيْبرَ أَقْبل نَفرٌ مِنْ أَصْحابِ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَقَالُوا : فُلانٌ شَهِيدٌ ، وفُلانٌ شهِيدٌ ، حتَّى مَرُّوا علَى رَجُلٍ فقالوا : فلانٌ شهِيد . فقال النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « كلاَّ إِنِّي رَأَيْتُهُ فِي النَّارِ فِي بُرْدَةٍ غَلَّها أَوْ عبَاءَةٍ » رواه مسلم
"Ketika terjadi perang Khaibar, beberapa sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam datang menghadap beliau, mereka berkata, 'Fulan syahid, fulan syahid.' Hingga ketika mereka melewati seorang laki-laki, mereka berkata, 'Fulan syahid.' Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Tidak, sesungguhnya aku melihatnya di neraka, karena kain burdah -atau jubah- yang dia gelapkan (dari ghanimah)’." (HR. Muslim)
View Details
- JANGAN GHULUL KETIKA BERTUGAS
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-220 | Hadits Adi Bin Umairah Radhiallahu ta’ala ‘anhu
Dari Adi bin Umairah Radhiallahuta’ala ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda
وعن عَدِي بن عُمَيْرَةَ رضي اللَّه عنه قال : سَمِعْتُ رسولَ اللَّه يَقُول : « مَن اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَل ، فَكَتَمَنَا مِخْيَطاً فَمَا فَوْقَهُ ، كَانَ غُلُولا يَأْتِي بِهِ يوْم الْقِيامَةِ » فقَام إَلْيهِ رجُلٌ أَسْودُ مِنَ الأَنْصَارِ ، كأَنِّي أَنْظرُ إِلَيْهِ ، فقال : يا رسول اللَّه اقْبل عني عملَكَ قال: « ومالكَ ؟ » قال : سَمِعْتُك تقُول كَذَا وَكَذَا ، قال : « وَأَنَا أَقُولُهُ الآن : من اسْتعْملْنَاهُ عَلَى عملٍ فلْيجِيء بقَلِيلهِ وَكِثيرِه ، فمَا أُوتِي مِنْهُ أَخَذَ ومَا نُهِِى عَنْهُ انْتَهَى » رواه مسلم
"Barangsiapa di antara kalian yang kami tugaskan mengurusi suatu pekerjaan, lalu menyembunyikan (walaupun) sebuah jarum dan yang Iebih dari itu dari kami, maka itu termasuk ghulul (mengambil secara khianat) yang akan dia pikul pada Hari Kiamat nanti." Maka seorang laki-laki hitam dari Anshar berdiri, seakan-akan aku melihatnya (sekarang), lalu dia berkata, "Wahai Rasulullah, terimalah dariku tugas yang engkau serahkan kepadaku." Beliau bertanya, "Ada apa denganmu?" Dia berkata, "Saya mendengar engkau berkata begini dan begitu." Beliau menyatakan, "Dan saya sekarang mengatakannya, 'Barangsiapa yang kami tugaskan mengurusi suatu pekerjaan, maka hendaklah dia menyerahkan semuanya, sedikit maupun banyak; apa yang diberikan kepadanya, silakan dia mengambilnya, dan apa yang dia dilarang (untuk mengambilnya), hendaklah dia tidak mengambilnya'." (HR. Muslim)
View Details
- MENGENAL ADI BIN UMAIRAH -RADHIYALLAHU'ANHU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-220 | Hadits Adi Bin Umairah Radhiallahu ta’ala ‘anhu
View Details
Kajian Wanita
Kitab Al-Wabilush Shayyib
Pasal: KEISTIQAMAHAN HATI
Seorang hamba akan berada pada jalan yang lurus hanyalah dengan keistiqamahan hati dan anggota badannya. Keistiqamahan hati dibangun dengan dua asas penting:
....
View Details
- DI NERAKA AKIBAT SEBATANG SIWAK
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-219 | Hadits Abu Umamah Iyas Bin Tsa'labah Al-Haritsi Radhiallahu ta’ala ‘anhu
Dari Abu Umamah Iyas bin Tsa'labah al-Haritsi Radhiallahuta’ala ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي أُمَامةَ إِيَاسِ بنِ ثعْلَبَةَ الْحَارِثِيِّ رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال: « مَنِ اقْتَطَعَ حَقَّ امْريءٍ مُسْلمٍ بيَمِينِهِ فَقدْ أَوْجَبَ اللَّه لَه النَّارَ ، وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ » فقال رجُلٌ : وإِنْ كَانَ شَيْئاً يسِيراً يا رسولَ اللَّه ؟ فقال : « وإِنْ قَضِيباً مِنْ أَرَاكٍ » رواه مسلم
"Barangsiapa yang mengambil hak seorang Muslim dengan sumpahnya, maka Allah telah mewajibkan neraka baginya dan mengharamkan surga atasnya." Maka seorang bertanya, "Sekalipun barang yang remeh, wahai Rasulullah?" Maka beliau menjawab, "Meskipun sebatang kayu siwak." (HR. Muslim)
View Details
- SEKILAS TENTANG ABU UMAMAH -Radhiyallahu'anhu
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-219 | Hadits Abu Umamah Iyas Bin Tsa'labah Al-Haritsi Radhiallahu ta’ala ‘anhu
Dari Abu Umamah Iyas bin Tsa'labah al-Haritsi Radhiallahuta’ala ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي أُمَامةَ إِيَاسِ بنِ ثعْلَبَةَ الْحَارِثِيِّ رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال: « مَنِ اقْتَطَعَ حَقَّ امْريءٍ مُسْلمٍ بيَمِينِهِ فَقدْ أَوْجَبَ اللَّه لَه النَّارَ ، وَحَرَّمَ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ » فقال رجُلٌ : وإِنْ كَانَ شَيْئاً يسِيراً يا رسولَ اللَّه ؟ فقال : « وإِنْ قَضِيباً مِنْ أَرَاكٍ » رواه مسلم
"Barangsiapa yang mengambil hak seorang Muslim dengan sumpahnya, maka Allah telah mewajibkan neraka baginya dan mengharamkan surga atasnya." Maka seorang bertanya, "Sekalipun barang yang remeh, wahai Rasulullah?" Maka beliau menjawab, "Meskipun sebatang kayu siwak." (HR. Muslim)
View Details
- JAGALAH DARAH, HARTA, & KEHORMATAN SAUDARAMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-218 | Hadits Abu Bakrah Nufai' Bin Al-Harits Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Bakrah Nufair bin al-Harits Radhiallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam beliau bersabda,
وعن أَبي بَكْرَةَ نُفَيْعِ بنِ الحارثِ رضيَ اللَّه عنهُ عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال: « إِنَّ الزَّمَانَ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ اللَّه السَّمواتِ والأَرْضَ : السَّنةُ اثْنَا عَشَر شَهْراً ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُم: ثَلاثٌ مُتَوَالِيَاتٌ : ذُو الْقعْدة وَذو الْحِجَّةِ ، والْمُحرَّمُ ، وَرجُب الذي بَيْنَ جُمادَي وَشَعْبَانَ ، أَيُّ شَهْرٍ هَذَا ؟ » قلْنَا : اللَّه ورسُولُهُ أَعْلَم ، فَسكَتَ حَتَّى ظنَنَّا أَنَّهُ سَيُسمِّيهِ بِغَيْرِ اسْمِهِ ، قال : أَليْس ذَا الْحِجَّةِ ؟ قُلْنَا : بلَى: قال : « فأَيُّ بلَدٍ هَذَا ؟ » قُلْنَا: اللَّه وَرسُولُهُ أَعلمُ ، فَسَكَتَ حتَّى ظَنَنَّا أَنَّهُ سيُسمِّيهِ بغَيْر اسْمِهِ . قال : « أَلَيْسَ الْبلْدةَ الحرمَ ؟ » قُلْنا : بلَى . قال : « فَأَيُّ يَومٍ هذَا ؟ » قُلْنَا : اللَّه ورسُولُهُ أَعْلمُ ، فَسكَتَ حَتَّى ظَنَنَّا أَنَّه سيُسمِّيهِ بِغيْر اسمِهِ . قال : « أَلَيْسَ يَوْمَ النَّحْر ؟ » قُلْنَا : بَلَى . قال : « فإِنَّ دِماءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وأَعْراضَكُمْ عَلَيْكُمْ حرَامٌ ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا في بَلَدِكُمْ هَذا في شَهْرِكم هَذَا ، وَسَتَلْقَوْن ربَّكُم فَيَسْأْلُكُمْ عَنْ أَعْمَالِكُمْ ، أَلا فَلا تَرْجِعُوا بَعْدِي كُفَّاراً يضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضٍ ، أَلاَ لِيُبلِّغِ الشَّاهِدُ الْغَائِبَ ، فلَعلَّ بعْض من يبْلغُه أَنْ يَكُونَ أَوْعَى لَه مِن بَعْضِ مَنْ سَمِعه » ثُمَّ قال : « أَلا هَلْ بَلَّغْتُ ، أَلا هَلْ بلَّغْتُ ؟ » قُلْنا : نَعَمْ ، قال : « اللَّهُمْ اشْهدْ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya masa telah berputar sebagaimana keadaannya ketika Allah menciptakan langit dan bumi, setahun itu ada dua belas bulan, di antaranya ada empat bulan haram, tiga berturut-turut; Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram ditambah Rajab Mudhar yang terletak antara Jumada dan Sya'ban. Bulan apakah ini?" Kami menjawab, "Allah dan RasulNya lebih mengetahui." Lalu beliau diam hingga kami mengira beliau akan memberinya nama lain. Beliau berkata, "Bukankah ini Bulan Dzulhijjah?" Kami menjawab, "Benar." Beliau bertanya, "Negeri apakah ini?" Kami menjawab, "Allah dan RasulNya lebih mengetahui." Lalu beliau diam hingga kami mengira beliau akan memberinya nama lain. Beliau berkata, "Bukankah ini negeri haram?" Kami menjawab, "Benar." Beliau bertanya, "Hari apakah ini?" Kami menjawab, "Allah dan RasulNya lebih mengetahui." Lalu beliau diam hingga kami mengira beliau akan memberinya nama lain. Beliau berkata, "Bukankah ini hari kurban?" Kami menjawab, "Benar." Beliau bersabda, "Sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian adalah haram seperti haramnya hari kalian ini, di negeri kalian ini, dalam bulan kalian ini. Kalian akan bertemu Tuhan kalian, lalu Dia akan bertanya kepada kalian tentang amal-amal kalian. Ingatlah, janganlah kalian kembali kafir sepeninggalku, sebagian dari kalian membunuh sebagian lainnya. Ketahuilah, hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir, barangkali sebagian orang yang diberitahu lebih memahaminya daripada sebagian orang yang langsung mendengarnya." Kemudian Nabi bertanya, "Apakah aku telah menyampaikan? Apakah aku telah menyampaikan?" Kami menjawab, "Ya." Beliau berkata, "Ya Allah, saksikanlah." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
-
KEWAJIBAN MENJAGA KEMULIAAN NABI ﷺ
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2 Pasal 7
-
MENJAGA PERKARA YANG DIANJURKAN DALAM SYARIAT
Seorang Alim hendaknya menjaga perkara yang dianjurkan dalam syariat berupa perkataan maupun perbuatan, senantiasa membaca Al-Qur’an, dzikir dengan hati dan lisan, demikian juga doa-doa dan dzikir yang di contohkan Rasulullah ﷺ disepanjang siang & malam, menjaga amalan-amalan sunnah, baik shalat, puasa, berhaji ke Baitullah, atau bershalawat kepada Nabi ﷺ.
Karena mencintai, memuliakan serta mengagungkan beliau adalah sebuah kewajiban, serta beradab ketika nama dan sunnah beliau ﷺ disebutkan adalah perkara yang diperintahkan dan disunnahkan.
Diceritakan bahwasanya Imam Malik Rahimahullah jika disebut nama Nabi ﷺ berubahlah raut wajahnya dan beliau menunduk .
Ja’far bin Muhammad jika disebut nama Nabi ﷺ menjadi pucat raut wajahnya.
Ibnu Qosim jika disebut nama Nabi ﷺ menjadi kering lisannya karena mengagungkan Rasulullah ﷺ.
View Details
- KEDEKATAN TIADA ARTI TANPA AMALAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-217 | Hadits Abdullah Bin Amr Bin Al-Ash Radhiallahu ‘anhu
Dari Abdullah bin Amr Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
وعنه رضي اللَّه عنه قال : كَانَ عَلَى ثَقَل النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم رَجُلٌ يُقَالُ لَهُ كِرْكِرةُ ، فَمَاتَ فقال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « هُوَ في النَّارِ » فَذَهَبُوا يَنْظُرُونَ إِلَيْهِ فوَجَدُوا عَبَاءَة قَدْ غَلَّهَا. رواه البخاري
"Yang mengurusi barang-barang berat milik Nabi adalah seorang laki-laki bernama Kirkirah, lalu dia meninggal dunia, maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Dia di neraka.' Mereka lalu berangkat memeriksanya, ternyata mereka mendapati sebuah jubah yang telah dia ambil secara khianat (ghulul)." (HR. Bukhari)
View Details
- SEORANG MUSLIM SEJATI
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-216 | Hadits Abdullah Bin Amr Bin Al-Ash Radhiallahu ‘anhu
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
وعن عبد اللَّه بن عَمْرو بن الْعاص رضي اللَّه عنهما عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسانِهِ ويَدِهِ ، والْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ ما نَهَى اللَّه عَنْهُ » متفق عليه
"Orang Muslim itu adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari gangguan lidah dan tangannya. Sedangkan orang yang berhijrah itu adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- JANGAN SAMPAI DISELESAIKAN DI AKHIRAT
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-215 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
وعن أَبي هُرِيْرَةَ رضي اللَّه عنه عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَنْ كَانتْ عِنْدَه مَظْلمَةٌ لأَخِيهِ ، مِنْ عِرْضِهِ أَوْ مِنْ شَيْءٍ ، فَلْيتَحَلَّلْه ِمنْه الْيوْمَ قَبْلَ أَنْ لا يكُونَ دِينَارٌ ولا دِرْهَمٌ ، إنْ كَانَ لَهُ عَملٌ صَالحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقدْرِ مظْلمتِهِ ، وإنْ لَمْ يَكُنْ لَهُ حسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سيِّئَاتِ صاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ » رواه البخاري
"Barangsiapa yang melakukan kezhaliman terhadap saudaranya dalam urusan kehormatan atau lainnya, maka hendaklah dia meminta kehalalan darinya hari ini sebelum datang suatu hari yang tidak ada lagi dinar dan dirham; jika dia memiliki amal shalih, maka diambil darinya sesuai dengan kadar kezhalimannya, tetapi apabila ia tidak memiliki kebaikan-kebaikan, maka dosa-dosa saudaranya diambil dan dibebankan kepadanya." (HR. Bukhari)
View Details
- ORANG YANG ZHALIM AKAN MEMIKUL KEZHALIMANNYA
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-214 | Hadits Abu Humaid Abdurrahman Bin Sa'ad As-Sa'idi Radhiallahu ta’ala ‘anhu
Dari Abu Humaid Abdurrahman bin Sa'ad as-Sa'idi Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
وعن أَبِي حُميْد عبْدِ الرَّحْمن بنِ سعدٍ السَّاعِدِيِّ رضي اللَّه عنه قال : اسْتعْملَ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم رَجُلاً مِن الأَزْدِ يُقَالُ لَهُ : ابْـنُ اللُّتْبِيَّةِ عَلَى الصَّدقَةِ ، فَلَمَّا قَدِمَ قـال : هَذَا لَكُمْ، وَهَذَا أُهدِيَ إِلَيَّ فَقَامَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم على الْمِنبرِ ، فَحمِدَ اللَّه وأَثْنَى عَلَيْهِ ، ثُمَّ قال : « أَمَّا بعْدُ فَإِنِّي أَسْتعْمِلُ الرَّجُلَ مِنْكُمْ على الْعمَلِ مِمَّا ولاَّنِي اللَّه ، فَيَأْتِي فَيَقُولُ : هَذَا لَكُمْ، وَهَذَا هَدِيَّةٌ أُهْدِيَت إِلَيَّ ، أَفَلا جلس في بيتِ أَبيهِ أَوْ أُمِّهِ حتَّى تأْتِيَهُ إِنْ كَانَ صادقاً، واللَّه لا يأْخُذُ أَحدٌ مِنْكُمْ شَيْئاً بِغَيْرِ حقِّهِ إلاَّ لَقِيَ اللَّه تَعالَى ، يَحْمِلُهُ يَوْمَ الْقِيامَةِ، فَلا أَعْرفَنَّ أَحداً مِنْكُمْ لَقِيَ اللَّه يَحْمِلُ بعِيراً لَهُ رغَاءٌ ، أَوْ بَقرة لَهَا خُوارٌ ، أَوْ شاةً تيْعَرُ ثُمَّ رفَعَ يَديْهِ حتَّى رُؤِيَ بَياضُ إبْطيْهِ فقال : « اللَّهُمَّ هَلْ بَلَّغْتُ » ثلاثاً ، متفقٌ عليه
"Nabi menugaskan seorang laki-laki dari suku al-Azdi yang biasa dipanggil Ibnu al-Lutbiyyah untuk mengambil zakat. Ketika dia datang, dia berkata, 'Ini untuk kalian, sedangkan ini dihadiahkan untukku.' Maka Rasulullah naik ke mimbar, beliau bertahmid memuji dan menyanjung Allah, kemudian bersabda, 'Amma ba' du, sesungguhnya aku telah menugaskan seseorang dari kalian untuk mengurus sebagian dari apa yang Allah tugaskan kepadaku. Kemudian dia datang dan berkata, 'Ini untuk kalian dan ini hadiah yang dihadiahkan kepadaku.' Mengapa dia tidak duduk saja di rumah ayah atau ibunya sehingga hadiah itu datang kepadanya, jika memang dia benar? Demi Allah, tidaklah salah seorang dari kalian mengambil sesuatu tanpa haknya melainkan dia bertemu Allah Subhanahu wa Ta’ala pada Hari Kiamat dengan memikulnya, maka jangan sampai aku mengetahui seseorang pun di antara kalian bertemu dengan Allah dalam keadaan memikul seekor unta yang bersuara, seekor sapi yang melenguh, atau seekor kambing yang mengembik.' Kemudian beliau mengangkat kedua tangannya hingga terlihat putih kedua ketiak beliau, sambil berkata, 'Ya Allah, bukankah aku telah menyampaikan?" (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- AGAR KAMU TIDAK TERGANGGU SYAITHAN
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
View Details
- TIGA DOA YANG DIIJABAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-213 | Hadits Muadz Bin Jabal Radhiallahu ta’ala ‘anhum
Dari Mu’adz Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya diutus oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam beliau berpesan,
وعن مُعاذٍ رضي اللَّه عنه قال : بعَثَنِي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال : «إنَّكَ تَأْتِي قوْماً مِنْ أَهْلِ الْكِتَاب ، فادْعُهُمْ إِلَى شََهَادة أَنْ لا إِلَهَ إلاَّ اللَّه ، وأَنِّي رسول اللَّه فإِنْ هُمْ أَطاعُوا لِذَلِكَ ، فَأَعْلِمهُمْ أَنَّ اللَّه قَدِ افْترضَ علَيْهم خَمْسَ صَلَواتٍ في كُلِّ يومٍ وَلَيْلَةٍ ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذلكَ ، فَأَعلِمْهُمْ أَنَّ اللَّه قَدِ افْتَرَضَ عَلَيهمْ صدَقَةً تُؤْخذُ مِنْ أَغنيائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرائهم ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذلكَ ، فَإِيَّاكَ وكَرائِمَ أَمْوالِهم . واتَّقِ دعْوةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْس بينها وبيْنَ اللَّه حِجَابٌ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya kamu akan mendatangi satu kaum dari ahli kitab, maka ajaklah mereka supaya mereka bersyahadat bahwa tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa aku utusan Allah. Jika mereka telah menaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari semalam. Jika mereka telah menaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan zakat kepada mereka, yang diambil dari orang-orang kaya dari mereka lalu dikembalikan kepada orang fakir miskin mereka. Apabila mereka telah menaati hal itu, maka jauhilah harta mereka yang berharga dan takutlah terhadap doa orang yang teraniaya, karena antara doa itu dengan Allah tidak ada penghalang apa pun." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- TAKUTLAH PADA DOA ORANG YANG TERZHALIMI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-213 | Hadits Mu'adz Bin Jabal Radhiallahu ta’ala ‘anhum
Dari Mu’adz Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya diutus oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam beliau berpesan,
وعن مُعاذٍ رضي اللَّه عنه قال : بعَثَنِي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال : «إنَّكَ تَأْتِي قوْماً مِنْ أَهْلِ الْكِتَاب ، فادْعُهُمْ إِلَى شََهَادة أَنْ لا إِلَهَ إلاَّ اللَّه ، وأَنِّي رسول اللَّه فإِنْ هُمْ أَطاعُوا لِذَلِكَ ، فَأَعْلِمهُمْ أَنَّ اللَّه قَدِ افْترضَ علَيْهم خَمْسَ صَلَواتٍ في كُلِّ يومٍ وَلَيْلَةٍ ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذلكَ ، فَأَعلِمْهُمْ أَنَّ اللَّه قَدِ افْتَرَضَ عَلَيهمْ صدَقَةً تُؤْخذُ مِنْ أَغنيائِهِمْ فَتُرَدُّ عَلَى فُقَرائهم ، فَإِنْ هُمْ أَطَاعُوا لِذلكَ ، فَإِيَّاكَ وكَرائِمَ أَمْوالِهم . واتَّقِ دعْوةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْس بينها وبيْنَ اللَّه حِجَابٌ » متفقٌ عليه
"Sesungguhnya kamu akan mendatangi satu kaum dari ahli kitab, maka ajaklah mereka supaya mereka bersyahadat bahwa tidak ada Rabb yang berhak disembah kecuali Allah dan bahwa aku utusan Allah. Jika mereka telah menaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka shalat lima waktu sehari semalam. Jika mereka telah menaati hal itu, maka beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan zakat kepada mereka, yang diambil dari orang-orang kaya dari mereka lalu dikembalikan kepada orang fakir miskin mereka. Apabila mereka telah menaati hal itu, maka jauhilah harta mereka yang berharga dan takutlah terhadap doa orang yang teraniaya, karena antara doa itu dengan Allah tidak ada penghalang apa pun." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- APAKAH ORANG ZHALIM AKAN DIBIARKAN?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-212 | Hadits Abu Musa Radhiallahu ta’ala ‘anhum
Dari Abu Musa Radhiallahu ta’ala ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي موسى رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه لَيُمْلِي لِلظَّالِمِ فَإِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ ، ثُمَّ قَرَأَ : { وَكَذَلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَى وَهِي ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شَديدٌ }
"Sesungguhnya Allah menangguhkan orang yang zhalim, tetapi apabila Allah menghukumnya, Dia tidak akan melepaskannya dari siksa." Kemudian beliau membaca, "Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya azabNya sangat pedih lagi keras." (Hud: 102). (Muttafaq ‘alaih)
View Details
-
BERDZIKIR DENGAN HATI & LISAN
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
Bab 2 Pasal 7
-
MENJAGA PERKARA YANG DIANJURKAN DALAM SYARIAT
Seorang Alim hendaknya menjaga perkara yang dianjurkan dalam syariat berupa perkataan maupun perbuatan, senantiasa membaca Al-Qur’an, dzikir dengan hati dan lisan, demikian juga doa-doa dan dzikir yang di contohkan Rasulullah disepanjang siang & malam, menjaga amalan-amalan sunnah, baik shalat, puasa, berhaji ke Baitullah, atau bershalawat kepada Nabi .
Karena mencintai, memuliakan serta mengagungkan beliau adalah sebuah kewajiban, serta beradab ketika nama dan sunnah beliau disebutkan adalah perkara yang diperintahkan dan disunnahkan.
Diceritakan bahwasanya Imam Malik Rahimahullah jika disebut nama Nabi berubahlah raut wajahnya dan beliau menunduk .
Ja’far bin Muhammad jika disebut nama Nabi menjadi pucat raut wajahnya.
Ibnu Qosim jika disebut nama Nabi menjadi kering lisannya karena mengagungkan Rasulullah .
Hendaknya ketika ia membaca Al-Qur’an ia merenungi makna yang terkandung di dalamnya, seperti perintah-perintah, larangan, janji serta ancaman Allah , dan juga patuh terhadap batasan syari’at yang telah Allah tentukan.
Berhati-hati dari melupakannya setelah ia menghafalnya, sungguh banyak hadits Nabi yang melarang hal tersebut .
Yang terbaik ia menyusun jadwal bacaan alquran setiap harinya dilaksanakan dengan konsisten, jika ia tersibukkan dengan aktivitasnya, maka hendaknya dia baca setiap dua hari sekali.
Jika tidak mampu maka dia baca di dua malam, yaitu malam Selasa dan Jum’at. Hal ini karena terbiasanya semangat dalam dua malam tersebut.
Mengkhatamkan Al-Qur’an disetiap tujuh hari adalah wirid
yang bagus, sebagaimana tercantum dalam hadits Nabi demikian pula seperti itu amalan yang dikerjakan Imam Ahmad bin Hanbal .
Dahulu dikatakan, “Siapa yang mampu mengkhatamkan Al Quran setiap tujuh hari sekali, dia tidak akan lupa hafalannya”
View Details
- JANGAN MENGAMBIL HAK ORANG LAIN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-211 | Hadits Aisyah Radhiallahuta’ala ‘anha
Dari Aisyah Radhiallahuta’ala ‘anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda
وعن عائشة رضي الله عنها أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : (( مَنْ ظَلَمَ قِيدَ شِبْرٍ مِنَ الأرْضِ طُوِّقَهُ منْ سَبْعِ أَرَضِينَ )) متفقٌ عليه
"Barangsiapa yang mengambil tanah seukuran satu jengkal secara zhalim, maka akan dikalungkan kepadanya dari tujuh lapis bumi." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- HAK MANUSIA YANG HARUS DIJAGA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-210 | Hadits Ibnu Umar Radhiallahuta’ala ‘anhu
Dari Ibnu Umar Radhiallahuta'ala 'anhu, beliau berkata,
وعن ابن عمر رضي اللَّه عنهما قال : كُنَّا نَتحدَّثُ عَنْ حَجَّةِ الْوَدَاعِ ، وَالنَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بَيْن أَظْهُرِنَا ، وَلاَ نَدْرِي مَا حَجَّةُ الْوداع ، حَتَّى حمِدَ اللَّه رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وَأَثْنَى عَليْهِ ثُمَّ ذَكَر الْمسِيحَ الدَّجَالَ فَأَطْنَبَ في ذِكْرِهِ ، وَقَالَ : « ما بَعَثَ اللَّه مِنْ نَبيٍّ إلاَّ أَنْذَرَهُ أُمَّتهُ : أَنْذَرَهُ نوحٌ وَالنَّبِيُّون مِنْ بَعْدِهِ ، وَإنَّهُ إنْ يَخْرُجْ فِيكُمْ فما خفِيَ عَليْكُمْ مِنْ شَأْنِهِ فَلَيْسَ يَخْفِي عَلَيْكُمْ، إِنَّ رَبَّكُمْ لَيس بأَعْورَ ، وَإِنَّهُ أَعورُ عَيْن الْيُمْنَى ، كَأَنَّ عيْنَهُ عِنبَةٌ طَافِيَةٌ . ألا إن اللَّه حرَّم علَيْكُمْ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوالكُمْ ، كَحُرْمَةِ يوْمكُمْ هذا ، في بلدِكُمْ هذا ، في شَهْرِكُم هذا ألاَ هل بلَّغْتُ ؟ » قَالُوا : نَعَمْ ، قال : « اللَّهُمَّ اشْهَدْ ثَلاثاً ويْلَكُمْ أَوْ : ويحكُمْ ، انظُرُوا: لا ترْجِعُوا بَعْدِي كُفَّاراً يضْرِبُ بَعْضُكُمْ رِقَابَ بَعْضِ » رواه البخاري ، وروى مسلم بعضه
"Kami pernah memperbincangkan tentang haji wada' sedangkan Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam berada di tengah-tengah kami. Dan kami tidak paham apa itu haji wada' , hingga Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam memuji Allah dan menyanjungNya, kemudian beliau menyebut al-Masih ad-Dajjal, beliau menyebutnya panjang lebar. Beliau bersabda, 'Allah tidak mengutus seorang Nabi melainkan dia memperingatkan umatnya dari Dajjal. Nuh telah memperingatkannya, begitu pula nabi-nabi sesudah beliau. Sesungguhnya Dajjal akan muncul di tengah-tengah kalian. Jika ada sesuatu tentangnya yang samar bagi kalian, maka tidaklah samar bagi kalian bahwa sesung-guhnya Rabb kalian tidaklah cacat mata sebelah dan sesungguhnya Dajjal itu cacat mata kanannya, seolah-olah matanya itu sebuah anggur yang menonjol. Ingatlah, sesungguhnya Allah telah mengharamkan atas kalian darah dan harta kalian seperti keharaman hari kalian irii, di bulan kalian ini. Ingatlah apakah aku sudah menyampaikan?' Mereka menjawab, 'Ya.' Beliau bersabda, 'Ya Allah, saksikanlah -beliau mengucapkannya tiga kali-. Wahai kalian semua, ingat dan perhatikanlah. Jangan sampai kalian kembali kafir sepeninggalku, sebagian dari kalian memenggal leher sebagian yang lain'." (HR. Bukhari, dan Muslim meriwayatkan sebagiannya)
View Details
- SEMUA KEZHALIMAN AKAN DIBALAS
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-209 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahuta’ala ‘anhu
Dari Abu Hurairah radhiallahu ta’ala ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam bersabda,
وعن أَبِي هريرة رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقيامَةِ حَتَّى يُقَادَ للشَّاةِ الْجَلْحَاء مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاء » رواه مسلم
"Demi Allah, hak-hak akan ditunaikan kepada para pemiliknya pada Hari Kiamat, hingga kambing yang tidak bertanduk diberi hak qishash terhadap kambing yang bertanduk.” (HR. Muslim)
View Details
- TIPS MERAIH CAHAYA DI HARI KIAMAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Hadits ke-208 | Hadits Jabir Radhiallahuta’ala ‘anhu
Dari Jabir Radhiallahuta’ala ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
وعن جابر رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « اتَّقُوا الظُّلْمَ فَإِنَّ الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، واتَّقُوا الشُّحَّ فَإِنَّ الشُّحَّ أَهْلَكَ مـَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ ، حملَهُمْ على أَنْ سفَكَوا دِماءَهُمْ واسْتَحلُّوا مَحارِمَهُمْ » رواه مسلم .
"Takutlah kepada kezhaliman karena kezhaliman itu adalah kegelapan-kegelapan pada Hari Kiamat. Dan takutlah terhadap sikap kikir karena kikir telah membinasakan orang-orang sebelum kalian. Sifat kikir telah menyebabkan mereka menumpahkan darah mereka dan menghalalkan apa-apa yang diharamkan kepada mereka." (HR. Muslim)
View Details
- TIADA PENOLONG BAGI ORANG YANG ZHALIM
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
QS. Ghafir: 18 & Al-Hajj: 71
Allah berfiirman,
وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ ٱلْءَازِفَةِ إِذِ ٱلْقُلُوبُ لَدَى ٱلْحَنَاجِرِ كَٰظِمِينَ ۚ مَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ
Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya. (QS. Ghafir: 18)
وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطَٰنًا وَمَا لَيْسَ لَهُم بِهِۦ عِلْمٌ ۗ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ
Dan mereka menyembah selain Allah, apa yang Allah tidak menurunkan keterangan tentang itu, dan apa yang mereka sendiri tiada mempunyai pengetahuan terhadapnya. Dan bagi orang-orang yang zalim sekali-kali tidak ada seorang penolongpun. (QS. Hajj: 71)
View Details
- ANTARA CINTA & IBADAH
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
View Details
- JANGANLAH MENZHALIMI DIRI SENDIRI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
View Details
Tadzkiratus saami' 89. "HAKIKAT ILMU YANG BERMANFAAT" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JANGANLAH BERBUAT ZHALIM
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 26 | Larangan berbuat zhalim & perintah mengembalikan yang diambil secara zhalim
Allah berfirman,
وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ ٱلْءَازِفَةِ إِذِ ٱلْقُلُوبُ لَدَى ٱلْحَنَاجِرِ كَٰظِمِينَ ۚ مَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ حَمِيمٍ وَلَا شَفِيعٍ يُطَاعُ
Berilah mereka peringatan dengan hari yang dekat (hari kiamat yaitu) ketika hati (menyesak) sampai di kerongkongan dengan menahan kesedihan. Orang-orang yang zalim tidak mempunyai teman setia seorangpun dan tidak (pula) mempunyai seorang pemberi syafa'at yang diterima syafa'atnya. (QS. Al-Mu'min: 18)
View Details
- SAAT IMAM ABU HANIFAH -RAHIMAHULLAH- MENJUAL BAJU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah Menunaikan Amanat
Kesimpulan
View Details
- MAKSIMAL DALAM MENUNAIKAN AMANAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah Menunaikan Amanat
Hadits ke-207 | Hadits Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Khubaib Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
...
Perawi berkata, "Dulu az-Zubair telah membeli tanah Ghabah dengan harga 170.000. Kemudian Abdullah menjualnya seharga 1.600.000 (satu juta enam ratus ribu). Kemudian Abdullah berdiri seraya berkata, 'Siapa yang pernah memberi hutang kepada az-Zubair, maka hendaklah mendatangi kami di Ghabah.' Maka datanglah Abdullah bin Ja'far kepada Abdullah bin Zubair, dia pernah memberi hutang kepada az-Zubair sebanyak 400.000. Dia berkata kepada Abdullah, 'Kalau kamu mau, aku akan merelakannya untukmu.' Abdullah menjawab, 'Tidak.' Dia berkata lagi, 'Kalau kamu mau, kamu letakkan saja piutangku pada urutan terakhir, jika kamu memandang untuk mengakhirkan.' Abdullah menjawab, 'Tidak.' Dia berkata, 'Kalau begitu, berikan sebidang tanah ini untukku.' Abdullah berkata, 'Untukmu dari sini sampai sini.' Kemudian Abdullah menjual sebagian darinya dan dapat membayar hutang-hutang ayahnya secara lunas. Bahkan masih tersisa empat bagian dan setengah.
Lalu dia pergi menghadap Mu'awiyah dan di sisinya ada Amr bin Utsman, al-Mundzir bin az-Zubair dan Ibnu Zam'ah. Maka Mu'awiyah berkata kepadanya, 'Berapa taksiran tanah Ghabah?' Dia menjawab, 'Setiap satu bagian seharga seratus ribu.' Dia bertanya, 'Berapa bagian yang tersisa?' Dia menjawab, 'Empat setengah bagian.' Al-Mundzir bin az-Zubair berkata, 'Saya mengambil satu bagian dengan seratus ribu.' Amr bin Utsman berkata, 'Saya mengambil satu bagian dengan harga seratus ribu.' Dan Ibnu Zam'ah juga berkata, 'Saya mengambil satu bagian dengan harga seratus ribu.' Lalu Mu'awiyah bertanya, 'Berapa bagian yang masih tersisa?' Abdullah menjawab, 'Satu setengah bagian.' Mu'awiyah berkata, 'Baik, saya mengambilnya dengan harga seratus lima puluh ribu'."
Perawi berkata, "Dan Abdullah bin Ja'far menjual bagiannya kepada Mu'awiyah dengan harga 600.000. Ketika Ibnu az-Zubair telah selesai membayar hutang, putra-putra az-Zubair berkata, 'Bagikan warisan kami.' Abdullah menjawab, 'Demi Allah, saya tidak akan membagi di antara kalian sebelum saya mengumumkan di musim haji selama empat tahun, 'Ketahuilah, siapa saja yang punya piutang terhadap az-Zubair, silakan datang kepada kami, kami akan membayarnya'.' Maka tiap tahunnya Abdullah mengumumkan di musim haji. Ketika empat tahun telah berlalu dia membagi di antara mereka dan menyerahkan yang sepertiganya. Az-Zubair mempunyai empat orang istri, masing-masing istri mendapat bagian 1.200.000. Dan semua kekayaannya berjumlah 50.200.000." (HR. Bukhari)
View Details
- SEMANGAT MEMBAYAR UTANG
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah Menunaikan Amanat
Hadits ke-207 | Hadits Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Khubaib Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
...
Abdullah berkata, "Maka az-Zubair terbunuh dan dia tidak meninggalkan satu dinar ataupun satu dirham, melainkan hanya beberapa bidang tanah, di antaranya adalah tanah Ghabah, sebelas rumah di Madinah, dua rumah di Bashrah, satu rumah di Kufah dan satu lagi di Mesir."
Abdullah berkata, "Sebenarnya hutang az-Zubair adalah karena bila ada orang yang datang kepadanya dengan membawa hartanya untuk menitipkannya kepadanya, maka az-Zubair berkata, ‘Tidak sebagai titipan, tetapi anggaplah sebagai hutang karena saya takut kalau harta ini hilang.' Az-Zubair tidak pernah memegang jabatan, mengelola harta, memperoleh hasil pertanian, maupun melakukan usaha apa pun. Dia hanya mendapatkan harta tersebut diletakkan dalam jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam perangnya bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam atau bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman Radhiallahu ‘anhum"
Abdullah berkata, "Maka saya hitung hutangnya, dan saya dapati sebanyak 2.200.000."
Kemudian Hakim bin Hizam bertemu Abdullah bin az-Zubair, dia bertanya, "Keponakanku, berapa hutang saudaraku?" (Abdullah berkata), "Saya menyembunyikan jumlahnya dan saya menjawab, 'Seratus ribu" Maka Hakim berkata, "Demi Allah, aku yakin harta kalian tidak cukup untuk menutupinya." Maka Abdullah berkata, "Bagaimana kalau saya katakan dua juta dua ratus ribu?" Hakim berkata, "Aku rasa kalian tidak akan sanggup memikulnya, jika kalian benar-benar tidak sanggup, maka mintalah pertolongan kepadaku."
Perawi berkata, "Dulu az-Zubair telah membeli tanah Ghabah dengan harga 170.000. Kemudian Abdullah menjualnya seharga 1.600.000 (satu juta enam ratus ribu). Kemudian Abdullah berdiri seraya berkata, 'Siapa yang pernah memberi hutang kepada az-Zubair, maka hendaklah mendatangi kami di Ghabah.' Maka datanglah Abdullah bin Ja'far kepada Abdullah bin Zubair, dia pernah memberi hutang kepada az-Zubair sebanyak 400.000. Dia berkata kepada Abdullah, 'Kalau kamu mau, aku akan merelakannya untukmu.' Abdullah menjawab, 'Tidak.' Dia berkata lagi, 'Kalau kamu mau, kamu letakkan saja piutangku pada urutan terakhir, jika kamu memandang untuk mengakhirkan.' Abdullah menjawab, 'Tidak.' Dia berkata, 'Kalau begitu, berikan sebidang tanah ini untukku.' Abdullah berkata, 'Untukmu dari sini sampai sini.' Kemudian Abdullah menjual sebagian darinya dan dapat membayar hutang-hutang ayahnya secara lunas. Bahkan masih tersisa empat bagian dan setengah.
... (bersambung insyaa Allah)
View Details
- MENJUAL HARTA DARIPADA MENGHARAP IBA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah Menunaikan Amanat
Hadits ke-207 | Hadits Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Khubaib Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
...
Abdullah berkata, "Maka az-Zubair terbunuh dan dia tidak meninggalkan satu dinar ataupun satu dirham, melainkan hanya beberapa bidang tanah, di antaranya adalah tanah Ghabah, sebelas rumah di Madinah, dua rumah di Bashrah, satu rumah di Kufah dan satu lagi di Mesir."
Abdullah berkata, "Sebenarnya hutang az-Zubair adalah karena bila ada orang yang datang kepadanya dengan membawa hartanya untuk menitipkannya kepadanya, maka az-Zubair berkata, ‘Tidak sebagai titipan, tetapi anggaplah sebagai hutang karena saya takut kalau harta ini hilang.' Az-Zubair tidak pernah memegang jabatan, mengelola harta, memperoleh hasil pertanian, maupun melakukan usaha apa pun. Dia hanya mendapatkan harta tersebut diletakkan dalam jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam perangnya bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam atau bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman Radhiallahu ‘anhum"
Abdullah berkata, "Maka saya hitung hutangnya, dan saya dapati sebanyak 2.200.000."
Kemudian Hakim bin Hizam bertemu Abdullah bin az-Zubair, dia bertanya, "Keponakanku, berapa hutang saudaraku?" (Abdullah berkata), "Saya menyembunyikan jumlahnya dan saya menjawab, 'Seratus ribu" Maka Hakim berkata, "Demi Allah, aku yakin harta kalian tidak cukup untuk menutupinya." Maka Abdullah berkata, "Bagaimana kalau saya katakan dua juta dua ratus ribu?" Hakim berkata, "Aku rasa kalian tidak akan sanggup memikulnya, jika kalian benar-benar tidak sanggup, maka mintalah pertolongan kepadaku."
Perawi berkata, "Dulu az-Zubair telah membeli tanah Ghabah dengan harga 170.000. Kemudian Abdullah menjualnya seharga 1.600.000 (satu juta enam ratus ribu). Kemudian Abdullah berdiri seraya berkata, 'Siapa yang pernah memberi hutang kepada az-Zubair, maka hendaklah mendatangi kami di Ghabah.' Maka datanglah Abdullah bin Jalfar kepada Abdullah bin Zubair, dia pernah memberi hutang kepada az-Zubair sebanyak 400.000. Dia berkata kepada Abdullah, 'Kalau kamu mau, aku akan merelakannya untukmu.' Abdullah menjawab, 'Tidak.' Dia berkata lagi, 'Kalau kamu mau, kamu letakkan saja piutangku pada urutan terakhir, jika kamu memandang untuk mengakhirkan.' Abdullah menjawab, 'Tidak.' Dia berkata, 'Kalau begitu, berikan sebidang tanah ini untukku.' Abdullah berkata, 'Untukmu dari sini sampai sini.' Kemudian Abdullah menjual sebagian darinya dan dapat membayar hutang-hutang ayahnya secara lunas. Bahkan masih tersisa empat bagian dan setengah.
... (bersambung insyaa Allah)
View Details
- TIDAK BERGANTUNG KEPADA ORANG LAIN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah Menunaikan Amanat
Hadits ke-207 | Hadits Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Khubaib Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
...
Hisyam berkata, "Sebagian putra Abdullah telah menyamai sebagian putra-putra az-Zubair, yakni, Khubaib dan Abbad. Pada waktu itu az-Zubair memiliki sembilan putra dan sembilan putri."
Abdullah berkata, "Ayahku mewasiatkan hutangnya-hutangnya kepadaku, dia berkata, 'Putraku, apabila engkau tidak sanggup melunasi hutang itu, maka mintalah pertolongan kepada Penolongku'."
Abdullah berkata, "Demi Allah, saya tidak mengerti siapa yang dia maksudkan dengan Penolong, hingga saya bertanya, 'Ayahku siapakah Penolongmu?' Dia menjawab, ‘Allah’.”
Abdullah berkata, "Demi Allah, saya tidak mengalami kesulitan karena hutangnya kecuali saya berkata, 'Wahai Penolong az-Zubair, bayarlah hutangnya.' Maka Dia pun membayarnya."
Abdullah berkata, "Maka az-Zubair terbunuh dan dia tidak meninggalkan satu dinar ataupun satu dirham, melainkan hanya beberapa bidang tanah, di antaranya adalah tanah Ghabah, sebelas rumah di Madinah, dua rumah di Bashrah, satu rumah di Kufah dan satu lagi di Mesir."
Abdullah berkata, "Sebenarnya hutang az-Zubair adalah karena bila ada orang yang datang kepadanya dengan membawa hartanya untuk menitipkannya kepadanya, maka az-Zubair berkata, ‘Tidak sebagai titipan, tetapi anggaplah sebagai hutang karena saya takut kalau harta ini hilang.' Az-Zubair tidak pernah memegang jabatan, mengelola harta, memperoleh hasil pertanian, maupun melakukan usaha apa pun. Dia hanya mendapatkan harta tersebut diletakkan dalam jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam perangnya bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam atau bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman Radhiallahu ‘anhum"
Abdullah berkata, "Maka saya hitung hutangnya, dan saya dapati sebanyak 2.200.000."
Kemudian Hakim bin Hizam bertemu Abdullah bin az-Zubair, dia bertanya, "Keponakanku, berapa hutang saudaraku?" (Abdullah berkata), "Saya menyembunyikan jumlahnya dan saya menjawab, 'Seratus ribu" Maka Hakim berkata, "Demi Allah, aku yakin harta kalian tidak cukup untuk menutupinya." Maka Abdullah berkata, "Bagaimana kalau saya katakan dua juta dua ratus ribu?" Hakim berkata, "Aku rasa kalian tidak akan sanggup memikulnya, jika kalian benar-benar tidak sanggup, maka mintalah pertolongan kepadaku."
... (bersambung insyaa Allah)
View Details
- "AKU LAKUKAN INI DALAM RANGKA IBADAH?!"
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
View Details
- SEMUA DIINFAQKANNYA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah Menunaikan Amanat
Hadits ke-207 | Hadits Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Khubaib Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
"Ketika az-Zubair berdiri pada saat perang Jamal , dia memanggilku, maka saya berdiri di sampingnya, lalu dia berkata, 'Putraku, sesungguhnya tidak ada yang terbunuh pada hari ini kecuali orang yang menganiaya atau teraniaya. Dan sesungguhnya aku tidak melihat diriku, melainkan aku akan terbunuh secara teraniaya. Dan yang menjadi beban paling besar dalam pikiranku adalah hutangku. Apakah menurutmu hutang kita akan menyisakan sedikit dari harta kita?' Kemudian dia berkata, 'Putraku, juallah apa yang kita punya dan bayarkan hutang-hutangku.' Dia berwasiat dengan sepertiga dan sepertiganya untuk putra-putranya, -maksudnya untuk putra-putra Abdullah bin az-Zubair sepertiga dari sepertiga-. Dia berkata, 'Apabila masih tersisa dari harta kita setelah bayar hutang, maka sepertiganya untuk putra-putramu."
Hisyam berkata, "Sebagian putra Abdullah telah menyamai sebagian putra-putra az-Zubair, yakni, Khubaib dan Abbad. Pada waktu itu az-Zubair memiliki sembilan putra dan sembilan putri."
Abdullah berkata, "Ayahku mewasiatkan hutangnya-hutangnya kepadaku, dia berkata, 'Putraku, apabila engkau tidak sanggup melunasi hutang itu, maka mintalah pertolongan kepada Penolongku'."
Abdullah berkata, "Demi Allah, saya tidak mengerti siapa yang dia maksudkan dengan Penolong, hingga saya bertanya, 'Ayahku siapakah Penolongmu?' Dia menjawab, ‘Allah’.”
Abdullah berkata, "Demi Allah, saya tidak mengalami kesulitan karena hutangnya kecuali saya berkata, 'Wahai Penolong az-Zubair, bayarlah hutangnya.' Maka Dia pun membayarnya."
Abdullah berkata, "Maka az-Zubair terbunuh dan dia tidak meninggalkan satu dinar ataupun satu dirham, melainkan hanya beberapa bidang tanah, di antaranya adalah tanah Ghabah, sebelas rumah di Madinah, dua rumah di Bashrah, satu rumah di Kufah dan satu lagi di Mesir."
Abdullah berkata, "Sebenarnya hutang az-Zubair adalah karena bila ada orang yang datang kepadanya dengan membawa hartanya untuk menitipkannya kepadanya, maka az-Zubair berkata, ‘Tidak sebagai titipan, tetapi anggaplah sebagai hutang karena saya takut kalau harta ini hilang.' Az-Zubair tidak pernah memegang jabatan, mengelola harta, memperoleh hasil pertanian, maupun melakukan usaha apa pun. Dia hanya mendapatkan harta tersebut diletakkan dalam jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam perangnya bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam atau bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman Radhiallahu ‘anhum"
... (bersambung insyaa Allah)
View Details
- HAKIKAT ILMU
Tadzkiratus Saami wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
Karya Ibnul Jama'ah
View Details
- SELALU INGINKAN YANG TERBAIK BAGI SAUDARANYA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah Menunaikan Amanat
Hadits ke-207 | Hadits Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Khubaib Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
"Ketika az-Zubair berdiri pada saat perang Jamal , dia memanggilku, maka saya berdiri di sampingnya, lalu dia berkata, 'Putraku, sesungguhnya tidak ada yang terbunuh pada hari ini kecuali orang yang menganiaya atau teraniaya. Dan sesungguhnya aku tidak melihat diriku, melainkan aku akan terbunuh secara teraniaya. Dan yang menjadi beban paling besar dalam pikiranku adalah hutangku. Apakah menurutmu hutang kita akan menyisakan sedikit dari harta kita?' Kemudian dia berkata, 'Putraku, juallah apa yang kita punya dan bayarkan hutang-hutangku.' Dia berwasiat dengan sepertiga dan sepertiganya untuk putra-putranya, -maksudnya untuk putra-putra Abdullah bin az-Zubair sepertiga dari sepertiga-. Dia berkata, 'Apabila masih tersisa dari harta kita setelah bayar hutang, maka sepertiganya untuk putra-putramu."
Hisyam berkata, "Sebagian putra Abdullah telah menyamai sebagian putra-putra az-Zubair, yakni, Khubaib dan Abbad. Pada waktu itu az-Zubair memiliki sembilan putra dan sembilan putri."
Abdullah berkata, "Ayahku mewasiatkan hutangnya-hutangnya kepadaku, dia berkata, 'Putraku, apabila engkau tidak sanggup melunasi hutang itu, maka mintalah pertolongan kepada Penolongku'."
Abdullah berkata, "Demi Allah, saya tidak mengerti siapa yang dia maksudkan dengan Penolong, hingga saya bertanya, 'Ayahku siapakah Penolongmu?' Dia menjawab, ‘Allah’.”
Abdullah berkata, "Demi Allah, saya tidak mengalami kesulitan karena hutangnya kecuali saya berkata, 'Wahai Penolong az-Zubair, bayarlah hutangnya.' Maka Dia pun membayarnya."
Abdullah berkata, "Maka az-Zubair terbunuh dan dia tidak meninggalkan satu dinar ataupun satu dirham, melainkan hanya beberapa bidang tanah, di antaranya adalah tanah Ghabah, sebelas rumah di Madinah, dua rumah di Bashrah, satu rumah di Kufah dan satu lagi di Mesir."
Abdullah berkata, "Sebenarnya hutang az-Zubair adalah karena bila ada orang yang datang kepadanya dengan membawa hartanya untuk menitipkannya kepadanya, maka az-Zubair berkata, ‘Tidak sebagai titipan, tetapi anggaplah sebagai hutang karena saya takut kalau harta ini hilang.' Az-Zubair tidak pernah memegang jabatan, mengelola harta, memperoleh hasil pertanian, maupun melakukan usaha apa pun. Dia hanya mendapatkan harta tersebut diletakkan dalam jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam perangnya bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam atau bersama Abu Bakar, Umar, dan Utsman Radhiallahu ‘anhum"
... (bersambung insyaa Allah)
View Details
- KONSEKUENSI BERUTANG
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah Menunaikan Amanat
Hadits ke-207 | Hadits Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Khubaib Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
وعن أَبِي خُبَيْبٍ بضم الخاءِ المعجمة عبد اللَّهِ بنِ الزُّبَيْرِ ، رضي اللَّه عنهما قال : لَمَّا وَقَفَ الزبَيْرُ يَوْمَ الْجَمَلِ دَعانِي فَقُمْتُ إِلَى جَنْبِهِ ، فَقَالَ : يَا بُنَيَّ إِنَّهُ لا يُقْتَلُ الْيَوْمَ إِلاَّ ظَالِمٌ أَوْ مَظْلُومٌ ، وإِنِّي لاأُرَنِي إِلاَّ سَأُقْتَلُ الْيَومَ مَظْلُوماً، وَإِنَّ مِنْ أَكْبَرِ هَمِّي لَدَينْيِ أَفَتَرَى دَيْنَنَا يُبْقى مِنْ مالنا شَيْئاً ؟ ثُمَّ قَالَ : بعْ مَالَنَا واقْضِ دَيْنِي ، وَأَوْصَى بالثُّلُثِ ، وَثُلُثِهُ لبنيه ، يَعْنِي لبَنِي عَبْدِ اللَّه بن الزبير ثُلُثُ الثُّلُث . قَالَ : فَإِن فَضلِ مِنْ مالِنَا بعْدَ قَضَاءِ الدَّيْنِ شَيءٌ فثُلُثُهُ لِبَنِيك ،
قَالَ هِشَامٌ : وكان وَلَدُ عَبْدِ اللَّهِ قَدْ ورأى بَعْضَ بَني الزبَيْرِ خُبيبٍ وَعَبَّادٍ ، وَلَهُ يَوْمَئذٍ تَسْعَةُ بَنينَ وتِسعُ بَنَاتٍ
قَالَ عَبْدُ اللَّه : فَجَعَل يُوصِينِي بديْنِهِ وَيَقُول : يَا بُنَيَّ إِنْ عَجزْتَ عنْ شَيءٍ مِنْهُ فَاسْتَعِنْ عَلَيْهِ بموْلايَ .
قَالَ : فَوَاللَّهِ مَا دَريْتُ ما أرادَ حَتَّى قُلْتُ يَا أَبَتِ مَنْ مَوْلاَكَ ؟ قَالَ : اللَّه .
قال : فَواللَّهِ مَا وَقَعْتُ في كُرْبَةٍ مِنْ دَيْنِهِ إِلاَّ قُلْتُ: يَا مَوْلَى الزبَيْرِ اقض عَنْهُ دَيْنَهُ ، فَيَقْضِيَهُ .
"Ketika az-Zubair berdiri pada saat perang Jamal , dia memanggilku, maka saya berdiri di sampingnya, lalu dia berkata, 'Putraku, sesungguhnya tidak ada yang terbunuh pada hari ini kecuali orang yang menganiaya atau teraniaya. Dan sesungguhnya aku tidak melihat diriku, melainkan aku akan terbunuh secara teraniaya. Dan yang menjadi beban paling besar dalam pikiranku adalah hutangku. Apakah menurutmu hutang kita akan menyisakan sedikit dari harta kita?' Kemudian dia berkata, 'Putraku, juallah apa yang kita punya dan bayarkan hutang-hutangku.' Dia berwasiat dengan sepertiga dan sepertiganya untuk putra-putranya, -maksudnya untuk putra-putra Abdullah bin az-Zubair sepertiga dari sepertiga-. Dia berkata, 'Apabila masih tersisa dari harta kita setelah bayar hutang, maka sepertiganya untuk putra-putramu."
Hisyam berkata, "Sebagian putra Abdullah telah menyamai sebagian putra-putra az-Zubair, yakni, Khubaib dan Abbad. Pada waktu itu az-Zubair memiliki sembilan putra dan sembilan putri."
Abdullah berkata, "Ayahku mewasiatkan hutangnya-hutangnya kepadaku, dia berkata, 'Putraku, apabila engkau tidak sanggup melunasi hutang itu, maka mintalah pertolongan kepada Penolongku'."
Abdullah berkata, "Demi Allah, saya tidak mengerti siapa yang dia maksudkan dengan Penolong, hingga saya bertanya, 'Ayahku siapakah Penolongmu?' Dia menjawab, ‘Allah’.”
Abdullah berkata, "Demi Allah, saya tidak mengalami kesulitan karena hutangnya kecuali saya berkata, 'Wahai Penolong az-Zubair, bayarlah hutangnya.' Maka Dia pun membayarnya."
... (bersambung insyaa Allah)
View Details
- KUNCI MEMBAYAR UTANG
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah Menunaikan Amanat
Hadits ke-207 | Hadits Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Khubaib Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
وعن أَبِي خُبَيْبٍ بضم الخاءِ المعجمة عبد اللَّهِ بنِ الزُّبَيْرِ ، رضي اللَّه عنهما قال : لَمَّا وَقَفَ الزبَيْرُ يَوْمَ الْجَمَلِ دَعانِي فَقُمْتُ إِلَى جَنْبِهِ ، فَقَالَ : يَا بُنَيَّ إِنَّهُ لا يُقْتَلُ الْيَوْمَ إِلاَّ ظَالِمٌ أَوْ مَظْلُومٌ ، وإِنِّي لاأُرَنِي إِلاَّ سَأُقْتَلُ الْيَومَ مَظْلُوماً، وَإِنَّ مِنْ أَكْبَرِ هَمِّي لَدَينْيِ أَفَتَرَى دَيْنَنَا يُبْقى مِنْ مالنا شَيْئاً ؟ ثُمَّ قَالَ : بعْ مَالَنَا واقْضِ دَيْنِي ، وَأَوْصَى بالثُّلُثِ ، وَثُلُثِهُ لبنيه ، يَعْنِي لبَنِي عَبْدِ اللَّه بن الزبير ثُلُثُ الثُّلُث . قَالَ : فَإِن فَضلِ مِنْ مالِنَا بعْدَ قَضَاءِ الدَّيْنِ شَيءٌ فثُلُثُهُ لِبَنِيك ،
قَالَ هِشَامٌ : وكان وَلَدُ عَبْدِ اللَّهِ قَدْ ورأى بَعْضَ بَني الزبَيْرِ خُبيبٍ وَعَبَّادٍ ، وَلَهُ يَوْمَئذٍ تَسْعَةُ بَنينَ وتِسعُ بَنَاتٍ
قَالَ عَبْدُ اللَّه : فَجَعَل يُوصِينِي بديْنِهِ وَيَقُول : يَا بُنَيَّ إِنْ عَجزْتَ عنْ شَيءٍ مِنْهُ فَاسْتَعِنْ عَلَيْهِ بموْلايَ .
قَالَ : فَوَاللَّهِ مَا دَريْتُ ما أرادَ حَتَّى قُلْتُ يَا أَبَتِ مَنْ مَوْلاَكَ ؟ قَالَ : اللَّه .
قال : فَواللَّهِ مَا وَقَعْتُ في كُرْبَةٍ مِنْ دَيْنِهِ إِلاَّ قُلْتُ: يَا مَوْلَى الزبَيْرِ اقض عَنْهُ دَيْنَهُ ، فَيَقْضِيَهُ .
"Ketika az-Zubair berdiri pada saat perang Jamal , dia memanggilku, maka saya berdiri di sampingnya, lalu dia berkata, 'Putraku, sesungguhnya tidak ada yang terbunuh pada hari ini kecuali orang yang menganiaya atau teraniaya. Dan sesungguhnya aku tidak melihat diriku, melainkan aku akan terbunuh secara teraniaya. Dan yang menjadi beban paling besar dalam pikiranku adalah hutangku. Apakah menurutmu hutang kita akan menyisakan sedikit dari harta kita?' Kemudian dia berkata, 'Putraku, juallah apa yang kita punya dan bayarkan hutang-hutangku.' Dia berwasiat dengan sepertiga dan sepertiganya untuk putra-putranya, -maksudnya untuk putra-putra Abdullah bin az-Zubair sepertiga dari sepertiga-. Dia berkata, 'Apabila masih tersisa dari harta kita setelah bayar hutang, maka sepertiganya untuk putra-putramu."
Hisyam berkata, "Sebagian putra Abdullah telah menyamai sebagian putra-putra az-Zubair, yakni, Khubaib dan Abbad. Pada waktu itu az-Zubair memiliki sembilan putra dan sembilan putri."
Abdullah berkata, "Ayahku mewasiatkan hutangnya-hutangnya kepadaku, dia berkata, 'Putraku, apabila engkau tidak sanggup melunasi hutang itu, maka mintalah pertolongan kepada Penolongku'."
Abdullah berkata, "Demi Allah, saya tidak mengerti siapa yang dia maksudkan dengan Penolong, hingga saya bertanya, 'Ayahku siapakah Penolongmu?' Dia menjawab, ‘Allah’.”
Abdullah berkata, "Demi Allah, saya tidak mengalami kesulitan karena hutangnya kecuali saya berkata, 'Wahai Penolong az-Zubair, bayarlah hutangnya.' Maka Dia pun membayarnya."
... (bersambung insyaa Allah)
View Details
- PEDULI TERHADAP KELUARGA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah Menunaikan Amanat
Hadits ke-207 | Hadits Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Khubaib Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
وعن أَبِي خُبَيْبٍ بضم الخاءِ المعجمة عبد اللَّهِ بنِ الزُّبَيْرِ ، رضي اللَّه عنهما قال : لَمَّا وَقَفَ الزبَيْرُ يَوْمَ الْجَمَلِ دَعانِي فَقُمْتُ إِلَى جَنْبِهِ ، فَقَالَ : يَا بُنَيَّ إِنَّهُ لا يُقْتَلُ الْيَوْمَ إِلاَّ ظَالِمٌ أَوْ مَظْلُومٌ ، وإِنِّي لاأُرَنِي إِلاَّ سَأُقْتَلُ الْيَومَ مَظْلُوماً، وَإِنَّ مِنْ أَكْبَرِ هَمِّي لَدَينْيِ أَفَتَرَى دَيْنَنَا يُبْقى مِنْ مالنا شَيْئاً ؟ ثُمَّ قَالَ : بعْ مَالَنَا واقْضِ دَيْنِي ، وَأَوْصَى بالثُّلُثِ ، وَثُلُثِهُ لبنيه ، يَعْنِي لبَنِي عَبْدِ اللَّه بن الزبير ثُلُثُ الثُّلُث . قَالَ : فَإِن فَضلِ مِنْ مالِنَا بعْدَ قَضَاءِ الدَّيْنِ شَيءٌ فثُلُثُهُ لِبَنِيك ،
قَالَ هِشَامٌ : وكان وَلَدُ عَبْدِ اللَّهِ قَدْ ورأى بَعْضَ بَني الزبَيْرِ خُبيبٍ وَعَبَّادٍ ، وَلَهُ يَوْمَئذٍ تَسْعَةُ بَنينَ وتِسعُ بَنَاتٍ
"Ketika az-Zubair berdiri pada saat perang Jamal , dia memanggilku, maka saya berdiri di sampingnya, lalu dia berkata, 'Putraku, sesungguhnya tidak ada yang terbunuh pada hari ini kecuali orang yang menganiaya atau teraniaya. Dan sesungguhnya aku tidak melihat diriku, melainkan aku akan terbunuh secara teraniaya. Dan yang menjadi beban paling besar dalam pikiranku adalah hutangku. Apakah menurutmu hutang kita akan menyisakan sedikit dari harta kita?' Kemudian dia berkata, 'Putraku, juallah apa yang kita punya dan bayarkan hutang-hutangku.' Dia berwasiat dengan sepertiga dan sepertiganya untuk putra-putranya, -maksudnya untuk putra-putra Abdullah bin az-Zubair sepertiga dari sepertiga-. Dia berkata, 'Apabila masih tersisa dari harta kita setelah bayar hutang, maka sepertiganya untuk putra-putramu."
Hisyam berkata, "Sebagian putra Abdullah telah menyamai sebagian putra-putra az-Zubair, yakni, Khubaib dan Abbad. Pada waktu itu az-Zubair memiliki sembilan putra dan sembilan putri."
... (bersambung insyaa Allah)
View Details
- WASIAT SEBELUM MENINGGAL
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah Menunaikan Amanat
Hadits ke-207 | Hadits Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Khubaib Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
وعن أَبِي خُبَيْبٍ بضم الخاءِ المعجمة عبد اللَّهِ بنِ الزُّبَيْرِ ، رضي اللَّه عنهما قال : لَمَّا وَقَفَ الزبَيْرُ يَوْمَ الْجَمَلِ دَعانِي فَقُمْتُ إِلَى جَنْبِهِ ، فَقَالَ : يَا بُنَيَّ إِنَّهُ لا يُقْتَلُ الْيَوْمَ إِلاَّ ظَالِمٌ أَوْ مَظْلُومٌ ، وإِنِّي لاأُرَنِي إِلاَّ سَأُقْتَلُ الْيَومَ مَظْلُوماً، وَإِنَّ مِنْ أَكْبَرِ هَمِّي لَدَينْيِ أَفَتَرَى دَيْنَنَا يُبْقى مِنْ مالنا شَيْئاً ؟ ثُمَّ قَالَ : بعْ مَالَنَا واقْضِ دَيْنِي ، وَأَوْصَى بالثُّلُثِ ، وَثُلُثِهُ لبنيه ، يَعْنِي لبَنِي عَبْدِ اللَّه بن الزبير ثُلُثُ الثُّلُث . قَالَ : فَإِن فَضلِ مِنْ مالِنَا بعْدَ قَضَاءِ الدَّيْنِ شَيءٌ فثُلُثُهُ لِبَنِيك ،
"Ketika az-Zubair berdiri pada saat perang Jamal , dia memanggilku, maka saya berdiri di sampingnya, lalu dia berkata, 'Putraku, sesungguhnya tidak ada yang terbunuh pada hari ini kecuali orang yang menganiaya atau teraniaya. Dan sesungguhnya aku tidak melihat diriku, melainkan aku akan terbunuh secara teraniaya. Dan yang menjadi beban paling besar dalam pikiranku adalah hutangku. Apakah menurutmu hutang kita akan menyisakan sedikit dari harta kita?' Kemudian dia berkata, 'Putraku, juallah apa yang kita punya dan bayarkan hutang-hutangku.' Dia berwasiat dengan sepertiga dan sepertiganya untuk putra-putranya, -maksudnya untuk putra-putra Abdullah bin az-Zubair seper-tiga dari sepertiga-. Dia berkata, 'Apabila masih tersisa dari harta kita setelah bayar hutang, maka sepertiganya untuk putra-putramu."
... (bersambung insyaa Allah)
View Details
- WALAUPUN SEKEJAP MATA
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
View Details
- SEKILAS MENGENAL ABDULLAH BIN AZ-ZUBAIR -RADHIYALLAHU'ANHU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah Menunaikan Amanat
Hadits ke-207 | Hadits Abdullah bin az-Zubair Radhiallahu ‘anhu
View Details
- AMANAT AKAN MENUNTUTMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-206 | Hadits Hudzaifah & Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam, bersabda
"Allah Tabaraka wa Ta' ala akan mengumpulkan semua manusia. Maka orang-orang Mukmin berdiri hingga surga didekatkan kepada mereka. Mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata, 'Wahai bapak kami, mohonlah agar surga dibukakan untuk kami.' Beliau menjawab, 'Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian ini? Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah kepada putra-ku, Ibrahim, kekasih Allah.' Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrahim berkata, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Aku hanya kekasih Allah dari belakang, belakang sekali. Pergilah menuju Musa, orang yang diajak bicara langsung oleh Allah.' Mereka pun mendatangi Nabi Musa, tapi Nabi Musa menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah menuju Isa, kalimat Allah dan Ruh Dari-Nya. Nabi Isa juga menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu.' Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad beliau pun berdiri lalu diperkenankan. Kemudian dilepaslah amanat dan rahim, keduanya berdiri pada dua sisi ash-Shirath, di sebelah kanan dan sebelah kiri. Maka kelompok pertama dari kalian melewati jembatan secepat kilat."
Saya (Hudzaifah) bertanya, "(Aku rela menebus Anda) dengan ayah dan ibuku, seperti apakah secepat kilat itu?" Beliau menjawab, "Bukankah kamu sudah melihat bagaimana kilat itu datang dan pergi hanya dalam sekejap mata?" Kemudian kelompok berikutnya seperti angin yang bertiup, kemudian seperti burung terbang, kemudian seperti pelari yang cepat, amal-amal mereka yang membawa mereka seperti itu. Sementara Nabi kalian berdiri di atas jembatan sambil berdoa, 'Wahai Rabbku, selamatkanlah, selamatkanlah.' Hingga amal manusia tidak mampu membawa mereka, sampai ada orang yang tidak mampu berjalan kecuali dengan merangkak, sementara di tepi kanan dan kiri jembatan ada kait-kait besi yang bergelantungan, yang diperintah untuk mengambil orang-orang yang harus diambilnya. Maka ada orang yang terluka tetapi selamat, dan ada juga yang tersungkur di neraka." (Abu Hurairah berkata), "Demi Allah, yang jiwa Abu Hurairah ada di TanganNya, sesungguhnya dasar Neraka Jahanam (dalamnya) sejauh perjalanan tujuh puluh kali musim gugur." (HR. Muslim)
View Details
- HIKMAH MELINTASI SHIRATH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-206 | Hadits Hudzaifah & Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam, bersabda
"Allah Tabaraka wa Ta' ala akan mengumpulkan semua manusia. Maka orang-orang Mukmin berdiri hingga surga didekatkan kepada mereka. Mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata, 'Wahai bapak kami, mohonlah agar surga dibukakan untuk kami.' Beliau menjawab, 'Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian ini? Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah kepada putra-ku, Ibrahim, kekasih Allah.' Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrahim berkata, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Aku hanya kekasih Allah dari belakang, belakang sekali. Pergilah menuju Musa, orang yang diajak bicara langsung oleh Allah.' Mereka pun mendatangi Nabi Musa, tapi Nabi Musa menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah menuju Isa, kalimat Allah dan Ruh Dari-Nya. Nabi Isa juga menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu.' Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad beliau pun berdiri lalu diperkenankan. Kemudian dilepaslah amanat dan rahim, keduanya berdiri pada dua sisi ash-Shirath, di sebelah kanan dan sebelah kiri. Maka kelompok pertama dari kalian melewati jembatan secepat kilat."
Saya (Hudzaifah) bertanya, "(Aku rela menebus Anda) dengan ayah dan ibuku, seperti apakah secepat kilat itu?" Beliau menjawab, "Bukankah kamu sudah melihat bagaimana kilat itu datang dan pergi hanya dalam sekejap mata?" Kemudian kelompok berikutnya seperti angin yang bertiup, kemudian seperti burung terbang, kemudian seperti pelari yang cepat, amal-amal mereka yang membawa mereka seperti itu. Sementara Nabi kalian berdiri di atas jembatan sambil berdoa, 'Wahai Rabbku, selamatkanlah, selamatkanlah.' Hingga amal manusia tidak mampu membawa mereka, sampai ada orang yang tidak mampu berjalan kecuali dengan merangkak, sementara di tepi kanan dan kiri jembatan ada kait-kait besi yang bergelantungan, yang diperintah untuk mengambil orang-orang yang harus diambilnya. Maka ada orang yang terluka tetapi selamat, dan ada juga yang tersungkur di neraka." (Abu Hurairah berkata), "Demi Allah, yang jiwa Abu Hurairah ada di TanganNya, sesungguhnya dasar Neraka Jahanam (dalamnya) sejauh perjalanan tujuh puluh kali musim gugur." (HR. Muslim)
View Details
Tadzkiraatus saami' 87. "IDENTITAS SEORANG PENUNTUT ILMU" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- ASH-SHIRATH & BAGAIMANA MELEWATINYA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-206 | Hadits Hudzaifah & Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam, bersabda
"Allah Tabaraka wa Ta' ala akan mengumpulkan semua manusia. Maka orang-orang Mukmin berdiri hingga surga didekatkan kepada mereka. Mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata, 'Wahai bapak kami, mohonlah agar surga dibukakan untuk kami.' Beliau menjawab, 'Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian ini? Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah kepada putra-ku, Ibrahim, kekasih Allah.' Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrahim berkata, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Aku hanya kekasih Allah dari belakang, belakang sekali. Pergilah menuju Musa, orang yang diajak bicara langsung oleh Allah.' Mereka pun mendatangi Nabi Musa, tapi Nabi Musa menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah menuju Isa, kalimat Allah dan Ruh Dari-Nya. Nabi Isa juga menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu.' Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad beliau pun berdiri lalu diperkenankan. Kemudian dilepaslah amanat dan rahim, keduanya berdiri pada dua sisi ash-Shirath, di sebelah kanan dan sebelah kiri. Maka kelompok pertama dari kalian melewati jembatan secepat kilat."
Saya (Hudzaifah) bertanya, "(Aku rela menebus Anda) dengan ayah dan ibuku, seperti apakah secepat kilat itu?" Beliau menjawab, "Bukankah kamu sudah melihat bagaimana kilat itu datang dan pergi hanya dalam sekejap mata?" Kemudian kelompok berikutnya seperti angin yang bertiup, kemudian seperti burung terbang, kemudian seperti pelari yang cepat, amal-amal mereka yang membawa mereka seperti itu. Sementara Nabi kalian berdiri di atas jembatan sambil berdoa, 'Wahai Rabbku, selamatkanlah, selamatkanlah.' Hingga amal manusia tidak mampu membawa mereka, sampai ada orang yang tidak mampu berjalan kecuali dengan merangkak, sementara di tepi kanan dan kiri jembatan ada kait-kait besi yang bergelantungan, yang diperintah untuk mengambil orang-orang yang harus diambilnya. Maka ada orang yang terluka tetapi selamat, dan ada juga yang tersungkur di neraka." (Abu Hurairah berkata), "Demi Allah, yang jiwa Abu Hurairah ada di TanganNya, sesungguhnya dasar Neraka Jahanam (dalamnya) sejauh perjalanan tujuh puluh kali musim gugur." (HR. Muslim)
View Details
- KEDUDUKAN AMANAT & SILATURAHIM DI HARI KIAMAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-206 | Hadits Hudzaifah & Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam, bersabda
"Allah Tabaraka wa Ta' ala akan mengumpulkan semua manusia. Maka orang-orang Mukmin berdiri hingga surga didekatkan kepada mereka. Mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata, 'Wahai bapak kami, mohonlah agar surga dibukakan untuk kami.' Beliau menjawab, 'Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian ini? Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah kepada putra-ku, Ibrahim, kekasih Allah.' Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrahim berkata, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Aku hanya kekasih Allah dari belakang, belakang sekali. Pergilah menuju Musa, orang yang diajak bicara langsung oleh Allah.' Mereka pun mendatangi Nabi Musa, tapi Nabi Musa menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah menuju Isa, kalimat Allah dan Ruh Dari-Nya. Nabi Isa juga menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu.' Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad beliau pun berdiri lalu diperkenankan. Kemudian dilepaslah amanat dan rahim, keduanya berdiri pada dua sisi ash-Shirath, di sebelah kanan dan sebelah kiri. Maka kelompok pertama dari kalian melewati jembatan secepat kilat."
Saya (Hudzaifah) bertanya, "(Aku rela menebus Anda) dengan ayah dan ibuku, seperti apakah secepat kilat itu?" Beliau menjawab, "Bukankah kamu sudah melihat bagaimana kilat itu datang dan pergi hanya dalam sekejap mata?" Kemudian kelompok berikutnya seperti angin yang bertiup, kemudian seperti burung terbang, kemudian seperti pelari yang cepat, amal-amal mereka yang membawa mereka seperti itu. Sementara Nabi kalian berdiri di atas jembatan sambil berdoa, 'Wahai Rabbku, selamatkanlah, selamatkanlah.' Hingga amal manusia tidak mampu membawa mereka, sampai ada orang yang tidak mampu berjalan kecuali dengan merangkak, sementara di tepi kanan dan kiri jembatan ada kait-kait besi yang bergelantungan, yang diperintah untuk mengambil orang-orang yang harus diambilnya. Maka ada orang yang terluka tetapi selamat, dan ada juga yang tersungkur di neraka." (Abu Hurairah berkata), "Demi Allah, yang jiwa Abu Hurairah ada di TanganNya, sesungguhnya dasar Neraka Jahanam (dalamnya) sejauh perjalanan tujuh puluh kali musim gugur." (HR. Muslim)
View Details
- KEDUDUKAN RASULULLAH ﷺ PADA HARI KIAMAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-206 | Hadits Hudzaifah & Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam, bersabda
"Allah Tabaraka wa Ta' ala akan mengumpulkan semua manusia. Maka orang-orang Mukmin berdiri hingga surga didekatkan kepada mereka. Mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata, 'Wahai bapak kami, mohonlah agar surga dibukakan untuk kami.' Beliau menjawab, 'Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian ini? Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah kepada putra-ku, Ibrahim, kekasih Allah.' Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrahim berkata, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Aku hanya kekasih Allah dari belakang, belakang sekali. Pergilah menuju Musa, orang yang diajak bicara langsung oleh Allah.' Mereka pun mendatangi Nabi Musa, tapi Nabi Musa menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah menuju Isa, kalimat Allah dan Ruh Dari-Nya. Nabi Isa juga menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu.' Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad beliau pun berdiri lalu diperkenankan. Kemudian dilepaslah amanat dan rahim, keduanya berdiri pada dua sisi ash-Shirath, di sebelah kanan dan sebelah kiri. Maka kelompok pertama dari kalian melewati jembatan secepat kilat."
Saya (Hudzaifah) bertanya, "(Aku rela menebus Anda) dengan ayah dan ibuku, seperti apakah secepat kilat itu?" Beliau menjawab, "Bukankah kamu sudah melihat bagaimana kilat itu datang dan pergi hanya dalam sekejap mata?" Kemudian kelompok berikutnya seperti angin yang bertiup, kemudian seperti burung terbang, kemudian seperti pelari yang cepat, amal-amal mereka yang membawa mereka seperti itu. Sementara Nabi kalian berdiri di atas jembatan sambil berdoa, 'Wahai Rabbku, selamatkanlah, selamatkanlah.' Hingga amal manusia tidak mampu membawa mereka, sampai ada orang yang tidak mampu berjalan kecuali dengan merangkak, sementara di tepi kanan dan kiri jembatan ada kait-kait besi yang bergelantungan, yang diperintah untuk mengambil orang-orang yang harus diambilnya. Maka ada orang yang terluka tetapi selamat, dan ada juga yang tersungkur di neraka." (Abu Hurairah berkata), "Demi Allah, yang jiwa Abu Hurairah ada di TanganNya, sesungguhnya dasar Neraka Jahanam (dalamnya) sejauh perjalanan tujuh puluh kali musim gugur." (HR. Muslim)
View Details
- MENGAPA NABI ISA 'ALAIHISSALAM MENOLAK?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-206 | Hadits Hudzaifah & Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam, bersabda
"Allah Tabaraka wa Ta' ala akan mengumpulkan semua manusia. Maka orang-orang Mukmin berdiri hingga surga didekatkan kepada mereka. Mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata, 'Wahai bapak kami, mohonlah agar surga dibukakan untuk kami.' Beliau menjawab, 'Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian ini? Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah kepada putra-ku, Ibrahim, kekasih Allah.' Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrahim berkata, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Aku hanya kekasih Allah dari belakang, belakang sekali. Pergilah menuju Musa, orang yang diajak bicara langsung oleh Allah.' Mereka pun mendatangi Nabi Musa, tapi Nabi Musa menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah menuju Isa, kalimat Allah dan Ruh Dari-Nya. Nabi Isa juga menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu.' Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad beliau pun berdiri lalu diperkenankan. Kemudian dilepaslah amanat dan rahim, keduanya berdiri pada dua sisi ash-Shirath, di sebelah kanan dan sebelah kiri. Maka kelompok pertama dari kalian melewati jembatan secepat kilat."
Saya (Hudzaifah) bertanya, "(Aku rela menebus Anda) dengan ayah dan ibuku, seperti apakah secepat kilat itu?" Beliau menjawab, "Bukankah kamu sudah melihat bagaimana kilat itu datang dan pergi hanya dalam sekejap mata?" Kemudian kelompok berikutnya seperti angin yang bertiup, kemudian seperti burung terbang, kemudian seperti pelari yang cepat, amal-amal mereka yang membawa mereka seperti itu. Sementara Nabi kalian berdiri di atas jembatan sambil berdoa, 'Wahai Tuhanku, selamatkanlah, selamatkanlah.' Hingga amal manusia tidak mampu membawa mereka, sampai ada orang yang tidak mampu berjalan kecuali dengan merangkak, sementara di tepi kanan dan kiri jembatan ada kait-kait besi yang bergelantungan, yang diperintah untuk mengambil orang-orang yang harus diambilnya. Maka ada orang yang terluka tetapi selamat, dan ada juga yang tersungkur di neraka." (Abu Hurairah berkata), "Demi Allah, yang jiwa Abu Hurairah ada di TanganNya, sesungguhnya dasar Neraka Jahanam (dalamnya) sejauh perjalanan tujuh puluh kali musim gugur." (HR. Muslim)
View Details
- PINTU TERDEKAT MENUJU ALLAH ﷻ
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
View Details
- MENYAKITI ORANG
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-206 | Hadits Hudzaifah & Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam, bersabda
"Allah Tabaraka wa Ta' ala akan mengumpulkan semua manusia. Maka orang-orang Mukmin berdiri hingga surga didekatkan kepada mereka. Mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata, 'Wahai bapak kami, mohonlah agar surga dibukakan untuk kami.' Beliau menjawab, 'Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian ini? Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah kepada putra-ku, Ibrahim, kekasih Allah.' Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrahim berkata, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Aku hanya kekasih Allah dari belakang, belakang sekali. Pergilah menuju Musa, orang yang diajak bicara langsung oleh Allah.' Mereka pun mendatangi Nabi Musa, tapi Nabi Musa menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah menuju Isa, kalimat Allah dan RuhNya. Nabi Isa juga menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu.' Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad beliau pun berdiri lalu diperkenankan. Kemudian dilepaslah amanat dan rahim, keduanya berdiri pada dua sisi ash-Shirath, di sebelah kanan dan sebelah kiri. Maka kelompok pertama dari kalian melewati jembatan secepat kilat."
Saya (Hudzaifah) bertanya, "(Aku rela menebus Anda) dengan ayah dan ibuku, seperti apakah secepat kilat itu?" Beliau menjawab, "Bukankah kamu sudah melihat bagaimana kilat itu datang dan pergi hanya dalam sekejap mata?" Kemudian kelompok berikutnya seperti angin yang bertiup, kemudian seperti burung terbang, kemudian seperti pelari yang cepat, amal-amal mereka yang membawa mereka seperti itu. Sementara Nabi kalian berdiri di atas jembatan sambil berdoa, 'Wahai Tuhanku, selamatkanlah, selamatkanlah.' Hingga amal manusia tidak mampu membawa mereka, sampai ada orang yang tidak mampu berjalan kecuali dengan merangkak, sementara di tepi kanan dan kiri jembatan ada kait-kait besi yang bergelantungan, yang diperintah untuk mengambil orang-orang yang harus diambilnya. Maka ada orang yang terluka tetapi selamat, dan ada juga yang tersungkur di neraka." (Abu Hurairah berkata), "Demi Allah, yang jiwa Abu Hurairah ada di TanganNya, sesungguhnya dasar Neraka Jahanam (dalamnya) sejauh perjalanan tujuh puluh kali musim gugur." (HR. Muslim)
View Details
- "PERGILAH KALIAN KE NABI MUSA 'ALAIHISSALAM"
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-206 | Hadits Hudzaifah & Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam, bersabda
"Allah Tabaraka wa Ta' ala akan mengumpulkan semua manusia. Maka orang-orang Mukmin berdiri hingga surga didekatkan kepada mereka. Mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata, 'Wahai bapak kami, mohonlah agar surga dibukakan untuk kami.' Beliau menjawab, 'Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian ini? Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah kepada putra-ku, Ibrahim, kekasih Allah.' Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrahim berkata, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Aku hanya kekasih Allah dari belakang, belakang sekali. Pergilah menuju Musa, orang yang diajak bicara langsung oleh Allah.' Mereka pun mendatangi Nabi Musa, tapi Nabi Musa menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah menuju Isa, kalimat Allah dan RuhNya. Nabi Isa juga menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu.' Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad beliau pun berdiri lalu diperkenankan. Kemudian dilepaslah amanat dan rahim, keduanya berdiri pada dua sisi ash-Shirath, di sebelah kanan dan sebelah kiri. Maka kelompok pertama dari kalian melewati jembatan secepat kilat."
Saya (Hudzaifah) bertanya, "(Aku rela menebus Anda) dengan ayah dan ibuku, seperti apakah secepat kilat itu?" Beliau menjawab, "Bukankah kamu sudah melihat bagaimana kilat itu datang dan pergi hanya dalam sekejap mata?" Kemudian kelompok berikutnya seperti angin yang bertiup, kemudian seperti burung terbang, kemudian seperti pelari yang cepat, amal-amal mereka yang membawa mereka seperti itu. Sementara Nabi kalian berdiri di atas jembatan sambil berdoa, 'Wahai Tuhanku, selamatkanlah, selamatkanlah.' Hingga amal manusia tidak mampu membawa mereka, sampai ada orang yang tidak mampu berjalan kecuali dengan merangkak, sementara di tepi kanan dan kiri jembatan ada kait-kait besi yang bergelantungan, yang diperintah untuk mengambil orang-orang yang harus diambilnya. Maka ada orang yang terluka tetapi selamat, dan ada juga yang tersungkur di neraka." (Abu Hurairah berkata), "Demi Allah, yang jiwa Abu Hurairah ada di TanganNya, sesungguhnya dasar Neraka Jahanam (dalamnya) sejauh perjalanan tujuh puluh kali musim gugur." (HR. Muslim)
View Details
- TIGA 'KEBOHONGAN'?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-206 | Hadits Hudzaifah & Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam, bersabda
"Allah Tabaraka wa Ta' ala akan mengumpulkan semua manusia. Maka orang-orang Mukmin berdiri hingga surga didekatkan kepada mereka. Mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata, 'Wahai bapak kami, mohonlah agar surga dibukakan untuk kami.' Beliau menjawab, 'Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian ini? Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah kepada putra-ku, Ibrahim, kekasih Allah.' Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrahim berkata, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Aku hanya kekasih Allah dari belakang, belakang sekali. Pergilah menuju Musa, orang yang diajak bicara langsung oleh Allah.' Mereka pun mendatangi Nabi Musa, tapi Nabi Musa menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah menuju Isa, kalimat Allah dan RuhNya. Nabi Isa juga menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu.' Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad beliau pun berdiri lalu diperkenankan. Kemudian dilepaslah amanat dan rahim, keduanya berdiri pada dua sisi ash-Shirath, di sebelah kanan dan sebelah kiri. Maka kelompok pertama dari kalian melewati jembatan secepat kilat."
Saya (Hudzaifah) bertanya, "(Aku rela menebus Anda) dengan ayah dan ibuku, seperti apakah secepat kilat itu?" Beliau menjawab, "Bukankah kamu sudah melihat bagaimana kilat itu datang dan pergi hanya dalam sekejap mata?" Kemudian kelompok berikutnya seperti angin yang bertiup, kemudian seperti burung terbang, kemudian seperti pelari yang cepat, amal-amal mereka yang membawa mereka seperti itu. Sementara Nabi kalian berdiri di atas jembatan sambil berdoa, 'Wahai Tuhanku, selamatkanlah, selamatkanlah.' Hingga amal manusia tidak mampu membawa mereka, sampai ada orang yang tidak mampu berjalan kecuali dengan merangkak, sementara di tepi kanan dan kiri jembatan ada kait-kait besi yang bergelantungan, yang diperintah untuk mengambil orang-orang yang harus diambilnya. Maka ada orang yang terluka tetapi selamat, dan ada juga yang tersungkur di neraka." (Abu Hurairah berkata), "Demi Allah, yang jiwa Abu Hurairah ada di TanganNya, sesungguhnya dasar Neraka Jahanam (dalamnya) sejauh perjalanan tujuh puluh kali musim gugur." (HR. Muslim)
View Details
- TADZKIRATUS SAAMI' WAL MUTAKALLIM FII ADABIL 'ALIM WAL MUTA'ALIM
Kajian Kitab:
"Tadzkiratus Saami' wal mutakallim Fii Adabil’Alim Wal Muta’alim"
Karya Ibnul Jama'ah
(Adab Penuntut Ilmu dan Adab Para Ahli Ilmu)
InsyaAllah kajian pekanan setiap Sabtu
Pukul 07.00 WIB
Di Masjid Nurul Iman, lt.7 Blok-M Square
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.
Kajian #Kitab #Sunnah #Ilmu #Adab
Telegram, Youtube, IG, FB, soundcloud: @muhammadnuzuldzikri
www.muhammadnuzuldzikri.com
View Details
- NABI NUH 'ALAIHISSALAM PUN MENOLAKNYA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-206 | Hadits Hudzaifah & Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam, bersabda
"Allah Tabaraka wa Ta' ala akan mengumpulkan semua manusia. Maka orang-orang Mukmin berdiri hingga surga didekatkan kepada mereka. Mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata, 'Wahai bapak kami, mohonlah agar surga dibukakan untuk kami.' Beliau menjawab, 'Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian ini? Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah kepada putra-ku, Ibrahim, kekasih Allah.' Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrahim berkata, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Aku hanya kekasih Allah dari belakang, belakang sekali. Pergilah menuju Musa, orang yang diajak bicara langsung oleh Allah.' Mereka pun mendatangi Nabi Musa, tapi Nabi Musa menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah menuju Isa, kalimat Allah dan RuhNya. Nabi Isa juga menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu.' Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad beliau pun berdiri lalu diperkenankan. Kemudian dilepaslah amanat dan rahim, keduanya berdiri pada dua sisi ash-Shirath, di sebelah kanan dan sebelah kiri. Maka kelompok pertama dari kalian melewati jembatan secepat kilat."
Saya (Hudzaifah) bertanya, "(Aku rela menebus Anda) dengan ayah dan ibuku, seperti apakah secepat kilat itu?" Beliau menjawab, "Bukankah kamu sudah melihat bagaimana kilat itu datang dan pergi hanya dalam sekejap mata?" Kemudian kelompok berikutnya seperti angin yang bertiup, kemudian seperti burung terbang, kemudian seperti pelari yang cepat, amal-amal mereka yang membawa mereka seperti itu. Sementara Nabi kalian berdiri di atas jembatan sambil berdoa, 'Wahai Tuhanku, selamatkanlah, selamatkanlah.' Hingga amal manusia tidak mampu membawa mereka, sampai ada orang yang tidak mampu berjalan kecuali dengan merangkak, sementara di tepi kanan dan kiri jembatan ada kait-kait besi yang bergelantungan, yang diperintah untuk mengambil orang-orang yang harus diambilnya. Maka ada orang yang terluka tetapi selamat, dan ada juga yang tersungkur di neraka." (Abu Hurairah berkata), "Demi Allah, yang jiwa Abu Hurairah ada di TanganNya, sesungguhnya dasar Neraka Jahanam (dalamnya) sejauh perjalanan tujuh puluh kali musim gugur." (HR. Muslim)
View Details
- SAAT NABI ADAM 'ALAIHISSALAM MENOLAK PERMINTAAN KITA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-206 | Hadits Hudzaifah & Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam, bersabda
"Allah Tabaraka wa Ta' ala akan mengumpulkan semua manusia. Maka orang-orang Mukmin berdiri hingga surga didekatkan kepada mereka. Mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata, 'Wahai bapak kami, mohonlah agar surga dibukakan untuk kami.' Beliau menjawab, 'Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian ini? Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah kepada putra-ku, Ibrahim, kekasih Allah.' Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrahim berkata, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Aku hanya kekasih Allah dari belakang, belakang sekali. Pergilah menuju Musa, orang yang diajak bicara langsung oleh Allah.' Mereka pun mendatangi Nabi Musa, tapi Nabi Musa menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah menuju Isa, kalimat Allah dan RuhNya. Nabi Isa juga menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu.' Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad beliau pun berdiri lalu diperkenankan. Kemudian dilepaslah amanat dan rahim, keduanya berdiri pada dua sisi ash-Shirath, di sebelah kanan dan sebelah kiri. Maka kelompok pertama dari kalian melewati jembatan secepat kilat."
Saya (Hudzaifah) bertanya, "(Aku rela menebus Anda) dengan ayah dan ibuku, seperti apakah secepat kilat itu?" Beliau menjawab, "Bukankah kamu sudah melihat bagaimana kilat itu datang dan pergi hanya dalam sekejap mata?" Kemudian kelompok berikutnya seperti angin yang bertiup, kemudian seperti burung terbang, kemudian seperti pelari yang cepat, amal-amal mereka yang membawa mereka seperti itu. Sementara Nabi kalian berdiri di atas jembatan sambil berdoa, 'Wahai Tuhanku, selamatkanlah, selamatkanlah.' Hingga amal manusia tidak mampu membawa mereka, sampai ada orang yang tidak mampu berjalan kecuali dengan merangkak, sementara di tepi kanan dan kiri jembatan ada kait-kait besi yang bergelantungan, yang diperintah untuk mengambil orang-orang yang harus diambilnya. Maka ada orang yang terluka tetapi selamat, dan ada juga yang tersungkur di neraka." (Abu Hurairah berkata), "Demi Allah, yang jiwa Abu Hurairah ada di TanganNya, sesungguhnya dasar Neraka Jahanam (dalamnya) sejauh perjalanan tujuh puluh kali musim gugur." (HR. Muslim)
View Details
- KONDISI MANUSIA SAAT DIKUMPULKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-206 | Hadits Hudzaifah & Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam, bersabda
"Allah Tabaraka wa Ta' ala akan mengumpulkan semua manusia. Maka orang-orang Mukmin berdiri hingga surga didekatkan kepada mereka. Mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata, 'Wahai bapak kami, mohonlah agar surga dibukakan untuk kami.' Beliau menjawab, 'Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian ini? Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah kepada putra-ku, Ibrahim, kekasih Allah.' Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrahim berkata, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Aku hanya kekasih Allah dari belakang, belakang sekali. Pergilah menuju Musa, orang yang diajak bicara langsung oleh Allah.' Mereka pun mendatangi Nabi Musa, tapi Nabi Musa menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah menuju Isa, kalimat Allah dan RuhNya. Nabi Isa juga menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu.' Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad beliau pun berdiri lalu diperkenankan. Kemudian dilepaslah amanat dan rahim, keduanya berdiri pada dua sisi ash-Shirath, di sebelah kanan dan sebelah kiri. Maka kelompok pertama dari kalian melewati jembatan secepat kilat."
Saya (Hudzaifah) bertanya, "(Aku rela menebus Anda) dengan ayah dan ibuku, seperti apakah secepat kilat itu?" Beliau menjawab, "Bukankah kamu sudah melihat bagaimana kilat itu datang dan pergi hanya dalam sekejap mata?" Kemudian kelompok berikutnya seperti angin yang bertiup, kemudian seperti burung terbang, kemudian seperti pelari yang cepat, amal-amal mereka yang membawa mereka seperti itu. Sementara Nabi kalian berdiri di atas jembatan sambil berdoa, 'Wahai Tuhanku, selamatkanlah, selamatkanlah.' Hingga amal manusia tidak mampu membawa mereka, sampai ada orang yang tidak mampu berjalan kecuali dengan merangkak, sementara di tepi kanan dan kiri jembatan ada kait-kait besi yang bergelantungan, yang diperintah untuk mengambil orang-orang yang harus diambilnya. Maka ada orang yang terluka tetapi selamat, dan ada juga yang tersungkur di neraka." (Abu Hurairah berkata), "Demi Allah, yang jiwa Abu Hurairah ada di TanganNya, sesungguhnya dasar Neraka Jahanam (dalamnya) sejauh perjalanan tujuh puluh kali musim gugur." (HR. Muslim)
View Details
- MENGAPA KITA DIBANGKITKAN?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-206 | Hadits Hudzaifah & Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam, bersabda
"Allah Tabaraka wa Ta' ala akan mengumpulkan semua manusia. Maka orang-orang Mukmin berdiri hingga surga didekatkan kepada mereka. Mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata, 'Wahai bapak kami, mohonlah agar surga dibukakan untuk kami.' Beliau menjawab, 'Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian ini? Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah kepada putra-ku, Ibrahim, kekasih Allah.' Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrahim berkata, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Aku hanya kekasih Allah dari belakang, belakang sekali. Pergilah menuju Musa, orang yang diajak bicara langsung oleh Allah.' Mereka pun mendatangi Nabi Musa, tapi Nabi Musa menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah menuju Isa, kalimat Allah dan RuhNya. Nabi Isa juga menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu.' Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad beliau pun berdiri lalu diperkenankan. Kemudian dilepaslah amanat dan rahim, keduanya berdiri pada dua sisi ash-Shirath, di sebelah kanan dan sebelah kiri. Maka kelompok pertama dari kalian melewati jembatan secepat kilat."
Saya (Hudzaifah) bertanya, "(Aku rela menebus Anda) dengan ayah dan ibuku, seperti apakah secepat kilat itu?" Beliau menjawab, "Bukankah kamu sudah melihat bagaimana kilat itu datang dan pergi hanya dalam sekejap mata?" Kemudian kelompok berikutnya seperti angin yang bertiup, kemudian seperti burung terbang, kemudian seperti pelari yang cepat, amal-amal mereka yang membawa mereka seperti itu. Sementara Nabi kalian berdiri di atas jembatan sambil berdoa, 'Wahai Tuhanku, selamatkanlah, selamatkanlah.' Hingga amal manusia tidak mampu membawa mereka, sampai ada orang yang tidak mampu berjalan kecuali dengan merangkak, sementara di tepi kanan dan kiri jembatan ada kait-kait besi yang bergelantungan, yang diperintah untuk mengambil orang-orang yang harus diambilnya. Maka ada orang yang terluka tetapi selamat, dan ada juga yang tersungkur di neraka." (Abu Hurairah berkata), "Demi Allah, yang jiwa Abu Hurairah ada di TanganNya, sesungguhnya dasar Neraka Jahanam (dalamnya) sejauh perjalanan tujuh puluh kali musim gugur." (HR. Muslim)
View Details
- MANUSIA PASTI AKAN DIKUMPULKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-206 | Hadits Hudzaifah & Abu Hurairah Radhiallahu 'anhuma
Dari Hudzaifah dan Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhuma, keduanya berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihii wa Sallam, bersabda
"Allah Tabaraka wa Ta' ala akan mengumpulkan semua manusia. Maka orang-orang Mukmin berdiri hingga surga didekatkan kepada mereka. Mereka mendatangi Nabi Adam lalu berkata, 'Wahai bapak kami, mohonlah agar surga dibukakan untuk kami.' Beliau menjawab, 'Bukankah kalian dikeluarkan dari surga karena kesalahan bapak kalian ini? Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah kepada putra-ku, Ibrahim, kekasih Allah.' Maka mereka mendatangi Nabi Ibrahim, tapi Nabi Ibrahim berkata, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Aku hanya kekasih Allah dari belakang, belakang sekali. Pergilah menuju Musa, orang yang diajak bicara langsung oleh Allah.' Mereka pun mendatangi Nabi Musa, tapi Nabi Musa menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu. Pergilah menuju Isa, kalimat Allah dan RuhNya. Nabi Isa juga menjawab, 'Aku bukanlah orang yang berhak untuk itu.' Akhirnya mereka mendatangi Nabi Muhammad beliau pun berdiri lalu diperkenankan. Kemudian dilepaslah amanat dan rahim, keduanya berdiri pada dua sisi ash-Shirath, di sebelah kanan dan sebelah kiri. Maka kelompok pertama dari kalian melewati jembatan secepat kilat."
Saya (Hudzaifah) bertanya, "(Aku rela menebus Anda) dengan ayah dan ibuku, seperti apakah secepat kilat itu?" Beliau menjawab, "Bukankah kamu sudah melihat bagaimana kilat itu datang dan pergi hanya dalam sekejap mata?" Kemudian kelompok berikutnya seperti angin yang bertiup, kemudian seperti burung terbang, kemudian seperti pelari yang cepat, amal-amal mereka yang membawa mereka seperti itu. Sementara Nabi kalian berdiri di atas jembatan sambil berdoa, 'Wahai Tuhanku, selamatkanlah, selamatkanlah.' Hingga amal manusia tidak mampu membawa mereka, sampai ada orang yang tidak mampu berjalan kecuali dengan merangkak, sementara di tepi kanan dan kiri jembatan ada kait-kait besi yang bergelantungan, yang diperintah untuk mengambil orang-orang yang harus diambilnya. Maka ada orang yang terluka tetapi selamat, dan ada juga yang tersungkur di neraka." (Abu Hurairah berkata), "Demi Allah, yang jiwa Abu Hurairah ada di TanganNya, sesungguhnya dasar Neraka Jahanam (dalamnya) sejauh perjalanan tujuh puluh kali musim gugur." (HR. Muslim)
View Details
57 BERCERMIN, YUK, BUN!
Kajian Wanita Kitab Al Wabilush Shayyib
View Details
- IMPIAN UMAR BIN KHATHTHAB -RADHIYALLAHU'ANHU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-205 | Hadits Hudzaifah bin al-Yaman Radhiallahu 'anhu
Dari Hudzaifah bin al-Yaman Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
وعن حُذيْفَة بنِ الْيمانِ ، رضي اللَّه عنه ، قال: حدثنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، حَديثْين قَدْ رَأَيْتُ أَحدهُمَا ، وَأَنَا أَنْتظرُ الآخَرَ : حدَّثَنا أَنَّ الأَمَانَة نَزلتْ في جَذْرِ قُلُوبِ الرِّجَالِ ، ثُمَّ نَزَلَ الْقُرآنُ فَعلموا مِنَ الْقُرْآن ، وَعلِمُوا مِنَ السُّنَّةِ ، ثُمَّ حَدَّثنا عَنْ رَفْعِ الأَمانَةِ فَقال : «يَنَـامُ الرَّجل النَّوْمةَ فَتُقبضُ الأَمَانَةُ مِنْ قَلْبِهِ ، فَيظلُّ أَثَرُهَا مِثْلَ الْوَكْتِ ، ثُمَّ ينامُ النَّوْمَةَ فَتُقبضُ الأَمَانَةُ مِنْ قَلْبِهِ ، فَيظَلُّ أَثَرُهَا مِثْل أثرِ الْمَجْلِ ، كجَمْرٍ دَحْرجْتَهُ عَلَى رِجْلكَ ، فَنفطَ فتَراه مُنْتبراً وَلَيْسَ فِيهِ شَيءٌ » ثُمَّ أَخذَ حَصَاةً فَدَحْرجَهَا عَلَى رِجْلِهِ ، فَيُصْبحُ النَّاسُ يَتبايَعونَ ، فَلا يَكادُ أَحَدٌ يُؤدِّي الأَمَانَةَ حَتَّى يُقَالَ : إِنَّ في بَنِي فَلانٍ رَجُلاً أَمِيناً ، حَتَّى يُقَالَ لِلَّرجلِ : مَا أَجْلدهُ مَا أَظْرَفهُ ، مَا أَعْقلَهُ ، وَمَا في قلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلِ مِنْ إِيمانٍ. وَلَقَدْ أَتَى عَلَيَّ زَمَانٌ وَمَا أُبَالِي أَيُّكُمْ بايعْتُ ، لَئِنْ كَانَ مُسْلماً ليردُنَّهُ عَليَّ دِينُه ، ولَئِنْ كَانَ نَصْرانياً أَوْ يَهُوديًّا لَيُرُدنَّهُ عَلَيَّ سَاعِيه ، وأَمَّا الْيَوْمَ فَما كُنْتُ أُبايُعُ مِنْكمْ إِلاَّ فُلاناً وَفلاناً » متفقٌ عليه .
"Rasulullah menyampaikan dua hadits kepada kami. Saya telah melihat salah satu dari keduanya dan sekarang saya sedang menunggu yang satunya lagi. Beliau menyampaikan kepada kami bahwa amanat itu telah turun ke dalam lubuk hati manusia, kemudian turunlah Al-Qur'an, maka mereka mengetahui dari Al-Qur'an dan mengetahui dari As-Sunnah. Kemudian beliau menceritakan tentang terangkatnya amanat, beliau bersabda, 'Seorang laki-laki tidur lalu amanat dicabut dari hatinya, maka sisanya hanya tinggal sebesar noda hitam yang kecil. Kemudian dia tidur lagi, lalu amanat dicabut lagi dari hatinya, tetapi sisanya masih ada seperti bekas kapalan, seperti bara api yang kamu jatuhkan pada kakimu, maka kulitnya mengeras lalu kamu lihat ia bengkak, padahal di dalamnya tidak ada apa-apanya.' Kemudian Nabi (mencontohkan) dengan mengambil batu kerikil lalu menjatuhkan pada kakinya. Pada pagi harinya (seperti biasa) orang melakukan jual beli, tetapi hampir tidak ada seorang pun yang menunaikan amanat, hingga dikatakan, 'Sesungguhnya di bani fulan ada seorang laki-laki yang terpercaya.' Hingga dikatakan, 'Alangkah sabarnya dia! Alangkah cerdiknya dia! Alangkah pandainya dia!' Padahal dalam hati orang itu tidak terdapat iman meskipun hanya seberat biji sawi.' Sungguh aku telah mengalami suatu masa, di mana aku tidak peduli siapakah di antara kalian yang aku bai’at; jika dia seorang Muslim, maka agamanya akan mengembalikannya kepadaku, jika dia Nasrani atau Yahudi, maka walinya yang akan mengembalikannya kepadaku. Adapun hari ini, maka aku tidak membai'at seseorang dari kalian kecuali fulan dan fulan." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SEBAB-SEBAB DICABUTNYA AMANAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-205 | Hadits Hudzaifah bin al-Yaman Radhiallahu 'anhu
Dari Hudzaifah bin al-Yaman Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
وعن حُذيْفَة بنِ الْيمانِ ، رضي اللَّه عنه ، قال: حدثنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، حَديثْين قَدْ رَأَيْتُ أَحدهُمَا ، وَأَنَا أَنْتظرُ الآخَرَ : حدَّثَنا أَنَّ الأَمَانَة نَزلتْ في جَذْرِ قُلُوبِ الرِّجَالِ ، ثُمَّ نَزَلَ الْقُرآنُ فَعلموا مِنَ الْقُرْآن ، وَعلِمُوا مِنَ السُّنَّةِ ، ثُمَّ حَدَّثنا عَنْ رَفْعِ الأَمانَةِ فَقال : «يَنَـامُ الرَّجل النَّوْمةَ فَتُقبضُ الأَمَانَةُ مِنْ قَلْبِهِ ، فَيظلُّ أَثَرُهَا مِثْلَ الْوَكْتِ ، ثُمَّ ينامُ النَّوْمَةَ فَتُقبضُ الأَمَانَةُ مِنْ قَلْبِهِ ، فَيظَلُّ أَثَرُهَا مِثْل أثرِ الْمَجْلِ ، كجَمْرٍ دَحْرجْتَهُ عَلَى رِجْلكَ ، فَنفطَ فتَراه مُنْتبراً وَلَيْسَ فِيهِ شَيءٌ » ثُمَّ أَخذَ حَصَاةً فَدَحْرجَهَا عَلَى رِجْلِهِ ، فَيُصْبحُ النَّاسُ يَتبايَعونَ ، فَلا يَكادُ أَحَدٌ يُؤدِّي الأَمَانَةَ حَتَّى يُقَالَ : إِنَّ في بَنِي فَلانٍ رَجُلاً أَمِيناً ، حَتَّى يُقَالَ لِلَّرجلِ : مَا أَجْلدهُ مَا أَظْرَفهُ ، مَا أَعْقلَهُ ، وَمَا في قلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلِ مِنْ إِيمانٍ. وَلَقَدْ أَتَى عَلَيَّ زَمَانٌ وَمَا أُبَالِي أَيُّكُمْ بايعْتُ ، لَئِنْ كَانَ مُسْلماً ليردُنَّهُ عَليَّ دِينُه ، ولَئِنْ كَانَ نَصْرانياً أَوْ يَهُوديًّا لَيُرُدنَّهُ عَلَيَّ سَاعِيه ، وأَمَّا الْيَوْمَ فَما كُنْتُ أُبايُعُ مِنْكمْ إِلاَّ فُلاناً وَفلاناً » متفقٌ عليه .
"Rasulullah menyampaikan dua hadits kepada kami. Saya telah melihat salah satu dari keduanya dan sekarang saya sedang menunggu yang satunya lagi. Beliau menyampaikan kepada kami bahwa amanat itu telah turun ke dalam lubuk hati manusia, kemudian turunlah Al-Qur'an, maka mereka mengetahui dari Al-Qur'an dan mengetahui dari As-Sunnah. Kemudian beliau menceritakan tentang terangkatnya amanat, beliau bersabda, 'Seorang laki-laki tidur lalu amanat dicabut dari hatinya, maka sisanya hanya tinggal sebesar noda hitam yang kecil. Kemudian dia tidur lagi, lalu amanat dicabut lagi dari hatinya, tetapi sisanya masih ada seperti bekas kapalan, seperti bara api yang kamu jatuhkan pada kakimu, maka kulitnya mengeras lalu kamu lihat ia bengkak, padahal di dalamnya tidak ada apa-apanya.' Kemudian Nabi (mencontohkan) dengan mengambil batu kerikil lalu menjatuhkan pada kakinya. Pada pagi harinya (seperti biasa) orang melakukan jual beli, tetapi hampir tidak ada seorang pun yang menunaikan amanat, hingga dikatakan, 'Sesungguhnya di bani fulan ada seorang laki-laki yang terpercaya.' Hingga dikatakan, 'Alangkah sabarnya dia! Alangkah cerdiknya dia! Alangkah pandainya dia!' Padahal dalam hati orang itu tidak terdapat iman meskipun hanya seberat biji sawi.' Sungguh aku telah mengalami suatu masa, di mana aku tidak peduli siapakah di antara kalian yang aku bai’at; jika dia seorang Muslim, maka agamanya akan mengembalikannya kepadaku, jika dia Nasrani atau Yahudi, maka walinya yang akan mengembalikannya kepadaku. Adapun hari ini, maka aku tidak membai'at seseorang dari kalian kecuali fulan dan fulan." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SEBAB HILANGNYA AMANAT DARI HATI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-205 | Hadits Hudzaifah bin al-Yaman Radhiallahu 'anhu
Dari Hudzaifah bin al-Yaman Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
وعن حُذيْفَة بنِ الْيمانِ ، رضي اللَّه عنه ، قال: حدثنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، حَديثْين قَدْ رَأَيْتُ أَحدهُمَا ، وَأَنَا أَنْتظرُ الآخَرَ : حدَّثَنا أَنَّ الأَمَانَة نَزلتْ في جَذْرِ قُلُوبِ الرِّجَالِ ، ثُمَّ نَزَلَ الْقُرآنُ فَعلموا مِنَ الْقُرْآن ، وَعلِمُوا مِنَ السُّنَّةِ ، ثُمَّ حَدَّثنا عَنْ رَفْعِ الأَمانَةِ فَقال : «يَنَـامُ الرَّجل النَّوْمةَ فَتُقبضُ الأَمَانَةُ مِنْ قَلْبِهِ ، فَيظلُّ أَثَرُهَا مِثْلَ الْوَكْتِ ، ثُمَّ ينامُ النَّوْمَةَ فَتُقبضُ الأَمَانَةُ مِنْ قَلْبِهِ ، فَيظَلُّ أَثَرُهَا مِثْل أثرِ الْمَجْلِ ، كجَمْرٍ دَحْرجْتَهُ عَلَى رِجْلكَ ، فَنفطَ فتَراه مُنْتبراً وَلَيْسَ فِيهِ شَيءٌ » ثُمَّ أَخذَ حَصَاةً فَدَحْرجَهَا عَلَى رِجْلِهِ ، فَيُصْبحُ النَّاسُ يَتبايَعونَ ، فَلا يَكادُ أَحَدٌ يُؤدِّي الأَمَانَةَ حَتَّى يُقَالَ : إِنَّ في بَنِي فَلانٍ رَجُلاً أَمِيناً ، حَتَّى يُقَالَ لِلَّرجلِ : مَا أَجْلدهُ مَا أَظْرَفهُ ، مَا أَعْقلَهُ ، وَمَا في قلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلِ مِنْ إِيمانٍ. وَلَقَدْ أَتَى عَلَيَّ زَمَانٌ وَمَا أُبَالِي أَيُّكُمْ بايعْتُ ، لَئِنْ كَانَ مُسْلماً ليردُنَّهُ عَليَّ دِينُه ، ولَئِنْ كَانَ نَصْرانياً أَوْ يَهُوديًّا لَيُرُدنَّهُ عَلَيَّ سَاعِيه ، وأَمَّا الْيَوْمَ فَما كُنْتُ أُبايُعُ مِنْكمْ إِلاَّ فُلاناً وَفلاناً » متفقٌ عليه .
"Rasulullah menyampaikan dua hadits kepada kami. Saya telah melihat salah satu dari keduanya dan sekarang saya sedang menunggu yang satunya lagi. Beliau menyampaikan kepada kami bahwa amanat itu telah turun ke dalam lubuk hati manusia, kemudian turunlah Al-Qur'an, maka mereka mengetahui dari Al-Qur'an dan mengetahui dari As-Sunnah. Kemudian beliau menceritakan tentang terangkatnya amanat, beliau bersabda, 'Seorang laki-laki tidur lalu amanat dicabut dari hatinya, maka sisanya hanya tinggal sebesar noda hitam yang kecil. Kemudian dia tidur lagi, lalu amanat dicabut lagi dari hatinya, tetapi sisanya masih ada seperti bekas kapalan, seperti bara api yang kamu jatuhkan pada kakimu, maka kulitnya mengeras lalu kamu lihat ia bengkak, padahal di dalamnya tidak ada apa-apanya.' Kemudian Nabi (mencontohkan) dengan mengambil batu kerikil lalu menjatuhkan pada kakinya. Pada pagi harinya (seperti biasa) orang melakukan jual beli, tetapi hampir tidak ada seorang pun yang menunaikan amanat, hingga dikatakan, 'Sesungguhnya di bani fulan ada seorang laki-laki yang terpercaya.' Hingga dikatakan, 'Alangkah sabarnya dia! Alangkah cerdiknya dia! Alangkah pandainya dia!' Padahal dalam hati orang itu tidak terdapat iman meskipun hanya seberat biji sawi.' Sungguh aku telah mengalami suatu masa, di mana aku tidak peduli siapakah di antara kalian yang aku bai’at; jika dia seorang Muslim, maka agamanya akan mengembalikannya kepadaku, jika dia Nasrani atau Yahudi, maka walinya yang akan mengembalikannya kepadaku. Adapun hari ini, maka aku tidak membai'at seseorang dari kalian kecuali fulan dan fulan." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- AMANAT ITU TURUN KE HATI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-205 | Hadits Hudzaifah bin al-Yaman Radhiallahu 'anhu
Dari Hudzaifah bin al-Yaman Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
وعن حُذيْفَة بنِ الْيمانِ ، رضي اللَّه عنه ، قال: حدثنا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، حَديثْين قَدْ رَأَيْتُ أَحدهُمَا ، وَأَنَا أَنْتظرُ الآخَرَ : حدَّثَنا أَنَّ الأَمَانَة نَزلتْ في جَذْرِ قُلُوبِ الرِّجَالِ ، ثُمَّ نَزَلَ الْقُرآنُ فَعلموا مِنَ الْقُرْآن ، وَعلِمُوا مِنَ السُّنَّةِ ، ثُمَّ حَدَّثنا عَنْ رَفْعِ الأَمانَةِ فَقال : «يَنَـامُ الرَّجل النَّوْمةَ فَتُقبضُ الأَمَانَةُ مِنْ قَلْبِهِ ، فَيظلُّ أَثَرُهَا مِثْلَ الْوَكْتِ ، ثُمَّ ينامُ النَّوْمَةَ فَتُقبضُ الأَمَانَةُ مِنْ قَلْبِهِ ، فَيظَلُّ أَثَرُهَا مِثْل أثرِ الْمَجْلِ ، كجَمْرٍ دَحْرجْتَهُ عَلَى رِجْلكَ ، فَنفطَ فتَراه مُنْتبراً وَلَيْسَ فِيهِ شَيءٌ » ثُمَّ أَخذَ حَصَاةً فَدَحْرجَهَا عَلَى رِجْلِهِ ، فَيُصْبحُ النَّاسُ يَتبايَعونَ ، فَلا يَكادُ أَحَدٌ يُؤدِّي الأَمَانَةَ حَتَّى يُقَالَ : إِنَّ في بَنِي فَلانٍ رَجُلاً أَمِيناً ، حَتَّى يُقَالَ لِلَّرجلِ : مَا أَجْلدهُ مَا أَظْرَفهُ ، مَا أَعْقلَهُ ، وَمَا في قلْبِهِ مِثْقَالُ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلِ مِنْ إِيمانٍ. وَلَقَدْ أَتَى عَلَيَّ زَمَانٌ وَمَا أُبَالِي أَيُّكُمْ بايعْتُ ، لَئِنْ كَانَ مُسْلماً ليردُنَّهُ عَليَّ دِينُه ، ولَئِنْ كَانَ نَصْرانياً أَوْ يَهُوديًّا لَيُرُدنَّهُ عَلَيَّ سَاعِيه ، وأَمَّا الْيَوْمَ فَما كُنْتُ أُبايُعُ مِنْكمْ إِلاَّ فُلاناً وَفلاناً » متفقٌ عليه .
"Rasulullah menyampaikan dua hadits kepada kami. Saya telah melihat salah satu dari keduanya dan sekarang saya sedang menunggu yang satunya lagi. Beliau menyampaikan kepada kami bahwa amanat itu telah turun ke dalam lubuk hati manusia, kemudian turunlah Al-Qur'an, maka mereka mengetahui dari Al-Qur'an dan mengetahui dari As-Sunnah. Kemudian beliau menceritakan tentang terangkatnya amanat, beliau bersabda, 'Seorang laki-laki tidur lalu amanat dicabut dari hatinya, maka sisanya hanya tinggal sebesar noda hitam yang kecil. Kemudian dia tidur lagi, lalu amanat dicabut lagi dari hatinya, tetapi sisanya masih ada seperti bekas kapalan, seperti bara api yang kamu jatuhkan pada kakimu, maka kulitnya mengeras lalu kamu lihat ia bengkak, padahal di dalamnya tidak ada apa-apanya.' Kemudian Nabi (mencontohkan) dengan mengambil batu kerikil lalu menjatuhkan pada kakinya. Pada pagi harinya (seperti biasa) orang melakukan jual beli, tetapi hampir tidak ada seorang pun yang menunaikan amanat, hingga dikatakan, 'Sesungguhnya di bani fulan ada seorang laki-laki yang terpercaya.' Hingga dikatakan, 'Alangkah sabarnya dia! Alangkah cerdiknya dia! Alangkah pandainya dia!' Padahal dalam hati orang itu tidak terdapat iman meskipun hanya seberat biji sawi.' Sungguh aku telah mengalami suatu masa, di mana aku tidak peduli siapakah di antara kalian yang aku bai’at; jika dia seorang Muslim, maka agamanya akan mengembalikannya kepadaku, jika dia Nasrani atau Yahudi, maka walinya yang akan mengembalikannya kepadaku. Adapun hari ini, maka aku tidak membai'at seseorang dari kalian kecuali fulan dan fulan." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
Episode kali ini membahas kebiasaan buruk sebagian dari kita yang terbiasa menunda-nunda pekerjaan. Bagaimana sebaiknya menyikapi hal ini?
📩
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud:
@muhammadnuzuldzikri
www.muhammadnuzuldzikri.com
View Details
- WALAUPUN KITA SHALAT & BERPUASA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-204 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
عن أَبي هريرة ، رضي اللَّه عنه ، أن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وإِذَا آؤْتُمِنَ خَانَ » متفقٌ عليه.
"Tanda orang munafik itu ada tiga: Apabila berkata dia berdusta, apabila berjanji dia menyalahi, dan apabila diberi amanat dia berkhianat.” (Muttafaq ‘alaih)
Dan dalam satu riwayat (ada tambahaп),
وفي رواية : « وَإِنْ صَامَ وَصَلَّى وزعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ » .
"...meskipun dia berpuasa, shalat, dan mengaku dirinya Muslim."
View Details
- TANDA ORANG MUNAFIK
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Hadits ke-204 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
عن أَبي هريرة ، رضي اللَّه عنه ، أن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « آيَةُ المُنَافِقِ ثَلاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ ، وإِذَا آؤْتُمِنَ خَانَ » متفقٌ عليه.
"Tanda orang munafik itu ada tiga: Apabila berkata dia berdusta, apabila berjanji dia menyalahi, dan apabila diberi amanat dia berkhianat.” (Muttafaq ‘alaih)
Dan dalam satu riwayat (ada tambahaп),
وفي رواية : « وَإِنْ صَامَ وَصَلَّى وزعَمَ أَنَّهُ مُسْلِمٌ » .
"...meskipun dia berpuasa, shalat, dan mengaku dirinya Muslim."
View Details
- ANDA ADALAH PEMIKUL AMANAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
QS. Al-Ahzab: 72
Allah berfirman,
إِنَّا عَرَضْنَا ٱلْأَمَانَةَ عَلَى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَٱلْجِبَالِ فَأَبَيْنَ أَن يَحْمِلْنَهَا وَأَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا ٱلْإِنسَٰنُ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ ظَلُومًا جَهُولًا
Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh, (QS. Al-Ahzab: 72)
View Details
- MENUMBUHKAN RASA CINTA
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
View Details
- AMANAT ITU WAJIB
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
QS. An-Nisa: 58
Allah berfirman,
۞ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَن تُؤَدُّوا۟ ٱلْأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُم بَيْنَ ٱلنَّاسِ أَن تَحْكُمُوا۟ بِٱلْعَدْلِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُم بِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ سَمِيعًۢا بَصِيرًا
Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (QS. An-Nisa: 58)
View Details
- PERINTAH MENUNAIKAN AMANAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 25 | Perintah menunaikan amanat
Mukadimah
View Details
- ANTARA UCAPAN & PERBUATAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 24 | Dahsyatnya hukuman bagi orang yang beramar ma'ruf nahi munkar tetapi ucapannya bertentangan dengan perbuatannya
Hadits ke-203 | Hadits Abu Zaid Usamah bin Zaid bin Haritsah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Zaid Usamah bin Zaid bin Haritsah Radhiallahu 'anhu beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي زيدٍ أُسامة بْنِ حَارثَةَ ، رضي اللَّه عنهما ، قال : سَمِعْتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : « يُؤْتَـى بالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيامةِ فَيُلْقَى في النَّار ، فَتَنْدلِقُ أَقْتَابُ بَطْنِهِ ، فيَدُورُ بِهَا كَمَا يَدُورُ الحِمَارُ في الرَّحا ، فَيجْتَمِعُ إِلَيْهِ أَهْلُ النَّار فَيَقُولُونَ : يَا فُلانُ مَالَكَ ؟ أَلَمْ تَكُن تَأْمُرُ بالمَعْرُوفِ وَتَنْهَى عَنِ المُنْكَرِ ؟ فَيَقُولُ : بَلَى ، كُنْتُ آمُرُ بالمَعْرُوفِ وَلاَ آتِيه ، وَأَنْهَى عَنِ المُنْكَرِ وَآَتِيهِ » متفق عليه .
"Seorang laki-laki didatangkan di Hari Kiamat, dia dilemparkan ke dalam neraka, maka keluarlah usus-usus perutnya, lalu dia berputar mengelilinginya bagaikan keledai yang berputar-putar di sekitar tambatannya. Maka penghuni neraka mengerumuninya, mereka berkata, 'Wahai fulan, mengapa kamu? Bukankah kamu dahulu sering memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran?' Maka dia menjawab, 'Benar, saya dulu memerintahkan yang baik tetapi saya sendiri tidak melakukannya, dan saya melarang yang mungkar tetapi saya sendiri melakukannya'." (muttafaq 'alaih )
View Details
- BUKANKAH KAMU YANG MENGAJAK KAMI?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 24 | Dahsyatnya hukuman bagi orang yang beramar ma'ruf nahi munkar tetapi ucapannya bertentangan dengan perbuatannya
Hadits ke-203 | Hadits Abu Zaid Usamah bin Zaid bin Haritsah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Zaid Usamah bin Zaid bin Haritsah Radhiallahu 'anhu beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبي زيدٍ أُسامة بْنِ حَارثَةَ ، رضي اللَّه عنهما ، قال : سَمِعْتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : « يُؤْتَـى بالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيامةِ فَيُلْقَى في النَّار ، فَتَنْدلِقُ أَقْتَابُ بَطْنِهِ ، فيَدُورُ بِهَا كَمَا يَدُورُ الحِمَارُ في الرَّحا ، فَيجْتَمِعُ إِلَيْهِ أَهْلُ النَّار فَيَقُولُونَ : يَا فُلانُ مَالَكَ ؟ أَلَمْ تَكُن تَأْمُرُ بالمَعْرُوفِ وَتَنْهَى عَنِ المُنْكَرِ ؟ فَيَقُولُ : بَلَى ، كُنْتُ آمُرُ بالمَعْرُوفِ وَلاَ آتِيه ، وَأَنْهَى عَنِ المُنْكَرِ وَآَتِيهِ » متفق عليه .
"Seorang laki-laki didatangkan di Hari Kiamat, dia dilemparkan ke dalam neraka, maka keluarlah usus-usus perutnya, lalu dia berputar mengelilinginya bagaikan keledai yang berputar-putar di sekitar tambatannya. Maka penghuni neraka mengerumuninya, mereka berkata, 'Wahai fulan, mengapa kamu? Bukankah kamu dahulu sering memerintahkan kebaikan dan melarang kemungkaran?' Maka dia menjawab, 'Benar, saya dulu memerintahkan yang baik tetapi saya sendiri tidak melakukannya, dan saya melarang yang mungkar tetapi saya sendiri melakukannya'." (muttafaq 'alaih )
View Details
- AKU HANYA INGIN MEMBANTU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 24 | Dahsyatnya hukuman bagi orang yang beramar ma'ruf nahi munkar tetapi ucapannyya bertentangan dengan perbuatannya
QS. Hud: 88
Allah berfirman,
قَالَ يَٰقَوْمِ أَرَءَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّى وَرَزَقَنِى مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَمَآ أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَآ أَنْهَىٰكُمْ عَنْهُ ۚ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا ٱلْإِصْلَٰحَ مَا ٱسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِىٓ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
Syu'aib berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Rabbku dan dianugerahi-Nya aku dari pada-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali. (QS. Hud: 88)
View Details
- MENGAPA TIDAK DIAMALKAN?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 24 | Dahsyatnya hukuman bagi orang yang beramar ma'ruf nahi munkar tetapi ucapannyya bertentangan dengan perbuatannya
QS. Ash-Shaff: 2-3
Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لِمَ تَقُولُونَ مَا لَا تَفْعَلُونَ
- Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
كَبُرَ مَقْتًا عِندَ ٱللَّهِ أَن تَقُولُوا۟ مَا لَا تَفْعَلُونَ
- Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.
(QS. Ash-Shaff: 2-3)
View Details
- JANGAN LUPAKAN DIRIMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 24 | Dahsyatnya hukuman bagi orang yang beramar ma'ruf nahi munkar tetapi ucapannyya bertentangan dengan perbuatannya
QS. Al-Baqarah: 44
Allah berfirman,
۞ أَتَأْمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلْبِرِّ وَتَنسَوْنَ أَنفُسَكُمْ وَأَنتُمْ تَتْلُونَ ٱلْكِتَٰبَ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir? (QS. Al-Baqarah: 44)
View Details
- TERBANGLAH DENGAN KEDUA SAYAPMU, UKHTI!
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
View Details
Riyaaadhushshaalihiin 524. "DOA NABI MUSA ALAIHISSALAM" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhushshaalihiin 523. "3 HAL YANG HARUS DIMILIKI DALAM AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR" - Ust Nuzul by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JAGALAH DIRI KALIAN...
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-202 | Hadits Abu Bakar Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Bakar ash-Shiddiq Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
الرَّابعَ عَشَر : عن أَبي بَكْرٍ الصِّدِّيق ، رضي اللَّه عنه . قال : يا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ تقرءونَ هَذِهِ الآيةَ : { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا علَيْكُمْ أَنْفُسَكُمْ لا يَضُرُّكُمْ منْ ضَلَّ إِذَا اهْتَدَيْتُمْ } [المائدة : 105 ] وإِني سَمِعت رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : « إِنَّ النَّاسَ إِذَا رَأَوْا الظَّالِمَ فَلَمْ يَأْخُذُوا عَلَى يَدَيْهِ أَوْشَكَ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللَّه بِعِقَابٍ مِنْهُ » رواه أبو داود ، والترمذي والنسائي بأسانيد صحيحة
"Wahai manusia, kalian membaca ayat ini, “Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian; orang yang sesat itu tidak akan memberi mudarat kepada kalian, apabila kalian telah mendapat petunjuk.' (Al-Ma'idah: 105). Dan sesungguhnya saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Sesungguhnya apabila manusia melihat orang zhalim kemudian mereka tidak mencegahnya, maka Allah akan menimpakan siksaan dariNya kepada mereka semuanya'." (HR. Abu Dawud, at-Tirmidzi, dan an-Nasa'i dengan sanad-sanad yang shahih).
View Details
- PENYEBAB RUSAKNYA HATI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-201 | Hadits Ibnu Mas'ud Radhiallahu 'anhu
Dari Ibnu Mas'ud Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
الثَّالِثَ عشَرَ : عن ابن مَسْعُودٍ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «إِنَّ أَوَّلَ مَا دخَلَ النَّقْصُ عَلَى بَنِي إِسْرائيلَ أَنَّه كَانَ الرَّجُلُ يَلْقَى الرَّجُلَ فَيَقُولُ : يَا هَذَا اتَّق اللَّه وَدعْ مَا تَصْنَعُ فَإِنَّهُ لا يَحِلُّ لك ، ثُم يَلْقَاهُ مِن الْغَدِ وَهُو عَلَى حالِهِ ، فلا يمْنَعُه ذلِك أَنْ يكُونَ أَكِيلَهُ وشَرِيبَهُ وَقعِيدَهُ ، فَلَمَّا فَعَلُوا ذَلِكَ ضَرَبَ اللَّه قُلُوبَ بَعْضِهِمْ بِبَعْضٍ » ثُمَّ قال : { لُعِنَ الَّذِينَ كَفَروا مِنْ بنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ داوُدَ وعِيسَى ابنِ مَرْيمِ ذلِك بما عَصَوْا وكَانوا يعْتَدُونَ ، كَانُوا لا يَتَنَاهَوْنَ عنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ ما كانُوا يَفْعلُون صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم تَرى كثِيراً مِنْهُمُ يَتَوَلَّوْنَ الَّذينَ كَفَرُوا لَبِئْسَ مَا قَدَّمتْ لَهُمْ أَنْفُسُهُمْ } إلى قوله : { فَاسِقُونَ } [ المائدة : 78، 81 } ثُمَّ قَالَ : « كَلاَّ ، وَاللَّه لَتَأْمُرُنَّ بالْمعْرُوفِ ، وَلَتَنْهوُنَّ عَنِ الْمُنْكَرِ، ولَتَأْخُذُنَّ عَلَى يَدِ الظَّالِمِ ، ولَتَأْطِرُنَّهُ عَلَى الْحَقِّ أَطْراً ، ولَتقْصُرُنَّهُ عَلَى الْحَقِّ قَصْراً ، أَوْ لَيَضْرِبَنَّ اللَّه بقُلُوبِ بَعْضِكُمْ عَلَى بَعْضٍ ، ثُمَّ لَيَلْعَنكُمْ كَمَا لَعَنَهُمْ » رواه أبو داود، والترمذي وقال : حديث حسن .
"Sesungguhnya awal masuknya kekurangan pada Bani Israil adalah seseorang bertemu orang yang lain (yang melakukan maksiat), lalu dia berkata, 'Wahai kamu, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkanlah apa yang sedang kamu perbuat karena hal itu tidak halal bagimu.' Kemudian keesokan harinya dia bertemu lagi dengan orang itu yang tetap di atas keadaannya yang kemarin, ternyata hal tersebut tidak menghalanginya untuk menjadikannya sebagai teman makan, teman minum dan teman duduknya. Ketika mereka melakukan demikian, maka Allah menutup hati sebagian dari mereka dengan sebagian yang lain." Kemudian beliau membaca, "Orang-orang kafir dari Bani Israil telah dilaknat melalui lisan (ucapan) Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu karena mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka tidak saling mencegah perbuatan mungkar yang selalu mereka perbuat. Sungguh sangat buruk apa yang mereka perbuat itu. Kamu melihat banyak di antara mereka tolong-menolong dengan orang-orang kafir (musyrik). Sungguh sangat buruk apa yang mereka lakukan untuk diri mereka sendiri...." sampai pada FirmanNya, “orang-orang yang fasik." (Al-Ma'idah: 78-81). Kemudian beliau bersabda, "Sungguh, demi Allah, kalian benar-benar harus memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar, menahan tangan orang yang zhalim dan mengembalikannya ke jalan yang benar serta menahannya pada yang benar, atau Allah akan menutup hati sebagian dari kalian dengan sebagian yang lain, kemudian melaknat kalian sebagaimana Dia telah melaknat mereka." (HR. Abu Dawud dan at-Tirmidzi, beliau berkata, hadits hasan)
Ini adalah redaksi Abu Dawud, sedangkan redaksi at-Tirmidzi, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
"Ketika Bani Israil terjerumus dalam berbagai maksiat, ulama mereka melarang mereka, tetapi mereka tetap tidak berhenti. Kemudian para ulama itu ikut duduk di majelis mereka, makan bersama mereka, dan minum bersama mereka, maka Allah menutup masing-masing hati mereka dan melaknat mereka melalui lisan Nabi Dawud dan Nabi Isa putra Maryam. Hal itu disebabkan oleh kedurhakaan mereka dan mereka selalu melampaui batas." Rasulullah yang tadinya bersandar kemudian duduk, dan bersabda, "Tidak, demi Dzat yang jiwaku ada di Tangan-Nya, kamu harus membelokkan mereka (kembali) kepada yang haq."
View Details
- MENYAMPAIKAN KEBENARAN KEPADA IMAM
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-200 | Hadits Abu Abdullah Thariq bin Syihab al-Bajali al-Ahmasi Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Abdullah Thariq bin Syihab al-Bajali al-Ahmasi Radhiallahu ‘anhu
الثَّاني عَشَر : عنْ أَبِي عبدِ اللَّه طارِقِ بنِ شِهابٍ الْبُجَلِيِّ الأَحْمَسِيِّ رضي اللَّه عنه أَنَّ رجلاً سأَلَ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وقَدْ وَضعَ رِجْلَهُ في الغَرْزِ : أَيُّ الْجِهادِ أَفْضَلُ؟ قَالَ : «كَلِمَةُ حقٍّ عِنْدَ سُلْطَانٍ جائِر » رَوَاهُ النسائيُّ بإسنادٍ صحيحٍ .
"Bahwasanya ada seorang lelaki bertanya kepada Nabi shalallahu alaihi wasalam dan ia telah meletakkan kakinya pada sanggur ditempat berpijak pada kendaraan unta atau lain-lain yang terbuat dari kulit atau kayu, katanya: “Manakah jihad itu yang lebih utama?” Beliau shalallahu alaihi wasalam menjawab: “Yaitu mengucapkan kata-kata yang hak di hadapan sultan yang menyeleweng.” Diriwayatkan oleh Nasa’i dengan isnad shahih.
View Details
- MENYAMPAIKAN KEBENARAN ITU MEMANG BERAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-199 | Hadits Abu Sa'id al-Khudri Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Sa'id al-Khudri radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam beliau bersabda,
الْحَادي عشَرَ : عنْ أَبِي سَعيد الْخُدريِّ رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال: «أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عندَ سلْطَانٍ جائِرٍ » رواه أبو داود ، والترمذي وقال: حديثٌ حسنٌ
"Seutama-utamanya jihad ialah menyampaikan kalimat yang keadilan di hadapan penguasa yang zhalim." (HR. Imarn Abu Dawud dan Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini dalah Hadits hasan)
View Details
- SALAH SATU SEBAB TIDAK DIKABULKANNYA DOA KITA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-198 | Hadits Hudzaifah Radhiallahu 'anhu
Dari Hudzaifah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam beliau bersabda,
الْعاشرُ : عَنْ حذيفةَ رضي اللَّه عنه أَنَّ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « والَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَتَأْمُرُنَّ بالْمعرُوفِ ، ولَتَنْهَوُنَّ عَنِ المُنْكَرِ ، أَوْ لَيُوشِكَنَّ اللَّه أَنْ يَبْعثَ عَلَيْكمْ عِقَاباً مِنْهُ ، ثُمَّ تَدْعُونَهُ فَلاَ يُسْتَجابُ لَكُمْ » رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ
"Demi Dzat yang jiwaku ada di Tangan-Nya, kalian harus memerintahkan yang ma'ruf dan mencegah yang mungkar, atau Allah akan mengirim siksaan dari-Nya kepada kalian, kemudian kalian memohon kepada-Nya, namun tidak dikabulkan untuk kalian.” (HR. Tirmidzi)
View Details
- ALLAH ﷻ INGIN KEBAIKAN UNTUK DIRIMU
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
View Details
- TEGAS BERBALUT KELEMBUTAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-197 | Hadits Abu Sa'id al-Hasan al-Bashri Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Sa'id al-Hasan al-Bashri Radhiallahu ‘anhu,
التَّاسِعُ : عَنْ أَبِي سعيدٍ الْحسنِ البصْرِي أَنَّ عَائِذَ بن عمْروٍ رضي اللَّه عنه دخَلَ عَلَى عُبَيْدِ اللَّهِ بن زيَادٍ فَقَالَ : أَيْ بن زيَادٍ فَقَالَ : أَيْ بنيَّ ، إِنِّي سمِعتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقولُ : « إِنَّ شَرَّ الرِّعاءِ الْحُطَمَةُ » فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْهُمْ . فَقَالَ لَهُ : اجْلِسْ فَإِنَّمَا أَنت مِنْ نُخَالَةِ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فقال : وهَلْ كَانَتْ لَهُمْ نُخَالَةٌ إِنَّمَا كَانَتِ النُّخالَةُ بَعْدَهُمْ وَفي غَيرِهِمْ ، رواه مسلم
Bahwasanya ‘Aidz bin ‘Amr -radhiyallahu ‘anhu- masuk ke tempat ‘Ubaidullah bin Ziad lalu berkata: “Hai anakku, saya pernah mendengar Rasulullah -shalallahu alaihi wa sallam- bersabda: “Sesungguhnya seburuk-buruk penggembala ialah orang yang tidak belas kasihan -pada gembalaannya,” maka janganlah engkau termasuk golongan penggembala yang semacam itu.” ‘Ubaidullah bin Ziad lalu berkata: “Duduklah, karena sesungguhnya engkau itu adalah termasuk antah dari golongan sahabat-sahabat Rasulullah -shalallahu alaihi wa sallam- -maksudnya bukan termasuk sahabat pilihan atau yang utama, ‘Aidz bin ‘Amr menjawab: “Apakah di kalangan sahabat-sahabat ada yang termasuk golongan antah? Yang termasuk antah ialah orang-orang yang datang sesudah sahabat-sahabat beliau -shalallahu alaihi wa sallam- itu atau yang memang bukan sahabat.” (HR. Muslim)
View Details
Riyaadhushshaalihiin 516. "TIDAK MENGGANGGU = JALAN MENUJU SURGA" - Ustadz Muhammad Nuzull Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SAAT NABI ﷺ MEMBUANG SEBUAH CINCIN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-196 | Hadits Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhu
Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu,
عن ابن عباس رضي اللَّه عنهما أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم رأى خَاتماً مِنْ ذَهَبٍ في يَد رَجُلٍ ، فَنَزعَهُ فطَرحَهُ وقَال : « يَعْمَدُ أَحَدُكُمْ إِلَى جَمْرَةٍ مِنْ نَارٍ فَيجْعلهَا في يَدِهِ ، » فَقِيل لِلرَّجُل بَعْدَ مَا ذَهَبَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : خُذْ خَاتمَكَ ، انتَفعْ بِهِ . قَالَ : لا واللَّه لا آخُذُهُ أَبَداً وقَدْ طَرحهُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . رواه مسلم
"Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melihat cincin emas di tangan seorang laki-laki, maka beliau langsung mencabut dan melemparkannya, dan bersabda, 'Seorang dari kalian sengaja mengambil bara api lalu meletakkannya di tangannya.' Setelah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam pergi, dikatakan pada orang itu, 'Ambillah cincinmu dan manfaatkanlah.' Dia menjawab, 'Tidak demi Allah, saya tidak akan mengambilnya selamanya, karena ia telah dilemparkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam'." (HR. Muslim)
View Details
- ADAB NONGKRONG
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-195 | Hadits Abu Sa'id al-Khudri Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
السَّابعُ : عنْ أَبِي سَعيد الْخُدْرِيِّ رضي اللَّه عنه عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِيَّاكُم وَالْجُلُوسَ في الطرُقاتِ » فقَالُوا : يَا رسَولَ اللَّه مَالَنَا مِنْ مَجالِسنَا بُدٌّ ، نَتحدَّثُ فِيهَا ، فقال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : فَإِذَا أَبَيْتُمْ إِلاَّ الْمَجْلِس فَأَعْطُوا الطَّريقَ حَقَّهُ» قالوا: ومَا حَقُّ الطَّرِيقِ يا رسولَ اللَّه ؟ قال : « غَضُّ الْبَصَر ، وكَفُّ الأَذَى، ورَدُّ السَّلامِ ، وَالأَمْرُ بالْمعْروفِ ، والنَّهْيُ عنِ الْمُنْكَرَ » متفقٌ عليه .
"Jauhilah duduk-duduk di pinggir jalan." Mereka berkata, "Wahai Rasulullah, kami tidak dapat meninggalkan tempat itu, karena di tempat itulah kami berbincang-bincang." Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, "Jika kalian enggan, melainkan tetap ingin duduk di sana, maka berikanlah hak jalan itu." Mereka berkata, "Apa saja hak jalan itu wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Menundukkan pandangan, tidak mengganggu orang, menjawab salam, memerintahkan yang ma'ruf dan melarang yang mungkar." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BAHAYA BANYAKNYA KEMAKSIATAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-194 | Hadits Ummul Mukminin, Ummu al-Hakam Zainab binti Jahsy Radhiallahu 'anha
Dari Ummul Mukminin, Ummu al-Hakam Zainab binti Jahsy Radhiallahu 'anha
السَّادسُ : عن أُمِّ الْمُؤْمِنين أُمِّ الْحكَم زَيْنبَ بِنْتِ جحْشٍ رضي اللَّه عنها أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم دَخَلَ عَلَيْهَا فَزعاً يقُولُ : « لا إِلهَ إِلاَّ اللَّه ، ويْلٌ لِلْعربِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتربَ ، فُتحَ الْيَوْمَ مِن ردْمِ يَأْجُوجَ وَمأْجوجَ مِثْلُ هذِهِ » وَحَلَّقَ بأُصْبُعه الإِبْهَامِ والَّتِي تَلِيهَا . فَقُلْتُ: يَا رسول اللَّه أَنَهْلِكُ وفِينَا الصَّالحُونَ ؟ قال : « نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ » متفقٌ عليه .
"Bahwa Nabi pernah masuk menemuinya dalam keadaan ketakutan, beliau bersabda, 'Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah. Celakalah orang-orang Arab karena adanya keburukan yang telah mendekat. Hari ini, dinding penghalang Ya'juj dan Ma'juj telah terbuka seperti ini.' Beliau membuat lingkaran dengan ibu jari dan jari yang setelahnya (telunjuk). Maka saya bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah kita akan binasa padahal di tengah-tengah kita terdapat orang-orang shalih?' Beliau bersabda, 'Ya, jika banyak khabats' ." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- ALLAH ﷻ YANG LANGSUNG MENIKAHKANNYA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-194 | Hadits Ummul Mukminin, Ummu al-Hakam Zainab binti Jahsy Radhiallahu 'anha
Dari Ummul Mukminin, Ummu al-Hakam Zainab binti Jahsy Radhiallahu 'anha
السَّادسُ : عن أُمِّ الْمُؤْمِنين أُمِّ الْحكَم زَيْنبَ بِنْتِ جحْشٍ رضي اللَّه عنها أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم دَخَلَ عَلَيْهَا فَزعاً يقُولُ : « لا إِلهَ إِلاَّ اللَّه ، ويْلٌ لِلْعربِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتربَ ، فُتحَ الْيَوْمَ مِن ردْمِ يَأْجُوجَ وَمأْجوجَ مِثْلُ هذِهِ » وَحَلَّقَ بأُصْبُعه الإِبْهَامِ والَّتِي تَلِيهَا . فَقُلْتُ: يَا رسول اللَّه أَنَهْلِكُ وفِينَا الصَّالحُونَ ؟ قال : « نَعَمْ إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ » متفقٌ عليه .
"Bahwa Nabi pernah masuk menemuinya dalam keadaan ketakutan, beliau bersabda, 'Tidak ada ilah yang berhak disembah kecuali Allah. Celakalah orang-orang Arab karena adanya keburukan yang telah mendekat. Hari ini, dinding penghalang Ya'juj dan Ma'juj telah terbuka seperti ini.' Beliau membuat lingkaran dengan ibu jari dan jari yang setelahnya (telunjuk). Maka saya bertanya, 'Wahai Rasulullah, apakah kita akan binasa padahal di tengah-tengah kita terdapat orang-orang shalih?' Beliau bersabda, 'Ya, jika banyak khabats' ." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- YANG MENGINGKARI YANG SELAMAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-193 | Hadits Ummu Salamah Hindun Radhiallahu 'anha
Dari Ummul Mukminin Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah Hudzaifah Radhiallahu ‘anha dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
الخامِسُ : عَنْ أُمِّ المُؤْمِنِينَ أُمِّ سَلَمَة هِنْدٍ بنتِ أَبِي أُمَيَّةَ حُذيْفَةَ رضي اللَّه عنها ، عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أنه قال : « إِنَّهُ يُسْتَعْملُ عَليْكُمْ أُمَراءُ فَتَعْرِفُونَ وتنُكِرُونَ فَمِنْ كَرِه فقَدْ بَرِىءَ وَمَنْ أَنْكَرَ فَقَدْ سَلِمَ ، وَلَكِنْ منْ رَضِيَ وَتَابَعَ » قالوا : يا رَسُولَ اللَّه أَلاَ نُقَاتِلُهُمْ ؟ قَالَ : «لاَ، مَا أَقَامُوا فِيكُمْ الصَّلاَةَ » رواه مسلم .
"Sesungguhnya kalian akan dipimpin oleh para penguasa, lalu kalian akan mengenali dan mengingkari. Maka barangsiapa yang membenci, dia telah bebas, dan barangsiapa yang mengingkari, maka dia selamat, tetapi orang yang rela dan mengikuti (itulah yang tidak selamat)." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kita boleh memerangi mereka?" Beliau menjawab, "Tidak, selama mereka menegakkan shalat di tengah-tengah kalian." (HR. Muslim)
View Details
- KUNCI MASALAHMU
Kajian Wanita Kitab Al-Wabilush Shayyib
Al Wabilush Shayyib wa Rafi'ul Kalimith Thayyib (hal.7)
Al Imam Ibnul Qayyim menyampaikan:
Sesungguhnya orang-orang yang arif (mereka yang mengenal Allah dengan benar-Red) telah sepakat bahwa taufiq adalah Allah Ta'ala tidak menyerahkan (urusanmu) kepada dirimu sendiri, sedangkan kehinaan adalah Allah menyerahkan (urusanmu) kepada dirimu sendiri. Siapa yang dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Dia akan membukakan baginya pintu kehinaan dan ketundukan kepada-Nya, senantiasa berlindung dan merasa butuh kepada-Nya, melihat aib-aib dirinya beserta kejahilannya, kezhalimannya, dan permusuhannya, serta melihat berbagai keutamaan Rabb-nya, ihsan-Nya, rahmat-Nya, kedermawanan-Nya, kebaikan-Nya, kekayaan-Nya, dan pujian-Nya.
View Details
- JALAN KESUKSESAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
View Details
- IBARAT BERLAYAR BERSAMA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-192 | Hadits an-Nu'man bin Basyir Radhiallahu ‘anhu
Dari an-Nu'man bin Basyir Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
الرَّابع : عن النعْمانِ بنِ بَشيرٍ رضي اللَّه عنهما عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال: « مَثَلُ القَائِمِ في حُدودِ اللَّه ، والْوَاقِعِ فيها كَمَثَلِ قَومٍ اسْتَهَمُوا على سفينةٍ فصارَ بعضُهم أعلاهَا وبعضُهم أسفلَها وكانَ الذينَ في أسفلها إِذَا اسْتَقَوْا مِنَ الماءِ مَرُّوا عَلَى مَنْ فَوْقَهُمْ فَقَالُوا : لَوْ أَنَّا خَرَقْنَا في نَصَيبِنا خَرْقاً وَلَمْ نُؤْذِ مَنْ فَوْقَنَا ، فَإِنْ تَرَكُوهُمْ وَمَا أَرادُوا هَلكُوا جَمِيعاً ، وإِنْ أَخَذُوا عَلَى أَيْدِيهِم نَجوْا ونجوْا جَمِيعاً » . رواهُ البخاري .
"Perumpamaan orang yang teguh menjaga larangan-larangan Allah dan orang yang terjerumus di dalamnya adalah bagaikan satu kaum yang mengundi tempat dalam satu kapal, sebagian dari mereka mendapatkan tempat di bagian atas kapal dan sebagian lagi di bagian bawah. Jika orang-orang yang berada di bagian bawah ingin mengambil air, mereka harus melewati orang-orang yang di atas. Maka orang-orang yang ada di bawah berkata, 'Seandainya kita melubangi di bagian bawah kita dan tidak lagi mengganggu orang-orang yang di atas kita?' Jika orang-orang yang di atas membiarkan mereka melakukan apa yang mereka inginkan, niscaya mereka semua binasa. Tetapi jika orang-orang yang di atas itu mencegah mereka, niscaya mereka selamat dan semuanya juga selamat." (HR. Bukhari)
View Details
Riyaadhushshaalihiin 508. "JANJI SAHABAT NABI ﷺ" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- HARI TERAKHIR SEORANG AHLI QUR'AN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-191 | Hadits Abu al-Walid Ubadah bin ash-Shamit Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu al-Walid Ubadah bin ash-Shamit Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
الثالثُ : عن أَبي الوليدِ عُبَادَةَ بنِ الصَّامِتِ رضي اللَّه عنه قال : « بايعنا رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم على السَّمعِ والطَّاعَةِ في العُسْرِ وَاليُسْرِ والمَنْشَطِ والمَكْرَهِ ، وَعلى أَثَرَةٍ عَليْنَا، وعَلَى أَنْ لاَ نُنَازِعَ الأَمْرَ أَهْلَهُ إِلاَّ أَنْ تَرَوْا كُفْراً بَوَاحاً عِنْدكُمْ مِنَ اللَّه تعالَى فيه بُرهانٌ ، وعلى أن نقول بالحقِّ أينَما كُنَّا لا نخافُ في اللَّه لَوْمةَ لائمٍ » متفقٌ عليه .
"Kami berbai'at kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam untuk mendengar dan menaati dalam kondisi sulit maupun mudah, dalam perkara ringan maupun berat, dan untuk mengalah, tidak menentang kepemimpinan dari yang memegangnya kecuali jika kalian melihat kekufuran yang nyata di mana kalian memiliki bukti yang jelas dari Allah Subhanahu wa Ta’ala tentangnya, dan agar kami mengatakan kebenaran di mana pun kami berada, tanpa takut kepada cemoohan orang yang mencemooh dalam urusan membela agama Allah." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BERSAMA SAHABAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-190 | Hadits Ibnu Mas'ud Radhiallahu 'anhu
Dari Ibnu Mas'ud Radhiallahu 'anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
الثَّاني : عن ابنِ مسْعُودٍ رضي اللَّه عنه أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «مَا مِنَ نَبِيٍّ بعَثَهُ اللَّه في أُمَّةٍ قَبْلِي إِلاَّ كان لَه مِن أُمَّتِهِ حواريُّون وأَصْحَابٌ يَأْخذون بِسُنَّتِهِ ويقْتدُون بأَمْرِه، ثُمَّ إِنَّها تَخْلُفُ مِنْ بعْدِهمْ خُلُوفٌ يقُولُون مَالاَ يفْعلُونَ ، ويفْعَلُون مَالاَ يُؤْمَرون ، فَمَنْ جاهدهُم بِيَدهِ فَهُو مُؤْمِنٌ ، وَمَنْ جاهدهم بقَلْبِهِ فَهُو مُؤْمِنٌ ، ومَنْ جَاهَدهُمْ بِلِسانِهِ فَهُو مُؤْمِنٌ ، وليس وراءَ ذلِك مِن الإِيمانِ حبَّةُ خرْدلٍ » رواه مسلم .
"Tidak ada seorang nabi pun yang diutus oleh Allah pada suatu umat sebelumku melainkan memiliki hawariyyun dan sahabat-sahabat dari umatnya, yang mengambil sunnahnya dan mengikuti perintahnya. Kemudian setelah mereka, akan hadir beberapa penerus yang mengatakan apa yang tidak mereka lakukan dan melakukan apa yang tidak diperintahkan. Barangsiapa yang berjihad dengan mereka dengan tangannya, maka dia adalah seorang Mukmin, barangsiapa yang berjihad dengan hatinya, maka dia adalah seorang Mukmin, barangsiapa yang berjihad dengan mereka dengan lisannya, maka dia adalah seorang Mukmin, dan setelah itu, tidak ada iman meskipun seberat biji sawi.” (HR. Muslim)
View Details
- APA ITU KEMUNGKARAN?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-189 | Hadits Abu Sa'id al-Khudri Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
فالأَوَّلُ : عن أَبي سعيدٍ الخُدْريِّ رضي اللَّه عنه قال : سمِعْتُ رسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُولُ : « مَنْ رَأَى مِنْكُم مُنْكراً فَلْيغيِّرْهُ بِيَدهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطعْ فبِلِسَانِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبقَلبهِ وَذَلَكَ أَضْعَفُ الإِيمانِ » رواه مسلم .
"Barangsiapa di antara kalian melihat satu kemungkaran, maka hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak sanggup, maka dengan lisannya. Dan jika tidak sanggup, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim)
View Details
- JIKA MELIHAT KEMUNGKARAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
Hadits ke-189 | Hadits Abu Sa'id al-Khudri Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
فالأَوَّلُ : عن أَبي سعيدٍ الخُدْريِّ رضي اللَّه عنه قال : سمِعْتُ رسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُولُ : « مَنْ رَأَى مِنْكُم مُنْكراً فَلْيغيِّرْهُ بِيَدهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطعْ فبِلِسَانِهِ ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبقَلبهِ وَذَلَكَ أَضْعَفُ الإِيمانِ » رواه مسلم .
"Barangsiapa di antara kalian melihat satu kemungkaran, maka hendaklah dia mengubahnya dengan tangannya. Jika tidak sanggup, maka dengan lisannya. Dan jika tidak sanggup, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman." (HR. Muslim)
View Details
KAJIAN WANITA
52. KEMBALINYA ORANG YANG SOMBONG
Kajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush shayyib
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KIAT SELAMAT DARI ADZAB
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
QS. Al-A'raf: 165
Allah berfirman,
فَلَمَّا نَسُوا۟ مَا ذُكِّرُوا۟ بِهِۦٓ أَنجَيْنَا ٱلَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلسُّوٓءِ وَأَخَذْنَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ بِعَذَابٍۭ بَـِٔيسٍۭ بِمَا كَانُوا۟ يَفْسُقُونَ
Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan Kami timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik. (QS. Al-A'raf: 165)
View Details
- SYIARKAN KEBAIKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
QS. Al-Hijr: 94
Allah berfirman,
فَٱصْدَعْ بِمَا تُؤْمَرُ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِينَ
Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik. (QS. Al-Hijr: 94)
View Details
- KEBENARAN ITU DARI RABB-MU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
QS. Al-Kahfi: 29
Allah berfirman,
وَقُلِ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَن شَآءَ فَلْيُؤْمِن وَمَن شَآءَ فَلْيَكْفُرْ ۚ إِنَّآ أَعْتَدْنَا لِلظَّٰلِمِينَ نَارًا أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا ۚ وَإِن يَسْتَغِيثُوا۟ يُغَاثُوا۟ بِمَآءٍ كَٱلْمُهْلِ يَشْوِى ٱلْوُجُوهَ ۚ بِئْسَ ٱلشَّرَابُ وَسَآءَتْ مُرْتَفَقًا
Dan katakanlah: "Kebenaran itu datangnya dari Rabbmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir". Sesungguhnya Kami telah sediakan bagi orang orang zalim itu neraka, yang gejolaknya mengepung mereka. Dan jika mereka meminta minum, niscaya mereka akan diberi minum dengan air seperti besi yang mendidih yang menghanguskan muka. Itulah minuman yang paling buruk dan tempat istirahat yang paling jelek. (QS. Al-Kahfi: 29)
View Details
- SEBAB HILANGNYA RAHMAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
QS. Al-Maidah: 78-79
Allah berfirman,
لُعِنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ مِنۢ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُۥدَ وَعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا۟ وَّكَانُوا۟ يَعْتَدُونَ
Telah dilaknati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (QS. Al-Maidah: 78)
كَانُوا۟ لَا يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا۟ يَفْعَلُونَ
Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (QS. Al-Maidah: 79)
View Details
- SALING MENCINTAI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
QS. At-Taubah: 71
Allah berfirman,
وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. At-Taubah: 71)
View Details
- MAAFKAN & AJAKLAH...
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
QS. Al-A'raf: 199
Allah berfirman,
خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَٰهِلِينَ
Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma'ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. (QS. Al-A'raf: 199)
View Details
- MENJADI UMAT TERBAIK
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
QS. Ali Imran: 110
Allah berfirman,
كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ ۗ وَلَوْ ءَامَنَ أَهْلُ ٱلْكِتَٰبِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم ۚ مِّنْهُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali Imran: 110)
View Details
- IBADAH YANG MENGGELINCIRKAN?
Kajian Wanita kitab Al-Wabilush shayyib
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- BERUNTUNGNYA MENYERU KEPADA KEBAJIKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
QS. Ali Imran: 104
Allah berfirman,
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran: 104)
View Details
- AMAR MA'RUF NAHI MUNKAR
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 23 | Amar Ma'ruf Nahi Munkar
View Details
- NASIHAT ADALAH TANDA CINTA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 22 | Nasihat
View Details
- KUNCI KEBERHASILAN SEBUAH NASIHAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 22 | Nasihat
View Details
- MENASIHATI DIRI SENDIRI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 22 | Nasihat
View Details
- SYARAT MEMILIKI IMAN YANG SEMPURNA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 22 | Nasihat
Hadits 188 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhu
Dari Anas Radhiallahu 'anhu, dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
الثَّالثُ : عَنْ أَنَس رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لاَ يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ » متفقٌ عليه .
"Tidaklah beriman (secara sempurna) salah seorang di antara kalian sehingga dia mencintai untuk saudaranya (sesama Muslim) apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- DOSA YANG MENGHANTARKAN KE SURGA?
Kajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush Shayyib
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JANJIKU DENGAN NABI ﷺ
Riyaadhush Shaalihiin
BAB 22 | Nasihat
Hadits 187 | Hadits Jarir bin Abdullah Radhiallahu 'anhu
Dari Jarir bin Abdullah Radhiallahu 'anhu, beliau berkata,
الثَّاني : عَنْ جرير بْنِ عبدِ اللَّه رضي اللَّه عنه قال : بَايَعْتُ رَسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم عَلى : إِقَامِ الصَّلاَةِ ، وإِيتَاءِ الزَّكَاةِ ، وَالنُّصْحِ لِكلِّ مُسْلِمٍ . متفقٌ عليه .
"Saya berbai'at kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam untuk menegakkan shalat, membayar zakat, dan menasihati setiap Muslim." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- NASIHAT BAGI UMAT ISLAM
Riyaadhush Shaalihiin
BAB 22 | Nasihat
Hadits 186 | Hadits Abu Ruqayyah Tamim -Radhiallaahu 'anhu
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Dari -Radhiallaahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda,
فَالأَوَّلُ : عن أَبِي رُقيَّةَ تَميمِ بنِ أَوْس الدَّارِيِّ رضي اللَّه عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: « الدِّينُ النَّصِيحَةُ » قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ « للَّه وَلِكِتَابِهِ ولِرسُولِهِ وَلأَئمَّةِ المُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ » رواه مُسْلم .
"Agama ini adalah nasihat ." Kami bertanya, "Bagi siapa?" Beliau menjawab, "Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum Muslimin, dan kaum muslimin secara umum." (HR. Muslim)
View Details
- NASIHAT BAGI PARA IMAM
Riyaadhush Shaalihiin
BAB 22 | Nasihat
Hadits 186 | Hadits Abu Ruqayyah Tamim -Radhiallaahu 'anhu
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Dari -Radhiallaahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda,
فَالأَوَّلُ : عن أَبِي رُقيَّةَ تَميمِ بنِ أَوْس الدَّارِيِّ رضي اللَّه عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: « الدِّينُ النَّصِيحَةُ » قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ « للَّه وَلِكِتَابِهِ ولِرسُولِهِ وَلأَئمَّةِ المُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ » رواه مُسْلم .
"Agama ini adalah nasihat ." Kami bertanya, "Bagi siapa?" Beliau menjawab, "Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum Muslimin, dan kaum muslimin secara umum." (HR. Muslim)
View Details
- NASIHAT BAGI RASULULLAH ﷺ
Riyaadhush Shaalihiin
BAB 22 | Nasihat
Hadits 186 | Hadits Abu Ruqayyah Tamim -Radhiallaahu 'anhu
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Dari -Radhiallaahu 'anhu, bahwa Nabi ﷺ bersabda,
فَالأَوَّلُ : عن أَبِي رُقيَّةَ تَميمِ بنِ أَوْس الدَّارِيِّ رضي اللَّه عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: « الدِّينُ النَّصِيحَةُ » قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ « للَّه وَلِكِتَابِهِ ولِرسُولِهِ وَلأَئمَّةِ المُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ » رواه مُسْلم .
"Agama ini adalah nasihat ." Kami bertanya, "Bagi siapa?" Beliau menjawab, "Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum Muslimin, dan kaum muslimin secara umum." (HR. Muslim)
View Details
- NASIHAT BAGI AL-QUR'AN
Riyaadhush Shaalihiin
BAB 22 | Nasihat
Hadits 186 | Hadits Abu Ruqayyah Tamim -Radhiallaahu 'anhu
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Dari -Radhiallaahu 'anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
فَالأَوَّلُ : عن أَبِي رُقيَّةَ تَميمِ بنِ أَوْس الدَّارِيِّ رضي اللَّه عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: « الدِّينُ النَّصِيحَةُ » قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ « للَّه وَلِكِتَابِهِ ولِرسُولِهِ وَلأَئمَّةِ المُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ » رواه مُسْلم .
"Agama ini adalah nasihat ." Kami bertanya, "Bagi siapa?" Beliau menjawab, "Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum Muslimin, dan kaum muslimin secara umum." (HR. Muslim)
View Details
- ANTARA DUA HAMBA
Riyaadhush Shaalihiin
BAB 22 | Nasihat
Hadits 186 | Hadits Abu Ruqayyah Tamim -Radhiallaahu 'anhu
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Dari -Radhiallaahu 'anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
فَالأَوَّلُ : عن أَبِي رُقيَّةَ تَميمِ بنِ أَوْس الدَّارِيِّ رضي اللَّه عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: « الدِّينُ النَّصِيحَةُ » قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ « للَّه وَلِكِتَابِهِ ولِرسُولِهِ وَلأَئمَّةِ المُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ » رواه مُسْلم .
"Agama ini adalah nasihat ." Kami bertanya, "Bagi siapa?" Beliau menjawab, "Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum Muslimin, dan kaum muslimin secara umum." (HR. Muslim)
View Details
- TEBARLAH KETULUSAN
Riyaadhush Shaalihiin
BAB 22 | Nasihat
Hadits 186 | Hadits Abu Ruqayyah Tamim -Radhiallaahu 'anhu
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Dari -Radhiallaahu 'anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
فَالأَوَّلُ : عن أَبِي رُقيَّةَ تَميمِ بنِ أَوْس الدَّارِيِّ رضي اللَّه عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: « الدِّينُ النَّصِيحَةُ » قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ « للَّه وَلِكِتَابِهِ ولِرسُولِهِ وَلأَئمَّةِ المُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ » رواه مُسْلم .
"Agama ini adalah nasihat ." Kami bertanya, "Bagi siapa?" Beliau menjawab, "Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum Muslimin, dan kaum mluslimin secara umum." (HR. Muslim)
View Details
- AGAMA ITU NASIHAT
Riyaadhush Shaalihiin
BAB 22 | Nasihat
Hadits. 186 | Hadits Abu Ruqayyah Tamim -Radhiallaahu 'anhu
Dari Abu Ruqayyah Tamim bin Aus ad-Dari -Radhiallaahu 'anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
فَالأَوَّلُ : عن أَبِي رُقيَّةَ تَميمِ بنِ أَوْس الدَّارِيِّ رضي اللَّه عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ: « الدِّينُ النَّصِيحَةُ » قُلْنَا : لِمَنْ ؟ قَالَ « للَّه وَلِكِتَابِهِ ولِرسُولِهِ وَلأَئمَّةِ المُسْلِمِينَ وَعَامَّتِهِمْ » رواه مُسْلم .
"Agama ini adalah nasihat ." Kami bertanya, "Bagi siapa?" Beliau menjawab, "Bagi Allah, KitabNya, RasulNya, para pemimpin kaum Muslimin, dan kaum mluslimin secara umum." (HR. Muslim)
View Details
- NASIHAT NABI HUD 'ALAIHISSALAM
Riyaadhush Shaalihiin
BAB 22 | Nasihat
QS. Al-A'raf: 68
Allah berfirman,
أُبَلِّغُكُمْ رِسَٰلَٰتِ رَبِّى وَأَنَا۠ لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ
Aku menyampaikan amanat-amanat Rabbku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu". (QS. Al-A'raf: 68)
View Details
- AKU HANYA MENASIHATI KALIAN
Riyaadhush Shaalihiin
BAB 22 | Nasihat
QS. Al-A'raf: 62
Allah berfirman,
أُبَلِّغُكُمْ رِسَٰلَٰتِ رَبِّى وَأَنصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
"Aku sampaikan kepadamu amanat-amanat Rabbku dan aku memberi nasehat kepadamu. dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui". (QS. Al-A'raf: 62)
View Details
- KITA INI BERSAUDARA
Riyaadhush Shaalihiin
BAB 22 | Nasihat
QS. Al-Hujurat: 10
Allah berfirman,
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا۟ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ
Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat. (QS. Al-Hujurat: 10)
View Details
- SEBUAH NASIHAT
Riyaadhush Shaalihiin
BAB 22 | Nasihat
View Details
- MENOLONG ITU KEBUTUHAN & MENGUNTUNGKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 21 | Saling menolong dallam kebaikan & takwa
View Details
- IKUT MENDAPATKAN PAHALA SEDEKAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 21 | Saling menolong dallam kebaikan & takwa
Hadits 185 | Hadits Abu Musa al-Asy'ari Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Musa al-Asy'ari Radhiallahu ‘anhu dari beliau bersabda,
وَعَنْ أَبِي موسى الأَشْعَرِيِّ رضيَ اللَّهُ عنه ، عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنَّهُ قال: « الخَازِنُ المُسْلِمُ الأَمِينُ الذي يُنَفِّذُ ما أُمِرَ بِهِ ، فَيُعْطِيهِ كَامِلاً مَوفَّراً ، طَيِّبَةً بِهِ نَفْسُهُ فَيَدْفَعُهُ إِلى الذي أُمِرَ لَهُ بِهِ أَحَدُ المُتَصَدِّقَيْنِ » متفقٌ عليه .
"Bendahara Muslim yang amanah, yang melaksanakan apa-apa yang diperintahkan kepadanya, ia menyampaikannya dengan sempurna, dan penuh dengan hati senang , ia menyerahkannya kepada orang yang ia diperintah untuk memberikan kepadanya, dia adalah salah satu dari dua orang yang bersedekah." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SALAH SATU PENYESALAN SYAITHAN
Kajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush shayyib
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- STATUS HAJI & UMROH ANAK KECIL
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 21 | Saling menolong dallam kebaikan & takwa
Hadits ke-184 | Hadits Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu
Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu,
وعن ابنِ عباسٍ رضي اللَّه عنهما أَنَّ رسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم لَقِيَ ركْباً بالرَّوْحَاءِ فقال: «مَنِ الْقوْمُ ؟ » قالُوا : المُسْلِمُونَ ، فَقَالُوا : مَنْ أَنْتَ ؟ قال : «رسولُ اللَّه» فَرَفَعَتْ إِلَيْهِ امْرَأَةٌ صَبِيًّا فَقَالَتْ : أَلَهَذَا حَجٌّ ؟ قال : « نَعمْ وَلَكِ أَجْرٌ » رواه مسلم .
"Bahwasanya Rasulullah berjumpa dengan satu rombongan yang berkendaraan di ar-Rauha , maka beliau bertanya, 'Siapakah rombongan ini?' Mereka menjawab, 'Kaum Muslimin.' Lalu mereka balik bertanya, 'Siapa Anda?' Beliau menjawab, 'Rasulullah.' Maka seorang wanita mengangkat anak kecil ke arah beliau seraya bertanya, 'Apakah anak ini mendapatkan (pahala) haji?' Nabi menjawab, 'Ya, dan kamu juga mendapat pahala'." (HR. Muslim)
View Details
- KEMATIAN SEBELUM KEMATIAN
Riyaadhush Shaalihiin
View Details
- PAHALANYA UNTUK MEREKA BERDUA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 21 | Saling menolong dallam kebaikan & takwa
Hadits ke-183 | Hadits Abu Sa'id al-Khudri Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Sa'id al-Khudri Radhiallahu ‘anhu,
وعن أَبِي سعيدٍ الخُدْرِيِّ رضي اللَّه عنهُ أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، بَعَثَ بَعْثاً إِلى بَني لِحيانَ مِنْ هُذَيْلٍ فقالَ : « لِيَنْبعِثْ مِنْ كُلِّ رَجُلَيْنِ أَحَدُهُمَا وَالأَجْرُ بَيْنَهُمَا » رواه مسلم.
"Bahwa Rasulullah ingin mengirim pasukan ke Bani Lihyan dari suku Hudzail (untuk memerangi mereka). Beliau bersabda, 'Hendaknya berangkat dari setiap dua orang salah satunya, sedangkan pahalanya terbagi antara keduanya.” (HR. Muslim)
View Details
- PAHALA MENDUKUNG ORANG BERIBADAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 21 | Saling menolong dallam kebaikan & takwa
Hadits ke-182 | Hadits Abu Abdurrahman Zaid bin Khalid al-Juhani Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Abdurrahman Zaid bin Khalid al-Juhani Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam. bersabda,
عن أَبي عبدِ الرحمن زيدِ بن خالدٍ الْجُهَنيِّ رضيَ اللَّه عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : مَنْ جهَّزَ غَازِياً في سَبِيلِ اللَّه فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَ غَازِياً في أَهْلِهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا» متفقٌ عليه .
"Barangsiapa yang menyiapkan keperluan orang yang akan berjihad di jalan Allah, berarti dia telah jihad, dan barangsiapa yang mengurusi keluarga orang yang berperang dengan baik, maka berarti dia telah ikut berperang." (Muttafaq’alaih)
View Details
TAFSIR SURAT AL-'ASHR | KUNCI MENGHINDARI KERUGIAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 21 | SALING MENOLONG DALAM KEBAIKAN & TAKWA
QS. Al-'Ashr: 1-3
Allah berfirman,
وَٱلْعَصْرِ
- Demi masa.
إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَفِى خُسْرٍ
- Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,
إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ
- kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.
(QS. Al-'Ashr: 1-3)
View Details
- SALING MENOLONG DI ATAS KEBAIKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 21 | SALING MENOLONG DALAM KEBAIKAN & TAKWA
QS. Al-Maidah: 2
Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Tuhannya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. Al-Maidah: 2)
View Details
- CITA-CITA YANG TINGGI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 20 | Menunjukkan kepada kebaikan & mengajak kepada petunjuk atau kesesatan
Muroja'ah
View Details
- PUTUS ASA? INI SEBABNYA
Kajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush shayyib
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- BERIKAN SEMUANYA UNTUKNYA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 20 | Menunjukkan kepada kebaikan & mengajak kepada petunjuk atau kesesatan
Hadits 181 | Hadits Anas Radhiallahu ‘anhu
Dari Anas Radhiallahu ‘anhu
وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه أَنْ فَتًى مِنْ أَسْلَمَ قال : يا رسُولَ اللَّه إِنِّي أُرِيد الْغَزْوَ ولَيْس مَعِي مَا أَتجهَّزُ بِهِ ؟ قَالَ : « ائْتِ فُلاناً فإِنه قَدْ كانَ تَجَهَّزَ فَمَرِضَ » فَأَتَاهُ فقال : إِنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يُقْرئُكَ السَّلامَ وَيَقُولُ : أَعْطِني الذي تجَهَّزْتَ بِهِ ، فقال : يا فُلانَةُ أَعْطِيهِ الذي تجَهَّزْتُ بِهِ ، ولا تحْبِسِي مِنْهُ شَيْئاً ، فَواللَّه لا تَحْبِسِينَ مِنْهُ شَيْئاً فَيُبَارَكَ لَكِ فِيهِ . رواه مسلم .
"Bahwa ada seorang pemuda dari suku Aslam berkata, 'Wahai Rasulullah, saya ingin berperang tetapi saya tidak memiliki bekal untuk berperang.' Beliau bersabda, 'Pergilah kepada si fulan, dia telah bersiap-siap kemudian mendadak sakit.' Dia pun mendatanginya dan mengatakan, 'Sesungguhnya Rasulullah mengirimkan salam kepadamu, beliau bersabda, 'Berikanlah kepadaku perbekalan perang yang telah kamu siapkan.' Maka dia menjawab, 'Wahai fulanah (yakni istrinya), berikanlah kepadanya apa yang telah aku persiapkan dan janganlah kamu sisakan sedikit pun. Demi Allah, janganlah engkau sisakan sesuatu pun darinya, sehingga engkau diberkahi karenanya." (HR. Muslim)
View Details
- PAHALA BESAR MENANTI ORANG YANG BERDAKWAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 20 | Menunjukkan kepada kebaikan & mengajak kepada petunjuk atau kesesatan
Hadits 180 | Hadits Abu Al-Abbas Sahl bin Sa’ad as-Sa’idi Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Al-Abbas Sahl bin Sa’ad as-Sa’idi Radhiallahu ‘anhu
وعن أَبي العباسِ سهل بنِ سعدٍ السَّاعِدِيِّ رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال يَوْمَ خَيْبَرَ : « لأعْطِيَنَّ الرَّايَةَ غَداً رَجُلاً يَفْتَحُ اللَّه عَلَى يَدَيْهِ ، يُحبُّ اللَّه ورسُولَهُ ، وَيُحبُّهُ اللَّه وَرَسُولُهُ » فَبَاتَ النَّاسُ يَدُوكونَ لَيْلَتَهُمْ أَيُّهُمْ يُعْطَاهَا . فَلَمَّا أصبحَ النَّاسُ غَدَوْا عَلَى رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : كُلُّهُمْ يَرجُو أَنْ يُعْطَاهَا ، فقال: « أَيْنَ عليُّ بنُ أَبي طالب ؟ » فَقيلَ : يا رسولَ اللَّه هُو يَشْتَكي عَيْنَيْه قال : « فَأَرْسِلُوا إِلَيْهِ » فَأُتِي بِهِ ، فَبَصقَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في عيْنيْهِ ، وَدعا لَهُ ، فَبَرأَ حَتَّى كَأَنْ لَمْ يَكُنْ بِهِ وَجعٌ ، فأَعْطَاهُ الرَّايَةَ . فقال عليٌّ رضي اللَّه عنه : يا رسول اللَّه أُقاتِلُهمْ حَتَّى يَكُونُوا مِثْلَنَا ؟ فَقَالَ : « انْفُذْ عَلَى رِسلِكَ حَتَّى تَنْزِلَ بِسَاحتِهِمْ، ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الإِسْلامِ ، وَأَخْبرْهُمْ بِمَا يجِبُ مِنْ حقِّ اللَّه تَعَالَى فِيهِ ، فَواللَّه لأَنْ يَهْدِيَ اللَّه بِكَ رَجُلاً وَاحِداً خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمَ» متفقٌ عليه.
"Bahwa Rasulullah bersabda pada waktu perang Khaibar, 'Aku akan menyerahkan panji komando besok pagi kepada seseorang yang Allah akan memberikan kemenangan melalui tangannya, dia mencintai Allah dan RasulNya, dan Allah dan RasulNya pun mencintainya.' Maka sepanjang malam itu orang-orang membicarakan siapakah di antara mereka yang diserahi panji itu? Maka pada pagi harinya orang-orang pergi menemui Rasulullah Semua berharap agar panji itu diberikan kepadanya. Maka beliau bertanya, 'Mana Ali bin Abi Thalib?' Dijawab, 'Wahai Rasulullah, dia sedang sakit mata.' Beliau bersabda, 'Panggil dia.' Setelah dia didatangkan, beliau meludahi kedua matanya dan mendoakannya, maka dia langsung sembuh seakan-akan dia tidak pemah sakit mata. Lalu beliau menyerahkan panji kepadanya. Ali Radhiallahu ‘anhu; berkata, 'Wahai Rasulullah, saya memerangi mereka sampai mereka menjadi seperti kita?' Beliau bersabda, 'Berangkatlah dengan tenang hingga kamu sampai di daerah mereka, kemudian ajaklah mereka masuk Islam, dan beritahukan kepada mereka hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Islam yang wajib mereka laksanakan. Demi Allah, kalau Allah memberi petunjuk kepada seseorang karena usahamu, maka itu lebih baik bagimu daripada unta merah." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- HIKMAH MENGUBAH SEBUAH NAMA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 20 | Menunjukkan kepada kebaikan & mengajak kepada petunjuk atau kesesatan
Hadits 180 | Hadits Abu Al-Abbas Sahl bin Sa’ad as-Sa’idi Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Al-Abbas Sahl bin Sa’ad as-Sa’idi Radhiallahu ‘anhu
وعن أَبي العباسِ سهل بنِ سعدٍ السَّاعِدِيِّ رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال يَوْمَ خَيْبَرَ : « لأعْطِيَنَّ الرَّايَةَ غَداً رَجُلاً يَفْتَحُ اللَّه عَلَى يَدَيْهِ ، يُحبُّ اللَّه ورسُولَهُ ، وَيُحبُّهُ اللَّه وَرَسُولُهُ » فَبَاتَ النَّاسُ يَدُوكونَ لَيْلَتَهُمْ أَيُّهُمْ يُعْطَاهَا . فَلَمَّا أصبحَ النَّاسُ غَدَوْا عَلَى رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : كُلُّهُمْ يَرجُو أَنْ يُعْطَاهَا ، فقال: « أَيْنَ عليُّ بنُ أَبي طالب ؟ » فَقيلَ : يا رسولَ اللَّه هُو يَشْتَكي عَيْنَيْه قال : « فَأَرْسِلُوا إِلَيْهِ » فَأُتِي بِهِ ، فَبَصقَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في عيْنيْهِ ، وَدعا لَهُ ، فَبَرأَ حَتَّى كَأَنْ لَمْ يَكُنْ بِهِ وَجعٌ ، فأَعْطَاهُ الرَّايَةَ . فقال عليٌّ رضي اللَّه عنه : يا رسول اللَّه أُقاتِلُهمْ حَتَّى يَكُونُوا مِثْلَنَا ؟ فَقَالَ : « انْفُذْ عَلَى رِسلِكَ حَتَّى تَنْزِلَ بِسَاحتِهِمْ، ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الإِسْلامِ ، وَأَخْبرْهُمْ بِمَا يجِبُ مِنْ حقِّ اللَّه تَعَالَى فِيهِ ، فَواللَّه لأَنْ يَهْدِيَ اللَّه بِكَ رَجُلاً وَاحِداً خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمْرِ النَّعَمَ» متفقٌ عليه.
"Bahwa Rasulullah bersabda pada waktu perang Khaibar, 'Aku akan menyerahkan panji komando besok pagi kepada seseorang yang Allah akan memberikan kemenangan melalui tangannya, dia mencintai Allah dan RasulNya, dan Allah dan RasulNya pun mencintainya.' Maka sepanjang malam itu orang-orang membicarakan siapakah di antara mereka yang diserahi panji itu? Maka pada pagi harinya orang-orang pergi menemui Rasulullah Semua berharap agar panji itu diberikan kepadanya. Maka beliau bertanya, 'Mana Ali bin Abi Thalib?' Dijawab, 'Wahai Rasulullah, dia sedang sakit mata.' Beliau bersabda, 'Panggil dia.' Setelah dia didatangkan, beliau meludahi kedua matanya dan mendoakannya, maka dia langsung sembuh seakan-akan dia tidak pemah sakit mata. Lalu beliau menyerahkan panji kepadanya. Ali Radhiallahu ‘anhu; berkata, 'Wahai Rasulullah, saya memerangi mereka sampai mereka menjadi seperti kita?' Beliau bersabda, 'Berangkatlah dengan tenang hingga kamu sampai di daerah mereka, kemudian ajaklah mereka masuk Islam, dan beritahukan kepada mereka hak-hak Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Islam yang wajib mereka laksanakan. Demi Allah, kalau Allah memberi petunjuk kepada seseorang karena usahamu, maka itu lebih baik bagimu daripada unta merah." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- "BERJUANG MESKI TAK SAMPAI"
Serial Kajian Teman Tuli
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
Kajian dengan Bahasa Isyarat
( https://youtu.be/bpcYKoI2reg )
📩
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud, Spotify:
@muhammadnuzuldzikri
www.muhammadnuzuldzikri.com
View Details
- "YA ALLAH, TERIMALAH"
Serial Kajian Teman Tuli
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
Kajian dengan Bahasa Isyarat
( https://youtu.be/Q51fFmqhikQ )
📩
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud, Spotify:
@muhammadnuzuldzikri
www.muhammadnuzuldzikri.com
View Details
erial Kajian Teman Tuli
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
Kajian dengan Bahasa Isyarat
( https://youtu.be/1vIVWJWHTEs )
📩
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud, Spotify:
@muhammadnuzuldzikri
www.muhammadnuzuldzikri.com
View Details
Kajian Teman Tuli 14. "KADAR PERTOLONGAN = KADAR UJIAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SERINGKALI INI BUKAN TENTANG BENAR ATAU SALAH
Serial Kajian Teman Tuli
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
Kajian dengan Bahasa Isyarat
( https://youtu.be/qELO2IFud5A )
📩
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud, Spotify:
@muhammadnuzuldzikri
www.muhammadnuzuldzikri.com
View Details
- "SUDAHKAH BERJUANG DENGAN MAKSIMAL?"
Serial Kajian Teman Tuli
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
Kajian dengan Bahasa Isyarat
( https://youtu.be/rE6Ew0PV78Y )
📩
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud, Spotify:
@muhammadnuzuldzikri
www.muhammadnuzuldzikri.com
View Details
- SERINGKALI INI BUKAN TENTANG BENAR ATAU SALAH
Serial Kajian Teman Tuli
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
Kajian dengan Bahasa Isyarat
( https://youtu.be/k1VKGUjZFkQ )
📩
Facebook, Instagram, YouTube, Telegram, SoundCloud, Spotify:
@muhammadnuzuldzikri
www.muhammadnuzuldzikri.com
View Details
- HATI-HATI DALAM MENGAJAK
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 20 | Menunjukkan kepada kebaikan & mengajak kepada petunjuk atau kesesatan
Hadits 179 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
وعن أَبِي هريرة رضي اللَّه عنه أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «منْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ منْ تَبِعَهُ لا ينْقُصُ ذلِكَ مِنْ أُجُورِهِم شَيْئاً ، ومَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لا ينقُصُ ذلكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئاً » رواه مسلم.
"Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun dari pahala mereka. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka dia menanggung dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi sedikit pun dari dosa-dosa mereka." (HR. Muslim)
View Details
- PAHALA MENGAJAK KEPADA KEBAIKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 20 | Menunjukkan kepada kebaikan & mengajak kepada petunjuk atau kesesatan
Hadits ke-178 | Hadits Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Anshari al-Badri Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Mas'ud Uqbah bin Amr al-Anshari al-Badri Radhiallahu 'anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bersabda,
وعن أَبِي مسعودٍ عُقبَةَ بْن عمْرٍو الأَنْصَارِيِّ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلهُ مثلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ » رواه مسلم .
"Barangsiapa yang menunjukkan kepada satu kebaikan, maka dia memperoleh pahala seperti pahala orang yang melakukannya." (HR.Muslim)
View Details
- KUNCINYA ADALAH RIDHA
Kajian Teman Tuli
Kajian dengan bahasa isyarat
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- HAKIKAT KEKAYAAN
Kajian Teman Tuli
Kajian dengan bahasa isyarat
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MENGENAL ALLAH
Kajian Teman Tuli
Kajian dengan bahasa isyarat
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SUDAHKAH KITA RIDHA?
Kajian Teman Tuli
Kajian dengan bahasa isyarat
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Teman Tuli 12. "KETERBATASAN MEMBUAHKAN KEGIGIHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MENJADI ORANG YANG BERUNTUNG
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 20 | Menunjukkan kepada kebaikan & mengajak kepada petunjuk atau kesesatan
QS. Ali Imran: 104
Allah berfirman,
وَلْتَكُن مِّنكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran: 104)
View Details
- DUA KUNCI MENGHADAPI CELAAN (BULLY)
Kajian Teman Tuli
Kajian dengan bahasa isyarat
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KAPAN PERTOLONGAN ITU DATANG?
Kajian Teman Tuli
Kajian dengan bahasa isyarat
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JIKA ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA TERIMA
Kajian Teman Tuli
Kajian dengan bahasa isyarat
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- TOLONG MENOLONG DALAM KEBAIKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 20 | Menunjukkan kepada kebaikan & mengajak kepada petunjuk atau kesesatan
QS. Al-Maidah: 2
Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تُحِلُّوا۟ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ وَلَا ٱلشَّهْرَ ٱلْحَرَامَ وَلَا ٱلْهَدْىَ وَلَا ٱلْقَلَٰٓئِدَ وَلَآ ءَآمِّينَ ٱلْبَيْتَ ٱلْحَرَامَ يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِّن رَّبِّهِمْ وَرِضْوَٰنًا ۚ وَإِذَا حَلَلْتُمْ فَٱصْطَادُوا۟ ۚ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَـَٔانُ قَوْمٍ أَن صَدُّوكُمْ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ أَن تَعْتَدُوا۟ ۘ وَتَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْبِرِّ وَٱلتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا۟ عَلَى ٱلْإِثْمِ وَٱلْعُدْوَٰنِ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu melanggar syi'ar-syi'ar Allah, dan jangan melanggar kehormatan bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) binatang-binatang had-ya, dan binatang-binatang qalaa-id, dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitullah sedang mereka mencari kurnia dan keridhaan dari Rabbnya dan apabila kamu telah menyelesaikan ibadah haji, maka bolehlah berburu. Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada sesuatu kaum karena mereka menghalang-halangi kamu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS. Al-Maidah: 2)
View Details
- TIGA PINTU MASUKNYA SYAITHAN
Kajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush shayyib
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PELAJARAN YANG BAIK
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 20 | Menunjukkan kepada kebaikan & mengajak kepada petunjuk atau kesesatan
QS. An-Nahl: 125
Allah berfirman,
ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Rabb-mu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl: 125)
View Details
- AJAKLAH DENGAN HIKMAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 20 | Menunjukkan kepada kebaikan & mengajak kepada petunjuk atau kesesatan
QS. An-Nahl: 125
Allah berfirman,
ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ
Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl: 125)
View Details
Nasihat Singkat Muharram 02. "SEPERTI BERHIJRAH KE RASULULLAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Muharram 06. "MARHABAN YAA AL-MUHARRAM" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Muharram 07. "SEMANGAT MENGHIDUPKAN SUNNAH RASULULLAH" - Ustadz Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Muharram 08. "AMALAN YANG DIANJURKAN DI AL-MUHARRAM" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik "HARI YANG SHALIH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Muharram 13. "KISAH KESHALIHAN DI 10 AL-MUHARRAM" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Muharram 12. "TENTANG PUASA TASU'A" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Muharram 09. "JANGAN LEWATKAN PUASA ASYURA'" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Muharram 10. "KEUTAMAAN PUASA ASYURA'" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Muharram 11. "NGAPAIN PUASA ASYURA', KHAN UDAH PUASA ARAFAH?" - Ust Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KUNCI BERDAKWAH DI KELUARGA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 20 | MENUNJUKKAN KEPADA KEBAIKAN & MENGAJAK KEPADA PETUNJUK ATAU KESESATAN
View Details
Nasihat Singkat Muharram 01. "BULAN MULIA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Muharram 03. "PERBANYAK PUASA DI BULAN MULIA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Muharram 04. "PAHALA DILIPATGANDAKAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Muharram 05. "DOSA DILIPATGANDAKAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- AJAKLAH KEPADA ALLAH ﷻ
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 20 | MENUNJUKKAN KEPADA KEBAIKAN & MENGAJAK KEPADA PETUNJUK ATAU KESESATAN
QS. Al-Qashash: 87
Allah berfirman,
وَلَا يَصُدُّنَّكَ عَنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ بَعْدَ إِذْ أُنزِلَتْ إِلَيْكَ ۖ وَٱدْعُ إِلَىٰ رَبِّكَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ
Dan janganlah sekali-kali mereka dapat menghalangimu dari (menyampaikan) ayat-ayat Allah, sesudah ayat-ayat itu diturunkan kepadamu, dan serulah mereka kepada (jalan) Tuhanmu, dan janganlah sekali-sekali kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan. (QS. Al-Qashash: 87)
View Details
- MENANGGUNG DOSA ORANG LAIN?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 19 | Orang yang Menghidupkan Sunnah yang Baik Maupun Buruk
Hadits ke-177 | Hadits Ibnu Mas'ud Radhiallahu ‘anhu
Dari Ibnu Mas'ud Radhiallahu ‘anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
وعن ابن مسعودٍ رضي اللَّه عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ليس مِنْ نفْسٍ تُقْتَلُ ظُلماً إِلاَّ كَانَ عَلَى ابنِ آدمَ الأوَّلِ كِفْلٌ مِنْ دمِهَا لأَنَّهُ كَان أَوَّل مَنْ سَنَّ الْقَتْلَ » متفقٌ عليه.
"Tiada satu jiwa pun yang dibunuh secara zhalim melainkan putra Adam yang pertama dulu mendapat bagian dari dosa penumpahan darah itu, karena dialah orang pertama yang melakukan pembunuhan.” (Muttafaq’alaih)
View Details
- PAHALA MERINTIS KEBAIKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 19 | Orang yang Menghidupkan Sunnah yang Baik Maupun Buruk
Hadits ke-176 | Hadits Abu Amr Jarir bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Amr Jarir bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
عَنْ أَبَي عَمروٍ جَرير بنِ عبدِ اللَّه ، رضي اللَّه عنه ، قال : كُنَّا في صَدْر النَّهارِ عِنْد رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَجاءهُ قوْمٌ عُرَاةٌ مُجْتابي النِّمار أَو الْعَباءِ . مُتَقلِّدي السُّيوفِ عامَّتُهمْ ، بل كلهم مِنْ مُضرَ ، فَتمعَّر وجهُ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، لِما رَأَى بِهِمْ مِنْ الْفَاقة ، فدخلَ ثُمَّ خرج ، فَأَمر بلالاً فَأَذَّن وأَقَامَ ، فَصلَّى ثُمَّ خَطبَ ، فَقالَ : {يَا أَيُّهَا الناسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الذي خلقكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدةٍ } إِلَى آخِرِ الآية: { إِنَّ اللَّه كَانَ عَليْكُمْ رَقِيباً} ، وَالآيةُ الأُخْرَى الَّتِي في آخر الْحشْرِ : { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمنُوا اتَّقُوا اللَّه ولْتنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمتْ لِغَدٍ} تَصدٍََّق رَجُلٌ مِنْ دِينَارِهِ مِنْ دِرْهَمهِ مِنْ ثَوْبِهِ مِنْ صَاع بُرِّه مِنْ صَاعِ تَمرِه حَتَّى قَالَ : وَلوْ بِشقِّ تَمْرةٍ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ الأَنْصَارِ بِصُرَّةٍ كادتْ كَفُّهُ تَعجزُ عَنْهَا ، بَلْ قَدْ عَجزتْ ، ثُمَّ تَتابَعَ النَّاسُ حَتَّى رَأَيْتُ كَوْميْنِ مِنْ طَعامٍ وَثيابٍ ، حتَّى رَأَيْتُ وجْهَ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، يَتهلَّلُ كَأَنَّهُ مذْهَبَةٌ ، فقال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَنْ سَنَّ في الإِسْلام سُنةً حَسنةً فَلَهُ أَجْرُهَا، وأَجْرُ منْ عَملَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ ينْقُصَ مِنْ أُجُورهِمْ شَيءٌ ، ومَنْ سَنَّ في الإِسْلامِ سُنَّةً سيَّئةً كَانَ عَليه وِزْرها وَوِزرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بعْده مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزارهمْ شَيْءٌ » رواه مسلم .
"Kami pernah berada di sisi Rasulullah di awal siang, lalu beliau didatangi oleh sekelompok orang yang telanjang yang hanya memakai kain shuf bergaris yang dilubangi pada bagian kepala, atau memakai semacam baju kurung sambil membawa pedang. Kebanyakan mereka berasal dari suku Mudhar, bahkan semuanya berasal dari suku Mudhar. Maka berubahlah wajah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ketika melihat kemiskinan me-reka. Beliau segera masuk rumah kemudian keluar lagi dan menyuruh Bilal agar mengumandangkan adzan dan iqamah, kemudian beliau shalat lalu berkhutbah, 'Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu...,' sampai akhir ayat, 'Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian.' (QS. An-Nisa’: 1). Beliau juga membaca ayat lain yang ada di Surat al-Hasyr, 'Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).' (QS. Al-Hasyr: 18). Hendaklah seseorang bersedekah dari uang dinarnya dan dirhamnya, dari pakaiannya, dan gantangan gandumnya, dan dari gantangan kurmanya, -hingga beliau bersabda- 'meskipun hanya dengan sepotong butir kurma.' Maka datanglah seorang Anshar dengan membawa kantong besar yang tangannya hampir tidak kuat membawanya bahkan benar-benar tidak kuat. Kemudian orang-orang saling mengikuti, hingga saya melihat dua tumpukan besar; makanan dan pakaian. Hingga saya melihat wajah Rasulullah berseri-seri seolah-olah tersepuh emas. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Barangsiapa yang memulai sunnah yang baik di dalam Islam, maka dia mendapat pahalanya dan pahala orang-orang yang mengikuti amal itu sesudahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa memulai sunnah yang buruk di dalam Islam, maka dia menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang meniru perbuatannya dengan tidak mengurangi dosa mereka sedikit pun." (HR. Muslim)
View Details
- YUSUF-NYA UMAT INI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 19 | Orang yang Menghidupkan Sunnah yang Baik Maupun Buruk
Hadits ke-176 | Hadits Abu Amr Jarir bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Amr Jarir bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
عَنْ أَبَي عَمروٍ جَرير بنِ عبدِ اللَّه ، رضي اللَّه عنه ، قال : كُنَّا في صَدْر النَّهارِ عِنْد رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَجاءهُ قوْمٌ عُرَاةٌ مُجْتابي النِّمار أَو الْعَباءِ . مُتَقلِّدي السُّيوفِ عامَّتُهمْ ، بل كلهم مِنْ مُضرَ ، فَتمعَّر وجهُ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، لِما رَأَى بِهِمْ مِنْ الْفَاقة ، فدخلَ ثُمَّ خرج ، فَأَمر بلالاً فَأَذَّن وأَقَامَ ، فَصلَّى ثُمَّ خَطبَ ، فَقالَ : {يَا أَيُّهَا الناسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الذي خلقكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدةٍ } إِلَى آخِرِ الآية: { إِنَّ اللَّه كَانَ عَليْكُمْ رَقِيباً} ، وَالآيةُ الأُخْرَى الَّتِي في آخر الْحشْرِ : { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمنُوا اتَّقُوا اللَّه ولْتنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمتْ لِغَدٍ} تَصدٍََّق رَجُلٌ مِنْ دِينَارِهِ مِنْ دِرْهَمهِ مِنْ ثَوْبِهِ مِنْ صَاع بُرِّه مِنْ صَاعِ تَمرِه حَتَّى قَالَ : وَلوْ بِشقِّ تَمْرةٍ فَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ الأَنْصَارِ بِصُرَّةٍ كادتْ كَفُّهُ تَعجزُ عَنْهَا ، بَلْ قَدْ عَجزتْ ، ثُمَّ تَتابَعَ النَّاسُ حَتَّى رَأَيْتُ كَوْميْنِ مِنْ طَعامٍ وَثيابٍ ، حتَّى رَأَيْتُ وجْهَ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، يَتهلَّلُ كَأَنَّهُ مذْهَبَةٌ ، فقال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَنْ سَنَّ في الإِسْلام سُنةً حَسنةً فَلَهُ أَجْرُهَا، وأَجْرُ منْ عَملَ بِهَا مِنْ بَعْدِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ ينْقُصَ مِنْ أُجُورهِمْ شَيءٌ ، ومَنْ سَنَّ في الإِسْلامِ سُنَّةً سيَّئةً كَانَ عَليه وِزْرها وَوِزرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ بعْده مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أَوْزارهمْ شَيْءٌ » رواه مسلم .
"Kami pernah berada di sisi Rasulullah di awal siang, lalu beliau didatangi oleh sekelompok orang yang telanjang yang hanya memakai kain shuf bergaris yang dilubangi pada bagian kepala, atau memakai semacam baju kurung sambil membawa pedang. Kebanyakan mereka berasal dari suku Mudhar, bahkan semuanya berasal dari suku Mudhar. Maka berubahlah wajah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam ketika melihat kemiskinan me-reka. Beliau segera masuk rumah kemudian keluar lagi dan menyuruh Bilal agar mengumandangkan adzan dan iqamah, kemudian beliau shalat lalu berkhutbah, 'Wahai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu...,' sampai akhir ayat, 'Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kalian.' (QS. An-Nisa’: 1). Beliau juga membaca ayat lain yang ada di Surat al-Hasyr, 'Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat).' (QS. Al-Hasyr: 18). Hendaklah seseorang bersedekah dari uang dinarnya dan dirhamnya, dari pakaiannya, dan gantangan gandumnya, dan dari gantangan kurmanya, -hingga beliau bersabda- 'meskipun hanya dengan sepotong butir kurma.' Maka datanglah seorang Anshar dengan membawa kantong besar yang tangannya hampir tidak kuat membawanya bahkan benar-benar tidak kuat. Kemudian orang-orang saling mengikuti, hingga saya melihat dua tumpukan besar; makanan dan pakaian. Hingga saya melihat wajah Rasulullah berseri-seri seolah-olah tersepuh emas. Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Barangsiapa yang memulai sunnah yang baik di dalam Islam, maka dia mendapat pahalanya dan pahala orang-orang yang mengikuti amal itu sesudahnya, tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa memulai sunnah yang buruk di dalam Islam, maka dia menanggung dosanya dan dosa orang-orang yang meniru perbuatannya dengan tidak mengurangi dosa mereka sedikit pun." (HR. Muslim)
View Details
- IBLIS MEMBUKTIKAN DUGAANNYA
Kajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush shayyib
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhushshaalihiin 455. "KUNCI MENJADI PEMIMPIN & TELADAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KIAT MEMILIKI KELUARGA YANG QURROTA A'YUN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 19 | Orang yang Menghidupkan Sunnah yang Baik Maupun Buruk
QS. Al-Furqan: 74
Allah berfirman,
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Dan orang orang yang berdoa: "Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74)
View Details
- "DOA UNTUK SUAMI, ISTRI, & ANAK"
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 19 | Orang yang Menghidupkan Sunnah yang Baik Maupun Buruk
QS. Al-Furqan: 74
Allah berfirman,
وَٱلَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَٰجِنَا وَذُرِّيَّٰتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَٱجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
Dan orang orang yang berdoa: "Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (QS. Al-Furqan: 74)
View Details
- NABI ﷺ ITU LEBIH UTAMA DARIPADA DIRI KITA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 18 | Larangan bida' & Muhdatsaatil Umur (hal-hal yang baru)
Hadits ke-174 | Hadits Jabir Radhiallahu 'anhu
Dari Jabir Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata
وعن جابرٍ ، رضي اللَّه عنه ، قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، إِذَا خَطَب احْمرَّتْ عيْنَاهُ ، وعَلا صوْتُهُ ، وَاشْتَدَّ غَضَبهُ ، حتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ : «صَبَّحَكُمْ ومَسَّاكُمْ » وَيقُولُ : « بُعِثْتُ أَنَا والسَّاعةُ كَهَاتيْن » وَيَقْرنُ بين أُصْبُعَيْهِ ، السبَابَةِ ، وَالْوُسْطَى ، وَيَقُولُ: « أَمَّا بَعْدُ ، فَإِنَّ خَيرَ الْحَديثَ كِتَابُ اللَّه ، وخَيْرَ الْهَدْى هدْيُ مُحمِّد صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدثَاتُهَا وكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ » ثُمَّ يقُولُ : « أَنَا أَوْلَى بُكُلِّ مُؤْمِن مِنْ نَفْسِهِ . مَنْ تَرَك مَالا فَلأهْلِهِ ، وَمَنْ تَرَكَ دَيْناً أَوْ ضَيَاعاً، فَإِليَّ وعَلَيَّ » رواه مسلم
"Apabila Rasulullah berkhutbah, kedua mata beliau memerah, suara beliau tinggi, dan amarah beliau memuncak, seolah-olah beliau adalah orang yang memperingatkan kedatangan pasukan musuh yang mengatakan, 'Awas, musuh akan menyerbu kalian di waktu pagi dan sore hari.' Beliau bersabda, 'Aku diutus, sementara rentang waktu antara aku dan kiamat adalah seperti ini.' Beliau menggandengkan jari telunjuk dengan jari tengahnya. Beliau bersabda, 'Amma ba' du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad serta sejelek-jelek ajaran agama adalah ajaran agama yang dibuat-dibuat, dan setiap yang bid'ah adalah sesat.' Kemudian beliau bersabda, 'Aku lebih utama terhadap setiap Mukmin daripada dirinya sendiri. Barangsiapa yang meninggalkan harta, maka itu untuk keluarganya, dan barangsiapa yang meninggalkan hutang atau tanggungan , maka urusannya diserahkan kepadaku dan menjadi tanggunganku." (HR. Muslim)
View Details
- IKUTILAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 18 | Larangan bida' & Muhdatsaatil Umur (hal-hal yang baru)
Hadits ke-174 | Hadits Jabir Radhiallahu 'anhu
Dari Jabir Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata
وعن جابرٍ ، رضي اللَّه عنه ، قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، إِذَا خَطَب احْمرَّتْ عيْنَاهُ ، وعَلا صوْتُهُ ، وَاشْتَدَّ غَضَبهُ ، حتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ : «صَبَّحَكُمْ ومَسَّاكُمْ » وَيقُولُ : « بُعِثْتُ أَنَا والسَّاعةُ كَهَاتيْن » وَيَقْرنُ بين أُصْبُعَيْهِ ، السبَابَةِ ، وَالْوُسْطَى ، وَيَقُولُ: « أَمَّا بَعْدُ ، فَإِنَّ خَيرَ الْحَديثَ كِتَابُ اللَّه ، وخَيْرَ الْهَدْى هدْيُ مُحمِّد صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدثَاتُهَا وكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ » ثُمَّ يقُولُ : « أَنَا أَوْلَى بُكُلِّ مُؤْمِن مِنْ نَفْسِهِ . مَنْ تَرَك مَالا فَلأهْلِهِ ، وَمَنْ تَرَكَ دَيْناً أَوْ ضَيَاعاً، فَإِليَّ وعَلَيَّ » رواه مسلم
"Apabila Rasulullah berkhutbah, kedua mata beliau memerah, suara beliau tinggi, dan amarah beliau memuncak, seolah-olah beliau adalah orang yang memperingatkan kedatangan pasukan musuh yang mengatakan, 'Awas, musuh akan menyerbu kalian di waktu pagi dan sore hari.' Beliau bersabda, 'Aku diutus, sementara rentang waktu antara aku dan kiamat adalah seperti ini.' Beliau menggandengkan jari telunjuk dengan jari tengahnya. Beliau bersabda, 'Amma ba' du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad serta sejelek-jelek ajaran agama adalah ajaran agama yang dibuat-dibuat, dan setiap yang bid'ah adalah sesat.' Kemudian beliau bersabda, 'Aku lebih utama terhadap setiap Mukmin daripada dirinya sendiri. Barangsiapa yang meninggalkan harta, maka itu untuk keluarganya, dan barangsiapa yang meninggalkan hutang atau tanggungan , maka urusannya diserahkan kepadaku dan menjadi tanggunganku." (HR. Muslim)
View Details
- MEMULIAKAN AL-QUR'AN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 18 | Larangan bida' & Muhdatsaatil Umur (hal-hal yang baru)
Hadits ke-174 | Hadits Jabir Radhiallahu 'anhu
Dari Jabir Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata
وعن جابرٍ ، رضي اللَّه عنه ، قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، إِذَا خَطَب احْمرَّتْ عيْنَاهُ ، وعَلا صوْتُهُ ، وَاشْتَدَّ غَضَبهُ ، حتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ : «صَبَّحَكُمْ ومَسَّاكُمْ » وَيقُولُ : « بُعِثْتُ أَنَا والسَّاعةُ كَهَاتيْن » وَيَقْرنُ بين أُصْبُعَيْهِ ، السبَابَةِ ، وَالْوُسْطَى ، وَيَقُولُ: « أَمَّا بَعْدُ ، فَإِنَّ خَيرَ الْحَديثَ كِتَابُ اللَّه ، وخَيْرَ الْهَدْى هدْيُ مُحمِّد صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدثَاتُهَا وكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ » ثُمَّ يقُولُ : « أَنَا أَوْلَى بُكُلِّ مُؤْمِن مِنْ نَفْسِهِ . مَنْ تَرَك مَالا فَلأهْلِهِ ، وَمَنْ تَرَكَ دَيْناً أَوْ ضَيَاعاً، فَإِليَّ وعَلَيَّ » رواه مسلم
"Apabila Rasulullah berkhutbah, kedua mata beliau memerah, suara beliau tinggi, dan amarah beliau memuncak, seolah-olah beliau adalah orang yang memperingatkan kedatangan pasukan musuh yang mengatakan, 'Awas, musuh akan menyerbu kalian di waktu pagi dan sore hari.' Beliau bersabda, 'Aku diutus, sementara rentang waktu antara aku dan kiamat adalah seperti ini.' Beliau menggandengkan jari telunjuk dengan jari tengahnya. Beliau bersabda, 'Amma ba' du, sesungguhnya se-baik-baik perkataan adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad serta sejelek-jelek ajaran agama adalah ajaran agama yang dibuat-dibuat, dan setiap yang bid'ah adalah sesat.' Kemu-dian beliau bersabda, 'Aku lebih utama terhadap setiap Mukmin daripada dirinya sendiri. Barangsiapa yang meninggalkan harta, maka itu untuk keluarganya, dan barangsiapa yang meninggalkan hutang atau tanggungan , maka urusannya diserahkan kepadaku dan menjadi tanggunganku." (HR. Muslim)
View Details
- SEBAIK-BAIK PETUNJUK
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 18 | Larangan bida' & Muhdatsaatil Umur (hal-hal yang baru)
Hadits ke-174 | Hadits Jabir Radhiallahu 'anhu
Dari Jabir Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata
وعن جابرٍ ، رضي اللَّه عنه ، قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، إِذَا خَطَب احْمرَّتْ عيْنَاهُ ، وعَلا صوْتُهُ ، وَاشْتَدَّ غَضَبهُ ، حتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ : «صَبَّحَكُمْ ومَسَّاكُمْ » وَيقُولُ : « بُعِثْتُ أَنَا والسَّاعةُ كَهَاتيْن » وَيَقْرنُ بين أُصْبُعَيْهِ ، السبَابَةِ ، وَالْوُسْطَى ، وَيَقُولُ: « أَمَّا بَعْدُ ، فَإِنَّ خَيرَ الْحَديثَ كِتَابُ اللَّه ، وخَيْرَ الْهَدْى هدْيُ مُحمِّد صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدثَاتُهَا وكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ » ثُمَّ يقُولُ : « أَنَا أَوْلَى بُكُلِّ مُؤْمِن مِنْ نَفْسِهِ . مَنْ تَرَك مَالا فَلأهْلِهِ ، وَمَنْ تَرَكَ دَيْناً أَوْ ضَيَاعاً، فَإِليَّ وعَلَيَّ » رواه مسلم
"Apabila Rasulullah berkhutbah, kedua mata beliau memerah, suara beliau tinggi, dan amarah beliau memuncak, seolah-olah beliau adalah orang yang memperingatkan kedatangan pasukan musuh yang mengatakan, 'Awas, musuh akan menyerbu kalian di waktu pagi dan sore hari.' Beliau bersabda, 'Aku diutus, sementara rentang waktu antara aku dan kiamat adalah seperti ini.' Beliau menggandengkan jari telunjuk dengan jari tengahnya. Beliau bersabda, 'Amma ba' du, sesungguhnya se-baik-baik perkataan adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad serta sejelek-jelek ajaran agama adalah ajaran agama yang dibuat-dibuat, dan setiap yang bid'ah adalah sesat.' Kemu-dian beliau bersabda, 'Aku lebih utama terhadap setiap Mukmin daripada dirinya sendiri. Barangsiapa yang meninggalkan harta, maka itu untuk keluarganya, dan barangsiapa yang meninggalkan hutang atau tanggungan , maka urusannya diserahkan kepadaku dan menjadi tanggunganku." (HR. Muslim)
View Details
- KEIKHLASAN VS SERANGAN SYAITHAN
Kajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush shayyib
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SEBAIK-BAIK UCAPAN ADALAH FIRMAN ALLAH ﷻ
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 18 | Larangan bida' & Muhdatsaatil Umur (hal-hal yang baru)
Hadits ke-174 | Hadits Jabir Radhiallahu 'anhu
Dari Jabir Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata
وعن جابرٍ ، رضي اللَّه عنه ، قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، إِذَا خَطَب احْمرَّتْ عيْنَاهُ ، وعَلا صوْتُهُ ، وَاشْتَدَّ غَضَبهُ ، حتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ : «صَبَّحَكُمْ ومَسَّاكُمْ » وَيقُولُ : « بُعِثْتُ أَنَا والسَّاعةُ كَهَاتيْن » وَيَقْرنُ بين أُصْبُعَيْهِ ، السبَابَةِ ، وَالْوُسْطَى ، وَيَقُولُ: « أَمَّا بَعْدُ ، فَإِنَّ خَيرَ الْحَديثَ كِتَابُ اللَّه ، وخَيْرَ الْهَدْى هدْيُ مُحمِّد صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدثَاتُهَا وكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ » ثُمَّ يقُولُ : « أَنَا أَوْلَى بُكُلِّ مُؤْمِن مِنْ نَفْسِهِ . مَنْ تَرَك مَالا فَلأهْلِهِ ، وَمَنْ تَرَكَ دَيْناً أَوْ ضَيَاعاً، فَإِليَّ وعَلَيَّ » رواه مسلم
"Apabila Rasulullah berkhutbah, kedua mata beliau memerah, suara beliau tinggi, dan amarah beliau memuncak, seolah-olah beliau adalah orang yang memperingatkan kedatangan pasukan musuh yang mengatakan, 'Awas, musuh akan menyerbu kalian di waktu pagi dan sore hari.' Beliau bersabda, 'Aku diutus, sementara rentang waktu antara aku dan kiamat adalah seperti ini.' Beliau menggandengkan jari telunjuk dengan jari tengahnya. Beliau bersabda, 'Amma ba' du, sesungguhnya se-baik-baik perkataan adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad serta sejelek-jelek ajaran agama adalah ajaran agama yang dibuat-dibuat, dan setiap yang bid'ah adalah sesat.' Kemu-dian beliau bersabda, 'Aku lebih utama terhadap setiap Mukmin daripada dirinya sendiri. Barangsiapa yang meninggalkan harta, maka itu untuk keluarganya, dan barangsiapa yang meninggalkan hutang atau tanggungan , maka urusannya diserahkan kepadaku dan menjadi tanggunganku." (HR. Muslim)
View Details
- HARI KIAMAT ITU DEKAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 18 | Larangan bida' & Muhdatsaatil Umur (hal-hal yang baru)
Hadits ke-174 | Hadits Jabir Radhiallahu 'anhu
Dari Jabir Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata
وعن جابرٍ ، رضي اللَّه عنه ، قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، إِذَا خَطَب احْمرَّتْ عيْنَاهُ ، وعَلا صوْتُهُ ، وَاشْتَدَّ غَضَبهُ ، حتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ : «صَبَّحَكُمْ ومَسَّاكُمْ » وَيقُولُ : « بُعِثْتُ أَنَا والسَّاعةُ كَهَاتيْن » وَيَقْرنُ بين أُصْبُعَيْهِ ، السبَابَةِ ، وَالْوُسْطَى ، وَيَقُولُ: « أَمَّا بَعْدُ ، فَإِنَّ خَيرَ الْحَديثَ كِتَابُ اللَّه ، وخَيْرَ الْهَدْى هدْيُ مُحمِّد صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدثَاتُهَا وكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ » ثُمَّ يقُولُ : « أَنَا أَوْلَى بُكُلِّ مُؤْمِن مِنْ نَفْسِهِ . مَنْ تَرَك مَالا فَلأهْلِهِ ، وَمَنْ تَرَكَ دَيْناً أَوْ ضَيَاعاً، فَإِليَّ وعَلَيَّ » رواه مسلم
"Apabila Rasulullah berkhutbah, kedua mata beliau memerah, suara beliau tinggi, dan amarah beliau memuncak, seolah-olah beliau adalah orang yang memperingatkan kedatangan pasukan musuh yang mengatakan, 'Awas, musuh akan menyerbu kalian di waktu pagi dan sore hari.' Beliau bersabda, 'Aku diutus, sementara rentang waktu antara aku dan kiamat adalah seperti ini.' Beliau menggandengkan jari telunjuk dengan jari tengahnya. Beliau bersabda, 'Amma ba' du, sesungguhnya se-baik-baik perkataan adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad serta sejelek-jelek ajaran agama adalah ajaran agama yang dibuat-dibuat, dan setiap yang bid'ah adalah sesat.' Kemu-dian beliau bersabda, 'Aku lebih utama terhadap setiap Mukmin daripada dirinya sendiri. Barangsiapa yang meninggalkan harta, maka itu untuk keluarganya, dan barangsiapa yang meninggalkan hutang atau tanggungan , maka urusannya diserahkan kepadaku dan menjadi tanggungankui." (HR. Muslim)
View Details
Riyaadhushshaalihiin 446. "PERINGATAN ITU TANDA SAYANG" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- NABI ﷺ SAAT BERKHUTBAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 18 | Larangan bida' & Muhdatsaatil Umur (hal-hal yang baru)
Hadits ke-174 | Hadits Jabir Radhiallahu 'anhu
Dari Jabir Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata
وعن جابرٍ ، رضي اللَّه عنه ، قال : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، إِذَا خَطَب احْمرَّتْ عيْنَاهُ ، وعَلا صوْتُهُ ، وَاشْتَدَّ غَضَبهُ ، حتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ : «صَبَّحَكُمْ ومَسَّاكُمْ » وَيقُولُ : « بُعِثْتُ أَنَا والسَّاعةُ كَهَاتيْن » وَيَقْرنُ بين أُصْبُعَيْهِ ، السبَابَةِ ، وَالْوُسْطَى ، وَيَقُولُ: « أَمَّا بَعْدُ ، فَإِنَّ خَيرَ الْحَديثَ كِتَابُ اللَّه ، وخَيْرَ الْهَدْى هدْيُ مُحمِّد صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدثَاتُهَا وكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ » ثُمَّ يقُولُ : « أَنَا أَوْلَى بُكُلِّ مُؤْمِن مِنْ نَفْسِهِ . مَنْ تَرَك مَالا فَلأهْلِهِ ، وَمَنْ تَرَكَ دَيْناً أَوْ ضَيَاعاً، فَإِليَّ وعَلَيَّ » رواه مسلم
"Apabila Rasulullah berkhutbah, kedua mata beliau memerah, suara beliau tinggi, dan amarah beliau memuncak, seolah-olah beliau adalah orang yang memperingatkan kedatangan pasukan musuh yang mengatakan, 'Awas, musuh akan menyerbu kalian di waktu pagi dan sore hari.' Beliau bersabda, 'Aku diutus, sementara rentang waktu antara aku dan kiamat adalah seperti ini.' Beliau menggandengkan jari telunjuk dengan jari tengahnya. Beliau bersabda, 'Amma ba' du, sesungguhnya se-baik-baik perkataan adalah Kitab Allah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad serta sejelek-jelek ajaran agama adalah ajaran agama yang dibuat-dibuat, dan setiap yang bid'ah adalah sesat.' Kemu-dian beliau bersabda, 'Aku lebih utama terhadap setiap Mukmin daripada dirinya sendiri. Barangsiapa yang meninggalkan harta, maka itu untuk keluarganya, dan barangsiapa yang meninggalkan hutang atau tanggungan , maka urusannya diserahkan kepadaku dan menjadi tanggungankui." (HR. Muslim)
View Details
- AMALAN YANG DITERIMA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 18 | Larangan bida' & Muhdatsaatil Umur (hal-hal yang baru)
Hadits ke-173 | Hadits Aisyah Radhiallahu 'anha
Dari Aisyah beliau berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
عن عائشةَ ، رضي اللَّه عنها ، قالت قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « منْ أَحْدثَ في أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فهُو رَدٌّ » متفقٌ عليه .
"Barangsiapa yang membuat ajaran baru di dalam urusan (agama) kami ini yang bukan merupakan bagian darinya, maka ia tertolak." (Muttafaq'alaih)
Dan dalam satu riwayat Muslim,
وفي رواية لمسلمٍ : « مَنْ عَمِلَ عمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُو ردٌّ » .
"Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak didasari oleh urusan (agama) kami, maka hal itu ditolak." (HR. Muslim)
View Details
- JIKA KALIAN MENCINTAI ALLAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 18 | Larangan bida' & Muhdatsaatil Umur (hal-hal yang baru)
QS. Ali Imran: 31
Allah berfirman,
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Ali Imran: 31)
View Details
- INILAH JALAN-KU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 18 | Larangan bida' & Muhdatsaatil Umur (hal-hal yang baru)
QS. Al-An'am: 153
Allah berfirman,
وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِى مُسْتَقِيمًا فَٱتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُوا۟ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah agar kamu bertakwa. (QS. Al-An'am: 153)
View Details
- JIKA KITA BERBEDA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 18 | Larangan bida' & Muhdatsaatil Umur (hal-hal yang baru)
QS. An-Nisa: 59
Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa: 59)
View Details
- TIPS AGAR TIDAK DIKUASAI SYAITHAN
Kajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush shayyib
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik "AMALAN SETELAH 10 HARI DZULHIJJAH & IDUL ADHA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- TANYA JAWAB
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 18 | Larangan bida' & mukhdatsatil umur (hal-hal yang baru)
View Details
- TELAH TERTULIS DENGAN SEMPURNA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 18 | Larangan bida' & mukhdatsatil umur (hal-hal yang baru)
QS. Al-An'am: 38
Allah berfirman,
وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا طَٰٓئِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّآ أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ مَّا فَرَّطْنَا فِى ٱلْكِتَٰبِ مِن شَىْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ
Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (QS. Al-An'am: 38)
View Details
Allah berfirman,
وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ ٱلنَّارِ
Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka". (QS. Al-Baqarah: 201)
View Details
Kajian Tematik "AMALAN & KEUTAMAAN HARI TASYRIK" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- ALLAH ﷻ AKAN MELINDUNGI HAMBA - NYAKajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush shayyib
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik "TUJUAN DAN HIKMAH DARI BERQURBAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Kajian Haji 04 "KEUTAMAAN HARI ARAFAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- TIDAK ADA YANG TERLUPUT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 18 | Larangan bida' & mukhdatsatil umur (hal-hal yang baru)
QS. Al-An'am: 38
Allah berfirman,
وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا طَٰٓئِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّآ أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ مَّا فَرَّطْنَا فِى ٱلْكِتَٰبِ مِن شَىْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ
Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan. (QS. Al-An'am: 38)
View Details
- SUMBER KEBENARAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 18 | Larangan terhadap bida & ajaran-ajaran agama yang dibuat-buat
QS. Yunus: 32
Allah berfirman,
فَذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمُ ٱلْحَقُّ ۖ فَمَاذَا بَعْدَ ٱلْحَقِّ إِلَّا ٱلضَّلَٰلُ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ
Maka (Zat yang demikian) itulah Allah Rabb kamu yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kamu dipalingkan (dari kebenaran)? (QS. Yunus: 32)
View Details
Serial Kajian Haji 03. "ALLAH ﷻ YANG MENGUNDANGMU, SAUDARAKU" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Serial Kajian Haji 02. "HAJI ITU WAJIB, SAUDARAKU" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- INSYA ALLAH DIMUDAHKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
Serial Kajian Haji 01 "HAJI DIMULAI DARI HATI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JANGAN TERBURU-BURU MENYIMPULKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- PENDIDIKAN DOA | Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
Nasihat Singkat Dzulhijjah 08. "PERBANYAK TAKBIR DI 13 AWAL DZULHIJJAH" - Ustadz Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Dzulhijjah 07."10AWAL DZULHIJJAH & 10AKHIR RAMADHAN=WAKTU TERBAIK BERAMAL"-Ust Nuzul by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Dzulhijjah 06. "PUASA 9 HARI AWAL DZULHIJJAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Dzulhijjah 05. "POTONG KUKU & RAMBUT BAGI ORANG YG BERQURBAN" - Ustadz Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Dzulhijjah 04. "PUASA 9 HARI AWAL DZULHIJJAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Dzulhijjah 03. "RAHASIA DIBALIK 10 HARI PERTAMA DZULHIJJAH" - Ustadz Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Dzulhijjah 02. "BULAN MULIA = LUMBUNG PAHALA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Dzulhijjah 01. "PRIORITASKAN DIAWAL DZULHIJJAH" - USTADZ MUHAMMAD NUZUL DZIKRI by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Dzulqa'dah 07. "KEKUATAN TERBESAR NABI & PARA SAHABAT" - Ustadz Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Dzulqa'dah 06. "SEPERTI BERHIJRAH KEPADA RASULULLAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Dzulqo'dah 05 "BULAN-BULAN DILIPATGANDAKAN PAHALA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Dzulqo'dah 04. "PUASA DI BULAN DZULQA'DAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Dzulqa'dah 03. "BERDOSA DI BULAN DZULQA'DAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Dzulqa'dah 02. "POPULERKAN BULAN DZULQA'DAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Dzulqa'dah 01. "DI BALIK BULAN DZULQA'DAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MENANAMKAN JIWA PENURUT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- SUKA DUKA KEHIDUPAN
Kajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush shayyib
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Dzulqa'dah 08. " BULAN-BULAN DILIPATGANDAKAN PAHALA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Dzulhijjah 02. "TANYA JAWAB AMALAN 10 HARI PERTAMA DZULHIJJAH" - Ust Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhushshaalihiin 432. "HIDUPLAH DENGAN CAHAYA" - Ustadz Muhammad NUzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PELINDUNG DI MALAM HARI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
(( الآيتان من آخر سورة البقرة من قرأهما في ليلة كفتاه ))
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Dua ayat di akhir surat Al Baqarah, barangsiapa yang membacanya di malam hari, maka dua ayat itu telah mencukupinya”.
(HR. Bukhari & Muslim)
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
Kajian Tematik "AMALAN-AMALAN TERBAIK DI 10 HARI AWAL DZULHIJJAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- ALLAH ﷻ PASTI MENOLONG ORANG-ORANG BERIMAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- TOLONGLAH KAMI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- ENGKAULAH PENOLONG KAMI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- KIAT MEMPERBAIKI KONDISI KITA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- TIGA DOA JIKA KITA BERDOSA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- SEDANG SULIT? LAKUKAN AMALAN INI
Kajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush shayyib
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DOA MEMINTA DIRINGANKAN MUSIBAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- DOA MEMINTA DIRINGANKAN MUSIBAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- HIKMAH DARI LUPA DAN KESALAHAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- APAKAH BERBUAT SALAH ITU PASTI BERDOSA?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- MENGAPA ALLAH MEMBERIKAN UJIAN KEPADA KITA?
Kajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush shayyib
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- HUKUM BERMAKSIAT KARENA LUPA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- APA YANG KAMU TANAM, ITULAH YANG KAMU DAPATKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- TIDAK ADA BEBAN DI ATAS KEMAMPUAN KITA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- PUJIAN ALLAH ﷻ KEPADA RASULULLAH ﷺ & ORANG-ORANG BERIMAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- AYAT YANG BEGITU BERAT BAGI SAHABAT -RADHIYALLAAHU 'ANHUM
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
Hadits ke-172 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu, ia berkata
عن أبي هريرة، رضي الله عنه ، قال: لما نزلت على رسول الله، صلى الله عليه وسلم : { لله ما في السموات وما في الأرض وإن تبدوا ما في أنفسكم أو تخفوه يحاسبكم به الله} الآية ((البقرة:284)) أشتد ذلك على أصحاب رسول الله، صلى الله عليه وسلم، فأتوا رسول الله ، صلى الله عليه وسلم، ثم بركوا على الركب فقالوا: أي رسول الله كلفنا من الأعمال مانطيق: الصلاة والجهاد والصيام والصدقة، وقد أنزلت عليك هذه الآية ولا نطيقها. قال رسول الله، صلى الله عليه وسلم: ”أتريدون أن تقولوا كما قال: أهل الكتابين من قبلكم: سمعنا وعصينا؟ بل قولوا: سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير” فلما اقترأها القوم، وذلت بها ألسنتهم؛ أنزل الله تعالى في إثرها: {آمن الرسول بما أنزل إليه من ربه والمؤمنون كل آمن بالله وملائكته وكتبه ورسله لا نفرق بين أحد من رسله وقالوا سمعنا وأطعنا غفرانك ربنا وإليك المصير} فلما فعلوا ذلك نسخها الله تعالى؛ فأنزل الله عز وجل: {لايكلف الله نفسا إلا وسعها لها ما كسبت وعليها ما اكتسبت ، ربنا لا تؤاخذنا إن نسينا أو أخطأنا} قال: نعم { ربنا ولا تحمل علينا إصراً كما حملته على الذين من قبلنا } قال: نعم { ربنا ولا تحملنا ما لا طاقة لنا به} قال : نعم {واعف عنا واغفر لنا وارحمنا أنت مولانا فانصرنا على القوم الكافرين } قال: نعم” ((رواه مسلم)).
"Ketika turun ayat kepada Rasulullah 'Milik Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kalian menampakkan apa yang ada di dalam hati kalian atau kalian menyembunyikannya, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kalian tentang perbuatan itu.' (Al-Baqarah: 284). Hal itu terasa berat oleh para sahabat Rasulullah*. Maka mereka mendatangi Rasulullah kemudian mereka berlutut seraya berkata, 'Wahai Rasulullah, kami dibebani amalan-amalan yang kami sanggup; shalat, jihad, puasa, dan sedekah, dan kini telah turun kepada Anda ayat ini, kami tidak mampu untuk melaksanakannya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Apakah kalian ingin mengatakan sebagaimana yang di-katakan oleh pengikut dua kitab sebelum kalian, 'Kami mendengar dan kami membangkang?' Tetapi ucapkanlah, 'Kami mendengar dan kami menaati. AmpunanMu yang kami mohon, wahai Rabb, dan kepadaMu tempat kembali.' (Al-Baqarah: 285).' Maka tatkala mereka membacanya dan lisan mereka telah tunduk kepadanya, Allah menurunkan sesudahnya, 'Rasul (Muhammad) telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an) dari Rabbnya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semua beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, dan rasul-rasul-Nya. (Mereka rnengatakan), 'Kami tidak membeda-bedakan seorang pun dari rasul-rasulNya, dan mereka mengatakan, ' Kami dengar dan kami taat. Ampunilah kami, wahai Rabb kami, dan kepadaMu-lah tempat (kami) kembali.' (Al- Baqarah: 285).' Ketika mereka melakukan itu, Allah Ta’ala menasakhnya, maka Allah menurunkan, 'Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya. (Mereka berdoa), 'Wahai Rabb kami, janganlah Engkau hukum kami, jika kami lupa atau kami melakukan kesalahan.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya.' ‘Wahai Rabb kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, 'Ya."Wahai Rabb kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami pikul.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya.’ ‘Maafkanlah kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkau-lah Penolong kami, maka tolonglah kami menghadapi orang-orang kafir.' (Al-Baqarah: 286). Dia berfirman, ‘Ya’.” (HR. Muslim)
View Details
- RESPON ORANG-ORANG BERIMAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
QS. An-Nuur: 51
Allah berfirman,
إِنَّمَا كَانَ قَوْلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ إِذَا دُعُوٓا۟ إِلَى ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ لِيَحْكُمَ بَيْنَهُمْ أَن يَقُولُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۚ وَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
Sesungguhnya jawaban orang-orang mukmin, bila mereka dipanggil kepada Allah dan rasul-Nya agar rasul menghukum (mengadili) di antara mereka ialah ucapan. "Kami mendengar, dan kami patuh". Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. An-Nuur: 51)
View Details
- 3 BUKTI KEIMANAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 17 | Kewajiban tunduk kepada hukum Allah, dan bagaimana sikap seseorang yang diajak kembali kepada hukum Allah dan diperintah kepada kebaikan atau dicegah dari kemungkaran
QS. An-Nisa: 65
Allah berfirman,
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا A
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. An-Nisa: 65)
View Details
- MENJADI ORANG BIJAK
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
View Details
- HUKUM MENCIUM HAJAR ASWAD
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-171 | Hadits Abis Ibnu Rabi'ah Radhiallahu 'anhu
Dari Abis Ibnu Rabi'ah Radhiallahu 'anhu, beliau berkata, ,
وعنْ عابسِ بن ربيعةَ قال : رَأَيْتُ عُمَرَ بنَ الخطاب ، رضي اللَّه عنه ، يُقَبِّلُ الْحَجَرَ يَعْنِي الأَسْوَدَ ويَقُولُ : إِني أَعْلَمُ أَنَّكَ حَجَرٌ مَا تَنْفَعُ ولا تَضُرُّ ، ولَوْلا أنِّي رأَيْتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، يُقَبِّلُكَ ما قَبَّلْتُكَ .. متفقٌ عليه .
"Saya melihat Umar bin al-Khaththab -Radhiallahu 'anhu mencium Hajar Aswad, dan dia berkata, 'Aku tahu engkau adalah sebuah batu yang tidak dapat mendatangkan manfaat dan tidak menimpakan mudarat, seandainya aku tidak melihat Rasulullah menciummu, tentu aku tidak akan menciummu'." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SEMANGAT PARA SAHABAT MENGIKUTI SUNNAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-170 | Hadits Abu Sa'id Abdullah bin Mughaffal Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Sa'id Abdullah bin Mughaffal Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
الْحَادِي عَشَرَ : عَنْ أَبِي سعيدٍ عبدِ اللَّهِ بنِ مُغَفَّلٍ ، رضي اللَّه عنه ، قال : نَهَى رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، عَن الخَذْفِ وقالَ : « إِنَّهُ لا يقْتُلُ الصَّيْدَ ، ولا يَنْكَأُ الْعَدُوَّ ، وَإِنَّهُ يَفْقَأُ الْعَيْنَ ، ويَكْسِرُ السِّنَّ » متفقٌ عليه .
"Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam melarang khadzf Beliau mengatakan, 'Sesungguhnya khadzf itu tidak membunuh hewan buruan dan tidak bisa membinasakan musuh, akan tetapi ia hanya membutakan mata dan mematahkan gigi'." (Muttafaq ‘alaih)
Dalam sebuah riwayat,
وفي رواية : أَنَّ قريباً لابْنِ مُغَفَّلٍ خَذَفَ ، فَنَهَاهُ وقال : إِنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم نَهَى عن الخَذْفِ وقَالَ : « إِنَّهَا لا تَصِيدُ صَيْداً » ثُمَّ عادَ فقالَ : أُحَدِّثُكَ أَن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، نَهَى عَنْهُ ، ثُمَّ عُدْتَ تَخْذِفُ ،؟ لا أُكَلِّمُكَ أَبداً .
"Bahwa seorang kerabat Ibnu Mughaffal melakukan khadzf, maka dia melarangnya dan berkata, 'Sesungguhnya Rasulullah melarang khadzf, beliau bersabda, 'Sesungguhnya ia tidak bisa membunuh hewan buruan.' Kemudian dia kembali mengulangi perbuatannya, maka Ibnu Mughaffal berkata, 'Aku telah menceritakan kepadamu bahwa Rasulullah melarangnya, tetapi kamu masih saja melakukan khadzf? Aku tidak akan berbicara denganmu selamanya."
View Details
Kajian Tematik "OPTIMISLAH, SAUDARAKU!" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KASIH SAYANG NABI ﷺ DI HARI KIAMAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-169 | Hadits Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhu
Dari Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berdiri di tengah-tengah kami memberi nasihat, beliau bersabda,
الْعَاشِرُ : عن ابن عباس ، رضيَ اللَّه عنهما ، قال : قَامَ فينَا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بمَوْعِظَةٍ فقال : « أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ محشورونَ إِلَى اللَّه تَعَالَى حُفَاةَ عُرَاةً غُرْلاً { كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ وَعْداً علَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ } [ الأنبياء : 103] أَلا وَإِنَّ أَوَّلَ الْخَلائِقِ يُكْسى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبراهيم صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، أَلا وإِنَّهُ سَيُجَاء بِرِجَالٍ مِنْ أُمَّتِى، فَيُؤْخَذُ بِهِمْ ذَاتَ الشِّمال فأَقُولُ: يارَبِّ أَصْحَابِي ، فيُقَالُ : إِنَّكَ لا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ ، فَأَقُول كَما قَالَ الْعَبْدُ الصَّالِحُ : { وكُنْتُ عَلَيْهمْ شَهيداً ما دُمْتُ فِيهمْ } إِلَى قولِهِ : { العَزِيز الحَكيمُ } [ المائدة : 117 ، 118 ] فَيُقَالُ لِي : إِنَّهُمْ لَمْ يَزَالُوا مرْتَدِّينَ عَلَى أَعقَابِهِمْ مُنذُ فارَقْتَهُمْ » متفقٌ عليه .
"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian semua akan dikumpulkan menuju Allah dalam keadaan tak beralas kaki, telanjang bulat, dan tidak berkhitan, 'Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. Suatu janji yang pasti Kami tepati, sungguh Kami akan melaksanakannya.' (Al-Anbiya': 104). Ketahuilah, sesungguhnya manusia pertama yang diberi pakaian pada Hari Kiamat adalah Ibrahim. Ketahuilah, sesungguhnya nanti akan didatangkan beberapa orang dari umatku lalu mereka diseret ke sebelah kiri, maka aku berkata, 'Wahai Tuhanku, itu adalah para sahabatku?' Maka dijawab, 'Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang telah mereka perbuat sepeninggalmu.' Maka aku mengucapkan seperti yang apa yang dikatakan oleh seorang hamba yang shalih, 'Dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau Maha Menyaksikan segala sesuatu.' (Al-Ma'idah. 117). Sampai pada FirmanNya, 'Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.' (Al-Ma'idah: 118). Maka dikatakan kepadaku, 'Sesungguhnya mereka terus berbalik ke belakang (murtad) sejak engkau meninggalkan mereka." (Muttafaq ‘alaih)
====
Allah berfirman,
يَوْمَ نَطْوِى ٱلسَّمَآءَ كَطَىِّ ٱلسِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَآ أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُۥ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَآ ۚ إِنَّا كُنَّا فَٰعِلِينَ
(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. (QS. Al-Anbiya: 104)
مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَآ أَمَرْتَنِى بِهِۦٓ أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَّا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِى كُنتَ أَنتَ ٱلرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنتَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (QS. Al-Maidah: 117)
إِن تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِن تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Maidah: 118)
View Details
- TIPS MENGUBAH MASALAH MENJADI ANUGERAH
Kajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush shayyib
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KONDISI SAAT KITA DIBANGKITKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-169 | Hadits Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhu
Dari Ibnu Abbas Radhiallahu 'anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam berdiri di tengah-tengah kami memberi nasihat, beliau bersabda,
الْعَاشِرُ : عن ابن عباس ، رضيَ اللَّه عنهما ، قال : قَامَ فينَا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بمَوْعِظَةٍ فقال : « أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ محشورونَ إِلَى اللَّه تَعَالَى حُفَاةَ عُرَاةً غُرْلاً { كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ وَعْداً علَيْنَا إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ } [ الأنبياء : 103] أَلا وَإِنَّ أَوَّلَ الْخَلائِقِ يُكْسى يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِبراهيم صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم، أَلا وإِنَّهُ سَيُجَاء بِرِجَالٍ مِنْ أُمَّتِى، فَيُؤْخَذُ بِهِمْ ذَاتَ الشِّمال فأَقُولُ: يارَبِّ أَصْحَابِي ، فيُقَالُ : إِنَّكَ لا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ ، فَأَقُول كَما قَالَ الْعَبْدُ الصَّالِحُ : { وكُنْتُ عَلَيْهمْ شَهيداً ما دُمْتُ فِيهمْ } إِلَى قولِهِ : { العَزِيز الحَكيمُ } [ المائدة : 117 ، 118 ] فَيُقَالُ لِي : إِنَّهُمْ لَمْ يَزَالُوا مرْتَدِّينَ عَلَى أَعقَابِهِمْ مُنذُ فارَقْتَهُمْ » متفقٌ عليه .
"Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian semua akan dikumpulkan menuju Allah dalam keadaan tak beralas kaki, telanjang bulat, dan tidak berkhitan, 'Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. Suatu janji yang pasti Kami tepati, sungguh Kami akan melaksanakannya.' (Al-Anbiya': 104). Ketahuilah, sesungguhnya manusia pertama yang diberi pakaian pada Hari Kiamat adalah Ibrahim. Ketahuilah, sesungguhnya nanti akan didatangkan beberapa orang dari umatku lalu mereka diseret ke sebelah kiri, maka aku berkata, 'Wahai Tuhanku, itu adalah para sahabatku?' Maka dijawab, 'Sesungguhnya engkau tidak tahu apa yang telah mereka perbuat sepeninggalmu.' Maka aku mengucapkan seperti yang apa yang dikatakan oleh seorang hamba yang shalih, 'Dan aku menjadi saksi terhadap mereka selama aku berada di tengah-tengah mereka. Maka setelah Engkau wafatkan (angkat) aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau Maha Menyaksikan segala sesuatu.' (Al-Ma'idah. 117). Sampai pada FirmanNya, 'Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.' (Al-Ma'idah: 118). Maka dikatakan kepadaku, 'Sesungguhnya mereka terus berbalik ke belakang (murtad) sejak engkau meninggalkan mereka." (Muttafaq ‘alaih)
====
Allah berfirman,
يَوْمَ نَطْوِى ٱلسَّمَآءَ كَطَىِّ ٱلسِّجِلِّ لِلْكُتُبِ ۚ كَمَا بَدَأْنَآ أَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيدُهُۥ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَآ ۚ إِنَّا كُنَّا فَٰعِلِينَ
(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya. (QS. Al-Anbiya: 104)
مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَآ أَمَرْتَنِى بِهِۦٓ أَنِ ٱعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَّا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِى كُنتَ أَنتَ ٱلرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنتَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ
Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu. (QS. Al-Maidah: 117)
إِن تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ ۖ وَإِن تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (QS. Al-Maidah: 118)
View Details
Kajian Tematik "CELAH YANG TIDAK BISA DITAMBAL" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- AGAR MAKANAN KITA BERKAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-168 | Hadits Jabir Radhiallahu 'anhu
Dari Jabir Radhiallahu ‘anhu,
التَّاسعُ : عَنْهُ أَنْ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَمَر بِلَعْقِ الأَصابِعِ وَالصحْفةِ وقال: « إِنَّكُــم لا تَدْرُونَ في أَيِّهَا الْبَرَكَةَ » رواه مسلم .
"Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan agar menjilati jari jemari dan piring, beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, bersabda, ‘Sesungguhnya kalian tidak mengetahui di manakah keberkahan itu’." (HR. Muslim)
Dalam satu riwayat miliknya,
وفي رواية لَهُ : « إِذَا وَقَعتْ لُقْمةُ أَحدِكُمْ . فَلْيَأْخُذْهَا فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى ، وَلْيَأْكُلْهَا ، وَلا يَدَعْهَا لَلشَّيْطانِ ، وَلا يَمْسَحْ يَدَهُ بِالْمَندِيلِ حَتَّى يَلْعَقَ أَصَابِعهُ ، فَإِنَّهُ لا يدْرِي في أَيِّ طَعَامِهِ الْبَركَةَ » .
"Apabila satu suapan salah seorang dari kalian jatuh, hendaklah dia mengambilnya, membuang kotoran yang ada padanya dan memakannya, serta janganlah membiarkannya untuk setan. Dan janganlah membersihkan tangannya dengan sapu tangan sebelum menjilati jemarinya, karena dia tidak tahu di bagian makanan yang mana keberkahan itu berada."
Dan dalam satu riwayat yang juga miliknya,
وفي رواية له : « إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَيءٍ مِنْ شَأْنِهِ حَتَّى يَحْضُرَهُ عِنْدَ طَعَامِهِ ، فَإِذَا سَقَطَتْ مِنْ أَحَدِكُمْ اللُّقْمَةُ فَلْيُمِطْ مَا كَان بِهَا منْ أَذًى، فَلْيأْكُلْها ، وَلا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ .
"Sesungguhnya setan itu selalu hadir menyertai salah seorang di antara kalian dalam segala urusannya, sampai-sampai setan hadir ketika dia makan. Karena itu, apabila satu suapan terjatuh dari salah seorang di antara kalian, maka hendaklah dia membuang kotoran yang menempel padanya lalu memakannya, serta jangan membiarkannya untuk setan."
View Details
- SUNNAH YANG JARANG DIKETAHUI SAAT MAKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-168 | Hadits Jabir Radhiallahu 'anhu
Dari Jabir Radhiallahu ‘anhu,
التَّاسعُ : عَنْهُ أَنْ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَمَر بِلَعْقِ الأَصابِعِ وَالصحْفةِ وقال: « إِنَّكُــم لا تَدْرُونَ في أَيِّهَا الْبَرَكَةَ » رواه مسلم .
"Bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memerintahkan agar menjilati jari jemari dan piring, beliau Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, bersabda, ‘Sesungguhnya kalian tidak mengetahui di manakah keberkahan itu’." (HR. Muslim)
Dalam satu riwayat miliknya,
وفي رواية لَهُ : « إِذَا وَقَعتْ لُقْمةُ أَحدِكُمْ . فَلْيَأْخُذْهَا فَلْيُمِطْ مَا كَانَ بِهَا مِنْ أَذًى ، وَلْيَأْكُلْهَا ، وَلا يَدَعْهَا لَلشَّيْطانِ ، وَلا يَمْسَحْ يَدَهُ بِالْمَندِيلِ حَتَّى يَلْعَقَ أَصَابِعهُ ، فَإِنَّهُ لا يدْرِي في أَيِّ طَعَامِهِ الْبَركَةَ » .
"Apabila satu suapan salah seorang dari kalian jatuh, hendaklah dia mengambilnya, membuang kotoran yang ada padanya dan memakannya, serta janganlah membiarkannya untuk setan. Dan janganlah membersihkan tangannya dengan sapu tangan sebelum menjilati jemarinya, karena dia tidak tahu di bagian makanan yang mana keberkahan itu berada."
Dan dalam satu riwayat yang juga miliknya,
وفي رواية له : « إِنَّ الشَّيْطَانَ يَحْضُرُ أَحَدكُمْ عِنْدَ كُلِّ شَيءٍ مِنْ شَأْنِهِ حَتَّى يَحْضُرَهُ عِنْدَ طَعَامِهِ ، فَإِذَا سَقَطَتْ مِنْ أَحَدِكُمْ اللُّقْمَةُ فَلْيُمِطْ مَا كَان بِهَا منْ أَذًى، فَلْيأْكُلْها ، وَلا يَدَعْهَا لِلشَّيْطَانِ .
"Sesungguhnya setan itu selalu hadir menyertai salah seorang di antara kalian dalam segala urusannya, sampai-sampai setan hadir ketika dia makan. Karena itu, apabila satu suapan terjatuh dari salah seorang di antara kalian, maka hendaklah dia membuang kotoran yang menempel padanya lalu memakannya, serta jangan membiarkannya untuk setan."
View Details
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-167 | Hadits Jabir Radhiallahu 'anhu
Dari Jabir Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
الثَّامِنُ : عن جابرٍ رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «مثَلِي ومثَلُكُمْ كَمَثَل رجُلٍ أَوْقَدَ نَاراً فَجَعَلَ الْجَنَادِبُ وَالْفَراشُ يَقَعْنَ فيهَا وهُوَ يذُبُّهُنَّ عَنهَا وأَنَا آخذٌ بحُجَزِكُمْ عَنِ النارِ ، وأَنْتُمْ تَفَلَّتُونَ منْ يَدِي » رواه مسلمٌ .
"Perumpamaan diriku dengan kalian adalah seperti seorang laki-laki yang menyalakan api, maka belalang dan kupu-kupu berjatuhan dalam api itu, sementara dia berusaha melindunginya dari api. Aku memegangi pinggang kalian sementara kalian banyak yang lepas dari kedua tanganku." (HR. Muslim)
View Details
- HIDAYAH ITU LAKSANA HUJAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-166 | Hadits Abu Musa Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Musa Radhiallahu 'anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
السَّابِعُ : عَنْهُ قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ مَثَل مَا بعَثني اللَّه بِهِ منَ الْهُدَى والْعلْمِ كَمَثَلَ غَيْثٍ أَصَاب أَرْضاً فكَانَتْ طَائِفَةٌ طَيبَةٌ ، قبِلَتِ الْمَاءَ فأَنْبَتتِ الْكلأَ والْعُشْبَ الْكَثِيرَ ، وَكَانَ مِنْهَا أَجَادِبُ أَمسكَتِ الماءَ ، فَنَفَعَ اللَّه بها النَّاس فَشَربُوا مِنْهَا وسَقَوْا وَزَرَعَوا. وأَصَابَ طَائِفَةً أُخْرَى ، إِنَّمَا هِيَ قِيعانٌ لا تُمْسِكُ ماءً وَلا تُنْبِتُ كَلأ فَذَلِكَ مَثَلُ مَنْ فَقُهَ فِي دِينَ اللَّه ، وَنَفَعَه ما بعَثَنِي اللَّه به ، فَعَلِمَ وعَلَّمَ، وَمثلُ مَنْ لَمْ يَرْفَعْ بِذلِكَ رَأْساً وِلَمْ يَقْبَلْ هُدَى اللَّهِ الذي أُرْسِلْتُ بِهِ » متفقٌ عليه . « فقُهَ » بِضم الْقَافِ عَلَى الْمَشْهُورِ ، وقيلَ : بكَسْرِهَا ، أَيْ : صارَ فَقِيهاً .
"Sesungguhnya perumpamaan petunjuk dan ilmu yang dengannya aku diutus oleh Allah adalah bagaikan hujan yang mengenai tanah. Sebagian tanah ada yang subur dan menerima air sehingga menumbuhkan ladang gembala serta rerumputan yang banyak, sebagian lagi ada yang keras yang bisa menahan air, sehingga dengannya Allah memberi manfaat pada manusia, mereka bisa minum, memberi minum, dan bercocok tanam darinya, dan hujan tadi juga mengenai jenis tanah yang lain, yaitu tanah tandus , tidak bisa menahan air dan tidak bisa menumbuhkan tumbuh-tumbuhan. Begitulah perumpamaan orang yang mengerti agama Allah dan diberi manfaat dari apa yang dengannya Allah mengutusku, sehingga dia mengerti dan mengajarkannya, dan perumpamaan orang yang sama sekali tidak peduli dengan hal itu dan tidak mau menerima Petunjuk Allah yang dengannya aku diutus." (Muttafaq 'alaih).
View Details
- BENARKAH API ADALAH MUSUH KITA?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-165 | Hadits Abu Musa Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Musa Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
السَّادِسُ : عن أَبِي موسى رضي اللَّه عنه قال : احْتَرق بيْتٌ بالْمدِينَةِ عَلَى أَهلِهِ مِنَ اللَّيْل فَلَمَّا حُدِّث رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بِشَأْنِهمْ قال : « إِنَّ هَذِهِ النَّار عَدُوٌّ لكُمْ ، فَإِذَا نِمْتُمْ فَأَطْفِئُوهَا عَنْكُمْ » متَّفقٌ عليه .
"Sebuah rumah di Madinah terbakar menimpa penghuninya di malam hari, maka tatkala Rasulullah diberi tahu tentang kejadian yang menimpa mereka, beliau bersabda, 'Sesungguhnya api ini adalah musuh bagi kalian. Karena itu, apabila kalian tidur, maka padamkan api itu dari kalian'." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- ARTI SEBUAH KESABARAN
Kajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush shayyib
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KUNCI SALING MENYAYANGI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-164 | Hadits Abu Abdullah an-Nu'man bin Basyir Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Abdullah an-Nu'man bin Basyir Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda
لَتُسَوُّنَّ صُفُوْفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوْهِكُمْ
"Hendaklah kalian benar-benar meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah akan membuat perselisihan di antara wajah-wajah kalian." (Muttafaq ‘alaih)
Di dalam riwayat Muslim,
كَانَ رَسُوْلُ اللهِ يُسَوِّي صُفُوْفَنَا حَتَّى كَأَنَّمَا يُسَوِّي بِهَا القِدَاحَ حَتَّى إِذَا رَأَى أَنَّا قَدْ عَقَلْنَا عَنْهُ ثُمَّ خَرَجَ يَوْمًا فَقَامَ حَتَّى كَادَ أَنْ يُكَبِّرَ فَرَأَى رَجُلاً بَادِيًا صَدْرُهُ فَقَالَ: عِبَادَ اللهِ لَتُسَوُّنَّ سُفُوْفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوْهِكُمْ
"Rasulullah merapikan shaf-shaf kami hingga seolah-olah beliau meluruskan anak-anak panah, sampai beliau yakin bahwa kami memahaminya.Kemudian suatu hari beliau keluar, lalu berdiri, sehingga tatkala beliau akan bertakbir, tiba-tiba beliau melihat seseorang yang dadanya menonjol, maka beliau bersabda, 'Wahai hamba-hamba Allah! Hendaklah kalian benar-benar meluruskan shaf-shaf kalian atau (kalau tidak) Allah akan membuat perselisihan di antara wajah-wajah kalian'."
View Details
- DIANTARA PERMAINAN SYAITHAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-164 | Hadits Abu Abdullah an-Nu'man bin Basyir Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Abdullah an-Nu'man bin Basyir Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda
لَتُسَوُّنَّ صُفُوْفَكُمْ أَوْ لَيُخَالِفَنَّ اللهُ بَيْنَ وُجُوْهِكُمْ
"Hendaklah kalian benar-benar meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah akan membuat perselisihan di antara wajah-wajah kalian." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- TERNYATA ADA YANG ENGGAN MASUK SURGA?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-162 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah bersabda,
"Sernua umatku akan masuk surga kecuali yang enggan." Dikatakan, "Siapa yang enggan, wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "Barang-siapa yang taat kepadaku, dia pasti masuk surga dan barangsiapa yang mendurhakaiku, maka dia telah enggan." (HR. Bukhari)
View Details
- AKU TIDAK BISA?!
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-163 | Hadits Abu Muslim Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Muslim -ada juga yang mengatakan, Abu Iyas-, Salamah bin Amr bin al-Akwa'
Radhiallahu 'anhu?
أَنَّ رَجُلاً أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشِمَالِهِ فَقَالَ « كُلْ بِيَمِينِكَ ». قَالَ لاَ أَسْتَطِيعُ قَالَ « لاَ اسْتَطَعْتَ ». مَا مَنَعَهُ إِلاَّ الْكِبْرُ. قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ.
"Bahwa ada seorang laki-laki makan di samping Rasulullah dengan menggunakan tangan kirinya, maka beliau bersabda, 'Makanlah dengan tangan kananmu.' Orang itu menjawab, 'Saya tidak bisa.' Beliau bersabda, 'Semoga kamu tidak bisa.' Tidak ada yang menghalanginya (menggunakan tangan kanannya), kecuali kesombongan. Akhirnya dia benar-benar tidak bisa mengangkatnya ke mulutnya." (HR. Muslim)
View Details
- GIGITLAH DENGAN GIGI GERAHAM KALIAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-161 | Hadits Abu Najih al-Irbadh bin Sariyah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Najih al-Irbadh bin Sariyah Radhiallahu 'anhu, beliau berkata,
الثَّاني : عَنْ أَبِي نَجِيحٍ الْعِرْباضِ بْنِ سَارِيَة رضي اللَّه عنه قال : وَعَظَنَا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مَوْعِظَةً بليغةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ وَذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُون ، فقُلْنَا : يا رَسولَ اللَّه كَأَنَهَا موْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا . قال : « أُوصِيكُمْ بِتَقْوى اللَّه، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وإِنْ تَأَمَّر عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حبشيٌ ، وَأَنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيرى اخْتِلافاً كثِيرا . فَعَلَيْكُمْ بسُنَّتي وَسُنَّةِ الْخُلُفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ ، عضُّوا عَلَيْهَا بالنَّواجِذِ ، وإِيَّاكُمْ ومُحْدثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضلالَةٌ » رواه أبو داود ، والترمذِي وقال حديث حسن صحيح .
"Rasulullah pernah menasihati kami dengan suatu nasihat yang sangat menyentuh, di mana hati menjadi gemetar dan mata meneteskan air mata karenanya, maka kami berkata, 'Wahai Rasulullah, sepertinya nasihat ini adalah nasihat perpisahan, maka berwasiatlah kepada kami.' Beliau bersabda, 'Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan menaati sekalipun yang memerintah kalian adalah seorang budak berkulit hitam dari Habasyah. Dan bahwasanya barangsiapa yang hidup dari kalian akan melihat banyak perselisihan. Maka berpeganglah kalian kepada sunnahku dan Sunnah Khulafa' Rasyidin yang diberi petunjuk, gigitlah erat-erat dengan gigi geraham dan waspadailah setiap hal-hal yang diada-adakan, karena setiap bid'ah adalah sesat'." (HR. Abn Daud dan at-Tirmidzi, beliau berkata. "Hadlts hasan shahih")
View Details
- MENERIMA NASIHAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-161 | Hadits Abu Najih al-Irbadh bin Sariyah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Najih al-Irbadh bin Sariyah Radhiallahu 'anhu, beliau berkata,
الثَّاني : عَنْ أَبِي نَجِيحٍ الْعِرْباضِ بْنِ سَارِيَة رضي اللَّه عنه قال : وَعَظَنَا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مَوْعِظَةً بليغةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ وَذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُون ، فقُلْنَا : يا رَسولَ اللَّه كَأَنَهَا موْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا . قال : « أُوصِيكُمْ بِتَقْوى اللَّه، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وإِنْ تَأَمَّر عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حبشيٌ ، وَأَنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيرى اخْتِلافاً كثِيرا . فَعَلَيْكُمْ بسُنَّتي وَسُنَّةِ الْخُلُفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ ، عضُّوا عَلَيْهَا بالنَّواجِذِ ، وإِيَّاكُمْ ومُحْدثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضلالَةٌ » رواه أبو داود ، والترمذِي وقال حديث حسن صحيح .
"Rasulullah pernah menasihati kami dengan suatu nasihat yang sangat menyentuh, di mana hati menjadi gemetar dan mata meneteskan air mata karenanya, maka kami berkata, 'Wahai Rasulullah, sepertinya nasihat ini adalah nasihat perpisahan, maka berwasiatlah kepada kami.' Beliau bersabda, 'Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan menaati sekalipun yang memerintah kalian adalah seorang budak berkulit hitam dari Habasyah. Dan bahwasanya barangsiapa yang hidup dari kalian akan melihat banyak perselisihan. Maka berpeganglah kalian kepada sunnahku dan Sunnah Khulafa' Rasyidin yang diberi petunjuk, gigitlah erat-erat dengan gigi geraham dan waspadailah setiap hal-hal yang diada-adakan, karena setiap bid'ah adalah sesat'." (HR. Abn Daud dan at-Tirmidzi, beliau berkata. "Hadlts hasan shahih")
View Details
- KEWAJIBAN SAAT MENGHADAPI UJIAN
Kajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush shayyib
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SAAT NABI ﷺ MENASIHATI PARA SAHABAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-161 | Hadits Abu Najih al-Irbadh bin Sariyah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Najih al-Irbadh bin Sariyah Radhiallahu 'anhu, beliau berkata,
الثَّاني : عَنْ أَبِي نَجِيحٍ الْعِرْباضِ بْنِ سَارِيَة رضي اللَّه عنه قال : وَعَظَنَا رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مَوْعِظَةً بليغةً وَجِلَتْ مِنْهَا الْقُلُوبُ وَذَرَفَتْ مِنْهَا الْعُيُون ، فقُلْنَا : يا رَسولَ اللَّه كَأَنَهَا موْعِظَةُ مُوَدِّعٍ فَأَوْصِنَا . قال : « أُوصِيكُمْ بِتَقْوى اللَّه، وَالسَّمْعِ وَالطَّاعَةِ وإِنْ تَأَمَّر عَلَيْكُمْ عَبْدٌ حبشيٌ ، وَأَنَّهُ مَنْ يَعِشْ مِنْكُمْ فَسَيرى اخْتِلافاً كثِيرا . فَعَلَيْكُمْ بسُنَّتي وَسُنَّةِ الْخُلُفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ ، عضُّوا عَلَيْهَا بالنَّواجِذِ ، وإِيَّاكُمْ ومُحْدثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ بِدْعَةٍ ضلالَةٌ » رواه أبو داود ، والترمذِي وقال حديث حسن صحيح .
"Rasulullah pernah menasihati kami dengan suatu nasihat yang sangat menyentuh, di mana hati menjadi gemetar dan mata meneteskan air mata karenanya, maka kami berkata, 'Wahai Rasulullah, sepertinya nasihat ini adalah nasihat perpisahan, maka berwasiatlah kepada kami.' Beliau bersabda, 'Aku berwasiat kepada kalian agar bertakwa kepada Allah, mendengar dan menaati sekalipun yang memerintah kalian adalah seorang budak berkulit hitam dari Habasyah. Dan bahwasanya barangsiapa yang hidup dari kalian akan melihat banyak perselisihan. Maka berpeganglah kalian kepada sunnahku dan Sunnah Khulafa' Rasyidin yang diberi petunjuk, gigitlah erat-erat dengan gigi geraham dan waspadailah setiap hal-hal yang diada-adakan, karena setiap bid'ah adalah sesat'." (HR. Abn Daud dan at-Tirmidzi, beliau berkata. "Hadlts hasan shahih")
View Details
- SEPERTI BAHTERA NUH 'ALAIHISSALAM
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
View Details
- AKU BELUM BISA MENINGGALKANNYA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-160 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
فالأَوَّلُ : عنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «دَعُونِي ما تَرَكتُكُمْ: إِنَّما أَهْلَكَ من كَانَ قبْلكُم كَثْرةُ سُؤَالِهمْ ، وَاخْتِلافُهُمْ عَلَى أَنْبيائِهمْ، فَإِذا نَهَيْتُكُمْ عنْ شَيْءٍ فاجْتَنِبُوهُ ، وَإِذا أَمَرْتُكُمْ بأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ ما اسْتَطَعْتُمْ » متفقٌ عليه .
"Biarkanlah apa-apa yang aku tinggalkan untuk kalian, karena yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyaknya pertanyaan mereka dan sikap mereka yang selalu menyelisihi nabi-nabi mereka. Jadi apabila aku melarang kalian dari sesuatu, maka jauhilah, dan apabila aku memerintahkan kalian melakukan sesuatu, maka laku-kanlah semampu kalian." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- SEBAB HANCURNYA UMMAT TERDAHULU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
Hadits ke-160 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
فالأَوَّلُ : عنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي اللَّه عنه عن النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «دَعُونِي ما تَرَكتُكُمْ: إِنَّما أَهْلَكَ من كَانَ قبْلكُم كَثْرةُ سُؤَالِهمْ ، وَاخْتِلافُهُمْ عَلَى أَنْبيائِهمْ، فَإِذا نَهَيْتُكُمْ عنْ شَيْءٍ فاجْتَنِبُوهُ ، وَإِذا أَمَرْتُكُمْ بأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ ما اسْتَطَعْتُمْ » متفقٌ عليه .
"Biarkanlah apa-apa yang aku tinggalkan untuk kalian, karena yang telah membinasakan orang-orang sebelum kalian adalah banyaknya pertanyaan mereka dan sikap mereka yang selalu menyelisihi nabi-nabi mereka. Jadi apabila aku melarang kalian dari sesuatu, maka jauhilah, dan apabila aku memerintahkan kalian melakukan sesuatu, maka laku-kanlah semampu kalian." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- RUMAHKU NIKMATKU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
QS. Al-Ahzab: 34
Allah berfirman,
وَٱذْكُرْنَ مَا يُتْلَىٰ فِى بُيُوتِكُنَّ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ وَٱلْحِكْمَةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا
Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Ahzab: 34)
View Details
- TAKUTLAH SAAT MENYELISIHI RASULULLAH ﷺ
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
QS. An-Nur: 63
Allah berfirman,
لَّا تَجْعَلُوا۟ دُعَآءَ ٱلرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَآءِ بَعْضِكُم بَعْضًا ۚ قَدْ يَعْلَمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمْ لِوَاذًا ۚ فَلْيَحْذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah telah mengetahui orang-orang yang berangsur-angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (QS. An-Nur: 63)
View Details
- MENUJU SHIROTOL MUSTAQIIM
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi ﷺ dan adab-adabnya
QS. Asy-Syura: 52-53
Allah berfirman,
وَكَذَٰلِكَ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ رُوحًا مِّنْ أَمْرِنَا ۚ مَا كُنتَ تَدْرِى مَا ٱلْكِتَٰبُ وَلَا ٱلْإِيمَٰنُ وَلَٰكِن جَعَلْنَٰهُ نُورًا نَّهْدِى بِهِۦ مَن نَّشَآءُ مِنْ عِبَادِنَا ۚ وَإِنَّكَ لَتَهْدِىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
- Dan demikianlah Kami wahyukan kepadamu wahyu (Al Quran) dengan perintah Kami. Sebelumnya kamu tidaklah mengetahui apakah Al Kitab (Al Quran) dan tidak pula mengetahui apakah iman itu, tetapi Kami menjadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengan dia siapa yang kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya kamu benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.
صِرَٰطِ ٱللَّهِ ٱلَّذِى لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ أَلَآ إِلَى ٱللَّهِ تَصِيرُ ٱلْأُمُورُ
- (Yaitu) jalan Allah yang kepunyaan-Nya segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Ingatlah, bahwa kepada Allah-lah kembali semua urusan.
(QS. Asy-Syura: 52-53)
View Details
- TIGA KUNCI BERSYUKUR
Kajian Wanita
Kajian kitab Al-Wabilush shayyib
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
-
TAAT KEPADA RASULULLAH ﷺ = TAAT KEPADA ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
Riyaadhush Shaalihiin
BAB 16 | PERINTAH MENJAGA SUNNAH NABI صلى اللّه عليه وسلم DAN ADAB-ADABNYA
-
QS. AN-NISA: 59
مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ ٱللَّهَ ۖ وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا
Barangsiapa yang mentaati Rasul itu, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka.
View Details
- SIKAP BIJAK MENGHADAPI PERBEDAAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan adab-adabnya
QS. An-Nisa': 59
Allah berfirman,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَأَطِيعُوا۟ ٱلرَّسُولَ وَأُو۟لِى ٱلْأَمْرِ مِنكُمْ ۖ فَإِن تَنَٰزَعْتُمْ فِى شَىْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى ٱللَّهِ وَٱلرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا
Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. An-Nisa': 59)
View Details
- BELIAU ﷺ ADALAH TELADAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan adab-adabnya
QS. Al-Ahzab: 21
Allah berfirman,
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِى رَسُولِ ٱللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا۟ ٱللَّهَ وَٱلْيَوْمَ ٱلْءَاخِرَ وَذَكَرَ ٱللَّهَ كَثِيرًا
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-Ahzab: 21)
View Details
- SYARAT MENJADI ORANG BERIMAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan adab-adabnya
QS. An-Nisa'; 65
Allah berfirman,
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ حَرَجًا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا
Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. (QS. An-Nisa': 65)
View Details
- JIKA KALIAN MENCINTAI ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan adab-adabnya
QS. Ali Imran: 31
Allah berfirman,
قُلْ إِن كُنتُمْ تُحِبُّونَ ٱللَّهَ فَٱتَّبِعُونِى يُحْبِبْكُمُ ٱللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ
Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Ali Imran: 31)
View Details
- WAHYU DAN BUKAN HAWA NAFSU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan adab-adabnya
QS. An-Najm: 3-4
Allah berfirman,
وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ
- dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya.
إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌ يُوحَىٰ
- Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
(QS. An-Najm: 3-4)
View Details
- AMBILLAH & TINGGALKANLAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 16 | Perintah menjaga sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam dan adab-adabnya
QS. Al-Hasyr: 7
Allah berfirman,
مَّآ أَفَآءَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ مِنْ أَهْلِ ٱلْقُرَىٰ فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ كَىْ لَا يَكُونَ دُولَةًۢ بَيْنَ ٱلْأَغْنِيَآءِ مِنكُمْ ۚ وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا۟ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ
Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota maka adalah untuk Allah, untuk Rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu. Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya. (QS. Al-Hasyr: 7)
View Details
- 3 KUNCI KEBAHAGIAAN & KEBERUNTUNGAN
Kajian Wanita
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- OBAT JENUH DALAM BERIBADAH
Riyaadhush Shaalihiin
View Details
- BILA TERLEWAT QIYYAMUL LAIL & TAHAJJUD
Riyaadhush Shaalihiin
Hadits 159 | Hadits Aisyah Radhiallahu 'anha
Dari Aisyah Radhiallahu 'anha, beliau berkata,
وعن عائشةَ رضي اللَّه عنها قالت : كان رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إذَا فَاتَتْهُ الصَّلاةُ مِنْ اللَّيْلِ مِنْ وجعٍ أَوْ غيْرِهِ ، صلَّى مِنَ النَّهَارِ ثنْتَى عشْرَةَ ركعةً » رواه مسلم .
"Bila Rasulullah tidak melakukan shalat malam karena sakit atau lainnya, beliau melakukan shalat di siang hari sebanyak 12 rakaat." (HR. Muslim)
View Details
- JANGAN PERNAH TINGGALKAN TAHAJJUD
Riyaadhush Shaalihiin
Hadits 158 | Hadits Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu 'anhuma
Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu 'anhuma beliau berkata, Rasulullah Shallallahu 'aliahi wa Sallam bersabda,
وعن عبدِ اللَّه بنِ عمرو بنِ العاص رضي اللَّه عنهما قال : قال لي رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يَا عبْدَ اللَّه لا تَكُنْ مِثلْ فُلانٍ ، كَانَ يقُومُ اللَّيْلَ فَتَركَ قِيامَ اللَّيْل » متفقٌ عليه
"Wahai Abdullah, janganlah kamu seperti si fulan, dia dulu melakukan qiyamul lail, namun kini dia meninggalkan qiyamul lailnya." (Muttafaq 'alailh)
View Details
- HUKUM MEMBACA AL-QUR'AN DI MALAM HARI
Riyaadhush Shaalihiin
Hadits 157 | Umar Bin Khatab Radhiallahu ‘anhu
Dari Umar bin al-Khaththab Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن عمرَ بن الخطاب رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « منْ نَامَ عَنْ حِزْبِهِ مِنَ اللَّيْل ، أَو عَنْ شَيْءٍ مِنْهُ فَقَرأَه ما بينَ صلاةِ الْفَجِر وَصـلاةِ الظهرِ ، كُتب لَهُ كأَنما قرأَهُ مِن اللَّيْلِ » رواه مسلم .
"Barangsiapa yang tertidur sehingga tidak membaca hizibnya (bacaan wirid yang biasa dia baca) atau sebagian hizibnya di malam hari, kemudian dia membacanya pada waktu antara Shalat Shubuh dan Dzhuhur, maka ditulis untuknya seolah-olah dia membacanya di malam hari." (HR. Muslim)
View Details
- AMALAN YANG PALING ALLAH CINTAI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 15 | Menjaga & mempertahankan amal shalih
Hadits Aisyah Radhiallahu 'anha
Hadits Aisyah Radhiallahu 'anha
وكان أحب الدين إليه ما داوم صاحبه عليه
"Dan agama (amal) yang. paling beliau cintai adalah apa yang dilakukan oleh pelakunya secara kontinu."
View Details
- GARIS FINISH SEMUA IBADAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 15 | Menjaga & mempertahankan amal shalih
QS. Al-Hijr: 99
Allah berfirman,
وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ
Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal). (QS. Al-Hijr: 99)
View Details
- JANGAN MENGURAI YANG SUDAH DIPINTAL
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 15 | Menjaga & mempertahankan amal shalih
QS. An-Nahl: 92
Allah berfirman,
وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّتِى نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَٰثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَٰنَكُمْ دَخَلًۢا بَيْنَكُمْ أَن تَكُونَ أُمَّةٌ هِىَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ ٱللَّهُ بِهِۦ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ مَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ
Dan janganlah kamu seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat, menjadi cerai berai kembali, kamu menjadikan sumpah (perjanjian)mu sebagai alat penipu di antaramu, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kamu dengan hal itu. Dan sesungguhnya di hari kiamat akan dijelaskan-Nya kepadamu apa yang dahulu kamu perselisihkan itu. (QS. An-Nahl: 92)
View Details
- MENDULANG PAHALA BERLIMPAH SAAT BERES-BERES RUMAH
Kajian Wanita
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
قَالَ عَلِيٌ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ فَاطِمَةَ عَلَيْهَا السَّلاَمُ شَكَتْ مَاتَلْقَى مِنْ أَثَرِالرَّحَى فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَبْيٌ، فَاْنَطَلَقَتْ فَلَمْ تَجِدْهُ، فَوَجَدَتْ عَائِشَةَ، فَأَخْبَرَتْهَا، فَلَمَّا جَاءَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَخْبَرَتْهُ عَائِشَةُ بِمَجِِئِ فَاطِمَةَ فَجَاءَ النَّبِىُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَيْنَا، وَقَدْ اَخَذْنَا مَضَا جِعَنَا، فَذَ هَبْتُ لاِقُوْمَ، فَقَالَ : عَلَى مَكَا نِكُمَا، فَقَعَدَ بَيْنَنَا، حَتَّى وَجَدْتُ بُرْدَ قَدَمَيْهِ عَلَى صَدْرِى، وَقَالَ : أَلاَ أُعَلِّمُكُمَا خَيْرًا مِمَّا سَأَلْتُمَانِى؟! إِذَا أَخَذْتُمَا مَضَاجِعَكُمَا، تُكَبِّرَا أَرْبَعًا وَ ثَلاَثِيْنَ، وَتُسَبِّحَاثَلاَثًا وَثَلاَثِيْنَ، وَتَحْمَدَا ثَلاَثَةً وَثَلاَثِيْنَ، فَهُوَ خَيْرٌ لَكُمَا مِنْ خَادِمٍ.
“Ali berkata, Fathimah mengeluhkan bekas alat penggiling yang dialaminya. Lalu pada saat itu ada seorang tawanan yang mendatangai Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka Fathimah bertolak, namun tidak bertemu dengan beliau. Dia mendapatkan Aisyah. Lalu dia mengabarkan kepadanya. Tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tiba, Aisyah mengabarkan kedatangan Fathimah kepada beliau. Lalu beliau mendatangi kami, yang kala itu kami hendak berangkat tidur. Lalu aku siap berdiri, namun beliau berkata. ‘Tetaplah di tempatmu’. Lalu beliau duduk di tengah kami, sehingga aku bisa merasakan dinginnya kedua telapak kaki beliau di dadaku. Beliau berkata. ‘Ketahuilah, akan kuajarkan kepadamu sesuatu yang lebih baik dari pada apa yang engkau minta kepadaku. Apabila engkau hendak tidur, maka bertakbirlah tiga puluh empat kali, bertasbihlah tiga puluh tiga kali, dan bertahmidlah tiga puluh tiga kali, maka itu lebih baik bagimu daripada seorang pembantu“.
(HR. Bukhari dan Muslim)
View Details
- KUNCI KASIH SAYANG
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 15 | Menjaga & mempertahankan amal shalih
QS. Al-Hadid: 27
Allah berfirman,
ثُمَّ قَفَّيْنَا عَلَىٰٓ ءَاثَٰرِهِم بِرُسُلِنَا وَقَفَّيْنَا بِعِيسَى ٱبْنِ مَرْيَمَ وَءَاتَيْنَٰهُ ٱلْإِنجِيلَ وَجَعَلْنَا فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ رَأْفَةً وَرَحْمَةً وَرَهْبَانِيَّةً ٱبْتَدَعُوهَا مَا كَتَبْنَٰهَا عَلَيْهِمْ إِلَّا ٱبْتِغَآءَ رِضْوَٰنِ ٱللَّهِ فَمَا رَعَوْهَا حَقَّ رِعَايَتِهَا ۖ فَـَٔاتَيْنَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنْهُمْ أَجْرَهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ
Kemudian Kami iringi di belakang mereka dengan rasul-rasul Kami dan Kami iringi (pula) dengan Isa putra Maryam; dan Kami berikan kepadanya Injil dan Kami jadikan dalam hati orang-orang yang mengikutinya rasa santun dan kasih sayang. Dan mereka mengada-adakan rahbaniyyah padahal kami tidak mewajibkannya kepada mereka tetapi (mereka sendirilah yang mengada-adakannya) untuk mencari keridhaan Allah, lalu mereka tidak memeliharanya dengan pemeliharaan yang semestinya. Maka Kami berikan kepada orang-orang yang beriman di antara mereka pahalanya dan banyak di antara mereka orang-orang fasik. (QS. Al-Hadid: 27)
View Details
- MUSIBAH TERBESAR
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 15 | Menjaga & mempertahankan amal shalih
QS. Al-Hadid: 16
Allah berfirman,
۞ أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ ٱللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ ٱلْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ ٱلْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ ۖ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَٰسِقُونَ
Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Al-Hadid: 16)
View Details
- DIA MEMILIH BERJALAN KAKI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 141 | Hadits Abul Mundzir Ubay bin Ka'ab -Radhiallahu ‘anhu
Dari Abul Mundzir Ubay bin Ka'ab Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
الْحَادي والْعِشْرُونَ : عنْ أَبِي الْمُنْذِر أُبيِّ بنِ كَعبٍ رضي اللَّه عنه قال : كَان رجُلٌ لا أَعْلمُ رجُلا أَبْعَدَ مِنَ الْمَسْجِدِ مِنْهُ ، وكَانَ لا تُخْطِئُهُ صلاةٌ فَقِيل لَه ، أَوْ فقُلْتُ لهُ: لَوْ اشْتَريْتَ حِماراً ترْكَبُهُ في الظَّلْماءِ ، وفي الرَّمْضَاءِ فَقَالَ : ما يسُرُّنِي أَن منْزِلِي إِلَى جنْب الْمسْجِدِ ، إِنِّي أُرِيدُ أَنْ يُكْتَب لِي ممْشَايَ إِلَى الْمَسْجد ، ورُجُوعِي إِذَا رجعْتُ إِلَى أَهْلِي ، فقالَ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « قَدْ جمع اللَّهُ لكَ ذلِكَ كُلَّهُ » رواه مسلم .
"Ada seorang laki-laki yang sepengetahuanku dia adalah orang yang paling jauh dari masjid, namun dia tidak pernah tertinggal shalat (berjamaah). Maka dikatakan kepadanya, atau aku katakan kepadanya, 'Seandainya engkau membeli seekor keledai yang bisa engkau tunggangi pada malam hari dan pada waktu terik matahari?' Maka dia menjawab, 'Aku tidak suka jika rumahku di samping masjid. Sesungguhnya aku ingin perjalananku ke masjid dan pulangku dari masjid ke keluargaku, ditulis pahalanya untukku.' Maka Rasulullah bersabda, Sungguh Allah telah menggabungkan semua itu untukmu." (HR. Muslim)
Dalam satu riwayat,
وفي روايةٍ : « إِنَّ لَكَ مَا احْتسَبْت » . « الرمْضَاءُ » الأَرْضُ الَّتِي أَصَابَهَا الْحرُّ الشَّديدُ.
"Sesungguhnya kamu mendapatkan apa yang kamu cari."
View Details
- MEMPERTAHANKAN AMAL IBADAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 15 | Menjaga amal Ibadah
View Details
Khutbah Idul Fitri 1442H "JADILAH HAMBA ALLAH ﷻ" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 39. "IBADAH UTAMA SETELAH PUASA RAMADHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 38. "AAMIIN... AAMIIN... AAMIIN..." - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 37. "AMALAN ITU TERGANTUNG AKHIRNYA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SEMUA ADA WAKTUNYA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 36. "MUTIARA UCAPAN TAQABBALALLAAHU MINNA WA MINKUM" - Ustadz Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PERSIAPAN CANTIK DI LEBARAN
kajian Wanita
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- TUNAIKAN NADZARMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 156 | Hadits Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu
Dari Ibnu Abbas Radhiallahu ‘anhu beliau berkata,
وعن ابن عباس رضي اللَّه عنهما قال : بيْنما النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَخْطُبُ إِذَا هُوَ بِرجُلٍ قَائِمٍ ، فسأَلَ عَنْهُ فَقَالُوا : أَبُو إِسْرائيلَ نَذَر أَنْ يَقُومَ فِي الشَّمْس وَلا يقْعُدَ ، ولا يستَظِلَّ ولا يتَكَلَّمَ ، ويصومَ ، فَقالَ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مُرُوهُ فَلْيَتَكَلَّمْ ولْيَستَظِلَّ ولْيُتِمَّ صوْمَهُ » رواه البخاري .
"Ketika Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam sedang berkhutbah, ada seorang laki-laki yang berdiri, maka beliau bertanya tentangnya. Mereka menjawab, (Dia adalah) Abu Isra’il, dia bernadzar untuk berdiri di bawah terik matahari, tidak duduk, tidak berteduh, dan tidak berbicara dalam keadaan puasa.' Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Suruhlah dia agar berbicara, berteduh, dan duduk, dan hendaklah dia menyempurnakan puasanya'." (HR. Bukhari)
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 35. "LELAKI DENGAN KEDUA SAYAP DI SURGA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MERAIH IMPIAN & JADI ORANG JUJUR (BACA DOA INI)
Kajian Tematik
Allah berfirman,
وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَٱجْعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلْطَٰنًا نَّصِيرًا
Wa qur rabbi adkhilnī mudkhala ṣidqiw wa akhrijnī mukhraja ṣidqiw waj'al lī mil ladungka sulṭānan naṣīrā
Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong. (QS. Al-Isra: 80)
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 33. "BUKANKAH KITA HARUS BERSYUKUR" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- JANGAN-JANGAN AKU MUNAFIQ
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 155 | Hadits Abu Rib'i Hanzhalah Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Rib'i Hanzhalah bin ar-Rabi' al-Usayyidi al-Katib, salah seorang juru tulis Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam beliau berkata,
وعن أَبِي ربْعِيٍّ حنْظَلةَ بنِ الرَّبيع الأُسيدِيِّ الْكَاتِب أَحدِ كُتَّابِ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : لَقينَي أَبُو بَكْر رضي اللَّه عنه فقال : كَيْفَ أَنْتَ يا حنْظلَةُ ؟ قُلْتُ : نَافَقَ حنْظَلَةُ ، قَالَ : سُبْحانَ اللَّه ما تقُولُ ؟، : قُلْتُ : نَكُونُ عِنْد رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يُذكِّرُنَا بالْجنَّةِ والنَّارِ كأَنَّا رأْيَ عين ، فَإِذَا خَرجنَا مِنْ عِنْدِ رسولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم عافَسنَا الأَزْوَاجَ وَالأَوْلادَ وَالضَّيْعاتِ نَسينَا كَثِيراً قال أَبُو بكْر رضي اللَّه عنه : فَواللَّهِ إِنَّا لنَلْقَى مِثْلَ هَذَا فانْطلقْتُ أَنَا وَأَبُو بَكْر حتى دخَلْنَا عَلى رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . فقُلْتُ نافَقَ حنْظَلةُ يا رسول اللَّه ، فقالَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « ومَا ذَاكَ؟» قُلْتُ: يا رسولَ اللَّه نُكونُ عِنْدكَ تُذَكِّرُنَا بالنَّارِ والْجنَةِ كَأَنَّا رأْيَ العَيْنِ فَإِذَا خَرَجْنَا مِنْ عِنْدِكَ عَافَسنَا الأَزوَاج والأوْلاَدَ والضَّيْعاتِ نَسِينَا كَثِيراً . فقال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: «وَالَّذِي نَفْسِي بِيدِهِ أن لَوْ تَدُومُونَ عَلَى مَا تَكُونُونَ عِنْدِي وَفِي الذِّكْر لصَافَحتْكُمُ الملائِكَةُ عَلَى فُرُشِكُم وفي طُرُقِكُم ، وَلَكِنْ يا حنْظَلَةُ ساعةً وساعةً » ثَلاثَ مرَّاتٍ ، رواه مسلم
"Abu Bakar Radhiallahu 'anhu menemuiku dan bertanya, 'Bagaimana (keadaan)mu wahai Hanzhalah?' Saya jawab, 'Hanzhalah telah jatuh dalam kemunafikan. Dia berkata, 'Subhanallah, apa yang kamu katakan?' Saya menjawab, Kami di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam. diingatkan dengan surga dan neraka, seakan-akan kita melihatnya dengan mata kepala. Namun, setelah kami keluar dari sisi Rasulullah, kami bergaul dengan istri dan anak-anak serta segala urusan penghidupan, maka kami banyak lupa.' Abu Bakar berkata, 'Demi Allah, kami juga mengalami hal yang serupa.' Maka saya dan Abu Bakar berangkat hingga kami tiba di hadapan Rasulullah Maka saya berkata, 'Hanzhalah munafik, wahai Rasulullah.' Maka beliau bertanya, 'Apa itu?' Saya menjawab, 'Wahai Rasulullah, kami di sisi Anda, Anda memperingatkan kami dengan neraka dan surga seolah-olah hal itu terlihat di hadapan mata, akan tetapi apabila kami keluar dari hadapan Anda, kami bergaul dengan istri, anak-anak, dan segala urusan penghidupan, maka kami banyak lupa.' Maka Rasulullah bersabda, 'Demi Allah yang jiwaku berada di TanganNya, seandainya kalian dapat menjaga kondisi keimanan yang kalian rasakan ketika kalian ada di sisiku dan di dalam dzikir, tentu malaikat akan menjabat tangan kalian di atas tempat tidur kalian dan di jalan-jalan kalian. Akan tetapi, wahai Hanzhalah, sesaat dan sesaat.' Beliau mengulang tiga kali." (HR. Muslim)
View Details
- SAAT ISTRI MEMBICARAKAN SUAMI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 154 | Hadits Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhu
Dalam satu riwayat,
وفي رواية قَالَ : أَنْكَحَنِي أَبِي امْرَأَةً ذَاتَ حسَبٍ ، وكَانَ يَتَعَاهَدُ كَنَّتهُ أي : امْرَأَة ولَدِهِ فَيسْأَلُهَا عَنْ بَعْلِهَا ، فَتَقُولُ لَهُ : نِعْمَ الرَّجْلُ مِنْ رجُل لَمْ يَطَأْ لنَا فِرَاشاً ولَمْ يُفتِّشْ لنَا كَنَفاً مُنْذُ أَتَيْنَاهُ فَلَمَّا طالَ ذَلِكَ عليه ذكَرَ ذلِكَ لِلنَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . فقَالَ : « الْقَني به » فلَقيتُهُ بَعْدَ ذلكَ فَقَالَ : « كيفَ تَصُومُ ؟ » قُلْتُ كُلَّ يَوْم ، قَالَ : « وَكيْفَ تَخْتِم ؟ » قلتُ: كُلَّ لَيلة ، وذَكَر نَحْوَ مَا سَبَق وكَان يقْرَأُ عَلَى بعْض أَهْلِه السُّبُعَ الَّذِي يقْرؤهُ ، يعْرضُهُ مِن النَّهَارِ لِيكُون أَخفَّ علَيِهِ بِاللَّيْل ، وَإِذَا أَراد أَنْ يَتَقَوَّى أَفْطَر أَيَّاماً وَأَحصَى وصَام مِثْلَهُنَّ كَراهِيةَ أَن يتْرُك شيئاً فارقَ علَيهِ النَّبِي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم .
"Ayahku menikahkanku dengan seorang wanita yang mulia, dan ayahku itu selalu mendatangi menantunya -yakni istri anaknya- dan menanyakan tentang suaminya, maka istriku berkata kepadanya, 'Dia suami yang baik, hanya saja dia tidak pernah berbaring di ranjang kami dan tidak pernah membuka kain penutup kami semenjak kami datang kepadanya.'
Tatkala hal itu berlangsung lama, ayahku melaporkan hal itu ke-pada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, maka beliau bersabda, 'Pertemukan aku dengannya.' Maka saya menghadap kepada beliau. Beliau bertanya, 'Bagaimana kamu berpuasa?' Saya menjawab, 'Tiap hari.' Beliau bertanya, 'Bagaimana kamu mengkhatamkan al-Qur'an?' Saya menjawab, 'Setiap malam'." Selanjutnya dia menyebutkan semakna dengan keterangan yang telah lalu. Dan (setelah tua), dia membacakan kepada sebagian keluarganya sepertujuh bacaan yang akan dia baca. Dia membacanya di siang hari, agar di malam hari lebih ringan baginya. Dan apabila dia hendak menyimpan kekuatan, dia berbuka selama beberapa hari, dan dia menghitung hari-hari itu, lalu dia berpuasa sebanyak bilangan hari itu karena dia tidak suka kalau meninggalkan sesuatu yang mana dia berpisah dengan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam keadaan konsisten melakukan sesuatu tersebut."
Semua riwayat ini adalah shahih dan sebaglan besar ada dalam Shahih al-Bukhari dan Muslim, dan sedikit yang hanya ada di salah satunya.
View Details
- INGIN SEMANGAT QIYAMUL LAIL? BACA DOA INI!
Kajian Tematik
Allah berfirman,
رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ
Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat, ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku. (QS. Ibrahim: 40)
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 32. "DI BALIK RAHASIA MALAM KE-27" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 30. "KEKHUSYU'AN DAN SEEKOR LALAT" - Ustadz Muhammad. Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- ANAKMU PUNYA HAK
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 154 | Hadits Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhu
Dan dalam satu riwayat,
وَإِنَّ لوَلَدِكَ علَيْكَ حَقًّا
"Sesungguhnya anakmu memiliki hak yang harus kamu tunaikan."
Dalam sebuah riwayat,
لا صَامَ من صَامَ الأَبَدَ » ثَلاثاً
"Tidak ada puasa bagi orang yang berpuasa selamanya." Tiga kali.
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 29. "RABB KAMI, JANGAN GELINCIRKAN HATI KAMI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SHALAT SUNNAH TERBAIK
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 154 | Hadits Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhu
Dan dalam satu riwayat,
أَحَبُّ الصَّيَامِ إِلَى اللَّه تَعَالَى صِيَامُ دَاوُدَ ، وَأَحَبُّ الصَّلاةِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى صَلاةُ دَاوُدَ : كَانَ يَنَامُ نِصْفَ اللَّيلِ ، وَيَقُومُ ثُلُثَهُ ، وَيَنَامُ سُدُسَهُ ، وَكَانَ يَصُومُ يوْماً ويُفْطِرُ يَوْماً ، وَلا يَفِرُّ إِذَا لاقَى » .
"Puasa yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah puasa Dawud dan shalat yang paling dicintai oleh Allah juga shalat Dawud. Dia tidur separuh malam, bangun pada sepertiganya, dan tidur pada seperenamnya. Dia berpuasa sehari dan berbuka sehari, dan dia tidak lari jika bertemu musuh.”
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 28. "SURAT DARI ALLAH ﷻ" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KHATAMAN QUR'AN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 154 | Hadits Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhu
Dan dalam satu riwayat,
وفي رواية : « أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّك تصُومُ الدَّهْرِ ، وَتْقَرَأُ الْقُرْآنَ كُلَّ لَيْلَة ؟ » فَقُلْتُ : بَلَى يا رسولَ اللَّهِ ، ولَمْ أُرِدْ بذلِكَ إِلاَّ الْخيْرَ ، قَالَ : « فَصُمْ صَوْمَ نَبِيِّ اللَّهِ داودَ ، فَإِنَّه كَانَ أَعْبَدَ النَّاسِ ، واقْرأْ الْقُرْآنَ في كُلِّ شَهْرٍ » قُلْت : يَا نَبِيِّ اللَّهِ إِنِّي أُطِيق أَفْضل مِنْ ذلِكَ ؟ قَالَ : « فَاقْرَأه فِي كُلِّ عِشرِينَ » قُلْت : يَا نبيِّ اللَّهِ إِنِّي أُطِيق أَفْضَل مِنْ ذَلِكَ ؟ قَالَ : «فَاقْرَأْهُ فِي كُلِّ عَشْر » قُلْت : يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنِّي أُطِيق أَفْضلَ مِنْ ذلِكَ ؟ قَالَ : « فَاقْرَأْه في كُلِّ سَبْعٍ وَلاَ تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ » فَشَدَّدْتُ فَشُدِّدَ عَلَيَّ ، وقَالَ لِي النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّكَ لاَ تَدْرِي لَعلَّكَ يَطُول بِكَ عُمُرٌ قالَ : فَصِرْت إِلَى الَّذِي قَالَ لِي النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَلَمَّا كَبِرْتُ وَدِدْتُ أنِّي قَبِلْت رخْصَةَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم .
"Benarkah kabar yang sampai kepadaku bahwa engkau berpuasa sepanjang masa dan mengkhatamkan al-Qur'an (dalam shalatmu) sepanjang malam?"Saya menjawab, "Benar, wahai Rasulullah, dan saya tidak bermaksud dengan hal itu melainkan kebaikan." Beliau berkata, "Berpuasalah seperti puasanya Nabi Dawud, beliau adalah manusia yang paling banyak ibadahnya. Dan khatamkanlah al-Qur'an dalam setiap bulan." Saya berkata, "Wahai Nabi Allah, saya masih kuat melakukan yang lebih baik dari itu." Beliau berkata, "Maka khatamkanlah dalam setiap dua puluh hari." Saya berkata, "Wahai Nabi Allah, sesungguhnya saya masih mampu melakukan yang lebih baik dari itu." Beliau bersabda, "Maka khatamkanlah dalam setiap sepuluh hari." Saya berkata, "Wahai Nabi Allah, saya mampu melakukan yang lebih baik dari itu." Beliau bersabda, "Maka khatamkanlah dalam setiap tujuh hari dan jangan lebih (cepat) dari itu." Tetapi saya memperberat diri, maka saya pun diperberat. Dan Nabi bersabda kepadaku, "Sesungguhnya engkau tidak tahu barangkali umurmu panjang." Dia berkata, "Maka sampailah saya pada usia yang dikatakan oleh Nabi kepadaku. Ketika saya tua, saya berangan-angan andai saja dulu saya menerima keringanan yang diberikan oleh Nabi Allah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.”
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 27. "DOA YANG PALING SERING DIBACA NABI ﷺ" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 26. "SEYAKIN APA KITA SAAT BERDOA?" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DOA MENGHILANGKAN RASA SEDIH | Kajian Tematik
DOA MENGHILANGKAN KESUSAHAN
Nabi ﷺ bersabda :
اللَّهُمَّ رَحْمَتَكَ أَرْجُو فَلاَ تَكِلْنِى إِلَى نَفْسِى طَرْفَةَ عَيْنٍ وَأَصْلِحْ لِى شَأْنِى كُلَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ
Allahumma rahmataka arjuu fa laa takilnii ilaa nafsii thorfata ‘ain wa ash-lihlii sya’nii kullahu laa ilaha illa anta
"Ya Allah, dengan rahmat-Mu, aku berharap, janganlah Engkau sandarkan urusanku pada diriku walau sekejap mata, perbaikilah segala urusanku seluruhnya, tidak ada ilah yang berhak disembah selain Engkau.” (HR. Abu Daud)
View Details
- SEBAB DIPERSULIT DALAM BERAMAL
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 154 | Hadits Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhu
Dan dalam sebuah riwayat,
وفي رواية : « أَلَمْ أُخْبَرْ أَنَّك تصُومُ الدَّهْرِ ، وَتْقَرَأُ الْقُرْآنَ كُلَّ لَيْلَة ؟ » فَقُلْتُ : بَلَى يا رسولَ اللَّهِ ، ولَمْ أُرِدْ بذلِكَ إِلاَّ الْخيْرَ ، قَالَ : « فَصُمْ صَوْمَ نَبِيِّ اللَّهِ داودَ ، فَإِنَّه كَانَ أَعْبَدَ النَّاسِ ، واقْرأْ الْقُرْآنَ في كُلِّ شَهْرٍ » قُلْت : يَا نَبِيِّ اللَّهِ إِنِّي أُطِيق أَفْضل مِنْ ذلِكَ ؟ قَالَ : « فَاقْرَأه فِي كُلِّ عِشرِينَ » قُلْت : يَا نبيِّ اللَّهِ إِنِّي أُطِيق أَفْضَل مِنْ ذَلِكَ ؟ قَالَ : «فَاقْرَأْهُ فِي كُلِّ عَشْر » قُلْت : يَا نَبِيَّ اللَّهِ إِنِّي أُطِيق أَفْضلَ مِنْ ذلِكَ ؟ قَالَ : « فَاقْرَأْه في كُلِّ سَبْعٍ وَلاَ تَزِدْ عَلَى ذَلِكَ » فَشَدَّدْتُ فَشُدِّدَ عَلَيَّ ، وقَالَ لِي النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّكَ لاَ تَدْرِي لَعلَّكَ يَطُول بِكَ عُمُرٌ قالَ : فَصِرْت إِلَى الَّذِي قَالَ لِي النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَلَمَّا كَبِرْتُ وَدِدْتُ أنِّي قَبِلْت رخْصَةَ نَبِيِّ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم .
"Benarkah kabar yang sampai kepadaku bahwa engkau berpuasa di siang hari dan berdiri shalat di malam hari?" Saya menjawab, "Benar, wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Jangan melakukan itu. Berpuasalah dan berbukalah, tidurlah dan bangunlah, karena sesungguhnya jasadmu memiliki hak yang harus kamu tunaikan, kedua matamu memiliki hak atas dirimu, istrimu memiliki hak yang harus kamu tunaikan, dan tamu-mu memiliki hak yang harus kamu tunaikan. Sesungguhnya cukup bagimu bila kamu berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, karena kamu mendapatkan dengan setiap kebaikan sepuluh kali lipatnya. Yang demikian itu adalah puasa setahun." Saya memperberat diri sehingga saya diperberat. Saya berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya saya merasa masih kuat." Beliau bersabda, "Berpuasalah seperti puasa Nabi Dawud dan janganlah kamu melebillinya." Saya bertanya, "Bagaimanakah puasanya Nabi Dawud itu?" Beliau menjawab, "Puasa separuh masa." Ketika Abdullah telah berusia lanjut, dia berkata, "Andai saja dulu saya menerima keringanan yang diberikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam."
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 23. "OBAT RASA MALAS" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 24. "ALLAH ﷻ MENGABULKAN DOA PARA PENDOSA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Wanita 32. "KENDALA WANITA DALAM MENCARI LAILATUL QADR & SOLUSINYA" - Ust Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 21. "KHUSYU' YANG MENGAGUMKAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- LEBIH TINGGI DARIPADA HARTA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 154 | Hadits Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhu
Dalam satu riwayat,
هوَ أَفْضَلُ الصِّيامِ » فَقُلْتُ فَإِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذلكَ ، فقال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا أَفْضَلَ منْ ذلك» وَلأنْ أَكْونَ قَبلْتُ الثَّلاثَةَ الأَيَّامِ الَّتِي قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَحَبُّ إِليَّ منْ أَهْلِي وَمَالِى.
"Itulah puasa yang paling utama." Maka saya katakan, "Sesungguhnya saya mampu melakukan yang lebih baik dari itu." Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, "Tidak ada yang lebih baik dari itu." Dan saya menerima tiga hari yang dikatakan oleh Rasulullah tentu itu lebih saya sukai daripada keluarga dan hartaku.
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 22. "FUTUR DI 10 MALAM TERAKHIR" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- 3 HARI PUASA SAMA DENGAN PAHALA SEBULAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 154 | Hadits Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
وعن أَبِي محمد عبدِ اللَّهِ بن عمرو بنِ العاص رضي اللَّه عنهما قال : أُخْبرَ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أنِّي أَقُول : وَاللَّهِ لأَصومَنَّ النَّهَارَ ، ولأَقُومنَّ اللَّيْلَ ما عشْتُ ، فَقَالَ رسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «أَنْتَ الَّذِي تَقُول ذلك ؟ فَقُلْت له : قَدْ قُلتُه بأَبِي أَنْتَ وأُمِّي يا رسولَ اللَّه . قَالَ: « فَإِنكَ لا تَسْتَطِيعُ ذلِكَ ، فَصُمْ وأَفْطرْ ، ونَمْ وَقُمْ ، وَصُمْ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاثَةَ أَيَّامٍ فَإِنَّ الْحسنَةَ بعَشْرِ أَمْثَالهَا ، وذلكَ مثْلُ صِيامٍ الدَّهْرِ قُلْت : فَإِنِّي أُطيق أفْضَلَ منْ ذلكَ قالَ : فَصمْ يَوْماً وَأَفْطرْ يَوْمَيْنِ ، قُلْت : فَإِنِّي أُطُيق أفْضَلَ مِنْ ذلكَ ، قَالَ : « فَصُم يَوْماً وَأَفْطرْ يوْماً ، فَذلكَ صِيَام دَاوود صلى الله عليه وسلم، وَهُو أَعْدَل الصِّيَامِ » . وَفي رواية : « هوَ أَفْضَلُ الصِّيامِ » فَقُلْتُ فَإِنِّي أُطِيقُ أَفْضَلَ مِنْ ذلكَ ، فقال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا أَفْضَلَ منْ ذلك» وَلأنْ أَكْونَ قَبلْتُ الثَّلاثَةَ الأَيَّامِ الَّتِي قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَحَبُّ إِليَّ منْ أَهْلِي وَمَالِى.
"Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam diberitahu bahwa saya berkata, 'Demi Allah, sungguh saya akan berpuasa di siang hari dan shalat di malam hari sepanjang hidup saya.' Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Engkaukah yang menyatakan hal itu?' Maka saya berkata, 'Sayalah yang telah mengucapkannya, saya jadikan bapak dan ibuku tebusanmu wahai Rasulullah.' Beliau ber-sabda, 'Engkau tidak akan sanggup melakukannya, maka berpuasalah dan berbukalah, tidurlah dan shalatlah, dan berpuasalah tiga hari perbulan karena kebaikan itu dibalas dengan sepuluh kali lipatnya, dan itu seperti puasa setahun.' Saya katakan, 'Sesungguhnya saya mampu melakukan yang lebih baik dari itu.' Beliau bersabda, 'Puasalah sehari dan berbukalah dua hari.' Saya katakan, 'Sesungguhnya saya mampu melakukan yang lebih baik dari itu.' Beliau bersabda, 'Puasalah sehari dan berbukalah sehari, itulah puasa Nabi Dawud ‘Alaihissalaam yang merupakan puasa yang paling adil (baik)'."
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 19. "RAHASIA BESAR DOA LAILATUL QADR" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 20. "MENGEJAR PAHALA ≥ 83 TAHUN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 18. "NABI ﷺ DI 10 MALAM TERAKHIR" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DIRIMU JUGA PUNYA HAK
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 153 | Hadits Abu Juhaifah Wahb bin Abdullah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Juhaifah Wahb bin Abdullah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
وعن أَبِي جُحَيْفَةَ وَهبِ بْنِ عبد اللَّه رضي اللَّهُ عنه قال : آخَى النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بَيْن سَلْمَانَ وأَبِي الدَّرْدَاءِ ، فَزَارَ سلْمَانُ أَبَا الدَّرْدَاءِ ، فَرَأَى أُمَّ الدَّرْدَاء مُتَبَذِّلَةً فقالَ : ما شَأْنُكِ؟ قالَتْ : أَخْوكَ أَبُو الدَّرداءِ ليْسَ له حَاجةٌ فِي الدُّنْيَا . فَجَاءَ أَبُو الدرْدَاءِ فَصَنَعَ لَه طَعَاماً ، فقالَ لَهُ : كُلْ فَإِنِّي صَائِمٌ ، قالَ : ما أَنا بآكلٍ حَتَّى تأْكلَ ، فَأَكَلَ ، فَلَّمَا كانَ اللَّيْلُ ذَهَبَ أَبُو الدَّرْداءِ يقُوم فقال لَه : نَمْ فَنَام ، ثُمَّ ذَهَبَ يَقُوم فقالَ لَه : نَمْ ، فَلَمَّا كان من آخرِ اللَّيْلِ قالَ سلْمانُ : قُم الآنَ، فَصَلَّيَا جَمِيعاً ، فقالَ له سَلْمَانُ : إِنَّ لرَبِّكَ عَلَيْكَ حَقًّا ، وَإِنَّ لنَفْسِكَ عَلَيْكَ حقًّا ، ولأهلِك عَلَيْكَ حَقًّا ، فَأَعْطِ كُلَّ ذِي حَقٍّ حَقَّه ، فَأَتَى النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَذَكر ذلكَ لَه ، فقالَ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « صَدَقَ سلْمَانُ » رواه البخاري .
"Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mempersaudarakan antara Salman dengan Abu ad-Darda' kemudian Salman mengunjungi Abu ad-Darda'. Dia melihat Ummu ad-Darda' berpakaian lusuh, maka dia bertanya, 'Mengapa kamu seperti ini?' Dia menjawab, 'Saudaramu Abu ad-Darda' tidak memiliki keinginan terhadap dunia. Lalu datanglah Abu ad-Darda', dia langsung membuat makanan untuknya. Kemudian dia berkata, 'Makanlah, aku sedang berpuasa.' Maka Salman berkata, 'Aku tidak mau makan, sebelum kamu makan.' Maka Abu ad-Darda' pun makan. Tatkala malam tiba, Abu ad-Darda' bangun untuk melakukan shalat malam, maka Salman berkata kepadanya, 'Tidurlah.' Dia pun pergi tidur. Setelah itu Abu ad-Darda' bangun lagi untuk melakukan shalat malam, maka Salman berkata kepadanya, 'Tidurlah.' Dia akhirriya tidur. Maka tatkala tiba akhir malam, Salman berkata kepadanya, 'Bangunlah sekarang.' Lalu mereka berdua shalat bersama-sama. Maka Salman berkata kepadanya, 'Sesungguhnya Tuhanmu memiliki hak yang harus kamu tunaikan, dirimu memiliki hak yang harus kamu tunaikan, dan istrimu juga memiliki hak yang harus kamu tunaikan. Maka berikanlah semuanya haknya masing-masing.' Kemudian dia datang kepada Nabi lalu menceritakan hal itu kepada beliau, maka Nabi bersabda, 'Salman benar'." (HR. Bukhari)
View Details
- PANJANGNYA SHALAT DAN KHUTBAH NABI ﷺ
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 152 | Hadits Abu Abdullah Jabir bin Samurah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Abdullah Jabir bin Samurah Radhiallahu 'anhu beliau berkata,
وعن أَبِي عبد اللَّه جابر بن سمُرَةَ رضي اللَّهُ عنهما قال : كُنْتُ أُصَلِّي مَعَ النبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم الصَّلَوَاتِ ، فَكَانَتْ صلاتُهُ قَصداً وخُطْبَتُه قَصْداً » رواه مسلم .
قولُهُ : قَصْداً : أَيْ بَيْنَ الطُّولِ وَالْقِصَرِ .
"Saya sangat sering shalat bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam. Shalat beliau itu sedang dan khutbahnya juga sedang." (HR. Muslim)
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 17. "RAHASIA BESAR DOA QUNUT WITIR" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
KajiN Tematik Ramadhan 16. "SEMBILAN HAL PENTING TENTANG QUNUT WITIR" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- NGANTUK SAAT SEDANG SHALAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 151 | Hadits Aisyah Radhiallahu 'anha
Dari Aisyah Radhiallahu ‘anha bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وعن عائشة رضي اللَّه عنها أن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِذَا نَعَسَ أَحدُكُمْ وَهُوَ يُصَلِّي ، فَلْيَرْقُدْ حَتَّى يَذْهَبَ عَنْهُ النَّوْمُ ، فإِن أَحدَكم إِذَا صلَّى وهُو نَاعَسٌ لا يَدْرِي لعلَّهُ يذهَبُ يسْتَغْفِرُ فيَسُبُّ نَفْسَهُ » . متفقٌ عليه .
"Apabila salah seorang dari kalian mengantuk saat melakukan shalat, maka hendaklah dia tidur sehingga rasa kantuk itu hilang darinya; karena apabila ia shalat dalam keadaan mengantuk, maka dia tidak tahu, barangkali dia bermaksud memohon ampun ternyata dia malah mencaci dirinya sendiri." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 15. "AHLI PUASA YANG SUKA BERCANDA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- SAAT NABI ﷺ TERKEJUT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 150 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhu
Dari Anas Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
وعن أَنسٍ رضي اللَّهُ عنه قال : دَخَلَ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم الْمسْجِدَ فَإِذَا حبْلٌ مَمْدُودٌ بَيْنَ السَّارِيَتَيْنِ فقالَ : « ما هَذَا الْحبْلُ ؟ قالُوا ، هَذا حبْلٌ لِزَيْنَبَ فَإِذَا فَترَتْ تَعَلَقَتْ بِهِ . فقال النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « حُلّوهُ ، لِيُصَلِّ أَحدُكُمْ نَشَاطَهُ ، فَإِذا فَترَ فَلْيرْقُدْ » متفقٌ عليه .
"Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam masuk ke dalam masjid, ternyata ada tali yang membentang di antara dua tiang , maka beliau bertanya, 'Tali apa ini?' Mereka menjawab, 'Ini adalah tali milik Zainab. Apabila dia lelah, dia berpegang padanya.' Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda, 'Lepaslah tali ini. Hendaklah salah seorang dari kalian melakukan shalat di saat dia semangat dan apabila dia telah malas, hendaklah dia tidur'." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 14. "SUDAH BERAPA KALI KHATAM?" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- INGIN SUKSES? JAGA 3 WAKTU INI!
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 149 | Hadits Abu Hurairah Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
عن أَبِي هريرة رضي اللَّه عنه النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : إِنَّ الدِّينَ يُسْرٌ ، ولنْ يشادَّ الدِّينُ إلاَّ غَلَبه فسدِّدُوا وقَارِبُوا وَأَبْشِرُوا ، واسْتعِينُوا بِالْغدْوةِ والرَّوْحةِ وشَيْءٍ مِن الدُّلْجةِ » رواه البخاري .
"Sesungguhnya agama ini mudah, dan tidaklah agama ini dipersulit melainkan agama itu akan mengalahkannya. Maka berlakulah pertengahan, berusahalah mendekati yang paling sempurna, bergembiralah, serta manfaatkanlah waktu pagi, sore, dan sedikit waktu di akhir malam." (HR. Bukhari)
Dan dalam satu riwayat al-Bukhari,
وفي رواية له « سدِّدُوا وقَارِبُوا واغْدوا ورُوحُوا ، وشَيْء مِنَ الدُّلْجةِ ، الْقَصْد الْقصْد تَبْلُغُوا » .
"Berlakulah pertengahan, berusahalah mendekati yang paling sempurna, dan manfaatkanlah waktu pagi, sore, dan sedikit waktu akhir malam. Berbuatlah sederhana, berbuatlah sederhana, pasti kalian sampai pada tujuan."
View Details
Kajian Wanita 31. "KHASIAT BERPUASA PADA KEHARMONISAN RUMAH TANGGA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 13. "CINTA YANG BERAWAL DARI BENCI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KUNCI EKSISTENSI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 148 | Hadits Ibnu Mas'ud Radhiallahu 'anhu
Dari Ibnu Mas'ud Radhiallahu 'anhu, bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam la bersabda,
وعن ابن مسعودٍ رضي اللَّه عنه أن النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « هَلَكَ الْمُتَنَطِّعُونَ » قالَهَا ثلاثاً ، رواه مسلم .
"Binasalah orang-orang yang berlebih-lebihan (dalam beragama)." Beliau mengucapkannya tiga kali. (HR. Muslim)
« الْمُتَنطِّعُونَ » : الْمُتعمِّقونَ الْمُشَدِّدُون فِي غَيْرِ موْضَعِ التَّشْدِيدِ .
adalah orang-orang yang berlebihan dan bersikap keras bukan pada tempatnya.
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 12. "AHLI PUASA DAN AMALAN RAHASIA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- AKU TIDAK MAU MENIKAH?!
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 147 | Hadits Anas Radhiallahu 'anhu
Dari Anas Radhiallahu 'anhu, beliau berkata
وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه قال : جاءَ ثَلاثةُ رهْطِ إِلَى بُيُوتِ أَزْواجِ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يسْأَلُونَ عنْ عِبَادَةِ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَلَمَّا أُخبِروا كأَنَّهُمْ تَقَالَّوْها وقالُوا : أَين نَحْنُ مِنْ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَدْ غُفِر لَهُ ما تَقَدَّم مِنْ ذَنْبِهِ وما تَأَخَّرَ . قالَ أَحَدُهُمْ : أَمَّا أَنَا فأُصلِّي الليل أَبداً ، وقال الآخَرُ : وَأَنا أَصُومُ الدَّهْرَ أبداً ولا أُفْطِرُ ، وقالَ الآخرُ : وأَنا اعْتَزِلُ النِّساءَ فلا أَتَزوَّجُ أَبداً، فَجاءَ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إلَيْهمْ فقال : « أَنْتُمُ الَّذِينَ قُلْتُمْ كذا وكذَا ؟، أَما واللَّهِ إِنِّي لأَخْشَاكُمْ للَّهِ وَأَتْقَاكُم له لكِني أَصُومُ وَأُفْطِرُ ، وَأُصلِّي وَأَرْقُد، وَأَتَزَوّجُ النِّسَاءَ، فمنْ رغِب عن سُنَّتِي فَلَيسَ مِنِّى» متفقٌ عليه.
"Datang tiga orang ke rumah-rumah para istri Nabi untuk menanyakan tentang ibadah Nabi maka tatkala mereka diberitahu, seolah-olah mereka menganggapnya sedikit. Mereka berkata, 'Di mana keadaan kita jika dibanding dengan Nabi Beliau adalah orang yang telah diampuni dosa-dosanya yang dahulu maupun yang berikutnya.' Maka salah seorang mereka berkata.' Adapun saya, saya akan shalat malam selama-lamanya." Yang lain berkata, 'Dan saya akan berpuasa selamanya tanpa berbuka.' Sedangkan yang ketiga berkata, 'Saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan menikah selamanya.' Maka datanglah Rasulullah kepada mereka, beliau bersabda, 'Kaliankah orang-orang yang telah berkata begini dan begini? Ingatlah demi Allah, sesungguhnya aku ini orang yang paling takut kepada Allah di antara kalian, orang yang paling bertakwa kepadaNya, akan tetapi aku berpuasa dan berbuka, aku shalat dan tidur, dan aku menikahi wanita. Maka barangsiapa yang tidak menyukai Sunnahku, maka dia bukan dari golonganku'." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA TIDAK AKAN BOSAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Hadits ke 146 | Hadits Aisyah Radhiallahu 'anha
Dari Aisyah Radhiallahu 'anha
عن عائشةَ رضي اللَّهُ عنها أَن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم دخَلَ عليْها وعِنْدها امْرأَةٌ قال : منْ هَذِهِ ؟ قالت : هَذِهِ فُلانَة تَذْكُرُ مِنْ صَلاتِهَا قالَ : « مَهُ عليكُمْ بِما تُطِيقُون ، فَوَاللَّه لا يَمَلُّ اللَّهُ حتَّى تَمَلُّوا وكَانَ أَحَبُّ الدِّينِ إِلَيْهِ ما داوَمَ صَاحِبُهُ علَيْهِ » متفقٌ عليه .
"Bahwa Nabi masuk menemuinya, sedang di sampingnya ada seorang wanita. Beliau bertanya, 'Siapa wanita ini?' Dia menjawab, 'Dia adalah fulanah sambil menyebut tentang shalatnya.' Beliau bersabda, 'Cukup! Hendaklah kalian melakukan apa yang kalian mampu; karena demi Allah, Allah tidak akan jemu hingga kalian sendiri yang jemu.' Dan agama (amal) yang paling Dia cintai adalah apa yang dilakukan oleh pelakunya secara kontinu'." (Muttafaq 'alaih)
View Details
Kajian Tematik ramadhan 11. "AHLI PUASA DAN KEJUJURAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 10. "AHLI PUASA & SEMANGAT BERINFAQ" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- YANG ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA INGINKAN ADALAH KEMUDAHAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
QS. Al-Baqarah: 185
Allah berfirman,
يُرِيدُ ٱللَّهُ بِكُمُ ٱلْيُسْرَ وَلَا يُرِيدُ بِكُمُ ٱلْعُسْرَ
Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. (QS. Al-Baqarah: 185)
View Details
- KUNCI HIDUP BAHAGIA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
Allah berfirman,
طه ṭā hā
- Thaahaa.
مَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ
- Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar kamu menjadi susah;
(QS. Thaha: 1-2)
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 09. "SOSOK YANG TIDAK PERNAH MARAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 08. "SOSOK YANG SENANTIASA DIDOAKAN MALAIKAT?" - Ustadz Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KUNCI HIDUP BAHAGIA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 14 | Seimbang dalam ketaatan
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 07. "AHLI PUASA & MENAHAN MARAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- LUASNYA RAHMAT ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 06. "AHLI PUASA & PUJIAN MANUSIA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PAHALA BAGI YANG TIDAK BISA BERSEDEKAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 145 | Hadits Abu Musa -Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Musa Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
الْخَامِسُ والْعشْرُونَ : عن أَبِي رضي اللَّه عنه ، عن النبى صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ صدقةٌ » قال : أَرَأَيْتَ إِنْ لَمْ يَجدْ ؟ قالَ : « يعْمَل بِيَديِهِ فَينْفَعُ نَفْسَه وَيَتَصدَّقُ » : قَال : أَرَأَيْتَ إِنْ لَمْ يسْتطِعْ ؟ قال : يُعِينُ ذَا الْحَاجَةِ الْملْهوفَ » قالَ : أَرأَيْت إِنْ لَمْ يسْتَطِعْ قالَ : « يَأْمُرُ بِالمَعْرُوفِ أَوِ الْخَيْرِ » قالَ : أَرأَيْتَ إِنْ لَمْ يفْعلْ ؟ قالْ : «يُمْسِكُ عَنِ الشَّرِّ فَإِنَّهَا صدَقةٌ » متفقٌ عليه .
"Setiap orang Muslim harus bersedekah." Dia bertanya, "Bagaimana seandainya dia tidak punya?" Beliau bersabda, "Dia bekerja dengan kedua tangannya sehingga bermanfaat untuk dirinya sendiri dan bersedekah." Dia bertanya, "Bagaimana apabila dia tidak mampu?" Beliau bersabda, "Dia membantu orang yang sangat membutuhkan bantuan." Dia bertanya, "Bagaimana apabila dia tidak kuasa?" Beliau bersabda, "Dia memerintahkan yang ma'ruf atau kebaikan." Dia bertanya lagi, "Bagaimana jika dia tidak mampu melakukannya?" Beliau bersabda, "Dia menahan diri dari berbuat jahat, karena sesungguhnya itu adalah sedekah." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- MENELADANI 'AISYAH -RADHIYALLAHU'ANHA- KETIKA BERPUASA
Kajian Wanita
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 05. "KHUTBAH UMAR DI BULAN RAMADHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MERAIH RIDHO ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA KETIKA MAKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 144 | Hadits Anas -Radhiallahu ‘anhu
Dari Anas Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
الرَّابِعِ والْعشرونَ : عنْ أَنَسٍ رضي اللَّه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِنَّ اللَّه لَيرْضَى عَنِ الْعَبْدِ أَنْ يَأْكُلَ الأَكْلَةَ فيحْمدَهُ عليْهَا ، أَوْ يشْربَ الشَّرْبَةَ فيحْمدَهُ عليْهَا » رواه مسلم.
"Sesungguhnya Allah meridhai seorang hamba, apabila dia makan satu makanan lalu dia memujiNya karenanya, atau minum satu minuman lalu memujiNya karenanya." (HR. Muslim)
View Details
- 40 KEBAIKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 142 | Hadits Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin al-Ash -Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Muhammad Abdullah bin Amr bin al-Ash Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam; bersabda,
الثَّاني والْعشْرُونَ : عنْ أَبِي محمدٍ عبدِ اللَّهِ بنِ عمرو بن العاص رضي اللَّه عنهما قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَرْبعُونَ خَصْلةً أَعلاها منِيحةُ الْعَنْزِ، ما مِنْ عامَلٍ يعملَ بِخَصْلَةٍ مِنْها رجاءَ ثَوَابِهَا وتَصْدِيقَ موْعُودِهَا إِلاَّ أَدْخلَهُ اللَّهُ بِهَا الْجنَّةَ » رواه البخارى.
"Ada empat puluh macam (kebaikan), yang paling tinggi adalah Manihah al-Anzi. Tidak ada orang yang melakukan satu macam darinya dengan mengharapkan pahalanya dan mempercayai apa yang telah dijanjikan di dalamnya, melainkan Allah akan memasukkannya ke dalam surga karenanya." (HR. Bukhari)
View Details
- SELAMAT DARI NERAKA DENGAN SETENGAH BUTIR KURMA, MUNGKINKAH?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 143 | Hadits Adi bin Hatim -Radhiallahu ‘anhu
Dari Adi bin Hatim Radhiallahu ‘anhu beliau berkata, Aku mendengar Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
الثَّالثُ والْعشْرونَ : عَنْ عدِيِّ بنِ حاتِمٍ رضي اللَّه عنه قال : سمِعْتُ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقول : « اتَّقُوا النار وَلوْ بِشقِّ تَمْرةٍ » متفقٌ عليه .
"Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun dengan bersedekah separuh butir kurma." (muttafaq ‘alaih)
Dalam satu riwayat al-Bukhari dan Muslim juga dari Adi beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
وفي رواية لهما عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ سيُكَلِّمُه ربُّه لَيْس بَيْنَهُ وبََينَهُ تَرْجُمَان ، فَينْظُرَ أَيْمنَ مِنْهُ فَلا يَرى إِلاَّ مَا قَدَّم ، وينْظُر أشأمَ مِنْهُ فلا يَرَى إلاَّ ما قَدَّمَ ، وَينْظُر بَيْنَ يدَيْهِ فَلا يَرى إلاَّ النَّارَ تِلْقَاءَ وَجْهِهِ ، فاتَّقُوا النَّارَ ولوْ بِشِقِّ تَمْرةٍ، فَمَنْ لَمْ يَجدْ فَبِكَلِمَة طيِّبَةٍ » .
"Tidak seorang pun dari kalian melainkan akan diajak berbicara oleh Rabbnya tanpa ada penerjemah antara dia denganNya. Maka dia melihat di sebelah kanannya, dia tidak melihat kecuali apa yang telah dia kerjakan. Lalu dia melihat sebelah kiri, dia juga tidak melihat kecuali apa yang telah dia kerjakan. Lalu dia menatap di hadapannya, ternyata dia tidak melihat melainkan api neraka yang ada di hadapan wajahnya. Maka takutlah kalian kepada neraka sekalipun dengan bersedekah separuh butir kurma. Barangsiapa tidak mendapatkannya, maka cukup dengan ucapan yang baik."
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 04. "PUASA ITU BUKTI SAYANG, ANAKKU" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 03. "BERSIHNYA HATI AHLI PUASA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 02. "LEBIH BAIK AKU MATI" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- | DEKAT MASJID ATAU JAUH DARI MASJID?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 139 & 140 | Hadits Jabir & Anas -Radhiallahu ‘anhum
Dari Jabir Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata,
العْشْرُونَ : عنْهُ قالَ : أَراد بنُو سَلِمَة أَن ينْتَقِلوا قُرْبَ المَسْجِدِ فبلَغَ ذلك رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، فَقَالَ لَهُمْ : « إِنَّه قَدْ بَلَغَنِي أَنَّكُمْ تُرِيدُونَ أَنْ تَنْتَقِلُوا قُربَ الْمَسْجِدِ ؟ » فَقَالُوا : نَعَمْ يا رسولَ اللَّهِ قَدْ أَرَدْنَا ذلكَ ، فَقالَ : « بَنِي سَلِمةَ ديارَكُمْ ، تكْتبْ آثَارُكُمْ ، دِياركُم ، تُكْتَبْ آثارُكُمْ » رواه مسلم .
"Bani Salimah ingin berpindah (rumah) ke (tempat) dekat masjid. Lalu kabar itu sampai kepada Rasulullah lalu beliau bersabda, 'Telah sampai kabar kepadaku bahwa kalian ingin pindah dekat masjid?' Mereka menjawab, 'Benar, wahai Rasulullah, kami bermaksud demikian.' Maka beliau bersabda, 'Bani Salimah, tetaplah kalian di kampung kalian, niscaya dicatat bagi kalian langkah-langkah kaki kalian, tetaplah kalian di kampung kalian, niscaya dicatat bagi kalian langkah-langkah kaki kalian'." (HR. Muslim)
Dalam satu riwayat,
وفي روايةٍ : « إِنَّ بِكُلِّ خَطْوةٍ درجةً » رواه مسلم
“Sesungguhnya pada setiap langkah ada satu derajat.” (HR. Muslim)
. ورواه البخاري أيضاً بِمعنَاهُ مِنْ روايةِ أَنَسٍ رضي اللَّه عنه. و « بنُو سَلِمَةَ » بكسر اللام : قبيلة معروفة من الأَنصار رضي اللَّه عنهم ، و «آثَارُهُمْ» خُطاهُمْ .
Imam al-Bukhari juga meriwayatkan yang semakna dengan itu dari riwayat Anas Radhiallahu ‘anhu. Bani Salimah adalah kabilah terkenal dari kaum Anshar Radhiallahu ‘anhum.
View Details
Kajian Tematik Ramadhan 01. "SEDIHNYA ULAMA MENJELANG WAFAT" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DICURI ITU ANUGERAH?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 137 | Hadits Jabir -Radhiallahu ‘anhu
Dari Jabir Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
التَّاسع عشر : عنْهُ قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « ما مِنْ مُسْلِمٍ يَغْرِسُ غَرْساً إلاَّ كانَ ما أُكِلَ مِنْهُ لهُ صدقةً ، وما سُرِقَ مِنْه لَه صدقَةً ، ولا يرْزؤه أَحَدٌ إلاَّ كَانَ له
"Tidak ada seorang Muslim pun yang menanam tanaman melainkan apa yang dimakan darinya adalah sedekah baginya, dan apa saja yang dicuri darinya baginya adalah sedekah, dan tidak seorang pun menguranginya melainkan baginya adalah sedekah.” (HR. Muslim)
Dan dalam satu riwayat miliknya,
صدقةً» رواه مسلم . وفي رواية له : « فَلا يغْرِس الْمُسْلِم غرساً ، فَيَأْكُلَ مِنْهُ إِنسانٌ ولا دابةٌ ولا طَيرٌ إلاَّ كانَ له صدقَةً إِلَى يَوْمِ الْقِيَامة ».
"Tidaklah seorang Muslim menanam satu tanaman, kemudian ada manusia, hewan, atau burung yang memakan darinya, melainkan itu adalah sedekah baginya sampai pada Hari Kiamat."
Dan dalam satu riwayat miliknya,
وفي رواية له : « لا يغْرِس مُسلِم غرْساً ، ولا يزْرعُ زرْعاً ، فيأْكُل مِنْه إِنْسانٌ وَلا دابَّةٌ ولا شَيْءٌ إلاَّ كَانَتْ لَه صدقةً ، ورويَاه جميعاً مِنْ رواية أَنَسٍ رضي اللَّه عنه .
قولُهُ : « يرْزَؤُهُ » أي : يَنْقُصهُ .
"Tidaklah seorang Muslim menanam satu tanaman atau menabur benih kemudian ada manusia, hewan, atau apa pun yang memakan darinya melainkan hal itu merupakan sedekah baginya."
View Details
Riyaadhushshaalihiin 345. "SETIAP KEBAIKAN = SEDEKAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- LUMBUNG PAHALA WANITA DI RAMADHAN
Kajian Wanita
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Riyaadhushshaalihiin 344. "TETAP BERPAHALA WALAUPUN SAKIT" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Ramadhan "AMALAN-AMALAN UTAMA DI BULAN RAMADHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- KEUTAMAAN SHALAT BARDAIN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 134 | Hadits Abu Musa al-Asy’ari -Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Musa al-Asy'ari Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
السَّادسَ عشرَ : عن أَبِي موسى الأشعري رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « منْ صلَّى الْبَرْديْنِ دَخَلَ الْجنَّةَ » متفقٌ عليه .
"Barangsiapa Shalat Shubuh dan Ashar, maka dia masuk surga." (Muttafaq 'alaih)
View Details
- PENGHAPUS DOSA DAN PENGANGKAT DERAJAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 133 | Hadits Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
الْخَامسَ عشر: عنه قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « ألا أدلُّكَم على ما يَمْحُو اللَّهُ بِهِ الْخَطايا ، ويرْفَعُ بِهِ الدَّرجاتِ ؟ » قالوا : بلى يا رسُولَ اللَّهِ ، قال : « إسباغ الْوُضوءِ على الْمَكَارِهِ وكَثْرةُ الْخُطَا إِلَى الْمسَاجِدِ ، وانْتِظَارُ الصَّلاةِ بعْدِ الصَّلاةِ ، فَذلِكُمُ الرّبَاطُ » رواه مسلم
"Maukah aku tunjukkan kepada kalian sesuatu yang karenanya Allah menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajat-derajat?" Mereka menjawab, "Ya, wahai Rasulullah." Beliau bersabda, "Menyempurnakan wudhu di saat-saat yang tidak disukai, banyak melangkah menuju masjid-masjid, dan menunggu shalat setelah shalat. Yang demikian itu adalah ribath." (HR. Muslim)
View Details
- PENGGUGUR DOSA HARIAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 132 | Hadits Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
الرَّابعَ عشرَ : عنه عن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « الصَّلواتُ الْخَمْسُ ، والْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعةِ ، ورمضانُ إِلَى رمضانَ مُكفِّرَاتٌ لِمَا بينَهُنَّ إِذَا اجْتنِبَت الْكَبائِرُ » رواه مسلم
"Shalat lima waktu, Jum'at ke Jum'at, dan Ramadhan ke Ramadhan adalah pelebur bagi dosa-dosa yang terjadi di antaranya, apabila dosa-dosa besar dijauhi." (HR. Muslim)
View Details
- RAHASIA DI BALIK WUDHU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 131 | Hadits Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
الثَّالثَ عَشر : عنْه أن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إذَا تَوضَّأَ الْعبْدُ الْمُسْلِم ، أو الْمُؤْمِنُ فغَسلَ وجْههُ خرج مِنْ وَجْهِهِ كُلُّ خطِيئةٍ نظر إِلَيْهَا بعينهِ مَعَ الْماءِ ، أوْ مَعَ آخِر قَطْرِ الْماءِ ، فَإِذَا غَسَل يديهِ خَرج مِنْ يديْهِ كُلُّ خَطِيْئَةٍ كانَ بطشتْهَا يداهُ مع الْمَاءِ أَو مع آخِرِ قَطْرِ الْماءِ ، فَإِذَا غسلَ رِجليْهِ خَرجَتْ كُلُّ خَطِيْئَةٍ مشَتْها رِجْلاُه مع الْماءِ أَوْ مع آخِرِ قَطْرِ الْمَاءِ حَتَّى يخْرُج نقِياً من الذُّنُوبِ» رواه مسلم .
"Apabila seorang hamba Muslim atau Mukmin berwudhu, lalu dia membasuh mukanya, maka keluar dari wajahnya semua dosa yang dilihat oleh pandangan matanya bersama tetesan air, atau bersama tetesan air yang terakhir. Apabila dia membasuh kedua tangannya, maka keluar dari kedua tangannya semua dosa yang dikerjakan oleh kedua tangan-nya bersama tetesan air, atau bersama tetesan air yang terakhir hingga keluar dalam keadaan bersih dari dosa-dosa. Dan apabila dia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah semua dosa yang dikerjakan oleh kedua kakinya bersama siraman air atau bersama tetesan terakhir hingga keluar dalam keadaan bersih dari dosa-dosa." (HR. Muslim)
View Details
- KEUTAMAAN SHOLAT JUMAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 130 | Hadits Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
الثَّاني عشَر : عنْه قالَ : قَال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « منْ توضَّأ فأحَسَنَ الْوُضُوءَ ، ثُمَّ أتَى الْجُمعةَ ، فَاستمع وأنْصتَ ، غُفِر لَهُ ما بيْنَهُ وبيْنَ الْجُمعةِ وزِيادةُ ثَلاثَةِ أيَّامٍ ، ومَنْ مسَّ الْحصا فَقد لَغَا » رواه مسلم .
"Barangsiapa yang berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian menghadiri shalat Jum'at, lalu dia mendengarkan dan diam, maka diampuni untuknya dosa-dosa yang ada antara dua Jum'at ditambah tiga hari. Dan barangsiapa yang memainkan kerikil, maka dia telah berbuat sia-sia." (HR. Muslim)
View Details
- PAHALA WANITA TIDAK KALAH DENGAN PAHALA LAKI-LAKI
Kajian Wanita
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- PAHALA BESAR SAAT DIJALAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 129 | Hadits Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
الْحادي عشَرَ : عنْهُ عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لَقَد رأَيْتُ رَجُلاً يَتَقَلَّبُ فِي الْجنَّةِ فِي شَجرةٍ قطَعها مِنْ ظَهْرِ الطَّريقِ كَانَتْ تُؤْذِي الْمُسلِمِينَ » . رواه مسلم .
"Sungguh saya telah melihat seseorang bergelimang nikmat di dalam surga, karena dia telah memotong satu batang pohon dari tengah jalan yang mengganggu kaum Muslimin." (HR. Muslim)
Dalam satu riwayat,
وفي رواية : « مرَّ رجُلٌ بِغُصْنِ شَجرةٍ عَلَى ظَهْرِ طرِيقٍ فَقَالَ : واللَّهِ لأُنَحِّينَّ هذا عنِ الْمسلِمِينَ لا يُؤْذِيهُمْ ، فأُدْخِلَ الْجَنَّةَ » .
"Seseorang berjalan melewati satu dahan pohon di tengah jalan, maka dia berkata, 'DemiAllah, saya akan menyingkirkan ini dari (jalanan) kaum Muslimin sehingga tidak mengganggu mereka.' Maka dia dimasukkan ke dalam surga."
Dan dalam suatu riwayat al-Bukhari dan Muslim,
وفي رواية لهما : « بيْنَما رجُلٌ يمْشِي بِطريقٍ وجد غُصْن شَوْكٍ علَى الطَّرِيقِ ، فأخَّرُه فشَكَر اللَّهُ لَهُ ، فغَفر لَهُ » .
"Tatkala seseorang berjalan di suatu jalan, dia mendapatkan satu dahan pohon berduri berada di tengah jalan, lalu dia meminggirkannya, maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya."
View Details
- AGAR DOSA ZINA DIAMPUNI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 128 | Hadits Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu
العاشر : عنه أن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال: « بَيْنمَا رَجُلٌ يَمْشِي بطَريقٍ اشْتَدَّ علَيْهِ الْعَطشُ ، فَوجد بِئراً فَنزَلَ فيها فَشَربَ ، ثُمَّ خرج فإِذا كلْبٌ يلهثُ يَأْكُلُ الثَّرَى مِنَ الْعَطَشِ ، فقال الرَّجُلُ : لَقَدْ بلَغَ هَذَا الْكَلْبُ مِنَ العطشِ مِثْلَ الَّذِي كَانَ قَدْ بَلَغَ مِنِّي ، فَنَزَلَ الْبِئْرَ فَملأَ خُفَّه مَاءً ثُمَّ أَمْسَكَه بِفيهِ ، حتَّى رقِيَ فَسَقَى الْكَلْبَ ، فَشَكَرَ اللَّهُ لَه فَغَفَرَ لَه. قَالُوا: يا رسولَ اللَّه إِنَّ لَنَا في الْبَهَائِم أَجْراً ؟ فَقَالَ: « في كُلِّ كَبِدٍ رَطْبةٍ أَجْرٌ » متفقٌ عليه .
Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Tatkala seorang laki-laki sedang berjalan di sebuah jalan, dia me-rasa sangat haus. Dia menemukan sebuah sumur lalu dia turun ke dalamnya dan minum, kemudian keluar, tiba-tiba ada anjing yang menjulurkan lidahnya, dia mejilati tanah karena kehausan. Maka orang tadi berkata, 'Anjing ini telah mengalami kehausan yang sangat hebat seperti yang tadi aku alami.' Lalu dia turun ke dalam sumur, dia memenuhi sepatunya dengan air kemudian menggigitnya hingga naik ke atas. Kemudian dia memberi minum anjing tersebut, maka Allah berterima kasih kepadanya dan mengampuninya." Mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah kami mendapatkan pahala dalam menolong binatang?" Maka beliau bersabda, "Dalam setiap hati yang basah ada pahalanya. (Muttafaq 'alaih)
وفي رواية للبخاري : « فَشَكَر اللَّه لهُ فَغَفَرَ لَه ، فَأدْخَلَه الْجنَّةَ » .
وفي رواية لَهُما : « بَيْنَما كَلْبٌ يُطيف بِركِيَّةٍ قَدْ كَادَ يقْتُلُه الْعطَشُ إِذْ رأتْه بغِيٌّ مِنْ بَغَايا بَنِي إِسْرَائيلَ ، فَنَزَعَتْ مُوقَهَا فاسْتَقت لَهُ بِهِ ، فَسَقَتْهُ فَغُفِر لَهَا بِهِ».
Di dalam satu riwayat milik al-Bukhari, "Maka Allah berterima kasih padanya, mengampuninya, dan memasukkannya ke dalam surga." Dan dalam riwayat al-Bukhari dan Muslim, "Tatkala ada seekor anjing berputar-putar di atas sumur, yang hampir mati karena kehausan, tiba-tiba ia dilihat oleh seorang wanita pelacur dari para pelacur Bani Israil. Dia melepas sepatunya untuk mengambil air minum bagi anjing tersebut, lalu dia memberinya minum, maka dia diampuni karenanya."
View Details
- TINGKATAN TERTINGGI DAN TERENDAH DARI IMAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 127 | Hadits Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
التاسع : عنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسبْعُونَ ، أوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شَعْبَةً : فَأفْضلُهَا قوْلُ لاَ إلَهَ إلاَّ اللَّهُ ، وَأدْنَاهَا إمَاطَةُ الأذَى عنِ الطَّرِيقِ ، وَالحيَاءُ شُعْبةٌ مِنَ الإِيمانِ » متفقٌ عليه .
"Iman itu sebanyak tujuh puluh cabang lebih atau enam puluh cabang lebih, cabang yang paling utama adalah ucapan, 'La Ilaha Illallah' dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Dan malu adalah salah satu cabang iman." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- PEMBERIAN SEDERHANA ‘TUK TETANGGA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 126 | Hadits Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
الثامن : عنه قال : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يا نِسَاء المُسْلِماتِ لاَ تَحْقِرنَّ جارَةٌ لِجارتِهَا ولَوْ فِرْسِنَ شاةٍ » متفقٌ عليه .
"Wahai wanita Muslimah, janganlah seorang tetangga merasa remeh akan memberi hadiah kepada tetangganya, meskipun sekedar kikil kambing.” (Muttafaq’alaih)
View Details
- PAHALA KE MASJID
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 125 | Hadits Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, beliau bersabda,
السابع : عنه عن النَبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « منْ غدَا إلى المَسْجِدِ أو رَاحَ ، أعدَّ اللَّهُ لَهُ في الجنَّةِ نُزُلاً كُلَّمَا غَدا أوْ رَاحَ » متفقٌ عليه .
"Barangsiapa berangkat menuju masjid di waktu pagi atau senja, maka Allah akan menyiapkan untuknya hidangan di surga tiap pagi atau senja." (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- BERJALAN MENJAUHI NERAKA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 124 | Hadits Abu Hurairah & Aisyah -Radhiallahu ‘anhuma
Dari Abu Hurairah -Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
السادس : عن أَبِي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قال رسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « كُلُّ سُلاَمَى مِنَ النَّاسِ علَيْهِ صدَقةٌ كُلَّ يَوْمٍ تَطْلُعُ فيه الشَّمْسُ : تعدِلُ بيْن الاثْنَيْنِ صدَقَةٌ ، وتُعِينُ الرَّجُلَ في دابَّتِهِ ، فَتحْمِلُهُ عَلَيْهَا ، أوْ ترْفَعُ لَهُ علَيْهَا متَاعَهُ صدقةٌ ، والكلمةُ الطَّيِّبةُ صدَقةٌ، وبِكُلِّ خَطْوَةٍ تمْشِيها إلى الصَّلاَةِ صدقَةٌ ، وَتُميطُ الأذَى عَن الطرِيق صَدَقةٌ » متفق عليه .
“Setiap manusia memiliki kewajiban bersedekah pada setiap hari di mana matahari terbit padanya; engkau berbuat adil di antara dua orang adalah sedekah, engkau membantu seseorang dalam kendaraannya, kamu menaikkannya di atasnya atau menaikkan barangnya di atasnya adalah sedekah, ucapan yang baik adalah sedekah, setiap langkah yang kamu ayunkan menuju shalat adalah sedekah, dan engkau menghilangkan rintangan dari jalan adalah sedekah.” (Muttafaq ‘alaih)
Dan Imam Muslim juga meriwayatkan dari Aisyah -Radhiallahu ‘anha, beliau berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
ورواه مسلم أيضاً من رواية عائشة رضي اللَّه عنها قالت : قال رسُول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « إنَّهُ خُلِقَ كُلُّ إنْسانٍ مِنْ بني آدم علَى سِتِّينَ وثلاثمائَةِ مَفْصِلٍ ، فَمنْ كَبَّر اللَّه ، وحمِدَ اللَّه ، وَهَلَّلَ اللَّه ، وسبَّحَ اللَّه واستَغْفَر اللَّه ، وعَزلَ حَجراً عنْ طَرِيقِ النَّاسِ أوْ شَوْكَةً أوْ عظْماً عن طَرِيقِ النَّاسِ ، أوْ أمر بمعرُوفٍ أوْ نهى عنْ مُنْكَرٍ ، عَددَ السِّتِّينَ والثَّلاَثمائة ، فَإِنَّهُ يُمْسي يَوْمئِذٍ وَقَد زَحزحَ نفْسَهُ عنِ النَّارِ » .
“Sesungguhnya setiap manusia dari keturunan Nabi Adam diciptakan dengan persendian sebanyak tiga ratus enam puluh sendi. Maka barangsiapa bertakbir mengagungkan Allah, memuji Allah, menyucikan Allah, memohon ampunan kepada Allah, dan menyingkirkan batu dari jalan yang dilalui manusia, atau duri, atau tulang dari jalan manusia, atau memerintah yang ma’ruf, atau mencegah dari yang mungkar, sebanyak tiga ratus enam puluh kali, berarti ia berjalan pada hari itu dalam keadaan telah dijauhkan dari api neraka.” (HR. Muslim)
View Details
- SENYUMMU PAHALAMU
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 123 | Hadits Abu Dzar -Radhiallahu ‘anhu
Dari Abu Dzar - Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bersabda,
الخامس : عنه قال : قال لي النبيُّ صلى اللَّه عليه وآله وسلم : «لاَ تَحقِرنَّ مِن المعْرُوفِ شَيْئاً ولَوْ أنْ تلْقَى أخَاكَ بِوجهٍ طلِيقٍ » رواه مسلم .
Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikit pun, sekalipun kamu hanya menyambut saudaramu dengan wajah berseri.” (HR. Muslim)
View Details
- CURHATAN ORANG MISKIN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 122 | Hadits Abu Dzar -Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Dzar -Radhiyallahu 'anhu,
الرابع عنه : أنَّ ناساً قالوا : يا رسُولَ اللَّهِ ، ذَهَب أهْلُ الدُّثُور بالأجُورِ ، يُصَلُّونَ كَمَا نُصَلِّى ، وَيَصُومُونَ كَمَا نَصُومُ ، وَيَتَصَدَّقُونَ بَفُضُولِ أمْوَالهِمْ قال : «أوَ لَيْس قَدْ جَعَلَ لَكُمْ مَا تَصَدَّقُونَ بِهِ : إنَّ بِكُلِّ تَسْبِيحَةٍ صَدقَةً، وكُلِّ تَكبِيرةٍ صدقة ، وكلِّ تَحْمِيدةٍ صدقةً ، وكلِّ تِهْلِيلَةٍ صَدقَةً ، وأمرٌ بالمعْرُوفِ صدقةٌ ، ونَهْىٌ عنِ المُنْكر صدقةٌ وفي بُضْعِ أحدِكُمْ صدقةٌ » قالوا : يا رسولَ اللَّهِ أيأتي أحدُنَا شَهْوَتَه ، ويكُونُ لَه فيها أجْر ؟، قال : «أرأيْتُمْ لو وضَعهَا في حرامٍ أَكَانَ عليهِ وِزْرٌ ؟ فكذلكَ إذا وضَعهَا في الحلاَلِ كانَ لَهُ أجْرٌ» رواه مسلم .
“Bahwa ada sekelompok orang berkata, ‘Wahai Rasulullah, orang-orang kaya telah memborong semua pahala, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.’ Beliau bersabda, ‘Bukankah Allah telah menjadikan untuk kalian sesuatu yang dengannya kalian bisa bersedekah? Sesungguhnnya setiap tasbih adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, memerintahkan yang ma’ruf adalah sedekah, mencegah yang mungkar adalah sedekah, bahkan hubungan intim suami-istri salah seorang dari kalian adalah sedekah.’ Mereka bertanya, ‘Wahai Rasulullah, apakah salah seorang dari kami melampiaskan syahwatnya, lalu dia mendapatkan pahala?’ Beliau bersabda, ‘Bagaimana pendapat kalian seandainnya dia melampiaskannya pada tempat yang haram, apakah dia memikul dosa? Maka begitu pula apabila dia melampiaskannya pada tempat yang halal, dia mendapatkan pahala’,” (HR. Muslim)
View Details
- SEDANG MUMET, BUND? INI 5 OBATNYA
Kajian Wanita
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MENJAGA LINGKUNGAN ITU BERPAHALA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 121 | Hadits Abu Dzar -Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Dzar -Radhiyallahu 'anhu, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
الثَّالثُ عنْهُ قال : قال النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « عُرِضَتْ عَلَيَّ أعْمالُ أُمَّتي حسَنُهَا وسيِّئُهَا فوجَدْتُ في مَحاسِنِ أعْمالِهَا الأذَى يُماطُ عن الطَّرِيقِ ، وَوجَدْتُ في مَساوَىءِ أعْمالِها النُّخَاعَةُ تَكُونُ فِي المَسْجِدِ لاَ تُدْفَنُ » رواه مسلم .
"Diperlihatkan kepadaku amalan-amalan umatku yang baik dan yang buruk. Maka saya mendapati dalam kelompok amalan baik umatku (adalah) gangguan yang disingkirkan dari tengah jalan. Dan saya mendapati dalam kelompok amalan buruk umatku (adalah) ludah yang ada di masjid yang tidak dipendam (dibersihkan)." (HR. Muslim)
View Details
- BESARNYA PAHALA SHALAT DHUHA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 120 | Hadits Abu Dzar -Radhiallahu 'anhu
Dari Abu Dzar -Radhiallahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
الثاني : عن أَبِي ذرٍّ رضي اللَّه عنه أيضاً أنَّ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : يُصْبِحُ على كلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صدقَةٌ ، فَكُلٌ تَسبِيْحةٍ صَدقةٌ ، وكُلُّ تحْمِيدَةٍ صدقَةٌ ، وكُلُّ تهْلِيلَةٍ صَدَقةٌ ، وكلُّ تَكْبِيرةٍ صَدَقَةٌ ، وأمْرٌ بالمعْرُوفِ صدقَةٌ ، ونَهْيٌ عَنِ المُنْكَرِ صدقَةٌ . ويُجْزِئُ مِنْ ذَلكَ رَكعَتَانِ يرْكَعُهُما مِنَ الضُّحى » رواه مسلم . « السُّلاَمَى » بضم السين المهملة وتخفيف اللام وفتح الميم : المفْصِلُ .
"Setiap persendian salah seorang di antara kalian menanggung kewajiban sedekah setiap paginya; setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, amar ma'ruf adalah sedekah, dan nahi munkar adalah sedekah, dan dua rakaat yang dikerjakannya di waktu dhuha mencukupi semua itu." (HR. Muslim)
View Details
- AMALAN APAKAH YANG PALING AFDHOL?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
Hadits ke 119 | Hadits Abu Dzar Jundub bin Junadah -Radhiallahu 'anhu
الأوَّل : عن أَبِي ذرٍّ جُنْدَبِ بنِ جُنَادَةَ رضي اللَّه عنه قال : قلت يا رسولَ اللَّه، أيُّ الأعْمالِ أفْضَلُ ؟ قال : « الإِيمانُ بِاللَّهِ ، وَالجِهَادُ فِي سَبِيلِهِ » . قُلْتُ : أيُّ الرِّقَابِ أفْضَلُ ؟ قال : « أنْفَسُهَا عِنْد أهْلِهَا ، وأكثَرُهَا ثَمَناً » . قُلْتُ : فَإِنْ لَمْ أفْعلْ ؟ قال : « تُعينُ صَانِعاً أوْ تَصْنَعُ لأخْرَقَ » قُلْتُ : يا رسول اللَّه أرَأيتَ إنْ ضَعُفْتُ عَنْ بَعْضِ الْعملِ ؟ قال : « تَكُفُّ شَرَّكَ عَن النَّاسِ فَإِنَّها صدقةٌ مِنْكَ على نَفسِكَ » . متفقٌ عليه .
“Aku bertanya, ‘Wahai Rasulullah, amal manakah yang paling utama?’ Beliau menjawab, ‘Iman kepada Allah dan berjihad di jalanNya.’ Aku bertanya, ‘Budak manakah yang paling utama untuk dimerdekakan?’ Beliau menjawab, ‘Yang paling berharga menurut pemiliknya dan yang paling mahal harganya.’ Aku bertanya, ‘Jika saya tidak melakukan?’ Beliau bersabda, ‘Engkau membantu seorang pekerja atau melakukan (pekerjaan) untuk orang yang tidak dapat bekerja.’ Aku katakan, ‘Wahai Rasulullah, bagaimana jika saya tidak mampu dari sebagian amal tadi?’ Beliau menjawab, ‘Kamu menahan kejahatanmu terhadap orang lain, maka sesungguhnya itu adalah sedekah darimu untuk dirimu’.” (Muttafaq ‘alaih)
View Details
- SEKECIL APAPUN PASTI TERLIHAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
QS. Al-Zalzalah: 7
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS. Al-Zalzalah: 7)
View Details
- UNTUK DIRIMU SENDIRI
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
QS. Al-Jatsiyah: 15
مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا فَلِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ أَسَآءَ فَعَلَيْهَا ۖ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan. (QS. Al-Jatsiyah: 15)
View Details
- BERBEKALLAH!
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
QS. Al-Baqarah: 197
Allah berfirman,
ٱلْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُومَٰتٌ ۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِى ٱلْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ ٱللَّهُ ۗ وَتَزَوَّدُوا۟ فَإِنَّ خَيْرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقْوَىٰ ۚ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal. (QS. Al-Baqarah: 197)
View Details
- ALLAH SUBHANAHU WA TA'ALA MENGETAHUI SEMUA KEBAIKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
QS. Al-Baqarah: 215 & 197
Allah berfirman,
يَسْـَٔلُونَكَ مَاذَا يُنفِقُونَ ۖ قُلْ مَآ أَنفَقْتُم مِّنْ خَيْرٍ فَلِلْوَٰلِدَيْنِ وَٱلْأَقْرَبِينَ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا۟ مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٌ
Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan". Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya. (QS. Al-Baqarah: 215)
View Details
- RAHASIA YANG HARUS DIKETAHUI WANITA
Kajian Wanita
Insyaa Allah setiap Senin jam 13:00
Di Channel Youtube: Muhammad Nuzul Dzikri
Bersama Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- BANYAKNYA JALAN KEBAIKAN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 13 | Banyaknya jalan kebaikan
View Details
- SAMPAI DETIK TERAKHIR
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 12 | Anjuran menambah amal kebaikan di usia senja
View Details
- KONDISI KITA SAAT DIBANGKITKAN?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 12 | Anjuran menambah amal kebaikan di usia senja
Hadits 118 | Hadits Jabir - radhiyallahu 'anhu
Dari Jabir - radhiyallahu 'anhu, beliau berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Sallam
الخامس : عن جابر رضي اللَّه عنه قال : قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « يُبْعثُ كُلُّ عبْدٍ على ما مَاتَ علَيْهِ » رواه مسلم .
"Tiap hamba akan dibangkitkan (dari kuburnyna) menurut keadaan dia mati (HR. Muslim)
View Details
Riyaadhushshaalihiin 320. "ANUGERAH ALLAH DI AKHIR KEHIDUPAN NABI ﷺ" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- DOA YANG DIBACA NABI ﷺ MENJELANG WAFAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 12 | Anjuran menambah amal kebaikan di usia senja
Hadits 116 | Hadits Aisyah - radhiyallahu 'anha
Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, katanya: “Tidaklah Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bershalat sesuatu shalat setelah turunnya ayat: Idzaja anashrullahi walfathu -Apabila telah tiba pertolongan dari Allah dan kemenangan, melainkan dalam shalatnya itu selalu mengucapkan: Subhanaka rabbana wa bihamdik, Allahummaghfirli -Maha Suci Engkau wahai Tuhan kami dan saya mengucapkan puji-pujian kepadaMu. Ya Allah berilah pengampunan padaku.” (Muttafaq ‘alaih)
Dalam riwayat yang tertera dalam kedua kitab shahih -yakni Bukhari dan Muslim, disebutkan dari Aisyah pula demikian: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam itu memperbanyakkan ucapannya dalam ruku’ dan sujudnya yaitu: Subhanakallahumma rabbana wa bihamdika, Allahummaghfirli -Maha Suci Engkau ya Allah Tuhan kami dan saya mengucapkan puji-pujian kepadaMu. Ya Allah, berikanlah pengampunan padaku,” beliau mengamalkan benar-benar apa-apa yang menjadi isi al-Quran. Makna: Yata-awwalul Quran ialah mengamalkan apa-apa yang diperintahkan pada beliau itu yang tersebut dalam al-Quran, yakni dalam firman Allah Ta’ala: Fasabbih bihamdi rabbika wastaghfirhu, artinya: Maka maha sucikanlah dengan mengucapkan puji-pujian kepada TuhanMu dan mohonlah pengampunan kepadaNya.
Dalam riwayat Muslim disebutkan: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam itu memperbanyak ucapannya sebelum wafatnya, yaitu: Subhanaka wa bihamdika, astaghfiruka wa atubu ilaik -Maha Suci Engkau dan saya mengucapkan puji-pujian kepadaMu, saya mohon pengampunan serta bertaubat kepadaMu. Aisyah berkata: Saya berkata: “Wahai Rasulullah, apakah artinya kalimat-kalimat yang saya lihat baru mengucapkannya itu?” Beliau shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Itu dijadikan sebagai -tanda- bagiku untuk umatku, jikalau saya telah melihat alamat -tanda- tersebut. Itu saya ucapkan apabila telah datang pertolongan dari Allah dan kemenangan.” Beliau membaca surat an- Nashr itu sampai selesai.
Dalam riwayat Muslim lainnya disebutkan: “Rasulullah shalallahu alaihi wasalam memperbanyakkan ucapan: Subhanallah wabihamdih, astaghfirullah wa atubu ilaih -Maha Suci Allah dan saya mengucapkan puji-pujian kepadaNya, saya mohon pengampunan serta bertaubat kepadaNya. Aisyah berkata: Saya berkata: “Ya Rasulullah, saya lihat Tuan selalu memperbanyak ucapan: Subhanallah wa bihamdih, astaghfirullah wa atubu ilaih. Rasulullah shalallahu alaihi wasalam lalu bersabda: “Rabbku telah memberitahukan kepadaku bahwasanya aku akan melihat sesuatu -tanda- untuk umatku. Jikalau saya melihatnya itu, maka aku memperbanyakkan ucapan Subhanallah wa bihamdih astaghfirullah wa atubu ilaih. Kini aku telah melihat tanda tersebut, yaitu jikalau telah datang pertolongan Allah dan kemenangan yakni dengan dibebaskannya kota Makkah. Dan engkau melihat para manusia masuk dalam agama Allah dengan berbondong-bondong. Maka maha bertasbihlah dengan mengucapkan puji-pujian kepada Rabbmu dan beristighfarlah kepadaNya, sesungguhnya Allah adalah Maha Penerima taubat.”
View Details
Nasihat Singkat Ramadhan 002. "LAKUKAN INI SEBELUM RAMADHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Ramadhan 001. "BARU SEMANGAT DI TANGGAL 1 RAMADHAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Sya'ban 006. "SYA'BAN & PERBANYAK PUASA" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- AJAL RASULULLAH ﷺ SUDAH DEKAT
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 12 | Anjuran menambah amal kebaikan di usia senja
Hadits 115 | Hadits Ibnu Abbas - radhiyallahu 'anhu
Dari Ibnu Abbas - radhiyallahu 'anhu, beliau berkata,
الثاني : عن ابن عباس ، رضي اللَّه عنهما ، قال : كان عمر رضي اللَّه عنه يُدْخِلُنى مَع أشْياخ بْدرٍ ، فَكأنَّ بعْضَهُمْ وجدَ فِي نفسه فقال : لِمَ يَدْخُلُ هَذِا معنا ولنَا أبْنَاء مِثْلُه ،؟ فقال عمرُ : إِنَّهُ من حيْثُ علِمْتُمْ ، فدَعَانى ذاتَ يَوْمٍ فَأدْخلَنى معهُمْ ، فما رأَيْتُ أنَّه دعانى يوْمئِذٍ إِلاَّ لِيُرِيهُمْ قال : ما تقولون في قول اللَّه تعالى : { إذا جاءَ نَصْرُ اللَّهِ والْفَتْحُ} [الفتح : 1 ] فقال بَعضُهُمْ : أمِرْنَا نَحْمَدُ اللَّهَ ونَسْتَغْفِره إذَا نَصرنَا وفَتَحَ علَيْنَا . وسكَتَ بعضهُمْ فلم يقُلْ شيئاً فقال لى : أكَذلك تقول يا ابنَ عباس ؟ فقلت : لا . قال فما تقول ؟ قلت : هُو أجلُ رسولِ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، أعْلمَه له قال : { إذا جَاءَ نَصْرُ اللَّهِ والْفتحُ} وذلك علامة أجلِك { فَسَبِّحْ بِحمْدِ رَبِّكَ واسْتغْفِرْهُ إِنَّه كانَ تَوَّاباً} [ الفتح : 3 ] فقال عمر رضي اللَّه عنه : ما أعْلَم منها إلاَّ ما تَقُول . رواه البخارى .
“Umar -Radhiyallahu ‘anhu memasukkanku bersama para tetua yang ikut dalam perang Badar, dan sepertinya sebagian dari mereka kurang berkenan terhadap hal itu, mereka berkata, ‘Mengapa anak ini masuk di sini bersama kita, padahal kita juga memiliki anak-anak seusianya?” Maka Umar melanjutkan, ‘Sesungguhnya dia datang dari tempat yang kalian maklumi bersama.’ Suatu hari dia memanggilku ke dalam majelis syura bersama mereka. Saya merasa bahwa Umar tidak memanggilku pada waktu itu melainkan untuk membuktikan kepada mereka. Dia berkata, ‘Apa yang kalian ketahui tentang Firman Allah Ta’ala, ‘Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.’ (An-Nashr: 1). Sebagian dari mereka menjawab, ‘Kita diperintah untuk memuji Allah dan beristighfar kepadaNya, apabila Dia telah menolong dan memeangkan kita. ‘Sementara yang lain terdiam, tidak mengatakan apa-apa. Maka Umar berkata kepadaku, ‘Apakah mereka begitu yang akan kamu katakan, wahai Ibnu Abbas?’ Maka saya berkata, ‘Tidak.’ Dia berkata, ‘Lalu apa yang akan kamu katakan?’ Saya berkata, ‘Itu adalah ajal kematian Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang Allah beritahukan kepada beliau. Dia berfirman, ‘Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan.’ (An-Nashr: 1). Dan itu adalah pertanda ajalmu, ‘Maka bertasbihlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampun kepadaNya. Sesungguhnya Dia adalah Maha penerima taubat.’ (An-Nashr: 3). Maka Umar berkata, ‘Aku juga tidak mengetahui tafsirnya kecuali seperti yang kamu ucapkan’.” (HR. Bukhari)
View Details
Nasihat Singkat Sya'ban 005. "BULAN SYA'BAN, KETIKA AMALAN KITA DIANGKAT" - Ust Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Sya'ban 002. "BULAN SYA'BAN DAN KEIKHLASAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Sya'ban 001. "BULAN SYA'BAN YANG DIANAKTIRIKAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Sya'ban 004. "BULAN SYA'BAN BULANNYA PEMBACA AL-QUR'AN" - Ust Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
Nasihat Singkat Sya'ban 003. "AMALAN DIANGKAT DI BULAN SYA'BAN" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- TAHUN BERDZIKIR DAN KEKHUSYU'AN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 12 | Anjuran menambah amal kebaikan di usia senja
Hadits 114 | Hadits Abu Hurairah - radhiyallahu 'anhu
وأمَّا الأحاديث فالأوَّل : عن أَبِي هريرة رضي اللَّه عنه ، عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «أعْذَرَ اللَّهُ إلى امْرِىءٍ أخَّرَ أجلَه حتى بلَغَ سِتِّينَ سنةً » رواه البخارى.
Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, beliau bersabda, "Allah tidak lagi memaklumi seseorang yang Dia tangguhkan ajalnya hingga enam puluh tahun." (HR. Bukhari)
View Details
- RAHASIA DI BALIK USIA 60 TAHUN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 12 | Anjuran menambah amal kebaikan di usia senja
Hadits 114 | Hadits Abu Hurairah - radhiyallahu 'anhu
وأمَّا الأحاديث فالأوَّل : عن أَبِي هريرة رضي اللَّه عنه ، عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «أعْذَرَ اللَّهُ إلى امْرِىءٍ أخَّرَ أجلَه حتى بلَغَ سِتِّينَ سنةً » رواه البخارى.
Dari Abu Hurairah -radhiyallahu 'anhu dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, beliau bersabda, "Allah tidak lagi memaklumi seseorang yang Dia tangguhkan ajalnya hingga enam puluh tahun." (HR. Bukhari)
View Details
- SAAT KITA BERUSIA 40 TAHUN
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 12 | Anjuran menambah amal kebaikan di usia senja
QS. Fathir: 37
وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا۟ فَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (QS. Fathir: 37)
View Details
314.CEMBURU YANG TIDAK ADA SOLUSINYA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 12 | Anjuran menambah amal kebaikan di usia senja
QS. Fathir: 37
وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا۟ فَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (QS. Fathir: 37)
View Details
- TAMBAH UMUR ,TAMBAH....?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 12 | Anjuran menambah amal kebaikan di usia senja
QS. Fathir: 37
وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا۟ فَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (QS. Fathir: 37)
View Details
- TOLONG KELUARKAN KAMI DARI NERAKA
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 12 | Anjuran menambah amal kebaikan di usia senja
QS. Fathir: 37
وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَٰلِحًا غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا۟ فَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan". Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (QS. Fathir: 37)
View Details
Riyaadhushshaalihiin 311. "KIAT - KIAT SUKSES BERMUJAHADAH" - Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri by Muhammad Nuzul Dzikri
View Details
- MANFAAT DAN KEUNTUNGAN DARI MUJAHADAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 11 | Mujahadah
View Details
- MENJADI RAJA ATAU BUDAK?
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 11 | Mujahadah
View Details
- MUJAHADAH LANGKAH DEMI LANGKAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 11 | Mujahadah
View Details
- BERJUANGLAH ATAU ENGKAU MENYESAL
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 11 | Mujahadah
Hadits ke 113 | Hadits Abu Dzar Jundub bin Junadah -radhiyallahu ‘anhu
Dari Sa’id bin Abdul Aziz dari Rabi’ah bin Yazid, dari Abu Idris al-Khaulani, dari Abu Dzar Jundub bin Junadah -radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits yang beliau riwayatkan dari Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi, Dia Ta’ala berfirman,
“Wahai hamba-hambaKu, Aku telah mengharamkan kezhaliman atas diriKu dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi. Wahai hamba-hambaKu, kalian semua adalah sesat, kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mohonlah petunjuk kepadaKu, niscaya Aku memberi petunjuk kepada kalian. Wahai hamba-hambaKu, kalian semua adalah lapar, kecuali orang yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepadaKu, niscaya Aku akan memberi kalian makan. Wahai hamba-hambaKu, kalian semua adalah telanjang kecuali orang yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepadaKu, niscaya Aku memberi kalian pakaian. Wahai hamba-hambaKu, kalian selalu berbuat salah di malam dan di siang hari sedangkan Aku mengampuni semua dosa, maka mohonlah ampun kepadaKu, niscaya Aku mengampuni kalian. Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian tidak dapat berbuat sesuatu yang merugikanKu dan kalian tidak dapat berbuat sesuatu yang menguntungkanKu. Wahai hamba-hambaKu, seandainya orang yang pertama hingga orang yang terakhir, manusia dan jin dari kalian, semuanya memiliki hati seperti hati seorang laki-laki yang paling bertakwa di antara kalian, maka hal itu tidak akan menambah sedikit pun dari kerajaanKu. Wahai hamba-hambaKu, seandainya orang yang pertama hingga orang yang terakhir, manusia dan jin dari kalian, semuanya memiliki hati seperti hati seorang laki-laki yang paling jahat di antara kalian, hal itu tidak akan mengurangi sedikit pun dari kerajaanKu. Wahai hamba-hambaKu, seandainya orang pertama sampai yang terakhir, manusia dan jin dari kalian, berdiri di atas satu bidang tanah, mereka semua memohon kepadaKu, lalu masing-masing Aku kabulkan permintaannya, niscaya hal tersebut tidak akan mengurangi apa yang ada di sisiKu, melainkan sebagaimana jarum jika dimasukkan ke dalam samudera (lalu diangkat lagi). Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya ia hanyalah amal-amal kalian, Aku menghitungnya untuk kalian kemudian Aku membalasnya untuk kalian. Barangsiapa mendapatkan balasan baik, maka hendaklah dia memuji Allah, dan barangsiapa mendapatkan selain itu, maka janganlah menyalahkan kecuali dirinya sendiri.”
Sa’id berkata, “Jika Abu Idris menyampaikan hadits ini, dia berlutut.” (HR. Muslim)
View Details
304.SEMUA MEMINTA KEPADA ALLAH
Riyaadhush Shaalihiin
Bab 11 | Mujahadah
Hadits ke 113 | Hadits Abu Dzar Jundub bin Junadah -radhiyallahu ‘anhu
Dari Sa’id bin Abdul Aziz dari Rabi’ah bin Yazid, dari Abu Idris al-Khaulani, dari Abu Dzar Jundub bin Junadah -radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam dalam sebuah hadits yang beliau riwayatkan dari Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi, Dia Ta’ala berfirman,
“Wahai hamba-hambaKu, Aku telah mengharamkan kezhaliman atas diriKu dan Aku menjadikannya haram di antara kalian, maka janganlah kalian saling menzhalimi. Wahai hamba-hambaKu, kalian semua adalah sesat, kecuali orang yang Aku beri petunjuk, maka mohonlah petunjuk kepadaKu, niscaya Aku memberi petunjuk kepada kalian. Wahai hamba-hambaKu, kalian semua adalah lapar, kecuali orang yang Aku beri makan, maka mintalah makan kepadaKu, niscaya Aku akan memberi kalian makan. Wahai hamba-hambaKu, kalian semua adalah telanjang kecuali orang yang Aku beri pakaian, maka mintalah pakaian kepadaKu, niscaya Aku memberi kalian pakaian. Wahai hamba-hambaKu, kalian selalu berbuat salah di malam dan di siang hari sedangkan Aku mengampuni semua dosa, maka mohonlah ampun kepadaKu, niscaya Aku mengampuni kalian. Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya kalian tidak dapat berbuat sesuatu yang merugikanKu dan kalian tidak dapat berbuat sesuatu yang menguntungkanKu. Wahai hamba-hambaKu, seandainya orang yang pertama hingga orang yang terakhir, manusia dan jin dari kalian, semuanya memiliki hati seperti hati seorang laki-laki yang paling bertakwa di antara kalian, maka hal itu tidak akan menambah sedikit pun dari kerajaanKu. Wahai hamba-hambaKu, seandainya orang yang pertama hingga orang yang terakhir, manusia dan jin dari kalian, semuanya memiliki hati seperti hati seorang laki-laki yang paling jahat di antara kalian, hal itu tidak akan mengurangi sedikit pun dari kerajaanKu. Wahai hamba-hambaKu, seandainya orang pertama sampai yang terakhir, manusia dan jin dari kalian, berdiri di atas satu bidang tanah, mereka semua memohon kepadaKu, lalu masing-masing Aku kabulkan permintaannya, niscaya hal tersebut tidak akan mengurangi apa yang ada di sisiKu, melainkan sebagaimana jarum jika dimasukkan ke dalam samudera (lalu diangkat lagi). Wahai hamba-hambaKu, sesungguhnya ia hanyalah amal-amal kalian, Aku menghitungnya untuk kalian kemudian Aku membalasnya untuk kalian. Barangsiapa mendapatkan balasan baik, maka hendaklah dia memuji Allah, dan barangsiapa mendapatkan selain itu, maka janganlah menyalahkan kecuali dirinya sendiri.”
Sa’id berkata, “Jika Abu Idris menyampaikan hadits ini, dia berlutut.” (HR. Muslim)