nindyologi: Recent Episodes

Rahma Nindita Soeraatmadja

Pemikiran nindy yang mungkin tidak kamu prediksi. Hindari berekspektasi lebih pada nindy, karena suatu saat akan ada masanya kita kontra dalam berdiskusi. Sedang belajar mengenal lebih dalam soal kehidupan. Berharap agar lekas menjadi sarjana kehidupan.

View Details

Kamu yang meminta dia untuk bahagia ada-dan-tanpa-ada-kamu. Lalu ketika permintaan terjawab, kamu bersedih. Padahal.. itukan jawaban dari Tuhan. Tidak harus kamu melulu kan yang menjadi pelengkap dari jawaban-Nya. Satu harapan kamu yang tertinggal saat ini, "mampukan aku untuk dapat memeluk ibunya juga."

View Details

Berhalusinasi itu wajar, bahkan bisa kukatakan itu istimewa. Banyak orang yang mengalami kesulitan untuk berfantasi, khususnya pada hal-hal yang sederhana. Bagiku, setiap kita memiliki keistimewaannya dengan cara masing-masing. Saling melengkapi untuk menjaga keseimbangan Bumi. Nda ada yang salah dari halu, kamu istimewa dengan apa adanya kamu. Terima kasih untuk selalu menjadi orang baik! :)

View Details

Banyak diantara kita yang belum sadar bahwa memiliki ambisi terlalu tinggi. Menyepelekan kebahagiaan sendiri, hingga berujung depresi. Lalu menganggap depresi sebagai sesuatu hal yang menjadi aib diri sendiri, tanpa paham makna dan tujuan dari depresi hadir di Bumi. Depresi mengingatkan kita untuk memberi jeda dari perjalanan mengejar mimpi, bersyukur atas pencapaian yang didapat masa kini, dan menyadari bahwa tiap pribadi memiliki waktu tersendiri. Bermimpilah semulia-mulianya mimpi, tetap ingat Tuhan yang mengizinkan kita di Bumi. Cukupkan diri pada kata butuh, bukan apa yang kamu ingini. Miliki standar hidup sendiri dan yakinkan bahwa setiap pribadi memiliki waktu untuk mencapainya sendiri.

View Details

Episode kali ini, aku mau mengajak teman-teman untuk mampu mengapresiasi diri sendiri. Dan sadar bahwa kehidupan ini bukan teka-teki silang yang harus dijawab semua. Kita ada di Bumi bukan untuk menjawab itu. Tidak semua pertanyaan harus dijawab, karena memang ada sesuatu yang Tuhan biarkan untuk tidak kita cari tau. Bahagiakan dulu diri sendiri, makhluk Bumi yang lain nanti.

View Details

Empat belas selalu menjadi angka baik menurutku, dan mungkin juga untuk orangtuaku. Di tanggal empat belas, kali pertama aku ada di Bumi. Menjejak, tapi belum menapak. Di tanggal empat belas ini, aku coba beranikan diri untuk berbagi pemikiranku lagi. Iya, aku pribadi. Coba mengaktifkan kembali nindyologi, bukan mengharap agar mendapat banyak apresiasi atau simpati, tapi coba berbagi agar lebih banyak yang peduli terhadap ‘hati’. Ada beberapa cara yang aku kemukakan di episode kali ini untuk peduli terhadap 'hati'. Salah satunya, dengan menurunkan ekspektasi dan ego untuk menyelamatkan ‘hati’ dari rasa kecewa. Menyadari bahwa ada masanya orang lain atau lingkungan dapat menjadi evil di mata kita. Gak cuma ini, ada hal lain lagi yang aku sebutkan. Selamat mendengarkan! :)