Welcome to #IniCeritaku, where you can tell me everything you feel. Spread your feelings to others, who knows you meet who has a similar feeling.
Maaf, sekali lagi, maaf. Aku tidak bisa merasa baik-baik saja untuk banyak hal. Aku mati rasa.
— s.s #kataaksara
Ikhlas menerima dan berusaha untuk memperbaiki diri. Kurasa aku harus mengingat baik-baik kedua hal ini.
— a.a.d #12LettresAA
Rasamu kuterka kian rumpang. Menyisakan aku yang tak kunjung jua rampung.
— Garin Essyad Aulia (dengan pengubahan seperlunya)
Ini sakit luka terakhir yang disebabkannya. Dan ini sajak terakhir yang kutulis untuknya. Mungkin.
— M Aan Mansyur (terjemahan bebas sajak Pablo Neruda)
Berawal dari berubah, merambah menjadi sebuah kata berpisah.
— tintabiru (#spilledblueink)
Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya.
— 9996Series
Dia mengantarmu ke versi terbaik dari dirimu, yang kamu kira tidak pernah ada.
— Apinja Anastasia
Ia menerima, tetapi tidak mencintaiku seutuhnya. Sebagaimana aku mencintainya dengan penuh, tanpa separuh perasaan yang ada.
— Aulia Pancari
Semesta, kehadirannya mendatangkan bahagia untukku maka ketika ia memilih untuk pergi aku percaya ada bahagia yang lebih baik yang menungguku di lain waktu.
—chaa.
Aksara Semesta
Telah kuistirahatkan hati berkali-kali, tapi ia gigih tak pernah mau pergi. Katanya, ia masih siap sakit berkali-kali di dalam tubuh yang ringkih ini.
-- Sepaham Rasa oleh Nanda Fitria
Aku masih tidak tahu, kapan semesta akan berpihak. Juga masih tidak tahu, kapan luka akan berganti bahagia. — i.f
Kamu baik-baik di Malang, ya. Meskipun kita sekarang sudah berjarak dalam maya dan dalam nyata, percayalah, doa kebaikanku selalu menyertaimu. --Romy Dinasty