Buku Hidup Yang Disucikan: Recent Episodes

UCC official

Pada awal penerbitan Review and Herald tahun 1881, sebelas artikel buah pena Ellen G. White telah dirangkum menjadi satu seri pelajaran yang diberi judul “Penyucian.” Terukir dari suatu pengalaman yang dalam tentang masalah-masalah rohani, pikiran dan jiwa yang diterangi oleh Roh Kudus, secara hati-hati ia menguji setiap unsur penyucian yang benar dan membandingkan pokok bahasannya dengan teori yang tidak sehat tetapi populer.

Pada dekade yang sama, kesebelas artikel itu dikumpulkan jadi satu lalu diterbitkan menjadi satu brosur yang berjudul Penyucian Menurut Alkitab, dan pada tahun 1899 muncul di perpustakaan mahasiswa sebagai Nomor Wahid setelah Alkitab.

Tahun 1937 dengan judul yang tidak asing lagi Hidup yang Disucikan buku ini diterbitkan secara menyeluruh dengan ditambah satu pasal dari buku Prophets and Kings sehingga tersu-sunlah buku yang sekarang ini. Dalam berbagai edisi bentuk yang mungil ini telah memperkaya kehidupan ribuan orang.

Dalam format baru tanpa perubahan teks, buku yang memiliki makna rohani yang dalam dan bertahan lama ini, telah dicetak ulang demi penyebaran yang lebih luas. Cetakan yang baru dan telah direvisi yang telah dikenal masyarakat luas sebagai karya Ny. Ellen G. White. Dan referensi hasil karya ini terdapat dalam The Seventh-day Adventist Bible Commentary.

Badan Perwalian Ellen G. White, Washington, D.C.

Juli 1956

Apabila orang-orang mengaku bahwa mereka disucikan, sebenarnya mereka menyatakan bahwa mereka jauh dari kesucian. Mereka gagal melihat kelemahan dan kemiskinan mereka. Mereka memandang diri sendiri sebagai orang yang memantulkan gambar Kristus, karena mereka fidak mempunyai pengetahuan yang benar tentang Dia. Makin jauh jarak mereka dengan Sang Juruselamat, semakin benar mereka dalam pandangan mereka sendiri.

View Details

Rasul Yohanes melewatkan masa mudanya dalam masyarakat nelayan yang tidak berpendidikan di Galilea. Ia tidak mengenyam pendidikan; tetapi oleh bersekutu dengan Kristus, Guru Besar itu, dia memperoleh pendidikan tertinggi yang dapat diterima manusia fana. Dengan keinginan yang besar ia meneguk dari Sumber air hikmat, dan kemudian berusaha menuntun orang lain kepada Sumber “yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yoh 4:14). Kesederhanaan perkataannya, kuasa mengagungkan kebenaran-kebenaran yang diucapkannya, dan kerohanian yang bersemangat yang menjadi ciri pengajarannya, membuka jalan masuk baginya kepada semua golongan. Namun demikian, orang-orang percaya sekalipun tidak sanggup memahami sepenuhnya rahasia kebenaran suci Ilahi yang disingkapkan dalam pembicaraannya. Tampaknya dia tetap diilhami oleh Roh Kudus. Ia berupaya membawa pikiran-pikiran orang banyak untuk memahami yang tiada kelihatan. Hikmat yang diucapkannya, menyebabkan perkataannya jatuh bagaikan embun, melembutkan dan menaklukkan jiwa.

View Details

Rasul Yohanes melewatkan masa mudanya dalam masyarakat nelayan yang tidak berpendidikan di Galilea. Ia tidak mengenyam pendidikan; tetapi oleh bersekutu dengan Kristus, Guru Besar itu, dia memperoleh pendidikan tertinggi yang dapat diterima manusia fana. Dengan keinginan yang besar ia meneguk dari Sumber air hikmat, dan kemudian berusaha menuntun orang lain kepada Sumber “yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal” (Yoh 4:14). Kesederhanaan perkataannya, kuasa mengagungkan kebenaran-kebenaran yang diucapkannya, dan kerohanian yang bersemangat yang menjadi ciri pengajarannya, membuka jalan masuk baginya kepada semua golongan. Namun demikian, orang-orang percaya sekalipun tidak sanggup memahami sepenuhnya rahasia kebenaran suci Ilahi yang disingkapkan dalam pembicaraannya. Tampaknya dia tetap diilhami oleh Roh Kudus. Ia berupaya membawa pikiran-pikiran orang banyak untuk memahami yang tiada kelihatan. Hikmat yang diucapkannya, menyebabkan perkataannya jatuh bagaikan embun, melembutkan dan menaklukkan jiwa.

View Details

Daniel memiliki tabiat yang mulia. Ia merupakan contoh cemerlang tentang keadaan manusia bila bersekutu dengan Allah sumber hikmat itu. Catatan kehidupan hamba Allah yang saleh ini terbuka agar dapat menguatkan orang-orang pilihan untuk menghadapi penderitaan dan pencobaan di kemudian hari.

View Details

KETIKA DARIUS mengambil alih takhta kerajaan Babel, segera ia mulai mereorganisasi pemerintahan. Ia “meng-angkat seratus dua puluh wakil-wakil raja...; membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu” (Dan 6:2, 3). “Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya” (ayat 4). Kehormatan yang dilimpahkan kepada Daniel menimbulkan kebencian bagi orang-orang terkemuka di kerajaan itu. Para wakil raja mencari alasan untuk melawan dia. “Tetapi mereka tidak mendapat alasan apa pun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya” (ayat 4).

Betapa hal ini suatu pelajaran yang penting bagi semua orang Kristen. Pandangan mata yang penuh kecemburuan itu dari hari ke hari diarahkan kepada Daniel; perhatian mereka didasari kedengkian dan sakit hati; namun tak satu kata atau tindakan apa pun yang tampak salah. Dan walaupun ia tidak mengaku hidup suci, tetapi ia melakukan yang jauh lebih baik, — ia menghidupkan suatu kehidupan yang setia dan berserah.

View Details

Daniel tidak mengumumkan ketaatannya sendiri di hadapan Tuhan. Gantinya menyatakan tulus dan suci, nabi terhormat ini dengan rendah had menyamakan dirinya dengan orang Israel yang amat berdosa. Hikmat yang dikaruniakan Allah kepadanya jauh lebih tinggi daripada hikmat orang-orang besar dunia, sebagaimana terang matahari yang memancar pada tengah hari lebih terang daripada bintang yang paling suram cahayanya. Demikianlah doa yang keluar dari bibir orang yang sangat diperkenan surga ini. Dengan kerendahan hati yang mendalam, dengan air mata dan pemeriksaan hati, ia memohon bagi dirinya dan bangsanya. Ia membukakan jiwanya di hadapan Allah, mengakui ketidaklayakan, dan mengakui kebesaran dan kemahakuasaan Tuhan.